Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Warta, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mekanisme ahlul halli wal aqdi atau pemilihan pimpinan di lingkungan NU oleh sebuah dewan yang dibentuk, tidak sepenuhnya bisa menjamin bebas riswah (money politic).

Namun dibandingkan dengan pemungutan suara, saat ini ahlul halli wal aqdi lebih bisa menghindari praktik riswah. Mekanisme ini bisa dipilih dengan pertimbangan akhoffu dlororain atau memilih yang lebih ringan keburukannya.

NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Abd Nashir Fattah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Jumat (8/2), menanggapi keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Menurut Kiai Nashir, bukan berarti PCNU Jombang tidak setuju dengan mekanisme ahlul halli wal aqdi. “PCNU Jombang sudah mengusulkan hal tersebut sejak Konferwil yang lalu dan menjelang Muktamar di Makassar, tetapi masih belum mendapat tanggapan yang baik”, tandasnya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kenapa mekanisme ahlul halli wal aqdi tidak bisa menjamin sepenuhnya praktek riswah? Karena masih ada kemungkinan orang-orang yang menjadi anggota ahlul halli wal aqdi tidak bebas dari riswah,” terang kiai yang juga pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Seperti diwartakan, mekanisme ahlul halli wal aqdi akan dijalankannya dalam pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur dalam Konferwil yang rencananya akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mekanisme ini diharapkan dapat menghindari kemungkinan terjadi praktik riswah yang saat ini marak terjadi dalam berbagai pemilihan pimpinan di Indonesia.

Dalam perjalanan NU, mekanisme ahlul halli wal aqdi pernah digunakan pada saat memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar NU di Situbondo, 1984. Belakangan, eforia demokrasi mengarahkan pemilihan ketua NU menggunakan sistem suara terbanyak oleh utusan-utusan tiap cabang dan wilayah, bukan lagi oleh dewan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Di zaman yang semakin kompleks dan nilai-nilai yang semakin banyak bergeser, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam memberikan makna keragaman dan perbedaan sehingga pengetahuan siswa menjadi komprehensif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (14/6) dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

“Tugas guru mencerahkan terhadap perbedaan yang ada secara komprehensif sehingga akan berdampak pada sikap terbuka dan tidak mudah menyalahkan terhadap berbagai perbedaan,” ujar Menag di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang meliputi unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas dari seluruh Indonesia.

Menag tidak memungkiri bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks karena dihadapkan kepada siswa yang mempunyai pengetahuan luas sebab kemajuan teknologi dan informasi.

“Oleh karena itu, guru harus membekali diri dan mengembangkan wawasan yang terkait langsung dengan kehidupan siswa di era modern ini. Jangan sampai guru kalah dalam pengayaan informasi dibanding yang akan berdampak pada menurunnya kredibilitas di hadapan siswa,” papar Lukman didampingi Direktur PAI Kemenag H Amin Haedari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam menutup Sarasehan Nasional instruktur PAI ini, Menag memanfaatkan kesempatan dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada para instruktur untuk mengungkapkan persoalan yang terjadi di daerah dan sekolah masing-masing secara interaktif. Kemudian ditanggapi langsung oleh dirinya sebagai pengambil kebijakan.

Cara ini memunculkan antusiasme luar biasa dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka betul-betul menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai problem krusial yang terjadi dari aspek lembaga pendidikan, siswa, problem guru, dan lain-lain. Setiap dibuka termin pertanyaan, tak kurang dari 10 peserta secara bersamaan mengangkat tangan ke atas. (Fathoni)

?

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Warta, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Sahurlah karena di sana terdapat keberkahan”. Makan sahur merupakan keringanan (rukhsah) bagi orang yang ingin mengerjakan puasa.

Menahan haus dan lapar seharian penuh tentu sangat memberatkan. Karenanya, Allah SWT mensyariatkan makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat. Allah SWT sangat suka terhadap orang yang mengerjakan sesuatu yang sudah diringankan-Nya.

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhirkan sahur. Anjuran Nabi ini terdapat dalam banyak hadits. Misalnya hadits riwayat Ahmad, “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”.

Menurut Abu Bakar Al-Kalabazi, maksud dari mengakhirkan sahur tersebut ialah makan sahur di sepertiga terakhir malam. Dalam kitabnya Bahrul Fawaid disebutkan:

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’? ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Berdasarkan keterangan ini, tampaknya tujuan dari mengakhirkan sahur itu bukan semata makan dan minum, tetapi mesti diiringi dengan ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan berdo’a. Sebab itulah waktu terbaik untuk beribadah, terutama berdo’a.

Dilihat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sendiri, Beliau sangat terbiasa bangun tengah malam dan shalat malam. Sangat dimungkinkan jika Nabi? SAW beribadah terlebih dahulu, baru makan sahur menjelang waktu subuh.

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit. Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah. Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah).

Dengan memperhatikan berbagai pendapat? dan riwayat ini, dapat disimpulkan bahwa waktu paling baik makan sahur ialah di sepertiga terakhir malam, terutama menjelang waktu subuh. Usahakan jarak antara makan dan waktu subuh tidak terlalu dekat, supaya makannya tidak terburu-buru da nada kesempatan untuk menyikat gigi. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Pondok pesantren yang satu ini sangat berjasa dalam menguatkan karakter ke-NU-an santri dan masyarakat sekitarnya. Bahkan dari nama pesantrennya pun, masyarakat akan langsung bisa menebak bahwa pesantren tersebut adalan pesantren NU.

Pondok pesantren yang beralamat di Pagergunung, Sitimulyo, Piyungan, Bantul ini secara terang-terangan melabeli nama pesantrennya dengan pondok pesantren Islamic Studi Center Aswaja Lintang Songo. Suasana yang terbangun di pondok ini sangat kental NU-nya, penuh dengan segala aktivitas relijius yang tenang dan nyaman, meski dengan latar belakang masyarakat yang beragam.

Sejarah Berdiri

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Cikal bakal berdirinya pesantren ini dimulai sejak tahun 1991 oleh Pak Heri, panggilan akrab dari H. Heri Kuswanto bin KH Muhammad Zaidan. Pada bulan Mei 2006, oleh H. San Afri Awang seorang kawan dosen & Ketua Jurusan Fakultas Kehutanan UGM, bersama Pak Heri meluncurkan nama ISC (Islamic Studies Centre) yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai pondok pesantren yang diberi nama Aswaja Lintang Songo, sehingga nama lengkapnya adalah Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo.

Pesantren dengan nama ini, diharapkan menjadi lembaga pendidikan Islam yang menjadi pusat kajian ilmu-ilmu agama Islam bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah dan berkarakter "Lintang Songo". Songo (sembilan) merupakan angka terbesar dan lintang (bintang) sembilan merupakan bagian dari simbul Nahdlah atau kebangkitan para ulama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada tahun 2006, Pek Heri bersama KH Haris Gufron (pesantren Al Imam Wonokromo), KH Fairuzi Afiq (Pesantren Nurussalam Krapyak) dari RMI, dan KH Habib Masyhur Ridlo Al Hasny mengupayakan berdirinya gedung untuk pesantren ini. Survei AIP (Australia-Indonesian kemitraan Indonesia dan Australia) oleh Mr. Andrew, Mr. Allan, dan Mr. Bill) pun akhirnya menghasilkan bantuan gedung senilai 580 juta, berupa 5 lokal gedung (2 ruang kelas, 1 kantor, 1 perpustakaan dan 1 dapur) berikut perabotnya serta 4 unit toilet yang diresmikan 3 November 2007 oleh Kedutaan Australia dan Bupati Bantul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hingga saat ini, pesantren yang berlokasi di 15 km ke timur laut pusat kota Yogyakarta ini terus mengalami perkembangan, baik dari sisi kuantitas santri, bangunan, maupun program yang ditawarkan. Menurut paparan Pak Heri, visi dan misi yang diusung oleh pesantren ini adalah agar santri bisa menjadi insan berkualitas, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan juga agar santri mempunyai pemahamaan tentang Islam yang mendalam, santri mempunyai keterampilan sehingga dapat hidup mandiri, dan santri mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Hal yang juga tak kalah penting adalah mengupayakan generasi sholih-sholihah dan bekualitas, serta berguna bagi pribadi, keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama”, sambungnya.

Aktivitas Pesantren

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo mempunyai beberapa program yang ditawarkan. Selain ilmu agama, Pondok Pesantren ICS Lintang Songo juga menawarkan ilmu-ilmu umum seperti kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan, perkoperasian, dan lain sebagainya. Semua program tersebut dijalankan secara rutin oleh lebih dari 300 santri dan 500 orang binaan di seputar lokasi pesantren.

Dalam hal penanganan pesantren ini, Pak Heri menggandeng beberapa ustadz-ustadzah lulusan dari UIN, UNY, UGM, dan beberapa pesantren di Yogyakarta. Untuk program pendampingan, mantan DPR PKB Bantul ini bekerjasama dengan pemerintah dalam pelatihan dan pengawasannya. Dari kegiatan ini, pesantren ini beberapa kali mendapat penghargaan termasuk dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ngaji Jadi Benteng Santri

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo tidak melupakan ruh pesantren yang menjadi rutinitas inti dari pesantren, yaitu jamaah dan ngaji. Ngaji di pesantren ini tidak jauh berbeda dengan pesantren-pesantren yang lain, baik dari sisi kurikulumnya maupun kajian kitabnya. Sistem pembagiannya terbagi atas lima kelas berdasarkan kajian kitab yang diajarkan seperti fiqh, tajwid, Al-Quran, hadis, dan tasawuf.

Selain rutinitas harian, di pesantren ini juga terdapat program ngaji selapanan yang diadakan setiap malam Selasa Kliwon. Setiap malam tersebut, ratusan orang melakukan wirid berjamaah, majlis tausiyah, dan doa.

Di setiap kesempatan yang ada, majlis ini menjadi momen penting bagi pesantren dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap isu-isu yang berkembang dan menyesatkan di tengah mereka. Terlebih lagi dengan munculnya isu-isu agama yang sudah basi dan tidak perlu diperdebatkan kembali seputar masalah furu’iyyah yang akhir-akhir ini kembali menggejala.

Masalah bid’ah kembali diangkat ke permukaan oleh sebagian kelompok agama, masalah sholawat kembali diungkit, masalah qunut, dan rutinitas serupa yang biasa dilakukan oleh jamaah NU dianggap bid’ah. “Dengan adanya majlis seperti ini, diharapkan mampu menjadi benteng akidah dan dakwah sebagaimana yang sudah dituntunkan agama lewat para nabi, wali, ulama, dan kiai sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah”, tutur Pak Heri selaku pengasuh pesantren. (Rokhim dan Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Daerah, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter

Oleh Ruchman Basori

Polemik Full Day School (FDS) melalui kebijakan Lima Hari Sekolah (5HS) terus berlanjut. Masyarakat semakin kecewa dengan ngototnya Mendikbud Muhadjir Effendy atas kebijakannya itu. Sepintar-pintar Mendikbud Muhadjir Effendy membungkus 5HS atau FDS, masyarakat akan dengan jeli melihatnya hanya sebuah kedok untuk memperkuat pendidikan karakter. Bahkan lebih dari itu merupakan upaya sekularisasi pendidikan di Indonesia.

Fakta bahwa pendidikan karakter hanya sebagai alasan atau layaknya bungkus, dapat dibaca kenekatan kalangan Kemdikbud yang tetap akan menjalankan kebijakan 5HS pada tahun ajaran baru yang dimulai pada tanggal 17 Juli 2017 mendatang. Alih-alih membatalkan kebijakan 5HS yang tertuang dalam Permendikbud 23 Tahun 2017 tersebut malah akan ditingkatkan lagi menjadi Peraturan Presiden.

FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter

Di berbagai tempat dan kesempatan, Menteri Muhadjir mengatakan bahwa kebijakan 5HS yang didasarkan pada Permendikbud 23/2017 adalah untuk penguatan pendidikan karakter anak bangsa. Padahal hasil penulusuran penulis, dari 11 pasal dalam Permen itu tidak ada yang secara spesifik membahas tentang pendidkan karakter. Pasal demi pasal membahas tentang pemenuhan beban kerja guru. Tapi anehnya Permendikbud itu yang selalu dijadikan argumen untuk penguatan pendidikan karakter.

Pertanyaannya, apakah produk Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Pondok Pesantren yang selama ini menjadi gawang pendidikan karakter bangsa ini kurang hebat dengan pendidikan karakter yang ada di sekolah? Bukankah masyarakat Islam itu sudah dengan legowo menyempurnakan pendidikan agama dan karakter yang selama ini sangat kurang pada sekolah yang hanya dua jam seminggu?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekularisasi pendidikan

Secara substantif kebijakan 5HS atau FDS yang ditolak oleh masyarakat tidak mencerminkan ikhtiar serius Kemdikbud untuk penguatan pendidikan karakter. Malah sebaliknya peran masyarakat yang telah berpartisipasi ikut memperkuat karakter, moral dan akhlak selama ini malah dinihilkan.

Melalui MDT, TPQ dan Pondok Pesantren, masyarakat selama ini telah menanamkan saham yang tak ternilai harganya untuk tumbuh dan berkembangnya masyarakat yang religius, berkarakter serta loyal terhadap bangsa dan negaranya. Negara nyaris tidak mengeluarkan dana yang sebanding dengan output yang dihasilkan lembaga pendidikan keagamaan Islam itu. Karena mereka lahir, tumbuh dari oleh dan untuk masyarakat secara mandiri.

Kementerian Agama dengan keterbatasan anggaran yang ada telah memfasilitasi bagi pengembangan pendidikan keagamaan Islam dan diikuti dengan sejumlah regulasi. Terutama saat ini ketika dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kalau demikian agaknya ada agenda terselubung dari orang-orang tertentu di balik kebijakan FDS. Lebih tepatnya ingin memisahkan antara pendidikan nasional dengan agama. Peserta didik lambat laun tidak akan dikenalkan agama dengan baik tergantikan dengan pendidikan karakter yang belum jelas wujudnya. Dengan kata lain akan terjadi sekularisasi pendidikan di negara kita.?

Adalah Peter L. Berger mendefinisikan sekularisasi adalah sebuah proses di mana sektor-sektor dalam masyarakat dan kebudayaan dipisahkan dari dominasi institusi dan simbol-simbol religius. Berger menegaskan sekularisasi merupakan fenomena global masyarakat modern.

Pada waktu itu akibat dominasi gereja maka di belahan bumi Eropa terhadap pandangan ingin memisahkan antara agama di satu sisi dengan urusan dunia di sisi lainnya. Namun penulis kira beda dengan di Indonesia. Di mana agama telah menjadi dasar fundamental, sumber nilai dan inspirasi untuk berpikir, bersikap dan berperilaku dalam hampir di semua sektor pendidikan.?

Amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan produk-produk turunannya sudah sangat jelas mengatakan bahwa pendidikan nasional sangat religius. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 misalnya dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.?

Memisahkan pendidikan nasional dengan dasar religius, tidak saja akan mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa (founding fathers) ini, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanat undang-undang. Selain dari itu pengabaian atas hak-hak kemanusiaan sebagai bangsa yang beragama. Jangan semua urusan hajat bangsa ini akan ditangani oleh pemerintah, namun harus mampu berbagi dengan baik dengan rakyat sebagai model pembangunan yang berbasis partisipatif.

Bukan sentimen organisasi, tapi kepentingan anak bangsa

Penolakan atau bahasa halusnya peninjauan kembali atas kebijakan lima hari sekolah (5HS) atau FDS akan terus digelorakan oleh kalangan masyarakat terutama yang terkena dampak langsung yaitu MDT, TPQ dan Pondok Pesantren. Ini bukan masalah konflik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sebagai dua organisasi besar yang selama ini menjadi rujukan penting pendidikan Islam. Tapi ini masalah fundamental dasar-dasar pendidikan bangsa ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus jujur, kalau ikhtiarnya memperkuat pendidikan karakter, tidak harus dengan kebijakan Lima Hari Sekolah. Namun dengan mengoptimalkan pendidikan nasional yang berbasis karakter dan kecakapan hidup sebagaimana inti dari Kurikulum 2013 (K13).

Kenapa misalkan tidak dengan cara menambah jam pelajaran Pendidikan Agama yang hanya dua jam seminggu. Itu jauh lebih realistis dan pasti akan didukung oleh masyarakat. Tuntutan agar pemerintah menambah jam pelajaran agama sudah lama disuarakan, namun pemerintah tetap kekeh sampai hari ini. Dengan tambahan jam pelajaran agama, tidak saja akan menambah porsi yang cukup bagi pengembangan karakter peserta didik, namun juga pendidikan agama akan semakin mendapat porsi yang semestinya. Masyarakat mulai lega dengan penambahan jam pendidikan Agama di K13 namun Dikbud pada masa Anis Baswedan malah meninjau ulang pemberlakuannya dan berlanjut sampai hari ini.?

Masalah moral, karakter dan akhlak erat kaitannya dengan keteladanan (uswah hasanah). Mestinya pemerintah melalui Kemdikbud, Kemenag dan Ristek Dikti mampu mencetak guru dan calon guru yang mampu menjadi tauladan bagi peserta didiknya, tidak saja di sekolah namun juga di masyarakat. Tak kalah pentingnya adalah profil para pemimpin dan tokoh negeri ini harus menjadi contoh (modelling) bagi anak-anak bangsa yang kini sedang tumbuh besar menyambut Indonesia yang lebih baik.

Hal lainnya yang tak kalah penting adalah revitalisasi kurikulum pendidikan nasional. Seluruh mata pelajaran harus diarahkan pada penciptaan peserta didik yang mempunyai keluhuran budi dan kemualiaan akhlak. Belajar Bahasa, Matematika dan Teknologi tidak melulu pemindahan pengetahuan dan ketrampilan (transfer of knowledge) namun juga pemindahan nilai (transfer of value). Agaknya cita-cita ini sejalan dengan konsep K13 sebagai kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum).

Terakhir agar pendidikan karakter tidak sekadar 5HS maka penciptaan suasana dan kultur sekolah perlu diciptakan. Guru yang menjadi teladan, peserta didik yang mempunyai semangat belajar, perpustakaan yang mendukung, kepemimpinan sekolah yang berpihak pada perubahan serta masyarakat yang mencintai sekolah dapat terejawantahkan dengan baik.

Sekali lagi pendidikan karakter bukan Lima Hari Sekolah tetapi ikhtiar serius membenahi pendidikan nasional. Tujuan berdimensi jauh ke depan menciptakan para pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya. Mengerti masalah dan tahu bagaimana mengatasinya. Rakyat kita makin cerdas maka susunlah kebijakan yang cerdas pula dan berpihak kepada masyarakat bukan malah mengebiri kepentingan-kepentingannya. Wallahu alam bisshowab.

Penulis adalah Ketua Bidang Organisasi Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah dan Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 20 Januari 2018

Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham . Keputusan Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro terkait penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk delapan sektor usaha dinilai tidak tepat. Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh, Zulfikar Djamaluddin beranggapan, penghapusan PPN untuk sejumlah sektor usaha hiburan tidak akan memberikan manfaat luas bagi publik. Justru sebaliknya menjadi bumerang karena pada akhirnya memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menikmati hiburan-hiburan yang tidak patut.

Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu

“Kalau kita mau jujur-jujuran ini, usaha-usaha di sektor hiburan itu mayoritasnya bukan dilakoni oleh pengusaha lokal. Pun ada, saya yakin modalnya entah darimana karena operasionalnya tidak kecil. Lagipula, marketnya juga kelas menengah dan ke atas. Nah, siapa yang diuntungkan coba? Harusnya penghapusan PPN dilakukan untuk sektor lainnya seperti kuliner atau usaha-usaha produksi skala kecil dan menengah yang memang digeluti oleh pengusaha lokal dan menjadi andalan produk Indonesia,” ujar Zulfikar, Senin (24/8/2015), dalam siaran pers.

Harus diakui, tambahnya, iklim bisnis di Indonesia sarat dengan beban operasional yang tinggi. Selain adanya kewajiban-kewajiban pajak dan pengurusan berbagai perizinan usaha yang memakan biaya tidak kecil, para pengusaha acap kali berhadapan dengan kutipan-kutipan liar dari oknum-oknum tertentu. Langkah Menteri Keuangan dalam melakukan penghapusan pajak untuk sektor tertentu cukup bagus. Hanya saja disayangkannya, sektor yang dipilih justru tidak menyentuh kepentingan banyak orang, bahkan terkesan merupakan kebijakan yang ‘dibeli’ oleh mafia tertentu untuk memudahkan para pemilik modal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfikar menilai harusnya sektor kuliner misalnya dapat diberikan kemudahan yang lebih besar baik berupa penghapusan pajak tertentu, maupun kemudahan perizinan, serta jaminan keamanan atas pungutan-pungutan tertentu. “Karena apa? Karena semua orang butuh makan dan banyak sekali pengusaha lokal kita yang bergerak di sektor ini. Tapi karena pajaknya banyak sekali, kutipan juga banyak, akhirnya para pebisnis pemula di sektor kuliner lebih memilih berjualan di kaki lima. Bisnis kuliner lokal jadinya belum terorganisir dengan baik karena paranoida terhadap beban-beban tambahan ini,” tutunya.

Di lain hal, penghapusan PPN untuk sektor usaha hiburan dikhawatirkan akan meningkatkan ruang partisipasi publik untuk mendapatkan akses hiburan yang tidak patut. Apalagi selama ini, sektor hiburan di Indonesia sarat dengan praktek peredaran Narkoba dan kriminalitas-kriminalitas lainnya. Bila saja selama ini sektor hiburan hanya diakses oleh masyarakat dengan ekonomi menengah dan ke atas, maka nantinya diprediksi oleh Zulfikar, anak-anak muda dengan ekonomi rendah juga menginginkan hal yang sama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Harusnya anak-anak muda dengan ekonomi rendah itu melakukan efisiensi sehingga perencanaan kehidupannya bisa lebih baik, namun dengan biaya yang lebih rendah karena penghapusan pajak, maka mereka akan berlomba-lomba untuk berfoya-foya. Tentu ini bukan output revolusi mental yang diinginkan oleh Presiden Jokowi. Benar ni, Pak Bambang Brodjonegoro salah minum obat,” tukasnya.

Di satu sisi Zulfikar menilai, hiburan merupakan salah satu kebutuhan tambahan yang harus diperoleh manusia untuk menciptakan harmonisasi mental dan karakter. Tapi tidak semua hiburan layak dinikmati oleh setiap orang. Karena itu, harusnya pemerintah melakukan filter dengan memberikan beban yang lebih besar untuk bisnis hiburan tertentu sehingga masyarakat tidak mudah untuk mendapatkan akses tersebut.

“Jadi, atas nama pemuda Indonesia, kami menuntut pak menteri mencabut keputusan ini. Jangan membuat keputusan yang sifatnya hanya populer, tapi tidak memperhatikan untung dan ruginya. Ini tidak benar,” tutup Zulfikar. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock