Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kelompok-kelompok yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila tampaknya kian berani menampilkan diri. Kalau ini tidak diantisipasi oleh semua pihak, maka potensi desintegrasi bangsa dan konflik horizontal dikalangan masyarakat sangat mungkin terjadi.?

Hal itu dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, Khoirun Huda disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor yang dilaksanakan di SDIT Al-Itqon Balaraja, Sabtu (21/5).?

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa PKD ini dimaksudkan untuk mencetak para pemimpin muda yang memiliki wawasan dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah Waljama’ah yang kuat serta nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pemuda. “Penanaman nilai-nilai islam Rahmatalil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat insyaallah dapat menangkal penetrasi faham-faham transnasioanal yang secara masif dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pancasila,” tambahnya.

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, kader GP Ansor juga harus memiliki ? nilai-nilai kebangsaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang selama ini dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yakni toleran (tasammuh), seimbang dalam segala hal (tawazzun), Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), iktidal (tegak lurus).

Sementara Ketua PC NU Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi memberikan amanat bahwa Ansor harus lebih intens melakukan kegiatan-kegiatan pengkaderan. Dia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap NKRI juga menjadi tantangan bagi GP Ansor. “Ansor harus lebih siap dan waspada, karena ancaman terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah, NKRI dan Pancasila tidak hanya datang dari kelompok-kelompok radikalisme kanan, tapi juga dari kelompok radikalisme kiri,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa (24/5) ini diisi dengan berbagai pengetahuan dan wawasan tentang keNUan, Aswaja, kepemimpinan dan materi-materi yang bersifat kebangsaan.

Pelatihan yang mengambil tema “ Menciptakan Kader Muda NU yang Handal, Profesional dan Militan untuk Mengawal Keutuhan NKRI” tersebut diikuti tidak kurang 150 peserta yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang. (Huda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ustadzah kenamaan Mama Dedeh, Selasa (28/4), di Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, menyambut baik kenang-kenangan madu Gerakan Pemuda Ansor setempat.

"Terima kasih, saya terima madunya, semoga mendapat berkah dan kebaikan," ujarnya singkat setelah menerima madu diserahkan dari Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra di depan rumah dinas bupati setempat.

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Mama Dedeh hadir ke daerah itu untuk mengisi taushiyah HUT ke-16 Kabupaten Way Kanan yang dihadiri puluhan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari 14 kecamatan di Way Kanan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Pimpinan cabang GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat meluncurkan "Madu Way Kanan" pada 13 November 2014 di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi, tepatnya di kilometer 5 Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Upaya peluncuran usaha itu dilakukan mengingat madu adalah merupakan obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di samping madu juga merupakan sarana untuk kesehatan sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya untuk selalu minum madu.

"Insya Allah Madu Way Kanan tersebut bukan madu-maduan. Madu yang didapatkan dari hutan tersebut sudah diuji sebelum dikemas," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan.

Berikut cara mengetes madu yang akurat dan sulit dikelabui para pemalsu madu. Ambil sesendok atau segelas madu dan selanjutnya direbus hingga mendidih. Madu asli setelah dingin akan tetap cair namun untuk madu palsu akan mengeras menjadi gulali hingga muncul campuran-campuran lainnya.

Madu asli juga bisa dites dengan sepotong ikan, caranya, masukan sepotong ikan pada segelas madu lalu tutup rapat agar tidak ada udara masuk selama 2 minggu. Jika madu asli maka ikan akan mengecil dan menjadi pucat namun tidak berbau. Tapi jika madu tersebut palsu,ikan berukuran tetap, namun warna berubah menjadi hitam dan berbau busuk.

"Usaha madu tersebut merupakan langkah awal GP Ansor Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha bagi kader Ansor. Dijual variatif, dari Rp25 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ukuran dan dijamin berkualitas, tidak berkualitas uang kembali. Hasil dari penjualan, 2,5 persen disumbangkan kepada anak yatim yang akan dititipkan melalui Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu. Bagi yang berminat membeli Madu Way Kanan bisa menghubungi 081273501925," ujar Gatot. (Red: Mahbib)

Foto: Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra menyerahkan sebotol madu binaan GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat kepada Mama Dedeh.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pemahaman santri terhadap dunia usaha harus ditanamkan sejak dini. Agar setelah lulus nanti mereka siap untuk berkiprah dengan usaha yang bervariasi.

Setelah sukses melangsungkan senam sepuluh ribu santri di tiga kota, Pasuruan dan Jombang, hari ini Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan acara serupa di Alun-alun Jember (5/5).

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Dalam jumpa persnya di Hotel Bintang Mulia Jember, pengurus HIPSI Pusat, So Good Food serta sejumlah artis pendukung melangsungkan konferensi pers. Kepada sejumlah media cetak dan elektronik, HIPSI menandaskan bahwa kegiatan senam ini sebagai puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami menyelenggarakan road show pemahaman kewirausahaan ke sejumlah pesantren dan kampus di Jember," kata Mochammad Ghozali kepada wartawan tadi malam. Ketua Umum HIPSI Pusat ini menandaskan bahwa ada sejumlah kampus dan pesantren yang dijadikan sosialisasi bagi semangat kewirausahaan ini. 

"Untuk kampus, kami menggandeng  Universitas Negeri Jember dan Sekolah Tinggi Institut Agama Islam Negeri," katanya. Sedangkan untuk pesantren yakni Pesantren Nurul Islam, Pesantren Al-Qadiri, Pesantren Al-Badri serta Pesantren Darul Hikmah.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun berbeda dengan dua kota sebelumnya, kegiatan road show ke sejumlah pesantren ini tidak sama. "Tidak semata memberikan motivasi tentang pentingnya dunia kewirausahaan, juga kami berikan kesempatan mengolah makanan siap saji dari kreasi mereka," lanjutnya.

Dari sejumlah pesantren ini, ada lima tim juru masak yang mengolah sejumlah menu makanan. "Dari lima tim itu dipilih dua tim terbaik," tandasnya. Dan dari delapan tim ini akan dilombakan pada kegiatan senam sepuluh ribu santri untuk dipilih yang terbaik.

"Ternyata saat para santri membuat makanan dengan kreasi sendiri, rasanya juga lumayan lezat," kata Willy yang mewakili pihak So Good Food. "Ini sangat membanggakan," lanjutnya.

Puncak kegiatan pengenalan dunia kewirausahaan ini akan dipungkasi di alun-alun Jember. "Ada sekitar sepuluh ribu santri yang hadir," kata Mohammad Arif dari HIPSI Jawa Timur. 

"Semua adalah utusan dari sejumlah pesantren yang ada di sekitar Jember," katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, semangat kewirausahaan akan diimbangi dengan kian kondusifnya kesehatan para santri. 

"Perpaduan antara semangat usaha dan badan yang sehat adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk bisa menjadi pengusaha sukses," tandas Mochammad Ghozali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sebuah pengajian peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Jamiyatus Sholihin Desa Dadapan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Nuril Arifin mengungkapkan terkait pola berpikir umat Islam saat ini yang menurutnya hanya berkutat seputar syariat saja. Ia juga mengibaratkan syariat sebagai kopi dalam gelas.

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Pengasuh Pondok Abdurrahman Wahid, Soko Tunggal, Jakarta itu mencontohkan tuduhan bid’ah kepada seseorang yang mengadakan shalawatan. Mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad? SAW dulu tidak pernah shalawatan. "Apa Nabi Muhammad SAW dahulu membaca tahlil, kok orang-orang NU pada membaca tahlil. Mereka juga mengatakan itu bidah," terang pria yang akrab disapa Gus Nuril itu, Ahad (8/5) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, minuman berkaleng dikatakan bidah, ngaji pakai lampu listrik dikatakan bidah. "Itu bodohnya ‘orang mengaji’, apa-apa dikatakan? bidah," sindir Gus Nuril sapaan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga mengatakan, dengan banyaknya jumlah peradaban umat Islam yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya perbedaan yang bermunculan. Menurutnya, umat Islam di Indonesia ada sebanyak 180 juta jiwa dan di antara jumlah itu hanya belajar tentang ilmu syariat saja. Padahal, baginya, belajar syariat ini hanya di putaran definisi saja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan kopi di dalam gelas, yang kata sebagian orang jika diminum membuat orang tidak mengantuk. Ada juga yang menafsirkan lain, bahwa kopi membuat perut perih. "Akhirnya orang ribut soal kopi, soal definisi kopi. Itu saja yang menjadi perselisihan. Ini yang disebut asma (nama-nama)," terangnya.

Dari asma ini, harus diangkat lagi menjadi sifat sehingga mengetahui hakikat sebenarnya. Dari syariat tadi itulah yang disebut ilmu yaqin. "Baru ilmunya saja, itu sudah kafir-kafiran. Melakukan saja belum. Kalau sudah dilakukan akan muncul yang namanya ainul yaqin. Kalau sudah tahu yang sebenarnya, maka itu disebut dengan hakikat," terang Gus Nuril.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Barisan Ansor Serbaguna (Banser) perwakilan dari beberapa Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) se-Kabupaten Rembang yang membantu proses pengamanan. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 03 Februari 2018

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tampil cantik tentu menjadi kebutuhan dan keinginan bagi banyak perempuan. Namun, tampaknya masih belum banyak kaum perempuan yang memiliki pemahaman yang utuh tentang makna kecantikan. Bahkan, makna kecantikan itu sendiri kerap dipahami dan dipersepsi yang salah.

Kopri  PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Kondisi inilah rupanya yang melecutkan semangat Pengurus Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) PMII Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, untuk menggelar Workshop Perempuan dengan tema "Mengupas Makna Cantik dalam Diri Perempuan", Rabu (16/5).

Ketua Kopri PMII Ushuluddin, Siti Aisyah mengatakan, selama ini kecantikan hanya dipahami secara lahiriah. Sebab, kecantikan lahiriah-fisik yang seringkali dijadikan standard umum dalam meraih kebahagiaan dan perhatian bagi diri perempuan. Padahal, tegasAisyah, kecantikan lahiriah secara fisik tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Ia akan menyusut dan memudar seiring perjalanan waktu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kendati demikian, diakui mahasiswi semester VI Jurusan Perbandingan Agama itu, kecantikan fisik tetap menjadi aset sangat berharga yang juga layak dipikirkan oleh kaum perempuan agar mendapat perhatian orang. “Tapi ini bukan kecantikan sejati dan abadi,” tegas perempuan berparas ayu asal Sidorajo ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diakui, pada abad 21 ini telah tersedia beragam alat-alat kecantikan. Hampir tiap hari, muncul iklan menawarkan alat-alat kecantikan terbaru yang menghiasi beberapa media. Hanya saja, banyak yang belum mengetahui pilihan yang tepat serta tata cara penggunaannya.

“Maka kami merasa perlu memberikan pemahaman. Bagaiamana cara bermake up yang benar serta bisa memilih sesuai dengan kulit kita masing-masing,” ujar Aisyah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham disela-sela acara.

Selain itu, menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat aktivis PMII di kampus-kampus lain. Pasalnya, selama ini sangat sedikit yang menaruh perhatian dalam persoalan kecantikan dan alat-alat kecantikan.

“Ini penting. Saya kira kegiatan semacam ini baru Srikandi (baca: Kopri) PMII Ushuluddin. Yang lain belum,” kata Asiyah bangga.

Acara tersebut tampaknya mendapat respon yang luar biasa. Bukan hanya dari kalangan mahasiswi IAIN Sunan Ampel. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Ketua Jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin juga terlihat hadir bersama para dosen berbaur dengan ratusan peserta yang lain.

Hadir dalam kegiatan yang bertempat di Auditorium IAIN Sunan Ampel tersebut tiga narasumber. Yaitu dr Vikka Lestari (Dokter Spesialis Kecantikan), DR dr Hj Siti Nur Asiyah, M.Ag (Psikolog), dan Dra Yayuk Istichanah (Aktivis Perempuan Jawa Timur).

Suasana acara yang berlangsung sehari ini tampak cukup meriah. Pasalnya didukung oleh penampilan dari Hijab Class bersama MOYA, Make Up Class bersama Etty Sunanti (Owner Affadah, spesialis pernikahan muslim), serta Live Music Performance dengan Guest Star "SUNNI", Juara Girl Band Indonesia 2012.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock