Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Liga Santri Nusantara yang melibatkan sekitar 1.024 pesantren seluruh nusantara ini, akan memasuki seri 32 besar nasional atau putaran final yang rencana akan dilaksanakan pada 21-30 Oktober 2016 di Yogyakarta.

Seperti yang disampaikan Mukafi Makki Direktur Pelaksana LSN, 32 pesantren yang juara ? mewakili ? masing-masing regional akan bertanding di seri 32 nasional yang dibagi menjadi 8 grup, per grup terdiri dari 4 tim, dengan sistem semi kompetisi.

LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN 2016 Masuki Putaran Final 32 Besar Nasional

Sedangkan juara grup dan runner up akan melaju ke babak 16 besar dengan sistem gugur, hingga nanti masuk pada babak final yang akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta.

Perhelatan seri nasional ini akan dilaksanakan di enam lapangan anatara lain; Stadion Maguwoharjo, Tridadi, Sultan Agung, Baturetno, Dwi Windu, dan dua lapangan AURI Yogyakarta.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mukafi menambahkan, penutupan LSN akan dilakukan setelah final yang rencananya akan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj. "Insyaallah Liga Nusantara akan ditutup langsung oleh Presiden Joko Widodo,” ucapnya.

Menurut KH Abdul Ghaffar Rozin Ketua Pelaksana LSN yang sekaligus Ketua RMI Pusat, semangat besar yang mendorong lahirnya Liga Santri Nusantara, diharapkan mampu mengangkat prestasi santri pada bidang olahraga.

"Dengan potensi pesantren yang berjumlah 27 ribu seluruh Indonesia dan 3,6 juta santri, jika digali pasti akan ditemukan ribuan santri yang memiliki potensi dalam bidang olahraga,” ungkapnya.

Begitupun yang diungkapkan oleh Menpora Imam Nahrawi bahwa LSN merupakan salah satu bukti kehadiran negara atau pemerintah pada setiap komponen masyarakat, serta memastikan bahwa setiap anak bangsa begitupun santri melihat dan menjadikan olaharaga sebagai sesuatu yang penting dalam membentuk karakter, watak, dan mental anak bangsa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di samping itu menurut Menpora gelaran LSN seri nasional juga untuk menyambut Hari Santri Nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 Oktober, yang merupakan peristiwa terjadinya Resolusi Jihad.

Bagi juara I LSN 2016 akan mendapat uang pembinaan sebesar Rp150 juta, juara II Rp100 juta, juara III Rp75 juta, dan Rp50 juta untuk juara IV. Di samping itu, tim fair play akan diberikan hadiah uang Rp30 juta, pemain terbaik Rp10 juta, dan Rp10 juta bagi top skor. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, IMNU, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jawa Timur mengingatkan anggotanya akan tantangan ke depan khususnya menjeleng perdagangan bebas kelak. Banjirnya produk luar negeri dan tenaga kerja asing ke Tanah Air hanya dapat ditangani dengan penguatan jaringan pengusaha santri.

Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Perdagangan Bebas, HIPSI Jatim Sinergikan Potensi Santri

Demikian disampaikan Ketua HIPSI Jatim Sulayman yang akrab disapa Pak Leman dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) sekaligus silaturahim dan pelatihan Informasi dan Teknologi di Pondok Pesantren Al-Ilahiyah Ngoro Jombang, Jawa Timur, Sabtu (30/11).

Pak Leman yang juga pengusaha kertas bekas di Jombang ini mengingatkan tantangan berat itu dapat dilawan dengan mempererat tali silaturahmi dan kelengkapan struktur organisasi HIPSI di setiap kota dan kabupaten.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sejumlah kepengurusan di tingkat pusat dan wilayah harus juga diimbangi dengan kelengkapan kepengurusan di level kecamatan hingga desa. Karena, bila hal itu dapat dilakukan, maka ketersediaan barang dan jasa dari sejumlah pengusaha santri dapat disinergikan dan didistribusikan hingga level paling bawah, lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senada dengan Leman, Ketua Umum HIPSI Muhammad Ghozali yang hadir pada kegiatan itu juga mengingatkan pentingnya sinergi sejumlah potensi ekonomi para santri yang sebenarnya berpotensi sangat besar.

“Kita prihatin karena negeri ini hanya dikuasai orang kaya yang tidak berlatar belakang santri,” katanya saat memaparkan hasil survey sebuah majalah yang menampilkan sejumlah orang kaya di Tanah Air.

Tampilnya pengusaha kaya dari kalangan nonsantri dan bukan warga negara kita mengindikasikan bahwa pemilik negeri ini adalah ternyata orang lain, ungkapnya.

Dengan sejumlah fakta itu, ia mengajak para pengurus untuk terus bergerak mengisi kesempatan untuk bakti kepada bangsa dan masyarakat. Kalau saya mengibaratkan, kita adalah setetes air mata. Bila diakumulasikan, maka akan menjadi lautan samudera, terangnya.

Dengan visi menciptakan satu juta santri pengusaha di tahun 2022 kelak, HIPSI akan terus bergerak dalam upaya melengkapi kepengurusan di berbagai kawasan. Kita optimis akan lahir pengusaha besar nasional dari kalangan santri, imbuhnya.

Di HIPSI ada jabatan ketua, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan ketua bidang. Sedangkan kepengurusan dibedakan dengan tugas organisasi dan pengkaderan, pendidikan wirausaha dan pembinaan usaha pemula, usaha, koperasi dan UKM, bidang IT, publikasi dan media, industri kreatif dan seni, kerjasama luar.

Ada juga hubungan pesantren dan sosial kemasyarakatan, perdagangan dan perindustrian, pertanian serta peternakan, properti dan konstruksi, dan pemberdayaan wanita. ? Kami juga memiliki bidang koordinator kampus, serta penelitian dan pengembangan, lanjut Ghazali. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur memberikan bekal kepada  santri Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, Jumat (27/7) kemarin.

Kegiatan yang dikemas dengan Seminar Nasional yang dibuka Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi .

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Wakil ketua LKKNU Jawa Timur, Zahrul Azhar mengatakan, santri kini juga menjadi sasaran peredaran narkoba. Karenanya kegiatan dikatakannya sekaligus untuk membentengi santri agar tidak terjebak dalam narkoba.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Seiring bergulirnya waktu, narkoba juga menyasar pesantren, dan ini harus kita antisipasi sejak dini," ujar pengasuh Ponpes Darul Ulum mengatakan.

Dalam kegiatan kemarin, sekitar seribu santri Nampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman kampus Unipdu. Sebagai Nara sumber , Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso. Dikatakannya, kesehatan reproduksi perlu dikethui remaja sejak usia dini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan informasi yang benar, diharapkan mereka memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai  proses reproduksi," terang Sudibyo seraya mengatakan Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.

Materi yang diberikan semisal bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi, pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, serta kekerasan seksual dan bagaimana mereka dengan berani menghindarinya, tandasnya.

Sementara itu, Wagub Saifullah yusuf yang juga ketua PBNU mengatakan, kalangan pesantren juga harus ikut berperan mengawasi santrinya agar tidak menjadi sasaran peredran narkotika. Karena peredaran narkotika kini sudah merambah pesantren. 

“Banyak transaksi yang juga dilakukan disekitar pesantren. Karenannya kita harus weaspada dan ikut mengantisipasi peredaran narkotika ini,”pintanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Saat Banser Mencabut Katana

Oleh Teguh Kurniawan





Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia beruntung memiliki NU. Ormas yang oleh Muhammad Rizieq Syihab dalam video ceramah di madinah di sebutnya sebagai kelompok tradisionalis. Berbicara komitmen terhadap bangsa, NU terbukti ikut berdarah mendirikan bangsa ini. 

Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Banser Mencabut Katana

Berbicara jumlah massa dan khazanah keilmuan Islam, saya bertaruh anak-anak muda NU yang belajar di Pondok Pesantren itu jauh lebih mumpuni dibanding Felix Siauw. Mereka belajar Islam dari sumber babon, ilmu tafsir, bahasa arab dan gramatikalnya, kitab fiqih lintas madzhab, ilmu hadits hingga sex education adalah makanan mereka sehari hari di Pondok Pesantren.

Kematangan pengetahuan agama, militansi jamaah, jumlah anggota, dan memiliki garis komando jelas adalah keunggulan NU yang sulit di tandingi oleh organisasi Islam manapun. Tetapi NU tidak jumawa, komitmennya selaras dengan amanah pendiri bangsa ini menjadi negara bangsa bukan negara agama. Dengan segala kelebihannya, NU adalah benteng akhir pertahanan bangsa ini. Dan ruh itu yang di jaga NU, digaungkan dalam marsnya Ya lal wathon :

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu

Belakangan ini situasi tanah air mengharuskan kekuatan NU untuk kembali bangkit. Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam anyaran seperti HTI terus-menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bid’ah, bahkan gelombang fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar.  

Namun saat provokasi ini mengancam integrasi bangsa dan eksistensi Pancasila, maka anak muda NU saatnya bergerak. Mereka bangkit melawan, musuh mereka adalah kelompok unyu-unyu pemimpi basah khilafah dan kelompok penebar benih radikalisme. Banser dan GP Ansor menunjukkan kekuatannya menjadi penjaga NKRI. Di Makassar mereka bentrok dengan HTI. Di Bogor dan Jakarta mereka menolak forum internasional khilafah HTI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras tidak memberi ruang bagi HTI dan ormas anarkis di Jatim. Di Cilacap, Banser dan GP Ansor menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di Semarang mereka menolak perilaku ormas anarkis. Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga, GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang sikapnya sama usir kelompok pemimpi khilafah

Berpuluh tahun NU menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kerangka agama yang sejuk dan berwibawa. NU ibarat klan keluarga Samurai Katsumoto dalam film The Last Samurai. Mereka adalah orang orang yang tidak pernah melupakan cikal bakal mereka, mereka setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan juga leluhur mereka. Jika kemudian NU melalui Ansor dan Banser sudah bergerak mengangkat Katana-nya, artinya isyarat bangsa sedang terdzolimi. Benih radikalisme, bibit disintegrasi bangsa, sikap intoleran, ungkapan kebencian berjamur di mana-mana. 

Bukan Banser jika hanya diam, mereka bergerak serentak menunjukan taringnya. Hal itu yang kemudian membuat orang yang membenci Pancasila dan memimpikan negara Islam merengek, lebih tepatnya mengembik. Mereka melancarkan gelombang Fitnah pada Banser, video dan beragam fitnah dilancarkan dengan masif. 

Banser berjuang sendiri, dengan kesederhanaannya. Saya membayangkan saat orang seperti Kang Nen membubarkan konvoi khilafah mungkin dikantungnya hanya ada dua batang rokok dan uang untuk beberapa liter bensin, tapi untuk Indonesia Kang Nen melakukan dengan gembira. 

Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata, kelompok radikalis dan pro khilafah telah masuk dengan masif hingga sekolah menengah, saat ini Banserlah pilar yang tersisa ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini. Menyatukan kelompok pro khilafah ini dengan NU, rasanya tidak mungkin. Keislaman NU berakar pada tradisi, sedang mereka beragama dengan insting menaklukan. 

Satunya-satunya jalan negara harus memilih, NU yang telah terbukti komitmennya atau mereka yang ingin mengganti ideologi negara. Berharap anak-anak muda NU untuk mundur mengalah, tidak ada cerita Banser mundur perang. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah gambaran keberanian Banser. Pada masa ini HTI dan ormas yang mempunyai kecenderungan anarkis lahir saja belum.  

Namun membiarkan Banser berjuang sendiri rasanya tidak bijak. Kita harus hadir berdiri bersama mereka. Kita tidak ingin adegan terakhir dalam film The Last Samurai terjadi. Teringat sebuah adegan dalam Film itu saat Nathan Algreen memberikan Katana dari klan Samurai Katsumoto yang gugur di medan perang.

Pada saat menerima Katana itu Kaisar baru menyadari bahwa pemerintah telah mengorbankan hal paling berharga dari bangsanya yaitu akar budayanya sendiri. Kita tidak ingin menitikkan air mata saat menyaksikan Katana Banser Samurai terakhir penjaga bangsa ini diserahkan. 

Saatnya kita berdiri bersama Banser ikut menjaga bangsa ini melawan radikalisme dan intoleransi. Membantu sebisa kita jangan biarkan Banser sendiri, bergandengan tangan nengucapkan kalimat Kaisar dalam film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."  Kang Nen, salam hangat secangkir kopi untukmu.

Ini adalah bagian dari artikel lama saya yang saya potong. Tulisan ini saya buat hampir setahun lalu berjudul "Banser The Last Samurai" seiring maraknya gelombang fitnah untuk Banser pasca insiden kaburnya Felix Siauw yang menolak menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila. Saya rasa tulisan ini relevan.

Penulis adalah Konsultan Media dan Aktivis Sosial.

*) Atas persetujuan penulis, tulisan opini di atas telah mengalami pengeditan di beberapa paragraf yang menyebut kata FPI.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Mendung duka menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Jember (UIJ). Pasalnya, mantan rektor perguruan tinggi milik NU itu, KH Imam Baidlawi? pergi untuk selamanya.? Ia wafat di rumah sakit Jember klinik, Selasa (14/6) di usia 74 tahun. Jenazah langsung dikubur di tanah leluhurnya, kompleks Yayasan Pendidikan Islam “Yasinat”, Wuluhan.

Menurut salah seorang rekan kerjanya, Sugiono, dalam beberapa hari terakhir, gula darah almarhum naik sehingga keluarganya dibawa ke rumah sakit. “Cuma semalam di rumah sakit, beliau wafat,” tukasnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham via ponsel.

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Kiai Imam dikenal sebagai sosok yang sederhana dan teguh pendirian. Sebelum menjabat sebagai rektor ketiga UIJ, ia pernah menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus yang terletak di Jl. Kiai Mojo tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kesederhanaan almarhum juga diakui oleh rektor UIJ saat ini, H. Abdul Hadi. Menurutnya, selain sederhana, Kiai Imam juga rendah hati dan mengayomi terhadap juniornya. “Saya tahu bagaimana beliau. Ketika beliau jadi rektor, saya adalah Sekretaris Dekan FISIP. Beliau adalah sosok yang patut diteladani,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun sudah tidak menjadi rektor, namun Kiai Imam tetap mendarmabakktikan tenaga dan pikirannya untuk UIJ. Selain masih aktif sebagai dosen UIJ, sehari-hari ia mengelola pesantren Ta’limun Nisa’ di Kelurahan Gebang, Jember. Di situlah ia tinggal bersama keluarganya sampai ajal menjelang. Ia dikaruniai 4 orang anak dari seorang istri .

Bagi Kiai Imam, pengabdian terhadap lembaga dan agama adalah sebuah keniscayaan. Itulah sebabnya, meski usianya sudah senja, tapi ia seolah tak pernah mengenal kata jeda untuk memberikan manfaat bagi sekitarnya. Jabatannya sebagai? Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (yang membawahi UIJ) akhirnya lepas bersamaan dengan perginya sang kiai ke alam baqa. Oh, selamat jalan wahai jiwa yang tenang. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, IMNU, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Konflik Tak Selalu Karena Agama

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi menegaskan, konflik keagamaan yang selama ini terjadi tidak selalu disebabkan oleh agama. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan adanya konflik sering memakai agama untuk memanaskan dan mengadudomba antar kelompok agama.

“Adakalanya konflik disebabkan oleh kemiskinan atau pendidikan masyarakat yang rendah. Makanya kita perlu mencari akar permasalahan sebelum mengatakan bahwa in ikonflik agama,” kata Hasyim di hadapan para tamu dari Dewan Keamanan Nasional Thailand saat berkunjung ke gedung PBNU, Jakarta, Selasa (12/12).

Konflik Tak Selalu Karena Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konflik Tak Selalu Karena Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konflik Tak Selalu Karena Agama

Rombongan dari Thailand yang dipimpin oleh Ketua Dewan Keamanan Nasional Thailand Prakit Prachonpachanuk dan Duta Besar Thailand untuk Indonesia Audchara Scribut bermaksud mengkonsultasikan beberapa hal terkait konflik berkepanjangan di wilayah Thailand bagian selatan yang melibatkan umat Islam.

Dikatakan Hasyim, pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya faktor masyarakat menjadi penting dalam melerai berbagai konflik. Pemerintah perlu melibatakan para tokoh agama setempat untuk memberikan pemahaman beragama yang benar kepada masyarakat.

Pemerintah Thailand tidak perlu berhadapan secara militeristik dengan masyarakat yang berkonflik. “Jadi perlu meluruskan kembali kesalahfahaman antara pemerintah (militer) dengan masyarakat setempat,” kata Hasyim. (nam)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Islam Indonesia, Islam Paripurna

“Sebaliknya, Islam Indonesia, Islam dan budaya lokal berada dalam posisi saling memberi dan menerima, yang tetap berpijak dari nilai-nilai Islam, sehingga menghasilkan bentuk Islam yang berkarakter Indonesia. (Hal. 386)

Selama ini, Islam orang Indonesia dianggap tidak paripurna atau kaffah lantaran masyarakat muslImnya mengamalkan bid’ah, khurafat, dan tahayul serta tidak menjalankan syariat Islam secara menyeluruh. Selain itu, Islam Indonesia juga dinilai sebagai Islam pinggiran, periperal, dan tidak murni atau otentik lagi karena agama dan budaya ‘begitu melekat.’

Lalu, yang menjadi soal adalah Islam yang kaffah atau paripurna atau rahmatan lil ‘alamin itu yang seperti apa? Semua pasti menjawab bahwa Islam kaffah atau rahmatan lil ‘alamin adalah Islam sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad dahulu kala. Lalu, timbul pertanyaan lanjutan; Islam yang dipraktikkan Nabi Muhammad itu yang seperti apa? Dari sini, umat Islam terbelah menjadi dua kelompok: tekstualis dan substansialis. 

Islam Indonesia, Islam Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia, Islam Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia, Islam Paripurna

Kelompok tekstualis menilai bahwa Islam  kaffah atau paripurna atau rahmatan lil ‘alamin adalah Islam yang hanya merujuk kepada Al-Qur’an dan hadits dengan pemahaman yang leterlek. Sedang, kelompok substansialis menilai bahwa Islam kaffah atau paripurna atau rahmatan lil ‘alamin adalah Islam yang merujuk bukan hanya pada Al-Qur’an dan hadits an sich, namun juga ijma’ ulama, qiyas, dan lain sebagainya. Pemahaman kelompok kedua ini terhadap Al-Qur’an dan hadits pun bersifat kontekstual, dilihat dari asbabun nuzul dan asbabul wurud teks tersebut. 

Buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional ini merupakan tanggapan terhadap gugatan kebenaran dan kelengkapan pengamalan Islam di Indonesia. Gugatan ini muncul sejak medio tahun delapan puluhan dan terus berkembang hingga saat ini. 

Kelompok-kelompok Islam yang mempertanyakan ‘keabsahan’ –bahkan menganggap tidak sah- Islam Indonesia tersebut berasal dari luar. Maka dikenal lah dengan sebutan gerakan Islam transnasional seperti Salafi-Wahabi, Hizbut Tahrir, Gerakan Tarbiyah, dan lain sebagainya. Sedangkan, Islam yang berkembang di Indonesia dan sudah ‘bercampur’ dengan budaya setempat dengan segala keunikannya dikenal dengan Islam Indonesia atau Islam Nusantara. Masing-masing memiliki tipologi dan karakteristik yang berbeda-beda sebagaimana yang diungkapkan oleh buku ini.

Pada bagian awal hingga tengah, buku ini berusaha untuk mengupas bagaimana ideologi, pandangan keagamaan, sosial, politik, dan strategi penyebaran kelompok-kelompok gerakan Islam transnasional. Pun bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan dan keagamaan masyarakat Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan, bagian tengah hingga akhir membahas tentang Islam pribumi, Islam Indonesia yang dalam hal ini ‘diwakili’ oleh Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam jumlah pengikut terbesar di Indonesia.  Di sini, dipaparkan bagaimana pandangan-pandangan NU dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat serta keagamaan, kenegaraan, kebangsaan, dan keindonesiaan. Pada bagian ini juga diterangkan bagaimana sikap NU terhadap gerakan Islam transnasional.   

Setiap pembahasan diulas secara komprehensif dan kaya akan referensi. Misalnya dalam bab Manifesto Gerakan Islam Transnasional. Pada bagian ini, gerakan-gerakan Islam transnasional diulas satu persatu secara singkat namun komprehensif: mulai dari tujuan, semangat yang diusung, keterlibatan dalam politik serta visi sosial dan politik. Siapa saja yang ingin mengetahui sepak terjang gerakan-gerakan Islam transnasional dan pandangan-pandangan NU dalam berbagai hal –terutama kebangsaan dan keindonesian- secara ‘ringkas’ dan menyeluruh, buku ini bisa menjadi jawabannnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Singkatnya, buku ini ingin menegaskan bahwa Islam Indonesia adalah juga Islam yang kaffah atau paripurna untuk bangsa Indonesia. Tidak kalah sahnya dengan kelompok yang mengusung Islam kaffah. Sedangkan, Islam kaffah yang didengungkan oleh kelompok Islam transnasional adalah Islam yang juga berdasar kepada budaya. Yakni budaya lokal di Negara-negara Timur Tengah seperti Salafi-Wahabi (Arab Saudi), Hizbut Tahrir (Palestina), Gerakan Tarbiyah (Mesir), dan lainnya. 

Identitas buku:

Judul Buku : Islam Indonesia, Islam Paripurna

Penulis : DR. M. Imdadun Rahmat 

Penerbit         : Yayasan Omah Aksoro Indonesia

ISBN : 978-602-61550-1-6

Ketebalan : 400 hal

Cetakan         : Pertama, 2017

Peresensi : A Muchlishon Rochmat

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock