Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Aswaja, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Perkembangan zaman menuntut pola dan gaya hidup manusia berubah. Bahkan dalam persoalan keyakinan (beragama) tak jarang menjadi pemicu konflik mendasar antarkelompok yang berbeda ideologi.

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahmad Samsul Rijal mengungkapkan, bahwa saat ini masyarakat secara umum berada pada situasi tersebut, dan menanggung segala resiko yang terjadi.?

Pada situasi demikian, tak sedikit masyarakat yang tidak bisa memahami dan membaca dinamika yang berkembang di lingkungannya masing-masing. Misalnya pada aspek keyaknianan dalam beragama, mereka akan mudah mendapat serangan berbagai ajaran dan ideologi.?

?

"Dampak dari berbagai perubahan orientasi dan sikap hidupnya, menjadikan agama lebih dipahami sebagai sistem pengetahuan, lebih banyak diketahui dan dipelajari, implementasinya tidak banyak dipersoalkan. Agama lambat laun tidak lagi disadari sebagai sistem keyakinan yang menuntun, menuntut dan pedoman untuk dijalankan dan ditingkatkan kualitas pelaksanaanya," katanya, Selasa (29/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam perkembangan selanjutnya, kata Rijal, perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Masyarakat kota diidentifikasi sebagai masyarakat yang? cenderung? individualistik, hedonis dan mengedepankan kerja dan materi sebagai daya sekaligus gaya hidup.

"Berbagai perubahan orientasi hidup, bersikap dan ketaatan terhadap nilai begitu lentur menyesuaikan terhadap tuntutan dan kebutuhan. Tujuan dan permasalahan yang mereka hadapi cenderung lebih kompleks, sehingga tidak bisa lagi didekati dengan cara sederhana," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada sektor permodalan atau perekonomian, ia menjelaskan sekurangnya modernitas diwakili oleh lembaga keuangan modern dan media. Fakta kemiskinan menjadikan mereka sulit untuk bisa mendapat akses permodalan bank.

Bank-bank dengan bunga tinggi justru menjadi sasaran mereka. Bagai jatuh, tertimpa tanggap pula. Kondisi mereka pun dijadikan bulan-bulanan oleh media yang menawarkan banyak jalur untuk mengingkari leluhur, kearifan dan keluhuran budaya. Ikatan sejarah serta warisan budaya dengan mudah akan mereka putus karena pengaruh oleh dahsyatnya media. Dengan begitu, kita semakin berada di pojok peradaban," tandasnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Sunnah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pemahaman santri terhadap dunia usaha harus ditanamkan sejak dini. Agar setelah lulus nanti mereka siap untuk berkiprah dengan usaha yang bervariasi.

Setelah sukses melangsungkan senam sepuluh ribu santri di tiga kota, Pasuruan dan Jombang, hari ini Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan acara serupa di Alun-alun Jember (5/5).

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Dalam jumpa persnya di Hotel Bintang Mulia Jember, pengurus HIPSI Pusat, So Good Food serta sejumlah artis pendukung melangsungkan konferensi pers. Kepada sejumlah media cetak dan elektronik, HIPSI menandaskan bahwa kegiatan senam ini sebagai puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami menyelenggarakan road show pemahaman kewirausahaan ke sejumlah pesantren dan kampus di Jember," kata Mochammad Ghozali kepada wartawan tadi malam. Ketua Umum HIPSI Pusat ini menandaskan bahwa ada sejumlah kampus dan pesantren yang dijadikan sosialisasi bagi semangat kewirausahaan ini. 

"Untuk kampus, kami menggandeng  Universitas Negeri Jember dan Sekolah Tinggi Institut Agama Islam Negeri," katanya. Sedangkan untuk pesantren yakni Pesantren Nurul Islam, Pesantren Al-Qadiri, Pesantren Al-Badri serta Pesantren Darul Hikmah.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun berbeda dengan dua kota sebelumnya, kegiatan road show ke sejumlah pesantren ini tidak sama. "Tidak semata memberikan motivasi tentang pentingnya dunia kewirausahaan, juga kami berikan kesempatan mengolah makanan siap saji dari kreasi mereka," lanjutnya.

Dari sejumlah pesantren ini, ada lima tim juru masak yang mengolah sejumlah menu makanan. "Dari lima tim itu dipilih dua tim terbaik," tandasnya. Dan dari delapan tim ini akan dilombakan pada kegiatan senam sepuluh ribu santri untuk dipilih yang terbaik.

"Ternyata saat para santri membuat makanan dengan kreasi sendiri, rasanya juga lumayan lezat," kata Willy yang mewakili pihak So Good Food. "Ini sangat membanggakan," lanjutnya.

Puncak kegiatan pengenalan dunia kewirausahaan ini akan dipungkasi di alun-alun Jember. "Ada sekitar sepuluh ribu santri yang hadir," kata Mohammad Arif dari HIPSI Jawa Timur. 

"Semua adalah utusan dari sejumlah pesantren yang ada di sekitar Jember," katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, semangat kewirausahaan akan diimbangi dengan kian kondusifnya kesehatan para santri. 

"Perpaduan antara semangat usaha dan badan yang sehat adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk bisa menjadi pengusaha sukses," tandas Mochammad Ghozali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

 Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang XIX di SKD Kecamatan Batuan. Acara dihadiri PW IPPNU Jatim, PAC IPPNU beserta Badan Otonom (Banon) NU dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di lingkungan Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim, Nurul Hidayati menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya konfrensi ini. “Kita harus bangga kepada kader muda NU dalam hal ini rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU yang lambat laun semakin  berbenah diri,” katanya, Sabtu (23/12).

Menurutnya, kendati banyak pelajar NU yang tampil di berbagai kegiatan, namun mereka tidak menghilangkan jati dirinya sebagaimana pelajar dan juga perempuan.

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim yang sekaligus secara resmi membuka acara.

Selanjutnya ada pemberian cinderamata kepada PCNU dan Majlis Alumni IPNU-IPPNU sebagi tanda terimakasih  atas sumbangsihnya selama ini. (Mahrus Ali/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Amalan, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

Lombok Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Istilah Tuan Guru memang akrab dengan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru merupakan sebutan, panggilan, sekaligus gelar dari masyarakat untuk ulama di daerah ini. Posisi Tuan Guru setara dengan Kiai di Tanah Jawa.

Demikian penuturan Pengasuh Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham menjelang perhelatan Pra-Muktamar NU di kediamannya di komplek pesantren Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB, Rabu (8/4) sore.

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

“Kalau kiai di sini itu banyak. Yang mandiin mayit, disebut kiai. Yang mimpin tahlil, dzikir, juga kiai. Banyak. Jadi, kiai di sini biasa aja. Nah, kalau tuan guru sangat langka. Bisa hanya satu perseribu orang. Seperti kiai di Jawa,” ujar TGH Taqiuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun, lanjutnya, sekarang ini penduduk Lombok telah menerima istilah kiai sebagai seorang ulama. Mereka juga mampu menempatkan kiai pada proporsinya. “Yang jelas, masyarakat sini menyebut kiai seperti di Jawa itu sebagai Tuan Guru. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi tuan guru,” tandas Ketua PWNU NTB ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut TGH Taqiuddin, sebutan Tuan Guru juga berlaku bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Mekah. “Kalau belum haji, ya, ustadz atau guru biasa lah. Namun, tidak juga yang punya pesantren. Memang umumnya tuan guru itu memiliki pesantren. Satu hal yang kami kagumi dari seorang tuan guru adalah ketokohannya,” ungkap suami Nyai Hj Hattiyatul Malichah ini. ? ?

Dipanggil tuan guru, tambahnya, selain karena memiliki trah atau keturunan tuan guru pendiri pesantren, juga memiliki keilmuan yang mumpuni. Meski demikian, ia menyatakan berat sekali menyangga gelar tuan guru.

“Namun, rasanya lebih karena kesolehannya ya, bukan karena ilmunya saja. Tapi sikap wara’-nya itu. Nah, masyarakat lah yang akhirnya memberi gelar seperti itu. Cuman memang berat ya disebut tuan guru. Karena tuan guru kan nggak bisa bebas main bola,” selorohnya sembari tertawa.

Disinggung soal keterpilihan pesantren asuhannya sebagai tempat penyelenggaraan pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab biasa saja, tidak ada sesuatu yang berlebihan apalagi istimewa. Yakni, karena posisinya sebagai Ketua PWNU NTB yang memiliki pesantren.

“Sederhana saja. Mungkin karena saya Ketua NU NTB yang punya pondok kali ya. Dan, pondok-pondok yang kami rekayasa untuk siap ketempatan ternyata susah juga. Tidak seperti di Jawa. Namun yang pasti, saya tidak ingin nilai-nilai pondok seperti di Jawa di sini jangan sampai hilang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Daerah, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu sistem pendidikan yang terbaik yang ada di Indonesia adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan di pesantren. 

"Di pondok pesantren, para santri diajarkan ilmu yang difokuskan kepada pembinaan mental dan sikap akhlaqul karimah," kata Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis dan Kependidikan dan Keagamaan Kementerian Agama Dr HM Kusasi, M.Pd.

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Menurutnya kualitas sistem pendidikan di pesantren ini diakui juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kenapa anak zaman sekarang terkenal nakal tidak bisa diatur? Jawabannya karena para guru hanya fokus terhadap asupan otak dalam melakukan pengajaran," katanya, Selasa (20/10/15).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar saja namun guru juga harus mendidik. 

"Mendidik itu untuk hati mengajar itu untuk otak," jelasnya. Oleh karena itu para guru harus mencontoh sistem pendidikan pesantren yang menekankan pendidikan kepada peserta didik untuk mendapatkan generasi cerdas dan berakhlaqul karimah.

"Selain mendidik dan mengajar, guru juga harus membimbing para peserta didik dengan mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang positif," terangnya. Hal ini disampaikannya di hadapan guru dari berbagai penjuru Indoneaia yang sedang melaksanakan diklat dari 19 sampai dengan 25 Oktober 2015 di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama RI Jakarta. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Sunnah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban menempati kedudukan istimewa dalam agama Islam. Banyak keutamaan-keutamaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya di bulan ini. Allah juga membuka banyak pintu rahmat dan ampunan-Nya di bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah ini.

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki yang tidak asing di kalangan santri Indonesia bahkan menulis secara khusus sebuah buku dengan 152 halaman tentang bulan Sya’ban yang berjudul Ma Dza fi Sya‘ban?

Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Sayyid Muhammad Alwi mengawali bukunya dengan ulasan asal-usul kata "Sya‘ban". Sebelum masuk lebih rinci perihal keistimewaan bulan Sya‘ban, Sayyid Muhammad Alwi mendokumentasikan sejumlah pandangan ulama terkait penamaan bulan Sya‘ban seperti kami kutip berikut ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-syi‘bu’ (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin), secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban. Ada pula ulama yang memahami bulan ini dengan makna selain yang disebutkan sebelumnya,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, cetakan pertama, tahun 1424 H, halaman 5).

Tampaknya nama bulan Sya‘ban yang mulia ini sejalan dengan sejumlah keistimewaan yang ada di dalamnya. Allah menerima dan melipatgandakan amal baik hamba-Nya di bulan Sya‘ban ini. Karenanya kita dianjurkan untuk istighfar, shalawat, tadarus Al-Quran, mengajukan permohonan, meminta kesembuhan, dan shalat guna memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Karenanya tidak heran kalau ada juga ulama yang menyebut Sya‘ban sebagai “Bulan Shalawat untuk Rasulullah SAW” dan “Bulan Al-Quran.” Wallahu a ‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Warta, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock