Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Warta, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 25 Februari 2018

Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya?

Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 mengamanatkan agar perkawinan yang dilakukan oleh warga negara Indonesia dicatatkan. Mereka yang beragama Islam mencatatkan perkawinannya di Kantor Urusan Agama Kecamatan dan mereka yang beragama selain Islam mencatatkan perkawinannya di Kantor Pencatatan Sipil.

Bagi warga negara yang beragama Islam khususnya dalam praktik pencatatan perkawinannya tidak jarang ditemukan permasalahan administratif yang dirasa berseberangan dengan hukum fiqih yang mereka pahami dan yakini kebenarannya.

Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Mengulang Akad Nikah Batalkan Akad Sebelumnya?

Sebagai contoh adalah seperti yang baru-baru ini terjadi di Kota Tegal. Sepasang calon pengantin telah mendaftarkan diri di KUA untuk melaksanakan perkawinan pada tanggal yang telah ditentukan. Pada saat pemeriksaan calon pengantin bersama pegawai KUA disepakati akad nikah akan dilaksanakan pada hari, tanggal, dan jam sesuai kesepakatan. Maka pada waktu tersebut penghulu yang bertugas datang ke rumah pengantin perempuan untuk menyaksikan dan mencatat perkawinan tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun sebelum pelaksanaan ijab qabul pihak keluarga memberitahu penghulu bahwa sesungguhnya kedua mempelai telah melaksanakan akad nikah sejak dua bulan yang lalu dan meminta untuk tidak dinikahkan lagi. Mereka beranggapan bahwa bila dinikahkan lagi maka itu berarti menganggap akad yang pertama tidak sah dan berarti pula hubungan biologis suami istri yang selama dua bulan dilakukan adalah hubungan yang haram. Anggapan ini bukannya tanpa dasar. Menurut pengakuannya apa yang mereka yakini adalah hasil berkonsultasi kepada seorang ustadz. Mereka meminta untuk diberi buku nikah saja tanpa ada proses ijab kabul ulang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu penghulu yang bertugas bersikeras bahwa untuk bisa diberikannya buku nikah maka petugas dari KUA harus menyaksikan proses akad nikah. Bila tidak maka buku nikah tidak bisa diberikan.

Lalu bagaimanakah pandangan hukum fiqih terhadap kasus di atas? Benarkah mengakadkan kembali sebuah perkawinan bisa membatalkan akad yang telah terjadi sebelumnya?

Imam Bukhori di dalam kitab shahihnya meriwayatkan sebuah hadits:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: «? ? ? ?»? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?

“Abu ‘Ashim bercerita kepada kami dari Yazid bin Abu Ubaid dari Salamah ia berkata, “Nabi membaiat kami di bawah sebuah pohon. Beliau berkata kepada, “Ya, Salamah, tidakkah engkau ikut berbaiat?” Aku menjawab, “Aku telah berbaiat di yang pertama ya Rasulullah.” Beliau bersabda, “Yang kedua.”

Dalam menjelaskan hadits tersebut Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari mengutip perkataan Ibnul Munir yang menyatakan bahwa dari hadits tersebut dapat diambil satu kesimpulan bahwa mengulangi akad dalam pernikahan dan perkara lainnya tidaklah merusak akad yang pertama, berbeda dengan pendapat ulama yang berpendapat sebaliknya dari golongan Syafi’iyah.

Imam Ibnu Hajar menyatakan bahwa yang shahih di kalangan Syafi’iyah adalah pengulangan akad itu tidak merusak sebagaimana yang dikatakan oleh jumhur ulama.

Dari keterangan di atas maka jelaslah bahwa pengulangan akad nikah untuk kepentingan legalitas administrasi tidak merusak keabsahan akad nikah yang telah dilakukan sebelumnya sebagaimana dipersoalkan pada contoh kasus di atas. (Yazid Muttaqin)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, Pendidikan, Meme Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Perkembangan zaman menuntut pola dan gaya hidup manusia berubah. Bahkan dalam persoalan keyakinan (beragama) tak jarang menjadi pemicu konflik mendasar antarkelompok yang berbeda ideologi.

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahmad Samsul Rijal mengungkapkan, bahwa saat ini masyarakat secara umum berada pada situasi tersebut, dan menanggung segala resiko yang terjadi.?

Pada situasi demikian, tak sedikit masyarakat yang tidak bisa memahami dan membaca dinamika yang berkembang di lingkungannya masing-masing. Misalnya pada aspek keyaknianan dalam beragama, mereka akan mudah mendapat serangan berbagai ajaran dan ideologi.?

?

"Dampak dari berbagai perubahan orientasi dan sikap hidupnya, menjadikan agama lebih dipahami sebagai sistem pengetahuan, lebih banyak diketahui dan dipelajari, implementasinya tidak banyak dipersoalkan. Agama lambat laun tidak lagi disadari sebagai sistem keyakinan yang menuntun, menuntut dan pedoman untuk dijalankan dan ditingkatkan kualitas pelaksanaanya," katanya, Selasa (29/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam perkembangan selanjutnya, kata Rijal, perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Masyarakat kota diidentifikasi sebagai masyarakat yang? cenderung? individualistik, hedonis dan mengedepankan kerja dan materi sebagai daya sekaligus gaya hidup.

"Berbagai perubahan orientasi hidup, bersikap dan ketaatan terhadap nilai begitu lentur menyesuaikan terhadap tuntutan dan kebutuhan. Tujuan dan permasalahan yang mereka hadapi cenderung lebih kompleks, sehingga tidak bisa lagi didekati dengan cara sederhana," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada sektor permodalan atau perekonomian, ia menjelaskan sekurangnya modernitas diwakili oleh lembaga keuangan modern dan media. Fakta kemiskinan menjadikan mereka sulit untuk bisa mendapat akses permodalan bank.

Bank-bank dengan bunga tinggi justru menjadi sasaran mereka. Bagai jatuh, tertimpa tanggap pula. Kondisi mereka pun dijadikan bulan-bulanan oleh media yang menawarkan banyak jalur untuk mengingkari leluhur, kearifan dan keluhuran budaya. Ikatan sejarah serta warisan budaya dengan mudah akan mereka putus karena pengaruh oleh dahsyatnya media. Dengan begitu, kita semakin berada di pojok peradaban," tandasnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Sunnah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kitab Ihya Ulumiddin dibaca tidak berurutan dari jilid awal sebagaimana lazimnya membaca kitab. Kalau kitab Ihya ini dibaca berurutan, maka konsekuensinya pembacaan kitab tidak tamat atau pembacanya mengalami peristiwa-peristiwa ghaib.

Demikian disampaikan Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar di kediamannya, Pengaleman Kabupaten Pringsewu, Jumat (30/6).

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

"Saya juga mengalami hal serupa saat saya mengajarkan kitab Ihya sampai pada Bab Sakaratul Maut, Istri saya dipanggil oleh Allah SWT," katanya dengan raut muka sedih menceritakan kisah hidupnya.

Selain itu, seseorang yang hanya belajar beberapa bagian saja dari kitab ini bisa-bisa mengalami kebingungan dan tidak bisa memahaminya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dalam kitab ini ada bab di mana kita kebingungan dalam memahami maksudnya. Tetapi, kebingungan ini akan terobati pada bab selanjutnya," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, kiai yang berpenampilan sangat sederhana ini juga menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang meragukan kandungan Kitab Ihya Ulumuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Orang ini kemudian bermimpi bertemu dengan Imam Ghazali yang menyampaikan keraguannya kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu Nabi memberikan kayu kepada Imam Ghazali untuk memukul orang yang tidak percaya ini," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini.

Ia mengatakan bahwa setelah orang itu bangun terlihat sekujur tubuhnya membiru dan sakit seperti habis dipukul dengan kayu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 18 Januari 2018

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu mengadakan lomba Mars Fatayat dan rebana di Balai Pekon Ambarawa Barat, Ahad (7/2). Pada kegiatan yang bertema tema Tingkatkan Kreativitas Ukhuwah Islamiyah, sebanyak 16 grup yang terbagi dua mengikuti dua jenis perlombaan tersebut.

Mereka mewakili ranting Fatayat NU masing-masing. Tampak hadir Pengurus Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana, Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila, Ketua MWCNU Ambarawa Jumangin, dan Ketua GP Ansor Ambarawa Hayatul Makki.

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Ketua Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana mengapresiasi kegiatan lomba tersebut. Ia berpesan agar Fatayat NU khususnya di Ambarawa semangat dan termotivasi untuk bergerak menunjukkan eksistensinya dengan hal-hal yang positif.

"Saya senang kalau melihat ibu-ibu muda di sini kompak dan seragam seperti ini, tapi jangan hanya pas lomba kompaknya. Mari kita tunjukkan eksistensi Fatayat kepada masyarakat agar mereka juga mau bergabung bersama kita khususnya ibu-ibu muda dan para pemudinya," kata Ketua Muslimat NU Pringsewu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Anda-Anda inilah, kata Hj Ani, para generasi penerus Muslimat NU nantinya. Siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Muslimat NU ke depan kalau bukan kader-kader muda Fatayat?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hal senada disampaikan Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila. Ia sangat senang dengan penyelenggaraan lomba Mars Fatayat dan rebana oleh Fatayat Ambarawa. Bahkan ini akan menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi anak cabang Fatayat NU di lain kecamatan.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan dana yang minim dan waktu yang singkat ternyata kepengurusan di Ambarawa dapat menyelenggarakan acara semeriah ini. Ini patut dicontoh dan ditiru oleh anak cabang Fatayat NU yang lain," kata Umi.

Ia berpesan kepada grup yang menjadi juara untuk tidak berbangga hati. Tim yang kalah tidak perlu berkecil hati. Tim yang menang atau yang kalah harus tetap terus belajar dan belajar agar bisa lebih baik lagi.

Lomba menyanyikan Mars Fatayat dimenangkan oleh grup dari Ranting Fatayat NU Tanjunganom yang kemudian disusul oleh PAC Fatayat NU Ambarawa yang merebut juara dua. Sementara Ranting Fatayat NU Ambarawa Barat meraih juara tiga.

Untuk cabang lomba rebana, Ranting Fatayat NU Jatiagung berhasil menjadi yang terbaik. Juara dua direbut Ranting Fatayat Sumberagung. Sementara? PAC Fatayat NU Ambarawa berada di posisi ketiga. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Anti Hoax, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sudah bukan rahasia, Ramadhan hampir selalu menjadi momen spesial bagi kalangan pesantren. Mereka umumnya mentradisikan pengajian kitab khusus selama bulan suci atau dikenal ngaji pasanan.

Begitu pula Pondok Pesantren Roudlotut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, asuhan Pj Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Ngaji pasanan menjadi agenda yang tak pernah luput setiap tahun.

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Muhammad Badi’ul Misbah, salah satu panitia pengajian, mengatakan, “Khususnya ngaji kitab bakda shalat tarawih selalu kitab yang bernuansa tasawuf. Seperti pasanan tahun ini memakai kitab Riyadhus Shalihin,” ujarnya, Sabtu (28/06).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, kitab-kitab yang diajarkan pada pengajian pasanan di antaranya, kitab Al-Halaqatur Rabi’ah, Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Jalalain, Tanqihul Qoul, Irsyadul Mukminin, Riyadhlu Badi’ah, Sullam Safinah.

Sedangkan Gus Mus sendiri mengampu kitab Burdah Al-Bushiri setiap setelah shalat Subuh, Idhatun Nasyiin setelah Dhuhur, Kimiyatus Sya’adah setelah Ashar, Riyadhus Shalihin setelah shalat tarawih.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk durasi waktu ngaji pasanan, lanjut Badi’, umumnya sekitar 2 jam untuk setiap kali pengajian kitab. Tetapi untuk kitab Alfiyyah biasanya sampai 3 jam.

“Tahun-tahun sebelumnya rata-rata biasanya pada tanggal 17 Ramadhan setiap kitab khatam, atau paling lambat tanggal 20 Ramadhan,” tambahnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat ditemui di pesantren yang juga terkenal dengan sebutan Pondok Leteh.

Menurutnya, panitia tidak mempunyai target khusus kepada santri-santri pasanan.? “Yang penting mereka mau ngaji,” ungkap santri asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini.

Badi’ mengingatkan, ungkapan yang selalu dituturkan Abah Mus nama panggilan santri-santri kepada KH. Musthofa Bisri, ketika pengajian, “Santri-santri dimana pun boleh berhenti sekolah, tapi jangan sampai berhenti belajar”.

Untuk itu, secara pribadi santri ini berharap kegiatan pengajian pasanan dapat berlangsung dengan lancar. “Dan nanti, santri-santri yang pasanan dapat mengikuti pembukaan hingga penutupan,” tandasnya.

Hingga menjalang awal Ramadhan, sudah puluhan santri datang dari berbagai daerah di pulau Jawa untuk mengikuti pengajian kitab secara intensif khusus pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Pendidikan, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU, Kamis (10/3), yang dihadiri para pengurus harian PBNU lengkap dan para ketua lembaga menyanpaikan sejumlah laporan. Menurut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, forum yang acara ini merupakan rapat bulanan yang diagendakan oleh pengurus Syuriah untuk membahas berbagai masalah.

“Namun pada kesempatan kali ini, kita jadikan rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah untuk membahas beberapa agenda termasuk laporan dari Ketua Umum (PBNU) terkait program kerjanya,” jelasnya.

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melaporkan tiga hal. Pertama, laporan terkait dengan isu-isu terkini seperti sikap PBNU terhadap LGBT, radikalisme, Ahmadiyah, dan narkoba. “Sikap PBNU sangat tegas terkait isu-isu tersebut,” ujar kiai yang akrab dipanggil Kang Said itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, laporan terkait agenda PBNU International Summit of Moderate Islam Leaders (Isomil) yang akan dilaksanakan pada Mei. Acara ini, kata Kang Said, akan dihadiri para pemimpin moderat Islam dari 30 negara.

“Dan yang ketiga, laporan Standard Operational Procedure (SOP) yang menyempurnakan atau sebagai panduan dari AD/ART, terutama sekali bidang keuangan,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain tiga laporan tersebut, ada beberapa program PBNU yang dilaporkan seperti pengadaan Kartanu (Kartu Anggota NU), Ekspedisi Santri, dan pembahasan bagaimana NU menanggapi ujaran kebencian dari kelompok-kelompok luar.

Untuk pengadan Kartanu, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini melaporkan bahwa Kartanu masih dalam proses penyempurnaan. Menurutnya, Kartanu tidak hanya akan menjadi identitas diri, tapi juga memiliki kelebihan-kelebihan lain.

“Kartanu memiliki 4 fungsi. Pertama sebagai identitas diri. Kedua sebagai e-payment atau sebagai alat transaksi elektronik. Ketiga koneksi dengan lembaga-lembaga yang ada seperti lembaga wakaf NU. Dan yang terakhir, warga NU yang belanja dengan Kartanu di beberapa brand yang kita kerja sama akan mendapatkan diskon,” papar Helmy.

Setelah semua pengurus melaporkan program-programnya, Kiai Ma’ruf Amin menutup rapat yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta itu dengan bacaan hamdalah dan kemudian mempersilakan KH Miftahul Akhyar untuk membacakan doa. (Ahmad Muchlishon/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, IMNU, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama, Pengurus Pusat Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PP LPTNU) bersama Direktorat Penjaminan Mutu Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) menggelar Bimbingan Teknis Sistem Penjamin Mutu Internal (Bimtek SPMI).

Bertempat di Hall Rohmatul Ummah Annahdliyah Universitas NU Sidoarjo pada Selasa (29/11), acara tersebut diikuti sekitar 100 orang perwakilan dari Lembaga Penjamin Mutu Perguruan Tinggi NU se-Jawa Timur.

Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A (Sumber Gambar : Nu Online)
Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A (Sumber Gambar : Nu Online)

Bimtek, LPTNU Targetkan Akreditasi Prodi A

Wakil Ketua PP LPTNU M Afifi yang hadir mewakili ketua PP LPTNU mengatakan, Bimtek SPMI tersebut merupakan komitmen Kemenristekdikti bersama PP LPTNU untuk mengawal dan mengadvokasi peningkatan mutu PTNU dan kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, pendidikan tinggi NU yang terdeteksi berjumlah 185 dari jumlah perkiraan 230 lebih, tak boleh stagnan atau mati. Selain itu, ada sekitar 12.000 lebih lembaga pendidikan yang dikelola Ma’arif yang harus memiliki saluran di jenjang pendidikan tinggi. "Jangan sampai PTNU jadi ‘kuburan’ bagi ratusan lembaga pendidikan tinggi NU itu sendiri," tegas M Afifi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan, target dari program Bimtek tersebut adalah tahun 2017, yakni minimal ada Program Studi (Prodi) di salah satu PTNU yang terakreditasi A. Sehingga prodi tersebut nantinya bisa dijadikan rujukan untuk perbaikan akreditasi.

Minimal, lanjut M Afifi, ada perubahan akreditasi yang awalnya mendapat C menjadi B, dan yang B menjadi A. Selain itu, untuk menyongsong 1 abad NU pada 2026 nanti dengan target dosen PTNU bergelar S3.

Pada Bimtek regional Jawa Timur tersebut PP LPTNU mendatangkan 7 fasilitator, yakni: Moses L Singgih, Noor Harini, Sukatejo, Achmad Zubaydi, Aulia Sita Aisyah, Jenny Mochtar dan Alfin Mustikawan. (Moh Kholidun/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 Desember 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kian meluaskan sayapnya. Pada Sabtu (2/3) siang, Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon (nama lain dari MAN Buntet Pesantren) resmi dibentuk dan pengurusnya dilantik di Auditorium MAN 3 Kabupaten Cirebon.

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon menegaskan, pembentukan organisasi pelajar NU di sekolah-sekolah negeri tersebut merupakan salah satu wujud program prioritas PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon. Bersama jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, pihaknya berkomitmen dan berikhtiar untuk menghadirkan PK IPNU-IPPNU di semua lembaga pendidikan baik yang di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU atau sekolah negeri di Kabupaten Cirebon.

"Satu tahun ke depan kita akan fokus di wilayah kaderisasi seperti kaderisasi formal dan pembentukan komisariat, PAC, dan PR. Mudah-mudahan diberi kelancaran," terang Ayub.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon, berpesan kepada pengurus baru PK yang telah dilantik agar dapat saling bekerjasama dan kompak dalam melaksanakan setiap program dan tugas yang akan dilaksanakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Apapun problemnya yang penting kedepankan musyawaroh. Setelah dilantik nanti silakan Rapat Kerja. Kalau bisa kedepankan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) agar siswa-siswi lebih memahami IPNU dan IPPNU. Makesta merupakan gerbang atau pintu masuk IPNU dan IPPNU. Sehingga kedepan pelajar IPNU-IPPNU dapat menjadi kader yang unggul serta dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan bangsa, negara, dan agama,” jelas Aida.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Najmi Alvian. Dan oleh Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Firda Sundusun Ro’fah. (Nurjannah Al Kendali/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Pendidikan, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 15 Desember 2017

PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI

Subang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) adalah Ormas Islam yang lahir dan besar di Indonesia dengan mengikuti ajaran dan dakwah Wali Songo, sehingga apapun yang terjadi, NU akan selalu setia dan teguh dengan NKRI.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua PCNU Subang, KH Musyfiq Amrullah dalam tausiyahnya pada pengajian Muslimat NU se-Kabupaten Subang sekaligus Pelantikan MWCNU Kecamatan Dawuan, Rabu (5/3).

PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Subang: NU Akan Selalu Setia dan Teguh dengan NKRI

"Saat ini sudah ada beberapa ormas yang dibentuk di luar negeri yang ingin mendirikan negara di sini, di negara kita tercinta ini, padahal mereka orang Indonesia," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mereka, lanjut Kiai Musyfiq, tidak mengerti dan menghargai perjuangan serta pengorbanan serta jasa Pangeran Diponegoro, Kiai Mojo, Teungku Cik Ditiro, Teuku Umar, Mbah Hasyim Asyari dan para ulama, para kiai, para santri serta para pahlawan lain yang berjuang mati-matian agar Indonesia menjadi negara yang merdeka.

"Ketika para penjajah sudah pergi dari bumi Indonesia, para ulama, para kiai, dan para santri yang tadinya berjuang mati-matian mempertahankan NKRI ini, mereka pulang ke pesantrennya masing-masing, disana mereka mengaji lagi, karena mereka tidak mau terlibat dalam urusan politik," tambahnya

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain itu, Pengasuh Pesantren Attawazun ini pun mengingatkan kepada nahdliyin agar tidak terpengaruhi oleh serangan-serangan dari kelompok yang suka membidahkan amalan NU, karena semua amalan itu ada dasarnya dan juga ada dalilnya.

Sebenarnya, kata dia, yang suka membidahkan amaliyah NU itu mereka juga sama melakukan bidah juga, karena mereka di negaranya yang disana juga mengadakan maulidan rajanya.

"Kita yang memperingati kelahiran Nabi dianggap bidah," pungkasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Sholawat, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 05 Desember 2017

Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berjanji pihaknya siap membantu masyarakat untuk mengakses ribuan beasiswa S2 dan S3 yang ada pada sejumlah kementerian.

"Ada 5.000 beasiswa S3 di Kemenag dan ada ribuan beasiswa S2 dan S3 senilai Rp18 triliun di luar Kemenag, saya siap jadi pelayan masyarakat untuk mengakses beasiswa itu," katanya di Surabaya, Ahad malam.

Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3

Di hadapan ribuan peserta Haul I Indar Parawansa (suami Mensos) di kediamannya, Jemursari, Surabaya, menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menyatakan sudah saatnya warga NU menjadi "writing society" dan bukan lagi "reading society".

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ada 106 juta dari 250 juta penduduk Indonesia adalah warga NU, karena itu menarik warga NU menjadi writing society akan sama halnya dengan memajukan peradaban Indonesia, apalagi NU mengembangkan Islam yang santun dan ramah," katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut dia, peran NU memang tidak tercatat dalam sejarah, karena keikhlasan para tokoh NU, sehingga Pusat Sejarah TNI hanya mencatat 12 nama tokoh Hizbul Wathon yang berperan dalam Pertempuran 10 November 1945, padahal mestinya lebih dari itu.

"Untungnya ada film Sang Kiai, sehingga peran NU mulai terlihat, namun hal itu menunjukkan pentingnya warga NU menjadi writing society agar jangan sampai seperti dalam Buku Sejarah kelas 3 SD yang mencatat peran sejumlah elemen masyarakat tapi di sana tidak ada elemen NU," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, RMI NU, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 25 November 2017

Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan santri dari pesantren di Jombang, Jumat (14/4/2017) siang mendapatkan pelajaran tambahan. Mereka mendaptkan pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Pelatihan hasil kerjasama Pesantren Tebuireng dengan Balai Diklat Perikanan Banyuwangi ini digelar di Gedung Diklat Pesantren Tebuireng 2 selama lima hari, mulai awal pekan lalu.

?

Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok

Pelatihan budidaya lele dengan system Bioflok diikuti 60 peserta yang berasal dari sembilan pondok pesantren di Kabupaten Jombang. Yaitu, Pesantren Tebuireng, Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng, Pesantren Al-Aqobah Kwaron Diwek, PP Fathul Ulum Sanan Puton Diwek, PP Khoiriyah Hasyim Seblak, PP Madrasatul Quran Tebuireng, PP Urwatul Wutsqo Bulurejo Diwek, dan PP Walisongo Cukir Diwek. Juga sembilan mahasiswa dan santri dari Mahad Mahasiswa Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng.

"Kegiatan ini untuk mendukung target konsumsi ikan nasional sebesar 47,12 kg perkapita/tahun. Selain mendukung target konsumsi ikan, peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi wirausahawan baru di sektor perikanan," Kata Mulyoto, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Saat membuka pelatihan. ?

Dikatakan Mulyoto, jika satu peserta yang sudah mendapatkan pelatihan kemudian mempunyai sepuluh kolam, dan hasil satu kolam sebanyak satu ton, maka akan ada 10 ton ikan lele yang dihasilkan dari pelatihan ini." Maka kebutuhan untuk konsumsi ikan akan semakin bisa terpenuhi targetnya,"imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Perikanan Banyuwangi, I Wayan Suarya menjelaskan bahwa program pelatihan di Pesantren Tebuireng Jombang ini direncanakan sebanyak 120 peserta dengan dua periode pelaksanaan. "Harapan kami, setelah pelatihan ini, peserta tidak berhenti. Tapi melanjutkan proses budidaya lele sampai membuahkan hasil," harap Wayan.

Dalam pelatihan selama lima hari itu, peserta mendapatkan materi tentang kebijakan peningkatan produksi perikanan budidaya. Juga teknik penyiapan kolam bioflok, memilih benih, menebar benih, membuat pakan buatan, dan memberi pakan.?

"Peserta juga dilatih melakukan monitoring pertumbuhan ikan, mengidentifikasi hama dan penyakit ikan, serta cara memanen ikan," ujar Pantja Waluya, salah satu anggota tim instruktur dari Balai Diklat Perikanan Banyuwangi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti materi dan melaksanakan praktek pembuatan kolam bioflok hingga penyiapan pakan.?

"Selama beberapa tahun, saya melakukan budidaya lele tanpa ilmu dan guru yang kompeten. Alhamdulillah, lima hari ini saya mendapatkan ilmu dan pengalaman dari ahlinya," ujar Ahmad Mamun, salah satu santri Pesantren Walisongo Cukir.

Mudir Pesantren Tebuireng, KH Lukman Hakim berpesan agar peserta benar-benar dapat memenuhi harapan dari pelaksanaan program ini. "Buktikan bahwa santri Tebuireng dan sekitarnya juga dapat belajar menjadi wirausahawan di sektor perikanan," pintanya saat menutup kegiatan. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 07 November 2017

NU Harus Mandiri di Bidang Ekonomi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengingatkan pentingnya kemandirian bagi NU dalam menjalankan roda organisasi.

NU Harus Mandiri di Bidang Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Harus Mandiri di Bidang Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Harus Mandiri di Bidang Ekonomi

Hal ini dikatakan ketika memberikan sambutan dalam peresmian Saudagar Fest 2013 yagn diselenggarakan Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) di Mall of Indonesia, Jakarta, Sabtu (14/9).

Islam, katanya, sangat menghormati kewirausahaan. Ia mencontohkan, hikmah dipilihnya Nabi Muhammad yang keturunan suku Quraisy, karena suku tersebut merupakan suku pedagang yang memiliki jaringan seantero jarizah Arab.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Pernyataan bahwa Islam tidak mendorong dunia usaha itu salah besar,” katanya.

Ia mencontohkan, beberapa ulama besar, seperti Abu Hanifah, merupakan ulama sekaligus saudagar besar. Karena itu, ia berani berpendapat bahwa haram hukumnya guru ngaji Al-Qur’an minta bayaran. Pendapat berbeda disampaikan oleh muridnya, Abu Yusuf bahwa yang paling berhak menerima bayaran adalah guru ngaji Qur’an.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kenapa ini bisa terjadi, karena Abu Hanifah sudah kaya, sedangkan muridnya miskin,” tegasnya.

Ia juga mencontohkan sufi yang juga kaya raya, yaitu Abu Hasan As-Syadzili, yang hidupnya berlimpah harta dan menjalani kehidupan yang baik.?

Suatu saat, terdapat seorang tamu, yang berpendapat bahwa seorang sufi harus hidup sederhana, bahkan miskin, tetapi As-Syadzili menyampaikan pesan kepada guru orang tersebut “sampai kapan memikirkan dunia terus.”

Ketika pulang, pesan tersebut disampaikan kepada gurunya yang tinggal di Tunisia, dan mengakui ia masih memikirkan harta. “As-Syadzili meskipun kaya, tidak lagi memikirkan harta, sementara aku karena miskin, yang dipikirkan harta saja.”

Terkait dengan perekonomian Indonesia, Kiai Said prihatin dengan semakin melebarnya ketimpangan antara si kaya dan si miskin. Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digembar-gemborkan pemerintah dan sudah dikucurkan lebih dari 80 trilyun ternyata belum menyentuh kelompok paling miskin, yang tidak memiliki agunan sebagai jaminan kredit. Ia meminta agar pemerintah membuat sebuah mekanisme agar kelompok tersebut memiliki akses permodalan. (mukafi niam)

Foto:

Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Waketum PBNU H Asad Said Ali mengunjungi salah satu stan Saudagar Fest 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Pahlawan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 01 November 2017

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Bertempat di Lapangan Kompleks Gedung NU Pringsewu, Jumat (9/10) Satuan Komunitas (Sako) Pramuka LP Ma’arif NU Pringsewu resmi dikukuhkan. Disaksikan seluruh peserta upacara perkemahan ke-1 Maarif NU Pringsewu, Ketua Kwarcab Pringsewu H Heri Iswahyudi memimpin sendiri peresmiannya.

Hadir pada kesempatan ini Ketua Sako Ma’arif Pusat H Muhsin Ibnu Juhan. Menurut Muhsin, Sako Pramuka Maarif Pringsewu adalah salah satu Sako yang dikukuhkan dari keseluruhan 6 Provinsi dan 17 kabupaten di Indonesia yang sudah ada sebelumnya.

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Diresmikan, Satuan Komunitas Pramuka Ma’arif NU Pringsewu Siapkan Program

Muhsin berharap Sako Pringsewu akan menjadi pembangkit bagi kabupaten-kabupaten lain di Lampung untuk membentuk Sako di wilayahnya masing-masing. "Suatu saat kami ingin datang ke Pringsewu dengan Sako-Sako lain di Indonesia untuk bersama-sama melaksanakan perkemahan Nasional Sako seluruh Indonesia di Pringsewu," harapnya diamini oleh seluruh yang hadir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu Ketua Sako Pramuka Ma’arif NU yang sudah dikukuhkan Mas Mustangin mengatakan bahwa dirinya dan seluruh pengurus siap untuk berkiprah dan memajukan Sako Pramuka Maarif Pringsewu. Ia menjelaskan bahwa Sako Pramuka Maarif NU adalah Gerakan Pramuka yang memiliki ciri khas NU dan tidak terpisah dari Gerakan Pramuka Nasional.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hadir pada pelantikan ini Ketua LP Maarif Lampung H Fauzi, Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim, Ketua LP Maarif Pringsewu Ahmad Rifai, dan beberapa Ketua LP Maarif kabupaten lainnya di Lampung. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Pendidikan, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 26 Oktober 2017

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI? NU) DKI Jakarta bersama PLAN memberikan bantuan berupa 580 paket school kits untuk anak-anak terdampak banjir Februari 2017 di sembilan titik di Jakarta, Jumat (3/3). Bantuan ini diturunkan dalam rangka meringankan beban warga terdampak banjir khususnya anak-anak.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh H Mastur Anwar dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta.

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBI NU DKI Jakarta Serahkan 580 Paket Alat Tulis kepada Anak-anak Terdampak Banjir

H Mastur mengapresiasi LPBI NU DKI Jakarta yang tak henti-hentinya berkhidmat untuk meringankan beban umat terdampak bencana di Jakarta. PWNU DKI Jakarta akan terus mendukung kegiatan-kegiatan sosial LPBI NU DKI Jakarta.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua PWNU DKI Jakarta Saefullah yang juga Sekda Provinsi DKI Jakarta menyampaikan, aksi sosial LPBI NU DKI Jakarta adalah sesuatu yang riil dan menyentuh langsung pada kebutuhan umat. Inilah sebenarnya tujuan dari Nahdlatul Ulama.

Bantuan diturunkan di Tanah Tinggi (Jakarta Pusat), Kedaung Kaliangke, Kapuk, Tegal Alur dan Tamansari? (Jakarta Barat), Manggarai (Jakarta Selatan), Kalimalang, Pinangranti, Pulogadung (Jakarta Timur).

Ketua LPBI NU DKI Jakarta M Wahib mengatakan, apa yang dilaksanakan dalam penanggulangan bencana merupakan sebuah keniscayaan bekerja sama dengan berbagai lembaga dan para pihak.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penanggulangan bencana, kata Wahib, merupakan urusan semua pihak baik pemerintah, masyarakat maupun juga sektor privat/dunia usaha. Semuanya bertujuan untuk saling meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

“Kegiatan ini terlaksana karena partisipasi dari PWNU, PLAN dan Santri Siaga Bencana (SSB)” ujar Wahib.

Bersamaan dengan acara penyerahan bantuan juga dilakukan psikososial melalui dongeng anak nusantara oleh Toni dari LPBI NU DKI Jakarta. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Pendidikan, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 16 Oktober 2017

Kongres Pergunu Bahas Full Day School

Bandung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Peserta Kongres Ke-2 Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) yang akan dilaksanakan pada 26-29 Oktober 2016 di Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto akan membahas isu-isu penting dalam pendidikan di antaranya gagasan Fulll Day School (FDS) yang dilontarkan pemerintah.

Menurut Ketua Umum Pergunu KH Dr Asep Saifuddin Chalim saat dihubungi di Kota Mekkah (24/9), bahwa gagasan FDS sebenarnya bukan sesuatu yang baru, model penyelenggaraan pendidikan seperti ini sesungguhnya sudah diaplikasikan oleh sebagian penyelenggara pendidikan di tanah air.

Kongres Pergunu Bahas Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres Pergunu Bahas Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres Pergunu Bahas Full Day School

"Tengok saja pendidikan di pondok pesantren, itu kan lebih dari pada full day school" tutur Kiai Asep

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Wakil Ketua Umum Pergunu Dr H Rudolf Chrysoekamto mengatakan, upaya untuk mengadopsi pendidikan di pesantren justru dilihat sebagai solusi jalan di tempat, bukan sesuatu yang sama sekali baru.

"Meski dilatari oleh keprihatinan mendalam terhadap kondisi moral bangsa, tetapi gagasan ini sungguh layak diapresiasi dengan catatan diawali dengan uji kelayakan terutama bagi subjek penyelenggaranya," tutur Dhofi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, pemerintah perlu untuk menyiapkan model FDS yang akan diselenggarakan agar tidak lagi terkesan involutif dan menggesernya dari kesan inovatif menjadi inventif bahkan kalau memungkinkan makin discoverif.

Sementara itu Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh berharap dalam Kongres Ke-2 Pergunu di Pesantren Amanatul Ummah Pacet-Mojokerto dapat memberikan kajian yang menyeluruh terkait gagasan FDS.

“Bahkan kalau bisa dalam kongres tersebut Pergunu membuat model pembelajaran full day school sebagai upaya kontribusi Pergunu dalam upaya terselenggaranya nation character building yang lebih menyeluruh,” katanya. (Awis Saepuloh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 11 Oktober 2017

Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi

Demak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengajak agar kiai NU tidak ketinggalan perkembangan teknologi yang menjadi sarana ampuh untuk menyebarkan dakwah.

"Sepanjang itu dianggap bermaslahat untuk umat  kenapa tidak dimanfaatkan,” demikian Kang Said dalam kegiatan pengajian akbar, wisuda akhirus sanah dan khotmil Quran di  pesantren Hidayatul Qur’an asuhan K.Nur Fathoni Zein Dusun Ngepreh Desa Sayung Kecamatan Sayung Selasa malam (19/6) lalu.

Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Jangan Ketinggalan Teknologi

Hadir dalam pengajian akbar tersebut Rais Syuriyah NU Demak KH Alawy Masu’di, Ketua Tanfidziyah KH Musadad Syarif, Pengasuh Ponpes Hidayatul Quran sekaligus pengasuh panti rehabilitasi jiwa Nurusalam Sayung  KH Nur Fathoni Zein, para ulama serta kiai sepuh NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai dan pondok pesantren menjadi benteng terakhir dalam meluruskan ajaran Islam yang cinta damai namun anti kemaksiatan. Kang Said, menambahkan, peran ulama sangat besar untuk mewujudkan keteladanan (takdris), kedisiplinan (ta’dhim) dan agamis (tarbiyah) di kalangan umat. 

“Kita harus mengikuti perkembangan teknologi, tidak boleh dilupakan pengajian kitab kuning di pesantren. Berdakwah memberikan pencerahan pada masyarakat umum harus digalakkan namun jangan sampai melupakan pesantren yang merupakan basis pergulatan pemikiran kaum Nahdliyin,” ujar Ketua Umum PBNU di hadapan para santri, ulama dan kiai NU serta jamaah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Kang Said, tak ada kata salah dan seharusnya juga tidak ketinggalan warga NU untuk akrab dengan  perangkat multimedia mulai dari, laptop hingga internet, sepanjang piranti tersebut tidak dipakai sebagai barang mewah bisa dimanfaatkan untuk sarana dakwah.

Ia menambahkan, teknologi dibutuhkan lantaran ajaran Aswaja sebagai ideologi NU harus disampaikan hingga kalangan kampus, birokrasi, penegak hukum, bahkan mancanegara sekalipun, sasaran dakwah  harus luas untuk menyadarkan  umat mengenai ajaran Rasulullah  yang rahmatan lil alamin. 

"Warnai Indonesia dengan NU yang berpaham Islam Aswaja, dengan toleransi Islamnya    terbukti NU mampu merekatkan NKRI yang terdiri atas beragam suku, agama, ras dan aliran." terang ulama asal Cirebon itu.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Khutbah, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 24 Agustus 2017

Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menggelar seminar Waspada Diabetes; Dampak pada Tubuh dan Gigi di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta, Jumat (28/4) pagi. Pada pertemuan ini sejumlah narasumber menjelaskan bagaimana dampak diabetes pada kesehatan anggota tubuh lainnya.

Sekretaris LKNU Citra Fitri Agustina (dokter Civi) mengatakan, seminar tersebut selain sebagai ajang silaturahim dalam menyambut bulan Ramadhan mendatang, juga sebagai sarana untuk belajar bersama tentang penyakit diabetes mellitus yang ternyata berdampak pada anggota tubuh, termasuk gigi.

Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi

“LKNU sebagai bagian dari ormas NU memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan upaya kesehatan, penanganan dan pencegahan penyakit kepada masyarakat luas,” kata dokter Civi.

Ia menambahkan, LKNU bekerja sama dengan berbagai pihak telah dan terus mengampanyekan gerakan kesehatan termasuk penanganan dan pencegahan diabetes mellitus ke beberapa propinsi di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Yeny Yuliani dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jakarta Pusat mengatakan, penanganan gigi saat ini menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan. Dalam SDGs,  persoalan gigi termasuk penyakit kronis sistemik seperti penyakit lainnya yang harus ditangani secara serius.

“Ada persoalan kesehatan mulut yang kita harus tahu. Apalagi update saat ini kesehatan mulut juga masuk dalam cover BPJS. Jadi dokter juga harus bertambah kompetensinya dalam penangan penyakit sistemik,” kata Yeny.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Deteksi dini, menurut Yeny, harus dilakukan, apakah seseorang memiliki potensi diabetes yang berpengaruh pada kesehatan gigi. Ia menyayangkan tren di masyarakat yang menandakan naiknya jumlah kasus kesehatan gigi.

“Seakan masyarakat merasa nggak apa-apa kalau sakit gigi dan diabetes karena di-cover BPJS. Padahal penanganan diabetes di rumah sakit termasuk menggerogoti rumah sakit dan pemerintah. Bayangkan kalau sekali cuci darah saja menghabiskan biaya dua juta,” tambahnya.

Ia berharap para dokter, karena  menentukan keberlangsungan hidup pasien, dapat banyak berperan sehingga persoalan diabetes dan gigi bisa dikendalikan. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Pendidikan, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 09 Agustus 2017

Menyampaikan Aspirasi dengan Damai

Jakarta diguncang unjuk rasa besar-besaran pada Jumat 4 November 2016. Ini merupakan unjuk rasa jilid kedua. Sebelumnya, aksi serupa telah dilakukan dengan damai. Unjuk rasa bertema Aksi Membela Islam tersebut menuntut penanganan dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Unjuk rasa karena ketidakpuasan publik terhadap penanganan hukum terhadap kasus Ahok atas pernyataannya tentang Surat Al Maidah 51.?

Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak dari warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun berkumpulnya orang dalam jumlah banyak di satu tempat, rawan menimbulkan situasi yang tidak terkendali. Apalagi jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menumpang aksi tersebut untuk kepentingannya sendiri atau kelompok tertentu, seperti agenda pendirian negara khilafah.?

Menyampaikan Aspirasi dengan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyampaikan Aspirasi dengan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyampaikan Aspirasi dengan Damai

Karena itulah PBNU menyerukan seluruh perangkat organisasinya untuk tidak ikut dalam aksi tersebut. Ada banyak cara untuk menyampaikan aspirasi. Para tokoh NU juga memahami keresahan masyarakat tentang kasus tersebut. Dalam hal ini Rais Aam KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj bersama sejumlah jajaran NU lainnya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan tuntutan publik terkait penanganan kasus tersebut. Bagi NU, permintaan maaf yang sudah disampaikan Ahok harus diterima, tetapi tuntutan hukum, biarlah peradilan yang berbicara. ?

Sebagai negara hukum, maka dugaan penistaan agama tersebut harus diproses dengan baik tanpa intervensi siapa pun. Publik merasa kasus ini baru dikebut prosesnya menjelang pelaksanaan aksi 4 November ini. Biarlah para ahli hukum menilai apakah yang dilakukan Ahok benar atau sebaliknya. Di kalangan umat Islam sendiri juga masih banyak tafsir atas pernyataan yang disampaikan Ahok tersebut, ada yang menganggap menistakan Islam, ada yang sekadar menyinggung, tetapi ada yang menganggapnya biasa saja. Karena itu, dari proses hukum dan hasilnya juga harus dihormati. Jika Ahok dinyatakan bersalah, maka harus dihormati, tetapi jika diputuskan tidak bersalah, juga harus dihormati. ?

Demonstrasi kali ini mengandung banyak nuansa, apalagi menjelang pelaksanaan pilkada 2017. Tak dapat dipungkiri bahwa kepentingan politik berupa adanya pertarungan di antara para calon gubernur DKI Jakarta juga menjadi bagian dari aksi ini. Banyak yang berkepentingan agar Ahok, petahana yang masih populer ini dan kemudian diusung lagi oleh beberapa partai politik untuk maju lagi ini memiliki peluang untuk memenangkan pemilu. Berbagai cara digunakan untuk menurunkan popularitasnya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aparat keamanan, dalam hal ini harus mampu memastikan keamanan warga dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Yang berdemo silahkan berdemo, tetapi aktivitas masyarakat lainnya juga harus berjalan dengan lancar. Masing-masing memiliki kepentingan yang harus dihormati. Mereka yang beraktivitas untuk mencari nafkah bagi keluarga di rumah juga menjalankan ajaran agama sehingga kegiatan mereka tidak boleh terganggu para pendemo.

Pada akhirnya, semua harus dibuktikan Jumat ini, apakah umat Islam juga mampu berperilaku baik dalam menyampaikan aspirasinya. Jangan sampai kita menuntut dihapuskannya keburukan, tetapi upaya yang dilakukan menggunakan cara-cara yang juga buruk. Umat Islam Indonesia dikenal menunjung tinggi kedamaian ini harus mampu menunjukkan bahwa sikap tersebut terus dipegang, dalam kondisi apa pun, termasuk saat meminta keadilan. (Mukafi Niam)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Pendidikan, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 02 Agustus 2017

Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lebih dari 100 orang Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) dikukuhkan, Ahad (1/10). Jumlah tersebut merupakan pengurus harian, baik PB PMII maupun KOPRI PB PMII.  Di saat yang bersamaan diperingati juga Hari Kesaktian Pancasila. 

Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang menegaskan Pancasila sebagai azas tunggal dalam berorganiasi.  

Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Miliki 230 Cabang, PB PMII Optimis Tangkal Radikalisme di Kampus

“Tidak ada lagi azas lainnya dalam berorganisasi dan bernegara," ungkap Agus.

Ia menyoroti berbagai organisasi yang ingin menggantikan Pancasila sebagai dasar negera, bahkan muncul juga gerakan radikalisme di berbagai kalangan, termasuk dalam dunia pendidikan. Untuk itu, dirinya berkomitmen agar PMII menjadi penangkal deradikalisasi di kampus. 

Dengan keberadaan PMII yang sudah memiliki 230 cabang  dan 24 Koordinator Cabang di seluruh Indonesia, bukan tak mungkin PMII bisa menangkal deradikalisasi di kampus seluruh Indonesia. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"PMII akan mampu memperkenalkan Islam Indonesia yang rahmatan lil alamin," katanya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepengurusan ke depan, PB PMII memiliki empat agenda besar. Di antaranya, membumikan ahlusunnah wal jamaah di internal kampus, fokus modulasi dalam gerakan advokasi, mendorong gerakan Enterprenership dan memperkenalkan Islam yang ramah dalam ranah Internasional, terutama di forum-forum internasional.  

"Diharapkan para pengurus bisa menjaga kekompakan. Di mana kekompakan menjadi syarat dan modal dalam bergerak," tuturnya. 

Begitu juga dengan cara pandang di internal dan eksternal. Para Pengurus Besar (PB) PMII harus menjadi teladan kepada tiap cabang dan Koordinator Cabang di setiap daerah. Selain itu, sebelum pengukuhan dilaksanakan, digelar juga Festival Hadroh se-Jabodetabekabanten dan Istighotsah. 

Direncanakan akan hadir juga Abdul Muhaimin Iskandar selaku Ketua Mabinas PMII, M. Hanif Dakhiri Menteri Ketenagakerjaan, Eko Putro Sandjojo Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi,  Imam Nahrawi Menteri Pemudan dan Olahraga serta Khofifah Indar Parawansa selaku  Menteri Sosial. 

Ketua Pelaksana Pengukuhan PB PMII Mukhtar Ansori Attijani mengungkapkan, berdoa merupakan cara terbaik dalam memohon pertolongan kepada Allah SWT. Diakui olehnya, Pengukuhan dan Rakernas PB PMII adalah pijakan awal untuk melangkah kedepan membangun organisasi. 

"Tentunya diawali dengan Istighotsah dan doa bersama untuk bangsa. Serta PMII senantiasa mampu mengawal bangsa ini dengan penuh semangat mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa," pungkasnya. (Nita Nurdiani Putri/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kiai, Pendidikan, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock