Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Cegah Narkoba, Tak Cukup Tindak Pengedar

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sekretaris Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah H Ahmad Rofiq menyatakan MUI sudah menunjukkan komitmennya dalam penanggulangan dan penanganan penyalahgunaan narkotika dan zat aktif (narkoba) lainnya. Sejak tahun 1976, MUI telah mengeluarkan fatwa tentang haramnya narkoba.

Pernyataan ini disampaikan Ahmad Rofiq dalam acara pembinaan dan penyuluhan pencegahan, pemberantasan penyalah gunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) bagi ormas keagamaan di Hotel Grypta Kudus, Selasa (15/4).

Cegah Narkoba, Tak Cukup Tindak Pengedar (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Narkoba, Tak Cukup Tindak Pengedar (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Narkoba, Tak Cukup Tindak Pengedar

Rofiq menerangkan fatwa haram MUI ini berdasarkan pada bahaya narkoba yang bisa merusak mental fisik, akal sehat, mengancam keamanan dan ketahanan nasional. MUI juga merekomendasikan kepada presiden agar menyiapkan undang-undang tentang penggunaan dan penyalahgunaan narkotika termasuk obat bius dan sejenisnya serta pemberatan hukuman terhadap pelanggarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kalau bisa bukan hanya menindak pelaku, pengedar dan korban penyalahgunaan narkoba saja tetapi juga menutup pabrik-pabrik narkoba yang sudah pada taraf komunitas semacam home industri. Tanpa menutup pabrik penanganan hukuman akan sangat tidak efektif," tandasnya.

Dikatakan, maraknya peredaran narkoba salah satunya diakibatkan kurangnya sosialisasi hukuman terhadap pelaku dan mudahnya mendapat transaksi. Rofiq mencontohkan para penghuni lembaga pemasyarakatan masih bisa mengendalikan peredaran sebagai bandar narkoba.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"ini sebuah ironi yang harus dicegah. Badan Nasional Narkotika (BNN) harus bekerjsama dengan berbagai pihak dan tidak ada tawar menawar dengan narkoba," tegas guru Besar Hukum Islam IAIN Walisongo di depan pimpinan ormas keagamaan ini.

Rofiq menambahkan para ulama sepakat bahwa hukuman bagi pemabuk atau penyalahgunaan narkoba tidak termasuk hudud tetapi Tazir (yang tidak ditentukan dalam al-Quran). Artinya, pemerintah berhak memutuskan berapa dan apa hukuman yang pantas.

"Jika misalnya UU Narkoba mencantumkan hukuman mati, setelah memang yang bersangkutan terbukti secara hukum dan kuat, pelakunya bisa dijatuhi hukuman mati," jelasnya.

Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba, Rafiq menganjurkan kepada alim ulama, guru-guru, muballigh, dan pendidik untuk lebih giat memberikan pendidikan dan penerapan terhadap masyarakat mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif lainnya.

"Begitu pula, pimpinan ormas keagamaan, ormas pendidikan dan sosial masyarakat serta orang tua untuk bersama-sama berusaha menyatakan "perang melawan narkoba" di setiap kesempatan," tandasnya. (Qomarul Adib).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 03 Februari 2018

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal

Sragen,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Suatu ketika, Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya berjalan melewati sebuah pemakaman. Tiba-tiba Nabi mendengar teriakan ahli kubur. Sontak ia memanggil para sahabat.

Kata Nab,i ada orang yang menangis, teriak minta tolong. Namun, sahabat tidak mendengarnya. Lalu dicarilah sumber suara tadi.

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Perlu Disiapkan Agar Orang Tua Tak Menyesal

“Ini lho, ada ahli kubur, sedang teriak-teriak,” kata Nabi sebagaimana dikisahkan KH Yusuf Chudlori di depan para jamaah pengajian Jamuro di Sragen, Jawa Tengah (23/4).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai yang akrab disapa Gus Yusuf menambahkan, Nabi kemudian mengambil pelepah kurma dan berdoa. Ya Allah! selama pelepah kurma ini masih basah, semoga Engkau memberikan ahli kubur ini, bebas dari azab kubur.

Menurut Gus Yusuf, dari kisah tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa para ahli kubur, masih membutuhkan doa dari para keluarga dan orang yang masih hidup.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Untung saat itu ada Nabi. Karena zaman sekarang sudah tidak ada Nabi, siapa lagi yang mau mendoakan?” kata Gus Yusuf.

Untuk itulah, anak perlu dipersiapkan sedari dini, agar kelak para orang tua yang sudah meninggal, tidak perlu lagi teriak-teriak kebutuhannya dari alam kubur.

“Anak perlu disiapkan, agar tidak menyesal di kemudian hari. Agar anak dapat mendoakan orang tua,” lanjutnya.

Malam jumat seperti ini, lanjut Gus Yusuf, anak diajarkan untuk membaca doa tahlilan dan sebagainya. Anak yang mendoakan orang tuanya, inilah yang disebut sebagai anak solih dan solihah,” tutur Pengasuh Pesantren API Tegalrejo Magelang itu.

Namun, untuk menjadikan anak agar dapat berbakti kepada orang tua juga mesti memenuhi dua syarat. “Pertama. Kalau orang tua ingin dicintai anak, syaratnya orang tua juga mesti  mencintai anak. Anak keluyuran, orang tua jangan diam saja,” ujarnya.

Mencintai anak, bukan berarti menuruti semua kemauannya. Tetapi mengarahkan dan menjaga agar anak terhindar dari neraka. “Kedua. Berikan pendidikan yang baik, disekolahkan di Ma’arif , Pesantren, dan sekolah Islam,” imbuh dia.

Setidaknya dua syarat tersebut mesti dipenuhi, agar anak menjadi solih dan solihah serta berbakti kepada kedua orang tua. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Blitar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pembuatan Kartanu di Wilayah Kabupaten Blitar, 4 April kemarin mulai dilaksanakan. Pemotretan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Gandusari. 

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati dan Ketua DPRD Juga Daftar Kartanu

Mengingat luasnya wilayah MWC, maka pemotretan dilakukan di 48 titik secara pergantian.

Sambutan warga NU dan banomnya sangat luar biasa. Hal ini terlihat, sejak pagi hari para anggota sudah siap menunggu petugas pomotretan setelah lebih dulu didaftar oleh panitia. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Alhamdulillah antusias warga NU secara keseluruhan sangat bagus. Semoga target NU Kabupaten Blitar bisa terpenuhi,’’ ujar H Mohammad Faizin kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Jum’at.

Menurut Faizin, target awal PCNU Kabupaten Blitar bisa membuat setidaknya 25 ribu Kartanu. Namun melihat antusias anggota NU, khususnya dukungan para anggota badan otonom, diperkirakan ada kenaikan yang luar bisa ada kemungkinan bisa lebih dari itu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sebagai panitia kami sangat bangga dengan warga NU beserta banomnya. Mereka sangat mendukung sekali dengan program Kartanu ini. Dengan melihat itu ada kemungkinan program ini bisa melebihi target bahkan bisa dua kali,’’ ungkap mantan Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Blitar ini.

Diperkirakan, tim Kartanu ada sekitar sebulan melakukan pendataan dan pemotretan. Hal ini terkait dengan kondisi daerah yang memiliki wilayah 22 Kecamatan dengan lokasi tempuh yang sangat jauh. Khususnya wilayah di Blitar Selatan.

Bagaimana dengan banom? Ia mengtatakan peran banom sangat besar sekali. Karena mereka yang jadi ujung tombak penyuksesan program ini. Contohnya Muslimat NU. Di semua titik banom ini yang menjadi ujung tombaknya. Anggotanya terkoordinasi dengan baik. 

“Semua banom memiliki peran masing-masing. Baik Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor. Kalau Ansor yang aktif adalah para Bansernya,’’ katanya.

Paran ISNU ( Ikatan Sarjana NU) juga lumayan bagus. Meski di Kabupaten Blitar terbilang masih baru namun sudah memperlihatkan perannya. Misalnya, dalam program Kartanu ini selain anggotanya dikerahkan untuk ikut menjadi anggota, ISNU juga memfasilitasi pembuatan seragam petugas Kartanu. 

“PC ISNU Blitar membuatkan seragam bagi petugas Kartanu. Bantuan itu membuat tim Kartanu tampil beda,’’ tandasnya.

Info lainnya, lanjut Faizin, para pejabat daerah setempat juga minta dibuatkan Kartanu. Misalnya Bupati dan wakilnya, Ketua DPRD dan beberapa pejabat eselon. “ 

Pak Bupati dan Ketua DPRD tadi juga kontak. Agar didaftar sebagai anggota NU. Periode dulu juga sudah dan dalam program ini mereka juga mengajukan,’’ tambahnya.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Santri, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Menghitung Jumlah Jamaah

Sebelum memulai pengajian umum, Gus Dur mengajak jamaah untuk membaca Shalawat Badar bersama-sama. “Sholatullah salamullah…”. Gus Dur sendiri yang memimpin bacaan shalawat itu.

“….’alaa Yasiiin habibillah.”

Selepas membaca shalawat Gus Dur bertanya kepada para jamaah, “Mengapa saya mengajak bapak dan ibu sekalian membaca shalawat begini?”

Ada yang menjawab, “Agar kita mendapat syafaat Nabi Muhammad SAW Kiai.”

Menghitung Jumlah Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
Menghitung Jumlah Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

Menghitung Jumlah Jamaah

“Ya itu betul. Tapi saya mengajak bershalawat agar saya tahu berapa kira-kira jamaah yang hadir,” kata Gus Dur. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Sebelum memasuki rutinitas belajar, ratusan siswa dan siswi baru SMAN 8 angkatan 2017-2018 mendiskusikan masalah keindonesiaan di Jalan Taman Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/7) pagi. Mereka yang berasal dari berbagai jurusan menyampaikan imajinasi mereka terkait keindonesiaan dari pelbagai sudut pandang.

Sebagian siswa menyoroti masalah ujaran kebencian di media sosial. Ada juga pelajar yang mengamati perilaku para pemuka agama yang jauh dari semangat agama itu sendiri. Sementara sebagian lagi mempertanyakan perilaku orang-orang dewasa yang justru memberikan contoh buruk bagi kalangan remaja dan anak-anak.

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ratusan Siswa-siswi Baru SMAN 8 Jakarta Ngaji Kritis Keindonesiaan

Diskusi ini fasilitasi oleh sejumlah narasumber dari Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) dan Angkatan 88.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kami dari LKSB mengajak kita semua untuk bersama-sama peduli terhadap kondisi lingkungan sosial kebangsaan kita. Salah satu caranya adalah dengan mengadakan dialog kebangsaan bagi remaja dengan memberikan dan menanamkan wawasan kebangsaan dan kenusantaraan,” kata Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur.

Menurut Ghopur yang kini Wakil Ketua Bidang Litbang Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum PBNU (LPBHNU), diskusi-diskusi keindonesiaan ini penting agar di masa mendatang bangsa ini masih memiliki harapan besar akan majunya peradaban bangsa Indonesia yang santun dan ramah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diskusi keindonesiaan ini terselenggara atas inisiatif alumni SMA N 8 Angkatan 88. Alumni SMA N 8 Angkatan 88 mengamati terus gejala keindonesiaan belakangan ini. Mereka prihatin atas fenomena yang belakangan tercederai oleh sejumlah aksi intoleran, upaya-upaya melemahkan dasar-dasar negara, dan ancaman disintegrasi.

“Saya sebagai alumni SMA 8 Angkatan 88 merasa sangat concern dengan maraknya perilaku yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa sehingga saya merasa diperlukan usaha-usaha untuk merekatkan kembali integritas bangsa. Ini saya mulai dari siswa-siswi baru almamater kami, SMA 8,” kata Midi Haryani, dokter spesialis kulit dan penyakit kelamin, yang mewakili alumni SMAN 8 Angkatan 88. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Anti Hoax, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama, Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kelompok radikal perongrong NKRI selama ini memulai gerakannya melalui forum-forum kajian keagamaan di masjid.

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ajak Muslimat NU Jaga Masjid dari Kelompok Anti-Pancasila

Karena itu, Khofifah mengajak para ibu Muslimat untuk memakmurkan masjid dan mushalla dengan berbagai kegiatan, baik keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Sehingga, dua rumah ibadah umat Islam itu tidak dikuasai oleh kelompok radikal tersebut.

"Mereka bergerak atau memulai gerakannya melalui masjid-masjid. Mari kita jaga masjid dan musalla. Harus terus-menerus melakukan aktivitas dari masjid ke masjid," ujarnya saat menghadiri peringatan Harlah Muslimat NU ke 71 dan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang diadakan PC Muslimat NU Sidoarjo, di GOR Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (23/4/2017).

Diakui Khofifah, saat ini banyak kegiatan yang mengajak antitahlil, manaqib, dan amaliyah NU lainnya serta kegiatan yang mengancam keutuhan NKRI. "Ibu-ibu Muslimat NU harus selalu istikamah menjalankan amaliyah yang diajarkan oleh para kiai NU," tegasnya.

Khofifah juga mengingatkan bahwa sebentar lagi umat Islam akan memasuki bulan Ramadhan. Ia pun mewanti-wanti agar kader NU menyiapkan para penceramah saat Tarawih dan setelah shalat Subuh, yang pesannya membawa keteduhan yang bisa membangun ukhuwah islamiyah berseiring dengan ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dari masjid ke masjid kita tunjukkan cinta damai, kita tunjukkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah demi keutuhan NKRI. Inilah yang menjadi basis nilai persaudaraan yang diajarkan Nahdlatul Ulama," tegasnya. (Abdul Hady JM/Mukafi Niam)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Humor Islam, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 12 Januari 2018

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri

Lampung Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?



Menjaga NKRI tidak hanya dilakukan dalam bentuk jihad melawan teroris atau kelompok yang mengganggu atau mengancamnya. Namun, memperkuat bidang ekonomi dan kemandirian juga merupakan salah satu bentuk menjaga NKRI dari intervensi pihak luar.

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjaga NKRI dengan Perkuat Ekonomi dan Kemandirian Santri

Demikian dikatakan Ketua Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) Muhammad Athoillah di depan para santri dan tokoh NU Lampung yang hadir pada Acara Workshop dan Seminar Santripreneur di Kalirejo Lampung Tengah, Sabtu (19/8).?

Gus Athoillah, begitu pria ini biasa dipanggil, menambahkan bahwa dalam rangka mewujudkan kemandirian tersebut diharapkan kedepan para santri tidak hanya mumpuni dalam bidang ubudiyyah dan diniyyah, tapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman dengan meningkatkan kapasitas dalam kemandirian ekonomi.

Menurutnya, tahun 2020 sampai dengan 2030, penduduk Indonesia akan didominasi oleh usia remaja dan pemuda. Jika 60 persen dari jumlah pemuda tersebut tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran, Indonesia bisa goyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Hal ini harus diantisipasi dan disiapkan dari sekarang untuk membekali para santri selangkah lebih maju, menjadi pengusaha dan punya akhlak dalam kemandirian ekonomi," kata Ketua Panitia Pusat Hari Santri Nasional (HSN) 2017 ini.

Oleh karenanya, dalam Peringatan HSN pada tahun ini lanjutnya, panitia mengangkat tema besar yaitu "Santri Mandiri, NKRI Hebat". Dengan tema besar ini ia berharap dapat memicu para santri untuk memiliki semangat usaha agar NKRI tidak goyah seperti Yunani akibat banyaknya pengangguran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hal senada juga diungkapkan Ketua PWNU Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri yang hadir pada acara yang dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional tersebut.

"Semangat kemerdekaan dimulai dari Resolusi Jihad yang dikobarkan oleh para santri dan ditetapkan menjadi Hari Santri Nasional. Jadi untuk mengisi kemerdekaan dibutuhkan keterlibatan santri yang kuat secara ekonomi," ujarnya.

Kiai Sholeh menambahkan bahwa workshop yang digelar oleh RMI tersebut dapat menjadi jawaban bagi hal ini dengan mencetak kader santri yang kuat secara ekonomi dan sekaligus menjadi pengusaha yang akan memperkuat NKRI. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

Bupati Tasikmalaya: Kami Sangat Membutuhkan NU

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum berharap NU memberikan masukan ide kepada pemerintah untuk kemajuan kabupaten setempat. Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan kata sambutan pada Konferensi Cabang Ke-16 Nahdlatul Ulama Kabupaten Tasikmalaya di Pondok Pesantren Cipasung, Singaparna, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Bupati Tasikmalaya: Kami Sangat Membutuhkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Tasikmalaya: Kami Sangat Membutuhkan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Tasikmalaya: Kami Sangat Membutuhkan NU

Menurut Uu, NU sebagai organisasi masyarakat terbesar di Indonesia telah menunjukkan kiprahnya dalam puluhan tahun lamanya. Jasanya pun dirasakan hampir di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Tasikmalaya.

"Ide-ide dan gagasan dari NU sangat kami tunggu demi tercapainya tujuan roda pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya. Selaku kepala pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya kami sangat membutuhkan NU,” jelasnya, Kamis (29/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Konfercab ke-16 NU Kabupaten Tasikmalaya membahas mengenai program kerja, masalah-masalah keagamaan, laporan pertanggungjawaban, dan pemiihan pemimpin baru. Konfercab kali ini mengusung tema “Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global”.

Uu berharap pemimpin terpilih dapat memberikan masukan yang manfaat, maslahat dan realistis. "Sinergitas antara pemerintah dan NU harus terus terjalin karena kami butuh dengan NU,” pungkasnya. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 04 Desember 2017

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Demak, Jawa Tengah, menyampaikan keberatan atas penyusupan materi wahabi dalam Kurikulum 2013 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Salah satu keberatan disampaikan terkait adanya kalimat yang menyebutkan makam wali yang diziarahi umat Islam sebagai berhala.

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahabi Menyusup di Kurikulum Madrasah Kemenag

Kalimat itu terdapat dalam buku pedoman untuk guru SKI Kelas VII MTs (Kurikulum 2013) yang diterbitkan oleh Kemenag RI Tahun 2014. BAB I tentang Kearifan Nabi Muhammad SAW, pada buku pedoman itu memerintahkan guru untuk meminta peserta didik agar mendiskusikan tentang perbandingan antara kondisi kepercayaan Mekkah dengan kondisi kepercayaan sekarang.

Lalu disebutkan bahwa “Masih ada yang menyembah berhala, memercayai benda-benda, dan selalu meminta kepada benda-benda.” Berikutnya pada poin lain disebutkan bahwa “Berhala sekarang adalah kuburan para Wali,”.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepala MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak, Faiq Aminuddin dalam suratnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham mengatakan, pemberian contoh yang menyebutkan berhala sekarang adalah makam atau kuburan para wali tentu tidak sesuai dengan ajaran yang dianut oleh warga NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Tidak tepatlah bila buku ini dijadikan sebagai buku pegangan semua guru MTs se-Indonesia karena ada banyak MTs yang berada di bawah naungan LP Maarif NU. Sungguh sangat disayangkan adanya kalimat yang menyatakan bahwa kuburan wali adalah berhala. Maka sudah seharusnya buku ini perlu segera dikaji ulang dan direvisi,” katanya.

Pandangan negatif mengenai makam wali ini mengingatkan masyarakat mengenai adanya upaya kelompok wahabi di Saudi Arabia untuk membongkar makam Nabi Muhammad SAW. Sumber Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dari lingkungan pejabat kementerian agama mengungkapkan, selain pernyataan negatif mengenai makam wali tersebut penyusupan materi wahabi sebetulnya lebih banyak lagi.

“Misalnya ada pembahasan mengenai menjenguk orang sakit, gambar yang ditampilkan adalah foto Abu Bakar Ba’asyir. Lalu pada bagian lain disebutkan bahwa sumber hukum Islam hanya Al-Qur’an dan Hadits, tidak menyebutkan adanya Ijma dan Qiyas. Dua contoh ini untungnya sudah diedit, nah yang soal makam wali itu yang lolos sensor,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Ditambahkan, penyusupan materi wahabi dalam kurikulum madrasah itu masih sangat mungkin ditemukan. “Sekarang baru empat minggu pelajaran dimulai, dan buku itu baru mulai digunakan tahun ajaran ini. Di bagian lain mungkin ditemukan lagi,” tambahnya. (Alhafiz Kurniawan/Anam)

Foto: Guru SKI di MTs Irsyaduth Thullab, Tedunan, Demak, menunjukkan buku Kemenag yang disusupi ajaran wahabi.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaSantri, IMNU, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan

Islamabad, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekalipun tidak berlebaran di Indonesia dan berada jauh dari tanah air, masyarakat Indonesia yang berada di Pakistan tetap merayakan Idul Fitri dengan suka cita. Hal ini karena KBRI Islamabad melaksanakan berbagai kegiatan selama bulan Ramadhan sampai dengan perayaan Idul Fitri tahun 1437 H.

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menengok Kemeriahan Lebaran WNI di Pakistan

"Tahun ini sangat istimewa, pasalnya Lebaran di Pakistan jatuh pada hari yang sama dengan di Indonesia yaitu tanggal 6 Juli 2016," tutur Budiarto Kurniawan selaku Ketua Panitia. Idul Fitri di Pakistan biasanya lebih lambat satu bahkan dua hari setelah Indonesia.

Untuk memfasilitasi warga Negara Indonesia (WNI) yang merayakan Lebaran, KBRI menggelar shalat Idul Fitri di Aula Budaya Nusantara KBRI setempat. Bertindak sebagai khatib, Ustadz Hendro Risbiantoro, mahasiswa Pasca Sarjana di IIU Islamabad. Dan sebagai Imam, Dhia Ul-Haque, cucu almarhum KH Nur Ali, pahlawan nasional dari Bekasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam khutbahnya Hendro mengingatkan hadirin untuk tetap bersatu dan saling menguatkan serta berpegang teguh pada tali agama Allah, khususnya dalam menghadapi berbagai isu global akhir-akhir ini. "Kita harus optimis bahwa umat Islam akan mencapai kejayaannya, selama tetap pada jalan Allah SWT dan berorientasi memberikan manfaat bagi kemaslahatan manusia," tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Duta Besar RI, Iwan Suyudhie Amri dalam sambutannya menilai penting apa yang disampaikan oleh khatib seraya mengajak seluruh WNI di Pakistan untuk meningkatkan kewaspadaan, kehati-hatian, dan tidak mudah terpancing dengan berbagai stimulasi yang ditunggangi kepentingan tertentu.

"Hendaknya nilai-nilai Ramadhan yang baru berlalu tetap dapat dipertahankan dan dipelihara dalam meniti kehidupan warga Indonesia di Pakistan," tutur Dubes kepada para hadirin. "Jauh dari tanah air bukan berarti tradisi-tradisi Lebaran di tanah air tidak bisa dihadirkan di Pakistan," sambung Dubes. Untuk meyakinkan para warga Indonesia, Dubes menggelar open house di Wisma Duta pukul 12.00 pada hari yang sama.

 

Obat Kangen

Para tamu yang mayoritasnya adalah mahasiswa, santri Jamaah Tabligh, dan mereka yang menikah dengan warga Pakistan tampak senang ketika mendapatkan menu open house adalah makanan yang biasa dihidangkan di Indonesia saat Lebaran. Sebut saja rendang, semur ayam, daging tunjang, sambal ijo, sambal kentang ati, soto padang, asinan bogor, sup buah, kue nastar, stick bawang, kroket, sampai dengan tape uli Betawi, dan lain-lain.

"Kangen saya terobati karena sudah lama tidak menemukan menu seperti ini di Pakistan," tutur salah seorang WNI yang menikah dengan warga Pakistan.

Tidak itu saja, nuansa Lebaran kali ini juga dimeriahkan dengan bagi-bagi angpau oleh Dubes Iwan kepada para anak kecil yang ikut open house. Suasana riuh dan penuh sorak anak-anak pun tidak dapat dihindari saat menerima angpau berisi uang dari Dubes. Para orang tua yang melihat pun turut senang dan sesekali turut mengantre untuk mewakili anaknya. "Wah, jadi ingat masa kecil dulu semangat Lebaran karena bakal dapat angpau dari sanak saudara," ungkap salah satu warga.

Tahun 2016 ini KBRI Islamabad telah menyelenggarakan berbagai kegiatan yakni, shalat dzuhur dan tadarus berjamaah, buka puasa bersama, shalat maghrib berjamaah, kultum/ siraman rohani menjelang berbuka, shalat Isya dan shalat tarawih berjamaah, peringatan nuzulul qur’an, takbiran berjamaah, serta ditutup dengan open house Dubes. Kegiatan tersebut telah mendekatkan komunikasi dan interaksi antara KBRI dan masyarakat Indonesia, serta memupuk hubungan baik antara elemen masyarakat Indonesia di Pakistan. (Muladi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Curug dan Ranting NU Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar taklim bulanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kelurahan Binong pada Sabtu (17/9).

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

"Taklim bulanan ini merupakan kerja sama antarulama dan umara di wilayah kecamatan Curug," tutur Ketua MUI Curug H. Ahyani yang hadir menyampaikan sambutannya. Kegiatan ini, lanjut Ahyani, perlu ditingkatkan dan kita apresiasi atas inisiatif dan kerja sama antara MUI dan Camat Curug.

Senada dengan itu, Camat Curug Wahyuni menyampaikan sinkronisasi dan kerja sama antara ulama dan umara sangat dibutuhkan di tiap tingkatan pemerintahan agar lingkungan kita bisa tetap kondusif dan aman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, H. Samsudin Boaya dalam tausiyahnya menyampaikan salah satu hadis Nabi yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa akan datang suatu masa atau zaman yang penuh kebohongan dan fitnah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Orang jujur, katanya, dicurigai sementara orang yang tidak paham dengan ilmu agama dijadikan panutan dan dipecaya ceramahnya. Fenomena maraknya media sosial salah satu tanda dan gejala ahir zaman itu, banyak yang antara tulisan dan perbuatanyan tidak sinkron.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari seluruh unsur Muspika dan pengurus MUI Kecamatan Curug. Hadir pula para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Curug dari tingkat kelurahan, hadir para Ketua RW, takmir masjid dan mushala serta jajaran Pengurus Ranting Nahlatul Ulama Kelurahan Binong. (mks/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Lomba, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 21 November 2017

Fase Kehidupan Dunia yang Sementara

Al-Qur'an telah menerangkan bahwa kehidupan di dunia ini adalah bagaikan sebatang pohon yang tumbuh, berkembang, berbuah, layu dan akhirnya mati musnah di telan bumi. Ada fase dalam kehidpan yang harus dilalui meskipun fase itu terkesan lama, sesungguhnya hanya amun-amun belaka .

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?



Fase Kehidupan Dunia yang Sementara (Sumber Gambar : Nu Online)
Fase Kehidupan Dunia yang Sementara (Sumber Gambar : Nu Online)

Fase Kehidupan Dunia yang Sementara

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Marilah kita bersama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa dengan mementingkan segala perintah-Nya dan mengalahkan urusan dunia. Sungguh urusan dunia itu hanyalah bersifat sementara.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Imam Najmuddin an-Nasafi menafsirkan bahwa setiap fase kehidupan tersebut akan dilalui oleh manusia selama delapan tahun.

Pertama La'ibun secara bahasa berarti sebuah permainan. Permainan merupakan kata yang menunjuk pada tidak adanya keseriusan. Dalam bahasa Indonesia keseharian 'mainan' adalah anonim dari 'beneran'. Dengan kata lain, bahwa kehidupan di dunia ini bukanlah sesuatu yang beneran, tapi hanya bohongan. Rumah di dunia adalah rumah-rumahan, kawin di dunia adalah kawin-kawinan dan begitulah seterusnya.

Jika diterapkan penafsiran Imam Najmuddin dalam ayat ini, maka fase la'ibun ada fase pertama dari kehidupan manusia selama berumur 1-8 tahun yang berisikan permainan. Lihat saja anak-anak kita yang tidak terlalu banyak berpikir dalam usia tersebut. Bahkan begitu pentingnya permainan hingga diciptakanlah berbagai macam kelompok bermain (playgroup). Hal ini persis dengan apa yang dikatakan oleh Imam ar-Razi dalam tafsirnya Mafatihul Ghaib, bahwa la'ibun merupakan karakter anak-anak yang tidak pernah memikirkan manfaat dari apa yang dilakukannya, karena semua itu hanya sekedar permainan.

Jama'ah Jum'ah Rahimakumullah

Kedua lahwun adalah sifat lalai yang terdapat dalam diri manusia, lalai karena tidak terbiasa berpikir panjang atau sengaja tidak mau berpikir panjang. Apa yang dilakukan selalu menurut tuntutan hawa nafsu. Tawuran, kebut-kebutan semua dilakukan tanpa ada pertimbangan, asal hati senang maka kakipun melangkah. Inilah sifat yang melanda anak manusia dalam fase kedua kehidupannya, ketika remaja berumur 9-16 tahun.

Ketiga zinatun, bahwa dunia ini adalah perhiasan semata. Dunia seisinya tidak lebih dari asesoris kehidupan. Imam ar-Razi mengatakan bahwa fase ini banyak menerpa kaum hawa. Ketika umur telah mulai menginjak tujuh belas tahu, maka mulailah perempuan itu menyadari akan keperempuanannya. Mulailah apa yang disebut dengan masa kedewasaan. Diantara tanda-tandanya adalah berlama-lama di depan kaca. Mematut muka, merias diri, memperbesar apa yang sekiranya masih kecil dan berusaha memperbesarkannya.

Begitu juga dengan masalah penampilan, fase kehidupan ini (17-24 tahun), anak manusia selalu ingin tampil mengagumkan. Motor harus ada, HP harus seri terbaru, kuliah harus diperguruan tinggi. Padahal jika dipikir lebih dalam, semua tuntutan itu hanya semakin menjauh dari subtansi kehidupan. Tidak peduli pengetahuan yang didapat, yang penting universitas yang terkenal. Tidak peduli dengan pantas atau tidak yang penting tampil keren dan mempesona. Sungguh semua itu adalah dalil betapa kehidupan dunia ini adalah asesoris belaka.

Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah

Keempat, tafakhurun baynakum artinya dunia menjadi tempat untuk saling bermegah-megahan, dunia menjadi media saling menyombongkan diri, atau dalam bahasa jawa disebut 'anggak-anggakan'. Baik saling menyombongan kepunyaan maupun ke'turunan'. Biasanya dalam fase ini antara umur 25-32 tahun anak manusia mulai mencari jati dirinya. Dalam pencarian itulah ada kalanya dia membanggakan nasabnya, atau membanggakan milik ayahnya hanya sekedar ingin terlihat lebih di antara sesama.

Kelima takatsurun fil amwal, bahwa dunia ini adalah tempat memperbanyak harta dan keturunan. Inilah puncak dari fase kehidupan manusia ketika berumur 33 tahun dan seterusnya. Pada saat-saat inilah kita melihat semangat yang menggebu dalam diri manusia untuk berbisnis menumpuk harta Bahkan juga masa memanjakan anak dan keluarga. Maka janganlah heran jika para koruptor itu didominasi oleh orang orang muda yang ingin menumpuk harta.

Keenam takatsurun fil aulad, fase ini merupakan kelanjutan dari fase sebelumnya. Jika menuruti pendapat Iman Najmuddin an-Nasafi, maka umur empat puluh ke atas adalah masa yang wajar seseorag mulai memperhatikan kepentingan anak dan cucu-cucunya. Memabanggakan dan terlalu memikirkan kehidupan mereka. Seolah tidak tega jika melihat anak dan cucu itu terlantar hidupnya, maka diteruskanlah fase sebelumnya, sehingga para berkorupsi demi anak cucu dan bernepotisme menjalin jejaring yang kuat untuk mempertahankan kekayaan dan kehidupannya.

Maka menjadi tidak aneh, ketika kesempatan berkumpul dengan sesama dalam reoni keluarga atau reoni kawan lama yang akan dipertanyakan adalah berapa jumlah anak dan cucunya.

Inilah, keadaan hidup di dunia. Jikalau kita tidak sekedar sadar diri niscaya kita akan terhanyut dalam arus yang makin menjauhkan hidup ini dari subtansinya. Semakin tersibukkanlah kita dengan remeh temeh keduniawian yang tidak ada putusnya, dunia bakagikan candu yang tidak mudah dihentikan.

Hadirin Jama'ah Jum'ah yang Dimuliakan Allah

Maka, begitulah remeh temeh perjalanan hidup di dunia dan betapa sebenatarnya kehidupan ini, sehingga ditamsilkan dalam ayat ini bagaikan umur tumbuhan yang tersiram , tumbuh, berbuah lalu hancur tak berbekas.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur.

Oleh karena itulah sungguh beruntung mereka yang mengerti dan menyadarinya, lalu membenahi langkah dalam kehidupannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 30 Oktober 2017

Shalawat Badar Mengiringi Pentas PAI 2017 di Aceh

Banda Aceh, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pekan Keterampilan dan Seni (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI) VIII tahun 2017 yang diselenggarakan di Banda Aceh, Provinsi Aceh diiringi oleh lantunan shalawat badar. Shalawat yang menjadi ciri khas Nahdliyin ini menggema ketika Pentas PAI dibuka, Senin (9/10) malam di Taman Sulthanah Shafiatuddin.

Shalawat Badar Mengiringi Pentas PAI 2017 di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat Badar Mengiringi Pentas PAI 2017 di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat Badar Mengiringi Pentas PAI 2017 di Aceh

Shalawat Badar dibawakan oleh personil dari perkumpulan yang tergabung dalam Komunitas Ragam Aceh Kreatif. Personil yang melantunkan shalawat badar tersebut berjumlah 5 orang pria. Mereka mengenakan busana hitam dengan corak batik dibalut peci dan kain yang menyelempang di pinggang.

Di Aceh sendiri, melantunkan shalawat badar sebagai bagian dari seremoni menyambut tamu, dalam hal ini Menteri Agama dan para kontingen Pentas PAI 2017. Hadirin yang berjumlah sekitar 2500 orang termasuk warga Aceh yang ingin menyaksikan pembukaan pentas PAI terlihat ikut melantunkan shalawat tersebut.

Selain shalawat badar, penampilan seni dan budaya dalam menyambut tamu juga dengan menyajikan Tari Pameula Jamee. Tarian Peumulia Jamee akan menjadi tari pembuka pada pembukaan yang dibawakan oleh siswa-siswi berasal dari berbagai daerah di Aceh. Pembukaan dipusatkan di lapangan Taman Shulthanah Shafiatuddin Banda Aceh.

Kapala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Saifuddin menerangkan, tarian Peumulia Jamee merupakan tarian sambutan selamat datang kepada para tamu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Tarian menggambarkan masyarakat yang bersahaja dalam menyambut tamu yang datang. Siapa pun yang berkunjung ke Serambi Mekkah, dibuat menjadi bagian dari masyarakatnya,” ujar Saifuddin di sela-sela gladi bersih pembukaan di Taman Shulthanah Shafiatuddin.

Pembukaan kegiatan bertajuk Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan ini semakin meriah ketika 500 penari Rapai melenggang usai Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membuka kegiatan dengan menabuh Rapai Pasai Aceh.

Tari ini memanfaatkan Rapai, alat musik sejenis Rebana yang mengiringi para penari. Setiap penari menabuh satu Rapai. Ada sekitar 500 penari yang bakal membawakan Rapai sehingga ada 500 rapai yang ditabuh. 500 penabuh rapai itu terdiri atas 430 penari rapai geleng dan 70 orang penabuh rapai pasai, rapai geurimpheng, dan rapai uroh.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kementerian Agama, Imam Safei mengungkapkan, penampilan seni dan budaya lokal Aceh sebagai langkah mweujudkan tema besar Pentas PAI, Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan.

“Dengan hal itu, Pentas PAI juga bisa menyosialisasikan Islam rahamtan lil alamin,” ujar Imam Safei. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Aswaja, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 20 Oktober 2017

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap seni dan kebudayaan asli dari Kota Surabaya, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kota Surabaya memberikan Penghargaan Sapta Wikrama kepada seniman Surabaya, Kartolo dan Ida Lailia. Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian pagelaran berbagai seni di Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/5) ini, pukul 18.00 WIB.

?

Ketua Lesbumi PCNU Kota Surabaya M Hasyim Asyari menjelaskan bahwa? kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian NU terhadap kesenian asli Surabaya. Karena, katanya, beberapa kesenian dan kebudayaan tersebut sebagian masih eksis dan hanya segelintir orang dan komunitas yang merawat dan melestarikannya.

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Surabaya Beri Penghargaan Sapta Wikrama kepada Seniman Lokal

?

Menurutnya, selain dalam rangka berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, Lesbumi hadir untuk merawat dan melestarikan tradisi kesenian dan kebudayaan Nusantara khususnya di Surabaya.

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu dalam acara tersebut Lesbumi juga akan menampilkan pagelaran seni modern dan dan kesenian khas daerah. “Pada siang hari akan ada pagelaran musik modern dan malam akan ada kentrung dan kidungan, pencak jidor serta penghargaan untuk seniman ludruk,” katanya dalam siaran pers, Ahad (29/5) malam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

?

Ia menambahkan era digital menjadi tantangan nilai-nilai keluhuran budaya Nusantara. Kondisi ini menjadi tanggung jawab Lesbumi untuk mempertahankan, melestarikan, dan mengolaborasi kesenian.

?

"Kebudayaan tradisional menjadi suguhan yang mempunyai daya tarik bagi seluruh kalangan. Lesbumi diharapkan menggali kembali kesenian dan kebudayaan tradisional, Lesbumi harus menghargai dan mengapresiasi karya seni dan budaya untuk menjadi motivasi generasi muda di masa-masa yang akan datang," tegasnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 18 Oktober 2017

Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon

Jember,  Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Memperingati hari Lingkungan se-Dunia 4 Juli, Forum Silaturrahim Kader Ansor (FOSKA) Kabupaten Jember, bekerjasama dengan PC GP Ansor Kencong dan LSM La Tansa, menggelar aksi tanam 1000 pohon di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Kegiatan yang mengerahkan 250 personel FOSKA dan Ansor Cabang Kencong itu berlangsung dua hari, Jumat dan Sabtu (6-7/7).

Upacara pembukaan kegiatan bertema “Kemah Bhakti Pemuda Penyelamatan Alam dan Lingkungan” tersebut dilaksanakan usai shalat Jumat di lapangan kecamatan Ajung, diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. MWCNU, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, Muspika Ajung, pimpinan Parpol, Ormas dan tokoh masyarakat, hadir dalam upacara.

Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon

Ketua FOSKA Kabupaten Jember, Ahmad Nasikin,  dalam sambutannya melaporkan, peserta kemah bhakti diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama dua kegiatan inti. Yaitu, menanam 1000 pohon dan kerja bhakti membersihkan dan mengecat  20 unit mushalla, danmembersihkan makam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bertindak selaku inspektur upacara dalam ceremonial pembukaan kemah bhakti ini,HM Imam Ghzaly Aro, S.IP, Dewan Pembina FOSKA yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Dalam amanatnya, Imam Ghozaly Aro yang akrab disapa IGA, menegaskan, bahwa kegiatan tanam 1000 pohon yang  dilakukan kader-kader Ansor merupakan bukti nyata kepedulian Gerakan Pemuda Ansor terhadap penyelamatan alam dan lingkungan di Kabupaten jember.

Lebih lanjut IGA menegaskan, bahwa Bupati Jember mencanangkan penanaman 1 juta pohon di Kabupaten Jember. Dan pemerintah telah mencanangkan, bangsa Indonesia secara nasional, menanam 1 milyar pohon setiap tahunnya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Komitemn pemerintah tersebut disampaikan oleh Presiden SBY pada KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009 silam. Indonesia bertekad menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan upaya sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2020,” jelas IGA.

Dijelaskan, bahwa penanaman 1000 pohon di Kecamatan Ajung yang digalakkan oleh FOSKA merupakan gerakan nyata penanaman pohon yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan, mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor, konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbon untuk mencegah dampak perubahan iklim, dan menambah ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak pohon yang ditanam, maka masyarakat akan semakin terlindung dan sejahtera.

“Sedemikian besar manfaat menanam pohon. Karena itu, semua pihak hendaknya ikut berpartisipasi. Kita harus mulai dari diri kita sendiri, kita mulai dari lingkungan kita sendiri. Forum Silaturrahim Kader Ansor atau FOSKA mengajak kita semua agar memulainya dari sekarang,” tegas IGA.

Ketua PC GP Ansor Kencong, Abd Rohim menyatakan, mendukung penuh  Kemah Bhakti  Pemuda Penyelamatan Alam dan Lingkungan tersebut karena sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainur Rofiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 11 Oktober 2017

Kembalikan Makna Takbir yang Hakiki

Oleh Nadirsyah Hosen

Allahu Akbar sekarang menjadi guyonan. Takbir sering diplesetkan jadi take beer. Ucapan Takbir sering dianggap sebagai ciri Islam garis keras, yang sedikit-sedikit teriak Takbir disela orasinya. Bahkan di masyarakat Barat istilah Takbir dikenal akibat para teroris meneriakkannya sebelum menjalankan aksi terornya.

Tiba-tiba kita hidup di jaman dimana ucapan Takbir menjadi begitu disalahmemgerti dan dikelirutafsirkan, baik oleh umat Islam maupun oleh non-Muslim. Dan harus diakui pihak Muslim berkontribusi besar atas kesalahpahaman ini. Takbir menjadi sesuatu yang menakutkan atau malah menjadi bahan plesetan. Mari kita kembalikan makna Takbir yang sesungguhnya.

Kembalikan Makna Takbir yang Hakiki (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembalikan Makna Takbir yang Hakiki (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembalikan Makna Takbir yang Hakiki

Takbir itu adalah membesarkan Allah. Allahu Akbar. Allah Maha Besar. Maha Besar dari apa? dari alam semesta ini, dari segalanya, termasuk dari berbagai problem yang kita hadapi, dari segala ucapan yang menghina, dari segala pembangkangan makhluk.

Saat kita memulai shalat dan mengucapkan Allahu Akbar, maka itulah garis pemutus anrara kita dan dunia. Kita miraj ke hadapan Allah lewat ucapan takbir. Kita tinggalkan semua urusan dunia, tak kita pikirkan urusan hutang piutang, beban berat kerjaan, bahkan jomblo pun tak lagi hirau nasib ngenesnya saat Allahu Akbar diucapkan memulai shalat.

Kita besarkan Allah, kita kecilkan diri kita. Siapa yang bertakbir maka dia tidak akan punya sifat kibir alias takabur. Dia paham sesungguhnya bahwa dirinya tidak berarti apa-apa di depan kemahabesaran Allah. Keangkuhan diri musnah seketika bersama Takbir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Yang terjadi sekarang sebaliknya, ucapan Takbir dipakai untuk membesarkan diri kita, dan mengecilkan pihak lain. Takbir maknanya bergeser seolah menjadi "lihatlah betapa kami mayoritas, kami berkuasa penuh, dan kami bisa bertindak apapun atas kalian".

?

Takbir sekarang lebih ditujukan kepada mereka yang kita anggap sebagai musuh Allah ketimbang kita tujukan untuk muhasabah diri kita sendiri. Alih-alih membesarkan Allah, saat ini ucapan Takbir justru dipakai untuk menakbirkan diri kita sendiri. Naudzubillah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tiba-tiba ucapan Takbir menjadi menakutkan. Dipakai untuk melibas yang berbeda, digunakan untuk membenarkan tindakan apapun termasuk membully atau memfitnah pihak lain. Takbir seolah mewakili kemurkaan Allah, padahal Allah gak ada urusannya dengan kemarahan dan ketersinggungan kalian. Kata Gus Mus, "disangkanya kalau kalian marah, terus Allah yang al-Rahman dan al-Rahim itu juga pasti marah?"

Allah Maha Besar itu tidak menakutkan. Allah Maha Besar itu mengayomi semuanya di dalam kemahabesaranNya. Allah Maha Besar itu memberi hak hidup dan rejeki bahkan kepada mereka yang menentangNya. Allah Maha Besar itu tidak terhina sedikitpun jikalau semua penduduk dunia melecehkanNya. Tidak berkurang kadar keagunganNya sedikitpun kalau tak satupun mau menyembahNya.

Maka sesiapa yang mengucap Takbir, sejatinya dia akan merunduk dan merendahkan diriNya di depan kemahabesaran Allah. Yang mengucapkan Takbir dia akan merangkul semua makhluk ciptaan Allah. Yang ber-takbir akan mengakui bukan kita yang menentukan nasib sesama tapi hanya Allah!

Mari kita kembalikan makna Takbir ke makna yang hakiki, agar ucapan Takbir tidak dianggap simbol kekerasan umat dan menjadi guyonan belaka. Ucapan Takbir harus diletakkan secara proporsional agar kita dan semuanya sama-sama mengerti makna yang sebenarnya.***

Penulis adalah Rais Syuriyah PCINU Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 09 Oktober 2017

Puasa dan Kejujuran

Oleh KH Zakky Mubarak



Salah satu hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan adalah menumbuhkan sikap jujur, rajin menegakkan keadilan dan kebenaran. Ibadah puasa pada dasarnya memerlukan kejujuran dari setiap orang yang melaksanakannya, baik jujur terhadap dirinya atau terhadap orang lain. Tanpa kejujuran tidak mungkin ada ibadah puasa, karena ibadah itu dilakukan dengan keinsyafan dan tidak ada pengawasan dari manusia lain.?

Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Kejujuran

Allah SWT memerintahkan kepada kita agar menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Maidah, 5:8).

Ayat tersebut memerintahkan kepada kita agar: (1) Selalu menegakkan kejujuran serta kebenaran karena Allah semata. Maksudnya kita berlaku jujur dan menegakkan kebenaran itu, tidak mengharapkan pamrih materi atau kemewahan dunia lainnya, tetapi hanya mengharap keridhaan Allah SWT (2) Menjadi saksi yang adil, apabila kita diperlukan untuk memberikan kesaksian, dalam rangka mencari kejelasan suatu perkara hendaknya bersedia menjadi saksi yang adil. Kita harus selalu terpanggil untuk ikut andil dalam melahirkan keputusan-keputusan yang benar dan jujur. (3) Jangan¬lah kebencian terhadap suatu kaum, mendorong kita untuk berbuat tidak adil. Menetapkan suatu hukum harus selalu berdasarkan keadilan, baik terhadap orang yang dicintai ataupun yang dibenci.

Yang dimaksud dengan jujur pada kajian ini adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta ataupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat dijuluki dengan sebutan “al-Amin” artinya orang yang terper¬caya, jujur dan setia. Dinamai demikian karena segala sesua¬tu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan dan rongrongan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Sifat jujur dan terper¬caya merupakan sesuatu yang sangat dipentingkan dalam segala kehidupan, seperti dalam kehidupan rumah tangga, perniagaan, perusahaan, hidup bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Dalam kehidupan rumah tangga, kejujuran harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga itu, demi ketentraman dan kebaha¬giaan yang sama-sama didambakan. Sekiranya tidak ada kejujuran dalam kehidupan suatu keluarga, maka tatanan keluarga itu menjadi porak-poranda. Bayangkan, sekiranya anggota keluarga saling tidak jujur, suami terhadap istri demikian pula sebaliknya, anak terhadap orangtua, demikian juga orang tua terhadap anak, pasti rumah tangga itu akan menjadi berantakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dunia perdagangan dan perniagaan juga memerlukan kejujuran, dengan kejujuran perniagaan itu akan memperoleh kemajuan yang tinggi, karena tidak ada orang yang dirugikan. Penjual ataupun pembeli sama-sama memperoleh keuntungan yang bermanfaat bagi kelompoknya masing-masing. Perdagangan yang tidak disertai dengan kejujuran, pasti akan menimbulkan penipuan-penipuan, dengan jalan memalsu barang, mengurangi takaran, yang kesemuanya itu akan mengakibatkan kerugian dan perdagangannya akan bangkrut.

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga memerlukan kejujuran semua pihak, jika tidak ada kejujuran nis¬caya akan menimbulkan kegoncangan dan kekacauan di tengah-tengah kehidupan dari masyarakat atau bangsa tersebut. Di antara faktor yang menyebabkan Rasulullah Muhammad SAW berhasil dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifatnya dan akhlaknya yang terpuji. Salah satu sifatnya yang menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayatnya, sehingga beliau mendapat gelar “al-Amin” (orang yang terpercaya atau orang yang jujur).

Dalam mempertahankan dan menegakkan keadilan haruslah dilakukan sejujur mungkin dan seobyektif mungkin, kepada siapa saja dengan tidak memandang bulu. Kita harus bersikap adil meski¬pun terhadap orang-orang yang tidak kita sukai, keadilan harus ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak boleh melaku¬kan diskriminasi. Mengenai hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak(mu) dan kaum kerabat(mu). Jika ia (yang terdakwa) kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan memberi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Nisa, 4:135).

Ibadah puasa yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah akan membentuk para pelakunya menjadi orang-orang yang bersikap adil, menegakkan kebenaran dan berlaku jujur dalam segala aspek kehidupannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 26 September 2017

Protes Rakyat Guncang Rezim di Tunisia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan ribu warga Tunisia, Jumat lalu, meratapi kematian politisi oposisi sekuler Chokri Belaid dan menuntut lengsernya pemerintah Islamis yang didukung AS itu.

Protes Rakyat Guncang Rezim di Tunisia (Sumber Gambar : Nu Online)
Protes Rakyat Guncang Rezim di Tunisia (Sumber Gambar : Nu Online)

Protes Rakyat Guncang Rezim di Tunisia

Pemogokan seharian penuh yang diorganisir oleh Serikat Pekerja Umum Tunisia (UGTT) itu telah menutup pabrik, bank, perkantoran, sekolah dan toko-toko di ibukota dan kota-kota lainnya. Tunis Air, perusahaan penerbangan milik negara, membatalkan semua jadwal penerbangannya. Tapi layanan bus teta berjalan.

Ini adalah pemogokan bersama pertama kalinya di Tunisia sejak 35 tahun terakhir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Belaid, 48 tahun, seorang anggota terkemuka dari Gerakan Patriots Demokratik beraliran kiri-liberal, salah satu dari 12 partai yang membentuk koalisi Front Rakyat, ditembak dan tewas hari Rabu, 6 Febuari, ketika ia meninggalkan rumahnya di distrik Jebel al-Jaloud dan menuju tempat kerjanya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dia ditembak mati oleh seorang pembunuh yang melarikan diri mengendarai sepeda motor.

Tak ada yang diuntungkan dari pembunuhan ini. Namun janda Belaid menuduh pemerintah Partai Ennahda berkolusi dengan kaum sayap kanan Salafis untuk membunuh suaminya.

Selama ini Belaid adalah pengkritik tajam Ennahda, turunan dari organisasi Ikhwanul Muslimin. Partai Islamis ini dikritik karena dianggap mencuri revolusi. Mereka telah membiarkan kaum Salafis menyerang bioskop, teater, bar dan kelompok sekuler dalam beberapa bulan terakhir. Belaid pun tahu ia menjadi target ancaman pembunuhan berulang kali, dan telah meminta perlindungan kepolisian.

Lebih dari 50 ribu orang berkumpul di dekat rumah Belaid, Jumat lalu, dan berbaris ke pemakaman Jallaz, tempat Belaid dimakamkan. Slogan-slogan revolusioner dan antipemerintah diteriakkan. “Rakyat ingin revolusi baru” dan “Rakyat ingin rezim ini mundur,” teriak mereka.

Tak ketinggalan para pelayat juga membentangkan poster “Roti, Kebebasan dan Keadilan sosial," yang menyerupai slogan utama revolusi 2011 lalu. Di pemakaman, demonstran menyebut Rachid Ghannouchi, seorang pemimpin Ennahda, sebagai “pembunuh.” Demontrasi ini juga mendorong sentimen anti-Islam 

Yang menakutkan, seorang pejabat Ennahda segera muncul di televisi Al Jazeera dan menyalahkan kekerasan itu sebagai produk “tangan asing” dan menyatakan bahwa “ada aparat intelijen asing yang beroperasi di Tunisia.”

Dua helikopter meraung-raung di angkasa. Pemerintah mengerahkan tentara, bukan polisi keamanan yang seringkali dibenci, untuk membendung pawai besar. Namun, polisi menembakkan gas air mata pada pengunjuk rasa di pinggiran pawai dan terhadap demonstran yang berbaris menuju Kantor Kementerian Dalam Negeri. Seorang juru bicara kementerian mengatakan polisi menangkap 150 demonstran di Tunis.

Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa antipemerintah di kota Gafsa bagian selatan, pusat industri pertambangan penting Potas di kabupaten itu dan terhadap kubu pendukung Belaid. Di Sousse, pengunjuk rasa menuntut pengunduran diri gubernur provinsi tersebut.

Sekitar 10 ribu demonstran berbaris di Sidi Bouzid, kota selatan yang dikenal sebagai tempat kelahiran revolusi Tunisia. Di sanalah, pada Desember 2010, Mohamed Bouazizi membakar dirinya sebagai protes atas penyitaan gerobak sayurnya oleh polisi. Kematian Bouazizi ini memicu ledakan protes massal dan pemogokan oleh Serikat Pekerja (UGTT) yang pro-rezim dan menyebabkan diktator Zine al-Abidine Ben Ali  yang didukung AS melarikan diri pada bulan berikutnya.

Hanya seminggu kemudian, sebuah revolusi pecah di Mesir, yang menyebabkan jatuhnya Hosni Mubarak yang didukung AS dan Israel. Letusan protes saat ini di Tunisia, yang paling gegap gempita sejak peristiwa akhir 2010 dan awal 2011 lalu, terjadi hanya beberapa hari menjelang tahun kedua jatuhnya Mubarak.

Pembunuhan Belaid membuat negara itu terkaget-kaget. Peristiwa itu pun jadi pemicu ledakan kemarahan sosial yang terpendam lama setelah Partai Ennahda berkuasa. Sumber kemarahan itu tidak hanya tindakan represi pihak kepolisian dan kekerasan yang dilancarkan kaum Salafis terhadap lawan-lawannya. Lebih dari itu, kekerasan berasal dari pengangguran massal dan kemiskinan yang melilit rakyat dan akhirnya memicu perlawanan kelas pekerja dulu yang menggulingkan Ben Ali lebih dari dua tahun yang lalu.

Pertaruangan Politik

Sebagaimana diketahui pemerintahan Tunisia dibentuk oleh koalisi besar yang dipimpin oleh Partai Islam Ennahda untuk membentuk pemerintah mayoritas. Koalisi tersebut terdiri dari Ennahda, Kongres untuk Republik (CPR) dan Partai Ettakol. Ennahda menempatkan sekjen partai, Hamadi Jebali sebagai perdana menteri, sementara itu CPR yang merupakan pemenang pemilu kedua setelah Ennahda mendudukkan Moncef Marzouki sebagai Presiden Tunisia.

Rezim Islam di Tunisia, seperti rezim Mursi Ikhwanul Muslimin di Mesir, adalah sebuah rezim borjuis yang didukung oleh Washington. Pemerintah Ennahda mendukung perang yang dilancarkan AS-NATO untuk perubahan rezim di Libya. Saat ini negosiasi persyaratan pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) tengah berlangsung, yang mencakup langkah-langkah penghematan yang akan menyasar nasib para pekerja Tunisia.

Beberapa jam setelah berita pembunuhan Belaid, Rabu lalu, sebuah barikade terjun di Tunis dan massa menyerang kantor Ennahda di 12 kota. Pada Kamis, Perdana Menteri Hamadi Jebali, Sekretaris Jenderal Ennahda, mengumumkan di televisi nasional bahwa ia akan membubarkan pemerintahannya dan menggantinya dengan para teknokrat yang dianggap independen, yang akan memerintah sampai pemilu yang dijadwalkan Juni mendatang.

Pengumuman yang dimaksudkan untuk menenangkan kemarahan rakyat di atas, justeru menjadi pemicu. Ratusan pemuda menyerbu kantor polisi di pusat kota Tunis, melemparkan barang-barang furnitur dan aneka peralatan seadanya ke jalanan. Polisi menanggapinya dengan menembakkan gas air mata.

Di Gafsa, ratusan demonstran bersenjata batu dihadapi oleh polisi anti huru hara yang menembakkan gas air mata. Tentara juga dikerahkan untuk mengendalikan protes massa di Sidi Bouzid.

Krisis rezim Tunisia diperparah pada hari Kamis malam ketika usulan Perdana Menteri Jebali untuk memilih sendiri pejabat pemerintah teknokratis dan “non-partisan” ditolak oleh partainya sendiri. Partai Ennahda mengeluarkan pernyataan bahwa Tunisia membutuhkan suatu “politik pemerintah” berdasarkan hasil pemilihan umum 2011 Oktober.

Pada hari yang sama, empat kelompok oposisi: blok Front Rakyat dimana Belaid menjadi anggota, Partai An-Nidaa, Partai Al-Massar dan Partai Republik, mengumumkan bahwa mereka menarik diri dari majelis konstituante nasional dan menyerukan pemogokan umum. Namun Serikat Pekerja Umum Tunisia (UGTT), karena takut protes massal akan meningkat menjadi pergolakan baru yang lebih revolusioner, segera mendahului dengan mengumumkan pemogokan umum seharian penuh pada hari Jumat sebagai upaya untuk membendung gerakan tersebut.

Blok Front Rakyat dipimpin oleh Partai Pekerja Maois, dan diketuai oleh Hamma Hammami. Hammami dan partainya telah lama difungsikan untuk menghadang setiap gerakan politik independen dari kelas pekerja dan menjaga agar pekerja Tunisia terikat dengan faksi liberal dan sekuler dari kelas borjuasi. Mereka memainkan peran yang sama dalam krisis saat ini.

Salah satu dari empat kelompok oposisi borjuis dimana Front Rakyat bersekutu, yakni Partai Nidaa dipimpin oleh Beji Caid Essebsi, 86 tahun, adalah seorang pejabat lama di bawah rezim diktator Habib Bourguiba dan Ben Ali.

Pada hari Jumat, Perdana Menteri Jebali yang moderat mengulangi seruannya untuk mendirikan pemerintahan baru dalam bentuk yang agak berubah. Dia mengatakan tidak memerlukan persetujuan dari majelis konstituante dan dirinya yakin akan mendapat dukungan dari partainya karena ia tidak membubarkan pemerintah, tetapi hanya mengganti semua anggotanya. Tapi jika rencananya ini diblokir oleh partainya sendiri, ia mengindikasikan akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri.

Namun pada Ahad lalu (10/2), Partai Republik (CPR) yang sekuler dimana Presiden Tunisia Moncef Marzouki berasal, telah menarik tiga menterinya karena tuntutan reshuffle cabinet pemerintah Islamis itu tidak dipenuhi. 

“Kami sudah bicara minggu lalu jika menteri luar negeri dan menteri keadilan tidak diganti, kami akan menarik diri dari pemerintah,” katanya. Rencana perombakan kabinet yang hendak diisi kaum teknokrat oleh PM Jebali telah memperdalam krisis politik Tunisia.

 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Mh Nurul Huda

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, IMNU, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 22 Agustus 2017

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Jepara, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ada yang menarik dari strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016-2017 MTs Nurul Islam Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika biasanya madrasah atau sekolah lain lebih menonjolkan program unggulan penguasaan bahasa asing atau keterampilan untuk bekal bekerja tetapi MTs yang kerap disebut Nuris ini membuka program unggulan kitab kuning.

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Program unggulan baca kitab kuning dengan metode Ibtidai ini tidak tiba-tiba dibuka tahun ini. Tetapi separo semester kemarin sudah mengujicobanya.

Hasil pasca ujicoba nyatanya berhasil. kurang lebih 60% siswa dari kelas 7-9 yang mempelajari kitab Tijanuddurari sudah mampu membaca kitab tanpa makna gandul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sehingga minat siswa yang cukup tinggi terhadap metode ini juga berdampak positif bagi MTs khususnya sebagai ciri khas dan unggulan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ditanya kenapa harus program unggulannya kitab kuning, Abdul Rohman, Waka Kesiswaan MTs Nuris menjawab karena ingin mengembalikan image masyarakat seperti tempo dulu.

“Dulu era KH Mudhoffar Fatkhurrohman yang termasuk salah satu pendidikan Yayasan Nurul Islam waktu beliau masih aktif mengajar, Nuris dikenal dengan kitab kuningnya khususnya kitab fiqih dan kitab amaliyah NU,” katanya saat dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Sabtu (11/06).

Dari ciri khas zaman dulu itulah yang menyebabkan tenaga pendidik yang dimiliki Nuris menjadi guru/ kiai di tengah-tengah masyarakat seperti K. Muzaekhan, K. Muh. Nidhom serta Ahmad Jamaluddin.

Dipilihnya metode Ibtidai karena metode cepat penguasaan kitab kuning itu adalah embrio apa yang telah diajarkan kiai Mudhoffar. Sehingga metode tersebut tetap terus dipelajari dan dijaga agar tidak hilang. “Serta sebagai amal beliau meninggalkan ilmu yang manfaat,” imbuh lelaki yang sudah mengajar di MTs Nuris lebih dari sepuluh tahunan ini.

Embrio dari metode tersebut kemudian disempurnakan menjadi metode Ibtidai karya K. Mujahidin Rahman yang juga alumni MTs Nuris. Rencananya program unggulan ini setiap pekan akan diajarkan kepada anak 2 jam pelajaran (2 x 45 menit).

Untuk kelas 7 menggunakan kitab Tijanuddurari diajar Abdul Rohman, kelas 8 kitab Safinatunnajah diajar Ahmad Jamaluddin dan kelas 9 kitab Ta’lim Mutaallim diajar K. Moh Nidhom.

Diberlakukannya program ini lanjutnya mewakili Kepala Madrasah Ali Asyhari agar siswa mencintai, memahami dan mengamalkan isi kitab kuning yang dipelajari yang merupakan peninggalan para ulama sholih sehingga berpikiran yang luas dan mengamalkan ajaran Aswaja.

Dengan program tersebut harap putra K. Muh. Suhaimi ini kitab kuning bukan menjadi sesuatu yang sulit dan menakutkan untuk anak-anak yang tidak mondok di pesantren. Apalagi jargon metode ibtidai itu mudah, ringan, tanpa beban hafalan.

“Semoga dengan metode baca kitab ini Nuris berjaya kembali,” harap Abdul Rohman. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Kajian Sunnah, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 09 Agustus 2017

Menyampaikan Aspirasi dengan Damai

Jakarta diguncang unjuk rasa besar-besaran pada Jumat 4 November 2016. Ini merupakan unjuk rasa jilid kedua. Sebelumnya, aksi serupa telah dilakukan dengan damai. Unjuk rasa bertema Aksi Membela Islam tersebut menuntut penanganan dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Unjuk rasa karena ketidakpuasan publik terhadap penanganan hukum terhadap kasus Ahok atas pernyataannya tentang Surat Al Maidah 51.?

Unjuk rasa atau demonstrasi merupakan hak dari warga negara untuk menyampaikan pendapat. Namun berkumpulnya orang dalam jumlah banyak di satu tempat, rawan menimbulkan situasi yang tidak terkendali. Apalagi jika ada pihak-pihak tertentu yang ingin menumpang aksi tersebut untuk kepentingannya sendiri atau kelompok tertentu, seperti agenda pendirian negara khilafah.?

Menyampaikan Aspirasi dengan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyampaikan Aspirasi dengan Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyampaikan Aspirasi dengan Damai

Karena itulah PBNU menyerukan seluruh perangkat organisasinya untuk tidak ikut dalam aksi tersebut. Ada banyak cara untuk menyampaikan aspirasi. Para tokoh NU juga memahami keresahan masyarakat tentang kasus tersebut. Dalam hal ini Rais Aam KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj bersama sejumlah jajaran NU lainnya sudah bertemu dengan Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan tuntutan publik terkait penanganan kasus tersebut. Bagi NU, permintaan maaf yang sudah disampaikan Ahok harus diterima, tetapi tuntutan hukum, biarlah peradilan yang berbicara. ?

Sebagai negara hukum, maka dugaan penistaan agama tersebut harus diproses dengan baik tanpa intervensi siapa pun. Publik merasa kasus ini baru dikebut prosesnya menjelang pelaksanaan aksi 4 November ini. Biarlah para ahli hukum menilai apakah yang dilakukan Ahok benar atau sebaliknya. Di kalangan umat Islam sendiri juga masih banyak tafsir atas pernyataan yang disampaikan Ahok tersebut, ada yang menganggap menistakan Islam, ada yang sekadar menyinggung, tetapi ada yang menganggapnya biasa saja. Karena itu, dari proses hukum dan hasilnya juga harus dihormati. Jika Ahok dinyatakan bersalah, maka harus dihormati, tetapi jika diputuskan tidak bersalah, juga harus dihormati. ?

Demonstrasi kali ini mengandung banyak nuansa, apalagi menjelang pelaksanaan pilkada 2017. Tak dapat dipungkiri bahwa kepentingan politik berupa adanya pertarungan di antara para calon gubernur DKI Jakarta juga menjadi bagian dari aksi ini. Banyak yang berkepentingan agar Ahok, petahana yang masih populer ini dan kemudian diusung lagi oleh beberapa partai politik untuk maju lagi ini memiliki peluang untuk memenangkan pemilu. Berbagai cara digunakan untuk menurunkan popularitasnya.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aparat keamanan, dalam hal ini harus mampu memastikan keamanan warga dari kemungkinan-kemungkinan buruk yang mungkin terjadi. Yang berdemo silahkan berdemo, tetapi aktivitas masyarakat lainnya juga harus berjalan dengan lancar. Masing-masing memiliki kepentingan yang harus dihormati. Mereka yang beraktivitas untuk mencari nafkah bagi keluarga di rumah juga menjalankan ajaran agama sehingga kegiatan mereka tidak boleh terganggu para pendemo.

Pada akhirnya, semua harus dibuktikan Jumat ini, apakah umat Islam juga mampu berperilaku baik dalam menyampaikan aspirasinya. Jangan sampai kita menuntut dihapuskannya keburukan, tetapi upaya yang dilakukan menggunakan cara-cara yang juga buruk. Umat Islam Indonesia dikenal menunjung tinggi kedamaian ini harus mampu menunjukkan bahwa sikap tersebut terus dipegang, dalam kondisi apa pun, termasuk saat meminta keadilan. (Mukafi Niam)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Pendidikan, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock