Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Minum obat kencing manis harus dilakukan secara terus menerus dan dilakukan dalam waktu lama, bahkan seumur hidup. Hal ini, menurut dokter Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo, dr. Atik Yuniani, untuk melindungi kerusakan organ yang permanen karena kencing manis, tentu saja atas petunjuk dari dokter.

Dokter yang bertugas di Rumah Sakit NU ini menegaskan, pemberian obat kencing manis dilakukan dengan cara titrasi, artinya dimulai dengan dosis kecil yang dinaikkan secara bertahap. Apabila perlu dikombinasikan dengan beberapa obat lain, harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien untuk mencapai kadar gula darah yang diinginkan.

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Sampai Berapa Lama Obat Kencing Manis Diminum? Ini Penjelasannya

"Seringkali kita mendengar pertanyaan minum obat kencing manis sampai kapan? kalau tidak ada keluhan apakah obat harus terus diminum? kalau minum obat terus menerus apakah tidak merusak ginjal?. Sebelum menjawab beberapa pertanyaan tersebut, perlu kita pahami bahwasanya, pada penderita kencing manis (diabetes mellitus) ? terjadi penumpukan gula darah (glukosa) di dalam pembuluh darah yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah pada pemeriksaan laboratorium," kata dr Atik, Kamis (21/7).

Atik memaparkan, penumpukan gula darah terjadi akibat kegagalan tubuh dalam pemanfaatan glukosa, kurangnya hormon insulin efektif yang lazim terjadi pada penderita kencing manis. Kadar gula yang tinggi inilah yang akan mengganggu banyak organ apabila tidak dikendalikan dengan baik.

"Pengendalian gula darah dapat dilakukan dengan cara pengaturan diit dan latihan fisik yang sesuai dengan kondisi pasien. Apabila dengan pengaturan diit dan latihan fisik tidak berhasil, maka pada penderita kencing manis harus mulai diberikan obat-obatan kencing manis yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, dan pada beberapa pasien dapat diberikan suntikan insulin," paparnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan, gula darah puasa antara 95-126 mg/dl, dan gula darah setelah makan antara 150-180 mg/dl. Dengan bahasa sederhana, gula darah manusia ada di kisaran antara 100 dan 200. Apabila target gula darah telah tercapai, maka dosis tersebut akan dipertahankan, dan akan terus dievaluasi, dimonitor dan akan dilakukan penyesuaian. Meskipun kadar gula darah sudah dalam batas normal, dan pasien sudah merasa nyaman, tetap dilakukan monitoring serta evaluasi oleh dokter yang merawat secara rutin.

Kadar gula darah yang teregulasi dengan baik, dapat mencegah terjadinya komplikasi lanjut, penyakit kencing manis seperti, gagal ginjal, penyakit jantung koroner, kebutaan akibat gangguan saraf mata, stroke dan lain-lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Biasanya kita baru bertekad untuk berobat dengan rutin ke dokter pada saat komplikasi lanjut itu telah terjadi. Padahal, pada kondisi tersebut regulasi gula darah yang baik pun tidak dapat mengembalikan fungsi organ yang telah terganggu karena kerusakan organ tersebut bersifat permanen atau menetap," jelasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Olahraga Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 01 Februari 2018

Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ada yang berbeda di Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM) pada Rabu pekan lalu. Perguruan tinggi Nahdlatul Ulama tersebut kedatangan dua tokoh sekaligus ulama besar, yaitu Prof M. Quraish Shihab dan Anregurutta Sanusi Baco.?

Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gurutta Sanusi Baco dan Quraish Shihab, Cerita Dua Sahabat Lama

Quraish Shihab merupakan Direktur Pusat Studi al-Quran yang juga pakar tafsir Al-Quran, sedangkan Gurutta Sanusi adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang juga Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel dan Mustasyar PBNU.

Keduanya dipertemukan dalam kegiatan Halaqah Nasional Radikalisme dan Wasathiyah dengan tema Membentuk Generasi Muslim Moderat di UIM. Quraish Shihab dan Gurutta Sanusi merupakan sahabat sejak dulu, keduanya bersama-sama menimba ilmu di negeri Piramida Mesir.

Pada kegiatan tersebut, keduanya banyak bernostalgia ketika masa mudanya. Gurutta Sanusi memulai pembicaraannya dengan bercerita tentang peran Quraish Shihab dalam pembangunan Universitas Islam Makassar (UIM).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alumni Universitas Al Azhar Kairo Mesir tersebut menjelaskan bahwa Quraish Shihab banyak membantu pada masa awal berdirinya Kampus Al-Gazali yang merupakan cikal bakal dari UIM. Gedung Rektorat UIM merupakan bantuan yang didatangkan melalui beliau ketika menjabat sebagai Wakil Rektor di Institut Agama Islam Negeri Makassar.

Quraish Shihab pun bercerita, sejak dulu beliau bersahabat dengan Gurutta Sanusi, mereka berdua sama-sama belajar di Universitas Al-Azhar. Bahkan setelah pulang dari Mesir pun keduanya bersama-sama keliling berdakwah di Sulawesi Selatan.

Selain itu, penulis Tafsir Al-Misbah tersebut kagum dan memuji perkembangan UIM yang dulunya bernama Al-Gazali. Menurut Quraish, perkembangan pesat UIM yang dicapai saat ini tidak lepas dari keikhlasan para pendirinya, termasuk Gurutta Sanusi Baco.

Berbicara tentang Islam Moderat, keduanya pun punya pandangan yang sama. Gurutta Sanusi beranggapan bahwa pembinaan umat saat ini tidak bisa hanya bermodalkan semangat berapi-api, tetapi harus dibarengi dengan strategi, itulah yang disebut Wasathiyah atau moderat.?

Prof Quraish pun megungkapkan bahwa radikalisme adalah buah dari ekstremisme, sedangkan akarnya adalah kurangnya pengetahuan seseorang dan juga karena emosi yang berebihan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua tokoh tersebut memang dikenal sebagai tokoh yang moderat dan mencerahkan. Nasihat-nasihatnya pun banyak menjadi rujukan saat ini. (Muh. Nur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kitab Ihya Ulumiddin dibaca tidak berurutan dari jilid awal sebagaimana lazimnya membaca kitab. Kalau kitab Ihya ini dibaca berurutan, maka konsekuensinya pembacaan kitab tidak tamat atau pembacanya mengalami peristiwa-peristiwa ghaib.

Demikian disampaikan Mustasyar MWCNU Ambarawa Kabupaten Pringsewu KH Muhammad Dalhar di kediamannya, Pengaleman Kabupaten Pringsewu, Jumat (30/6).

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pengalaman Ghaib saat Ngaji Kitab Ihya Ulumiddin

"Saya juga mengalami hal serupa saat saya mengajarkan kitab Ihya sampai pada Bab Sakaratul Maut, Istri saya dipanggil oleh Allah SWT," katanya dengan raut muka sedih menceritakan kisah hidupnya.

Selain itu, seseorang yang hanya belajar beberapa bagian saja dari kitab ini bisa-bisa mengalami kebingungan dan tidak bisa memahaminya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dalam kitab ini ada bab di mana kita kebingungan dalam memahami maksudnya. Tetapi, kebingungan ini akan terobati pada bab selanjutnya," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, kiai yang berpenampilan sangat sederhana ini juga menceritakan sebuah kisah tentang seseorang yang meragukan kandungan Kitab Ihya Ulumuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Orang ini kemudian bermimpi bertemu dengan Imam Ghazali yang menyampaikan keraguannya kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu Nabi memberikan kayu kepada Imam Ghazali untuk memukul orang yang tidak percaya ini," kata kiai yang juga rutin membaca Kitab Ihya Ulumuddin setiap Jumat di Masjid Jami Pengaleman ini.

Ia mengatakan bahwa setelah orang itu bangun terlihat sekujur tubuhnya membiru dan sakit seperti habis dipukul dengan kayu. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pembukaan "Saptawikrama Membumi" yang digelar di Lapangan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran, Lamongan Jawa Timur, Jumat (18/3) berlangsung meriah dan disaksikan ribuan santri dari berbagai pesantren.

?

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Kemeriahan Saptawikrama Membumi di Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Acara yang dibuka Wakil Ketua Lesbumi PBNU, Candra Malik ini menampilkan ragam kesenian, mulai dari pentas teater, pertunjukan tari-tarian dan pembacaan puisi, yang semuanya mengacu pada nilai-nilai islami yang mengandung kekhasan budaya Nusantara.

“Saptawikrama Membumi diadakan untuk mengenalkan tujuh strategi kebudayaan Lesbumi sebagai bagian dari Islam Nusantara,” tutur Wakil Sekretaris Lesbumi PBNU, Sastro Adi saat dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham pada Jumat malam (18/3).

Sastro menambahkan, Pondok Pesantren Sunan Drajat dipilih sebagai lokasi acara karena pesantren tersebut masih terkait dengan Walisongo sebagai penyebar agama Islam di Nusantara. Seperti diketahui para Walisongo dalam berdakwah tidak mengabaikan kearifan lokal dan seni budaya yang sebelumnya telah ada di Nusantara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain pertunjukan ragam kesenian, acara Saptawikrama Membumi ini juga diisi dengan diskusi dan seminar sejarah, pameran lukisan, naskah kuno dan pusaka nusantara. Acara ini berlangsung dari 18-19 Maret dan dihadiri perwakilan dari PWNU seluruh Indonesia.? (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 16 Januari 2018

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pada 1-3 Juni 2016, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor akan menyelenggarakan Konferensi Besar (Konbes) XX yang bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat. Konbes XX diikuti oleh Pimpinan Pusat GP Ansor dan Pimpinan Wilayah Ansor se-Indonesia. ?

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembukaan Konbes GP Ansor Ditandai Ikrar Setia Pancasila oleh Semua Elemen Pemuda

“Konbes akan membahas dan mengesahkan beberapa Peraturan Organisasi sebagai langkah untuk memperkuat kelembagaan organisasi dan beberapa rekomendasi sebagai respons terhadap berbagai isu dan persoalan dalam kehidupan kebangsaan dan kemasyarakatan mutakhir,” ujar Ketua Umum PP GP Ansor, H Yaqut Cholil Qoumas dalam rilis persnya.

Kegiatan Konbes ini dirangkai dengan Apel Kesetiaan Pancasila dan Ansor Bersholawat. Apel Kesetiaan Pancasila digelar sore tadi di Alun-alun Palimanan Cirebon. Sedangkan Ansor Bersholawat dan Pembukaan Konbes dilaksanakan Rabu, 1 Juni 2016 malam di halaman Pondok Pesantren Miftahul Muta’alimin Babakan Ciwaringin, Cirebon. Persidangan Konbes akan berlangsung sampai Jumat, 3 Juni 2016 dan diakhiri dengan ziarah ke makam Sunan Gunung Jati.

Apel Kesetiaaan Pancasila melibatkan 3.000 pasukan Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dari semua kesatuan dan unit dan diikuti juga oleh unsur TNI dan Polri serta delegasi dari berbagai elemen organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP). Dalam apel ini juga telah dilakukan penandatanganan Ikrar Kesetiaan Pancasila oleh semua elemen pemuda.

Apel yang diselenggarakan di Cirebon ini merupakan representasi dari Apel Kesetiaan Pancasila yang digelar oleh GP Ansor di seluruh Indonesia. Pimpinan Pusat GP Ansor telah menginstruksikan kepada semua Pimpinan Cabang GP Ansor di seluruh Indonesia untuk menggelar Apel Kesetiaan Pancasila pada 1 Juni 2016.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Jadi, selain di Cirebon yang dilaksanakan oleh Pimpinan Pusat dan Satkornas Banser, juga digelar apel yang sama di seluruh daerah mulai dari Sabang sampe Merauke yang dilaksanakan oleh GP Ansor dan Banser secara serentak pada tanggal 1 Juni 2016,” jelas Gus Tutut.

Sebagaimana kita ketahui, imbuhnya, saat ini banyak bermunculan kelompok dan gerakan anti-Pancasila, baik akstrem kanan ataupun ekstrem kiri. Bagi Ansor, ini merupakan ancaman serius terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sikap GP Ansor, sebagaimana juga sikap NU, sangat tegas. Siapa saja dan organisasi apa saja ? yang terang-terangan bertentangan, apalagi melawan ideologi Pancasila, haruslah ditetapkan sebagai organisasi subversif yang tidak boleh leluasa hidup mengembangkan ajarannya di negara Pancasila ini. GP Ansor berada di setiap jengkal NKRI dan akan memberikan yang terbaik untuk tanah air ini, termasuk darah dan nyawa,” tegasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Maraknya berita bohong yang bersebaran di berbagai media sosial, membuat Nahdliyin perlu waspada. Kabar tidak benar tersebut, apabila tidak disikapi dengan sikap hati-hati dapat menimbulkan perpecahan dan fitnah.

“Hati-hati denagn medsos, berita hoax yang mengarah ke fitnah seliweran. NU difitnah dan dibentur-benturkan. Untuk itu, mari kita rekatkan barisan, sesama NU jangan mudah salah paham,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Inshof Plesungan KH Abdullah Saad, pada acara pelantikan Pengurus Ranting Jetis, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah Senin (20/2) malam.

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekatkan Barisan, Sesama Nahdliyin Jangan Salah Paham

Untuk itu, pengurus JATMAN Idarah Aliyah itu mengimbau, Nahdliyin di daerah agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Jagalah persatun dan kesatuan, agar negara aman tentram, serta tetap mengikuti komando dari PBNU,” kata dia.

Ditambahkan Gus Dullah, para pengurus NU juga perlu untuk member pemahaman kepada masyarakat serta anggota, tentang paham Aswaja, sebagaimana yang telah diperjuangkan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan ulama-ulama NU lainnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam acara itu, prosesi pelantikan Pengurus Ranting NU Jetis berjalan dengan penuh khdimat. Amanah Rais Syuriyah diemban Kiai Sulaiman, sedangkan Ketua Tanfidziyah dipegang Giman.? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Oleh Munandar Harits Wicaksono

Islam sebagai agama, dianggap penting karena memiliki dua rujukan yang dengan keduanya manusia diatur sedemikian rupa. Al-Qur’an, sebagai rujukan yang pertama merupakan sebutan untuk lafadh yang Tuhan turunkan kepada Nabi Muhammad di mana bacaannya mengandung sisi ijaz (melemahkan; mukjizat) bagi penentangnya dan bernilai ibadah dengan membacanya. Sementara hadits, sebagai rujukan kedua adalah ucapan Nabi Muhammad pasca ia diangkat Tuhan menjadi utusannya.

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)
Seputar Bidah dan Inovasi Beragama (Sumber Gambar : Nu Online)

Seputar Bidah dan Inovasi Beragama

Keduanya merupakan wasilah Tuhan memperkenalkan diri-Nya, mengingatkan manusia mengenai hakikat hidup, dan tak luput mengatur segala aspek mulai dari skala mayor dan urgen seperti perkara ketuhanan, konsep interaksi dengan sesama manusia, hingga perkara kecil nan sepele seperti halnya berpakaian dan lain-lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di masa awal pembentukan syariat, keberadaan Nabi Muhammad sebagai penyambung lidah Tuhan sangat dibutuhkan. Hadits sebagai ucapannya punya kedudukan tidak hanya sebagai penjelas, tapi dalam berbagai masalah menjadi pijakan hukum atas hukum yang belum tersebut dalam Al-Qur’an. Maka ketika muncul suatu masalah yang belum diketahui hukumnya, mudah saja orang di masa itu akan segera bertanya kepada beliau. Kemudian dalam beberapa kasus Tuhan akan mengklarifikasi maupun memperkuat jawaban Rasulullah tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Meskipun demikian, Islam di masa itu tidak serta-merta menetapkan hukum sepihak semacam diktator. Dalam berbagai kesempatan Nabi Muhammad mengatakan, "Permudahlah, jangan mempersulit!" Bahkan ucapan itu diulang-ulang sampai tiga kali, menunjukkan betapa kuatnya anjuran tersebut.

Hal ini jelas kontradiktif dengan apa yang terjadi dalam masyarakat dewasa ini. Kita dihadapkan pada fenomena merebaknya pemikiran-pemikiran kaku yang sangat enggan berinovasi dalam beragama. Menggunakan dalih hadits "Setiap perbuatan bidah atau yang tidak dicontohkan Muhammad adalah sesat" mereka seenaknya sendiri menyalah-nyalahkan golongan lain.

Padahal, hadits yang diucapkan ini sejatinya masih sangat global. Dalam redaksi bahasa Arab lafadh kullun yang memiliki makna setiap (seperti dalam hadits di atas) memiliki 2 padanan makna. Terkadang lafadh kullun ini digunakan untuk makna jam , yang berarti ia tidak menerima pengecualian. Kadang pula ia bermakna jami dimana ia menerima pengecualian.

Berkaca pada hal tersebut, para cendikiawan muslim moderat memberikan definisi yang relevan dengan makna bidah yang dikehendaki Nabi. Salah satu definisi yang adil menyebutkan bidah adalah sebuah ajaran baru yang dibuat-buat untuk menandingi syariat.

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah semisal acara 40 hari memperingati kematian yang di dalamnya terdapat kandungan silaturahim, membaca Al-Qur’an bersama dan segala perbuatan baik lainnya dibuat untuk menandingi syariat? Tentu tidak.

Seperti inilah yang kami maksudkan sebagai fenomena pemikiran kaku dan enggan berinovasi di atas. Hal ini diperparah dengan masyarakat kita yang cenderung hanya melihat cover dan mengabaikan substansi sebenarnya. Padahal, sejatinya sudah menjadi maklum bersama, mengingat Wali Songo di masa penyebaran Islam di Tanah Jawa juga membungkus ajaran-ajarannya dengan budaya.

Satu yang menarik terkait inovasi dalam beragama adalah sebuah riwayat hadits yang disebutkan dalam kumpulan hadits Imam Nawawi dalam kitab Riyadlush Shalihin. Disebutkan suatu ketika seorang Baduwi melakukan tawaf mengelilingi kabah menyebutkan kata-kata yâ karîm (yang tentu tidak pernah diajarkan Nabi Muhammad) berulang kali. Heran akan hal tersebut, Nabi Muhammad menghampirinya bersamaan dengan turunnya Jibril. Lalu terjadilah percakapan yang sejatinya melibatkan 4 subjek. Tuhan, Jibril, Muhammad dan orang Baduwi tadi.

Singkat cerita, Tuhan melalui Jibril, disampaikan oleh Muhammad, bertanya pada Baduwi tersebut, "Apakah kau kira dengan mengucapkan yâ karîm (wahai Yang Maha Mulia), Tuhan akan mengampuni dosa dan memperingan timbangan burukmu?" Secara spontan baduwi itu menjawab "Kalau Tuhan berani menimbang amalanku, akan kutimbang balik Ia!" Mendengar jawaban tersebut Nabi Muhammad kaget bukan kepalang. Lantas ia bertanya, "Bagaimana bisa?" Baduwi segera menjawab "kalau Tuhan menimbang amalan burukku, akan kutimbang pula rahmat dan kasih sayangNya. Saya yakin rahmat-Nya jauh lebih besar daripada dosa saya." Lalu apa kata Tuhan? Tuhan justru berkata "Muhammad, sampaikan pada Baduwi itu, aku tidak akan menimbang-nimbang amal buruknya."

Menarik. Ada dua poin utama dalam hadits tersebut yang bisa kita ambil kesimpulan. Yang pertama adalah bagaimana baduwi tersebut melakukan sebuah perbuatan yang tidak pernah diajarkan Nabi Muhanmad. Ia berinovasi dengan melakukan perbuatan yang membuat Rasulullah terheran-heran, namun secara substansial ia menyetujuinya.

Poin kedua adalah terkait pola pikir inovatif Baduwi tersebut. Bagaimana ia dengan cerdas justru hendak menggugat Tuhan. Pola pikir seperti inilah yang mati suri dalam masyarakat kita dewasa ini. Kita terlampau asyik dalam pola pikir jumud yang tidak kunjung usai. Padahal, justru dengan pola pikir inovatif dan sedikit “nakal” seperti inilah Islam bisa maju dan berkembang. Selama, ia tidak keluar dari batas koridor kewajaran.[]

Penulis adalah Alumnus MAPK Surakarta tahun 2013/2014. Saat ini tercatat sebagai mahasiswa Universitas Al Ahqoff, Tarim, Hadramaut, Yaman. Menyukai puisi, sastra dan sedikit kopi. Bisa dihubungi lewat akun twiter @munandarharits1



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock