Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2018

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Lombok Barat, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas dan Konbes NU) telah mencapai puncak acara pada Sabtu (25/11) di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel, Labuapi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Paparkan Hasil Munas dan Konbes di Hadapan Wapres JK

Dalam pidato di acara penutupan, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memaparkan ringkasan hasil Munas dan Konbes NU yang berlangsung pada 23-25 November 2017 di Lombok kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri penutupan Munas.

Kiai Said menegaskan, hasil musyawarah para kiai ini akan segera disampaikan kepada pemerintah secara rinci sebagai bahan pengambilan kebijakan terkait sejumlah problem bangsa.

Seperti di bidang ekonomi, NU menurut Kiai Said mendorong tumbuhnya ekonomi kerakyatakan, ekonomi yang tidak hanya bepihak kepada konglomerat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Adapun di bidang pendidikan, poin penting dalam Munas dan Konbes NU adalah mendorong disahkannya RUU Lembaga Pendidikan Keagamaan dan Pesantren dengan tetap mempertahankan kekhasan dan kurikulum pesantren,” jelas Kiai Said.

Kiai kelairan Kempek, Cirebon ini juga memaparkan hasil Munas di bidang kesehatan yang menyoroti problem gizi buruk akut (stunting) dan kaum penyandang disabiltas.

NU melalui forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, mendorong pemerintah agar menyediakan berbagai kemudahan, pendampingan, dan pengobatan serta akses kepada mereka agar tidak lagi ada diskriminasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Problem-problem penting lain banyak tertuang dalam hasil keputusan Munas dan Konbes NU 2017 yang terbagi dalam Komisi Bahtsul Masail, Rekomendasi, Program, dan Organisasi.

Munas dan Konbes NU 2017 mengangkat tema Memperkokoh Nilai Kebangsaan Melalui Gerakan Deradikalisasi dan Penguatan Ekonomi Warga. 

Pembukaan pada Kamis (23/11) lalu dilakukan oleh Presiden Jokowi, sedangkan penutupan dilksanakan oleh Wapres JK. Sidang-sidang komisi diselenggarakan di lima pesantren, Pesantren Nurul Islam Mataram, Pesantren Darul Fallah Mataram, Pesantren Al-Halimy Lombok Barat, Pesantren Darul Hikmah Mataram, dan Pesantren Darul Qur’an Lombok Barat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pembacaan qunut nazilah disunahkan saat umat Islam mengalami bencana alam atau bencana kemanusiaan. Qunut nazilah–sebagaimana dimaklum–dibaca setelah doa i‘tidal pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut nazilah tidak disunahkan lagi ketika bencana yang dialami umat Islam juga surut.

Qunut nazilah disunahkan dibaca ketika shalat wajib sendiri atau shalat wajib berjamaah. Pada saat membacanya, kita dianjurkan untuk menengadahkan tangan ke langit.

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pada saat doa berisi permohonan atas kebaikan untuk umat Islam maka, kita dianjurkan untuk menghadapkan kedua telapak tangan ke langit. Tetapi pada saat doa berisi permohonan keburukan untuk para penganiaya umat Islam atau berisi permohonan pelemahan pihak mereka, maka kedua telapak tangan dihadapkan ke bumi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Sunah mengangkat kedua tangan dalam qunut (nazilah) dengan menghadapkan kedua telapak tangan ke langit saat meminta kebaikan dan membalik kedua telapak tangan hingga mengarah ke bumi saat berdoa tolak bala. Hal ini berlaku pada semua doa. Tidak disunahkan mengusap muka setelah doa di dalam shalat. Afdhalnya justru tidak mengusap muka ketika shalat, lain soal kalau di luar shalat,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 1999 M/1420 H, juz I, halaman 314).

Sebagai catatan terakhir, setelah membaca doa qunut kita tidak dianjurkan bahkan dimakruh mengusah wajah. Pada prinsipnya, mengusap wajah (setelah doa) di dalam shalat dimakruh. Lain soal kalau di luar shalat. Kalau di luar shalat, kita dianjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 04 Februari 2018

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sebuah pengajian peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di Masjid Jamiyatus Sholihin Desa Dadapan Kecamatan Sedan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, KH Nuril Arifin mengungkapkan terkait pola berpikir umat Islam saat ini yang menurutnya hanya berkutat seputar syariat saja. Ia juga mengibaratkan syariat sebagai kopi dalam gelas.

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Nuril Ibaratkan Syariat Seperti Kopi dalam Gelas

Pengasuh Pondok Abdurrahman Wahid, Soko Tunggal, Jakarta itu mencontohkan tuduhan bid’ah kepada seseorang yang mengadakan shalawatan. Mereka menganggap bahwa Nabi Muhammad? SAW dulu tidak pernah shalawatan. "Apa Nabi Muhammad SAW dahulu membaca tahlil, kok orang-orang NU pada membaca tahlil. Mereka juga mengatakan itu bidah," terang pria yang akrab disapa Gus Nuril itu, Ahad (8/5) malam.

Lebih lanjut ia mengatakan, minuman berkaleng dikatakan bidah, ngaji pakai lampu listrik dikatakan bidah. "Itu bodohnya ‘orang mengaji’, apa-apa dikatakan? bidah," sindir Gus Nuril sapaan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga mengatakan, dengan banyaknya jumlah peradaban umat Islam yang semakin meningkat menyebabkan banyaknya perbedaan yang bermunculan. Menurutnya, umat Islam di Indonesia ada sebanyak 180 juta jiwa dan di antara jumlah itu hanya belajar tentang ilmu syariat saja. Padahal, baginya, belajar syariat ini hanya di putaran definisi saja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mencontohkan kopi di dalam gelas, yang kata sebagian orang jika diminum membuat orang tidak mengantuk. Ada juga yang menafsirkan lain, bahwa kopi membuat perut perih. "Akhirnya orang ribut soal kopi, soal definisi kopi. Itu saja yang menjadi perselisihan. Ini yang disebut asma (nama-nama)," terangnya.

Dari asma ini, harus diangkat lagi menjadi sifat sehingga mengetahui hakikat sebenarnya. Dari syariat tadi itulah yang disebut ilmu yaqin. "Baru ilmunya saja, itu sudah kafir-kafiran. Melakukan saja belum. Kalau sudah dilakukan akan muncul yang namanya ainul yaqin. Kalau sudah tahu yang sebenarnya, maka itu disebut dengan hakikat," terang Gus Nuril.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir pula Barisan Ansor Serbaguna (Banser) perwakilan dari beberapa Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) se-Kabupaten Rembang yang membantu proses pengamanan. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peringatan haul cikal-bakal desa Kaliwungu, Mbah Rogo Moyo kembali diadakan selama lima hari 1 – 5 Nofember mendatang. Pembukaan seluruh rangkaian kegiatan haul ditandai dengan selametan bubur syuro dan dan santunan anak yatim di Masjid jami Al Aziz Prokowinong Kaliwungu Kudus, Ahad malam (2/11)

Dalam acara yang dibuka Camat Kaliwungu Budi Utomo, sebanyak 67 yatim yang berasal dari desa itu menerima santunan masing-masing berupa uang tunai Rp 80.000 per anak dan bingkisan jajan.

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Mbah Rogo Moyo Diawali Santunan 67 Yatim

Ketua panitia Noor Yadi menjelaskan sosok Mbah Rogo Moyo merupakan tokoh yang menyebarkan dan mengembangkan dakwah agama Islam di dukuh Prokowinong Kaliwungu. Selain itu, Mbah Rogo Moyo adalah seorang ahli pertukangan yang dikenal sebagai penemu rumah adat Kudus.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Beliau juga dikenal sebagai salah satu tukang berpengaruh dalam pendopo-pendopo kabupaten pada era Bupati Kudus ketiga Raden Condronegoro," tuturnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Yadi menjelaskan peringatan haul mbah Rogo Moyo diadakan berdasarkan tahun Hijriyah tepatnya 13 Muharram. Pada tahun ini, ragam kegiatan telah dipersiapkan diantaranya bersih-bersih makam (1/11), Festival Rebana Klasik (2/11), lomba rebana modern (3/11), khotmul Quran Bin-Nadlor dan bil ghoib (5/11), kirab budaya dan buka luwur dilanjutkan pengajian bersama KH Adnan Kasogi (Kudus).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Disamping mengenang, meneladai, melestarikan nilai ketokohonya yang sederhana, mendorong dan memupuk semangat gotong-royong dan persatuan kesatuan masyarakat," terangnya.

Hadir dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kudus Sunardi, Kabid Pariwisata Dwi Sancaka, Camat Kaliwungu Budi Utomo, pengurus NU dan badan otonomnya, tokoh masyarakat setempat dan tamu undangan serta ratusan warga desa Kaliwungu.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Pemurnian Aqidah, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Fatayat ? NU Kabupaten Nganjuk menggandeng Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Nganjuk mengadakan pengajian rutin sebulan sekali di wilayah Nganjuk secara bergantian.

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat dan Fatayat NU Nganjuk Gelar Pengajian Rutin Bersama

Pengajian rutin setiap Ahad wage ini diisi oleh pengurus Fatayat dan Muslimat secara bergantian. Hingga kini semua kecamatan di Nganjuk sudah tersentuh.?

"Setiap Ahad wage, rutin di setiap kecamatandi wilayah Nganjuk," tutur Ketua PC Fatayat kabupaten Nganjuk ? ustadzah Tutik Malikhah di di balai desa Ngeringgin Lengkong kecamatan Lengkong Nganjuk, Ahad (14/6).

Pengajian yang dikemas dengan pembukaan, sambutan sambutan, mauidhoh hasanah dan doa ini berlangsung hidmat. Sekitar 5000 jamaah hadir dalam acara tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ustadzah Tutik Malikhah selaku ketua cabang Fatayat Nganjuk dalam sambutannya mengatakan "Selamat kepada ketua terpilih Pimpinan Cabang Muslimat NU Nganjuk periode 2015-2020, harapan beliau semoga bisa membimbing anak-anaknya yakni Fatayat, IPPNU dan bisa sinergi saling asah asih dan asuh,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan bahwa telah dibuka pabrik karung yang berada di kecamatan Lengkong dan membutuhkan tenaga kerja sekitar 50 orang dengan spesifikasi dapat menjahit, “Karenanya bagi anggota yang berminat bisa menghubungi Fatayat setempat.”

"Ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi pengangguran dan memberdayakan kaum wanita supaya lebih produktif, kreatif dan inovatif,” pungkas mantan ketua PC IPPNU Nganjuk. (Atik Fatmawati/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Oleh Aswab Mahasin

Kapan terakhir Anda butuh Tuhan? Dan pada saat apa Anda ingat Tuhan? Hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian, karena hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian, maka dari situ muncul seni bersabar, berikhtiar, ikhlas, kreatif, manfaat, dan sebagainya.

Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Anda ingat? Dahulu kebanyakan filosof menganggap bahwa adanya Tuhan itu hoaks, seperti; Ludwig Feuerbach yang meyakini segala konsep tentang Tuhan, malaikat, surga dan neraka adalah hasil dari proyeksi manusia itu sendiri, karena itu manusia harus mengambil kembali ke-Maha-an ke dalam dirinya. Sedangkan Sigmund Freud, agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima masyarakat.

Lain halnya dengan Karl Marx, agama adalah candu, berbeda lagi dengan Nietzche, Tuhan telah mati, begitupun dengan Sartre bahwa konsep Tuhan hanya sebagai alibi ketidaksempurnaan dan ketidakmampuan manusia semata. Sungguh, mereka hanyalah manusia-manusia penyebar hoaks tentang Tuhan dan agama, karena mereka terjebak oleh pikirannya sendiri, tanpa menyadari agungnya peciptaan Tuhan. Dalam cerpennya Taufiq el-Hakim menggambarkan, “Jari yang biasa mengukur kedalaman air di gelas, tidak mungkin mampu mengukur kedalaman air di laut.”

Di era serba berkembang sekarang, gaya hidup instan, dan berbagai perilaku menyimpang serta didukung kebiasaan serampangan—posisi Tuhan menjadi ada yang tiada, diakui eksistensinya tapi dilecehkan esensinya. Dulu, para filosof menyebarkan hoaks dengan meniadakan Tuhan, dewasa ini manusia menyebarkan hoaks atan nama Tuhan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Harus disadari, Tuhan telah memberikan bingkisan kepada manusia berupa agama sebagai jembatan manusia untuk menebarkan kebaikan. Namun, begitupun agama selalu berebut manusia agar menjadi pengikutnya, berbagai cara dan tanpa kompromi. Dari situ, tidak sedikit konflik terjadi atas nama agama, apalagi berita-berita hoaks di Medsos yang menjadikan agama sebagai “bemper”.

Medsos adalah jenis ciptaan baru dari Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Bisa juga dikatakan sebagai realisasi dari Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Hujarat [41]: 13, “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa...”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nah, dari ayat tersebut jelas, diciptakannya Medsos oleh Allah sebagai fasilitas manusia agar lebih mudah saling mengenal satu sama lain, walaupun berbeda bangsa, suku, ras, dan agama. Indikasi lainnya, kesaling-mengenalan kita di Medsos harus juga dibungkus dengan keimanan dan ketakwaan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai “hoaks-hoaks”, sama sekali tidak mencerminkan ketakwaan manusia kepada Allah SWT.

Anehnya, Medsos telah dibuat melenceng dari tujuan penciptaannya. Medsos lebih sering difungsikan sebagai media ujaran kebencian (hate speech) dan berita-berita yang membodohkan. Tapi, tidak semuanya, hanya oknum-oknum berkepentingan saja, mungkin punya agenda politik, mencari massa, mencari pengikut, atau mungkin mencari sensasi. 

Baru-baru ini kita dihebohkan oleh penangkapan kelompok “saracen”, dituding sebagai komplotan manusia penyebar hoaks—aktivitasnya; merubah konten berita, menebarkan fitnah, dan menyulut kebencian dengan menggunakan kata-kata yang tidak laik dikonsumsi publik. Tidak ketinggalan, agama dan Tuhan dijadikan dalih pertentangan ber-hoaks-ria.Sudah sebegitu parahkah hoaks di negeri ini? Mari kita renungkan bersama.

Melihat pernyataan Polri yang tersebar di berita-berita, kelompok hoaks sudah demikian berbahaya, karena hoaks sudah menjadi industri, di mana ada transaksi jual beli jasa. Harganya pun cukup fantastis, puluhan sampai ratusan juta—tergantung pesanan. Hebatnya, kelompok ini menternak sampai 800.000 akun demi menggiring opini publik. Dan siap menjatuhkan siapapun, tidak peduli walaupun sasarannya adalah agama dan Tuhannya sendiri.

Kelompok ini menurut informasi yang tersebar di berbagai lapak berita (di luar jual beli jasa), memiliki bos-bos besar, yang siap mengglontorkan money berapapun demi tepat sasaran. Bagi saya, fenomena ini aneh bin ajaib. 

Pelaku hoaks adalah orang-orang yang beragama dan berTuhan, sangat paham betul kalau fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, dan sangat paham betul tentang saudara yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan. Namun, kepentingan kelompok, kepentingan pribadi, dan kepentingan ideologi menjadi dasar mereka menutup mata, padahal di luar sana kedaiaman lebih utama daripada perpecahan.

Selain itu, menurut berita yang berkembang, salah satu pilot hoaks adalah kelompok-kelompok yang menamakan diri sebagai radikal, kepentingannya ialah di satu sisi “mungkin” politik dan di sisi lain “mungkin” supayamasyarakat menyadari bahwa paham dominan keagamaan yang berkembang di Indonesia itu salah; maksudya, berbeda agama, berbeda aliran, berbeda madzhab, berbeda organisasi, berbeda segala rupanya, harus dikaburkan pemahamannya (hanya untuk mewujdukan pemahaman, “tiada kebenaran yang lebih benar selain mereka”), tujuannya adalah agar masyarakat terperangkap isu/fitnah dan berbalik arah memuji mereka. 

Yang membuat saya “mengelus dada”, kenapa harus agama dijadikan alat pertentangan dan Tuhan di bawa-bawa untuk melegitimasi (orang tidak sepaham) masuk neraka. Menjadi aneh di sini, surga dan neraka mutlak daerah kekuasan Tuhan, meminjm istilahnya Gus Mus, “dianggapnya Tuhan itu sama seperti mereka, ketika mereka marah, Tuhan pun akan marah, ketika mereka bilang kafir, Tuhan pun akan merestui kalau itu kafir.” 

Kita sepakat, dilihat dari aspek manapun hoaks adalah tindakan yang tidak beretika/tidak bermoral/tidak berakhlak, jelas melampaui batas kemanusiaan yang wajar. Setiap saya melihat dan berselancar di Medsos rasanya pesimis Indonesia akan berkembang maju, khususnya dalam hal toleransi. Namun, melihat fakta di lapangan, khususnya di desa-desa efek dari hoaks sebenarnya masih biasa-biasa saja, belum begitu mewabah. Memang ada pengaruh, tapi belum menjalar ke taraf yang sedimikian ruwet. Di sini optimisme saya muncul kembali.

 

Oleh karena itu, sebelum hoaks menjalar ke berbagai sudut gang, dan seluruh jalanan Indonesia, harus ada antisipasi dan solusi lebih dini. Pemerintah dan aparatnya sudah bekerja sangat baik, ini penting kita apresiasi. Hanya saja, aktivitas hoaks tidak terjadi pada kelompok pemuja duit semata, banyak juga yang melakukannya secara independen, entah apa kepentinganya, yang jelas mereka sering menyulut kebencian, sama sekali tidak etis di alam Indonesia ini.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama, memang tidak mudah membendung hoaks karena ia berselancar di awang-awang. Namun, setidaknya kita memberikan pemahaman yang berimbang terhadap masyarakat, peran utamanya adalah para tokoh masyarakat, orang tua, ulama, dan guru. Saya mendukung Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang pedoman beraktifitas di Medsos, sekarang sedang diolah oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi hoaks tumbuh subur, di setiap sekolah dari tingkatan dasar sampai tinggi, harus ada sosialisasi tentang internet sehat untuk memberikan pemahaman tentang konten berita dan informasi yang bisa dipercaya dan tidak bisa dipercaya. Karena yang dibutuhkan Indonesia sekarang salah satunya adalah wacana yang berimbang, tidak menyudutkan apalagi penuh fitnah. Semoga Indonesia terhindar dari hoaks-hoaks jahanam. Amin.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) akan berusia 90 tahun pada 31 Januari 2016. Warga NU Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersiap merayakan di 14 kecamatan yang ada.

Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) melalui intruksi Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Way Kanan KH Nur Huda akan menggelar serangkaian acara serentak berkaitan dengan amaliah-amaliah Aswaja.

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

"Sementara masih diinventarisir setiap MWC akan menggelar apa. Adapun Gerakan Pemuda Ansor, sebagai rencana tindak lanjut berlatih bekam, akan menggratiskan warga sejumlah 90 orang untuk hijamah atau mengeluarkan darah kotor secara gratis pada harlah NU," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Jumat (8/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Organisasi pemuda NU di daerah yang dipimpin Pj Bupati Albar Hasan Tanjung ini dalam beberapa kesempatan mengajarkan pengobatan bekam kepada kader. Antara lain di PAC Pakuan Ratu yang juga diikuti kader dari PAC Negeri Agung dan selanjutnya akan diikuti kader PAC Kasui, Rebang Tangkas dan Banjit.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 macam penyakit’. Bekam bagi 90 warga secara gratis tersebut akan digelar PAC Pakuan Ratu yang dipimpin sahabat Bakti Ghozali," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

PCNU Way Kanan pada Ahad (10/1) akan menggelar rapat akbar dengan seluruh badan otonom dan lembaga NU setempat di kantor NU, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu untuk membahas perayaan Harlah NU. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Foto: Kader Gerakan Pemuda Ansor Pakuan Ratu dan Negeri Agung belajar bekam di Klinik Bulan Medical Center Pimpinan dr Yusuf J Mustofa Dok GP Ansor Way Kanan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Internasional, Sejarah, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 05 Januari 2018

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, KH. Sofiyan Hadi, berpesan agar usai Lebaran (Idul Fitri) ini, umat senantiasa menjaga empat hal, yakni tawadhu, qanaah, wara (wirai) dan yaqin.

KH. Sofiyan Hadi mengutarakan hal itu dalam tausiyahnya pada halal bi halal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus, Senin (3/7). Halal bi halal dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP.) UMK, Rektor, para Dekan, dosen dan karyawan.

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

“Ramadan telah telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,” ujarnya di depan ratusan pimpinan, dosen, karyawan dan staf akademik yang hadir.

Dalam halal bi halal yang dibuka oleh Rektor Dr. Suparnyo itu, Sofiyan Hadi mengemukakan, tawadhu atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. Maka jadilah orang yang rendah hati, apapaun jabatan yang Anda miliki, pesannya.

Hal lain, yaitu seorang Islam itu harus bisa menjadi orang yang qanaah (kaya hati). Lalu haru wara (wirai), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. “Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,” tambahnya.

Selain pesan-pesan itu, KH. Sofiyan Hadi mengingatkan agar senantiasa menghindari 4 M yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa alim. “Empat hal ini harus dihindari,” tuturnya. (Rosidi/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 04 Januari 2018

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Cianjur, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Pasar Induk Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terbakar pada Senin malam tanggal 27 Agustus lalu. Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur mendesak Kepolisian Kabupaten Cianjur untuk mengusut tuntas kejadian yang merugikan pedagang tersebut. Karena PMII menduga kejadian itu sengaja dilakukan.

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Ketua Cabang PMII Cianjur Obay Mukhtasor menduga kejadian tersebut sengaja dilakukan karena pedagang akan direlokasi ke pasar Terminal Pasir Hayam, tapi faktanya pembangunan di kawasan tersebut belum tuntas, masih dalam proses pengerjaan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara, tambah Obay, kondisi masyarakat mendesak untuk melakukan aktivitas perekonomiannya. Kalau kondisi ini dibiarkan sama saja membunuh masyarakat secara massal.?

“Maka kami PMII cianjur menyatakan sikap dan tuntutan. Pertama, meminta pertanggungjawaban Bupati Cianjur atas kinarja dinas-dinas terkait yangg lamban dalam menangani berbagai persoalan,” katanya melalui pers rilis melalui surat elektronik pada Kamis (29/8).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, mencopot jabatan Kepala Dinas Damkar atas kinerja yang lamban dalam menangani insident kebakaran. Ketiga, usut tuntas pembakaran pasar Induk Cianjur yang merugikan miliaran rupiah.

Bupati Cianjur menanggapi dengan guyon

Menurut Obay, Bupati Cianjur malah menanggapi kejadian tersebut dengan guyonan yang tak pantas, “Pantas saja pasar terbakar juga, wong di depan pasarnya juga ada gambar Kapal Api,” kata Obay menirukan.?

Atas guyonan tersebut, PMII cianjur mengecam keras pernyataan bupati. “Bupati harus meminta maaf trhadap masyarakat atas guyonannya,” kata Obay.

Sebagai respon terhadap kejadian tersebut, puluhan aktivis PMII Cianjur berunjuk rasa dengan tuntutan di atas. Unjuk rasa dilakukan mulai Hypermart berjalan kaki ke Pemda Cianjur pada Kamis (29/8).

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan

Bandar Lampung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Unila Nadia Eva Zahara, di Bandar Lampung, Ahad (20/11) meluruskan pesan berantai (broadcast) tentang informasi kesehatan beredar yang tidak sesuai supaya tidak terjadi disinformasi pada publik.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila itu menjelaskan, yang dikhawatirkan kalau makan mie instan berlebihan itu kandungan natrium dan pengawetnya.

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan

"Adapun yang dikhawatirkan kalau makan coklat manis berlebihan itu kandungan kolesterolnya sama gulanya. Tapi makanan yang sudah lulus uji BPOM kandungan pengawetnya dalam kadar normal, insya Allah," kata Eva menjelaskan.

Adapun mengenai Arsenic Pentoxide (As2O5), kata dia menjelaskan, sudah cukup mematikan walaupun cuma dimakan sekali tanpa perlu terjadi reaksi kimia menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) seperti yang ada dalam pesan berantai yang tertulis sebagai info berharga dari mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Rokhmin Dahuri yang ditujukan bagi anak kost dan pondok.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di pesan berantai tersebut digambarkan ada seorang wanita meninggal mendadak karena ketidaktahuannya akan "racun akibat makanan".

Wanita dalam pesan itu memiliki kebiasaan makan coklat tiap hari dan malamnya mengonsumsi mie instan. Mie instan diinformasikan mengandung As2O5 dan berhubungan habis makan mie wanita itu makan coklat terjadilah "reaksi kimia" di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi As2O3 yang sangat beracun.

"As2O5 itu sudah cukup mematikan walaupun cuma dimakan sekali tanpa perlu terjadi reaksi kimia menjadi As2O3 seperti yang ada dalam pesan berantai tersebut," ujar Eva menjelaskan. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Aswaja, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 22 Desember 2017

Madrasah Insklusi, Tempat Belajar yang Ramah bagi Difable

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk menunjang proses belajar mengajar bagi siswa berkebutuhan khusus atau siswa difable, madrasah kini mulai membuka sejumlah sekolah yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana agar mereka dapat belajar dengan baik.?

Direktur Madrasah Kementerian Agama Nur Kholis Setiawan menjelaskan, sekolah yang ramah terhadap kelompok difable tersebut disebut sebagai sekolah inklusi sebagai bentuk pengakuan terhadap kelompok yang memiliki kebutuhan berbeda.?

Madrasah Insklusi, Tempat Belajar yang Ramah bagi Difable (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Insklusi, Tempat Belajar yang Ramah bagi Difable (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Insklusi, Tempat Belajar yang Ramah bagi Difable

“Ini dalam rangka menjawab, tidak benar kalau Kementerian Agama tidak peduli dengan kelompok difable,” katanya, di Jakarta Senin.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sekolah inklusi tersebut, siswa berkebutuhan khusus digabung dengan siswa biasa, tetapi mereka mendapat perhatian lebih, tetapi ada pula yang secara khusus mendirikan sekolah bagi kelompok difable.?

Saat ini Kemenag sudah memulai dengan 28 sekolah. 8 sekolah mendapatkan perlengkapan pembelajaran bagi difable sedangka 20 lainnya mendapatkan pelatihan ke arah inklusi. Mereka yang sudah mendapat bantuan adalah yang selama ini sudah memiliki guru, biasanya yang kurang adalah alat pembelajarannya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Paling tidak kita sudah menabung,” menegaskan bahwa ke depan, sekolah inklusi akan terus ditambah. ? (Mukafi Niam) Ilustrasi: Tribun Jogja

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 16 Desember 2017

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal

Buleleng, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Memperingati Harlah Ke-83 GP Ansor, Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Gerokgak Buleleng menziarahi dua belas tokoh Muslim yang berada di lingkungan Kecamatan Gerokgak, Senin, (24/4). Makam yang diziarahi adalah mereka yang saat hidupnya berkontribusi untuk masyarakat.

Wakil Ketua GP Ansor Gerokgak Baiturrahman mengatakan, sebenarnya banyak tokoh terdahulu yang telah berbuat kepada masyarakat.

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, GP Ansor Gerokgak Ziarahi Makam Para Tokoh Lokal

"Namun pemilihan dua belas tokoh ini untuk diziarahi bukan maksud menyampingkan para pendahulu yang lain. Kita kunjungi mereka sebagai perwakilan," kata Baiturrahman.

Ia menjelaskan, tokoh-tokoh tersebut sudah mewakili dari berbagai unsur, ada yang pejuang kemerdekaan, tokoh agama, dan penggerak GP Ansor.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tentunya dengan berziarah ini kami berharap ada dorongan motivasi untuk terus konsisten berjuang dalam kemaslahatan umat," tegasnya.

Yang tak kalah penting, lanjut Baiturrahman, adalah bagaimana kader GP Ansor Gerokgak tidak gampang melupakan tokoh lokal yang telah berbuat banyak untuk daerah kita.

"Harus kita munculkan tokoh-tokoh lokal yang sudah tiada, nama-namanya harus diingat, sebagai kader NU. Jangan lupa menghadiahkan kepada mereka surat Al-Fatihah agar mereka tenang di alam sana," tutupnya. (Abraham Iboy/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 15 Desember 2017

Berdamai dengan Kaum Sawah

Ekstrimisme kaum Salafi Wahabi (Sawah) terhadap kalangan kaum penganut aliran sufi terus berlanjut hingga menjadi persoalan sosial dan disintegrasi yang kronis dalam diri agama Islam. Berbagai tuduhan kafir, pengamal bid’ah, dan bahkan musyrik kepada kaum sufi menjadi duri dalam daging umat Islam. Mau tidak mau kita harus menyikapinya dengan penuh dengan kesabaran, kecerdasan, dan kejernihan hati serta pikiran dalam menghadapi persoalan keyakinan-keagamaan ini. Karena tentu persoalan keagamaan semacam ini memiliki daya keyakinan masing-masing yang saling membentengi dengan dalil-dalil Islam.

Di Indonesia, keberadaan kaum Sawah tak lebih menjadi pseudo-enemies dalam agama Islam. Stigma negatif dan vonis buruk bertubi-tubi dilayangkan secara subyektif oleh salah satu sekte Islam (Sawah) yang merasa paling Qur’ani dan Sunni kepada ajaran tasawuf dan pengamal tarekatnya. Mulai dari label perintis bid’ah, pembela mimpi dan ilham setan, melenceng dari syariat, demen mistis dan wirid-wirid bid’ah, pecinta hadits lemah dan palsu, pemuja wali dan guru, dan macam ragam tuduhan lain yang variatif dan tak bersahabat (Hal. 4).

Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdamai dengan Kaum Sawah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdamai dengan Kaum Sawah

Kehadiran buku Nur Hidayat Muhammad ini bukan dalam rangka memusuhi kalangan kaum Sawah. Namun tak lain mau berdamai dan berdialog via buku secara ilmiah dengan kajian yang mendalam. Nah, uraian buku di atas kiranya memberikan pandangan tersendiri di mata publik. Bisa saja publik menganggap kaum sufi memang benar-benar kafir atau bisa saja mereka beranggapan kaum Sawah yang diktator dan ekstrim sesama lingkup rumpun agama yang sama (Islam).

Setidaknya publik akan memiliki pandangan tersendiri dalam menimbang siapa yang memusuhi dan berkawan di antara dua aliran yang tak sepaham tersebut. Menurut imam al-Nawawi, penulis syarah Shahih Muslim, dalam kitabnya, al-Maqashid menyebutkan bahwa asas dalam tasawuf yaitu; Pertama, bertakwa kepada Allah Swt., baik dalam hati atau lahiriyah. Kedua, mengikuti al-Sunnah, baik dalam perilaku atau ucapan. Ketiga, hatinya tidak terpasung melihat makhluk (dunia). Keempat, ridha kepada Allah Swt., baik sedikit atau banyak. Kelima, kembali kepada Allah Swt., baik saat lapang atau susah (Hal. 12-13).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lima fondasi kaum sufi yang dinyatakan oleh imam al-Nawawi dalam buku ini cukup mewakili dari struktur keberadaan penganut aliran sufi yang ditodong dengan pisau kafir dan tali musyrik oleh aliran Sawah. Kejernihan dalam berpikir dan keluwesan hati perlu kita kelola seelok mungkin, utamanya dalam menghadapi persoalan aliran dan keyakinan dalam beragama agar tidak mencoreng agama itu sendiri sebagai agama satu-satunya yang diyakini memberikan kedamaian dan kebahagiaan bagi kehidupan umat manusia.

Berbagai doktrin keislaman yang beda aliran hingga beda persepsi dalam memandang suatu fenomena perlu diselesaikan melalui pendekatan khusus tanpa ekstrimisme dan tuduhan yang mencoreng agama. Karena secara tidak langsung hal tersebut akan membangun pandangan negatif dan stereotip publik. Dengan serta merta publik akan menyatakan bahwa Islam adalah agama konflik. Dan itu secara lambat laun akan mengubah ruh agama Islam dari eksistensinya di ranah global (lih. stereotip oleh A. Dardiri Zubairi, 2013:110-113).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Perseteruan antara aliran Salafi Wahabi dan kaum Sufi serta termasuk Ahlussunnah wal Jama’ah masih belum ada jalan terang yang bisa menerangi. Namun melalui jawaban sederhana yang mengena pada objek hukum syariat Islam oleh Nur Muhammad Hidayat ini akan memberikan sedikit cahaya terang benderang di antara dua aliran yang kontroversial tersebut. Secara jelas, pelurusan dengan cara yang fleksibel dan tegas mengenai hukum-hukum Islam kaitannya dengan adat istiadat di negeri ini juga harus menjadi pertimbangan yang tidak boleh dilupakan sebagaimana khittah Islam yang ajarannya selalu sesuai dengan situasi dan kondisi apapun.

Penyelesaian konflik kaum Sufi vs kaum Sawah harus berjalan dengan sikap moderat, fleksibel, kritis dan lembut dalam menyampaikan sebuah tanggapan. Serta dengan cara yang berdasar pada ranah damai berdasar pad timbangan hukum dan syari’at Islam. Misalkan dalam hal algorisme mengenai kaum Sufi dan hadits dhaif serta hadits palsu. Yang sangat mengesankan yaitu tuduhan Hartono Ahmad Jaiz dalam bukunya dengan judul “Tasawuf Besitan Iblis” yang menuduh kaum sufi menolak hadits shahih (Hal. 21-24).

Penegasian dalam menyelesaikan suatu problem bukan jalan utama. Karena dibalik itu akan bermunculan tanggapan saling todong dan bunuh hingga akhirnya kedua belah pihak (Sufi dan Sawah) akan sama-sama mengalami keruntuhannya. Bahkan bisa saja meruntuhkan peradaban kayakinan serta agama yang dibanggakannya. Maka dari itu, sebuah afiliasi dalam menyelesaikan problem yang membelit kaum Sufi dan Sawah perlu digiring ke ranah yang lebih damai dan mendamaikan. Sebagai aliran yang mendapat pandangan tersendiri dari publik, maka perlu memikirkan hal tersebut.

Dari segala variasi tuduhan dan ekstrimisme kaum Sawah terhadap kaum Sufi dalam buku ini dicoba untuk diluweskan melalui pendakatan hukum syariat Islam. Elaborasi dalam dua aliran tersebut perlu menjadi hal yang sangat urgen dalam menimbang dan memutuskan suatu pendapat guna menjaga eksistensi dan reputasi agama Islam. Karena tak dapat disangkal kedua aliran tersebut berada dalam jalur mengikuti pantulan cahaya agama yang dibawa oleh nabi Muhammad Saw. Sehingga tak layak kiranya dalam jalur yang sama terjadi ekstrimisme dan tuduhan negatif terhadap aliran tertentu tanpa memandang ke depan melalui argumen yang valid dan mencerahkan ummat.

Judul: Tarekat dalam Timbangan Syariat – Jawaban atas Salafi Wahabi

Penulis : Nur Hidayat Muhammad

Penerbit: Muara Progresif

Cetakan: I, Mei 2013

Tebal: x + 175 hlm. 14,5 x 21 cm

ISBN: 978-602-17206-5-3

Peresensi: Junaidi Khab, santri Pesantren Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 04 Desember 2017

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat

Pacitan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Innalilahi wa inna lilahi rojiun, kabar duka datang dari Pacitan, Jawa Timur, KH Umar Syahid, ulama sepuh dan juga Mustasyar PCNU Pacitan, wafat pada Rabu malam (4/1), pukul 22.55 di RSUD Pacitan.

Kiai yang akrab disapa Mbah Umar Tumbu tersebut wafat dalam usia 114 tahun. Ia merupakan ulama sepuh yang menjadi teladan bagi warga nahdliyin, khususnya di Pacitan.

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat

Mbah Umar merupakan pengasuh Pesantren Nur Rohman, Jajar, Donorojo. Pada masa remajanya, ia nyantri di Pesantren Tremas Pacitan dibawah asuhan KH Dimyathi Abdullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Insyallah beliau merupakan salah satu santri sepuh (yang masih ada) dari muridnya Mbah Dimyathi," kata Gus Muadz Harits Dimyathi, salah satu Pengasuh pesantren Tremas kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Kamis (5/1) dini hari.

Mbah Umar dikenal sebagai figur kiai yang yang dermawan, lemah lembut dan menjadi azimat bagi masyarakat Pacitan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Mbah Kiai Umar, itu termasuk minal muqorrobin ilallah (orang yang dekat dengan Allah) dan menjadi Azimatnya warga Pacitan dan kaum Muslim Indonesia pada umumnya," tutur Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat bersilaturahmi di kediaman beliau di Pacitan, tahun 2010 silam.

Kecintaanya pada NU dibuktikan dengan istiqamahnya yang selalu hadir dalam tiap acara pengajian atau acara keagamaan yang digelar oleh NU atau pesantren. Dan selalu menunggui hingga acara selesai.

Tiap hari, kediamannya tidak pernah sepi dari para tamu yang sowan meminta nasehat atau doa darinya. Karena itulah ia dikenal sebagai kiai pelayan umat.

Dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu karena ketika remaja berprofesi sebagai penjual tumbu (wadah dari anyaman bambu) dengan berjalan kaki sembari berdakwah kepada masyarakat. Dakwahnya dilakukan selama puluhan tahun. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 03 Desember 2017

Mereka Diwisuda karena Hafal Kitab Kuning dan Al-Quran

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Selama dua hari di akhir pekan lalu, Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Jawa Timur, melakukan wisuda terhadap santri yang telah mencapai target tertentu di bidang pelajaran agama. Hari pertama, diwisuda 57 santri yang menimba ilmu di? SMP, SMA dan SMK Nuris.

Rinciannya adalah 28 santri hafal kitab kuning (Imrithy, Taqrib dan Fathul Qorib) dan 29 santri hafal al-Quran. Rincian santri hafal kitab kuning adalah 25 orang dari SMA Nuris Jember, 2 orang dari SMK Nuris Jember, dan seorang? dari SMP Nuris Jember. Sementara santri yang diwisuda tahfidz Al-Quran adalah? 25 orang dari SMA Nuris Jember, dan 4 orang dari SMK Nuris Jember.

Mereka Diwisuda karena Hafal Kitab Kuning dan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Mereka Diwisuda karena Hafal Kitab Kuning dan Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Mereka Diwisuda karena Hafal Kitab Kuning dan Al-Quran

Sedangkan wisuda santri hari ke-2 melibatkan 186 santri dari MTs dan MA Unggulan Nuris. Rinciannya adalah 53 orang dari MTs Nuris? dan 76 orang dari MA Unggulan Nuris. Semuanya hafal kitab kuning (Imrithy, Taqrib dan Fathul Qorib). Sementara? santri hafal Al-Quran adalah 27 orang yang berasal dari MTs Nuris, dan 30 orang berasal dari MA Unggulan Nuris.

“Mereka diwisuda karena sudah hafal kitab kuning sesuai target. Bukan sekedar hafal tapi paham murod dan sebagainya,” urai koordinator Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Nuris Ustadz Wahyudi kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di Jember, Kamis (29/12).

Wisuda yang? berlangsung di masjid Baitunnur dan dihadiri oleh ribuan wali santi tersebut, berjalan khidmat. Dalam sambutannya, pengasuh Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Gus Robith Qashidi mengaku bangga terhadap capaian wisudawan yang telah hafal kitab kuning maupun Al-Quran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Selamat dan sukses kepada seluruh santri yang telah diwisuda. Semoga ilmu dan keberkahan selalu mengiringi kalian. Kepada wali santri mohon doa dan restunya, sebab bulan Januari 2017, ada sebagian santri dari MA Unggulan Nuris yang akan belajar dan mengajar di Mesir dan Arab Saudi sekaligus umroh,” tukas Gus Robith.

Lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir itu menyatakan bahwa pihaknya akan terus berusaha meningkatkan pengetahun dan wawasan santri, yang salah satu caranya adalah? dengan mengirimkan santri berprestasi ke luar negeri. Selain ke Mesir dan Arab Saudi, tahun depan santri berprestasi akan berangkat ke Malaysia, Singapura, dan Thailand untuk mengikuti program pertukaran pelajar di tiga negara tersebut.

“Semoga santri kita dapat meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya hingga ke penjuru dunia. Santri harus mampu menggenggam dunia dan menaburkan dakwah ahlussunnah waljamaah. Insya Allah santri yang akan berangkat adalah yang terpilih semuanya,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 15 November 2017

Merumuskan Gus Dur Muda

Gagasan dan pemikiran Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid yang dituangkan dalam bentuk tulisan sejak tahun 1970-an tak habis digali. Pemikirannya masih tetap relevan hingga sekarang. Tak heran, beraragam buku dengan berbagai pendekatan telah terbit. Beragam diskusi dan seminar tak habis-habis digulirkan.

Sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melanjutkan gagasan kiai yang biasa disapa Gus Dur, salah seorang santrinya di Pondok Pesantren Ciganjur Jakarta, Syaiful Arif, merumuskan kegiatan bertajuk “Kursus Pemikiran Gus Dur”. Kursus tersebut menggali detail-detail gagasan Gus Dur.  

Merumuskan Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Merumuskan Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Merumuskan Gus Dur Muda

Dalam kursus tersebut, lebih menekankan gagasan Gus Dur saat muda. Syaiful Arif menyebutnya Gus Dur Muda, yaitu antara 1970 hingga 1999 (ketika Gus Dur jadi Presiden RI keempat). Dalam istilah lain disebut Gus Dur teoritis.  

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kursus pemikiran Gus Dur Abdullah Alawi dari Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham mewawancarai anaka muda kelahiran Kudus, Jawa tengah, 1981. Syaiful Arif termasuk anak muda NU yang cukup produktif dalam menulis buku. Berikut petikan wawancaranya. 

Asal mula muncul ide kursus pemikiran Gus Dur?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Dur kan sudah wafat, kalau tidak diterusin pemikirannya kan sayang. Selama ini kan gerakan-gerakan Gus Durian itu hanya menenmpatkan Gus Dur sebagai pribadi, bukan sebagai pemikiran.

Kenapa bisa berkesimpulan seperti itu?

Karena di dalam gerakan gerakan Gus Durian selama ini, penggalian pemikiran itu kayaknya kurang belum maksimal. Menempatkan Gus Dur sebagai pribadi, ya bagus, karena memang Gus Dur pribadi. Artinya, yang kita diskusikan, kita ingat, yang ingin kita teruskan itu kan perjuangannya sebagai pribadi. Tapi kan di dalam pribadi Gus Dur itu, ada Gus Dur praktis, ada Gus Dur teoritis.

Gus Dur praktis itu, Gus Dur di dalam praktik politik dan praktik perjuangannya, baik di PKB, di negara, maupun di NU. Nah, tetapi praktik Gus Dur, praktik perjuangannya dilandasi oleh Gus Dur yang teoritis. Artinya dilandasi oleh pemikiran. Nah, saya lihat selama ini, -ya ini mungkin pembagian wilayah kerja aja ya, teman-teman yang memang masuk di dalam praktik Gus Dur, saya memilih di ruang-ruang teoritisnya. Itu yang pertama. 

Yang kedua, jelas sekali selama ini kan Gus Dur itu pemikir. Kalau tidak kita tidak dijaga pemikirannya melalui diskusi-diskusi yang intens, ya warisan itu akan jadi warisan “berdebu” di dalam buku-bukunya yang mungkin hanya sekilas sekali ditengok dan dibaca. Padahal kan kalau pemikiran terhenti pada teks, dia hanya terhenti pada teks. Bukan menjadi pemikiran. Menjadi pemikiran itu kan ketika diperbincangkan. Dari perbincangan itu bisa kemudian ditindaklanjuti, bisa dikritisi, bisa menjadi inspirasi. Jadi, aku kebetulan pernah nyantri dengan beliau, ya merasa beban moral. Makanya kemudian yang kupilih kan kursus. Kursus ini kan artinya satu langkah menuju, kita bedakan antara diskusi dengan kursus ya. Diskusi kan tidak ada silabus, hanya sekadar berbagi informasi. Tapi kalau kursus itu ada silabus, dan metodenya juga metode klasikal. Artinya di situ tidak hanya ada pembicara, tetapi ada tutor, pengajar. 

Nah, kalau seseorang sudah memastikan diri sudah siap untuk menjadi pengajar atau tutor di dalam kursus itu kan dia punya konsekuensi kan, ya dia harus menguasai betul, detail dari pemikiran Gus Dur karena kan sebelum kursus ini aku menawarkan sama teman-teman Gus Durian ya.

Metode kursus kan mengkelaskan Gus Dur karena selama ini kan pemikiran Gus Dur hanya terserak-serak, bercerai-berai di opini di koran. Kemudian aku memiliah Gus Dur muda dan Gus Dur tua. 

Bagiamana penjelasannya?

Gus Dur muda itu Gus Dur dari tahun 1970 sampai pertengahan 90. Gus Dur tua itu Gus Dur sejak menjadi presiden sampai wafat. Nah, Gus Dur muda, yaitu Gus Dur yang pemikirannya layak menjadi diskursus intelektual karena tulisan-tulisannya tidak hanya dalam bentuk opini di koran, tapi di makalah-makalah panjang. Baik dalam jurnal seperti Prisma, jurnal Pesantren, maupun makalah-makalah seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Nah, dengan tulisan-tulisan panjang itu kan kita bisa merumuskan pemikiran Gus Dur sebagai wacana intelektual dan materi-materi akademis. Nah, kursus pemikiran Gus Dur itu masuk di ruang itu. Jadi, menempatkan Gus Dur dalam wacana intelektual dan khususnya materi-materi akademis. 

Kenapa disebut kursus?

Karena kan ya memang sampai saat ini belum ada kurikulum pemikiran Gus Dur. Karena itu aku kemudian merumuskan materi, silabus pemikiran Gus Dur yang aku harapkan sistematis dan menjadi satu langkah menuju yang akademis, atau akademisasi Gus Dur. 

Sementara Gus Dur tua itu kan sejak menjadi presiden sampai lengser, itu kan Gus Dur yang tulisan-tulisannya hanya dipercikkan di koran. Gus Dur yang sudah sepuh itu, ya Gus Dur yang sudah  praktis. Tulisan-tulisan di koran adalah refleksi dari peristiwa-peristiwa aktual atau penggalian kembali memori pemikiran yang masih ada dalam endapan di pemikiran beliau. Selama ini banyak orang menempatkan Gus Dur hanya di dalam Gus Dur di era tua. Mereka tidak masuk di dalam pemikiran Gus Dur di era muda. 

Gus Dur muda? 

Itu terkait materi. Gus Dur muda itu Gus Dur yang terinspirasi dari teologi pembabasan Amerika Latin. Dari situ Gus Dur kemudian mengolah tradisi Islam, khusunya tradisi Islam pesantren dan NU, untuk menghadapi developmentalisme Orde Baru . Gus Dur muda itu kan Gus Dur era Orde Baru. Dalam era Orde Baru itu, Gus Dur yang masih muda, merumuskan tradisi; mengolah tradisi intelektual Islam tradisional pesantren dan NU dalam wacana-wacana teologi pembebasan untuk menghadapi developmentalisme dan modernisasi. Jadi, kalau developmentalisme itu kan wacana ekonomi politik, kalau modernisasi kan wacana kebudayaan. Nah, Gus Dur mencoba mengolah tradisi-tradisi Islam pesantren dan NU untuk menanggapi modenisasi dan developmentalisme.

Nah, salah satu hasil prodak pemikirannya seperti Islam sebagai etika sosial. Islam sebagai etika sosial itu kan jarang dilihat banyak orang karena selama ini orang melihat pemikiran Islam Gus Dur itu kan hanya dua, pribumisasi Islam dan pluralisme agama. Padahal ketika aku telusuri di dalam teks-teks Gus Dur muda itu ada dua pemikiran lain yang selama ini belum dibaca orang. Yang pertama, Islam sebagai etika sosial dan kedua, negara kesejahteraan Islam.

Bagaimana penjelasannya kedua-duanya? 

Nah, itu kemudian aku jadikan materi ya. Islam sebagai etika sosial. Di kursus itu kan, pemikiran Islam Gus Dur; kalau kita pinjam istilah Marx, ya itu kan basis struktur, ada struktur ada suprastruktur. Ada lantai, ada tiang, ada dinding ada langit-langit, ada atap. Nah, pribumisasi Islam itu, lantai dari pemikiran Gus Dur karena ia mempertemukan Islam dan budaya. Nah, budaya itu kemudian menjadi landasan dari masyarakat dan landasan dari negara. Nah, prbumisasi Islam sebagai basis struktur dari pemikiran Islam Gus Dur itu kemudian menopang struktur pemikiran Islam Gus Dur, yakni Islam sebagai etika sosial. Kenapa? Karena Islam sebagai etika sosial adalah pemikiran Islam Gus Dur yang menempatkan Islam sebagai etika masyarakat; akhlak sosial. Jadi Gus Dur itu selalu memaknai akhlak sebagai etika sosial. Beliau tidak pernah menafsiri di luar konteks itu, umpamanya akhlak adalah pribadi. Itu nggak pernah, beliau. Jadi, akhlak itu pasti dalam kurung etika sosial.

Etika sosial itu bagaiamana?

Etika sosial itu sederhana, Gus Dur mencoba menggali kemudian merumuskkan prinsip-prinsip etis kehiidupan sosial. Prinsip-prinsip etis kehidupan sosial itu sebenarnya letakanya di dalam kewajiban masyarakat untuk menciptakan sturktur masyarakat yang berkeadilan. Struktur masyarakat yang berkeadilan itu merupakan wujud wujud etis masyarakat yang didukung oleh prinsip-prinsip keislaman. Gus Dur menarik dalam hal ini. Beliau punya gagasan tentang rukun sosial. Di Islam itu kan ada rukan Islam ada rukun iman. Rukun iman itu teologis, rukun Islam itu, katakanlah amal ya dari iman. Kata Gus Dur di dalam rukun Islam itu ada dimensi sosial ada zakat, ada haji ada shalat (ketika berjamaah). 

Artinya, amal-amal ritual itu sebenarnya bersifat sosial. Artinya memiliki keberpihakan terhadap pensejahteraan masyarakat. Namun sayangnya, banyak sekali umat Islam yang hanya memahaminya dalam kerangka ritual individual. Akhirnya, rukun sosial itu tidak ada dampak sosialnya. Nah, Gus Dur menggagas kita perlu sebuah rukun sosial, atau rukun tetangga, kata Gus Dur. Rukun sosial itu menjembatani antara rukun Islam dengan rukun iman. Artinya, kita harus menjadikan kepedulian sosial itu sebagai bagian dari rukun Islam dan rukun iman, menjadi bagian dari teologi. 

Jadi, Gus Dur menggagas teologi sosial. Nah, ini Islam sebagai etika sosial. Ini struktur. Struktur sosial dari basis yang ditopang pribumisasi Islam. Kenapa? Karena, tanpa pribumisasi Islam, Islam tidak akan menjadi etika sosial. Kenapa? Karena pribumisasi Islam-lah yang kemudian meleraikan ketegangan antara Islam dan budaya. Nah, ketidakmampuan meleraikan Islam dan budaya akan menyebabakan islamisasi budaya atau purifikasi budaya lokal yang kemudian menjadi trade mark dari gerakan-gerakan Arabis. Nah, gerakan-gerakan Arabis itu, kata Gus Dur, terjebak di dalam perjuangan Islam yang simbolik. Kenapa? Karena tujuan mereka hanya menerapkan simbol-simbol Islam di dalam budaya lokal. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 31 Oktober 2017

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Pemurnian Aqidah, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 10 Agustus 2017

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan

Lampung Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus NU Lampung Tengah mengajak segenap pengurus NU dan warga untuk memulai aktivitas dengan keterbukaan dan lapang dada. Imbauan ini disampaikan pada Halal Bihalal di Gedung PCNU jalan Proklamator Raya, Seputih Jaya, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Sabtu (30/8).

“Kita seyogianya saling memaafkan dan bersikap saling tebuka. Jangan sampai memelihara dendam. Kita butuh udara sehat untuk melanjutkan program-program NU di Lampung Tengah ini,” kata Ketua PCNU Lampung Tengah Drs A Jailani MS di hadapan ratusan hadirin Halal Bihalal. 

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Lampung Tengah Awali Gerakan dengan Keterbukaan

Sementara Rais Syuriyah PCNU Lampung Tengah KH Mukhtar Ghozali berpesan agar setiap manusia harus mau meminta dan memberi maaf kepada sesamanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Mulailah dengan meminta maaf. Kalau bertemu, saling bersalaman. Setelah itu, mohon ampun kepada Allah SWT,” tandas Kiai Mukhtar.

Di sela Halal BiHalal, Wakil Bupati Lampung Tengah H Mustofa memberikan cendera mata kepada Kiai Mukhtar berupa buku berjudul “Gerakan Membangun Bersama Masyarakat Studi Tentang Penyelenggaraan Pembangunan Bidang Infrastruktur Berbasis Kearifan Lokal dan Budaya Hukum Kabupaten Lampung Tengah”. (Akhmad Syarief Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Pemurnian Aqidah, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 06 Agustus 2017

LTM PBNU Bersihkan Masjid dan Beri Pengobatan Gratis

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lembaga Ta’mir Masjid (LTM) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan bersih-bersih masjid di seputar Jakarta. Hal ini dilakukan sebagai aksi nyata kepedulian lembaga tersebut kepada masjid-masjid.? ? ?

Menurut salah seorang Pengurus LTM PBNU Mujahidin, pada pekan lalu, tim LTM PBNU yang berjumlah 5 orang membersihkan 2 masjid pada Sabtu (23/1), 2 masjid pada Ahad (24/1). Pekan ini 2 masjid pada Senin (25/1), dan 3 masjid pada Selasa (26/1). Kemudian 4 masjid pada Rabu (27/1).

LTM PBNU Bersihkan Masjid dan Beri Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LTM PBNU Bersihkan Masjid dan Beri Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LTM PBNU Bersihkan Masjid dan Beri Pengobatan Gratis

Mereka, Mujahidin, membersihkan kamar kecil, tampat wudlu, karpet, kaca, jendela, pintu, dan alat-alat yang ada di mesjid seperti kipas angin.

Saat ini bersih-bersih masjid masih dilakukan tim PBNU dan DKM masjid yang didatangi. "Harapan kita nanti jamaah masjid yang rutin melakukannya. Kita yang mengawali dengan menanamkan pentingnya tempat beribadah yang bersih," lanjutnya,

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada Jumat (29/1) tim LTM PBNU akan melakukan hal sama. Tak hanya itu, kegiatan yang akan dilaksanakan di Masjid Al-Istiaanah Pulogundul, Johar Baru, Jakarta Pusat, tersebut akan diadakan pengobatan gratis.

“Pengobatan gratis itu kerja bareng Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), yang menerjunkan 2 orang dokter pada hari Jumat besok pukul delapan sampai sebelasan,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ali menambahkan, di setiap masjid, mereka tak hanya bersih-bersih masjid, tapi juga menghibahkan 10 Mushaf Al-Quran, buku bimbingan “Shalat Sempurna ala Rasulullah SAW” karya Pengurus LTM PBNU KH Sholeh Qosim, poster silsilah Aswaja dan ulama nusantara.

Sebelum Muktamar Ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur pada 2015 lalu, LTM PBNU juga melakukan bersih-bersih ratusan masjid. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Daerah, Pemurnian Aqidah, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 23 Juli 2017

Mimpi Gus Dur Nyuci

Masih penuturan dari Kalimantan, oleh Ibnu Sami, senior kami yang aktif di LK3, dan dosen di Banjarmasin. Begini ceritanya yang diunggah di Facebook-nya:

Ini teman akrabku lagi, sama-sama denganku sebagai dosen Fakultas Tarbiyah UIN Antasari, Banjarmasin, tapi sekarang ia Ketua Jurusan Perpustakaan. Ia salah seorang Pengurus Muhammadiyah Kota Banjarmasin, tapi ia mengambil tarekat Naqsyabandiyah.

Mimpi Gus Dur Nyuci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimpi Gus Dur Nyuci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimpi Gus Dur Nyuci

Bisa dikatakan organisasinya ikut kaum muda, amaliyahnya ikut kaum tua. Aku dan dia tergabung dalam komunitas pengajian sebagian dosen Fakultas Tarbiyah One Week One Juz yang mengkhatamkan Al-Quran dua minggu sekali secara Muqaddam dan 30 minggu sekali secara Tadarrus.

Pada suatu waktu di kantornya, dia cerita kepadaku bahwa dia pernah bermimpi Gus Dur. Dia mengisahkan terjadi mimpinya itu sekitar tahun 1998 sebelum Gus Dur terpilih sebagai Presiden.

Ia melihat dalam mimpinya Gus Dur hanya memakai sarung dan kaos oblong sedang sibuk mencuci pakaian yang begitu menumpuk dan banyak, tapi tak terlihat Gus Dur merasa lelah bahkan justru terkesan dari ekspresi wajah beliau riang gembira.

Cukup aneh seorang pengurus Muhammadiyah ditemui oleh Gus Dur yang tokoh bahkan seorang darah biru NU. Sebelumnya ia tak berani untuk menafsirkan mimpinya itu dengan serius hanya dianggapnya suatu mimpi belaka yang takkan pernah nyata.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun kemudian ketika Gus Dur naik terpilih sebagai Presiden, meskipun hanya terasa sekejap belaka, cuma sekitar lebih dua setengah tahun, ia teringat mimpinya itu dan ternyata bermakna. 

Ia mentabirkan mimpi itu sebagai suatu isyarat bahwa Gus Dur berkuasa hanya untuk merperbaiki keadaan dan keberadaan negara yang sudah sangat rusak warisan rezim Soeharto yang diktator dan otoriter untuk kembali menjadi rumah rakyat yang ramah dan sentosa.

Gus Dur walaupun berkuasa sangat singkat, tapi membuat negara kembali kuat dan bangsa menjadi terhormat dan bermartabat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebenarnya, Presiden-Presiden berikutnya beruntung karena lapangan jalur menuju kekuasaan yang tadinya kotor, kini sudah relatif dibersihkan oleh Gus Dur dengan semangat kebangsaan yang luhur dan rasa kemanusiaan yang jujur, hingga Presiden berikutnya dimudahkan hanya tinggal melanjutkan saja.

Begitu temanku bermimpi dan coba mentabirkannya sendiri, aku hanya manggut-manggut saja mengiyakannya. Wallahu alam. (Nur Khalik Ridwan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock