Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Akhir-akhir ini peredaran narkoba bahkan Napza atau narkotika, psikotropika, dan zat adiktif telah merambah banyak lapisan masyarakat termasuk pelajar. Di Jombang, pengguna bahan berbahaya ini terbilang tinggi. Mereka juga termasuk di dalamnya adalah kalangan pelajar.

"Data terakhir yang kami peroleh pada September 2015, pecandu narkoba menurut profesi pekerja swasta menempati posisi pertama dengan 53 orang," kata Kapolsek Jombang Kota AKP Yudiono, Selasa (10/2).

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Prihatin Peredaran Narkoba di Jombang, Polisi Dekati Madrasah

Data ini disampaikan Yudiono saat melakukan kunjungan silaturahmi di Madrasah Aliyah Unggulan Wahab Hasbullah (MAU WH) di kawasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Angka berikutnya adalah mahasiswa dengan jumlah 20 orang, kemudian 15 pelajar, pengangguran 10 orang, serta 2 TNI, lanjutnya di hadapan para ustadz dan ratusan pelajar madrasah setempat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena tingginya pelajar yang mengonsumsi obat berbahaya tersebut, Yudiono mengingatkan bahwa para siswa dan siswi adalah calon penerus bangsa. Karena itu sejumlah pertimbangan harus dilakukan agar tidak terjerumus pada kegiatan yang tidak menguntungkan di masa depan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tahan semua keinginan semu seperti merokok dan berpacaran," terangnya. Karena perbuatan tersebut tidak akan membawa manfaat, lanjutnya.

Ia juga mengajak para pelajar di madrasah ini untuk bangga terhadap orang yang telah membesarkan dan mendidik dengan baik, yakni orang tua di rumah, kiai di pesantren, serta guru di madrasah.

"Banggakan lah almamater yakni madrasah, pondok serta orang tua," tegasnya.

Sukses, menurutnya, sangat bergantung pada diri sendiri, bukan orang lain. "Sukses ada di tangan diri kalian sendiri," ungkapnya.

Kepala MAU WH Ustadz Faizun yang menerima langsung Kapolsek Jombang Kota mengemukakan bahwa kegiatan seperti ini telah dilakukan beberapa kali. "Ini adalah tahun ketiga kita mengadakan kegiatan bekerja sama dengan jajaran TNI atau Polri," ungkap alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma) ini.

Ratusan siswa dan siswa MAU WH mengikuti dengan seksama kegiatan yang berlangsung di aula madrasah setempat sejak jam 9 pagi. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Aswaja, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Perkembangan zaman menuntut pola dan gaya hidup manusia berubah. Bahkan dalam persoalan keyakinan (beragama) tak jarang menjadi pemicu konflik mendasar antarkelompok yang berbeda ideologi.

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tantangan Masyarakat terhadap Perkembangan Zaman

Wakil Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Ahmad Samsul Rijal mengungkapkan, bahwa saat ini masyarakat secara umum berada pada situasi tersebut, dan menanggung segala resiko yang terjadi.?

Pada situasi demikian, tak sedikit masyarakat yang tidak bisa memahami dan membaca dinamika yang berkembang di lingkungannya masing-masing. Misalnya pada aspek keyaknianan dalam beragama, mereka akan mudah mendapat serangan berbagai ajaran dan ideologi.?

?

"Dampak dari berbagai perubahan orientasi dan sikap hidupnya, menjadikan agama lebih dipahami sebagai sistem pengetahuan, lebih banyak diketahui dan dipelajari, implementasinya tidak banyak dipersoalkan. Agama lambat laun tidak lagi disadari sebagai sistem keyakinan yang menuntun, menuntut dan pedoman untuk dijalankan dan ditingkatkan kualitas pelaksanaanya," katanya, Selasa (29/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam perkembangan selanjutnya, kata Rijal, perpindahan masyarakat dari desa ke kota. Masyarakat kota diidentifikasi sebagai masyarakat yang? cenderung? individualistik, hedonis dan mengedepankan kerja dan materi sebagai daya sekaligus gaya hidup.

"Berbagai perubahan orientasi hidup, bersikap dan ketaatan terhadap nilai begitu lentur menyesuaikan terhadap tuntutan dan kebutuhan. Tujuan dan permasalahan yang mereka hadapi cenderung lebih kompleks, sehingga tidak bisa lagi didekati dengan cara sederhana," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada sektor permodalan atau perekonomian, ia menjelaskan sekurangnya modernitas diwakili oleh lembaga keuangan modern dan media. Fakta kemiskinan menjadikan mereka sulit untuk bisa mendapat akses permodalan bank.

Bank-bank dengan bunga tinggi justru menjadi sasaran mereka. Bagai jatuh, tertimpa tanggap pula. Kondisi mereka pun dijadikan bulan-bulanan oleh media yang menawarkan banyak jalur untuk mengingkari leluhur, kearifan dan keluhuran budaya. Ikatan sejarah serta warisan budaya dengan mudah akan mereka putus karena pengaruh oleh dahsyatnya media. Dengan begitu, kita semakin berada di pojok peradaban," tandasnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Sunnah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pemahaman santri terhadap dunia usaha harus ditanamkan sejak dini. Agar setelah lulus nanti mereka siap untuk berkiprah dengan usaha yang bervariasi.

Setelah sukses melangsungkan senam sepuluh ribu santri di tiga kota, Pasuruan dan Jombang, hari ini Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan acara serupa di Alun-alun Jember (5/5).

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Dalam jumpa persnya di Hotel Bintang Mulia Jember, pengurus HIPSI Pusat, So Good Food serta sejumlah artis pendukung melangsungkan konferensi pers. Kepada sejumlah media cetak dan elektronik, HIPSI menandaskan bahwa kegiatan senam ini sebagai puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami menyelenggarakan road show pemahaman kewirausahaan ke sejumlah pesantren dan kampus di Jember," kata Mochammad Ghozali kepada wartawan tadi malam. Ketua Umum HIPSI Pusat ini menandaskan bahwa ada sejumlah kampus dan pesantren yang dijadikan sosialisasi bagi semangat kewirausahaan ini. 

"Untuk kampus, kami menggandeng  Universitas Negeri Jember dan Sekolah Tinggi Institut Agama Islam Negeri," katanya. Sedangkan untuk pesantren yakni Pesantren Nurul Islam, Pesantren Al-Qadiri, Pesantren Al-Badri serta Pesantren Darul Hikmah.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun berbeda dengan dua kota sebelumnya, kegiatan road show ke sejumlah pesantren ini tidak sama. "Tidak semata memberikan motivasi tentang pentingnya dunia kewirausahaan, juga kami berikan kesempatan mengolah makanan siap saji dari kreasi mereka," lanjutnya.

Dari sejumlah pesantren ini, ada lima tim juru masak yang mengolah sejumlah menu makanan. "Dari lima tim itu dipilih dua tim terbaik," tandasnya. Dan dari delapan tim ini akan dilombakan pada kegiatan senam sepuluh ribu santri untuk dipilih yang terbaik.

"Ternyata saat para santri membuat makanan dengan kreasi sendiri, rasanya juga lumayan lezat," kata Willy yang mewakili pihak So Good Food. "Ini sangat membanggakan," lanjutnya.

Puncak kegiatan pengenalan dunia kewirausahaan ini akan dipungkasi di alun-alun Jember. "Ada sekitar sepuluh ribu santri yang hadir," kata Mohammad Arif dari HIPSI Jawa Timur. 

"Semua adalah utusan dari sejumlah pesantren yang ada di sekitar Jember," katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, semangat kewirausahaan akan diimbangi dengan kian kondusifnya kesehatan para santri. 

"Perpaduan antara semangat usaha dan badan yang sehat adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk bisa menjadi pengusaha sukses," tandas Mochammad Ghozali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

 Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang XIX di SKD Kecamatan Batuan. Acara dihadiri PW IPPNU Jatim, PAC IPPNU beserta Badan Otonom (Banon) NU dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di lingkungan Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim, Nurul Hidayati menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya konfrensi ini. “Kita harus bangga kepada kader muda NU dalam hal ini rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU yang lambat laun semakin  berbenah diri,” katanya, Sabtu (23/12).

Menurutnya, kendati banyak pelajar NU yang tampil di berbagai kegiatan, namun mereka tidak menghilangkan jati dirinya sebagaimana pelajar dan juga perempuan.

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim yang sekaligus secara resmi membuka acara.

Selanjutnya ada pemberian cinderamata kepada PCNU dan Majlis Alumni IPNU-IPPNU sebagi tanda terimakasih  atas sumbangsihnya selama ini. (Mahrus Ali/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Amalan, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

Lombok Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Istilah Tuan Guru memang akrab dengan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru merupakan sebutan, panggilan, sekaligus gelar dari masyarakat untuk ulama di daerah ini. Posisi Tuan Guru setara dengan Kiai di Tanah Jawa.

Demikian penuturan Pengasuh Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham menjelang perhelatan Pra-Muktamar NU di kediamannya di komplek pesantren Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB, Rabu (8/4) sore.

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

“Kalau kiai di sini itu banyak. Yang mandiin mayit, disebut kiai. Yang mimpin tahlil, dzikir, juga kiai. Banyak. Jadi, kiai di sini biasa aja. Nah, kalau tuan guru sangat langka. Bisa hanya satu perseribu orang. Seperti kiai di Jawa,” ujar TGH Taqiuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun, lanjutnya, sekarang ini penduduk Lombok telah menerima istilah kiai sebagai seorang ulama. Mereka juga mampu menempatkan kiai pada proporsinya. “Yang jelas, masyarakat sini menyebut kiai seperti di Jawa itu sebagai Tuan Guru. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi tuan guru,” tandas Ketua PWNU NTB ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut TGH Taqiuddin, sebutan Tuan Guru juga berlaku bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Mekah. “Kalau belum haji, ya, ustadz atau guru biasa lah. Namun, tidak juga yang punya pesantren. Memang umumnya tuan guru itu memiliki pesantren. Satu hal yang kami kagumi dari seorang tuan guru adalah ketokohannya,” ungkap suami Nyai Hj Hattiyatul Malichah ini. ? ?

Dipanggil tuan guru, tambahnya, selain karena memiliki trah atau keturunan tuan guru pendiri pesantren, juga memiliki keilmuan yang mumpuni. Meski demikian, ia menyatakan berat sekali menyangga gelar tuan guru.

“Namun, rasanya lebih karena kesolehannya ya, bukan karena ilmunya saja. Tapi sikap wara’-nya itu. Nah, masyarakat lah yang akhirnya memberi gelar seperti itu. Cuman memang berat ya disebut tuan guru. Karena tuan guru kan nggak bisa bebas main bola,” selorohnya sembari tertawa.

Disinggung soal keterpilihan pesantren asuhannya sebagai tempat penyelenggaraan pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab biasa saja, tidak ada sesuatu yang berlebihan apalagi istimewa. Yakni, karena posisinya sebagai Ketua PWNU NTB yang memiliki pesantren.

“Sederhana saja. Mungkin karena saya Ketua NU NTB yang punya pondok kali ya. Dan, pondok-pondok yang kami rekayasa untuk siap ketempatan ternyata susah juga. Tidak seperti di Jawa. Namun yang pasti, saya tidak ingin nilai-nilai pondok seperti di Jawa di sini jangan sampai hilang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Daerah, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu sistem pendidikan yang terbaik yang ada di Indonesia adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan di pesantren. 

"Di pondok pesantren, para santri diajarkan ilmu yang difokuskan kepada pembinaan mental dan sikap akhlaqul karimah," kata Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis dan Kependidikan dan Keagamaan Kementerian Agama Dr HM Kusasi, M.Pd.

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Menurutnya kualitas sistem pendidikan di pesantren ini diakui juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kenapa anak zaman sekarang terkenal nakal tidak bisa diatur? Jawabannya karena para guru hanya fokus terhadap asupan otak dalam melakukan pengajaran," katanya, Selasa (20/10/15).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar saja namun guru juga harus mendidik. 

"Mendidik itu untuk hati mengajar itu untuk otak," jelasnya. Oleh karena itu para guru harus mencontoh sistem pendidikan pesantren yang menekankan pendidikan kepada peserta didik untuk mendapatkan generasi cerdas dan berakhlaqul karimah.

"Selain mendidik dan mengajar, guru juga harus membimbing para peserta didik dengan mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang positif," terangnya. Hal ini disampaikannya di hadapan guru dari berbagai penjuru Indoneaia yang sedang melaksanakan diklat dari 19 sampai dengan 25 Oktober 2015 di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama RI Jakarta. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Sunnah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban menempati kedudukan istimewa dalam agama Islam. Banyak keutamaan-keutamaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya di bulan ini. Allah juga membuka banyak pintu rahmat dan ampunan-Nya di bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah ini.

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki yang tidak asing di kalangan santri Indonesia bahkan menulis secara khusus sebuah buku dengan 152 halaman tentang bulan Sya’ban yang berjudul Ma Dza fi Sya‘ban?

Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Sayyid Muhammad Alwi mengawali bukunya dengan ulasan asal-usul kata "Sya‘ban". Sebelum masuk lebih rinci perihal keistimewaan bulan Sya‘ban, Sayyid Muhammad Alwi mendokumentasikan sejumlah pandangan ulama terkait penamaan bulan Sya‘ban seperti kami kutip berikut ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-syi‘bu’ (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin), secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban. Ada pula ulama yang memahami bulan ini dengan makna selain yang disebutkan sebelumnya,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, cetakan pertama, tahun 1424 H, halaman 5).

Tampaknya nama bulan Sya‘ban yang mulia ini sejalan dengan sejumlah keistimewaan yang ada di dalamnya. Allah menerima dan melipatgandakan amal baik hamba-Nya di bulan Sya‘ban ini. Karenanya kita dianjurkan untuk istighfar, shalawat, tadarus Al-Quran, mengajukan permohonan, meminta kesembuhan, dan shalat guna memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Karenanya tidak heran kalau ada juga ulama yang menyebut Sya‘ban sebagai “Bulan Shalawat untuk Rasulullah SAW” dan “Bulan Al-Quran.” Wallahu a ‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Warta, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 31 Desember 2017

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

90 persen siswa sekolah atau madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) pada Ujian Nasional (UN) tahun ini dinyatakan lulus.

“Berdasarkan laporan dari wilayah-wilayah, angka kelulusan Ujian Nasional siswa sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif mencapai 90 persen,” kata Ketua Umum PP LP Maarif NU, Najid Muchtar kepada wartawan di kantornya Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman Timur, Jakarta, Kamis (29/6)

Nadjid yang dalam kesempatan itu didampingi sejumlah pengurus PP LP Ma’arif NU, di antaranya Mamad Salamet dan Aceng Abdul Azis, menyatakan, data tersebut menunjukan bahwa jumlah siswa yang tidak lulus pada tahun ini masih cukup besar.

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN

Ditambahkan Nadjid, sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam bidang pendidikan di lingkungan NU, LP Ma’arif NU, saat ini sedang berusaha mencari solusi untuk mengatasi para siswa yang dinyatakan tidak lulus, yang jumlahnya mencapai 10 persen. LP Ma’arif NU, katanya, tetap pada sikap semula, yaitu menuntut pemerintah untuk menyelenggarakan UN ulang.

”Sekarang kami sedang berpikir bagaimana mereka yang tidak lulus ini. Kami tetap pada sikap kami, yakni pemerintah harus menggelar UN ulang,” ungka Nadjid.

Banyaknya jumlah siswa yang tidak lulus, lanjut Nadjid, terutama yang berada dalam naungan LP Ma’arif NU, bukan semata kesalahan siswa, melainkan juga kesalahan pemerintah yang tidak memberikan fasilitas pendidikan merata pada setiap sekolah. Kualitas sekolah, katanya, tidak bisa disamaratakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ujian Nasional itu tidak adil. Banyak yang tidak lulus itu bukan kesalahan siswa. Kualitas sekolah tidak bisa disamaratakan, karena pemerintah belum memberikan fasilitas kepada sekolah. Jadi, Ujian Nasional ulang adalah jalan terbaik untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya.

Najid menegaskan, sejak awal LP Ma’arif NU tidak setuju pada pelaksanaan Unas, jika itu untuk menjadi ukuran kelulusan siswa. Unas, kata Najid, seharusnya hanya dijadikan sebagai pengukur standar kualitas pendidikan, bukan untuk standar kelulusan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

”Inti pendidikan tidak hanya pada Ujian Nasional itu saja. Ada aspek-aspek lain yang harus dijadikan ukuran. Pihak sekolah sebenarnya yang punya hak untuk meluluskan siswa, karena sekolah yang memantau siswa setiap hari. Masa pemerintah nggak ikut mendidik, kok ikut meluluskan,” katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

Pagarnusa Blora Siap Hadapi Kejurda dan Porsema Tingkat Provinsi

Blora, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Pagarnusa Blora menyatakan kesiapannya mengirimkan atlet-atletnya di dua kejuaraan tingkat provinsi yang meliputi Kejurda dan Pekan Olahraga Seni Madrasah (Porsema). Untuk menghadapi dua even itu, mereka tengah mempersiapkan penyeleksian calon kontingen terbaik di tingkat kabupaten.

Pagarnusa Blora Siap Hadapi Kejurda dan Porsema Tingkat Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagarnusa Blora Siap Hadapi Kejurda dan Porsema Tingkat Provinsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagarnusa Blora Siap Hadapi Kejurda dan Porsema Tingkat Provinsi

Sekretaris Pagarnusa Blora Shobari mengatakan, Kejurda tingkat provinsi Jawa Tengah akan dilaksanakan pada Kamis-Sabtu (1-3/1/2015) di Pesantren Az-Zuhri, Semarang. Sementara Porsema akan dilaksanakan pada pertengahan Mei 2015 di Kebumen.

"Untuk menghadapi keduanya, kami segera melakukan berbagai persiapan. Salah satunya adalah pembinaan atlet," ujar alumni pesantren Roudlotus Sholihin Batur Ceper Klaten.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kejurda mempertandingkan berbagai kelas seperti pra remaja, remaja, dan dewasa. Sedangkan jenis lomba meliputi seni beladiri dan tanding. Sedangkan Porsema hanya akan menampilkan seni beladiri.

Dalam waktu dekat pihaknya akan segera menyeleksi atlet-atlet yang akan dikirimkan di dua even tersebut. Setelah itu, atlet yang terpilih akan segera digembleng secara fisik dan nonfisik. (Sholihin Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 Desember 2017

Cara Pandang Budayawan Liberal Indonesia Terlalu Naif

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kebebasan berekspresi yang dilakukan oleh kelompok budayawan dan seniman liberal Indonesia terlalu naïf dan telah melampaui batas. Untuk mewujudkan kebebasan berekspresi mereka menolak setiap pembatasan.

Pernyataan kelompok “Memo Indonesia” yang ditandatangani para seniman liberal beberapa waktu yang lalu, menurut budayawan Wowok Hesti Prabowo, sangat berlebihan dan tidak bermoral. "Negara yang selama ini dianggap sebagai benteng liberalisme seperti Amerika Serikat saja masih sangat menjunjung norma," katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di Jakarta, Rabu (1/8).

Cara Pandang Budayawan Liberal Indonesia Terlalu Naif (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Pandang Budayawan Liberal Indonesia Terlalu Naif (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Pandang Budayawan Liberal Indonesia Terlalu Naif

Sebagai ilustrasi, pengurus Lesbumi itu mencontohkan, Hillary Clinton yang tampil cukup sopan hanya sedikit membuka bagian atas dadanya, masyarakat dan media massa mengkritik penampilannya itu. Sementara di Indonesia yang beragama membiarkan orang seenaknya memamerkan aurat, atas nama kebebasan dan kemajuan. "Amerika merasa tidak mundur peradabannya hanya karena melarang wanitanya membuka auratnya," katanya.

Memo Indonesia dicetuskan pada Kamis 12 Juli 2007 lalu di Perpustakaan HB. Jassin Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, diwakili oleh beberapa budayawan dan seniman liberal antara lain Hudan Hidayat, M Fadjroel Rachman, Mariana Amiruddin, dan Djenar Maesa Ayu.

Mereka begumam, ”Jangan sampai ada hambatan dalam bentuk klaim-klaim moral, atau keyakinan agama yang sempit yang pada akhirnya memberangus orang lain yang memiliki keberbedaan.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Wowok, kebebasan yang salah kaprah dalam beraksi dan bergaya hidup itu sangat perlu dikritik, karena hal itu bertentangan dengan keadilan sosial dan kondisi riil masyarakat yang masih butuh banyak perhatian.

”Kalau pencetus merasa sebagai manusia bebas yang bisa berkreasi, lalu apa kreasi dan karya besar mereka juga tidak pernah ada. Sastra dan esei mereka tidak peduli pada persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial, hanya berkutat pada selera rendah di sekitar dada dan paha, tidak jauh-jauh dari situ. Kalau mereka bernalar pendek, beremajinasi pendek bagaimana bisa menjadi sastrawan atau bedayawan besar,” katanya.(nim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 Desember 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kian meluaskan sayapnya. Pada Sabtu (2/3) siang, Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon (nama lain dari MAN Buntet Pesantren) resmi dibentuk dan pengurusnya dilantik di Auditorium MAN 3 Kabupaten Cirebon.

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon menegaskan, pembentukan organisasi pelajar NU di sekolah-sekolah negeri tersebut merupakan salah satu wujud program prioritas PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon. Bersama jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, pihaknya berkomitmen dan berikhtiar untuk menghadirkan PK IPNU-IPPNU di semua lembaga pendidikan baik yang di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU atau sekolah negeri di Kabupaten Cirebon.

"Satu tahun ke depan kita akan fokus di wilayah kaderisasi seperti kaderisasi formal dan pembentukan komisariat, PAC, dan PR. Mudah-mudahan diberi kelancaran," terang Ayub.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon, berpesan kepada pengurus baru PK yang telah dilantik agar dapat saling bekerjasama dan kompak dalam melaksanakan setiap program dan tugas yang akan dilaksanakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Apapun problemnya yang penting kedepankan musyawaroh. Setelah dilantik nanti silakan Rapat Kerja. Kalau bisa kedepankan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) agar siswa-siswi lebih memahami IPNU dan IPPNU. Makesta merupakan gerbang atau pintu masuk IPNU dan IPPNU. Sehingga kedepan pelajar IPNU-IPPNU dapat menjadi kader yang unggul serta dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan bangsa, negara, dan agama,” jelas Aida.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Najmi Alvian. Dan oleh Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Firda Sundusun Ro’fah. (Nurjannah Al Kendali/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Pendidikan, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 12 Desember 2017

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah

Ini adalah halaman sampul dan halaman pembuka dari kitab “I’ânatun Nâsik fî Bayânil Manâsik” karangan seorang ulama Nusantara dari Cibogo, Cibarusah (Bogor—Bekasi), yaitu Ajengan Raden Ma’mun Nawawi bin Anwar (dikenal dengan Mama Cibogo atau Mama Cibarusah, w. 1395 H/ 1975 M).

Sang pengarang, yaitu KH. Raden Ma’mun Nawawi, adalah murid langsung dari para ulama besar Ahlussunnah Nusantara generasi awal abad ke-20 M, yaitu Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), Syekh Manshur ibn Abdul Hamid (dikenal dengan Guru Mansur Betawi), Syekh Muhammad Bakri ibn Sayyida (dikenal dengan Ajengan Sempur, Purwakarta), dan Syekh Mukhtar ‘Athârid al-Bûghûrî tsumma al-Makkî (ulama besar Makkah asal Bogor).

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah

Kitab “I’ânatun Nâsik” berisi kajian tentang fiqih manasik ibadah haji dan umroh secara lengkap dan komprehensif, termasuk menyinggung sedikit perbedaan hukum-hukum manasik haji menurut empat madzhab. Kitab ini ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab (dikenal dengan remyak atau pegon).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kolofon, didapati keterangan jika kitab ini diselesaikan di Cibarusah, pada 27 Muharram tahun 1374 Hijri (bertepatan dengan 25 September 1954 Masehi). Kitab ini kemudian dicetak oleh penerbit “al-Barokah” Bogor (tanpa tahun cetak). Versi cetakan kitab ini bertebal 91 halaman. Saya mendapatkan naskah kitab ini dari penerbitnya langsung yang juga sebuah kedai kitab di kawasan Pasar Anyar, dekat Stasiun Bogor, pada bulan Oktober tahun lalu (2016).

Dalam kata pengantarnya, KH. Ma’mun Nawawi mengatakan bahwa penulisan karya ini dilakukan karena adanya desakan dari beberapa kolega untuk tersedianya sebuah buku (kitab) yang dapat dijadikan panduan umat Muslim Sunda dalam permasalahan tata cara manasik ibadah haji dan umrah secara detail. Pengarang pun memenuhi permintaan tersebut dengan menuliskan karya ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana yang ditulis oleh pengarang;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ammâ ba’du. Maka ngendika hamba anu kacida doipna Raden Haji Ma’mun Nawawi Cibogo, pamugi Allah ngahampura kana dosa-dosa manehna jeung kana kalepatana. Ku tina seringna sababaraha dulur-duluran anu keukeuh ka simkuring hayang dipangnuliskeun manasik sareng anu patali ka dinya kalayan Madzhab Syafi’i kalawan Bahasa Sunda// Maka berkatalah hamba yang sangat lemah, Raden haji Ma’mun Nawawi dari Cibogo, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan kesalahannya. Oleh karena seringnya beberapa saudara yang bersikeras meminta saya untuk dibuatkan sebuah risalah tentang manasik haji dan umrah dan hal-hal yang berkaitan dengannya dalam fiqih madzhab Syafi’i dalam bahasa Sunda …)

Dalam redaksi selanjutnya, dikatakan oleh KH. Ma’mun Nawawi bahwa dalam upaya penyusunan kitab manasik ini, beliau hanya mengutip dari beberapa kitab rujukan fiqih madzhab Syafi’i, tanpa melakukan penambahan di dalamnya. Sayangnya, kitab-kitab apa saja yang dijadikan rujukan di sini tidak disebutkan secara terperinci.

Pengarang kitab ini,yaitu KH. Raden Ma’mun Nawawi Cibarusah, sebagaimana telah disinggung di atas, adalah murid langsung dari para ulama besar Ahlussunnah Nusantara generasi awal abad ke-20 M. beliau dilahirkan di Cibogo, Cibarusah (perbatasan Bogor—Bekasi) pada tahun 1334 H/ 1915 M. ayahnya bernama KH. Raden Anwar, seorang ulama besar Pasundan dari Cibarusah.

Setelah mendapatkan tempaan pendidikan dari ayahnya sendiri, pada tahun 1930 (ketika berusia 15 tahun), Ma’mun Nawawi kemudian belajar kepada KH. Tubagus Bakri di Sempur, Plered, Purwakarta, yang kelak menjadi mertuanya. Di sana beliau belajar selama 7 tahun lamanya. Beliau kemudian pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji sekaligus bermujawarah di sana selama dua tahun (1937-1939). Di Tanah Suci, KH. Ma’mun Nawawi belajar kepada ulama-ulama besar Makkah.

Di antara guru-guru beliau di Makkah adalah Syekh Mukhtâr ‘Athârid al-Bûghûrî al-Jâwî tsumma al-Makkî, seorang ulama besar hadits di Masjidil Haram asal Bogor, juga kepada Syekh Bâqir ibn Nûr al-Jukjâwî tsumma al-Makkî, , seorang ulama besar di Masjidil Haram asal Yogyakarta. Selain kepada keduanya, KH. Ma’mun Nawawi juga belajar kepada Sayyid ‘Alawî ibn ‘Abd al-‘Azîz al-Mâlikî al-Makkî, Syekh ‘Umar Hamdan al-Mahrasî, dan lain-lain.

Pada tahun 1939, KH. Ma’mun Nawawi pulang ke Cibarusah. Sang ayah, KH. Raden Anwar, menyuruh Ma’mun Nawawi untuk pergi ke Jawa Timur dan belajar kepada beberapa ulama di sana. Beliau pun belajar kepada Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng (Jombang) dan Syekh Muhammad Ihsan Dahlan (Jampes, Kediri). KH. Ma’mun Nawawi juga belajar lagi kepada KH. Manshur Abdul Hamid di Batavia (Guru Mansur Betawi).

Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1940, KH. Ma’mun Nawawi mendirikan pesantren “al-Baqiyatus Solihat” di kampung halamannya di Cibogo, Cibarusah. Pesantren tersebut pun segera berkembang menjadi salah satu pusat keilmuan Islam yang besar. Jumlah pelajarnya mencapai ribuan.

Ketika terjadi revolusi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, KH. Ma’mun Nawawi Cibarusah, bersama-sama dengan KH. Noer Ali Bekasi (pendiri Pesantren At-Taqwa Bekasi) dan KH. Raden Abdullah bin Nuh Cianjur (pendiri pesantren al-Ihya Bogor), atas perintah guru mereka Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, keduanya pun membentuk dan memimpin Laskar Hizbullah (tentara perjuangan kemerdekaan RI berbasis pesantren) region Krawang-Bekasi-Bogor dan sekitarnya. Pesantren Cibarusah pun menjadi markas utama pelatihan militer bagi ribuan Laskar Hizbullah.

Selain dikenal sebagai ulama pejuang, KH. Ma’mun Nawawi juga dikenal sebagai ulama yang produktif melahirkan karya tulis. Upaya ini meneruskan ikhtiar yang telah dilakukan oleh mertua beliau, yaitu KH. Tubagus Bakri Sempur Purwakarta, yang juga produktif menulis kitab. Kebanyakan karya KH. Ma’mun Nawawi ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab, dalam pelbagai bidang keilmuan Islam.

Di antara karya-karya beliau adalah; (1) I’ânatun Nâsik fî Bayânil Manâsik, (2) al-Taisîr fî ‘Ilmil Falak, (3) Bahjatul Wudlûh, (4) Hikâyatul Mutaqaddimîn, (5) Îdlâtul Mubhamât, (6) Risâlatuz Zakâh, (7) Kasyful Humûm wa al-Ghumûm, dan lain-lain.

KH Ma’mun Nawawi wafat di Cibarusah pada bulan Muharram 1395 Hijri (bertepatan dengan Februari 1975 M). Pesantren Cibarusah kini diampu oleh putra beliau, yaitu KH Raden Jamaluddin Ma’mun. Ilâ rûh KH Ma’mun Nawawi, al-Fâtihah. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Sunnah, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Tasikmalaya menyambut pergantian tahun dengan gelaran Tasyakur Akhir Tahun. Kegiatan bertema “Tafakur Diri untuk Negeri” ini menyajikan berbagai pentas mulai dari pembacaan puisi, nadhaman, pencak silat, musik angklung, dan nyanyian shalawat dari Grup Band Aswaja Fi’il Harmony.

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Perayaan Tahun Baru ala Lesbumi NU Tasikmalaya

Acara tersebut dilaksanakan pada Sabtu (31/12) pukul 20.00 WIB di Jalan Dr. Soekardjo No. 47 tepatnya di depan Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Pentas seni tersebut mendapat sambutan positif dari warga setempat. Hujan deras yang sempat mengguyur Kota Tasikmalaya tidak menurunkan antusiasme mereka untuk hadir menyaksikan pergelaran itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Ketua Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya Aan Ahmad Farhan, pihaknya mempersembahkan berbagai pentas seni yang merupakan ciri khas budaya di Tanah Air. “Mari kita tasyakur sekaligus tafakur,” Kata Aan.

Ia juga menambahkan, penampilan Aswaja Fi’il Harmony, grup musik milik Lesbumi PCNU Kota Tasikmalaya, menjadi warna baru dalam perhelatan ditengah hiruk pikuk perayaan tahun baru. “Karena band ini menyanyinyakn lagu-lagu shalawatan yang merupakan kekhasan orang-orang NU,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Harapannaya semoga di tahun 2017 ini Aswaja Fi’il Harmony dapat roadshow ke setiap sekolah dan pesantren terwujud dengan baik dan lancar, guna mensyiarkan shalawat lewat musik,” tambah Aan. (Agum Gumilar/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Sunnah, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Sabtu (6/5) malam menghadiri pengajian umum dalam rangka haflatul imtihan dan wisuda santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Madrasah Diniyah Nurul Istiqomah di Dusun Dawuhan Desa Patalan Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Istiqomah ini dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Hendy Yustian Danang Suta, Camat Wonomerto Taufik Alami serta jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Wonomerto baik lembaga maupun badan otonom (banom).

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa Madrasah Diniyah (Madin) ini merupakan suatu tempat untuk majelis ilmu di mushola dan sekolah. “Demi mewujudkan kualitasnya, manajemen TPQ ini harus diubah disesuaikan dengan zaman sekarang. Harapannya dengan majelis ilmu ini dapat memberikan pengetahuan tentang perilaku dan akhlak yang baik,” katanya.

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman

Hasan meminta para guru untuk mengajarkan santrinya pendidikan akhlak terlebih dahulu, baru kemudian ilmu agama maupun pengetahuan umum. Sebab perkembangan zaman saat ini harus diimbangi antara kecerdasan intelektual dengan emosionalnya.

“Setelah akhlak, baru ajari anak ilmu dengan praktek terlebih dahulu. Karena niat itu penting sebagai pondasi melangkah beribadah yang baik. Para orang tua harus memberikan dukungan kepada pendidikan di pondok pesantren. Yakni sebuah majelis ilmu yang bermanfaat mencetak anak berperilaku dan akhlak yang baik sesuai ajaran Al-Quran dan Al Hadits,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa kegiatan haflatul imtihan yang istiqomah dilaksanakan setiap tahun ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur bagi setiap madrasah sebagai tempat pendidikan ilmu para santri agar supaya ilmu yang diterimanya menjadi manfaat dan barokah. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nusantara, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 10 November 2017

Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum PP ISNU Ali Masykur Musa yang lazim disapa Cak Ali mengatakan, kepemimpinan oleh sebagian orang sekarang dijadikan alat mencari keuntungan. Suatu kepemimpinan tidak tertutup kemungkinan disalahgunakan demi kepentingan para pemodal.

Pemimpin kita siapa? tanya Cak Ali kepada peserta Konbes IPPNU 2014 di Gedung PP PON Kemenpora Jakarta Timur, Jumat (28/2) petang.

Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ali Masykur: Kepemimpinan Sekarang Cenderung Cari Untung

“Tetapi siapa pemimpin kita kalau tidak memiliki idealisme maka ia akan melelang akses kekuasaannya,” kata Cak Ali. Ia mengajak peserta Konbes IPPNU 2014 untuk mencermati betapa besar ekplorasi minyak dan aneka tambang yang dikuasai kekuatan modal asing maupun pribadi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari situ, pemimpinan selanjutnya menjadi rapuh. Pemimpin yang seharusnya mengajak musyawarah, justru menekan rakyat, “Seperti kepemimpinan yang pernah ada pada era sebelum reformasi,” tegas Cak Ali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepemimpinan mencari untung, sambungnya Cak Ali, melahirkan sedikitnya 3 tindakan tidak terpuji. Ketiganya berupa praktik menyuap, praktik menjilat, dan “menjual diri”.

Sedangkan untuk menghindari itu, ia menilai seorang pemimpin besar harus diisi dengan kepemimpinan, profesionalisme, dan integritas. Dengan ketiganya, “Kontrol dan evaluasi terhadap jalannya kepemimpinan dapat dilakukan,” tandas Cak Ali sebagai narasumber seminar bertajuk “Pengaruh Proses Pendidikan dalam Membangun Karakter Kepemimpinan”. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 29 Oktober 2017

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Candra Malik, budayawan sufi, punya cara tersendiri untuk mensyukuri dan menyemarakkan Ramadan 1438 H. Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia pada Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lesbumi PBNU) ini mengadakan safari silaturahmi ke berbagai daerah di Indonesia sepanjang bulan.?

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Begadang Inshomniyah hingga Malam Seribu Budaya

Setelah usai menggarap produksi 30 episode taushiyah dua menitan bertajuk Hadiah Ramadan, yang audionya disebarkan ke 100 lebih radio dan video-nya diunggah ke Youtube, serta 10 episode video tanya-jawab yang disiarkan di Commuterline Jabodetabek, Gus Can -- demikian panggilan akrabnya - mulai berkeliling dari Solo pada 2 Juni, Yogyakarta 4 Juni, Surabaya 5-6 Juni, Cirebon 7 Juni dan Subang 8 Juni.

Bertajuk Begadang Inshomniyah, Gus Can mengadakan dialog publik di Kedai Saung Juang Cirebon dan Sanggar Ringkang Nonoman Subang, Rabu dan Kamis malam, 7-8 Juni. Dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesiq Raya, ia mengajak masyarakat untuk mencintai tanah air dan menjaga kebangsaan Indonesia. "Mencintai Indonesia adalah mencintai jatidiri kita sebagai anak bangsa. Mencintai Islam adalah mencintai jatidiri kita sebagai hamba Allah. Satu dan lainnya tidak saling terpisah dan justru saling menguatkan," ungkapnya kepada publik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagi Gus Can, begadang adalah hal positif yang bisa dimanfaatkan untuk itikaf, mendaras Al-Quran, berzikir, shalat malam, maupun bercengkerama untuk saling belajar. Inshomniyah, dalam kegiatan Begadang Inshomniyah, diambilnya dari kata insomnia, yang sejak beberapa tahun terakhir digunakan untuk nama sebuah tarekat prakarsanya, yaitu Thariqat Al Inshomniyah, majelis di dunia maya khusus untuk malam hari.

Candra Malik tidak hanya gerilyawan di dunia maya, namun juga di dunia nyata. Ia berhasil memadukan keduanya untuk menggaungkan lebih jauh lagi seruan-seruan Cinta dan Kasih Sayang. Ia menjadikan diri sendiri sebagai episentrum gerakan walau itu berarti Gus Can harus selalu berdaya hidup. Bukan kebetulan jika ia memang sangat suka berkelana keliling daerah.?

Dikenal sebagai seorang pejalan spiritual, Gus Can bergerilya dari empat penjuru gerakan untuk mengajak pada cinta dan kasih sayang. Keempatnya ialah spiritualitas, seni, sastra, dan humaniora. Melalui linimasa, ketika malam telah menyisir dinihari, para pengikut akunnya, yaitu @CandraMalik, acap menanti Gus Can membuka pintu gerbang Thariqat Al Inshomniyah dengan kicau-kicaunya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Begadang Inshomniyah adalah momen bagi publik dunia maya dan nyata untuk bertemu langsung dengan sosok Sang Mursyid Thariqat Al Inshomniyah: Gus Can. Dalam safari Ramadhan ke enam kota, yaitu Solo, Yogyakarta, Surabaya, Tangerang, Bali, dan Mataram, kegiatan ini dikemas dalam tiga pokok. Yaitu Saloka, Salik, dan Suluk; yang masing-masing mengenai kearifan, kesungguhan, dan kesetiaan pada nilai-nilai moral.

SALOKA, Sebuah Dialog

Saloka adalah nilai-nilai budi pekerti luhur yang berakar dari ajaran para leluhur, yang dilisankan. Ia lebih luas daripada peribahasa karena mendorong manusia untuk lelaku hidup manusia. Terkandung tidak hanya ajaran diri dan semesta, di dalamnya juga hidup legenda dan mitos.?

Dalam Sesi Saloka, tokoh masyarakat memaparkan legenda dan mitos dari daerah yang disinggahi Gus Can dalam Begadang Inshomniyah. Di dalamnya, ia juga menyampaikan untaian kata-kata luhur yang diwariskan turun-temurun, baik secara lisan maupun tulisan.

Kemudian, tokoh ini membaca zaman. Ia menuturkan keadaan masyarakat beserta pergeseran tata nilai kehidupannya. Tidak untuk menghakimi, namun untuk memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang perlu diperbaiki demi kemaslahatan bersama. Dialog menjadi kunci utama.

SALIK, Sebuah Persembahan

Salik adalah manusia yang memilih jalan suluk untuk mencapai saloka. Jika suluk ibarat ilmu dan saloka cahayanya, maka salik adalah pembelajar. Ia tidak hanya menimba ilmu, namun juga membasuh dirinya dengan cahaya ilmu. Caranya adalah dengan mengamalkannya.?

Dalam Sesi Salik, para seniman muda menampilkan kesenian setempat atau kesenian yang telah melebur di dalam masyarakat, yang tentu saja memuat suluk dan saloka. Bisa pembacaan syair, lantunan lagu, permainan, atau lakon reportoar lainnya. Bisa pula kolaborasi.

Juga pada kesempatan ini, Gus Can dan para punggawa musiknya tampil dalam formasi akustik. Membawakan Kidung Sufi dan lagu-lagu terbaru, sesi ini jadi medium penghubung yang lebih luwes antara Gus Can dan audiens. Sebisa mungkin, jarak telah diatasi sejak awal.

SULUK, Sebuah Renungan

Suluk ialah lelaku hidup yang disarikan dari Saloka, perjalanan dan pengalaman hidup. Butuh kesetiaan dan kesabaran; atau jamak disebut istiqamah, untuk bisa mengendapkan diri menjalani suluk. Tak lagi hanya membicarakan kebenaran dan kebaikan, suluk mengutamakan kearifan.

Dalam Sesi Suluk, Gus Can berbagi hal-hal tentang Tasawuf yang telah menjadi lelaku hidupnya lebih dari separuh usia. Pengetahuan dan pengalaman belajar kepada mursyid, aerta perjumpaan dan perpisahan dengan handai taulan dan sahabat, menjadi tema perbincangannya.

Tentu saja, Gus Can membuka ruang dialog dengan audiens -- dan bukankah ini yang semakin menghangatkan malam? Kegiatan ini terbuka untuk siapa pun dari latar belakang apa pun karena Gus Can memang meyakini keberagaman sebagai khazanah semesta yang wajib dirawat.

Ramadan dalam Perjalanan

Berbeda dengan kebanyakan orang, Gus Can menikmati Ramadan bukan di rumah bersama keluarga, melainkan di dalam perjalanan. Selesai dari Subang, ia meneruskan safari Ramadan ke Jakarta dengan menggelar pertunjukan bertajuk Musikalisasi Sastra di Galeri Indonesia Kita, 9 Juni, bersama penyair Hasan Aspahani dan musisi Ary Juliant. Pada 11 Juni, ia akan tampil bersama Dik Doank dan Komunitas Kandank Jurank Doank di Tangerang.

Selanjutnya, ia akan menyeberang ke Bali untuk bersilaturahmi dengan masyarakat kampung muslim di Pulau Dewata. Pada 14 Juni, ia diundang oleh Menteri Agama Republik Indonesia KH Lukman Hakim Syaifuddin untuk menyampaikan ceramah dalam acara buka bersama pegawai Kementerian Agama di Jakarta. Pada 15 Juni, Gus Can menggelar dialog publik berjudul Malam Seribu Budaya di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Ia akan mengakhiri tur pada 17-18 Juni dengan sebuah konser di Tasikmalaya. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 15 Oktober 2017

Bersama Disnaker, Muslimat NU Sosialisasi Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pengurus Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Brebes menggelar sosialisasi peluang kerja bagi generasi muda di Kabupaten Brebes. Sosialisasi memberi penekanan tentang peluang kerja di dalam negeri maupun luar melalui jalur resmi. Sehingga para pencari kerja tidak dikibuli dan mendapatkan pekerjaan yang layak serta mendapatkan perlindungan hukum yang pasti.

Bersama Disnaker, Muslimat NU Sosialisasi Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Disnaker, Muslimat NU Sosialisasi Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Disnaker, Muslimat NU Sosialisasi Peluang Kerja di Dalam dan Luar Negeri

Demikian disampaikan Ketua PC Muslimat NU Hj Chulasoh di sela Sosialisasi di Gedung Wanita Kabupaten Brebes Jalan Ahmad Yani Brebes, beberapa waktu lalu.

Chulasoh memberikan pemahaman kepada 100 peserta dari berbagai kalangan remaja yang sudah lulus SLTA dan Perguruan Tinggi yang belum mendapatkan pekerjaan tetap. Muslimat NU menggandeng Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah dan Dinas Tenaga Kerja kabupaten Brebes.

Dalam kesempatan tersebut disampaikan materi tentang peluang kerja oleh Seksi Penempatan Tenaga Kerja di Dalam dan Luar Negeri Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Tengah Fandi Anggara. Dia memberikan tips bagaimana mendapatkan pekerjaan ditengah persaingan global. Menuru Fandi dalam menggapai pekerjaan persyaratan keahlian atau latar belakang pendidikan tidaklah mutlak. Tetapi ada beberapa pengaruh yang bisa meloloskan atau menggagalkan seseorang dalam meraih suatu posisi pekerjaan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Selain pendidikan, juga attitude, skill dan jiwa entrepreneurship harus dimiliki seorang pencari kerja,” terangnya.

Sedangkan peluang kerja di dalam daerah, disampaikan Kabid Pengembangan Tenaga kerja dan Transmigrasi Dinas Tengaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Brebes Bambang Mahanani. Dia memberikan gambaran bagaimana peluang kerja di Kabupaten Brebes,

Berdasarkan Kartu Pencari Kerja (AK1) di Kabupaten Brebes lebih kurang ada 980 orang pencari kerja periode akhir Mei 2016. “Namun, sudah terserap sebanyak 170 orang hingga akhir Mei,” ungkapnya.

Sementara peluang kerja yang ada sekitar 500-600 lowongan. Angka tersebut, mayoritas berada di luar negeri untuk job order pembantu rumah tangga, cleaning servis dan operator produksi.?

Sebenarnya, kata Bambang, banyak peluang kerja yang bisa diraih oleh para pencari kerja. Hanya kurang berselanjar dalam menangkap peluang itu. Pencari kerja banyak tidak tahu karena kurang mendapatkan informasi. Padahal, di Dinas Tenaga Kerja secara rutin dipampang peluang-peluang itu.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kendala lain, para pencari kerja sungkan memproses document kenegaraan seperti paspor, juga ketrampilan tambahan. “Kalau ingin mendapatkan yang sesuai dengan yang menjadi kebutuhan perusahaan, tentu harus terus menerus mengupdate informasi sembari menambah ketrampilan,” pungkasnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sejarah, Sunnah, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 01 Agustus 2017

NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat

Yaman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

PCINU Yaman kembali menggelar diskusi ‘Ushul Fiqih Studies’ untuk yang ketiga kalinya. Kajian reguler yang dicanangkan akan terlaksana setiap dua pekanan ini, bertempat di mushalla apartemen mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas al-Ahgaff.

NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Yaman Bedah Konsep “Mafhum Mukholafah” sebagai Dalil dalam Syariat

Pada diskusi sebelumnya dengan pemateri Muhammad Anas, dia mengkaji seputar pembahasan tentang ‘Eksistensi Dalil’ (islamic argument), mengungkap betapa variatifnya interpretasi dan cara mengekspresikan dalil versi para filsosof, ahli teologi, dan mayoritas teorisi hukum Islam (Ushuliyyun).

Dan pada kesempatan ketiga ini, setelah melewati proses rembuk dengan beberapa pihak, pada kali ini pemateri menjadikan kitab Bulughul Mamul salah satu karya monumental dari Dr Amjad Rosyied, Kepala Departemen ? Fiqh dan Ushul Fiqh Universitas al-Ahgaff sebagai materi primer dan obyek diskusi.

Dalam diskusi yang berlokasi di mushalla lantai I apartemen Sakan Dakhiley itu tampil sebagai pemateri Hidayatul Fadhli, mahasiswa tingkat II Fakultas Syariah, Universitas al-Ahgaff asal Lombok. Sedangkan moderator dipercayakan kepada M Luqman Chakiem, mahasiswa tingkat II Fakultas Syariah asal Wonosobo.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hidayatul Fadli memulai pembahasannya dengan mendefinisikan 3 poin utama dalam diskusi kali ini yaitu manthuq, mafhum muwafaqoh dan mafhum mukholafah. Baik secara etimologi maupun secara terminologi. Kalimat demi kalimat ia definisi dan deskripsikan dengan logat khas Lombok-nya yang berhasil membuat suasana tegang mushalla menjadi lebih santai dan berwarna.

Kemudian ia pun mengemukakan pembahasan tentang khilaf yang terjadi antara sekian banyak sarjana Ushul Fiqh dalam menentukan bahwa apakah Dalalah terhadap mafhum muwafaqoh adalah mafhumiyyah, qiyasiyyah atau lafzhiyyah? Sebagaimana diamini oleh banyak sarjana Ushul Fiqh sebelumnya termasuk SYIZAN yaitu Syeikh Zakariya al-Anshorie, yang menyatakan bahwa Dalalah terhadap mafhum muwafaqoh adalah mafhumiyyah, yaitu dengan cara memahami teks yang ada hingga muncullah sebuah hukum yang tersirat dari teks tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga mengangkat satu pembahasan lain yang tidak kalah menarik untuk dibidik, yaitu tentang khilaf yang terjadi di dalam pelegalan konsep mafhum mukholafah sebagai dalil dalam syariat Islam.

Singkat kata ia menyimpulkan bahwa konsep mafhum mukholafah dapat dijadikan sebagai dalil dan hujjah dalam istinbath sebuah hukum dengan beberapa syarat yang harus terpenuhi.

Diskusi berlanjut, termin pertanyaan pun dilanjutkan. Adalah Abdul Qodir Assegaf, mahasiswa tingkat II jurusan Syariah asal Jakarta meminta penegasan tentang titik tajam perbedaan antara dalalah mafhumiyyah dan dalalah qiyasiyyah terhadap sebuah mafhum muwafaqoh.

Dengan merever ke beberapa kitab klasik dan kontemporer, Abdul Qodir mengambil kesimpulan bahwa khilaf yang terjadi pada kasus ini adalah khilaf manawi. Karena, apabila kita mengambil pendapat yang pertama, dalalah mafhumiyyah, maka konsep mafhum muwafaqoh akan memunculkan sebuah hukum yang sangat kuat. Beda halnya dengan pendapat kedua, dalalah qiyasiyyah, maka hukum yang dimunculkan pun lebih lemah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 28 Juli 2017

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Paciran, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peringatan Hari Lahir Nahdlatul Ulama ke-89 yang diselenggarakan oleh Pengurus MWC NU Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur ? beserta Banomnya yang dikemas dalam even Harlah NU Manunggal VI Tahun 2012 berlangsung meriah.?

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU Manunggal VI MWC Paciran

Kegiatan yang digelar selama sebulan penuh tersebut dimulai pada tanggal 24 Mei - 9 Juni 2012. Beberapa kegiatannya yaitu bahtsul masail, lomba hifdzut tahlil, ziarah makam auliya’ dan tokoh NU Paciran, lomba cerdas cermat Aswaja, seminar Aswaja, upacara Harlah NU, malam tasyakuran Harlah NU, pengobatan gratis, lomba dziba’iyah, jalan sehat, lomba da’i, pameran & bazar, dan pentas seni.

Dalam bahtsul masail dibahas permasahalan rentenir dan koperasi, setelah didiskusikan maka fatwa mengenai kedua hal tersebut disosialisasikan kepada nahdliyin Paciran. Pada kegiatan ziarah makam auliya’ dan tokoh NU diikuti 20 rombongan mobil para pengurus NU dan Banomnya berziarah ke makam KH Nur Salim, KH Ashuri Syarqowi, Sunan Sendang, KH Baqir Adelan, Sunan Drajat, dan Maulana Ishaq. Acara ziarah diisi tahlilan dan doa bersama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tanggal 6 Juni 2012 bertepatan 16 Rajab 1433 H yang merupakan hari lahir ke-89 NU digelar upacara di lapangan desa Tunggul yang diikuti ratusan peserta dari unsur Banom dan Pelajar NU se-Kecamatan Paciran.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam amanatnya H Khoirul Anwar, ketua tanfidziyah NU MWC Paciran menyampaikan bahwa NU suka akan kedamaian dan anti kekerasan. Hal itu seakan menjawab kasus penyerangan Kantor NU Ranting di Tulungagung oleh puluhan oknum pendekar silat sehingga melukai ? dua personel Banser NU setempat yang terjadi beberapa hari yang lalu.?

Meski sebelumnya sempat gerimis namun saat upacara digelar cuaca sangat terik sehingga beberapa peserta pelajar putri sempat dilarikan ke klinik karena pingsan. Upacara dipungkasi dengan atraksi apik group drumband remaja masjid R. Noer Rohmat Sendangduwur. Sehingga para undangan dan peserta upacara tidak beranjak dari lokasi kegiatan sampai pertunjukkan usai.?

Sementara itu, pada malam tasyakuran harlah KH Salim Azhar, Rais Syuriyah NU MWC Paciran bertutur tentang sejarah kelahiran NU versi penuturan guru dari tokoh yang juga Ketua MUI Kecamatan Paciran itu.?

Hadir dalam acara itu Camat Paciran dan Danramil Paciran ditengah undangan para Nahdliyin di Aula Kantor NU MWC Paciran yang baru. Acara ditutup dengan makan bersama nasi ambeng dalam nampan sehingga para pejabat muspika, Pengurus NU, dan para undangan terlihat guyup menikmati suguhan sederhana itu.

Dua hari pasca upacara, panitia menggelar jalan sehat yang diikuti sekitar tiga ribu Nahdliyin kecamatan Paciran dari unsur Banom dan Pelajar NU. Massa menyemut di halaman kantor NU setempat sebagai titik start dan finish di lapangan desa Tunggul dengan jarak tempuh sekitar empat kilometer. Acara jalan sehat diakhiri dengan pengundian doorprize yang disponsori salah satu perusahaan provider telekomunikasi. Para peserta sangat antusias dan harap-harap cemas menunggu nomor undiannya beruntung. Hadiah utama berupa pesawat televisi akhirnya dimenangkan oleh salah seorang ibu Muslimat NU asal desa Banjaranyar.

Sebagai puncak acara diadakan malam pentas seni dan pembagian hadiah (9/6) bagi para pemenang lomba yang digelar sebelumnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 07 Mei 2017

Warga Batuceper Sepakat Tolak Kegiatan Kelompok Pendukung Khilafah

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kegiatan DPD Hizbut Tahrir Indonesia Kota Tangerang di Masjid Al-Ikhlas Kecamatan Benda, Ahad (2/4), awalnya akan dilaksanakan di Masjid Jami’ Darussalam. Namun, masyarakat sepakat menolaknya. Ini berdasarkan pada keterangan Ketua DKM Masjid Jami’ Darussalam H Hasbullah.

H Hasbullah mengatakan, berdasarkan musyawarah dengan masyarakat, semua Banom NU PAC Batuceper dan organisasi kepemudaan lainnya, jamaah Masjid Jami’ Darussalam sepakat menolak kegiatan tersebut.

Warga Batuceper Sepakat Tolak Kegiatan Kelompok Pendukung Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Batuceper Sepakat Tolak Kegiatan Kelompok Pendukung Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Batuceper Sepakat Tolak Kegiatan Kelompok Pendukung Khilafah

Itu dibuktikan dengan surat keluar DKM Masjid Jami’ Darussalam Nomor 007/DKM-DS/III/2017. Surat itu berisi? masyarakat atau jamaah Masjid Jamie Darussalam Keberatan dengan kegiatan DPD HTI di Masjid Jami’ Darussalam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Aksi penolakan ini telah diwujudkan dalam bentuk surat pernyataan bersama yang ditandatangani oleh GP Ansor, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Kecamatan Batuceper dan Remaja Assyabab, dan remaja masjid. Surat ditujukan untuk HTI, dan Kapolres Tangerang,” jelas Ketua GP Ansor Kecamatan Batuceper Abdul Fikri saat dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Ahad (2/4).

Pasalnya, kegiatan itu tidak memiliki izin masyarakat dan pemerintah sekitar, seperti Ketua RT dan RW. Kegiatan dengan tajuk tabligh akbar ini, diyakini akan disusupkan kegiatan politik untuk mengajak masyarakat menolak azas Pancasila. Ini bertentangan dengan pemahaman masyarakat sekitar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Di sini secara kultur masyarakatnya ikut Nahdlatul Ulama. Bagi kami, konsep Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-Undang Dasar 1945 sudah tidak bisa ditawar lagi. Tidak usah menawarkan konsep khilafah yang sempit, karena di sini tidak cocok,” tegasnya.

Karenanya, masyarakat Darussalam memberikan tiga pernyataan keberatan atas kegiatan tersebut. Pertama, masyarakat Darussalam tidak ingin terjadi sesuatu yang tak diinginkan mengingat HTI memiliki pandangan keagamaan yang berbeda dengan masyarakat sekitar. Kedua, masyarakat Darussalam cinta NKRI yang artinya menerima konsep Pancasila sebagai dasar negara. Ketiga, kalau kegiatan ini tetap dilaksanakan, maka akan terjadi benturan dengan masyarakat. (Suhendra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, News, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock