Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelantikan di Gedung Balai Kota, Jumat (29/4) lalu. Kepengurusan IPNU DKI Jakarta, Muhammad Muhadzab ketua terpilih masa khidmah 2016-2019 ini langsung dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU, Asep Irfan Mujahid. Sedangkan Ketua IPPNU DKI Jakarta masa khidmah 2015-2018, Nur Hamidah Wahid dilantik oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat IPPNU, Puti Hasni.?

Hadir dalam pelantikan tersebut, Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah yang saat ini berdinas sebagai Sekda Pemprov DKI Jakarta, ia juga didampingi oleh KH. Syamsul Maarif (PWNU DKI Jakarta). Selain itu hadir pula Hasan Habibi (Pustekkom Kemendikbud RI), dan Ubaidillah Sadewa (KPI D DKI Jakarta).

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU DKI Jakarta Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Dalam sambutannya, H Saefullah mengapresiasi pelantikan yang dilakukan Pimpinan Pusat IPNU dan IPPNU yang sebenarnya kepengurusan Pimpinan Pusat tersebut baru dikukuhkan bulan Maret kemaren. Ia berharap pelantikan terus dilakukan Pimpinan Pusat hingga ke tingkat kota-kota di DKI Jakarta ataupun di daerah-daerah.?

Selain itu, H Saefullah memberikan kabar gembira untuk pelajar Jakarta bahwa Pemprov DKI Jakarta memberikan program KJP Lanjutan di tahun 2016 ini. Program ini diperuntukkan bagi pelajar menengah yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri.

"Siapa saja warga Jakarta yang tamatan SMA atau Madrasah Aliyah yang ingin meneruskan ke pertuguran tinggi negeri, maka biaya pendidikannya dan biaya hidupnya ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kesempatan pelantikan ini, Ketua PW IPNU DKI Jakarta mengungkapkan bahwa pelajar NU Jakarta dalam waktu dekat akan merealisasikan program publikasi pelajar Jakarta berbasis web. Program ini akan diwujudkan dengan cara para pengurus menyambangi berbagai sekolah.

“Ini program jangka panjang yang bertujuan selain sebagai publikasi, juga sebagai wadah agar pelajar NU di Jakarta maupun pelajar pada umumnya untuk belajar menulis. Hal ini sangat terkait dengan penyebaran paham Aswaja di kalangan pelajar melalui media,” ujar Muhadzab.

Nantinya, lanjut alumnus STAINU Jakarta ini, para pelajar di berbagai sekolah akan diarahkan pada satu domain khusus yakni pelajarjakarta.com. “Masing-masing akan menginduk hosting dan domain di situ,” jelasnya. (Frachman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur memberikan bekal kepada  santri Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan tentang bahaya Narkoba dan HIV/Aids, Jumat (27/7) kemarin.

Kegiatan yang dikemas dengan Seminar Nasional yang dibuka Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf. Gus Ipul juga memberikan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi .

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

LKKNU Jatim Bekali Santri Bahaya Narkoba

Wakil ketua LKKNU Jawa Timur, Zahrul Azhar mengatakan, santri kini juga menjadi sasaran peredaran narkoba. Karenanya kegiatan dikatakannya sekaligus untuk membentengi santri agar tidak terjebak dalam narkoba.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Seiring bergulirnya waktu, narkoba juga menyasar pesantren, dan ini harus kita antisipasi sejak dini," ujar pengasuh Ponpes Darul Ulum mengatakan.

Dalam kegiatan kemarin, sekitar seribu santri Nampak antusias mengikuti kegiatan yang digelar di halaman kampus Unipdu. Sebagai Nara sumber , Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Sudibyo Alimoeso. Dikatakannya, kesehatan reproduksi perlu dikethui remaja sejak usia dini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan informasi yang benar, diharapkan mereka memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung jawab mengenai  proses reproduksi," terang Sudibyo seraya mengatakan Remaja perlu mengetahui kesehatan reproduksi serta berbagai faktor yang ada di sekitarnya.

Materi yang diberikan semisal bahaya narkoba dan miras pada kesehatan reproduksi, pengaruh sosial dan media terhadap perilaku seksual, serta kekerasan seksual dan bagaimana mereka dengan berani menghindarinya, tandasnya.

Sementara itu, Wagub Saifullah yusuf yang juga ketua PBNU mengatakan, kalangan pesantren juga harus ikut berperan mengawasi santrinya agar tidak menjadi sasaran peredran narkotika. Karena peredaran narkotika kini sudah merambah pesantren. 

“Banyak transaksi yang juga dilakukan disekitar pesantren. Karenannya kita harus weaspada dan ikut mengantisipasi peredaran narkotika ini,”pintanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Saat Banser Mencabut Katana

Oleh Teguh Kurniawan





Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia beruntung memiliki NU. Ormas yang oleh Muhammad Rizieq Syihab dalam video ceramah di madinah di sebutnya sebagai kelompok tradisionalis. Berbicara komitmen terhadap bangsa, NU terbukti ikut berdarah mendirikan bangsa ini. 

Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Banser Mencabut Katana (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Banser Mencabut Katana

Berbicara jumlah massa dan khazanah keilmuan Islam, saya bertaruh anak-anak muda NU yang belajar di Pondok Pesantren itu jauh lebih mumpuni dibanding Felix Siauw. Mereka belajar Islam dari sumber babon, ilmu tafsir, bahasa arab dan gramatikalnya, kitab fiqih lintas madzhab, ilmu hadits hingga sex education adalah makanan mereka sehari hari di Pondok Pesantren.

Kematangan pengetahuan agama, militansi jamaah, jumlah anggota, dan memiliki garis komando jelas adalah keunggulan NU yang sulit di tandingi oleh organisasi Islam manapun. Tetapi NU tidak jumawa, komitmennya selaras dengan amanah pendiri bangsa ini menjadi negara bangsa bukan negara agama. Dengan segala kelebihannya, NU adalah benteng akhir pertahanan bangsa ini. Dan ruh itu yang di jaga NU, digaungkan dalam marsnya Ya lal wathon :

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu

Belakangan ini situasi tanah air mengharuskan kekuatan NU untuk kembali bangkit. Selama ini NU lebih banyak diam ketika dalam banyak kesempatan kelompok Islam anyaran seperti HTI terus-menerus menuding kaum selain mereka sebagai kafir. Dengan seenaknya mereka memvonis negeri ini sebagai negeri thoghut dan kafir, tidak pakai hukum Allah. Gerakan Islam Nusantara dihujat, NU sebagai jamaah liberal, penyembah kubur, tukang bid’ah, bahkan gelombang fitnah dialamatkan pada pucuk pimpinan NU, tetapi NU masih bersabar.  

Namun saat provokasi ini mengancam integrasi bangsa dan eksistensi Pancasila, maka anak muda NU saatnya bergerak. Mereka bangkit melawan, musuh mereka adalah kelompok unyu-unyu pemimpi basah khilafah dan kelompok penebar benih radikalisme. Banser dan GP Ansor menunjukkan kekuatannya menjadi penjaga NKRI. Di Makassar mereka bentrok dengan HTI. Di Bogor dan Jakarta mereka menolak forum internasional khilafah HTI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jombang, Tulungagung, Jember, Sidoarjo dan Surabaya sudah menyatakan dengan keras tidak memberi ruang bagi HTI dan ormas anarkis di Jatim. Di Cilacap, Banser dan GP Ansor menyerukan HTI untuk kembali ke ajaran Islam yang sebenarnya. Di Semarang mereka menolak perilaku ormas anarkis. Di Takalar GP Ansor dan Banser, gagalkan konvoi HTI. Di Bandung, mereka menolak deklarasi HTI. Di Purbalingga, GP Ansor dan Banser hampir saja bentrok dengan HTI. Di Rembang sikapnya sama usir kelompok pemimpi khilafah

Berpuluh tahun NU menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia dalam kerangka agama yang sejuk dan berwibawa. NU ibarat klan keluarga Samurai Katsumoto dalam film The Last Samurai. Mereka adalah orang orang yang tidak pernah melupakan cikal bakal mereka, mereka setia pada tanah kelahiran, adat istiadat, dan juga leluhur mereka. Jika kemudian NU melalui Ansor dan Banser sudah bergerak mengangkat Katana-nya, artinya isyarat bangsa sedang terdzolimi. Benih radikalisme, bibit disintegrasi bangsa, sikap intoleran, ungkapan kebencian berjamur di mana-mana. 

Bukan Banser jika hanya diam, mereka bergerak serentak menunjukan taringnya. Hal itu yang kemudian membuat orang yang membenci Pancasila dan memimpikan negara Islam merengek, lebih tepatnya mengembik. Mereka melancarkan gelombang Fitnah pada Banser, video dan beragam fitnah dilancarkan dengan masif. 

Banser berjuang sendiri, dengan kesederhanaannya. Saya membayangkan saat orang seperti Kang Nen membubarkan konvoi khilafah mungkin dikantungnya hanya ada dua batang rokok dan uang untuk beberapa liter bensin, tapi untuk Indonesia Kang Nen melakukan dengan gembira. 

Ancaman terhadap NKRI sudah begitu nyata, kelompok radikalis dan pro khilafah telah masuk dengan masif hingga sekolah menengah, saat ini Banserlah pilar yang tersisa ketika gelombang virus radikalisme menyerbu negeri ini. Menyatukan kelompok pro khilafah ini dengan NU, rasanya tidak mungkin. Keislaman NU berakar pada tradisi, sedang mereka beragama dengan insting menaklukan. 

Satunya-satunya jalan negara harus memilih, NU yang telah terbukti komitmennya atau mereka yang ingin mengganti ideologi negara. Berharap anak-anak muda NU untuk mundur mengalah, tidak ada cerita Banser mundur perang. Pertempuran 10 November 1945 di Surabaya adalah gambaran keberanian Banser. Pada masa ini HTI dan ormas yang mempunyai kecenderungan anarkis lahir saja belum.  

Namun membiarkan Banser berjuang sendiri rasanya tidak bijak. Kita harus hadir berdiri bersama mereka. Kita tidak ingin adegan terakhir dalam film The Last Samurai terjadi. Teringat sebuah adegan dalam Film itu saat Nathan Algreen memberikan Katana dari klan Samurai Katsumoto yang gugur di medan perang.

Pada saat menerima Katana itu Kaisar baru menyadari bahwa pemerintah telah mengorbankan hal paling berharga dari bangsanya yaitu akar budayanya sendiri. Kita tidak ingin menitikkan air mata saat menyaksikan Katana Banser Samurai terakhir penjaga bangsa ini diserahkan. 

Saatnya kita berdiri bersama Banser ikut menjaga bangsa ini melawan radikalisme dan intoleransi. Membantu sebisa kita jangan biarkan Banser sendiri, bergandengan tangan nengucapkan kalimat Kaisar dalam film The Last Samurai, "We can be modern country, we are wearing western clothes, we have railway, but we cannot forget WHO WE ARE."  Kang Nen, salam hangat secangkir kopi untukmu.

Ini adalah bagian dari artikel lama saya yang saya potong. Tulisan ini saya buat hampir setahun lalu berjudul "Banser The Last Samurai" seiring maraknya gelombang fitnah untuk Banser pasca insiden kaburnya Felix Siauw yang menolak menandatangani surat pernyataan setia pada Pancasila. Saya rasa tulisan ini relevan.

Penulis adalah Konsultan Media dan Aktivis Sosial.

*) Atas persetujuan penulis, tulisan opini di atas telah mengalami pengeditan di beberapa paragraf yang menyebut kata FPI.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 31 Januari 2018

Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet

KH Abdullah Abbas dan KH Abdul Karim (Mbah Manab) adalah tokoh besar dalam sejarah Nahdlatul Ulama. Kiai Abbas terkenal tak hanya sebagai kiai yang alim tapi juga ‘jadug’ alias ahli kanuragan asal Buntet, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai salah satu murid utama Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, Kiai Abbas bahkan mendapatkan kepercayaan sepenuhnya untuk menjadi panglima perang bersejarah bangsa Indonesia di Surabaya, 10 November 1945. Pertempuran yang sedianya dimulai pada satu hari sebelumnya, namun oleh Mbah Hasyim diundur sampai menunggu kedatangan sang macan dari Cirebon, Kiai Abbas Buntet.

Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet (Sumber Gambar : Nu Online)
Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet (Sumber Gambar : Nu Online)

Antara Mbah Manab Lirboyo dan Mbah Abbas Buntet

Mbah Abbas tercatat sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah besar bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan melawan penjajah pada 10 November yang hingga kini diperingati sebagai hari pahlawan. 

Beda Mbah Abbas, beda Mbah Manab Lirboyo. Bila Mbah Abbas dikenal secara luas namanya di hampir seluruh penjuru Indonesia, Mbah Manab lebih cenderung mastur (tertutupi). Mbah Manab adalah sosok kiai di balik layar, beliau hampir tidak pernah diberitakan secara luas di khalayak. Peran beliau lebih banyak terlihat mengasuh para santri di dalam pesantren. Namun kecintaannya kepada tanah air tidak diragukan lagi. Terbukti dalam masa-masa menghadapi para penjajah, para santri Lirboyo asuhan beliau juga banyak yang diutus untuk terlibat perang melawan tentara sekutu. 

Mbah Manab yang sekarang lebih dikenal dengan nama KH Abdul Karim adalah ulama yang ‘alim ‘allamah (cendekia yang sangat alim). Beliau menguasai ilmu-ilmu agama dalam berbagai macam fan. Di antara ilmu-ilmu agama yang beliau kuasai, yang paling tampak dari beliau adalah kepiawannya di bidang ilmu nahwu dan sharaf (gramatika Arab).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepakaran Mbah Manab di bidang nahwu dan sharaf diakui oleh para ulama besar di bumi Nusantara, termasuk oleh KH Kholil Bangkalan dan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Bahkan, ayahanda mendiang Gus Dur yang juga dikenal sebagai pahlawan nasional, KH Abdul Wahid Hasyim juga berguru kepada Mbah Manab untuk mengaji kitab Alfiyyah Ibnu Malik, sebuah karya besar Imam Ibnu Malik tentang gramatika Arab yang tidak asing lagi di kalangan para santri. Menurut riwayat dari cicitnya Mbah Manab, yaitu KH Ibrahim Ahmad Hafizh, Mbah Wahid Hasyim belajar Alfiyyah kepada Mbah Manab hanya ditempuh dalam waktu satu minggu.

Banyak kiai-kiai pada waktu itu merekomendasikan para santri yang berniat mengaji ilmu gramatika Arab agar belajar langsung kepada Mbah Manab. Kepakaran Mbah Manab di bidang nahwu dan sharaf sudah tampak sejak beliau mesantren di Bangkalan dan Tebuireng. 

Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari misalnya, beliau merekomendasikan KH Abbas Buntet untuk ‘sorogan’ mengaji kitab kepada Mbah Manab di Pesantren Lirboyo. Saran dan petunjuk Mbah Hasyim tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh Mbah Abbas. Kiai Abbas merasa ‘marem’ (puas) belajar membaca kitab di bawah bimbingan Mbah Manab. Banyak pelajaran dan ilmu berharga yang didapat Mbah Abbas saat mengaji kepada Mbah Manab. Kiai Abbas digemleng oleh Mbah Manab di pesantren Lirboyo hingga menjadi kiai yang alim.

Selepas pulang dari pesantren Lirboyo, kiai Abbas kembali ke tanah kelahirannya di Cirebon untuk berkiprah di masyarakat. Kiai Abbas di tanah kelahirannya banyak merekomendasikan anak-anak muda di Cirebon untuk mesantren di Lirboyo Kediri. Sejak saat itu, santri-santri asal Cirebon mulai banyak berdatangan di Lirboyo. Hingga kini Pesantren Lirboyo menjadi salah satu pesantren terbesar di Nusantara dengan jumlah santri dan alumni yang menyebar di mana-mana. Dan di antara ribuan santri di Lirboyo, banyak santri yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Hal tersebut tidak lepas dari peran Kiai Abbas mengenalkan sosok kiainya, Mbah Manab kepada wali santri di Cirebon.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Riwayat tentang Mbah Hasyim yang menyarankan Mbah Abbas mesantren di Lirboyo juga didapatkan penulis dari cicitnya Mbah Manab, KH Ibrahim Ahmad Hafizh.

Demikianlah hubungan antara Kiai Manab dan Kiai Abbas, hubungan antara santri dan kiai yang berjasa besar melahirkan generasi ulama dan tokoh perjuangan yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan negara. Ketokohan Kiai Abbas Buntet yang begitu terkenal, tidak lepas dari gemblengan sang kiai ‘mastur’, KH Abdul Karim Lirboyo. Benar kata para ulama, “Kam min masyhurin bibarakatil mastur (banyak tokoh yang terkenal berkat sentuhan sosok di balik layar).”

Untuk kedua guru dan masyayikh kita, KH Abdul Karim dan KH Abdullah Abbas, mari kita hadiahkan bacaan surat al-Fatihah... (M. Mubasysyarum Bih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) digelar PC GP Ansor Way Kanan Lampung diikuti pelajar dari berbagai sekolah dari Kabupaten Way Kanan, Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Masing-masing mempunyai karakter sendiri, salah satunya Riki Ryan Saputra yang gokil dan bisa menghibur teman-temannya.

"Di pesantren kilat BPUN ini saya lebih sering mandi, setidaknya dua kali sehari dari biasanya empat kali dalam seminggu," kata Riki yang suka bercanda itu, di Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kamis (28/4).

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Siswa Karateka saat Ikuti Pesantren Kilat BPUN Ansor Way Kanan

Kehidupan di pesantren menurut pelajar SMAN 2 Buay Bahuga tersebut lebih lanjut adalah "Tenyadaan", singkatan dari tenteram, nyamai, damai dan sarat nilai kekeluargaan.

"Di pesantren ini para santri kecil juga suka membantu memasak, mereka seperti koki-koki cilik  yang sangat super dengan hasil makanan tak kalah super," ujar karateka sabuk coklat Kushin Ryu M Karate Do Indonesia (KKI) yang pernah beberapa kali menyabet juara itu. 

Selain memberikan materi akademik, BPUN 2016 yang digelar di Pesantren Assiddiqiyah 11, asuhan Kiai Imam Murtadlo Suyuti selama satu bulan penuh juga memberikan bimbingan ruhani istiqomah, kepemimpinan, keberagaman yang ramah dan mengajarkan kecakapan hidup, salah satunya jurnalistik. (Rio Irawan/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nusantara, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Ahmad Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus mengisi Dialog Budaya Kebangsaan dalam rangka Closing Dies Natalis Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Semarang (Unnes), Ahad (8/11). Gus Mus menjelaskan bagaimana bersikap sebagai muslim Indonesia yang teguh mempertahankan tradisi dan budayanya.

"Sering saya katakan dimanapun, bahwa kita ini adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang kebetulan berada di Indonesia," terang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah ini.

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Jelaskan Bagaimana Bersikap sebagai Muslim Indonesia

Gus Mus menuturkan, masyarakat Indonesia tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku mereka sudah mencerminkan kehidupan yang dianjurkan oleh Rasulullah. "Saat ini banyak orang yang sedikit-sedikit menggunakan dalil, sedikit-sedikit tanya dalilnya apa, itu orang yang baru mengenal dalil," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai yang juga dikenal sebagai Budayawan ini menggambarkan kehidupan masyarakat desa yang dengan rukun saling tolong menolong dengan tetangganya. "Orang desa tidak membutuhkan dalil, tetapi tingkah laku yang meraka lakukan telah membudaya. Dan itu semua merupakan implementasi dalil-dalil," tegasnya lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sehingga konsep tersebut merupakan Islam Indonesia, lanjutnya, adalah ajaran Islam yang senantiasa telah membudaya dalam kehidupan bermasyarakat.?

"Islam Indonesia pada zaman Soekarno sangat dihargai dimata dunia karena dengan bangganya Soekarno menyuarakan tentang Islam di Indonesia hingga pada sidang PBB pun beliau menggunakan dalil untuk meyakinkan bahwa Islam di Indonesia besar, sehingga saya sangat bangga memakai peci Soekarno ini," ungkap Gus Mus sambil menunjuk peci hitam yang beliau kenakan.

Gus Mus menandaskan, selain harus bangga dengan identitas, tradisi, dan budayanya, bangsa Indonesia juga harus sadar akan tantangan-tantangan besar ke depannya. (Mazid/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU

Lampung Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Safari Ramadhan 1438 H / 2017 M ke tujuh ranting NU, yakni ranting NU Sritejokencono, Saptomulyo, Nambahrejo, Sumberrejo, Purworejo, Kotagajah, dan Kotagajah Timur.

“Safari Ramadhan ini terlaksana dalam rangka momentum memuliakan bulan yang penuh berkah, wahana silaturahmi antarsesama Muslim wabil khusus nahdliyyin yang ada di wilayah Kecamatan Kotagajah, sekaligus memperkuat pemahaman dan mengamalkan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah dalam kehidupan sehari-hari,” kata H Siswanto selaku Ketua Rombongan Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa Ranting Sumberrejo, Kamis (8/6) malam.

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU

“Kami sengaja dari MWCNU Kecamatan Kotagajah ingin bersinergi dengan pihak aparat Kecamatan Kotagajah dalam Safari ini supaya lebih kompak dalam mensyiarkan agama Islam yang ramah dan toleran,” imbuh Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Kotagajah itu.

Camat Kotagajah Eduart Hartono mengatakan, mengajak pada generasi muda Islam agar berhati-hati dalam dua hal, pertama, bahaya narkoba yang semakin merajalela, kedua, gerakan Islam yang radikal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ini yang harus kita waspadai, gerakan yang menentang Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hati-hati dengan gerakan Islam yang nyleneh-nyleneh,” kata Hartono.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berikut titik lokasi Safari Ramadhan MWCNU Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun 1438 H / 2017 M, yaitu Selasa (6/6) di Masjid Al-Huda Ranting NU Nambahrejo, Rabu (7/6) Masjid Al-Hikmah Ranting NU Sritejokencono, Kamis (8/6) Masjid Jami’ At-Taqwa Ranting NU Sumberrejo, Sabtu, (10/6) Masjid Nurul Hidayah Ranting NU Kotagajah, Ahad, (11/6) Masjid At-Taqwa Ranting NU Kotagajah Timur, Senin (12/6) Masjid Misbahuttaqwa Ranting NU Purworejo dan Selasa (13/6) Masjid Baituttaqwa Ranting NU Saptomulyo.

Turut hadir dalam agenda Safari Ramadhan MWCNU Kotagajah Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Zainuri, Ketua MUI Kotagajah H Ali Mustofa, Ketua MWC LP Ma’arif? NU Kotagajah KH M Baedlowi, Dewan Pengasuh Pesantren Nurul ‘Ulum Kiai Andi Ali Akbar, Camat Kotagajah Eduart Hartono, para kepala UPTD, Kepala KUA Kotagajah, para kepala kampung, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Lembaga Pendidikan Ma’arif? NU, dan Banser. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Pahlawan, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock