Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga semakin dimudahkan dengan peluncuran website resmi jaringan pesantren NU Jateng. Mereka bisa mengetahui seputar aktivitas atau program terkini Pengurus Wilayah Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jawa Tengah.

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Informasi RMI Jateng dapat diakses di http://rmi-jateng.org/. Pengelola situs RMI Jateng Zulfa Mukhamad Cholil mengatakan kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, website ini dibuat sebagai salah satu langkah pengembangan jaringan RMI Jateng.

“Baru sebulan kami buat, dengan sasaran masyarakat dan harapannya ke depan bisa masuk ke pesantren,” terang pengurus departemen media dan informasi RMI Jateng itu, Kamis (6/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfa menambahkan, website ini sekaligus mengawali program 1000 website gratis untuk pesantren yang digagas PPM Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk pengembangan website, pihaknya juga akan melibatkan pesantren-pesantren. “Sebagai langkah awal, rencana akan diadakan pelatihan jurnalistik ke pesantren,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Sidoarjo kota membagi-bagikan stiker bertuliskan pelajar putri Sidoarjo cerdas berlalu lintas sosok Kartini masa kini kepada pengendara di jalan raya Jenggolo Sidoarjo, Jumat (21/4). Aksi ini mereka gelar untuk memperingati Hari Kartini serta mengajak para pengendara agar tertib berlalu lintas.

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Ketua PAC IPPNU Sidoarjo Siti Firqo Najiyah mengatakan, melihat di sepanjang jalan banyak brosur save our student, mendukung pihak polisi agar para pelajar tetap berhati-hati dalam berkendara serta tertib berlalu lintas.

"Kita juga organisasi berbasis pelajar. Jadi, saling mendukung program kepolisian yang berbasis pelajar. Kita menyadarkan bahwa sosok Kartini di masa kini tidak harus memakai sanggul yang identik dengan Jawa. Tetapi kita sebagai perempuan juga bias eksis seperti laki-laki bias berekpresi namun tetap mematuhi aturan-aturan dan kaidah Islam," kata Firqo.

Selain membagi-bagikan stiker dan pin RA Kartini, IPPNU Sidoarjo juga membetangkan poster imbaun ukuran besar yang ditujukan bagi pengendara roda dua khususnya para perempuan baik pelajar maupun ibu-ibu swasta. Imbaun ini sengaja dibentangkan karena banyaknya jumlah pelanggar lalu lintas dari kalangan pelajar yang dinilai sangat parah.

Mengingat kecelakaan pelajar diawali dengan pelanggaran lalu lintas baik tidak memakai helm ? maupun tidak mempunyai kelangkapan surat yakni SIM. Dari itulah, IPPNU Sidoarjo membantu pihak kepolisian Sidoarjo dalam memberikan pemahaman bagi pengendara roda dua di jalan raya yang bertepatan dengan momen Hari Kartini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Humor Islam, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar diskusi tentang relasi media dan kekuasaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kader agar menjadi konsumen media yang kritis.

Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Pelajar Santri Berprestasi (PASTI) sekaligus Jurnalis Kominfo Jatim, Lukman Hakim yang diundang menjadi narasumber dalam kesempatan ini mengatakan, ada tiga hal yang harus dipahami untuk membedah relasi media dan kekuasaan, di antaranya posisi? pemerintah, pengusaha (kapital), dan media. Idealnya, tiga komponen tersebut saling menjalankan fungsinya secara optimal.

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

“Sayangnya, hari-hari ini mudah kita jumpai pengusaha memiliki media, kemudian masuk ke pemerintahan. Akhirnya yang terjadi konten yang disajikan bias dan cenderung mengarah pada kepentingan tertentu,” paparnya, Kamis (7/4), di Selasar Masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan, media seringkali disebut sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi. Melalui demokrasi, distribusi kekuasaan dengan mudah dapat dilakukan, baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Media, idealnya berperan sebagai sebuah alat kontrol sosial yang dapat mencegah munculnya monopoli kekuasaan oleh pihak tertentu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagai mahasiswa, Lukman yang juga pengurus PW IPNU Jatim ini mengajak IPNU-IPPNU untuk tidak mudah terpengaruh oleh terpaan media. Sebaliknya, memahami isu yang dikembangkan media harus proporsional. Membiasakan diri untuk melakukan check and balance dengan melakukan komparasi berbagai media.

Ketua PKPT IPNU UIN Sunan Ampel, Ahmad Deni Saputra mengatakan, hasil dari diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan media buletin dan media sosial. Seluruh kader diupayakan dapat mengasah kemampuan menulis. Dengan begitu, tidak hanya tunduk dan berdiam diri terhadap media mainstream namun juga bisa menawarkan gagasan melalui media independen milik sendiri.

Ia menambahkan diskusi? mengenai isu aktual dan asah nalar kritis memang menjadi agenda rutin mingguan. Selain itu, setiap hari Senin juga dilaksanakan kajian keaswajaan. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan memang berorientasi pada penanaman nilai-nilai Islam rahamatan lil alamin dan memaksimalkan potensi intelektual.

“Sebagai garda terdepan pengkaderan di NU, kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi bangsa. Tentu dengan kapasitas yang kami miliki,” tandasnya.? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, RMI NU, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Sahurlah karena di sana terdapat keberkahan”. Makan sahur merupakan keringanan (rukhsah) bagi orang yang ingin mengerjakan puasa.

Menahan haus dan lapar seharian penuh tentu sangat memberatkan. Karenanya, Allah SWT mensyariatkan makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat. Allah SWT sangat suka terhadap orang yang mengerjakan sesuatu yang sudah diringankan-Nya.

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhirkan sahur. Anjuran Nabi ini terdapat dalam banyak hadits. Misalnya hadits riwayat Ahmad, “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”.

Menurut Abu Bakar Al-Kalabazi, maksud dari mengakhirkan sahur tersebut ialah makan sahur di sepertiga terakhir malam. Dalam kitabnya Bahrul Fawaid disebutkan:

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’? ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Berdasarkan keterangan ini, tampaknya tujuan dari mengakhirkan sahur itu bukan semata makan dan minum, tetapi mesti diiringi dengan ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan berdo’a. Sebab itulah waktu terbaik untuk beribadah, terutama berdo’a.

Dilihat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sendiri, Beliau sangat terbiasa bangun tengah malam dan shalat malam. Sangat dimungkinkan jika Nabi? SAW beribadah terlebih dahulu, baru makan sahur menjelang waktu subuh.

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit. Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah. Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah).

Dengan memperhatikan berbagai pendapat? dan riwayat ini, dapat disimpulkan bahwa waktu paling baik makan sahur ialah di sepertiga terakhir malam, terutama menjelang waktu subuh. Usahakan jarak antara makan dan waktu subuh tidak terlalu dekat, supaya makannya tidak terburu-buru da nada kesempatan untuk menyikat gigi. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Paham radikalisme masuk melalui tempat ibadah seperti masjid, mushola hingga kelompok pengajian. Sebagai salah satu upaya untuk menangkal masuknya paham radikal, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Probolinggo akan melakukan pendataan sekaligus labelisasi masjid.?

Untuk saat ini, labelisasi baru dilakukan di PC LTMNU Kota Kraksaan. Berikutnya akan dilakukan di PC LTMNU Kabupaten Probolinggo dan PC LTMNU Kota Probolinggo.

Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid

Ketua PC LTMNU Kota Probolinggo Ali Yazid mengatakan langkah labelisasi ini merupakan instruksi dari PW LTMNU Provinsi Jawa Timur. Bahkan Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan menjadi wilayah pelaksanaan kegiatan labelisasi masjid.

“Kalau Kraksaan sudah dilakukan sejak Januari lalu. Setelah lebaran, baru di Kota dan Kabupaten Probolinggo akan melakukan labelisasi masjid-masjid yang ada,” katanya, Senin (13/6).

Menurut Ali Yazid, label yang dipasang berisi nama masjid, tahun berdiri dan nama takmir lengkap dengan logo NU. Begitu masjid tersebut ada label NU, maka oknum yang memiliki pikiran untuk merusak tatanan dan kerukunan umat selama ini tidak akan bisa bergerak.

“Selama ini yang diserang adalah masjid-masjid yang ada di daerah perkotaan. Jadi labelisasi ini sangat penting dilakukan demi memperjelas keberadaan masjid-masjid NU,” jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ali Yazid menjelaskan sekilas labelisasi itu memang tidak penting. Namun jika dilihat lebih dalam lagi, keberadaannya justru sangatlah penting. “Karena ini menyangkut identitas masjid, termasuk paham NU bisa dimasukkan,” terangnya.

Sementara Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Probolinggo Basar menyambut baik rencana labelisasi masjid yang akan dilakukan di sejumlah masjid yang ada di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dengan adanya labelisasi ini maka pihaknya tidak kesulitan mengurus dan memberikan rekomendasi susunan pengurus nadzir wakaf.

“Selama ini belum ada yang memikirkan identitas masjid yang ada di Kota maupun Kabupaten Probolinggo. Biasanya pendataan masjid baru dilakukan saat ada masalah,” katanya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur

Medan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sidang lanjutan Syekh Arifin memasuki tahapan menghadirkan saksi ahli dan saksi para jamaah tarekat Samaniyah. Para saksi menolak keras fatwa sesat MUI Sumatra Utara yang dialamatkan kepada Syekh Arifin. Salah satu saksi ahli yang hadir dalam persidangan hari Kamis (5/3) di PN Medan yaitu KH Wahfiuddin Sakam seorang dai nasional, praktisi tarekat TQN Abah Anom, dan trainer training spiritual. 

Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur

Terkait kasus Syekh Arifin ini Kiai Wahfiudin telah melihat secara dekat baik berinteraksi dengan Syekh Arifin dan para jamaahnya maupun dialog dengan komisi fatwa MUI Medan. Ada beberapa temuan dan kesimpulan atas masalah ini. Pertama, dari aspek prosedur Komisi Fatwa MUI Medan telah membuat kesalahan fatal dalam membuat fatwa ini sama sekali tidak mengikuti prosedur penetapan fatwa yang dibuat oleh MUI Pusat. Fatwa ini hanya didasarkan pada laporan dua murid yang sudah dipecat karena terbukti melakukan kesalahan fatal, lalu komisi fatwa MUI menginterograsi Syekh Arifin dengan memberikan pertanyaan jebakan. Hal ini dapat dilihat dari video asli bukan editan. 

Komisi fatwa MUI Medan menolak keras kesaksian perwakilan jamaah tarekat Samaniyah yang jumlahnya sekitar dua juta lebih. Komisi fatwa MUI Medan juga tidak melakukan investigasi lapangan baik di tempat pengajian Syekh Arifin maupun para murid, tetapi tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat keluar fatwa sesat. Karena itu, fatwa ini adalah fatwa ceroboh. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, subtansi fatwa terkait soal furu’iyah yaitu proses penciptaan Adam, zakat mal kepada guru dan nikah mut’ah. Ketiga aspek tersebut tidak layak untuk dikeluarkan fatwa sesat. Soal nikah mut’ah Syekh Arifin hanya ditanya pendapatnya lalu dijawab menurut pandangan para ulama. Namun oleh komisi fatwa MUI Medan disimpulkan bahwa Syekh Arifin mengajarkan nikah mut’ah. Padahal menurut para jamaah menolak tuduhan tersebut karena Syekh Arifin sama sekali tidak mengajarkan nikah mut’ah baik di pengajian di luar pengajian. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketiga, menurut pengakuan sekretaris komisi fatwa Ardiansyah bahwa fatwa MUI Medan digunakan kelompok lain untuk menampar Syekh Arifin. Memang faktanya, setelah keluar fatwa prematur tersebut kelompok radikal FUI (Forum Umat Islam) langsung melaporkan Syekh Arifin berdasarkan fatwa MUI Medan dengan tuduhan penistaan agama. Hal ini dinilai sangat berlebihan, padahal ini persoalan sepele sama sekali tidak memenuhi syarat penistaan agama. 

Keempat, persoalan ini sudah tidak murni persoalan agama lagi. Kelompok radikal FUI hanya dijadikan alat untuk menekan supaya pihak-pihak lain mengikuti skenario yang tergetnya memenjarakan Syekh Arifin. Kelompok radikal ini sudah mulai muncul dan pergerakannya sangat tergantung dari para pemodal dan politisi. 

Kelima, dengan fakta-fakta ia meminta Hakim bisa memutuskan dengan hati nurani dan harus berani melawan tekanan dari pihak manapun. 

“Jika Pak Hakim mengikuti tekanan kelompok radikal dan menjadikan Syekh Arifin dihukum maka hal ini akan memicu bentrokan horizontal yang lebih luas dan akan merusak persatuan dan kesatuan dan ini membahayakan NKRI pada masa yang akan datang.” 

KH Wahfiudin menyampaikan materi sebagai saksi ahli sekitar dua jam mulai dari jam 10 selesai jam 12. Sidang Kamis depan majelis hakim meminta menghadirkan saksi ahli Dr KH Hamdan Rasyid, MA salah satu anggota komisi fatwa MUI Pusat. Hakim akan mengorek lebih jauh bagaimana prosedur pembuatan fatwa yang benar. 

Sidang ini dijaga oleh ratusan polisi baik yang di luar arena sidang maupun di dalam ruangan sidang. Karena pada sidang-sidang sebelumnya terjadi bentrokan antara kelompok radikal FUI dan jamaah Samaniyah. Di akhir sidang kelompok radikal FUI yang dipimpin Indra Suheri mengerahkan massa ibu-ibu dengan berteriak takbir saat keluar dari ruang sidang. (ali abdillah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock