Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

 Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang XIX di SKD Kecamatan Batuan. Acara dihadiri PW IPPNU Jatim, PAC IPPNU beserta Badan Otonom (Banon) NU dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di lingkungan Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim, Nurul Hidayati menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya konfrensi ini. “Kita harus bangga kepada kader muda NU dalam hal ini rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU yang lambat laun semakin  berbenah diri,” katanya, Sabtu (23/12).

Menurutnya, kendati banyak pelajar NU yang tampil di berbagai kegiatan, namun mereka tidak menghilangkan jati dirinya sebagaimana pelajar dan juga perempuan.

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim yang sekaligus secara resmi membuka acara.

Selanjutnya ada pemberian cinderamata kepada PCNU dan Majlis Alumni IPNU-IPPNU sebagi tanda terimakasih  atas sumbangsihnya selama ini. (Mahrus Ali/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Amalan, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beberapa Pengurus Cabang NU di Jawa Timur mulai mengapresiasi digunakannya metode Ahlul Halli wal Aqdi (AHWAL) untuk suksesi kepemimpinan di PWNU Jatim pada Konferensi mendatang.



PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU

Beberapa Ketua PCNU memandang hal itu sebagai kemajuan demi perbaikan di internal NU.

Ketua PCNU Sumenep, KH Panji Taufiq menandaskan bahwa ikhtiar yang dilakukan PWNU Jatim dengan menggunakan Ahwal sebagai terobosan yang sangat bermanfaat. "Ahlul Halli wal Aqdi adalah alternatif yang cukup efektif demi meminimalisir unsur riswah (suap, red.) pada perhelatan Konferensi Wilayah mendatang," katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham (6/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Panji -sapaan akrabnya- menandaskan bahwa untuk meminimalisir riswah, memang harus dilakukan banyak metode.?

"Dan Ahwal adalah terapi cukup efektif meskipun tidak menjamin sebagai cara yang cespleng," katanya sembari tertawa.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun demikian, hendaknya metode Ahwal jangan hanya dilihat dari sisi cara yang dipilih, namun yang harus diapresiasi adalah substansi metode tersebut.?

"NU Jawa Timur punya beban berat untuk bisa menampilkan NU yang bersih karena memang sebagai percontohan bagi NU di tanah air," katanya beralasan.

"Karena itu PCNU Sumenep sangat mengapresiasi upaya bersih-bersih tersebut sebagai konsekuensi bagi tanggung jawab besar NU Jawa Timur yang juga sebagai barometer NU di Indonesia," tegasnya.

Kiai Panji menandaskan bahwa Ahwal sebagai upaya untuk membentengi kemurnian dalam berkhidmat kepada NU. Karenanya ia juga berharap, "Jalannya Konfwil NU Jawa Timur yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat Tulangan Sidoarjo nanti memberikan masukan berarti bagi NU masa depan."?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Warta, Kiai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Na’im:

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya: “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.”

Hadits tersebut setidaknya memiliki 3 makna sebagai berikut:

Pertama, orang-orang miskin harus selalu hati-hati atau waspada terhadap kemiskinannya. Hal ini disebabkan keadaannya yang serba kekurangan dapat menggodanya untuk melakukan kemaksiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam masyarakat, bisa saja terjadi seorang suami yang miskin melakukan perampokan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.?

Bisa pula terjadi, seorang ibu yang miskin karena tekanan ekonomi menjual diri demi menghidupi anak-anaknya. Demikian pula seorang pemuda yang miskin, bisa saja nekat melakukan pencurian karena didorong keinginannya untuk meniru gaya hidup teman-temannya yang anak orang kaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ada banyak orang miskin yang karena ketidakberdayaannya secara ekonomi tidak pernah mengenal Tuhan. Mereka tidak pernah pergi ke masjid untuk shalat sebagaimana mereka tidak pernah berpuasa. Banyak orang seperti ini akhirnya berpindah ke agama lain karena adanya bantuan-bantuan ekonomi yang mampu menyejahterakan hidupnya.?

Mengingat beratnya godaan-godaan yang dialami orang-orang miskin, maka mereka harus pandai-pandai membentengi keimanannya dengan sabar dan syukur. Dengan sikap seperti ini orang-orang miskin akan bisa tangguh menghadapi godaan-godaan yang bisa menggoyahkan imannya.?

Jika untuk mencapai sabar dan syukur mereka tak mampu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus bekerja keras mengatasi kemiskinannya. Mereka harus berjuang keras untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan kata lain, orang-orang miskin yang tak bisa sabar dan syukur harus berusaha menjadi orang yang berkecukupan guna melindungi imannya dari rongrongan-rongrongan yang bisa membuatnya kufur, dan bahkan bisa memurtadkannya.?

Namun bagi orang-orang miskin yang memang bisa sabar dan syukur, mereka boleh memilih hidup miskin atau sederhana dengan tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya, seperti mencukupi kebutuhan dasar keluarga yang terdiri dari kebutuhan akan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Mereka harus tetap bisa hidup mandiri tanpa menggatungkan atau menjadi beban bagi orang lain. Mereka tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan meminta-minta.?

Kedua, sebagai peringatan kepada orang kaya-kaya bahwa kemiskinan yang dialami saudara-saudaranya yang miskin dapat mendorognya kepada kekufuran, baik kufur dalam arti murtad atau ingkar akan adanya Tuhan maupun kufur dalam arti ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT.?

Dalam kaitan itulah maka orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat dan disunnahkan memberikan sedekah kepada mereka yang miskin yang membutuhkan uluran tangan. Zakat dan sedekah ini memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yakni memeratakan kesejahteraan sosial dan terjalinnya hubungan yang baik antara orang kaya dengan orang miskin.?

Hubungan baik seperti itu tentu saja sangat penting sebab bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika orang-orang miskin setiap hari merencanakan dan melakukan pencurian atau perampokan kepada orang-orang kaya karena desakan ekonomi. Hal seperti ini bisa sangat meresahkan mereka yang kaya. Mereka akan selalu hidup dalam kecemasan karena tidak hanya harta mereka yang terancam tetapi juga jiwa mereka. Bukankah sering kita dengar perampokan disertai pembunuhan?

Dalam kaitan ini ada nasihat bijak yang berbunyi “Pagar mangkuk itu lebih baik daripada pagar berduri.” Maksudnya pendekatan sosial seringkali lebih efektif daripada pendekatan yang mengutamakan kekuatan fisik. Sekali lagi dalam kaitan inilah, Islam menekankan kepada orang kaya untuk senantiasa mengeluarkan zakat, baik zakat mal dan zakat fitrah, maupun sedekah yang diberikan kepada orang-orang miskin, baik mereka meminta maupun menahan diri untuk tidak memintanya.?

Ketiga, sebenarnya kemiskinan itu ada dua macam, yakni kemiskinan material dan kemiskinan spiritual. Yang dimaksud kemiskinan material adalah keadaan kurang atau miskin dari harta benda duniawi. Sedangkan yang dimaksud kemiskinan spiritual adalah kemiskinan yang tidak ada kaitannya dengan kekurangan harta benda duniawi, tetapi terkait dengan kurangnya akan iman atau jiwa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas mengingatkan kepada kita bahwa orang yang kaya harta bisa saja ia sesugguhnya adalah orang miskin disebabkan karena lemahnya jiwa atau iman. Orang seperti ini disebut orang miskin spiritual. Miskin spiritual bisa sama bahayanya dengan miskin material. Tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya enggan mengeluarkan zakat dan sedekahnya karena jiwa atau hatinya memang miskin. Mereka sesungguhya telah kufur atau ingkar dari perintah Allah.?

Selain itu, tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya melakukan kecurangan dalam berbisnis atau setoran pajak demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Ini adalah keserakahan yang menunjukkan kemiskinan spiritual. Juga, tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang secara material sudah kaya raya, tetapi mereka melakukan korupsi besar-besaran yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Orang-orang seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang miskin. Mereka miskin bukan karena kekurangan harta benda duniawi tetapi kurangnya iman kepada Allah SWT.?

Dengan melihat fakta-fakta sosial di atas, hadits Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan di awal sesungguhnya tidak hanya dimaksudkan untuk mengingatkan mereka orang-orang miskin material tetapi juga mereka yang miskin secara spiritual. Keduanya bisa kufur atau ingkar dari apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Tentu lebih berbahaya lagi ketika seseorang mengalami kemiskinan material sekaligus kemiskinan spiritual. Na’udzubillah min dzalik.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Doa, Ulama, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 26 Desember 2017

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 22 Desember 2017

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Trenggalek, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PCNU Trenggalek, Jawa Timur di Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule menetapkan duet kepemimpinan KH Mashum sebagai Rais Syuriah dan KH Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfifziyah masa khidmah periode 2016-2021.

Rais Syuriyah terpilih yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule terpilih menjadi Rais Syuriah melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi). Adapun tim AHWA terdiri dari KH Syafii sebagai Ketua, KH Sahar Banuri, KH Mashum, KH Nur Khotib, dan KH Masruri.

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Pada sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dihadiri 173 peserta dari tingkat MWC dan Ranting, mengerucut 2 kandidat terkuat yakni KH Fatchulloh Sholeh dan H. Mahsun Ismail. Setelah dilakukan pemungutan suara secara langsung dan demokratis, KH Fatchulloh Sholeh memperoleh suara terbanyak dengan mengumpulkan 114 suara. Sementara 56 untuk H. Mahsun Ismail. Adapun 1 suara dinyatakan rusak dan 2 abstain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ditemui setelah acara, Gus Loh, sapaan akrab KH Fatchulloh Sholeh, menyampaikan program-program prioritasnya untuk 1 peridoe ke depan. "Amanah ini berat, karena akan dimintai pertanggungjawaban tak hanya secara organisasi tapi juga di akhirat, semoga saya bisa menjalankan ini dengan baik," ungkapnya selepas Konfeercab (27/3).

Bagi dia, amanah itu adalah meneruskan dhawuh para ulama dengan? orientasi ke depan tentunya memperkuat pesantren dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran dan aqidah Aswaja Annahdliyah serta menjaga keutuhan NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena, kata dia, kita paham bersama bahwa pesantrenlah yang menjadi basis kekuatan NU dan NKRI-Nusantara.

"Sedangkan secara organisatoris, program-program yang saya prioritaskan dalam periode saya (2016-2021, red) adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, dan kaderisasi" tutup Gus Loh. (Abid/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sejarah, Ulama, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 Desember 2017

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

Palembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah IPPNU DKI Jakarta menampik anggapan pengurus IPPNU di daerah-daerah bahwa Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri NU mengistimewakan PW IPPNU DKI Jakarta. PW IPPNU menilai kepemimpinan PP IPPNU memperlakukan PW IPPNU DKI Jakarta setara dengan IPPNU daerah lainnya.

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

“Kami ini independen dalam segala hal. Bahkan untuk kegiatan dan pengembangan program, kami bergerak sendiri,” kata utusan PW IPPNU DKI Jakarta saat LPJ PP IPPNU berlangsung di halaman parkir Asrama Haji Pondok Gede, jalan Kolonel H. Barlian KM.9, Kota Palembang, Ahad, (2/12) siang.

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta merasa perlu menyampaikan hal demikian. Utusan DKI Jakarta mencoba meluruskan persoalan dugaan tidak berdasar tersebut di hadapan sidang LPJ. Hal itu diungkapkan ketika sejumlah utusan pengurus daerah IPPNU melontarkan kekecewaannya terhadap PP IPPNU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kehadiran sekretariat PP IPPNU di ibu kota Jakarta, bukan berarti memberikan akses istimewa bagi PW IPPNU DKI Jakarta,” tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta menunjuk sebuah contoh. Dalam mengadakan Makesta, masa kesetiaan anggota sebagai proses kaderisasi awal, PW IPPNU DKI menggelarnya secara mandiri tanpa bantuan PP IPPNU.

Dengan suara lantang, utusan PW IPPNU DKI Jakarta mengimbau semua peserta sidang LPJ untuk menghapus kecemburuan tidak beralasan. Menurutnya, kemandirian pengurus IPPNU daerah perlu dipertegas kembali.

Sidang LPJ sedikitnya dihadiri oleh semua jajaran PP IPPNU. Mereka duduk di atas panggung menghadapi semua pengurus wilayah dan cabang IPPNU se-Indonesia. Sementara ruang sidang dibatasi oleh tali panjang mengulur. Ruang sidang LPJ yang terbuka disterilkan dari pengunjung yang tidak mengenakan penanda peserta.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 15 Desember 2017

Berdamai dengan Kaum Sawah

Ekstrimisme kaum Salafi Wahabi (Sawah) terhadap kalangan kaum penganut aliran sufi terus berlanjut hingga menjadi persoalan sosial dan disintegrasi yang kronis dalam diri agama Islam. Berbagai tuduhan kafir, pengamal bid’ah, dan bahkan musyrik kepada kaum sufi menjadi duri dalam daging umat Islam. Mau tidak mau kita harus menyikapinya dengan penuh dengan kesabaran, kecerdasan, dan kejernihan hati serta pikiran dalam menghadapi persoalan keyakinan-keagamaan ini. Karena tentu persoalan keagamaan semacam ini memiliki daya keyakinan masing-masing yang saling membentengi dengan dalil-dalil Islam.

Di Indonesia, keberadaan kaum Sawah tak lebih menjadi pseudo-enemies dalam agama Islam. Stigma negatif dan vonis buruk bertubi-tubi dilayangkan secara subyektif oleh salah satu sekte Islam (Sawah) yang merasa paling Qur’ani dan Sunni kepada ajaran tasawuf dan pengamal tarekatnya. Mulai dari label perintis bid’ah, pembela mimpi dan ilham setan, melenceng dari syariat, demen mistis dan wirid-wirid bid’ah, pecinta hadits lemah dan palsu, pemuja wali dan guru, dan macam ragam tuduhan lain yang variatif dan tak bersahabat (Hal. 4).

Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdamai dengan Kaum Sawah

Kehadiran buku Nur Hidayat Muhammad ini bukan dalam rangka memusuhi kalangan kaum Sawah. Namun tak lain mau berdamai dan berdialog via buku secara ilmiah dengan kajian yang mendalam. Nah, uraian buku di atas kiranya memberikan pandangan tersendiri di mata publik. Bisa saja publik menganggap kaum sufi memang benar-benar kafir atau bisa saja mereka beranggapan kaum Sawah yang diktator dan ekstrim sesama lingkup rumpun agama yang sama (Islam).

Setidaknya publik akan memiliki pandangan tersendiri dalam menimbang siapa yang memusuhi dan berkawan di antara dua aliran yang tak sepaham tersebut. Menurut imam al-Nawawi, penulis syarah Shahih Muslim, dalam kitabnya, al-Maqashid menyebutkan bahwa asas dalam tasawuf yaitu; Pertama, bertakwa kepada Allah Swt., baik dalam hati atau lahiriyah. Kedua, mengikuti al-Sunnah, baik dalam perilaku atau ucapan. Ketiga, hatinya tidak terpasung melihat makhluk (dunia). Keempat, ridha kepada Allah Swt., baik sedikit atau banyak. Kelima, kembali kepada Allah Swt., baik saat lapang atau susah (Hal. 12-13).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lima fondasi kaum sufi yang dinyatakan oleh imam al-Nawawi dalam buku ini cukup mewakili dari struktur keberadaan penganut aliran sufi yang ditodong dengan pisau kafir dan tali musyrik oleh aliran Sawah. Kejernihan dalam berpikir dan keluwesan hati perlu kita kelola seelok mungkin, utamanya dalam menghadapi persoalan aliran dan keyakinan dalam beragama agar tidak mencoreng agama itu sendiri sebagai agama satu-satunya yang diyakini memberikan kedamaian dan kebahagiaan bagi kehidupan umat manusia.

Berbagai doktrin keislaman yang beda aliran hingga beda persepsi dalam memandang suatu fenomena perlu diselesaikan melalui pendekatan khusus tanpa ekstrimisme dan tuduhan yang mencoreng agama. Karena secara tidak langsung hal tersebut akan membangun pandangan negatif dan stereotip publik. Dengan serta merta publik akan menyatakan bahwa Islam adalah agama konflik. Dan itu secara lambat laun akan mengubah ruh agama Islam dari eksistensinya di ranah global (lih. stereotip oleh A. Dardiri Zubairi, 2013:110-113).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Perseteruan antara aliran Salafi Wahabi dan kaum Sufi serta termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah masih belum ada jalan terang yang bisa menerangi. Namun melalui jawaban sederhana yang mengena pada objek hukum syariat Islam oleh Nur Muhammad Hidayat ini akan memberikan sedikit cahaya terang benderang di antara dua aliran yang kontroversial tersebut. Secara jelas, pelurusan dengan cara yang fleksibel dan tegas mengenai hukum-hukum Islam kaitannya dengan adat istiadat di negeri ini juga harus menjadi pertimbangan yang tidak boleh dilupakan sebagaimana khittah Islam yang ajarannya selalu sesuai dengan situasi dan kondisi apapun.

Penyelesaian konflik kaum Sufi vs kaum Sawah harus berjalan dengan sikap moderat, fleksibel, kritis dan lembut dalam menyampaikan sebuah tanggapan. Serta dengan cara yang berdasar pada ranah damai berdasar pad timbangan hukum dan syari’at Islam. Misalkan dalam hal algorisme mengenai kaum Sufi dan hadits dhaif serta hadits palsu. Yang sangat mengesankan yaitu tuduhan Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya dengan judul “Tasawuf Besitan Iblis” yang menuduh kaum sufi menolak hadits shahih (Hal. 21-24).

Penegasian dalam menyelesaikan suatu problem bukan jalan utama. Karena dibalik itu akan bermunculan tanggapan saling todong dan bunuh hingga akhirnya kedua belah pihak (Sufi dan Sawah) akan sama-sama mengalami keruntuhannya. Bahkan bisa saja meruntuhkan peradaban kayakinan serta agama yang dibanggakannya. Maka dari itu, sebuah afiliasi dalam menyelesaikan problem yang membelit kaum Sufi dan Sawah perlu digiring ke ranah yang lebih damai dan mendamaikan. Sebagai aliran yang mendapat pandangan tersendiri dari publik, maka perlu memikirkan hal tersebut.

Dari segala variasi tuduhan dan ekstrimisme kaum Sawah terhadap kaum Sufi dalam buku ini dicoba untuk diluweskan melalui pendakatan hukum syariat Islam. Elaborasi dalam dua aliran tersebut perlu menjadi hal yang sangat urgen dalam menimbang dan memutuskan suatu pendapat guna menjaga eksistensi dan reputasi agama Islam. Karena tak dapat disangkal kedua aliran tersebut berada dalam jalur mengikuti pantulan cahaya agama yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Sehingga tak layak kiranya dalam jalur yang sama terjadi ekstrimisme dan tuduhan negatif terhadap aliran tertentu tanpa memandang ke depan melalui argumen yang valid dan mencerahkan ummat.

Judul: Tarekat dalam Timbangan Syariat – Jawaban atas Salafi Wahabi

Penulis : Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Muara Progresif

Cetakan: I, Mei 2013

Tebal: x + 175 hlm. 14,5 x 21 cm

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi: Junaidi Khab, santri Pesantren Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock