Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983

Banyak di antara ulama NU seperti KH Wahid Hasyim, KH Masykur dan lain sebagainya menjadi anggota BPUKPI yang bertugas merumuskan dasar negara dan undang-undang dasar. Dengan sendirinya mereka ikut dalam merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Karena itu NU membela hasil kesepakatannya sendiri saat Indonesia dihadang oleh berbagai pemberontakan yang hendak mengganti NKRI. Tetapi celakanya di tangan Orde Baru Pancasila telah menjadi alat politik yang menentukan, sebagai sarana untuk mendiskiminasi dan menstigma kelompok lain. NU setia pada Pancasila karena itu menolak segala penyimpangan penafsiran dan pengamalan Pancasila serta penerapan di luar batas seperti itu.

Sebagai salah satu perumus Pancasila, NU menolak penafsiran tunggal Pancasila yang dimonopoli Orde Baru melalui P4 dan sebagainya. Pancasila harus diletakkan sebagai dasar negara menjadi milik bersama sebagai falsafah bangsa. Ketika Orde Baru mendesak semua organisasi tidak hanya organisasi politik, tetapi juga organisasi kemasyarakatan untuk menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas, maka banyak organisasi yang curiga, enggan dan menolak, terutama ormas keagamaan, tidak hanya Islam tetapi juga agama yang lain. Melalui pembicaraan yang intensif antara KH. As’ad Syamsul Arifin dan juga KH Ahmad Siddiq dengan Presiden Soeharto bahwa Pancasila tidak akan menggeser agama dan agama tidak akan dipancasilakan, maka NU mau menerima Pancasila sebagai asas organisai, tanpa harus meninggalkan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai dasar akidahnya.

Kemudian penerimaan itu dirumuskan dalam sebuah piagam yang sangat komprehensif dan konklusif dalam sebuah Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam. Deklarasi penting itu dirumuskan dalam Munas Alim Ulama NU di Situbondo pada tahun 1983. Pernyataan NU dianggap kontroversial dan menggemparkan saat itu. Bagi yang tidak tahu argumennya akan menentang, tetapi yang mengerti argumennya yang begitu rasional dan sistematis serta proporsional itu banyak yang tertegun dan simpati.

Tidak sedikit kalangan ormas Islam yang lain berterima kasih pada NU yang mampu berpikir cerdik dan strategis dalam memecahkan persoalan sangat pelik yakni hubungan agama dengan Pancasila, tetapi dengan kecemerlangannya NU mampu meletakkan hubungan yang proporsional antara agama dan Pancasila, sehingga mereka bisa menerima Pancasila secara proporsional pula. Bahkan agama-agama lain merasa sangat berterimakasih pada NU atau kemampuannya merumuskan hubungan Agama dengan Pancasila melalui argumen yang rasional dan mendasar baik secara syar’i maupun secara siyasi.

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983 (Sumber Gambar : Nu Online)
Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983 (Sumber Gambar : Nu Online)

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983

Ketika undang-undang mengenai penerapan asas tunggal diberlakukan pada tahun 1985, maka jalan yang dirintis NU telah mulus, sehingga hampir semua ormas besar dan agama-agama remi menerimanya. Hanya beberapa ormas Islam sempalan yang masih menentang Pancasila. Itulah jasa besar NU dalam menegakkan Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara Republik Indonesia serta dasar bagi ormas yang ada. Berikut bunyi lengkap deklarasi fenomenal tersebut:

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam?

Bismillahirrahmanirrahim

Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesi bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang menjiwai sila-sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah akidah dan syari’ah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syari’at agamanya. Sebagai konsekuensi dari sikap di atas, Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak. ?

Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdhatul Ulama

Sukorejo, Situbondo 16 Rabi’ul Awwal 1404 H

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

(21 Desember 1983)

?



Sumber: Abdul Mun’im DZ (Editor), Piagam Perjuangan Kebangsaan, 2011 (Jakarta: Setjen PBNU-Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Thalibin, Rembang, Jawa Tengah, KH Musthofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan kepada para nasional untuk tidak mementingkan dirinya sendiri, melainkan sebaliknya, harus bisa memecahkan persoalan bangsa.

“Jadi pemimpin jangan hanya mementingkan diri sendiri saja, tetapi harus bisa memikirkan nasib bangsa ini,” kata Gus Mus dalam sambutannya pada acara tahlilan Tujuh Hari Wafatnya KH Yusuf Hasyim (Pak Ud) di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Minggu (21/1) lalu.

Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin jangan Hanya Pentingkan Diri Sendiri

Menurut salah seorang anggota Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu, saat ini bangsa Indonesia sedang mengalami berbagai cobaan mulai dari bencana alam hingga beberapa peristiwa kecelakaan transportasi.

“Sayangnya ketika kita sedang dirundung cobaan seperti ini, sampai sekarang kita masih belum memiliki seorang pemimpin yang benar-benar bisa menyelesaikan persoalan ini. Para pemimpin masih memikirkan kepentingan dirinya sendiri,” ujar Gus Mus di depan sekitar tiga ribu massa yang menghadiri acara tersebut.

Oleh sebab itu, Gus Mus, meminta para pemimpin nasional harus bisa menauladani para pendahulu yang berjuang mempertaruhkan jiwa dan raga demi bangsa ini.

“Pendiri NU Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dan Pak Ud (putranya) adalah orang yang sampai akhir hayatnya tidak pernah berhenti memikirkan bangsa. Orang-orang seperti inilah yang seharusnya kita tauladani bersama,” ujar budayawan dan penyair itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mengungkapkan, Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari bersama beberapa ulama semasa hidupnya pernah mengikrarkan diri di depan Ka’bah sebelum pulang ke Tanah Air untuk berjuang membela bangsa dan negara dari cengkeraman penjajah.

Demikian juga dengan putranya, Pak Ud, yang semasa mudanya ikut terjun di medan pertempuran melawan penjajah Belanda. Disusul kemudian di era 1960-an, Pak Ud bersama dengan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang dipimpinnya turut serta dalam penumpas gerombolan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang hendak merongrong NKRI.

“Beliau ini sudah akrab dengan desingan peluru. Jarang sekali seorang pimpinan pondok pesantren ikut bertempur seperti Pak Ud,” ucap alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir itu.

Bahkan, meski dalam keadaan susah berjalan pun, Pak Ud, masih saja terlibat dalam berbagai aktifitas, termasuk menjadi “keynote speaker” dalam seminar tentang wacana kebangkitan komunis di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Saat itu, Pak Ud lah yang memelopori penolakan pembentukan Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi Nasional yang beberapa nama calon anggotanya sudah diusulkan kepada presiden sebelum akhirnya dibatalkan.

Sementara, acara tujuh hari wafatnya sesepuh pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang itu selain dihadiri para santri dan ulama dari berbagai daerah, juga warga masyarakat sekitar yang ingin memberikan sumbangsih bacaan doa dan tahlil. (ant/miol/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 10 Februari 2018

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Aswaja, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Pati, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Samarak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober hadir di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menyelenggarakan serangkaian acara, di antaranya bincang publik di radio Pas FM Pati.

Acara-acara lainnya adalah jalan santai, donor darah, dan pasar murah yang digelar Jumat (21/10) pagi di lapangan Kecamatan Margoyoso, Pati dan di Gedung Madrasah Salafiyah Kajen. Dilanjutkan dengan acara pembacaan shalawat nariyah di seluruh masjid, mushalla, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB.

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Jumat malam itu juga digelar "Kajen Bershalawat" di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Lalu, kirab dan apel Hari Santri Nasional mulai dari kantor PCNU Pati sampai alun-alun Pati pada 22 Oktober 2016, pukul 13.00 WIB. Pengajian akbar pada Ahad (23/10), pukul 13.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pati juga melengkapi acara tahunan ini dengan menghadirkan Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hafsin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rais Syuriyah PCNU Pati KH M Aniq Muhammadun mengatakan, seluruh kegiatan hari santri ini bertujuan positif untuk mewujudkan akhlakul karimah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Ali Munfaat menekankan supaya pelaksanaan kegiatan hari santri ini mampu mendorong elemen bangsa lain untuk bersatu padu melakukan segala hal demi kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Menurut Ketua Panitia Hari Santri Nasional PCNU Pati, Jamal Mamur, berbagai kegiatan ini menunjukkan kecintaan kaum santri kepada bangsa dan negara. Mereka, katanya, ingin meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh Belanda.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan Resolusi Jihad Kiai Hasyim, umat Islam, khususnya kaum santri, terbakar semangatnya untuk mengangkat senjata melawan kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia,” ujarnya.

Dalam hati kaum santri, lanjut pria yang akrab disapa Kang Jamal ini, terpatri hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air termasuk tanda iman. Maka, segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tidak mungkin santri merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan langkah yang destruktif, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal yang melakukan aksi-aksi teror atas nama agama. “Santri, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asyari mampu memaknai doktrin agama secara kontekstual sehingga Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” paparnya.

Khusus di Pati ini, figur santri yang pernah menjadi Rais Aam PBNU, KH MA Sahal Mahfudh, patut menjadi contoh. Dengan fiqih sosialnya, kata Kang Jamal, Kiai Sahal memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mandiri dan mampu mengarungi kehidupan dengan bahagia.

“Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, modal, dan monitoring secara intensif sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Jamal, santri-santri di Kabupaten Pati harus meneladani perjuangan Kiai Sahal dan para pendahulu yang lain dengan aktif berkarya baik dalam bentuk pemikiran atau dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan siswa dan siswi dari Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) 1 Genggong Probolinggo melakukan studi banding di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang. Dengan didampingi kepala madrasah dan guru, rombongan ingin mendapatkan masukan terkait penulisan karya tulis ilmiah bagi peserta didik, serta keunggulan lain.

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

"Kunjungan kami ke madrasah ini untuk belajar lebih banyak bagaimana melahirkan para siswa dan siswi dengan kemampuan menulis karya tulis ilmiah," kata KH Ahsan Maliky, Kamis (11/9). Demikian pula bagaimana mengarahkan peserta didik sehingga mampu membuat tugas akhir, termasuk pengelolaan kurikulum pembelajaran, lanjutnya.

Kepala MA Zaha 1 Genggong tersebut mengemukakan bahwa kemampuan menulis menjadi hal penting agar semakin banyak potensi pesantren yang dapat digali. Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana para penulis potensial dari pesantren, juga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Ada sejumlah keunggulan yang selama ini dijaga di MAUWH. Di samping kemampuan? menulis karya ilmiah atau paper, juga kemahiran dalam berbahasa asing.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Faizun Amir selaku kepala MAUWH menyadari bahwa kemampuan bahasa asing adalah di antara hal yang menjadi perhatian madrasah ini. "Karenanya, sejumlah ikhtiar kami lakukan sebagai upaya agar para peserta didik memiliki kemampuan bahasa yang dapat diandalkan," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz Miftakhul Arif selaku Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH mengemukakan, ada program kemitraan yang digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa asing. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Juga kemitraan dengan Pesantren Darul Lughah wad Dakwah di Bangil untuk memantapkan kemampuan Bahasa Arab para siswa," kata Ustadz Arif, sapaan akrabnya. Hal tersebut juga ditambah dengan pembinaan kemampuan bahasa Inggris di Intens English Course Pare Kediri.

Dan hal ini berbuah manis karena para siswa dan siswi pilihan di MAUWH dipercaya membimbing kemampuan bahasa asing bagi MTs Negeri Tambakberas dan MTs Plus Bahrul Ulum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khusus untuk tugas akhir atau paper, peserta didik yang telah memasuki kelas XI dibekali secara lebih intensif terkait kemampuan ini. "Dari mulai bimbingan teknis, pemilihan judul, pembimbing isi serta bahasa, hingga saat ujian," jelas kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Kegiatan dipungkasi dengan dialog dan pemberian cindera mata antar kedua belah pihak. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Jadwal Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 20 Januari 2018

PMII Nyatakan Tiga Tuntutan Terkait Korupsi di Bondowoso

Bondowoso, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bondowoso mengadakan gelar aksi damai di jalan dalam rangka menyambut hari antikorupsi se-dunia pada 9 Desember ini. Puluhan aktivis mahasiswa ini menyatakan aksinya antara lain di depan Kantor Pemkab Kabupaten Bondowoso, Kamis (8/12) siang.

PMII Bondowoso dalam aksinya menuntut pemerintah dan penegak hukum Kabupaten Bondowoso untuk menyikapi dan menindak tegas segala bentuk tindak pidana korupsi.

PMII Nyatakan Tiga Tuntutan Terkait Korupsi di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Nyatakan Tiga Tuntutan Terkait Korupsi di Bondowoso (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Nyatakan Tiga Tuntutan Terkait Korupsi di Bondowoso

Korlap Aksi Abdullah Basri membacakan surat tuntutan sebagai nota kesepahaman. Ia membacakan butir-butir tuntutan aspirasi mereka dalam aksi damai ini. pertama, PMII Bondowoso? menuntut Pemkab Bondowoso meningkatkan kinerja dalam memberantas korupsi di daerah. Kedua, penghapusan remisi terhadap narapidana korupsi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Untuk yang terakhir, kami menuntut agar pemerintah daerah membersihkan praktik korupsi di Bondowoso," kata Abdullah Basri dengan suara lantang pada saat itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Asisten Satu Pemkab Bondowoso Agung Tri Handono mendatangi para demontrasi. "Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan. Poin pertama dan ketiga memang target keinginan dan tujuan kita bersama. Pemkab Bondowoso terus menerus berupaya untuk menciptakan pemerintahan yang jauh lebih bagus, jauh lebih baik dan jauh lebih bersih," ungkapnya.

Ia menegaskan, Pemkab Bondowoso telah bekerja sama dengan Kejaksaan dan Polres Bondowoso untuk memberantas korupsi.

"Hari ini kita telah memiliki tim saber pungli dan tim pemberantasan korupsi. Semua itu dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih," lanjutnya.

Dari pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham peserta aksi mempertunjukan atraksi teaterikal dalam aksi. Abdullah meminta Agung Tri Handono sebagai perwakilan Pemkab Bondowoso menandatangani komitmen antikorupsi. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 19 Januari 2018

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei

Pekalongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Radio Aswaja FM yang mengudara di jalur 107.8 M.Hz siap melakukan siaran perdananya pada tanggal 6 Mei 2013 mendatang dengan format siaran religius, edutainment dan news dengan dikawal 10 penyiar.

Radio dengan tagline "Radione Warga NU Pekalongan" akan mengudara mulai jam 05.30 pagi hingga 23.30 malam dengan program program yang telah disiapkan antara lain pengajian kitab kuning, tausiyah kiyai, baiti jannati dan lain lain.

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja FM Siap Siaran Perdana Awal Mei

Penaggungjawab Radio Aswaja FM, H. Muhtarom kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Senin (15/4) mengatakan, beberapa program unggulan radio aswaja telah disiapkan dan siap memberikan hiburan dan pencerahan wawasan keagamaan ala ahlus sunnah wal jamaah di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Program pengajian kitab kuning, tausiyah kiyai dan dialog interaktif ummat bertanya kiyai menjawab telah disiapkan untuk warga Kota Pekalongan," ujarnya di tengah tengah melakukan persiapan.?

Dikatakan, saat ini Aswaja FM masih melakukan uji coba audio serta pembenahan teknis yang diharapkan pada akhir bulan April ini bisa dirampungkan.

Tarom berharap, kehadiran Aswaja FM di Kota Pekalongan dengan format dakwah dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang merindukan siaran radio dengan gaya yang santun dan tahu kebutuhan masyarakat Kota Pekalongan yang religius.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya berharap kehadiran Aswaja FM dapat menjadi pelengkap dan memenuhi keinginan masyarakat, khususnya warga nahdliyyin dalam hal siaran yang edukatif religius dengan format menyajikan informasi Islam yang ramah bukan Islam yang marah," katanya.

Ketua PCNU Kota Pekalongan, H. Ahmad Rofiq berharap Radio Aswaja FM dapat menjadi sarana penyebaran ajaran Islam ala ahlus sunnah wal jamaah di tengah tengah masyarakat Kota Pekalongan yang religius, sehingga NU tidak saja berkecimpung dalam kegiatan keagamaan semata, lebih dari itu NU dapat membantu memberikan pencerahan keagamaan melalui media radio.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock