Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Selain melantik pengurus NU Makassar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang kerap disebut Kang Said mengunjungi pembangunan pusat kegiatan NU Sulawesi Selatan, Selasa (13/5) siang. Kang Said mengucapkan rasa syukurnya di hadapan jajaran pengurus NU Sulsel atas penyelesaian pembangunan yang sudah mencapai 85%.

Didampingi jajaran pengurus NU Sulsel, Kang Said meninjau pembangunan gedung bersama civitas akademika Universitas Islam Makassar (UIM). Ketua panitia pembangunan tidak lain Rektor UIM Ibu Andi Majdah M Zain.

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Tinjau Pembangunan Gedung NU Sulsel

Dalam sambutan Ibu Andi Majdah menjelaskan sejarah berdirinya UIM. Di hadapan Ketua Umum PBNU, Ibu Andi Majdah mengatakan UIM pertama kali dirintis para ulama NU di bawah naungan Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Pada tahun 2011 perguruan ini disahkan dengan status kepemilikannya dipegang NU Sulsel di mana sebelumnya belum secara tertulis milik NU,” kata Ibu Andi Majdah dengan bangga.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia melanjutkan, kemajuan pendidikan NU khususnya perkembangan UIM menjadi kesyukuran tersendiri bagi pengurus Nahdlatul Ulama. “Kami akan mengawal kemajuan UIM untuk menjadinya lebih baik.” (Andi M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Gerakan Ekonomi Topang Keberlangsungan Dakwah

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai muda pengamal shalawat jibriliyah GP Ansor Way Kanan, Lampung, Muhammad Syahri Attamim AH mengatakan, warga Nahdlatul Ulama (NU) harus terbuka dengan gerakan ekonomi untuk menopang keberlangsungan dakwah.

"Banyak orang mengaku NU ketika dia melakukan amaliyah, seperti yasinan, tahlilan, sholat jenazah. Tapi bagaimana membuat generasi muda berminat menjadi warga NU tidak mungkin dengan cara kaku. Harus ada cara lain, salah satunya gerakan wirausaha, tokoh dan warga NU perlu melakukannya seperti dilakukan Ansor Way Kanan hari ini," ujar dia

di Blambangan Umpu, Selasa (1/3).

Ansor Way Kanan melakukan sejumlah gerakan ekonomi, seperti penjualan madu, kopi jamu, jasa cuci kendaraan ditangani Kepala Satkoryon Banser Pakuan Ratu EKo Sugiyanto, serta pelayanan jasa bekam bekerja sama dengan Klinik Bulan Medical Center (BMC) yang dimiliki dr Yusuf J Mustofa.

"Gerakan semacam itu merupakan salah satu jalan untuk menyampaikan apa itu NU. Kita beribadah, merawat dan mewariskan amaliyah NU, tapi bagaimana menjangkau masyarakat juga harus dilakukan," paparnya.

Ia menambahkan, gerakan dan pendidikan ekonomi harus diberikan kepada masyarakat dan warga NU yang kurang mampu untuk dididik dalam mencari rejeki, supaya iman dan taqwanya bertambah.

"Karena masih sangat jarang dilakukan di Way Kanan, maka dorongan dilakukan Ansor sangat penting," demikian Muhammad Syahri Attamim. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Lomba, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif

Bukittinggi,  Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak Sembilan tokoh inspiratif di Sumatera Barat menerima penghargaan dari PMII Padang. Penghargaan diberikan dalam kegiatan bertajuk “PMII Kota Padang Award 2012”.

Kesembilan tokoh tersebut dianggap memberikan inspirasi kepada PMII Kota Padang dalam kehidupan masyarakat. Penyerahan PMII Kota Padang Award 2012 berlangsung Kamis  (18/10/2012) malam di sebuah hotel di Bukittinggi.

PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif

PMII Padang Award 2012 masing-masing diberikan kepada Husni Kamil Manik untuk kategori pelopor kebangkitan pemuda Sumatera Barat di tingkat nasional yang saat ini menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta.

Kategori penulis inspiratif Sumatera Barat diberikan kepada Sutan Zaili Asril, pimpinan Harian Padang Ekspres group, Ketua PWI Cabang Sumbar Ir. Basril Basyar, MM kategori tokoh jurnalistik inspiratif, mantan Ketua KPNI Padang Nisfan Jumadil, SH kategori pelopor pergerakan pemuda Kota Padang, Hendri Arnis, BSBA, Wakil Bupati Tanah Datar kategori kepala daerah termuda di Sumatera Barat, Novi Hendri Ketua DPRD Padangpanjang kategori pimpinan legislatif termuda di Sumatera Barat.

Sementara Sekretaris Jenderal Garuda KPPRI Pusat Adius Jailani menerima penghargaan untuk kategori tokoh inspiratif pengembangan PMII Kota Padang, Andre Rosiade kategori pengusaha muda inspiratif dan H.Febby Dt. Bangso Nan Putiah kategori wirausahawan muda penggerak lapangan kerja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penyerahan PMII Kota Padang Award 2012 selain dihadiri penerima award, juga dihadiri Gubernur Sumatera barat diwakili Surya Budi, SH, Kepala Kemenag Sumatera Barat diwakili Kamenag Bukittinggi Muhammad Nur, MA, Ketua Umum PB PMII diwakili Ketua Bidang Kaderisasi Nasional Dwi Winarno, Mabincab PMII Kota Padang Armaidi Tanjung dan peserta PKD PMII.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua PMII Kota Padang Yosef Firman Susilo menyebutkan, selain pemberian award, kegiatan ini sekaligus pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Sumatera  yang berlangsung hingga Ahad (21/10) yang diikuti 80 peserta dari berbagai propinsi Sumatera (15 cabang). PKD akan membahas berbagai topic yang berkaitan dengan mahasiswa, ke-Islaman dan isu-isu keindonesia dewasa ini.

Gubernur Sumbar diwakili Surya Budhi memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan PMII Kota Padang. Ini menunjukkan kader PMII Kota Padang sudah menunjukkan eksistensinya.

“Gubernur Sumbar sendiri memang memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap aktifis-aktifis muda, termasuk dari kalangan mahasiswa. Jika Gubernur diberikan pilihan, anak pejabat, anak pengusaha dan aktifis, maka akan dipilih si aktifis. Karena anak pejabat dan pengusaha, mereka sudah terbiasa  dengan kondisi yang sudah ada. Sedangkan aktifis bergerak dan berbuat dari yang tiada menjadi ada,” tambah Surya Budi mantan wartawan ini.

Sementara itu, Mabincab PMII Kota Padang Armaidi Tanjung menyebutkan, kegiatan ini menunjukkan PMII Padang sudah naik kelas. PMII telah memberikan penghargaan kepada pihak-pihak di luar PMII yang dinilai inspiratif bagi PMII Kota Padang ke depan.

“Apa yang sudah dan akan dilakukan para tokoh yang menerima award, diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam pergerakan mahasiswa,” kata Armaidi Tanjung yang juga Bendahara PW GP Ansor Sumatera Barat ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) akan berusia 90 tahun pada 31 Januari 2016. Warga NU Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersiap merayakan di 14 kecamatan yang ada.

Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) melalui intruksi Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Way Kanan KH Nur Huda akan menggelar serangkaian acara serentak berkaitan dengan amaliah-amaliah Aswaja.

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

"Sementara masih diinventarisir setiap MWC akan menggelar apa. Adapun Gerakan Pemuda Ansor, sebagai rencana tindak lanjut berlatih bekam, akan menggratiskan warga sejumlah 90 orang untuk hijamah atau mengeluarkan darah kotor secara gratis pada harlah NU," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Jumat (8/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Organisasi pemuda NU di daerah yang dipimpin Pj Bupati Albar Hasan Tanjung ini dalam beberapa kesempatan mengajarkan pengobatan bekam kepada kader. Antara lain di PAC Pakuan Ratu yang juga diikuti kader dari PAC Negeri Agung dan selanjutnya akan diikuti kader PAC Kasui, Rebang Tangkas dan Banjit.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 macam penyakit’. Bekam bagi 90 warga secara gratis tersebut akan digelar PAC Pakuan Ratu yang dipimpin sahabat Bakti Ghozali," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

PCNU Way Kanan pada Ahad (10/1) akan menggelar rapat akbar dengan seluruh badan otonom dan lembaga NU setempat di kantor NU, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu untuk membahas perayaan Harlah NU. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Foto: Kader Gerakan Pemuda Ansor Pakuan Ratu dan Negeri Agung belajar bekam di Klinik Bulan Medical Center Pimpinan dr Yusuf J Mustofa Dok GP Ansor Way Kanan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Sejarah, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 07 Januari 2018

Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal

Bisyr bin Harits dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Baghdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal di kota Baghdad tahun 227 H/841 M. Ia sangat dikagumi oleh Ahmad bin Hanbal dan dihormati oleh khalifah al-Mamun.

Bishr lahir di Merv dan menetap di Baghdad. Kisah pertobatannya diriwayatkan oleh Fariduddin al-Attar di dalam buku Tadzkiratul Auliya. Attar meriwayatkan, sewaktu muda, ia adalah seorang pemuda berandal. Suatu hari dalam keadaan mabuk, ia berjalan terhuyung-huyung. Tiba-tiba ia temukan secarik kertas bertuliskan: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Bisyr lalu membeli minyak mawar untuk memerciki kertas tersebut kemudian menyimpannya dengan hati-hati di rumahnya.

Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal

Malam harinya seorang manusia suci bermimpi. Dalam mimpi itu ia diperintah Allah untuk mengatakan kepada Bisyr: "Engkau telah mengharumkan nama-Ku, maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah mensucikan nama-Ku, maka Aku pun telah mensucikan dirimu. Demi kebesaran-Ku, niscaya Ku-harumkan namamu, baik di dunia maupun di akhirat nanti".

"Bisyr adalah seorang pemuda berandal", si manusia suci itu berpikir. "Mungkin aku telah bermimpi salah".

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Oleh karena itu ia pun segera bersuci, shalat kemudian tidur kembali, namun tetap saja mendatangkan mimpi yang sama. Ia ulangi perbuatan itu untuk ketiga kalinya, ternyata tetap mengalami mimpi yang demikian juga. Keesokan harinya pergilah ia mencari Bisyr. Dari seseorang yang ditanyanya, ia mendapat jawaban: "Bisyr sedang mengunjungi pesta minum anggur".

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Maka pergilah ia ke rumah orang yang sedang berpesta itu, dan menyampaikan pesan dari mimpinya tersebut kepada Bisyr.

Kemudian Bisyr berkata kepada teman-teman minumnya, "Sahabat-sahabat, aku dipanggil, oleh karena itu aku harus meninggalkan tempat ini. Selamat tinggal! Kalian tidak akan pernah melihat diriku lagi dalam keadaan yang seperti ini!"

Attar selanjutnya meriwayatkan bahwa sejak saat itu tingkah laku Bisyr berubah sedemikian salehnya. Sedemikian asyiknya ia menghadap Allah bahkan mulai saat itu ia tak pernah lagi memakai alas kaki. Inilah sebabnya mengapa Bisyr juga dijuluki si manusia berkaki telanjang (al-hâfî).

Berikut beberapa kisah tentang Abû Nashr Bisyr bin al-Hârist al-Hâfî yang kami himpun dari beberapa sumber:

Kisah Bisyr al-Hafi dan Imam Ahmad bin Hanbal



Konon Imam Ahmad bin Hanbal sering mengunjungi Bisyr al-Hafi, entah untuk urusan apa. Dan sang imam pun sangat mempercayai perkataan Bisyr al-Hafi. Hal itu kemudian menyebabkan rasa kurang senang pada hati murid-muridnya, sehingga suatu hari muridnya memprotes Imam Ahmad bin Hanbal.

“Wahai guru, di zaman ini tak ada seorang pun yang bisa menandingimu di bidang hadits, hukum, teologi dan setiap cabang ilmu pengetahuan. Lalu mengapa setiap saat engkau menemani dan bergaul bersama seorang berandal (Bisyr al-Hafi)? Pantaskah hal itu?” protes muridnya.

“Mengenai setiap bidang yang kalian sebutkan tadi, aku memang lebih ahli bila dibandingkan dengan Bisyr. Tetapi mengenai Allah, dia lebih ahli daripada aku”, jawab sang Imam.

Konon juga Imam Ahmad bin Hanbal sering memohon kepada Bisyr al-Hafi “ceritakanlah padaku perihal Tuhanku!”

Bisyr al-Hafi dan Empatinya Terhadap Orang Miskin



Alkisah, selama 40 tahun keinginan Bisyr al-Hafi untuk merasakan daging panggang tak kunjung terwujud, hal itu disebabkan karena dia tidak memiliki uang. Pernah juga beliau menginginkan memakan kacang buncis, keinginan itu pun  juga tak kunjung terwujud. Padahal, kalaupun beliau berkehendak, sebagai salah seorang waliyullah yang dekat kepada Allah, beliau bisa saja meminta segala sesuatu dan pasti dikabulkan. Akan tetapi beliau tidak mau melakukannya. Jalan hidup dan penyangkalan diri yang beliau jalani juga menahan beliau untuk meminum air dari saluran yang ada pemiliknya.

Rasa peduli atau empatinya kepada orang-orang miskin pun sangat besar. Konon di suatu musim yang begitu dingin, di mana semua orang mengenakan pakaian tebal untuk menghangatkan tubuh mereka, beliau, Bisyr al-Hafi malah berbuat sebaliknya. Dia melepas pakaiannya di tengah cuaca yang begitu dingin. Akibatnya tubuhnya menjadi menggigil kedinginan.

“Hai Abu Nashr (panggilannya), mengapa kau melepaskan pakaianmu di tengah cuaca yang sangat dingin ini?” teriak orang-orang heran. “Aku teringat orang-orang miskin. Aku tidak punya uang untuk membantu mereka. Oleh karena itu, aku ingin turut merasakan penderitaan mereka”.

Wafatnya Sang Waliyullah



Suatu malam, ketika Bisyr al-Hafi sedang terbaring menanti ajalnya pada tahuan 277 H/ 841`M, tiba-datang seseorang dan mengeluhkan nasibnya kepadanya. Kemudian Bisyr pun menyerahkan seluruh pakaian yang dia kenakan kepada orang tadi. Dia pun lantas memakai pakaian lain yang dia pinjam dari salah seorang sahabatnya. Dengan menggunakan pakaian pinjaman itulah sang waliyullah tersebut menghadap Tuhannya.

Di tempat yang lain, seorang laki-laki melihat keledai yang dibawanya membuang kotoran di jalan. Padahal selama Bisyr al-Hafi hidup, tidak ada seekor keledai pun yang membuang kotoran di jalan karena menghormati Bisyr yang berjalan dengan tanpa menggunakan alas kaki. Melihat kenyataan aneh seperti itu spontan si laki-laki tersebut langsung berteriak “Bisyr telah tiada!”

Mendengar seruan laki-laki tadi, orang-orang pun pergi untuk menyelidikinya validitas berita tersebut. Dan ternyata apa yang dikatakan oleh laki-laki tadi benar adanya. Lalu orang-orang pun menanyakan sesuatu padanya, “Bagaimana kau tahu bahwa Bisyr al-Hafi telah meninggal dunia?”.

“Karena selama Bisyr al-Hafi hidup aku tidak pernah menyaksikan ada seekor keledai pun yang membuang kotoran di jalan. Dan tadi aku melihat kenyataan yang sebaliknya. Keledaiku membuang kotorannya di jalan. Dari itu pun aku tahu bahwa Bisyr al-Hafi telah wafat”, jawab laki-laki tadi. Wallahu a’lam.

Hilmy Firdausy, Mahasantri Pesantren Ilmu Hadits Darus-Sunnah Ciputat. [Sindikasi Media]

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Doa, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 24 Desember 2017

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Narasumber untuk masalah Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat disegani dan dihormati adalah H Choirul Anam. Pria yang akrab disapa Cak Anam ini dikenal tidak sembarangan dalam mengambil kesimpulan terkait peristiwa yang ada hubungannya dengan kiai serta NU.

"Untuk itu saya tidak segan-segan tak mencantumkan tanggal dan bulan kalau ternyata tidak ada fakta yang membenarkan," kata Cak Anam, sapaan akrabnya, Sabtu (30/7).

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti

Ia hadir pada acara halal bihalal dan refleksi 1 abad Nahdlatul Wathan yang diselenggarakan Pengurus Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Surabaya dan LTN NU Jawa Timur di Museum NU, Jalan Gayungsari Timur Nomor 35 Surabaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pegiat harian Duta Masyarakat ini kemudian memberikan contoh terhadap keberadaan Nahdlatul Wathan (NW) yang hingga kini tidak disertakan tanggal dan bulan berdirinya. "Karena tidak ada yang bisa menunjukkan kapan tepatnya, baik tanggal serta bulan berdirinya Nahdlatul Wathan tersebut," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan kepastian tahun berdirinya NW diperoleh dari pengakuan sejumlah pelaku sejarah yang berhasil ditemui, lanjutnya.

Bagi Cak Anam, menggali peristiwa masa lalu dibutuhkan ketelitian. "Kalau tidak didukung fakta yang akurat, maka hal tersebut hanya dianggap dongeng," katanya di hadapan aktivis LTN NU se-Jatim tersebut.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya melakukan wawancara dengan pelaku sejarah NU di masa awal yakni KH Asad Syamsul Arifin. Cerita soal dialog serta peristiwa Kiai Asad yang mengantarkan tasbih dan tongkat kepada KH Hasyim Asyari diperolehnya secara langsung.

"Saat itu saya datang ke Pesantren Sukorejo dan melakukan wawancara dengan Kiai Asad, dan kemudian saya kirim ke harian Merdeka," kenang Anam. Bahwa kemudian saat Muktamar ke-27 NU dilangsungkan di Pesantren Sukorejo, itu antara lain karena banyak kalangan yang kemudian membaca serta mendengar peristiwa tersebut, lanjutnya.

Tugas berat sekarang diemban oleh para penulis muda NU. "Tidak mudah melakukan rekonstruksi sejarah, apalagi banyak tokoh yang telah meninggal," katanya. Karenanya kehati-hatian harus menjadi kata kunci agar tidak tersebar kabar bohong yang justru merugikan kiai dan NU, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

Naik Unta Saja!

Seorang yang konon dipanggil sebagai ustaz, hendak bersilaturahim ke rumah temannya di daerah Solo. Karena baru datang di Solo, ia memanggil taksi untuk mengantarkan ke alamat yang dituju.

Supir taksi bergegas menghampiri ustaz.

“Selamat Siang. Mau ke mana pak?” sapa supir.

Naik Unta Saja! (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Unta Saja! (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Unta Saja!

“Ini pak, ke daerah Ngruki,” jawabnya sambil menunjukkan sebuah kartu nama.

“Oh, iya”

Taksi mulai berjalan. Supir memutar musik, kebetulan yang diputar lagu-lagu barat. Tiba-tiba..

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Maaf, mas tolong dimatikan musiknya,”

“Iya pak, tidak suka ya dengan lagunya?” kata supir sembari mematikan musik.

“Iya.? Dan kalau menurut saya itu bukan musik Islami, tidak ada zaman nabi,”

“Oh, begitu ya. Lha kenapa tidak naik onta saja, Pak. Taksi kan juga tidak ada di zaman nabi?” tanya supir berseloroh.

Sak karepmu pir (terserah kamu)!” jawabnya ketus. (Ajie Najmuddin)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Makam, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 22 November 2017

Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah

Bojonegoro, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memberangkatkan 20 jamaah umrah selama 10 hari sejak 2 Januari kemarin melalui program Biro Umrah NU Bojonegoro. Program pelayanan umrah ini diluncurkan pada 11 Desember 2015 dengan menghadirkan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Bojonegoro.

Di Makkah kini jamaah sedang melaksanakan prosesi ibadah umrah dan sudah melewati serangkaian ibadah seperti doa bersama di Hijir Ismail, Ziarah Jabal Tsur, kunjungan ke Jabal Rahmah, dan pengambilan miqat untuk umrah kedua di Jironah.

Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Perdana Layanan Umrah, PCNU Bojonegoro Berangkatkan 20 Jamaah

Rabu ini kegiatan umrah ketiga dimulai dengan mengambil miqat Tanim, dan Kamis direncanakan ke Madinah untuk melaksanakan ziarah ke makam Rasulullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Agus Sholahuddin selaku Direktur Biro Umrah NU Bojonegoro berharap semua jamaah umrah yang mendaftar sejak 7 November 2015 ini selalu dalam kondisi baik sehingga ibadah berjalan dengan lancar. Ia juga mengimbau keluarga jamaah umrah di rumah selalu berdoa dan tidak khawatir.

Embrio program pelayanan Umrah NU Cabang Bojonegoro berawal dari menjamurnya payanan umrah di Bojonegoro yang disinyalir banyak dikelola oleh kelompok non-NU. Ketua PCNU Bojonegoro dr Kholid Ubed pun mengambil sikap mendirikan biro umrah sebagai syiar Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Agus Sholahuddin, banyak kejadian para jamaah pasca umrah menganut pandangan dan amaliah yang menyimpang dari sebelumnya. “Hal ini tidak boleh terjadi pada masyarakat NU Bojonegoro,” imbuh pria menjabat sebagai Pengurus Aswaja NU Center Bojonegoro ini.

Agus mengawal langsung keberangakatan umrah tersebut Sabtu (2/1) kemarin dari kantor PCNU Bojonegoro, pukul 12.00 WIB, lalu perjalanan ke Bandara Juanda selama 3 jam, kemudian pukul 19.00 WIB terbang ke Jeddah transit di Kuala Lumpur. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, Halaqoh, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 20 November 2017

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari

Ada berjuta kesalahan yang diperbuat manusia. Masing-masing berbeda tingkatan dan bentuknya. Dari sekian banyak kesalahan tersebut setidaknya ada tiga yang menonjol dan merahimi kesalahan-kesalahan turunan. Apa sajakah itu?

Khotbah I

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?

Jamaah Jum’at rahimakumullah,

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Biang Dosa yang Harus Dihindari

Manusia adalah tempat salah dan lupa, kata sebuah Hadits. Pernyataan ini secara sepintas hendak memberi ruang seluas-luasnya bagi manusia untuk berbuat kesalahan, padahal tidak. Justru sebaliknya, Hadits ini ingin memberi rambu-rambu kepada para hamba Allah bahwa diri mereka sangat rentan berbuat lalai dan terjerumus dalam kekeliruan. Yang paling penting bagi manusia adalah senantiasa hati-hati agar tidak terperosok ke lubang dosa dan kesalahan. Tentang hal ini, sebagaiman tercantum dalam kitab Muntabihat ‘alal Isti‘ddi li Yaumil Mî‘âd, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa ibn ‘Imran dalam kitab Taurat: ‘Sesungguhnya induk dari segala kesalahan ada tiga, yakni takabur, hasud, dan tamak. Ketiganya melahirkan enam hal, yaitu rasa kenyang, tidur, waktu senggang, cinta harta, gila pujian, dan cinta jabatan.”

Pertama, takabur atau angkuh atau sombong. Sifat ini sangat menjerumuskan karena seorang hamba dibutakan oleh perasaan diri sendiri yang unggul dan di saat yang bersamaan memandang rendah orang lain. Kita tahu, Iblis dikutuk masuk neraka selama-lamanya karena sifat ini. Perasaan bahwa Iblis lebih utama dan mulia dari Nabi Adam ‘alaihissalam membuatnya membangkang dari perintah Allah subhanahu wata’ala. Ia memilih jatuh dalam kegelapan selamanya ketimbang menaruh rasa hormat kepada Nabi Adam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tampaklah bagaimana al-kibru atau keangkuhan memunculkan rasa paling benar sendiri, paling mulia sendiri, dan karenanya secara sadar maupun tidak sadar merasa pantas untuk merendahkan yang lainnya. Sifat takabur juga berakibat pada hilangnya ketawadukan kepada sesama karena telah silap akan kekurangan dan kesalahan diri sendiri.

? ? ? ? ?

“Takabur merupakan sikap mengingkari kebenaran dan memandang remeh manusia yang lain”

Yang kedua, adalah hasud. Istilah lain dari sifat ini adalah iri atau dengki. Orang yang hasud memiliki ciri menjilat ketika sedang berhadapan dan mengumpat saat berada di belakang. Orang yang dihinggapi penyakit hati ini selalu diliputi rasa susah kala menyaksikan orang lain gembira; dan sebaliknya, merasa gembira kala orang lain sedang susah. Selain menyiksa batin sendiri, hasud juga menggerogoti amal kebaikan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jauhilah hasud karena sesungguhnya hasud menggerogoti kebaikan-kebaikan sebagaimana api menggerogoti kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Biang kesalahan yang ketiga adalah al-hirsu atau tamak. Yang dimaksud dalam hal ini adalah serakah terhadap kehidupan duniawi. Sebagaimana yang diberikan kepada Iblis dan binatang, Allah juga menganugerahi kita keinginan-keinginan. Hanya saja Allah memberikah kita batasan-batasan sehingga keinginan tersebut tersalurkan secara manusiawi dan sewajarnya. Tamak tak kalah membahayakannya dari takabur dan hasud. Orang yang dijangkiti sifat serakah biasanya tak peduli dengan kondisi di sekelilingnya, bahkan kadang kondisinya sendiri. Kesilapan dengan keuntungan materi yang besar bisa membuat sebuah perusahaan tambang terus mengeruk kekayaan bumi meski berakibat buruk bagi keseimbangan alam dan kehidupan warga sekitar. Seorang politisi rela melakukan risywah (suap) dan fitnah karena serakah terhadap jabatan.

Jamaah shalat Jum’at yang semoga dirahmati Allah

Ketiga sifat itulah yang disebut ummahatul khathâyâ, biang kesalahan. Dikatakan “biang” karena ketiganya menjadi faktor utama dan pemicu munculnya dosa-dosa lain. Khatib mengajak diri sendiri juga kepada hadirin sekalian untuk senantiasa mengevaluasi diri, seberapa jauh kita dihinggapi ketiga penyakit hati tersebut. Dan mari kita perbaiki selagi kesadaran masih bersemayam di dalam hati. Karena Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?

"Setiap anak adam (manusia) berbuat kesalahan, dan sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah yang bertaubat." (HR At-Tirmidzi)

?

Khotbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





(Alif Budi Luhur).





Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 17 November 2017

Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham . Bendera dan replika lambang NU menghiasi pawai Karnaval Tradisi dan Budaya Bumiayu Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Ahad Sore (8/9). Panji-panji NU tersebut diusung siswa siswi SMA Bustanul Ulum NU Bumiayu. 

Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Panji NU di Karnaval Budaya Bumiayu

“Hidup NU, NU pertahankan tradisi Islami,” teriak anak-anak SMA BU NU lewat pengeras suara saat arak-arakan karnaval yang menyedot  puluhan ribu warga. Sambil melambai-lambaikan tangan kepada seluruh penonton dan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti, anak-anak NU itu melantunkan shalawat Nabi. 

Tidak hanya itu anak-anak SMA BU NU menampilkan marching band Jagadraya. Marching band tersebut selalu dinanti masyarakat Bumiayu karena telah berprestasi tingkat nasional sejak tahun 1990-an.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Majelis Wakil Cabang NU Bumiayu H Taufiq Tohari bangga bisa berpartisipasi dalam pawai HUT ke-68 Kemerdekaan RI. “Kami bangga, dari unsur NU tampil memikat hati masyarakat,” kata Taufiq di sela menyaksikan jalannya karnaval dari atas panggung penghormatan. 

Selain penampilan replika lambang NU dan panji-panji NU juga mengusung tokoh-tokoh NU dari periode ke periode. Termasuk penegasan NU sebagai organisasi yang plurarisme yang mengakui perbedaan di bumi Indonesia. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tampak juga pasukan pencak silat Pagar Nusa yang merupakan seni bela diri milik NU. Tidak ketinggalan iringan rebana dan seni tradisional Kuntulan. “Seni Kuntulan pernah jaya di Bumiayu saat kepemimpinan Haji Basori era 70-an,” kata H Faris Sulhaq yang juga mantan Wakil Bupati Brebes.

Sindiran terhadap hukuman kematian bagi para koruptorpun diusung para peserta dari SMU BU NU. Sekelompok orang mengusung keranda sementara di belakangnya terlihat setan-setan perempuan. Menggambarkan, para koruptor yang tidak langsung ke kuburan, tetapi akan menjadi setan yang gentayangan. 

Ketua Panitia HUT RI Bumiayu H Taryono menjelaskan, kegiatan Karnaval merupakan rangkaian kegiatan HUT. Sebanyak 154 peserta yang terdiri dari kelompok masyarakat, anak sekolah bahkan partai politik berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. “Kami mempersilahkan partai atau calon legislatif memeriahkan acara karnaval, tetapi dilarang meneriakan yel-yel,” pungkasnya.

Pawai yang dimulai pukul 12.00 itu berakhir hingga bada Maghrib. Arus lalu lintas terpaksa dialihkan ke jalan lingkar Bumiayu  untuk menghindari kemacetan. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Humor Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 16 November 2017

Cara Menghindari Paham Islam Radikal

Oleh Ahmad Naufa Khoirul Faizun

Usai mengisi acara pengkaderan di IPNU-IPNU Pekalongan dan Cilacap, saya berkesempatan belajar bersama: mengisi seminar bertajuk "Radikalisme: Gerakan, Ideologi dan Media" yang diselenggarakan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Purworejo, Jawa Tengah.

Pertama-tama, saya menjelaskan radikalisme secara etimologis dan terminologis. Ia berasal dadi kata radix, yang berarti akar. Radikalisme adalah paham yang ingin adanya perubahan sistem sosial dan atau politik secara cepat (revolusi), yang tak jarang menimbulkan pertumpahan darah.

Cara Menghindari Paham Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Menghindari Paham Islam Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Menghindari Paham Islam Radikal

Dalam pada itu, saya juga mengatakan bahwa bibit paham radikal (dalam Islam) sudah ada semenjak masa sahabat, ketika terjadi peristiwa tahkim. Waktu itu, terjadi perang antara Sayyidina Ali bin Abi Thalib dengan Muawiyyah bin Abi Sufyan. Ketika pasukan Muawiyah terdesak, Amru bin Ash selaku politisi ulung menyarankan mengangkat Al-Quran sebagai simbol perdamaian. Konon, Al-Quran-nya waktu itu "dijunjung" diatas ujung tombak.

Beberapa pengamat politik menilai, ini adalah politik pecah belah. Begini logikanya: seandainya Sayyidina Ali menerima ajakan berunding atau negosiasi, maka pasti ada diantara pasukannya yang tidak menerima. Seandainya beliau tidak menerima, pasti ada pasukan yang mau menerima. Dan sang menantu Rasulullah pun memutuskan: menerima rundingan.

Umat Islam yang tidak menerima (keluar) rundingan di peristiwa tahkim itu, kemudian menamakan diri mereka dengan aliran Khawarij. Inilah aliran yang menganggap kedua sahabat itu sesat, dan bahkan kafir. Argumen mereka simple: Ali dan Muawiyyah menerima "hasil rundingan" dan "hasil putusan akal" manusia. Padahal, menurut mereka, tidak ada hukum kecuali dari Allah; waman lam yahkum bimaa anzalallaah, faulaaikahumul kaafirun (terjemahan bebas: barangsiapa tidak memakai hukum dengan apa yang diturunkan Allah, mereka adalah orang-orang kafir).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kemudian, "gara-gara" berpemahaman dan berideologi seperti itu, seorang yang bernama Abdullah bin Muljam (Ibnu Muljam), pada tahun 40 H. berani membunuh Sayyidina Ali. Padahal, ia seorang yang hafal Al-Quran (haafidzul quran), rajin berpuasa (shaaimun nahaar) dan shalat malam (qaaimullail). Yah, orang yang shaleh "secara pribadi", hanya karena berpemahaman - atau memahami Al-Qur’an secara-literer, tekstual, skriptual dan sempit, berani membunuh sang pintu gerbang ilmu (baabul ilm), pemuda yang dalam kategori pertama kali masuk Islam (asaabiqunal awwalun) dan salah satu sahabat yang dijamin masuk syurga oleh Rasulullah (almubasyyarah bil jannah).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam perjalanannya, umat Islam banyak dikoyak oleh negara-negara adidaya yang berkepentingan. Mereka membikin Alqaeda, dan berapa gerakan Islam lain melalui mata-mata dan orientalis, untuk menghancurkan umat Islam sekaligus menggarong ekonomi dan SDA negara-nya. Termasuk sekte Wahabi, yang tak lepas dari peran orientalis juga mata-mata Happer Allenbi, dan ISIS pimpinan Abu Bakar Al-Baghdadi.

Dalam konteks bernegara, Indonesia memiliki - dan bahkan kini berkembang - pelbagai paham dan aliran. Ada neo-komunisme yang radikal, sebagai antitesis dari kapitalisme global. Ada juga Islam Radikal yang ingin ada formalisasi syariat Islam, antitesis dari liberalisme (pemisahan agama dengan negara). Namun kebanyakan berpaham moderat: menerima demokrasi sebagai sistem negara, tetapi tetap berpegang peguh pada nilai-nilai, hukum dan moralitas Islam. Ini mengingat Indonesia adalah negara yang berpenduduk plural, baik suku, etnis maupun agamanya. Semua diakomodir dalam dasar dan falsafah negara kita: Pancasila dengan slogan Bhineka Tunggal Ika.

Pancasila dan Piagam Madinah

Dalam sejarahnya, Pancasila lahir melalui perdebatan alot, antara yang menginginkan negara Islam dengan negara yang bernafaskan Islam. Ini dikenal dengan nama Piagam Jakarta. Akhirnya, setelah adanya keberatan dari perwakilan Indonesia Timur yang mayoritas non-muslim, disepakatilah Pancasila (yang sekarang ini).

Konsensus dasar negara Indonesia berupa Pancasila, mirip sekali dengan Piagam Madinah. Pada awalnya, perjanjian antara Islam, Yahudi, Kristen serta berbagai kepercayaan lainnya, diawali dengan Muhammadur Rasulullah. Kemudian non-muslim tak sepakat, karena mereka tidak mengakui kerasulan Muhammad. Akhirnya, nabi mencoret sendiri kata Rasulullah dan menganti dengan Muhammad ibni Abdillah.

Jadi, Negara Madinah itu bukan negara Islam. Nabi pun tidak menyuruh umat Islam membentuk negara yang seperti apa. Islam cukup menyediakan moralitas, hukum prinsip umum yang mesti dilakukan seperti menegakkan keadilan dan kebenaran. Adapun kekhalifahan, kesultanan, monarki, adalah produk hasil peradaban Islam. Kita umat manusia bebas menentukan.

Demikian, panjang lebar saya katakan, salah satu yang membuat menjadi pemahaman ideologi radikal adalah paham keagamaan dan kebangsaan. Kini, Pancasila sebagai pemersatu bangsa banyak dikoyak oleh sekelompok ormas, partai, LSM dan berpotensi merusak persatuan. Bahkan, dengan "tangan yang tak terlihat," mereka mengganti peraturan (UUD).

Kemudian, di sesi tanya jawab, ada banyak gempuran pertanyaan. Mereka – siswa siswi remaja itu – begitu antusias bertanya. Namun tidak semuanya saya ulas disini.

Pertama, apa sikap kita jika aksi penolakan pemimpin non-muslim, membuat mereka masyarakat non-muslim tidak terima, bukankah ini berbahaya? Lalu bagaimana sikap kita jika malah "minoritas" justeru yang memimpin "mayoritas".

Menjawab ini saya hati-hati. Pertama, kita negara demokrasi, Pancasila. Semua warga negara berhak dipilih dan memilih. Jadi, jika pun ada penolakan, frame kita jangan didasarkan pada suku, ras dan agamanya, tetapi karena perbuatannya. Walaa udwaana illa aladzzaalimin; tidak ada musuh (atau permusuhan) kecuali kepada orang yang dholim, seperti: koruptor, pengedar narkoba, penipu rakyat dll. Jadi misalpun menolak, mesti dengan cara-cara yang konstitusional.

Kedua, mengenai adanya "minoritas" yang memimpin – atau menjadi – pemimpin "mayoritas," itu tidak masalah selagi sesuai dan tidak menyalahi undang-undang. Undang-undang kita memang begitu: melindungi semua. Meski demikian, itu meski disikapi sebagai sebuah otokritik. Misalnya, itu merupakan lemahnya sistim partai, lembaga pendidikan, institusi atau kita masyarakat Islam dalam mengkader pemimpin. Untuk itu, ukhuwwah Islamiyyah disini perlu direkatkan, agar kedepan banyak orang muslim – termasuk adik-adik sekalian – bisa menjadi pemimpin yang baik sesuai ajaran Islam.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana cara mengenali dan menghindari paham radikal? Menjawab anak-anak SMA ini saya sederhanakan. Pertama, musti belajar Islam dengan sungguh-sungguh dengan kiai atau ulama yang otoritatif, di pesantren bukan di google. Kebetulan mayoritas siswanya mondok.?

Kemudian pahami Islam yang substansial, seperti dibawa sang penyebar: Walisongo, dimana Islam dan identitas kebudayaan tidak saling bertabrakan. Ada akulturasi, asimilasi dan sinkretisasi yang tidak merubah substansi. Itu merupakan sebuah strategi dakwah Islam yang efektif, tanpa paksaan apalagi peperangan.

Juga, agar tak jauh dari ulama-ulama pesantren yang teduh dan arif, meski jarang muncul di televisi. Jangan mudah bergabung dengan organisasi Islam yang tidak dipimpin oleh kiai dan atau ulama.

Lalu cara menghindarinya, adalah jangan mudah bergabung dengan kelompok yang tidak sewajarnya, eksklusif dan intoleran. Juga perlu adanya filterisasi jika membaca buku dan artikel di internet.?

Saya sendiri mengaku rujukannya adalah nu.or.id, muslimoderat.net, muslimedianews.com, sarkub.com, pesantrenvirtual.com dan beberapa situs Islam yang moderat, tidak penuh fitnah, kebencian dan propaganda.

Kemudian, ada juga yang curhat ketidakpedeannya dalam menjawab pertanyaan teman: kenapa Islam diidentikkan dengan teroris? Bagaimana cara kita menjawabnya?

Pertama, saya menjawab, memang kita harus fair, bahwa ada sebagian kecil – kecil sekali – yang berpaham radikal seperti itu. Suka ngebom dan membunuh. Itu kesalahan pemahaman mereka akan ajaran Alquran. Jadi bukan Islamnya yang salah, tetapi orangnya. Meski demikian mereka tetap membawa iman.

Kemudian, ada juga paham islam radikal yang sengaja dibikin oleh negara-negara adikuasa. Mereka memang disiapkan untu memecah-belah internal dan agar ekonomi negaranya bisa dikuasai, seperti Al-Qaeda dan ISIS. Negara-negara adidaya itu, rela mengeluarkan kocek dalam, triliunan, untuk proyek terorisme dan pendangkalan Islam ini.?

Bilang saja, mayoritas umat Islam berlaku sesuai ajaran Al-Quran. Adapun citra buruk islam, terutama paska Bom WTC 11 September 2001, adalah bagian dari upaya mereka menistakan Islam dan alasan untuk menggempur negara-negara Timur Tengah.

Wajah Islam yang sebenarnya, adalah wajah Islam yang ditampilkan umat Islam Indonesia, yang meski taat beragama, tetap sederhana. Mereka berpeci, bersarung, bercelana, bahkan sebagian belum berkerudung, namun taat menjalankan ajaran agamanya, dan bisa marah jika diganggu negaranya. Toleran terhadap sesama manusia.?

Saya katakan juga, bahwa orang Islam adalah orang yang beriman. Iman, aman dan amin berasal dari satu rumpun. Orang islam adalah orang yang siapapun aman jika bersamanya. Entah teman, jabatan dan pergaulan.

Mengutip penelitian Kiai Muzammil dari LBM NU Yogyakarta, saya mengatakan, bahwa ketika hijrah dan mendirikan Negara Madinah, umat Islam masih menjadi minoritas, sekitar 15 persen pemeluknya dari seluruh penduduk Madinah (Yatsrib) yang waktu itu sekitar 10.000. Sisanya Yahudi, Nasrani dan sedikit aliran kepercayaan. Namun mengapa nabi Muhammad dipercaya menjadi kepala Negara? Karena beliau adil, jujur, hormat, berakhlak, terpercaya, dan semua aman bersamanya. Kini, tugas berat menanti kita semua: meneladaninya.

Penulis adalah Santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo, Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah, Penulis Buku Santri Jalanan (Gemamedia: 2016).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 30 Agustus 2017

Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi

Waykanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Waykanan, Lampung memperingati Hari Ibu ke 87 di SMPN 4 Baradatu, Rabu (16/12). Sejumlah lomba dihelat pada peringatan tersebut, di antaranya kolase ibu dan anak.

Widyo Kuncoro yang hadir pada kegiatan itu mengatakan, kolase ibu dan anak adalah lomba kolaborasi melekatkan gambar antara ibu dan anak untuk kategori PAUD dan TK. “Diikuti sekitar 60 peserta ibu dan anak," ujarnya.

Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi

Wakil Ketua GP Ansor Waykanan ini menambahkan, lomba lain dalam peringatan tersebut adalah baca puisi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 pelajar sekolah dasar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Bahtsul Masail, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 06 Maret 2017

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Bandar Lampung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Lampung harus bertekad kuat untuk senantiasa menumbuhkan pengusaha baru dari para santri dan mahasiswa NU yang ada di Lampung, sehingga jika itu bisa dilakukan, maka para santri dan mahasiswa dapat berkontribusi untuk kesejahteraan.

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Demikian disampaikan oleh Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri dalam Tabligh Akbar Ahad, (1/3) lalu di Bandar Lampung bersama KH Maman Imanulhaq Pengasuh Ponpes Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq memberi motivasi kepada para santri dan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang tangguh karena pendiri-pendiri NU terdahulu KH Hasyim Ashari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan lainnya adalah pengusaha dan berwirausaha.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Maka dari itu santri dan mahasiswa saat ini harus mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif,” ujar Kang Maman, sapaan akrabnya.

Hadir dalam acara ini Aryanto Munawar Sekertaris PWNU Lampung, Sekjend PP PG Ansor Dr Muhammad Aqil Irham, Habib Umar Bin Mukhdor Al Hadad, dan Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

H Karim, Ketua HIPSI Lampung mengatakan, lahirnya HIPSI Lampung dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri, mahasiswa dan mengokohkan ekonomi ditubuh NU.

“Saya berharap dengan adanya HIPSI yang telah ada di Lampung dapat melahirkan pengusaha besar di Keluarga Besar NU Lampung,” harapnya. (Rudi Santoso/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 Februari 2017

PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan bahwa kesenjangan ekonomi harus segera ditangani pemerintahan baru Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sebab kalau dibiarkan akan makin melebar antara yang miskin dan kaya.

“Konon pertumbuhan 5, 5 sampai 6 persen. Tapi kenyataannya, yang tumbuh semakin tumbuh. Yang miskin, makin miskin, masih 30 jutalah. Saya yakin itu mayoritas warga NU,” katanya pada jumpa pers persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di gedung PBNU, Kamis (23/10).

PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut, kesenjangan ekonomi tersebut akan dibahas pada Komisi Rekomendasi di Munas dan Konbes di Gedung PBNU pada 1-2 November mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kang Said juga meminta Jokowi-JK untuk menepati janji-janji yang disampaikan pada saat kampanye, “Itu ditunggu oleh masyarakat realisasinya,” katanya didampingi Ketua PBNU H Arvin Hakim Toha dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra.

Kang Said menambahkan, NU juga akan meminta pemerintah untuk menindak tegas kelompok-kelompok radikal. Menurut dia, Indonesia terlalu terbuka, sehingga mudah sekali lahir kelompok radikal yang aneh bagi umat Islam. Kelompok yang tidak diterima budaya masyarakat Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Terus terang saja itu Islam Wahabi. Islam yang anti Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi, tawasul, tahlilan. Itu aneh bagi Islam Indonesia,” tegasnya.

NU juga, sambung dia, akan menolak dan mengutuk gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Indonesia, meskipun niatnya akan membangun kekhilafahan Islam.

Pada kesempatan itu, Kang Said juga menyinggung perihal tempat pelaksanaan Munas dan Konbes. “Kenapa di gedung PBNU?” tanyanya. Kemudian ia menjawabnya sendiri karena ingin memaksimalkan fungsi gedung tersebut.

Menurut dia, pembukaan akan dilakukan di halaman gedung PBNU. Berbeda dengan tahun sebelumnya, masjid PBNU bernama An-Nahdlah sudah diperluas. “Sudah luas, cukup pakai tenda dan masjid,” katanya. Di lantai 8 bisa muat 200 orang. Ruang-ruang lain bisa digunakan untuk rapat komisi-komisi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Kiai, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 19 Februari 2017

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat

Mojokerto, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Asep Kadarusman menilai pola pendidikan yang dikembangkan di pondok pesantren dan madrasah NU sangat sesuai dengan pola pendidikan yang dianjurkan.

Ia menyampaikan hal tersebut pada ajang Forum Silaturahim Kongres Pergunu II di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet Mojokerto, Kamis (27/10) pagi.

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Besar UPI Nilai Pola Pendidikan Pesantren Sudah Tepat

Menurut Asep, ketepatan pada pola pendidikan pesantren adalah dengan dibiasakannya para santri untuk membaca. Ia mengatakan kemampuan membaca menunjukkan kemampuan aktual peserta didik yang bersangkutan.

Selanjutnya untuk menguji hasil dari kegiatan membaca, siswa dapat diajak berdiskusi. Hal ini bermanfaat untuk menguatkan konsep yang belum pahami.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Asep memandang positif pola pendidikan pesantren lainnya yang juga sangat sesuai adalah para santri diajarkan untuk berkomunikasi yang baik dan efektif. Ia mengatakan di era globalisasi saat ini di mana kerja manusia dimudahkan oleh adanya teknologi, potensi besar yang harus dikembangkan (dan bisa dijual) selain berpikir kritis, adalah kemampuan berkomunikasi.

“Saya mengamati sepanjang acara ini pembawa acara (yang merupakan santri atau orang NU) dapat berkomunikasi secara lancar dan sistematis. Ini komunikasi yang baik yang perlu diteruskan,” kata Asep.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Oleh karena itu, bila berpegangan pada ICT (Information and Communication Technology), kemampuan akan bahasa asing tidak bisa ditawar-tawar dalam menghadapi era ini. Apalagi bila dihadapkan pada tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Sebelum menutup paparan, Asep memuji bahwa tradisi tahlilan yang dikembangkan NU, walau banyak yang tak sependapat, membuktikan bahwa tahlilan menarik hati kecil dan merupakan kebutuhan yang tak bisa dibohongi. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, Syariah, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 27 November 2015

Pengumuman Pemenang Sayembara Logo Muktamar NU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peserta sayembara logo muktamar NU bernama Zamzami Almakki dari Jakarta, dinyatakan menjadi pemenang Sayembara Logo Muktamar NU. Satu karya dari dua karya yang dia kirimkan ke panitia, ditetapkan sebagai logo resmi Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus 2015.

Pengumuman Pemenang Sayembara Logo Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengumuman Pemenang Sayembara Logo Muktamar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengumuman Pemenang Sayembara Logo Muktamar NU

Zamzami Almakki (34 tahun) yang berprofesi sebagai dosen Universitas Multimedia Nusantara, Jakarta dan desainer lepas, dipilih dalam rapat pleno dewan juri Sayembara Logo Muktamar NU yang dilaksanakan di gedung PBNU, Kamis (5/3) siang.

Sembilan anggota dewan juri, Slamet Effendi Yusuf, M Imam Aziz, Savic Ali, Nukman Luthfie, Ilham Khoiri, Sadullah Affandy, Hamzah Sahal, Ahmad Mauladi, Acep Zamzam Noor, secara bulat menyepakati logo karya Zamzami.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagai pemenang sayembara, Zamzami juga berhak mendapatkan hadiah umroh dari panitia muktamar NU.

Ketua SC Muktamar Ke-33 NU Jombang sekaligus dewan juri sayembara logo H Slamet Effendi Yusuf, menyatakan karya Zamzami Almakki dinilai paling memiliki karakter dari 349 logo yang diterima panitia. Zamzami menyisihkan 349 logo yang dikirim 281 peserta, baik individu maupun lembaga.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Salah seorang dewan juri Ilham Khoiri menguatkan pendapat Slamet Effendi Yusuf bahwa logo karya Zamzami Almakki paling beda, berkarakter, serta mengubah kelaziman desain yang selama ini diimajinasikan kaum Nahdliyin dan pesantren.

"Keistimewaan logo yang dinyatakan menang ini berhasil mengekspresikan tradisi NU atau pesantren menggabungkan dua tradisi, Latin dan Arab dengan seimbang. Angka 33 gabungan aksara Latin dan Arab," tambah Ilham Khoiri, lulusan S2 di bidang seni rupa ITB, Bandung.

Sementara itu Ahmad Mauladi, dewan juri dan panitia Muktamar NU yang menanggungjawabi logo, menyatakan bahwa logo yang ditetapkan sebagai pemenang tidak langsung jadi logo resmi muktamar. Seperti ketentuan sayembara yang tertera di poster, panitia berhak menyempurnakan logo pemenang.

"Sebelum logo diluncurkan, panitia akan menyempurnakan kekurangan-kekurangan logo pemenang. Tentu saja penyempurnaan ini akan didiskusikan dengan pemenang," terang Ahmad Mauladi, desainer dan aktivis NU asal Aceh.

"Logo yang kita tayangkan sekarang, mengiringi pengumuman pemenang ini, adalah logo asli, belum disempurnakan," tambahnya. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Kajian, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 01 November 2015

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Banyumas, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beberapa pekan terakhir, Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Indonesia digegerkan dengan munculnya sebuah tulisan "Berhala sekarang adalah kuburan para wali" pada buku panduan guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Kemenag Banyumas Tak Mau Tarik Buku SKI

Kalimat ini dinilai memicu sentimen Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Ujungnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan permintaan maaf kepada publik dan mencabut buku tersebut dari peredaran.

Namun, Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Banyumas, mempunyai sikap lain. Kepala kantor Kemenag, Bambang Sucipto mengatakan, buku kurikulum 2013 cetakan PT Macanan Jaya Cemerlang Klaten tersebut sudah dalam proses pendistribusian dan tetap akan diedarkan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami meminta penerbit tidak menarik buku tersebut dari peredaran karena buku tersebut bukan termasuk pegangan siswa, namun panduan bagi guru pengajar," ujar Bambang beberapa waktu lalu.

Menurutnya, jika buku ini ditarik dari peredaran, maka akan memakan waktu cukup lama. "Sebenarnya tinggal bagaimana cara guru menyampaikan kepada anak didiknya saja, saya rasa guru cukup selektif dalam menyampaikan materi SKI ini," jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kantor Kementerian Agama Banyumas, kata Bambang, akan mengusulkan kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam Kemenag RI mengoreksi buku terbitannya itu.

Terpisah, Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Purwokerto, Ilhamudin meminta buku tersebut segera ditarik dari peredaran.

"Kami mendesak Kemenag Banyumas segera menarik buku ini dari edaran, sebab hal ini akan menghegemoni dunia pendidikan," ungkapnya.

Kepala MTs Maarif Nu Al-Hidayah Purwokerto, Charis Munandar mengatakan, meski buku SKI belum sampai di tangan guru, namun aktifitas pembelajaran masih efektif.

Menurutnya, materi pelajaran yang memberikan pengetahuan terkait sejarah dan kebudayaan Islam itu sudah disampaikan sejak awal masuk menggunakan soft copy yang di download oleh guru setempat.

"Jika ada tulisan yang mengandung SARA dalam LKS atau buku, guru pasti punya inisiatif tanggap cepat dan mengantisipasinya," ujar sekretaris Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Banyumas ini. (Agus Riyanto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Internasional, Kiai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 April 2015

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekarang tampak kegagalan dunia Barat dalam bidang pendidikan. Hal ini dikarenakan Barat terlalu mendewakan kecerdasan intelektual (IQ), sedangkan hatinya terasa kosong dan hampa. Kecenderungan tersebut menyebabkan terjadinya degradasi moral di kalangan masyarakat Barat.

"Sehingga fakta ini mendorong di dunia Barat sana lambat laun harus dilengkapi dengan kecenderungan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ)," jelas KH Mustain Syafii, mudir Madrasatul Quran Tebuireng, Jombang, saat menyampaikan orasi ilmiah pada gelaran wisuda ketiga Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (Staida) Krempyang, Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Rabu (18/5).

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejak Dulu Pesantren Gabungkan IQ, EQ dan SQ

Menurut doktor lulusan UIN Sunan Ampel ini, ketiga kecerdasan ini sudah ketinggalan zaman jika dibandingkan dengan apa yang sudah dijalankan di dunia pesantren. "Pesantren sudah berhasil menggabungkan ketiga kecerdasan itu sejak lama dan kehebatannya masih bisa dirasakan hingga sekarang," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mustain kemudian memberikan contoh nyata dari rangkaian wisuda yang digelar siang itu. Pembacaan ikrar wisudawan dipimpin langsung oleh pengasuh pesantren Pondok Krempyang KH. Ridwan Syaibani.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ikrar wisudawan kemudian dibacakan doa oleh seorang kiai sepuh di pesantren ini dengan bacaan surat al-Fatihah, itu menjadi sebuah kekuatan maha dahsyat dalam melahirkan lulusan hebat dari kampus ini," jelasnya.

Mustain lalu menjelaskan secara detail tentang peristiwa Isra Miraj. Sebagai sebuah perjalanan spiritual, peristiwa ini tidak akan diterima bagi orang yang mengandalkan kecerdasan intelektual (IQ) saja. "Namun juga harus dimbangi dengan kekuatan EQ dan SQ," imbuhnya.

Orasi ilmiah ini diapresiasi secara positif oleh Abdul Basit, salah satu dosen Staida. "Orasi ilmiah yang disampaikan sangat luas dalam menambah wawasan civitas academika Staida, karena semua lini dikaji, terutama kajian-kajian Islam kontemporer," ujarnya.

Saat memberikan sambutan, Ketua Staida Burhanudin Ubaidillah menambahkan bahwa wisuda tahun ini adalah ketiga kalinya. "Tahun ini yang diwisuda berjumlah 59 mahasiswa, terdiri dari Prodi Manajamen Pendidikan Islam dan Ahwalul Syakhsiyah," ujarnya.

Dalam pengembangan dunia akademis, STAIDA sudah memiliki 16 dosen tetap dan memiliki NIDN. "Dosen tidak tetap yang dimiliki tiga orang," ujarnya. "Saat ini, terdapat empat dosen yang sedang menempuh pendidikan jenjang S-3 di UIN Sunan Ampel Surabaya, atas beasiswa dari Kementerian Agama," imbuhnya.

Kelebihan kampus ini adalah berlokasi di Pondok Krempyang, salah satu pesantren tertua dan terbesar di Nganjuk. "Para dosen di sini juga rata-rata masih muda, sehingga sangat membantu dalam mentransformasikan ilmu dan nilai yang dimiliki kepada para mahasiswa," pungkasnya.

Kampus STAIDA berdiri sejak tahun 2009 dan berbasis pondok pesantren. Yaitu Pesantren Miftahul Mubtadiin, pondok pesantren tua dan terbesar di Nganjuk.

Tampak hadir dalam wisuda tersebut di deretan tamu undangan adalah sekretaris PCNU Nganjuk KH. Hasyim Afandi, ketua PC Muslimat Hj. Sri Minarni dan ketua PC LP Maarif Nganjuk. Hadir pula perwakilan Kopertais IV Surabaya Fatikun Himami, dan Kapolres Nganjuk. (Red: Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Ubudiyah, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 15 Oktober 2014

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Sekitar Rp 5,9 triliun negara dirugikan pada kasus korupsi berjamaah proyek e-KTP. Sekitar 49 persen dana itu dibagikan kepada sejumlah anggota Komisi II DPR. Menurut peneliti Pusat Pendidikan & Kajian Anti Korupsi (PUSDAK) Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (FH UNUSIA), Muhtar Said perbuatan seperti itu tidak benar apabila dilihat dari kacamata sistem ketatanegaraan yang menganut teori pemisahan kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif.

Ia ? mengatakan, legislatif mempunyai fungsi untuk membuat anggaran dan eksekutif adalah badan yang melaksanakan anggaran tersebut. Untuk itu tidak ada dalil yang membenarkan apabila anggota legislatif mendapatkan anggaran hampir dari setengahnya karena DPR (legislatif) bukanlah pelaksana proyek.?

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Korupsi e-KTP, PUSDAK UNUSIA: DPR Seharusnya Awasi Anggaran, Bukan Menikmatinya

Dalam proyek e-KTP, kata dia melalui siaran pers Rabu (15/3), seharusnya anggota DPR menjadi pengawas pelaksanaan program, bukan malah menjadi penikmat dana anggaran. Dari sisi tersebut anggota DPR yang diduga mendapatkan uang dari proyek e-KTP sudah jelas menyalahi kode adminitrasinya sebagai anggota DPR karena mereka tidak melakukan peran pelaksanaan program.?

Ia menambahkan, korupsi seperti itu bisa terjadi karena adanya praktik lobi dalam menyetujui anggaran. Padahal seharusnya pemerintah merencanakan program e-KTP beserta dengan anggarannya. Kemudian Komisi II itu hanya mengkritisi manfaat dan fungsi e-KTP tersebut karena pemerintah sudah merencanakan dengan matang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adapun kalau aggota DPR mau menjalankan fungsinya sebagai lembaga yang berhak untuk menyetujui anggaran, maka dia tinggal mengkritisi besaran anggaran yang diajukan oleh pemerintah, bukan malah menambah anggarannya. Komisi II malah menambah anggaran yang diajukan oleh pemerintah itu pertanda ada niatan untuk “menilap” dana E-KTP. Untuk itu KPK jangan lama-lama untuk memanggil anggota DPR yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi di proyek e-KTP,” lanjut dosen FH UNUSIA.

Dugaan korupsi berjamaah e-KTP yang melibatkan banyak anggota DPR ini merupakan prahara yang melanda negara sehingga kesejahteraan rakyat Indonesia terhalangi para koruptor. Andaikata 49 % yang diduga digunakan para Anggota Komisi II tersebut digunakan untuk memberikan biasiswa pendidikan kepada orang-orang miskin, tentu malah lebih manfaat. (Red: Abdullah Alawi)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Olahraga, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 19 Januari 2014

Power of Rupiah, Berdayakan Anak untuk Bantu Kemiskinan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu agenda dari global peace festival yang sudah berjalan adalah power of rupiah, sebuah kampanye untuk menumbuhkembangkan semangat memberi, ikhlas menolong sesama dan kepedulian dalam diri anak-anak dan kaum muda Indonesia.

Dalam program ini, panitia menyediakan sebuah kotak yang setiap harinya diharapkan dapat diisi oleh sebuah koin yang nantinya akan menjadi tiket masuk pada puncak acara global peace festival di gelora Bung Karno, Ahad 17 Oktober mendatang.

Power of Rupiah, Berdayakan Anak untuk Bantu Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Power of Rupiah, Berdayakan Anak untuk Bantu Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Power of Rupiah, Berdayakan Anak untuk Bantu Kemiskinan

Ketua Panitia Global Peace Festival Slamet Effendy Yusuf menargetkan mampu mengumpulkna sekitar 50 ribu pelajar dan mahasiswa dalam pengumpulan koin power of rupiah ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Power of Rupiah tidak bermaksud mengumpulkan uang milyaran rupiah, tetapi lebih kepada memberdayakan jutaan anak,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ditambahkannya, program Power of Rupiah mempromosikan budaya melayani dan makna hidup ini berarti untuk orang lain, khususnya membantu menolong anak Indonesia yang kurang beruntung.

“Power of Rupiah” menyatukan upaya bersama secara berkelanjutan melalui sekolah dari taman kanak-kanak hingga perguruang tinggi.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat 32 juta anak Indonesia hdiup dalam keluarga sangat miskin, 13 juta diantaranya menderita kekurangan gizi serta lebih dari 300 ribu merupakan anak jalanan.

“Banyak sekali orang yang tidak mampu menaikkan kelas sosial mereka dari lower class ke kelas yang lebih atas karena mereka tidak mampu mendidik anaknya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, IMNU, AlaSantri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock