Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah

Mataram,? Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Fatayat NU NTB mengajak semua Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama terlibat dalam aksi donor darah. Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Nurul Islam, Sabtu (13/3) lalu itu menjadi salah satu rangkain acara pelantikan PW Fatayat NU NTB Masa Khidmat 2015-2019.

"Insyaallah tiga bulan sekali akan rutin kami lakukan (Donor) bersama banom-banom lainnya," kata Ketua PW Fatayat NU NTB, Wartiah.?

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah

Lebih lanjut Ketua Komisi 5 DPRD NTB ini menjelaskan bahwa darah merupakan kebutuhan masyatakat banyak saat ini. Oleh karena itu pihaknya tidak menargetkan berapa kantong harus masuk melainkan sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, PW Fatayat NU NTB sudah berkunjung ke tokoh-tokoh NU di Lombok, ziarah makam ulama dan terakhir nanti, Ahad (20/3) akan berlangsung pelantikan PW Fayatat NU NTB yang dirangkai seminar nasional terkait tantangan perempuan menghadapi MEA di gedung Paraja Kantor Gubernur NTB. Setelah itu akan ditutup dengan santunan anak yatim piatu dan warga jompu. (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Doa, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Oleh Suwendi

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 11 April 2017 dengan agenda pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Perbukuan akhirnya ditunda. Dalam sidang itu, Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Paripurna menjelaskan perlunya mensinkronisasi mengenai buku-buku agama yang belum melibatkan Kementerian Agama (Parlementaria.com/11 April 2017). Menurut hemat penulis, keputusan penundaan atas pengesahan ini patut diberikan apresiasi dan “acung jempol” sebagai tanda pilihan yang terbaik. Mengapa demikian?

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Ada sejumlah alasan persetujuan penulis terhadap penundaan ini. Pertama, jika melihat draft RUU Sistem Perbukuan itu maka sama sekali dapat dilihat secara kasat nyata bahwa tidak ada kewenangan atau keterlibatan apapun bagi Kementerian Agama dalam persoalan perbukuan ini. Draft RUU yang terdiri atas XII Bab dan 72 pasal ini sama sekali tidak menyebutkan buku pendidikan agama dan pendidikan kegamaan, terlebih lagi Kementerian Agama.?

Padahal, persoalan buku bukan hanya didasarkan atas ketersediaan buku yang bermutu, murah, dan merata an sich, namun juga buku yang mampu mengantisipasi bangkitnya gerakan radikalisasi agama yang justeru belakangan banyak dilakukan melalui buku-buku agama. Oleh karenanya, persoalan buku bukan hanya mengenai keterjangkauan secara harga atau pemerataan akses, namun juga memuat antisipasi maraknya ideologi radikal yang dilakukan melalui dunia perbukuan.?

Kini telah jamak ditemui di lapangan buku ajar pendidikan agama di sekolah dan perguruan tinggi umum yang mengajarkan intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Bahkan, sejumlah buku-buku keagamaan dan kitab yang biasa dikaji di pesantren pun telah dilakukan tahrif al-kutub (penyelewengan kitab) baik dengan media cetak lebih-lebih dengan media digital. Tahrif al-kutub dilakukan oleh kelompok tertentu demi untuk disesuaikan dengan ideologi radikalnya. Oleh karenanya, konsentrasi mengenai buku-buku pendidikan agama dan pendidikan keagamaan semacam ini patut untuk dilakukan, tentunya itu menjadi domainnya Kementerian Agama. Selain Kementerian Agama, tidak ada kementerian atau lembaga lain yang menjalankan fungsi di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu.

Kedua, secara regulasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, bahkan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, secara terang benderang persoalan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu menjadi kewenangan Kementerian Agama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Wujud dari pendidikan agama ini adalah mata pelajaran dan mata kuliah pendidikan agama pada layanan sekolah dan perguruan tinggi (SD, SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi Umum). Mulai penentuan kurikulum hingga menggandakan serta menyebarkannya sesunguhnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007, menjadi otoritasnya Kementerian Agama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Demikian juga halnya dengan pendidikan keagamaan, ia bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis. Dalam konteks pendidikan keagamaan Islam, misalnya, pendidikan ini diarahkan untuk menghasilkan kyai atau pimpinan keagamaan yang memiliki pemikiran dan wawasan keagamaan yang luas yang dihasilkan melalui kajian kitab kuning dan literatur keagamaan lainnya dan diselenggarakan melalui pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah, pendidikan Alquran dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya. Lagi-lagi, yang menangani ini semua adalah Kementerian Agama.

Atas dasar sejumlah regulasi itu, Kementerian Agama memiliki kewenangan yang begitu kuat dalam hal penyelenggaraan perbukuan ini. Jika Kementerian Agama absen atau diabsenkan melalui draft RUU Sistem Perbukuan ini sangat dimungkinkan ”malapetaka” akan menimpa pada bangsa ini, yakni setidaknya sejumlah mata pelajaran dan/atau mata kuliah pendidikan agama dan literatur pada lembaga pendidikan keagamaan akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ketiga, secara faktual, Kementerian Agama melakukan layanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui 5 (lima) unit eselon 1 (satu), yakni Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha. Kementerian Agama telah memberikan kontribusinya yang tidak sedikit dalam penyelenggaraan pendidikan nasional ini.?

Jika dilakukan perbandingan, Kementerian Agama itu menyelenggarakan layanan pendidikan sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditambah dengan layanan pendidikan yang dilakukan oleh Kemenristek-Dikti. Kementerian Agama tidak hanya melayani satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, melalui jalur formal, nonformal dan informal, sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga melayani perguruan tinggi, sebagaimana Kemenristek-Dikti.?

Khusus untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, berdasarkan data EMIS Kementerian Agama, Direktorat Jenderal ini mengelola, membina, dan memfasilitasi sejumlah nomenklatur pendidikan yang secara akumulatif berjumlah 533.264 lembaga, dengan 2.844.149 pendidik dan 61.905.936 peserta didik. Secara terinci, data-data tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.?

Pertama, jenis pendidikan umum yang berciri khas Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, berupa RA (Raudlatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah). Berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Ditjen Pendidikan Islam tahun 2016, secara keseluruhan keempat lembaga ini berjumlah 77.336lembaga, dengan jumlah guru sebanyak 820.835jiwa, dan jumlah siswa sebanyak 9.252.437 anak.?

Kedua, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenis pendidikan ini terdiri atas SPM (Satuan Pendidikan Muadalah) dan PDF (Pendidikan Diniyah Formal). Berdasarkan data sementara, jumlah lembaga ini secara keseluruhan berjumlah 112 lembaga dengan jumlah ustad sebanyak 2.240 dan santri sebanyak 48.913jiwa.?

Ketiga, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan tinggi, yakni Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Ma’had Aly. Berdasarkan data EMIS, secara keseluruhan jumlah PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) sebanyak 712 lembaga, dosen setidaknya berjumlah 440,142 orang dan mahasiswa sebanyak 747,686 jiwa.

Keempat, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur non-formal yang terdiri atas MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah), pendidikan Alquran dan pondok pesantren. Dari ketiga lembaga ini, secara total jumlah lembaga berjumlah 240.387 lembaga, dengan ustad berjumlah 1.386.426 orang, dan santri berjumlah 17.385.552 jiwa.

Kelima, pendidikan agama Islam pada sekolah, dengan jumlah guru dan pengawas PAI berjumlah 185.636 dengan rincian guru PAI 180.040 orang dan pengawas PAI sebanyak 5.596 serta jumlah sasaran siswa yang beragama Islam pada sekolah sebanyak 34.371.621 jiwa. Adapun jumlah sekolah secara keseluruhan berjumlah 213.256 lembaga yang terdiri atas SD/SDLB sebanyak 149.310 ? lembaga, SMP/SMPLB sebanyak 37.439 dan SMA/SMALB/SMK/SMKLB sebanyak 26.507 lembaga.

Data di atas belum menghitung layanan pendidikan agama dan pendidikan keagaman di luar Ditjen Pendidikan Islam. Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha, semuanya juga melakukan hal yang sama, sebagaimana Ditjen Pendidikan Islam.

Atas dasar sejumlah alasan di atas, menurut hemat penulis, kita dapat memahami bahkan mengharuskan jika kemudian Kementerian Agama terlibat dalam urusan perbukuan ini. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, bukan hanya pengetahuan untuk layanan pendidikan sekolah dengan sejumlah mata-mata pelajaran umum yang diajarkan, juga bukan hanya untuk membekali pengetahuan pada layanan perguruan tinggi umum dengan mata-mata kuliah umum yang diajarkannya.?

Tetapi juga semua pengetahuan untuk pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, yang menjadi domainnya Kementerian Agama. Jika kemudian RUU Sistem Perbukuan ini ditunda untuk disahkan, hal itu sungguh jauh lebih baik daripada segera disahkan namun dengan sejumlah kealfaan, di antaranya meniadakan peran Kementerian Agama. Tegasnya, ”Better Late Than Never”, terlambat itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Penulis adalah Doktor Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Islam, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 25 Januari 2018

IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi

Tegal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal memberikan santunan kepada 120 Yatim Piatu desa setempat.

Ketua PR IPNU Blubuk, Indra Fatria S dalam sambutannya mengajak kepada masyarakat untuk dapat berbagi dengan sesama, terlebih kepada anak-anak yatim piatu. ”Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama, terlebih kepada anak-anak yatim,” ajak Indra? di sela santunan dan buka puasa bersama di Pendopo Balai Desa Blubuk, Kamis Sore (25/8).

IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi

Menurut Indra, hidup akan lebih bermakna, manakala kita bisa senantiasa berbagi dengan orang lain. ”Dengan potensi dan keyakinan yang kita miliki tentu kita akan mampu berbuat lebih dengan sesama,”ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selama Ramadhan, kata Indra melaporkan, selain santunan, IPNU-IPPNU Ranting Blubuk juga mengadakan buka puasa bersama, tarawih silaturahim (tarhim), pengajian ramadhan di tiap-tiap Masjid dan Mushola dan peringatan Nuzulul Qur’an dengan Khataman 30 Juz.

Sementara Kepala Desa Blubuk Warjo menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya kepada IPNU – IPPNU yang telah peduli dan ikut membangun desanya sendiri. Dia memberikan motivasi kepada IPNU-IPPNU agar menggelar berbagai kegiatan yang bersifat membangun. “Saya doakan semoga program-program dari IPNU-IPPNU bisa terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Warjo juga berpesan, kepada masyarakat yang hadir, agar didalam bulan puasa dan lebaran nanti untuk menjaga kondusifitas.”Kepada ibu-ibu mohon dapat menjaga anak-anaknya agar tidak bermain petasan (mercon), agar keadaan aman dan nyaman,” tegasnya.

Usai pemberian santunan, Pengurus Lembaga Dakwah NU (LDNU) Desa Blubuk, Ustadz Abdul Qodim? menyampaikan mauidlotul Khasanah. Dia mengingatkan agar umat islam jangan lalai terhadap anak yatim. Sehingga perlu diupayakan pemenuhan hak-hak anak yatim. “Jika seseorang yang sudah mempunyai harta lebih, namun tidak menyisihkan hartanya untuk anak yatim, maka Alloh SWT sangatlah tidak suka,” tutur Ustadz Qodim sembari menyitir ayat Al Quran.

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan 25 Ramadhan 1432 H itu merupakan rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan yang digelar PR IPNU – IPPNU Desa Blubuk sepanjang Ramadhan 1432 H.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Dukuhwaru, Kepala Desa Blubuk, Pengurus Ranting NU dan Badan Otonom, Pembina, Alumni, tokoh masyarakat, dan anak – anak yatim yang didampingi orang tuanya.

Redaktur? ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto memuji sejumlah pimpinan anak cabang yang terus melakukan rekrutmen kader dengan segala hambatan yang ada. Satu di antaranya adalah mengeluarkan uang, bukan mendapatkan uang.

"Dalam hidup dan berorganisasi, hambatan selalu ada. Bagaimana mengatasinya? Cara sederhana ialah pikiran kita harus seperti jalan beraspal yang mulus atau jalan tol," ujar Gatot, di Blambangan Umpu, Senin (28/8).

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Bahasa lainnya, setiap kader Ansor harus berpikiran positif. Sebab hidup tergantung dengan apa yang kita pikirkan.

"Setiap pikiran hendaknya menjadi doa, menjadi motivasi. Saya sebut pikiran kader harus seperti jalan tol karena tadi dari Blambangan Umpu menuju Pakuan Ratu ada perubahan luar biasa," kata dia lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih dari tujuh tahun, jalan menghubungkan Kecamatan Blambangan Umpu, Negeri Agung, Pakuan Ratu tersebut banyak lubang menganga, berdebu jika kemarau dan tergenang air jika hujan.

"Alhamdulillah, sekarang sudah mulus. Jika pikiran setiap kader disetting semacam itu, Insya Allah kita bisa menekan ketakutan-ketakutan tidak perlu. Yakini, pikiran kita adalah jalan tol, bukan onderlagh. Kalaupun ada hambatan di jalan beraspal tadi, hanyalah polisi tidur yang gampang dilewati," kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan, menjadi bermanfaat itu tergantung pikiran. Karena itu, dengan berkhidmah di Ansor, jadilah orang yang selalu berpikiran positif.

"Jangan pernah takut mencoba berkreativitas di Ansor. Orang yang tidak pernah gagal ialah orang yang tidak pernah mencoba," kata Gatot Arifianto kepada kader Ansor Pakuan Ratu dan Negara Batin. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock