Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ratusan pelajar dan santri di Lasem kabupaten Rembang mengadakan apel akbar di halaman SMK NU Lasem, Ahad (27/9) pagi. Mereka menyatakan keberatan atas rencana kebijakan Gubernur Jateng terkait pemberlakuan sekolah 5 hari dalam sepekan. Mereka menilai rencana kebijakan itu akan menganggu aktivitas belajar diniyah para pelajar di sore hari.

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Salah seorang anggota komisi II DPR RI Arwani Thomafi yang mendampingi aksi pelajar-santri Lasem ini meminta Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang kebijakan pemberlakuan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan ini merugikan aktivitas belajar informal yaitu di madrasah diniyah (madin) yang notabene masuk pada sore hari.

"Mungkin maksud Gubernur itu baik. Tetapi rencana kebijakan itu masih harus dikaji ulang. Karena tidak semua daerah itu sama. Kebijakan yang akan dijalankan sangat mengganggu kegiatan belajar informal di madarasah diniyah. Padahal semua madin itu masuk pada sore hari.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pria yang akrap disapa Gus Aang menyebut banyak dampak yang ditimbulkan atas kebijakan Gubernur. Menurutnya, ritme pembelajaran tidak lagi kondusif karena siswa dipaksa menerima pelajaran sampai sore. Padahal, setelah lewat siang hari, para siswa dipastikan kelelahan.

"Jika kebijakan Gubernur dipaksakan untuk dijalankan, maka akan mengganggu proses pembelajaran, kemungkinan berdampak tidak kondusif,” kata Gus Aang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Sunnah, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tak setuju jika pelaksanaan syariat Islam harus diikuti dengan pendirian negara Islam. Menurutnya, syariat Islam memang harus dilaksanakan, tapi tak perlu ada negara Islam.

“Syariat Islam itu diadakan untuk dilaksanakan. Tapi melaksanakan syariat itu tidak harus dengan adanya negara Islam. Ini bedanya,” tegas Gus Dur sebagaimana dilansir www.gusdur.net.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, pendapat tersebut pernah ia kemukakan juga suatu saat dirinya ditanya oleh aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), soal kewajiban melaksanakan syariat Islam.

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam

“Saya itu setiap hari bersyariat. Saya nggak pernah meninggalkan syariat. Tapi saya tidak pernah menjadi orang seperti mereka itu (menginginkan negara Islam, Red),” tambah Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Formalisasi syariat Islam ini juga masih diperjuangkan oleh partai berasas Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kekhawatiran itu, kata Gus Dur membuat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran untuk organisasi otonomnya, supaya tidak menjalin kerja sama dengan PKS.

“PP Muhammadiyah merasa, PKS itu tidak berjuang untuk kepentingan bersama sebagai bangsa, tapi hanya untuk kepentingan yang lebih sempit. Itu alasannya! Itu bagus sekali,” kata Gus Dur menanggapi terbitnya Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dikatakan Gus Dur, sejak awal NU dan Muhammadiyah adalah tulang punggung nasionalisme. “Maka, adanya surat edaran PP Muhammadiyah itu menjadi sangat penting sekali,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Dur menilai sikap nasionalisme inilah yang membedakan PKS dengan NU maupun Muhammadiyah. “Saya pernah ketemu almarhum Syeikh Abdul Aziz bin Baz. Menurut dia, kalau bukan negara Islam, ya bukan negara. Kalau itu yang diusung PKS, terus terang saja NU juga keberatan,” tandasnya.

Mengapa? Gus Dur menjelaskan karena pada Muktamar ke-9 di Banjarmasin tahun 1935, NU sudah menyatakan, untuk melaksanakan syariat Islam, itu tidak wajib adanya negara Islam. “Kalau mbalik (kembali) lagi nuruti (mengikuti) PKS, ya kita akan rugi,” imbuhnya.

Bukan Musuh

Pada saat sama, Gus Dur menyatakan kegembiraannya, karena kemampun organisasi Islam moderat kini kian baik dan disegani. “Kemampuan organisasi moderat Islam semakin baik, hingga mereka bisa mengatasi kaum garis keras,” ujarnya.

Namun demikian Gus Dur mengingatkan, bahwa massa garis keras itu bukanlah musuh, melainkan saudara. “Kita dudukkan masalahnya dulu. Yang kita tentang itu tindakan kekerasan itu, bukan orangnya,” pesannya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Masud menengarai adanya kerancuangn pemahaman pada sebagian masyarakat, termasuk peserta didik di sekolah dan madrasah, terhadap istilah terorisme dan jihad. Untuk itu, Rahman berharap para guru pendidikan agama mampu memberikan pemahaman yang benar tentang kedua istilah tersebut kepada para peserta didiknya.

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme

Hal ini disampaikan Rahman saat memberikan sambutan pada Workshop “Model Pembelajaran Agama untuk Menjawab Perkembangan Terorisme atau Radikalisme di Kalangan Anak Usia Dini dan Remaja” di Gedung Hall B7 Universitas Malang, Sabtu (14/11). Workshop ini digagas oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag bekerjasama dengan Universitas Malang seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.?

Di hadapan ? 150 ? peserta yang terdiri dari guru SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA se ? Kota Malang, Abd. Rahman mengatakan bahwa secara konseptual, ada perbedaan signifikan antara terorisme dengan jihad karena keduanya memiliki misi dan ideologi yang berbeda.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Terorisme bersifat destruktif dan berdampak sosiologis-psikologis terhadap sasaran aksi teror, sedangkan jihad, jika dimaknai dalam pengertian “peperangan fisik”, memiliki kode etik,” terang Rahman.

Kode etik yang dimaksud, lanjut Rahman, antara lain kooperatif dan meminimalisasi efek terhadap warga sipil dan konsern pada kerusakan lingkungan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Para pendidik, guru dan dosen, dalam proses pembelajaran agama di sekolah dan kampus, dapat menjelaskan kepada peserta didik soal perbedaan ini,” katanya.?

Selain itu, hal penting yang perlu dipahami generasi bangsa Indonesia adalah varian makna kata jihad.?

“Anak usia dini dan remaja harus dipahamkan, bahwa jihad yang merupakan ajaran suci dalam agama Islam, maknanya bukan hanya berperang mengangkat senjata melainkan juga termasuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Juga berbakti kepada orang tua secara baik,” tuturnya.

Termasuk yang harus dipahamkan juga terkait pengertian “radikalisme”. Menurut Rahman, radikal dalam beragama, dalam arti meyakini dan memahami agama kita secara mendalam, justeru adalah keharusan. Namun radikalisme agama dalam makna penggunaan kekerasan untuk suatu motif agama, dan ini sering dilekatkan ke Islam, harus ditolak. ? ?

Pemahaman seperti ini penting, menurut Rahman, karena Indonesia adalah negara yang majemuk. Penduduk Indonesia lebih dari 250 juta, meliputi 300 suku bangsa yang memiliki 750-an bahasa daerah, yang menghuni di lebih dari 17.000 pulau yang membentang dari Sabang di belahan Barat hingga Papua di belahan Timur. Selain itu, terdapat 6 agama ? utama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk, yaitu: Islam (87,21%), Kristen (6,9%), Katholik (2,91%), Hindu (1,69%), Buddha (0,72%), dan Khonghucu (0,05%), serta ratusan kepercayaan lokal (local faith) yang dianut masyarakat Indonesia

“Kesadaran kemajemukan atau kesadaran pluralisme, multikulturalisme menjadi suatu prakondisi yang harus dibangun, dicipta dan diperkokoh keberadaannya,” kata Rahman.?

Dalam kaitan ini, Rahman berharap Perguruan Tinggi Agama seperti Unisma Malang dapat memerankan tugas tridharma-nya secara lebih optimal. Melalui fungsi edukasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kampus dapat memberikan pengayaan wawasan peserta didik tentang hidup bernegara dan beragama secara integral. Dengan fungsi riset, kampus dapat mengkaji secara akademis berbagai dinamika kehidupan keagamaan masyarakat dan menyampaikan hasil dan simpulannya kepada para pengambil kebijakan.?

“Kajian soal radikalisme, terorisme, atau bahkan ISIS, belum banyak dilakukan dan dikontribusikan hasilnya,” ujarnya.?

Sedangkan melalui fungsi pengabdian masyarakat, Rahman berharap kampus dapat turut serta membiakkan budaya damai dalam masyarakat, memberdayakan potensi dan kapasitas umat, serta menyumbangkan ilmu dan wawasan untuk pembentukan masyarakat yang inklusif, moderat, dan damai. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Tegal, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Tegal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. SMP NU Sunan Kalijaga Adiwerna Kabupaten Tegal berupaya memuluskan jalan bagi anak-anak SD dan MI dalam menghadapi Ujian Nasional ? 2017. Ikhtiar yang digelar berupa Try Out UN SD/MI yang diperuntukan bagi siswa di wilayah Tegal dan Brebes.

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Diharapkan, mereka yang mengikuti try out bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik, jujur dan mendapatkan nilai yang memuaskan. “Kami ingin membantu para siswa SD/MI dalam menghadapi UN 16-18 Mei mendatang,” ujar Kepala SMP NU Sunan Kalijagah Ripai, di sela kegiatan Rabu (23/3).

Try out, lanjutnya, bertujuan melatih para siswa dalam menghadapi ujian agar siap menteri sekaligus mental. Latihan ini sangat membantu sekolah karena bisa mengukur kesiapan para siswa itu sendiri dalam menghadapi UASBN 2017. “Ada 533 siswa yang berasal dari 35 SD dan MI di Kabupaten Tegal dan Brebes,” ujar nya.

Sudah seharusnya para siswa, orang tua, dan guru serta sekolah terkait kemampuan dan kualitas calon peserta ujian dalam menjawab soal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Panitia M Budi Santoso menjelaskan, Try out bagi SD/MI sudah digelar oleh SMP NU Sunan Kalijaga sejak 2013. Pada intinya, untuk mendukung program wajib belajar Sembilan tahun. Selain itu, juga untuk memperkenalkan sekolah NU dikalangan siswa SD dan MI.

Try out 2017 dibuka Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Adiwerna Tegal Wahidin Karirim. Dalam sambutannya, Wahidin menyambut baik kegiatan try out bagi siswa kelas VI SD/MI. “Kesiapan yang mendalam para siswa, akan menentukan keberhasilan siswa para saat ujian mendatang,” ujarnya.

Usai mengerjakan try out, mereka mendapatkan hiburan berupa pagelaran ekstrakurikuler seperti pentas pencak silat Pagar Nusa, marching band, hadrah dan lain lain. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 11 Januari 2018

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI

Cirebon,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Herindra turut hadir pada pertemuan tokoh agama dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Kota Cirebon, Subang, dan Karawang di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat. Mereka membahas radikalisme agama yang kian berkembang di Jawa Barat.

Herindra menganggap, paham radikalisme di Jawa Barat bisa mengancaman stabilitas keamanan. Oleh karena itu, ia meminta kepada kiai dan santri, membantu menangkal paham tersebut. “Kalau saya kan bukan ahlinya. Jadi, saya minta kepada para kiai dan santri, untuk membantu kami menangkal paham-paham tersebut,” ujar Herindra pada pertemuan Selasa (18/10) itu.

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI

Menurut pria yang baru menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi tersebut, silaturrahim ini merupakan salah satu penguat hubungan TNI dan tokoh agama di Jawa Barat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan sinergitas yang dilakukan para tokoh agama dan TNI, menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondusivitas di Jawa Barat. “Kita jangan lengah. Karena ancaman itu akan selalu ada,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, dikhawatirkan, paham-paham tersebut nantinya berkembang menjadi aksi terorisme. Sehingga, sudah seharusnya, paham-paham tersebut harus segera dieliminir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun meminta para kiai dan santri untuk menangkal paham radikalisme, namun TNI juga tidak akan tinggal diam. Jika nantinya orang yang bergabung dengan pahamradikalisme sudah melakukan ancaman keamanan, maka nanti TNI yang akan bertindak.

“Kalau berbicara masalah paham-paham, kiai ahlinya. Tapi kalau sudah menebar ancaman apalagi menggunakan senjata, nanti TNI yang akan turun tangan,” pungkasnya. (Rofahan-Arief/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 08 Januari 2018

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis

Oleh Muhammad Najih Arromadloni

--Bencana yang tidak henti-hentinya merundung Indonesia dalam beberapa dasarwarsa terakhir telah menelan banyak korban jiwa, harta, dan sumber daya. Laporan UNEP, United Nations of Environmental Programe (Komisi PBB untuk pembangunan dan ligkungan hidup) memperkirakan kerugian Indonesia akibat bencana tsunami saja mencapai 675 juta dollar AS, atau setara dengan 6 triliun rupiah.

Tak hanya itu, kerusakan lingkungan juga menjadi gejala umum hampir seluruh kawasan di Indonesia. Kasus paling mutakhir adalah kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau yang tengah berlangsung hingga kini.

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis

Kebakaran hutan terjadi karena penggunaan api dalam pembukaan hutan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), pertanian, dan perkebunan. Kebakaran hutan juga disokong oleh adanya global warming dan kemarau yang ekstrim.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Degradasi dan deforestasi (kerusakan hutan) menjadi ancaman yang nyata di Indonesia. Selama periode 1997-2004 Indonesia kehilangan hutan seluas 4-7 kali luas lapangan bola per-menit atau setara dengan 2-3,8 juta hektar pertahun. Departemen Kehutanan merilis bahwa selama periode 2003-2006 laju pengrusakan hutan di Indonesia mencapai 1,17 hektar per-tahun, atau 2% dari total hutan asli Indonesia. Sementara The UN Food and Agriculture Organization mencatat angka deforestasi Indonesia periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar pertahun. 

Tidak mencengangkan jika Indonesia menjadi negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia, dalam rekam Guiness Book of The Record. Sedangkan gambut yang terbakar di Indonesia melepas emisi karbon lebih banyak ke atmosfir daripada yang dilepaskan Amerika Serikat dalam satu tahun. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu pencemar lingkungan terburuk di dunia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ironisnya, sebagian besar (99,9%) kebakaran tersebut adalah pembakaran yang dilakukan secara sengaja maupun lalai, baik oleh pelaku industri atau peladang, dan hanya 0,1% yang diakibatkan alam (petir atau larva gunung berapi).

Sejatinya, berbagai bencana yang melanda Indonesia, telah mendorong keterlibatan aktif ulama dan umat Islam, utamanya sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan pembicaraan mereka tidak hanya terbatas pada bencana di dalam negeri namun juga alam semesta secara umum. Di antaranya adalah “Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim” yang diikuti oleh para pemimpin dan ulama Muslim dari sekitar 20 negara di Istanbul, Turki, bulan Agustus lalu (17-18/8/2015) mereka sepakat tentang perlunya perhatian dan kepedulian bersama menghadapi masalah perubahan iklim.

Dalam deklarasi tersebut dihimbau kepada negara-negara muslim penghasil BBM fosil untuk berusaha serius melahirkan energi terbarukan menjelang pertengahan abad 21, dan menyatakan bahwa 1,6 miliar muslim turut memikul amanah menghadapi perubahan iklim. Deklarasi juga menyerukan negara-negara kaya untuk mengurangi konsumsi, sehingga kaum miskin dapat mengambil manfaat dari apa yang masih tersisa dari sumber alam yang terbarukan.

Sebelum adanya Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim, MUI telah menerbitkan fatwa yang secara spesifik memutuskan dan menetapkan bahwa pembakaran hutan dan lahan untuk kegiatan kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan lain-lain yang mengakibatkan kabut asap, kerusakan lingkungan serta mengganggu kehidupan manusia hukumnya haram. MUI juga telah mengeluarkan sejumlah fatwa terkait penyelamatan lingkungan hidup. Misalnya Fatwa MUI No 22/2011 tentang Pertambangan Ramah Lingkungan; Fatwa MUI No 47/2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Pencegahan Kerusakan Lingkungan; Fatwa No 4/2014 tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem. MUI Pusat bahkan sejak 2010 memiliki Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, hutan utamanya, juga telah lakukan oleh Indonesian Forest and Media Campaign (INFORM) dan Pusat Pengkajian Pemberdayaan dan Pendidikan Masyarakat (P4M) pada 9-12 Mei 2004. Forum yang mengusung tema “Menggagas Fiqh Lingkungan” tersebut telah merumuskan gagasan fiqh lingkungan dan mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani oleh lebih dari 30 ulama dari Jawa, Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Secara substansial fiqh lingkungan hidup berupaya menyadarkan manusia yang beriman supaya menginsyafi bahwa masalah lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab manusia yang beriman dan amanat yang diembannya untuk memelihara dan melindungi alam yang dikaruniakan Sang pencipta yang Maha pengasih dan penyayang sebagai hunian tempat manusia dalam menjalani hidup di bumi ini.

Sebagaimana dinyatakan oleh Harun Nasution (1992: 542), dalam al-Quran dijelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya. Dalam hal ini kekhalifahan sebagai tugas dari Allah untuk mengurus bumi harus dijalankan sesuai dengan kehendak penciptanya dan tujuan penciptaannya.

Bahaya kerusakan lingkungan semakin masif disadari dengan munculnya beberapa ulama NU dalam Halaqah (pertemuan) Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (GNKL PBNU). Program ini  memberikan tausiyah tentang Pelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup (NU Advice on Forest Protection and Environment) pada tanggal 20-23 Juli 2007 di Jakarta. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pencemaran lingkungan baik udara, air maupun tanah, akan menimbulkan dharar (kerusakan), hukumnya dinyatakan haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat).

Setelah mencermati fatwa para ulama dan upaya umat Islam di atas, pertanyaan yang timbul, kenapa hal tersebut nampaknya tidak efektif? Hal ini mengisyaratkan perlunya kesalehan ekologis guna menumbuhkan kesadaran kaum muslimin tentang perlunya penyelamatan lingkungan ekosistem sebagai upaya mengurangi akumulasi dampak perubahan iklim.

Esensi kesalehan ekologis, sebagaimana dinyatakan oleh Muhbib Abdul Wahab, adalah menjaga, melestarikan, mengelola, memperbaiki, dan mendayagunakan lingkungan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan hidup manusia, harmoni terhadap alam raya, sekaligus memberikan kenyamanan dalam beribadah dan mewujudkan masa depan yang lebih baik. Dengan memiliki kesalehan ekologis, diharapkan seorang muslim hendaknya semakin ramah dan harmoni terhadap lingkungan sekitarnya, serta menjadikan masalah lingkungan hidup inheren dalam kepribadiannya, karena mereka juga yang akan merasakan akibatnya jika tidak bersikap saleh terhadapnya.

Kesalehan ekologis hendaknya dijadikan sebagai sistem nilai yang senantiasa dipegang oleh masyarakat muslim baik dalam dimensi ekonomi dan pendidikan, adat istiadat atau budaya setempat, serta proses politik. Inilah salah satu amanah untuk setiap muslim ekologis.

Muhammad Najih Arromadloni, Relawan Kampus Nusantara BNPB, Wakil Ketua PC IPNU Kota Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 05 Januari 2018

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, KH. Sofiyan Hadi, berpesan agar usai Lebaran (Idul Fitri) ini, umat senantiasa menjaga empat hal, yakni tawadhu, qanaah, wara (wirai) dan yaqin.

KH. Sofiyan Hadi mengutarakan hal itu dalam tausiyahnya pada halal bi halal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus, Senin (3/7). Halal bi halal dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP.) UMK, Rektor, para Dekan, dosen dan karyawan.

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

“Ramadan telah telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,” ujarnya di depan ratusan pimpinan, dosen, karyawan dan staf akademik yang hadir.

Dalam halal bi halal yang dibuka oleh Rektor Dr. Suparnyo itu, Sofiyan Hadi mengemukakan, tawadhu atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. Maka jadilah orang yang rendah hati, apapaun jabatan yang Anda miliki, pesannya.

Hal lain, yaitu seorang Islam itu harus bisa menjadi orang yang qanaah (kaya hati). Lalu haru wara (wirai), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. “Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,” tambahnya.

Selain pesan-pesan itu, KH. Sofiyan Hadi mengingatkan agar senantiasa menghindari 4 M yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa alim. “Empat hal ini harus dihindari,” tuturnya. (Rosidi/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock