Senin, 27 Februari 2017

PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyebutkan bahwa kesenjangan ekonomi harus segera ditangani pemerintahan baru Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sebab kalau dibiarkan akan makin melebar antara yang miskin dan kaya.

“Konon pertumbuhan 5, 5 sampai 6 persen. Tapi kenyataannya, yang tumbuh semakin tumbuh. Yang miskin, makin miskin, masih 30 jutalah. Saya yakin itu mayoritas warga NU,” katanya pada jumpa pers persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di gedung PBNU, Kamis (23/10).

PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kesenjangan Ekonomi Harus Segera Ditangani Jokowi

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut, kesenjangan ekonomi tersebut akan dibahas pada Komisi Rekomendasi di Munas dan Konbes di Gedung PBNU pada 1-2 November mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kang Said juga meminta Jokowi-JK untuk menepati janji-janji yang disampaikan pada saat kampanye, “Itu ditunggu oleh masyarakat realisasinya,” katanya didampingi Ketua PBNU H Arvin Hakim Toha dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra.

Kang Said menambahkan, NU juga akan meminta pemerintah untuk menindak tegas kelompok-kelompok radikal. Menurut dia, Indonesia terlalu terbuka, sehingga mudah sekali lahir kelompok radikal yang aneh bagi umat Islam. Kelompok yang tidak diterima budaya masyarakat Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Terus terang saja itu Islam Wahabi. Islam yang anti Isra’ Mi’raj, Maulid Nabi, tawasul, tahlilan. Itu aneh bagi Islam Indonesia,” tegasnya.

NU juga, sambung dia, akan menolak dan mengutuk gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di Indonesia, meskipun niatnya akan membangun kekhilafahan Islam.

Pada kesempatan itu, Kang Said juga menyinggung perihal tempat pelaksanaan Munas dan Konbes. “Kenapa di gedung PBNU?” tanyanya. Kemudian ia menjawabnya sendiri karena ingin memaksimalkan fungsi gedung tersebut.

Menurut dia, pembukaan akan dilakukan di halaman gedung PBNU. Berbeda dengan tahun sebelumnya, masjid PBNU bernama An-Nahdlah sudah diperluas. “Sudah luas, cukup pakai tenda dan masjid,” katanya. Di lantai 8 bisa muat 200 orang. Ruang-ruang lain bisa digunakan untuk rapat komisi-komisi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Kiai, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock