Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu sumbangsih kader muda NU Nganjuk terhadap aksi-aksi dan gerakan-gerakan massif akhir-akhir ini yang mencoba merongrong kedaulatan NKRI baik dari dalam maupun dari luar adalah melakukan penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pelajar.?

Agenda ini dikemas secara menarik dengan sistem Olimpiade 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMA, MA dan SMA se-Karisidenan Kediri serta Seminar Wawasan Kebangsaan pada Ahad, 26 November 2016 di Aula STAI Miftahul Ula Kertosono atas prakarsa kader-kader muda NU dari DPC Gemasaba Nganjuk, DKC CBP IPNU Nganjuk dan BEM STAIM Kertosono Nganjuk.?

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Hadir sebagai narasumber Hj. Aisyah Lilia Agustini, DPRD Provinsi Jawa Timur dan H. Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk selaku narasumber.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai SMA, MA dan SMK cukup tinggi.?

Wahyu Irvana selaku Komandan CBP IPNU pada sambutannya menghimbau kepada seluruh peserta acara untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme dan cinta tanah air, karena sebagai santri NU, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Melalui agenda semacam ini, panitia berharap kaum muda tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok anti-NKRI dan radikal. Acara ditutup dengan pembagian tropi dan hadiah kepada pemenang olimpiade. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jakarta menyelenggarakan Musyawarah Wilayah di masjid lantai dasar kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (15/11) kemarin, bertepatan dengan Turba Pengurus Himasal Pusat.? Hadir dalam acara tersebut para pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Para pengasuh dan dzuriyah yang hadir antara lain KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Ahmad Reza Zahid (Gus Reza), KH. Zainal Abidin (Gus Bidin). Beberapa? alumni senior hadir antara lain KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), KH. Mujib Qulyubi (Wakil Katib Syuriah PBNU), KH. Baijuri Khotib (Ketua MUI Kota Tangerang), KH. Abdul Ghofur (PKB Jakarta), KH. Munsorun (MUI Jakarta Selatan) dan para alumni pondok pesantren lirboyo se Jabodetabek. ?

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU

Dalam sambutannya, KH Said Aqil menekankan peran penting santri dan alumni dalam berkiprah di masyarakat untuk memperkuat ahulussunnah wal jama’ah an-nahdilyyah melalui beragam media. Diantaranya adalah berperan aktif melalui organisasi Nahdaltul Ulama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Said juga menekankan pentingnya trilogi ukhuwah atau persaudaraan, yaitu ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia), wathaniyyah (persaudaraan sebangsa) dan diniyyah (persaudaraan seagama) dengan acuan? ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyyah. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muswil Himasal Jakarta III juga memilih dan menetapkan KH. Baijuri Khotib sebagai ketua Himasal periode 2014-2019. Ketua MUI dan Pengurus NU Kota Tangerang ini menekankan pentingnya konsolidasi dengan pengurus cabang Himasal se-Jabodetabek, dan berkoordinasi dengan Himasal wilayah dan pusat.

Disampaikan bahwa peran alumni Lirboyo sangat dinanti oleh masyarakat, terutama dalam gerakan radikal dan khilafah seperti yang diusung oleh Hizubut Tahrir Indonesia (HTI).

Gus Reza, panggilan akrab KH Agus Reza, pengurus Himasal Pusat dan Ketua RMI Wilayah Jawa Timur menyampaikan beberapa hal; pertama Pengurus Himasal Pusat ssat ini sedang melaukan Turba atau road show ke seluruh wilayah dan cabang di Indonesia hingga petengahan Desember 2014.

Kedua; para alumni harus memperkuat dan meyebarkan faham Aswaja di tengah masyarakat, Ketiga; pelaksanaan Munas Himasal akan diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2015 mendatang di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Acara ini ditutup dengan tausiyah dari KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang menekankan peran pesantren salafiyyah seperti Lirboyo, Sidogiri dan lainnya yang mampu memproduksi pemimpin bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, keberadaan pesantren modoel ini jangan sampai hilang, melalui peran aktif dari para alumni dalam bersikap dan bertindak yang menunjukkan sebagai ulama waritsatul anbiya? di tengah masyarakat.

Kiai Kafabih megaharapkan semakin banyak pesantren salaf yang didirikan oleh para alumni untuk meyebarkan dan memantapkan faham ahussunah waljama’ah. Peran pesantren inilah yang akan terus mendukung apa yang dilakukan oleh Nahldatul Ulama, papar beliau di akhir dengan pembierian ijazah Hirz Jausan, Hadis Musalsal dan beberapa ijazah lainnya.? (Idris Mesut/Edon/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan siswa dan siswi dari Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) 1 Genggong Probolinggo melakukan studi banding di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang. Dengan didampingi kepala madrasah dan guru, rombongan ingin mendapatkan masukan terkait penulisan karya tulis ilmiah bagi peserta didik, serta keunggulan lain.

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

"Kunjungan kami ke madrasah ini untuk belajar lebih banyak bagaimana melahirkan para siswa dan siswi dengan kemampuan menulis karya tulis ilmiah," kata KH Ahsan Maliky, Kamis (11/9). Demikian pula bagaimana mengarahkan peserta didik sehingga mampu membuat tugas akhir, termasuk pengelolaan kurikulum pembelajaran, lanjutnya.

Kepala MA Zaha 1 Genggong tersebut mengemukakan bahwa kemampuan menulis menjadi hal penting agar semakin banyak potensi pesantren yang dapat digali. Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana para penulis potensial dari pesantren, juga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Ada sejumlah keunggulan yang selama ini dijaga di MAUWH. Di samping kemampuan? menulis karya ilmiah atau paper, juga kemahiran dalam berbahasa asing.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Faizun Amir selaku kepala MAUWH menyadari bahwa kemampuan bahasa asing adalah di antara hal yang menjadi perhatian madrasah ini. "Karenanya, sejumlah ikhtiar kami lakukan sebagai upaya agar para peserta didik memiliki kemampuan bahasa yang dapat diandalkan," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz Miftakhul Arif selaku Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH mengemukakan, ada program kemitraan yang digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa asing. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Juga kemitraan dengan Pesantren Darul Lughah wad Dakwah di Bangil untuk memantapkan kemampuan Bahasa Arab para siswa," kata Ustadz Arif, sapaan akrabnya. Hal tersebut juga ditambah dengan pembinaan kemampuan bahasa Inggris di Intens English Course Pare Kediri.

Dan hal ini berbuah manis karena para siswa dan siswi pilihan di MAUWH dipercaya membimbing kemampuan bahasa asing bagi MTs Negeri Tambakberas dan MTs Plus Bahrul Ulum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khusus untuk tugas akhir atau paper, peserta didik yang telah memasuki kelas XI dibekali secara lebih intensif terkait kemampuan ini. "Dari mulai bimbingan teknis, pemilihan judul, pembimbing isi serta bahasa, hingga saat ujian," jelas kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Kegiatan dipungkasi dengan dialog dan pemberian cindera mata antar kedua belah pihak. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Jadwal Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW IPNU NTB) menggelar rapat pleno I tahun 2018 di Aula Kantor PW NU NTB Jln Pendidikan No 6 Kota Mataram, Selasa (16/1).

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Rapat yang dipandu  oleh A Naufal Rachmatullah Sekretris PW IPNU NTB ini di hadiri oleh sejumlah anggota Pengurus Wilayah.

Dalam rapat ini membahas seputar internal, dari penataan cabang yang sudah purna masa baktinya hingga  kaderisasi formal yakni Latihan Kadur Utama (Lakut).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Latihan Kader Lanjut menurut Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi, sudah waktunya dilaksakan mengingat beberapa cabang telah melaksakana Makesta hingga Latihan Kader Muda (Lakmud).

"Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader," kata Syamsul. 

Lakut nantinya dilaksanakan dengan narasumber dari pusat yang merupakan Tim Instruktur Nasional. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lakut juga dilaksanakan berangkaian dengan peringatan hari lahir IPNU ke-64, 24 Feberuari 2018 mendatang.

"Insyaallah Lakut nanti juga kita rangkaikan dengan Harlah IPNU ke-64," kata alumni Fisika IKIP Mataram ini

Pada momentum harlah nantinya juga akan diadakan reuni alumni Kader Pemuda Antinarkoba yang sudah tersebar di lima kabupaten/kota se-Lombok.

"Saat ini sudah terbentuk lima ribu kader Pemuda Antinarkoba se-Pulau Lombok," jelas  Direktur  Community Participation Public ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Gunung Sugih, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Para kader NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU Lampung Tengah siap menyukseskan pelaksanaan Kongres dua organisasi pelajar NU ini yang akan berlangsung di Palembang, akhir November ini.

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Ketua IPNU Lampung Tengah, Dedi Kurniawan kepada kontributor Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di Gunung Sugih menyampaikan akan mengirimkan 40 peserta CBP dalam rangka Jambore Pelajar dan Santri Nusantara. CBP Lampung Tengah akan bergabung dengan peserta CBP se - Indonesia di Palembang. 

”Sedangkan ketika kongres nanti akan berangkat beberapa pengurus IPNU dan IPPNU Lampung Tengah ,” tambah alumni Jurusan Syari’ah STAIN Jurai Siwo Metro – Lampung ini, Ahad (25/11). 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhmad Syarief Kurniawan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 18 Januari 2018

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu mengadakan lomba Mars Fatayat dan rebana di Balai Pekon Ambarawa Barat, Ahad (7/2). Pada kegiatan yang bertema tema Tingkatkan Kreativitas Ukhuwah Islamiyah, sebanyak 16 grup yang terbagi dua mengikuti dua jenis perlombaan tersebut.

Mereka mewakili ranting Fatayat NU masing-masing. Tampak hadir Pengurus Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana, Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila, Ketua MWCNU Ambarawa Jumangin, dan Ketua GP Ansor Ambarawa Hayatul Makki.

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Ketua Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana mengapresiasi kegiatan lomba tersebut. Ia berpesan agar Fatayat NU khususnya di Ambarawa semangat dan termotivasi untuk bergerak menunjukkan eksistensinya dengan hal-hal yang positif.

"Saya senang kalau melihat ibu-ibu muda di sini kompak dan seragam seperti ini, tapi jangan hanya pas lomba kompaknya. Mari kita tunjukkan eksistensi Fatayat kepada masyarakat agar mereka juga mau bergabung bersama kita khususnya ibu-ibu muda dan para pemudinya," kata Ketua Muslimat NU Pringsewu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Anda-Anda inilah, kata Hj Ani, para generasi penerus Muslimat NU nantinya. Siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Muslimat NU ke depan kalau bukan kader-kader muda Fatayat?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hal senada disampaikan Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila. Ia sangat senang dengan penyelenggaraan lomba Mars Fatayat dan rebana oleh Fatayat Ambarawa. Bahkan ini akan menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi anak cabang Fatayat NU di lain kecamatan.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan dana yang minim dan waktu yang singkat ternyata kepengurusan di Ambarawa dapat menyelenggarakan acara semeriah ini. Ini patut dicontoh dan ditiru oleh anak cabang Fatayat NU yang lain," kata Umi.

Ia berpesan kepada grup yang menjadi juara untuk tidak berbangga hati. Tim yang kalah tidak perlu berkecil hati. Tim yang menang atau yang kalah harus tetap terus belajar dan belajar agar bisa lebih baik lagi.

Lomba menyanyikan Mars Fatayat dimenangkan oleh grup dari Ranting Fatayat NU Tanjunganom yang kemudian disusul oleh PAC Fatayat NU Ambarawa yang merebut juara dua. Sementara Ranting Fatayat NU Ambarawa Barat meraih juara tiga.

Untuk cabang lomba rebana, Ranting Fatayat NU Jatiagung berhasil menjadi yang terbaik. Juara dua direbut Ranting Fatayat Sumberagung. Sementara? PAC Fatayat NU Ambarawa berada di posisi ketiga. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Anti Hoax, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Oleh Aswab Mahasin

Kapan terakhir Anda butuh Tuhan? Dan pada saat apa Anda ingat Tuhan? Hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian, karena hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian, maka dari situ muncul seni bersabar, berikhtiar, ikhlas, kreatif, manfaat, dan sebagainya.

Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Anda ingat? Dahulu kebanyakan filosof menganggap bahwa adanya Tuhan itu hoaks, seperti; Ludwig Feuerbach yang meyakini segala konsep tentang Tuhan, malaikat, surga dan neraka adalah hasil dari proyeksi manusia itu sendiri, karena itu manusia harus mengambil kembali ke-Maha-an ke dalam dirinya. Sedangkan Sigmund Freud, agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima masyarakat.

Lain halnya dengan Karl Marx, agama adalah candu, berbeda lagi dengan Nietzche, Tuhan telah mati, begitupun dengan Sartre bahwa konsep Tuhan hanya sebagai alibi ketidaksempurnaan dan ketidakmampuan manusia semata. Sungguh, mereka hanyalah manusia-manusia penyebar hoaks tentang Tuhan dan agama, karena mereka terjebak oleh pikirannya sendiri, tanpa menyadari agungnya peciptaan Tuhan. Dalam cerpennya Taufiq el-Hakim menggambarkan, “Jari yang biasa mengukur kedalaman air di gelas, tidak mungkin mampu mengukur kedalaman air di laut.”

Di era serba berkembang sekarang, gaya hidup instan, dan berbagai perilaku menyimpang serta didukung kebiasaan serampangan—posisi Tuhan menjadi ada yang tiada, diakui eksistensinya tapi dilecehkan esensinya. Dulu, para filosof menyebarkan hoaks dengan meniadakan Tuhan, dewasa ini manusia menyebarkan hoaks atan nama Tuhan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Harus disadari, Tuhan telah memberikan bingkisan kepada manusia berupa agama sebagai jembatan manusia untuk menebarkan kebaikan. Namun, begitupun agama selalu berebut manusia agar menjadi pengikutnya, berbagai cara dan tanpa kompromi. Dari situ, tidak sedikit konflik terjadi atas nama agama, apalagi berita-berita hoaks di Medsos yang menjadikan agama sebagai “bemper”.

Medsos adalah jenis ciptaan baru dari Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Bisa juga dikatakan sebagai realisasi dari Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Hujarat [41]: 13, “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa...”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nah, dari ayat tersebut jelas, diciptakannya Medsos oleh Allah sebagai fasilitas manusia agar lebih mudah saling mengenal satu sama lain, walaupun berbeda bangsa, suku, ras, dan agama. Indikasi lainnya, kesaling-mengenalan kita di Medsos harus juga dibungkus dengan keimanan dan ketakwaan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai “hoaks-hoaks”, sama sekali tidak mencerminkan ketakwaan manusia kepada Allah SWT.

Anehnya, Medsos telah dibuat melenceng dari tujuan penciptaannya. Medsos lebih sering difungsikan sebagai media ujaran kebencian (hate speech) dan berita-berita yang membodohkan. Tapi, tidak semuanya, hanya oknum-oknum berkepentingan saja, mungkin punya agenda politik, mencari massa, mencari pengikut, atau mungkin mencari sensasi. 

Baru-baru ini kita dihebohkan oleh penangkapan kelompok “saracen”, dituding sebagai komplotan manusia penyebar hoaks—aktivitasnya; merubah konten berita, menebarkan fitnah, dan menyulut kebencian dengan menggunakan kata-kata yang tidak laik dikonsumsi publik. Tidak ketinggalan, agama dan Tuhan dijadikan dalih pertentangan ber-hoaks-ria.Sudah sebegitu parahkah hoaks di negeri ini? Mari kita renungkan bersama.

Melihat pernyataan Polri yang tersebar di berita-berita, kelompok hoaks sudah demikian berbahaya, karena hoaks sudah menjadi industri, di mana ada transaksi jual beli jasa. Harganya pun cukup fantastis, puluhan sampai ratusan juta—tergantung pesanan. Hebatnya, kelompok ini menternak sampai 800.000 akun demi menggiring opini publik. Dan siap menjatuhkan siapapun, tidak peduli walaupun sasarannya adalah agama dan Tuhannya sendiri.

Kelompok ini menurut informasi yang tersebar di berbagai lapak berita (di luar jual beli jasa), memiliki bos-bos besar, yang siap mengglontorkan money berapapun demi tepat sasaran. Bagi saya, fenomena ini aneh bin ajaib. 

Pelaku hoaks adalah orang-orang yang beragama dan berTuhan, sangat paham betul kalau fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, dan sangat paham betul tentang saudara yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan. Namun, kepentingan kelompok, kepentingan pribadi, dan kepentingan ideologi menjadi dasar mereka menutup mata, padahal di luar sana kedaiaman lebih utama daripada perpecahan.

Selain itu, menurut berita yang berkembang, salah satu pilot hoaks adalah kelompok-kelompok yang menamakan diri sebagai radikal, kepentingannya ialah di satu sisi “mungkin” politik dan di sisi lain “mungkin” supayamasyarakat menyadari bahwa paham dominan keagamaan yang berkembang di Indonesia itu salah; maksudya, berbeda agama, berbeda aliran, berbeda madzhab, berbeda organisasi, berbeda segala rupanya, harus dikaburkan pemahamannya (hanya untuk mewujdukan pemahaman, “tiada kebenaran yang lebih benar selain mereka”), tujuannya adalah agar masyarakat terperangkap isu/fitnah dan berbalik arah memuji mereka. 

Yang membuat saya “mengelus dada”, kenapa harus agama dijadikan alat pertentangan dan Tuhan di bawa-bawa untuk melegitimasi (orang tidak sepaham) masuk neraka. Menjadi aneh di sini, surga dan neraka mutlak daerah kekuasan Tuhan, meminjm istilahnya Gus Mus, “dianggapnya Tuhan itu sama seperti mereka, ketika mereka marah, Tuhan pun akan marah, ketika mereka bilang kafir, Tuhan pun akan merestui kalau itu kafir.” 

Kita sepakat, dilihat dari aspek manapun hoaks adalah tindakan yang tidak beretika/tidak bermoral/tidak berakhlak, jelas melampaui batas kemanusiaan yang wajar. Setiap saya melihat dan berselancar di Medsos rasanya pesimis Indonesia akan berkembang maju, khususnya dalam hal toleransi. Namun, melihat fakta di lapangan, khususnya di desa-desa efek dari hoaks sebenarnya masih biasa-biasa saja, belum begitu mewabah. Memang ada pengaruh, tapi belum menjalar ke taraf yang sedimikian ruwet. Di sini optimisme saya muncul kembali.

 

Oleh karena itu, sebelum hoaks menjalar ke berbagai sudut gang, dan seluruh jalanan Indonesia, harus ada antisipasi dan solusi lebih dini. Pemerintah dan aparatnya sudah bekerja sangat baik, ini penting kita apresiasi. Hanya saja, aktivitas hoaks tidak terjadi pada kelompok pemuja duit semata, banyak juga yang melakukannya secara independen, entah apa kepentinganya, yang jelas mereka sering menyulut kebencian, sama sekali tidak etis di alam Indonesia ini.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama, memang tidak mudah membendung hoaks karena ia berselancar di awang-awang. Namun, setidaknya kita memberikan pemahaman yang berimbang terhadap masyarakat, peran utamanya adalah para tokoh masyarakat, orang tua, ulama, dan guru. Saya mendukung Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang pedoman beraktifitas di Medsos, sekarang sedang diolah oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi hoaks tumbuh subur, di setiap sekolah dari tingkatan dasar sampai tinggi, harus ada sosialisasi tentang internet sehat untuk memberikan pemahaman tentang konten berita dan informasi yang bisa dipercaya dan tidak bisa dipercaya. Karena yang dibutuhkan Indonesia sekarang salah satunya adalah wacana yang berimbang, tidak menyudutkan apalagi penuh fitnah. Semoga Indonesia terhindar dari hoaks-hoaks jahanam. Amin.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock