Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

Ini adalah kitab “Mauhibah Dzî al-Fadhal Hâsyiah ‘alâ Syarh Ibn Hajar ‘alâ Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “al-Manhal al-‘Amîm bi Hâsyiah al-Manhaj al-Qawwîm” karangan seorang ulama besar dunia Islam yang hidup di abad ke-14 Hijri (akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M) dan bermukim di Makkah, yang berasal dari Nusantara (Tremas, Jawa Timur), yaitu Syaikh Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Mannân al-Tarmasî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Mahfuzh Tremas, w. 1920 M).?

Kitab ini dikenal juga dengan nama “Hâsyiah al-Tarmasî”, yang tercatat sebagai karya terbesar dalam fiqih madzbah Syafi’i di seluruh dunia Islam yang ditulis pada abad ke-14 Hijri. Karena itu tidaklah mengherankan jika karya ini dikaji dan dirujuk di pelbagai belahan dunia Islam yang penduduknya menganut fiqih mazhab Syafi’i, mulai dari Haramain, Mesir, Suriah, Irak, Kurdistan, Dagestan (Russia), India, dan tentu saja Asia Tenggara (Jawi/Nusantara).

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

“Mauhibah Dzî al-Fadhl” merupakan hâsyiah (ulasan panjang atau komentar atas komentar) atas kitab “al-Manhaj al-Qawwîm” karangan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî (w. 1566 M). “al-Manhaj al-Qawwîm” sendiri adalah syarh (penjelasan atau komentar) atas matn (teks) kitab “al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah fî Fiqh al-Sâdah al-Syâfi’iyyah” atau yang dikenal dengan “Masâil al-Ta’lîm” (dan “al-Mukhtashar al-Kabîr”) karangan Syaikh ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Rahmân Bâ-Fadhal al-Hadhramî (w. 1512 M).?

Keterkaitan antar teks di atas dapat dipetakan dan digambarkan sebagai berikut;

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

1. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

2. ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

3. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

Matan (teks) “Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “Masâ’il al-Ta’lîm” dan syarh (penjelasan)-nya “al-Manhaj al-Qawwîm” adalah literatur rujukan utama dan kitab pusaka dalam khazanah fiqih mazhab Syafi’I selama berabad-abad lamanya. Ada beberapa ulama yang menulis kitab hâsyiah (ulasan panjang) atas syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut, seperti Syaikh Muhammad ibn Sulaimân al-Kurdî al-Madanî, w. 1194 H/ 1780 M (Hawâsyî Madaniyyah) dan Syaikh ‘Abdullâh ibn Sulaimân al-Jarhazî, w. 1201 H/ 1786 M (Hâsyiah al-Jarhazî).?

Memasuki abad ke-14 Hijri, syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut kemudian di-hâsyiah oleh Syaikh Mahfuzh Tremas. Karena itulah, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini sebagai kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar di abad tersebut.?

Dalam kata pengantar “hâsyiah”-nya ini, Syaikh Mahfuzh Tremas menulis;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Maka berkatalah seorang hamba yang mengharapkan rido Tuhannya yang Maha Kaya, Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh al-Tarmasî, semoga Allah senantiasa menuntunnya dalam ketakwaan dan kebahagiaan, dan memberinya karunia kebaikan. Ini adalah sebuah penjelasan yang gamblang dan ulasan yang panjang lebar. Aku menamakannya “Mauhibah Dzî al-Fadhl ‘alâ Syarh Muqaddimah Bâ-Fadhal”. Seseorang (lelaki salih) telah menyuruhku untuk menuliskannya, meskipun aku bukanlah seorang yang ahli dalam bidang itu. Semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi para pelajar. Aku berharap, dengan kitab hâsyiah ini, aku bisa memperoleh doa seorang lelaki salih (tersebut) yang menghendaki ditulisnya kitab ini).

Dalam kolofon, disebutkan jika karya ini diselesaikan di Makkah pada masa menjelang zuhur, hari Sabtu 4 Rabî’ al-Tsânî 1327 Hijri (bertepatan dengan 24 April 1909 M). Tertulis di bagian paling akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1327? ? ? ? ?.

Kitab ini kemudian dicetak berkali-kali di beberapa penerbitan Timur Tengah, seperti di Makkah, Kairo, Beirut, dan lain-lain. Cetakan terbaru adalah versi Maktabah Dâr al-Minhâj, Jeddah, KSA (pada tahun 2011), dengan tebal sebanyak VII (tujuh) volume (jilid). Cetakan lama berada dalam IV (empat) jilid. Terdapat beberapa endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar Haramain atas kitab ini, seperti “taqrîzh” dari Sayyid ‘Abdullâh Shadaqah ibn Zainî Dahlân al-Makkî, Sayyid Abû Bakar ibn Thâhâ al-Saqqâf, dan Muhammad Sâmî ibn ‘Abd al-Jalil Barâdah.?

Dalam kata pengantar atas edisi cetak yang diterbitkan oleh Dâr al-Minhâj, Dr. Muhammad ‘Abd al-Rahmân al-Ahdal dari Unversitas Thaif, KSA, mengatakan bahwa kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini adalah kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar dan terluas bahasannya yang ditulis oleh ulama bukan saja pada abad ke-14 Hijri, melainkan pada periode “muta’akhkhirîn” (late periode, 12-14 Hijri/ 17-20 M).? (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 15 Februari 2018

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

Gresik, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan, pendidikan harus memiliki kualitas yang bagus sehingga lulusannya baik dan berkualitas. Maka dari itu, perlu adanya tenaga pengajar di lingkup keagamaan.

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

"Khususnya di lingkungan Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU), hendaknya terus meningkatkan kualitasnya karena hal itu sangat mempengaruhi mutu anak didik," ujarnya saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan pendidikan Maarif NU Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik (6/7).

Menurut Menteri Sosial itu, NU merupakan organisasi yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam proses pembangunan bangsa melalui pendidikan di bawah naungan lembaga Pendidikan Maarif.

"Saat ini kualitas pendidikan harus lebih ditingkatkan. Sehingga, outputnya memiliki daya saing yang tinggi di era kompetisi seperti sekarang," tuturnya.

Para intelektual NU sangat mumpuni membangun hal itu. Ketika yang pintar itu orang NU, tentu akan membawa dampak besar pada negara. Karena di NU selain harus intelek, juga diajarkan cinta tanah air, toleran dan menjaga keseimbangan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Perlu kiranya, Lembaga Pendidikan Maarif NU harus didorong agar daya sainganya berimpit dengan kemampuan lembaga pendidikan lainnya. Jika tidak dibangun akan ada disparitas sosial, politik serta disparitas kota dan desa," tegasnya.

Menurut Khofifah, Presiden Jokowi juga meminta agar perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk 500 besar di dunia, seperti Jurusan Seni di ITB. Terlebih dalam era globalisasi seperti saat ini, sambungnya, Indonesia harus siap bersaing dengan negara lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Profesionalisme dan daya saing di beberapa hal harus segera di dorong dan digenjot. "Jika perlu akan memanggil dosen unggulan dari luar negeri untuk meningkatkan daya saing," kata Khofifah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

Acara yang dirangkai dengan Halal Bihalal, Silaturahim PC Muslimat NU Gersik serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Boarding School. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto, beberapa anggota DPRD Gresik serta Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pemahaman santri terhadap dunia usaha harus ditanamkan sejak dini. Agar setelah lulus nanti mereka siap untuk berkiprah dengan usaha yang bervariasi.

Setelah sukses melangsungkan senam sepuluh ribu santri di tiga kota, Pasuruan dan Jombang, hari ini Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan acara serupa di Alun-alun Jember (5/5).

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Dalam jumpa persnya di Hotel Bintang Mulia Jember, pengurus HIPSI Pusat, So Good Food serta sejumlah artis pendukung melangsungkan konferensi pers. Kepada sejumlah media cetak dan elektronik, HIPSI menandaskan bahwa kegiatan senam ini sebagai puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami menyelenggarakan road show pemahaman kewirausahaan ke sejumlah pesantren dan kampus di Jember," kata Mochammad Ghozali kepada wartawan tadi malam. Ketua Umum HIPSI Pusat ini menandaskan bahwa ada sejumlah kampus dan pesantren yang dijadikan sosialisasi bagi semangat kewirausahaan ini. 

"Untuk kampus, kami menggandeng  Universitas Negeri Jember dan Sekolah Tinggi Institut Agama Islam Negeri," katanya. Sedangkan untuk pesantren yakni Pesantren Nurul Islam, Pesantren Al-Qadiri, Pesantren Al-Badri serta Pesantren Darul Hikmah.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun berbeda dengan dua kota sebelumnya, kegiatan road show ke sejumlah pesantren ini tidak sama. "Tidak semata memberikan motivasi tentang pentingnya dunia kewirausahaan, juga kami berikan kesempatan mengolah makanan siap saji dari kreasi mereka," lanjutnya.

Dari sejumlah pesantren ini, ada lima tim juru masak yang mengolah sejumlah menu makanan. "Dari lima tim itu dipilih dua tim terbaik," tandasnya. Dan dari delapan tim ini akan dilombakan pada kegiatan senam sepuluh ribu santri untuk dipilih yang terbaik.

"Ternyata saat para santri membuat makanan dengan kreasi sendiri, rasanya juga lumayan lezat," kata Willy yang mewakili pihak So Good Food. "Ini sangat membanggakan," lanjutnya.

Puncak kegiatan pengenalan dunia kewirausahaan ini akan dipungkasi di alun-alun Jember. "Ada sekitar sepuluh ribu santri yang hadir," kata Mohammad Arif dari HIPSI Jawa Timur. 

"Semua adalah utusan dari sejumlah pesantren yang ada di sekitar Jember," katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, semangat kewirausahaan akan diimbangi dengan kian kondusifnya kesehatan para santri. 

"Perpaduan antara semangat usaha dan badan yang sehat adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk bisa menjadi pengusaha sukses," tandas Mochammad Ghozali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga NU diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan meskipun saling berbeda soal pandangan politik. KH Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur) mengatakan hal ini di hadapan pengurus Majelis Wakil Cabang NU Sedan, Rembang, Jawa Tengah, Senin (9/9).

Gus Ghofur menyampaikan, sebagian masyarakat dengan mudah terprovokasi oleh keadaan yang ditimbulkan situasi politik menjelang pemilihan umum. Nahdliyin diimbau mengendalikan diri dari sikap yang merusak keharmonisan antarsesama.

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

“Sebagai warga yang menjujung tinggi ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, kita harus bisa menentukan sikap tenggang rasa dan saling menghormati,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Putra Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair ini mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham tentang arti perbedaan dalam hal menentukan pilihan. Maka, ia mengajak masyarakat bisa keluar dari kondisi semacam ini.

Sementara itu, ketua MWCNU Sedan Muhktar mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog bersama Gus Ghofur untuk memperluas kesadaran warga NU dalam menghadapi pemilihan legislatif 2014 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muhtar berharap perbedaan tidak menjadikan Warga NU terpecah belah dan tercerai berarai hanya demi memenuhi ambisi. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 16 Januari 2018

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam pelayaran santri, kami mendapat pengalaman menarik untuk tergugah terhadap permasalahan negara. Seperti semboyan angkatan laut Indonesia “jalasveva jayamahe” yang artinya, justru di laut kita jaya. Semboyan itu bukan tanpa sebab, mengingat luas lautan Indonesia lebih besar dibanding luas daratan.

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara

Jika berkaca dari sejarah masa lalu Indonesia, kerajaan besar yang mampu mempersatukan wilayah Nusantara, dibangun atas dasar poros kemaritiman, sebut saja kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kita sudah cukup lama tidak memikirkan tentang kelautan, pembangunan infrastruktur daratan justru lebih masif digalakkan dibanding lautan, pembangunan hotel lebih banyak dibanding membangun dermaga. Sebagai negara maritim, barang tentu kita sudah mengalami pergeseran dalam memaknai diri sendiri.

Pelayaran santri bela negara (PSBN) diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Lembaga Persahabatan Ormas Islam. Kegiatan yang dikemas dalam pelayaran dibuat untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada diri santri. Menggunakan KRI Banda Aceh, pelayaran menempuh jarak Jakarta Surabaya dan Surabaya Jakarta dengan diikuti 100 santri dari pelbagai daerah selama 7 hari, 20-26 Nopember 2015.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dari kegiatan ini, diharapkan para santri lebih memahami arti penting serta menambah wawasan tentang kelautan, kemaritiman dan cinta tanah air. Sehingga, ke depan mereka mampu menjaga dan membela negara dari kelompok yang ingin merusak Indonesia,” kata ketua panitia, Imam Pituduh.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berkumpul untuk mendapat wawasan kemaritiman serta pengalaman berkenalan teman baru, berlatar organisasi keagamaan berbeda serta daerah, plus menikmati menaiki kapal perang adalah sedikit dari berjuta keuntungan bagi santri yang mengikuti pelayaran bela negara. Sampai juga mengunjungi Monumen Jaya Surabaya dan melihat kapal-kapal tempur Indonesia.

Meski hanya seminggu pelayaran, kami mendapat banyak kesempatan yang tidak semua santri Indonesia memilikinya. Misalnya bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, Panglima Komando Angkatan Perang RI Wilyah Timur Laksamana Muda Darwanto, sampai Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Momen tersebut sangat mengesankan bagi kami para santri, dari daerah kecil, pesantren terpelosok dapat bertemu dan bertanya dengan orang-orang penting. Pelayaran itu membuat kami tergugah arti penting laut, menjaga kedaulatan wilayah negara. Kami juga ingin menjadi bagian dari pembela negara bersama para TNI.

“Selama ini belum pernah ada kegiatan yang menyatukan para santri sebanyak kali ini, bahkan dari kota-kota kecil juga tidak saja satu ormas, tidak pernah aku lupakan,” ungkap Hilmi, santri utusan dari PCNU Subang.

Disadari atau tidak, bagi Muhammad Ammar, utusan PCNU Jakarta Pusat, pelayaran santri bela negara menunjukkan pesan pada sila ke tiga, Persatuan Indonesia. “Ini adalah Bentuk dari pengamalan santri di tengah perbedaan ormas dan daerah kita bisa bekerjasama selama kegiatan,” Ungkap santri yang pernah mondok di pesantren Buntet Cirebon. (Faridur Rohman)



Foto: Panglima Komando Angkatan Perang RI Wilayah Timur Laksamana Muda Darwanto didampingi Ketua PBNU Marsudi Suhud bersama para santri

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 04 Januari 2018

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Cianjur, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Pasar Induk Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terbakar pada Senin malam tanggal 27 Agustus lalu. Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur mendesak Kepolisian Kabupaten Cianjur untuk mengusut tuntas kejadian yang merugikan pedagang tersebut. Karena PMII menduga kejadian itu sengaja dilakukan.

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Ketua Cabang PMII Cianjur Obay Mukhtasor menduga kejadian tersebut sengaja dilakukan karena pedagang akan direlokasi ke pasar Terminal Pasir Hayam, tapi faktanya pembangunan di kawasan tersebut belum tuntas, masih dalam proses pengerjaan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara, tambah Obay, kondisi masyarakat mendesak untuk melakukan aktivitas perekonomiannya. Kalau kondisi ini dibiarkan sama saja membunuh masyarakat secara massal.?

“Maka kami PMII cianjur menyatakan sikap dan tuntutan. Pertama, meminta pertanggungjawaban Bupati Cianjur atas kinarja dinas-dinas terkait yangg lamban dalam menangani berbagai persoalan,” katanya melalui pers rilis melalui surat elektronik pada Kamis (29/8).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, mencopot jabatan Kepala Dinas Damkar atas kinerja yang lamban dalam menangani insident kebakaran. Ketiga, usut tuntas pembakaran pasar Induk Cianjur yang merugikan miliaran rupiah.

Bupati Cianjur menanggapi dengan guyon

Menurut Obay, Bupati Cianjur malah menanggapi kejadian tersebut dengan guyonan yang tak pantas, “Pantas saja pasar terbakar juga, wong di depan pasarnya juga ada gambar Kapal Api,” kata Obay menirukan.?

Atas guyonan tersebut, PMII cianjur mengecam keras pernyataan bupati. “Bupati harus meminta maaf trhadap masyarakat atas guyonannya,” kata Obay.

Sebagai respon terhadap kejadian tersebut, puluhan aktivis PMII Cianjur berunjuk rasa dengan tuntutan di atas. Unjuk rasa dilakukan mulai Hypermart berjalan kaki ke Pemda Cianjur pada Kamis (29/8).

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock