Rabu, 29 November 2017

Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Pusat Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Islam Sawsata (BKS-PTIS) Dr Muhadjir Effendy mengungkapkan jika program studi atau prodi Islam akhir-akhir ini mulai ditinggalkan akibat kalah bersaing dengan prodi umum.

"Karena itu kami akan memanfaatkan rapat kerja dan simposium BKS-PTIS se Indonesia ini untuk menguatkan kembali prodi-prodi Islam tersebut agar bisa bersaing dengan prodi-prodi umum yang saat ini tumbuh pesat," tegas Muhadjir Effendy di Malang, Ahad.

Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Prodi Islam Mulai Ditinggalkan Calon Mahasiswa

Rapat kerja (raker) dan simposium BKS-PTIS yang digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Malang itu berlangsung selama tiga hari mulai Jumat-Ahad (3-5/5) dan dihadiri oleh pembina dan pendiri BKS-PTIS, yakni Jusuf Kalla, HA Malik Fadjar, KH M Tolchah Hasan serta Yarsi Jurnalis Uddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, selain membahas bagaimana memperkuat kembali prodi-prodi Islam, pertemuan BKS-PTIS yang dihadiri oleh 460 perwakilan anggota PTIS itu juga akan merumuskan bagaimana PTS Islam yang belum kuat harus digandeng yang sudah kuat agar bisa maju bersama-sama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Disamping fokus membahas penguatan kembali prodi-prodi Islam, kata Rektor UMM itu, yang terpenting lagi adalah bagaimana menguatkan kerja sama antaranggota PTIS dalam mengembangkan prodi-prodi umum maupun Islam yang kini mulai ditinggalkan.?

Untuk merealisasikan kerja sama antaranggota PTIS itu, Muhadjir mengaku sudah memperoleh konfirmasi dari pihak Mu’assasah A-Waqf al-Islamy, Saudi Arabia. Rencananya pihak Arab Saudi menandatangani kesepakatan kerja sama, salah satunya dalam bidang pengajaran bahasa Arab bagi PTIS.?

Setiap PTIS diberi kesempatan untuk melakukan pendekatan kepada Mu’assasah guna menindaklanjuti kerja sama tersebut. "Seluruh anggota PTIS bisa berhubungan langsung dengan pihak A-Waqf Al-Islamy terkait kerja sama pengajaran Bahasa Arab tesrebut," ujarnya.

Sementara itu salah seorang pendiri BKS-PTIS yang juga mantan Menteri Agama Tolchah Hasan berharap BKS-PTIS semakin kuat secara organisasi, sehingga mampu meminimalkan konflik di internal perguruan tinggi masing-masing.

Sebab, lanjutnya, banyak antarpengurus di perguruan tinggi yang tidak mampu menahan emosi, sehingga terjadi konflik internal dan kondisi itu menghambat perkembangan serta kemajuan perguruan tinggi bersangkutan.?

"Kita berharap forum BKS-PTIS ini mampu menjadi perekat antaranggota dan bersama-sama membangun peradaban tanpa mengabaikan aturan yang telah ditetapkan, sebab organisasi yang sehat harus taat aturan,memiliki kinerja administrasi dan keuangan yang baik," tegasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock