Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelantikan di Gedung Balai Kota, Jumat (29/4) lalu. Kepengurusan IPNU DKI Jakarta, Muhammad Muhadzab ketua terpilih masa khidmah 2016-2019 ini langsung dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Asep Irfan Mujahid. Sedangkan Ketua IPPNU DKI Jakarta masa khidmah 2015-2018, Nur Hamidah Wahid dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Puti Hasni.?

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah yang saat ini berdinas sebagai Sekda Pemprov DKI Jakarta, ia juga didampingi oleh KH. Syamsul Maarif (PWNU DKI Jakarta). Selain itu hadir pula Hasan Habibi (Pustekkom Kemendikbud RI), dan Ubaidillah Sadewa (KPI D DKI Jakarta).

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Dalam sambutannya, H Saefullah mengapresiasi pelantikan yang dilakukan Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU yang sebenarnya kepengurusan Pimpinan Pusat tersebut baru dikukuhkan bulan Maret kemaren. Ia berharap pelantikan terus dilakukan Pimpinan Pusat hingga ke tingkat kota-kota di DKI Jakarta ataupun di daerah-daerah.?

Selain itu, H Saefullah memberikan kabar gembira untuk pelajar Jakarta bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan program KJP Lanjutan di tahun 2016 ini. Program ini diperuntukkan bagi pelajar menengah yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

"Siapa saja warga Jakarta yang tamatan SMA atau Madrasah Aliyah yang ingin meneruskan ke pertuguran tinggi negeri, maka biaya pendidikannya dan biaya hidupnya ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kesempatan pelantikan ini, Ketua PW IPNU DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pelajar NU Jakarta dalam waktu dekat akan merealisasikan program publikasi pelajar Jakarta berbasis web. Program ini akan diwujudkan dengan cara para pengurus menyambangi berbagai sekolah.

“Ini program jangka panjang yang bertujuan selain sebagai publikasi, juga sebagai wadah agar pelajar NU di Jakarta maupun pelajar pada umumnya untuk belajar menulis. Hal ini sangat terkait dengan penyebaran paham Aswaja di kalangan pelajar melalui media,” ujar Muhadzab.

Nantinya, lanjut alumnus STAINU Jakarta ini, para pelajar di berbagai sekolah akan diarahkan pada satu domain khusus yakni pelajarjakarta.com. “Masing-masing akan menginduk hosting dan domain di situ,” jelasnya. (Frachman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur memberikan bekal kepada  santri Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, Jumat (27/7) kemarin.

Kegiatan yang dikemas dengan Seminar Nasional yang dibuka Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi .

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Wakil ketua LKKNU Jawa Timur, Zahrul Azhar mengatakan, santri kini juga menjadi sasaran peredaran narkoba. Karenanya kegiatan dikatakannya sekaligus untuk membentengi santri agar tidak terjebak dalam narkoba.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Seiring bergulirnya waktu, narkoba juga menyasar pesantren, dan ini harus kita antisipasi sejak dini," ujar pengasuh Ponpes Darul Ulum mengatakan.

Dalam kegiatan kemarin, sekitar seribu santri Nampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman kampus Unipdu. Sebagai Nara sumber , Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso. Dikatakannya, kesehatan reproduksi perlu dikethui remaja sejak usia dini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan informasi yang benar, diharapkan mereka memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai  proses reproduksi," terang Sudibyo seraya mengatakan Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.

Materi yang diberikan semisal bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi, pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, serta kekerasan seksual dan bagaimana mereka dengan berani menghindarinya, tandasnya.

Sementara itu, Wagub Saifullah yusuf yang juga ketua PBNU mengatakan, kalangan pesantren juga harus ikut berperan mengawasi santrinya agar tidak menjadi sasaran peredran narkotika. Karena peredaran narkotika kini sudah merambah pesantren. 

“Banyak transaksi yang juga dilakukan disekitar pesantren. Karenannya kita harus weaspada dan ikut mengantisipasi peredaran narkotika ini,”pintanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Saat Banser Mencabut Katana

Oleh Teguh Kurniawan





Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia beruntung memiliki NU. Ormas yang oleh Muhammad Rizieq Syihab dalam video ceramah di madinah di sebutnya sebagai kelompok tradisionalis. Berbicara komitmen terhadap bangsa, NU terbukti ikut berdarah mendirikan bangsa ini. 

Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Banser Mencabut Katana

Berbicara jumlah massa dan khazanah keilmuan Islam, saya bertaruh anak-anak muda NU yang belajar di Pondok Pesantren itu jauh lebih mumpuni dibanding Felix Siauw. Mereka belajar Islam dari sumber babon, ilmu tafsir, bahasa arab dan gramatikalnya, kitab fiqih lintas madzhab, ilmu hadits hingga sex education adalah makanan mereka sehari hari di Pondok Pesantren.

Kematangan pengetahuan agama, militansi jamaah, jumlah anggota, dan memiliki garis komando jelas adalah keunggulan NU yang sulit di tandingi oleh organisasi Islam manapun. Tetapi NU tidak jumawa, komitmennya selaras dengan amanah pendiri bangsa ini menjadi negara bangsa bukan negara agama. Dengan segala kelebihannya, NU adalah benteng akhir pertahanan bangsa ini. Dan ruh itu yang di jaga NU, digaungkan dalam marsnya Ya lal wathon :

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu

Belakangan ini situasi tanah air mengharuskan kekuatan NU untuk kembali bangkit. Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam anyaran seperti HTI terus-menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bid’ah, bahkan gelombang fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar.  

Namun saat provokasi ini mengancam integrasi bangsa dan eksistensi Pancasila, maka anak muda NU saatnya bergerak. Mereka bangkit melawan, musuh mereka adalah kelompok unyu-unyu pemimpi basah khilafah dan kelompok penebar benih radikalisme. Banser dan GP Ansor menunjukkan kekuatannya menjadi penjaga NKRI. Di Makassar mereka bentrok dengan HTI. Di Bogor dan Jakarta mereka menolak forum internasional khilafah HTI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras tidak memberi ruang bagi HTI dan ormas anarkis di Jatim. Di Cilacap, Banser dan GP Ansor menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di Semarang mereka menolak perilaku ormas anarkis. Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga, GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang sikapnya sama usir kelompok pemimpi khilafah

Berpuluh tahun NU menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kerangka agama yang sejuk dan berwibawa. NU ibarat klan keluarga Samurai Katsumoto dalam film The Last Samurai. Mereka adalah orang orang yang tidak pernah melupakan cikal bakal mereka, mereka setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan juga leluhur mereka. Jika kemudian NU melalui Ansor dan Banser sudah bergerak mengangkat Katana-nya, artinya isyarat bangsa sedang terdzolimi. Benih radikalisme, bibit disintegrasi bangsa, sikap intoleran, ungkapan kebencian berjamur di mana-mana. 

Bukan Banser jika hanya diam, mereka bergerak serentak menunjukan taringnya. Hal itu yang kemudian membuat orang yang membenci Pancasila dan memimpikan negara Islam merengek, lebih tepatnya mengembik. Mereka melancarkan gelombang Fitnah pada Banser, video dan beragam fitnah dilancarkan dengan masif. 

Banser berjuang sendiri, dengan kesederhanaannya. Saya membayangkan saat orang seperti Kang Nen membubarkan konvoi khilafah mungkin dikantungnya hanya ada dua batang rokok dan uang untuk beberapa liter bensin, tapi untuk Indonesia Kang Nen melakukan dengan gembira. 

Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata, kelompok radikalis dan pro khilafah telah masuk dengan masif hingga sekolah menengah, saat ini Banserlah pilar yang tersisa ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini. Menyatukan kelompok pro khilafah ini dengan NU, rasanya tidak mungkin. Keislaman NU berakar pada tradisi, sedang mereka beragama dengan insting menaklukan. 

Satunya-satunya jalan negara harus memilih, NU yang telah terbukti komitmennya atau mereka yang ingin mengganti ideologi negara. Berharap anak-anak muda NU untuk mundur mengalah, tidak ada cerita Banser mundur perang. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah gambaran keberanian Banser. Pada masa ini HTI dan ormas yang mempunyai kecenderungan anarkis lahir saja belum.  

Namun membiarkan Banser berjuang sendiri rasanya tidak bijak. Kita harus hadir berdiri bersama mereka. Kita tidak ingin adegan terakhir dalam film The Last Samurai terjadi. Teringat sebuah adegan dalam Film itu saat Nathan Algreen memberikan Katana dari klan Samurai Katsumoto yang gugur di medan perang.

Pada saat menerima Katana itu Kaisar baru menyadari bahwa pemerintah telah mengorbankan hal paling berharga dari bangsanya yaitu akar budayanya sendiri. Kita tidak ingin menitikkan air mata saat menyaksikan Katana Banser Samurai terakhir penjaga bangsa ini diserahkan. 

Saatnya kita berdiri bersama Banser ikut menjaga bangsa ini melawan radikalisme dan intoleransi. Membantu sebisa kita jangan biarkan Banser sendiri, bergandengan tangan nengucapkan kalimat Kaisar dalam film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."  Kang Nen, salam hangat secangkir kopi untukmu.

Ini adalah bagian dari artikel lama saya yang saya potong. Tulisan ini saya buat hampir setahun lalu berjudul "Banser The Last Samurai" seiring maraknya gelombang fitnah untuk Banser pasca insiden kaburnya Felix Siauw yang menolak menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila. Saya rasa tulisan ini relevan.

Penulis adalah Konsultan Media dan Aktivis Sosial.

*) Atas persetujuan penulis, tulisan opini di atas telah mengalami pengeditan di beberapa paragraf yang menyebut kata FPI.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 31 Januari 2018

Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet

KH Abdullah Abbas dan KH Abdul Karim (Mbah Manab) adalah tokoh besar dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Kiai Abbas terkenal tak hanya sebagai kiai yang alim tapi juga ‘jadug’ alias ahli kanuragan asal Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai salah satu murid utama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Kiai Abbas bahkan mendapatkan kepercayaan sepenuhnya untuk menjadi panglima perang bersejarah bangsa Indonesia di Surabaya, 10 November 1945. Pertempuran yang sedianya dimulai pada satu hari sebelumnya, namun oleh Mbah Hasyim diundur sampai menunggu kedatangan sang macan dari Cirebon, Kiai Abbas Buntet.

Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet

Mbah Abbas tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah besar bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah pada 10 November yang hingga kini diperingati sebagai hari pahlawan. 

Beda Mbah Abbas, beda Mbah Manab Lirboyo. Bila Mbah Abbas dikenal secara luas namanya di hampir seluruh penjuru Indonesia, Mbah Manab lebih cenderung mastur (tertutupi). Mbah Manab adalah sosok kiai di balik layar, beliau hampir tidak pernah diberitakan secara luas di khalayak. Peran beliau lebih banyak terlihat mengasuh para santri di dalam pesantren. Namun kecintaannya kepada tanah air tidak diragukan lagi. Terbukti dalam masa-masa menghadapi para penjajah, para santri Lirboyo asuhan beliau juga banyak yang diutus untuk terlibat perang melawan tentara sekutu. 

Mbah Manab yang sekarang lebih dikenal dengan nama KH Abdul Karim adalah ulama yang ‘alim ‘allamah (cendekia yang sangat alim). Beliau menguasai ilmu-ilmu agama dalam berbagai macam fan. Di antara ilmu-ilmu agama yang beliau kuasai, yang paling tampak dari beliau adalah kepiawannya di bidang ilmu nahwu dan sharaf (gramatika Arab).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepakaran Mbah Manab di bidang nahwu dan sharaf diakui oleh para ulama besar di bumi Nusantara, termasuk oleh KH Kholil Bangkalan dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Bahkan, ayahanda mendiang Gus Dur yang juga dikenal sebagai pahlawan nasional, KH Abdul Wahid Hasyim juga berguru kepada Mbah Manab untuk mengaji kitab Alfiyyah Ibnu Malik, sebuah karya besar Imam Ibnu Malik tentang gramatika Arab yang tidak asing lagi di kalangan para santri. Menurut riwayat dari cicitnya Mbah Manab, yaitu KH Ibrahim Ahmad Hafizh, Mbah Wahid Hasyim belajar Alfiyyah kepada Mbah Manab hanya ditempuh dalam waktu satu minggu.

Banyak kiai-kiai pada waktu itu merekomendasikan para santri yang berniat mengaji ilmu gramatika Arab agar belajar langsung kepada Mbah Manab. Kepakaran Mbah Manab di bidang nahwu dan sharaf sudah tampak sejak beliau mesantren di Bangkalan dan Tebuireng. 

Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari misalnya, beliau merekomendasikan KH Abbas Buntet untuk ‘sorogan’ mengaji kitab kepada Mbah Manab di Pesantren Lirboyo. Saran dan petunjuk Mbah Hasyim tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh Mbah Abbas. Kiai Abbas merasa ‘marem’ (puas) belajar membaca kitab di bawah bimbingan Mbah Manab. Banyak pelajaran dan ilmu berharga yang didapat Mbah Abbas saat mengaji kepada Mbah Manab. Kiai Abbas digemleng oleh Mbah Manab di pesantren Lirboyo hingga menjadi kiai yang alim.

Selepas pulang dari pesantren Lirboyo, kiai Abbas kembali ke tanah kelahirannya di Cirebon untuk berkiprah di masyarakat. Kiai Abbas di tanah kelahirannya banyak merekomendasikan anak-anak muda di Cirebon untuk mesantren di Lirboyo Kediri. Sejak saat itu, santri-santri asal Cirebon mulai banyak berdatangan di Lirboyo. Hingga kini Pesantren Lirboyo menjadi salah satu pesantren terbesar di Nusantara dengan jumlah santri dan alumni yang menyebar di mana-mana. Dan di antara ribuan santri di Lirboyo, banyak santri yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Hal tersebut tidak lepas dari peran Kiai Abbas mengenalkan sosok kiainya, Mbah Manab kepada wali santri di Cirebon.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Riwayat tentang Mbah Hasyim yang menyarankan Mbah Abbas mesantren di Lirboyo juga didapatkan penulis dari cicitnya Mbah Manab, KH Ibrahim Ahmad Hafizh.

Demikianlah hubungan antara Kiai Manab dan Kiai Abbas, hubungan antara santri dan kiai yang berjasa besar melahirkan generasi ulama dan tokoh perjuangan yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara. Ketokohan Kiai Abbas Buntet yang begitu terkenal, tidak lepas dari gemblengan sang kiai ‘mastur’, KH Abdul Karim Lirboyo. Benar kata para ulama, “Kam min masyhurin bibarakatil mastur (banyak tokoh yang terkenal berkat sentuhan sosok di balik layar).”

Untuk kedua guru dan masyayikh kita, KH Abdul Karim dan KH Abdullah Abbas, mari kita hadiahkan bacaan surat al-Fatihah... (M. Mubasysyarum Bih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung diikuti pelajar dari berbagai sekolah dari Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Masing-masing mempunyai karakter sendiri, salah satunya Riki Ryan Saputra yang gokil dan bisa menghibur teman-temannya.

"Di pesantren kilat BPUN ini saya lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari dari biasanya empat kali dalam seminggu," kata Riki yang suka bercanda itu, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kamis (28/4).

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Kehidupan di pesantren menurut pelajar SMAN 2 Buay Bahuga tersebut lebih lanjut adalah "Tenyadaan", singkatan dari tenteram, nyamai, damai dan sarat nilai kekeluargaan.

"Di pesantren ini para santri kecil juga suka membantu memasak, mereka seperti koki-koki cilik  yang sangat super dengan hasil makanan tak kalah super," ujar karateka sabuk coklat Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) yang pernah beberapa kali menyabet juara itu. 

Selain memberikan materi akademik, BPUN 2016 yang digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, asuhan Kiai Imam Murtadlo Suyuti selama satu bulan penuh juga memberikan bimbingan ruhani istiqomah, kepemimpinan, keberagaman yang ramah dan mengajarkan kecakapan hidup, salah satunya jurnalistik. (Rio Irawan/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengisi Dialog Budaya Kebangsaan dalam rangka Closing Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Ahad (8/11). Gus Mus menjelaskan bagaimana bersikap sebagai muslim Indonesia yang teguh mempertahankan tradisi dan budayanya.

"Sering saya katakan dimanapun, bahwa kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia," terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah ini.

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Gus Mus menuturkan, masyarakat Indonesia tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku mereka sudah mencerminkan kehidupan yang dianjurkan oleh Rasulullah. "Saat ini banyak orang yang sedikit-sedikit menggunakan dalil, sedikit-sedikit tanya dalilnya apa, itu orang yang baru mengenal dalil," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai yang juga dikenal sebagai Budayawan ini menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang dengan rukun saling tolong menolong dengan tetangganya. "Orang desa tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku yang meraka lakukan telah membudaya. Dan itu semua merupakan implementasi dalil-dalil," tegasnya lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sehingga konsep tersebut merupakan Islam Indonesia, lanjutnya, adalah ajaran Islam yang senantiasa telah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat.?

"Islam Indonesia pada zaman Soekarno sangat dihargai dimata dunia karena dengan bangganya Soekarno menyuarakan tentang Islam di Indonesia hingga pada sidang PBB pun beliau menggunakan dalil untuk meyakinkan bahwa Islam di Indonesia besar, sehingga saya sangat bangga memakai peci Soekarno ini," ungkap Gus Mus sambil menunjuk peci hitam yang beliau kenakan.

Gus Mus menandaskan, selain harus bangga dengan identitas, tradisi, dan budayanya, bangsa Indonesia juga harus sadar akan tantangan-tantangan besar ke depannya. (Mazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU

Lampung Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Safari Ramadhan 1438 H / 2017 M ke tujuh ranting NU, yakni ranting NU Sritejokencono, Saptomulyo, Nambahrejo, Sumberrejo, Purworejo, Kotagajah, dan Kotagajah Timur.

“Safari Ramadhan ini terlaksana dalam rangka momentum memuliakan bulan yang penuh berkah, wahana silaturahmi antarsesama Muslim wabil khusus nahdliyyin yang ada di wilayah Kecamatan Kotagajah, sekaligus memperkuat pemahaman dan mengamalkan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah dalam kehidupan sehari-hari,” kata H Siswanto selaku Ketua Rombongan Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa Ranting Sumberrejo, Kamis (8/6) malam.

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU

“Kami sengaja dari MWCNU Kecamatan Kotagajah ingin bersinergi dengan pihak aparat Kecamatan Kotagajah dalam Safari ini supaya lebih kompak dalam mensyiarkan agama Islam yang ramah dan toleran,” imbuh Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Kotagajah itu.

Camat Kotagajah Eduart Hartono mengatakan, mengajak pada generasi muda Islam agar berhati-hati dalam dua hal, pertama, bahaya narkoba yang semakin merajalela, kedua, gerakan Islam yang radikal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ini yang harus kita waspadai, gerakan yang menentang Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hati-hati dengan gerakan Islam yang nyleneh-nyleneh,” kata Hartono.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berikut titik lokasi Safari Ramadhan MWCNU Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun 1438 H / 2017 M, yaitu Selasa (6/6) di Masjid Al-Huda Ranting NU Nambahrejo, Rabu (7/6) Masjid Al-Hikmah Ranting NU Sritejokencono, Kamis (8/6) Masjid Jami’ At-Taqwa Ranting NU Sumberrejo, Sabtu, (10/6) Masjid Nurul Hidayah Ranting NU Kotagajah, Ahad, (11/6) Masjid At-Taqwa Ranting NU Kotagajah Timur, Senin (12/6) Masjid Misbahuttaqwa Ranting NU Purworejo dan Selasa (13/6) Masjid Baituttaqwa Ranting NU Saptomulyo.

Turut hadir dalam agenda Safari Ramadhan MWCNU Kotagajah Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Zainuri, Ketua MUI Kotagajah H Ali Mustofa, Ketua MWC LP Ma’arif? NU Kotagajah KH M Baedlowi, Dewan Pengasuh Pesantren Nurul ‘Ulum Kiai Andi Ali Akbar, Camat Kotagajah Eduart Hartono, para kepala UPTD, Kepala KUA Kotagajah, para kepala kampung, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Lembaga Pendidikan Ma’arif? NU, dan Banser. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Pahlawan, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 08 Januari 2018

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus harian PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) akan bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar. Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di kalangan pelajar mengharuskan keterlibatan banyak pihak mulai dari sekolah, keluarga, dan masayarakat.

"Saat ini ancaman narkoba sudah menjalari pelajar, bahkan kejahatan narkoba di kalangan pelajar saat ini sudah lebih terstruktur dan teroganisir sehingga ancaman narkoba menjadi viral bagi pelajar," kata Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid pada diskusi bulanan PP IPNU di Gedung GP Ansor Jakarta, Selasa (6/9).

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah

Menurut data yang diperoleh PP IPNU, saat ini terdapat sekitar enam juta pengguna narkoba di Indonesia termasuk di antaranya dari kalangan pelajar. Hal ini tentu menjadi prioritas utama kehadiran IPNU di sekolah-sekolah.

Idy Muzayyad yang juga menjadi narasumber diskusi bulanan ini mengatakan bahwa Pendiri NU KH Hasyim Asyari merumuskan konsep Ahlus Sunnah wal Jamaah menjadi empat hal yakni tawasuth, tawazun, tasamuh, dan taaddul. Namun dari keempat tersebut ada amar makruf nahi munkar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Selama ini kita fokus pada amar makruf saja tapi lemah pada nahi munkar, padahal antara nahi munkar dan amar makruf harus seimbang," imbuh Idy, Wakil Ketua KPI periode 2013-2016 .

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahi munkar yang dijalankan IPNU adalah wa jaadilhum billati hiya ahsan. “Artinya kita melawan kemunkaran dengan cara-cara yang baik, tidak dengan kekerasan dan anarki," kata Idy.

Narkoba adalah satu ancaman bagi negeri ini. Ancaman ini yang akan menjadi salah satu prioritas IPNU dalam melawan kemungkaran.

"Kita akan mencoba bekerja sama dengan Maarif NU di seluruh Indonesia juga dengan seluruh sekolah yang terdapat komisariat IPNU di sana untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar," kata Idy. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, News, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 23 Desember 2017

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebanyak 32 naskah peserta lomba esai Islam Nusantara, dalam rangka International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIl) telah ditetapkan masuk sebagai naskah buku. Ke-32 naskah ini berasal dari penjurian tahap ke-3.

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan

Naskah-naskah tersebut dipilih karena dinilai memberi sumbangsih tema dan gagasan pada kajian Islam Nusantara, sesuai dengan tema diangkat oleh panitia ISOMIL PBNU, yakni “Islam Nusantara sebagai Inspirasi Peradaban Dunia”. ISOMIL menjadi agenda untuk mengampanyekan Islam moderat di dunia internasional.

Koordinator Publikasi ISOMIL dan Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, H Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa peserta yang lolos 32 besar, menulis tema Islam Nusantara dari pelbagai perspektif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Islam Nusantara itu dapat didekati dari berbagai perspektif yang unik. Banyak naskah-naskah dari peserta yang sebenarnya bagus dan memberi respon yang baik dalam sumbangsih ide untuk pengembangan kajian Islam Nusantara. Juga, banyak naskah yang ditulis secara baik, namun terlalu jauh dari tema, sehingga tidak masuk dalam kurasi buku,” terangnya.

Buku “Islam Nusantara, Inspirasi Peradaban Dunia” rencananya akan dibagikan pada penyelenggaraan ISOMIL dan menjadi tawaran gagasan kepada forum dialog antar peserta. Editor buku ini, Munawir Aziz, mengungkapkan bahwa kajian tentang Islam Nusantara yang ditulis oleh beberapa peserta sangat beragam dan kaya data.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Naskah dari peserta melengkapi khazanah Islam Nusantara yang telah ditulis beberapa peneliti sebelumnya. Juga, melengkapi mozaik kajian Islam Nusantara, yang sudah dipublikasi dalam beberapa buku dan media. Buku ini, menyumbangkan gagasan dan menambah puzzle dalam konfigurasi ide tentang Islam Nusantara,” ungkap Munawir Aziz, yang menjadi editor buku ini bersama Dr. H. Juri Ardiantoro. ?

Pengumuman pemenang lomba esai Islam Nusantara, rencana akan ditampilkan di website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham pada Ahad (08 Mei 2016) malam ini. Peserta lomba dipersilakan memantau terus update berita dari website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Berikut, nama-nama peserta dan naskah yang masuk dalam 32 besar, yang akan diterbitkan dalam buku ‘Islam Nusantara, Inspirasi Peradaban Dunia” pada agenda Isomil PBNU, 9-11 Mei 2016 ini.

Judul naskah dan nama penulis:

1. Wali Songo dan Wajah Islam di Bumi Nusantara sebagai Inspirasi Dunia |Egi Sukma Baihaki

2. Model Dakwah Kebudayaan Sunan Kalijaga dalam Syiar Islam Nusantara | Inggar Saputra, M.Si

3. The Beauty of Brotherhood in The Town of Kudus: Sang Sunan sebagai Katalisator Penyebaran Islam | Dani Puspitasari

4. Formula Abah Sepuh (1905-1956) dalam Mewujudkan Kerukunan Beragama dan Bernegara: Dari Zaman Kolonial sampai Pasca Kemerdekaan Indonesia | Deni Kusuma | hal.

5. Tasawuf dan Semangat Berbangsa : Kontribusi Kiai Ihsan Jampes Pembumian Tasawuf Nusantara | Dr. Wasid, SS., M.Fil.I

6. Prinsip-Prinsip Kebangsaan Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid: Ulama Nasionalis-Religius dari Indonesia Timur | Hulaimi Al Amin

7. Pandangan Keagamaan Sayid Usman bin Yahya dan KH. Hasyim Asy’ari Akhir Abad ke-19 dan Awal Abad ke-20 | Ahmad Athoillah, MA

8. Titik Strategis Islam Nusantara dalam Menyongsong Peradaban Dunia: Islam sebagai Etika Publik di Era Globalisasi (Pemikiran Abdurrahman Wahid) | NORA FARIDATIN

9. Pemikiran dan Nilai Keteladanan KH. MA. Sahal Mahfudh tentang Perdamaian, Moderatisme, Toleransi dan Prinsip Kebangsaan sebagai Inspirasi Peradaban Dunia | DR. Jamal Ma’mur, MA

10. Nasionalisme Kaum Sufi | Zakki Amali

11. Memaknai ‘Hubbul Wathan Minal Iman’ |Isnai Ilham Aufadhuha

12. Toleransi Keagamaan Sebagai Sub Sistem Dakwah dalam Menjaga Keutuhan NKRI: Kiprah Al-Habib Luthfi bin Yahya | Ali Subhi Waliyanto

13. Etika Gusdurian, Merayakan Islam yang Toleran | Desiderio Julio Sudirman

14. Pancasila Jiwa Islam Nusantara | Fr. Mathias Jebaru Adon, SMM

15. Islam Nusantara sebagai Media Resolusi Konflik (Kajian Penerapan Adat pada Masyarakat Muslim Indonesia) | Siti Rahmawati

16. Gerakan Pemuda Ansor sebagai Benteng Pemuda dalam Menanggulangi Terorisme di Indonesia | Pipit Widiatmaka

17. Formasi Nalar Islam Nusantara: Upaya Meneguhkan Paradigma Pengkajian Islam Berkeindonesiaan |Muhammad War’i

18. Membangun Landasan Perskriptif bagi Islam Nusantara | Dr. Rosidin, M.Pd.I

19. Islam Nusantara; Pertautan Pengetahuan dan Nilai Melalui Asimilasi dan Sinkretisasi | Muttaqin Khabibullah, S.Pd.I., M.Pd.I

20. Islam Nusantara sebagai “Al-Aadatu Al-Muhakamah” |? Mochammad Abdul Kholiq

21. Kedamaian Universal (as-Silmi Kaffah): Watak Dasar Islam Nusantara yang Menginspirasi Dunia | Eko Andrianto

22. Aksara Pegon; Media Nahdlatul Ulama Untuk Membangun Peradaban Islam Nusantara | Sahal Mahfudh

23. Islam Nusantara dari Indonesia Untuk Peradaban Dunia (Gagasan Islam Nusantara sebagai Inspirasi Peradaban Dunia ) | Pipin Armita

24. Islam Nusantara: Investasi Islam Kedamaian | Matroni Musèrang

25. Kesaksian Para Pastor Gereja Katolik Asia Pasifik (Sharing Pengalaman Menyebarkan Kehidupan dan Praktik Islam Indonesia) | Greg Soetomo

26. Diplomasi Indonesia Menciptakan Perdamaian melalui Konsep Islam Nusantara | Ahjar Rifa’i

27. Islam Nusantara: Berbaur dengan Budaya, Berdamai dengan Sesama | Abdul Waid

28. Islam Nusantara dan Deradikalisasi Islam di Indonesia | Mokhamad Ali Ridlo

29. Merawat Islam Nusantara, Menjaga Masa Depan Islam | Masduri

30. Gagasan Islam Nusantara: Dialektika antara Nash Syariat dengan Kebudayaan Nusantara? | Nabalah Al Batul

31. Pluralitas Konfigurasi Islam Nusantara: dari Islam Santri, Abangan, hingga Priyayi| Mohammad Takdir Ilahi

32. Internasionalisasi Islam Nusantara: Mengembalikan Konfidensi Islam Indonesia sebagai Rujukan Dunia | Libasut Taqwa





(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Nusantara, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan

Depok, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendirian Pesantren Mahasiswa Al Hikam II yang lokasinya berdampingan dengan Kampus UI Depok kini tinggal selangkah lagi. Masjid sebagai pusat kegiatan sebentar lagi akan dipakai dan rumah miliki KH Hasyim Muzadi telah ditempati dengan menggelar syukuran bersama tetangga sekitar, Minggu (15/4).

Kiai Hasyim dalam sambutannya mengungkapkan mengapa dirinya ingin mendirikan pesantren mahasiswa? Karena memang pernah diminta oleh salah satu kiainya untuk mendidik anak sekolahan atau para mahasiswa yang pintar tapi kurang memahami agama.

“Dulu saya diberi tahu sama kiai saya, kamu besok ngatur anak-anak sekolah saja.  Karena tidak semua kiai sabar ngajar anak mahasiswa yang nakal-nakal. Kalau kamu kan pengalaman nakal sehingga tahu bagaimana liku-liku kenakalan itu,” tuturnya

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan

Dijelaskannya sangat penting untuk membuka wawasan keagamaan bagi kaum intelektual yang cerdas, tapi kurang tahu masalah ketuhanan. “Bagaimana yang wawasannya luas tapi tidak ngerti tuhan itu diajari tentang tuhan. Orang dulu banyak yang bener sekalipun tidak pinter, kalau sekarang banyak yang pinter tetapi tidak bener,” tuturnya.

Sebelumnya ia telah mendirikan Pesantren Mahasiswa Al Hikam I di Malang pada tahun 1991. Saat ini terdapat sekitar 200 mahasiswa dari berbagai universitas di Malang yang nyantri. Kini pesantren ini juga telah memiliki Ma’had Aly yang dimaksudkan untuk mencetak para kiai.

“Kalau itu diperuntukkan bagi lulusan pesantren yang mau jadi kiai. Supaya tidak nanggung, sebab kalau orang hampir kiai, itu berbahaya, nantinya marah-marah terus dan kalahan,” katanya menjelaskan tentang program Ma’had Aly.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepindahannya ke Jakarta pada tahun 1999 karena terpilih sebagai ketua umum PBNU membuatnya harus bolak-balik Malang-Jakarta tiap minggu. Pada hari Senin sampai Kamis ia akan berada di Jakarta dan Jum’at sampai Minggu di Malang untuk mengajar ngaji. Kondisi ini menginspirasinya untuk membuat pesantren serupa di Jakarta.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Akhirnya, ia bertemu dengan Ibu Meilani, penganut Katolik yang bersedia menjual tanahnya di samping kampus UI dengan hanya sangat murah, hanya 225 ribu rupiah per meter persegi dan boleh dicicil. Kini harga tanah dilokasi itu berkisar 1.5 jutaan

Tanah yang dibeli seluas 1.7 hektar di area tersebut akan dibuat masjid, asrama santri, 5 rumah bagi para ustadz dan lapangan olah raga. Kompleks bangunan masjid yang kini hampir jadi juga dilengkapi dengan poliklinik, supermarket, dan perpustakaan.

Semenatar itu untuk rumah pribadinya, ia membeli tanah seluas 1100 meter persegi. Sebelumnya, saat berada di Jakarta, Ia selalu menginap di penginapan di gedung PBNU. “Rumah saya dibikin cukup luas agar bisa dipakai untuk pengajian ibu-ibu. Mengapa pengajian tidak, karena karena tidak semua mereka suci,” paparnya.

Masjidnya sendiri akan difungsikan sebulan lagi setelah bagian dalam dicat dan dipasang sound system. “Saya kan mengajar di masjid situ. Nanti kalau orang sudah ngumpul banyak baru bicara bagaimana pesantren ini didirikan,” tandasnya.

Dikatakannya pesantren merupakan bayang-bayang masjid, bukan masjid yang bayang-bayang pesantren. “Dimulai dari ibadah, munuju ke ilmu kemudian ke dunia, kemudian berputar ke dunia lagi yang selanjutnya kembali ke Allah,” tambahnya.

Dijelaskannya Pesantren didirikan pelan-pelan setelah masjidnya jalan karena pesantren harus ada orangnya dulu baru bangunannya. Ini berbeda dengan sekolahan atau real esteate yang dibangun dulu semua fasilitasnya.

“Kalau pesantren dibangun dulu baru cari santri, nantinya malah tak ada santrinya karena pesantren itu membangun perguruan, bukan hanya membangun keilmuan. yang paling sukar bukan mengajar ilmu, tetapi membangun akhlak. Kalau ilmu pasti pinter kalau diajari, tapi membangun karakter kehidupan seseorang itu tidak mungkin tanpa hidayah Allah,” jelasnya.

Kiai Hasyim tak lupa meminta dukungan dari masyarakat sekitar terhadap keberadaan pesantren dan masjid tersebut. “Saya tidak bisa menyulapnya sendiri. kehadiran pesantren harus bisa memberi manfaat kepada masyarakat dan agama,” katanya.

Beberapa fasilitas seperti lapangan olah raga, supermarket dan klinik nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai bentuk hubungan kemanfaatan dan kerohanian. “Kalau ada sesautu yang perlu dibantu, sepanjang saya bisa, insyaallah saya akan membantu,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Hadits, Humor Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 15 Desember 2017

PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI

Subang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) adalah Ormas Islam yang lahir dan besar di Indonesia dengan mengikuti ajaran dan dakwah Wali Songo, sehingga apapun yang terjadi, NU akan selalu setia dan teguh dengan NKRI.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PCNU Subang, KH Musyfiq Amrullah dalam tausiyahnya pada pengajian Muslimat NU se-Kabupaten Subang sekaligus Pelantikan MWCNU Kecamatan Dawuan, Rabu (5/3).

PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI

"Saat ini sudah ada beberapa ormas yang dibentuk di luar negeri yang ingin mendirikan negara di sini, di negara kita tercinta ini, padahal mereka orang Indonesia," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mereka, lanjut Kiai Musyfiq, tidak mengerti dan menghargai perjuangan serta pengorbanan serta jasa Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, Teungku Cik Ditiro, Teuku Umar, Mbah Hasyim Asyari dan para ulama, para kiai, para santri serta para pahlawan lain yang berjuang mati-matian agar Indonesia menjadi negara yang merdeka.

"Ketika para penjajah sudah pergi dari bumi Indonesia, para ulama, para kiai, dan para santri yang tadinya berjuang mati-matian mempertahankan NKRI ini, mereka pulang ke pesantrennya masing-masing, disana mereka mengaji lagi, karena mereka tidak mau terlibat dalam urusan politik," tambahnya

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain itu, Pengasuh Pesantren Attawazun ini pun mengingatkan kepada nahdliyin agar tidak terpengaruhi oleh serangan-serangan dari kelompok yang suka membidahkan amalan NU, karena semua amalan itu ada dasarnya dan juga ada dalilnya.

Sebenarnya, kata dia, yang suka membidahkan amaliyah NU itu mereka juga sama melakukan bidah juga, karena mereka di negaranya yang disana juga mengadakan maulidan rajanya.

"Kita yang memperingati kelahiran Nabi dianggap bidah," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tasikmalaya menyambut pergantian tahun dengan gelaran Tasyakur Akhir Tahun. Kegiatan bertema “Tafakur Diri untuk Negeri” ini menyajikan berbagai pentas mulai dari pembacaan puisi, nadhaman, pencak silat, musik angklung, dan nyanyian shalawat dari Grup Band Aswaja Fi’il Harmony.

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya

Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/12) pukul 20.00 WIB di Jalan Dr. Soekardjo No. 47 tepatnya di depan Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pentas seni tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Hujan deras yang sempat mengguyur Kota Tasikmalaya tidak menurunkan antusiasme mereka untuk hadir menyaksikan pergelaran itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Ketua Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya Aan Ahmad Farhan, pihaknya mempersembahkan berbagai pentas seni yang merupakan ciri khas budaya di Tanah Air. “Mari kita tasyakur sekaligus tafakur,” Kata Aan.

Ia juga menambahkan, penampilan Aswaja Fi’il Harmony, grup musik milik Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya, menjadi warna baru dalam perhelatan ditengah hiruk pikuk perayaan tahun baru. “Karena band ini menyanyinyakn lagu-lagu shalawatan yang merupakan kekhasan orang-orang NU,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Harapannaya semoga di tahun 2017 ini Aswaja Fi’il Harmony dapat roadshow ke setiap sekolah dan pesantren terwujud dengan baik dan lancar, guna mensyiarkan shalawat lewat musik,” tambah Aan. (Agum Gumilar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Sunnah, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus, Jawa Tengah mengadakan kegiatan pelatihan penanganan risiko bencana (PRB) di Aula Balaidesa Besito, Jumat (8/1). ? Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti 80 kader dari kalangan IPNU-IPPNU, Fatayat, GP Ansor, dan Banser Kecamatan Gebog.

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Menurut Ketua GP Ansor Gebog, Dasa Susila, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas kader dalam turut serta penanganan korban bencana. Setiap terjadi bencana, katanya, Ansor-Banser bersama komponen NU lainnya ? selalu ? turun membantu ? sehingga membutuhkan bekal keterampilan dalam menangani bencana.

"Belajar dari pengalaman terjadinya bencana dua tahun lalu, teman-teman masih kurang ilmu dan ketarampilan menangani korban bencana," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mengatakan, GP Ansor bersama badan otonom NU akan terus mengasah kemampuan dalam menangani dan mengatasi korban bencana. Bahkan, pihaknya akan mengagendakan kegiatan rutin semacam ini minimal tiap bulan sekali.

"Kita menyadari teknik ini butuh proses yang panjang, tidak hanya sebulan atau dua bulan. Makanya kita akan asah terus kapasitas kader sehingga betul-betul siap segalanya menghadapi bencana," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dasa menegaskan, pelatihan ini sebagai awal menata manajemen penanganan bencana sehingga kader-kader NU tidak gagap manakala terjadi bencana. Apalagi, GP Ansor bersama badan otonom lainya telah komitmen bangun kepedulian antara sesama.

"Akhirnya ketika semua tertata mulai pra, saat, dan pasca bencana, kita tidak akan kebingungan. NU ? tinggal komando ini, kita sudah siap segalanya," tandasnya.

Kegiatan yang dibuka ketua MWCNU Gebog Suwanto ini, peserta mendapat materi tentang ke-bencana-an, ? manajemen penanganan darurat bencana dan praktik pertolongan pertama korban bencana. Semua materi disampaikan dari Tim Badan penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dengan difasitasi dari tim Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Humor Islam, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Sabtu (6/5) malam menghadiri pengajian umum dalam rangka haflatul imtihan dan wisuda santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Madrasah Diniyah Nurul Istiqomah di Dusun Dawuhan Desa Patalan Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Istiqomah ini dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Hendy Yustian Danang Suta, Camat Wonomerto Taufik Alami serta jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Wonomerto baik lembaga maupun badan otonom (banom).

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa Madrasah Diniyah (Madin) ini merupakan suatu tempat untuk majelis ilmu di mushola dan sekolah. “Demi mewujudkan kualitasnya, manajemen TPQ ini harus diubah disesuaikan dengan zaman sekarang. Harapannya dengan majelis ilmu ini dapat memberikan pengetahuan tentang perilaku dan akhlak yang baik,” katanya.

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman

Hasan meminta para guru untuk mengajarkan santrinya pendidikan akhlak terlebih dahulu, baru kemudian ilmu agama maupun pengetahuan umum. Sebab perkembangan zaman saat ini harus diimbangi antara kecerdasan intelektual dengan emosionalnya.

“Setelah akhlak, baru ajari anak ilmu dengan praktek terlebih dahulu. Karena niat itu penting sebagai pondasi melangkah beribadah yang baik. Para orang tua harus memberikan dukungan kepada pendidikan di pondok pesantren. Yakni sebuah majelis ilmu yang bermanfaat mencetak anak berperilaku dan akhlak yang baik sesuai ajaran Al-Quran dan Al Hadits,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa kegiatan haflatul imtihan yang istiqomah dilaksanakan setiap tahun ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur bagi setiap madrasah sebagai tempat pendidikan ilmu para santri agar supaya ilmu yang diterimanya menjadi manfaat dan barokah. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nusantara, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 24 November 2017

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji

Bandung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus NU Jawa Barat mendukung upaya Kemenag memperbaiki penyelenggaraan haji. Evaluasi termasuk perihal pemondokan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan haji bagi para jamaah.

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jabar Soroti Pemondokan Jamaah Haji

Wakil Ketua PWNU Jawa Barat KH Rosihon Anwar melihat beberapa hal yang perlu dibenahi Kemenag terutama masalah sarana. Meskipun tahun ini sudah ada perbaikan, pelayanan haji perlu terus untuk ditingkatkan.

“Saya kira persoalan yang paling penting bukanlah jarak, tetapi dalam konteks ini bagaimana jamaah haji asal Indonesia mempunyai akses yang mudah untuk ke Masjidil Haram,” kata Rosihon saatnya ditemui Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Kamis (18/9).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rosihon memaklumi kerepotan Pemerintah mengurusi jamaah haji Indonesia lantaran kuotanya paling banyak daripada jamaah asal negara lain. “Meskipun demikian, pemerintah berkewajiban memberi pelayanan maksimal sesuai kemampuan dan regulasi yang ada,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelayanan ibadah haji yang selama ini dimonopoli Kemenag, memang banyak kelebihan sekaligus kekurangannya. Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengingatkan Kemenag menjaga amanah dan kepercayaan publik dalam melaksanakan tugas, terlepas apakah ada peluang atau tidak adanya praktk-praktik penyalahgunaan wewenang.

“Tetap amanah itu harus dijaga,” tegas Rosihon.

Ia berharap Kemenag melayani jamaah haji mulai dari persiapan pemberangkatan, selama di Makkah maupun Madinah hingga pemulangan ke Indonesia. (Muhammad Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 31 Oktober 2017

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 20 Oktober 2017

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 September 2017

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri

Sejak masih kecil, Ahmad Tohari mengaku sudah hafal ayat "Lahu ma fis samawati wal ‘ardli" (Hanya milik-Nya lah segala apa yang di langit dan di bumi). Ia menghayati benar makna ayat ini saat mendatangi acara kenduri yang kerap membaca Ayat Kursi.

Kang Tohari –sapaan akrabnya– mendatangi kendurian bukan untuk mendengar apalagi menghafal ayat tersebut. Ia menghadiri kenduri karena mengharapkan tumpengan yang disajikan. Ia mengucapkan kalimat itu sambil terkekeh.

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri

Tapi kemudian di masa dewasanya ia menghayati ayat itu dengan kalimat lain yaitu, “kata adalah makhluk ciptaan Allah yang tak kurang nilainya dari makhluk yang lain. Orang seperti Kiai D Zawawi Imron ini memelihara makhluk Allah (kata) dengan baik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dan alhamdulillah, D Zawawi Imron ini adalah Kiai NU,” ungkap Ahmad Tohari, novelis NU dalam sambutan acara Pidato Kebudayaan D Zawawi Imron di Aula PBNU lt.8, tahun lalu.

Kang Tohari karenanya dengan jelas dan tandas mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para kiai NU yang telah mentradisikan upacara kenduri. Hanya karena upacara ini, ia dapat menghafal dan menghayati makna Ayat Kursi tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penghayatan atas Ayat Kursi ini, menderetkan nama Kang Tohari dalam jajaran terdepan sastrawan nasional. Menimba dari tradisi kaum santri, keberkahan dalam bentuk khusus mengucur deras kepadanya.

Ahmad Tohari juga termasuk pemilihar kata yang baik. Untuk itu mari kita simak Pidato Kebudayaan Ahmad Tohari di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jumat malam 28 Maret. Ia akan menyampaikan pokok pikiran dengan judul “Membela dengan Sastra”. (Al Hafiz Kurniawan-Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Cerita, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 September 2017

Ini Tujuh Kunci Mencerdaskan Murid ala Ketum Pergunu

Mojokerto, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua Umum Pergunu KH Asep Saifuddin Abdul Chalim menyebutkan sejumlah tips agar murid-murid sukses dalam menyerap ilmu pengetahuan di hadapan para guru-guru peserta Kongres Pergunu II di Pesantren Amanatul Umah, Kamis (27/10) siang.

Menurut Kiai Asep, kunci pertama adalah al-jiddu wal muwazhabah atau berkesungguhan dan ajeg dalam berkesungguhan. Berkesungguhan dan terus berkesungguhan.

Ini Tujuh Kunci Mencerdaskan Murid ala Ketum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tujuh Kunci Mencerdaskan Murid ala Ketum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tujuh Kunci Mencerdaskan Murid ala Ketum Pergunu

Misalnya tidak benar apabila murid tidak diberi PR. Tetapi PR harus merangsang bersangkutan untuk kelanjutan proses belajar, tidak berhenti saat di sekolah saja. "PR itu harus dimulai dari yang mudah, kemudian yang setengah sulit, baru agak sulit. Tetapi yang mudah itu bisa menggiring pada yang setengah sulit." jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, taqlilul ghidza atau menyedikitkan makan. Murid harus dibiasakan jangan banyak makan atau makan tidak boleh sampai kekenyangan. Sebab menurut ilmu kedokteran, kenyang itu datang 10 menit setelah makan. "Sementara kenyang itu menghilangkan kecerdasan," tambahnya.

Ketiga, mudawamatul wudlu yakni murid itu harus selalu mempunyai wudhu dan gurunya pun harus punya wudhu.

Keempat, tarkul maaashi, atau tidak boleh bermaksiat. "Di dalam Al-Quran disebutkan ‘dosa itu membebani dirimu’. Ketika seorang murid membawa pelajaran dari gurunya, membawa beban dipundaknya, secerdas apapun tidak akan mengerti dengan pelajaran yang dipelajarinya.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kelima, qiraatul Qurani nazhran, atau? membaca Al Quran dengan dilihat Al-Qurannya. "Ketika kita membaca Al-Quran dengan melihat huruf-hurufnya, kita akan dipaksa untuk berkonsentrasi. Berkonsentrasi itu latihan kecerdasan."

Keenam, melaksanakan shalat malam. Dengan shalat malam sebagai kendaraan untuk keberhasilan cita-cita.

Ketujuh, tidak boleh jajan di luar, di pasar. Dalam salah satu kitab kuning ada penjelasan bahwa makanan di luar lebih mendekati kepada ketidaksucian.

"Jajan di luar itu di tempat terbuka, banyak orang yang melihatnya, lalu memiliki keinginan untuk memiliki atau menikmatinya. Namun tidak bisa membeli karena tidak punya uang. Kalau makanan terkondisikan seperti itu, hilang barakahnya. Akhirnya akan mengantuk dalam mengikuti pelajaran. Ketika kantuk dalam mengikuti pelajaran, murid tidak mungkin akan mengerti," tegas Kiai Asep. (Nurdin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nusantara, Pahlawan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 26 Maret 2017

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Waykanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Antusias masyarakat kabupaten Waykanan Lampung mengikuti donor darah cukup tinggi. Aksi sosial yang digelar GP Ansor dan sejumlah institusi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87 berhasil mencapai 37 kantung darah sehubungan pihak Palang Merah Indonesia (PMI) kehabisan stok kantung untuk menampung darah.

"Jumlah kantung darah dihasilkan pada kegiatan kami gelar bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), Alumni Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN), Palang Merah Indonesia (PMI), dan Gusdurian Lampung sejumlah itu kendati yang ingin donor lebih dari jumlah tersebut," ujar Ketua PAC GP Ansor Way Tuba Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Rabu (28/10).

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Donor Darah GP Ansor Waykanan Diminati Banyak Warga

Selaku koordinator kegiatan "Bakti Sosial Memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Deklarasi Anti Golput" dengan tema "Menjaga. Mengawal. Merayakan Keberagaman", yang ditunjuk Ketua GP Ansor Gatot Arifianto, Agung mengucapkan terima kasih atas partisipasi warga daerah itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"GP Ansor dan seluruh panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal ibadah para pedonor dinilai baik oleh Allah SWT," paparnya.

Kasi SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Ahmad Herwanto menilai upaya GP Ansor merayakan Sumpah Pemuda dengan donor darah sebagai upaya positif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Namun intensitasnya semoga bisa terus ditambah mengingat donor darah belum populer bagi masyarakat daerah ini. Lihat saja yang ikut donor darah, sebagian besar justru aparatur sipil negara. Ke depan bagaimana caranya agar masyarakat bisa berpartisipasi aktif," ujar warga kelurahan Blambangan Umpu itu lagi.

Humas PMI Lampung Utara Syaiful Anwar menilai upaya donor darah pada peringatan Sumpah Pemuda sangat baik. Pihaknya juga meminta maaf sehubungan kantung darah yang dibawa tidak sebanding dengan masyarakat yang ingin donor darah.

Donor darah dan deklarasi anti golput diramaikan oleh sejumlah ASN, Satpol PP, anggota pemadam kebakaran, relawan demokrasi, KNPI dan pelajar SMAN 1 Blambangan Umpu. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock