Minggu, 24 Desember 2017

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Narasumber untuk masalah Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat disegani dan dihormati adalah H Choirul Anam. Pria yang akrab disapa Cak Anam ini dikenal tidak sembarangan dalam mengambil kesimpulan terkait peristiwa yang ada hubungannya dengan kiai serta NU.

"Untuk itu saya tidak segan-segan tak mencantumkan tanggal dan bulan kalau ternyata tidak ada fakta yang membenarkan," kata Cak Anam, sapaan akrabnya, Sabtu (30/7).

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti

Ia hadir pada acara halal bihalal dan refleksi 1 abad Nahdlatul Wathan yang diselenggarakan Pengurus Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Surabaya dan LTN NU Jawa Timur di Museum NU, Jalan Gayungsari Timur Nomor 35 Surabaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pegiat harian Duta Masyarakat ini kemudian memberikan contoh terhadap keberadaan Nahdlatul Wathan (NW) yang hingga kini tidak disertakan tanggal dan bulan berdirinya. "Karena tidak ada yang bisa menunjukkan kapan tepatnya, baik tanggal serta bulan berdirinya Nahdlatul Wathan tersebut," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan kepastian tahun berdirinya NW diperoleh dari pengakuan sejumlah pelaku sejarah yang berhasil ditemui, lanjutnya.

Bagi Cak Anam, menggali peristiwa masa lalu dibutuhkan ketelitian. "Kalau tidak didukung fakta yang akurat, maka hal tersebut hanya dianggap dongeng," katanya di hadapan aktivis LTN NU se-Jatim tersebut.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya melakukan wawancara dengan pelaku sejarah NU di masa awal yakni KH Asad Syamsul Arifin. Cerita soal dialog serta peristiwa Kiai Asad yang mengantarkan tasbih dan tongkat kepada KH Hasyim Asyari diperolehnya secara langsung.

"Saat itu saya datang ke Pesantren Sukorejo dan melakukan wawancara dengan Kiai Asad, dan kemudian saya kirim ke harian Merdeka," kenang Anam. Bahwa kemudian saat Muktamar ke-27 NU dilangsungkan di Pesantren Sukorejo, itu antara lain karena banyak kalangan yang kemudian membaca serta mendengar peristiwa tersebut, lanjutnya.

Tugas berat sekarang diemban oleh para penulis muda NU. "Tidak mudah melakukan rekonstruksi sejarah, apalagi banyak tokoh yang telah meninggal," katanya. Karenanya kehati-hatian harus menjadi kata kunci agar tidak tersebar kabar bohong yang justru merugikan kiai dan NU, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock