Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Setelah melalui babak penyisihan grup seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 yang bertanding selama dua hari sejak tanggal 24 - 25 Oktober, sebanyak 16 tim dipastikan lolos ke babak 16 besar LSN 2016.

Dari 16 tim tersebut pondok pesantren asal Jawa Timur paling mendominasi dengan meloloskan 4 tim, disusul Jawa Barat dan Sumatera dengan 3 tim dan Jawa Tengah dengan 2 tim.

Sisanya adalah wakil tuan rumah Yogyakarta, Banten, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat dengan masing-masing 1 tim. Dari hasil itu, sebanyak 4 tim juga berhasil meraih poin sempurna di fase grup.

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Ada dua stadion yang akan dipakai untuk penyelenggaraan babak 16 besar Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016. Dua tempat itu adalah Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Akademi Angkatan Udara (AAU). Delapan pertandingan diselenggarakan pada pagi dan sore hari.

Di babak 16 besar ini sudah memakai sistem gugur. Artinya tim yang menang lolos ke perempat final, sedangkan yang kalah tersingkir. Jika terjadi skor seri dalam waktu 2x35 menit, akan berlanjut dengan perpanjangan waktu 2x10 menit. Seandainya masih seri dilanjutkan dengan adu penalti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Pondok Pesantren)

Kamis 27 Oktober 2016

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Salafiyah Al-Falah (Salafi United) Bandung vs PP Al-Balagh Cirebon

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Muhajirin Mojokerto vs PP Assalam Modung Bangkalan

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darul Huda Mayak vs PP Thoriqun Najah Aceh Selatan

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Nur Iman Mlangi Sleman vs PP Darul Ulum Tanggamus Lampung

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darussalam Blok Agung vs PP Assulami Lingsar Lombok Barat

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Asyariyah Tangerang vs PP Kauman Lasem Rembang

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Nurul Fauzi vs PP Al Falah Abu Lam Ue Aceh Besar

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Walisongo Sragen vs PP DDI Kabalang Pinrang

===?

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Region)

Kamis 27 Oktober 2016

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat II vs Jawa Barat I

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Timur III vs Jawa Timur IV

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur I vs Sumatera II

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Yogyakarta vs Sumatra V

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur V vs Nusa Tenggara I

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Banten vs Jawa Tengah II

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat III vs Sumatera I

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Tengah III vs Sulawesi I

(Red- Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 27 Februari 2018

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba

Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Salah bergaul menjadi salah satu faktor utama seseorang terjebak dalam pusaran bahaya narkoba. Karenanya, memilih teman yang baik merupakan suatu keharusan bagi semua kalangan.

Demikian penegasan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Ra Hasan Al-Mandury, saat menjadi pemateri dalam seminar anti narkoba, Rabu (14/12). Acara yang diadakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Tlanakan tersebut diikuti oleh para mahasiswa dan santri daerah Tlanakan.

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba

"Hati-hati dengan orang yang tak dikenal dan tiba-tiba akrab pada kita. Apalagi dia memberi narkoba gratis. Itu modus. Karena ketika sudah kecanduan, dia akan memeras pecandu untuk bayar mahal. Lebih parah lagi, jika sudah kecanduan, maka akan sulit lepas dari jeratan narkoba," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ra Hasan berbagi pengalamannya saat diskusi dengan mantan pencandu narkoba di Kabupaten Pamekasan. Umumnya, kata Ra Hasan, para pecandu menyatakan narkoba itu tidak haram.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Karena mereka merasa narkoba membuat sehat, tenang, dan damai. Padahal, itu hanya kamuflase saja, perasaan palsu. Yang sebenarnya adalah narkoba itu bahaya karena merusak fisik dan menggoyahkan mental. Bisa lihat sendiri para pecandu narkoba yang menjalani terapi pengobatan di Lapas Narkotika Klas IIA Pamekasan. Mereka tak berdaya," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ra Hasan juga memaparkan beberapa penyebab seseorang lari ke narkoba. Salah satunya ialah mengalami frustasi dalam menjalani kehidupan ini.

"Karenanya, kuatkan iman kita biar tidak mudah putus asa. Karena keimanan akan mampu mengkristalkan energi positif dalam diri kita," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 19 Februari 2018

LPTNU Bahas Mutu Pendidikan Tinggi di Rakornas Bulan Depan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?



Lembaga Pendidikan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama akan menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pada pertengahan November mendatang di Puspitek Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan tersebut akan diikuti ratusan perguruan tinggi di Indonesia yang terkoordinasi dengan NU.?

Sekretaris LPT PBNU Lukmanul Hakim mengatakan, kegiatan bertema “Dengan Rakornas, Kita Tingkatkan Mutu SDM dan Kelembagaan NU” ini akan melakukan sosialisasi kebijakan PBNU di bidang perguruan tinggi dan sosialisasi program kerja LPTNU.

LPTNU Bahas Mutu Pendidikan Tinggi di Rakornas Bulan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPTNU Bahas Mutu Pendidikan Tinggi di Rakornas Bulan Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPTNU Bahas Mutu Pendidikan Tinggi di Rakornas Bulan Depan

“Juga sosialisasi program mitra terkait seperti Kemenrsitek Dikti, serta penyamaan persepsi arah kebijakan Pendidikan Tinggi NU,” katanya selepas rapat persiapan Rakornas di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (4/10).?

Selain itu, lanjut dia, Rakornas akan menyusun pedoman Sistem Penjamin Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) Perguruan Tinggi NU dan penyusunan pedoman kurikulum ke-NU-an, Aswaja, dan Islam Nusantara.?

“Juga penyusunan peraturan organisasi LPTNU, pedoman kerja dan pedoman penyelenggaraan Pendidikan Tinggi NU,” tambahnya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Semantara Wakil Ketua LPT PBNU Muhammad Afifi mengatakan, tema Rakornas mengangkat isu mutu Pendidikan Tinggi NU karena saat ini dinilai masih lemah, terutama di bidang sains dan teknologi.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sumber daya manusia (SDM) NU, lanjut dosen UNU Jakarta ini, masih banyak yang berada di bidang sosial, humaniora, dan keagamaan. Sedangkan kebutuhan ke depan warga NU adalah rumah sakit, misalnya. Karenanya dibutuhkan SDM di bidang kedokteran. Juga penguasaan di bidang sains dan teknologi.?

“Nah, untuk meningkatkan SDM seperti itu, butuh kelembagaan yang kuat. Juga berdasarkan hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, LPTNU diberikan amanat untuk mengemban peningkatan SDM tersebut,” pungkasnya. ?

Rakornas tersebut akan diikuti pengurus PBNU di bidang pendidikan tinggi, pengurus harian dan departemen LPTNU, rektor atau ketua, direktur LPTNU, serta Ketua BP3TNU dan Ketua Yayasan PTNU yang sudah terdaftar. (Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

Ini adalah kitab “Mauhibah Dzî al-Fadhal Hâsyiah ‘alâ Syarh Ibn Hajar ‘alâ Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “al-Manhal al-‘Amîm bi Hâsyiah al-Manhaj al-Qawwîm” karangan seorang ulama besar dunia Islam yang hidup di abad ke-14 Hijri (akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M) dan bermukim di Makkah, yang berasal dari Nusantara (Tremas, Jawa Timur), yaitu Syaikh Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Mannân al-Tarmasî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Mahfuzh Tremas, w. 1920 M).?

Kitab ini dikenal juga dengan nama “Hâsyiah al-Tarmasî”, yang tercatat sebagai karya terbesar dalam fiqih madzbah Syafi’i di seluruh dunia Islam yang ditulis pada abad ke-14 Hijri. Karena itu tidaklah mengherankan jika karya ini dikaji dan dirujuk di pelbagai belahan dunia Islam yang penduduknya menganut fiqih mazhab Syafi’i, mulai dari Haramain, Mesir, Suriah, Irak, Kurdistan, Dagestan (Russia), India, dan tentu saja Asia Tenggara (Jawi/Nusantara).

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

“Mauhibah Dzî al-Fadhl” merupakan hâsyiah (ulasan panjang atau komentar atas komentar) atas kitab “al-Manhaj al-Qawwîm” karangan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî (w. 1566 M). “al-Manhaj al-Qawwîm” sendiri adalah syarh (penjelasan atau komentar) atas matn (teks) kitab “al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah fî Fiqh al-Sâdah al-Syâfi’iyyah” atau yang dikenal dengan “Masâil al-Ta’lîm” (dan “al-Mukhtashar al-Kabîr”) karangan Syaikh ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Rahmân Bâ-Fadhal al-Hadhramî (w. 1512 M).?

Keterkaitan antar teks di atas dapat dipetakan dan digambarkan sebagai berikut;

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

1. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

2. ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

3. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

Matan (teks) “Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “Masâ’il al-Ta’lîm” dan syarh (penjelasan)-nya “al-Manhaj al-Qawwîm” adalah literatur rujukan utama dan kitab pusaka dalam khazanah fiqih mazhab Syafi’I selama berabad-abad lamanya. Ada beberapa ulama yang menulis kitab hâsyiah (ulasan panjang) atas syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut, seperti Syaikh Muhammad ibn Sulaimân al-Kurdî al-Madanî, w. 1194 H/ 1780 M (Hawâsyî Madaniyyah) dan Syaikh ‘Abdullâh ibn Sulaimân al-Jarhazî, w. 1201 H/ 1786 M (Hâsyiah al-Jarhazî).?

Memasuki abad ke-14 Hijri, syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut kemudian di-hâsyiah oleh Syaikh Mahfuzh Tremas. Karena itulah, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini sebagai kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar di abad tersebut.?

Dalam kata pengantar “hâsyiah”-nya ini, Syaikh Mahfuzh Tremas menulis;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Maka berkatalah seorang hamba yang mengharapkan rido Tuhannya yang Maha Kaya, Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh al-Tarmasî, semoga Allah senantiasa menuntunnya dalam ketakwaan dan kebahagiaan, dan memberinya karunia kebaikan. Ini adalah sebuah penjelasan yang gamblang dan ulasan yang panjang lebar. Aku menamakannya “Mauhibah Dzî al-Fadhl ‘alâ Syarh Muqaddimah Bâ-Fadhal”. Seseorang (lelaki salih) telah menyuruhku untuk menuliskannya, meskipun aku bukanlah seorang yang ahli dalam bidang itu. Semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi para pelajar. Aku berharap, dengan kitab hâsyiah ini, aku bisa memperoleh doa seorang lelaki salih (tersebut) yang menghendaki ditulisnya kitab ini).

Dalam kolofon, disebutkan jika karya ini diselesaikan di Makkah pada masa menjelang zuhur, hari Sabtu 4 Rabî’ al-Tsânî 1327 Hijri (bertepatan dengan 24 April 1909 M). Tertulis di bagian paling akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1327? ? ? ? ?.

Kitab ini kemudian dicetak berkali-kali di beberapa penerbitan Timur Tengah, seperti di Makkah, Kairo, Beirut, dan lain-lain. Cetakan terbaru adalah versi Maktabah Dâr al-Minhâj, Jeddah, KSA (pada tahun 2011), dengan tebal sebanyak VII (tujuh) volume (jilid). Cetakan lama berada dalam IV (empat) jilid. Terdapat beberapa endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar Haramain atas kitab ini, seperti “taqrîzh” dari Sayyid ‘Abdullâh Shadaqah ibn Zainî Dahlân al-Makkî, Sayyid Abû Bakar ibn Thâhâ al-Saqqâf, dan Muhammad Sâmî ibn ‘Abd al-Jalil Barâdah.?

Dalam kata pengantar atas edisi cetak yang diterbitkan oleh Dâr al-Minhâj, Dr. Muhammad ‘Abd al-Rahmân al-Ahdal dari Unversitas Thaif, KSA, mengatakan bahwa kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini adalah kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar dan terluas bahasannya yang ditulis oleh ulama bukan saja pada abad ke-14 Hijri, melainkan pada periode “muta’akhkhirîn” (late periode, 12-14 Hijri/ 17-20 M).? (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 15 Februari 2018

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

Gresik, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan, pendidikan harus memiliki kualitas yang bagus sehingga lulusannya baik dan berkualitas. Maka dari itu, perlu adanya tenaga pengajar di lingkup keagamaan.

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

"Khususnya di lingkungan Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU), hendaknya terus meningkatkan kualitasnya karena hal itu sangat mempengaruhi mutu anak didik," ujarnya saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan pendidikan Maarif NU Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik (6/7).

Menurut Menteri Sosial itu, NU merupakan organisasi yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam proses pembangunan bangsa melalui pendidikan di bawah naungan lembaga Pendidikan Maarif.

"Saat ini kualitas pendidikan harus lebih ditingkatkan. Sehingga, outputnya memiliki daya saing yang tinggi di era kompetisi seperti sekarang," tuturnya.

Para intelektual NU sangat mumpuni membangun hal itu. Ketika yang pintar itu orang NU, tentu akan membawa dampak besar pada negara. Karena di NU selain harus intelek, juga diajarkan cinta tanah air, toleran dan menjaga keseimbangan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Perlu kiranya, Lembaga Pendidikan Maarif NU harus didorong agar daya sainganya berimpit dengan kemampuan lembaga pendidikan lainnya. Jika tidak dibangun akan ada disparitas sosial, politik serta disparitas kota dan desa," tegasnya.

Menurut Khofifah, Presiden Jokowi juga meminta agar perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk 500 besar di dunia, seperti Jurusan Seni di ITB. Terlebih dalam era globalisasi seperti saat ini, sambungnya, Indonesia harus siap bersaing dengan negara lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Profesionalisme dan daya saing di beberapa hal harus segera di dorong dan digenjot. "Jika perlu akan memanggil dosen unggulan dari luar negeri untuk meningkatkan daya saing," kata Khofifah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

Acara yang dirangkai dengan Halal Bihalal, Silaturahim PC Muslimat NU Gersik serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Boarding School. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto, beberapa anggota DPRD Gresik serta Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Terkait pemberitaan terorisme dan radikalisme yang muncul ke permukaan saat ini, ada yang berpendapat bahwa hal itu merupakan pengalihan isu pemerintah dari kondisi pemerintahan yang dinilai sedikit bermasalah di bidang politik dan ekonomi.

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlah Darus Salam Sukorejo, Bangsalsari, Jember KH Misbahus Salam menolak pandangan ini saat menjadi peserta Internasional Conference on Terrorism & ISIS  di JIEXPO Kemayoran Jakarta, 23 Maret 2015.

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Terorisme dan Radikalisme Itu Nyata, Bukan Pengalihan Isu

Menurutnya, terorisme dan radikalisme itu nyata di Indonesia dan terbukti dengan adanya aksi pengeboman dan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di beberapa tempat, pembunuhan terhadap aparat dan masyarakat  di Poso, dan ancaman dari Abu Jandal al-Indonesi terhadap Panglima TNI, Polisi, Banser dan penentang Khilafah dan Daulah Islamiyah lainnya. Sejumlah warga Indonesia juga nyata direkrut oleh jaringan kelompok garis keras pendukung negara Islam Irak dan Syuriah (ISIS).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam pandangan Misbah, ektremisme disebabkan antara lain oleh pemahaman ajaran Islam yang dangkal dan sempit, konstelasi politik Timur Tengah, termasuk okupasi dan kekejaman Israil atas Palestina, porak porandanya negara Irak, Lybia dan negara lainnya yang terus menerus diterpa konflik.

Udara kebebasan pascareformasi juga meningkatkan jumlah ormas Islam dan menambah perluasan jaringan teroris internasional untuk mengobarkan semangat membentuk negara Islam di Indonesia. Penyebab lain terorisme dan radikalisme adalah adanya ketidakadilan dalam berbagai sektor kehidupan; kemiskinan, kebodohan, serta kecanggihan teknologi informasi yang dimanfaatkan oleh kelompok ekstrem.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk menyikapi situasi ini, ia menekankan perlunya meningkatkan pemahaman Islam yang benar, damai, sejuk, cinta kasih melalui lembaga-lembaga yang berkompeten seperti NU, Muhammadiyah, pondok pesantren, yayasan,  lembaga swadaya masyarakat, dan lainnya.

“Terapkan hukum positif secara optimal, melengkapi Undang-undang tentang terorisme dan radikalisme, dan wujudkan keadilan di semua sektor,” tandas tokoh muda NU yang juga pernah ikut Diskusi terbatas dengan Densus 88 dan BNPT di Jakarta 11 Maret lalu.

Menurutnya, upaya program deradikalisasi perlu dimaksimalkan dengan menfaatkan teknologi informasi dan media, serta meningkatkan kerja sama pemerintah Indonesia dengan pemerintah dari negara-negara yang menjadi basis gerakan terorisme dan radikalisme. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sebuah pengajian peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Jamiyatus Sholihin Desa Dadapan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Nuril Arifin mengungkapkan terkait pola berpikir umat Islam saat ini yang menurutnya hanya berkutat seputar syariat saja. Ia juga mengibaratkan syariat sebagai kopi dalam gelas.

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Pengasuh Pondok Abdurrahman Wahid, Soko Tunggal, Jakarta itu mencontohkan tuduhan bid’ah kepada seseorang yang mengadakan shalawatan. Mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad? SAW dulu tidak pernah shalawatan. "Apa Nabi Muhammad SAW dahulu membaca tahlil, kok orang-orang NU pada membaca tahlil. Mereka juga mengatakan itu bidah," terang pria yang akrab disapa Gus Nuril itu, Ahad (8/5) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, minuman berkaleng dikatakan bidah, ngaji pakai lampu listrik dikatakan bidah. "Itu bodohnya ‘orang mengaji’, apa-apa dikatakan? bidah," sindir Gus Nuril sapaan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga mengatakan, dengan banyaknya jumlah peradaban umat Islam yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya perbedaan yang bermunculan. Menurutnya, umat Islam di Indonesia ada sebanyak 180 juta jiwa dan di antara jumlah itu hanya belajar tentang ilmu syariat saja. Padahal, baginya, belajar syariat ini hanya di putaran definisi saja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan kopi di dalam gelas, yang kata sebagian orang jika diminum membuat orang tidak mengantuk. Ada juga yang menafsirkan lain, bahwa kopi membuat perut perih. "Akhirnya orang ribut soal kopi, soal definisi kopi. Itu saja yang menjadi perselisihan. Ini yang disebut asma (nama-nama)," terangnya.

Dari asma ini, harus diangkat lagi menjadi sifat sehingga mengetahui hakikat sebenarnya. Dari syariat tadi itulah yang disebut ilmu yaqin. "Baru ilmunya saja, itu sudah kafir-kafiran. Melakukan saja belum. Kalau sudah dilakukan akan muncul yang namanya ainul yaqin. Kalau sudah tahu yang sebenarnya, maka itu disebut dengan hakikat," terang Gus Nuril.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Barisan Ansor Serbaguna (Banser) perwakilan dari beberapa Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) se-Kabupaten Rembang yang membantu proses pengamanan. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Konflik Tak Selalu Karena Agama

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Hasyim Muzadi menegaskan, konflik keagamaan yang selama ini terjadi tidak selalu disebabkan oleh agama. Pihak-pihak yang berkepentingan dengan adanya konflik sering memakai agama untuk memanaskan dan mengadudomba antar kelompok agama.

“Adakalanya konflik disebabkan oleh kemiskinan atau pendidikan masyarakat yang rendah. Makanya kita perlu mencari akar permasalahan sebelum mengatakan bahwa in ikonflik agama,” kata Hasyim di hadapan para tamu dari Dewan Keamanan Nasional Thailand saat berkunjung ke gedung PBNU, Jakarta, Selasa (12/12).

Konflik Tak Selalu Karena Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Konflik Tak Selalu Karena Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Konflik Tak Selalu Karena Agama

Rombongan dari Thailand yang dipimpin oleh Ketua Dewan Keamanan Nasional Thailand Prakit Prachonpachanuk dan Duta Besar Thailand untuk Indonesia Audchara Scribut bermaksud mengkonsultasikan beberapa hal terkait konflik berkepanjangan di wilayah Thailand bagian selatan yang melibatkan umat Islam.

Dikatakan Hasyim, pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah. Menurutnya faktor masyarakat menjadi penting dalam melerai berbagai konflik. Pemerintah perlu melibatakan para tokoh agama setempat untuk memberikan pemahaman beragama yang benar kepada masyarakat.

Pemerintah Thailand tidak perlu berhadapan secara militeristik dengan masyarakat yang berkonflik. “Jadi perlu meluruskan kembali kesalahfahaman antara pemerintah (militer) dengan masyarakat setempat,” kata Hasyim. (nam)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Medan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Pusat GP Ansor berharap, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar di 101 daerah di Indonesia pada 15 Februari mendatang tetap mampu mengikat masyarakat dan elemen bangsa dalam satu kepentingan bersama, pembangunan dan masa depan Indonesia.

"Terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak, hendaknya tidak ada prasangka terhadap pemerintahan dan penyelenggara pilkada. Berikan amanah dan dukungan seluas-luasnya kepada mereka untuk kesuksesan pilkada serentak mendatang," kata pengurus Lembaga Hubungan Kelembagaan Ormas Kepemudaan dan Lintas Agama PP GP Ansor Ahmad Jabidi Ritonga, di Medan, Ahad (12/2).

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Ia mengatakan, GP Ansor mendukung Polri untuk menindak tegas para pelaku yang mencoba membuat suasana negara atau pilkada tidak kondusif atau usaha mencederai proses pilkada.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami juga meminta Panwas dan KPU sebagai penyelenggara pilkada harus menindak para pelaku kecurangan proses vote politik tesebut, agar tidak merusak pilihan nurani rakyat Indonesia," kata Jabidi.

GP Ansor mengimbau masyarakat yang memiliki hak pilih menggunakan hak pilih dengan asas langsung, sesuai dengan kehendak hati nurani. Hak pilih yang dilindungi undang-undang jangan sampai tercederai atau terpengaruh oleh satu kepentingan atau intervensi dari manapun.

"Menyalurkan hak pilih bagi masyarakat dilindungi undang-undang. Karenanya, tidak seorang pun yang dapat menghalangi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Jabidi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, dinamika politik dan hukum belakangan ini menyita perhatian banyak orang, tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia. Ada kelompok-kelompok yang terus melakukan manuver politik dengan berbagai cara guna mempengaruhi pemilih secara nasional.

Namun diyakini, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cerdas dan dewasa. Masyarakat yang cerdas itu bertindak secara konstitusional, bukan emosional, dan tidak mudah terprovokasi.

Menurutnya, pendidikan politik yang sehat itu adalah mencerdaskan, memberikan kesejukan dan pemahaman yang luas, bukan berkobar-kobar menyebarkan kebencian serta kemarahan, dengan berbagai isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Waspada benalu politik yang numpang dan coba mengambil keuntungan dalam situasi saat ini," kata Jabidi. (Hamdani Nasution/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 20 Januari 2018

Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft

Pondok Pesantren Darun Najah yang beralamat di Desa Petahunan, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berawal dari madrasah diniyah awaliyah dengan segelintir santri. Tapi kini lembaga asuhan KH. Moh. Khozin Barizi itu berkembang menjadi pesantren yang juga menaungi lembaga formal mulai Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Berdasarkan sejarah yang ada, Pesantren Darun Najah didirikan sejak tahun 1995, berawal dari pendirian Madrasah Diniyah Aliyah sederhana dengan santri yang hanya 20 orang dan tiga guru. Seiring berjalannya waktu, minat masyarakat untuk menimba ilmu di Darun Najah semakin meningkat sehingga pihak pesantren berinisiatif mendirikan pendidikan formal khusus jenjang sekolah menengah pertama. Akhirnya, selang tiga tahun dari rintisan lembaga awal tepatnya tahun 1998 berdirilah MTs Darun Najah dengan Kepala Sekolah (Kepsek) seorang perempuan bernama Ibu Yatik, yang memimpin hingga tahun 2005. Dilanjutkan Ibu Mudrifah hingga tahun 2006 dan diteruskan oleh Ibu Nur Saidah sampai dengan sekarang.

Pengembangan pesantren dengan pendirian lembaga pendidikan formal ini bertujuan untuk mencetak generasi Islam yang berwawasan Iptek (ilmu pengetahuan) dan Imtaq (iman dan taqwa) serta dapat mengimplementasikan hasil pendidikan pondok pesantren dalam masyarakat yang plural seperti saat ini. Karena itu pula, meski didirikan lembaga formal, para peserta didik tetap dibekali ilmu-imu keagamaan dengan keseimbangan pengetahuan umum.

Selang enam tahun dari pendirian MTs Darun Najah, pengembangan pendidikan terus beranjut dengan didirikannya Madrasah Aliyah (MA) Darun Najah sejak tahun 2003. Sistem pembelajaran yang ada baik di tingkat MTs dan MA pun tak jauh berbeda tetap dengan menjunjung tinggi keseimbangan antara IPTEK dan IMTAQ. Harapannya bisa menciptakan santri yang berkomKpetensi, mempunyai kecerdasan ganda (Multiple Intellegence) serta santri yang berakhlaqul karimah.

Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft (Sumber Gambar : Nu Online)
Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft (Sumber Gambar : Nu Online)

Cetak Santri yang Terampil Buat Handicraft

Dengan tujuan-tujuan yang ingin diraih, pihak Darun Najah melengkapi lembaga segala yang menjadi penunjang pendidikan dan menjelma sebagai pesantren modern berbasis salafiyah. Para peserta didik baik di tingkat MTs maupun MA dibekali dengan Pendidikan Islam yang mengedepankan pembinaan spiritual dan moral, di samping itu juga membekali para santrinya dengan ilmu-ilmu umum. Selain itu ada pula pengembangan kreativitas siswa mulai pembelajaran menjahit, pemanfaatan barang bekas hingga tata boga yang dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler.

Terampil dan Berprestasi

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ekstrakurikuler tidak hanya dilaksanakan dalam pendidikan formal, pesantren juga mengadakan berbagai macam program ekstrakulikuler yang dibimbing langsung oleh pengasuh dan pengurus pesantren dan dilaksanakan di luar jam pelajaran formal. Program ekstra kulikuler tersebut antara lain kajian intensif ilmu-ilmu Al Qur’an,? ? ? ? qiro’ah, kajian kitab-kitab kuning dan kontemporer, pelatihan dakwah, khotbah Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris, olahraga, pelatihan Menjahit dan tataboga, seni hadrah, kaligrafi, training Aqidah Fiqih serta pengembangan bakat keterampilan tangan salah satunya membuat handicraft (kerajinan tangan). Hal ini diharapkan agar nanti ketika terjun ke kancah kehidupan bermasyarakat santri tidak akan merasa canggung dan dapat mandiri.

Dari program-program pengembangan kreativitas santri tersebut, tak ayal para santri tidak hanya piawai membaca kitab kuning tapi juga terampil dalam membuat kerajinan dari berbagai bahan. Mereka bisa membuat kerajinan seni menghias mahar, membuat lampu lampion, hingga merangkai bahan-bahan bekas menjadi mading tiga dimensi.

Di sisi lain, santri juga memiliki keunggulan dari segi bahasa dan sains. Terbukti, dari berbagai event yang MTs Darun Najah Petahunan ikuti salah satunya yakni Kompetisi Sain Madrasah (KSM) tingkat Madrasah Tsanawiyah. Event KSM ini diselenggarakan rutin setiap tahun oleh Koordinator Kerjasama Kepala Madrasah (K3M) MTs. Pada tahun ini Kontingen KSM MTs Darun Najah membawa 2 piala yang diperoleh dari bidang studi Bahasa Arab dan Biologi. MTs Darun Najah mengirim sebanyak 16 peserta dengan 2 siswa untuk perwakilan masing-masing bidang studinya. Dari ke 16 siswanya 10 di antaranya masuk dalam babak final.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Prestasi yang cukup membanggakan ini sekaligus mengharumkan nama Madrasah dan sekaligus Yayasan yang menaunginya. Menanggapi kesuksesan putra-putrinya Kepala MTS Darun Najah Nur Saidah, S.Si.MM merasa bangga sekaligus terharu atas prestasi yang diraih oleh peserta didiknya.

“Semoga MTs Darun Najah akan semakin berkualitas dan dipercaya oleh masyarakat serta menjadi tujuan atau pilihan masyarakat”, pungkas ibu yang tinggal di kelurahan Rogotrunan Lumajang ini.

Tidak hanya itu, santri Darun Najah juga berprestasi di bidang kaligrafi, yakni sebagai Juara Harapan 1 pada cabang Kaligrafi Putri yang diwakili oleh Maulidatur Rohmah siswi XI Keagamaan MA Darun Najah pada Perhelatan AKSIOMA MA Ke-9 JATIM di Tuban.

Hal ini sesuai misi lembaga yang bertekad menjadi pusat pendidikan modern berbasis salaf yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan pengembangan pendidikan pondok pesantren. Untuk menciptakannya, pihak pesantren menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang kreatif dan inovatif demi menyongsong arus globalisasi dunia yang mana mengharuskan output sumber daya manusia yang berkompetensi dalam segala bidang ilmu pengetahuan. (Nidhomatum MR)

Senin, 15 Januari 2018

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Di dunia kesusastraan Indonesia, nama Ahmad tohari Tidak asing lagi. Nama Tohari membumbung tinggi berkat karyanya berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Mengetengahkan tema kemanusiaan di tengah dan setelah prahara politik 1965-1965, Ronggeng Dukuh Paruk dinilai orisinil, berani, dan tepat.

Lebih dari itu, Ahmad Tohari mendapat pujian sebagai orang yang membuka pintu kebudayaan, karena dia telah membuka ruang gelap, menyentuh tema sensitif, menyuarakan yang diam, dan memecahkan kebekuan.

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Selain mengetengahkan kemanusiaan dari perspektif politik, Ahmad Tohari juga mengangkat kemanusiaan dalam prosa-prosa dari segi ekonomi. Ia mengisahkan dengan detil kemiskinan di kampung-kampung yang mengkuruskeringkan tubuh anak manusia, merusak alam, mematikan tradisinya, menjegal cita-citanya. Sebaliknya, Tohari juga menunjukkan kebengisan lintah darat, ketengikan penguasa, hingga ketulian para punggawa agama.

Tak berhenti dengan menulis, dalam persoalan ekonomi, Ahmad Tohari mewujudkan pembelaannya pada kaum papa dengan menegakkan lembaga-lembaga keuangan, dengan harapan mampu memutus mata rantai ketidakadilan hubungan antara lintah darat dengan kaum lemah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sampai di sini, Ahmad Tohari dapat disejajarkan dengan raja cerita pendek bernama Anton Chekov yang tidak cuma menulis di atas meja, tapi turun tangan meringankan rakyat yang sengsara. Chekov mengumpulkan dana bagi pembangunan sanatarium guru dan pelajar. Sebagai dokter, Chekov juga bekerja secara sukarela mengobati rakyat menderita karena penyakit. Dengan kemampuan dan kondisi yang berbeda Ahmad Tohari telah melakukan hal yang sama dengan Anton Chekov.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam banyak kesempatan, Tohari memang sering mengemukakan bahwa karya-karya sastra didedikasikan untuk mengangkat manusia-manusia yang disepelekan, untuk menegakkan nilai-nilai yang dihancurkan, untuk mengabarkan peristiwa-peristiwa yang telah dimanipulasi.

Dengan tegas Ahmad Tohari yang pada bulan Juni nanti berumur 65 tahun itu menyatakan,”Saya memang membela dengan sastra.”

Dengan latar seperti itulah, Nahdlatul Ulama mengundang Ahmad Tohari untuk menyampaikan gagasannya tentang sastra dalam acara pidato kebudayaan bertempat di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (28 Maret 2014) pukul 19.00-22.00. Pidato kebudayaan yang diselenggarakan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya D. Zawawi Imron (Maret 2012) dan M. Jadul Maula (Maret 2013).

Secara khusus, tema “Membela dengan Sastra” diharapkan membuat sastra Indonesia lebih berwibawa dan bermakna. Secara umum, NU sebagai penyelenggara, dapat terisi. Dan Indonesia, sebagai bumi yang dipijak, makin kokoh. (TIM Redaksi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Pondok Pesantren, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

IPNU Harus Tanggap Hadapi Tantangan Kebangsaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) diminta cepat tanggap dalam menghadapi tantangan kebangsaan. Empat pilar merupakan tonggak penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

IPNU Harus Tanggap Hadapi Tantangan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Harus Tanggap Hadapi Tantangan Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Harus Tanggap Hadapi Tantangan Kebangsaan

?"IPNU harus siap dalam menghadapi tantangan kebangsaan, dengan melakukan penguatan kaderisasi," ucap? Zainut Tauhid Saadi di Hotel Paragon, Menteng Jakarta Pusat, Ahad (11/12).

Zainut menambahkan, keempat pilar masing-masing Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhineka Tunggal Ika harus terus dikembangkan. ?Pada saat ini, masyarakat sudah banyak yang terkikis pemahamannya terkait nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“IPNU yang aktif dalam menjaga kebhinekaan," katanya.

Lanjut dia, gagasan ini hendaknya diartikan sebagai peringatan bagi bangsa Indonesia, dengan menempatkan kembali arah reformasi ke atas jalur sejarah. ?Empat pilar kebangsaan yang setelah dimaknai dan diketahui masyarakat indonesia harus benar-benar diterapkan. Disamping itu, pengurus NU harus berangkat dari pengurus IPNU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Datang mayoritas dari warga nahdliyin sehingga IPNU harus jadi garda terdepan kaderisasi IPNU," katanya.

Dia menambahkan, ?IPNU harus bisa membaca situasi sehingga sesuai dengan keinginan masyarakat. IPNU ke depan harus semakin baik, dengan menjawab tantangan yang ada di masyarakat.

?"IPNU semakin hari semakin baik, setiap masa memiliki tantangan yang berbeda," pungkasnya. (Benny Ferdiansyah/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 23 Desember 2017

Diterima Anggota Pengadilan Kejahatan Internasional, Palestina Bisa Seret Israel

New York, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon telah menerima permintaan Palestina untuk bergabung dengan Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC), langkah yang akan membuka jalan bagi penyaluran pengaduan-pengaduan kejahatan perang oleh Israel. 

Keputusan memungkinkan peradilan ICC yang berpusat di Den Haag untuk, mulai 1 April, membuka kasus-kasus kejahatan serius yang dilakukan di wilayah-wilayah Palestina kendati ada tentangan dari Israel dan Amerika Serikat, lapor AFP. 

Diterima Anggota Pengadilan Kejahatan Internasional, Palestina Bisa Seret Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Diterima Anggota Pengadilan Kejahatan Internasional, Palestina Bisa Seret Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Diterima Anggota Pengadilan Kejahatan Internasional, Palestina Bisa Seret Israel

Ban telah mengabari negara-negara pihak ICC soal keputusan itu pada Selasa malam, kata juru bicara PBB Stephane Dujarric kepada AFP. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Sekretaris Jenderal (Ban Ki-moon, red) telah memastikan bahwa instrumen-instrumen yang diterima tepat dan sesuai sebelum disetorkan," demikian bunyi pernyataan PBB. 

Pemimpin Palestina Mahmud Abbas menandatangani permohonan untuk bergabung dengan ICC --beserta ke 16 kesepakatan lainnya-- pada 31 Desember, satu hari setelah Dewan Keamanan PBB gagal mengesahkan resolusi, yang bisa membuka jalan bagi terwujudnya negara secara penuh. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Israel membalas langkah Palestina di PBB dengan membekukan dana pengembalian pajak pendapatan sebesar 127 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) bagian Otoritas Palestina dan menyatakan tekad akan mengambil langkah-langkah lainnya sebagai tanggapan terhadap tindakan Palestina. 

Amerika Serikat mengkritik upaya Palestina untuk menjadi anggota ICC, menganggapnya sebagai langkah yang kontraproduktif. Sementara itu, Kongres AS mengancam akan menahan bantuan senilai 440 juta dolar (Rp5,59 triliun). 

Palestina telah meminta ICC untuk melihat kemungkinan berlangsungnya kejahatan perang selama perang Gaza tahun lalu. 

Sekitar 2,200 warga Palestina tewas pada Juli dan Agustus dalam perang 50 hari di Gaza. Korban tewas itu termasuk 400 anak-anak, demikian menurut perkiraan PBB. 

Perwakilan Palestina untuk PBB, Riyad Mansour, mengatakan tuntutan juga kemungkinan diajukan di ICC terkait pembangunan permukiman oleh Israel di wilayah-wilayah Palestina. 

Status Palestina telah ditingkatkan dari pihak pengamat menjadi "negara pengamat" PBB pada 2012, yang membuka jalan bagi Palestina untuk bergabung dengan ICC dan sebagai tuan rumah organisasi organisasi internasional. 

Langkah untuk bergabung dengan ICC itu merupakan bagian dari strategi Palestina mendorong pembentukan negara di tingkat internasional. Dengan demikian, Palestina menjauhi perundingan-perundingan yang dipimpin AS, yang telah menjadi kerangka bagi proses perdamaian selama berpuluh-puluh tahun. 

Resolusi, yang didukung Arab tentang upaya untuk mengakhiri pendudukan Israel hingga 2017, ditolak Dewan Keamanan PBB pekan lalu, namun Palestina sedang mempertimbangkan untuk menyodorkan langkah lainnya ke dewan beranggotakan 15 negara itu. 

Langkah berikutnya Palestina di PBB akan dibahas dalam pertemuan Liga Arab di Kairo pada 15 Januari. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 Desember 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, Jawa Barat kian meluaskan sayapnya. Pada Sabtu (2/3) siang, Pimpinan Komisariat (PK) IPNU-IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon (nama lain dari MAN Buntet Pesantren) resmi dibentuk dan pengurusnya dilantik di Auditorium MAN 3 Kabupaten Cirebon.

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Perbanyak Komisariat di Sekolah Negeri

Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon menegaskan, pembentukan organisasi pelajar NU di sekolah-sekolah negeri tersebut merupakan salah satu wujud program prioritas PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon. Bersama jajaran pengurus PC IPNU-IPPNU Kabupaten Cirebon, pihaknya berkomitmen dan berikhtiar untuk menghadirkan PK IPNU-IPPNU di semua lembaga pendidikan baik yang di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU atau sekolah negeri di Kabupaten Cirebon.

"Satu tahun ke depan kita akan fokus di wilayah kaderisasi seperti kaderisasi formal dan pembentukan komisariat, PAC, dan PR. Mudah-mudahan diberi kelancaran," terang Ayub.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon, berpesan kepada pengurus baru PK yang telah dilantik agar dapat saling bekerjasama dan kompak dalam melaksanakan setiap program dan tugas yang akan dilaksanakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Apapun problemnya yang penting kedepankan musyawaroh. Setelah dilantik nanti silakan Rapat Kerja. Kalau bisa kedepankan Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) agar siswa-siswi lebih memahami IPNU dan IPPNU. Makesta merupakan gerbang atau pintu masuk IPNU dan IPPNU. Sehingga kedepan pelajar IPNU-IPPNU dapat menjadi kader yang unggul serta dapat memberikan sumbangsih terhadap pembangunan bangsa, negara, dan agama,” jelas Aida.

Pengambilan sumpah jabatan dilakukan langsung oleh Ayub Al Ansori, Wakil Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Najmi Alvian. Dan oleh Nur Aida Fajriyanti, Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon kepada pengurus baru PK IPPNU MAN 3 Kabupaten Cirebon yang diketuai oleh Firda Sundusun Ro’fah. (Nurjannah Al Kendali/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Pendidikan, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Seni Hadrah Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU Pesisir

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pelantikan pengurus Ikatan Pelajar Putra Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo masa khidmat 2014-2015, Ahad (13/4) pagi dimeriahkan penampilan seni hadrah Al Banjari para pelajar se Kecamatan Sumberasih.

Seni Hadrah Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU Pesisir (Sumber Gambar : Nu Online)
Seni Hadrah Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU Pesisir (Sumber Gambar : Nu Online)

Seni Hadrah Meriahkan Pelantikan IPNU-IPPNU Pesisir

Sebelum pelantikan dilangsungkan, ratusan pelajar tampak khidmat mengikuti lantunan shalawat Nabi Muhammad SAW dengan iringan hadrah. Momentum ini juga dimanfaatkan sebagian pelajar untuk melakukan istighotsah agar diberi kelancaran mengikuti Ujian Nasional (UN).

Pelantikan IPNU-IPPNU Desa Pesisir ini dihadiri oleh Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati, Ketua MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syafi’i, Ketua PAC IPNU Kecamatan Sumberasih Lukman Hakim, Ketua PAC IPPNU Kecamatan Sumberasih Ismawati dan sejumlah ulama se Kecamatan Sumberasih.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo Eko Cahyono berharap agar pengurus yang baru dilantik mampu mengemban amanah sebaik-baiknya dan menjadikan IPNU-IPPNU sebagai wadah berkumpulnya para pelajar NU untuk mengembangkan bakat dan kemampuannya.

“Maju dan tidaknya IPNU-IPPNU ke depan tergantung dari komitmen para pengurus yang baru dilantik. Oleh karena itu, marilah bersama-sama bertekad menjalankan roda organisasi ini dengan ikhlas semata-mata untuk memajukan IPNU-IPPNU, khususnya di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Eko meminta agar pengurus IPNU-IPPNU yang baru dilantik supaya menjalin kerja sama yang baik dengan semua lembaga pendidikan. Hal ini untuk mendukung program dari PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo yang bertekad akan mengembangkan sayap organisasi hingga tingkat komisariat.

“Jadikan amanah ini sebagai sebuah kesempatan untuk turut serta memajukan IPNU-IPPNU sehingga mampu bekerja secara maksimal. Koordinasikan dengan cepat tatkala ada kendala dalam menjalankan tugas di organisasi pelajar NU ini,” jelasnya.

Sementara Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syafi’i menyambut baik dilantiknya pengurus IPNU-IPPNU Desa Pesisir. Menurutnya, pembentukan pengurus baru ini merupakan langkah nyata dari pelajar NU untuk melakukan kaderisasi dan bersama-sama membesarkan organisasi NU.

“Saya berpesan jangan pernah berhenti dan putus asa dalam melakukan pengkaderan. Sebab hal ini merupakan salah satu kunci dalam memajukan organisasi NU. Sebuah organisasi akan berjalan dengan baik, manakala kader dibawahnya sudah digembleng dengan baik sesuai dengan akidah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja),” ungkapnya.

Usai dilantik, para pengurus IPNU-IPPNU Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih ini akan langsung menggelar rapat kerja (raker) untuk menyusun program kerja tahunan yang akan disinkronkan dengan program kerja PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Sumberasih maupun PC IPNU-IPPNU Kabupaten Probolinggo. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 08 Desember 2017

PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. NU didirikan berdasarkan tiga pilar yang meliputi kebangsaan (Nahdlatul Wathon), pemikiran (Taswirul Afkar), dan pemberdayaan ekonomi (Nahdlatut Tujjar). Dari ketiga aspek tersebut, saat ini yang memerlukan perhatian lebih adalah masalah pemberdayaan ekonomi.

Salah satu cara untuk meningkatkan taraf ekonomi warga NU adalah melalui pengembangan kewirausahaan di lingkungan pesantren. Kemajuan sebuah negara, menurut Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, sangat ditentukan seberapa banyak entrepreneur yang dimiliki oleh negara tersebut.?

PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dorong Pengembangan Kewirausahaan Pesantren

“Negara maju seperti Amerika Serikat entrepreneurnya 12 persen, Inggris 10 persen, Singapura 7 persen, Malaysia 6 persen, Thailand 3 persen, Indonesia baru 1.6 persen,” katanya di gedung PBNU baru-baru ini. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Marsudi yang juga salah satu komisaris PT ? Kawasan Berikat Nusantara (KBN) ini, potensi pasar Indonesia sangat besar karena penduduknya berjumlah 240 juta. “Siapa saja yang jadi entrepreneur, pasarnya jelas. Malaysia pasarnya cuma 30 juta. Dengan menjadi entrepreneur maka akan menguasai kekuatan ekonomi,” tandasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan, Rasulullah merupakan entrepreneur yang sukses. Pada usia 12 tahun ia sudah diajak berdagang dan ketika dewasa sudah melakukan join dengan Siti Khatijah sehingga pada usia 25 tahun sudah menjadi orang kaya raya sampai akhirnya mereka menjadi pasangan suami istri.?

“Kiai NU harus membumikan sepertiga kitabnya, tidak hanya membaca atau menghukumi saja, tetapi dipraktekkan,” imbuhnya.?

Karena itu, ia sendiri membangun pesantren entrepreneur di kawasan Kedoya, Jakarta barat untuk mendorong lingkungan santri berwirausaha.

Seperti juga negara, organisasi yang kuat adalah organisasi yang punya banyak entrepreneur karena Qur’an menyeru untuk membayar pajak atau zakat. Kalau bisa jadi pembayar zakat, bukan pencari zakat. “Disini kiai NU ditantang untuk membumikan agar masyarakat NU bisa menjadi pembayar zakat, bukan penerima zakat.”?

Ia menjelaskan, untuk belajar entrepreneurship banyak cara yang bisa dilakukan, tak harus di bangku kuliah. “Bisa diajak langsung berbisnis atau ditraining seperti zaman Rasulullah,” ujarnya.

Sejauh ini, PBNU telah menyelenggarakan sejumlah upaya pengembangan ekonomi seperti pelatihan Baitul Mal wat Tamwil (BMT), pendirian koperasi, pendirian Himpunan Pengusaha NU (HPN) dan lainnya. Ia berharap agar keputusan tentang pengembangan sektor ekonomi ini diperkuat dalam muktamar ke-33 NU mendatang.?

Dosen ekonomi syariah universitas Trisakti ini menjelaskan, dari sejak PBNU dipimpin oleh Gus Dur, ia sudah terlibat dalam pendirian Induk Koperasi Pesantren (Inkopontren) yang sekarang sudah mulai kelihatan hasilnya karena sudah terdapat sekitar 3 ribu koperasi di lingkungan pesantren.

“Dulu ketika para kiai ditanya, jawabnya, ‘saya kan ngak ngurusi bisnis’ karena anggapannya dunia bisnis itu gelap sekali. Tipu menipu, sekarang sudah mulai jadi,” ucapnya dengan nada optimis. ? (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Pondok Pesantren, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 04 Desember 2017

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan

Islamabad, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekalipun tidak berlebaran di Indonesia dan berada jauh dari tanah air, masyarakat Indonesia yang berada di Pakistan tetap merayakan Idul Fitri dengan suka cita. Hal ini karena KBRI Islamabad melaksanakan berbagai kegiatan selama bulan Ramadhan sampai dengan perayaan Idul Fitri tahun 1437 H.

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan

"Tahun ini sangat istimewa, pasalnya Lebaran di Pakistan jatuh pada hari yang sama dengan di Indonesia yaitu tanggal 6 Juli 2016," tutur Budiarto Kurniawan selaku Ketua Panitia. Idul Fitri di Pakistan biasanya lebih lambat satu bahkan dua hari setelah Indonesia.

Untuk memfasilitasi warga Negara Indonesia (WNI) yang merayakan Lebaran, KBRI menggelar shalat Idul Fitri di Aula Budaya Nusantara KBRI setempat. Bertindak sebagai khatib, Ustadz Hendro Risbiantoro, mahasiswa Pasca Sarjana di IIU Islamabad. Dan sebagai Imam, Dhia Ul-Haque, cucu almarhum KH Nur Ali, pahlawan nasional dari Bekasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam khutbahnya Hendro mengingatkan hadirin untuk tetap bersatu dan saling menguatkan serta berpegang teguh pada tali agama Allah, khususnya dalam menghadapi berbagai isu global akhir-akhir ini. "Kita harus optimis bahwa umat Islam akan mencapai kejayaannya, selama tetap pada jalan Allah SWT dan berorientasi memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia," tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Duta Besar RI, Iwan Suyudhie Amri dalam sambutannya menilai penting apa yang disampaikan oleh khatib seraya mengajak seluruh WNI di Pakistan untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, dan tidak mudah terpancing dengan berbagai stimulasi yang ditunggangi kepentingan tertentu.

"Hendaknya nilai-nilai Ramadhan yang baru berlalu tetap dapat dipertahankan dan dipelihara dalam meniti kehidupan warga Indonesia di Pakistan," tutur Dubes kepada para hadirin. "Jauh dari tanah air bukan berarti tradisi-tradisi Lebaran di tanah air tidak bisa dihadirkan di Pakistan," sambung Dubes. Untuk meyakinkan para warga Indonesia, Dubes menggelar open house di Wisma Duta pukul 12.00 pada hari yang sama.

 

Obat Kangen

Para tamu yang mayoritasnya adalah mahasiswa, santri Jamaah Tabligh, dan mereka yang menikah dengan warga Pakistan tampak senang ketika mendapatkan menu open house adalah makanan yang biasa dihidangkan di Indonesia saat Lebaran. Sebut saja rendang, semur ayam, daging tunjang, sambal ijo, sambal kentang ati, soto padang, asinan bogor, sup buah, kue nastar, stick bawang, kroket, sampai dengan tape uli Betawi, dan lain-lain.

"Kangen saya terobati karena sudah lama tidak menemukan menu seperti ini di Pakistan," tutur salah seorang WNI yang menikah dengan warga Pakistan.

Tidak itu saja, nuansa Lebaran kali ini juga dimeriahkan dengan bagi-bagi angpau oleh Dubes Iwan kepada para anak kecil yang ikut open house. Suasana riuh dan penuh sorak anak-anak pun tidak dapat dihindari saat menerima angpau berisi uang dari Dubes. Para orang tua yang melihat pun turut senang dan sesekali turut mengantre untuk mewakili anaknya. "Wah, jadi ingat masa kecil dulu semangat Lebaran karena bakal dapat angpau dari sanak saudara," ungkap salah satu warga.

Tahun 2016 ini KBRI Islamabad telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yakni, shalat dzuhur dan tadarus berjamaah, buka puasa bersama, shalat maghrib berjamaah, kultum/ siraman rohani menjelang berbuka, shalat Isya dan shalat tarawih berjamaah, peringatan nuzulul qur’an, takbiran berjamaah, serta ditutup dengan open house Dubes. Kegiatan tersebut telah mendekatkan komunikasi dan interaksi antara KBRI dan masyarakat Indonesia, serta memupuk hubungan baik antara elemen masyarakat Indonesia di Pakistan. (Muladi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi menggelar? beragam lomba. Di antara lomba tersebut adalah kasidah al-banjari, pidato dan qiro’ah untuk memperebutkan tropi Wakil Bupati Malang.

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Kegiatan di gedung SMPNU Gondanglegi, Jl. Trunojoyo No. 203 Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (16/10) diikuti ratusan pelajar tingkat SLTA atau sederajat se-Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Acara untuk memeriahkan Hari Santri 2016 ini dibuka Penasehat IPNU Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah. Dalam sambutan, ia menyampaikan apreasinya terhadap IPNU Gondanglegi yang bisa mengadakan kegiatan akbar ini. Ia berharap pelajar IPNU dan IPPNU bisa memotivasi pelajar-pelajar NU lainnya untuk lebih kreatif dan menarik tentunya bermanfaat bagi semua kalangan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua IPNU Gondanglegi Hasanuddin, mengatakan festival ini adalah kegiatan positif bagi pelajar untuk menambah kekuatan mental, mengembangkan bakat dan menjadi media silaturahim antar pelajar se-Malang raya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hasan menambahkan, semangat Hari Santri harus digelorakan dengan kegiatan-kegiatan islami yang bermanfaat. Santri masa kini adalah pemimpin masa depan, modal pembelajaran yang ada di pesantren merupakan contoh nyata untuk pendidikan bangsa yang berkarakter dan menata akhlak pelajar untuk menjadi generasi bangsa yang madani.

“Sebagai santri, marilah kita tunjukkan bahwa santri itu bisa menjadi garda terdepan dalam mengatasi berbagai problema yang ada di masyarakat khususnya serta kita tingkatkan pengetahuan dan wawasan kita untuk agama, bangsa dan negara,” harapnya.

Pada kesempatan itu hadir juara qori’ nasional tingkat pelajar tahun 1997 Muhammad Fariq Rifqiyanto dari Kabupaten Malang. Ia didaulat ketua tim juri lomba qori’ah.

Usai lomba, dilanjutkan dengan pembagian tropi oleh Ketua IPNU Gondanglegi. Berikut Pemenang Festival Lomba Peringatan Hari Santri Nasional, Juara 1 lomba Albanjari dari SMA Al-Munawwariyah Bululawang, Juara 1 lomba Pidato Ade Anggi Wahyuni dari MA Khoiruddin Gondanglegi, Juara 1 lomba Qiro’ah Atika Manazilul Amanah dari MA Raudlatul Ulum Putri Gondanglegi. (Muhammad Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 29 November 2017

Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Pusat Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Sawsata (BKS-PTIS) Dr Muhadjir Effendy mengungkapkan jika program studi atau prodi Islam akhir-akhir ini mulai ditinggalkan akibat kalah bersaing dengan prodi umum.

"Karena itu kami akan memanfaatkan rapat kerja dan simposium BKS-PTIS se Indonesia ini untuk menguatkan kembali prodi-prodi Islam tersebut agar bisa bersaing dengan prodi-prodi umum yang saat ini tumbuh pesat," tegas Muhadjir Effendy di Malang, Ahad.

Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa

Rapat kerja (raker) dan simposium BKS-PTIS yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Malang itu berlangsung selama tiga hari mulai Jumat-Ahad (3-5/5) dan dihadiri oleh pembina dan pendiri BKS-PTIS, yakni Jusuf Kalla, HA Malik Fadjar, KH M Tolchah Hasan serta Yarsi Jurnalis Uddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, selain membahas bagaimana memperkuat kembali prodi-prodi Islam, pertemuan BKS-PTIS yang dihadiri oleh 460 perwakilan anggota PTIS itu juga akan merumuskan bagaimana PTS Islam yang belum kuat harus digandeng yang sudah kuat agar bisa maju bersama-sama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Disamping fokus membahas penguatan kembali prodi-prodi Islam, kata Rektor UMM itu, yang terpenting lagi adalah bagaimana menguatkan kerja sama antaranggota PTIS dalam mengembangkan prodi-prodi umum maupun Islam yang kini mulai ditinggalkan.?

Untuk merealisasikan kerja sama antaranggota PTIS itu, Muhadjir mengaku sudah memperoleh konfirmasi dari pihak Mu’assasah A-Waqf al-Islamy, Saudi Arabia. Rencananya pihak Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama, salah satunya dalam bidang pengajaran bahasa Arab bagi PTIS.?

Setiap PTIS diberi kesempatan untuk melakukan pendekatan kepada Mu’assasah guna menindaklanjuti kerja sama tersebut. "Seluruh anggota PTIS bisa berhubungan langsung dengan pihak A-Waqf Al-Islamy terkait kerja sama pengajaran Bahasa Arab tesrebut," ujarnya.

Sementara itu salah seorang pendiri BKS-PTIS yang juga mantan Menteri Agama Tolchah Hasan berharap BKS-PTIS semakin kuat secara organisasi, sehingga mampu meminimalkan konflik di internal perguruan tinggi masing-masing.

Sebab, lanjutnya, banyak antarpengurus di perguruan tinggi yang tidak mampu menahan emosi, sehingga terjadi konflik internal dan kondisi itu menghambat perkembangan serta kemajuan perguruan tinggi bersangkutan.?

"Kita berharap forum BKS-PTIS ini mampu menjadi perekat antaranggota dan bersama-sama membangun peradaban tanpa mengabaikan aturan yang telah ditetapkan, sebab organisasi yang sehat harus taat aturan,memiliki kinerja administrasi dan keuangan yang baik," tegasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 09 November 2017

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep mengeluarkan Maklumat Hari Santri Nasional 2017. Maklumat tersebut dibacakan Pj Rais Syuriah PCNU Sumenep KH Taufiqurrahman FM saat Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di GOR A Yani Sumenep, Ahad, (22/10).

Dalam maklmuatnya kepada pemerintah, PCNU Sumenep mendesak pemerintah membuat regulasi seperti membuat Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang bisa melindungi lahan-lahan pertanian dan perkebunan produktif, kawasan konservasi, dan daerah-daerah tujuan wisata.

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Keluarkan Maklumat Agraria dan Pariwisata

Selain itu, PCNU Sumenep mendesak pemerintah untuk mengembangkan pariwisata berbasis warga dan pengembangannya tetap mempertahankan kearifan dan budaya lokal. Pariwisata harus sebesar-besarnya menguntungkan warga dan tidak merusak kearifan dan budaya lokal.

Wakil Ketua PCNU Sumenep, A Dardiri Zubairi mengatakan, maklumat tersebut sebagai respons atas kegelisahan warga yang tanahnya mulai banyak dijual. Sumenep sudan menghadapi darurat agraria. Saat ini, di kabupaten ujung timur Pulau Madura ini marak alih fungsi lahan.

"Apa yang disuarakan NU tepat, pas bersamaan dengan lahirnya Resolusi Jihad 22 Oktober dulu. Jika dulu bangsa ini menghadapi kolonialisme, saat ini sebenarnya tak ada bedanya cuma wajahnya berubah. SDA kita, termasuk tanah dan air, sudah dikuasai swasta termasuk asing," tutur Koordinator FNKSDA Sumenep, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Peringatan HSN yang dikemas dengan upacara dan istighosah kubro itu mengambil tema? Meneguhkan Peran Santri dalam Bela Negara Menjaga Pancasila dan NKRI.? Dalam kegiatan yang diikuti ribuan orang tersebut, tampak hadir Bupati Sumenep A Busyro Karim, sejumlah pengasuh pesantren, dan pengurus NU. (M Kamil Akhyari/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock