Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pesantren. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nadlatul Ulama (JQHNU) menggelar seminar nasional bertajuk “Kontroversi Tilawah Langgam Nusantara”, Selasa (16/6) petang, di aula PBNU, Jakarta. Salah satu narasumber hadir dari Universitas Internasional al-Mustafa, Qum, Iran.

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Ketua Umum PP JQHNU KH Abdul Muhaimin Zain mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat, menyusul polemik tentang kebolehan melantunkan al-Qur’an dengan langgam Jawa sebagaimana terjadi pada peringatan Isra’ dan Mi’raj pertengahan Mei lalu di Istana Negara, Jakarta. Pihaknya sengaja mengundang pakar qira’ah asal Iran lantaran langgam qira’ah yang lazim dibaca para qari’ mayoritas berasal dari Persia atau Iran.

Sayyid Ali Rabbani, ulama Iran itu, di hadapan forum yang terdiri para mahasiswa, dosen, dan para pegiat al-Qur’an, mengatakan kontroversi ini juga pernah terjadi di negaranya, Iran. Pembacaan al-Qur’an dengan lagu bersyair mendapat simpati dari sebagian kecil ulama, meski ditolak oleh kebanyakan ulama qira’ah di sana.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Soal tilawah di luar langgam Arab, katanya, secara akal bahasa Arab atau bahasa Inggris seyogianya diekspresikan menurut bahasa Arab atau Inggris. Namun ia menggarisbawahi bahwa seorang qari sebaiknya tidak terlalu fokus pada lagu, melainkan perenungan makna dan sampainya pesan al-Qur’an kepada para pendengar.

Ali Rabbani mengisi seminar bersama Kepala Lajnah Pentashih al-Qur’an Kemenag Muchlis M Hanafi, Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peserta yang berpartisipasi antara lain dari qari internasional Ustadzah Maria Ulfa, serta akademisi dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran "Al-Hikam" Depok.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut hasil penelitiannya dari berbagai kitab klasik, Muchlis berpendapat bahwa tidak ada contoh valid pada zaman Rasulullah tentang lagu tertentu yang harus digunakan saat membaca al-Qur’an. Dengan demikian, ia meyakini langgam (nagham) datang atas kreasi umat Islam setelahnya atau bersifat ijtihadi.

Sebagaimana Muchlis, KH Ahsin Sakho setuju dengan adanya kebebasan dalam memilih lagu selama tidak menyalahi tajwid, makharijul huruf, dan kekhidmatan dalam pembacaan al-Qur’an. Baginya ini masalah sekunder karena menyangkut budaya manusia yang beragam. Yang primer dan masuk kategori ibadah adalah pembacaan al-Qur’an sesuai kaidah dan makna.

“Jadi menurut saya sah-sah saja (menggunakan langgam Nusantara), sejauh tidak ada mawani’ (penghalang) yang menyebabkan ia makruh atau haram,” ujarnya usai menayangkan video pembacaan al-Quran dari Afrika dan Saudi Arabia yang berbeda dari tujuh lagu yang lazim dibaca, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah, dan Sikah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Raja Saudi Arabia mengingatkan bahwa negaranya akan menyerang dengan "tangan besi" terhadap orang-orang yang memangsa kerapuhan generasi muda untuk masuk ke ekstrimis agama, sehari setelah pengebom bunuh diri menghantam tiga kota dalam serangan yang tampaknya seperti kampanye yang terkoordinasi.

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi (Sumber Gambar : Nu Online)
Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi (Sumber Gambar : Nu Online)

Saudi Akan Hadapi Ekstremis dengan Pendekatan Tangan Besi

Dalam sebuah pidato menandai Idul Fitri, Raja Salman mengatakan tantangan besar yang dihadapi Arab Saudi adalah menjaga harapan bagi para pemuda yang menghadapi risiko radikalisasi.

"Kami akan menyerang dengan tangan besi pada mereka yang menarget akal dan pikiran... generasi muda kami yang kami cintai," kata Salman (80).

Empat petugas keamanan tewas pada serangan hari Senin yang menarget Konsulat Amerika Serikat, para muslim Syiah dan pusat keamanan di masjid di Kota Suci Madinah. Semua serangan tampak sudah diatur waktunya sehingga bertepatan mendekati hari raya Idul Fitri.

Kepala bagian Hak Azasi Manusia PBB menyampaikan pada Selasa, mendeskripsikan bom di luar masjid Nabi Muhamad di Madinah sebagai "sebuah serangan terhadap Islam itu sendiri" dan banyak umat Muslim yang kaget situs tersuci kedua mereka menjadi sasaran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Belum ada satu grup pun yang mengaku bertanggung jawab namun militan ISIS telah melancarkan aksi bom yang mirip di sekutu AS, negara-negara kerajaan Sunni tahun lalu, menyasar kaum minoritas Syiah dan pasukan keamanan Saudi.

Zeid Raad al-Hussein, Komisaris Tinggi Hak Azasi Manusia PBB dan anggota keluarga kerajaan Jordan, menyampaikan pidatonya melalui juru bicara di Jenewa.

"Ini adalah salah satu dari situs tersuci Islam, serangan seperti itu yang terjadi pada saat Ramadhan, bisa dianggap sebagai serangan langsung terhadap Muslim di seluruh dunia," katanya. "Ini adalah serangan terhadap agama itu sendiri," katanya dilaporkan Reuters. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kiai, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pesantren, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo memperingati Harlah ke-93 NU dan Harlah ke-82 Gerakan Pemuda Ansor di Alun-alun Kota Kraksaan, Senin (25/4) malam. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Pengurus Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Kraksaan masa khidmat 2016-2020.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdurrahman Navis, Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin, Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i dan sejumlah pengurus lembaga dan badan otonom.

Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Setelah Dikukuhkan, Inilah Tugas Besar LDNU Kota Kraksaan

Kegiatan yang diawali dengan pembacaan istighotsah bersama dipimpin KH Sya’dullah Asy’ari, dan pembacaan sholawat Nabi Muhammad SAW ini diikuti oleh ratusan Nahdliyin.

Katib Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan mengharapkan agar NU mampu menjadi pelopor dalam menghidupkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) di bumi tercinta Indonesia. “Semoga pengukuhan PC LDNU Kota Kraksaan ini bisa menjalankan tugas sebagaimana mestinya,” katanya.

Sementara Mustasyar PCNU Kota Kraksaan H. Hasan Aminuddin mengungkapkan pergeseran zaman yang dihadapi orang tua hingga hari ini berbeda. Dimana ancaman dan tantangan hari ini cukup beragam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“LDNU harus bisa memberikan dakwah mensyiarkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah di kalangan anak muda. Sebab anak muda saat ini sudah bergeser nilai ketaqwaannya kepada Allah,” ujarnya.

Menurut Hasan, saat ini pengurus LDNU diajak untuk menjadi pengasuh pesantren rakyat yang cukup beragam santrinya. Berbeda saat menjadi pengasuh di lingkungan pesantrennya sendiri.

“Kepada warga NU saya mengharapkan doa dan dukungannya agar pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Probolinggo diridhoi berkat doa para alim ulama,” jelasnya.

Sedangkan Wakil Ketua PWNU Jawa Timur KH Abdurrahman Navis mengatakan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui dakwah yang dilakukan oleh para Wali Songo sesuai dengan Al-Qur’an, Hadits, Ijma’ dan Qiyaz. Dimana dakwah yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan masyarakat Indonesia.

“LDNU harus menguasai ilmu pengetahuan. Sebab berdasarkan survei, semakin ke bawah usianya maka semakin banyak yang tidak mengenal NU. Oleh karena itu, LDNU harus melakukan pendekatan kepada generasi muda. Sebab LDNU mempunyai tugas untuk meneguhkan aqidah Ahlussunnah wal jamaah,” katanya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 21 Januari 2018

Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi...

Bogor, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Beberapa kelompok kerap kali mempersoalkan praktik atau amaliyah kegamaan yang berkembang di tengah masyarakat sebagai bagian dari bid’ah yang harus dihapus. Hal ini karena tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah.

Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi... (Sumber Gambar : Nu Online)
Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi... (Sumber Gambar : Nu Online)

Bid’ah Dipertentangkan Bukan karena Barunya, Tetapi...

Namun, menurut Ketua PCNU Jember, Jawa Timur KH Abdullah Syamsul Arifin, bid’ah atau sesuatu yang baru yang tidak ada di zaman Rasulullah patut dipersoalkan bukan karena barunya, melainkan jika sesuatu yang baru itu bertentangan dengan syariat.

“Bid’ah dipertentangkan bukan karena barunya, tetapi jika sesuatu yang baru itu bertentangan dengan syariat. Jadi, jika sesuatu yang baru itu baik, maka tidak ada persoalan,” ujar kiai yang kerap dipanggil Gus Aab dalam Rapimnas Muslimat NU, Ahad (26/3) di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Menurutnya, Imam Syafi’i sendiri mengatakan bahwa sesuatu yang mempunyai cantolan pada syariat tidak boleh dikatakan bahwa hal itu bid’ah hanya karena tidak ada atau tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah.?

Kiai yang pernah aktif menjadi Dewan Pakar Aswaja Center PWNU Jawa Timur ini menjelaskan, apa yang tidak dilakukan oleh Nabi SAW, tak boleh disimpulkan bahwa hal itu tidak boleh dilakukan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dakwah untuk menyampaikan syariat sangat terbatas saat itu, baik di fase Mekkah maupun Madinah. Maka tidak semuanya sempat dipraktikkan oleh Rasulullah. Jadi, sesuatu yang belum atau tidak sempat dikerjakan oleh Rasulullah bukan berarti tidak boleh dilakukan,” papar Gus Aab.

Ia menerangkan tentang sunnah hamiyyah atau hadits hammi. Sunnah ini menjelaskan, sesuatu yang telah direncanakan oleh Rasulullah tetapi belum terlaksana hingga Rasulullah wafat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Aab mengungkapkan, Rasulullah memang tidak mengerjakan hal-hal baru yang saat ini dikerjakan umatnya, tetapi mengerjakannnya dalam bentuk lain. Menurutnya, perayaan maulid, istighostah, tahlil, ziarah kubur, dan lain-lain adalah tradisi (‘adah) yang tidak bertentangan dengan syariat.

“Bahkan bisa begeser mendatangkan pahala jika diisi dengan amal ibadah. Contoh menghadirkan kembali Rasulullah ke tengah-tengah kita. Itu ada dalam perayaan Maulid Nabi,” urainya.

Ia berpandangan, dalam Al-Qur’an saja, Allah menceritakan kepada Muhammad SAW riwayat para Nabi terdahulu, maka manusia sebagai umatnya juga harus menghadirkan cerita-cerita Rasulullah.

Ia menjelaskan, Maulid merupakan ekspresi kegembiraan umat Rasulullah. Manusia dianjurkan untuk bergembira dengan kelahiran Rasulullah.?

“Rasulullah saat ditanya, kenapa berpuasa pada hari Senin, Ia menjawab, hari itu saya dilahirkan dan menerima wahyu. Jadi, puasa hari Senin itu satu bentuk ekspresi kegembiraan, bukan puasanya tetapi rasa gembiranya itu, boleh dengan perayaan dan ekspresi kegembiraan lainnya asal sesuai syariat,” tegas Gus Aab. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Di dunia kesusastraan Indonesia, nama Ahmad tohari Tidak asing lagi. Nama Tohari membumbung tinggi berkat karyanya berjudul Ronggeng Dukuh Paruk. Mengetengahkan tema kemanusiaan di tengah dan setelah prahara politik 1965-1965, Ronggeng Dukuh Paruk dinilai orisinil, berani, dan tepat.

Lebih dari itu, Ahmad Tohari mendapat pujian sebagai orang yang membuka pintu kebudayaan, karena dia telah membuka ruang gelap, menyentuh tema sensitif, menyuarakan yang diam, dan memecahkan kebekuan.

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari Pidato Kebudayaan di PBNU

Selain mengetengahkan kemanusiaan dari perspektif politik, Ahmad Tohari juga mengangkat kemanusiaan dalam prosa-prosa dari segi ekonomi. Ia mengisahkan dengan detil kemiskinan di kampung-kampung yang mengkuruskeringkan tubuh anak manusia, merusak alam, mematikan tradisinya, menjegal cita-citanya. Sebaliknya, Tohari juga menunjukkan kebengisan lintah darat, ketengikan penguasa, hingga ketulian para punggawa agama.

Tak berhenti dengan menulis, dalam persoalan ekonomi, Ahmad Tohari mewujudkan pembelaannya pada kaum papa dengan menegakkan lembaga-lembaga keuangan, dengan harapan mampu memutus mata rantai ketidakadilan hubungan antara lintah darat dengan kaum lemah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sampai di sini, Ahmad Tohari dapat disejajarkan dengan raja cerita pendek bernama Anton Chekov yang tidak cuma menulis di atas meja, tapi turun tangan meringankan rakyat yang sengsara. Chekov mengumpulkan dana bagi pembangunan sanatarium guru dan pelajar. Sebagai dokter, Chekov juga bekerja secara sukarela mengobati rakyat menderita karena penyakit. Dengan kemampuan dan kondisi yang berbeda Ahmad Tohari telah melakukan hal yang sama dengan Anton Chekov.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam banyak kesempatan, Tohari memang sering mengemukakan bahwa karya-karya sastra didedikasikan untuk mengangkat manusia-manusia yang disepelekan, untuk menegakkan nilai-nilai yang dihancurkan, untuk mengabarkan peristiwa-peristiwa yang telah dimanipulasi.

Dengan tegas Ahmad Tohari yang pada bulan Juni nanti berumur 65 tahun itu menyatakan,”Saya memang membela dengan sastra.”

Dengan latar seperti itulah, Nahdlatul Ulama mengundang Ahmad Tohari untuk menyampaikan gagasannya tentang sastra dalam acara pidato kebudayaan bertempat di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Jumat (28 Maret 2014) pukul 19.00-22.00. Pidato kebudayaan yang diselenggarakan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham ini merupakan yang ketiga kalinya, setelah sebelumnya D. Zawawi Imron (Maret 2012) dan M. Jadul Maula (Maret 2013).

Secara khusus, tema “Membela dengan Sastra” diharapkan membuat sastra Indonesia lebih berwibawa dan bermakna. Secara umum, NU sebagai penyelenggara, dapat terisi. Dan Indonesia, sebagai bumi yang dipijak, makin kokoh. (TIM Redaksi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Pondok Pesantren, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 10 Januari 2018

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Khartoum, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Sudan menyambut kehadiran mahasiswa baru dari Indonesia yang telah lulus seleksi beasiswa dari Kementerian Pendidikan tinggi Sudan, Senin (5/11) di kantor PCINU Khartoum.

Mahasiswa baru dijadwalkan datang pada hari Senin pukul 13:10 WS. PCNU Khartoum Sudan secara langsung mengadakan acara ta’aruf sebagai penyambutan calon ulama NU masa depan, yang dikoordinatori oleh ketua panitia penyambutan, Miftahul Anwar.



PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Sudan Sambut Kehadiran Mahasiswa Baru

Sudan yang merupakan Negara yang dikenal sangat panas, namun tidak membuat para mahasiswa baru patah semangat untuk menimba ilmu. Bagitulah salah satu komentar mahasiswa baru ketika dimintai komentarnya saat keluar dari Bandara Internasional Khartoum Sudan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara penyambutan yang begitu meriah, diiringi dengan cuaca Sudan yang sangat mendukung, dingin disertai angin sepoi-sepoi, disambut musik seni hadrah JSQ PCINU Sudan dengan lantunan sholawat Thola’al Badru ‘alaina, yang dihadiri oleh Pensosbud KBRI Sudan, seluruh warga NU Sudan dan Muslimat NU Sudan.?

Pensosbud KBRI Sudan H. Muhammad Safri dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada mahasiswa baru di negeri Sudan, semoga kalian semua betah dan dapat menuntut ilmu di Sudan dengan baik, dapat bermanfaat untuk Bangsa Indonesia ketika pulang ke Indonesia nanti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumlah mahasiswa baru PCINU Sudan pada tahun ini sangat banyak, sehingga jumlah total mahasiswa Sudan saat ini mencapai kurang lebih 300 an orang. “Insya Allah Sudan semakin lama, akan banyak diminati oleh Warga Indonesia untuk mencari ilmu,” ujar Safri yang disambut dengan tepuk tangan para hadirin.?

Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Rais Syuriyah PCINU Sudan H Mirwan Ahkmad Taufiq. Ia berpesan kepada mahasiswa baru untuk meneguhkan niat yang tekad dalam menggali ilmu di Sudan. Dikatakannya, selama perjalanan di Sudan akan banyak tantangan, udara yang panas sekali, dingin sekali, jauh dari keluarga atau kekasih.?

Menurutnya, PCINU Sudan adalah cabang istimewa perwakilan organisasi NU, didirikan sebagai wadah organisasi warga NU yang berdomisili di Sudan. “Supaya ketika kita pulang, kita dapat menyampaikan ilmu yang sesuai dengan ulama-ulama terdahulu kita, sesuai dengan ajaran ahlussunnah wal jama’ah, yang tidak mudah untuk mengkafirkan amaliah orang lain,” tambahnya.?

Acara ditutup dengan saling ta’aruf mahasiswa baru, doa ? dan ramah tamah. Selanjutnya nantiakan diadakan ? seminar ke-NU-an, sebagai pengenalan organisasi NU di Sudan. ?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Zainul Alim ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Lomba, Khutbah, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 08 Januari 2018

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus harian PP Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) akan bekerja sama dengan pihak sekolah dalam mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar. Upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba di kalangan pelajar mengharuskan keterlibatan banyak pihak mulai dari sekolah, keluarga, dan masayarakat.

"Saat ini ancaman narkoba sudah menjalari pelajar, bahkan kejahatan narkoba di kalangan pelajar saat ini sudah lebih terstruktur dan teroganisir sehingga ancaman narkoba menjadi viral bagi pelajar," kata Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid pada diskusi bulanan PP IPNU di Gedung GP Ansor Jakarta, Selasa (6/9).

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Narkoba di Kalangan Pelajar, IPNU Libatkan Pengelola Sekolah

Menurut data yang diperoleh PP IPNU, saat ini terdapat sekitar enam juta pengguna narkoba di Indonesia termasuk di antaranya dari kalangan pelajar. Hal ini tentu menjadi prioritas utama kehadiran IPNU di sekolah-sekolah.

Idy Muzayyad yang juga menjadi narasumber diskusi bulanan ini mengatakan bahwa Pendiri NU KH Hasyim Asyari merumuskan konsep Ahlus Sunnah wal Jamaah menjadi empat hal yakni tawasuth, tawazun, tasamuh, dan taaddul. Namun dari keempat tersebut ada amar makruf nahi munkar.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Selama ini kita fokus pada amar makruf saja tapi lemah pada nahi munkar, padahal antara nahi munkar dan amar makruf harus seimbang," imbuh Idy, Wakil Ketua KPI periode 2013-2016 .

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nahi munkar yang dijalankan IPNU adalah wa jaadilhum billati hiya ahsan. “Artinya kita melawan kemunkaran dengan cara-cara yang baik, tidak dengan kekerasan dan anarki," kata Idy.

Narkoba adalah satu ancaman bagi negeri ini. Ancaman ini yang akan menjadi salah satu prioritas IPNU dalam melawan kemungkaran.

"Kita akan mencoba bekerja sama dengan Maarif NU di seluruh Indonesia juga dengan seluruh sekolah yang terdapat komisariat IPNU di sana untuk mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar," kata Idy. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, News, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Memaknai Tradisi Pulang Kampung

Oleh: Guntur Pribadi *



Ada yang menarik hampir setiap tahun dalam kehidupan masyarakat kita di akhir bulan Ramadhan. Seperti dapat dilihat, mendekati hari raya Idul Fitri, masyarakat di negeri ini di samping ada yang lebih konsentrasi meningkatkan grafik ibadahnya, di sisi lain ada pula yang bergelut dengan kesibukan persiapan pulang kampung atau mudik.

Memaknai Tradisi Pulang Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Memaknai Tradisi Pulang Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Memaknai Tradisi Pulang Kampung

Aktivitas mudik di negeri ini memang telah menjadi tradisi menjelang hari raya keagamaan. Tidak saja umat Islam, umat-umat keagamaan lainnya pun ketika menjelang hari raya lebih banyak memilih pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga.?

Tradisi pulang kampung menjelang hari raya Idul Fitri adalah potret yang setiap tahun akan selalu dapat dilihat di negeri ini. Mudik dan berkumpul dengan keluarga adalah kehidupan yang sangat berharga. Bahkan, jauh hari sebelum Lebaran pun rencana pulang kampung telah dipersiapkan agar dapat bersilaturahmi dengan keluarga besar.

Bukan saja masyarakat yang sibuk dengan aktivitas mudiknya, pemerintah pun juga setiap tahunnya akan disibukan dengan pengamanan dan pelayanan arus mudik oleh masyarakat yang pulang kampung.?

Tampaknya memang berLebaran bersama keluarga bagi masyarakat kita adalah momentum yang banyak orang untuk tidak melewatinya. Dan itu dilakukan hampir setiap umat beragama di negeri ini. Karena itu pula, pulang kampung pun menjadi pilihan agar dapat berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga, saudara, dan sahabat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

***

Melihat gambaran kehidupan masyarakat yang disibukan dengan tradisi mudik menjelang Lebaran tentunya ini bukan sesuatu yang terkonstruksi begitu saja. Aktivitas mudik hingga tampak seperti telah menjadi tradisi semacam itu bila ditelusuri dalam waktu-waktunya, boleh jadi, adalah memang kegiatan yang telah lama dan biasa dilakukan oleh bangsa ini.

Bangunan kehidupan sosial masyarakat negeri ini yang dikenal heterogen dengan keragaman suku, bahasa, budaya, dan agama, menjadi identitas yang tidak dapat dilepaskan pada lokalitas-lokalitas masyarakat itu berasal. Sehingga ketika hidup dalam perantauan sekalipun, emosional untuk kembali ke kampung halaman terkadang sulit untuk dibendung.

Selain itu pula, apresiasi momentum keagamaan ketika Lebaran sedang berlangsung adalah saat-saat setiap umat mengalami tingkat interaksi sosial yang tinggi. Dari suasana itu kemudian terjadi pula pertukaran arus informasi dan pengalaman, yang sadar atau tidak sadar, tentu saja akan memiliki pengaruhnya pada perubahan-perubahan sosial.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak jarang, misalnya, seseorang yang pulang ke kampung halamannya membawa kabar gembira dengan pengalaman-pengalaman di kota untuk disampaikan pada keluarga dan sahabat. Dari informasi pengalaman itulah tanpa disadari kemudian berpengaruh terhadap keinginan orang kampung untuk mencoba pula pengalaman yang sama. Karena itu, tidak heran oleh kita, setelah Lebaran potret arus balik meningkat dengan banyaknya masyarakat yang kemudian mencoba mendapatkan pengalaman kehidupan di kota.?

***

Lebaran, bagi umat Islam, tidak saja menyiratkan sekadar aktivitas perayaan keagamaan. Akan tetapi, Lebaran juga memiliki substansi akan pentingnya upaya mempererat ikatan persaudaraan dalam konteks kehidupan bersilaturahmi.

Islam sebagai agama tidak saja memberikan tuntunan pada umatnya soal pentingnya hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mengajarkan betapa sangat pentingnya manusia sesama manusia membangun tali silaturahmi sebagai cara meningkatkan kualitas kehidupan komunikasi umat.

Dalam keseharian hidup manusia, tak jarang salah paham, pergesekan, dan pertentangan membuat hubungan manusia menjadi renggang. Terkadang hanya mempertahankan keserakahan dan kepentingan, hubungan keluarga, persaudaraan, persahabatan, pun menjadi tak berharga, bahkan terputus.?

Pada kondisi-kondisi hubungan manusia yang tak harmonis setelah mengalami pertentangan dan gesekan. Suasana Lebaran adalah ruang yang tepat dan efektif, yang memberikan kesempatan-kesempatan kepada siapapun untuk melakukan evaluasi diri dan sekaligus memperbaiki kembali hubungan sesama manusia.

Islam sendiri pun dalam hal hubungan sesama manusia dalam risalahnya sangat memperhatikan akan pentingnya menjaga kebersamaan dan persaudaraan. Karena itu, menyambung tali silaturahmi dalam ajaran Islam adalah sangat penting. Ajaran tersebut tidak saja menyiratkan soal praktek ibadah sosial. Lebih dari itu, silaturhami juga sebagai media dalam membangun dan menjalin komunikasi umat dalam konteks kebersamaan.

Sebab itu, seperti kita tahu, Nabi SAW pun menganjurkan agar umatnya menjaga dan menyambung tali silaturahmi sebagai manifestasi menjalankan perintah agama. Seperti dikatakan dalam hadisnya Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kerabat (famili). (Bukhari dan Muslim). Larangan tersebut tentu saja memiliki nilai substansi betapa sangat pentingnya menyambung hubungan silaturahmi.

Tak hanya itu saja, Nabi SAW juga dalam haditsnya menerangkan di antara hikmah silaturahmi itu adalah dapat meningkatkan kualitas kehidupan umat. Sebagaimana disebutkan Barangsiapa yang ingin diluaskan rizkinya dan dilanjutkan umurnya, maka hendaknya menyambung hubungan famili (kerabat). (Bukhari dan Muslim)?

Dari itulah, pulang kampung pada momentum Lebaran kemudian menemukan arti pentingnya pada konteks konstruksi membangun hubungan tali persaudaraan, keluarga, dan persahabatan. Di sadari atau tidak, tentu tidak ada di antara kita tanpa mengalami interaksi yang stabil-stabil saja. Silaturahmi bukan saja dapat menjadi media pencair komunikasi. Lebih dari itu, silaturahmi juga merupakan ruang bagi manusia dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas kehidupannya.?





* Penulis adalah Pegiat Lembaga Bantuan Hukum dan Alumni UIN Sunan Ampel Surabaya

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Nasional, AlaSantri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 26 Desember 2017

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai

Purworejo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak 2.500an warga Purworejo dan sekitarnya mengikuti jalan santai yang digelar pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Ahad (9/3). Kegiatan ini digelar menyusul peluncuran radio Shoutuna 89.3 Fm milik pesantren An-Nawawi.

Ketua panitia Akmalul Khuluk mengatakan, kegiatan jalan santai kali ini mengerahkan hadiah senilai puluhan juta rupiah. Puluhan door prize dari berbagai pihak sponsor disiapkan dengan hadiah utama dua buah sepeda motor.

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai

Jalan santai, lanjut Akmal, diberangkatkan langsung oleh Bupati Purworejo dari halaman gedung pendidikan An-Nawawi. Arak-arakan jalan santai menyusuri jalan raya sejauh kurang lebih 10 kilometer dari Berjan, alun-alun Purworejo, pasar Suronegaran, hingga kembali ke tempat semula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Usai jalan santai ini, dilanjutkan dengan agenda terakhir yakni, hiburan dan pengundian hadiah di halaman kompleks gedung pendidikan An-Nawawi," pungkasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tampak hadir dalam kegiatan ini pengasuh pesantren An-Nawawi KH Achmad Chalwani, Bupati Purworejo, sejumlah tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, santri, alumni pesantren serta masyarakat jamaah pengajian thoriqoh dari sejumlah daerah di Kedu dan Jogjakarta.

KH Achmad Chalwani Nawawi dalam sambutannya berharap agar radio ini nantinya memberikan manfaat terhadap dakwah agama Islam khususnya di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Siaran radio ini sudah menjangkau seluruh wilayah Purworejo dan sebagian wilayah Wonosobo, Magelang, Kebumen, dan Jogjakarta.

"Keberadaan radio sebagai media penyiaran dan dakwah agama Islam ahlussunnah waljamaah dirasakan menjadi sangat penting di tengah arus informasi dan hiburan yang ada saat ini," tutur KH Chalwani sebelum menyerahkan surat izin penyiaran dari Kemenkominfo kepada Dirut Shoutuna Fm Hj Ashfa Khoirunnisa. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Empat Siswa SMK Nurul Islam (Nuris), Antirogo, Jember, Jawa Timur, Senin (22/5) bertolak ke Thailand untuk melakukan praktik kerja lapangan. Mereka adalah Ahmad Mawardi dan Ahmad Subairi dari jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), Aji Arifur Rahmad dari jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR), dan Nur Imam Mafatih dari jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Pelepasan keempat siswa terpilih tersebut dilakukan oleh pengasuh Pondok Pesantren Nuris di Masjid Baitun Nur, yang diramaikan oleh penampilan tim hadrah Ashabul Muhyid Nuris.

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Siswa SMK Nuris praktik Kerja di Thailand

Keempat siswa SMK Nuris tersebut akan melakukan praktik kerja di beberapa industri di Thailand hingga tanggal 14 Juni 2017. Misalnya siswa jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) akan praktik di beberapa perusahaan jaringan, sedangkan siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Sepeda Motor (TSM) akan praktik di beberapa bengkel otomotif yang ada di negeri gajah putih tersebut.

Menurut salah seorang pengasuh pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Gus Robith Qashidi, praktik kerja di Thailand tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan dan skill siswa sesuai dengan jurusannya masing-masing serta ? untuk memperluas wawasan mereka khususnya tentang budaya di Tahilnad. Dan tentu saja untuk menebar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

"Kami ingin santri Nuris punya wawasan global, namun tetap mempunyai jatidiri sebagai santri ? Aswaja. Karena itu, kami terus berusaha untuk mengirimkan santri-sanri Nuris ke beberapa negara Timur Tengah dan kawasan Asia," tukas Gus Robit Qashidi (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 11 Desember 2017

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus, Jawa Tengah mengadakan kegiatan pelatihan penanganan risiko bencana (PRB) di Aula Balaidesa Besito, Jumat (8/1). ? Kegiatan yang berlangsung sehari ini diikuti 80 kader dari kalangan IPNU-IPPNU, Fatayat, GP Ansor, dan Banser Kecamatan Gebog.

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gebog Gelar Pelatihan Penanganan Risiko Bencana

Menurut Ketua GP Ansor Gebog, Dasa Susila, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan profesionalitas kader dalam turut serta penanganan korban bencana. Setiap terjadi bencana, katanya, Ansor-Banser bersama komponen NU lainnya ? selalu ? turun membantu ? sehingga membutuhkan bekal keterampilan dalam menangani bencana.

"Belajar dari pengalaman terjadinya bencana dua tahun lalu, teman-teman masih kurang ilmu dan ketarampilan menangani korban bencana," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mengatakan, GP Ansor bersama badan otonom NU akan terus mengasah kemampuan dalam menangani dan mengatasi korban bencana. Bahkan, pihaknya akan mengagendakan kegiatan rutin semacam ini minimal tiap bulan sekali.

"Kita menyadari teknik ini butuh proses yang panjang, tidak hanya sebulan atau dua bulan. Makanya kita akan asah terus kapasitas kader sehingga betul-betul siap segalanya menghadapi bencana," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dasa menegaskan, pelatihan ini sebagai awal menata manajemen penanganan bencana sehingga kader-kader NU tidak gagap manakala terjadi bencana. Apalagi, GP Ansor bersama badan otonom lainya telah komitmen bangun kepedulian antara sesama.

"Akhirnya ketika semua tertata mulai pra, saat, dan pasca bencana, kita tidak akan kebingungan. NU ? tinggal komando ini, kita sudah siap segalanya," tandasnya.

Kegiatan yang dibuka ketua MWCNU Gebog Suwanto ini, peserta mendapat materi tentang ke-bencana-an, ? manajemen penanganan darurat bencana dan praktik pertolongan pertama korban bencana. Semua materi disampaikan dari Tim Badan penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dengan difasitasi dari tim Korp Peduli Bencana Alam Nahdlatul Ulama (KPBANU) Kudus. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nusantara, Humor Islam, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 Desember 2017

Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan

Oleh KH Abdul Ghofur Maimoen

Saya sangat beruntung berguru dan mengenal sosok-sosok yang punya cita rasa tinggi akan keragaman. Di kampus al-Azhar, saya dikenalkan dengan Profesor Abdul Mu’thi al-Bayyoumi, sosok Azhari yang Rusydian di tengah kentalnya Asy’arian di kampus. Ia mengajar mata kuliah filsafat Islam kepada kami. Pada pertemua awal, dia bercerita kepada kami tentang Abu Hanifah.

Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Inspiratif Ulama Menyikapi Perbedaan

Abu Hanifah, katanya, adalah guru yang pedagang sukses. Dia banyak membiayai murid-muridnya. Dalam satu masalah fiqhiyah dia biasa memberi sejumlah jawaban yang berbeda lengkap dengan dalil-dalilnya. Dengan ini, dia mengajak kepada murid-muridnya agar berpikiran terbuka.

“Saya mengajari kalian, juga membiayai pendidikan kalian! Saya baru merasa berhasil jika kalian sudah mampu berpikir yang mandiri dari saya. Jika kalian masih mengikuti saya, saya merasa gagal!” demikian Bayyoumi menirukan Abu Hanifah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Saya tidak tahu persis rujukan Bayyoumi dalam hikayah ini, tapi itu sungguh sangat mengesankan.

***

Semasa sekolah di Mesir, dua kali saya sowan kepada Prof. Ramadhan al-Bouthi di Damaskus Syria. Dia menyelesaikan S1, S2, dan S3 di kampus yang sama denganku, al-Azhar. Dia adalah seniornya Gus Mus (KH Mustofa Bisir, Mustasyar PBNU) dan Quraish Shihab (penulis Tafsir Al-Misbah). Sejak kecil diajarkan kepadanya dasar-dasar tasawuf dan akidah Asy’ariyah sehinga tidak mengherankan jika dia kemudian menjadi tokoh sufi kenamaan. Namun begitu, dia tetap memberi ruang kepada mereka yang tak sejalan keislamannya dengan keislaman sufistik dirinya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada suatu kesempatan khutbah Jum’ah, dia menjelaskan mengenai perayaan Maulid Nabi. Bagi dia, maulid adalah sebentuk ungkapan rasa cinta kepada Baginda Nabi. Dalam khutbah itu, dia menjelaskan sejumlah argumentasi pemberlakuannya sehingga keabsahannya tak perlu diragukan. Namun begitu, jika ada kelompok yang tak menyetujui, dia tak mempersoalkannya sama sekali.

“Keduanya,” kata dia, “adalah hasil dari ijtihad! Anggaplah merayakan maulid yang saya lakukan adalah salah, dan kalian berada di pihak yang benar dengan tidak merayakannya; bukankah itu berarti saya memperolah satu pahala dan kalian memperoleh dua pahala seperti janji Nabi kita? Kenapa kita terus-menerus meributkannya?”

Al-Bouthi hendak mengajarkan kepada kita semua bahwa umat Islam tidak mungkin dipersatukan dalam kesamaan, tapi justru oleh sikap menghormati terhadap perbedaan-perbedaan. Dia bahkan tidak mengatakan “andaikan dia benar dan pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab salah”, dia justru mengatakan sebaliknya, “andaikan dia salah dan mereka benar”. Sikap seorang Azhari yang inspiratif!

Sangat menyedihkan, dia justru menjadi korban dari bom yang dirancang untuk membunuh spirit penghormatan itu sendiri.

***

Saya tidak mengenal secara langsung dengan Syaikhul Azhar ke 40, Prof. Syekh Abdul Halim Mahmud. Ia wafat pada tahun 1978, tapi buku-bukunya tersebar di trotoar dan emperan oleh penjaja buku, di perpustakaan-perpustakaan, dan di toko-toko buku besar. Ia telah menulis lebih dari enam puluh judul buku yang salah satu tema besarnya adalah tasawuf. Ada sekitar tiga puluh lima judul buku tentang tasawuf. Dia adalah sufi kenamaan pengagum Syadziliyah -di lain kesempatan saya ingin menuliskan satu pengalaman sepiritualnya dengan tokoh Syadziliyah.

Bercerita tentang munculnya kecenderungan kehidupan sufistik tokoh besar sufi, Harits al-Muhasiby, Abdul Halim berbicara tentang situasi keagamaan abad II Hijriyah yang melingkupi kehidupan Sang Sufi. Ada dua aliran besar yang saling bertikai tidak saja di ruang-ruang intelektual, tapi juga pada panggung politik yang secara natural berhasrat menjatuhkan lawan. Al-Ma’mun, Sang Khalifah, di ruang intelektual ikut membangun argumentasi-argumentasi untuk menguatkan pondasi teologi Mu’tazilah, namun di ruang politik dia menjebloskan lawan-lawannya ke dalam penjara.

Menurut Abdul Halim, munculnya dua kelompok ini adalah natural. Perbedaan antara keduanya mengikuti perbedaan karakter para pengikutnya. Mereka yang memiliki kecenderungan falsafi dan kerumitan berpikir dalam menjalani kehidupannya secara natural akan mengasosiasikan diri pada Mu’tazilah, dan mereka yang konservatif dan teramat menghormati nash akan mudah mengelompokkan diri dalam Ahlul Hadis.

Abdul Halim seperti memberi pesan bahwa selama karakter-karakter ini ada dalam kehidupan, maka pengelompokan-pengelompokan dan asosiasi-asosiasi tak akan pernah absen. Menariknya pada panggung politik, sangat berbahaya.

KH Abdul Ghofur Maimoen, Katib Syuriyah PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 28 November 2017

Juara Olimpiade Internasional, Pemkab Jepara Apresiasi Madrasah NU

Jepara, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham? . Pemerintah Kabupaten Jepara memberikan apresiasi kepada siswa Madrasah NU Mathalibul Huda Mlonggo Jepara dan SDUT Bumi Kartini Jepara yang berhasil meraih gold award, silver award, bronze award dan honourable mention dalam even Singapore International Mathematic Olympiad Challenge (Simoc) di Singapora, Jum’at-Senin (12-15/8) lalu.?

Apresiasi itu dituangkan dalam baliho besar yang di pasang di alun-alun, depan pendopo kabupaten Jepara. Disela-sela menerima kedatangan kontingen yang baru pulang dari Singapora, Selasa (16/8), Bupati Jepara meminta kepada salah satu Staf Humas Pemkab Jepara untuk membuatkan baliho sebagai kado HUT RI ke-71.?

(Baca:? Siswa Madrasah NU Raih Juara Olimpiade Internasional di Singapura)

Juara Olimpiade Internasional, Pemkab Jepara Apresiasi Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Juara Olimpiade Internasional, Pemkab Jepara Apresiasi Madrasah NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Juara Olimpiade Internasional, Pemkab Jepara Apresiasi Madrasah NU

“Mas Wahyanto tolong saya dibuatkan banner untuk ucapan selamat. Nanti sore sudah jadi dan dipasang di depan ya mas,” pinta Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi kepada salah satu staf humas, Selasa (16/8) pagi.?

Banner besar bertulis “Selamat dan Sukses Atas Diraihnya Prestasi Gold Award, Silver Award, Bronze Award dan Honouroble Mention dalam Singapore International Mathematics Olympiad Challenge (Simoc)” sudah terpampang di alun-alun Jepara sejak Selasa (16/8) sore.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di sela-sela menerima kontingen, Marzuqi juga mengajak kelima anak berprestasi itu mengikuti upacara? HUT RI ke-71 dan menerima penghargaan dari Bupati.

Kelima siswa-siswi? berprestasi itu terdiri Anisa Hayati (MA NU Mathalibul Huda), Dedi Wahyudi (MA NU Mathalibul Huda) dan 3 siswa dari SDUT Bumi Kartini Jepara Ahmad Maulana Malik Ibrahim Akbar, Izzati Kayla Anandika dan Raihan Akmal Yusfi Zamroni (Syaiful Mustaqim/Zunus) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Amalan, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 25 November 2017

Bagaimana Hukum Investasi Zakat?

Lembaga Bahtsul Masail (LBM) NU Kendal membahas persoalan hukum menginvestasikan zakat. Kegiatan tersebut diadakan di SMA NU 05 Brangsong Kendal, Ahad (15/12), dalam? ? acara bahtsul masail? yang diadakan rutin tiga bulan sekali.

Hal ini dilatarbelakangi keinginan sebagian kalangan agar zakat benar-benar berfungsi secara efektif sehingga muncul wacana agar zakat itu diinvestasikan dulu.

Dijelaskan harta zakat dari beberapa orang kaya (aghniya’) dikumpulkan untuk suatu usaha industri.Keuntungan dari kegiatan industri itu dibagikan kepada sejumlah orang miskin setiap bulannya, secara rutin. Status kepemilikan? usaha tersebut adalah milik bersama, namun pemilik tidak memiliki kewenangan untuk menjual bagiannya dari usaha tersebut.

Bagaimana Hukum Investasi Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Hukum Investasi Zakat? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Hukum Investasi Zakat?

Inilah kemudian yang disebut investasi zakat, yaitu suatu usaha untuk mengembangkan harta zakat dalam jangka waktu tertentu, dengan berbagai metode investasi untuk mewujudkan kemaslahatan bagi orang-orang yang berhak menerima zakat. Pertanyaannya kemudian adalah bagimana hukum investasi zakat tersebut? ?

Bahtsul masail memutuskan bahwa hukum dasar dari investasi zakat adalah tidak boleh. Investasi zakat diperbolehkan dengan syarat bagian zakat telah disampaikan kepada mustahiqnya, lalu aktifitas investasi zakat dilakukan atas seizin dan sepengetahuan mustahiqnya.

?

Pengambilan dasar hukum antara lain didasarkan dari penjelasan kitab Fathul Mu’in, I’anatut Thalibin, Al-Muhadzab, Al-Majmu’ dan Nihayatuz Zein. (Fahroji/Anam)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

KH Wahab Chasbullah Sempat Dimarahi Ayahnya, Apa Pasal?

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menempati serambi Masjid Pesantren Tambakberas Jombang, pada tahun 1915, KH Abdul Wahab Chasbullah mulai mengajar belasan santri mendalami pendidikan agama. Model belajar ala madrasah formal ini pertama kali diberi nama "Madrasah Mubdil Fan," dan menjadi cikal bakal Madrasah di Pesantren yang kini telah berusia hampir 2 abad, yakni 191 tahun.

KH Wahab Chasbullah Sempat Dimarahi Ayahnya, Apa Pasal? (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Wahab Chasbullah Sempat Dimarahi Ayahnya, Apa Pasal? (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Wahab Chasbullah Sempat Dimarahi Ayahnya, Apa Pasal?

Madrasah Mubdil Fan, didirikan KH Wahab sepulang dari belajar dari tanah suci Makkah. Dengan hanya menggunakan daun pintu sebagai papan tulis, putra KH Hasbullah ini mengajarkan berbagai disiplin ilmu agama, sharaf, Nahwu dan kitab kitab fiqih. "Model pendidikan madrasah yang dilakukan KH Abdul Wahab Chasbullah sempat dilarang dan dibubarkan kakek (KH Hasbullah), KH Wahab sempat dimarah-marahi. Alasannya, model pendidikan sekolah ini menyamai yang digunakan penjajah, Man syabbaha bi qaumin fahua minhum," tutur KH Hasib Wahab Ketua Dewan Pengasuh Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Senin (11/4).

Meski dilarang, tekad mengajar santri tidak hanya dengan sorogan, tetap dilakukan KH Wahab, Madrasah Mubdil Fan di pindah ke pondok yang berada di Barat Sungai Tambakberas, sekitar 300 meter dari masjid Tambakberas. "Sebanyak 15 santri KH Wahab, diboyong pindah ke Guthekan yang berada di barat sungai, sana, untuk belajar," tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Karena kegigihannnya untuk menerapkan model pembelajar dengan sistem Madrasah ini, tampaknya membuat KH Hasbullah Pengasuh Pesantren Tambakberas saat itu luntur, setelah mendapatkan petunjuk melalui istikhoroh, akhrirnya memperbolehkan sistem madrasah digunakan di pesantren. " Bahkan Madrasah ini dibangunkan 3 ruang kelas baru disebelah masjid, agar KH Wahab kembali mengajar di lingkungan pesantren tambakberas ini,"imbuh putra pendiri NU ini menambahkan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan sistem pendidikan madrasah yang dikembangkan ini, pondok pesantren Tambakberas semakin berkembang pesat. Bahkan pesantren yang kemudian diberi nama "Bahrul Ulum" (Lautan Ilmu) Tambakebras Jombang yang kini telah memasuki usia 191 tahun ini, sekarang memiliki ini puluhan lembaga pendidikan formal. Mulai dari Madrasah Ibtidaiayah (MI) didirikan tahun 1951, Madrasah Mualimin Mualimat (6 tahun) didirikan pada tahun 1956, Madarsah Aliyah Negeri (MAN) yang merupakan pengembangan dari MMA. "Dimadarasah ini banyak diajarkan nahwu shorof, kitab kitab kuning, disamping pelajaran umum. Seperti kegiatan ini, Lomba baca kitab kuning sekarang ini, sebagai memberikan motivasi santri lebih giat mendalami kitab kitab para ulama terdahulu," tambah salah satu ketua PBNU ini menambahkan.

Kemudian Madrasah Aliyah Bahrul Ulum, Madarsah Aliyah Wahab Chasbullah, MTsN Tambakberas, MTs Bahrul Ulum, bahkan hingga lembaga pendidikan perguruan Tinggi, Universitas Wahab Chasbullah, Pesantren ini juga memiliki pendidikan Playgroup, TK/ RA serta tetap mengelolah Madarsah Diniyah.

Pesantren ini telah mencetak ribuan alumni, yang kemudian juga melanjutkan mendirikan pesantren dan madrasah di daerahnya masing masing. Diantaranya adalah, KH Masruri, Pesantren Al Hikam Brebes, KH Baqir Pesantren Paciran, KH Djamaludiin Ahamad, Pesantren Al Muhibbin Tambakberas. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 16 November 2017

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU

Bondowoso, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama sejatinya sejak awal sudah memikirkan ? pemberdayaan dan ? peningkatan taraf ekomomi umat. Bahkan salah satu pilar yang menjadi embrio pendirian NU adalah Nahdlatut Tujjar, sebuah organisasi yang bergerak di bidang pemberdyaan ekonomi.

Demikian disampaikan Wakil Bendahara Umum PBNU, KH Abdul Hamid Wahid saat memberikan sambtuan dalam acara pembukaan pasar rakyat Indoneia di alun-alun Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (15/12).

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberdayaan Ekonomi, Ruh Perjuangan NU

Menurutnya, pemberdyaan ekonmi umat merupakan salah satu agenda utama NU yang terus dipacu dan dikembangkan ? agar NU memberikan nilai lebih kepada warganya. “Contohnaya, ya ini (pasar rakyat). Jadi sesungguhnya, keberadaan pasar rakyat ini kita mengenang kembali substansi dan ruh perjuagan NU, yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan,” tukasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Putra tokoh NU, KH Wahid Zaini itu menambahkan bahwa NU tidak sekedar hadir untuk melayani pendidikan dan dakwah, tapi juga menjangkau sektor yang bersifat prkatis sehari-hari, yaitu ekonomi. ? Lebih jauh lagi, katanya, pergelaran pasar rakyat ini diharapkan bisa merangsang warga NU untuk ambil bagian sebagai pelaku agar mereka tidak hanya menjadi obyek, tapi subyek yang ikut mewarnai perekonomian bangsa. “Dan saya kira kita warga NU mampu, sangat mampu untuk itu,” lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Bupati Bondowoso, Amin Said Husni mengungkapkan terima kasih atas kepercayaan PBNU menggelar pasar rakyat di Bondowoso. Menurutnya, ini pertanda bahwa NU mempunyai keinginan yang kuat untuk menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan.?

Diakuinya, sejauh ini secara umum ekonomi warga NU memang masih membutuhkan dorongan dan stimulan ? agar mereka bisa menjadi pelaku pasar yang handal. “Secara umum warga NU adalah pelaku pasar tradisional, dan itu butuh sentuhan agar bisa berdaya guna,” ungkapnya.

Amin menambahan, pihaknya akan terus mengakomodasi pasar tradisional untuk memberikan peluang berkembang menjadi pelaku pasar yang tangguh. Kendai demikian, ia tidak menutup mata terhadap keberadaan pasar modern untuk mengakselerasi perkembangan pasar global. “Jadi kami tampung dan berdayakan pasar tradisional, tapi juga kami akomodasi pasar modern tanpa harus mematikan pasar tradisional, tentu dengan peraturan yang bebitu rupa,” jelasnya.

Selain bupati, acara pembukaan pasar rakyat Indonesia juga dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Bondowoso, KH. Ali Salam, Ketua DPRD Bondowoso, H. Ahmad Dhofir, Mustasyar PCNU, KH. Salwa Arifin, ? sejumlah ketua partai politik dan sekitar 500 undangan. Acara pembukaan pasar rakyat ditandai dengan pelepasan burung merpati bersama-sama oleh Bupati Amin, Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Bondowoso, KH. Abdul Qadir Syam dan Gus Hamid. Setelah pembukaan , Bupati berkeliling meninjau stand.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aryudi A. Razak

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 15 November 2017

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Dalam upaya mengakuisisi data hilal secara kasat mata guna penentuan Ramadhan 1438 H, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama telah menyiapkan tak kurang dari 125 titik rukyah hilal. Titik pemantauan ini tersebar luas di segenap pelosok Nusantara, mulai dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Irian hingga ke pulau-pulau kecil seperti Halmahera.

Seluruh titik ini dikelola oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah NU yang berkompeten dan berada dalam cabang atau wilayah tersebut. Semuanya berada di dalam koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU.

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di Jawa Timur menyebar di Pantai Pancur (Banyuwangi), Pantai Serang (Blitar), Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar AURI Kabuh (Jombang), Pantai Tanjung Mulya (Bawean), Stasiun LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Tanjung Garindo Ambat Tlanakan (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pos Observasi Bulan Bukit Condrodipo (Gresik), Pos Observasi Bulan Sunan Drajat Tanjung Kodok (Lamongan), Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Paciran (Lamongan), Watoe Dhakon Observatory (Ponorogo), Gunung Sekekep Pulung (Ponorogo), Bukit Sadeng (Jember), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Masjid MAN Kandangan (Kediri).

Sementara di Jawa Barat, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan di Pantai Gebang (Cirebon), Pantai Santolo (Garut), Gunung Babakan (Banjar), Pos Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Kompleks Observatorium Bosscha (Lembang), Pantai Eretan (Indramayu), Pos Observasi Bulan Cidadap Pelabuhan Ratu (Sukabumi).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di Jawa Tengah, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan Pantai Kartini (Jepara), Pos Observasi Bulan Pedalen (Kebumen), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), Gedung UMK (Kudus), Pantai Karangjahe (Rembang). Sedangkan di Yogyakarta, tim rukyatul hilal LFNU mengamati bulan di Pos Observasi Bulan Belabelu (Bantul) dan Watu Amben Bukit Brambang (Gunung Kidul).

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU juga memantau di Pos Observasi Bulan Kalianda (Lampung Selatan), Pantai Selalau Kerui (Pesisir Barat), dan Dataran Tinggi Lemong (Pesisir Barat).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selebihnya mereka tersebar di Masjid Al Musariin/Pesantren Al-Hidayah Basmol (Jakarta Barat), Pantai Takisung (Palaihari), Gedung Bank Kalsel (Banjarmasin), Gedung Hisab Rukyat (Kubu Raya), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Medan), Pantai Binasi (Tapanuli Tengah), Mall GTC Tanjung Bunga (Makassar), Gedung Observasi Hilal BMKG (Ternate), dan Pantai Loang Baloq (Mataram). (Marufin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 11 November 2017

NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pukul 14.00 (6/6/2013) Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud tiba di Makassar, dijemput langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel Iskandar Idy dan Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Ir Hj Majdah Agus Arifin Numang. 

NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sulsel Ditantang Majukan Pendidikan NU

Setiba di kampus ia langsung diantar memasuki ruangan aula Universitas Islam Makassar yang sudah penuh diisi oleh para Pengurus Wilayah NU Sulawesi Selatan, Pejabat UIM, para Ketua Lembaga, Lajnah, dan Banom PWNU Sulawesi Selatan.

Sebelum prosesi pelantikan pukul 15.00 di UIM, PWNU Sulsel menggelar diskusi dan masukan dari Sekjen untuk PWNU Sulsel, UIM, Lembaga, Lajnah, dan Banom PWNU Sulawesi Selatan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam arahannya Sekjen PBNU mengatakan, “PWNU Sulsel ditantang untuk berkonsentrasi memajukan pendidikan NU di Sulawesi Selatan dan memberikan masukan untuk setiap cabang NU Sulsel untuk mendirikan sekolah dan pesantren untuk mengembangkan paham Aswaja”.

Menanggapi arahan Sekjen PBNU, dalam sambutan Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel mengatakan dalam kurung waktu 3 hari akan membangun SMK NU dan membangun kantor baru PWNU Sulsel dilahan Kantor NU yang sekarang. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Hal ini sebagai tanggung jawab amanah dari masyarakat Nahdliyin dan PCNU se-Sulawesi Selatan,” tuturnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Andi Muhammad Idris

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 03 November 2017

Intoleransi dan Radikalisme di Instansi Negara Harus Dilawan Bersama

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kepala Badan Litbang serta Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama RI Abdurrahman Mas’ud menilai, untuk menyelesaikan persoalan intoleransi dan radikalisme yang ada di instansi pemerintahan maka perlu kerjasama antar lembaga negara.

Intoleransi dan Radikalisme di Instansi Negara Harus Dilawan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Intoleransi dan Radikalisme di Instansi Negara Harus Dilawan Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Intoleransi dan Radikalisme di Instansi Negara Harus Dilawan Bersama

Abdurrahman menjelaskan, di Kemenag ada Direktorat Pendidikan Agama Islam yang bertugas untuk menentukan dan membuat kurikulum terkait dengan materi pelajaran agama di sekolah-sekolah madrasah.

Dari sini, Kemenag bisa melakukan intervensi agar pelajaran agama yang ada tidak menimbulkan masalah intoleransi dan radikalisme.

“Melakukan intervensi-intervensi yang baik untuk mengatasi persoalan ini,” kata Abdurrahman di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Senin (23/10).

Ia menambahkan, meski kelompok intoleran dan radikalisme yang ada di instansi negara minoritas tersebut tetapi kalau mereka menempati posisi yang strategis maka itu akan sangat berbahaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Intoleransi semakin nyata sekarang ini,” ucapnya.

Ia menekankan, untuk menyelesaikan persoalan itu tidak hanya cukup dengan mendiskusikannya, namun harus ada aksi nyata. Semua eleman yang berpaham Islam moderat sudah seharusnya aktif dan mewarnai wajah keagamaan di tempat-tempat publik.

“Seperti kalau di sekolah, IPNU atau IPPNU bisa aktif lagi,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mempertimbangkan usulan terkait dengan kerjasama antar lembaga kementerian untuk menyelesaikan persoalan intoleransi dan radikalisme di tubuh instansi-instansi negara tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, ini harus ditindak lanjuti dan dilaksanakan agar persoalan tersebut bisa diselesaikan dengan segera. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock