Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Maret 2018

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Sorong, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua PCNU Sorong, Papua Barat Nahrowiyanto menyatakan IPNU-IPPNU Sorong memerlukan perhatian khusus terutama perihal kaderisasi. Ia menyoroti tepatnya pada minusnya fasilitator kaderisasi yang mumpuni.

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sorong Perlu Perhatian Khusus

Nahrowiyanto memaklumi kekurangan demikian mengingat keberadaan IPNU-IPPNU di Indonesia bagian timur. Keterbatasan jarak ini menjadi satu dari sekian banyak faktor.

“Minimnya fasilitator menjadi ‘PR’ berat pengurus baru IPNU-IPPNU Sorong untuk mengimplementasikan proses pengaderan yang sistematis,” terang Nahrowiyanto saat sambutan konfercab III IPNU-IPPNU Sorong di gedung LPTQ, Ahad (16/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahrowiyanto meminta PP IPNU dan PP IPPNU untuk menyentuh langsung pelajar NU Sorong dan membenahi kinerja organisasi melalui berbagai diklat kader.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan segala keterbatasan, ia mengharapkan pengurus baru PC IPNU-IPPNU Sorong melahirkan pemimpin amanah, mandiri, dan bertanggung jawab dengan prinsip belajar, berjuang, dan bertakwa. (Zaenal Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Warta, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mekanisme ahlul halli wal aqdi atau pemilihan pimpinan di lingkungan NU oleh sebuah dewan yang dibentuk, tidak sepenuhnya bisa menjamin bebas riswah (money politic).

Namun dibandingkan dengan pemungutan suara, saat ini ahlul halli wal aqdi lebih bisa menghindari praktik riswah. Mekanisme ini bisa dipilih dengan pertimbangan akhoffu dlororain atau memilih yang lebih ringan keburukannya.

NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang: Ahlul Halli wal Aqdi Tak Menjamin Bebas Riswah

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Rais Syuriyah PCNU Jombang, KH Abd Nashir Fattah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Jumat (8/2), menanggapi keputusan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

Menurut Kiai Nashir, bukan berarti PCNU Jombang tidak setuju dengan mekanisme ahlul halli wal aqdi. “PCNU Jombang sudah mengusulkan hal tersebut sejak Konferwil yang lalu dan menjelang Muktamar di Makassar, tetapi masih belum mendapat tanggapan yang baik”, tandasnya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kenapa mekanisme ahlul halli wal aqdi tidak bisa menjamin sepenuhnya praktek riswah? Karena masih ada kemungkinan orang-orang yang menjadi anggota ahlul halli wal aqdi tidak bebas dari riswah,” terang kiai yang juga pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas ini.

Seperti diwartakan, mekanisme ahlul halli wal aqdi akan dijalankannya dalam pemilihan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur dalam Konferwil yang rencananya akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mekanisme ini diharapkan dapat menghindari kemungkinan terjadi praktik riswah yang saat ini marak terjadi dalam berbagai pemilihan pimpinan di Indonesia.

Dalam perjalanan NU, mekanisme ahlul halli wal aqdi pernah digunakan pada saat memilih KH Abdurrahman Wahid sebagai ketua umum PBNU pada Muktamar NU di Situbondo, 1984. Belakangan, eforia demokrasi mengarahkan pemilihan ketua NU menggunakan sistem suara terbanyak oleh utusan-utusan tiap cabang dan wilayah, bukan lagi oleh dewan.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslimin Abdilla

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Di zaman yang semakin kompleks dan nilai-nilai yang semakin banyak bergeser, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam memberikan makna keragaman dan perbedaan sehingga pengetahuan siswa menjadi komprehensif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (14/6) dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

“Tugas guru mencerahkan terhadap perbedaan yang ada secara komprehensif sehingga akan berdampak pada sikap terbuka dan tidak mudah menyalahkan terhadap berbagai perbedaan,” ujar Menag di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang meliputi unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas dari seluruh Indonesia.

Menag tidak memungkiri bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks karena dihadapkan kepada siswa yang mempunyai pengetahuan luas sebab kemajuan teknologi dan informasi.

“Oleh karena itu, guru harus membekali diri dan mengembangkan wawasan yang terkait langsung dengan kehidupan siswa di era modern ini. Jangan sampai guru kalah dalam pengayaan informasi dibanding yang akan berdampak pada menurunnya kredibilitas di hadapan siswa,” papar Lukman didampingi Direktur PAI Kemenag H Amin Haedari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam menutup Sarasehan Nasional instruktur PAI ini, Menag memanfaatkan kesempatan dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada para instruktur untuk mengungkapkan persoalan yang terjadi di daerah dan sekolah masing-masing secara interaktif. Kemudian ditanggapi langsung oleh dirinya sebagai pengambil kebijakan.

Cara ini memunculkan antusiasme luar biasa dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka betul-betul menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai problem krusial yang terjadi dari aspek lembaga pendidikan, siswa, problem guru, dan lain-lain. Setiap dibuka termin pertanyaan, tak kurang dari 10 peserta secara bersamaan mengangkat tangan ke atas. (Fathoni)

?

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Warta, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Sahurlah karena di sana terdapat keberkahan”. Makan sahur merupakan keringanan (rukhsah) bagi orang yang ingin mengerjakan puasa.

Menahan haus dan lapar seharian penuh tentu sangat memberatkan. Karenanya, Allah SWT mensyariatkan makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat. Allah SWT sangat suka terhadap orang yang mengerjakan sesuatu yang sudah diringankan-Nya.

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhirkan sahur. Anjuran Nabi ini terdapat dalam banyak hadits. Misalnya hadits riwayat Ahmad, “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”.

Menurut Abu Bakar Al-Kalabazi, maksud dari mengakhirkan sahur tersebut ialah makan sahur di sepertiga terakhir malam. Dalam kitabnya Bahrul Fawaid disebutkan:

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’? ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Berdasarkan keterangan ini, tampaknya tujuan dari mengakhirkan sahur itu bukan semata makan dan minum, tetapi mesti diiringi dengan ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan berdo’a. Sebab itulah waktu terbaik untuk beribadah, terutama berdo’a.

Dilihat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sendiri, Beliau sangat terbiasa bangun tengah malam dan shalat malam. Sangat dimungkinkan jika Nabi? SAW beribadah terlebih dahulu, baru makan sahur menjelang waktu subuh.

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit. Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah. Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah).

Dengan memperhatikan berbagai pendapat? dan riwayat ini, dapat disimpulkan bahwa waktu paling baik makan sahur ialah di sepertiga terakhir malam, terutama menjelang waktu subuh. Usahakan jarak antara makan dan waktu subuh tidak terlalu dekat, supaya makannya tidak terburu-buru da nada kesempatan untuk menyikat gigi. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Pondok pesantren yang satu ini sangat berjasa dalam menguatkan karakter ke-NU-an santri dan masyarakat sekitarnya. Bahkan dari nama pesantrennya pun, masyarakat akan langsung bisa menebak bahwa pesantren tersebut adalan pesantren NU.

Pondok pesantren yang beralamat di Pagergunung, Sitimulyo, Piyungan, Bantul ini secara terang-terangan melabeli nama pesantrennya dengan pondok pesantren Islamic Studi Center Aswaja Lintang Songo. Suasana yang terbangun di pondok ini sangat kental NU-nya, penuh dengan segala aktivitas relijius yang tenang dan nyaman, meski dengan latar belakang masyarakat yang beragam.

Sejarah Berdiri

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Cikal bakal berdirinya pesantren ini dimulai sejak tahun 1991 oleh Pak Heri, panggilan akrab dari H. Heri Kuswanto bin KH Muhammad Zaidan. Pada bulan Mei 2006, oleh H. San Afri Awang seorang kawan dosen & Ketua Jurusan Fakultas Kehutanan UGM, bersama Pak Heri meluncurkan nama ISC (Islamic Studies Centre) yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai pondok pesantren yang diberi nama Aswaja Lintang Songo, sehingga nama lengkapnya adalah Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo.

Pesantren dengan nama ini, diharapkan menjadi lembaga pendidikan Islam yang menjadi pusat kajian ilmu-ilmu agama Islam bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah dan berkarakter "Lintang Songo". Songo (sembilan) merupakan angka terbesar dan lintang (bintang) sembilan merupakan bagian dari simbul Nahdlah atau kebangkitan para ulama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada tahun 2006, Pek Heri bersama KH Haris Gufron (pesantren Al Imam Wonokromo), KH Fairuzi Afiq (Pesantren Nurussalam Krapyak) dari RMI, dan KH Habib Masyhur Ridlo Al Hasny mengupayakan berdirinya gedung untuk pesantren ini. Survei AIP (Australia-Indonesian kemitraan Indonesia dan Australia) oleh Mr. Andrew, Mr. Allan, dan Mr. Bill) pun akhirnya menghasilkan bantuan gedung senilai 580 juta, berupa 5 lokal gedung (2 ruang kelas, 1 kantor, 1 perpustakaan dan 1 dapur) berikut perabotnya serta 4 unit toilet yang diresmikan 3 November 2007 oleh Kedutaan Australia dan Bupati Bantul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hingga saat ini, pesantren yang berlokasi di 15 km ke timur laut pusat kota Yogyakarta ini terus mengalami perkembangan, baik dari sisi kuantitas santri, bangunan, maupun program yang ditawarkan. Menurut paparan Pak Heri, visi dan misi yang diusung oleh pesantren ini adalah agar santri bisa menjadi insan berkualitas, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan juga agar santri mempunyai pemahamaan tentang Islam yang mendalam, santri mempunyai keterampilan sehingga dapat hidup mandiri, dan santri mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Hal yang juga tak kalah penting adalah mengupayakan generasi sholih-sholihah dan bekualitas, serta berguna bagi pribadi, keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama”, sambungnya.

Aktivitas Pesantren

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo mempunyai beberapa program yang ditawarkan. Selain ilmu agama, Pondok Pesantren ICS Lintang Songo juga menawarkan ilmu-ilmu umum seperti kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan, perkoperasian, dan lain sebagainya. Semua program tersebut dijalankan secara rutin oleh lebih dari 300 santri dan 500 orang binaan di seputar lokasi pesantren.

Dalam hal penanganan pesantren ini, Pak Heri menggandeng beberapa ustadz-ustadzah lulusan dari UIN, UNY, UGM, dan beberapa pesantren di Yogyakarta. Untuk program pendampingan, mantan DPR PKB Bantul ini bekerjasama dengan pemerintah dalam pelatihan dan pengawasannya. Dari kegiatan ini, pesantren ini beberapa kali mendapat penghargaan termasuk dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ngaji Jadi Benteng Santri

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo tidak melupakan ruh pesantren yang menjadi rutinitas inti dari pesantren, yaitu jamaah dan ngaji. Ngaji di pesantren ini tidak jauh berbeda dengan pesantren-pesantren yang lain, baik dari sisi kurikulumnya maupun kajian kitabnya. Sistem pembagiannya terbagi atas lima kelas berdasarkan kajian kitab yang diajarkan seperti fiqh, tajwid, Al-Quran, hadis, dan tasawuf.

Selain rutinitas harian, di pesantren ini juga terdapat program ngaji selapanan yang diadakan setiap malam Selasa Kliwon. Setiap malam tersebut, ratusan orang melakukan wirid berjamaah, majlis tausiyah, dan doa.

Di setiap kesempatan yang ada, majlis ini menjadi momen penting bagi pesantren dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap isu-isu yang berkembang dan menyesatkan di tengah mereka. Terlebih lagi dengan munculnya isu-isu agama yang sudah basi dan tidak perlu diperdebatkan kembali seputar masalah furu’iyyah yang akhir-akhir ini kembali menggejala.

Masalah bid’ah kembali diangkat ke permukaan oleh sebagian kelompok agama, masalah sholawat kembali diungkit, masalah qunut, dan rutinitas serupa yang biasa dilakukan oleh jamaah NU dianggap bid’ah. “Dengan adanya majlis seperti ini, diharapkan mampu menjadi benteng akidah dan dakwah sebagaimana yang sudah dituntunkan agama lewat para nabi, wali, ulama, dan kiai sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah”, tutur Pak Heri selaku pengasuh pesantren. (Rokhim dan Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Daerah, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter

Oleh Ruchman Basori

Polemik Full Day School (FDS) melalui kebijakan Lima Hari Sekolah (5HS) terus berlanjut. Masyarakat semakin kecewa dengan ngototnya Mendikbud Muhadjir Effendy atas kebijakannya itu. Sepintar-pintar Mendikbud Muhadjir Effendy membungkus 5HS atau FDS, masyarakat akan dengan jeli melihatnya hanya sebuah kedok untuk memperkuat pendidikan karakter. Bahkan lebih dari itu merupakan upaya sekularisasi pendidikan di Indonesia.

Fakta bahwa pendidikan karakter hanya sebagai alasan atau layaknya bungkus, dapat dibaca kenekatan kalangan Kemdikbud yang tetap akan menjalankan kebijakan 5HS pada tahun ajaran baru yang dimulai pada tanggal 17 Juli 2017 mendatang. Alih-alih membatalkan kebijakan 5HS yang tertuang dalam Permendikbud 23 Tahun 2017 tersebut malah akan ditingkatkan lagi menjadi Peraturan Presiden.

FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)
FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter (Sumber Gambar : Nu Online)

FDS dan Bungkus Penguatan Pendidikan Karakter

Di berbagai tempat dan kesempatan, Menteri Muhadjir mengatakan bahwa kebijakan 5HS yang didasarkan pada Permendikbud 23/2017 adalah untuk penguatan pendidikan karakter anak bangsa. Padahal hasil penulusuran penulis, dari 11 pasal dalam Permen itu tidak ada yang secara spesifik membahas tentang pendidkan karakter. Pasal demi pasal membahas tentang pemenuhan beban kerja guru. Tapi anehnya Permendikbud itu yang selalu dijadikan argumen untuk penguatan pendidikan karakter.

Pertanyaannya, apakah produk Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT), Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) dan Pondok Pesantren yang selama ini menjadi gawang pendidikan karakter bangsa ini kurang hebat dengan pendidikan karakter yang ada di sekolah? Bukankah masyarakat Islam itu sudah dengan legowo menyempurnakan pendidikan agama dan karakter yang selama ini sangat kurang pada sekolah yang hanya dua jam seminggu?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekularisasi pendidikan

Secara substantif kebijakan 5HS atau FDS yang ditolak oleh masyarakat tidak mencerminkan ikhtiar serius Kemdikbud untuk penguatan pendidikan karakter. Malah sebaliknya peran masyarakat yang telah berpartisipasi ikut memperkuat karakter, moral dan akhlak selama ini malah dinihilkan.

Melalui MDT, TPQ dan Pondok Pesantren, masyarakat selama ini telah menanamkan saham yang tak ternilai harganya untuk tumbuh dan berkembangnya masyarakat yang religius, berkarakter serta loyal terhadap bangsa dan negaranya. Negara nyaris tidak mengeluarkan dana yang sebanding dengan output yang dihasilkan lembaga pendidikan keagamaan Islam itu. Karena mereka lahir, tumbuh dari oleh dan untuk masyarakat secara mandiri.

Kementerian Agama dengan keterbatasan anggaran yang ada telah memfasilitasi bagi pengembangan pendidikan keagamaan Islam dan diikuti dengan sejumlah regulasi. Terutama saat ini ketika dipimpin oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kalau demikian agaknya ada agenda terselubung dari orang-orang tertentu di balik kebijakan FDS. Lebih tepatnya ingin memisahkan antara pendidikan nasional dengan agama. Peserta didik lambat laun tidak akan dikenalkan agama dengan baik tergantikan dengan pendidikan karakter yang belum jelas wujudnya. Dengan kata lain akan terjadi sekularisasi pendidikan di negara kita.?

Adalah Peter L. Berger mendefinisikan sekularisasi adalah sebuah proses di mana sektor-sektor dalam masyarakat dan kebudayaan dipisahkan dari dominasi institusi dan simbol-simbol religius. Berger menegaskan sekularisasi merupakan fenomena global masyarakat modern.

Pada waktu itu akibat dominasi gereja maka di belahan bumi Eropa terhadap pandangan ingin memisahkan antara agama di satu sisi dengan urusan dunia di sisi lainnya. Namun penulis kira beda dengan di Indonesia. Di mana agama telah menjadi dasar fundamental, sumber nilai dan inspirasi untuk berpikir, bersikap dan berperilaku dalam hampir di semua sektor pendidikan.?

Amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan produk-produk turunannya sudah sangat jelas mengatakan bahwa pendidikan nasional sangat religius. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 3 misalnya dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.?

Memisahkan pendidikan nasional dengan dasar religius, tidak saja akan mengkhianati cita-cita para pendiri bangsa (founding fathers) ini, tetapi juga pengkhianatan terhadap amanat undang-undang. Selain dari itu pengabaian atas hak-hak kemanusiaan sebagai bangsa yang beragama. Jangan semua urusan hajat bangsa ini akan ditangani oleh pemerintah, namun harus mampu berbagi dengan baik dengan rakyat sebagai model pembangunan yang berbasis partisipatif.

Bukan sentimen organisasi, tapi kepentingan anak bangsa

Penolakan atau bahasa halusnya peninjauan kembali atas kebijakan lima hari sekolah (5HS) atau FDS akan terus digelorakan oleh kalangan masyarakat terutama yang terkena dampak langsung yaitu MDT, TPQ dan Pondok Pesantren. Ini bukan masalah konflik Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama sebagai dua organisasi besar yang selama ini menjadi rujukan penting pendidikan Islam. Tapi ini masalah fundamental dasar-dasar pendidikan bangsa ini.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harus jujur, kalau ikhtiarnya memperkuat pendidikan karakter, tidak harus dengan kebijakan Lima Hari Sekolah. Namun dengan mengoptimalkan pendidikan nasional yang berbasis karakter dan kecakapan hidup sebagaimana inti dari Kurikulum 2013 (K13).

Kenapa misalkan tidak dengan cara menambah jam pelajaran Pendidikan Agama yang hanya dua jam seminggu. Itu jauh lebih realistis dan pasti akan didukung oleh masyarakat. Tuntutan agar pemerintah menambah jam pelajaran agama sudah lama disuarakan, namun pemerintah tetap kekeh sampai hari ini. Dengan tambahan jam pelajaran agama, tidak saja akan menambah porsi yang cukup bagi pengembangan karakter peserta didik, namun juga pendidikan agama akan semakin mendapat porsi yang semestinya. Masyarakat mulai lega dengan penambahan jam pendidikan Agama di K13 namun Dikbud pada masa Anis Baswedan malah meninjau ulang pemberlakuannya dan berlanjut sampai hari ini.?

Masalah moral, karakter dan akhlak erat kaitannya dengan keteladanan (uswah hasanah). Mestinya pemerintah melalui Kemdikbud, Kemenag dan Ristek Dikti mampu mencetak guru dan calon guru yang mampu menjadi tauladan bagi peserta didiknya, tidak saja di sekolah namun juga di masyarakat. Tak kalah pentingnya adalah profil para pemimpin dan tokoh negeri ini harus menjadi contoh (modelling) bagi anak-anak bangsa yang kini sedang tumbuh besar menyambut Indonesia yang lebih baik.

Hal lainnya yang tak kalah penting adalah revitalisasi kurikulum pendidikan nasional. Seluruh mata pelajaran harus diarahkan pada penciptaan peserta didik yang mempunyai keluhuran budi dan kemualiaan akhlak. Belajar Bahasa, Matematika dan Teknologi tidak melulu pemindahan pengetahuan dan ketrampilan (transfer of knowledge) namun juga pemindahan nilai (transfer of value). Agaknya cita-cita ini sejalan dengan konsep K13 sebagai kurikulum yang terintegrasi (integrated curriculum).

Terakhir agar pendidikan karakter tidak sekadar 5HS maka penciptaan suasana dan kultur sekolah perlu diciptakan. Guru yang menjadi teladan, peserta didik yang mempunyai semangat belajar, perpustakaan yang mendukung, kepemimpinan sekolah yang berpihak pada perubahan serta masyarakat yang mencintai sekolah dapat terejawantahkan dengan baik.

Sekali lagi pendidikan karakter bukan Lima Hari Sekolah tetapi ikhtiar serius membenahi pendidikan nasional. Tujuan berdimensi jauh ke depan menciptakan para pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya. Mengerti masalah dan tahu bagaimana mengatasinya. Rakyat kita makin cerdas maka susunlah kebijakan yang cerdas pula dan berpihak kepada masyarakat bukan malah mengebiri kepentingan-kepentingannya. Wallahu alam bisshowab.

Penulis adalah Ketua Bidang Organisasi Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah dan Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 20 Januari 2018

Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham . Keputusan Menteri Keuangan, Bambang PS Brodjonegoro terkait penghapusan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 10 persen untuk delapan sektor usaha dinilai tidak tepat. Sekretaris Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Aceh, Zulfikar Djamaluddin beranggapan, penghapusan PPN untuk sejumlah sektor usaha hiburan tidak akan memberikan manfaat luas bagi publik. Justru sebaliknya menjadi bumerang karena pada akhirnya memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk menikmati hiburan-hiburan yang tidak patut.

Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu (Sumber Gambar : Nu Online)
Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu (Sumber Gambar : Nu Online)

Hapus PPN Bisnis Hiburan, GP Ansor Aceh Kritik Keras Menkeu

“Kalau kita mau jujur-jujuran ini, usaha-usaha di sektor hiburan itu mayoritasnya bukan dilakoni oleh pengusaha lokal. Pun ada, saya yakin modalnya entah darimana karena operasionalnya tidak kecil. Lagipula, marketnya juga kelas menengah dan ke atas. Nah, siapa yang diuntungkan coba? Harusnya penghapusan PPN dilakukan untuk sektor lainnya seperti kuliner atau usaha-usaha produksi skala kecil dan menengah yang memang digeluti oleh pengusaha lokal dan menjadi andalan produk Indonesia,” ujar Zulfikar, Senin (24/8/2015), dalam siaran pers.

Harus diakui, tambahnya, iklim bisnis di Indonesia sarat dengan beban operasional yang tinggi. Selain adanya kewajiban-kewajiban pajak dan pengurusan berbagai perizinan usaha yang memakan biaya tidak kecil, para pengusaha acap kali berhadapan dengan kutipan-kutipan liar dari oknum-oknum tertentu. Langkah Menteri Keuangan dalam melakukan penghapusan pajak untuk sektor tertentu cukup bagus. Hanya saja disayangkannya, sektor yang dipilih justru tidak menyentuh kepentingan banyak orang, bahkan terkesan merupakan kebijakan yang ‘dibeli’ oleh mafia tertentu untuk memudahkan para pemilik modal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfikar menilai harusnya sektor kuliner misalnya dapat diberikan kemudahan yang lebih besar baik berupa penghapusan pajak tertentu, maupun kemudahan perizinan, serta jaminan keamanan atas pungutan-pungutan tertentu. “Karena apa? Karena semua orang butuh makan dan banyak sekali pengusaha lokal kita yang bergerak di sektor ini. Tapi karena pajaknya banyak sekali, kutipan juga banyak, akhirnya para pebisnis pemula di sektor kuliner lebih memilih berjualan di kaki lima. Bisnis kuliner lokal jadinya belum terorganisir dengan baik karena paranoida terhadap beban-beban tambahan ini,” tutunya.

Di lain hal, penghapusan PPN untuk sektor usaha hiburan dikhawatirkan akan meningkatkan ruang partisipasi publik untuk mendapatkan akses hiburan yang tidak patut. Apalagi selama ini, sektor hiburan di Indonesia sarat dengan praktek peredaran Narkoba dan kriminalitas-kriminalitas lainnya. Bila saja selama ini sektor hiburan hanya diakses oleh masyarakat dengan ekonomi menengah dan ke atas, maka nantinya diprediksi oleh Zulfikar, anak-anak muda dengan ekonomi rendah juga menginginkan hal yang sama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Harusnya anak-anak muda dengan ekonomi rendah itu melakukan efisiensi sehingga perencanaan kehidupannya bisa lebih baik, namun dengan biaya yang lebih rendah karena penghapusan pajak, maka mereka akan berlomba-lomba untuk berfoya-foya. Tentu ini bukan output revolusi mental yang diinginkan oleh Presiden Jokowi. Benar ni, Pak Bambang Brodjonegoro salah minum obat,” tukasnya.

Di satu sisi Zulfikar menilai, hiburan merupakan salah satu kebutuhan tambahan yang harus diperoleh manusia untuk menciptakan harmonisasi mental dan karakter. Tapi tidak semua hiburan layak dinikmati oleh setiap orang. Karena itu, harusnya pemerintah melakukan filter dengan memberikan beban yang lebih besar untuk bisnis hiburan tertentu sehingga masyarakat tidak mudah untuk mendapatkan akses tersebut.

“Jadi, atas nama pemuda Indonesia, kami menuntut pak menteri mencabut keputusan ini. Jangan membuat keputusan yang sifatnya hanya populer, tapi tidak memperhatikan untung dan ruginya. Ini tidak benar,” tutup Zulfikar. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Upaya tim kesehatan untuk mensukseskan muktamar tampaknya cukup berhasil. Selama muktamar berlangsung terdapat lebih dari 1600 muktamirin yang memeriksakan dirinya di posko kesehatan disamping berbagai kegiatan lainnya yang juga berjalan sukses.

“Paling tinggi saat hari pertama yang mencapai 300 orang yang memeriksakan diri dan hari terakhir yang mencapai 500 orang,” ngkap Ketua Tim Kesehatan Dr. Bina Suhendra, Selasa.

Secara umum, penyakit yang diderita hanya penyakit ringan seperti diare, demam, batuk. Terdapat satu penyakit yang agak berat, yaitu ada peserta yang mengalami kelainan jiwa, yang memang sudah terdapat gejalanya ketika berangkat. Ia masuk rumah sakit selama dua hari dan selanjutnya diambil oleh keluarganya. Terdapat juga diantara peserta yang mengalami gejala typus, tetapi tidak serius.

Selain itu, terdapat juga satu panggilan on call atau panggilan ke tempat penginapan peserta yang mengalami sakit. “Kami juga menangani satu korban dari pesawat Lion Air yang jatuh. Korban tersebut ditemukan oleh Banser kemudian diajak ke posko kesehatan,” tandas Bina Suhendra.

Sesepuh NU yang juga merupakan paman Gus Dur, KH Yusuf Hasyim juga sempat dijenguk oleh tim kesehatan di rumah sakit karena dikabarkan terkena serangan jantung. Namun ketika diperiksa, bukan sakit jantung, cuma akibat dari sakit jantung.

Beberapa kegiatan sosial bidang kesehatan juga telah dilaksanakan. Diantaranya adalah khitanan massal yang melibatkan 80 anak di kantor PCNU Solo.

Program lainnya adalah operasi katarak yang mengoperasi 30 pasien. Terdapat dua orang pasien yang tidak jadi dioperasi karena tekanan darah tinggi sehingga membahayakan jika dipaksakan. “Operasi ini merupakan hasil kerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) wilayah Jateng serta Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis),” tambahnya.

Masyarakat sekitar Asrama Haji Donohudan juga tak dilupakan dalam rangkaian bakti sosial tersebut. Pada tanggal 26 juga diadakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penduduk sekitar asrama haji dengan jumlah pasien 80 orang.

Berbagai demonstrasi yang terjadi selama muktamar juga sudah diantisipasi oleh tim kesehatan karena memang dalam kondisi tersebut, rawan terjadinya kekerasan,. Selama muktamar, juga terdapat peserta yang luka akibat benturan waktu dorong-dorongan. Namun tidak serius dan mendapat 2 jahitan.

Tim kesehatan juga membuka klinik selama 24 jam dengan 2 ambulan bantuan dari 2 RSUD Dr. Mawardi dan RSI Yarsis. Terdapat dua orang perawat dan dokter yang siap siaga sepanjang waktu disamping dokter-dokter dari PBNU yang mensupervisi.

Untuk obat-obatan yang diperoleh, tim kesehatan memperoleh sumbangan dari PT Indofarma, Kimia Farma sedangkan alat kesehatan diperoleh dari Terumo untuk pemeriksaan gula darah dan alat testometer dari PT Rajawali Nusindo. “Namun kami juga membeli obat-obatan yang memang tidak disediakan oleh perusahaan tersebut,” tandasnya.

Kecelakaan pesawat Lion Air yang terjadi di Solo juga tak lupa dari perhatiannya tim kesehatan muktamar NU. Untuk itu, diadakan donor darah untuk menyumbang kebutuhan darah yang sangat besar waktu itu. Pada acara tersebut, dihasilkan 37 kantong darah.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Amalan, Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Muktamar, 1600 Muktamirin Periksakan Diri di Posko Kesehatan

Minggu, 14 Januari 2018

Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan

Waykanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejak diproklamirkan merdeka pada Jumat 17 Agustus 1945 hingga Senin 17 Agustus 2015 ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah merdeka, bebas dari kolonialisme selama 70 tahun. Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan pemuda dari berbagai daerah turut mewarnai dan mengisi pembangunan bangsa ini. Bagaimana dengan pemuda Nahldatul Ulama (NU) Gerakan Pemuda Ansor?

"Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung telah berpartisipasi mengisi kemerdekaan dengan konkret dengan beberapa contoh kelihatan dan bisa disebutkan," ujar Disisi Saidi Fatah, alumni SMAN 1 Blambangan Umpu Waykanan, di Waykanan, Senin (17/8).

Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan

Di bidang pendidikan, Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Waykanan yang dipimpin Bupati Bustami Zainudin telah menyelenggarakan Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN). "Program tersebut kemarin diselenggarakan secara cuma-cuma dan membantu mengantarkan tujuh pelajar Waykanan masuk perguruan tinggi," ujar Disisi yang merupakan Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kegiatan lain terkait pendidikan dilakukan Gerakan Pemuda Ansor di Waykanan menurut Disisi cukup beragam, seperti lomba baca puisi hingga lomba menulis opini bagi pelajar SMA sederajat, baik di Waykanan maupun di Lampung.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ansor juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya human traficking, berbagi buku untuk perpustakaan daerah dan masih banyak lagi," paparnya.

Di bidang lingkungan hidup dan ekonomi, Gerakan Pemuda Ansor Waykanan juga kreatif dan arif, yakni mengolah limbah bekas seperti botol minuman berenergi untuk mempunyai nilai ekonomis.

"Anak-anak BPUN Waykanan pernah berpartisipasi menjual madu yang dikemas dalam botol limbah telah disterilkan tersebut. Selain mendorong semangat wirausaha, upaya itu juga berdampak positif bagi lingkungan hidup, saya melihatnya sebagai upaya kreatif dan arif," kata Disisi lagi.

Ia menambahkan, ikhtiar-ikhtiar dilakukan GP Ansor di Waykanan merupakan gerakan berani dan karya yang nyata.

"Saya berharap GP Ansor Waykanan, selalu berani memberikan yang terbaik dan menjadi wadah bagus buat para generasi muda. Waykanan memerlukan gerakan-gerakan seperti dilakukan Gerakan Pemuda Ansor. Saya tidak ragu menyatakan apa? yang telah dilakukan? Gerakan Pemuda Ansor di Waykanan merupakan upaya pembangunan bangsa dan berdampak posotif terutama bagi generasi muda," ujar Disisi. (Teddy Heriyanto/Anam)

Foto: Disisi Saidi Fatah Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Warta, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beberapa Pengurus Cabang NU di Jawa Timur mulai mengapresiasi digunakannya metode Ahlul Halli wal Aqdi (AHWAL) untuk suksesi kepemimpinan di PWNU Jatim pada Konferensi mendatang.



PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Nilai AHWAL untuk Kebaikan NU

Beberapa Ketua PCNU memandang hal itu sebagai kemajuan demi perbaikan di internal NU.

Ketua PCNU Sumenep, KH Panji Taufiq menandaskan bahwa ikhtiar yang dilakukan PWNU Jatim dengan menggunakan Ahwal sebagai terobosan yang sangat bermanfaat. "Ahlul Halli wal Aqdi adalah alternatif yang cukup efektif demi meminimalisir unsur riswah (suap, red.) pada perhelatan Konferensi Wilayah mendatang," katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham (6/2).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Panji -sapaan akrabnya- menandaskan bahwa untuk meminimalisir riswah, memang harus dilakukan banyak metode.?

"Dan Ahwal adalah terapi cukup efektif meskipun tidak menjamin sebagai cara yang cespleng," katanya sembari tertawa.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun demikian, hendaknya metode Ahwal jangan hanya dilihat dari sisi cara yang dipilih, namun yang harus diapresiasi adalah substansi metode tersebut.?

"NU Jawa Timur punya beban berat untuk bisa menampilkan NU yang bersih karena memang sebagai percontohan bagi NU di tanah air," katanya beralasan.

"Karena itu PCNU Sumenep sangat mengapresiasi upaya bersih-bersih tersebut sebagai konsekuensi bagi tanggung jawab besar NU Jawa Timur yang juga sebagai barometer NU di Indonesia," tegasnya.

Kiai Panji menandaskan bahwa Ahwal sebagai upaya untuk membentengi kemurnian dalam berkhidmat kepada NU. Karenanya ia juga berharap, "Jalannya Konfwil NU Jawa Timur yang akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat Tulangan Sidoarjo nanti memberikan masukan berarti bagi NU masa depan."?

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Warta, Kiai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban menempati kedudukan istimewa dalam agama Islam. Banyak keutamaan-keutamaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya di bulan ini. Allah juga membuka banyak pintu rahmat dan ampunan-Nya di bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah ini.

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki yang tidak asing di kalangan santri Indonesia bahkan menulis secara khusus sebuah buku dengan 152 halaman tentang bulan Sya’ban yang berjudul Ma Dza fi Sya‘ban?

Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Sayyid Muhammad Alwi mengawali bukunya dengan ulasan asal-usul kata "Sya‘ban". Sebelum masuk lebih rinci perihal keistimewaan bulan Sya‘ban, Sayyid Muhammad Alwi mendokumentasikan sejumlah pandangan ulama terkait penamaan bulan Sya‘ban seperti kami kutip berikut ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-syi‘bu’ (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin), secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban. Ada pula ulama yang memahami bulan ini dengan makna selain yang disebutkan sebelumnya,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, cetakan pertama, tahun 1424 H, halaman 5).

Tampaknya nama bulan Sya‘ban yang mulia ini sejalan dengan sejumlah keistimewaan yang ada di dalamnya. Allah menerima dan melipatgandakan amal baik hamba-Nya di bulan Sya‘ban ini. Karenanya kita dianjurkan untuk istighfar, shalawat, tadarus Al-Quran, mengajukan permohonan, meminta kesembuhan, dan shalat guna memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Karenanya tidak heran kalau ada juga ulama yang menyebut Sya‘ban sebagai “Bulan Shalawat untuk Rasulullah SAW” dan “Bulan Al-Quran.” Wallahu a ‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Warta, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren (PP) Ta’mirul Islam Surakarta  menggelar Lomba olahraga, seni, dan kreativitas antar SD / MI Sederajat dan SMP / MTs Sederajat Se-Solo Raya serta lomba hadrah umum dan pioneering SMA/MA, dengan mengambil tema “By Art and Sport We Make The Best Indonesian Islamic Youth Generation”, Sabtu (9/2).

Menurut keterangan yang dilansir panitia di situs resmi pondok, kegiatan yang diberi nama OSTI GAMES II Piala Kementrian Agama Kota Surakarta tersebut, diadakan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabi’ul Awwal 1434 H.

Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga

“Kegiatan juga diadakan dalam rangka Haflah Tasyakur 24 Tahun Organisasi Santri Ta’mirul Islam (OSTI) Surakarta,” terang panitia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Salah satu peserta lomba, Eka S W (13), Siswi SMP Nur Hidayah Surakarta menuturkan kesannya terhadap acara OSTI GAMES II itu.

“Acaranya bagus. Juga bisa mengasah dan mengembangkan potensi,” ungkap gadis berkacamata tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jenis kegiatan yang dilombakan diantaranya lomba cerdas-cermat, pidato, cerpen, Puisi, mading, melukis, dan futsal. Semua kegiatan akan dilaksanakan di kompleks PP Ta’mirul Islam di Jl.KH. Samanhudi No.3 Tegalsari, Laweyan, Surakarta.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar

Problem sosial menyusul pemulangan ribuan eks kelompok Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) masih terus menyita konsentrasi pemerintah. Ketiadaan harta benda, kehilangan lahan pekerjaan, ditambah dengan sejumlah kasus penolakan dari pihak keluarga, membuat beban penanganan ribuan eks pengikut aliran ekslusif ini makin kompleks.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melihat bahwa bagaimanapun akar persoalannya, penyelesaian masalah kemanusiaan tetap harus didahulukan. Tugas Pemerintah Daerah bukan hanya selesai di fase pemulangan dan penampungan sementara. Sebagai representasi negara, Pemerintah Daerah juga harus dapat menjamin kelanjutan kehidupan sosial-ekonomi mereka bisa kembali berjalan seperti sedia kala.

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Siapkan 100 Pesantren Tampung Eks Gafatar

Terkait hal ini, PBNU telah berkoordinasi dengan para pimpinan Pondok Pesantren di bawah naungan Rabithah Ma’ahid Al-Islamiyah (RMI) NU untuk menyiagakan 100 Asrama Pondok Pesantren yang tersebar di beberapa daerah lokasi pemulangan eks gafatar. Pondok-Pondok Pesantren ini disiapkan dalam upaya membantu mulai dari menampung, memulihkan, hingga meluruskan paham keagamaan eks anggota Gafatar. Melalui Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LPPNU), NU juga siap mendampingi, apabila eks kelompok Gafatar yang sebelumnya berprofesi sebagai petani yang ingin kembali bercocok tanam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menyikapi Insiden Pembakaran Pemukiman Gafatar

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana penjelasan Polri, kelompok Gafatar merupakan perwajahan baru dari Komunitas Millah Abraham, sedangkan Komunitas Millah Abraham adalah reinkarnasi dari Al-Qiyadah Al-Islamiyah bentukan Ahmad Musadeq yang pernah mendeklarasikan diri sebagai nabi pada 2006.

Merujuk pada hasil investigasi Polri dan bukti-bukti kesesatan Ahmad Musadeq, secara paham dan ajaran, ketiga nama kelompok yang sebenarnya sama ini jelas menyebarkan aliran yang eksklusif, ekstrem, dan telah terbukti menyimpang dari ajaran Islam. Ajarannya tentang qital, fath, dan khilafah, jelas bertentangan dengan prinsip Islam rahmatan lil’alamin dan falsafah Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia.

Terlepas dari pro-kontra mengenai insiden pengusiran anggota Gafatar oleh warga di Mempawah, Kalaimantan Barat, PBNU tetap menegaskan bahwa organisasi Gafatar dengan segala aktivitasnya harus dibubarkan. Negara tidak boleh lagi memberikan tempat bagi mereka-mereka yang anti kebhinnekaan, yang nyata-nyata merongrong NKRI dari dalam. Oleh karena itu PBNU mendesak agar aparat penegak hukum tegas dalam menindak para pimpinan dan penggerak Gafatar.

Aparat penegak hukum, dalam hal ini juga harus tegas pada pelaku perusakan dan pembakaran kampung anggota Gafatar di Mempawah, Kalimantan Barat. Tindakan main hakim sendiri dengan cara mengusir dan membakar juga merupakan tindakan kriminal yang tidak bisa dibenarkan oleh hukum.

Jakarta, 27 Januari 2016

Ketua Umum PBNU? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekjen PBNU

KH Said Aqil Siroj? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? H Helmy Faishal Zaini

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Warta, Habib Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 Desember 2017

Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Peringatan Sumpah Pemuda diperingati semarak di mana-mana. Aneka kegiatan diadakan dari yang bersifat formal seperti upacara hingga sampai yang bersifat hiburan. Setelah Pemkab Tasikmalaya menggelar apel yang diikuti sejumlah organisasi kepemudaan, GP Ansor Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya memiliki cara sendiri.

Mereka menggelar shalawatan dan doa bersama di Lapangan Jayaraga Kampung Jayaraga Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (29/10) malam. Sekitar 5000 warga dari berbagai daerah di Tasikmalaya menyemut di lapang tersebut.

Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Sumpah Pemuda, GP Ansor di Tasikmalaya Berdoa Bersama

Menurut Ketua GP Ansor Leuwisari Agus S Wafa, shalawatan dan doa bersama merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Indonesia hari ini. Situasi Indonesia tengah kronis didera potensi perpecahan.

Untuk itu, GP Ansor Leuwisari memilih shalawatan dan doa bersama agar rahmat dan kasih sayang Allah tetap tercurah bagi masyarakat Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kita banyak melihat riak-riak perpecahan. Hujatan, isu, bahkan fitnah satu sama lain seringkali kita lihat. Terlebih di era digital seperti hari ini. Kita sejukkan dengan shalawat. Mintalah perlindungan hanya pada Allah," ujarnya.

Ketua GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya Asep Muslim menyampaikan apresiasi kegiatan tersebut. Ia mengharapkan setiap anak cabang GP Ansor mengadakan kegiatan serupa dalam mengisi hari besar nasional di Indonesia. (Nurjani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Aswaja, Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 07 Desember 2017

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo pada Ramadhan ini mengadakan acara Pondok Aswaja VII dengan mengangkat tema "Pengamalan Aswaja An-Nahdliyah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat".

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Chusnaini Desa Klopo Sepoloh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu diadakan selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, (4-5/7) dengan diikuti sekitar 60 anggota delegasi dari Pimpinan Anak cabang IPNU-IPPNU hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

"Melalui acara ini kami harapkan para kader IPNU-IPPNU Sidoarjo bisa membentengi dirinya sendiri, keluarganya dan lingkungan sekitarnya dari paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran ulama NU terdahulu," tegas Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diceritakan Maarif, awal mula berdirinya IPNU-IPPNU itu dari pondok pesantren. Ini merupakan proses silaturahim para kader IPNU-IPPNU dengan pondok pesantren yang ada di wilayah Sidoarjo. Sehingga mereka terus memberikan sumbangsih kepada pondok pesantren.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Banyak pembelajaran yang tidak pernah kita temukan seperti yang ada di pondok pesantren. Di pesantren, kita akan memberikan edukasi kepada para kader muda NU agar mereka mengerti bagaimana kondisi di pesantren itu. Karena banyak tokoh besar NU dan cendekiawan yang lahir dari pondok pesantren," kata Syaikhul Maarif.

Acara Pondok Aswaja tersebut sekaligus merealisasikan program PBNU "Ayo Mondok". Melalui bulan Ramadhan, pihaknya berupaya memberikan kajian keilmuan yang belum pernah kader IPNU-IPPNU dapatkan selama berada di bangku sekolah formal.

Sementara itu Kresna Aji Prayoga (12), delegasi dari Pimpinan Aanak Cabang IPNU Taman Sidoarjo, mengaku ingin mencari ilmu di pesantren supaya bisa termotivasi seperti para ulama besar NU.

"Saya ikut acara ini karena ingin mencari ilmu. Agar ke depannya bisa membentengi diri sendiri dan menjadi remaja yang baik. Selain itu supaya iman saya kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh remaja-remaja yang suka berbuat hal-hal kurang baik," ungkap Aji. (Moh Kholidun/Mahbib)

 

Foto: Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Kiai, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 06 Desember 2017

Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebuah deklarasi damai oleh para pemuka lintas agama turut mengisi puncak peringatan Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dihadiri Presiden Joko Widodo, Jumat (23/12), di kediaman Gus Dur di Jalan Warung Silah Nomor 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Ikrar Damai Lintas Agama pada Haul Ke-7 Gus Dur

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj memimpin proses pembacaan deklarasi yang diberi nama “Ikrar Ciganjur” itu. Setelah diteken, piagam Ikrar Ciganjur diserahkan kepada Jokowi selaku kepala Negara.

Para tokoh lintas agama yang secara serentak turut membaca ikrar tersebut di atas panggung adalah Pendeta S.A.E Nababan, Biksu Suryanadi Mahathera, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Ignatius Suharyo, Ketua Umum Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin) Uung Sendana, tokoh Hindu Yanto Jaya,? dan tokoh penghayat aliran kepercayaan Engkus Ruswana.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Prosesi deklarasi disaksikan mantan wakil presiden Boediono, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para kiai, para seniman, dan ribuan hadirin yang hadir memadari lokasi acara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berikut adalah bunyi lengkap teks deklarasi “Ikrar Ciganjur”:

Demi tegaknya harkat dan martabat manusia, terciptanya kehidupan yang lebih baik bagi generasi saat ini dan masa depa, serta demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI, kami umat beragama warga negara Indonesia berikrar:

1. Akan senantiasa menjaga kedamaian, kerukunan, persaudaraan dan keadilan antar sesama umat beragama.

2. Menciptakan suasana sejuk, harmonis dan bebas konflik antar sesama umat beragama

3. Memelihara keberagaman dan perbedaan dengan saling melindungi berbagai agama dan keyakinan yang ada di Indonesia secara tulus dan sungguh-sungguh

4. Menolak segala bentuk intimidasi dan pemaksaan agama/keyaknian serta menolak anarki kekerasan dalam beragama

5. Mendukung pemerintah untuk menegakkan konstitusi yang melindungi hak warga negara dalam menjalankan agama dan keyakinannya

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa meridhoi dan melindungi kita semua.

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Warta, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 03 Desember 2017

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli

Suatu hari seorang zahid (Darwisy) datang ke istana Khalifah. Ia? diundang untuk dimintai nasihatnya. Khalifah mengatakan: “Beri aku nasihatmu”.

Sang zahid kemudian mengatakan: “Wahai Amir al-Mukminin, aku baru pergi ke negeri China. Pemimpin negeri itu mengalami sakit pendengaran (tuli). Ia tak bisa mendengar lagi. Suatu hari aku mendengar dia menangis sambil mengatakan: ‘Demi Tuhan, aku tidak pernah menangis karena menderita sakit tuli ini. Aku tak menyesali dan telah menerima keputusan Tuhan atas diriku seperti ini. Tetapi aku menangis karena melihat di depan pintu istanaku ada rakyatku yang teraniaya hak-haknya. Dia tampaknya menjerit meminta tolong, tetapi aku tidak mendengar jeritannya. Meskipun demikian aku bersyukur kepada Tuhan karena mataku masih sehat, sehingga bisa melihat dengan jelas rakyatku’. Sang Pemimpin Cina lalu memanggil juru bicara kerajaan,? dan memintanya untuk mengumumkan kepada khalayak rakyat bahwa: ‘jika di antara rakyatnya ada yang dizalimi, maka agar mengenakan baju merah’.”

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin China yang Bijak yang Tuli (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli

“Sang Pemimpin kemudian naik di atas punggung gajah dan berkeliling menyusuri jalan-jalan di pelosok-pelosok negeri itu. Manakala matanya melihat orang berbaju merah dia memanggilnya. Kepada juru bicaranya, sang pemimpin memerintahkan agar ia mendengarkan keluhan dan pengaduannya. Sesudah itu sang pemimpin memerintahkan para menterinya untuk segera memperhatikan pengaduannya dan menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang adil.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Si Darwis mengatakan: “Lihatlah tuan Amir al-Mukminin, betapa dia yang ‘kafir’ (menurut keyakinanmu, Red) begitu sayang dan memberikan perhatian yang luar biasa kepada hamba-hamba Allah. Tuan adalah seorang yang beriman kepada-Nya, bahkan juga termasuk keturunan atau keluarga Nabi. Aku ingin melihat bagaimana tuan bisa bertindak terhadap rakyatmu dengan penuh kasih, (seperti dia).”

KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon. Tulisan diambil dan diterjemahkan dari kitab "Al-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk" karya Imam al-Ghazali, h. 24.



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 01 Desember 2017

Ansor Waykanan Budidayakan Perikanan dan Pupuk Organik

Waykanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mendorong kemandirian kader, GP Ansor Waykanan Lampung memberikan wawasan dan keterampilan wirausaha budi daya perikanan dan pembuatan pupuk organik. Pembekalan praktis ini melibatkan Dinas Pertanian dan Peternakan; dan Badan Penyuluh Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Waykanan.

Ansor Waykanan Budidayakan Perikanan dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Waykanan Budidayakan Perikanan dan Pupuk Organik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Waykanan Budidayakan Perikanan dan Pupuk Organik

"Peluang budi daya perikanan sangat besar seperti disampaikan Kabid pada Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Waykanan Bayu Nurcahyo," ujar Ketua PC GP Ansor Waykanan Supri Iswan di Bumiagung, Waykanan, Rabu (26/3).

Pengolahan sampah organik dipandu Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian pada Badan Penyuluh Pertanian Peternakan Perikanan dan Kehutanan Waykanan, Sumanto. Menurutnya, materi yang disampaikan itu bisa menambah wawasan dan mendorong budi daya tanaman pangan dan perkebunan di masyarakat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pupuk organik, demikian Sumanto menambahkan, menolak racun pada hasil tanaman baik sayur maupun buah yang ditanam. Karena, tidak ada endapan kimia yang terlalu tinggi.

"Menanam tanpa kimia bisa dilakukan. Pupuk bisa dibuat tanpa dibeli. Bisa menggunakan jerami, sisa sayur, dan sisa gergaji. Jika pupuk bisa dibikin sendiri, kenapa harus beli. Pupuk organik bisa digunakan untuk perkebunan, sayuran dan buah," kata Sumanto lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sumanto menyambut baik inisiatif GP Ansor mendorong kadernya untuk berwirausaha mengingat ada tindakan riil untuk memajukan organisasi. Demikian juga seorang anggota Banser Waykanan, Syukron.

Syukron, warga Gunungsari kecamatan Rebangtangkas itu menyatakan, "Setuju, karena saya mau praktik. Pelajaran membuat kompos itu sangat perlu karena menambah wawasan." (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja

Sukoharjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham -

Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, mengadakan kegiatan kelas akhir tahun 2016 dengan membedah buku “Khazanah Aswaja” yang diterbitkan Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur.

Kegiatan bedah buku tersebut dilaksanakan, Sabtu-Ahad (24-25/12), di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan, Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah

Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Al-Muayyad Windan Bedah Khazanah Aswaja

Selama dua hari itu para peserta yang terdiri dari santri dan masyarakat umum, mengaji buku yang menjelaskan secara lengkap ajaran Aswaja mulai dari mmafahim Aswaja, aqidah Aswaja, fikih Aswaja, tasawuf Aswaja, dan kelompok aliran dalam sejarah umat Islam ini, dengan dipandu berbagai narasumber.

Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi’, kegiatan mengkaji buku ini sangat penting untuk bekal para santri dan generasi muda Nahdliyin. “Santri perlu terus menambah pengetahuan dan wawasan tentang Nahdlatul Ulama,” terang Kiai ‘Dian, Jumat (23/12).?

Menurutnya, NU memiliki sanad ilmu yang jelas, yang sangat penting bagi para pencari ilmu. “Sehingga orang muda akan sangat beruntung jika belajar agama islam dengan mengikuti Nahdlatul Ulama,” terang Wakil Rais Syuriah PWNU Jateng itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Dian menambahkan, kajian ini menjadi kegiatan rutin yang selalu digelar menjelang akhir tahun. “Setiap akhir tahun kita membahas satu buku atau pemikiran para tokoh ulama Islam,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 17 November 2017

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua Yayasan Raudlatul Makfufin Tanggerang Selatan Budi Santoso merasa heran terhadap orang-orang yang mempunyai penglihatan tapi tidak bisa membaca Al-Quran.

“Kalau orang bisa melihat sering merasa aneh dengan tunanetra yang bisa membaca Al-Quran, justru kami lebih aneh lagi kalau orang bisa melihat tapi tidak bisa membaca Al-Qur’an,” kata Budi yang juga penyandang tunanetra pada acara Sarasehan Pesantren Inklusi yang diselenggarakan Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU) di Pesantren Al-Tsaqofah, Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (6/10).

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Tunanetra Ini Sayangkan Orang Normal Tak Bisa Baca Al-Quran

Menurutnya, Yayasan Raudlatul Mukafifin didirikan sebagai tempat belajar membaca Al-Qur’an dan ilmu keagamaan baik untuk penyandang tunanetra maupun orang normal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia berharap, melalui Al-Qur’an orang-orang yang saat hidup di dunia tidak bisa melihat agar saat dibangkitkan di akhirat kelak dalam keadaan bisa melihat.

“Kalau mungkin di dunia kami buta ada pak kiai yang nuntun-nuntun kaya tadi ya pak kiai, ada bapak dan ibu yang menuntun kami. Tapi di akhirat nanti siapa yang akan menuntun kami kalau bukan syafaat Rasulullah SAW dan juga syafaat dari Al-Quran,” jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada acara yang bertemakan Sosialisasi UU RI Nomor 8 Tahun 2016 tentang Disabilitas ini dihadiri Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi, dan Sekretaris NU CARE-LAZISNU Ahyad Alfida.(Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock