Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nadlatul Ulama (JQHNU) menggelar seminar nasional bertajuk “Kontroversi Tilawah Langgam Nusantara”, Selasa (16/6) petang, di aula PBNU, Jakarta. Salah satu narasumber hadir dari Universitas Internasional al-Mustafa, Qum, Iran.

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Ketua Umum PP JQHNU KH Abdul Muhaimin Zain mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat, menyusul polemik tentang kebolehan melantunkan al-Qur’an dengan langgam Jawa sebagaimana terjadi pada peringatan Isra’ dan Mi’raj pertengahan Mei lalu di Istana Negara, Jakarta. Pihaknya sengaja mengundang pakar qira’ah asal Iran lantaran langgam qira’ah yang lazim dibaca para qari’ mayoritas berasal dari Persia atau Iran.

Sayyid Ali Rabbani, ulama Iran itu, di hadapan forum yang terdiri para mahasiswa, dosen, dan para pegiat al-Qur’an, mengatakan kontroversi ini juga pernah terjadi di negaranya, Iran. Pembacaan al-Qur’an dengan lagu bersyair mendapat simpati dari sebagian kecil ulama, meski ditolak oleh kebanyakan ulama qira’ah di sana.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Soal tilawah di luar langgam Arab, katanya, secara akal bahasa Arab atau bahasa Inggris seyogianya diekspresikan menurut bahasa Arab atau Inggris. Namun ia menggarisbawahi bahwa seorang qari sebaiknya tidak terlalu fokus pada lagu, melainkan perenungan makna dan sampainya pesan al-Qur’an kepada para pendengar.

Ali Rabbani mengisi seminar bersama Kepala Lajnah Pentashih al-Qur’an Kemenag Muchlis M Hanafi, Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peserta yang berpartisipasi antara lain dari qari internasional Ustadzah Maria Ulfa, serta akademisi dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran "Al-Hikam" Depok.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut hasil penelitiannya dari berbagai kitab klasik, Muchlis berpendapat bahwa tidak ada contoh valid pada zaman Rasulullah tentang lagu tertentu yang harus digunakan saat membaca al-Qur’an. Dengan demikian, ia meyakini langgam (nagham) datang atas kreasi umat Islam setelahnya atau bersifat ijtihadi.

Sebagaimana Muchlis, KH Ahsin Sakho setuju dengan adanya kebebasan dalam memilih lagu selama tidak menyalahi tajwid, makharijul huruf, dan kekhidmatan dalam pembacaan al-Qur’an. Baginya ini masalah sekunder karena menyangkut budaya manusia yang beragam. Yang primer dan masuk kategori ibadah adalah pembacaan al-Qur’an sesuai kaidah dan makna.

“Jadi menurut saya sah-sah saja (menggunakan langgam Nusantara), sejauh tidak ada mawani’ (penghalang) yang menyebabkan ia makruh atau haram,” ujarnya usai menayangkan video pembacaan al-Quran dari Afrika dan Saudi Arabia yang berbeda dari tujuh lagu yang lazim dibaca, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah, dan Sikah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Raja Saudi Arabia mengingatkan bahwa negaranya akan menyerang dengan "tangan besi" terhadap orang-orang yang memangsa kerapuhan generasi muda untuk masuk ke ekstrimis agama, sehari setelah pengebom bunuh diri menghantam tiga kota dalam serangan yang tampaknya seperti kampanye yang terkoordinasi.

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi

Dalam sebuah pidato menandai Idul Fitri, Raja Salman mengatakan tantangan besar yang dihadapi Arab Saudi adalah menjaga harapan bagi para pemuda yang menghadapi risiko radikalisasi.

"Kami akan menyerang dengan tangan besi pada mereka yang menarget akal dan pikiran... generasi muda kami yang kami cintai," kata Salman (80).

Empat petugas keamanan tewas pada serangan hari Senin yang menarget Konsulat Amerika Serikat, para muslim Syiah dan pusat keamanan di masjid di Kota Suci Madinah. Semua serangan tampak sudah diatur waktunya sehingga bertepatan mendekati hari raya Idul Fitri.

Kepala bagian Hak Azasi Manusia PBB menyampaikan pada Selasa, mendeskripsikan bom di luar masjid Nabi Muhamad di Madinah sebagai "sebuah serangan terhadap Islam itu sendiri" dan banyak umat Muslim yang kaget situs tersuci kedua mereka menjadi sasaran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Belum ada satu grup pun yang mengaku bertanggung jawab namun militan ISIS telah melancarkan aksi bom yang mirip di sekutu AS, negara-negara kerajaan Sunni tahun lalu, menyasar kaum minoritas Syiah dan pasukan keamanan Saudi.

Zeid Raad al-Hussein, Komisaris Tinggi Hak Azasi Manusia PBB dan anggota keluarga kerajaan Jordan, menyampaikan pidatonya melalui juru bicara di Jenewa.

"Ini adalah salah satu dari situs tersuci Islam, serangan seperti itu yang terjadi pada saat Ramadhan, bisa dianggap sebagai serangan langsung terhadap Muslim di seluruh dunia," katanya. "Ini adalah serangan terhadap agama itu sendiri," katanya dilaporkan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kiai, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pesantren, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo memperingati Harlah ke-93 NU dan Harlah ke-82 Gerakan Pemuda Ansor di Alun-alun Kota Kraksaan, Senin (25/4) malam. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Kraksaan masa khidmat 2016-2020.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdurrahman Navis, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin, Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i dan sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom.

Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan istighotsah bersama dipimpin KH Sya’dullah Asy’ari, dan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW ini diikuti oleh ratusan Nahdliyin.

Katib Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan mengharapkan agar NU mampu menjadi pelopor dalam menghidupkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di bumi tercinta Indonesia. “Semoga pengukuhan PC LDNU Kota Kraksaan ini bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” katanya.

Sementara Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin mengungkapkan pergeseran zaman yang dihadapi orang tua hingga hari ini berbeda. Dimana ancaman dan tantangan hari ini cukup beragam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“LDNU harus bisa memberikan dakwah mensyiarkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan anak muda. Sebab anak muda saat ini sudah bergeser nilai ketaqwaannya kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Hasan, saat ini pengurus LDNU diajak untuk menjadi pengasuh pesantren rakyat yang cukup beragam santrinya. Berbeda saat menjadi pengasuh di lingkungan pesantrennya sendiri.

“Kepada warga NU saya mengharapkan doa dan dukungannya agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Probolinggo diridhoi berkat doa para alim ulama,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdurrahman Navis mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui dakwah yang dilakukan oleh para Wali Songo sesuai dengan Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyaz. Dimana dakwah yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan masyarakat Indonesia.

“LDNU harus menguasai ilmu pengetahuan. Sebab berdasarkan survei, semakin ke bawah usianya maka semakin banyak yang tidak mengenal NU. Oleh karena itu, LDNU harus melakukan pendekatan kepada generasi muda. Sebab LDNU mempunyai tugas untuk meneguhkan aqidah Ahlussunnah wal jamaah,” katanya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 21 Januari 2018

Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi...

Bogor, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beberapa kelompok kerap kali mempersoalkan praktik atau amaliyah kegamaan yang berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari bid’ah yang harus dihapus. Hal ini karena tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah.

Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi...

Namun, menurut Ketua PCNU Jember, Jawa Timur KH Abdullah Syamsul Arifin, bid’ah atau sesuatu yang baru yang tidak ada di zaman Rasulullah patut dipersoalkan bukan karena barunya, melainkan jika sesuatu yang baru itu bertentangan dengan syariat.

“Bid’ah dipertentangkan bukan karena barunya, tetapi jika sesuatu yang baru itu bertentangan dengan syariat. Jadi, jika sesuatu yang baru itu baik, maka tidak ada persoalan,” ujar kiai yang kerap dipanggil Gus Aab dalam Rapimnas Muslimat NU, Ahad (26/3) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, Imam Syafi’i sendiri mengatakan bahwa sesuatu yang mempunyai cantolan pada syariat tidak boleh dikatakan bahwa hal itu bid’ah hanya karena tidak ada atau tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah.?

Kiai yang pernah aktif menjadi Dewan Pakar Aswaja Center PWNU Jawa Timur ini menjelaskan, apa yang tidak dilakukan oleh Nabi SAW, tak boleh disimpulkan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dakwah untuk menyampaikan syariat sangat terbatas saat itu, baik di fase Mekkah maupun Madinah. Maka tidak semuanya sempat dipraktikkan oleh Rasulullah. Jadi, sesuatu yang belum atau tidak sempat dikerjakan oleh Rasulullah bukan berarti tidak boleh dilakukan,” papar Gus Aab.

Ia menerangkan tentang sunnah hamiyyah atau hadits hammi. Sunnah ini menjelaskan, sesuatu yang telah direncanakan oleh Rasulullah tetapi belum terlaksana hingga Rasulullah wafat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Aab mengungkapkan, Rasulullah memang tidak mengerjakan hal-hal baru yang saat ini dikerjakan umatnya, tetapi mengerjakannnya dalam bentuk lain. Menurutnya, perayaan maulid, istighostah, tahlil, ziarah kubur, dan lain-lain adalah tradisi (‘adah) yang tidak bertentangan dengan syariat.

“Bahkan bisa begeser mendatangkan pahala jika diisi dengan amal ibadah. Contoh menghadirkan kembali Rasulullah ke tengah-tengah kita. Itu ada dalam perayaan Maulid Nabi,” urainya.

Ia berpandangan, dalam Al-Qur’an saja, Allah menceritakan kepada Muhammad SAW riwayat para Nabi terdahulu, maka manusia sebagai umatnya juga harus menghadirkan cerita-cerita Rasulullah.

Ia menjelaskan, Maulid merupakan ekspresi kegembiraan umat Rasulullah. Manusia dianjurkan untuk bergembira dengan kelahiran Rasulullah.?

“Rasulullah saat ditanya, kenapa berpuasa pada hari Senin, Ia menjawab, hari itu saya dilahirkan dan menerima wahyu. Jadi, puasa hari Senin itu satu bentuk ekspresi kegembiraan, bukan puasanya tetapi rasa gembiranya itu, boleh dengan perayaan dan ekspresi kegembiraan lainnya asal sesuai syariat,” tegas Gus Aab. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Di dunia kesusastraan Indonesia, nama Ahmad tohari Tidak asing lagi. Nama Tohari membumbung tinggi berkat karyanya berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Mengetengahkan tema kemanusiaan di tengah dan setelah prahara politik 1965-1965, Ronggeng Dukuh Paruk dinilai orisinil, berani, dan tepat.

Lebih dari itu, Ahmad Tohari mendapat pujian sebagai orang yang membuka pintu kebudayaan, karena dia telah membuka ruang gelap, menyentuh tema sensitif, menyuarakan yang diam, dan memecahkan kebekuan.

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Selain mengetengahkan kemanusiaan dari perspektif politik, Ahmad Tohari juga mengangkat kemanusiaan dalam prosa-prosa dari segi ekonomi. Ia mengisahkan dengan detil kemiskinan di kampung-kampung yang mengkuruskeringkan tubuh anak manusia, merusak alam, mematikan tradisinya, menjegal cita-citanya. Sebaliknya, Tohari juga menunjukkan kebengisan lintah darat, ketengikan penguasa, hingga ketulian para punggawa agama.

Tak berhenti dengan menulis, dalam persoalan ekonomi, Ahmad Tohari mewujudkan pembelaannya pada kaum papa dengan menegakkan lembaga-lembaga keuangan, dengan harapan mampu memutus mata rantai ketidakadilan hubungan antara lintah darat dengan kaum lemah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sampai di sini, Ahmad Tohari dapat disejajarkan dengan raja cerita pendek bernama Anton Chekov yang tidak cuma menulis di atas meja, tapi turun tangan meringankan rakyat yang sengsara. Chekov mengumpulkan dana bagi pembangunan sanatarium guru dan pelajar. Sebagai dokter, Chekov juga bekerja secara sukarela mengobati rakyat menderita karena penyakit. Dengan kemampuan dan kondisi yang berbeda Ahmad Tohari telah melakukan hal yang sama dengan Anton Chekov.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam banyak kesempatan, Tohari memang sering mengemukakan bahwa karya-karya sastra didedikasikan untuk mengangkat manusia-manusia yang disepelekan, untuk menegakkan nilai-nilai yang dihancurkan, untuk mengabarkan peristiwa-peristiwa yang telah dimanipulasi.

Dengan tegas Ahmad Tohari yang pada bulan Juni nanti berumur 65 tahun itu menyatakan,”Saya memang membela dengan sastra.”

Dengan latar seperti itulah, Nahdlatul Ulama mengundang Ahmad Tohari untuk menyampaikan gagasannya tentang sastra dalam acara pidato kebudayaan bertempat di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (28 Maret 2014) pukul 19.00-22.00. Pidato kebudayaan yang diselenggarakan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya D. Zawawi Imron (Maret 2012) dan M. Jadul Maula (Maret 2013).

Secara khusus, tema “Membela dengan Sastra” diharapkan membuat sastra Indonesia lebih berwibawa dan bermakna. Secara umum, NU sebagai penyelenggara, dapat terisi. Dan Indonesia, sebagai bumi yang dipijak, makin kokoh. (TIM Redaksi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Pondok Pesantren, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 10 Januari 2018

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Khutbah, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock