Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

PCNU Pringsewu Berharap Pengurus Pertahankan Amaliyah NU

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Saat melantik Pengurus Ranting NU Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Pagelaran, periode 2016-2021, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu KH Hambali berpesan agar segenap pengurus dapat mempertahankan amaliyah Ahlussunnah wal Jama’ah di wilayahnya.

PCNU Pringsewu Berharap Pengurus Pertahankan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Berharap Pengurus Pertahankan Amaliyah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Berharap Pengurus Pertahankan Amaliyah NU

"Saya harap pengurus tidak hanya cukup dilantik. Namun ikrar yang diucapkan harus diwujudkan dalam kerja nyata. Salah satu wujudnya adalah memperhatikan dan memperhatankan ciri khas amaliyah NU," katanya saat melantik pengurus tersebut yang dibarengkan dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ahad (25/12).

Menurut Kiai Hambali yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pringsewu ini, salah satu tugas pengurus NU adalah memberikan pencerahan dan penjelasan kepada warga NU terkait permasalahan tentang agama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam menjalankan tugas, Kiai Hambali juga berharap agar pengurus dapat dengan ikhlas dalam berkhidmah. "Semoga pengurus dapat berkiprah dengan ikhlas dan ini akan menjadi lahan ibadah bagi kita, " jelasnya seraya berharap pula pengurus NU akan termasuk dalam gerbong Hadratussyekh Hasyim Asy’ari besok di hari akhir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada kesempatan tersebut Kiai Hambali memotivasi para pengurus dengan mengingatkan pesan pendiri NU KH Hasyim Asyari bahwa siapa pun yang mengurus jamiyyah NU adalah santrinya dan didoakan hidup barakah, memiliki keturunan yang sholeh dan sholehah serta husnul khotimah saat bertemu dengan Allah SWT.

Kepengurusan Pengurus Ranting NU Desa Tanjung Dalam dilantik berdasarkan Surat Keputusan PCNU Kabupaten Pringsewu Nomor 77/PC/A.II/013/IV/2016. Sebagai Rais di jajaran Syuriyah Kiai Hasanusi dan Ketua Tanfidziyah Ustadz Wagirin. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Lombok Barat, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) telah mencapai puncak acara pada Sabtu (25/11) di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Dalam pidato di acara penutupan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memaparkan ringkasan hasil Munas dan Konbes NU yang berlangsung pada 23-25 November 2017 di Lombok kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri penutupan Munas.

Kiai Said menegaskan, hasil musyawarah para kiai ini akan segera disampaikan kepada pemerintah secara rinci sebagai bahan pengambilan kebijakan terkait sejumlah problem bangsa.

Seperti di bidang ekonomi, NU menurut Kiai Said mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatakan, ekonomi yang tidak hanya bepihak kepada konglomerat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adapun di bidang pendidikan, poin penting dalam Munas dan Konbes NU adalah mendorong disahkannya RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren dengan tetap mempertahankan kekhasan dan kurikulum pesantren,” jelas Kiai Said.

Kiai kelairan Kempek, Cirebon ini juga memaparkan hasil Munas di bidang kesehatan yang menyoroti problem gizi buruk akut (stunting) dan kaum penyandang disabiltas.

NU melalui forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, mendorong pemerintah agar menyediakan berbagai kemudahan, pendampingan, dan pengobatan serta akses kepada mereka agar tidak lagi ada diskriminasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Problem-problem penting lain banyak tertuang dalam hasil keputusan Munas dan Konbes NU 2017 yang terbagi dalam Komisi Bahtsul Masail, Rekomendasi, Program, dan Organisasi.

Munas dan Konbes NU 2017 mengangkat tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. 

Pembukaan pada Kamis (23/11) lalu dilakukan oleh Presiden Jokowi, sedangkan penutupan dilksanakan oleh Wapres JK. Sidang-sidang komisi diselenggarakan di lima pesantren, Pesantren Nurul Islam Mataram, Pesantren Darul Fallah Mataram, Pesantren Al-Halimy Lombok Barat, Pesantren Darul Hikmah Mataram, dan Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ratusan pelajar dan santri di Lasem kabupaten Rembang mengadakan apel akbar di halaman SMK NU Lasem, Ahad (27/9) pagi. Mereka menyatakan keberatan atas rencana kebijakan Gubernur Jateng terkait pemberlakuan sekolah 5 hari dalam sepekan. Mereka menilai rencana kebijakan itu akan menganggu aktivitas belajar diniyah para pelajar di sore hari.

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Salah seorang anggota komisi II DPR RI Arwani Thomafi yang mendampingi aksi pelajar-santri Lasem ini meminta Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang kebijakan pemberlakuan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan ini merugikan aktivitas belajar informal yaitu di madrasah diniyah (madin) yang notabene masuk pada sore hari.

"Mungkin maksud Gubernur itu baik. Tetapi rencana kebijakan itu masih harus dikaji ulang. Karena tidak semua daerah itu sama. Kebijakan yang akan dijalankan sangat mengganggu kegiatan belajar informal di madarasah diniyah. Padahal semua madin itu masuk pada sore hari.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pria yang akrap disapa Gus Aang menyebut banyak dampak yang ditimbulkan atas kebijakan Gubernur. Menurutnya, ritme pembelajaran tidak lagi kondusif karena siswa dipaksa menerima pelajaran sampai sore. Padahal, setelah lewat siang hari, para siswa dipastikan kelelahan.

"Jika kebijakan Gubernur dipaksakan untuk dijalankan, maka akan mengganggu proses pembelajaran, kemungkinan berdampak tidak kondusif,” kata Gus Aang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Sunnah, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan siswa dan siswi dari Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) 1 Genggong Probolinggo melakukan studi banding di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang. Dengan didampingi kepala madrasah dan guru, rombongan ingin mendapatkan masukan terkait penulisan karya tulis ilmiah bagi peserta didik, serta keunggulan lain.

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

"Kunjungan kami ke madrasah ini untuk belajar lebih banyak bagaimana melahirkan para siswa dan siswi dengan kemampuan menulis karya tulis ilmiah," kata KH Ahsan Maliky, Kamis (11/9). Demikian pula bagaimana mengarahkan peserta didik sehingga mampu membuat tugas akhir, termasuk pengelolaan kurikulum pembelajaran, lanjutnya.

Kepala MA Zaha 1 Genggong tersebut mengemukakan bahwa kemampuan menulis menjadi hal penting agar semakin banyak potensi pesantren yang dapat digali. Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana para penulis potensial dari pesantren, juga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Ada sejumlah keunggulan yang selama ini dijaga di MAUWH. Di samping kemampuan? menulis karya ilmiah atau paper, juga kemahiran dalam berbahasa asing.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Faizun Amir selaku kepala MAUWH menyadari bahwa kemampuan bahasa asing adalah di antara hal yang menjadi perhatian madrasah ini. "Karenanya, sejumlah ikhtiar kami lakukan sebagai upaya agar para peserta didik memiliki kemampuan bahasa yang dapat diandalkan," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz Miftakhul Arif selaku Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH mengemukakan, ada program kemitraan yang digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa asing. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Juga kemitraan dengan Pesantren Darul Lughah wad Dakwah di Bangil untuk memantapkan kemampuan Bahasa Arab para siswa," kata Ustadz Arif, sapaan akrabnya. Hal tersebut juga ditambah dengan pembinaan kemampuan bahasa Inggris di Intens English Course Pare Kediri.

Dan hal ini berbuah manis karena para siswa dan siswi pilihan di MAUWH dipercaya membimbing kemampuan bahasa asing bagi MTs Negeri Tambakberas dan MTs Plus Bahrul Ulum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khusus untuk tugas akhir atau paper, peserta didik yang telah memasuki kelas XI dibekali secara lebih intensif terkait kemampuan ini. "Dari mulai bimbingan teknis, pemilihan judul, pembimbing isi serta bahasa, hingga saat ujian," jelas kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Kegiatan dipungkasi dengan dialog dan pemberian cindera mata antar kedua belah pihak. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Jadwal Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa?

Jepara, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Santri dulu dan sekarang jelas berbeda. Karena zamannya sudah berbeda maka kiai selaku pengasuh di pesantren harus memiliki cara jitu untuk mendidik santri di zaman modern seperti saat ini. 

Dalam hal ini, Hisyam Zamroni mengapresiasi apa yang dilakukan oleh H Taufiqul Hakim selaku pengasuh pesantren Darul Falah Bangsri Jepara, Jawa Tengah.

Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendidik Santri di Era Modern, Seperti Apa?

Apresiasi itu sampaikan usai menyimak 4 santri Darul Falah yang mempraktikkan kitab Bid’ah Hasanah dan Syiaful Ummah karya Kiai Taufiq.  M Najib Syamsuddin santri yang masih duduk di kelas 3 MI ditanyai oleh Kang Maman perihal sumber hukum Islam. “Agama atau syariat Islam mempunyai empat sumber hukum. Alquran, Sunnah, Ijma’ dan Qiyas,” jawab santri asal Bandung ini. 

Ketika dia diminta untuk menjelaskan dengan bahasa Jawa. “Sumbere syariat Islam-ono papat. Al-Quran lan – sunnahe Na- Bi Muhammad. Nomer telu – ijma lan papate qiyas – cekelono – kuat-kuat – kanti ikhlas,” lanjut Najib. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Santri lain yang turut mempraktikkan ada Najwa (Garut), Syiaful (Semarang) dan Ivan (Madura). Santri-santri yang mempraktikkan kitab karya Kiai Taufiq merupakan garapan Ikatan Daiyah Muda Bangsri (Ikdamuba) yang bernaung di pesantren Darul Falah Bangsri Jepara. 

Pembinaan santri-santri itu merupakan salah satu pembinaan bidang pendidikan yang dilakukan Ikdamuba. Dalam kegiatan Seminar Penanggulan Kenakalan Remaja yang digelar PC Lazisnu Jepara dan Ikdamuba berlangsung di Gedung NU Jepara, Kamis (21/4) ini, menurut Hisyam, Kiai Taufiq telah mereproduksi karya ulama masa silam. 

Karena objek santri saat ini berbeda sehingga kitab disertai dengan hadits atau ada dalilnya juga disertai dengan nadzam (syair). “Dengan secara tidak sadar siswa akan terbiasa jika sudah membacanya berkali-kali,” kata Wakil Ketua PCNU Jepara ini. 

Inilah yang kata Hisyam sebagai model taklim dan tikrar yang menjadikan santri akan mudah menghafalnya. Ia yang menjabat sebagai Kepala KUA Keling itu menambahkan buku bidah hasanah dan syifaul ummah yang dibagikan gratis untuk peserta seminar adalah buku saku. Buku itu, lanjutnya, bisa dengan mudah dibawa  dan dipelajari di mana saja. Ikut andilnya Kiai Taufiq dalam mengarang banyak kitab merupakan wahana untuk mengurangi dampak radikalisme dan kenakalan remaja. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Apalagi pihaknya sudah bekerja sama dengan LP Ma’arif NU Jepara untuk membagikan buku tentang bahaya radikalisme secara cuma-cuma. Lewat karya-karya seperti itu merupakan sebuah ciri khas dari kiai pesantren. Ia juga mendorong agar para orang tua mau memondokkan anaknya dan kiai juga harus produktif berkarya apalagi karya yang tematik sebagaimana yang dilakukan Kiai Taufiq. 

Orang tua yang mau memondokkan anaknya tegasnya bisa mengurangi dampak kenakalan remaja. Di samping itu kiai produktif menunjukkan identitasnya sebagai fail (produsen) bukan maful (konsumen). (Syaiful Mustaqim/Fathoni)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Hadits, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 16 Januari 2018

Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Nia Sjarifudin dari Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI) menilai KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sangat kuat dalam integritas kebudayaan. Dia menyampaikan hal itu pada diskusi bulanan Forum Jumat Pertama (FJP) Jaringan Gusdurian, Jl. Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat Jumat (04/03) di Griya Gus Dur, dengan “Gus Dur dan Kearifan Lokal”.

Nia berpendapat, kuatnya integritas Gus Dur dipengaruhi pendidikan keluarga yang berada dalam lingkup Nahdlatul Ulama (NU). Keluarga Gus Dur menghargai kearifan lokal dan tradisi Nusantara yang dalam kajian-kajian dewasa ini dikenal dengan Islam Nusantara.

Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Faktor Gus Dur Bertindak dengan Pendekatan Kebudayaan

Gus Dur, masih menurut Nia, tidak hanya mendewa-dewakan ilmu pengetahuan agama Islam yang dimilikinya. Sebagai orang Jawa yang merupakan bagian dari Nusantara, menyebabkan karakter Gus Dur semakin lengkap.

Karakter kebudayaan Gus Dur semacam itulah yang memengaruhi sikap, pandangan, dan tindakan politik Gus Dur sebelum, ketika, dan saat menjadi Presiden. “Saya menyaksikan proses dialog antara Gus Dur dengan teman-teman dari Papua di Istana Negara,” kenang Nia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Dur dengan pendekatan persuasif menggunakan identiatas kebudayaan. Gus Dur memperbolehkan nama Papua (sebagai nama untuk wilayah yang sebelumnya Irian Jaya).

Saat warga Papua meminta diakui lagu daerahnya, Gus Dur menyilakan mereka. Gus Dur menganggap semua suku mempunyai lagu kedaerahan, demikian juga warga Papua.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Itu sebabnya sampai sekarang pun bagi warga Papua, Presiden Indonesia adalah Gus Dur. Di rumah-rumah di Jayapura, foto Gus Dur masih dipasang.

Pada bagian lain, Nia menceritakan pendapat Gus Dur terhadap Undang-undang Anti-Pornografi dan Pornoaksi. Gus Dur melihat UU tersebut berbahaya. Soal pornoaksi dan pornografi, sudah jelas Gus Dur dan siapa pun tidak setuju dan menolak kalau ditunjukkan di depan umum.

Namun, yang Gus Dur tidak sukai adalah apabila UU tersebut akan menyebabkan terjadinya diskriminasi dan pemberangusan budaya dengan penyeragaman. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 12 Januari 2018

1.400 Anak Rohingya Kehilangan Orang Tua

Coxs Bazar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tragedi kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tak hanya memaksa ratusan ribu Muslim Rohingya lari menerobos perbatasan Myanmar tapi juga duka mendalam terutama bagi anak-anak yang kehilangan orang tua mereka.

1.400 Anak Rohingya Kehilangan Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)
1.400 Anak Rohingya Kehilangan Orang Tua (Sumber Gambar : Nu Online)

1.400 Anak Rohingya Kehilangan Orang Tua

Seperti dilaporkan Aljazeera , sekitar 1.400 anak Rohingya terpaksa menjadi yatim atau yatim-piatu, baik karena orang tua mereka terbunuh ataupun terpisah tanpa kabar keberadaannya hingga kini. Anak-anak ini ikuti menyeberang ke Bangladesh bersama rombongan orang-orang dewasa.

Seperti yang dialami Rashid, bocah 10 tahun yang mesti menanggung beban berat hidupnya karena tak lagi punya ayah dan ibu. Semua dia tinggal bersama orang tua dan enam saudara kandung di Desa Shikderpara di Maungdaw, Rakhine.

Pada 25 Agustus 2017, keadaan berubah drastis. Rumah Rashi diserbu tentara, bersamaan dengan aksi pembakaran desa-desa di sana. PBB menyebut tindakan brutal militer Myanmar ini sebagai “pemusnahan etnis”.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Itu hari Jumat. Saya meraih tangan kakak perempuan saya dan berlari menuju bukit terdekat. Setelah tentara pergi, saya kembali dan mendapati orang tua saya meninggal dunia," katanya.

Saat ini anak-anak berada dalam kondisi mengkhawatirkan di tenda-tenda pengungsian. Kawasan padat manusia, sampah, dan kekumuhan menambah risiko pencakit yang mengancam kesehatan mereka. Meskipun, para aktivis kemanusiaan kini sedang berusaha meringankan beban mereka, salah satunya dengan sejumlah kegiatan yang memulihkan anak-anak dari trauma. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock