Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul. Tampilkan semua postingan

Selasa, 30 Januari 2018

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejarah perjuangan ulama NU banyak yang tidak tercatat dalam buku-buku sejarah yang selama ini beredar dan menjadi dokumen negara. Hal ini disampaikan Khoirul Anam dalam forum bedah buku Ensiklopedia NU yang digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang, Sabtu (21/6).

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)
Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis (Sumber Gambar : Nu Online)

Banyak Sejarah Perjuangan Ulama NU Tidak Tertulis

Karenanya, kata salah satu penulis Ensiklopedia NU itu, buku yang diluncurkan PBNU Mei lalu ini merupakan upaya minimalis dalam mencatat dan mendokumentasikan sejarah NU dalam membangun bangsa Indonesia.

“Ini adalah upaya minimalis, dan masih banyak cerita-cerita yang belum bisa termuat dalam buku 4 jilid ini,” beber Anam mengawali diskusi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Anam mengungkapkan, salah satu sejarah besar perjuangan ulama NU yang tidak tercatat itu adalah perjuangan pendiri NU dalam mengobarkan Resolusi Jihad dalam rangka mempertahankan Tanah Air dari ancaman penjajahan. “Ini karena orang NU tidak terlibat aktif dalam penulisan buku buku sejarah," tuturnya.

Abdul Ghofur Maimoen Zubair yang turut menjadi narasumber bedah buku itu meminta agar sejarah pendidikan di pesantren dan madrasah mendapatkan perhatian untuk ditulis. Menurutnya, metode dan kurikulum madrasah sangat unik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

”Bagaimana kurikulum pesantren dan madrasah bisa seperti itu, dari mana para kiai ulama membuat kurikulum pendidikan madrasah. Karena kurikulum madrasah lebih baik dari kurikulum yang ada sekarang,” ujar putra KH Maimoen Zubair ini.

Gus Ghofur, sapaanya, mengatakan, untuk memperkaya referensi Ensiklopedia NU perlu juga menambahakan karya khas ulama pesantren asli Indonesia yang selama ini belum terpublikasikan.

“Seperti tafsir Al-Quran 30 juz yang telah ditulis ulama pesantren Cirebon, belum lagi hadits dan kitab-kitab lain yang asli karya ulama pesantren Indonesia,” pintanya.

Sementara itu, Ketua PBNU M Imam Azis mengatakan, soal buku 4 jilid ini, pihaknya menginginkan adanya referensi sejarah nasionalisme yang bisa ditanamkan para ulama dan santri di Nusantara ini.

”Nasionalisme santri telah terbangun dan telah dirintis para ulama tidak hanya disini, tetapi jaringan membangun nasionalisme juga sudah terbangun para ulama belajar di Makkah,” tuturnya.

PBNU, lanjut Imam, ingin melacak peradaban santri yang di dalamnya NU menjadi pelopor nasionalisme. ”Peradaban santri Ahlus sunah Waljamaah, baik di Jawa, Sumatera maupun di daerah-daerah lain dan bagaimana ke depannya nanti nasionalisme dibangun,” tandasnya.

Ensiklopedia NU diluncurkan pertama kali di aula PBNU, 16 Mei 2014 atau bertepatan dengan peringatan hari lahir NU ke-91 yang jatuh pada 16 Rajab 1435 H. Ensiklopedia ini mengungkap berbagai peristilahan dalam khazanah pesantren, tradisi keislaman lokal, tokoh, fragmen sejarah, dan keorganisasian. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Sumedang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam rangka mencari dan menyeleksi bakat para qori dan huffaz, Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffaz (JQH) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang, Rabu (26/7) menyelenggarakan musabaqoh tilawatil quran (MTQ) se-Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Bakat Qori dan Hafiz, JQHNU Sumedang Selenggarakan MTQ

Kegiatan yang dikuti oleh 300 peserta ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Desa Sukamantri, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang Jawa Barat.?

Ketua PC JQHNU Kabupaten Sumedang Ahmad Jauharudin mengatakan bahwa MTQ yang diselenggarakan oleh JQH ini merupakan MTQ yang ke-4. Cabang yang dimusabaqohkan dalam MTQ tahun ini yaitu MTQ golongan anak-anak, MHQ golongan 1 dan 5 juz, serta musabaqah barzanji.?

“Kami menyadari bahwa JQHNU merupakan salah satu ruh yang ada di Nahdlatul Ulama. Oleh karena itu kami sebagai pengurus JQHNU akan terus berjuang memasyarakat Al-Quran agar NU terus hidup dan Indonesia semakin diberkahi dengan bacaan Al-Quran,” kata Ahmad.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Ketua PCNU Sumedang sekaligus pencetus kegiatan MTQ JQH di Kabupaten Sumedang H Sadulloh mengatakan, MTQ JQH NU dilaksanakan dalam rangka mencari bakat para qori dan huffadz khususnya yang ada di Kabupaten Sumedang. Hasil dari MTQ ini nanti bisa disumbangkan untuk pemerintah.

Pencarian bakat para qori dan huffaz melalui ajang MTQ JQH ini terbukti maksimal. Sebagai contoh, di tahun 2011 PC JQHNU Kabupaten Sumedang menyelenggarakan MTQ JQH ke-1.?

Para juaranya diikutsertakan dalam MTQ JQH ke tingkat selanjutnya, dan ada satu orang peserta yang menjadi juara di MTQ JQH tingkat nasional golongan 5 juz, yaitu Rifdah Farnidah (22).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lalu Rifdah Farnidah mengikuti MTQ Nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah. Pada MTQ Nasional 2016 Rifdah menjadi juara pertama cabang MHQ golongan 10 juz, dan di tahun 2017 dalam STQ Nasional yang diselenggarakan di Kalimantan Utara dapat juara 1 lagi cabang MHQ golongan 30 juz.?

“Ini sebagai bukti bahwa pencarian bakat para qori dan huffadz melalui MTQ JQH NU ini berlangsung maksimal. Oleh karena itu MTQ JQH ini harus terus istiqomah dilaksanakan. Semoga kedepannya bisa berjalan lebih baik lagi dan cabang yang dimusabaqohkan semakin banyak,” tutup Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Halaqoh, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Doa, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Kediri, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam pandangan Kepala Lembaga Pendidikan Karakter dan Agama Universitas Islam Kadiri (Uniska), keberadaan buku Khazanah Aswaja adalah referensi yang memang ditunggu khalayak. ? "Inilah buku yang kami tunggu," ? kata Dr H Imam Baehaki, Selasa (28/2).

Pandangan tersebut disampaikan Imam Baehaki pada kegiatan kajian Aswaja yang diselenggarakan kampus setempat. Apalagi buku tersebut diberi pengantar Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin, sehingga tidak perlu diragukan kandungan dan isinya.

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Uniska, Pendalaman Aswaja Kian Intensif

Sedangkan Pembantu ? Rektor III, Mustain, menyatakan, para mahasiswa butuh buku pintar Aswaja. "Buku Khazanah Aswaja akan disederhanakan agar lebih mudah dipelajari. Ya, semacam buku pintar Aswaja," katanya.?

Selanjutnya para dosen agama Islam di kampus tersebut harus mengajarkan Aswaja an-Nahdliyyah. "Karena memang kampus ini landasan dan bunyi statutanya Aswaja an-Nahdliyyah," jelasnya. ? Karena itu pula, kajian keaswajaan merupakan hal penting untuk diikuti para dosen untuk disampaikan kepada para mahasiswa.

Dan gayung pun bersambut lantaran kampus akan membuat buku ajar Aswaja bagi mahasiswa. "Karenanya, kajian awal ini akan ditindaklanjuti," jelasnya. ? Dan untuk berikutnya, tim penulis buku Khazanah Aswaja dari Aswaja NU Center Jawa Timur akan diundang kembali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan Ustadz Yusuf Suharto yang didaulat menjadi narasumber tunggal pada paparan awal ? menyampaikan ? pengertian Aswaja dan kelompoknya dengan mengutip As-Safarini. Dari pandangan tersebut dijelaskan bahwa kelompok Aswaja ada tiga: al-Atsariyah atau para pengikut Imam Ahmad ibn Hanbal, Al-Asyairah serta Al-Maturidiyyah, jelas salah seorang penulis buku tersebut.

"Al-Atsariyah yang benar adalah yang konsisten dengan ajaran Imam Ahmad ibn Hanbal, yaitu pada ghalibnya memakai metode tafwidh atau menyerahkan makna ayat mutasyabihat kepada Allah sembari mensucikan Allah dari keserupaan dengan makhluk," kata kandidat doktor UIN Maliki tersebut. Jika ada yang mengaku al-Atsariyah tapi melakukan tasybih atau tajsim, atau juga mudah mengafirkan, maka sesungguhnya itu bukan al-Atsariyah, yang berarti bukan Ahlussunnah wal Jamaah, lanjut Direktur PC Aswaja NU Center Jombang tersebut.

Penggagas kajian Aswaja, Kepala Bidang Agama Islam Uniska, yakni Dr H. Shalahuddin Fathurrahman menyatakan bahwa kajian sebagai bekal bagi sejumlah dosen agama Islam di kampus tersebut. "Agar menyelaraskan diri dalam Aswaja an-Nahdliyyah," harapnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Meme Islam, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejumlah partai politik (partai) di Jawa Timur menyatakan akan mengikuti arahan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) yang akan digelar pada pertengahan tahun ini.

Setidaknya ada empat parpol yakni PPP, PKB, Gerindra dan PKS yang telah mengeluarkan pernyataan itu.

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Parpol Nyatakan Ikut PWNU

“Mereka telah menyatakan dalam Pilgub Jatim akan mengikuti PWNU. Maksudnya kader yang didukung NU mereka akan mendukungnya. Walaupun terakhir PKS sudah kembali mundukung  Pakde Karwo,” kata Humas PWNU Jatim Norhadi dalam rilis pers yang diterima Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Selasa (1/1) kemarin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun menurut Norhadi, PWNU telah mengingatkan bahwa dalam pemilihan kepada daerah NU bukanlah di atas parpol dan bukan juga kordinator parpol, serta perannya pun berbeda parpol. 

“Memang NU tidak bisa dilepaskan dari politik. Berpolitik bagi NU mengandung arti keterlibatan warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara secara menyeluruh sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahdlatul Ulama sebagai jam’iyyah secara organisatoris tidak terikat dengan organisasi politik dan organisasi kemasyarakatan manapun juga. Namun setiap warga NU adalah warga negara yang mempunyai hak hak politiknya dilakukan secara bertanggung jawab sehingga hak politik inilah yang dapat menumbuhkan sikap warga NU hidup demokratis, konstitusional, taat hukum, tambahnya.

Pemilihan Gubernur Jawa Timur akan digelar pada Kamis, 29 Agustus 2013 mendatang. Selain itu, tahun ini juga akan ada empat Pemilihan Kepala Daerah di Jatim yakni, Kota Probolinggo, Kota Kediri, Kota Madiun dan Kota Mojokerto.

Menurut Norhadi, PWNU tetap menghimbau warga NU agar tidak terbawa arus politik praktis yang berdampak merugikan organisasi. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 31 Desember 2017

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat dihubungi, Ahad (6/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tegal, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar

Problem sosial menyusul pemulangan ribuan eks kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) masih terus menyita konsentrasi pemerintah. Ketiadaan harta benda, kehilangan lahan pekerjaan, ditambah dengan sejumlah kasus penolakan dari pihak keluarga, membuat beban penanganan ribuan eks pengikut aliran ekslusif ini makin kompleks.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melihat bahwa bagaimanapun akar persoalannya, penyelesaian masalah kemanusiaan tetap harus didahulukan. Tugas Pemerintah Daerah bukan hanya selesai di fase pemulangan dan penampungan sementara. Sebagai representasi negara, Pemerintah Daerah juga harus dapat menjamin kelanjutan kehidupan sosial-ekonomi mereka bisa kembali berjalan seperti sedia kala.

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar

Terkait hal ini, PBNU telah berkoordinasi dengan para pimpinan Pondok Pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) NU untuk menyiagakan 100 Asrama Pondok Pesantren yang tersebar di beberapa daerah lokasi pemulangan eks gafatar. Pondok-Pondok Pesantren ini disiapkan dalam upaya membantu mulai dari menampung, memulihkan, hingga meluruskan paham keagamaan eks anggota Gafatar. Melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU), NU juga siap mendampingi, apabila eks kelompok Gafatar yang sebelumnya berprofesi sebagai petani yang ingin kembali bercocok tanam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menyikapi Insiden Pembakaran Pemukiman Gafatar

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana penjelasan Polri, kelompok Gafatar merupakan perwajahan baru dari Komunitas Millah Abraham, sedangkan Komunitas Millah Abraham adalah reinkarnasi dari Al-Qiyadah Al-Islamiyah bentukan Ahmad Musadeq yang pernah mendeklarasikan diri sebagai nabi pada 2006.

Merujuk pada hasil investigasi Polri dan bukti-bukti kesesatan Ahmad Musadeq, secara paham dan ajaran, ketiga nama kelompok yang sebenarnya sama ini jelas menyebarkan aliran yang eksklusif, ekstrem, dan telah terbukti menyimpang dari ajaran Islam. Ajarannya tentang qital, fath, dan khilafah, jelas bertentangan dengan prinsip Islam rahmatan lil’alamin dan falsafah Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Terlepas dari pro-kontra mengenai insiden pengusiran anggota Gafatar oleh warga di Mempawah, Kalaimantan Barat, PBNU tetap menegaskan bahwa organisasi Gafatar dengan segala aktivitasnya harus dibubarkan. Negara tidak boleh lagi memberikan tempat bagi mereka-mereka yang anti kebhinnekaan, yang nyata-nyata merongrong NKRI dari dalam. Oleh karena itu PBNU mendesak agar aparat penegak hukum tegas dalam menindak para pimpinan dan penggerak Gafatar.

Aparat penegak hukum, dalam hal ini juga harus tegas pada pelaku perusakan dan pembakaran kampung anggota Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat. Tindakan main hakim sendiri dengan cara mengusir dan membakar juga merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa dibenarkan oleh hukum.

Jakarta, 27 Januari 2016

Ketua Umum PBNU? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekjen PBNU

KH Said Aqil Siroj? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H Helmy Faishal Zaini

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Warta, Habib Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock