Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Warta, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 25 Februari 2018

Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya?

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 mengamanatkan agar perkawinan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia dicatatkan. Mereka yang beragama Islam mencatatkan perkawinannya di Kantor Urusan Agama Kecamatan dan mereka yang beragama selain Islam mencatatkan perkawinannya di Kantor Pencatatan Sipil.

Bagi warga negara yang beragama Islam khususnya dalam praktik pencatatan perkawinannya tidak jarang ditemukan permasalahan administratif yang dirasa berseberangan dengan hukum fiqih yang mereka pahami dan yakini kebenarannya.

Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya?

Sebagai contoh adalah seperti yang baru-baru ini terjadi di Kota Tegal. Sepasang calon pengantin telah mendaftarkan diri di KUA untuk melaksanakan perkawinan pada tanggal yang telah ditentukan. Pada saat pemeriksaan calon pengantin bersama pegawai KUA disepakati akad nikah akan dilaksanakan pada hari, tanggal, dan jam sesuai kesepakatan. Maka pada waktu tersebut penghulu yang bertugas datang ke rumah pengantin perempuan untuk menyaksikan dan mencatat perkawinan tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun sebelum pelaksanaan ijab qabul pihak keluarga memberitahu penghulu bahwa sesungguhnya kedua mempelai telah melaksanakan akad nikah sejak dua bulan yang lalu dan meminta untuk tidak dinikahkan lagi. Mereka beranggapan bahwa bila dinikahkan lagi maka itu berarti menganggap akad yang pertama tidak sah dan berarti pula hubungan biologis suami istri yang selama dua bulan dilakukan adalah hubungan yang haram. Anggapan ini bukannya tanpa dasar. Menurut pengakuannya apa yang mereka yakini adalah hasil berkonsultasi kepada seorang ustadz. Mereka meminta untuk diberi buku nikah saja tanpa ada proses ijab kabul ulang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu penghulu yang bertugas bersikeras bahwa untuk bisa diberikannya buku nikah maka petugas dari KUA harus menyaksikan proses akad nikah. Bila tidak maka buku nikah tidak bisa diberikan.

Lalu bagaimanakah pandangan hukum fiqih terhadap kasus di atas? Benarkah mengakadkan kembali sebuah perkawinan bisa membatalkan akad yang telah terjadi sebelumnya?

Imam Bukhori di dalam kitab shahihnya meriwayatkan sebuah hadits:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ?»? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?

“Abu ‘Ashim bercerita kepada kami dari Yazid bin Abu Ubaid dari Salamah ia berkata, “Nabi membaiat kami di bawah sebuah pohon. Beliau berkata kepada, “Ya, Salamah, tidakkah engkau ikut berbaiat?” Aku menjawab, “Aku telah berbaiat di yang pertama ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yang kedua.”

Dalam menjelaskan hadits tersebut Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengutip perkataan Ibnul Munir yang menyatakan bahwa dari hadits tersebut dapat diambil satu kesimpulan bahwa mengulangi akad dalam pernikahan dan perkara lainnya tidaklah merusak akad yang pertama, berbeda dengan pendapat ulama yang berpendapat sebaliknya dari golongan Syafi’iyah.

Imam Ibnu Hajar menyatakan bahwa yang shahih di kalangan Syafi’iyah adalah pengulangan akad itu tidak merusak sebagaimana yang dikatakan oleh jumhur ulama.

Dari keterangan di atas maka jelaslah bahwa pengulangan akad nikah untuk kepentingan legalitas administrasi tidak merusak keabsahan akad nikah yang telah dilakukan sebelumnya sebagaimana dipersoalkan pada contoh kasus di atas. (Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, Pendidikan, Meme Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Perkembangan zaman menuntut pola dan gaya hidup manusia berubah. Bahkan dalam persoalan keyakinan (beragama) tak jarang menjadi pemicu konflik mendasar antarkelompok yang berbeda ideologi.

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahmad Samsul Rijal mengungkapkan, bahwa saat ini masyarakat secara umum berada pada situasi tersebut, dan menanggung segala resiko yang terjadi.?

Pada situasi demikian, tak sedikit masyarakat yang tidak bisa memahami dan membaca dinamika yang berkembang di lingkungannya masing-masing. Misalnya pada aspek keyaknianan dalam beragama, mereka akan mudah mendapat serangan berbagai ajaran dan ideologi.?

?

"Dampak dari berbagai perubahan orientasi dan sikap hidupnya, menjadikan agama lebih dipahami sebagai sistem pengetahuan, lebih banyak diketahui dan dipelajari, implementasinya tidak banyak dipersoalkan. Agama lambat laun tidak lagi disadari sebagai sistem keyakinan yang menuntun, menuntut dan pedoman untuk dijalankan dan ditingkatkan kualitas pelaksanaanya," katanya, Selasa (29/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam perkembangan selanjutnya, kata Rijal, perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Masyarakat kota diidentifikasi sebagai masyarakat yang? cenderung? individualistik, hedonis dan mengedepankan kerja dan materi sebagai daya sekaligus gaya hidup.

"Berbagai perubahan orientasi hidup, bersikap dan ketaatan terhadap nilai begitu lentur menyesuaikan terhadap tuntutan dan kebutuhan. Tujuan dan permasalahan yang mereka hadapi cenderung lebih kompleks, sehingga tidak bisa lagi didekati dengan cara sederhana," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada sektor permodalan atau perekonomian, ia menjelaskan sekurangnya modernitas diwakili oleh lembaga keuangan modern dan media. Fakta kemiskinan menjadikan mereka sulit untuk bisa mendapat akses permodalan bank.

Bank-bank dengan bunga tinggi justru menjadi sasaran mereka. Bagai jatuh, tertimpa tanggap pula. Kondisi mereka pun dijadikan bulan-bulanan oleh media yang menawarkan banyak jalur untuk mengingkari leluhur, kearifan dan keluhuran budaya. Ikatan sejarah serta warisan budaya dengan mudah akan mereka putus karena pengaruh oleh dahsyatnya media. Dengan begitu, kita semakin berada di pojok peradaban," tandasnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Sunnah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kitab Ihya Ulumiddin dibaca tidak berurutan dari jilid awal sebagaimana lazimnya membaca kitab. Kalau kitab Ihya ini dibaca berurutan, maka konsekuensinya pembacaan kitab tidak tamat atau pembacanya mengalami peristiwa-peristiwa ghaib.

Demikian disampaikan Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar di kediamannya, Pengaleman Kabupaten Pringsewu, Jumat (30/6).

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

"Saya juga mengalami hal serupa saat saya mengajarkan kitab Ihya sampai pada Bab Sakaratul Maut, Istri saya dipanggil oleh Allah SWT," katanya dengan raut muka sedih menceritakan kisah hidupnya.

Selain itu, seseorang yang hanya belajar beberapa bagian saja dari kitab ini bisa-bisa mengalami kebingungan dan tidak bisa memahaminya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dalam kitab ini ada bab di mana kita kebingungan dalam memahami maksudnya. Tetapi, kebingungan ini akan terobati pada bab selanjutnya," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, kiai yang berpenampilan sangat sederhana ini juga menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang meragukan kandungan Kitab Ihya Ulumuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Orang ini kemudian bermimpi bertemu dengan Imam Ghazali yang menyampaikan keraguannya kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu Nabi memberikan kayu kepada Imam Ghazali untuk memukul orang yang tidak percaya ini," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini.

Ia mengatakan bahwa setelah orang itu bangun terlihat sekujur tubuhnya membiru dan sakit seperti habis dipukul dengan kayu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 18 Januari 2018

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu mengadakan lomba Mars Fatayat dan rebana di Balai Pekon Ambarawa Barat, Ahad (7/2). Pada kegiatan yang bertema tema Tingkatkan Kreativitas Ukhuwah Islamiyah, sebanyak 16 grup yang terbagi dua mengikuti dua jenis perlombaan tersebut.

Mereka mewakili ranting Fatayat NU masing-masing. Tampak hadir Pengurus Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana, Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila, Ketua MWCNU Ambarawa Jumangin, dan Ketua GP Ansor Ambarawa Hayatul Makki.

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Ketua Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana mengapresiasi kegiatan lomba tersebut. Ia berpesan agar Fatayat NU khususnya di Ambarawa semangat dan termotivasi untuk bergerak menunjukkan eksistensinya dengan hal-hal yang positif.

"Saya senang kalau melihat ibu-ibu muda di sini kompak dan seragam seperti ini, tapi jangan hanya pas lomba kompaknya. Mari kita tunjukkan eksistensi Fatayat kepada masyarakat agar mereka juga mau bergabung bersama kita khususnya ibu-ibu muda dan para pemudinya," kata Ketua Muslimat NU Pringsewu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Anda-Anda inilah, kata Hj Ani, para generasi penerus Muslimat NU nantinya. Siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Muslimat NU ke depan kalau bukan kader-kader muda Fatayat?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hal senada disampaikan Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila. Ia sangat senang dengan penyelenggaraan lomba Mars Fatayat dan rebana oleh Fatayat Ambarawa. Bahkan ini akan menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi anak cabang Fatayat NU di lain kecamatan.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan dana yang minim dan waktu yang singkat ternyata kepengurusan di Ambarawa dapat menyelenggarakan acara semeriah ini. Ini patut dicontoh dan ditiru oleh anak cabang Fatayat NU yang lain," kata Umi.

Ia berpesan kepada grup yang menjadi juara untuk tidak berbangga hati. Tim yang kalah tidak perlu berkecil hati. Tim yang menang atau yang kalah harus tetap terus belajar dan belajar agar bisa lebih baik lagi.

Lomba menyanyikan Mars Fatayat dimenangkan oleh grup dari Ranting Fatayat NU Tanjunganom yang kemudian disusul oleh PAC Fatayat NU Ambarawa yang merebut juara dua. Sementara Ranting Fatayat NU Ambarawa Barat meraih juara tiga.

Untuk cabang lomba rebana, Ranting Fatayat NU Jatiagung berhasil menjadi yang terbaik. Juara dua direbut Ranting Fatayat Sumberagung. Sementara? PAC Fatayat NU Ambarawa berada di posisi ketiga. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Anti Hoax, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sudah bukan rahasia, Ramadhan hampir selalu menjadi momen spesial bagi kalangan pesantren. Mereka umumnya mentradisikan pengajian kitab khusus selama bulan suci atau dikenal ngaji pasanan.

Begitu pula Pondok Pesantren Roudlotut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, asuhan Pj Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Ngaji pasanan menjadi agenda yang tak pernah luput setiap tahun.

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Muhammad Badi’ul Misbah, salah satu panitia pengajian, mengatakan, “Khususnya ngaji kitab bakda shalat tarawih selalu kitab yang bernuansa tasawuf. Seperti pasanan tahun ini memakai kitab Riyadhus Shalihin,” ujarnya, Sabtu (28/06).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, kitab-kitab yang diajarkan pada pengajian pasanan di antaranya, kitab Al-Halaqatur Rabi’ah, Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Jalalain, Tanqihul Qoul, Irsyadul Mukminin, Riyadhlu Badi’ah, Sullam Safinah.

Sedangkan Gus Mus sendiri mengampu kitab Burdah Al-Bushiri setiap setelah shalat Subuh, Idhatun Nasyiin setelah Dhuhur, Kimiyatus Sya’adah setelah Ashar, Riyadhus Shalihin setelah shalat tarawih.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk durasi waktu ngaji pasanan, lanjut Badi’, umumnya sekitar 2 jam untuk setiap kali pengajian kitab. Tetapi untuk kitab Alfiyyah biasanya sampai 3 jam.

“Tahun-tahun sebelumnya rata-rata biasanya pada tanggal 17 Ramadhan setiap kitab khatam, atau paling lambat tanggal 20 Ramadhan,” tambahnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat ditemui di pesantren yang juga terkenal dengan sebutan Pondok Leteh.

Menurutnya, panitia tidak mempunyai target khusus kepada santri-santri pasanan.? “Yang penting mereka mau ngaji,” ungkap santri asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini.

Badi’ mengingatkan, ungkapan yang selalu dituturkan Abah Mus nama panggilan santri-santri kepada KH. Musthofa Bisri, ketika pengajian, “Santri-santri dimana pun boleh berhenti sekolah, tapi jangan sampai berhenti belajar”.

Untuk itu, secara pribadi santri ini berharap kegiatan pengajian pasanan dapat berlangsung dengan lancar. “Dan nanti, santri-santri yang pasanan dapat mengikuti pembukaan hingga penutupan,” tandasnya.

Hingga menjalang awal Ramadhan, sudah puluhan santri datang dari berbagai daerah di pulau Jawa untuk mengikuti pengajian kitab secara intensif khusus pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Pendidikan, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU, Kamis (10/3), yang dihadiri para pengurus harian PBNU lengkap dan para ketua lembaga menyanpaikan sejumlah laporan. Menurut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, forum yang acara ini merupakan rapat bulanan yang diagendakan oleh pengurus Syuriah untuk membahas berbagai masalah.

“Namun pada kesempatan kali ini, kita jadikan rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah untuk membahas beberapa agenda termasuk laporan dari Ketua Umum (PBNU) terkait program kerjanya,” jelasnya.

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melaporkan tiga hal. Pertama, laporan terkait dengan isu-isu terkini seperti sikap PBNU terhadap LGBT, radikalisme, Ahmadiyah, dan narkoba. “Sikap PBNU sangat tegas terkait isu-isu tersebut,” ujar kiai yang akrab dipanggil Kang Said itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, laporan terkait agenda PBNU International Summit of Moderate Islam Leaders (Isomil) yang akan dilaksanakan pada Mei. Acara ini, kata Kang Said, akan dihadiri para pemimpin moderat Islam dari 30 negara.

“Dan yang ketiga, laporan Standard Operational Procedure (SOP) yang menyempurnakan atau sebagai panduan dari AD/ART, terutama sekali bidang keuangan,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain tiga laporan tersebut, ada beberapa program PBNU yang dilaporkan seperti pengadaan Kartanu (Kartu Anggota NU), Ekspedisi Santri, dan pembahasan bagaimana NU menanggapi ujaran kebencian dari kelompok-kelompok luar.

Untuk pengadan Kartanu, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini melaporkan bahwa Kartanu masih dalam proses penyempurnaan. Menurutnya, Kartanu tidak hanya akan menjadi identitas diri, tapi juga memiliki kelebihan-kelebihan lain.

“Kartanu memiliki 4 fungsi. Pertama sebagai identitas diri. Kedua sebagai e-payment atau sebagai alat transaksi elektronik. Ketiga koneksi dengan lembaga-lembaga yang ada seperti lembaga wakaf NU. Dan yang terakhir, warga NU yang belanja dengan Kartanu di beberapa brand yang kita kerja sama akan mendapatkan diskon,” papar Helmy.

Setelah semua pengurus melaporkan program-programnya, Kiai Ma’ruf Amin menutup rapat yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta itu dengan bacaan hamdalah dan kemudian mempersilakan KH Miftahul Akhyar untuk membacakan doa. (Ahmad Muchlishon/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, IMNU, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock