Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba

Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Salah bergaul menjadi salah satu faktor utama seseorang terjebak dalam pusaran bahaya narkoba. Karenanya, memilih teman yang baik merupakan suatu keharusan bagi semua kalangan.

Demikian penegasan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Ra Hasan Al-Mandury, saat menjadi pemateri dalam seminar anti narkoba, Rabu (14/12). Acara yang diadakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Tlanakan tersebut diikuti oleh para mahasiswa dan santri daerah Tlanakan.

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba

"Hati-hati dengan orang yang tak dikenal dan tiba-tiba akrab pada kita. Apalagi dia memberi narkoba gratis. Itu modus. Karena ketika sudah kecanduan, dia akan memeras pecandu untuk bayar mahal. Lebih parah lagi, jika sudah kecanduan, maka akan sulit lepas dari jeratan narkoba," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ra Hasan berbagi pengalamannya saat diskusi dengan mantan pencandu narkoba di Kabupaten Pamekasan. Umumnya, kata Ra Hasan, para pecandu menyatakan narkoba itu tidak haram.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Karena mereka merasa narkoba membuat sehat, tenang, dan damai. Padahal, itu hanya kamuflase saja, perasaan palsu. Yang sebenarnya adalah narkoba itu bahaya karena merusak fisik dan menggoyahkan mental. Bisa lihat sendiri para pecandu narkoba yang menjalani terapi pengobatan di Lapas Narkotika Klas IIA Pamekasan. Mereka tak berdaya," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ra Hasan juga memaparkan beberapa penyebab seseorang lari ke narkoba. Salah satunya ialah mengalami frustasi dalam menjalani kehidupan ini.

"Karenanya, kuatkan iman kita biar tidak mudah putus asa. Karena keimanan akan mampu mengkristalkan energi positif dalam diri kita," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Di zaman yang semakin kompleks dan nilai-nilai yang semakin banyak bergeser, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam memberikan makna keragaman dan perbedaan sehingga pengetahuan siswa menjadi komprehensif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (14/6) dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

“Tugas guru mencerahkan terhadap perbedaan yang ada secara komprehensif sehingga akan berdampak pada sikap terbuka dan tidak mudah menyalahkan terhadap berbagai perbedaan,” ujar Menag di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang meliputi unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas dari seluruh Indonesia.

Menag tidak memungkiri bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks karena dihadapkan kepada siswa yang mempunyai pengetahuan luas sebab kemajuan teknologi dan informasi.

“Oleh karena itu, guru harus membekali diri dan mengembangkan wawasan yang terkait langsung dengan kehidupan siswa di era modern ini. Jangan sampai guru kalah dalam pengayaan informasi dibanding yang akan berdampak pada menurunnya kredibilitas di hadapan siswa,” papar Lukman didampingi Direktur PAI Kemenag H Amin Haedari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam menutup Sarasehan Nasional instruktur PAI ini, Menag memanfaatkan kesempatan dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada para instruktur untuk mengungkapkan persoalan yang terjadi di daerah dan sekolah masing-masing secara interaktif. Kemudian ditanggapi langsung oleh dirinya sebagai pengambil kebijakan.

Cara ini memunculkan antusiasme luar biasa dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka betul-betul menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai problem krusial yang terjadi dari aspek lembaga pendidikan, siswa, problem guru, dan lain-lain. Setiap dibuka termin pertanyaan, tak kurang dari 10 peserta secara bersamaan mengangkat tangan ke atas. (Fathoni)

?

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Warta, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 17 Februari 2018

Maafkan Kami Rohingya

Oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch 

Jika puisi ini hanya mampu menjeritkan luka

Seperti fosil purba

Kujadikan prasasti semua kekecewaan ini atas namamu

Maafkan Kami Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Maafkan Kami Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Maafkan Kami Rohingya

Saat detak arloji hanya menambah kelu jiwaku 

Ketika lembar kalender begitu cepat berlalu 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hanya doa-doa renta yang kukirimkan padamu

Matinya kemanusiaan 

Genosida yang merayakan pesta

Menjadi desing dan hujan peluru di rongga dadaku 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rohingya telah menjeritkan ajalnya 

Tanpa kain kafan dan tanpa pusara

Maafkan kami Rohingya 

Jika doa berkarat ini hanya tercekat di tenggorokan saja

Bukankah cinta dan kemesraan akan menaburkan kilau cahaya?

Kubungkus tragedi kemanusiaan ini dengan kata-kata dan fatwa yang telah mampus

Sebab wajah Rohingya telah begitu penuh dengan sayatan luka

Dan dunia hanya bisa diam atau tertawa dengan luka-lukamu ini

Maafkan kami Rohingya 

2017 





Doa untuk Pengungsi Rohingya 

Dengan terus menyebut 99 nama indahMu

Dengan selalu memuji dan memuja keagunganMu

Hari ini kuhaturkan haru-biru dalam doaku

Tuhanku

Mata batinku berkaca-kaca menyaksikan petaka ini

Nestapa saudaraku bangsa Rohingya yang terusir atau diusir dari negerinya

Menjadi pengungsi untuk menghindari perang dan kezaliman

Meninggalkan tanah airnya untuk mencari suaka dan rasa damai

Rohingya adalah manusia

Tapi kedurjanaan telah merendahkan martabatnya

Diburu dengan desing peluru

Dianiaya dengan segala jenis senjata

Tuhanku 

Hari ini telah kusaksikan kemanusiaan yang dihinakan

Kemanusiaan yang dikremus atas nama kekejian

Justru oleh manusia sebangsa dan setanah airnya

Dunia sudah seharusnya terjaga dari teror dan horor memilukan ini

Umat manusia dimana pun berada harus terusik dengan ulah tangan-tangan kotor ini

Saat rasa kemanusiaan telah dinistakan

Mimpi buruk harus diakhiri

Tuhanku 

Lidahku kelu mengucap salam dan rindu

Terapung di kelopak mataku nasib para pengungsi Rohingya itu

Perempuan renta dan bayi tanpa dosa

Harus tersapu badai saat berlari dari negerinya

Bukankah agama tidak mengajarkan kekerasan dan tipu-daya?

Bukankah agama hanya mengajarkan kebajikan dan kasih-sayang pada sesama walau berbeda etnis dan agamanya?

Kucium daging terbakar dari negeri Myanmar 

Kemanusiaan yang memar oleh agama yang ingkar

Kenapa api kesumat dan nyala dendam harus berkobar?

Takbirku membiru di pucuk lidahku

Takbirku membiru dalam dadaku

Meratapi kedegilan dan kegilaan ini

Myanmar terus mencakari nalar dan getar keimananku

Tuhanku 

Tancapkan kuku keadilanMu

Mekarkan wangi bunga pada bumi Myanmar 

Taburkan biji tasbih dan kedamaian pada bangsa Rohingya 

Rasa damai dan kemerdekaan yang sejatinya

Amin

2017

Penulis biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional. Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pada tahun itu pula tulisannya berupa puisi, esai dan kolom mulai menghiasi halaman berbagai koran dan majalah nasional, seperti Horison, Prisma, Kompas, Sinar Harapan dll.





Tahun 1987 menjadi Pembicara di Forum Puisi Indonesia di TIM dan Pembicara di Third’s South East Asian Writers Conference di National University of Singapore. Tahun 1991 puisinya berjudul Midnight Man terpilih sebagai puisi terbaik dalam New Voice of Asia dan dimuat di Majalah Solidarity, Philippines. Tahun 1995 meraih penghargaan sebagai penulis puisi terbaik versi pemirsa dalam rangka 50 Tahun Indonesia Merdeka yang diselenggarakan oleh ANTV dan Harian Republika.





Menulis sejumlah buku, antara lain berjudul Berjuang Dari Pinggir (LP3ES Jakarta), Kearifan Lingkungan Budaya Jawa (Obor Indonesia), Strategi Kebudayaan (Unibraw Press Malang), Bangsa Gagal (LKiS). Pernah menjadi peneliti sosial-budaya di LP3ES, P3M, dan peneliti lepas di LIPI. Menjadi konsultan manajemen. Menjadi Produser sejumlah film bersama Deddy Mizwar.





Sejak tahun 2004 memilih tinggal di puncak gunung yang dikepung oleh hutan jati di kawasan Pegunungan Sewu di Selatan makam Raja-Raja Jawa di Imogiri sebagai Pengasuh Pesan Trend Budaya Ilmu Giri. Tahun 2008 menggagas dan mendeklarasikan berdirinya Desa Kebangsaan di kawasan Pegunungan Sewu bersama sejumlah tokoh nasional. Tahun 2013 menjadi Pembicara Kunci pada World Culture Forum yang diselenggarakan Kemendikbud dan UNESCO di Bali.





 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Masih menyambut puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) pada 3 Februari mendatang, digelar juga pengobatan dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat.

Namun, tak disangka. Pasien aksi sosial yang digelar di halaman Kantor Pengurus Besar NU, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1) pagi itu membludak. Dari 500 pasien yang ditargetkan panitia, membengkak hingga 600 orang. Panitia pun kewalahan.

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati halaman Kantor PBNU untuk mendapatkan pelayanan tim medis. Sebagian besar dari mereka terdiri dari ibu-ibu dan pria usia lanjut. Warga tampak antusias mengikuti program kegiatan NU Peduli itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak hanya itu. Panitia juga memberikan fasilitas operasi katarak gratis bagi 82 pasien yang teridentifikasi.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Thahir mengatakan, kegiatan sosial tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat karena NU didirikan memang untuk umat dan bangsa Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ini menunjukkan bahwa kami sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Anas kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

Kegiatan pengobatan gratis itu tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga diselenggarakan kepengurusan NU di bawah secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. ”Dalam rangka Harlah NU ini, kegiatan serupa juga digelar oleh PW, PC dan MWC NU di semua daerah,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.

Di tempat yang sama, PBNU juga membagikan 2000 bibit pohon buah-buahan kepada warga Jakarta. Aksi yang dilakukan puluhan aktivis lingkungan hidup NU itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya sempat macet. Hal itu terjadi karena banyaknya para pengguna jalan yang ingin mendapatkan bibit pohon yang dibagikan.

Terkait kegiatan bagi-bagi bibit pohon buah-buahan itu, Anas mengatakan, NU selama ini telah memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Selain membagikan bibit pohon, pihaknya juga telah lama melakukan kampanye pelestarian lingkungan hidup melalui pesantren dan kelompok masyarakat di lingkungan NU.

“Kami membagikan 2 juta lebih bibit buah-buahan kepada masyarakat. Ini dalam rangka kampanye pemansan global dan tentunya perayaan Harlah NU,” ungkapnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Kyai, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Pati, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Samarak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober hadir di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menyelenggarakan serangkaian acara, di antaranya bincang publik di radio Pas FM Pati.

Acara-acara lainnya adalah jalan santai, donor darah, dan pasar murah yang digelar Jumat (21/10) pagi di lapangan Kecamatan Margoyoso, Pati dan di Gedung Madrasah Salafiyah Kajen. Dilanjutkan dengan acara pembacaan shalawat nariyah di seluruh masjid, mushalla, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB.

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Jumat malam itu juga digelar "Kajen Bershalawat" di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Lalu, kirab dan apel Hari Santri Nasional mulai dari kantor PCNU Pati sampai alun-alun Pati pada 22 Oktober 2016, pukul 13.00 WIB. Pengajian akbar pada Ahad (23/10), pukul 13.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pati juga melengkapi acara tahunan ini dengan menghadirkan Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hafsin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rais Syuriyah PCNU Pati KH M Aniq Muhammadun mengatakan, seluruh kegiatan hari santri ini bertujuan positif untuk mewujudkan akhlakul karimah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Ali Munfaat menekankan supaya pelaksanaan kegiatan hari santri ini mampu mendorong elemen bangsa lain untuk bersatu padu melakukan segala hal demi kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Menurut Ketua Panitia Hari Santri Nasional PCNU Pati, Jamal Mamur, berbagai kegiatan ini menunjukkan kecintaan kaum santri kepada bangsa dan negara. Mereka, katanya, ingin meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh Belanda.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan Resolusi Jihad Kiai Hasyim, umat Islam, khususnya kaum santri, terbakar semangatnya untuk mengangkat senjata melawan kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia,” ujarnya.

Dalam hati kaum santri, lanjut pria yang akrab disapa Kang Jamal ini, terpatri hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air termasuk tanda iman. Maka, segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tidak mungkin santri merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan langkah yang destruktif, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal yang melakukan aksi-aksi teror atas nama agama. “Santri, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asyari mampu memaknai doktrin agama secara kontekstual sehingga Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” paparnya.

Khusus di Pati ini, figur santri yang pernah menjadi Rais Aam PBNU, KH MA Sahal Mahfudh, patut menjadi contoh. Dengan fiqih sosialnya, kata Kang Jamal, Kiai Sahal memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mandiri dan mampu mengarungi kehidupan dengan bahagia.

“Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, modal, dan monitoring secara intensif sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Jamal, santri-santri di Kabupaten Pati harus meneladani perjuangan Kiai Sahal dan para pendahulu yang lain dengan aktif berkarya baik dalam bentuk pemikiran atau dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 06 Februari 2018

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi

Bandar Lampung,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan, keputusan politik setiap anggota untuk mengikuti sebuah partai ialah keputusan pribadi, bukan keputusan organisasi.

“Ansor bukan partai politik,” katanya saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan setelah meletakkan batu pertama pembangunan kantor Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Jumat (10/1).

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi

Jadi, kata dia, anggota GP Ansor yang berpolitik dengan mengikuti suatu partai ialah keputusan pribadi. Itu hak individu masing-masing.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ansor tidak pernah menyarankan anggotanya mengikuti suatu partai tertentu," lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nusron yang kini menjabat Kepala BNP2TKI dan pernah menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar mendapat pertanyaan tersebut sehubungan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama itu diidentikan publik dengan partai tertentu.

Berkaitan dengan itu, ia menegaskan jika organisasi dipimpinnya bukan partai politik atau parpol, sehingga keputusan anggota Ansor untuk terjun ke dunia politik ialah pilihan individu, bukan arahan organisasi. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto memuji sejumlah pimpinan anak cabang yang terus melakukan rekrutmen kader dengan segala hambatan yang ada. Satu di antaranya adalah mengeluarkan uang, bukan mendapatkan uang.

"Dalam hidup dan berorganisasi, hambatan selalu ada. Bagaimana mengatasinya? Cara sederhana ialah pikiran kita harus seperti jalan beraspal yang mulus atau jalan tol," ujar Gatot, di Blambangan Umpu, Senin (28/8).

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Bahasa lainnya, setiap kader Ansor harus berpikiran positif. Sebab hidup tergantung dengan apa yang kita pikirkan.

"Setiap pikiran hendaknya menjadi doa, menjadi motivasi. Saya sebut pikiran kader harus seperti jalan tol karena tadi dari Blambangan Umpu menuju Pakuan Ratu ada perubahan luar biasa," kata dia lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih dari tujuh tahun, jalan menghubungkan Kecamatan Blambangan Umpu, Negeri Agung, Pakuan Ratu tersebut banyak lubang menganga, berdebu jika kemarau dan tergenang air jika hujan.

"Alhamdulillah, sekarang sudah mulus. Jika pikiran setiap kader disetting semacam itu, Insya Allah kita bisa menekan ketakutan-ketakutan tidak perlu. Yakini, pikiran kita adalah jalan tol, bukan onderlagh. Kalaupun ada hambatan di jalan beraspal tadi, hanyalah polisi tidur yang gampang dilewati," kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan, menjadi bermanfaat itu tergantung pikiran. Karena itu, dengan berkhidmah di Ansor, jadilah orang yang selalu berpikiran positif.

"Jangan pernah takut mencoba berkreativitas di Ansor. Orang yang tidak pernah gagal ialah orang yang tidak pernah mencoba," kata Gatot Arifianto kepada kader Ansor Pakuan Ratu dan Negara Batin. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock