Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Warta, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Masih menyambut puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) pada 3 Februari mendatang, digelar juga pengobatan dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat.

Namun, tak disangka. Pasien aksi sosial yang digelar di halaman Kantor Pengurus Besar NU, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1) pagi itu membludak. Dari 500 pasien yang ditargetkan panitia, membengkak hingga 600 orang. Panitia pun kewalahan.

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati halaman Kantor PBNU untuk mendapatkan pelayanan tim medis. Sebagian besar dari mereka terdiri dari ibu-ibu dan pria usia lanjut. Warga tampak antusias mengikuti program kegiatan NU Peduli itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak hanya itu. Panitia juga memberikan fasilitas operasi katarak gratis bagi 82 pasien yang teridentifikasi.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Thahir mengatakan, kegiatan sosial tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat karena NU didirikan memang untuk umat dan bangsa Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ini menunjukkan bahwa kami sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Anas kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

Kegiatan pengobatan gratis itu tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga diselenggarakan kepengurusan NU di bawah secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. ”Dalam rangka Harlah NU ini, kegiatan serupa juga digelar oleh PW, PC dan MWC NU di semua daerah,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.

Di tempat yang sama, PBNU juga membagikan 2000 bibit pohon buah-buahan kepada warga Jakarta. Aksi yang dilakukan puluhan aktivis lingkungan hidup NU itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya sempat macet. Hal itu terjadi karena banyaknya para pengguna jalan yang ingin mendapatkan bibit pohon yang dibagikan.

Terkait kegiatan bagi-bagi bibit pohon buah-buahan itu, Anas mengatakan, NU selama ini telah memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Selain membagikan bibit pohon, pihaknya juga telah lama melakukan kampanye pelestarian lingkungan hidup melalui pesantren dan kelompok masyarakat di lingkungan NU.

“Kami membagikan 2 juta lebih bibit buah-buahan kepada masyarakat. Ini dalam rangka kampanye pemansan global dan tentunya perayaan Harlah NU,” ungkapnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Kyai, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin memuji acara mantu Presiden Jokowi yang memadukan nilai-nilai budaya adat jawa dan nilai-nilai agama Islam. Pada kesempatan tersebut Kiai Maruf bersama Wapres Jusuf Kalla dipercaya menjadi saksi ijab qabul pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Gedung Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/11). 

"Acaranya luar biasa ada nuansa keagamaan Quran, nasehat pernikahan, doa dan ada juga budayanya.  Acaranya luar biasa perpaduan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya," katanya saat diwawancarai salah satu stasiun televisi di sela-sela resepsi.

Selaku saksi, Kiai Maruf menilai proses ijab qabul dapat berjalan dengan baik dan lancar. Presiden Jokowi dan mempelai putera Bobby Nasution mengucapkan kalimat-kalimat ijab qabul dengan baik. 

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu

"Beliau (Presiden) lancar sekali menyampaikan kalimat ijab qabul. Tegas, gamblang, walaupun baru kali ini. Tidak ada keragu-raguan," kata Kiai Maruf.

Kiai Maruf juga mengapresiasi acara mantu tersebut karena Presiden mengundang para ulama dari seluruh provinsi di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Yang hadir meliputi semua lapisan masyarakat. Ulama, menteri, pejabat, gubernur, masyarakat biasa, bahkan kiai-kiai dari daerah datang semua. Dari Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Sulawesi dari mana-mana," terang Kiai Maruf didampingi Ketum MUI Lampung KH. Khairuddin Tahmid.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj saat menyampaikan Khutbah Nikah pada ijab qabul tersebut juga sempat menyampaikan penjelasan terkait pernikahan dan kebudayaan. 

"Pernikahan adalah ibadah. Setiap ibadah harus sesuai dengan syariat Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. Akad nikahnya merupakan syariat dan selebihnya adalah budaya yang kita lestarikan yang merupakan bagian dari Islam Nusantara," katanya.

Perjodohan yang terjadi diantara dua insan manusia menurutnya juga bukan hanya pertemuan fisik semata. Namun yang lebih penting dari itu, pernikahan adalah pertemuan akhlaq, budaya, peradaban, martabat dan kepribadian.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Mudah-mudahan mendapatkan keturunan yang bermartabat, berguna bagu agama, bangsa dan negara," ujar Kiai Said menjelaskan tafsir surat Ar Rum ayat 21 yang menjelaskan tentang hal tersebut. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa?

Jepara, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Santri dulu dan sekarang jelas berbeda. Karena zamannya sudah berbeda maka kiai selaku pengasuh di pesantren harus memiliki cara jitu untuk mendidik santri di zaman modern seperti saat ini. 

Dalam hal ini, Hisyam Zamroni mengapresiasi apa yang dilakukan oleh H Taufiqul Hakim selaku pengasuh pesantren Darul Falah Bangsri Jepara, Jawa Tengah.

Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa?

Apresiasi itu sampaikan usai menyimak 4 santri Darul Falah yang mempraktikkan kitab Bid’ah Hasanah dan Syiaful Ummah karya Kiai Taufiq.  M Najib Syamsuddin santri yang masih duduk di kelas 3 MI ditanyai oleh Kang Maman perihal sumber hukum Islam. “Agama atau syariat Islam mempunyai empat sumber hukum. Alquran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas,” jawab santri asal Bandung ini. 

Ketika dia diminta untuk menjelaskan dengan bahasa Jawa. “Sumbere syariat Islam-ono papat. Al-Quran lan – sunnahe Na- Bi Muhammad. Nomer telu – ijma lan papate qiyas – cekelono – kuat-kuat – kanti ikhlas,” lanjut Najib. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Santri lain yang turut mempraktikkan ada Najwa (Garut), Syiaful (Semarang) dan Ivan (Madura). Santri-santri yang mempraktikkan kitab karya Kiai Taufiq merupakan garapan Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuba) yang bernaung di pesantren Darul Falah Bangsri Jepara. 

Pembinaan santri-santri itu merupakan salah satu pembinaan bidang pendidikan yang dilakukan Ikdamuba. Dalam kegiatan Seminar Penanggulan Kenakalan Remaja yang digelar PC Lazisnu Jepara dan Ikdamuba berlangsung di Gedung NU Jepara, Kamis (21/4) ini, menurut Hisyam, Kiai Taufiq telah mereproduksi karya ulama masa silam. 

Karena objek santri saat ini berbeda sehingga kitab disertai dengan hadits atau ada dalilnya juga disertai dengan nadzam (syair). “Dengan secara tidak sadar siswa akan terbiasa jika sudah membacanya berkali-kali,” kata Wakil Ketua PCNU Jepara ini. 

Inilah yang kata Hisyam sebagai model taklim dan tikrar yang menjadikan santri akan mudah menghafalnya. Ia yang menjabat sebagai Kepala KUA Keling itu menambahkan buku bidah hasanah dan syifaul ummah yang dibagikan gratis untuk peserta seminar adalah buku saku. Buku itu, lanjutnya, bisa dengan mudah dibawa  dan dipelajari di mana saja. Ikut andilnya Kiai Taufiq dalam mengarang banyak kitab merupakan wahana untuk mengurangi dampak radikalisme dan kenakalan remaja. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Apalagi pihaknya sudah bekerja sama dengan LP Ma’arif NU Jepara untuk membagikan buku tentang bahaya radikalisme secara cuma-cuma. Lewat karya-karya seperti itu merupakan sebuah ciri khas dari kiai pesantren. Ia juga mendorong agar para orang tua mau memondokkan anaknya dan kiai juga harus produktif berkarya apalagi karya yang tematik sebagaimana yang dilakukan Kiai Taufiq. 

Orang tua yang mau memondokkan anaknya tegasnya bisa mengurangi dampak kenakalan remaja. Di samping itu kiai produktif menunjukkan identitasnya sebagai fail (produsen) bukan maful (konsumen). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Hadits, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Blitar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pembuatan Kartanu di Wilayah Kabupaten Blitar, 4 April kemarin mulai dilaksanakan. Pemotretan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gandusari. 

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Mengingat luasnya wilayah MWC, maka pemotretan dilakukan di 48 titik secara pergantian.

Sambutan warga NU dan banomnya sangat luar biasa. Hal ini terlihat, sejak pagi hari para anggota sudah siap menunggu petugas pomotretan setelah lebih dulu didaftar oleh panitia. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alhamdulillah antusias warga NU secara keseluruhan sangat bagus. Semoga target NU Kabupaten Blitar bisa terpenuhi,’’ ujar H Mohammad Faizin kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Jum’at.

Menurut Faizin, target awal PCNU Kabupaten Blitar bisa membuat setidaknya 25 ribu Kartanu. Namun melihat antusias anggota NU, khususnya dukungan para anggota badan otonom, diperkirakan ada kenaikan yang luar bisa ada kemungkinan bisa lebih dari itu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sebagai panitia kami sangat bangga dengan warga NU beserta banomnya. Mereka sangat mendukung sekali dengan program Kartanu ini. Dengan melihat itu ada kemungkinan program ini bisa melebihi target bahkan bisa dua kali,’’ ungkap mantan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Blitar ini.

Diperkirakan, tim Kartanu ada sekitar sebulan melakukan pendataan dan pemotretan. Hal ini terkait dengan kondisi daerah yang memiliki wilayah 22 Kecamatan dengan lokasi tempuh yang sangat jauh. Khususnya wilayah di Blitar Selatan.

Bagaimana dengan banom? Ia mengtatakan peran banom sangat besar sekali. Karena mereka yang jadi ujung tombak penyuksesan program ini. Contohnya Muslimat NU. Di semua titik banom ini yang menjadi ujung tombaknya. Anggotanya terkoordinasi dengan baik. 

“Semua banom memiliki peran masing-masing. Baik Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor. Kalau Ansor yang aktif adalah para Bansernya,’’ katanya.

Paran ISNU ( Ikatan Sarjana NU) juga lumayan bagus. Meski di Kabupaten Blitar terbilang masih baru namun sudah memperlihatkan perannya. Misalnya, dalam program Kartanu ini selain anggotanya dikerahkan untuk ikut menjadi anggota, ISNU juga memfasilitasi pembuatan seragam petugas Kartanu. 

“PC ISNU Blitar membuatkan seragam bagi petugas Kartanu. Bantuan itu membuat tim Kartanu tampil beda,’’ tandasnya.

Info lainnya, lanjut Faizin, para pejabat daerah setempat juga minta dibuatkan Kartanu. Misalnya Bupati dan wakilnya, Ketua DPRD dan beberapa pejabat eselon. “ 

Pak Bupati dan Ketua DPRD tadi juga kontak. Agar didaftar sebagai anggota NU. Periode dulu juga sudah dan dalam program ini mereka juga mengajukan,’’ tambahnya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Santri, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Menghitung Jumlah Jamaah

Sebelum memulai pengajian umum, Gus Dur mengajak jamaah untuk membaca Shalawat Badar bersama-sama. “Sholatullah salamullah…”. Gus Dur sendiri yang memimpin bacaan shalawat itu.

“….’alaa Yasiiin habibillah.”

Selepas membaca shalawat Gus Dur bertanya kepada para jamaah, “Mengapa saya mengajak bapak dan ibu sekalian membaca shalawat begini?”

Ada yang menjawab, “Agar kita mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW Kiai.”

Menghitung Jumlah Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menghitung Jumlah Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menghitung Jumlah Jamaah

“Ya itu betul. Tapi saya mengajak bershalawat agar saya tahu berapa kira-kira jamaah yang hadir,” kata Gus Dur. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Demak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak melantik pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2014/2015. Pelantikan diikuti seluruh santri dan dewan asatidz. Sebagai kepala terpilih; Aida Qonitatul Muna menggatikan Nur Aeni.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany, KH. Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban.

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Menurut dia, kewjiban pertama adalah belajar atau mengaji dan  kewajiban untuk berkhidmah atau mengabdi, baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

KH. Helmi Wafa Mahsuni memprosentase waktu bagi santri sebagai berikut; untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah.

Selanjutnya pengasuh berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah nanti pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat.

Khidmah bisa dilakukan melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, “tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas,” tegasnya. (Abdus Shomad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Pertandingan, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock