Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kyai. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba

Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Salah bergaul menjadi salah satu faktor utama seseorang terjebak dalam pusaran bahaya narkoba. Karenanya, memilih teman yang baik merupakan suatu keharusan bagi semua kalangan.

Demikian penegasan Kepala Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Ra Hasan Al-Mandury, saat menjadi pemateri dalam seminar anti narkoba, Rabu (14/12). Acara yang diadakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Tlanakan tersebut diikuti oleh para mahasiswa dan santri daerah Tlanakan.

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Salah Bergaul Bisa Terjebak Perangkap Narkoba

"Hati-hati dengan orang yang tak dikenal dan tiba-tiba akrab pada kita. Apalagi dia memberi narkoba gratis. Itu modus. Karena ketika sudah kecanduan, dia akan memeras pecandu untuk bayar mahal. Lebih parah lagi, jika sudah kecanduan, maka akan sulit lepas dari jeratan narkoba," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Ra Hasan berbagi pengalamannya saat diskusi dengan mantan pencandu narkoba di Kabupaten Pamekasan. Umumnya, kata Ra Hasan, para pecandu menyatakan narkoba itu tidak haram.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Karena mereka merasa narkoba membuat sehat, tenang, dan damai. Padahal, itu hanya kamuflase saja, perasaan palsu. Yang sebenarnya adalah narkoba itu bahaya karena merusak fisik dan menggoyahkan mental. Bisa lihat sendiri para pecandu narkoba yang menjalani terapi pengobatan di Lapas Narkotika Klas IIA Pamekasan. Mereka tak berdaya," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ra Hasan juga memaparkan beberapa penyebab seseorang lari ke narkoba. Salah satunya ialah mengalami frustasi dalam menjalani kehidupan ini.

"Karenanya, kuatkan iman kita biar tidak mudah putus asa. Karena keimanan akan mampu mengkristalkan energi positif dalam diri kita," tukasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 18 Februari 2018

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Di zaman yang semakin kompleks dan nilai-nilai yang semakin banyak bergeser, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) mempunyai peran penting dalam memberikan makna keragaman dan perbedaan sehingga pengetahuan siswa menjadi komprehensif.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (14/6) dalam kegiatan Sarasehan Nasional bertajuk Potensi Pendidikan Islam menjadi Rujukan Pendidikan Moderat di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara.

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Menteri Agama kepada Guru PAI Se-Indonesia

“Tugas guru mencerahkan terhadap perbedaan yang ada secara komprehensif sehingga akan berdampak pada sikap terbuka dan tidak mudah menyalahkan terhadap berbagai perbedaan,” ujar Menag di hadapan sekitar 400 instruktur PAI nasional yang meliputi unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas dari seluruh Indonesia.

Menag tidak memungkiri bahwa tantangan guru saat ini semakin kompleks karena dihadapkan kepada siswa yang mempunyai pengetahuan luas sebab kemajuan teknologi dan informasi.

“Oleh karena itu, guru harus membekali diri dan mengembangkan wawasan yang terkait langsung dengan kehidupan siswa di era modern ini. Jangan sampai guru kalah dalam pengayaan informasi dibanding yang akan berdampak pada menurunnya kredibilitas di hadapan siswa,” papar Lukman didampingi Direktur PAI Kemenag H Amin Haedari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam menutup Sarasehan Nasional instruktur PAI ini, Menag memanfaatkan kesempatan dengan memberi ruang seluas-luasnya kepada para instruktur untuk mengungkapkan persoalan yang terjadi di daerah dan sekolah masing-masing secara interaktif. Kemudian ditanggapi langsung oleh dirinya sebagai pengambil kebijakan.

Cara ini memunculkan antusiasme luar biasa dari para guru, kepala sekolah, dan pengawas. Mereka betul-betul menggunakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai problem krusial yang terjadi dari aspek lembaga pendidikan, siswa, problem guru, dan lain-lain. Setiap dibuka termin pertanyaan, tak kurang dari 10 peserta secara bersamaan mengangkat tangan ke atas. (Fathoni)

?

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Warta, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 17 Februari 2018

Maafkan Kami Rohingya

Oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch 

Jika puisi ini hanya mampu menjeritkan luka

Seperti fosil purba

Kujadikan prasasti semua kekecewaan ini atas namamu

Maafkan Kami Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Maafkan Kami Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Maafkan Kami Rohingya

Saat detak arloji hanya menambah kelu jiwaku 

Ketika lembar kalender begitu cepat berlalu 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hanya doa-doa renta yang kukirimkan padamu

Matinya kemanusiaan 

Genosida yang merayakan pesta

Menjadi desing dan hujan peluru di rongga dadaku 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rohingya telah menjeritkan ajalnya 

Tanpa kain kafan dan tanpa pusara

Maafkan kami Rohingya 

Jika doa berkarat ini hanya tercekat di tenggorokan saja

Bukankah cinta dan kemesraan akan menaburkan kilau cahaya?

Kubungkus tragedi kemanusiaan ini dengan kata-kata dan fatwa yang telah mampus

Sebab wajah Rohingya telah begitu penuh dengan sayatan luka

Dan dunia hanya bisa diam atau tertawa dengan luka-lukamu ini

Maafkan kami Rohingya 

2017 





Doa untuk Pengungsi Rohingya 

Dengan terus menyebut 99 nama indahMu

Dengan selalu memuji dan memuja keagunganMu

Hari ini kuhaturkan haru-biru dalam doaku

Tuhanku

Mata batinku berkaca-kaca menyaksikan petaka ini

Nestapa saudaraku bangsa Rohingya yang terusir atau diusir dari negerinya

Menjadi pengungsi untuk menghindari perang dan kezaliman

Meninggalkan tanah airnya untuk mencari suaka dan rasa damai

Rohingya adalah manusia

Tapi kedurjanaan telah merendahkan martabatnya

Diburu dengan desing peluru

Dianiaya dengan segala jenis senjata

Tuhanku 

Hari ini telah kusaksikan kemanusiaan yang dihinakan

Kemanusiaan yang dikremus atas nama kekejian

Justru oleh manusia sebangsa dan setanah airnya

Dunia sudah seharusnya terjaga dari teror dan horor memilukan ini

Umat manusia dimana pun berada harus terusik dengan ulah tangan-tangan kotor ini

Saat rasa kemanusiaan telah dinistakan

Mimpi buruk harus diakhiri

Tuhanku 

Lidahku kelu mengucap salam dan rindu

Terapung di kelopak mataku nasib para pengungsi Rohingya itu

Perempuan renta dan bayi tanpa dosa

Harus tersapu badai saat berlari dari negerinya

Bukankah agama tidak mengajarkan kekerasan dan tipu-daya?

Bukankah agama hanya mengajarkan kebajikan dan kasih-sayang pada sesama walau berbeda etnis dan agamanya?

Kucium daging terbakar dari negeri Myanmar 

Kemanusiaan yang memar oleh agama yang ingkar

Kenapa api kesumat dan nyala dendam harus berkobar?

Takbirku membiru di pucuk lidahku

Takbirku membiru dalam dadaku

Meratapi kedegilan dan kegilaan ini

Myanmar terus mencakari nalar dan getar keimananku

Tuhanku 

Tancapkan kuku keadilanMu

Mekarkan wangi bunga pada bumi Myanmar 

Taburkan biji tasbih dan kedamaian pada bangsa Rohingya 

Rasa damai dan kemerdekaan yang sejatinya

Amin

2017

Penulis biasa dipanggil Gus Nas mulai menulis puisi sejak masih SMP pada tahun 1979. Tahun 1983, puisinya yang mengritik Orde Baru sempat membuat heboh Indonesia dan melibatkan Emha Ainun Nadjib, HB. Jassin, Mochtar Lubis, WS. Rendra dan Sapardi Djoko Damono menulis komentarnya di berbagai koran nasional. Tahun 1984 mendirikan Lingkaran Sastra Pesantren dan Teater Sakral di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pada tahun itu pula tulisannya berupa puisi, esai dan kolom mulai menghiasi halaman berbagai koran dan majalah nasional, seperti Horison, Prisma, Kompas, Sinar Harapan dll.





Tahun 1987 menjadi Pembicara di Forum Puisi Indonesia di TIM dan Pembicara di Third’s South East Asian Writers Conference di National University of Singapore. Tahun 1991 puisinya berjudul Midnight Man terpilih sebagai puisi terbaik dalam New Voice of Asia dan dimuat di Majalah Solidarity, Philippines. Tahun 1995 meraih penghargaan sebagai penulis puisi terbaik versi pemirsa dalam rangka 50 Tahun Indonesia Merdeka yang diselenggarakan oleh ANTV dan Harian Republika.





Menulis sejumlah buku, antara lain berjudul Berjuang Dari Pinggir (LP3ES Jakarta), Kearifan Lingkungan Budaya Jawa (Obor Indonesia), Strategi Kebudayaan (Unibraw Press Malang), Bangsa Gagal (LKiS). Pernah menjadi peneliti sosial-budaya di LP3ES, P3M, dan peneliti lepas di LIPI. Menjadi konsultan manajemen. Menjadi Produser sejumlah film bersama Deddy Mizwar.





Sejak tahun 2004 memilih tinggal di puncak gunung yang dikepung oleh hutan jati di kawasan Pegunungan Sewu di Selatan makam Raja-Raja Jawa di Imogiri sebagai Pengasuh Pesan Trend Budaya Ilmu Giri. Tahun 2008 menggagas dan mendeklarasikan berdirinya Desa Kebangsaan di kawasan Pegunungan Sewu bersama sejumlah tokoh nasional. Tahun 2013 menjadi Pembicara Kunci pada World Culture Forum yang diselenggarakan Kemendikbud dan UNESCO di Bali.





 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Masih menyambut puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-82 Nahdlatul Ulama (NU) pada 3 Februari mendatang, digelar juga pengobatan dan pemeriksaan mata gratis untuk masyarakat.

Namun, tak disangka. Pasien aksi sosial yang digelar di halaman Kantor Pengurus Besar NU, di Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (27/1) pagi itu membludak. Dari 500 pasien yang ditargetkan panitia, membengkak hingga 600 orang. Panitia pun kewalahan.

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Pengobatan Gratis, Pasien Membludak

Sejak pukul 08.00 WIB, warga mulai memadati halaman Kantor PBNU untuk mendapatkan pelayanan tim medis. Sebagian besar dari mereka terdiri dari ibu-ibu dan pria usia lanjut. Warga tampak antusias mengikuti program kegiatan NU Peduli itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tak hanya itu. Panitia juga memberikan fasilitas operasi katarak gratis bagi 82 pasien yang teridentifikasi.

Sekretaris Panitia Pelaksana Harlah ke-82 NU, Anas Thahir mengatakan, kegiatan sosial tersebut diselenggarakan untuk meningkatkan pelayanan terhadap umat karena NU didirikan memang untuk umat dan bangsa Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ini menunjukkan bahwa kami sangat peduli dengan masalah yang dihadapi masyarakat,” ungkap Anas kepada wartawan di sela-sela kegiatan tersebut.

Kegiatan pengobatan gratis itu tak hanya digelar di Jakarta, tapi juga diselenggarakan kepengurusan NU di bawah secara serentak di seluruh daerah di Indonesia. ”Dalam rangka Harlah NU ini, kegiatan serupa juga digelar oleh PW, PC dan MWC NU di semua daerah,” tutur Wakil Sekretaris Jenderal PBNU itu.

Di tempat yang sama, PBNU juga membagikan 2000 bibit pohon buah-buahan kepada warga Jakarta. Aksi yang dilakukan puluhan aktivis lingkungan hidup NU itu sempat membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan Kramat Raya sempat macet. Hal itu terjadi karena banyaknya para pengguna jalan yang ingin mendapatkan bibit pohon yang dibagikan.

Terkait kegiatan bagi-bagi bibit pohon buah-buahan itu, Anas mengatakan, NU selama ini telah memberikan perhatian terhadap masalah lingkungan hidup. Selain membagikan bibit pohon, pihaknya juga telah lama melakukan kampanye pelestarian lingkungan hidup melalui pesantren dan kelompok masyarakat di lingkungan NU.

“Kami membagikan 2 juta lebih bibit buah-buahan kepada masyarakat. Ini dalam rangka kampanye pemansan global dan tentunya perayaan Harlah NU,” ungkapnya. (rif)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Kyai, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Pati, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Samarak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober hadir di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menyelenggarakan serangkaian acara, di antaranya bincang publik di radio Pas FM Pati.

Acara-acara lainnya adalah jalan santai, donor darah, dan pasar murah yang digelar Jumat (21/10) pagi di lapangan Kecamatan Margoyoso, Pati dan di Gedung Madrasah Salafiyah Kajen. Dilanjutkan dengan acara pembacaan shalawat nariyah di seluruh masjid, mushalla, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB.

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Jumat malam itu juga digelar "Kajen Bershalawat" di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Lalu, kirab dan apel Hari Santri Nasional mulai dari kantor PCNU Pati sampai alun-alun Pati pada 22 Oktober 2016, pukul 13.00 WIB. Pengajian akbar pada Ahad (23/10), pukul 13.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pati juga melengkapi acara tahunan ini dengan menghadirkan Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hafsin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rais Syuriyah PCNU Pati KH M Aniq Muhammadun mengatakan, seluruh kegiatan hari santri ini bertujuan positif untuk mewujudkan akhlakul karimah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Ali Munfaat menekankan supaya pelaksanaan kegiatan hari santri ini mampu mendorong elemen bangsa lain untuk bersatu padu melakukan segala hal demi kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

Menurut Ketua Panitia Hari Santri Nasional PCNU Pati, Jamal Mamur, berbagai kegiatan ini menunjukkan kecintaan kaum santri kepada bangsa dan negara. Mereka, katanya, ingin meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh Belanda.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dengan Resolusi Jihad Kiai Hasyim, umat Islam, khususnya kaum santri, terbakar semangatnya untuk mengangkat senjata melawan kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia,” ujarnya.

Dalam hati kaum santri, lanjut pria yang akrab disapa Kang Jamal ini, terpatri hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air termasuk tanda iman. Maka, segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tidak mungkin santri merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan langkah yang destruktif, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal yang melakukan aksi-aksi teror atas nama agama. “Santri, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asyari mampu memaknai doktrin agama secara kontekstual sehingga Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” paparnya.

Khusus di Pati ini, figur santri yang pernah menjadi Rais Aam PBNU, KH MA Sahal Mahfudh, patut menjadi contoh. Dengan fiqih sosialnya, kata Kang Jamal, Kiai Sahal memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mandiri dan mampu mengarungi kehidupan dengan bahagia.

“Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, modal, dan monitoring secara intensif sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Jamal, santri-santri di Kabupaten Pati harus meneladani perjuangan Kiai Sahal dan para pendahulu yang lain dengan aktif berkarya baik dalam bentuk pemikiran atau dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 06 Februari 2018

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi

Bandar Lampung,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Nusron Wahid menegaskan, keputusan politik setiap anggota untuk mengikuti sebuah partai ialah keputusan pribadi, bukan keputusan organisasi.

“Ansor bukan partai politik,” katanya saat menjawab pertanyaan sejumlah wartawan setelah meletakkan batu pertama pembangunan kantor Pimpinan Wilayah GP Ansor Provinsi Lampung di Bandar Lampung, Jumat (10/1).

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Nusron Tegaskan Anggota Berpolitik itu Pilihan Pribadi

Jadi, kata dia, anggota GP Ansor yang berpolitik dengan mengikuti suatu partai ialah keputusan pribadi. Itu hak individu masing-masing.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ansor tidak pernah menyarankan anggotanya mengikuti suatu partai tertentu," lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nusron yang kini menjabat Kepala BNP2TKI dan pernah menjadi Anggota DPR RI dari Partai Golkar mendapat pertanyaan tersebut sehubungan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama itu diidentikan publik dengan partai tertentu.

Berkaitan dengan itu, ia menegaskan jika organisasi dipimpinnya bukan partai politik atau parpol, sehingga keputusan anggota Ansor untuk terjun ke dunia politik ialah pilihan individu, bukan arahan organisasi. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto memuji sejumlah pimpinan anak cabang yang terus melakukan rekrutmen kader dengan segala hambatan yang ada. Satu di antaranya adalah mengeluarkan uang, bukan mendapatkan uang.

"Dalam hidup dan berorganisasi, hambatan selalu ada. Bagaimana mengatasinya? Cara sederhana ialah pikiran kita harus seperti jalan beraspal yang mulus atau jalan tol," ujar Gatot, di Blambangan Umpu, Senin (28/8).

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Bahasa lainnya, setiap kader Ansor harus berpikiran positif. Sebab hidup tergantung dengan apa yang kita pikirkan.

"Setiap pikiran hendaknya menjadi doa, menjadi motivasi. Saya sebut pikiran kader harus seperti jalan tol karena tadi dari Blambangan Umpu menuju Pakuan Ratu ada perubahan luar biasa," kata dia lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih dari tujuh tahun, jalan menghubungkan Kecamatan Blambangan Umpu, Negeri Agung, Pakuan Ratu tersebut banyak lubang menganga, berdebu jika kemarau dan tergenang air jika hujan.

"Alhamdulillah, sekarang sudah mulus. Jika pikiran setiap kader disetting semacam itu, Insya Allah kita bisa menekan ketakutan-ketakutan tidak perlu. Yakini, pikiran kita adalah jalan tol, bukan onderlagh. Kalaupun ada hambatan di jalan beraspal tadi, hanyalah polisi tidur yang gampang dilewati," kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan, menjadi bermanfaat itu tergantung pikiran. Karena itu, dengan berkhidmah di Ansor, jadilah orang yang selalu berpikiran positif.

"Jangan pernah takut mencoba berkreativitas di Ansor. Orang yang tidak pernah gagal ialah orang yang tidak pernah mencoba," kata Gatot Arifianto kepada kader Ansor Pakuan Ratu dan Negara Batin. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Thawaf Ifadlah yang menjadi salah satu rukun dalam ibadah haji, boleh diwakilkan kepada orang lain. Namun, hukum boleh, diputuskan setelah melewati perdebatan panjang para peserta musyawarah bahtsul masail. Hukum badal Thawaf Ifadlah ini diperbolehkan dengan sejumlah syarat.

Putusan Pleno yang dipimpin Ketua LBM PBNU KH Zulfa Musthofa Rabu (3/7) pagi mengatakan, “Pada dasarnya badal Thawaf Ifadlah tidaklah diperbolehkan meskipun ada uzur karena Thawaf Ifadlah merupakan salah satu rukun haji.”

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)
Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat (Sumber Gambar : Nu Online)

Badal Thawaf Ifadlah Dibolehkan Dengan Syarat

Mereka mengutip pendapat Imam Syihabuddin ar-Ramli yang membolehkan badal itu dengan sejumlah syarat. Syarat yang diajukan Ar-Ramli adalah pelaku haji merupakan orang yang madlub (orang sakit yang secara medis tidak mungkin sembuh) dan sudah pulang ke tanah airnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syekh Ramli berargumen, ibadah Haji yang mencakup rukun, wajib, dan sunahnya boleh dibadalkan. Tentu Thawaf Ifadlah sebagai salah satu rukun haji, lebih boleh untuk dibadalkan.

Badal Thawaf Ifadlah merupakan satu isu yang dibahas dalam bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Yogyakarta, Selasa (2/7) malam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syarat itu diajukan oleh Syekh Ar-Ramli yang kemudian dikukuhkan peserta musyawarah LBM PBNU guna menghindari tasahhul, menyepelekan hukum syariah.

Peserta bahtsul masail ialah pengurus wilayah dan cabang LBM NU, Rais Syuriah PBNU, Rais Syuriah PWNU se-Indonesia, dan utusan sejumlah pesantren.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul, Doa, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 14 Januari 2018

Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan

Waykanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejak diproklamirkan merdeka pada Jumat 17 Agustus 1945 hingga Senin 17 Agustus 2015 ini, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah merdeka, bebas dari kolonialisme selama 70 tahun. Sejumlah organisasi kemasyarakatan dan pemuda dari berbagai daerah turut mewarnai dan mengisi pembangunan bangsa ini. Bagaimana dengan pemuda Nahldatul Ulama (NU) Gerakan Pemuda Ansor?

"Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Waykanan Provinsi Lampung telah berpartisipasi mengisi kemerdekaan dengan konkret dengan beberapa contoh kelihatan dan bisa disebutkan," ujar Disisi Saidi Fatah, alumni SMAN 1 Blambangan Umpu Waykanan, di Waykanan, Senin (17/8).

Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Langkah Kongkret Ansor Waykanan Isi Kemerdekaan

Di bidang pendidikan, Gerakan Pemuda Ansor di Kabupaten Waykanan yang dipimpin Bupati Bustami Zainudin telah menyelenggarakan Pesantren Kilat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (Sanlat BPUN). "Program tersebut kemarin diselenggarakan secara cuma-cuma dan membantu mengantarkan tujuh pelajar Waykanan masuk perguruan tinggi," ujar Disisi yang merupakan Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015 itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kegiatan lain terkait pendidikan dilakukan Gerakan Pemuda Ansor di Waykanan menurut Disisi cukup beragam, seperti lomba baca puisi hingga lomba menulis opini bagi pelajar SMA sederajat, baik di Waykanan maupun di Lampung.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ansor juga melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bahaya human traficking, berbagi buku untuk perpustakaan daerah dan masih banyak lagi," paparnya.

Di bidang lingkungan hidup dan ekonomi, Gerakan Pemuda Ansor Waykanan juga kreatif dan arif, yakni mengolah limbah bekas seperti botol minuman berenergi untuk mempunyai nilai ekonomis.

"Anak-anak BPUN Waykanan pernah berpartisipasi menjual madu yang dikemas dalam botol limbah telah disterilkan tersebut. Selain mendorong semangat wirausaha, upaya itu juga berdampak positif bagi lingkungan hidup, saya melihatnya sebagai upaya kreatif dan arif," kata Disisi lagi.

Ia menambahkan, ikhtiar-ikhtiar dilakukan GP Ansor di Waykanan merupakan gerakan berani dan karya yang nyata.

"Saya berharap GP Ansor Waykanan, selalu berani memberikan yang terbaik dan menjadi wadah bagus buat para generasi muda. Waykanan memerlukan gerakan-gerakan seperti dilakukan Gerakan Pemuda Ansor. Saya tidak ragu menyatakan apa? yang telah dilakukan? Gerakan Pemuda Ansor di Waykanan merupakan upaya pembangunan bangsa dan berdampak posotif terutama bagi generasi muda," ujar Disisi. (Teddy Heriyanto/Anam)

Foto: Disisi Saidi Fatah Ketua Alumni Sanlat BPUN Waykanan 2015

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Warta, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

Sore itu Ujang mengobrol dengan Haji Yunus. Di meja beliau ada kitab Ihya Ulumiddin karya Imam al-Ghazali. Ujang lantas bertanya: "Banyak Ustad yang menekankan pentingnya kita ber-akhlak seperti akhlak Nabi Muhammad. Wak Haji, seperti apa sih akhlak Nabi kita itu?

Haji Yunus menarik sarungnya yang lusuh, lantas membuka kitab Ihya di depannya, "Mari Ujang kita ngaji bersama untuk menjawab pertanyaanmu itu". Haji Yunus membaca dan menerjemahkannya:

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Ihya Ulumiddin: Membela Al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nabi selalu memohon kepada Allah SWT supaya dihiasi dengan adab yang baik serta akhlak terpuji. Dalam doanya, beliau membaca: Ya Allah, baguskanlan rupa dan akhlakku. Dan beliau juga berdoa: "Ya Allah, jauhkan aku dari akhlak yang munkar," maka Allah mengabulkan doa beliau sesuai dengan firmanNya "Berdoalah kepada-Ku niscaya Kuperkenankan (permintaan) kamu itu" (QS al-Mumin: 60). Allah turunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad dan dijadikan Al-Qur’an itu bahan pengajaran adab, maka jadilah akhlak Nabi Muhammad itu (seperti isi) Al-Qur’an.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Said bin Hisyam berkata, "Aku masuk menemui Siti Aisyah RA dan bertanya tentang akhlak Rasulullah Saw." Aisyah menjawab dan bertanya, "Apakah engkau membaca Al-Qur’an?" Aku menjawab, "Iya." Aisyah menjawab, "Akhlak Nabi SAW adalah Al-Qur’an."

**

Haji Yunus berkata: "Ujang, kalau akhlak Nabi itu Al-Qur’an, maka mari kita simak sejumlah ayat Al-Qur’an untuk memahami akhlak beliau SAW". Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya:

? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ?} ? {? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?} ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ? ?} ? ? ? ?

Sungguh Al-Qur’an mengajarkan Rasulullah SAW adab kesantunan sebagaimana dalam ayat, "Jadilah Engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang maruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh." (QS al-Araf: 199)

Di lain ayat, Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan." (QS al-Nah,: 90)

Dan firman Allah, "Bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)." (QS Luqman:17)

Begitu juga dengan ayat "Orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan" (QS Asy-Syura: 43) dan "Maka maafkanlah mereka dan biarkan mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik" (QS al-Maidah:13). Kemudian, "Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?" (QS al-Nur:22).

Lanjut dengan ayat "Dan yang sanggup menahan marahnya, serta orang- orang yang mema’afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan" (QS Ali Imran:134) dan "jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain" (QS al-Hujurat:12).

Pada perang Uhud, gigi geraham Nabi patah sehingga darah mengucur keluar dan membasahi wajah beliau. Nabi berkata, "Bagaimana suatu kaum akan selamat jika mereka melumuri wajah Nabi mereka dengan darah, sedangkan Nabi mereka mengajak mereka kepada Tuhan" maka, Allah Swt menurunkan ayat, "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu" (QS Ali Imran:128). Ayat-ayat ini bermakna membimbing Rasulullah SAW atas kejadian yang tengah dihadapinya.

**

Haji Yunus mulai berkaca-kaca matanya. Ujang terdiam menundukkan kepalanya. Haji Yunus meneruskan membaca kitab Ihya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? {? ? ? ?}

Ayat yang senada seperti di atas banyak dijumpai dalam Al-Qur’an. Semuanya itu dimaksudkan mula-mula yaitu untuk membimbing dan mengarahkan Nabi Saw. Dengan itu, maka sinar pelajaran dari Al-Qur’an dapat menyebar ke seluruh manusia.

Itulah sebabnya Rasulullah SAW bersabda: "Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia". Setelah Allah menyempurnakan akhlak beliau, lalu Allah memujinya: "Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung" (QS al-Qalam:4).

**

Ujang mengangkat tangan, "Wak Haji, adakah contoh praktis dari akhlak Nabi SAW?"

"Iya, ada..." Haji Yunus kemudian lompat ke lembaran berikutnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ketika didatangkan sekelompok tawanan Thayyi-in, di antara tawanan tersebut ada seorang gadis belia. Dia berkata, "Hai Muhammad, sudikah engkau membebaskan aku, dan tidak mengecewakan musuh-musuhmu serta tidak mempermalukan orang-orang Arab? Sesungguhnya, aku adalah putri seorang pemimpin di kaumku. Bapakku bertugas melindungi daerahku, membebaskan tawanan, memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan, memberi makan, menyebarkan salam dan tidak pernah mengusir seseorang yang datang kepadanya untuk suatu keperluan. Aku adalah putri dari Hatim al-Thai"

Rasulullah Saw berkata, "Wahai budak perempuan, yang kamu sebut adalah semuanya sifat orang-orang mumin. Andaikata bapakmu seorang Muslim, niscaya kami akan mendoakan rahmat baginya." Nabi lalu memerintahkan, "Bebaskan dia, sesungguhnya bapaknya menyenangi budi pekerti yang mulia." Lalu bangun berdiri Abu Bardah bin Niar, seraya-berkata : "Wahai Rasulullah! Allah menyukai akhlaq yang mulia!" Nabi Menjawab: "Demi Allah yang nyawaku dalam kekuatan-Nya! Tiada yang masuk surga kecuali orang yang bagus akhlaknya"

**

"Sampai di sini, mengertikah kamu, Ujang, bahwa Nabi pun memghormati akhlak non-Muslim dan menyanjungnya. Kita tentu malu sekarang kalau non-Muslim lebih banyak yang mengamalkan akhlak mulia ketimbang kita para pengikut Nabi Muhammad," tegas Haji Yunus. Beliau melanjutkan menerjemahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Muaz bin Jabal, Nabi Bersabda: "Sesungguhnya, Islam meliputi akhlak-akhlak yang terpuji dan perilaku yang baik." Adapun contoh dari akhlak yang terpuji adalah pergaulan yang baik, perbuatan terpuji dan perkataan yang lemah lembut, melakukan perbuatan yang maruf, memberi makan tamu, menyebarkan salam, menziarahi orang Muslim yang sakit baik yang akhlaknya baik maupun yang buruk, mengantarkan jenazah Muslim, berlaku baik kepada tetangga baik yang Muslim maupun yang Kafir, memuliakan yang lebih tua, menghadiri undangan perjamuan makan dan mendoakannya, suka memaafkan, senang mendamaikan, bersifat pemurah, mulia, toleran, memulai memberi salam, menahan amarah dan memberi maaf orang yang minta maaf.

**

Haji Yunus menghela napas. "Masih panjang pembahasan comtoh-contoh akhlak Nabi yang dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya ini. Silakan dibaca sendiri. Tapi intinya kamu sudah paham belum?"

Ujang mengangguk: "Intinya adalah akhlak Nabi itu Al-Qur’an."

Haji Yunus berkata: "Benar! Maka kalau kita bertekad membela Al-Qur’an maka kita harus membelanya lewat akhlak Nabi Muhammad yang digambarkan begitu indah dalam Al-Qur’an. Tentu mengherankan kalau kita hendak membela Al-Qur’an tapi dilakukan dengan cara yang jauh dari nilai-nilai akhlak yang terkandung dalam Al-Qur’an dan terwujud dalam contoh budi pekerti Nabi Muhammad yang agung."

Spontan Ujang berteriak: "takbiiirrrr!!!"

Nadirsyah Hosen, Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia - New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Kyai, News Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 07 Januari 2018

Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal

Bisyr bin Harits dikenal juga sebagai Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi, lahir di dekat kota Merv sekitar tahun 150 Hijriah /767 Masehi. Setelah meninggalkan hidup berfoya-foya, ia mempelajari Hadits di Baghdad, kemudian meninggalkan pendidikan formal untuk hidup sebagai pengemis yang terlunta-lunta, kelaparan dan bertelanjang kaki. Bisyr meninggal di kota Baghdad tahun 227 H/841 M. Ia sangat dikagumi oleh Ahmad bin Hanbal dan dihormati oleh khalifah al-Mamun.

Bishr lahir di Merv dan menetap di Baghdad. Kisah pertobatannya diriwayatkan oleh Fariduddin al-Attar di dalam buku Tadzkiratul Auliya. Attar meriwayatkan, sewaktu muda, ia adalah seorang pemuda berandal. Suatu hari dalam keadaan mabuk, ia berjalan terhuyung-huyung. Tiba-tiba ia temukan secarik kertas bertuliskan: "Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Bisyr lalu membeli minyak mawar untuk memerciki kertas tersebut kemudian menyimpannya dengan hati-hati di rumahnya.

Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal (Sumber Gambar : Nu Online)
Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal (Sumber Gambar : Nu Online)

Bisyr al-Hafi, Waliyullah Berjiwa Sosial yang Mantan Berandal

Malam harinya seorang manusia suci bermimpi. Dalam mimpi itu ia diperintah Allah untuk mengatakan kepada Bisyr: "Engkau telah mengharumkan nama-Ku, maka Aku pun telah mengharumkan dirimu. Engkau telah memuliakan nama-Ku, maka Aku pun telah memuliakan dirimu. Engkau telah mensucikan nama-Ku, maka Aku pun telah mensucikan dirimu. Demi kebesaran-Ku, niscaya Ku-harumkan namamu, baik di dunia maupun di akhirat nanti".

"Bisyr adalah seorang pemuda berandal", si manusia suci itu berpikir. "Mungkin aku telah bermimpi salah".

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Oleh karena itu ia pun segera bersuci, shalat kemudian tidur kembali, namun tetap saja mendatangkan mimpi yang sama. Ia ulangi perbuatan itu untuk ketiga kalinya, ternyata tetap mengalami mimpi yang demikian juga. Keesokan harinya pergilah ia mencari Bisyr. Dari seseorang yang ditanyanya, ia mendapat jawaban: "Bisyr sedang mengunjungi pesta minum anggur".

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Maka pergilah ia ke rumah orang yang sedang berpesta itu, dan menyampaikan pesan dari mimpinya tersebut kepada Bisyr.

Kemudian Bisyr berkata kepada teman-teman minumnya, "Sahabat-sahabat, aku dipanggil, oleh karena itu aku harus meninggalkan tempat ini. Selamat tinggal! Kalian tidak akan pernah melihat diriku lagi dalam keadaan yang seperti ini!"

Attar selanjutnya meriwayatkan bahwa sejak saat itu tingkah laku Bisyr berubah sedemikian salehnya. Sedemikian asyiknya ia menghadap Allah bahkan mulai saat itu ia tak pernah lagi memakai alas kaki. Inilah sebabnya mengapa Bisyr juga dijuluki si manusia berkaki telanjang (al-hâfî).

Berikut beberapa kisah tentang Abû Nashr Bisyr bin al-Hârist al-Hâfî yang kami himpun dari beberapa sumber:

Kisah Bisyr al-Hafi dan Imam Ahmad bin Hanbal



Konon Imam Ahmad bin Hanbal sering mengunjungi Bisyr al-Hafi, entah untuk urusan apa. Dan sang imam pun sangat mempercayai perkataan Bisyr al-Hafi. Hal itu kemudian menyebabkan rasa kurang senang pada hati murid-muridnya, sehingga suatu hari muridnya memprotes Imam Ahmad bin Hanbal.

“Wahai guru, di zaman ini tak ada seorang pun yang bisa menandingimu di bidang hadits, hukum, teologi dan setiap cabang ilmu pengetahuan. Lalu mengapa setiap saat engkau menemani dan bergaul bersama seorang berandal (Bisyr al-Hafi)? Pantaskah hal itu?” protes muridnya.

“Mengenai setiap bidang yang kalian sebutkan tadi, aku memang lebih ahli bila dibandingkan dengan Bisyr. Tetapi mengenai Allah, dia lebih ahli daripada aku”, jawab sang Imam.

Konon juga Imam Ahmad bin Hanbal sering memohon kepada Bisyr al-Hafi “ceritakanlah padaku perihal Tuhanku!”

Bisyr al-Hafi dan Empatinya Terhadap Orang Miskin



Alkisah, selama 40 tahun keinginan Bisyr al-Hafi untuk merasakan daging panggang tak kunjung terwujud, hal itu disebabkan karena dia tidak memiliki uang. Pernah juga beliau menginginkan memakan kacang buncis, keinginan itu pun  juga tak kunjung terwujud. Padahal, kalaupun beliau berkehendak, sebagai salah seorang waliyullah yang dekat kepada Allah, beliau bisa saja meminta segala sesuatu dan pasti dikabulkan. Akan tetapi beliau tidak mau melakukannya. Jalan hidup dan penyangkalan diri yang beliau jalani juga menahan beliau untuk meminum air dari saluran yang ada pemiliknya.

Rasa peduli atau empatinya kepada orang-orang miskin pun sangat besar. Konon di suatu musim yang begitu dingin, di mana semua orang mengenakan pakaian tebal untuk menghangatkan tubuh mereka, beliau, Bisyr al-Hafi malah berbuat sebaliknya. Dia melepas pakaiannya di tengah cuaca yang begitu dingin. Akibatnya tubuhnya menjadi menggigil kedinginan.

“Hai Abu Nashr (panggilannya), mengapa kau melepaskan pakaianmu di tengah cuaca yang sangat dingin ini?” teriak orang-orang heran. “Aku teringat orang-orang miskin. Aku tidak punya uang untuk membantu mereka. Oleh karena itu, aku ingin turut merasakan penderitaan mereka”.

Wafatnya Sang Waliyullah



Suatu malam, ketika Bisyr al-Hafi sedang terbaring menanti ajalnya pada tahuan 277 H/ 841`M, tiba-datang seseorang dan mengeluhkan nasibnya kepadanya. Kemudian Bisyr pun menyerahkan seluruh pakaian yang dia kenakan kepada orang tadi. Dia pun lantas memakai pakaian lain yang dia pinjam dari salah seorang sahabatnya. Dengan menggunakan pakaian pinjaman itulah sang waliyullah tersebut menghadap Tuhannya.

Di tempat yang lain, seorang laki-laki melihat keledai yang dibawanya membuang kotoran di jalan. Padahal selama Bisyr al-Hafi hidup, tidak ada seekor keledai pun yang membuang kotoran di jalan karena menghormati Bisyr yang berjalan dengan tanpa menggunakan alas kaki. Melihat kenyataan aneh seperti itu spontan si laki-laki tersebut langsung berteriak “Bisyr telah tiada!”

Mendengar seruan laki-laki tadi, orang-orang pun pergi untuk menyelidikinya validitas berita tersebut. Dan ternyata apa yang dikatakan oleh laki-laki tadi benar adanya. Lalu orang-orang pun menanyakan sesuatu padanya, “Bagaimana kau tahu bahwa Bisyr al-Hafi telah meninggal dunia?”.

“Karena selama Bisyr al-Hafi hidup aku tidak pernah menyaksikan ada seekor keledai pun yang membuang kotoran di jalan. Dan tadi aku melihat kenyataan yang sebaliknya. Keledaiku membuang kotorannya di jalan. Dari itu pun aku tahu bahwa Bisyr al-Hafi telah wafat”, jawab laki-laki tadi. Wallahu a’lam.

Hilmy Firdausy, Mahasantri Pesantren Ilmu Hadits Darus-Sunnah Ciputat. [Sindikasi Media]

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Doa, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 31 Desember 2017

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

90 persen siswa sekolah atau madrasah yang berada di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) pada Ujian Nasional (UN) tahun ini dinyatakan lulus.

“Berdasarkan laporan dari wilayah-wilayah, angka kelulusan Ujian Nasional siswa sekolah yang berada di bawah naungan Ma’arif mencapai 90 persen,” kata Ketua Umum PP LP Maarif NU, Najid Muchtar kepada wartawan di kantornya Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman Timur, Jakarta, Kamis (29/6)

Nadjid yang dalam kesempatan itu didampingi sejumlah pengurus PP LP Ma’arif NU, di antaranya Mamad Salamet dan Aceng Abdul Azis, menyatakan, data tersebut menunjukan bahwa jumlah siswa yang tidak lulus pada tahun ini masih cukup besar.

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Persen Siswa Sekolah LP Ma’arif NU Lulus UN

Ditambahkan Nadjid, sebagai lembaga yang bertanggungjawab dalam bidang pendidikan di lingkungan NU, LP Ma’arif NU, saat ini sedang berusaha mencari solusi untuk mengatasi para siswa yang dinyatakan tidak lulus, yang jumlahnya mencapai 10 persen. LP Ma’arif NU, katanya, tetap pada sikap semula, yaitu menuntut pemerintah untuk menyelenggarakan UN ulang.

”Sekarang kami sedang berpikir bagaimana mereka yang tidak lulus ini. Kami tetap pada sikap kami, yakni pemerintah harus menggelar UN ulang,” ungka Nadjid.

Banyaknya jumlah siswa yang tidak lulus, lanjut Nadjid, terutama yang berada dalam naungan LP Ma’arif NU, bukan semata kesalahan siswa, melainkan juga kesalahan pemerintah yang tidak memberikan fasilitas pendidikan merata pada setiap sekolah. Kualitas sekolah, katanya, tidak bisa disamaratakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ujian Nasional itu tidak adil. Banyak yang tidak lulus itu bukan kesalahan siswa. Kualitas sekolah tidak bisa disamaratakan, karena pemerintah belum memberikan fasilitas kepada sekolah. Jadi, Ujian Nasional ulang adalah jalan terbaik untuk mengatasi masalah ini,” jelasnya.

Najid menegaskan, sejak awal LP Ma’arif NU tidak setuju pada pelaksanaan Unas, jika itu untuk menjadi ukuran kelulusan siswa. Unas, kata Najid, seharusnya hanya dijadikan sebagai pengukur standar kualitas pendidikan, bukan untuk standar kelulusan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

”Inti pendidikan tidak hanya pada Ujian Nasional itu saja. Ada aspek-aspek lain yang harus dijadikan ukuran. Pihak sekolah sebenarnya yang punya hak untuk meluluskan siswa, karena sekolah yang memantau siswa setiap hari. Masa pemerintah nggak ikut mendidik, kok ikut meluluskan,” katanya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhatul Ulama (IPPNU) Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno, Jombang, Jawa Timur mengajak setiap divisi kepengurusan agar lebih kreatif dengan adanya basecamp ranting IPNU-IPPNU setempat, khususnya dibidang kerajinan tangan dan pengembangan bakat lainnya.

Sebelumnya, mereka telah merutinkan kegiatan kerajinan tangan membuat aksesoris setiap pekan kurang lebih selama dua bulan terahir sebelum adanya basecamp. Dalam perkembangannya hasil kerajinan inimampu menarik beberapa pedagang aksesorisuntuk menjadi pelanggan mereka, bahkan tidak kurang dari 10 orangsetiap pekan.?

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirikan Basecamp, Pelajar NU Mojoduwur Ajak Anggota Lebih Kreatif

“Kita sebelumnya memang sudah intensif mengadakan kerajinan tangan membuat aksesoris. Ya lumayan, hasilnya juga memuaskan dan banyak pedagang-pedagang yang sudah mulai memesannya,” kata Lila Aiziyah, Ketua PR IPPNU Mojoduwur, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham saat dihubungi, Ahad (6/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia berharap keberadaan basecamp itu menjadi motivasi tersendiri bagi semua anggota dan pengurus ranting lebih aktif dan sungguh-sungguh dalam menjalankan program-programnya. “Selama ini yang menjadi prioritas kita adalah basecamp. Basecamp kita sudah punya, tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya sebaik mungkin, termasuk menjalankan program-program kita ke depan,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kantor IPNU-IPPNU ini diresmikan pada Ahad pagi, (6/12/2015) bersama segenap pengurus ranting Kecamatan Mojowarno. Sebelum diresmikan mereka memanjatkan doa dan tahlil bersama kemudian dilanjutkan dengan acara tumpengan (makan bersama). “Semoga dengan adanya basecamp ini kita bisa rutin dan semangat menggagas ide-ide dalam berkarya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tegal, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 Desember 2017

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah

Karanganyar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar bakti sosial sebagai salah satu rangkaian acara “Ansor Bershalawat” yang diselenggarakan di Masjid Darul Muttaqin, Pulosari, Kaliboto, Mojogedang, Ahad (28/9).

Acara bakti sosial tersebut diisi dengan kegiatan donor darah. Ketua PAC Ansor Kecamatan Mojogedang Danang Warsito menyatakan, kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud pengabdian dan kepedulian GP Ansor terhadap masyarakat setempat.

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bakti Sosial, Ansor Mojogedang Gelar Aksi Donor Darah

“Donor darah merupakan proses sirkulasi yang mudah, praktis namun sangat besar manfaatnya baik bagi kesehatan si pendonor maupun bagi orang yang membutuhkan donor,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aksi donor darah GP Ansor ini bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Karanganyar. “Bagi mereka yang dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, langsung menuju dalam Bus Tranfusi Darah milik PMI dan masing-masing orang diambil darahnya rata-rata sebanyak 250 cc,” tambah Danang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya bagi pendonor yang telah selesai mendonorkan darah diberikan multivitamin, susu dan makanan ringan agar kondisi badannya pulih kembali. Bakti sosial donor darah ini merupakan kegiatan yang pertama kali di perkampungan oleh GP Ansor Mojogedang, dan diharapkan bisa menjadi kalender rutin tahunan sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. (Ahmad Rosyidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Tegal, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 23 Desember 2017

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebanyak 32 naskah peserta lomba esai Islam Nusantara, dalam rangka International Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIl) telah ditetapkan masuk sebagai naskah buku. Ke-32 naskah ini berasal dari penjurian tahap ke-3.

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah 32 Naskah Kompetisi Esai Islam Nusantara yang Dibukukan

Naskah-naskah tersebut dipilih karena dinilai memberi sumbangsih tema dan gagasan pada kajian Islam Nusantara, sesuai dengan tema diangkat oleh panitia ISOMIL PBNU, yakni “Islam Nusantara sebagai Inspirasi Peradaban Dunia”. ISOMIL menjadi agenda untuk mengampanyekan Islam moderat di dunia internasional.

Koordinator Publikasi ISOMIL dan Ketua Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN) PBNU, H Juri Ardiantoro, mengungkapkan bahwa peserta yang lolos 32 besar, menulis tema Islam Nusantara dari pelbagai perspektif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Islam Nusantara itu dapat didekati dari berbagai perspektif yang unik. Banyak naskah-naskah dari peserta yang sebenarnya bagus dan memberi respon yang baik dalam sumbangsih ide untuk pengembangan kajian Islam Nusantara. Juga, banyak naskah yang ditulis secara baik, namun terlalu jauh dari tema, sehingga tidak masuk dalam kurasi buku,” terangnya.

Buku “Islam Nusantara, Inspirasi Peradaban Dunia” rencananya akan dibagikan pada penyelenggaraan ISOMIL dan menjadi tawaran gagasan kepada forum dialog antar peserta. Editor buku ini, Munawir Aziz, mengungkapkan bahwa kajian tentang Islam Nusantara yang ditulis oleh beberapa peserta sangat beragam dan kaya data.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Naskah dari peserta melengkapi khazanah Islam Nusantara yang telah ditulis beberapa peneliti sebelumnya. Juga, melengkapi mozaik kajian Islam Nusantara, yang sudah dipublikasi dalam beberapa buku dan media. Buku ini, menyumbangkan gagasan dan menambah puzzle dalam konfigurasi ide tentang Islam Nusantara,” ungkap Munawir Aziz, yang menjadi editor buku ini bersama Dr. H. Juri Ardiantoro. ?

Pengumuman pemenang lomba esai Islam Nusantara, rencana akan ditampilkan di website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham pada Ahad (08 Mei 2016) malam ini. Peserta lomba dipersilakan memantau terus update berita dari website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Berikut, nama-nama peserta dan naskah yang masuk dalam 32 besar, yang akan diterbitkan dalam buku ‘Islam Nusantara, Inspirasi Peradaban Dunia” pada agenda Isomil PBNU, 9-11 Mei 2016 ini.

Judul naskah dan nama penulis:

1. Wali Songo dan Wajah Islam di Bumi Nusantara sebagai Inspirasi Dunia |Egi Sukma Baihaki

2. Model Dakwah Kebudayaan Sunan Kalijaga dalam Syiar Islam Nusantara | Inggar Saputra, M.Si

3. The Beauty of Brotherhood in The Town of Kudus: Sang Sunan sebagai Katalisator Penyebaran Islam | Dani Puspitasari

4. Formula Abah Sepuh (1905-1956) dalam Mewujudkan Kerukunan Beragama dan Bernegara: Dari Zaman Kolonial sampai Pasca Kemerdekaan Indonesia | Deni Kusuma | hal.

5. Tasawuf dan Semangat Berbangsa : Kontribusi Kiai Ihsan Jampes Pembumian Tasawuf Nusantara | Dr. Wasid, SS., M.Fil.I

6. Prinsip-Prinsip Kebangsaan Syaikh Muhammad Zainuddin Abdul Majid: Ulama Nasionalis-Religius dari Indonesia Timur | Hulaimi Al Amin

7. Pandangan Keagamaan Sayid Usman bin Yahya dan KH. Hasyim Asy’ari Akhir Abad ke-19 dan Awal Abad ke-20 | Ahmad Athoillah, MA

8. Titik Strategis Islam Nusantara dalam Menyongsong Peradaban Dunia: Islam sebagai Etika Publik di Era Globalisasi (Pemikiran Abdurrahman Wahid) | NORA FARIDATIN

9. Pemikiran dan Nilai Keteladanan KH. MA. Sahal Mahfudh tentang Perdamaian, Moderatisme, Toleransi dan Prinsip Kebangsaan sebagai Inspirasi Peradaban Dunia | DR. Jamal Ma’mur, MA

10. Nasionalisme Kaum Sufi | Zakki Amali

11. Memaknai ‘Hubbul Wathan Minal Iman’ |Isnai Ilham Aufadhuha

12. Toleransi Keagamaan Sebagai Sub Sistem Dakwah dalam Menjaga Keutuhan NKRI: Kiprah Al-Habib Luthfi bin Yahya | Ali Subhi Waliyanto

13. Etika Gusdurian, Merayakan Islam yang Toleran | Desiderio Julio Sudirman

14. Pancasila Jiwa Islam Nusantara | Fr. Mathias Jebaru Adon, SMM

15. Islam Nusantara sebagai Media Resolusi Konflik (Kajian Penerapan Adat pada Masyarakat Muslim Indonesia) | Siti Rahmawati

16. Gerakan Pemuda Ansor sebagai Benteng Pemuda dalam Menanggulangi Terorisme di Indonesia | Pipit Widiatmaka

17. Formasi Nalar Islam Nusantara: Upaya Meneguhkan Paradigma Pengkajian Islam Berkeindonesiaan |Muhammad War’i

18. Membangun Landasan Perskriptif bagi Islam Nusantara | Dr. Rosidin, M.Pd.I

19. Islam Nusantara; Pertautan Pengetahuan dan Nilai Melalui Asimilasi dan Sinkretisasi | Muttaqin Khabibullah, S.Pd.I., M.Pd.I

20. Islam Nusantara sebagai “Al-Aadatu Al-Muhakamah” |? Mochammad Abdul Kholiq

21. Kedamaian Universal (as-Silmi Kaffah): Watak Dasar Islam Nusantara yang Menginspirasi Dunia | Eko Andrianto

22. Aksara Pegon; Media Nahdlatul Ulama Untuk Membangun Peradaban Islam Nusantara | Sahal Mahfudh

23. Islam Nusantara dari Indonesia Untuk Peradaban Dunia (Gagasan Islam Nusantara sebagai Inspirasi Peradaban Dunia ) | Pipin Armita

24. Islam Nusantara: Investasi Islam Kedamaian | Matroni Musèrang

25. Kesaksian Para Pastor Gereja Katolik Asia Pasifik (Sharing Pengalaman Menyebarkan Kehidupan dan Praktik Islam Indonesia) | Greg Soetomo

26. Diplomasi Indonesia Menciptakan Perdamaian melalui Konsep Islam Nusantara | Ahjar Rifa’i

27. Islam Nusantara: Berbaur dengan Budaya, Berdamai dengan Sesama | Abdul Waid

28. Islam Nusantara dan Deradikalisasi Islam di Indonesia | Mokhamad Ali Ridlo

29. Merawat Islam Nusantara, Menjaga Masa Depan Islam | Masduri

30. Gagasan Islam Nusantara: Dialektika antara Nash Syariat dengan Kebudayaan Nusantara? | Nabalah Al Batul

31. Pluralitas Konfigurasi Islam Nusantara: dari Islam Santri, Abangan, hingga Priyayi| Mohammad Takdir Ilahi

32. Internasionalisasi Islam Nusantara: Mengembalikan Konfidensi Islam Indonesia sebagai Rujukan Dunia | Libasut Taqwa





(Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Nusantara, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

Naik Unta Saja!

Seorang yang konon dipanggil sebagai ustaz, hendak bersilaturahim ke rumah temannya di daerah Solo. Karena baru datang di Solo, ia memanggil taksi untuk mengantarkan ke alamat yang dituju.

Supir taksi bergegas menghampiri ustaz.

“Selamat Siang. Mau ke mana pak?” sapa supir.

Naik Unta Saja! (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Unta Saja! (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Unta Saja!

“Ini pak, ke daerah Ngruki,” jawabnya sambil menunjukkan sebuah kartu nama.

“Oh, iya”

Taksi mulai berjalan. Supir memutar musik, kebetulan yang diputar lagu-lagu barat. Tiba-tiba..

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Maaf, mas tolong dimatikan musiknya,”

“Iya pak, tidak suka ya dengan lagunya?” kata supir sembari mematikan musik.

“Iya.? Dan kalau menurut saya itu bukan musik Islami, tidak ada zaman nabi,”

“Oh, begitu ya. Lha kenapa tidak naik onta saja, Pak. Taksi kan juga tidak ada di zaman nabi?” tanya supir berseloroh.

Sak karepmu pir (terserah kamu)!” jawabnya ketus. (Ajie Najmuddin)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Makam, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 Desember 2017

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Banyaknya tantangan berupa pendangakalan Aswaja hendaknya menyadarkan semua pihak untuk semakin giat dalam menyapa umat. Mereka harus semakin intensif didatangi agar tidak sampai dimasuki oleh paham lain yang cenderung merusak.

"Para pemimpin umat, khususnya pegiat Aswaja jangan hanya menyukupkan ceramah sesuai jadwal yang ada, tapi semakin giat memantau perkembangan di akar rumput," kata Ustadz Idrus Ramli, Dewan Pakar PW Aswaja NU Center Jawa Timur, Ahad (13/3), saat menjadi narasumber pada kegiatan Daurah Aswaja Internasional lil Gawagis se-Jawa Timur.

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Cuma Ceramah, Pegiat Aswaja Diimbau Sering Menyapa Umat

Menurutnya,? kalangan penyerang amaliyah NU kerap memanfaatkan tempat ibadah seperti mushalla dan masjid yang tidak banyak difungsikan sebagaimana mestinya. "Dari mulai mencoba aktif sebagai tenaga kebersihan, menjadi muadzin hingga akhirnya menguasai jadwal imam rawatib dan pengajian di masjid dan mushalla yang ada," terangnya.

Karena itu, cara terbaik yang harus dilakukan para tokoh agama adalah dengan terus berupaya menyapa masyarakat di luar jadwal pengajian rutin yang dimiliki. "Karena mereka akan menguasai tempat ibadah yang jarang disapa dan dikunjungi tokoh agama di komunitas tersebut," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagi Ustadz Idrus, kelebihan kelompok yang sering menguasai masjid dan mushalla tersebut adalah konsistensinya dalam menjaga dan menguasai jadwal ibadah. "Maklum, mereka didukung oleh pendanaan yang besar, sehingga tidak lagi disibukkan dengan kegiatan ekonomi seperti masyarakat pada umumnya," katanya.

"Saya yakin, pemahaman peserta daurah tentang Aswaja sudah benar dan tidak diragukan karena berasal dari kalangan gus dan ning yang notabene adalah putra-putri kiai serta pengampu pesantren," jelasnya. Namun, yang sangat mendesak adalah bagaimana jadwal menyapa dan mendampingi masyarakat awam kian ditingkatkan agar merasa semakin terayomi.

Pada kegiatan yang diikuti ratusan gus dan ning utusan dari kota dan kabupaten se-Jatim tersebut, Ustadz Idrus berharap ada rutinan pengajian yang diisi tokoh agama setempat agar umat tidak kecolongan. "Kalau kerap menyapa umat dan warga, pasti mereka akan terus merasa hormat," katanya.

Ustadz Idrus Ramli menjadi narasumber pertama pada kegiatan yang berlangsung di aula PWNU Jatim, Jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. Narasumber lain adalah Ustadz Maruf Khozin (Surabaya), Alhabib Syekh Samir bin Abdurrahman al-Khauli al-Rifai al-Husaini (Lebanon) serta KH Marzuki Mustamar dari Malang. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 13 Desember 2017

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak

Apakah kita boleh menghadiahkan pahala bacaan dan shadaqah kepada mayit? Apakah hadiah tersebut sampai? Menurut KH Ali Masum, Rais Aam PBNU 1981-1984, masalah semacam ini merupakan masalah furu’ khilafiyah yang seharusnya tidak mendorong terjadinya fitnah, pertengkaran, perdebatan, dan sikap antipati baik terhadap orang yang setuju ataupun yang menolaknya. Walaupun berbeda pendapat, kedua belah pihak seharusnya tidak melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh sesama saudara Muslim. Masing-masing pihak tentu memiliki dasar yang diyakini.

Meski demikian, santri dan warga NU penting mengetahui dasar setiap amal ibadahnya. Oleh karena itu KH Ali Ma’sum merasa perlu menyusun kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah ini, khususnya untuk para santri Pondok Pesantren Krapyak Yogjakarta. Dengan mengetahui dasar amal ibadah yang kita lakukan, diharapkan kita tidak ragu, was-was, salah sangka, tertipu dan tergoda oleh setan sehingga tersesat pada kelompok ahli hawa nafsu.

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)
Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak (Sumber Gambar : Nu Online)

Bacaan untuk Menjadi Ahlussunnah wal Jama’ah yang Bijak

Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini diharapkan dapat membuat pembaca mengetahui dan yakin bahwa apa yang telah dilakukan oleh ulama kuno yang saleh (salafus shalih) merupakan kebenaran yang perlu diikuti. Hadirnya kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jam’ah ini tidak diharapkan sebagai bahan untuk berdebat dengan pihak yang berbeda pendapat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan tawadhu’ KH Ali Ma’shum menyatakan bahwa, dalam kitab ini beliau hanya mampu mengumpulkan dan menukil pendapat-pendapat dari para ulama’. Kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah merupakan kumpulan dari beberapa pendapat para tokoh tentang beberapa amalan Aswaja seperti shalat qabliyah Jumat dan talqin mayit setelah dikubur.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Salah satu keistimewaan kitab ini adalah KH Ali Masum mengawali uraian tentang amaliyah-amaliyah nahdhiyah seperti hadiah pahala kepada mayit dengan mengutip pendapat Imam Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim, baru kemudian mengutip beberapa pendapat ulama dari empat madzhab Aswaja.

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Mayit dapat mengambil manfaat dari pahala bacaan ayat Al-Qur`an orang lain yang dihadiahkan kepadanya, sebagaimana ia juga dapat mengambil manfaat dari pahala ibadah amaliyah seperti shadaqah dan sejenisnya.

Sedangkan Ibnul Qayyim mengatakan, “Sebaik-baik pahala yang dihadiahkan kepada mayit adalah pahala shadaqah, istighfar, doa untuk kebaikan mayit, dan ibadah haji atas nama mayit. Adapun pahala bacaan ayat Al-Qur`an yang dihadiahkan kepada mayit secara sukarela (bukan karena dibayar), dapat sampai seperti juga pahala puasa dan haji untuk mayit.

Menurut pendapat ulama madzhab Hanafi, orang yang melakukan amal ibadah, shadaqah, bacaan ayat Al-Qur`an, atau amal saleh lainnya, boleh menghadiahkan pahalanya kepada orang lain dan kiriman pahala tersebut sampai.

Ulama syafi’iyah sepakat bahwa pahala shadaqah dapat sampai kepada mayit.

Di kalangan ulama madzhab Maliki pada umumnya tidak ada perselisihan pendapat dalam hal sampainya pahala shadaqah kepada mayit. Namun pada prinsipnya, madzhab Maliki memakruhkan menghadiahkan pahala bacaan (Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) kepada mayit.

Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Adzkar menukil pendapat dari sekelompok ashabus-syafi’iy (para ulama madzhab Syafi’i), bahwa pahala bacaan (Al-Qur`an dan kalimat thayyibah lainnya) dapat sampai kepada si mayit, sama seperti pendapat yang dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan sekelompok ulama lainnya.

Menurut KH Ahmad Subki Masyhadi dari Pekalongan, kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah sangat penting bagi kaum Muslimin Ahlus Sunnah wal Jama’ah, yaitu kaum Muslimin yang aqidahnya mengikuti imam Abil Hasan Al-Asy’ari atau imam Abu Manshur Al-Maturidi, dan fiqihnya mengikuti salah satu dari empat madhab (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad ibnu Hambal). Oleh karena itu, ketika Syekh KH Ali Ma’sum bersilaturrahmim ke kediaman KH Ahmad Fauzi Masyhadi Sampangan Pekalongan, KH Ahmad Subki Masyhadi ikut menemui sang tamu mulia dari Yogjakarta tersebut dan memohon izin untuk mencetak kitab Hujjah Ahlis Sunnah wal Jama’ah beserta terjemahan dan tambahan-tambahan yang diperlukan.

KH Ahmad Subki menerjemahkan kitab berbahasa Arab ini ke dalam bahasa Jawa dengan model makna gandul dilengkapi dengan terjemah singkat dalam bentuk uraian dan kadang ditambah dengan beberapa keterangan. Kitab terjemah ini diberi nama Ad-Durratul Lami’ah.

Pada sela-sela terjemahan, seperti pada bahasan tentang hadiah pahala terhadap mayit, KH Ahmad Subkhi menambahkan beberapa pendapat ulama tentang tata cara membayar utang mayit yang berupa shalat dan puasa.

"Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang shalat, maka sebaiknya di-qadha dengan niat shalat untuk mayit tersebut. Sedangkan menurut Imam Abu Hanifah, bila si mayit wasiat maka setiap hutang satu shalat dibayar dengan fidyah satu mud. Bila ada mayit Muslim mempunyai hutang puasa Ramadhan, maka keluarganya dapat membayarkannya dengan puasa qadha. Hal ini berdasarkan suatu hadits muttafaqun alaihi..."

Ada sembilan bahasan yang dapat kita ikuti dalam kitab Ad-Durratul Lami’ah yang biasanya dijual dengan harga hanya sepuluh ribu rupiah ini: (1) pengiriman pahala untuk mayit, (2) shalat sunah qabliyah jum’at, (3) talqin mayit setelah dikubur, (4) shalat tarawih, (5) penetapan bulan Ramadhan dan Syawal, (6) ziarah kubur, (7) nikmat dan siksa kubur, (8) ziarah ke makam Nabi Muhammad Saw, dan (9) tawasul.



Data Buku


Judul? ? ? ? ? ? ? ? : Ad-Durratul Lami’ah, Tarjamah Hujjah Ahlis Sunnah? wal Jama’ah karya Syekh Al-‘Allamah KH Ali Ma’sum al-Jogjawi

Penerjemah : KH Ahmad Subki Masyhadi

Khath? ? ? ? ? ? : Ma’mun Muhammad bin Badawi

Penerbit? ? ? ? : Ibnu Masyhadi Pekalongan

Ukuran? ? ? ? : 14,5 x 20,5 cm, 228 halaman

Peresensi? : Faiq Aminuddin, Kepala MTs NU Irsyaduth Thullab, Tedunan, Wedung, Demak

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Habib, Meme Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 12 Desember 2017

Bagaimana Agar NU Menjadi Lebih Baik?

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pengurus dan warga NU harus mempunya impian besar. Dengan impian yang besar, masalah-masalah yang yang dihadapi akan terlihat kecil. Sebaliknya, jika memiliki impian kecil, masalah kecil pun akan terlihat besar. ?

Menurut KH Ahmad Bagja, bila menginginkan NU menjadi besar, jangan memikirkan sisi kurang baik dari NU. Namun pikirkan kebaikan yang ada pada NU.

Bagaimana Agar NU Menjadi Lebih Baik? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Agar NU Menjadi Lebih Baik? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Agar NU Menjadi Lebih Baik?

“Harus kita syukuri juga kita menjadi orang NU. Kita harus memikirkan bagaimana menjadi orang NU yang baik dan berupaya menjadikan NU lebih baik lagi,” kata Sekretaris Jenderal PBNU zaman KH Abdurrahman Wahid ini pada sesi dialog antara PBNU dengan seluruh banom dan lembaga NU di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Sabtu (18/6) malam.

Ia lalu mendorong hadirin terutama generasi muda untuk menjadikan IPNU, IPPNU, PMII, GP Ansor menjadi proses untuk mendidik dirinya. Demikian juga dengan menjadi anggota dan pengurus NU dijadikan proses mendidik diri masing-masing.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Maka kaderisasi itu adalah seluruh proses kita dalam berorganisasi di mana pun kita berada. Toalitas kita di situ itulah kaderisasi yang sebenarnya. Itu diwujudkan ketika misalnya menjadi panitia kita menjadi yang terbaik, mencapai yang terbaik,” terang ketua Umum PB PMII Periode 1977-1981.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia yakin kebaikan-kebaikan semacam itu memudahkan hidup. Energi kebaikan menjadi modal besar dan sekaligus sebagai kekuatan. “Kalau kita berpikir kita ini biasa saja, seribu kali kita mendengar nasihat atau dorongan orang untuk maju, kita akan biasa-biasa saja. Yang membuat kita luar biasa adalah diri kita sendiri,” tutur Kiai Bagja.

Salah satu modal terjadinya perubahan terbesar, menurut dia, disebabkan pola pikir. Dalam keinginan menjadikan NU lebih maju, bangunlah pola pikir untuk menjadikan NU yang baik. ?

“Setiap bangun tidur, langsung pikirkan bahwa NU akan menjadi baik dengan usaha-usaha kita. Bukan malah membiarkan diri kita dibayang-bayangi pemikiran NU tidak baik,” katanya seraya mengungkapkan bahwa kemajuan dan bertahannya NU bukanlah hal yang disukai banyak orang.

Yang diinginkan? NU, sambungnya, tetapi tidak diinginkan oleh musuh-musuh NU adalah bersatu dan kuatnya NU. “Oleh karenanya kitalah yang harus bersatu membangun NU,” tegasnya. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 07 Desember 2017

Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz

Bondowoso, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Wisuda II Bondowoso Menghafal Al-Quran (BMA) tahun ini, SMA Nahdlatul Ulama 01 Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mewisuda 20 siswa tahfidz. Kegiatan tersebut dilaksanakan, Kamis (13/10) di Ballroom Hotel Ijen View Jalan Kis Mangunsarkoro Bondowoso.

Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz (Sumber Gambar : Nu Online)
Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz (Sumber Gambar : Nu Online)

Wujudkan Generasi Qurani, SMA NU Bondowoso Terapkan Program Tahfidz

Hal ini merupakan visi Bondowoso yang berupaa mewujudkan masyarakat religius, berdaya dan bermartabat. Langkah diwujudkan dengan program muatan lokal wajib BTQ di semua jenjang satuan pendidikan di Bondowoso.

Menurut Kepala Sekolah SMA NU 1 Bondowoso Moh. Erfan Wardani, 20 siswa tahfidz tersebut terdiri dari hafal Juz Ama, juz satu, dan juz dua.

Erfan juga menyampaikan SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso tentu menyambut positif program tersebut hal ini dibuktikan dengan salah satu program unggulan yang ada di SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso adalah Tahfidzul Quran.

“Sejak awal berdirinya pada tahun pelajaran 2014/2015, SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso, sebagai sebuah sekolah dengan sungguh-sungguh telah melakukan upaya nyata untuk mencetak generasi Qurani,” ungkap Erfan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sampai saat ini sebanyak 35 siswa dan siswi yang mengikuti program Tahfidz. Sisanya masih dipersiapkan untuk mengikuti program tahfidz di kelas tahsin Al-Quran. Pencapain dalam tiga tahun pelajaran berjalan siswa dan siswi program tahfidz SMA Nahdlatul Ulama 01 Bondowoso sebagiannya telah menghafal 2-4 juz Al-Quran.

"Adanya ? Wisuda II Bondowoso menghafal Al-Quran (BMA) ini menjadi bukti keseriusan Pemkab Bondowoso untuk mewujudkan generasi Qurani," tegasnya. (Ade Nurwahyudi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock