Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Januari 2018

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

 Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang XIX di SKD Kecamatan Batuan. Acara dihadiri PW IPPNU Jatim, PAC IPPNU beserta Badan Otonom (Banon) NU dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di lingkungan Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim, Nurul Hidayati menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya konfrensi ini. “Kita harus bangga kepada kader muda NU dalam hal ini rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU yang lambat laun semakin  berbenah diri,” katanya, Sabtu (23/12).

Menurutnya, kendati banyak pelajar NU yang tampil di berbagai kegiatan, namun mereka tidak menghilangkan jati dirinya sebagaimana pelajar dan juga perempuan.

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim yang sekaligus secara resmi membuka acara.

Selanjutnya ada pemberian cinderamata kepada PCNU dan Majlis Alumni IPNU-IPPNU sebagi tanda terimakasih  atas sumbangsihnya selama ini. (Mahrus Ali/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Amalan, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beberapa Pengurus Cabang NU di Jawa Timur mulai mengapresiasi digunakannya metode Ahlul Halli wal Aqdi (AHWAL) untuk suksesi kepemimpinan di PWNU Jatim pada Konferensi mendatang.



PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU

Beberapa Ketua PCNU memandang hal itu sebagai kemajuan demi perbaikan di internal NU.

Ketua PCNU Sumenep, KH Panji Taufiq menandaskan bahwa ikhtiar yang dilakukan PWNU Jatim dengan menggunakan Ahwal sebagai terobosan yang sangat bermanfaat. "Ahlul Halli wal Aqdi adalah alternatif yang cukup efektif demi meminimalisir unsur riswah (suap, red.) pada perhelatan Konferensi Wilayah mendatang," katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham (6/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Panji -sapaan akrabnya- menandaskan bahwa untuk meminimalisir riswah, memang harus dilakukan banyak metode.?

"Dan Ahwal adalah terapi cukup efektif meskipun tidak menjamin sebagai cara yang cespleng," katanya sembari tertawa.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun demikian, hendaknya metode Ahwal jangan hanya dilihat dari sisi cara yang dipilih, namun yang harus diapresiasi adalah substansi metode tersebut.?

"NU Jawa Timur punya beban berat untuk bisa menampilkan NU yang bersih karena memang sebagai percontohan bagi NU di tanah air," katanya beralasan.

"Karena itu PCNU Sumenep sangat mengapresiasi upaya bersih-bersih tersebut sebagai konsekuensi bagi tanggung jawab besar NU Jawa Timur yang juga sebagai barometer NU di Indonesia," tegasnya.

Kiai Panji menandaskan bahwa Ahwal sebagai upaya untuk membentengi kemurnian dalam berkhidmat kepada NU. Karenanya ia juga berharap, "Jalannya Konfwil NU Jawa Timur yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat Tulangan Sidoarjo nanti memberikan masukan berarti bagi NU masa depan."?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Warta, Kiai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abu Na’im:

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’ (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Makna Hadits ‘Kemiskinan Dekat kepada Kekufuran’

? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya: “Kemiskinan itu dekat kepada kekufuran.”

Hadits tersebut setidaknya memiliki 3 makna sebagai berikut:

Pertama, orang-orang miskin harus selalu hati-hati atau waspada terhadap kemiskinannya. Hal ini disebabkan keadaannya yang serba kekurangan dapat menggodanya untuk melakukan kemaksiatan guna memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Dalam masyarakat, bisa saja terjadi seorang suami yang miskin melakukan perampokan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.?

Bisa pula terjadi, seorang ibu yang miskin karena tekanan ekonomi menjual diri demi menghidupi anak-anaknya. Demikian pula seorang pemuda yang miskin, bisa saja nekat melakukan pencurian karena didorong keinginannya untuk meniru gaya hidup teman-temannya yang anak orang kaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ada banyak orang miskin yang karena ketidakberdayaannya secara ekonomi tidak pernah mengenal Tuhan. Mereka tidak pernah pergi ke masjid untuk shalat sebagaimana mereka tidak pernah berpuasa. Banyak orang seperti ini akhirnya berpindah ke agama lain karena adanya bantuan-bantuan ekonomi yang mampu menyejahterakan hidupnya.?

Mengingat beratnya godaan-godaan yang dialami orang-orang miskin, maka mereka harus pandai-pandai membentengi keimanannya dengan sabar dan syukur. Dengan sikap seperti ini orang-orang miskin akan bisa tangguh menghadapi godaan-godaan yang bisa menggoyahkan imannya.?

Jika untuk mencapai sabar dan syukur mereka tak mampu, maka mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus bekerja keras mengatasi kemiskinannya. Mereka harus berjuang keras untuk bisa meningkatkan taraf hidupnya. Dengan kata lain, orang-orang miskin yang tak bisa sabar dan syukur harus berusaha menjadi orang yang berkecukupan guna melindungi imannya dari rongrongan-rongrongan yang bisa membuatnya kufur, dan bahkan bisa memurtadkannya.?

Namun bagi orang-orang miskin yang memang bisa sabar dan syukur, mereka boleh memilih hidup miskin atau sederhana dengan tetap melaksanakan kewajiban-kewajibannya, seperti mencukupi kebutuhan dasar keluarga yang terdiri dari kebutuhan akan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan kesehatan. Mereka harus tetap bisa hidup mandiri tanpa menggatungkan atau menjadi beban bagi orang lain. Mereka tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan meminta-minta.?

Kedua, sebagai peringatan kepada orang kaya-kaya bahwa kemiskinan yang dialami saudara-saudaranya yang miskin dapat mendorognya kepada kekufuran, baik kufur dalam arti murtad atau ingkar akan adanya Tuhan maupun kufur dalam arti ingkar terhadap perintah dan larangan Allah SWT.?

Dalam kaitan itulah maka orang-orang kaya diwajibkan mengeluarkan zakat dan disunnahkan memberikan sedekah kepada mereka yang miskin yang membutuhkan uluran tangan. Zakat dan sedekah ini memiliki fungsi sosial yang sangat penting, yakni memeratakan kesejahteraan sosial dan terjalinnya hubungan yang baik antara orang kaya dengan orang miskin.?

Hubungan baik seperti itu tentu saja sangat penting sebab bisa dibayangkan betapa mengerikannya jika orang-orang miskin setiap hari merencanakan dan melakukan pencurian atau perampokan kepada orang-orang kaya karena desakan ekonomi. Hal seperti ini bisa sangat meresahkan mereka yang kaya. Mereka akan selalu hidup dalam kecemasan karena tidak hanya harta mereka yang terancam tetapi juga jiwa mereka. Bukankah sering kita dengar perampokan disertai pembunuhan?

Dalam kaitan ini ada nasihat bijak yang berbunyi “Pagar mangkuk itu lebih baik daripada pagar berduri.” Maksudnya pendekatan sosial seringkali lebih efektif daripada pendekatan yang mengutamakan kekuatan fisik. Sekali lagi dalam kaitan inilah, Islam menekankan kepada orang kaya untuk senantiasa mengeluarkan zakat, baik zakat mal dan zakat fitrah, maupun sedekah yang diberikan kepada orang-orang miskin, baik mereka meminta maupun menahan diri untuk tidak memintanya.?

Ketiga, sebenarnya kemiskinan itu ada dua macam, yakni kemiskinan material dan kemiskinan spiritual. Yang dimaksud kemiskinan material adalah keadaan kurang atau miskin dari harta benda duniawi. Sedangkan yang dimaksud kemiskinan spiritual adalah kemiskinan yang tidak ada kaitannya dengan kekurangan harta benda duniawi, tetapi terkait dengan kurangnya akan iman atau jiwa. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Kaya itu bukanlah lantaran banyak harta. Tetapi, kaya itu adalah kaya jiwa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Hadits di atas mengingatkan kepada kita bahwa orang yang kaya harta bisa saja ia sesugguhnya adalah orang miskin disebabkan karena lemahnya jiwa atau iman. Orang seperti ini disebut orang miskin spiritual. Miskin spiritual bisa sama bahayanya dengan miskin material. Tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya enggan mengeluarkan zakat dan sedekahnya karena jiwa atau hatinya memang miskin. Mereka sesungguhya telah kufur atau ingkar dari perintah Allah.?

Selain itu, tidak jarang kita jumpai beberapa orang kaya melakukan kecurangan dalam berbisnis atau setoran pajak demi mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Ini adalah keserakahan yang menunjukkan kemiskinan spiritual. Juga, tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang secara material sudah kaya raya, tetapi mereka melakukan korupsi besar-besaran yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Orang-orang seperti itu sesungguhnya adalah orang-orang miskin. Mereka miskin bukan karena kekurangan harta benda duniawi tetapi kurangnya iman kepada Allah SWT.?

Dengan melihat fakta-fakta sosial di atas, hadits Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan di awal sesungguhnya tidak hanya dimaksudkan untuk mengingatkan mereka orang-orang miskin material tetapi juga mereka yang miskin secara spiritual. Keduanya bisa kufur atau ingkar dari apa yang diperintahkan dan dilarang oleh Allah SWT. Tentu lebih berbahaya lagi ketika seseorang mengalami kemiskinan material sekaligus kemiskinan spiritual. Na’udzubillah min dzalik.

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Doa, Ulama, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 26 Desember 2017

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Niat tulus dan ikhlas ditunjukkan Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU Provinsi Lampung H Fauzi yang juga pemilik STMIK dan STIT Pringsewu. Berawal dari kegelisahannya terhadap fenomena gersangnya akhlak dan ilmu agama para mahasiswa di zaman sekarang, ia merintis sebuah pondok pesantren bagi para mahasiswanya.

Awalnya, doktor lulusan Universitas Gajah Mada ini sudah secara rutin membantu mahasiswanya dalam bentuk pendidikan secara gratis. Seiring berjalannya waktu ia menilai bahwa hasil perubahan yang didapat kurang maksimal. Sehingga ia pun mengubah metode penyaluran beasiswa dengan cara mengasramakan para penerima beasiswa tersebut. Hal ini ditujukan untuk lebih fokus dalam pembinaan akhlak mereka.

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Pringsewu Ini Cetak Yatim Piatu Jadi Hafidh dan Sarjana

"Setelah mendirikan asrama, ia (Fauzi) pun berinisiatif untuk merintisnya menjadi sebuah pondok pesantren yang diberi nama Baitul Quran. Dalam mengelolanya ia mempercayakannya kepada saya," kata Ustadz Abdul Hamid Al Hafidz yang juga Pengurus Jamiyyatul Qurra wal Huffadh NU Pringsewu saat menceritakan pesantren yang diasuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Abdul Hamid menambahkan bahwa Pesantren Baitul Quran memiliki konsep beasiswa bagi para anak yatim piatu yang memiliki keinginan menghafalkan Al-Qur’an. "Selain para santri menghafal Al-Qur’an dan belajar ilmu agama, mereka juga mendapat perkuliahan yang nantinya akan menjadikan mereka para sarjana yang hafidz quran," jelasnya, Selasa (18/5).

Untuk kurikulumnya, Pesantren Baitul Quran memiliki banyak matakuliah yang difokuskan pada pendalaman keilmuan para santri di bidang agama khususnya ilmu Al-Qur’an. "Perkuliahan dilaksanakan di kompleks pondok yang statusnya bekerja sama dengan STIT Pringsewu yang masih merupakan (di bawah naungan) satu yayasan," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan mata kuliah yang diberikan Pondok Pesantren Baitul Quran, lanjutnya, para santri juga diharapkan memiliki 10 kompetensi para dai. Kompetensi tersebut yaitu memiliki aqidah yang benar, berakhlak mulia, taat beribadah, mandiri, berwawasan luas, sehat jasmani dan rohani, memiliki semangat juang tinggi, dinamis, disiplin dan bermanfaat bagi sesama.

Selama di pesantren para santri diberi beasiswa penuh dan dibebaskan seluruh biaya pendidikan sarjananya serta bebas biasa asrama dan kebutuhan makan sehari hari. "Jika ada anak yatim piatu yang ingin masuk Pesantren Baitul Quran bisa menghubungi saya langsung melalui HP 081369740662 atau datang langsung ke Pesantren yang beralamatkan di Jalan SMA 2 Perum Podomoro Indah Pringsewu," pungkasnya. (Muhammad Faizin).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 22 Desember 2017

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Trenggalek, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Konferensi Cabang (Konfercab) XIV PCNU Trenggalek, Jawa Timur di Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule menetapkan duet kepemimpinan KH Mashum sebagai Rais Syuriah dan KH Fatchulloh Sholeh sebagai Ketua Tanfifziyah masa khidmah periode 2016-2021.

Rais Syuriyah terpilih yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Hidayatulloh Pule terpilih menjadi Rais Syuriah melalui mekanisme AHWA (Ahlul Halli wal Aqdi). Adapun tim AHWA terdiri dari KH Syafii sebagai Ketua, KH Sahar Banuri, KH Mashum, KH Nur Khotib, dan KH Masruri.

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)
Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program (Sumber Gambar : Nu Online)

Konfercab, PCNU Trenggalek Fokus Tiga Program

Pada sidang pemilihan Ketua Tanfidziyah yang dihadiri 173 peserta dari tingkat MWC dan Ranting, mengerucut 2 kandidat terkuat yakni KH Fatchulloh Sholeh dan H. Mahsun Ismail. Setelah dilakukan pemungutan suara secara langsung dan demokratis, KH Fatchulloh Sholeh memperoleh suara terbanyak dengan mengumpulkan 114 suara. Sementara 56 untuk H. Mahsun Ismail. Adapun 1 suara dinyatakan rusak dan 2 abstain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ditemui setelah acara, Gus Loh, sapaan akrab KH Fatchulloh Sholeh, menyampaikan program-program prioritasnya untuk 1 peridoe ke depan. "Amanah ini berat, karena akan dimintai pertanggungjawaban tak hanya secara organisasi tapi juga di akhirat, semoga saya bisa menjalankan ini dengan baik," ungkapnya selepas Konfeercab (27/3).

Bagi dia, amanah itu adalah meneruskan dhawuh para ulama dengan? orientasi ke depan tentunya memperkuat pesantren dalam mempertahankan dan mengembangkan ajaran dan aqidah Aswaja Annahdliyah serta menjaga keutuhan NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena, kata dia, kita paham bersama bahwa pesantrenlah yang menjadi basis kekuatan NU dan NKRI-Nusantara.

"Sedangkan secara organisatoris, program-program yang saya prioritaskan dalam periode saya (2016-2021, red) adalah pemberdayaan ekonomi, pengembangan pendidikan, dan kaderisasi" tutup Gus Loh. (Abid/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sejarah, Ulama, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 Desember 2017

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

Palembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah IPPNU DKI Jakarta menampik anggapan pengurus IPPNU di daerah-daerah bahwa Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Putri NU mengistimewakan PW IPPNU DKI Jakarta. PW IPPNU menilai kepemimpinan PP IPPNU memperlakukan PW IPPNU DKI Jakarta setara dengan IPPNU daerah lainnya.

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU DKI Tolak Anggapan Anak Emas

“Kami ini independen dalam segala hal. Bahkan untuk kegiatan dan pengembangan program, kami bergerak sendiri,” kata utusan PW IPPNU DKI Jakarta saat LPJ PP IPPNU berlangsung di halaman parkir Asrama Haji Pondok Gede, jalan Kolonel H. Barlian KM.9, Kota Palembang, Ahad, (2/12) siang.

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta merasa perlu menyampaikan hal demikian. Utusan DKI Jakarta mencoba meluruskan persoalan dugaan tidak berdasar tersebut di hadapan sidang LPJ. Hal itu diungkapkan ketika sejumlah utusan pengurus daerah IPPNU melontarkan kekecewaannya terhadap PP IPPNU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kehadiran sekretariat PP IPPNU di ibu kota Jakarta, bukan berarti memberikan akses istimewa bagi PW IPPNU DKI Jakarta,” tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Utusan PW IPPNU DKI Jakarta menunjuk sebuah contoh. Dalam mengadakan Makesta, masa kesetiaan anggota sebagai proses kaderisasi awal, PW IPPNU DKI menggelarnya secara mandiri tanpa bantuan PP IPPNU.

Dengan suara lantang, utusan PW IPPNU DKI Jakarta mengimbau semua peserta sidang LPJ untuk menghapus kecemburuan tidak beralasan. Menurutnya, kemandirian pengurus IPPNU daerah perlu dipertegas kembali.

Sidang LPJ sedikitnya dihadiri oleh semua jajaran PP IPPNU. Mereka duduk di atas panggung menghadapi semua pengurus wilayah dan cabang IPPNU se-Indonesia. Sementara ruang sidang dibatasi oleh tali panjang mengulur. Ruang sidang LPJ yang terbuka disterilkan dari pengunjung yang tidak mengenakan penanda peserta.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 15 Desember 2017

Berdamai dengan Kaum Sawah

Ekstrimisme kaum Salafi Wahabi (Sawah) terhadap kalangan kaum penganut aliran sufi terus berlanjut hingga menjadi persoalan sosial dan disintegrasi yang kronis dalam diri agama Islam. Berbagai tuduhan kafir, pengamal bid’ah, dan bahkan musyrik kepada kaum sufi menjadi duri dalam daging umat Islam. Mau tidak mau kita harus menyikapinya dengan penuh dengan kesabaran, kecerdasan, dan kejernihan hati serta pikiran dalam menghadapi persoalan keyakinan-keagamaan ini. Karena tentu persoalan keagamaan semacam ini memiliki daya keyakinan masing-masing yang saling membentengi dengan dalil-dalil Islam.

Di Indonesia, keberadaan kaum Sawah tak lebih menjadi pseudo-enemies dalam agama Islam. Stigma negatif dan vonis buruk bertubi-tubi dilayangkan secara subyektif oleh salah satu sekte Islam (Sawah) yang merasa paling Qur’ani dan Sunni kepada ajaran tasawuf dan pengamal tarekatnya. Mulai dari label perintis bid’ah, pembela mimpi dan ilham setan, melenceng dari syariat, demen mistis dan wirid-wirid bid’ah, pecinta hadits lemah dan palsu, pemuja wali dan guru, dan macam ragam tuduhan lain yang variatif dan tak bersahabat (Hal. 4).

Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdamai dengan Kaum Sawah

Kehadiran buku Nur Hidayat Muhammad ini bukan dalam rangka memusuhi kalangan kaum Sawah. Namun tak lain mau berdamai dan berdialog via buku secara ilmiah dengan kajian yang mendalam. Nah, uraian buku di atas kiranya memberikan pandangan tersendiri di mata publik. Bisa saja publik menganggap kaum sufi memang benar-benar kafir atau bisa saja mereka beranggapan kaum Sawah yang diktator dan ekstrim sesama lingkup rumpun agama yang sama (Islam).

Setidaknya publik akan memiliki pandangan tersendiri dalam menimbang siapa yang memusuhi dan berkawan di antara dua aliran yang tak sepaham tersebut. Menurut imam al-Nawawi, penulis syarah Shahih Muslim, dalam kitabnya, al-Maqashid menyebutkan bahwa asas dalam tasawuf yaitu; Pertama, bertakwa kepada Allah Swt., baik dalam hati atau lahiriyah. Kedua, mengikuti al-Sunnah, baik dalam perilaku atau ucapan. Ketiga, hatinya tidak terpasung melihat makhluk (dunia). Keempat, ridha kepada Allah Swt., baik sedikit atau banyak. Kelima, kembali kepada Allah Swt., baik saat lapang atau susah (Hal. 12-13).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lima fondasi kaum sufi yang dinyatakan oleh imam al-Nawawi dalam buku ini cukup mewakili dari struktur keberadaan penganut aliran sufi yang ditodong dengan pisau kafir dan tali musyrik oleh aliran Sawah. Kejernihan dalam berpikir dan keluwesan hati perlu kita kelola seelok mungkin, utamanya dalam menghadapi persoalan aliran dan keyakinan dalam beragama agar tidak mencoreng agama itu sendiri sebagai agama satu-satunya yang diyakini memberikan kedamaian dan kebahagiaan bagi kehidupan umat manusia.

Berbagai doktrin keislaman yang beda aliran hingga beda persepsi dalam memandang suatu fenomena perlu diselesaikan melalui pendekatan khusus tanpa ekstrimisme dan tuduhan yang mencoreng agama. Karena secara tidak langsung hal tersebut akan membangun pandangan negatif dan stereotip publik. Dengan serta merta publik akan menyatakan bahwa Islam adalah agama konflik. Dan itu secara lambat laun akan mengubah ruh agama Islam dari eksistensinya di ranah global (lih. stereotip oleh A. Dardiri Zubairi, 2013:110-113).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Perseteruan antara aliran Salafi Wahabi dan kaum Sufi serta termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah masih belum ada jalan terang yang bisa menerangi. Namun melalui jawaban sederhana yang mengena pada objek hukum syariat Islam oleh Nur Muhammad Hidayat ini akan memberikan sedikit cahaya terang benderang di antara dua aliran yang kontroversial tersebut. Secara jelas, pelurusan dengan cara yang fleksibel dan tegas mengenai hukum-hukum Islam kaitannya dengan adat istiadat di negeri ini juga harus menjadi pertimbangan yang tidak boleh dilupakan sebagaimana khittah Islam yang ajarannya selalu sesuai dengan situasi dan kondisi apapun.

Penyelesaian konflik kaum Sufi vs kaum Sawah harus berjalan dengan sikap moderat, fleksibel, kritis dan lembut dalam menyampaikan sebuah tanggapan. Serta dengan cara yang berdasar pada ranah damai berdasar pad timbangan hukum dan syari’at Islam. Misalkan dalam hal algorisme mengenai kaum Sufi dan hadits dhaif serta hadits palsu. Yang sangat mengesankan yaitu tuduhan Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya dengan judul “Tasawuf Besitan Iblis” yang menuduh kaum sufi menolak hadits shahih (Hal. 21-24).

Penegasian dalam menyelesaikan suatu problem bukan jalan utama. Karena dibalik itu akan bermunculan tanggapan saling todong dan bunuh hingga akhirnya kedua belah pihak (Sufi dan Sawah) akan sama-sama mengalami keruntuhannya. Bahkan bisa saja meruntuhkan peradaban kayakinan serta agama yang dibanggakannya. Maka dari itu, sebuah afiliasi dalam menyelesaikan problem yang membelit kaum Sufi dan Sawah perlu digiring ke ranah yang lebih damai dan mendamaikan. Sebagai aliran yang mendapat pandangan tersendiri dari publik, maka perlu memikirkan hal tersebut.

Dari segala variasi tuduhan dan ekstrimisme kaum Sawah terhadap kaum Sufi dalam buku ini dicoba untuk diluweskan melalui pendakatan hukum syariat Islam. Elaborasi dalam dua aliran tersebut perlu menjadi hal yang sangat urgen dalam menimbang dan memutuskan suatu pendapat guna menjaga eksistensi dan reputasi agama Islam. Karena tak dapat disangkal kedua aliran tersebut berada dalam jalur mengikuti pantulan cahaya agama yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Sehingga tak layak kiranya dalam jalur yang sama terjadi ekstrimisme dan tuduhan negatif terhadap aliran tertentu tanpa memandang ke depan melalui argumen yang valid dan mencerahkan ummat.

Judul: Tarekat dalam Timbangan Syariat – Jawaban atas Salafi Wahabi

Penulis : Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Muara Progresif

Cetakan: I, Mei 2013

Tebal: x + 175 hlm. 14,5 x 21 cm

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi: Junaidi Khab, santri Pesantren Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Masjid Agung, Ikon Kota Solo

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Masjid kuno itu terletak di jantung pusat Kota Solo. Seperti pada umumnya di daerah Jawa, letaknya berdekatan dengan pusat pemerintahan, pasar (Klewer), dan alun-alun. Maka tak heran jika Masjid Agung yang menjadi kebanggaan warga kota Solo ini selalu ramai pengunjung, baik yang datang dari Solo maupun dari luar daerah.

Masjid Agung, Ikon Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung, Ikon Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung, Ikon Kota Solo

Meski kini sudah berusia dua abad lebih sejak mulai didirikan oleh Raja Surakarta Paku Buwono III (PB III) pada tahun 1785 M atau menurut tahun Jawa tahun 1689, namun bangunan masjid masih terlihat kokoh. Setiap hari silih berganti umat Islam yang berkunjung ke sana untuk melakukan kewajiban sholat atau sekedar melihat masjid kuno tersebut.

Keanggunan Masjid Agung Surakarta yang dulunya bernama Masjid Besar itu terletak pada bentuk bangunan dan keasliannya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

H Slamet Aby, ketua takmir masjid menuturkan, hampir pada umumnya bangunan masjid masih asli, “meskipun sudah direnovasi, tapi tidak merubah keasliannya, khususnya pada bangunan soko guru,” terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bangunan seluruh pilar atau lainnya dari kayu jati yang berasal dari hutan Donoloyo (Alas Donoloyo) yang usianya sudah sangat tua. Yang menarik lagi, konon kubah Masjid itu pada zaman dulu dilapisi dengan emas murni seberat 7,5 Kg terdiri dari uang ringgit emas sebanyak 192 buah. Pemasangan lapisan kubah Masjid itu diprakarsai oleh Sri Susuhunan PB VII pada tahun 1878 atau tahun Jawa 1786 dengan condro sangkolo Rasa Ngesti Muji ing Allah.

Secara pengelolaan, Masjid Agung Surakarta yang dulunya milik Keraton Surakarta kini sudah menjadi milik umat Islam sejak tanggal 3 Juli 1962 oleh Menteri Agama ketika itu, KH Saifuddin Zuhri. Namun secara kultural, acara di Masjid Agung masih tetap ada kaitan dengan acara keraton.

“Acara seperti Sekaten, Hari Besar Islam, Grebeg Mulud masih tetap berlangsung di Masjid Agung” ungkap Slamet.

Selain itu keterkaitan antara Masjid Agung dan keraton juga tampak pada peran imam masjid yang juga menjabat sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Tafsir Anom. Saat ini jabatan tersebut dipegang oleh Muhammad Muhtaram, yang juga merupakan pengurus NU Solo.

Sedangkan untuk kegiatan yang ada di masjid agung, seperti kebanyakan masjid lainnya, masjid ini sering digunakan untuk pengajian dan acara peringatan Hari besar Islam. Salah satu pengajian yang tetap bertahan sampai sekarang, yakni pengajian Purnomo Sidi (setiap tanggal 15 kalender Qomariah), sudah berlangsung sejak zaman raja-raja terdahulu.

Karena beberapa hal itulah masjid ini menjadi salah satu ikon Kota Solo. Hubungannya dengan sejarah masa lampau serta fungsinya sebagai masjid keraton. Disamping itu, banyak pula wisatawan yang pergi ke Solo, menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid yang banyak memilik daya tarik ini.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Tegal, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Empat Siswa SMK Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Jawa Timur, Senin (22/5) bertolak ke Thailand untuk melakukan praktik kerja lapangan. Mereka adalah Ahmad Mawardi dan Ahmad Subairi dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Aji Arifur Rahmad dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Nur Imam Mafatih dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Pelepasan keempat siswa terpilih tersebut dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nuris di Masjid Baitun Nur, yang diramaikan oleh penampilan tim hadrah Ashabul Muhyid Nuris.

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Keempat siswa SMK Nuris tersebut akan melakukan praktik kerja di beberapa industri di Thailand hingga tanggal 14 Juni 2017. Misalnya siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) akan praktik di beberapa perusahaan jaringan, sedangkan siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor (TSM) akan praktik di beberapa bengkel otomotif yang ada di negeri gajah putih tersebut.

Menurut salah seorang pengasuh pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi, praktik kerja di Thailand tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan skill siswa sesuai dengan jurusannya masing-masing serta ? untuk memperluas wawasan mereka khususnya tentang budaya di Tahilnad. Dan tentu saja untuk menebar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

"Kami ingin santri Nuris punya wawasan global, namun tetap mempunyai jatidiri sebagai santri ? Aswaja. Karena itu, kami terus berusaha untuk mengirimkan santri-sanri Nuris ke beberapa negara Timur Tengah dan kawasan Asia," tukas Gus Robit Qashidi (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 22 November 2017

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham . Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan Rapat Kerja 2015 bertema "UIM Menuju Akreditasi Institusi" di Auditorium Drs KH Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali Makassar, Sulawesi Selatan selama emat hari, 11-14 Februari 2015.

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain mengaku optimis tahun ini dapat memenuhi target akreditasi institusi. Terkiat hal ini, pada 19 Februari 2015, UIM kedatangan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi (BAN-PT).

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini

Majdah menegaskan, memasuki tahun 2015 UIM sebagai kampus Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang menuntut persaingan sumber daya manusia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Mohon doanya semoga UIM kedepan mampu menjadi universitas terkemuka, memiliki daya saing dan tentunya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal serta Ahlusunnah Wal Jamaah,” tuturnya, Rabu (11/2).

Mewakili Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Prof Abd Rahman Idrus berharap pengembangan UIM di bawah pengelolaan Yayasan Al-Gazali kian meningkat dengan kerja sinergis antara Nahdlatul Ulama, Yayasan, dan Rektorat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III Pemprov Sulsel H Mappagio mengungkapkan, keberadaan UIM di tengah pembangunan Sulawesi Selatan memiliki nilai strategis dan fundamental.

“Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di Provinsi Sulawesi Selatan, UIM mampu mengambil peran-peran Tri Dharma Pendidikan melalui pengembangan Tri Dharma Pendidikan yakni pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya saat membuka secara resmi Raker UIM.

Tampak hadir dalam pembukaan Raker UIM ini Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH Sanusi Baco, didampngi tamu lain dari Kopertis wilayah IX, Kopertais wilayah VIII, Kejaksaan Tinggi Sulsel, dan Pangdam VII Wirabuana. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Kajian Sunnah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 05 November 2017

Khofifah Dorong Warga Muslimat NU Ciptakan 4 Hal Ini

Ciamis, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejumlah pekerjaan rumah (PR) ditugaskan Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa kepada seluruh warga Muslimat NU.?

Khofifah Dorong Warga Muslimat NU Ciptakan 4 Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Dorong Warga Muslimat NU Ciptakan 4 Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Dorong Warga Muslimat NU Ciptakan 4 Hal Ini

Selama dua hari kunjungan ke Provinsi Jawa Barat, Ahad-Senin (30/4 - 1/5) Khofifah yang juga Menteri Sosial tersebut berkunjung ke Pondok Pesantren Cipasung Kabupaten Tasikmalaya, Mesjid Agung Kota Tasikmalaya, dan Pendopo Bupati Kabupaten Ciamis. Khofifah sedianya menghadiri perayaan Hari Lahir Muslimat NU ke 71.?

Di hadapan ribuan warga Muslimat NU, Khofifah meminta ibu-ibu Muslimat senantiasa munajatkan doa untuk bangsa agar terwujud empat hal yaitu suasana damai, harmoni, tenang dan aman.?

"Mari kita ciptakan kedamaian, persaudaraan, persatuan dan ketenangan, bagi bangsa kita ," ungkapnya.?

Menurut Khofifah, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut adalah dengan memperbanyak kegiatan di masjid. Tujuannya, untuk memakmurkan dan menjaga kesucian masjid sebagai tempat beribadah yang mempersatukan ummat agar beribadah lebih khusyuk. Bukan menjadikan masjid sebagai tempat menebar pesan permusuhan dan kebencian terhadap umat manusia lain.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khofifah mengatakan, menjaga NKRI adalah kewajiban setiap warga negara yang harus dimulai dengan komitmen yang kuat, pikiran yang teguh dan tindakan nyata.?

“Sebagai umat Islam kita harus sadar bahwa beribadah tidak akan tenang kalau negara kita tidak aman. Ini patut menjadi refleksi bersama,” kata dia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam acara tersebut, Khofifah mengutip Al-Quran Surat Al Anfaal ayat 9 yang menerangkan bahwa hendaknya manusia senantiasa bermunajat kepada Allah SWT, meminta pertolongan dalam menghadapi berbagai ancaman yang bisa menganggu keutuhan negara.

"Agar Allah menurunkan para malaikat Nya guna membantu Indonesia agar negeri ini aman, tenang dan damai dan keutuhan NKRI terjaga," ujarnya.?

Khofifah menambahkan, perbedaan yang ada ditengah-tengah umat hendaknya dimaknai sebagai rahmat dan anugerah. Menyikapinya, bukan dengan cara memusuhi, namun dengan mengedepankan sikap toleransi dan saling menasehati.

"Bagi saya toleransi ini adalah keniscayaan, yang mana di dalamnya ada kesediaan diri dan kemampuan untuk memahami perbedaan sekaligus menghargai perbedaan tersebut," imbuhnya.?

Zakat instrumen atasi kemiskinan

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyampaikan peranan zakat sebagai salah satu sumber dana potensial yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Jika kita ambil 2,5 persen saja, tentunya sudah mendapat nilai yang besar, belum lagi potensi wakaf," paparnya.?

"Berdasarkan perhitungan Baznas, ada potensi hingga Rp 217 Triliun yang bersumber dari zakat yang jika dita ati oleh muzakki ( pembayar zakat) dan dikelola dengan baik bisa ikut memaksimalkan program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat " tambah khofifah.?

Diungkapkan Khofifah, potensi tersebut menjadi "kecil" karena tidak sedikit umat Islam yang mengesampingkan kewajiban berzakat dibandingkan dengan empat rukun Islam lainnya. Karena itu, masih perlu berbagai upaya untuk mengajak umat islam berzakat, mengingat bulan romadlon sudah dekat dan pada umumnya umat Islam mengeluarkan zakat pada bulan Romadlon.

Karena itu dia berharap, Muslimat NU bisa mengambil peran dalam ikut menggenjot potensi penerimaan zakat. Tidak mudah memang, namun dirinya optismtis hal tersebut bisa dilakukan mengingat Muslimat NU memilki banyak anggota yang tersebar di seluruh Indonesia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Kyai, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 01 November 2017

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal

Oleh Muhammah Jauhari Sofi

Perkembangan dunia pesantren dalam merespon tantangan multi-dimensional di era globalisasi berlangsung begitu cepat dan mudah diamati, terutama setelah era reformasi. Beberapa pesantren masih mempertahankan tradisi salafi dan di saat yang sama membentuk unit-unit pendidikan formal baru, seperti Madrasah Ibtidaiyyah (SD), Madrasah Tsanawiyyah (SMP) dan Madrasah Aliyah (SMA).

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)
Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal (Sumber Gambar : Nu Online)

Hubungan Simbiosis Pesantren dan Sekolah Formal

Unit-unit pendidikan baru tersebut menyajikan perpaduan antara pengkajian kitab-kitab salaf dan materi pelajaran umum (modern). Pengembangan ini dimaksudkan agar para lulusan pesantren salaf dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dan berkualitas serta mampu bersaing secara kompetitif dalam intelektualisme pada bidang-bidang studi umum.

Meski demikian, sekolah formal di lingkungan pesantren ini tetap dilaksanakan tanpa meninggalkan aspek-aspek positif sistem pendidikan Islam salafi sebagai ciri khas pesantren (Dhofier: 1982). Pendidikan formal di sekolah dan nilai-nilai kepesantrenan berfungsi saling melapisi dalam membentuk kepribadian para siswa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tuntutan untuk memadukan antara yang salafi (tradisional) dan yang khalafi (modern) secara otomatis akan membawa tantangan tersendiri bagi dunia pesantren. Beberapa faktor seperti perkembangan sains-teknologi, penyebaran arus informasi serta perjumpaan budaya baru dapat menggiring kecenderungan masyarakat akademik di sekolah, termasuk para santri di dalamnya, untuk berfikir rasional dan inklusif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Civitas akademika di sekolah formal akan dihadapkan pada pilihan-pilihan baru yang menarik dan cukup menggoda untuk diikuti. Terlebih lagi, pilihan-pilihan baru tersebut seringkali dikemas dengan istilah yang mengandung nuansa propaganda yang meskipun dalam taraf tertentu masih bisa dibenarkan, seperti efisiensi, kemajuan, pencerahan, pembaharuan, dan sebagainya.

Pelan tapi pasti, hal ini bisa berdampak pada perubahan-perubahan yang menyangkut pola pikir dan pola hidup para santri yang mengikuti pendidikan di sekolah formal. Para santri ini secara perlahan akan bersikap progresif dan pragmatis sebagai respons atas tuntutan zaman. Gejala ini mesti direspon dengan baik oleh pihak sekolah.



Pendampingan di Sekolah


Perjumpaan aspek salafi dengan khalafi sebagaimana dijelaskan di atas perlu mendapatkan pendampingan yang baik dari pihak sekolah. Kebutuhan untuk mengikuti perkembangan zaman melalui ilmu-ilmu umum dan di saat yang sama menjaga identitas kepesantrenan juga perlu mendapatkan perhatian yang proporsional.

Bagi sekolah formal, keberadaan pesantren dapat menjadi nilai lebih dalam rangka menawarkan alternatif model pendidikan yang sesuai kebutuhan zaman. Hal ini karena ukuran yang digunakan masyarakat dalam menilai lembaga pendidikan saat ini tidak lagi terpaku hanya pada keberhasilan dalam ilmu-ilmu umum atau modern, tetapi juga pada aspek moral dan spiritual.

Komitmen untuk menyertakan ciri khas pesantren dalam proses pembelajaran di sekolah akan turut menambah harga tawar sekolah di tengah masyarakat. Dalam hal ini, sekolah membekali para siswa agar lebih siap menghadapi dan mengantisipasi tantangan global yang beragam. Oleh karenanya, sekolah perlu merawat identitas kepesantrenan di lingkungannya.

Identitas ini dapat ditunjukkan dengan cara, misalnya, memasukkan kajian kitab kuning ke dalam mata pelajaran di sekolah. Tentu materi kitab yang dipilih harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. Kitab kuning seperti Ta’lim Muta’allim (akhlak) dan Fathul Qarib (fiqih) dapat digunakan sebagai preferensi, disamping kitab lain sesuai kesepakatan pengelola sekolah.

Selanjutnya, nilai-nilai kepesantrenan seperti sopan santun, kebersahajaan, kemandirian, kedisiplinan, dan istiqomah juga perlu ditonjolkan dalam keseharian di lingkungan sekolah. Sebagaimana maklum, nilai-nilai luhur tersebut terlihat jelas dalam denyut nadi aktivitas sehari-hari para santri.

Kehadiran nuansa pesantren di lingkungan sekolah ini dapat ditemukan, misalnya, di Madrasah Aliyah (MA) Fathul Huda yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Demak. Tidak hanya kajian kitab kuning, sekolah ini juga menyelenggarakan kegiatan lain berciri pesantren, seperti tadarrus harian, khataman al-Quran dan istighotsah secara berkala oleh semua warga sekolah.

Keberhasilan sekolah formal dalam memadukan modernitas pendidikan dengan tradisi pesantren akan dapat memperkuat pembangunan peradaban Indonesia modern yang berakhlakul karimah. Melalui sekolah formal, tradisi pesantren yang pernah menjadi ujung tombak pembangunan peradaban Melayu Nusantara kini perlu tampil lagi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa sekarang dan mendatang.

Akhirnya, sekolah formal berbasis pesantren harus juga berani meneguhkan kembali maqolah khas dunia pesantren dengan format baru: al-akhdzu bil Jadidil ashlah wal muhafadhah ‘ala al-qadim ash-shalih, yaitu mengadopsi budaya baru yang terbaik atau memberi kemaslahatan dengan tetap menjaga tradisi lama yang luhur.

* Penulis adalah alumnus Pesantren Fathul Huda, Karanggawang Demak



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Hikmah, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 29 Oktober 2017

Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Yayasan Masjid Jami Kodama akan mengadakan Latihan Kader Dakwah (LKD) Yayasan Kodama 2014 pada tanggal 20-21 Desember 2014 di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Pendaftaran kegiatan bertema "Menyongsong Globalisasi melalui dakwah komprehensif-transformatif" tersebut di mulai pada tanggal 1-17 desember 2014 di Sekretariat Yayasan Kodama, Jln. K.H. Ali Maksum No.04, Krapyak Kulon, Yogyakarta. Pendaftar diminta biaya registrasi Rp 20.000,-

Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i

Menurut salah seorang panitia LKD, Hafidz Amru Ghozali, pemateri kegiatan tersebut adalah Mukhtar Salim, (sekretaris Syuriah PWNU DIY), Drs. H. A. Zuhdi Muhdlor (Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta, Syuriah PWNU DIY), Beny Susanto (Ketua LSM Yogyakarta), Wahyudin Anggoro (Lurah Desa Panggung Harjo).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Latihan Kader dakwah ini di laksanakan rutin setiap satu tahun sekali oleh Yayasan Kodama. Kegiatan ini bertujuan melatih santri-santri muda agar bisa memanfaatkan globalisasi dengan baik, bukan malah terjerumus dalam globalisasi," katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk informasi lebih lanjut, kata dia, bisa menghubungi Muhammad Zaky (085643023403) atau Zida Nusrotina (085729097238).

"Fasilitas yang akan didapatkan oleh peserta adalah makan, transportasi, penginapan, dan modul pelatihan selama acara," pungkasnya. (Ahmad syaefudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Hikmah, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 28 Oktober 2017

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Situbondo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Setelah bersaing ketat dengan 142 Film Indie terpilih dari seluruh Nusantara, akhirnya film karya Andi Ahmad Miskil Khitam dinobatkan sebagai film terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 di Bandung, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dengan tema "Nurani Bangsaku: Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik”.

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Akil , sapaan akrab Andi Ahmad Miskil Khitam, yang merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, mengalahkan finalis lain dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Malang, Bengkulu, dan kota lainnya.?

“Saya tidak menyangka karya wong ndeso asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” kata Akil.

Film yang berjudul “Jika Salah Karena Aku Berbeda" itu diumumkan sebagai film terfavorit dalam Malam Penghargaan Moviestival 2016 pada 27 Oktober 2016 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda Nomor 30, Bandung. Sebagian cerita dalam film ini diangkat dari kisah nyata.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Video ini, jelasnya, mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan. “Karena setiap orang terlahir unik dan berbeda. Maka jadikanlah perbedaan itu indah, dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan," lanjut Akil.

Akil yang merupakan tim Internet Cerdas Indonesia sebelumnya juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya. Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia.?

Rahmat Saputra, pendiri Internet Cerdas Indonesia, mengatakan, prestasi ini tentu sangat membanggakan Situbondo. Karena, menurutnya, walaupun pemuda desa, Akil mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satunya berkat teknologi internet, di mana kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Prestasi ini juga membanggakan dunia pesantren, apalagi kita baru saja memperingati hari santri 22 Oktober lalu.?

“Saat ini, pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh agama, tapi juga seniman besar. Ini seperti cita-cita KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Sukorejo dan mediator berdirinya organisasi NU: ‘Saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqaha, seniman, negarawan dan waliyullah’. Cita-cita itu mungkin telah terwujud sekarang. Ada banyak nama-nama seniman besar yang ada di Situbondo seperti Bapak Syamsul A Hasan, Bapak Zainul Walid, Ahmad Sufiatur Rahman, Muhammad Nur Taufiq, dan lain-lain,” ujarnya. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di samping film “Jika Salah Karena Aku Berbeda", banyak karya lainnya yang bisa dilihat di chanel Youtube Mr Akil Angelo. Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Ulama, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 23 Oktober 2017

Nasihat Kiai Said untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, seorang pemimpin seharusnya bisa memberikan perlindungan kepada masyarakatnya yang baik, baik yang muslim ataupun yang nonmuslim.

Nasihat Kiai Said untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasihat Kiai Said untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasihat Kiai Said untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

“Yang penting bukan penjahat,” kata Kiai Said kepada Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan saat memberikan ceramah dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari, Sabtu (21/10) malam.

Selain itu, seorang pemimpin juga harus memberikan kecukupan sandang, pangan, dan papan kepada masyarakatnya. 

Menurut Kiai Said, menjadi Gubernur DKI Jakarta adalah mengambil warisannya Sunan Gunung Jati atau Maulana Syarif Hidayatullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dulu, Sunan Gunung Jati datang dari Samudera Pasai dan datang ke Deman Bintoro. Lalu kemudian ia dinikahkan dengan anaknya Raden Fatah, Raja Demak. 

“Ia (Sunan Gunung Jati) ditugaskan ke Jawa bagian barat untuk menyebarkan ajaran Islam,” ujar Kiai Said.

Sunan Gunung Jati sampai di Banten dan berhasil menaklukannya hingga kemudian mayoritas masyarakat Banten menjadi muslim. Lalu, ia pergi ke timur Banten dan sampai di suatu tempat yang banyak dihuni dedemitnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sunan Gunung Jati membabat wilayah tersebut dan memberikan nama Jayakarta. Setelah berhasil menaklukkan Banten dan Jayakarta, Sunan Gunung Jati melanjutkan perjalannya hingga ke Banten.

“Banten diserahkan kepada Pangeran Hasanuddin dan Jayakarta diberikan kepada Pangeran Jayajarta,” cerita Kiai Said.

Maka dari itu, Kiai Said menegaskan bahwa menjadi Gubernyr DKI Jakarta adalah mewarisi Sunan Gunung Jati. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 13 Oktober 2017

Syech Muhammad At-Tijani: Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat

Bogor, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Syech Muhammad Al-Habib At-Tijani, cucu ke-3 dari mursyid besar thariqah Tijaniyah, Syekh Tijani, dari Al-Jazair dalam taushiyahnya berpesan kepada warga Nahdliyin agar bisa memberikan contoh dan teladan yang baik di tengah masyarakat.

Syech Muhammad At-Tijani: Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Syech Muhammad At-Tijani: Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Syech Muhammad At-Tijani: Jadilah Teladan di Tengah Masyarakat

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Istighotsah Kubro yang diselenggarakan oleh PCNU Kabupaten Bogor dalam rangka Harlah ke-87 NU dan Iedul Khotmi Jamaah Thariqoh Mu’tabaroh Tijaniah An-Nahdliyah di lapangan Tegar Beriman Pemda Bogor, Ahad (3/2).

Syekh Muhammad At-Tijani mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW diturunkan ke dunia sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi alam semesta.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Maka saya berpesan kepada para muqoddam dan para ikhwan Tijani untuk memberikan suri tauladan yang baik di masyarakat sebagaimana Rasulullah contohkan,” pesannya.

Sementara itu Prof Sayid Muhammad Tijani bin Umar dari Maroko, pada kesempatan kedua mengatakan, dirinya merasa berbahagia dapat singgah di Kabupaten Bogor dan berbicara pada ribuan warga Nahdliyin. Menurutnya ini adalah acara Iedul Khotmi terbesar di Indonesia selama ia ikuti selama ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Istighotsah Kubro itu itu merupakan puncak acara Harlah ke-87 NU yang dirangkai dengan Iedul Khotmi dari Jamaah Thariqah Tijaniah, salah satu thariqah muktabarah di bawah naungan Jamiyyah Ahlilth Thariqah Al-Muktabarah An-Nahdliyah atau perkumpulan tarekat-tarekat NU.

Dalam sambutanya, Bupati Bogor Rachmat Yasin mengatakan, thariqah merupakan Ruh NU. Maka NU mempunyai kewajiban menjaga dan melestarikan ajaran Thariqah. Salah satunya Tijaniyah.

Dalam kesempatan itu, Bupati meminta NU memperlakukan semua Thariqah yang Muktabaroh dengan adil dan bijaksana.

Katib Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil mengatakan, thariqah merupakan jalan yang dipilih oleh Nahdliyin dalam mengikuti ajaran para ulama salafus shalih dan ini dapat membentengi umat Islam dari pengaruh ajaran-ajaran yang menyesatkan saat ini

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhsan Ustadzi

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 24 September 2017

Sukseskan Pilpres, Umat Islam NTT Diminta Jaga Persatuan

Kupang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Majelis Ulama Indonesia Nusa Tenggara Timur mengimbau seluruh umat Islam dari pelbagai kelompok di NTT untuk menciptakan suasana bersahabat dan bersaudara. Meskipun memiliki dukungan capres-cawapres berbeda, hubungan bertetangga dan ikatan bersaudara merupakan unsur mutlak yang mesti dipelihara.

Demikian dikatakan Ketua MUI NTT Abdul Kadir Makari dalam acara buka puasa bersama di masjid raya Nurus Sa’adah, Kupang, Ahad (6/7) petang.

Sukseskan Pilpres, Umat Islam NTT Diminta Jaga Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Pilpres, Umat Islam NTT Diminta Jaga Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Pilpres, Umat Islam NTT Diminta Jaga Persatuan

Tampak hadir dalam pertemuan ini sejumlah organisasi antara lain imam masjid se-Kota Kupang, Majelis Ta’lim Kota Kupang, Remaja Masjid Kota Kupang, GP Ansor, PMII, HMI, KAMMI, IMM, GPI NTT, OKP mahasiswa dan pelajar, cendikiawan muslim, serta anggota DPRD muslim yang terpilih pada Pilleg lalu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Pilpres tinggal beberapa hari lagi. Umat Islam jangan sampai renggang akibat berbeda pilihan politik. Kita boleh berbeda tetapi tetap bersatu dalam ukhuwah islamiyah. Hak kita masing-masing untuk menentukan pilihan politik. Saya berharap jangan sampai mencederai kebersamaan dan saling fitnah di antara kita,” kata Kadir dalam sambutannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Ustadz Sanu Bajuri dalam taushiahnya mengatakan, Islam lahir itu karena kebersamaan demi menjaga solidaritas untuk melahirkan kekuatan umat. “Tidak akan mungkin pemimpin memiliki kekuatan jika tidak didukung solidaritas dari umat,” tegasnya.

Karenanya, ? Bajuri berharap umat Islam tetap menjaga solidaritas. “Walaupun berbeda dalam pandangan politik, tetapi tujuan kita sama,” tandas Bajuri. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Kajian, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 30 Agustus 2017

Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi

Waykanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Waykanan, Lampung memperingati Hari Ibu ke 87 di SMPN 4 Baradatu, Rabu (16/12). Sejumlah lomba dihelat pada peringatan tersebut, di antaranya kolase ibu dan anak.

Widyo Kuncoro yang hadir pada kegiatan itu mengatakan, kolase ibu dan anak adalah lomba kolaborasi melekatkan gambar antara ibu dan anak untuk kategori PAUD dan TK. “Diikuti sekitar 60 peserta ibu dan anak," ujarnya.

Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Ibu, Fatayat Waykanan Gelar Lomba Kolase dan Puisi

Wakil Ketua GP Ansor Waykanan ini menambahkan, lomba lain dalam peringatan tersebut adalah baca puisi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 30 pelajar sekolah dasar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Hari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya. Di Indonesia hari ini dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Bahtsul Masail, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 24 Agustus 2017

Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menggelar seminar Waspada Diabetes; Dampak pada Tubuh dan Gigi di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta, Jumat (28/4) pagi. Pada pertemuan ini sejumlah narasumber menjelaskan bagaimana dampak diabetes pada kesehatan anggota tubuh lainnya.

Sekretaris LKNU Citra Fitri Agustina (dokter Civi) mengatakan, seminar tersebut selain sebagai ajang silaturahim dalam menyambut bulan Ramadhan mendatang, juga sebagai sarana untuk belajar bersama tentang penyakit diabetes mellitus yang ternyata berdampak pada anggota tubuh, termasuk gigi.

Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Diabetes pada Kesehatan Gigi

“LKNU sebagai bagian dari ormas NU memiliki tanggung jawab untuk mengenalkan upaya kesehatan, penanganan dan pencegahan penyakit kepada masyarakat luas,” kata dokter Civi.

Ia menambahkan, LKNU bekerja sama dengan berbagai pihak telah dan terus mengampanyekan gerakan kesehatan termasuk penanganan dan pencegahan diabetes mellitus ke beberapa propinsi di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Yeny Yuliani dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Jakarta Pusat mengatakan, penanganan gigi saat ini menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) atau program pembangunan berkelanjutan. Dalam SDGs,  persoalan gigi termasuk penyakit kronis sistemik seperti penyakit lainnya yang harus ditangani secara serius.

“Ada persoalan kesehatan mulut yang kita harus tahu. Apalagi update saat ini kesehatan mulut juga masuk dalam cover BPJS. Jadi dokter juga harus bertambah kompetensinya dalam penangan penyakit sistemik,” kata Yeny.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Deteksi dini, menurut Yeny, harus dilakukan, apakah seseorang memiliki potensi diabetes yang berpengaruh pada kesehatan gigi. Ia menyayangkan tren di masyarakat yang menandakan naiknya jumlah kasus kesehatan gigi.

“Seakan masyarakat merasa nggak apa-apa kalau sakit gigi dan diabetes karena di-cover BPJS. Padahal penanganan diabetes di rumah sakit termasuk menggerogoti rumah sakit dan pemerintah. Bayangkan kalau sekali cuci darah saja menghabiskan biaya dua juta,” tambahnya.

Ia berharap para dokter, karena  menentukan keberlangsungan hidup pasien, dapat banyak berperan sehingga persoalan diabetes dan gigi bisa dikendalikan. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Pendidikan, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 21 Mei 2017

Tingkatkan Kesejahteraan, Fatayat Garut Ngaji Investasi

Garut, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham 



Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Garut menggelar Ngaji Investasi di aula LP Maarif NU Garut Jl. Pembangunan No. 58 Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu, (13/12).

Tingkatkan Kesejahteraan, Fatayat Garut Ngaji Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kesejahteraan, Fatayat Garut Ngaji Investasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kesejahteraan, Fatayat Garut Ngaji Investasi

Ketua PC Fatayat Garut Hilma Mimar mengatakan, banyak orang atau lembaga yang menawarkan jasa investasi, tapi ternyata malah habis oleh pengelola atau orang yang menawarkan jasa tersebut. 

“Sehingga kami terketuk untuk memberikan solusi bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu muda yang memiliki harta lebih tersimpan agar diberdayakan menjadi produktif,” katanya.

Fatayat Garut menggelar Ngaji Investasi bagi para pengurus dan anggota Fatayat agar mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. 

"kita tidak bisa memberi uang, namun kita mencoba untuk memberi peluang agar semua kader berdaya dan bisa sejahtera," tuturnya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Pimpinan Pusat Fatayat NU Bidang Ekonomi Erni Sugiyanti mengatakan, untuk mencapai tujuan bidang ekonomi, Pimpinan Pusat berusaha untuk menggenjot perekonomian pengurus dan anggota dengan menggandeng Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dengan demikian, lanjutnya, kader Fatayat lebih mudah untuk menginvestasikan uangnya agar lebih produktif ketimbang ditabungkan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hadir pada kesempatan itu, Koordinator Bidang Ekonomi PP Fatayat Hijrotul Magfiroh, narasumber dari Bursa Efek indonesia, narasumber dari Index Premier, serta kader Fatayat se-Kabupaten Garut. (Muhammad Salim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock