Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kelompok-kelompok yang mengancam keutuhan NKRI dan Pancasila tampaknya kian berani menampilkan diri. Kalau ini tidak diantisipasi oleh semua pihak, maka potensi desintegrasi bangsa dan konflik horizontal dikalangan masyarakat sangat mungkin terjadi.?

Hal itu dikemukakan Ketua GP Ansor Kabupaten Tangerang, Khoirun Huda disela-sela kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) GP Ansor yang dilaksanakan di SDIT Al-Itqon Balaraja, Sabtu (21/5).?

Lebih lanjut Huda menyampaikan bahwa PKD ini dimaksudkan untuk mencetak para pemimpin muda yang memiliki wawasan dan nilai-nilai keislaman Ahlussunnah Waljama’ah yang kuat serta nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme dikalangan pemuda. “Penanaman nilai-nilai islam Rahmatalil ‘alamin dan nilai-nilai kebangsaan yang kuat insyaallah dapat menangkal penetrasi faham-faham transnasioanal yang secara masif dilakukan oleh kelompok-kelompok anti pancasila,” tambahnya.

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)
Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan (Sumber Gambar : Nu Online)

Teguhkan Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila, GP Ansor Tangerang Siapkan Kader Militan

Pengurus Wilayah GP Ansor Provinsi Banten, KH. Ahmad Imron yang hadir dalam acara tersebut menegaskan, kader GP Ansor juga harus memiliki ? nilai-nilai kebangsaan dan prinsip-prinsip kemasyarakatan yang selama ini dianut oleh Nahdlatul Ulama (NU) yakni toleran (tasammuh), seimbang dalam segala hal (tawazzun), Tawassuth (sikap tengah-tengah, sedang-sedang, tidak ekstrim kiri ataupun ekstrim kanan), iktidal (tegak lurus).

Sementara Ketua PC NU Kabupaten Tangerang KH. Encep Subandi memberikan amanat bahwa Ansor harus lebih intens melakukan kegiatan-kegiatan pengkaderan. Dia mengingatkan bahwa tantangan dan ancaman terhadap NKRI juga menjadi tantangan bagi GP Ansor. “Ansor harus lebih siap dan waspada, karena ancaman terhadap Islam Ahlussunnah Waljamaah, NKRI dan Pancasila tidak hanya datang dari kelompok-kelompok radikalisme kanan, tapi juga dari kelompok radikalisme kiri,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelatihan yang berlangsung hingga Selasa (24/5) ini diisi dengan berbagai pengetahuan dan wawasan tentang keNUan, Aswaja, kepemimpinan dan materi-materi yang bersifat kebangsaan.

Pelatihan yang mengambil tema “ Menciptakan Kader Muda NU yang Handal, Profesional dan Militan untuk Mengawal Keutuhan NKRI” tersebut diikuti tidak kurang 150 peserta yang terdiri dari Pimpinan Anak Cabang dan Pimpinan Ranting GP Ansor se-Kabupaten Tangerang. (Huda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ustadzah kenamaan Mama Dedeh, Selasa (28/4), di Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, menyambut baik kenang-kenangan madu Gerakan Pemuda Ansor setempat.

"Terima kasih, saya terima madunya, semoga mendapat berkah dan kebaikan," ujarnya singkat setelah menerima madu diserahkan dari Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra di depan rumah dinas bupati setempat.

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Mama Dedeh hadir ke daerah itu untuk mengisi taushiyah HUT ke-16 Kabupaten Way Kanan yang dihadiri puluhan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari 14 kecamatan di Way Kanan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Pimpinan cabang GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat meluncurkan "Madu Way Kanan" pada 13 November 2014 di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi, tepatnya di kilometer 5 Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Upaya peluncuran usaha itu dilakukan mengingat madu adalah merupakan obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di samping madu juga merupakan sarana untuk kesehatan sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya untuk selalu minum madu.

"Insya Allah Madu Way Kanan tersebut bukan madu-maduan. Madu yang didapatkan dari hutan tersebut sudah diuji sebelum dikemas," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan.

Berikut cara mengetes madu yang akurat dan sulit dikelabui para pemalsu madu. Ambil sesendok atau segelas madu dan selanjutnya direbus hingga mendidih. Madu asli setelah dingin akan tetap cair namun untuk madu palsu akan mengeras menjadi gulali hingga muncul campuran-campuran lainnya.

Madu asli juga bisa dites dengan sepotong ikan, caranya, masukan sepotong ikan pada segelas madu lalu tutup rapat agar tidak ada udara masuk selama 2 minggu. Jika madu asli maka ikan akan mengecil dan menjadi pucat namun tidak berbau. Tapi jika madu tersebut palsu,ikan berukuran tetap, namun warna berubah menjadi hitam dan berbau busuk.

"Usaha madu tersebut merupakan langkah awal GP Ansor Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha bagi kader Ansor. Dijual variatif, dari Rp25 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ukuran dan dijamin berkualitas, tidak berkualitas uang kembali. Hasil dari penjualan, 2,5 persen disumbangkan kepada anak yatim yang akan dititipkan melalui Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu. Bagi yang berminat membeli Madu Way Kanan bisa menghubungi 081273501925," ujar Gatot. (Red: Mahbib)

Foto: Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra menyerahkan sebotol madu binaan GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat kepada Mama Dedeh.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pemahaman santri terhadap dunia usaha harus ditanamkan sejak dini. Agar setelah lulus nanti mereka siap untuk berkiprah dengan usaha yang bervariasi.

Setelah sukses melangsungkan senam sepuluh ribu santri di tiga kota, Pasuruan dan Jombang, hari ini Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan acara serupa di Alun-alun Jember (5/5).

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Dalam jumpa persnya di Hotel Bintang Mulia Jember, pengurus HIPSI Pusat, So Good Food serta sejumlah artis pendukung melangsungkan konferensi pers. Kepada sejumlah media cetak dan elektronik, HIPSI menandaskan bahwa kegiatan senam ini sebagai puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami menyelenggarakan road show pemahaman kewirausahaan ke sejumlah pesantren dan kampus di Jember," kata Mochammad Ghozali kepada wartawan tadi malam. Ketua Umum HIPSI Pusat ini menandaskan bahwa ada sejumlah kampus dan pesantren yang dijadikan sosialisasi bagi semangat kewirausahaan ini. 

"Untuk kampus, kami menggandeng  Universitas Negeri Jember dan Sekolah Tinggi Institut Agama Islam Negeri," katanya. Sedangkan untuk pesantren yakni Pesantren Nurul Islam, Pesantren Al-Qadiri, Pesantren Al-Badri serta Pesantren Darul Hikmah.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun berbeda dengan dua kota sebelumnya, kegiatan road show ke sejumlah pesantren ini tidak sama. "Tidak semata memberikan motivasi tentang pentingnya dunia kewirausahaan, juga kami berikan kesempatan mengolah makanan siap saji dari kreasi mereka," lanjutnya.

Dari sejumlah pesantren ini, ada lima tim juru masak yang mengolah sejumlah menu makanan. "Dari lima tim itu dipilih dua tim terbaik," tandasnya. Dan dari delapan tim ini akan dilombakan pada kegiatan senam sepuluh ribu santri untuk dipilih yang terbaik.

"Ternyata saat para santri membuat makanan dengan kreasi sendiri, rasanya juga lumayan lezat," kata Willy yang mewakili pihak So Good Food. "Ini sangat membanggakan," lanjutnya.

Puncak kegiatan pengenalan dunia kewirausahaan ini akan dipungkasi di alun-alun Jember. "Ada sekitar sepuluh ribu santri yang hadir," kata Mohammad Arif dari HIPSI Jawa Timur. 

"Semua adalah utusan dari sejumlah pesantren yang ada di sekitar Jember," katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, semangat kewirausahaan akan diimbangi dengan kian kondusifnya kesehatan para santri. 

"Perpaduan antara semangat usaha dan badan yang sehat adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk bisa menjadi pengusaha sukses," tandas Mochammad Ghozali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sebuah pengajian peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Jamiyatus Sholihin Desa Dadapan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Nuril Arifin mengungkapkan terkait pola berpikir umat Islam saat ini yang menurutnya hanya berkutat seputar syariat saja. Ia juga mengibaratkan syariat sebagai kopi dalam gelas.

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Pengasuh Pondok Abdurrahman Wahid, Soko Tunggal, Jakarta itu mencontohkan tuduhan bid’ah kepada seseorang yang mengadakan shalawatan. Mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad? SAW dulu tidak pernah shalawatan. "Apa Nabi Muhammad SAW dahulu membaca tahlil, kok orang-orang NU pada membaca tahlil. Mereka juga mengatakan itu bidah," terang pria yang akrab disapa Gus Nuril itu, Ahad (8/5) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, minuman berkaleng dikatakan bidah, ngaji pakai lampu listrik dikatakan bidah. "Itu bodohnya ‘orang mengaji’, apa-apa dikatakan? bidah," sindir Gus Nuril sapaan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga mengatakan, dengan banyaknya jumlah peradaban umat Islam yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya perbedaan yang bermunculan. Menurutnya, umat Islam di Indonesia ada sebanyak 180 juta jiwa dan di antara jumlah itu hanya belajar tentang ilmu syariat saja. Padahal, baginya, belajar syariat ini hanya di putaran definisi saja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan kopi di dalam gelas, yang kata sebagian orang jika diminum membuat orang tidak mengantuk. Ada juga yang menafsirkan lain, bahwa kopi membuat perut perih. "Akhirnya orang ribut soal kopi, soal definisi kopi. Itu saja yang menjadi perselisihan. Ini yang disebut asma (nama-nama)," terangnya.

Dari asma ini, harus diangkat lagi menjadi sifat sehingga mengetahui hakikat sebenarnya. Dari syariat tadi itulah yang disebut ilmu yaqin. "Baru ilmunya saja, itu sudah kafir-kafiran. Melakukan saja belum. Kalau sudah dilakukan akan muncul yang namanya ainul yaqin. Kalau sudah tahu yang sebenarnya, maka itu disebut dengan hakikat," terang Gus Nuril.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Barisan Ansor Serbaguna (Banser) perwakilan dari beberapa Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) se-Kabupaten Rembang yang membantu proses pengamanan. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 03 Februari 2018

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tampil cantik tentu menjadi kebutuhan dan keinginan bagi banyak perempuan. Namun, tampaknya masih belum banyak kaum perempuan yang memiliki pemahaman yang utuh tentang makna kecantikan. Bahkan, makna kecantikan itu sendiri kerap dipahami dan dipersepsi yang salah.

Kopri  PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Kupas Makna Kecantikan

Kondisi inilah rupanya yang melecutkan semangat Pengurus Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) PMII Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, untuk menggelar Workshop Perempuan dengan tema "Mengupas Makna Cantik dalam Diri Perempuan", Rabu (16/5).

Ketua Kopri PMII Ushuluddin, Siti Aisyah mengatakan, selama ini kecantikan hanya dipahami secara lahiriah. Sebab, kecantikan lahiriah-fisik yang seringkali dijadikan standard umum dalam meraih kebahagiaan dan perhatian bagi diri perempuan. Padahal, tegasAisyah, kecantikan lahiriah secara fisik tidak akan bertahan dalam waktu yang lama. Ia akan menyusut dan memudar seiring perjalanan waktu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kendati demikian, diakui mahasiswi semester VI Jurusan Perbandingan Agama itu, kecantikan fisik tetap menjadi aset sangat berharga yang juga layak dipikirkan oleh kaum perempuan agar mendapat perhatian orang. “Tapi ini bukan kecantikan sejati dan abadi,” tegas perempuan berparas ayu asal Sidorajo ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diakui, pada abad 21 ini telah tersedia beragam alat-alat kecantikan. Hampir tiap hari, muncul iklan menawarkan alat-alat kecantikan terbaru yang menghiasi beberapa media. Hanya saja, banyak yang belum mengetahui pilihan yang tepat serta tata cara penggunaannya.

“Maka kami merasa perlu memberikan pemahaman. Bagaiamana cara bermake up yang benar serta bisa memilih sesuai dengan kulit kita masing-masing,” ujar Aisyah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham disela-sela acara.

Selain itu, menurutnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sahabat-sahabat aktivis PMII di kampus-kampus lain. Pasalnya, selama ini sangat sedikit yang menaruh perhatian dalam persoalan kecantikan dan alat-alat kecantikan.

“Ini penting. Saya kira kegiatan semacam ini baru Srikandi (baca: Kopri) PMII Ushuluddin. Yang lain belum,” kata Asiyah bangga.

Acara tersebut tampaknya mendapat respon yang luar biasa. Bukan hanya dari kalangan mahasiswi IAIN Sunan Ampel. Dekan Fakultas Ushuluddin dan Ketua Jurusan di lingkungan Fakultas Ushuluddin juga terlihat hadir bersama para dosen berbaur dengan ratusan peserta yang lain.

Hadir dalam kegiatan yang bertempat di Auditorium IAIN Sunan Ampel tersebut tiga narasumber. Yaitu dr Vikka Lestari (Dokter Spesialis Kecantikan), DR dr Hj Siti Nur Asiyah, M.Ag (Psikolog), dan Dra Yayuk Istichanah (Aktivis Perempuan Jawa Timur).

Suasana acara yang berlangsung sehari ini tampak cukup meriah. Pasalnya didukung oleh penampilan dari Hijab Class bersama MOYA, Make Up Class bersama Etty Sunanti (Owner Affadah, spesialis pernikahan muslim), serta Live Music Performance dengan Guest Star "SUNNI", Juara Girl Band Indonesia 2012.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU

Lampung Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus harian Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah mengadakan Safari Ramadhan 1438 H / 2017 M ke tujuh ranting NU, yakni ranting NU Sritejokencono, Saptomulyo, Nambahrejo, Sumberrejo, Purworejo, Kotagajah, dan Kotagajah Timur.

“Safari Ramadhan ini terlaksana dalam rangka momentum memuliakan bulan yang penuh berkah, wahana silaturahmi antarsesama Muslim wabil khusus nahdliyyin yang ada di wilayah Kecamatan Kotagajah, sekaligus memperkuat pemahaman dan mengamalkan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyyah dalam kehidupan sehari-hari,” kata H Siswanto selaku Ketua Rombongan Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa Ranting Sumberrejo, Kamis (8/6) malam.

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, MWCNU Kotagajah Lampung Tengah Kunjungi Tujuh Ranting NU

“Kami sengaja dari MWCNU Kecamatan Kotagajah ingin bersinergi dengan pihak aparat Kecamatan Kotagajah dalam Safari ini supaya lebih kompak dalam mensyiarkan agama Islam yang ramah dan toleran,” imbuh Wakil Ketua MWCNU Kecamatan Kotagajah itu.

Camat Kotagajah Eduart Hartono mengatakan, mengajak pada generasi muda Islam agar berhati-hati dalam dua hal, pertama, bahaya narkoba yang semakin merajalela, kedua, gerakan Islam yang radikal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ini yang harus kita waspadai, gerakan yang menentang Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, hati-hati dengan gerakan Islam yang nyleneh-nyleneh,” kata Hartono.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berikut titik lokasi Safari Ramadhan MWCNU Kecamatan Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun 1438 H / 2017 M, yaitu Selasa (6/6) di Masjid Al-Huda Ranting NU Nambahrejo, Rabu (7/6) Masjid Al-Hikmah Ranting NU Sritejokencono, Kamis (8/6) Masjid Jami’ At-Taqwa Ranting NU Sumberrejo, Sabtu, (10/6) Masjid Nurul Hidayah Ranting NU Kotagajah, Ahad, (11/6) Masjid At-Taqwa Ranting NU Kotagajah Timur, Senin (12/6) Masjid Misbahuttaqwa Ranting NU Purworejo dan Selasa (13/6) Masjid Baituttaqwa Ranting NU Saptomulyo.

Turut hadir dalam agenda Safari Ramadhan MWCNU Kotagajah Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah KH Zainuri, Ketua MUI Kotagajah H Ali Mustofa, Ketua MWC LP Ma’arif? NU Kotagajah KH M Baedlowi, Dewan Pengasuh Pesantren Nurul ‘Ulum Kiai Andi Ali Akbar, Camat Kotagajah Eduart Hartono, para kepala UPTD, Kepala KUA Kotagajah, para kepala kampung, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Lembaga Pendidikan Ma’arif? NU, dan Banser. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Pahlawan, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Larut Dalam Kegembiraan, Anak-Anak Berebut Buah

Boyolali, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Penyelenggaraan santunan anak yatim di Bantulan, Banyudono, Boyolali, Ahad (2/11) malam, terbilang unik. Usai mendapat santunan, anak-anak langsung menyerbu buah-buahan yang dikemas sedemikian rupa yang diletakkan di beberapa titik.

Larut Dalam Kegembiraan, Anak-Anak Berebut Buah (Sumber Gambar : Nu Online)
Larut Dalam Kegembiraan, Anak-Anak Berebut Buah (Sumber Gambar : Nu Online)

Larut Dalam Kegembiraan, Anak-Anak Berebut Buah

Anak-anak yang mayoritas masih berusia di bawah dua belas tahun itu larut dalam kegembiraan. Irfan salah satu dari mereka mengaku senang karena dapat memetik banyak buah. “Tadi dapat pepaya, pisang, dan kelapa muda,” ungkap bocah kelas V SD itu.

Panitia kegiatan santunan anak yatim Al-Amin, Reka mengatakan pada tahun ini sekitar 250 anak yang mendapatkan bantuan. Lebih lanjut dikatakan olehnya, bantuan itu akan diberikan secara rutin tiap bulan. “Pemberian kali ini hanya simbolis yang dilaksanakan rutin tiap malam 10 Suro,” terang Reka.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, dalam ceramahnya KH Amin Budi Harjono menerangkan keutamaan menyantuni anak yatim. “Sebuah keberuntungan besar, pada malam ini kita duduk bersama anak yatim dalam satu majelis yang penuh berkah, ditambah dengan memberikan santunan kepada mereka. Sebab, memberikan santunan kepada anak yatim itu setara dengan ibadah haji,” kata Kiai Amin di hadapan ribuan jamaah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pengasuh pesantren Al-Ishlah Semarang itu menambahkan, menyantuni anak yatim merupakan salah satu bentuk pengamalan sunah Rasulullah saw.

“Mengamalkan sunah rasul, ibarat tanah yang diguyur air hujan menjadi subur dan tumbuh tanaman. Hati kita apabila disirami cahaya akan menumbuhkan sifat dan akhlak yang baik,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ubudiyah, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

Sore itu Ujang mengobrol dengan Haji Yunus. Di meja beliau ada kitab Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Ujang lantas bertanya: "Banyak Ustad yang menekankan pentingnya kita ber-akhlak seperti akhlak Nabi Muhammad. Wak Haji, seperti apa sih akhlak Nabi kita itu?

Haji Yunus menarik sarungnya yang lusuh, lantas membuka kitab Ihya di depannya, "Mari Ujang kita ngaji bersama untuk menjawab pertanyaanmu itu". Haji Yunus membaca dan menerjemahkannya:

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nabi selalu memohon kepada Allah SWT supaya dihiasi dengan adab yang baik serta akhlak terpuji. Dalam doanya, beliau membaca: Ya Allah, baguskanlan rupa dan akhlakku. Dan beliau juga berdoa: "Ya Allah, jauhkan aku dari akhlak yang munkar," maka Allah mengabulkan doa beliau sesuai dengan firmanNya "Berdoalah kepada-Ku niscaya Kuperkenankan (permintaan) kamu itu" (QS al-Mumin: 60). Allah turunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad dan dijadikan Al-Qur’an itu bahan pengajaran adab, maka jadilah akhlak Nabi Muhammad itu (seperti isi) Al-Qur’an.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Said bin Hisyam berkata, "Aku masuk menemui Siti Aisyah RA dan bertanya tentang akhlak Rasulullah Saw." Aisyah menjawab dan bertanya, "Apakah engkau membaca Al-Qur’an?" Aku menjawab, "Iya." Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an."

**

Haji Yunus berkata: "Ujang, kalau akhlak Nabi itu Al-Qur’an, maka mari kita simak sejumlah ayat Al-Qur’an untuk memahami akhlak beliau SAW". Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya:

? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ?} ? ? ? ?

Sungguh Al-Qur’an mengajarkan Rasulullah SAW adab kesantunan sebagaimana dalam ayat, "Jadilah Engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS al-Araf: 199)

Di lain ayat, Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan." (QS al-Nah,: 90)

Dan firman Allah, "Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS Luqman:17)

Begitu juga dengan ayat "Orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan" (QS Asy-Syura: 43) dan "Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS al-Maidah:13). Kemudian, "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (QS al-Nur:22).

Lanjut dengan ayat "Dan yang sanggup menahan marahnya, serta orang- orang yang mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS Ali Imran:134) dan "jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain" (QS al-Hujurat:12).

Pada perang Uhud, gigi geraham Nabi patah sehingga darah mengucur keluar dan membasahi wajah beliau. Nabi berkata, "Bagaimana suatu kaum akan selamat jika mereka melumuri wajah Nabi mereka dengan darah, sedangkan Nabi mereka mengajak mereka kepada Tuhan" maka, Allah Swt menurunkan ayat, "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu" (QS Ali Imran:128). Ayat-ayat ini bermakna membimbing Rasulullah SAW atas kejadian yang tengah dihadapinya.

**

Haji Yunus mulai berkaca-kaca matanya. Ujang terdiam menundukkan kepalanya. Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ?}

Ayat yang senada seperti di atas banyak dijumpai dalam Al-Qur’an. Semuanya itu dimaksudkan mula-mula yaitu untuk membimbing dan mengarahkan Nabi Saw. Dengan itu, maka sinar pelajaran dari Al-Qur’an dapat menyebar ke seluruh manusia.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia". Setelah Allah menyempurnakan akhlak beliau, lalu Allah memujinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (QS al-Qalam:4).

**

Ujang mengangkat tangan, "Wak Haji, adakah contoh praktis dari akhlak Nabi SAW?"

"Iya, ada..." Haji Yunus kemudian lompat ke lembaran berikutnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ketika didatangkan sekelompok tawanan Thayyi-in, di antara tawanan tersebut ada seorang gadis belia. Dia berkata, "Hai Muhammad, sudikah engkau membebaskan aku, dan tidak mengecewakan musuh-musuhmu serta tidak mempermalukan orang-orang Arab? Sesungguhnya, aku adalah putri seorang pemimpin di kaumku. Bapakku bertugas melindungi daerahku, membebaskan tawanan, memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan, memberi makan, menyebarkan salam dan tidak pernah mengusir seseorang yang datang kepadanya untuk suatu keperluan. Aku adalah putri dari Hatim al-Thai"

Rasulullah Saw berkata, "Wahai budak perempuan, yang kamu sebut adalah semuanya sifat orang-orang mumin. Andaikata bapakmu seorang Muslim, niscaya kami akan mendoakan rahmat baginya." Nabi lalu memerintahkan, "Bebaskan dia, sesungguhnya bapaknya menyenangi budi pekerti yang mulia." Lalu bangun berdiri Abu Bardah bin Niar, seraya-berkata : "Wahai Rasulullah! Allah menyukai akhlaq yang mulia!" Nabi Menjawab: "Demi Allah yang nyawaku dalam kekuatan-Nya! Tiada yang masuk surga kecuali orang yang bagus akhlaknya"

**

"Sampai di sini, mengertikah kamu, Ujang, bahwa Nabi pun memghormati akhlak non-Muslim dan menyanjungnya. Kita tentu malu sekarang kalau non-Muslim lebih banyak yang mengamalkan akhlak mulia ketimbang kita para pengikut Nabi Muhammad," tegas Haji Yunus. Beliau melanjutkan menerjemahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Muaz bin Jabal, Nabi Bersabda: "Sesungguhnya, Islam meliputi akhlak-akhlak yang terpuji dan perilaku yang baik." Adapun contoh dari akhlak yang terpuji adalah pergaulan yang baik, perbuatan terpuji dan perkataan yang lemah lembut, melakukan perbuatan yang maruf, memberi makan tamu, menyebarkan salam, menziarahi orang Muslim yang sakit baik yang akhlaknya baik maupun yang buruk, mengantarkan jenazah Muslim, berlaku baik kepada tetangga baik yang Muslim maupun yang Kafir, memuliakan yang lebih tua, menghadiri undangan perjamuan makan dan mendoakannya, suka memaafkan, senang mendamaikan, bersifat pemurah, mulia, toleran, memulai memberi salam, menahan amarah dan memberi maaf orang yang minta maaf.

**

Haji Yunus menghela napas. "Masih panjang pembahasan comtoh-contoh akhlak Nabi yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ini. Silakan dibaca sendiri. Tapi intinya kamu sudah paham belum?"

Ujang mengangguk: "Intinya adalah akhlak Nabi itu Al-Qur’an."

Haji Yunus berkata: "Benar! Maka kalau kita bertekad membela Al-Qur’an maka kita harus membelanya lewat akhlak Nabi Muhammad yang digambarkan begitu indah dalam Al-Qur’an. Tentu mengherankan kalau kita hendak membela Al-Qur’an tapi dilakukan dengan cara yang jauh dari nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam Al-Qur’an dan terwujud dalam contoh budi pekerti Nabi Muhammad yang agung."

Spontan Ujang berteriak: "takbiiirrrr!!!"

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Kyai, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 28 Desember 2017

Alih-alih Nobar Pengkhianatan G30S/PKI, 250 Anak Yatim Ini Tonton Warkop DKI Reborn

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ruangan Studio 1 di XXI Tangcity Mall, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Tangerang, Banten, dipadati anak-anak berkaos putih, Ahad (1/10). Yatiman 10 Muharram 1439 H tertulis di bagian dada kaos putih yang mereka kenakan.

Alih-alih Nobar Pengkhianatan G30S/PKI, 250 Anak Yatim Ini Tonton Warkop DKI Reborn (Sumber Gambar : Nu Online)
Alih-alih Nobar Pengkhianatan G30S/PKI, 250 Anak Yatim Ini Tonton Warkop DKI Reborn (Sumber Gambar : Nu Online)

Alih-alih Nobar Pengkhianatan G30S/PKI, 250 Anak Yatim Ini Tonton Warkop DKI Reborn

Siang itu, sedikitnya 250 anak memadati ruangan yang terletak di lantai 2 mall. Sementara mata tertuju ke arah layar, sesekali terdengar tawa riuh dari mulut mereka saat film mulai diputar.

Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2, judul film yang ditayangkan, adalah film komedi Indonesia 2017 yang disutradarai oleh Anggy Umbara.  Film tersebut merupakan adaptasi dari film-film Warkop DKI.

Kehadiran 250 anak itu atas fasilitas NU Care-LAZISNU yang ingin berbagi kebahagiaan bagi yatim piatu dan dhuafa dalam merayakan lebaran yatim 10 Muharram.

“Salah satu keutamaan ibadah di bulan Muharram adalah menyantuni anak yatim.  NU Care-LAZISNU ingin membagikan kegembiraan bagi anak-anak yatim di Muharram ini,” kata Direktru NU Care-LAZISNU, Syamsul Huda.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tiket menonton film gratis sepenuhnya disediakan oleh Falcon Picture, produsen film tersebut. Menonton film menambah kegembiraan anak-anak yang sebelumnya dihibur penampilan dongeng oleh Kak Rizal.

Santunan dan Kunjungan Wirausaha

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Setelah menonton film, peserta lalu dibawa ke kantor Alfamart di Jl MH Thamrin Cikokol Tangerang. Di sana, peserta dikenalkan dunia wirausaha, diberi santunan uang tunai, dan satu paket alat tulis.

“Kita ajak anak-anak menikmati kebahagiaan selama sehari penuh,” tambah Syamsul.

Reza Pahlevi, Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, memaparkan, pihaknya senang bekerjasama dengan NU Care-LAZISNU yang dalam merayakan Muharram mengadakan santunan kepada yatim piatu dan dhuafa.

“Alfamart dengan yatim piatu dan dhuafa, kalau mengutip sabda Nabi, ibarat dua jari yang saling berdampingan,” kata Reza.

Pihaknya berterimakasih kepada NU Care-LAZISNU yang mengakomodir kehadiran yatim dan dhuafa ke kantor Alfamart. Hal tersebut semakin menambah kepedulian Alfamart kepada yatim dan dhuafa.

Salah satu koordinator yatim, Riantoko mengungkapkan rasa syukur karena anak-anak yatim dan dhuafa tampak senang mengikuti rangkaian kegiatan hari itu.

“Kalau keseharian anak-anak ini kan jauh dari hiburan,” katanya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Memaknai Tradisi Pulang Kampung

Oleh: Guntur Pribadi *



Ada yang menarik hampir setiap tahun dalam kehidupan masyarakat kita di akhir bulan Ramadhan. Seperti dapat dilihat, mendekati hari raya Idul Fitri, masyarakat di negeri ini di samping ada yang lebih konsentrasi meningkatkan grafik ibadahnya, di sisi lain ada pula yang bergelut dengan kesibukan persiapan pulang kampung atau mudik.

Memaknai Tradisi Pulang Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Tradisi Pulang Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Tradisi Pulang Kampung

Aktivitas mudik di negeri ini memang telah menjadi tradisi menjelang hari raya keagamaan. Tidak saja umat Islam, umat-umat keagamaan lainnya pun ketika menjelang hari raya lebih banyak memilih pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga.?

Tradisi pulang kampung menjelang hari raya Idul Fitri adalah potret yang setiap tahun akan selalu dapat dilihat di negeri ini. Mudik dan berkumpul dengan keluarga adalah kehidupan yang sangat berharga. Bahkan, jauh hari sebelum Lebaran pun rencana pulang kampung telah dipersiapkan agar dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar.

Bukan saja masyarakat yang sibuk dengan aktivitas mudiknya, pemerintah pun juga setiap tahunnya akan disibukan dengan pengamanan dan pelayanan arus mudik oleh masyarakat yang pulang kampung.?

Tampaknya memang berLebaran bersama keluarga bagi masyarakat kita adalah momentum yang banyak orang untuk tidak melewatinya. Dan itu dilakukan hampir setiap umat beragama di negeri ini. Karena itu pula, pulang kampung pun menjadi pilihan agar dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, saudara, dan sahabat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

***

Melihat gambaran kehidupan masyarakat yang disibukan dengan tradisi mudik menjelang Lebaran tentunya ini bukan sesuatu yang terkonstruksi begitu saja. Aktivitas mudik hingga tampak seperti telah menjadi tradisi semacam itu bila ditelusuri dalam waktu-waktunya, boleh jadi, adalah memang kegiatan yang telah lama dan biasa dilakukan oleh bangsa ini.

Bangunan kehidupan sosial masyarakat negeri ini yang dikenal heterogen dengan keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama, menjadi identitas yang tidak dapat dilepaskan pada lokalitas-lokalitas masyarakat itu berasal. Sehingga ketika hidup dalam perantauan sekalipun, emosional untuk kembali ke kampung halaman terkadang sulit untuk dibendung.

Selain itu pula, apresiasi momentum keagamaan ketika Lebaran sedang berlangsung adalah saat-saat setiap umat mengalami tingkat interaksi sosial yang tinggi. Dari suasana itu kemudian terjadi pula pertukaran arus informasi dan pengalaman, yang sadar atau tidak sadar, tentu saja akan memiliki pengaruhnya pada perubahan-perubahan sosial.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak jarang, misalnya, seseorang yang pulang ke kampung halamannya membawa kabar gembira dengan pengalaman-pengalaman di kota untuk disampaikan pada keluarga dan sahabat. Dari informasi pengalaman itulah tanpa disadari kemudian berpengaruh terhadap keinginan orang kampung untuk mencoba pula pengalaman yang sama. Karena itu, tidak heran oleh kita, setelah Lebaran potret arus balik meningkat dengan banyaknya masyarakat yang kemudian mencoba mendapatkan pengalaman kehidupan di kota.?

***

Lebaran, bagi umat Islam, tidak saja menyiratkan sekadar aktivitas perayaan keagamaan. Akan tetapi, Lebaran juga memiliki substansi akan pentingnya upaya mempererat ikatan persaudaraan dalam konteks kehidupan bersilaturahmi.

Islam sebagai agama tidak saja memberikan tuntunan pada umatnya soal pentingnya hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengajarkan betapa sangat pentingnya manusia sesama manusia membangun tali silaturahmi sebagai cara meningkatkan kualitas kehidupan komunikasi umat.

Dalam keseharian hidup manusia, tak jarang salah paham, pergesekan, dan pertentangan membuat hubungan manusia menjadi renggang. Terkadang hanya mempertahankan keserakahan dan kepentingan, hubungan keluarga, persaudaraan, persahabatan, pun menjadi tak berharga, bahkan terputus.?

Pada kondisi-kondisi hubungan manusia yang tak harmonis setelah mengalami pertentangan dan gesekan. Suasana Lebaran adalah ruang yang tepat dan efektif, yang memberikan kesempatan-kesempatan kepada siapapun untuk melakukan evaluasi diri dan sekaligus memperbaiki kembali hubungan sesama manusia.

Islam sendiri pun dalam hal hubungan sesama manusia dalam risalahnya sangat memperhatikan akan pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan. Karena itu, menyambung tali silaturahmi dalam ajaran Islam adalah sangat penting. Ajaran tersebut tidak saja menyiratkan soal praktek ibadah sosial. Lebih dari itu, silaturhami juga sebagai media dalam membangun dan menjalin komunikasi umat dalam konteks kebersamaan.

Sebab itu, seperti kita tahu, Nabi SAW pun menganjurkan agar umatnya menjaga dan menyambung tali silaturahmi sebagai manifestasi menjalankan perintah agama. Seperti dikatakan dalam hadisnya Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kerabat (famili). (Bukhari dan Muslim). Larangan tersebut tentu saja memiliki nilai substansi betapa sangat pentingnya menyambung hubungan silaturahmi.

Tak hanya itu saja, Nabi SAW juga dalam haditsnya menerangkan di antara hikmah silaturahmi itu adalah dapat meningkatkan kualitas kehidupan umat. Sebagaimana disebutkan Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dilanjutkan umurnya, maka hendaknya menyambung hubungan famili (kerabat). (Bukhari dan Muslim)?

Dari itulah, pulang kampung pada momentum Lebaran kemudian menemukan arti pentingnya pada konteks konstruksi membangun hubungan tali persaudaraan, keluarga, dan persahabatan. Di sadari atau tidak, tentu tidak ada di antara kita tanpa mengalami interaksi yang stabil-stabil saja. Silaturahmi bukan saja dapat menjadi media pencair komunikasi. Lebih dari itu, silaturahmi juga merupakan ruang bagi manusia dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kehidupannya.?





* Penulis adalah Pegiat Lembaga Bantuan Hukum dan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Nasional, AlaSantri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 08 Desember 2017

Rokok Cerutu Iringi Pejuang Kemerdekaan di Parakan

Sejarah tutur (sebagaimana istilahnya Gus Dur) keberadaannya dapat membantu memperkaya perspektif pembaca dalam memahami suatu peristiwa sejarah. Utamanya ialah bahwa sejarah tutur sering dapat mengeksplorasi suasana sebuah peristiwa dan sisi lain dari suatu sejarah yang kerap tidak tersorot dalam dokumentasi sejarah resmi. ?

Buku berjudul Cuplikan Sejarah Bambu Runcing karya KH. Muhaiminan Gunardho Parakan yang diterbitkan Kota Kembang, Yogyakarta (hanya untuk kalangan sendiri) itu barangkali dapat dikelompokkan ke dalam kategori sejarah tutur dimaksud. Walaupun hanya kumpulan cuplikan sejarah yang sudah tentu masing-masing fragmen cerita ditulis tidak secara komprehensif-holistik, bahkan satu sama lain di antara fragmen peristiwa di dalamnya terkesan kurang terkait secara padu. Namun cukup mengilustrasikan bagaimana sejarah singkat Bambu Runcing dan kota Parakan dalam konteks masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. ? ? ? ?

Rokok Cerutu Iringi Pejuang Kemerdekaan di Parakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rokok Cerutu Iringi Pejuang Kemerdekaan di Parakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rokok Cerutu Iringi Pejuang Kemerdekaan di Parakan

KH. Muhaiminan Gunardho dalam salah satu fragmen dalam buku ini menggambarkan suasana kota Parakan. Tidak terhitung lagi banyaknya orang-orang yang datang ke Parakan siang malam, pagi sore berbondong-bondong tanpa henti-hentinya bagaikan barisan semut. Mulai dari stasiun, karena waktu itu diadakan kereta istimewa sampai Jetis, jembatan Galeh sampai jembatan Brangkongan, penuh pemuda beriringan memanggul Bambu Runcing, kelewang, sujen, dan botol-botol tempat air.?

“Kereta api memuat penumpang bergelantungan sampai di atas atap. Dari stasiun para pemuda dengan beratur berbaris empat-empat menuju gedung Barisan Muslimin Temanggung (BMT). Tidak sedikit rombongan yang berjalan kaki dari jalan Kedu, jalan Bulu, jalan Wonosobo, jalan Ngadirejo, semuanya menuju satu tujuan yaitu gedung BMT Kauman Parakan, tempat menyepuh Bambu Runcing,” tulis Kiai yang dulu cukup dekat dengan Gus Dur itu.

Masyarakat dan rakyat Parakan menyambut para pemuda pejuang tersebut dengan sangat ramah dan penuh suka cita. Mereka dianggap tak ubahnya saudara mereka sendiri. Pada saat seperti ini banyak masyarakat Parakan yang memberikan kemudahan kepada pengunjung, yaitu dengan menjual berbagai dagangan, seperti makanan dan minuman, juga Bambu Runcing, kenthes, angklek keris, botol, tambang, dan tutup botol.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bila ada rombongan datang sore atau malam hari, selain menawarkan dagangan warga Parakan juga menawarkan penginapan secara rombongan. Sebab tidak semua rombongan yang datang sudah lengkap peralatannya. Ada yang sudah membawa perlengkapan dari daerah asalnya seperti Bambu Runcing, botol dan lainnya, tetapi tidak sedikit pula yang datang belum membawa perlengkapan apa-apa.

Para penjaja barang-barang ini berjajar memenuhi jalan menuju Masjid Kauman dan gedung BMT. Bambu Runcing dan kenthes yang dijual kebanyakan berasal dari pring gading (bambu kuning) yang sering juga dibuat sebagai gagang sapu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penjual sepatu juga ada, kebanyakan ukurannya besar sebab sepatu rampasan dari Belanda. Tidak ketinggalan pedagang rokok pun ikut menawarkan produk rokoknya. Yang unik serta mengesankan adalah ada pedagang rokok pada waktu itu yang tidak pernah lupa menjual rokok cerutu raksasa, panjang rokok ini sampai 1,5 meter.

Pada siang hari mulai pukul 08.00 sampai 16.00 di jalan Kauman gedung BMT dipenuhi orang, terdengar dari gedung itu sangat nyaring suara orang memanjatkan doa bersama-sama malafalkan:

? ? ? ?× (Basmalah 3x)

? ? ? ?× (Allahu Ya Hafidz 3x)

? ? ?× (Allahu Akbar 3x)

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?×?

Begitu pula di antara rombongan pejuang yang sudah tiba di Parakan pun terjadi kesibukan berbeda-beda di antara mereka. Ada yang ? mencari masjid, mencari warung, mencari penginapan, ada yang langsung mendaftar ke kantor BMT dan ada juga yang langsung menyepuhkan bambu runcingnya. Untuk menampung pendatang malam hari, tidak sedikit rumah-rumah pribadi dijadikan penginapan sementara. Bagi mereka soal di mana tidurnya tidak masalah. Asal ada dipan bahkan dengan menggelar tikar lantaipun mereka tidur pulas. Langgar dan masjidpun selalu penuh.

Keramaian Parakan, dengan sepuh Bambu Runcingnya, akhirnya tercium juga oleh penjajah yang merasa sangat tidak senang dengan kegiatan tersebut karena dianggap membahayakan posisinya. Maka mulailah mereka menyebar mata-mata. Akhirnya sejak itu untuk mengantisipasi dari segala kemungkinan yang tidak diinginkan, pengurus BMT mengeluarkan ketentuan siapapun yang akan bertemu atau rombongan penting yang akan masuk ke BMT, harus mendaftar terlebih dahulu. Beruntung Hubungan antara BMT dengan kepolisian Parakan waktu itu sangat erat. (M. Haromain)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Quote, Nasional, Pahlawan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 28 November 2017

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Mantan anggota jaringan teroris Ali Fauzi Manzi menegaskan bahwa aksi-aksi teror itu bukan pengalihan isu. Teroris di Indonesia benar-benar riil.

Demikian disampaikan Ali Fauzi pada pendidikan singkat Penguatan Perspektif Korban dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media di Menteng yang diinisiasi Aliansi Indonesia Damai (Aida) dan Yayasan Penyintas Indonesia (YPI), Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Teroris Cerita Aksi Teror dan Pengalihan Isu

Ali mengatakan, berita yang berkualitas harus memenuhi syarat obyektivitas. Sayangnya, banyak pernyataan dimunculkan setelah terjadinya aksi terorisme yang mengatakan ketidakmungkinan serangan teror dilakukan oleh teroris.

Misalnya ada seorang tokoh Indonesia setelah kejadian Bom Bali yang berpendapat bahwa seorang santri yang sederhana tidak mungkin dapat membuat bom seperti Bom Bali.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tokoh tersebut mendasarkan alasannya bahwa ia sudah bertanya kepada teman-teman doktor fisika dan meyakini bom sebesar itu harus dibuat di laboratorium negara.

Pria yang memiliki keterlibatan yang cukup dalam jaringan terorisme sejak 1994 dan bertobat tahun 2006 menyebutkan kisah pertobatannya terjadi bukan dengan serta merta. Ali mengatakan, “sungai kehidupan” yang membawanya kepada keadaan seperti saat ini. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Tokoh, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pembangunan Gedung Nahdlatul Ulama Cabang Brebes terus berlanjut. Sejak peletakan Batu Pertama Ahad (31/1) tak pernah berhenti. Hingga mencapai triwulan pertama ini, tiada kendala yang cukup berarti karena dana terus mengalir.

“Insya Allah, dua minggu lagi membuat dak (pengecoran, red) untuk pondasi lantai kedua,” terang Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes H Athoillah SE saat memimpin rapat antar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU DAN Panitia Pembangunan di Gedung NU Kamis (13/5).

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Menurut Athoillah, karena pembangunan Gedung ini semakin mendekati penyelesaian lantai pertama, maka diharapkan dukungan semua pihak. “Gedung Nahdliyin (Warga NU, red) ini, perlu mendapat dukungan semua pihak untuk menyelesaikannya,” terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Termasuk, lanjutnya, dari para simpatisan NU dan para aghnia. “Karena ini gedung milik bersama maka harus dibangun bersama-sama,” ajaknya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, selain penghimpunan dana dari Nahdliyin juga datang dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Seperti Pengusaha, Anggota Dewan, Pejabat dan dermawan lainnya. Untuk warga NU penghimpunan dana dilakukan oleh pengurus MWC hingga ranting dan badan otonom NU.

“Bila sudah terkumpul, lalu disetorkan ke pihak panitia,” ujar Athoillah yang didampingi Ketua Panitia Pembangunan H Sodikin Rachman

Pembaungunan gedung NU, berada di lokasi yang sama di gedung NU lama. gedung baru ini terletak didepannya, tetapi gedung baru akan lebih representatif. Berbagai fasilitas akan dilengkapi, diantaranya home stay, aula dan ruang rapat.

 

Lebih lanjut kang Atho, demikian sapaan akrabnya, memaparkan luas bangunan 33 x 15 meter atau sekitar 500 meter persegi. Bangunan lama akan dipertahankan dan gedung baru mengambil posisi depan yang merupakan halaman dari gedung lama.

“Bangunan lama akan diperuntukan bagi badan otonom, lajnah dan 5 lokal untuk MTs Maarif NU 01 Brebes,” paparnya.

Gedung berlantai dua itu, lanjutnya, diperkirakan akan menelan dana lebih kurang 1,7 milyar rupiah. “Biaya sepenuhnya ditanggung secara gotong royong oleh warga nahdliyin dan simpatisan NU,” jelasnya.

Adapun pemanfaatan gedung tersebut antara lain untuk kantor sekretariat PCNU, badan otonom, dan lajnah-lembaga. Disamping itu tersedia juga fasilitas aula, ruang istirahat dengan 5 kamar VIP dan kamar los dengan 20 tempat tidur. “Minimal, gedung NU nanti bisa digunakan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepada peserta rapat Athoillah menyampaikan hasil-hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar. Hasil-hasil tersebut selanjutnya di gandakan dan diserahkan kepada para Ketua MWC untuk disebarluaskan kepada para pimpinan ranting.

Hadir dalam rapat Pengurus PCNU, MWC NU dan Panitia Pembangunan antara lain Rois Syuriyah PC NU KH Aminudin Masduki, Para Ketua MWC se Kab. Brebes dan Ketua Panitia Pembangunan beserta jajaran Panitia lainnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Nasional, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 07 November 2017

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Seakan sudah menjadi kebiasaan setiap gelaran konferensi cabang (Konfercab) NU, tak sedikit orang membincangkan terkait siapa ketua dan rais yang layak menakhkodai pucuk pimpinan NU selanjutnya. Bahasan yang berkutat soal pemilihan ini sebetulnya sudah menghilangkan makna Konfercab NU yang semestinya.

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang H Muslimin Abdilla mengungkapkan, dengan merujuk pada ART NU, bahwa Konfercab adalah assembly (forum permusyawaratan) tertinggi di tingkat cabang. Sebagaimana dalam ART pasal 79 Konferensi Cabang membicarakan dan menetapkan lima hal penting.?

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan

"Pertama soal laporan pertanggungjawaban PCNU, kedua pokok-pokok program tahunan, ketiga hukum dan masalah keagamaan dan kemasyarakatan, keempat rekomendasi organisasi, dan selanjutnya memilih rais melalui Ahwa dan memilih ketua," katanya, Sabtu (22/4).

Ia tak menampik, isu yang sedang gencar di permukaan menjelang gelaran Konfercab NU di Kota Santri ini adalah soal pemilihan yang sebenarnya hanya menjadi salah satu bahasan Konfercab dari poin penting lainnya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Pemilihan rais dan ketua, sampai saat ini masih menjadi pembicaraan yang paling menonjol, padahal pemilihan hanyalah salah satu dari lima pembahasan dalam Konfercab," tambah pria berkacamata ini.

Dari bahasan tunggal itu, tambah dia, sampai saat ini, peserta Konfercab belum menjadikan materi pokok-pokok program, rekomendasi dan pembahasan hukum dan masalah keagamaan, sebagai bahasan yang lebih penting daripada bahasan tentang pemilihan ketua atau rais," tuturnya.

Pada kondisi yang setagnan ini, lanjutnya, menandakan bahwa organisasi NU masih tergantung kepada individu yang dipilih sebagai rais atau ketua, belum menjadi organisasi yang tergantung dengan program.

"Kalau begini terus, maka program akan tergantung dengan siapa yang menjadi ketua atau rais, bukan ketua atau rais yang harus tergantung dengan program yang diputuskan dalam Konfercab. Sehingga tidak banyak memperhatikan keputusan Konfercab tentang program," paparnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Semestinya menurut pria yang kerab disapa Cak Muslimin ini siapapun ketua atau rais harus menjalankan program yang diputuskan dalam Konfercab. Tidak boleh sama sekali keluar dari program yang diputuskan dalam Konfercab.?

"Karena itu, menjadi ketua atau rais adalah beban yang berat, karena harus menjalankan program yang dimanahkan oleh Konfercab," tutupnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 04 November 2017

LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Lembaga Amal Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (Lazisnu) Kudus mencanangkan program beasiswa kepada pelajar teladan di lingkungan madrasah NU. Hal ini merupakan prioritas program NU Smart yang digalakkan Lazisnu Kudus.

LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Programkan Beasiswa Pelajar Teladan

Ketua Lazisnu Kudus Syaroni Suyanto menjelaskan program beasiswa pelajar teladan kali pertama telah diberikan kepada tiga siswa-siswi kelas VII, VIII dan kelas IX MTs NU Marifatul Ulum Desa Mijen Kaliwungu Kudus, Sabtu (21/3) lalu. Masing-masing anak menerima beasiswa sebesar Rp 200.000,-.

"Di awali di madrasah ini dan akan berlanjut pada pelajar madrasah lainnya," ujarnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di kantor Lazisnu Jl Pramuka 20 Kudus, Selasa (24/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syaroni menjelaskan, program beasiswa ini menjadi motivasi yang ditawarkan pada madrasah dan pelajar NU agar lebih semangat belajar dan berlomba-lomba meraih prestasi akademik.

"Untuk sementara, kita merencanakan satu tahun sekali memberikan beasiswa untuk tiga madrasah," terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mengenai kriteria pelajar teladan, Lazisnu Kudus memberi batasan dan ketentuan berdasarkan prestasi rapor, wawasan, dan pengetahuan. Kemudian, pelajar akan diseleksi oleh tim yang terdiri dari LP Maarif dan pihak madrasah sendiri.

"Untuk tingkat MTs dan MA syarat mutlaknya harus bisa baca al-Quran, memiliki dasar-dasar baca kitab dan berakhlakul karimah. Kita tidak ingin pelajar teladan mengajinya jelek," tandas Syaroni.

Ia menambahkan seleksi ini nantinya tidak hanya terbatas di kalangan pelajar madrasah di wilayah perkotaan saja, melainkan merata sampai pelajar madrasah di kecamatan maupun desa.

"Karenanya, demi sukses program ini Lazisnu akan bersinergi dengan MWCNU, LP Maarif dan banom di berbagai tingkatan untuk menyeleksi siswa-siswi yang memenuhi kriteria dan layak menerima beasiswa," tegas Syaroni. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Nasional, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 03 November 2017

Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Seorang manula berusia 80 tahun, imam di Saudi telah menjalankan ibadah haji sebanyak 60 kali, yang bisa mencatatkan namanya dalam daftar the Guinness World Record book.

Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)
Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali (Sumber Gambar : Nu Online)

Manula Saudi Miliki Rekor Haji 60 Kali

“Tidak ada perbandingan antara haji saat ini dengan masa lalu ketika sarana dan prasarana masih kurang,” kata Sheikh Jabran Yahya Solaiman Al-Malki, kepada Saudi Gazette, Ahad, 13 October.

Bagi Malki, yang merupakan seorang imam di masjid Hiraz di Al-Dair, di propinsi Jazan, Barat Daya Saudi, layanan haji telah berubah banyak sejak ia pertama kali berhaji bersama ayahnya pada 1954.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dia mengatakan, perjalanan dari Jazan ke Makkah memerlukan waktu dua minggu.

Al-Malki menambahkan waktu itu, tidak ada jalan beraspal, mobilnya tua dan penuh asap, tidak tersedia cukup air, makanan atau toiler di area tempat suci.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Jumlah jamaah haji sekitar 250.000,” katanya.

“Kami biasa tinggal di tenda…kami harus berjalan kaki yang jauh antara Mina, Arafat dan Muzdalifah.”

Ingatan pengalaman zaman susah tersebut tak akan dilupakannya. Dia sangat memuji pelayanan haji saat ini.

"Haji sekarang seperti piknik, terima kasih pada layanan baik yang disediakan pada para tamu Allah oleh pemerintah Saudi Arabia..,” katanya.

Al-Malki mengatakan, dia menjalankan ibadah haji untuk dirinya sendiri, menghajikan orang tua, saudara dan beberapa anaknya yang mati muda.

"Pada usia 80 tahun dengan 60 kali haji, imam tersebut dapat dicatatkan di rekor dunia,” kata koran tersebut. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 September 2017

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 06 September 2017

ASBIHU Persilahkan PWNU dan PCNU Buka Kantor Perwakilan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Asosiasi Bina Haji dan Umrah (ASBIHU) Nahdlatul Ulama Tour and Travel mempersilahkan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) untuk membuka kantor perwakilan di masing-masing daerahnya.?

ASBIHU melalui manajemen perusahaan PT Al-Abshar Asbihutama Sejahtera memposisikan setiap perwakilannya sebagai rekanan perusahaan. Karena itu, manajemen memberikan insentif berharga bagi perwakilan di seluruh Indonesia yang dikelola PWNU dan PCNU.?

ASBIHU Persilahkan PWNU dan PCNU Buka Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)
ASBIHU Persilahkan PWNU dan PCNU Buka Kantor Perwakilan (Sumber Gambar : Nu Online)

ASBIHU Persilahkan PWNU dan PCNU Buka Kantor Perwakilan

Selain mendapatkan biaya khusus perjalanan ibadah umrah, perwakilan juga berkesempatan membawa dan mempimpin jamaah mereka sendiri.

“Siapa pun yang menjadi perwakilan ASBIHU, akan mendapatkan pembiayaan dari perusahaan. Mereka juga punya kesempatan untuk beribadah umrah berkali-kali,” terang Direktur PT Al-Abshar Asbihutama Sejahtera, H Hafidz Taftazani.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak hanya kepada perwakilan ASBIHU, insentif juga diberikan kepada wilayah dan cabang NU di setiap daerah yang memiliki perwakilan ASBIHU. Besarnya insentif senilai US$10 per jamaah di tingkat wilayah dan US$20 per jamaah di tingkat cabang.

Pemberian insentif kepada cabang dan wilayah NU tidak mengharuskan cabang dan wilayah bersangkutan untuk mendapatkan jamaah umrah dan melakukan perjalanan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel.?

Sebaliknya, pemberian insentif juga tidak mengikat perwakilan untuk menjadi bagian dari pengurus cabang dan wilayah NU. Artinya, perwakilan juga bisa berasal dari non-pengurus NU maupun banom/lembaga NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hafidz menegaskan, pemberian insentif kepada cabang dan wilayah semata-mata sebagai bentuk penghargaan karena jamaah umrah berada di wilayah dan cabang NU.?

“Namanya ibadah umrah, jamaahnya berada di wilayah dan cabang. Insentif diberikan karena cabang dan wilayah memiliki jamaah atau warga yang berangkat umrah melalui ASBIHU. Dengan adanya insentif kepada cabang dan wilayah, perwakilan sudah melakukan imbal balik kepada cabang dan wilayah,” kata pria yang juga menjabat Bendahara PBNU ini.

Pemberian insentif dilakukan pada akhir tahun dengan mengakumulasi banyaknya jamaah yang melakukan ibadah umrah melalui ASBIHU Tour and Travel. Pihaknya berharap dengan pemberian insentif ini akan memotivasi setiap cabang dan wilayah serta setiap perwakilan untuk menjadi mitra ASBIHU.

“Kami harapkan PWNU dan PCNU mulai tahun ini mendapatkan insentif atau fee tersebut,” kata Hafidz seraya menambahkan bahwa sementara ini sistem pemberian insentif yang sudah berjalan kebanyakan adalah di Wilayah Jawa Tengah.

Saat ini, ASBIHU Tour and Travel telah memiliki 60 perwakilan di seluruh Indonesia. “Selain di Jawa Tengah, perwakilan juga tersebar di Bekasi, Sukabumi, Lampung, Malang, dan Banjarmasin,” kata Hafidz.?

Jumlah perwakilan diyakini Hafidz akan terus meningkat seiring dengan kesadaran umat Islam akan pentingnya menjalankan ibadah umrah. Tentu upaya ini bisa menjadi potensi usaha bagi PWNU dan PCNU itu sendiri untuk menggerakkan roda organisasi secara dinamis. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nasional, Olahraga Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock