Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Aswaja, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Mendung duka menyelimuti keluarga besar Universitas Islam Jember (UIJ). Pasalnya, mantan rektor perguruan tinggi milik NU itu, KH Imam Baidlawi? pergi untuk selamanya.? Ia wafat di rumah sakit Jember klinik, Selasa (14/6) di usia 74 tahun. Jenazah langsung dikubur di tanah leluhurnya, kompleks Yayasan Pendidikan Islam “Yasinat”, Wuluhan.

Menurut salah seorang rekan kerjanya, Sugiono, dalam beberapa hari terakhir, gula darah almarhum naik sehingga keluarganya dibawa ke rumah sakit. “Cuma semalam di rumah sakit, beliau wafat,” tukasnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham via ponsel.

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Rektor UIJ Tutup Usia, Sosok Sederhana itu Pergi

Kiai Imam dikenal sebagai sosok yang sederhana dan teguh pendirian. Sebelum menjabat sebagai rektor ketiga UIJ, ia pernah menjadi Dekan Fakultas Tarbiyah di kampus yang terletak di Jl. Kiai Mojo tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kesederhanaan almarhum juga diakui oleh rektor UIJ saat ini, H. Abdul Hadi. Menurutnya, selain sederhana, Kiai Imam juga rendah hati dan mengayomi terhadap juniornya. “Saya tahu bagaimana beliau. Ketika beliau jadi rektor, saya adalah Sekretaris Dekan FISIP. Beliau adalah sosok yang patut diteladani,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun sudah tidak menjadi rektor, namun Kiai Imam tetap mendarmabakktikan tenaga dan pikirannya untuk UIJ. Selain masih aktif sebagai dosen UIJ, sehari-hari ia mengelola pesantren Ta’limun Nisa’ di Kelurahan Gebang, Jember. Di situlah ia tinggal bersama keluarganya sampai ajal menjelang. Ia dikaruniai 4 orang anak dari seorang istri .

Bagi Kiai Imam, pengabdian terhadap lembaga dan agama adalah sebuah keniscayaan. Itulah sebabnya, meski usianya sudah senja, tapi ia seolah tak pernah mengenal kata jeda untuk memberikan manfaat bagi sekitarnya. Jabatannya sebagai? Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Nahdlatul Ulama (yang membawahi UIJ) akhirnya lepas bersamaan dengan perginya sang kiai ke alam baqa. Oh, selamat jalan wahai jiwa yang tenang. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, IMNU, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beragam cara dilakukan masyarakat Solo dan sekitarnya dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-68 Republik Indonesia.

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Kotekan Lesung hingga Seribu Bendera di Puncak Lawu

Di Wonogiri, warga memeriahkan pitulasan sekaligus melestarikan seni tradisi. Warga Desa Pokoh Kidul, Kecamatan Kota Wonogiri, menggelar lomba tradisional berupa Kothekan Lesung, Ahad (18/8).

Peserta lomba Kothekan Lesung seluruhnya perempuan. Mereka bersemangat menyanyikan lagu sambil memukulkan alu ke badan lesung dengan membuat irama tertentu. Persis seperti perempuan jaman dahulu ketika tengah menumbuk padi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Wuryatno, Kepala Desa Pokoh Kidul, ada filosofi tinggi dalam seni tradisi Kothekan Lesung. Yakni, kerja keras penuh semangat dengan saling membantu antar sesama demi meraih tujuan yang diinginkan. Sehingga, dia menyebut kesenian kothekan itu perlu dilestarikan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Memang keberadaan lesung dan alu untuk menumbuk padi sudah tergantikan mesin penggiling. Tapi, melihat filosofi tinggi di dalamnya, perlu kita lestarikan. Pastinya dalam bingkai seni tradisi dan budaya, ” kata Wuryatno.

Ada 13 kelompok Kothekan Lesung perwakilan seluruh dusun yang ambil bagian dalam lomba pitulasan tersebut. Diterangkan dia, bukan soal menang kalah dalam lomba itu, melainkan semangat mencintai tradisi. Terlebih seluruh peserta, baik yang menang maupun kalah menerima hadiah berupa peralatan masak.

“Selain lomba Kothekan Lesung, ada lomba jalan sehat, voli, bulu tangkis, dan klenengan (karawitan). Khusus tahun ini kami pusatkan di lapangan Dusun Gudang. Tahun depan berpindah ke dusun lainnya, demikian seterusnya,” beber Wuryatno.

Seribu Bendera

Sedangkan sebagian warga memilih memperingati Hari Kemerdekaan di Puncak Lawu. Mereka terdiri dari para pendaki dari luar kota dan masyarakat sekitar lereng Lawu.

Sabtu (17/8/) pukul 09.00 WIB itu, ratusan orang pendaki yang membentuk barisan rapi itu melantunkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di Telaga Kuning, Puncak Gunung Lawu, Hargo Dumilah.

Di tengah-tengah barisan tersebut. Sebuah tiang bendera yang ditegakkan dikelilingi oleh ratusan bendera kain merah putih ukuran mini. Di belakang barisan itu, ratusan bendera lainnya dipasang sejajar menjadi back ground barisan.

“Pengibaran 1.000 bendera ini untuk memeriahkan HUT ke-68 RI dan mendongkrak jiwa nasionalisme para pemuda,” terang salah satu pendaki, Nur Rizki.

Sehari sebelumnya, mereka juga melepas sebanyak 120 ekor burung jenis Cucak Jawa dan Kutilang dilepas di pos induk pendakian Cemoro Kandang. Hal itu menyusul berkurangnya jumlah populasi burung di Gunung Lawu sejak beberapa tahun terakhir. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sudah bukan rahasia, Ramadhan hampir selalu menjadi momen spesial bagi kalangan pesantren. Mereka umumnya mentradisikan pengajian kitab khusus selama bulan suci atau dikenal ngaji pasanan.

Begitu pula Pondok Pesantren Roudlotut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah, asuhan Pj Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri yang akrab disapa Gus Mus. Ngaji pasanan menjadi agenda yang tak pernah luput setiap tahun.

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Asuhan Gus Mus Tradisikan Ngaji Pasanan

Muhammad Badi’ul Misbah, salah satu panitia pengajian, mengatakan, “Khususnya ngaji kitab bakda shalat tarawih selalu kitab yang bernuansa tasawuf. Seperti pasanan tahun ini memakai kitab Riyadhus Shalihin,” ujarnya, Sabtu (28/06).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, kitab-kitab yang diajarkan pada pengajian pasanan di antaranya, kitab Al-Halaqatur Rabi’ah, Tafsir Ibn Abbas, Tafsir Jalalain, Tanqihul Qoul, Irsyadul Mukminin, Riyadhlu Badi’ah, Sullam Safinah.

Sedangkan Gus Mus sendiri mengampu kitab Burdah Al-Bushiri setiap setelah shalat Subuh, Idhatun Nasyiin setelah Dhuhur, Kimiyatus Sya’adah setelah Ashar, Riyadhus Shalihin setelah shalat tarawih.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk durasi waktu ngaji pasanan, lanjut Badi’, umumnya sekitar 2 jam untuk setiap kali pengajian kitab. Tetapi untuk kitab Alfiyyah biasanya sampai 3 jam.

“Tahun-tahun sebelumnya rata-rata biasanya pada tanggal 17 Ramadhan setiap kitab khatam, atau paling lambat tanggal 20 Ramadhan,” tambahnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat ditemui di pesantren yang juga terkenal dengan sebutan Pondok Leteh.

Menurutnya, panitia tidak mempunyai target khusus kepada santri-santri pasanan.? “Yang penting mereka mau ngaji,” ungkap santri asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah, ini.

Badi’ mengingatkan, ungkapan yang selalu dituturkan Abah Mus nama panggilan santri-santri kepada KH. Musthofa Bisri, ketika pengajian, “Santri-santri dimana pun boleh berhenti sekolah, tapi jangan sampai berhenti belajar”.

Untuk itu, secara pribadi santri ini berharap kegiatan pengajian pasanan dapat berlangsung dengan lancar. “Dan nanti, santri-santri yang pasanan dapat mengikuti pembukaan hingga penutupan,” tandasnya.

Hingga menjalang awal Ramadhan, sudah puluhan santri datang dari berbagai daerah di pulau Jawa untuk mengikuti pengajian kitab secara intensif khusus pada bulan Ramadhan di Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Pendidikan, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu sistem pendidikan yang terbaik yang ada di Indonesia adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan di pesantren. 

"Di pondok pesantren, para santri diajarkan ilmu yang difokuskan kepada pembinaan mental dan sikap akhlaqul karimah," kata Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis dan Kependidikan dan Keagamaan Kementerian Agama Dr HM Kusasi, M.Pd.

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Menurutnya kualitas sistem pendidikan di pesantren ini diakui juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kenapa anak zaman sekarang terkenal nakal tidak bisa diatur? Jawabannya karena para guru hanya fokus terhadap asupan otak dalam melakukan pengajaran," katanya, Selasa (20/10/15).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar saja namun guru juga harus mendidik. 

"Mendidik itu untuk hati mengajar itu untuk otak," jelasnya. Oleh karena itu para guru harus mencontoh sistem pendidikan pesantren yang menekankan pendidikan kepada peserta didik untuk mendapatkan generasi cerdas dan berakhlaqul karimah.

"Selain mendidik dan mengajar, guru juga harus membimbing para peserta didik dengan mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang positif," terangnya. Hal ini disampaikannya di hadapan guru dari berbagai penjuru Indoneaia yang sedang melaksanakan diklat dari 19 sampai dengan 25 Oktober 2015 di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama RI Jakarta. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Sunnah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Salah seorang Dewan Pengasuh Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, K M Mushthafa menyampaikan taushiyah kebangsaan pada upacara kemerdekaan, Rabu (17/8). Di depan para santri, alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut menegaskan, guru adalah penggerak kemerdekaan Indonesia.

"Ingat, Budi Utomo sejak berdiri 1906 sampai 1926 masih tetap berbau Jawanisme (kesukuan). Dan alasan ini telah menggugurkan anggapan bahwa Budi Utomo merupakan penggerak nasionalisme Indonesia," ujar Kiai Mushthafa.

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Penggerak Kemerdekaan Indonesia

Ditambahkan, kebangkitan kebangsaan melibatkan semua unsur di negeri ini. Kemerdekaan kita diilhami oleh kaum pelajar yang berprofesi sebagai pendidik. Pada tahun 1922, Taman Siswa oleh Ki Hajar Dewantara adalah murni gerakan pendidikan kebangsaan.

"Semua aktivis pergerakan kemerdekaan, Soekarno, Hatta, Syahrir, Maramis, Subardjo, dan lain-lain adalah seorang guru," bebernya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Proses kelahiran Indonesia, ujarnya, juga diilhami oleh kalangan pendidik dunia pesantren. Sebut saja Pesantren Annuqayah? yang adalah lembaga pondok penyuplai pejuang dalam Hizbullah sekaligus melahirkan guru pejuang.

"Kita tidak ragu peran K. Sajjad dan K. Khazin dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kita pun tak pernah ragu peran KH. Wahab Hasbullah dan KH. Mas Mansur sebagai pejuang dan sekaligus pendidik," ungkapnya.

Keterlibatan guru, tukas Kiai Mushthafa, tidak terlepas dari pemahaman bahwa membangun bangsa adalah sebagian dari iman. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 02 Januari 2018

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock