Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Lombok Barat, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) telah mencapai puncak acara pada Sabtu (25/11) di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Dalam pidato di acara penutupan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memaparkan ringkasan hasil Munas dan Konbes NU yang berlangsung pada 23-25 November 2017 di Lombok kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri penutupan Munas.

Kiai Said menegaskan, hasil musyawarah para kiai ini akan segera disampaikan kepada pemerintah secara rinci sebagai bahan pengambilan kebijakan terkait sejumlah problem bangsa.

Seperti di bidang ekonomi, NU menurut Kiai Said mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatakan, ekonomi yang tidak hanya bepihak kepada konglomerat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adapun di bidang pendidikan, poin penting dalam Munas dan Konbes NU adalah mendorong disahkannya RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren dengan tetap mempertahankan kekhasan dan kurikulum pesantren,” jelas Kiai Said.

Kiai kelairan Kempek, Cirebon ini juga memaparkan hasil Munas di bidang kesehatan yang menyoroti problem gizi buruk akut (stunting) dan kaum penyandang disabiltas.

NU melalui forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, mendorong pemerintah agar menyediakan berbagai kemudahan, pendampingan, dan pengobatan serta akses kepada mereka agar tidak lagi ada diskriminasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Problem-problem penting lain banyak tertuang dalam hasil keputusan Munas dan Konbes NU 2017 yang terbagi dalam Komisi Bahtsul Masail, Rekomendasi, Program, dan Organisasi.

Munas dan Konbes NU 2017 mengangkat tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. 

Pembukaan pada Kamis (23/11) lalu dilakukan oleh Presiden Jokowi, sedangkan penutupan dilksanakan oleh Wapres JK. Sidang-sidang komisi diselenggarakan di lima pesantren, Pesantren Nurul Islam Mataram, Pesantren Darul Fallah Mataram, Pesantren Al-Halimy Lombok Barat, Pesantren Darul Hikmah Mataram, dan Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur memberikan bekal kepada  santri Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, Jumat (27/7) kemarin.

Kegiatan yang dikemas dengan Seminar Nasional yang dibuka Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi .

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Wakil ketua LKKNU Jawa Timur, Zahrul Azhar mengatakan, santri kini juga menjadi sasaran peredaran narkoba. Karenanya kegiatan dikatakannya sekaligus untuk membentengi santri agar tidak terjebak dalam narkoba.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Seiring bergulirnya waktu, narkoba juga menyasar pesantren, dan ini harus kita antisipasi sejak dini," ujar pengasuh Ponpes Darul Ulum mengatakan.

Dalam kegiatan kemarin, sekitar seribu santri Nampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman kampus Unipdu. Sebagai Nara sumber , Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso. Dikatakannya, kesehatan reproduksi perlu dikethui remaja sejak usia dini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan informasi yang benar, diharapkan mereka memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai  proses reproduksi," terang Sudibyo seraya mengatakan Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.

Materi yang diberikan semisal bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi, pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, serta kekerasan seksual dan bagaimana mereka dengan berani menghindarinya, tandasnya.

Sementara itu, Wagub Saifullah yusuf yang juga ketua PBNU mengatakan, kalangan pesantren juga harus ikut berperan mengawasi santrinya agar tidak menjadi sasaran peredran narkotika. Karena peredaran narkotika kini sudah merambah pesantren. 

“Banyak transaksi yang juga dilakukan disekitar pesantren. Karenannya kita harus weaspada dan ikut mengantisipasi peredaran narkotika ini,”pintanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Saat Banser Mencabut Katana

Oleh Teguh Kurniawan





Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia beruntung memiliki NU. Ormas yang oleh Muhammad Rizieq Syihab dalam video ceramah di madinah di sebutnya sebagai kelompok tradisionalis. Berbicara komitmen terhadap bangsa, NU terbukti ikut berdarah mendirikan bangsa ini. 

Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Banser Mencabut Katana

Berbicara jumlah massa dan khazanah keilmuan Islam, saya bertaruh anak-anak muda NU yang belajar di Pondok Pesantren itu jauh lebih mumpuni dibanding Felix Siauw. Mereka belajar Islam dari sumber babon, ilmu tafsir, bahasa arab dan gramatikalnya, kitab fiqih lintas madzhab, ilmu hadits hingga sex education adalah makanan mereka sehari hari di Pondok Pesantren.

Kematangan pengetahuan agama, militansi jamaah, jumlah anggota, dan memiliki garis komando jelas adalah keunggulan NU yang sulit di tandingi oleh organisasi Islam manapun. Tetapi NU tidak jumawa, komitmennya selaras dengan amanah pendiri bangsa ini menjadi negara bangsa bukan negara agama. Dengan segala kelebihannya, NU adalah benteng akhir pertahanan bangsa ini. Dan ruh itu yang di jaga NU, digaungkan dalam marsnya Ya lal wathon :

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu

Belakangan ini situasi tanah air mengharuskan kekuatan NU untuk kembali bangkit. Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam anyaran seperti HTI terus-menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bid’ah, bahkan gelombang fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar.  

Namun saat provokasi ini mengancam integrasi bangsa dan eksistensi Pancasila, maka anak muda NU saatnya bergerak. Mereka bangkit melawan, musuh mereka adalah kelompok unyu-unyu pemimpi basah khilafah dan kelompok penebar benih radikalisme. Banser dan GP Ansor menunjukkan kekuatannya menjadi penjaga NKRI. Di Makassar mereka bentrok dengan HTI. Di Bogor dan Jakarta mereka menolak forum internasional khilafah HTI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras tidak memberi ruang bagi HTI dan ormas anarkis di Jatim. Di Cilacap, Banser dan GP Ansor menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di Semarang mereka menolak perilaku ormas anarkis. Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga, GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang sikapnya sama usir kelompok pemimpi khilafah

Berpuluh tahun NU menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kerangka agama yang sejuk dan berwibawa. NU ibarat klan keluarga Samurai Katsumoto dalam film The Last Samurai. Mereka adalah orang orang yang tidak pernah melupakan cikal bakal mereka, mereka setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan juga leluhur mereka. Jika kemudian NU melalui Ansor dan Banser sudah bergerak mengangkat Katana-nya, artinya isyarat bangsa sedang terdzolimi. Benih radikalisme, bibit disintegrasi bangsa, sikap intoleran, ungkapan kebencian berjamur di mana-mana. 

Bukan Banser jika hanya diam, mereka bergerak serentak menunjukan taringnya. Hal itu yang kemudian membuat orang yang membenci Pancasila dan memimpikan negara Islam merengek, lebih tepatnya mengembik. Mereka melancarkan gelombang Fitnah pada Banser, video dan beragam fitnah dilancarkan dengan masif. 

Banser berjuang sendiri, dengan kesederhanaannya. Saya membayangkan saat orang seperti Kang Nen membubarkan konvoi khilafah mungkin dikantungnya hanya ada dua batang rokok dan uang untuk beberapa liter bensin, tapi untuk Indonesia Kang Nen melakukan dengan gembira. 

Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata, kelompok radikalis dan pro khilafah telah masuk dengan masif hingga sekolah menengah, saat ini Banserlah pilar yang tersisa ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini. Menyatukan kelompok pro khilafah ini dengan NU, rasanya tidak mungkin. Keislaman NU berakar pada tradisi, sedang mereka beragama dengan insting menaklukan. 

Satunya-satunya jalan negara harus memilih, NU yang telah terbukti komitmennya atau mereka yang ingin mengganti ideologi negara. Berharap anak-anak muda NU untuk mundur mengalah, tidak ada cerita Banser mundur perang. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah gambaran keberanian Banser. Pada masa ini HTI dan ormas yang mempunyai kecenderungan anarkis lahir saja belum.  

Namun membiarkan Banser berjuang sendiri rasanya tidak bijak. Kita harus hadir berdiri bersama mereka. Kita tidak ingin adegan terakhir dalam film The Last Samurai terjadi. Teringat sebuah adegan dalam Film itu saat Nathan Algreen memberikan Katana dari klan Samurai Katsumoto yang gugur di medan perang.

Pada saat menerima Katana itu Kaisar baru menyadari bahwa pemerintah telah mengorbankan hal paling berharga dari bangsanya yaitu akar budayanya sendiri. Kita tidak ingin menitikkan air mata saat menyaksikan Katana Banser Samurai terakhir penjaga bangsa ini diserahkan. 

Saatnya kita berdiri bersama Banser ikut menjaga bangsa ini melawan radikalisme dan intoleransi. Membantu sebisa kita jangan biarkan Banser sendiri, bergandengan tangan nengucapkan kalimat Kaisar dalam film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."  Kang Nen, salam hangat secangkir kopi untukmu.

Ini adalah bagian dari artikel lama saya yang saya potong. Tulisan ini saya buat hampir setahun lalu berjudul "Banser The Last Samurai" seiring maraknya gelombang fitnah untuk Banser pasca insiden kaburnya Felix Siauw yang menolak menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila. Saya rasa tulisan ini relevan.

Penulis adalah Konsultan Media dan Aktivis Sosial.

*) Atas persetujuan penulis, tulisan opini di atas telah mengalami pengeditan di beberapa paragraf yang menyebut kata FPI.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 03 Februari 2018

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tampil cantik tentu menjadi kebutuhan dan keinginan bagi banyak perempuan. Namun, tampaknya masih belum banyak kaum perempuan yang memiliki pemahaman yang utuh tentang makna kecantikan. Bahkan, makna kecantikan itu sendiri kerap dipahami dan dipersepsi yang salah.

Kopri  PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Kondisi inilah rupanya yang melecutkan semangat Pengurus Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) PMII Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, untuk menggelar Workshop Perempuan dengan tema "Mengupas Makna Cantik dalam Diri Perempuan", Rabu (16/5).

Ketua Kopri PMII Ushuluddin, Siti Aisyah mengatakan, selama ini kecantikan hanya dipahami secara lahiriah. Sebab, kecantikan lahiriah-fisik yang seringkali dijadikan standard umum dalam meraih kebahagiaan dan perhatian bagi diri perempuan. Padahal, tegasAisyah, kecantikan lahiriah secara fisik tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Ia akan menyusut dan memudar seiring perjalanan waktu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kendati demikian, diakui mahasiswi semester VI Jurusan Perbandingan Agama itu, kecantikan fisik tetap menjadi aset sangat berharga yang juga layak dipikirkan oleh kaum perempuan agar mendapat perhatian orang. “Tapi ini bukan kecantikan sejati dan abadi,” tegas perempuan berparas ayu asal Sidorajo ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diakui, pada abad 21 ini telah tersedia beragam alat-alat kecantikan. Hampir tiap hari, muncul iklan menawarkan alat-alat kecantikan terbaru yang menghiasi beberapa media. Hanya saja, banyak yang belum mengetahui pilihan yang tepat serta tata cara penggunaannya.

“Maka kami merasa perlu memberikan pemahaman. Bagaiamana cara bermake up yang benar serta bisa memilih sesuai dengan kulit kita masing-masing,” ujar Aisyah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham disela-sela acara.

Selain itu, menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat aktivis PMII di kampus-kampus lain. Pasalnya, selama ini sangat sedikit yang menaruh perhatian dalam persoalan kecantikan dan alat-alat kecantikan.

“Ini penting. Saya kira kegiatan semacam ini baru Srikandi (baca: Kopri) PMII Ushuluddin. Yang lain belum,” kata Asiyah bangga.

Acara tersebut tampaknya mendapat respon yang luar biasa. Bukan hanya dari kalangan mahasiswi IAIN Sunan Ampel. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Ketua Jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin juga terlihat hadir bersama para dosen berbaur dengan ratusan peserta yang lain.

Hadir dalam kegiatan yang bertempat di Auditorium IAIN Sunan Ampel tersebut tiga narasumber. Yaitu dr Vikka Lestari (Dokter Spesialis Kecantikan), DR dr Hj Siti Nur Asiyah, M.Ag (Psikolog), dan Dra Yayuk Istichanah (Aktivis Perempuan Jawa Timur).

Suasana acara yang berlangsung sehari ini tampak cukup meriah. Pasalnya didukung oleh penampilan dari Hijab Class bersama MOYA, Make Up Class bersama Etty Sunanti (Owner Affadah, spesialis pernikahan muslim), serta Live Music Performance dengan Guest Star "SUNNI", Juara Girl Band Indonesia 2012.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung diikuti pelajar dari berbagai sekolah dari Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Masing-masing mempunyai karakter sendiri, salah satunya Riki Ryan Saputra yang gokil dan bisa menghibur teman-temannya.

"Di pesantren kilat BPUN ini saya lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari dari biasanya empat kali dalam seminggu," kata Riki yang suka bercanda itu, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kamis (28/4).

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Kehidupan di pesantren menurut pelajar SMAN 2 Buay Bahuga tersebut lebih lanjut adalah "Tenyadaan", singkatan dari tenteram, nyamai, damai dan sarat nilai kekeluargaan.

"Di pesantren ini para santri kecil juga suka membantu memasak, mereka seperti koki-koki cilik  yang sangat super dengan hasil makanan tak kalah super," ujar karateka sabuk coklat Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) yang pernah beberapa kali menyabet juara itu. 

Selain memberikan materi akademik, BPUN 2016 yang digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, asuhan Kiai Imam Murtadlo Suyuti selama satu bulan penuh juga memberikan bimbingan ruhani istiqomah, kepemimpinan, keberagaman yang ramah dan mengajarkan kecakapan hidup, salah satunya jurnalistik. (Rio Irawan/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Fatayat ? NU Kabupaten Nganjuk menggandeng Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Nganjuk mengadakan pengajian rutin sebulan sekali di wilayah Nganjuk secara bergantian.

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Pengajian rutin setiap Ahad wage ini diisi oleh pengurus Fatayat dan Muslimat secara bergantian. Hingga kini semua kecamatan di Nganjuk sudah tersentuh.?

"Setiap Ahad wage, rutin di setiap kecamatandi wilayah Nganjuk," tutur Ketua PC Fatayat kabupaten Nganjuk ? ustadzah Tutik Malikhah di di balai desa Ngeringgin Lengkong kecamatan Lengkong Nganjuk, Ahad (14/6).

Pengajian yang dikemas dengan pembukaan, sambutan sambutan, mauidhoh hasanah dan doa ini berlangsung hidmat. Sekitar 5000 jamaah hadir dalam acara tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ustadzah Tutik Malikhah selaku ketua cabang Fatayat Nganjuk dalam sambutannya mengatakan "Selamat kepada ketua terpilih Pimpinan Cabang Muslimat NU Nganjuk periode 2015-2020, harapan beliau semoga bisa membimbing anak-anaknya yakni Fatayat, IPPNU dan bisa sinergi saling asah asih dan asuh,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan bahwa telah dibuka pabrik karung yang berada di kecamatan Lengkong dan membutuhkan tenaga kerja sekitar 50 orang dengan spesifikasi dapat menjahit, “Karenanya bagi anggota yang berminat bisa menghubungi Fatayat setempat.”

"Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran dan memberdayakan kaum wanita supaya lebih produktif, kreatif dan inovatif,” pungkas mantan ketua PC IPPNU Nganjuk. (Atik Fatmawati/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 21 Januari 2018

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rais Aam Idarah Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfi Bin Ali Bin Yahya menegaskan bahwa kadar bobot cinta seseorang kepada bangsanya tergantung kecintaannya kepada tanah airnya. Dan sebaliknya kadar bobot cinta seseorang terhadap tanah airnya tergantung kecintaannya terhadap bangsanya.

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Nuzulul Qur’an Habib Luthfi di Istana Negara

Hal ini disampaikan Habib Luthfi saat menyampaikan mauidzatul Hasanah yang bertemakan Harmoni Al Quran dalam Kebhinekaan pada Peringatan Nuzulul Quran yang dilaksanakan di Istana Negara di Jakarta, Senin (12/6) malam.

"Semoga kita tidak mudah terprovokasi segala bentuk yang akan memecah belah umat dan bangsa," harapnya pada Acara yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla ini.

Habib Luthfi juga berharap Bangsa Indonesia pada umumnya dan umat Islam pada khususnya tidak akan menjadi bangsa dan umat yang mengecewakan serta memalukan para leluhur, ulama dan para pejuang yang ikut andil besar dalam memerdekaan bangsa Indonesia dihadapan Allah SWT.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ulama kharismatik ini mengatakan juga bahwa ia kadang bertanya kepada diri sendiri tentang sejauh mana pernah ikut andil dalam memerdekakan atau mengisi kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia ini.

"Seharusnya kita mensyukuri apa yang diberi Allah SWT didalam menjaga keutuhan dan melestarikan sehingga melahirkan regenerasi siap untuk menjawab tantangan ummat dan bangsa yang telah dicontohi oleh terutama Wali Sembilan yang ada di Indonesia ini," tegasnya.

Walaupun para Wali Songo telah meninggal dunia, lanjut Habib Luthfi, namun ada hal yang tidak bisa dipungkiri sampai sekarang bahwa mereka masih mampu menjaga persatuan dan kesatuan serta menjaga ukhuwah umat.

"Yang datang, yang kumpul bisa diajak dekat dengan Allah SWT membaca Al Quran, tahlil dan bisa membuat ekonomi kerakyatan di lingkungannya. Padahal beliau sudah meninggal 500 tahun yang lalu," katanya.

Menurutnya, semua itu merupakan perjuangan para Wali Songo yang telah meninggalkan tapak tilas dan jejak yang mempunyai kandungan-kandungan mutiara yang tiada tara harganya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada para pemimpin kita, ulama kita, tokoh kita dalam mengemban amanat bangsa ini untuk menuju Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur sehingga dijauhkan cobaan dari Allah SWT," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock