Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga semakin dimudahkan dengan peluncuran website resmi jaringan pesantren NU Jateng. Mereka bisa mengetahui seputar aktivitas atau program terkini Pengurus Wilayah Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jawa Tengah.

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Informasi RMI Jateng dapat diakses di http://rmi-jateng.org/. Pengelola situs RMI Jateng Zulfa Mukhamad Cholil mengatakan kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, website ini dibuat sebagai salah satu langkah pengembangan jaringan RMI Jateng.

“Baru sebulan kami buat, dengan sasaran masyarakat dan harapannya ke depan bisa masuk ke pesantren,” terang pengurus departemen media dan informasi RMI Jateng itu, Kamis (6/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfa menambahkan, website ini sekaligus mengawali program 1000 website gratis untuk pesantren yang digagas PPM Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk pengembangan website, pihaknya juga akan melibatkan pesantren-pesantren. “Sebagai langkah awal, rencana akan diadakan pelatihan jurnalistik ke pesantren,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ustadzah kenamaan Mama Dedeh, Selasa (28/4), di Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, menyambut baik kenang-kenangan madu Gerakan Pemuda Ansor setempat.

"Terima kasih, saya terima madunya, semoga mendapat berkah dan kebaikan," ujarnya singkat setelah menerima madu diserahkan dari Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra di depan rumah dinas bupati setempat.

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Mama Dedeh hadir ke daerah itu untuk mengisi taushiyah HUT ke-16 Kabupaten Way Kanan yang dihadiri puluhan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari 14 kecamatan di Way Kanan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Pimpinan cabang GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat meluncurkan "Madu Way Kanan" pada 13 November 2014 di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi, tepatnya di kilometer 5 Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Upaya peluncuran usaha itu dilakukan mengingat madu adalah merupakan obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di samping madu juga merupakan sarana untuk kesehatan sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya untuk selalu minum madu.

"Insya Allah Madu Way Kanan tersebut bukan madu-maduan. Madu yang didapatkan dari hutan tersebut sudah diuji sebelum dikemas," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan.

Berikut cara mengetes madu yang akurat dan sulit dikelabui para pemalsu madu. Ambil sesendok atau segelas madu dan selanjutnya direbus hingga mendidih. Madu asli setelah dingin akan tetap cair namun untuk madu palsu akan mengeras menjadi gulali hingga muncul campuran-campuran lainnya.

Madu asli juga bisa dites dengan sepotong ikan, caranya, masukan sepotong ikan pada segelas madu lalu tutup rapat agar tidak ada udara masuk selama 2 minggu. Jika madu asli maka ikan akan mengecil dan menjadi pucat namun tidak berbau. Tapi jika madu tersebut palsu,ikan berukuran tetap, namun warna berubah menjadi hitam dan berbau busuk.

"Usaha madu tersebut merupakan langkah awal GP Ansor Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha bagi kader Ansor. Dijual variatif, dari Rp25 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ukuran dan dijamin berkualitas, tidak berkualitas uang kembali. Hasil dari penjualan, 2,5 persen disumbangkan kepada anak yatim yang akan dititipkan melalui Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu. Bagi yang berminat membeli Madu Way Kanan bisa menghubungi 081273501925," ujar Gatot. (Red: Mahbib)

Foto: Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra menyerahkan sebotol madu binaan GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat kepada Mama Dedeh.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 13 Februari 2018

Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar”

Lamongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, seolah berubah menjadi pasar setelah pemerintah kabupaten setempat sejak sekitar dua tahun lalu melakukan renovasi dan pemindahan Pasar Babat ke Pasar Agrobis, 3 kilometer di sebelah timur dari tempat asal

Rencana Pemerintah Kabupaten Lamongan menuai protes dan demonstrasi dari para pedagang Pasar Babat pada akhir 2011 lantaran mahalnya ongkos sewa kios di pasar yang baru. Akibatnya, pedagang memilih berjualan di pinggiran jalan sekitar Pasar Babat, termasuk di Jalan Kartini No 95 yang menjadi lokasi Kantor MWCNU Babat.

Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar” (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar” (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar”

“Sungguh miris pemandangan ini, wajar atau tidak dari dampak kejadian ini aktifitas kantor MWCNU Babat sangat terganggu terutama saat ada kegiatan badan otonom NU se-MWCNU Babat karena tidak ada lahan parkir, pintu masuk, dan suara berisik dari mesin pemarut kelapa pedagang Pasar Babat,” ucap Muhammad Ketua PAC IPNU IPPNU Babat yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas di kantor tersebut bersama beberapa kader NU di Babat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, hingga saat ini belum ada solusi untuk menangani masalah tersebut meskipun Pasar Babat sudah difungsikan kembali sejak 2013 kemarin. Tetapi karena mahalnya harga penyewaan kios para pedagang banyak yang tidak mampu untuk kembali berdagang di dalam Pasar Babat.?

Hingga menjelang akhir tahun 2014 ini, kantor MWCNU Babat masih digunakan berdagang oleh mereka yang belum menemukan solusi. Aktivitas dan pemandangan tersebut cukup mengganggu kegiatan kantor MWCNU Babat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Para pengurus berharap agar ada solusi mengenai ini hingga nantinya kantor MWCNU Babat bisa nyaman di pandang dan ditempati,” ujar Muhammad.

Saat ini kantor MWCNU Babat tengah mengalami proses pembangunan lantai 2. MWCNU setempat berharap proses ini berjalan maksimal, nyaman dan aman dari gangguan apapun. (M. Maksum Siddiq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pesantren, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Sulitnya Menghukumi Riswah

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Para peserta sidang pembahasan masalah keagamaan atau bahtsul masail diniyyah kecewa. Bahtsul masail MWCNU Kecamatan Lasem, Rembang, dinilai kurang memuaskan lantaran pembahasan soal riswah atau suap dinyatakan mauquf, alias belum menghasilkan keputusan.

Sulitnya Menghukumi Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sulitnya Menghukumi Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sulitnya Menghukumi Riswah

bahtsul masail di pondok pesantren Al-Hamidiyah itu harus ditunda, hingga selapan (40 hari) mendatang. Bahtsul masail, Sabtu (26/10) malam itu merupakan kali keempat dalam satu tahun periode kepemimpinan Pengurus Wakil Cabang NU Lasem.

Pokok permasalahan yang dibahas terkait dengan pertanyaan masyarakat yang sering timbul setiap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang serentak di Kabupaten Rembang, dan juga jelang Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2014 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pembahasan mengerucut pada pemberian materi dari tiga calon kepala desa di mana? ketiganya mempunyai hubungan dekat dengan penerima. Misalnya, calon A saudara. B teman dekat. C tetangga dekat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana hukumnya menerima materi dari tiga calon itu dengan alasan menjaga tali persaudaraan yang sudah terjalin. Dan bagaimana pula hukumnya memberikan sesuatu jika kita adalah calon kades?

Sampai waktu yang telah disepakati, pembahasan belum rampung. Masih ada yang mengeluarkan argumentasi untuk menguatkan statemen masing-masing meski tidak menggunakan pengeras suara.

Suwardi (45) asal ranting NU Desa Bonang mengatakan, ini seharusnya takperlu ditunda dalam mengambil keputusan, sebab terlihat jelas, merpakan many politik.

Rasa kecewa juga dirasakan oleh Muhamad Hasan, asal ranting Sriombo yang sudah membawa dalil hasil Muktamar NU di Makasar. Padahal rujukan dari keputusan PBNU itu sangat mutlak haram, yang menurut Muhamad Hasan layak dan patut dijadikan acuhan.

Moderator Agus Ni’am Adib, menjelaskan, pihaknya sengaja mengambil keputusan mauquf, dengan berdallih ittiba’ (mengikuti) para kiai sepuh yang tak terburu-buru dalam setiap menentukan keputusan. Ini merupakan keputusan yang sangat berat, mengingat budaya seperti ini sudah menjadi tradisi dan budaya dikalangan masyarakat.

Lebih lanjut Gus Ni’am menyampaikan, pihaknya tik peduli mau dianggap kurang tegas dalam menentukan keputusan. “Namun yang jelas kami menginginkan keputusan yang baik dan benar, karena jika salah nerakalah menjadi konsekwesinya,” pungkas Ni’am. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Oleh Suwendi

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 11 April 2017 dengan agenda pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Perbukuan akhirnya ditunda. Dalam sidang itu, Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Paripurna menjelaskan perlunya mensinkronisasi mengenai buku-buku agama yang belum melibatkan Kementerian Agama (Parlementaria.com/11 April 2017). Menurut hemat penulis, keputusan penundaan atas pengesahan ini patut diberikan apresiasi dan “acung jempol” sebagai tanda pilihan yang terbaik. Mengapa demikian?

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Ada sejumlah alasan persetujuan penulis terhadap penundaan ini. Pertama, jika melihat draft RUU Sistem Perbukuan itu maka sama sekali dapat dilihat secara kasat nyata bahwa tidak ada kewenangan atau keterlibatan apapun bagi Kementerian Agama dalam persoalan perbukuan ini. Draft RUU yang terdiri atas XII Bab dan 72 pasal ini sama sekali tidak menyebutkan buku pendidikan agama dan pendidikan kegamaan, terlebih lagi Kementerian Agama.?

Padahal, persoalan buku bukan hanya didasarkan atas ketersediaan buku yang bermutu, murah, dan merata an sich, namun juga buku yang mampu mengantisipasi bangkitnya gerakan radikalisasi agama yang justeru belakangan banyak dilakukan melalui buku-buku agama. Oleh karenanya, persoalan buku bukan hanya mengenai keterjangkauan secara harga atau pemerataan akses, namun juga memuat antisipasi maraknya ideologi radikal yang dilakukan melalui dunia perbukuan.?

Kini telah jamak ditemui di lapangan buku ajar pendidikan agama di sekolah dan perguruan tinggi umum yang mengajarkan intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Bahkan, sejumlah buku-buku keagamaan dan kitab yang biasa dikaji di pesantren pun telah dilakukan tahrif al-kutub (penyelewengan kitab) baik dengan media cetak lebih-lebih dengan media digital. Tahrif al-kutub dilakukan oleh kelompok tertentu demi untuk disesuaikan dengan ideologi radikalnya. Oleh karenanya, konsentrasi mengenai buku-buku pendidikan agama dan pendidikan keagamaan semacam ini patut untuk dilakukan, tentunya itu menjadi domainnya Kementerian Agama. Selain Kementerian Agama, tidak ada kementerian atau lembaga lain yang menjalankan fungsi di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu.

Kedua, secara regulasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, bahkan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, secara terang benderang persoalan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu menjadi kewenangan Kementerian Agama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Wujud dari pendidikan agama ini adalah mata pelajaran dan mata kuliah pendidikan agama pada layanan sekolah dan perguruan tinggi (SD, SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi Umum). Mulai penentuan kurikulum hingga menggandakan serta menyebarkannya sesunguhnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007, menjadi otoritasnya Kementerian Agama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Demikian juga halnya dengan pendidikan keagamaan, ia bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis. Dalam konteks pendidikan keagamaan Islam, misalnya, pendidikan ini diarahkan untuk menghasilkan kyai atau pimpinan keagamaan yang memiliki pemikiran dan wawasan keagamaan yang luas yang dihasilkan melalui kajian kitab kuning dan literatur keagamaan lainnya dan diselenggarakan melalui pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah, pendidikan Alquran dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya. Lagi-lagi, yang menangani ini semua adalah Kementerian Agama.

Atas dasar sejumlah regulasi itu, Kementerian Agama memiliki kewenangan yang begitu kuat dalam hal penyelenggaraan perbukuan ini. Jika Kementerian Agama absen atau diabsenkan melalui draft RUU Sistem Perbukuan ini sangat dimungkinkan ”malapetaka” akan menimpa pada bangsa ini, yakni setidaknya sejumlah mata pelajaran dan/atau mata kuliah pendidikan agama dan literatur pada lembaga pendidikan keagamaan akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ketiga, secara faktual, Kementerian Agama melakukan layanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui 5 (lima) unit eselon 1 (satu), yakni Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha. Kementerian Agama telah memberikan kontribusinya yang tidak sedikit dalam penyelenggaraan pendidikan nasional ini.?

Jika dilakukan perbandingan, Kementerian Agama itu menyelenggarakan layanan pendidikan sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditambah dengan layanan pendidikan yang dilakukan oleh Kemenristek-Dikti. Kementerian Agama tidak hanya melayani satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, melalui jalur formal, nonformal dan informal, sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga melayani perguruan tinggi, sebagaimana Kemenristek-Dikti.?

Khusus untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, berdasarkan data EMIS Kementerian Agama, Direktorat Jenderal ini mengelola, membina, dan memfasilitasi sejumlah nomenklatur pendidikan yang secara akumulatif berjumlah 533.264 lembaga, dengan 2.844.149 pendidik dan 61.905.936 peserta didik. Secara terinci, data-data tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.?

Pertama, jenis pendidikan umum yang berciri khas Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, berupa RA (Raudlatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah). Berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Ditjen Pendidikan Islam tahun 2016, secara keseluruhan keempat lembaga ini berjumlah 77.336lembaga, dengan jumlah guru sebanyak 820.835jiwa, dan jumlah siswa sebanyak 9.252.437 anak.?

Kedua, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenis pendidikan ini terdiri atas SPM (Satuan Pendidikan Muadalah) dan PDF (Pendidikan Diniyah Formal). Berdasarkan data sementara, jumlah lembaga ini secara keseluruhan berjumlah 112 lembaga dengan jumlah ustad sebanyak 2.240 dan santri sebanyak 48.913jiwa.?

Ketiga, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan tinggi, yakni Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Ma’had Aly. Berdasarkan data EMIS, secara keseluruhan jumlah PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) sebanyak 712 lembaga, dosen setidaknya berjumlah 440,142 orang dan mahasiswa sebanyak 747,686 jiwa.

Keempat, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur non-formal yang terdiri atas MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah), pendidikan Alquran dan pondok pesantren. Dari ketiga lembaga ini, secara total jumlah lembaga berjumlah 240.387 lembaga, dengan ustad berjumlah 1.386.426 orang, dan santri berjumlah 17.385.552 jiwa.

Kelima, pendidikan agama Islam pada sekolah, dengan jumlah guru dan pengawas PAI berjumlah 185.636 dengan rincian guru PAI 180.040 orang dan pengawas PAI sebanyak 5.596 serta jumlah sasaran siswa yang beragama Islam pada sekolah sebanyak 34.371.621 jiwa. Adapun jumlah sekolah secara keseluruhan berjumlah 213.256 lembaga yang terdiri atas SD/SDLB sebanyak 149.310 ? lembaga, SMP/SMPLB sebanyak 37.439 dan SMA/SMALB/SMK/SMKLB sebanyak 26.507 lembaga.

Data di atas belum menghitung layanan pendidikan agama dan pendidikan keagaman di luar Ditjen Pendidikan Islam. Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha, semuanya juga melakukan hal yang sama, sebagaimana Ditjen Pendidikan Islam.

Atas dasar sejumlah alasan di atas, menurut hemat penulis, kita dapat memahami bahkan mengharuskan jika kemudian Kementerian Agama terlibat dalam urusan perbukuan ini. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, bukan hanya pengetahuan untuk layanan pendidikan sekolah dengan sejumlah mata-mata pelajaran umum yang diajarkan, juga bukan hanya untuk membekali pengetahuan pada layanan perguruan tinggi umum dengan mata-mata kuliah umum yang diajarkannya.?

Tetapi juga semua pengetahuan untuk pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, yang menjadi domainnya Kementerian Agama. Jika kemudian RUU Sistem Perbukuan ini ditunda untuk disahkan, hal itu sungguh jauh lebih baik daripada segera disahkan namun dengan sejumlah kealfaan, di antaranya meniadakan peran Kementerian Agama. Tegasnya, ”Better Late Than Never”, terlambat itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Penulis adalah Doktor Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Islam, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan

Magetan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak 4.444 Banser se-Kabupaten Magetan menggelar Apel Kebangsaan di alun-alun Magetan, Jawa Timur, Ahad (14/1) ini. Apel kebangsaan bertema Merawat Tradisi, Mengawal NKRI, Menyejahterakan Negeri digelar sebagai bentuk militansi Banser terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan

Pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, sebagian besar dari mereka tampak berseragam loreng seperti militer. Namun banyak juga yang mengenakan seragam berwarna hijau khas NU.

Banser dikenal sebagai pasukan militernya Nahdlatul Ulama. Banser mempunyai komitmen kuat terhadap keamanan dan keutuhan NKRI. Apalagi akhir-akhir ini banyak pihak yang mencoba mengikis rasa kebangsaan hingga mengancam keutuhan NKRI.

"Ternyata ketika ada aliran yang selama ini berusaha untuk  mengikis rasa kebangsaan itu muncul. Justru minat masyarakat itu semakin tumbuh. Dan mungkin ekspresi atau wadah untuk menyalurkan itu adalah melalui Banser," kata Ketua GP Ansor Magetan Nur Wakhid atau Gus Wahid.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Apel kebangsaan dihadiri langsung oleh Ketua Umum GP Ansor Gus H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Kasatkornas Banser, Alfa Isnaini.

Apel diwarnai pula dengan berbagai atraksi kanuragan, pembentangan bendera Indonesia dan bendera NU raksasa, hingga pembacaan shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali.

Ketua pelaksana kegiatan, Habib Mustofa atau Gus  Toev mengapresiasi kekompakan kader Ansor-Banser yang telah berkerja dengan penuh totalitas dalam rangka mempersiapkan Apel kebangsaan ini.

Apel kebangsaan yang digelar GP Ansor Magetan, katanya, adalah pembuktian diri kader Ansor-Banser atas kecintaanya terhadap NKRI.

"Apel ini adalah inti dari semuanya. Ini Pembuktian kita. Kita akan membuat sejarah besar.  Apel ini adalah yang pertama kalinya diadakan GP Ansor Magetan," tegasnya. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock