Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan orang tua menjadi bagian utama dan pertama yang harus memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak, jika menemukan anak-anak terlantar maka kewajiban masyarakat Indonesia untuk memberikan perlindungan,” kata Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Peringatan HAN tahun ini digelar bersamaan dengan Halal Bihalal PP Muslimat NU. Khofifah mengatakan bagi Muslimat NU peringatan HAN sudah berlangsung bertahun-tahun.

“Muslimat NU punya 15.600 TPQ. Hari Anak Nasional bagi Muslimat sudah tahunan. Biasanya Muslimat NU ? membuat ? Festival Anak Soleh Nasional, tapi itu agenda 3 tahun sekali. Jadi tahun ini tidak ada,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walau digelar bersamaan dengan Halal Bihalal, Khofifah mengatakan nuasansa yang ingin dibangun tetap sama.

“Bahwa kita berharap anak-anak di Indonesia bisa bahagia. Lindungi anak-anak Indonesia. Jangan biarkan anak-anak terekpoitasi dan terlantar,” pesan Khofifah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Peringatan HAN dan Halal Bi Halal PP Muslimat NU berlangsung meriah, dihadiri ribuan peserta, utamanya ibu-ibu dan anak-anak. Sejumlah tokoh turut hadir seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua KPAI Asroru Niam Saleh, Kepala BKKBN, dan tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengajian bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya yang diasuh oleh Dr KH Imam Ghazali Said, MA berhasil dihatamkan pada puasa ke 19, Senin (6/7). Selama Ramadhan ini, kitab yang dikaji adalah Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi.

Majelis sebanyak 50 orang mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari ba’da Subuh dan Ashar, mulai pukul 05.00-07.00 dan 15.00-16.15 WIB. Para santri secara bergantian membacakan kitab yang masih ditulis dalam bahasa Arab gundul, sesekali pengasuh yang akrab disapa Abi Ghazali ini mengoreksi bacaan yang keliru.

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Setelah dibaca, Abi Ghazali kemudian memberikan arti per kata dan penjelasan dengan contoh-contoh peristiwa aktual sehari-hari, tak lupa disertai joke yang membikin suasana menjadi tidak membosankan. Para santri juga bebas bertanya berbagai persoalan sehari-hari mulai dari masalah politik, pendidikan, sosial, budaya, termasuk dinamika seputar amaliah NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Terkait pemilihan kitab At-Tibyan, lulusan Khartoum International Institut, Sudan itu mengatakan At-Tibyan merupakan salah satu kitab karangan Imam Nawawi yang terkenal di kalangan penuntut ilmu. Di dalamnya Imam Nawawi menjelaskan panjang lebar mengenai adab yang harus ditempuh oleh seorang penghafal Al-Qur’an. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kita dorong mahasiswa secara perlahan untuk menghafalkan Al-Qur’an. Maka sebelum itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai cara memuliakan Al-Qur’an,” tutur Abi Ghazali yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ia menambahkan pesantren yang diasuhnya, memiliki karakter pendidikan yang cukup unik karena seluruh santri juga berstatus sebagai mahasiswa. Melalui pesantren, diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan umum dengan wawasan keagamaan. 

“Ketika lulus santri menjadi sarjana yang berkarakter Islam Nusantara,” terangnya.

Ketua Pesantren Mahasiswa An-Nur, Haris Syarifuddin mengungkapkan selain menghatamkan kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, Pesantren Mahasiswa An-Nur juga menghatamkan Kitab Majalis As-Sholihin karya Dr Aidh Al-Qarni. Sejumlah acara digelar dalam acara puncak Serambi Ramadhan.

“Ramadhan tahun ini, kami mengadakan dzikir dan shalawat bersama, kajian kitab untuk masyarakat umum dan mengadakan bakti sosial. Semua agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (Luqman Hakim/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Hikmah, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

IPPNU Banyumas Juara II Lomba Organisasi Kepemudaan

Banyumas, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) IPPNU Kabupaten Banyumas berhasil meraih juara kedua dalam Lomba Organisasi Kepemudaan dan Pelajar (OKP) berprestasi tingkat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) kabupaten setempat.

Perlombaan tersebut diadakan untuk mencari organisasi OKP terbaik di Kabupaten Banyumas. “Perlombaan ini diikuti oleh seluruh OKP yang berada di Kabupaten Banyumas dari ormas bahkan sampai ke organisasi Kampus atau (BEM),” kata Sari selaku penyelenggara yang juga Kepala Bidang Kepemudaan Dinpora Banyumas.

IPPNU Banyumas Juara II Lomba Organisasi Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Banyumas Juara II Lomba Organisasi Kepemudaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Banyumas Juara II Lomba Organisasi Kepemudaan

Perlombaan berlangsung melalui berbagai tahapan. Sejak 20 Juni 2014 para peserta mengumpulkan berkas administrasi untuk diseleksi, 27 Juni berkunjung ke kesekretariatan, dan tahap akhirnya 28 Juni mempresentasikan program unggulan yang dari tiap-tiap organisasi di gedung Bappeda Kabupaten Banyumas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua PC IPPNU Kabupaten Banyumas Dewi Oktavianingrum mengau, pihaknya mengusung program “Melestaikan dan Mencintai Lingkungan Hidup dalam Program Pengkaderan Diklatama CBP-KPP Banyumas” sebagai materi presentasi pada perlombaan tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Program tersebut, katanya, sudah PC IPPNU Banyumas laksanakan selama 5 hari 5 malam dan dapat menciptakan kader yang loyal mencintai lingkungan hidup, khususnya menjaga hutan agar tetap lestari. Ia tidak menolak bahwa capaian Juara II OKP terbaik Banyumas tersebut merupakan hasil kerja sama dari rekanita (sapaan untuk kader putri IPPNU) di daerahnya. (Azka Miftahudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

Lombok Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Istilah Tuan Guru memang akrab dengan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru merupakan sebutan, panggilan, sekaligus gelar dari masyarakat untuk ulama di daerah ini. Posisi Tuan Guru setara dengan Kiai di Tanah Jawa.

Demikian penuturan Pengasuh Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham menjelang perhelatan Pra-Muktamar NU di kediamannya di komplek pesantren Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB, Rabu (8/4) sore.

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

“Kalau kiai di sini itu banyak. Yang mandiin mayit, disebut kiai. Yang mimpin tahlil, dzikir, juga kiai. Banyak. Jadi, kiai di sini biasa aja. Nah, kalau tuan guru sangat langka. Bisa hanya satu perseribu orang. Seperti kiai di Jawa,” ujar TGH Taqiuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun, lanjutnya, sekarang ini penduduk Lombok telah menerima istilah kiai sebagai seorang ulama. Mereka juga mampu menempatkan kiai pada proporsinya. “Yang jelas, masyarakat sini menyebut kiai seperti di Jawa itu sebagai Tuan Guru. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi tuan guru,” tandas Ketua PWNU NTB ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut TGH Taqiuddin, sebutan Tuan Guru juga berlaku bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Mekah. “Kalau belum haji, ya, ustadz atau guru biasa lah. Namun, tidak juga yang punya pesantren. Memang umumnya tuan guru itu memiliki pesantren. Satu hal yang kami kagumi dari seorang tuan guru adalah ketokohannya,” ungkap suami Nyai Hj Hattiyatul Malichah ini. ? ?

Dipanggil tuan guru, tambahnya, selain karena memiliki trah atau keturunan tuan guru pendiri pesantren, juga memiliki keilmuan yang mumpuni. Meski demikian, ia menyatakan berat sekali menyangga gelar tuan guru.

“Namun, rasanya lebih karena kesolehannya ya, bukan karena ilmunya saja. Tapi sikap wara’-nya itu. Nah, masyarakat lah yang akhirnya memberi gelar seperti itu. Cuman memang berat ya disebut tuan guru. Karena tuan guru kan nggak bisa bebas main bola,” selorohnya sembari tertawa.

Disinggung soal keterpilihan pesantren asuhannya sebagai tempat penyelenggaraan pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab biasa saja, tidak ada sesuatu yang berlebihan apalagi istimewa. Yakni, karena posisinya sebagai Ketua PWNU NTB yang memiliki pesantren.

“Sederhana saja. Mungkin karena saya Ketua NU NTB yang punya pondok kali ya. Dan, pondok-pondok yang kami rekayasa untuk siap ketempatan ternyata susah juga. Tidak seperti di Jawa. Namun yang pasti, saya tidak ingin nilai-nilai pondok seperti di Jawa di sini jangan sampai hilang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Daerah, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif

Bukittinggi,  Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak Sembilan tokoh inspiratif di Sumatera Barat menerima penghargaan dari PMII Padang. Penghargaan diberikan dalam kegiatan bertajuk “PMII Kota Padang Award 2012”.

Kesembilan tokoh tersebut dianggap memberikan inspirasi kepada PMII Kota Padang dalam kehidupan masyarakat. Penyerahan PMII Kota Padang Award 2012 berlangsung Kamis  (18/10/2012) malam di sebuah hotel di Bukittinggi.

PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang Berikan Penghargaan pada 9 Tokoh Inspiratif

PMII Padang Award 2012 masing-masing diberikan kepada Husni Kamil Manik untuk kategori pelopor kebangkitan pemuda Sumatera Barat di tingkat nasional yang saat ini menjabat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta.

Kategori penulis inspiratif Sumatera Barat diberikan kepada Sutan Zaili Asril, pimpinan Harian Padang Ekspres group, Ketua PWI Cabang Sumbar Ir. Basril Basyar, MM kategori tokoh jurnalistik inspiratif, mantan Ketua KPNI Padang Nisfan Jumadil, SH kategori pelopor pergerakan pemuda Kota Padang, Hendri Arnis, BSBA, Wakil Bupati Tanah Datar kategori kepala daerah termuda di Sumatera Barat, Novi Hendri Ketua DPRD Padangpanjang kategori pimpinan legislatif termuda di Sumatera Barat.

Sementara Sekretaris Jenderal Garuda KPPRI Pusat Adius Jailani menerima penghargaan untuk kategori tokoh inspiratif pengembangan PMII Kota Padang, Andre Rosiade kategori pengusaha muda inspiratif dan H.Febby Dt. Bangso Nan Putiah kategori wirausahawan muda penggerak lapangan kerja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penyerahan PMII Kota Padang Award 2012 selain dihadiri penerima award, juga dihadiri Gubernur Sumatera barat diwakili Surya Budi, SH, Kepala Kemenag Sumatera Barat diwakili Kamenag Bukittinggi Muhammad Nur, MA, Ketua Umum PB PMII diwakili Ketua Bidang Kaderisasi Nasional Dwi Winarno, Mabincab PMII Kota Padang Armaidi Tanjung dan peserta PKD PMII.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua PMII Kota Padang Yosef Firman Susilo menyebutkan, selain pemberian award, kegiatan ini sekaligus pembukaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) se-Sumatera  yang berlangsung hingga Ahad (21/10) yang diikuti 80 peserta dari berbagai propinsi Sumatera (15 cabang). PKD akan membahas berbagai topic yang berkaitan dengan mahasiswa, ke-Islaman dan isu-isu keindonesia dewasa ini.

Gubernur Sumbar diwakili Surya Budhi memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan PMII Kota Padang. Ini menunjukkan kader PMII Kota Padang sudah menunjukkan eksistensinya.

“Gubernur Sumbar sendiri memang memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap aktifis-aktifis muda, termasuk dari kalangan mahasiswa. Jika Gubernur diberikan pilihan, anak pejabat, anak pengusaha dan aktifis, maka akan dipilih si aktifis. Karena anak pejabat dan pengusaha, mereka sudah terbiasa  dengan kondisi yang sudah ada. Sedangkan aktifis bergerak dan berbuat dari yang tiada menjadi ada,” tambah Surya Budi mantan wartawan ini.

Sementara itu, Mabincab PMII Kota Padang Armaidi Tanjung menyebutkan, kegiatan ini menunjukkan PMII Padang sudah naik kelas. PMII telah memberikan penghargaan kepada pihak-pihak di luar PMII yang dinilai inspiratif bagi PMII Kota Padang ke depan.

“Apa yang sudah dan akan dilakukan para tokoh yang menerima award, diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam pergerakan mahasiswa,” kata Armaidi Tanjung yang juga Bendahara PW GP Ansor Sumatera Barat ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Pondok pesantren yang satu ini sangat berjasa dalam menguatkan karakter ke-NU-an santri dan masyarakat sekitarnya. Bahkan dari nama pesantrennya pun, masyarakat akan langsung bisa menebak bahwa pesantren tersebut adalan pesantren NU.

Pondok pesantren yang beralamat di Pagergunung, Sitimulyo, Piyungan, Bantul ini secara terang-terangan melabeli nama pesantrennya dengan pondok pesantren Islamic Studi Center Aswaja Lintang Songo. Suasana yang terbangun di pondok ini sangat kental NU-nya, penuh dengan segala aktivitas relijius yang tenang dan nyaman, meski dengan latar belakang masyarakat yang beragam.

Sejarah Berdiri

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Cikal bakal berdirinya pesantren ini dimulai sejak tahun 1991 oleh Pak Heri, panggilan akrab dari H. Heri Kuswanto bin KH Muhammad Zaidan. Pada bulan Mei 2006, oleh H. San Afri Awang seorang kawan dosen & Ketua Jurusan Fakultas Kehutanan UGM, bersama Pak Heri meluncurkan nama ISC (Islamic Studies Centre) yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai pondok pesantren yang diberi nama Aswaja Lintang Songo, sehingga nama lengkapnya adalah Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo.

Pesantren dengan nama ini, diharapkan menjadi lembaga pendidikan Islam yang menjadi pusat kajian ilmu-ilmu agama Islam bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah dan berkarakter "Lintang Songo". Songo (sembilan) merupakan angka terbesar dan lintang (bintang) sembilan merupakan bagian dari simbul Nahdlah atau kebangkitan para ulama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada tahun 2006, Pek Heri bersama KH Haris Gufron (pesantren Al Imam Wonokromo), KH Fairuzi Afiq (Pesantren Nurussalam Krapyak) dari RMI, dan KH Habib Masyhur Ridlo Al Hasny mengupayakan berdirinya gedung untuk pesantren ini. Survei AIP (Australia-Indonesian kemitraan Indonesia dan Australia) oleh Mr. Andrew, Mr. Allan, dan Mr. Bill) pun akhirnya menghasilkan bantuan gedung senilai 580 juta, berupa 5 lokal gedung (2 ruang kelas, 1 kantor, 1 perpustakaan dan 1 dapur) berikut perabotnya serta 4 unit toilet yang diresmikan 3 November 2007 oleh Kedutaan Australia dan Bupati Bantul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hingga saat ini, pesantren yang berlokasi di 15 km ke timur laut pusat kota Yogyakarta ini terus mengalami perkembangan, baik dari sisi kuantitas santri, bangunan, maupun program yang ditawarkan. Menurut paparan Pak Heri, visi dan misi yang diusung oleh pesantren ini adalah agar santri bisa menjadi insan berkualitas, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan juga agar santri mempunyai pemahamaan tentang Islam yang mendalam, santri mempunyai keterampilan sehingga dapat hidup mandiri, dan santri mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Hal yang juga tak kalah penting adalah mengupayakan generasi sholih-sholihah dan bekualitas, serta berguna bagi pribadi, keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama”, sambungnya.

Aktivitas Pesantren

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo mempunyai beberapa program yang ditawarkan. Selain ilmu agama, Pondok Pesantren ICS Lintang Songo juga menawarkan ilmu-ilmu umum seperti kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan, perkoperasian, dan lain sebagainya. Semua program tersebut dijalankan secara rutin oleh lebih dari 300 santri dan 500 orang binaan di seputar lokasi pesantren.

Dalam hal penanganan pesantren ini, Pak Heri menggandeng beberapa ustadz-ustadzah lulusan dari UIN, UNY, UGM, dan beberapa pesantren di Yogyakarta. Untuk program pendampingan, mantan DPR PKB Bantul ini bekerjasama dengan pemerintah dalam pelatihan dan pengawasannya. Dari kegiatan ini, pesantren ini beberapa kali mendapat penghargaan termasuk dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ngaji Jadi Benteng Santri

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo tidak melupakan ruh pesantren yang menjadi rutinitas inti dari pesantren, yaitu jamaah dan ngaji. Ngaji di pesantren ini tidak jauh berbeda dengan pesantren-pesantren yang lain, baik dari sisi kurikulumnya maupun kajian kitabnya. Sistem pembagiannya terbagi atas lima kelas berdasarkan kajian kitab yang diajarkan seperti fiqh, tajwid, Al-Quran, hadis, dan tasawuf.

Selain rutinitas harian, di pesantren ini juga terdapat program ngaji selapanan yang diadakan setiap malam Selasa Kliwon. Setiap malam tersebut, ratusan orang melakukan wirid berjamaah, majlis tausiyah, dan doa.

Di setiap kesempatan yang ada, majlis ini menjadi momen penting bagi pesantren dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap isu-isu yang berkembang dan menyesatkan di tengah mereka. Terlebih lagi dengan munculnya isu-isu agama yang sudah basi dan tidak perlu diperdebatkan kembali seputar masalah furu’iyyah yang akhir-akhir ini kembali menggejala.

Masalah bid’ah kembali diangkat ke permukaan oleh sebagian kelompok agama, masalah sholawat kembali diungkit, masalah qunut, dan rutinitas serupa yang biasa dilakukan oleh jamaah NU dianggap bid’ah. “Dengan adanya majlis seperti ini, diharapkan mampu menjadi benteng akidah dan dakwah sebagaimana yang sudah dituntunkan agama lewat para nabi, wali, ulama, dan kiai sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah”, tutur Pak Heri selaku pengasuh pesantren. (Rokhim dan Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Daerah, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Pertandingan, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 10 Januari 2018

Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926

Situbondo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Memori tentang keberhasilan Muktamar NU ke-27 di Situbondo yang mengukuhkan? kembalinya NU ke Khittah 1926 dan penerimaan asas tunggal Pancasila, kembali dikuak. Melalui halaqah nasional yang bertema “Dinamika Pemikiran Munas Alim Ulama dan Muktamar NU ke-27”, sejumlah tokoh sekaligus pelaku sejarah, memberikan kesaksian, Rabu (12/6).

Mereka adalah KH Muchit Muzadi sebagai asisten KH Ahmad Shiddiq, KH Hasyim Muzadi selaku panitia lokal; H Ahmad Thohir, dokter pribadi? KH As’ad Syamsul Arifin; Muhamad Baharun, wartawan majalah Tempo yang diberi akses KH As’ad untuk meliput secara bebas jalannya Muktamar, dan Slamet Efendi Yusuf, Ketua Umum GP Ansor saat itu.

Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926 (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926 (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926

Mereka memberikan testimoni betapa bersejarahnya? muktamar itu. “Kita di sini ingin menyampaikan fakta sejarah, bukan tafsir sejarah. Kita kagum dengan dengan pemikiran para kiai sepuh itu. Meski mereka hidup sederhana namun bisa merubah pemahaman umat Islam tentang agama dan negara,” jelas Slamet Efendi Yusuf.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa saat ini terjadi pemahaman yang kacau? antara khittah dan politik, sehingga perlu penjelasan dari saksi hidup pelaku sejarah kembalinya NU ke Khittah 1926. “Politik memang tidak bisa dihilangkan dari negara, tapi bagaimana agar penerapan politik itu baik, sehingga tidak mengacaukan arti khittah dan politk itu sendiri,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Halaqah itu sendiri dihelat di aula pesanten putra, kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. Kegiatan yang dibuka pengaush pesantren, KH Ahmad Azaim Ibrahimy itu merupakan rangkaian? acara Pra-Munas dan Konbes NU yang digelar Agustus mendatang, sekaligus memperingati? 1 abad usia pesantren tersebut. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, AlaSantri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 07 Januari 2018

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak 1524 mahasiswa dari 13 perguruan tinggi ternama di Indonesia yang tergabung dalam Community Santri of Schoolar Ministry of Religius Affairs (CSS Mora) berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai penulis artikel terbanyak.

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

1524 Penulis Artikel Pecahkan Rekor Muri

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Festival Nasional Santri Nusantara; Gerakan Nasional Santri Indonesia Menulis yang diselenggarakan Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI di pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jum’at-Ahad (30/11-2/12). 

Rekor penulisan artikel terbanyak dilaksanakan hari Ahad (2/12) mulai pukul 08.00-10.00 WIB bertempat GOR Pesantren Tambakberas. Menurut perwakilan Muri yang mewakili ketua umum Jaya Suprana, pihaknya mencatat kegiatan 1524 penulis artikel masuk dalam rekor muri No.5721.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jombang masih menurut perwakilan Muri pernah juga mencacat rekor Muri semisal Khataman Al-Qur’an Terbanyak (2010), Penulisan Gurindam Terbanyak (2012) dan masih banyak lagi.  

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kasubdit Pendidikan Diniyyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Drs. H. Imam Syafii, M.Pd mengungkapkan pihaknya baru kali pertama terlibat dalam program yang monumental yakni rekor penulis artikel terbanyak. 

Imam menegaskan Islam masih eksis hingga saat ini didukung oleh para ulama-ulama terdahulu dengan karya tulisnya. “Dengan menulis mereka dikenang sepanjang masa,” paparnya Imam saat menyampaikan sambutan. 

Pihak Muri memberikan 2 piagam, kepada Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI dan kepada Imam Syafii. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim  

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Humor Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 02 Januari 2018

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, pada tahun 2025-2035 Indonesia diperkirakan akan mengalami persoalan kependudukan dengan meningkatnya jumlah manusia karena usia produktif lebih besar daripada usia yang ditanggung.

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Siap Cari Solusi Persoalan Perempuan Indonesia

Menurut dia, sebenarnya hal itu menggembirakan karena akan menambah produktivitas bangsa kita, tapi di sisi lain dihadapkan Pekerjaan Rumah yang cukup banyak. Misalnya kejahatan seksual terhadap anak mulai dari incest (hubungan seksual sesama saudara) maupun pedofilia (kejahatan seksual terhadap anak) dan penjualan anak.

“Jika asusmsinya anak-anak itu berusia 5 tahun sekarang ini, maka pada tahun 2025, mereka berumur 24 tahun,” katanya saat pidato pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Muslimat NU di Aula Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (28/5).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Khofifah, dengan asumsi seperti itu mereka sudah sarjana, bahkan S2. Seyogyanya pada saat itu bangsa Inidonsia tengah memaknai kehidupan dengan berbagai prestasi dan keunggulan kompetitif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muslimat NU, kata Khofifah, mengajak melakukan perenungan bersama dan saksama dengan pertanyaan, berapa anak yang terganggu secara psikologis yang akan terbawa sampai dewasa? “Muslimat NU insya Allah siap membantu mencari solusi bersama elemen bangsa? yang lain,” katanya.

Begitu pula dengan PR bangsa yang lainnya. Khofifah menyebutkan, saat ini mungkin ada 40 persen anak di bawah usia 19 tahun mengalami kehamilan di luar nikah. Kemudian persoalan aborsi (menggugurkan kandungan), makin lama makin menunjukkan peningkatan. “Menurut media, aborsi di salah satu kabupaten di Sumenep, harganya 15 ribu rupiah sampaia 20 ribu,” terangnya.

Maka, kata dia, apa yang akan dialami bangsa ini jika inputnya seperti itu. “Sekali lagi, Muslimat NU siap dengan elemen bangsa lain untuk mencari solusinya,” tegasnya, “saat ini Muslimat NU tengah melakukan Pelatihan Reproduksi untuk Remaja pesantren salaf di Jawa dan luar Jawa,” sambungnya.

Khofifah juga menyebutkan, ibu-ibu Muslimat NU senang mengaji, senang istighosah, tapi secar ekonomi, usaha mereka di pasar, misalnya sering tidak berjalan dengan baik karena tidak modal. Kalaupun ada modal usaha, mereka harus kepada rentenir yang “mencekik”.

Rakernas dan Mukernas Muslimat NU dibuka Wakil Presiden RI Boediono. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum PBNU As’ad Said Ali, Ketua Umum PP GP Ansor, Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah.

Kegiatan bertema “Khidmah Muslimat NU untuk Indonesia Bermartabat" tersebut melibatkan sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan perwakilan luar negeri ini akan berlangsung sampai 1 Juni. (Abdullah Alawi)

(Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, PonPes Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 01 Januari 2018

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pemilihan Duta Santri Nasional 2016 sebagai bagian dari Pegelaran Hari Santri Nasional baru saja usai digelar. Ajang ini melibatkan 20 kontestan santri dan santriwati dari seluruh Indonesia, hasil seleksi dari ratusan pendaftar yang ada.

Acara yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta pada 24-26 Oktober 2016 oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) ini memilih Nurul Aula yang mewakili Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai Juara Kategori Favorit Santriwan Santriwati Duta Santri Nasional 2016.

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Aula mengaku tidak mengira kalau dirinya akan menang dalam kategori ini karena menurutnya banyak kontestan lain yang lebih bagus.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dara kelahiran Paya Bakong Aceh Utara ini mempunyai segudang prestasi di antaranya pernah jadi Juara MHQ 1 Juz Se-Aceh Utara, Juara 1 Sari Tilawah Antar Dayah se-Aceh Utara, Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMP, Santri Berpestasi di Dayah Terpadu Ruhul Islam Aceh Utara.

Di samping itu banyak kegiatan yang dia rintis untuk memajukan minat belajar para santri, khususnya belajar Al-Quran, salah satunya dengan Gerakan Menghafal Al-Quran 300 Hari "One Day One Page" sekaligus sebagai Koordinator.? Uniknya lagi,? dia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU)? Dayah Terpadu Ruhul Islam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya sangat bersyukur mendapat Juara Favorit. Ini menunjukkan kalau banyak orang yang suka dengan program yg saya presentasikan, semoga ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi saya dan semoga bermanfaat bagi semua orang," ungkap Aula saat ditemui selepas acara.

Untuk informasi,? sebelum Grand Final Kontestan dikarantina selama 2 hari untuk memaparkan prestasi dan program yang dilakukan selama ini, dan diselingi dengan materi oleh para pembimbing acara. (Zaki MuttaQien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 15 Desember 2017

Berdamai dengan Kaum Sawah

Ekstrimisme kaum Salafi Wahabi (Sawah) terhadap kalangan kaum penganut aliran sufi terus berlanjut hingga menjadi persoalan sosial dan disintegrasi yang kronis dalam diri agama Islam. Berbagai tuduhan kafir, pengamal bid’ah, dan bahkan musyrik kepada kaum sufi menjadi duri dalam daging umat Islam. Mau tidak mau kita harus menyikapinya dengan penuh dengan kesabaran, kecerdasan, dan kejernihan hati serta pikiran dalam menghadapi persoalan keyakinan-keagamaan ini. Karena tentu persoalan keagamaan semacam ini memiliki daya keyakinan masing-masing yang saling membentengi dengan dalil-dalil Islam.

Di Indonesia, keberadaan kaum Sawah tak lebih menjadi pseudo-enemies dalam agama Islam. Stigma negatif dan vonis buruk bertubi-tubi dilayangkan secara subyektif oleh salah satu sekte Islam (Sawah) yang merasa paling Qur’ani dan Sunni kepada ajaran tasawuf dan pengamal tarekatnya. Mulai dari label perintis bid’ah, pembela mimpi dan ilham setan, melenceng dari syariat, demen mistis dan wirid-wirid bid’ah, pecinta hadits lemah dan palsu, pemuja wali dan guru, dan macam ragam tuduhan lain yang variatif dan tak bersahabat (Hal. 4).

Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdamai dengan Kaum Sawah

Kehadiran buku Nur Hidayat Muhammad ini bukan dalam rangka memusuhi kalangan kaum Sawah. Namun tak lain mau berdamai dan berdialog via buku secara ilmiah dengan kajian yang mendalam. Nah, uraian buku di atas kiranya memberikan pandangan tersendiri di mata publik. Bisa saja publik menganggap kaum sufi memang benar-benar kafir atau bisa saja mereka beranggapan kaum Sawah yang diktator dan ekstrim sesama lingkup rumpun agama yang sama (Islam).

Setidaknya publik akan memiliki pandangan tersendiri dalam menimbang siapa yang memusuhi dan berkawan di antara dua aliran yang tak sepaham tersebut. Menurut imam al-Nawawi, penulis syarah Shahih Muslim, dalam kitabnya, al-Maqashid menyebutkan bahwa asas dalam tasawuf yaitu; Pertama, bertakwa kepada Allah Swt., baik dalam hati atau lahiriyah. Kedua, mengikuti al-Sunnah, baik dalam perilaku atau ucapan. Ketiga, hatinya tidak terpasung melihat makhluk (dunia). Keempat, ridha kepada Allah Swt., baik sedikit atau banyak. Kelima, kembali kepada Allah Swt., baik saat lapang atau susah (Hal. 12-13).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lima fondasi kaum sufi yang dinyatakan oleh imam al-Nawawi dalam buku ini cukup mewakili dari struktur keberadaan penganut aliran sufi yang ditodong dengan pisau kafir dan tali musyrik oleh aliran Sawah. Kejernihan dalam berpikir dan keluwesan hati perlu kita kelola seelok mungkin, utamanya dalam menghadapi persoalan aliran dan keyakinan dalam beragama agar tidak mencoreng agama itu sendiri sebagai agama satu-satunya yang diyakini memberikan kedamaian dan kebahagiaan bagi kehidupan umat manusia.

Berbagai doktrin keislaman yang beda aliran hingga beda persepsi dalam memandang suatu fenomena perlu diselesaikan melalui pendekatan khusus tanpa ekstrimisme dan tuduhan yang mencoreng agama. Karena secara tidak langsung hal tersebut akan membangun pandangan negatif dan stereotip publik. Dengan serta merta publik akan menyatakan bahwa Islam adalah agama konflik. Dan itu secara lambat laun akan mengubah ruh agama Islam dari eksistensinya di ranah global (lih. stereotip oleh A. Dardiri Zubairi, 2013:110-113).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Perseteruan antara aliran Salafi Wahabi dan kaum Sufi serta termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah masih belum ada jalan terang yang bisa menerangi. Namun melalui jawaban sederhana yang mengena pada objek hukum syariat Islam oleh Nur Muhammad Hidayat ini akan memberikan sedikit cahaya terang benderang di antara dua aliran yang kontroversial tersebut. Secara jelas, pelurusan dengan cara yang fleksibel dan tegas mengenai hukum-hukum Islam kaitannya dengan adat istiadat di negeri ini juga harus menjadi pertimbangan yang tidak boleh dilupakan sebagaimana khittah Islam yang ajarannya selalu sesuai dengan situasi dan kondisi apapun.

Penyelesaian konflik kaum Sufi vs kaum Sawah harus berjalan dengan sikap moderat, fleksibel, kritis dan lembut dalam menyampaikan sebuah tanggapan. Serta dengan cara yang berdasar pada ranah damai berdasar pad timbangan hukum dan syari’at Islam. Misalkan dalam hal algorisme mengenai kaum Sufi dan hadits dhaif serta hadits palsu. Yang sangat mengesankan yaitu tuduhan Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya dengan judul “Tasawuf Besitan Iblis” yang menuduh kaum sufi menolak hadits shahih (Hal. 21-24).

Penegasian dalam menyelesaikan suatu problem bukan jalan utama. Karena dibalik itu akan bermunculan tanggapan saling todong dan bunuh hingga akhirnya kedua belah pihak (Sufi dan Sawah) akan sama-sama mengalami keruntuhannya. Bahkan bisa saja meruntuhkan peradaban kayakinan serta agama yang dibanggakannya. Maka dari itu, sebuah afiliasi dalam menyelesaikan problem yang membelit kaum Sufi dan Sawah perlu digiring ke ranah yang lebih damai dan mendamaikan. Sebagai aliran yang mendapat pandangan tersendiri dari publik, maka perlu memikirkan hal tersebut.

Dari segala variasi tuduhan dan ekstrimisme kaum Sawah terhadap kaum Sufi dalam buku ini dicoba untuk diluweskan melalui pendakatan hukum syariat Islam. Elaborasi dalam dua aliran tersebut perlu menjadi hal yang sangat urgen dalam menimbang dan memutuskan suatu pendapat guna menjaga eksistensi dan reputasi agama Islam. Karena tak dapat disangkal kedua aliran tersebut berada dalam jalur mengikuti pantulan cahaya agama yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Sehingga tak layak kiranya dalam jalur yang sama terjadi ekstrimisme dan tuduhan negatif terhadap aliran tertentu tanpa memandang ke depan melalui argumen yang valid dan mencerahkan ummat.

Judul: Tarekat dalam Timbangan Syariat – Jawaban atas Salafi Wahabi

Penulis : Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Muara Progresif

Cetakan: I, Mei 2013

Tebal: x + 175 hlm. 14,5 x 21 cm

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi: Junaidi Khab, santri Pesantren Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu satu strategi para ulama dalam menyebarkan ajaran Islam adalah dengan tulisan. Karya-karya mereka dalam bentuk kitab kuning, dibaca dan dikaji generasi Islam di zaman berikutnya, sehingga ajaran tetap hidup sampai sekarang.

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis! (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalau Ingin Dikenang, Jadilah Penulis!

Hal itulah yang mendasari kegiatan Gerakan Santri Menulis (GSM) yang dihelat sejak 19 tahun yang lalu. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mencetak generasi santri Islam yang produktif dalam menulis.

“Syiar Islam bisa dilakukan lewat tulisan Anda,” kata salah seorang pemateri GSM, A Zaini Bisri, di Sukoharjo, Jawa Tengah beberapa waktu lalu (16/7).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senada dengan Zaini, KH Mohammad Dian Nafi, pengasuh Pesantren Al Muayyad Windan, mengaku beruntung para santrinya mendapatkan pelatihan jurnalistik ini. “Pelatihan ini bisa mewujudkan spirit iqro’ dan meningkatkan kemampuan keilmuan santri,” ungkapnya.

Di dalam acara pelatihan ini, santri mendapat banyak ilmu jurnalistik. Mulai dari motivasi menulis hingga teknik menulis berita semua dijelaskan oleh para ahlinya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau kau ingin dikenang, jadilah penulis!” kata Kiai Dian di hadapan para peserta.

Peserta yang terdiri dari para santri dan mahasiswa di Solo dan sekitarnya itu mengikuti acara dengan antusias. Salah satunya Eko Rohmadi (22). Santri yang tengah kuliah di IAIN Surakarta itu mengaku tertantang untuk mulai berani menulis di media massa. Misalnya menulis artikel.

“Kalau kepikiran untuk menjadi jurnalis belum. Tapi saya tertantang menulis artikel,” ungkapnya.

Peserta lainnya, Aina Alyya (16) mengatakan, dia tidak sabar untuk mempraktikkan teori jurnalistik yang didapatkan pertama kalinya. Meski sempat sulit mencerna, tapi secara perlahan siswa Kelas XI IPA SMA Al-Muayyad Surakarta itu memahaminya.?

“Kalau tulis menulis ya sering. Tapi menulis berita atau artikel belum. Dari pelatihan ini, saya mengerti dan tertantang,” katanya.

Selama bulan Ramadhan, rencananya panitia akan mengadakan kegiatan Santri Menulis ini selama 10 hari di 10 Kota se-Jawa Tengah. Di Solo Raya, diselenggarakan di Pondok Pesantren Al Muayyad Windan Sukoharjo dan Pesantren Sunan Gunung Jati, Desa Gesing, Kecamatan Kismantoro, Wonogiri.

Redaktur ? ? : Abdullah Alawi?

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Nahdlatul, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 09 Desember 2017

Doa 9 Kiai Menggema dalam Peringatan Harlah NU di Kraksaan

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan, Selasa (11/4) malam mengadakan istighotsah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-94 NU di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan.

Doa 9 Kiai Menggema dalam Peringatan Harlah NU di Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa 9 Kiai Menggema dalam Peringatan Harlah NU di Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa 9 Kiai Menggema dalam Peringatan Harlah NU di Kraksaan

Kegiatan yang mengambil tema “Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah” ini diisi dengan doa dari 9 (sembilan) orang kiai. Para kiai ini berasal dari jajaran pengurus mulai dari Khatib, Syuriyah dan Tanfidziyah di PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam peringatan Harlah ke-94 NU ini Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin, Katib PCNU Kota Kraksaan KH Wasik Hannan, Ketua PCNU Kota Kraksaan H. Nasrullah A. Suja’i beserta para pengurus lembaga dan badan otonom (banom).

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin banyak menceritakan tentang sejarah berdirinya NU pada tahun 1926 yang dipelopori oleh Hadratus Syekh KH Hasyim Ashari. Dimana sebelum NU berdiri terlebih dahulu terbentuk Nahdlatul Wathon, Nahdlatut Tujjar dan Taswirul Afkar yang akhirnya menjadi 3 pilar NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ketiga pilar NU itulah yang menjadi semangat para ulama untuk menggagaskan Proklamasi Kemerdekaan RI melalui Presiden Soekarno. Sehingga NU masuk dalam foundhing father,” katanya.

Menurut Hasan, NU pernah menjadi partai politik (parpol) pada tahun 1955 sebelum akhirnya dalam Muktamar NU di Situbondo tahun 1984 lahirlah Khittoh NU dengan menjaga jarak dari seluruh partai politik. Artinya NU tidak terlibat dalam politik praktis.?

“Marilah alim ulama, 3 pilar NU ini kita jaga dengan baik. Hanya saja selama ini, yang kalah perang adalah pilar ekonomi dan selalu menjadi alat orang di luar NU,” tegasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hasan menegaskan bahwa organisasi NU itu adalah organisasi yang sakti. Meskipun seolah-olah sempat hidup tanpa kepala pada zaman orde baru, tetapi NU bisa tetap eksis hingga saat ini. Ini membuktikan jika NU itu benar-benar sakti. Hanya saja tantangan saat ini adalah ekonomi.

“Melalui momentum ini saya mengajak kepada segenap warga NU untuk bersama-sama melakukan gerakan-gerakan ekononi, karena kita mempunyai jaringan yang cukup banyak. Segera diskusikan dengan pengurus, apa yang dapat dilakukan demi pemberdayaan ekonomi warga NU. Sehingga nantinya warga NU tidak hanya menjadi penonton tetapi juga pelaku ekonomi,” tambahnya.

Lebih lanjut Hasan mengajak pengurus dan warga NU untuk menjadikan peringatan harlah ke-94 NU ini sebagai bahan introspeksi diri sehingga warga NU yang sudah tidak bangga dengan NU bisa rekat kembali dan bangga menjadi warga NU.?

“Sekali lagi, marilah para tokoh-tokoh NU untuk bersama-sama melakukan pemberdayaan di sektor ekonomi warga NU agar ke depan potensi ekonomi yang kita miliki bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, Daerah, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 05 Desember 2017

Mendikbud Minta Akademisi Jadi Teladan Masyarakat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhammad Nuh meminta kalangan akademisi untuk meningkatkan kualitas pendidikannya dan menjadi teladan bagi masyarakat luas dengan tidak melakukan korupsi.

Mendikbud Minta Akademisi Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendikbud Minta Akademisi Jadi Teladan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendikbud Minta Akademisi Jadi Teladan Masyarakat

"Orang-orang terdidik mbok ya jangan korupsi. Wong sudah sekolah tinggi-tinggi, masak sih harus korupsi. Kan tidak pantas," kata Nuh usai mengikuti rapat koordinasi tentang pasokan gas di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian Jakarta, Rabu.

Menurut Nuh, saat ini korupsi sudah menjadi merasuki hampir semua kalangan, termasuk kalangan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi teladan perilaku baik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menyusul pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie yang menyebut banyak koruptor adalah alumni perguruan tinggi negeri, Nuh tidak sepenuhnya sependapat dengan pernyataan Ketua DPR tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Memang ada yang menyebut bahwa alumni universitas A, universitas B, universitas C jagoan dalam hal korupsi. Tentu tidak sepenuhnya benar, dan tidak selamanya seperti itu," katanya.

Sebelumnya dalam diskusi bertajuk Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia di Universitas Indonesia, Depok, Senin (7/5), Ketua DPR RI Marzuki Alie mengatakan bahwa koruptor di Indonesia didominasi alumni Universitas Indonesia dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Saat ini korupsi kan orang-orang pintar lulusan universitas dari UI, Gadjah Mada, ICMI, dan semuanya terlibatlah (korupsi). Ini fakta," ujarnya.

Kesemuanya itu, lanjut Marzuki Alie, disebabkan oleh pendidikan masa lalu. Karananya masalah itu harus segera diperbaiki. Pada kesempatan itu, Marzuki menyinggung rendahnya kualitas pendidikan perguruan tinggi Indonesia.

"Kebanyakan perguruan tinggi negeri ngurusin proyek saja," sindir Marzuki Alie.

Karena itu, Rancangan Undang-undang Perguruan Tinggi diharapkap dapat mengatasi minimnya fasilitas pendidikan dan kurang berprestasinya perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.

"Pendidikan mahal! Salah kalau dibilang murah, makanya alokasi 20 persen jangan dialokasikan ke 19 kementerian yang kurang bermanfaat," usulnya.

"Perguruan tinggi harus tahu kebutuhan lingkungannya, makanya harus disiapkan agar mahasiswa bisa match dengan lingkungannya," tambah Marzuki.

Penulis : Sudarto Murtaufiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Seperti sikap awal pendirian Gerakan Pemuda (GP) Ansor yakni sebagai penolong, maka badan otonom NU ini harus mengedepankan kegiatan yang dilandasi mardlatillah atau mencari keridlaan Allah. Isilah berbagai aktivitas Ansor yang menyentuh kepentingan umat, jangan terlalu banyak mengurusi partai politik. Politik yang dianut Ansor adalah politik kebangsaan sebagaimana dipedomani Nahdlatul Ulama.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Mujiburrohman saat menyampaikan sambutan pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Brebes periode 2015-2019 di Gedung PCNU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/15) malam.

Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah

Mujib menandaskan pentingnya gerakan nyata hingga ke tingkat anak ranting. Peremajaan pengurus sebagai dinamika organisasi harus sejalan dengan penataan kelembagaan dan kaderisasi. Kiprah Ansor di masyarakat harus semakin konkret, bangkit dan bekerja untuk membantu pembangunan daerah.

“Ansor harus mengambil peran, karena SDM (sumber daya manusia) Ansor sudah sangat bagus terbukti berlatar belakang pendidikan sarjana dari berbagai disiplin ilmu,” ungkapnya.

Senada dengan Mujib, Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Brebes H Athoillah juga mengingatkan agar Ansor jangan hanya jadi organisasi pelantikan. Dalam artian, selepas pelantikan, aktivitas berikutnya kosong melompong sembari menunggu pelantikan berikutnya. Ansor harus berpikiran maju penuh semangat fi sabilillah (melangkah di jalan Allah). “Semangat juang mempertahankan Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah harus terus terpatri,” kata Atho.

Sehingga tidak kebobolan gerakan yang mengatasnamakan Ahlussunah wal jamaah tetapi hanya casingnya saja. Waspadalah dengan gerakan transnasional dan radikalisme yang memakai baju aswaja tetapi tidak berpihak pada NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu, Athoillah berpesan agar Ansor memiliki empat dimensi sebagai bekal berorganisasi. Yakni dimensi agama, ilmu, kepemimpinan dan kebangsaan.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengaku gembira dan mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus Ansor Brebes periode 2015-2019. Bupati mengajak kepada Ansor untuk membantu program pemerintah Kabupaten. Karena tanpa peran pemuda, suatu daerah tidak akan dinamis. “Peran pemuda dalam pembangunan daerah sangat diperlukan, Ansor saya harap ikut andil di dalamnya,” ajak Idza.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepengurusan PC Ansor Brebes terlihat sangat gemuk, lebih dari 60 tegabung dalam jajaran pengurus. Pengurus yang dilantik, antara lain Ketua Ahmad Munsip, Sekretaris Ali Fauzan, Bendahara Fatkhul Imam dan Koordinator Badan Semiotonom.

Pelantikan diakhiri dengan mauidlatul khasanah oleh KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim dari Buntet Pesanteren Cirebon. Kiai Faris mengingatkan kepada anggota Ansor agar menjadi pewaris Kiai yang berkualitas. Sebab sepuluh dua puluh tahun yang akan datang pemuda Ansor akan menjadi pengganti kiai NU. “GP Ansor adalah generasi Ulama,” kata Kiai Faris.

Ulama-ulama NU, kata Faris, sangat senang diajak dan mengawal NKRI. Mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945. Indonesia menjadi bumi yang harus dipertahankan dan Indonesia sudah sangat Islami.

Sayangnya, lanjut Kiai, ada beberapa kelompok orang yang tidak suka dengan Indonesia padahal mereka hidup di Indonesia. Mereka kerap memaksakan kehendak, agar Indonesia menjadi Negara Islam. Mereka menilai Negara kita dipegang oleh para toghut karena tidak menerapkan hukum Islam.

Untuk itu, Kiai Fariz berpesan kepada GP Ansor dan Banser untuk merapatkan barisan mengawal dan mempertahankan Ahlussunah Wal Jamaah An Nahdliyah sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. “Mari semangat, jangan putus asa dengan rahmat Allah SWT,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah M Ikhwanudin, jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor M Juri Ardiantoro yang juga Komisioner KPU Pusat, Mujiburrohman, dan Rizkonsyah Aji.

Hadir juga Ketua PC GP Ansor tetangga, Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh, Ketua PC Fatayat NU Mukminah, Ketua KPU Brebes M Riza Pahlevi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab Brebes Sutedjo SE, Kepala Dinas Perikanan Kab Brebes Tandi APi dan sejumlah undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 19 November 2017

Ini Idola Pemimpin Habib Syeh

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menciptakan zaman yang baik, sangat sulit. Karena harus mampu melahirkan pemimpin yang mampu mendoakan rakyatnya dan rakyatnya pun mendoakan pemimpinnya. Pemimpin tersebut bisa membaur dengan rakyat dengan selalu mengadakan pengajian dan istighasah, shalawatan dan berbagai kegiatan keagamaan yang muaranya bisa mendatangkan kedamaian dunia akhirat.

Ini Idola Pemimpin Habib Syeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Idola Pemimpin Habib Syeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Idola Pemimpin Habib Syeh

Demikian disampaikan Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf dari Solo saat menyampaikan tausihyah pada Shalawatan dan Istighosah dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perlindungan Masyarakat (Linmas) ke-52 tingkat Jawa Tengah di Islamic Center Brebes, Kamis malam (27/3).

Kita bosan dengan pemimpin-pemimpin yang tidak mau mendoakan rakyatnya, bahkan mencaplok hak-hak rakyat dengan melakukan korupsi. Koruptor itu maling, yang malang melintang dengan gaya sopan tetapi sesungguhnya sangat menyakitkan rakyat. Koruptor itu sesungguhnya maling tetapi bergaya mesam-mesem ditelevisi. “Jangan sampai, Jawa Tengah dihinggapi koruptor-koruptor baik kecil maupun besar,” kata Habib Syeh yang kental dengan shalawatnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Habib Syeh juga menyarankan agar gubernur ataupun bupati se-Jawa Tengah jangan menandatangani Peraturan Daerah (Perda) tentang Minuman Keras (miras). Pasalnya, hanya akan mendatangkan keuntungan bagi segelintir orang, yakni produsen miras, sementara rakyatnya menjadi jahat akibat minum-minuman setan. Indonesia tidak butuh orang-orang mendem (mabok) karena hanya merusak. “Jangan sampai pemimpin daerah menandatangani perda miras,” kata Syeh.

Habib Syeh dalam kesempatan tersebut melarang kepada kaum perempuan untuk menjadi TKW. Pasalnya lebih banyak mudlaratnya ketimbang manfaat yang didapat. Suami dan anak-anak menjadi terlantar yang berakibat tingginya angka perceraian dan broken home.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut dia, tidak usah warga Indonesia menjadi TKW, karena negara ini lebih kaya dan terhormat. Indonesia makmur, tinggal bagaimana kita mampu mensyukurinya apa tidak. “Lebih baik berpenghasilan sedikit tetapi barokah ketimbang berpenghasilan banyak tetapi tidak barokah,” kata Habib.

Senada dengan Habib Syeh, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajak kepada seluruh masyarakat Jateng untuk turut mengawasi kegiatan pembangunan di Jawa Tengah. Dirinya telah bertekad untuk meningkatkan perbaikan infrastruktur, maka jangan sampai pembangunannya tidak bermutu akibat dikorupsi. “Mari kita awasi bersama program pembangunan infrastruktur, agar berjalan dengan baik dan membawa kemaslahatan bagi rakyat,” ajak gubernur.

Dia juga berjanji akan menciptakan lapangan-lapangan kerja bagi generasi muda. Gubernur telah mendorong kepada para bupati dan walikota untuk meningkatkan UMKM dan produk-produk lokal yang bisa menyerap tenaga kerja.

Sementara Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE menyampaikan kegembiraannya kepada gubernur dan Habib Syeh dan Kepala Daerah se Jawa Tengah yang telah memberi suport dan mensukseskan pengajian dalam HUT Linmas. Dia melaporkan, kegiatan pengajian kerap digelar di Kabupaten Brebes untuk mendatangkan kedamaian lahir dan batin bagi masyarakat Kabupaten Brebes. Sehingga pembangunan Brebes bisa berjalan dengan sebaik-baiknya dan sukses.

Pengajian atas kerja sama dengan forum silaturahmi antar majelis taklim (Forsamat) kabupaten Brebes berlangsung meriah. Ketua Panitia KH Aminudin Afif memperkirakan pengunjung mencapai 25 ribu orang. Mereka datang dari berbagai kawasan yang tergabung dalam Syekher Mania. Terlihat dalam identitas jaket mereka, selain dari Brebes ada juga yang berasal dari Cirebon, Tegal, Slawi, Purbalingga. Pengunjung datang sejak Bada Ashar. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

    

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 16 November 2017

Pancasila Cerminan Nilai-nilai dalam Al-Qur’an

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mustasyar PCNU Kabupaten Pringsewu yang juga Bupati Pringsewu KH Sujadi mengatakan, beberapa kelompok saat ini sudah bergerak ingin menghancurkan NKRI dengan mengubah Ideologi Pancasila kepada ideologi yang mereka miliki.?

Pancasila Cerminan Nilai-nilai dalam Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila Cerminan Nilai-nilai dalam Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila Cerminan Nilai-nilai dalam Al-Qur’an

Kelompok yang berpaham kanan ingin mengubah Indonesia menjadi negara agama sementara kelompok paham kiri ingin mengubah Indonesia menjadi Negara Komunis.

Melihat kondisi ini sudah seharusnya warga Indonesia ikut mewaspadai gerakan ini. Walaupun tidak sama dengan Al-Quran, Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an.

Abah Sujadi, mengibaratkan Al-Qur’an dan Pancasila seperti badan dan bayangan badan saat bercermin di kaca. "Al-Qur’an tidak boleh dipertentangkan dengan Pancasila," katanya pada kegiatan Ngaji Ahad (Jihad) pagi yang dilaksanakan di Gedung NU Pringsewu, Ahad (23/5).

Abah Sujadi juga mengingatkan komitmen berdirinya NKRI dengan Ideologi Pancasila ini melalui salah satu Hadits Nabi yang artinya bahwa Orang-orang Islam adalah tergantung dengan komitmen awalnya. Indonesia sudah berkomitmen di awal terbentuknya, dengan menjadikan Pancasila sebagai Ideologi Negara. Oleh karenanya, ia mengimbau untuk mempertahankan ideologi tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kalau komitmen menjaga Ideologi Pancasila diniati dengan ibadah dan untuk menjaga kemaslahatan bersama, maka sesuai dengan Firman Allah dalam Surat Quraisy, Allah akan melindungi manuSia.

Sehingganya ia mengajak kepada seluruh Umat Islam untuk menjadikan ibadah sebagai pondasi dalam menjalankan semua amal di dunia. "Mari kita terus beribadah, beribadah, dan beribadah. Awalnya ibadah, prosesnya ibadah dan akhirnya ibadah," terangnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 12 November 2017

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember berkomitmen tidak akan memberikan peluang pada upaya eksploitasi tambang di bumi Jember. Pasalnya, eksploitasi tambang dinilai lebih banyak mudaratnya dibanding manfaatnya.

Pernyataan tersebut dikemukakan Wakil Ketua PCNU Jember, Abdul Qadim Monembodjo di sela-sela sarasehan “Deklarasi Bersama Tolak Pertambangan” di aula kantor NU Jember, Rabu (17/12).

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Keras Rencana Eksploitasi Tambang di Jember

Menurut Qodim, kebanyakan eksploitasi tambang hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu, sementara masyarakat di sekitar area penambangan, justru menderita. Lingkungan rusak dan tercemar. Budaya dan moralnya juga tercemar karena biasanya karyawan dan pengelola  tambang juga membawa perilaku buruk di tengah masyarakat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Buktinya juga banyak. Bukan hanya lingkunganya yang tercemar, tapi moral masyarakat juga tak karuan. Pelacuran di sekitar tambang juga tumbuh subur,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember itu menambahkan, sejak dulu NU Jember tak pernah berubah haluan soal isu penambangan di Jember, terutama  galian B.

Dikatakannya, pembahasan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten  Jember sudah mulai bergulir sejak tahun 2013, namun tidak mulus karena adanya dua kubu yang menolak dan menyetujui eksploitasi tambang. Eksekutif menyetujui eksploitasi tambang, sedangkan sebagian besar anggota legislatif menolak tambang. “Kami dukung yang menolak tambang,” lanjutnya.

Sarasehan penolakan tambang itu diikuti oleh PCNU Jember (selaku penggagas), PCNU Kencong, PMII Cabang Jember, Ranting NU Paseban, SD Impres, KAPPALA Indonesia. Semuanya tegas dan kompak menolak eksplotisi tambang.

Sekadar diketahui,  saat ini pembahasan RTRW Kabupaten Jember sudah rampung dibahas oleh Pansus DPRD Jember. Hasilnya, mayoritas anggota pansus menolak eksploitasi tambang. Namun eksekutif (bupati) enggan mengesahkan Raperda RTRW tersebut karena RTRW itu tidak memasukkan ekslploitasi tambang. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 11 November 2017

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menggelar Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) di Pondok Pesantren Darussyifa Asshomadiyah, Bebekan, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo.

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL (Sumber Gambar : Nu Online)
95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL (Sumber Gambar : Nu Online)

95 Kader Ansor Jatim Ikuti PKL

Di pesantren asuhan Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Bukhori itu, para peserta PKL yang terdiri dari jajaran pengurus Ansor Jatim ini akan mendapatkan materi tentang Aswaja, ke-Ansor-an, ke-NU-an dan kepemimpinan. PKL akan berlangsung selama tiga hari, Jumat-Ahad, 14-16 Nopember 2014.

"PKL ini sebagai salah satu bagian dari penguatan sistem kaderisasi di Ansor," kata Ketua PW GP Ansor Jatim, Rudi Triwahid saat memberi kata sambutan pembukaan PKL, Jumat malam, 14 Nopember 2014.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Rudi, seluruh pengurus Ansor di semua level tingkatan wajib mengikuti kaderisasi. Hal ini penting untuk memastikan semua pengurus Ansor benar-benar merupakan kader.

PKL kali ini merupakan program kaderisasi pertama di era kepemimpinan Rudi Triwahid setelah terpilih sebagai ketua PW GP Ansor Jatim pada Konferensi Wilayah (Konferwil) Ansor Jatim di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, 20-22 Desember 2013 lalu, dan hanya dikhususkan bagi internal pengurus Ansor Jatim.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ini sebagai pendisiplinan untuk pengurus wilayah, yang belum mengikuti PKL," ujar mantan ketua PC GP Ansor Ngawi ini.

Setelah itu, sambung Rudi, akan dilakukan akselerasi dan pendisiplinan kaderisasi untuk semua pengurus yang ada di level bawahnya. Yakni pengurus cabang, anak cabang, hingga ranting.

Acara PKL yang diikuti 95 peserta itu dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Misbahul Munir. Turut hadir pada acara pembukan sekaligus berkenan memberi sambutan diantaranya pengurus Pimpinan Pusat GP Ansor Alfa Isnaeni, KH Abdusshomad Bukhori sebagai tuan rumah, dan sejumlah undangan lainnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Syariah, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock