Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Lombok Barat, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) telah mencapai puncak acara pada Sabtu (25/11) di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Dalam pidato di acara penutupan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memaparkan ringkasan hasil Munas dan Konbes NU yang berlangsung pada 23-25 November 2017 di Lombok kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri penutupan Munas.

Kiai Said menegaskan, hasil musyawarah para kiai ini akan segera disampaikan kepada pemerintah secara rinci sebagai bahan pengambilan kebijakan terkait sejumlah problem bangsa.

Seperti di bidang ekonomi, NU menurut Kiai Said mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatakan, ekonomi yang tidak hanya bepihak kepada konglomerat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adapun di bidang pendidikan, poin penting dalam Munas dan Konbes NU adalah mendorong disahkannya RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren dengan tetap mempertahankan kekhasan dan kurikulum pesantren,” jelas Kiai Said.

Kiai kelairan Kempek, Cirebon ini juga memaparkan hasil Munas di bidang kesehatan yang menyoroti problem gizi buruk akut (stunting) dan kaum penyandang disabiltas.

NU melalui forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, mendorong pemerintah agar menyediakan berbagai kemudahan, pendampingan, dan pengobatan serta akses kepada mereka agar tidak lagi ada diskriminasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Problem-problem penting lain banyak tertuang dalam hasil keputusan Munas dan Konbes NU 2017 yang terbagi dalam Komisi Bahtsul Masail, Rekomendasi, Program, dan Organisasi.

Munas dan Konbes NU 2017 mengangkat tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. 

Pembukaan pada Kamis (23/11) lalu dilakukan oleh Presiden Jokowi, sedangkan penutupan dilksanakan oleh Wapres JK. Sidang-sidang komisi diselenggarakan di lima pesantren, Pesantren Nurul Islam Mataram, Pesantren Darul Fallah Mataram, Pesantren Al-Halimy Lombok Barat, Pesantren Darul Hikmah Mataram, dan Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pembacaan qunut nazilah disunahkan saat umat Islam mengalami bencana alam atau bencana kemanusiaan. Qunut nazilah–sebagaimana dimaklum–dibaca setelah doa i‘tidal pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut nazilah tidak disunahkan lagi ketika bencana yang dialami umat Islam juga surut.

Qunut nazilah disunahkan dibaca ketika shalat wajib sendiri atau shalat wajib berjamaah. Pada saat membacanya, kita dianjurkan untuk menengadahkan tangan ke langit.

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pada saat doa berisi permohonan atas kebaikan untuk umat Islam maka, kita dianjurkan untuk menghadapkan kedua telapak tangan ke langit. Tetapi pada saat doa berisi permohonan keburukan untuk para penganiaya umat Islam atau berisi permohonan pelemahan pihak mereka, maka kedua telapak tangan dihadapkan ke bumi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Sunah mengangkat kedua tangan dalam qunut (nazilah) dengan menghadapkan kedua telapak tangan ke langit saat meminta kebaikan dan membalik kedua telapak tangan hingga mengarah ke bumi saat berdoa tolak bala. Hal ini berlaku pada semua doa. Tidak disunahkan mengusap muka setelah doa di dalam shalat. Afdhalnya justru tidak mengusap muka ketika shalat, lain soal kalau di luar shalat,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 1999 M/1420 H, juz I, halaman 314).

Sebagai catatan terakhir, setelah membaca doa qunut kita tidak dianjurkan bahkan dimakruh mengusah wajah. Pada prinsipnya, mengusap wajah (setelah doa) di dalam shalat dimakruh. Lain soal kalau di luar shalat. Kalau di luar shalat, kita dianjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sebuah pengajian peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Jamiyatus Sholihin Desa Dadapan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Nuril Arifin mengungkapkan terkait pola berpikir umat Islam saat ini yang menurutnya hanya berkutat seputar syariat saja. Ia juga mengibaratkan syariat sebagai kopi dalam gelas.

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Pengasuh Pondok Abdurrahman Wahid, Soko Tunggal, Jakarta itu mencontohkan tuduhan bid’ah kepada seseorang yang mengadakan shalawatan. Mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad? SAW dulu tidak pernah shalawatan. "Apa Nabi Muhammad SAW dahulu membaca tahlil, kok orang-orang NU pada membaca tahlil. Mereka juga mengatakan itu bidah," terang pria yang akrab disapa Gus Nuril itu, Ahad (8/5) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, minuman berkaleng dikatakan bidah, ngaji pakai lampu listrik dikatakan bidah. "Itu bodohnya ‘orang mengaji’, apa-apa dikatakan? bidah," sindir Gus Nuril sapaan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga mengatakan, dengan banyaknya jumlah peradaban umat Islam yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya perbedaan yang bermunculan. Menurutnya, umat Islam di Indonesia ada sebanyak 180 juta jiwa dan di antara jumlah itu hanya belajar tentang ilmu syariat saja. Padahal, baginya, belajar syariat ini hanya di putaran definisi saja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan kopi di dalam gelas, yang kata sebagian orang jika diminum membuat orang tidak mengantuk. Ada juga yang menafsirkan lain, bahwa kopi membuat perut perih. "Akhirnya orang ribut soal kopi, soal definisi kopi. Itu saja yang menjadi perselisihan. Ini yang disebut asma (nama-nama)," terangnya.

Dari asma ini, harus diangkat lagi menjadi sifat sehingga mengetahui hakikat sebenarnya. Dari syariat tadi itulah yang disebut ilmu yaqin. "Baru ilmunya saja, itu sudah kafir-kafiran. Melakukan saja belum. Kalau sudah dilakukan akan muncul yang namanya ainul yaqin. Kalau sudah tahu yang sebenarnya, maka itu disebut dengan hakikat," terang Gus Nuril.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Barisan Ansor Serbaguna (Banser) perwakilan dari beberapa Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) se-Kabupaten Rembang yang membantu proses pengamanan. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peringatan haul cikal-bakal desa Kaliwungu, Mbah Rogo Moyo kembali diadakan selama lima hari 1 – 5 Nofember mendatang. Pembukaan seluruh rangkaian kegiatan haul ditandai dengan selametan bubur syuro dan dan santunan anak yatim di Masjid jami Al Aziz Prokowinong Kaliwungu Kudus, Ahad malam (2/11)

Dalam acara yang dibuka Camat Kaliwungu Budi Utomo, sebanyak 67 yatim yang berasal dari desa itu menerima santunan masing-masing berupa uang tunai Rp 80.000 per anak dan bingkisan jajan.

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Ketua panitia Noor Yadi menjelaskan sosok Mbah Rogo Moyo merupakan tokoh yang menyebarkan dan mengembangkan dakwah agama Islam di dukuh Prokowinong Kaliwungu. Selain itu, Mbah Rogo Moyo adalah seorang ahli pertukangan yang dikenal sebagai penemu rumah adat Kudus.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Beliau juga dikenal sebagai salah satu tukang berpengaruh dalam pendopo-pendopo kabupaten pada era Bupati Kudus ketiga Raden Condronegoro," tuturnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Yadi menjelaskan peringatan haul mbah Rogo Moyo diadakan berdasarkan tahun Hijriyah tepatnya 13 Muharram. Pada tahun ini, ragam kegiatan telah dipersiapkan diantaranya bersih-bersih makam (1/11), Festival Rebana Klasik (2/11), lomba rebana modern (3/11), khotmul Quran Bin-Nadlor dan bil ghoib (5/11), kirab budaya dan buka luwur dilanjutkan pengajian bersama KH Adnan Kasogi (Kudus).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Disamping mengenang, meneladai, melestarikan nilai ketokohonya yang sederhana, mendorong dan memupuk semangat gotong-royong dan persatuan kesatuan masyarakat," terangnya.

Hadir dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kudus Sunardi, Kabid Pariwisata Dwi Sancaka, Camat Kaliwungu Budi Utomo, pengurus NU dan badan otonomnya, tokoh masyarakat setempat dan tamu undangan serta ratusan warga desa Kaliwungu.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Pemurnian Aqidah, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Fatayat ? NU Kabupaten Nganjuk menggandeng Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Nganjuk mengadakan pengajian rutin sebulan sekali di wilayah Nganjuk secara bergantian.

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Pengajian rutin setiap Ahad wage ini diisi oleh pengurus Fatayat dan Muslimat secara bergantian. Hingga kini semua kecamatan di Nganjuk sudah tersentuh.?

"Setiap Ahad wage, rutin di setiap kecamatandi wilayah Nganjuk," tutur Ketua PC Fatayat kabupaten Nganjuk ? ustadzah Tutik Malikhah di di balai desa Ngeringgin Lengkong kecamatan Lengkong Nganjuk, Ahad (14/6).

Pengajian yang dikemas dengan pembukaan, sambutan sambutan, mauidhoh hasanah dan doa ini berlangsung hidmat. Sekitar 5000 jamaah hadir dalam acara tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ustadzah Tutik Malikhah selaku ketua cabang Fatayat Nganjuk dalam sambutannya mengatakan "Selamat kepada ketua terpilih Pimpinan Cabang Muslimat NU Nganjuk periode 2015-2020, harapan beliau semoga bisa membimbing anak-anaknya yakni Fatayat, IPPNU dan bisa sinergi saling asah asih dan asuh,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan bahwa telah dibuka pabrik karung yang berada di kecamatan Lengkong dan membutuhkan tenaga kerja sekitar 50 orang dengan spesifikasi dapat menjahit, “Karenanya bagi anggota yang berminat bisa menghubungi Fatayat setempat.”

"Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran dan memberdayakan kaum wanita supaya lebih produktif, kreatif dan inovatif,” pungkas mantan ketua PC IPPNU Nganjuk. (Atik Fatmawati/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Oleh Aswab Mahasin

Kapan terakhir Anda butuh Tuhan? Dan pada saat apa Anda ingat Tuhan? Hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian, karena hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian, maka dari situ muncul seni bersabar, berikhtiar, ikhlas, kreatif, manfaat, dan sebagainya.

Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Anda ingat? Dahulu kebanyakan filosof menganggap bahwa adanya Tuhan itu hoaks, seperti; Ludwig Feuerbach yang meyakini segala konsep tentang Tuhan, malaikat, surga dan neraka adalah hasil dari proyeksi manusia itu sendiri, karena itu manusia harus mengambil kembali ke-Maha-an ke dalam dirinya. Sedangkan Sigmund Freud, agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima masyarakat.

Lain halnya dengan Karl Marx, agama adalah candu, berbeda lagi dengan Nietzche, Tuhan telah mati, begitupun dengan Sartre bahwa konsep Tuhan hanya sebagai alibi ketidaksempurnaan dan ketidakmampuan manusia semata. Sungguh, mereka hanyalah manusia-manusia penyebar hoaks tentang Tuhan dan agama, karena mereka terjebak oleh pikirannya sendiri, tanpa menyadari agungnya peciptaan Tuhan. Dalam cerpennya Taufiq el-Hakim menggambarkan, “Jari yang biasa mengukur kedalaman air di gelas, tidak mungkin mampu mengukur kedalaman air di laut.”

Di era serba berkembang sekarang, gaya hidup instan, dan berbagai perilaku menyimpang serta didukung kebiasaan serampangan—posisi Tuhan menjadi ada yang tiada, diakui eksistensinya tapi dilecehkan esensinya. Dulu, para filosof menyebarkan hoaks dengan meniadakan Tuhan, dewasa ini manusia menyebarkan hoaks atan nama Tuhan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Harus disadari, Tuhan telah memberikan bingkisan kepada manusia berupa agama sebagai jembatan manusia untuk menebarkan kebaikan. Namun, begitupun agama selalu berebut manusia agar menjadi pengikutnya, berbagai cara dan tanpa kompromi. Dari situ, tidak sedikit konflik terjadi atas nama agama, apalagi berita-berita hoaks di Medsos yang menjadikan agama sebagai “bemper”.

Medsos adalah jenis ciptaan baru dari Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Bisa juga dikatakan sebagai realisasi dari Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Hujarat [41]: 13, “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa...”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nah, dari ayat tersebut jelas, diciptakannya Medsos oleh Allah sebagai fasilitas manusia agar lebih mudah saling mengenal satu sama lain, walaupun berbeda bangsa, suku, ras, dan agama. Indikasi lainnya, kesaling-mengenalan kita di Medsos harus juga dibungkus dengan keimanan dan ketakwaan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai “hoaks-hoaks”, sama sekali tidak mencerminkan ketakwaan manusia kepada Allah SWT.

Anehnya, Medsos telah dibuat melenceng dari tujuan penciptaannya. Medsos lebih sering difungsikan sebagai media ujaran kebencian (hate speech) dan berita-berita yang membodohkan. Tapi, tidak semuanya, hanya oknum-oknum berkepentingan saja, mungkin punya agenda politik, mencari massa, mencari pengikut, atau mungkin mencari sensasi. 

Baru-baru ini kita dihebohkan oleh penangkapan kelompok “saracen”, dituding sebagai komplotan manusia penyebar hoaks—aktivitasnya; merubah konten berita, menebarkan fitnah, dan menyulut kebencian dengan menggunakan kata-kata yang tidak laik dikonsumsi publik. Tidak ketinggalan, agama dan Tuhan dijadikan dalih pertentangan ber-hoaks-ria.Sudah sebegitu parahkah hoaks di negeri ini? Mari kita renungkan bersama.

Melihat pernyataan Polri yang tersebar di berita-berita, kelompok hoaks sudah demikian berbahaya, karena hoaks sudah menjadi industri, di mana ada transaksi jual beli jasa. Harganya pun cukup fantastis, puluhan sampai ratusan juta—tergantung pesanan. Hebatnya, kelompok ini menternak sampai 800.000 akun demi menggiring opini publik. Dan siap menjatuhkan siapapun, tidak peduli walaupun sasarannya adalah agama dan Tuhannya sendiri.

Kelompok ini menurut informasi yang tersebar di berbagai lapak berita (di luar jual beli jasa), memiliki bos-bos besar, yang siap mengglontorkan money berapapun demi tepat sasaran. Bagi saya, fenomena ini aneh bin ajaib. 

Pelaku hoaks adalah orang-orang yang beragama dan berTuhan, sangat paham betul kalau fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, dan sangat paham betul tentang saudara yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan. Namun, kepentingan kelompok, kepentingan pribadi, dan kepentingan ideologi menjadi dasar mereka menutup mata, padahal di luar sana kedaiaman lebih utama daripada perpecahan.

Selain itu, menurut berita yang berkembang, salah satu pilot hoaks adalah kelompok-kelompok yang menamakan diri sebagai radikal, kepentingannya ialah di satu sisi “mungkin” politik dan di sisi lain “mungkin” supayamasyarakat menyadari bahwa paham dominan keagamaan yang berkembang di Indonesia itu salah; maksudya, berbeda agama, berbeda aliran, berbeda madzhab, berbeda organisasi, berbeda segala rupanya, harus dikaburkan pemahamannya (hanya untuk mewujdukan pemahaman, “tiada kebenaran yang lebih benar selain mereka”), tujuannya adalah agar masyarakat terperangkap isu/fitnah dan berbalik arah memuji mereka. 

Yang membuat saya “mengelus dada”, kenapa harus agama dijadikan alat pertentangan dan Tuhan di bawa-bawa untuk melegitimasi (orang tidak sepaham) masuk neraka. Menjadi aneh di sini, surga dan neraka mutlak daerah kekuasan Tuhan, meminjm istilahnya Gus Mus, “dianggapnya Tuhan itu sama seperti mereka, ketika mereka marah, Tuhan pun akan marah, ketika mereka bilang kafir, Tuhan pun akan merestui kalau itu kafir.” 

Kita sepakat, dilihat dari aspek manapun hoaks adalah tindakan yang tidak beretika/tidak bermoral/tidak berakhlak, jelas melampaui batas kemanusiaan yang wajar. Setiap saya melihat dan berselancar di Medsos rasanya pesimis Indonesia akan berkembang maju, khususnya dalam hal toleransi. Namun, melihat fakta di lapangan, khususnya di desa-desa efek dari hoaks sebenarnya masih biasa-biasa saja, belum begitu mewabah. Memang ada pengaruh, tapi belum menjalar ke taraf yang sedimikian ruwet. Di sini optimisme saya muncul kembali.

 

Oleh karena itu, sebelum hoaks menjalar ke berbagai sudut gang, dan seluruh jalanan Indonesia, harus ada antisipasi dan solusi lebih dini. Pemerintah dan aparatnya sudah bekerja sangat baik, ini penting kita apresiasi. Hanya saja, aktivitas hoaks tidak terjadi pada kelompok pemuja duit semata, banyak juga yang melakukannya secara independen, entah apa kepentinganya, yang jelas mereka sering menyulut kebencian, sama sekali tidak etis di alam Indonesia ini.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama, memang tidak mudah membendung hoaks karena ia berselancar di awang-awang. Namun, setidaknya kita memberikan pemahaman yang berimbang terhadap masyarakat, peran utamanya adalah para tokoh masyarakat, orang tua, ulama, dan guru. Saya mendukung Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang pedoman beraktifitas di Medsos, sekarang sedang diolah oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi hoaks tumbuh subur, di setiap sekolah dari tingkatan dasar sampai tinggi, harus ada sosialisasi tentang internet sehat untuk memberikan pemahaman tentang konten berita dan informasi yang bisa dipercaya dan tidak bisa dipercaya. Karena yang dibutuhkan Indonesia sekarang salah satunya adalah wacana yang berimbang, tidak menyudutkan apalagi penuh fitnah. Semoga Indonesia terhindar dari hoaks-hoaks jahanam. Amin.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) akan berusia 90 tahun pada 31 Januari 2016. Warga NU Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersiap merayakan di 14 kecamatan yang ada.

Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) melalui intruksi Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Way Kanan KH Nur Huda akan menggelar serangkaian acara serentak berkaitan dengan amaliah-amaliah Aswaja.

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

"Sementara masih diinventarisir setiap MWC akan menggelar apa. Adapun Gerakan Pemuda Ansor, sebagai rencana tindak lanjut berlatih bekam, akan menggratiskan warga sejumlah 90 orang untuk hijamah atau mengeluarkan darah kotor secara gratis pada harlah NU," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Jumat (8/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Organisasi pemuda NU di daerah yang dipimpin Pj Bupati Albar Hasan Tanjung ini dalam beberapa kesempatan mengajarkan pengobatan bekam kepada kader. Antara lain di PAC Pakuan Ratu yang juga diikuti kader dari PAC Negeri Agung dan selanjutnya akan diikuti kader PAC Kasui, Rebang Tangkas dan Banjit.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 macam penyakit’. Bekam bagi 90 warga secara gratis tersebut akan digelar PAC Pakuan Ratu yang dipimpin sahabat Bakti Ghozali," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

PCNU Way Kanan pada Ahad (10/1) akan menggelar rapat akbar dengan seluruh badan otonom dan lembaga NU setempat di kantor NU, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu untuk membahas perayaan Harlah NU. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Foto: Kader Gerakan Pemuda Ansor Pakuan Ratu dan Negeri Agung belajar bekam di Klinik Bulan Medical Center Pimpinan dr Yusuf J Mustofa Dok GP Ansor Way Kanan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Sejarah, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock