Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kelompok-kelompok yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila tampaknya kian berani menampilkan diri. Kalau ini tidak diantisipasi oleh semua pihak, maka potensi desintegrasi bangsa dan konflik horizontal dikalangan masyarakat sangat mungkin terjadi.?

Hal itu dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, Khoirun Huda disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor yang dilaksanakan di SDIT Al-Itqon Balaraja, Sabtu (21/5).?

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa PKD ini dimaksudkan untuk mencetak para pemimpin muda yang memiliki wawasan dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah Waljama’ah yang kuat serta nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pemuda. “Penanaman nilai-nilai islam Rahmatalil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat insyaallah dapat menangkal penetrasi faham-faham transnasioanal yang secara masif dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pancasila,” tambahnya.

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, kader GP Ansor juga harus memiliki ? nilai-nilai kebangsaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang selama ini dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yakni toleran (tasammuh), seimbang dalam segala hal (tawazzun), Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), iktidal (tegak lurus).

Sementara Ketua PC NU Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi memberikan amanat bahwa Ansor harus lebih intens melakukan kegiatan-kegiatan pengkaderan. Dia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap NKRI juga menjadi tantangan bagi GP Ansor. “Ansor harus lebih siap dan waspada, karena ancaman terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah, NKRI dan Pancasila tidak hanya datang dari kelompok-kelompok radikalisme kanan, tapi juga dari kelompok radikalisme kiri,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa (24/5) ini diisi dengan berbagai pengetahuan dan wawasan tentang keNUan, Aswaja, kepemimpinan dan materi-materi yang bersifat kebangsaan.

Pelatihan yang mengambil tema “ Menciptakan Kader Muda NU yang Handal, Profesional dan Militan untuk Mengawal Keutuhan NKRI” tersebut diikuti tidak kurang 150 peserta yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang. (Huda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam perjuangannya membumikan Islam selama hidupnya, memanusiakan masyarakat, menegakkan keadilan hukum, kesejahteraan, demokratisasi dan pluralism di Indonesia, yang pantang menyerah diibaratkan Gus Yusuf (Magelang Jateng) sebagai perwujudan Islam yang tidak boros takbir atau terlalu sering mengucapkan Allahu Akbar.



Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Islam Gus Dur Tidak Boros Takbir

“Kalau di kampus-kampus dan kota-kota di Indoensia makin marak dengan kumandang takbir dalam menjalankan ajaran agama, tapi tidak demikian dengan Gus Dur. Karena bagi santri itu sehari-semalam cukup lima kali takbir. Sebab, kalau sering disebut was-was, peragu dan itulah yang dekat dengan syetan,”tandas Gus Yusuf dalam acara haul Gus Dur di Ciganjur, Jakarta Selatan, Kamis (30/12) malam.

Yang jelas kata Gus Yusuf, Gus Dur itu merupakan inspirasi bagi bangsa ini yang menempatkan sama antara satu dengan golongan masyarakat yang lain. Sehingga Gus Dur dan NU pun bisa diterima di mana-mana dan kapan saja. Sebagaimana keikhlasan dan ketulusannya dalam mengabdi kepada masyarakat, maka dalam kondisi sakit parah pun beliau masih sempat mengucapkan ‘Selamat Natal’ kepada teman-temannya

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itulah lanjut Gus Yusuf, kehadiran kita dalam haul ini sebegai generasi muda adalah sebagai komitmen untuk melanjutkan perjuangan Gus Dur, menegakkan niat dan meluruskan perjuangan. Dan, yang paling penting adalah sebagai ta’dzim, hormat kita kepad guru dan orangtua, yang kini mulai pudar di negeri ini.

Apa artinya symbol-simbol agama yang megah dan mewah, jika kondisi masyarakatnya terpecah-belah dan memprihatinkan. Gus  Dur kata Gus Yusuf, Selalu menceritakan ketika di Pesantren Tegalrejo, Magelang asuhan KH Khudori. Dalam cerita itu terjadi tarik-menarik kepentingan masyarakat antara mendirikan masjid dan membeli gamelan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Mengingat tanpa masjid pun umat Islam bisa beribadah, sedangkan mereka juga perlu hiburan, maka KH Khudori memilih uang desa itu digunakan untuk membeli gamelan. Toh dengan kebersamaan, masjid pasti akan terbangun. Sedangkan gamelan bekas itu tidak mesti selalu ada, apalagi dengan harga murah,”katanya menirukan cerita Gus Dur.

Cerita lain lanjut Gus Yusuf,  sewaktu ingin makan ikan, Gus Dur mengajak keempat temannya untuk mengambil di kolam ikan pesantren miliki KH Khudori. Ketika malam itu ikannya sudah banyak dalam ember, KH Khudori keluar menggunakan sandal (bakiak). Mendengar itu Gus Dur menyuruh teman-temannya lari meninggalkan kolam ikan. Sedangkan Gus Dur duduk di samping ikan dalam ember tersebut.

Karuan saja ketika kepergok KH Khudori, beliau menanyakan,”Lagi ngapain Durrahman?”  Kata  Gus Dur, “Ini kiai, lagi menyelamatkan ikan yang mau diambil, tadi orangnya berlarian.” “Ya, sudah kamu goring saja?” jawab KH Khudori. Akhirnya Gus Dur kembali masuk kamar pesantren dan memanggil teman-temannya tadi. Teman-temannya pun menolak dituduh sebagai pencuri, karena semua itu atas inisiatif Gus Dur.

Lalu Gus Dur mengatakan, “Kamu kan tadi ingin ikan dan sekarang sudah ada ikannya, halal lagi. Jadi, ayo kita goreng.” Maka digorenglah semua ikan emas dalam ember tersebut. Artinya, seluruh liku-liku, hiruk-pikuk, pahit getirnya perjuangan Gus Dur selama ini adalah dilalui dengan jalan yang benar, halal dan untuk kepentingan rakyat, bangsa dan Negara. Oleh sebab itu, kita semua harus meneladani dan melanjutkan perjuangannya.(amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Sedikitnya 100 ibu-ibu anggota Muslimat NU Jakarta Utara menjadi peserta kegiatan bertajuk Penyuluhan Konsumen Cerdas di Kantor MUI Jakarta Utara, Selasa (28/2) lalu.

Acara ini terselengara atas kerja sama Muslimat NU Jakarta Utara dan Kementerian Perdagangan RI. Forum ini menghadirkan Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Diah Palupi yang berbicara perihal pentingnya mutu produk terhadap keamanan konsumen dan praktisi perlindungan konsumen Jakarta Aman Sinaga dengan materi peranan badan penyelesaian sengketa konsumen.

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Suarakan Pentingnya Perlindungan Konsumen

Selain itu, Ketua PP Muslimat NU Hj Siti Aniroh SEY juga hadir dan menyajikan materi Perlindungan Konsumen Perspektif Hukum Islam.

Aniroh menegaskan pentingnya Muslimat NU melakukan peningkatan perlindungan kepada konsumen serta mengupayakan tersedianya makanan yang sehat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan berkualitas perlu dijiwai ajaran Islam Ahlusunnah wal Jama’ah termasuk dalam penyediaan makanan yang dikonsumsi keluarga,” kata Aniroh.

Sekretaris Muslimat NU DKI Jakarta Yayah Ruchyati menyampaikan pada Kamis (3/2), acara tersebut sangat penting untuk menggerakkan peran Muslimat NU DKI Jakarta dalam memberikan pemahaman betapa perlunya perlindungan bagi konsumen.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Agar anggota Muslimat bisa menyampaikan pengetahuan mengenai pentingnya pengertian serta pemahaman hukum Undang-undang perlindungan konsumen,” ujar Yayah. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ubudiyah, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah?

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Allah itu Maha Mengawasi dan Maha Melihat atas semua yang diperbuat hambanya. Karena Allah Maha Melihat maka kita perlu melakukan ikhtiar melalui seluruh indera kita agar kita bisa menerima pandangan atau cahaya Allah.?

Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mendekatkan Diri kepada Allah?

“Aku harus selalu mencintai Allah supaya Allah tidak lepas dari pandanganku”. Salah satu metode untuk senantiasa menghadirkan Allah dalam pandangan kita adalah melalui Muraqabah, kata KH Luqman Hakim dalam acara Kongkow Sufi, Rabu (9/11) di Jakarta.

Menurutnya pakar tasawuf tersebut, muraqabah adalah metode untuk melaksanakan Al-ihsan (antabudallah ka annak taroka fainlam tarak fainnahu yarak) supaya kita bisa memandang dan dipandang oleh Allah. Lalu ada proses dan tahapan selanjutnya setelah muraqabah adalah Musyahadah dan Marifah.?

Untuk bisa melakukan muraqabah yang dibutuhkan adalah sebuah kesadaran. Kesadaran bahwa ia sedang dan selalu dipandang oleh Allah. Ketika Allah memandang diri kita, Allah memandang dengan mataNya yang mewakili ekspresi dari asma, afal dan sifat-Nya.?

Agar seseorang siap untuk dipandang, Allah memberikan kepada hambanya istidadul abdi (kesiapan untuk dipandang) yang membutuhkan beberapa tahapan ikhtiar atau proses. Ketika seorang hamba tidak siap untuk bisa menerima cahaya pandangan Allah maka ia bisa terbakar.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dan sebaliknya ketika seorang hamba sudah siap dipandang dan menerima cahaya Allah maka ia siapkan cermin yang bersih untuk memantulkan cahaya Allah dan itulah yang disebut Nurun ala nuurin (Cahaya di atas Cahaya).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Proses perjalanan hamba untuk bisa memandang dan menerima cahaya pandangan dari Allah kalau digambarkan dalam bentuk grafik menyerupai sebuah Kurva. Persiapan diri kita dari titik awal kiri bawah perlahan-lahan bergerak naik ke arah kanan atas menuju Allah.?

“Tahapan pada psoses ini bernama Mujahadah yakni sebuah proses perjuangan hamba melawan hawa nafsu untuk bisa berjumpa dan memandang Allah,” tutur Kiai Luqman.

Ketika seorang hamba sudah mencapai titik atas mampu memandang Allah yang disebut dengan Marifat, maka tahapan berikutnya adalah perjalanan turun dari atas pendakian namun sudah dibarengi dengan cahaya Allah. (Akhlis/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pahlawan, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pesantren, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 31 Januari 2018

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sedikitnya 50 kader NU dari Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA, SMK dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kota Probolinggo mendapatkan pelatihan menulis dari Pimpinan Cabang IPPNU Kota Probolinggo, Sabtu (24/1).

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Pelatihan menulis yang dikemas dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pers dan jurnalistik ini digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Rifki Riva Amalia, selaku pimpinan redaksi salah satu media lokal di Kota Probolinggo.

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mencetak kader-kader pelajar NU yang berkualitas dan ahli dalam bidang jurnalistik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kegiatan ini dilakukan supaya pelajar NU bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman. Sebab semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan. Semoga dengan adanya kegiatan ini para pelajar NU bisa membuat tulisan yang baik. Dengan demikian apa yang dilakukan bisa dibaca oleh daerah lain sekaligus sebagai motivasi agar lebih semangat berkhidmat di NU,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain mendapatkan teori, para pelajar NU tersebut juga diajari cara membuat artikel dan membuat berita yang mengandung unsur 5 W+1 H. Bahkan dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak melakukan simulasi wawancara dengan narasumber sekaligus membuat beritanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam status Facebook-nya beberapa waktu lalu, KH Drs Habib A Syakur, M.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul Yogyakarta, menyampaikan kebanggaannya telah berkhidmah kepada Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal Abidin Munawwir sejak awal masuk Krapyak hingga akhir hayat beliau.

Habib menyatakan betapa khidmah sebagai santri beliau tersebut merupakan salah satu bentuk pendidikan yang ia terima. Misal, saat pertama kali mondok di Krapyak, Habib mengisahkan, tidak sedikit pelajaran yang ia petik dari Kiai Zainal.

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Zainal di Mata Pengasuh Pesantren Al-Imdad

“Ketika mengarang kitab Muqtathafat min Jawamii Kalimihi Shallallahu Alaihi wa Sallam, kira-kira tahun 1987-an, saya berkesempatan mengetik naskah tersebut di kertas sheet yang zaman itu dipergunakan untuk mencetak,” kenang Habib.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Habib melanjutkan, “Lantaran mengetik naskah kitab itu, ada banyak hal yang saya dapat, mulai dari ilmu yang ada di dalamnya sampai dengan kelancaran saya dalam mengetik teks Arab. Hasilnya, ternyata dari sinilah antara lain yang membuat saya dipercaya untuk mentahqiq beberapa kitab karya ulama nusantara tempo dulu oleh Depag RI.”

Habib yang di masa awalnya nyantri di Krapyak, tahun 1976, sudah ndherek KH Zainal Abidin Munawwir dan menempat di salah satu kamar di ndalem beliau. Waktu itu satu rumah masih ditempati bersama Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Hajjah Sukis (istri kedua Romo Kiai Munawwir, ibunda KH Zainal Abidin Munawwir, Ny. Hj. Hasyimah dan KH Ahmad Warson Munawwir), Ny. Hj. Jamalah (almh) bersama dua anaknya, dan keluarga baru Al-Maghfurlah KH A Warson Munawwir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Habib juga mengisahkan, “Waktu itu, beliau masih menjadi anggota DPRD DIY dari Partai Nahdlatul Ulama. Yang istimewa, kalau ke kantor DPRD di Bantul, beliau naik sepeda onta lanang. Beliau sama sekali tidak kesengsem dengan kendaraan sepeda motor yang biasa dipakai oleh para anggota DPRD pada saat itu.”

Kesederhanaan dan kehati-hatian Al-Maghfurlah Romo Kiai Zainal dalam masalah harta memang sudah sedari awal didengar Habib dari Al-Maghfurlaha Simbah Nyai Sukis. “Misalnya ketika beliau ndherekke ziarah haji ibundanya di tahun tujuh puluhan. Ternyata, berdasarkan kisah Nyai Sukis kepada saya, waktu mendaftar haji itu ternyata beliau menabung dengan mengumpulkan uang di dalam besek yang disimpan di atas pyan atau loteng. Sungguh sebuah perbuatan yang penuh dengan kehati-hatian.”

Habib juga tak lupa pesan terakhir beliau kepadanya sebelum beliau wafat menghadap Yang Maha Kuasa. Habib menyatakan bahwa pesan tersebut hampir mirip dengan pesan KH Ali Maksum ketika beliau memerintahkannya untuk membaca kitab di hadapan para santri.

“Pesan Pak Zainal kepada saya, ‘Bib... kowe kudu istiqamah anggonmu mulang. Aja nganti semangatmu kendho nek sing tok wulang ki ming sithik, wong siji loro’ (Bib, kamu harus istiqamah dalam mengajar. Jangan sampai semangatmu kendur jika yang kamu ajar itu hanya sedikit, satu atau dua orang saja-red.),” ujar Habib.

“Sementara pesan Pak Kiai Ali Ma’sum, ‘Atimu kudu padha antarane mulang wong siji karo wong sewu. Aja rumangsa luwih wibawa yen mulang wong sewu’ (Hatimu harus sama antara ketika mengajar satu anak dan seribu anak. Jangan merasa lebih berwibawa saat mengajar seribu orang-red.),” lanjut Habib. (Yusuf Anas/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock