Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ratusan pelajar dan santri di Lasem kabupaten Rembang mengadakan apel akbar di halaman SMK NU Lasem, Ahad (27/9) pagi. Mereka menyatakan keberatan atas rencana kebijakan Gubernur Jateng terkait pemberlakuan sekolah 5 hari dalam sepekan. Mereka menilai rencana kebijakan itu akan menganggu aktivitas belajar diniyah para pelajar di sore hari.

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar-Santri Lasem Tolak Kebijakan Sekolah 5 Hari Sepekan

Salah seorang anggota komisi II DPR RI Arwani Thomafi yang mendampingi aksi pelajar-santri Lasem ini meminta Gubernur Jawa Tengah untuk mengkaji ulang kebijakan pemberlakuan lima hari sekolah. Menurutnya, kebijakan ini merugikan aktivitas belajar informal yaitu di madrasah diniyah (madin) yang notabene masuk pada sore hari.

"Mungkin maksud Gubernur itu baik. Tetapi rencana kebijakan itu masih harus dikaji ulang. Karena tidak semua daerah itu sama. Kebijakan yang akan dijalankan sangat mengganggu kegiatan belajar informal di madarasah diniyah. Padahal semua madin itu masuk pada sore hari.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pria yang akrap disapa Gus Aang menyebut banyak dampak yang ditimbulkan atas kebijakan Gubernur. Menurutnya, ritme pembelajaran tidak lagi kondusif karena siswa dipaksa menerima pelajaran sampai sore. Padahal, setelah lewat siang hari, para siswa dipastikan kelelahan.

"Jika kebijakan Gubernur dipaksakan untuk dijalankan, maka akan mengganggu proses pembelajaran, kemungkinan berdampak tidak kondusif,” kata Gus Aang. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Sunnah, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tak setuju jika pelaksanaan syariat Islam harus diikuti dengan pendirian negara Islam. Menurutnya, syariat Islam memang harus dilaksanakan, tapi tak perlu ada negara Islam.

“Syariat Islam itu diadakan untuk dilaksanakan. Tapi melaksanakan syariat itu tidak harus dengan adanya negara Islam. Ini bedanya,” tegas Gus Dur sebagaimana dilansir www.gusdur.net.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu mengatakan, pendapat tersebut pernah ia kemukakan juga suatu saat dirinya ditanya oleh aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), soal kewajiban melaksanakan syariat Islam.

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Syariat Islam Tak Perlu Negara Islam

“Saya itu setiap hari bersyariat. Saya nggak pernah meninggalkan syariat. Tapi saya tidak pernah menjadi orang seperti mereka itu (menginginkan negara Islam, Red),” tambah Ketua Umum Dewan Syura DPP Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Formalisasi syariat Islam ini juga masih diperjuangkan oleh partai berasas Islam, Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kekhawatiran itu, kata Gus Dur membuat Muhammadiyah menerbitkan surat edaran untuk organisasi otonomnya, supaya tidak menjalin kerja sama dengan PKS.

“PP Muhammadiyah merasa, PKS itu tidak berjuang untuk kepentingan bersama sebagai bangsa, tapi hanya untuk kepentingan yang lebih sempit. Itu alasannya! Itu bagus sekali,” kata Gus Dur menanggapi terbitnya Surat Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 149 Kep/1.0/b/2006 tentang Kebijakan PP Muhammadiyah tentang Konsolidasi Organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dikatakan Gus Dur, sejak awal NU dan Muhammadiyah adalah tulang punggung nasionalisme. “Maka, adanya surat edaran PP Muhammadiyah itu menjadi sangat penting sekali,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Dur menilai sikap nasionalisme inilah yang membedakan PKS dengan NU maupun Muhammadiyah. “Saya pernah ketemu almarhum Syeikh Abdul Aziz bin Baz. Menurut dia, kalau bukan negara Islam, ya bukan negara. Kalau itu yang diusung PKS, terus terang saja NU juga keberatan,” tandasnya.

Mengapa? Gus Dur menjelaskan karena pada Muktamar ke-9 di Banjarmasin tahun 1935, NU sudah menyatakan, untuk melaksanakan syariat Islam, itu tidak wajib adanya negara Islam. “Kalau mbalik (kembali) lagi nuruti (mengikuti) PKS, ya kita akan rugi,” imbuhnya.

Bukan Musuh

Pada saat sama, Gus Dur menyatakan kegembiraannya, karena kemampun organisasi Islam moderat kini kian baik dan disegani. “Kemampuan organisasi moderat Islam semakin baik, hingga mereka bisa mengatasi kaum garis keras,” ujarnya.

Namun demikian Gus Dur mengingatkan, bahwa massa garis keras itu bukanlah musuh, melainkan saudara. “Kita dudukkan masalahnya dulu. Yang kita tentang itu tindakan kekerasan itu, bukan orangnya,” pesannya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Abd. Rahman Masud menengarai adanya kerancuangn pemahaman pada sebagian masyarakat, termasuk peserta didik di sekolah dan madrasah, terhadap istilah terorisme dan jihad. Untuk itu, Rahman berharap para guru pendidikan agama mampu memberikan pemahaman yang benar tentang kedua istilah tersebut kepada para peserta didiknya.

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Harus Bisa Bedakan Antara Jihad dan Terorisme

Hal ini disampaikan Rahman saat memberikan sambutan pada Workshop “Model Pembelajaran Agama untuk Menjawab Perkembangan Terorisme atau Radikalisme di Kalangan Anak Usia Dini dan Remaja” di Gedung Hall B7 Universitas Malang, Sabtu (14/11). Workshop ini digagas oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kemenag bekerjasama dengan Universitas Malang seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.?

Di hadapan ? 150 ? peserta yang terdiri dari guru SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA se ? Kota Malang, Abd. Rahman mengatakan bahwa secara konseptual, ada perbedaan signifikan antara terorisme dengan jihad karena keduanya memiliki misi dan ideologi yang berbeda.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Terorisme bersifat destruktif dan berdampak sosiologis-psikologis terhadap sasaran aksi teror, sedangkan jihad, jika dimaknai dalam pengertian “peperangan fisik”, memiliki kode etik,” terang Rahman.

Kode etik yang dimaksud, lanjut Rahman, antara lain kooperatif dan meminimalisasi efek terhadap warga sipil dan konsern pada kerusakan lingkungan.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Para pendidik, guru dan dosen, dalam proses pembelajaran agama di sekolah dan kampus, dapat menjelaskan kepada peserta didik soal perbedaan ini,” katanya.?

Selain itu, hal penting yang perlu dipahami generasi bangsa Indonesia adalah varian makna kata jihad.?

“Anak usia dini dan remaja harus dipahamkan, bahwa jihad yang merupakan ajaran suci dalam agama Islam, maknanya bukan hanya berperang mengangkat senjata melainkan juga termasuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Juga berbakti kepada orang tua secara baik,” tuturnya.

Termasuk yang harus dipahamkan juga terkait pengertian “radikalisme”. Menurut Rahman, radikal dalam beragama, dalam arti meyakini dan memahami agama kita secara mendalam, justeru adalah keharusan. Namun radikalisme agama dalam makna penggunaan kekerasan untuk suatu motif agama, dan ini sering dilekatkan ke Islam, harus ditolak. ? ?

Pemahaman seperti ini penting, menurut Rahman, karena Indonesia adalah negara yang majemuk. Penduduk Indonesia lebih dari 250 juta, meliputi 300 suku bangsa yang memiliki 750-an bahasa daerah, yang menghuni di lebih dari 17.000 pulau yang membentang dari Sabang di belahan Barat hingga Papua di belahan Timur. Selain itu, terdapat 6 agama ? utama yang dipeluk oleh sebagian besar penduduk, yaitu: Islam (87,21%), Kristen (6,9%), Katholik (2,91%), Hindu (1,69%), Buddha (0,72%), dan Khonghucu (0,05%), serta ratusan kepercayaan lokal (local faith) yang dianut masyarakat Indonesia

“Kesadaran kemajemukan atau kesadaran pluralisme, multikulturalisme menjadi suatu prakondisi yang harus dibangun, dicipta dan diperkokoh keberadaannya,” kata Rahman.?

Dalam kaitan ini, Rahman berharap Perguruan Tinggi Agama seperti Unisma Malang dapat memerankan tugas tridharma-nya secara lebih optimal. Melalui fungsi edukasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kampus dapat memberikan pengayaan wawasan peserta didik tentang hidup bernegara dan beragama secara integral. Dengan fungsi riset, kampus dapat mengkaji secara akademis berbagai dinamika kehidupan keagamaan masyarakat dan menyampaikan hasil dan simpulannya kepada para pengambil kebijakan.?

“Kajian soal radikalisme, terorisme, atau bahkan ISIS, belum banyak dilakukan dan dikontribusikan hasilnya,” ujarnya.?

Sedangkan melalui fungsi pengabdian masyarakat, Rahman berharap kampus dapat turut serta membiakkan budaya damai dalam masyarakat, memberdayakan potensi dan kapasitas umat, serta menyumbangkan ilmu dan wawasan untuk pembentukan masyarakat yang inklusif, moderat, dan damai. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Tegal, Ubudiyah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Tegal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. SMP NU Sunan Kalijaga Adiwerna Kabupaten Tegal berupaya memuluskan jalan bagi anak-anak SD dan MI dalam menghadapi Ujian Nasional ? 2017. Ikhtiar yang digelar berupa Try Out UN SD/MI yang diperuntukan bagi siswa di wilayah Tegal dan Brebes.

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)
SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI (Sumber Gambar : Nu Online)

SMP NU Sunan Kalijaga Bantu Muluskan Jalan UN SD/MI

Diharapkan, mereka yang mengikuti try out bisa mengerjakan soal-soal ujian dengan baik, jujur dan mendapatkan nilai yang memuaskan. “Kami ingin membantu para siswa SD/MI dalam menghadapi UN 16-18 Mei mendatang,” ujar Kepala SMP NU Sunan Kalijagah Ripai, di sela kegiatan Rabu (23/3).

Try out, lanjutnya, bertujuan melatih para siswa dalam menghadapi ujian agar siap menteri sekaligus mental. Latihan ini sangat membantu sekolah karena bisa mengukur kesiapan para siswa itu sendiri dalam menghadapi UASBN 2017. “Ada 533 siswa yang berasal dari 35 SD dan MI di Kabupaten Tegal dan Brebes,” ujar nya.

Sudah seharusnya para siswa, orang tua, dan guru serta sekolah terkait kemampuan dan kualitas calon peserta ujian dalam menjawab soal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Panitia M Budi Santoso menjelaskan, Try out bagi SD/MI sudah digelar oleh SMP NU Sunan Kalijaga sejak 2013. Pada intinya, untuk mendukung program wajib belajar Sembilan tahun. Selain itu, juga untuk memperkenalkan sekolah NU dikalangan siswa SD dan MI.

Try out 2017 dibuka Kepala UPTD Dikpora Kecamatan Adiwerna Tegal Wahidin Karirim. Dalam sambutannya, Wahidin menyambut baik kegiatan try out bagi siswa kelas VI SD/MI. “Kesiapan yang mendalam para siswa, akan menentukan keberhasilan siswa para saat ujian mendatang,” ujarnya.

Usai mengerjakan try out, mereka mendapatkan hiburan berupa pagelaran ekstrakurikuler seperti pentas pencak silat Pagar Nusa, marching band, hadrah dan lain lain. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 11 Januari 2018

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI

Cirebon,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Herindra turut hadir pada pertemuan tokoh agama dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, Kota Cirebon, Subang, dan Karawang di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat. Mereka membahas radikalisme agama yang kian berkembang di Jawa Barat.

Herindra menganggap, paham radikalisme di Jawa Barat bisa mengancaman stabilitas keamanan. Oleh karena itu, ia meminta kepada kiai dan santri, membantu menangkal paham tersebut. “Kalau saya kan bukan ahlinya. Jadi, saya minta kepada para kiai dan santri, untuk membantu kami menangkal paham-paham tersebut,” ujar Herindra pada pertemuan Selasa (18/10) itu.

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam III Siliwangi Minta Kiai Bantu TNI

Menurut pria yang baru menjabat sebagai Pangdam III Siliwangi tersebut, silaturrahim ini merupakan salah satu penguat hubungan TNI dan tokoh agama di Jawa Barat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mantan Danjen Kopassus ini menambahkan sinergitas yang dilakukan para tokoh agama dan TNI, menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kondusivitas di Jawa Barat. “Kita jangan lengah. Karena ancaman itu akan selalu ada,” ujarnya.

Karena, lanjutnya, dikhawatirkan, paham-paham tersebut nantinya berkembang menjadi aksi terorisme. Sehingga, sudah seharusnya, paham-paham tersebut harus segera dieliminir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Walaupun meminta para kiai dan santri untuk menangkal paham radikalisme, namun TNI juga tidak akan tinggal diam. Jika nantinya orang yang bergabung dengan pahamradikalisme sudah melakukan ancaman keamanan, maka nanti TNI yang akan bertindak.

“Kalau berbicara masalah paham-paham, kiai ahlinya. Tapi kalau sudah menebar ancaman apalagi menggunakan senjata, nanti TNI yang akan turun tangan,” pungkasnya. (Rofahan-Arief/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 08 Januari 2018

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis

Oleh Muhammad Najih Arromadloni

--Bencana yang tidak henti-hentinya merundung Indonesia dalam beberapa dasarwarsa terakhir telah menelan banyak korban jiwa, harta, dan sumber daya. Laporan UNEP, United Nations of Environmental Programe (Komisi PBB untuk pembangunan dan ligkungan hidup) memperkirakan kerugian Indonesia akibat bencana tsunami saja mencapai 675 juta dollar AS, atau setara dengan 6 triliun rupiah.

Tak hanya itu, kerusakan lingkungan juga menjadi gejala umum hampir seluruh kawasan di Indonesia. Kasus paling mutakhir adalah kebakaran hutan di sejumlah wilayah di Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Barat, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau yang tengah berlangsung hingga kini.

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebakaran Hutan dan Urgensi Kesalehan Ekologis

Kebakaran hutan terjadi karena penggunaan api dalam pembukaan hutan untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), pertanian, dan perkebunan. Kebakaran hutan juga disokong oleh adanya global warming dan kemarau yang ekstrim.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Degradasi dan deforestasi (kerusakan hutan) menjadi ancaman yang nyata di Indonesia. Selama periode 1997-2004 Indonesia kehilangan hutan seluas 4-7 kali luas lapangan bola per-menit atau setara dengan 2-3,8 juta hektar pertahun. Departemen Kehutanan merilis bahwa selama periode 2003-2006 laju pengrusakan hutan di Indonesia mencapai 1,17 hektar per-tahun, atau 2% dari total hutan asli Indonesia. Sementara The UN Food and Agriculture Organization mencatat angka deforestasi Indonesia periode 2000-2005 adalah 1,8 juta hektar pertahun. 

Tidak mencengangkan jika Indonesia menjadi negara dengan daya rusak hutan tercepat di dunia, dalam rekam Guiness Book of The Record. Sedangkan gambut yang terbakar di Indonesia melepas emisi karbon lebih banyak ke atmosfir daripada yang dilepaskan Amerika Serikat dalam satu tahun. Hal ini membuat Indonesia menjadi salah satu pencemar lingkungan terburuk di dunia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ironisnya, sebagian besar (99,9%) kebakaran tersebut adalah pembakaran yang dilakukan secara sengaja maupun lalai, baik oleh pelaku industri atau peladang, dan hanya 0,1% yang diakibatkan alam (petir atau larva gunung berapi).

Sejatinya, berbagai bencana yang melanda Indonesia, telah mendorong keterlibatan aktif ulama dan umat Islam, utamanya sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan pembicaraan mereka tidak hanya terbatas pada bencana di dalam negeri namun juga alam semesta secara umum. Di antaranya adalah “Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim” yang diikuti oleh para pemimpin dan ulama Muslim dari sekitar 20 negara di Istanbul, Turki, bulan Agustus lalu (17-18/8/2015) mereka sepakat tentang perlunya perhatian dan kepedulian bersama menghadapi masalah perubahan iklim.

Dalam deklarasi tersebut dihimbau kepada negara-negara muslim penghasil BBM fosil untuk berusaha serius melahirkan energi terbarukan menjelang pertengahan abad 21, dan menyatakan bahwa 1,6 miliar muslim turut memikul amanah menghadapi perubahan iklim. Deklarasi juga menyerukan negara-negara kaya untuk mengurangi konsumsi, sehingga kaum miskin dapat mengambil manfaat dari apa yang masih tersisa dari sumber alam yang terbarukan.

Sebelum adanya Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim, MUI telah menerbitkan fatwa yang secara spesifik memutuskan dan menetapkan bahwa pembakaran hutan dan lahan untuk kegiatan kehutanan, pertanian, perkebunan, peternakan dan lain-lain yang mengakibatkan kabut asap, kerusakan lingkungan serta mengganggu kehidupan manusia hukumnya haram. MUI juga telah mengeluarkan sejumlah fatwa terkait penyelamatan lingkungan hidup. Misalnya Fatwa MUI No 22/2011 tentang Pertambangan Ramah Lingkungan; Fatwa MUI No 47/2014 tentang Pengelolaan Sampah untuk Pencegahan Kerusakan Lingkungan; Fatwa No 4/2014 tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem. MUI Pusat bahkan sejak 2010 memiliki Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam.

Wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, hutan utamanya, juga telah lakukan oleh Indonesian Forest and Media Campaign (INFORM) dan Pusat Pengkajian Pemberdayaan dan Pendidikan Masyarakat (P4M) pada 9-12 Mei 2004. Forum yang mengusung tema “Menggagas Fiqh Lingkungan” tersebut telah merumuskan gagasan fiqh lingkungan dan mengeluarkan pernyataan yang ditandatangani oleh lebih dari 30 ulama dari Jawa, Lombok, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Secara substansial fiqh lingkungan hidup berupaya menyadarkan manusia yang beriman supaya menginsyafi bahwa masalah lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab manusia yang beriman dan amanat yang diembannya untuk memelihara dan melindungi alam yang dikaruniakan Sang pencipta yang Maha pengasih dan penyayang sebagai hunian tempat manusia dalam menjalani hidup di bumi ini.

Sebagaimana dinyatakan oleh Harun Nasution (1992: 542), dalam al-Quran dijelaskan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi. Kewajiban manusia sebagai khalifah di bumi adalah dengan menjaga dan mengurus bumi dan segala yang ada di dalamnya untuk dikelola sebagaimana mestinya. Dalam hal ini kekhalifahan sebagai tugas dari Allah untuk mengurus bumi harus dijalankan sesuai dengan kehendak penciptanya dan tujuan penciptaannya.

Bahaya kerusakan lingkungan semakin masif disadari dengan munculnya beberapa ulama NU dalam Halaqah (pertemuan) Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (GNKL PBNU). Program ini  memberikan tausiyah tentang Pelestarian Hutan dan Lingkungan Hidup (NU Advice on Forest Protection and Environment) pada tanggal 20-23 Juli 2007 di Jakarta. Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa pencemaran lingkungan baik udara, air maupun tanah, akan menimbulkan dharar (kerusakan), hukumnya dinyatakan haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat).

Setelah mencermati fatwa para ulama dan upaya umat Islam di atas, pertanyaan yang timbul, kenapa hal tersebut nampaknya tidak efektif? Hal ini mengisyaratkan perlunya kesalehan ekologis guna menumbuhkan kesadaran kaum muslimin tentang perlunya penyelamatan lingkungan ekosistem sebagai upaya mengurangi akumulasi dampak perubahan iklim.

Esensi kesalehan ekologis, sebagaimana dinyatakan oleh Muhbib Abdul Wahab, adalah menjaga, melestarikan, mengelola, memperbaiki, dan mendayagunakan lingkungan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan hidup manusia, harmoni terhadap alam raya, sekaligus memberikan kenyamanan dalam beribadah dan mewujudkan masa depan yang lebih baik. Dengan memiliki kesalehan ekologis, diharapkan seorang muslim hendaknya semakin ramah dan harmoni terhadap lingkungan sekitarnya, serta menjadikan masalah lingkungan hidup inheren dalam kepribadiannya, karena mereka juga yang akan merasakan akibatnya jika tidak bersikap saleh terhadapnya.

Kesalehan ekologis hendaknya dijadikan sebagai sistem nilai yang senantiasa dipegang oleh masyarakat muslim baik dalam dimensi ekonomi dan pendidikan, adat istiadat atau budaya setempat, serta proses politik. Inilah salah satu amanah untuk setiap muslim ekologis.

Muhammad Najih Arromadloni, Relawan Kampus Nusantara BNPB, Wakil Ketua PC IPNU Kota Surabaya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 05 Januari 2018

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Al-Mawaddah Desa Honggosoco, Kecamatan Jekulo, Kudus, KH. Sofiyan Hadi, berpesan agar usai Lebaran (Idul Fitri) ini, umat senantiasa menjaga empat hal, yakni tawadhu, qanaah, wara (wirai) dan yaqin.

KH. Sofiyan Hadi mengutarakan hal itu dalam tausiyahnya pada halal bi halal keluarga besar Universitas Muria Kudus (UMK) di Auditorium Kampus, Senin (3/7). Halal bi halal dihadiri jajaran pengurus Yayasan Pembina (YP.) UMK, Rektor, para Dekan, dosen dan karyawan.

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Harus Dijaga Usai Lebaran

“Ramadan telah telah lewat. Dan seiring dengan Idul Fitri ini, semoga kita semua masuk dalam kategori umat yang muttaqin, umat yang bertakwa,” ujarnya di depan ratusan pimpinan, dosen, karyawan dan staf akademik yang hadir.

Dalam halal bi halal yang dibuka oleh Rektor Dr. Suparnyo itu, Sofiyan Hadi mengemukakan, tawadhu atau rendah hati, merupakan salah satu ciri ketakwaan orang Islam. Maka jadilah orang yang rendah hati, apapaun jabatan yang Anda miliki, pesannya.

Hal lain, yaitu seorang Islam itu harus bisa menjadi orang yang qanaah (kaya hati). Lalu haru wara (wirai), yaitu memastikan kehalalan apa yang dipakai dan dikonsumsi, serta harus yaqin. “Dalan berdoa, orang Islam harus penuh keyakinan,” tambahnya.

Selain pesan-pesan itu, KH. Sofiyan Hadi mengingatkan agar senantiasa menghindari 4 M yang merusak. 4 M itu adalah merasa berkuasa, merasa pandai (cerdas), merasa kaya, dan merasa alim. “Empat hal ini harus dihindari,” tuturnya. (Rosidi/Zunus)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Kajian, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 Desember 2017

Jumat Ini, RMI NU Sumedang Ngaji Sejarah 65

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pengurus Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU Sumedang memfasilitasi warga Sumedang untuk membincang kembali peristiwa 1965 di Kantor PCNU Sumedang Jalan Kutamaya Nomor 25 Kompleks Islamic Centre Sumedang, Jumat (30/9). Diskusi ini mengambil tajuk “Ngaji Sejarah Bareng”. Materi ini akan disampaikan langsung oleh Ketua Lesbumi PWNU Jawa Barat Dodo Widarda, KH Alan Dahlan Ahmad Marzuqi (Adam), Kapolres Sumedang, Komandan Kodim Sumedang, dan Kepala Kesbangpol Sumedang. Ketua PCNU Sumedang KH Saduloh sangat mengapresiasi atas inisiasi yang direncanakan RMI NU Sumedang perihal ngaji sejarah itu. Ngaji sejarah ini terbuka untuk kalangan umum. “Siapa saja dan dari kalangan mana saja silakakan hadir. Kita sama-sama menyimak materi dari para pemateri yang berkompeten, juga bila ada yang perlu didiskusikan kita diskusikan bersama,” kata pengurus RMI NU Sumedang Syarif Hidayatullah. Syarif berharap ngaji sejarah ini dapat terlaksana dengan baik sesuai harapan. “Kita dapat mengetahui juga memahami peristiwa G30 S/PKI yang sebenarnya,” tutupnya. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kiai, Kajian Sunnah, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat Ini, RMI NU Sumedang Ngaji Sejarah 65 (Sumber Gambar : Nu Online)
Jumat Ini, RMI NU Sumedang Ngaji Sejarah 65 (Sumber Gambar : Nu Online)

Jumat Ini, RMI NU Sumedang Ngaji Sejarah 65

Sabtu, 02 Desember 2017

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Kecamatan Gondanglegi menggelar? beragam lomba. Di antara lomba tersebut adalah kasidah al-banjari, pidato dan qiro’ah untuk memperebutkan tropi Wakil Bupati Malang.

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Gondanglegi Gelar Lomba Se-Malang Raya

Kegiatan di gedung SMPNU Gondanglegi, Jl. Trunojoyo No. 203 Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Ahad (16/10) diikuti ratusan pelajar tingkat SLTA atau sederajat se-Malang Raya, yakni Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu.

Acara untuk memeriahkan Hari Santri 2016 ini dibuka Penasehat IPNU Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah. Dalam sambutan, ia menyampaikan apreasinya terhadap IPNU Gondanglegi yang bisa mengadakan kegiatan akbar ini. Ia berharap pelajar IPNU dan IPPNU bisa memotivasi pelajar-pelajar NU lainnya untuk lebih kreatif dan menarik tentunya bermanfaat bagi semua kalangan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua IPNU Gondanglegi Hasanuddin, mengatakan festival ini adalah kegiatan positif bagi pelajar untuk menambah kekuatan mental, mengembangkan bakat dan menjadi media silaturahim antar pelajar se-Malang raya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hasan menambahkan, semangat Hari Santri harus digelorakan dengan kegiatan-kegiatan islami yang bermanfaat. Santri masa kini adalah pemimpin masa depan, modal pembelajaran yang ada di pesantren merupakan contoh nyata untuk pendidikan bangsa yang berkarakter dan menata akhlak pelajar untuk menjadi generasi bangsa yang madani.

“Sebagai santri, marilah kita tunjukkan bahwa santri itu bisa menjadi garda terdepan dalam mengatasi berbagai problema yang ada di masyarakat khususnya serta kita tingkatkan pengetahuan dan wawasan kita untuk agama, bangsa dan negara,” harapnya.

Pada kesempatan itu hadir juara qori’ nasional tingkat pelajar tahun 1997 Muhammad Fariq Rifqiyanto dari Kabupaten Malang. Ia didaulat ketua tim juri lomba qori’ah.

Usai lomba, dilanjutkan dengan pembagian tropi oleh Ketua IPNU Gondanglegi. Berikut Pemenang Festival Lomba Peringatan Hari Santri Nasional, Juara 1 lomba Albanjari dari SMA Al-Munawwariyah Bululawang, Juara 1 lomba Pidato Ade Anggi Wahyuni dari MA Khoiruddin Gondanglegi, Juara 1 lomba Qiro’ah Atika Manazilul Amanah dari MA Raudlatul Ulum Putri Gondanglegi. (Muhammad Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 22 November 2017

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham . Universitas Islam Makassar (UIM) menyelenggarakan Rapat Kerja 2015 bertema "UIM Menuju Akreditasi Institusi" di Auditorium Drs KH Muhyiddin Zain UIM Al-Gazali Makassar, Sulawesi Selatan selama emat hari, 11-14 Februari 2015.

Rektor UIM Dr. Majdah M. Zain mengaku optimis tahun ini dapat memenuhi target akreditasi institusi. Terkiat hal ini, pada 19 Februari 2015, UIM kedatangan tim asesor dari Badan Akreditasi Nasional- Perguruan Tinggi (BAN-PT).

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Optimis Raih Akreditasi Institusi Tahun Ini

Majdah menegaskan, memasuki tahun 2015 UIM sebagai kampus Islam di bawah naungan Nahdlatul Ulama siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN, yang menuntut persaingan sumber daya manusia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Mohon doanya semoga UIM kedepan mampu menjadi universitas terkemuka, memiliki daya saing dan tentunya mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal serta Ahlusunnah Wal Jamaah,” tuturnya, Rabu (11/2).

Mewakili Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, Prof Abd Rahman Idrus berharap pengembangan UIM di bawah pengelolaan Yayasan Al-Gazali kian meningkat dengan kerja sinergis antara Nahdlatul Ulama, Yayasan, dan Rektorat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gubernur Sulawesi Selatan yang diwakili Asisten III Pemprov Sulsel H Mappagio mengungkapkan, keberadaan UIM di tengah pembangunan Sulawesi Selatan memiliki nilai strategis dan fundamental.

“Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di Provinsi Sulawesi Selatan, UIM mampu mengambil peran-peran Tri Dharma Pendidikan melalui pengembangan Tri Dharma Pendidikan yakni pendidikan, pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat,” ujarnya saat membuka secara resmi Raker UIM.

Tampak hadir dalam pembukaan Raker UIM ini Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH Sanusi Baco, didampngi tamu lain dari Kopertis wilayah IX, Kopertais wilayah VIII, Kejaksaan Tinggi Sulsel, dan Pangdam VII Wirabuana. (Andy Muhammad Idris/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Kajian Sunnah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 27 Oktober 2017

Gelar Rapimnas, Muslimat NU Bahas Rancangan Program Strategis

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, 24-27 Maret 2017 mendatang. Rapimnas akan diikuti 34 PW (Pimpinan Wilayah) dan 75 PC (Pimpinan Cabang).?

Gelar Rapimnas, Muslimat NU Bahas Rancangan Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Rapimnas, Muslimat NU Bahas Rancangan Program Strategis (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Rapimnas, Muslimat NU Bahas Rancangan Program Strategis

“Di Rapimnas akan dibahas Renstra (rencana strategi) serta program hasil Kongres XVII. Kita breakdown, bagi-bagi tugas, mana yang dikerjakan PP, PW dan PC,” kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muslimat NU, Hj Ulfah Mashfufah, Sabtu (18/3) dilansir laman MSyam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Rapimnas ini merupakan tahap lanjutan dari orientasi Pengurus PP Muslimat NU masa khidmat 2016-2021 di Gedung Pusdiklat Kementerian Sosial (Kemensos) Margaguna, Jakarta Selatan, Rabu (14/3/2017) lalu.

“Sederhananya acara orientasi kemarin itu mengemas dan di Rapimnas ini berbagi tugas. Selain itu ada muatan Aswaja dari Gus Aab (KH Abdullah Syamsul Arifin, Ketua PCNU Kabupaten Jember). Rapimnas selesai tanggal 27, besoknya langsung Harlah di Masjid Istiqlal,” katanya.

Cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) itu menambahkan, secara garis besar output dari Rapimnas ini ada tiga.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pertama, pembahasan program atau pembagian kerja dan mekanismenya. Kedua, tentang perangkat. “Ketiga, pengemasan Desa Aswaja, siapa bertugas apa,” tambahnya.

Dalam Rapimnas nanti, Muslimat NU juga melibatkan seluruh perangkat organisasi yang ada di bawah naungan Muslimat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Nanti akan ditentukan mekanisme hubungan antara Muslimat NU dan sejumlah perangkatnya. Soal tata kerjanya ya kita bahas di Rapimnas ini,” tuntasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 05 Oktober 2017

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta, Selasa (3/05), sebagai respon terhadap proses pendidikan yang tidak merata antara pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Tema yang diusung pada seminar yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Lantai 9, Jakarta ini adalah "Merajut Konsepsi Pendidikan Holistik dan Berkeadilan".?

"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka hardiknas, semoga spirit Ki Hajar Dewantara dapat bersenyawa dengan kita, dan rembug guru ini adalah forum bapak/ibu guru untuk berjuang bersama baik itu terkait kompetensi guru maupun mengenai kesejahteraan," kata Aris Adi Leksono.

? ?

Dalam Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta hadir beberapa pembicara di antaranya H Nawawi (Anggota Komis E DPRD), Mahruz (Ketua PGMI), Amin (Kementerian Agama DKI Jakarta), Muhlis (Wakil Rektor UNJ), dan Kosman Marbun (Dinas Pendidikan DKI Jakarta).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta Djaali dan ia merespon positif kegiatan ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 September 2017

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

Yogyakarta,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pelukis Abas Alibasyah menyatakan bahwa keberadaan NU sangat penting untuk Indonesia, terutama dalam bidang kebudayaan. NU yang seperti itu tidak heran karena watak dasarnya melanjutkan konsep dan apa yang dilakukan Wali Songo. Itu takdir tuhan.

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelukis: Terus Terang, NU Selaras dengan Indonesia

“NU terus terang, selaras dengan indonesia karena menghargai tradisi,” katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham ketika disambangi ke rumahnya di bilangan Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, ini mengkritik seni rupa yang dianggap Islami hari ini yang seolah-olah hanya kaligrafi. Menurut dia, seni Islam Indonesia berbeda dengan Arab.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penyandang gelar Empu Ageng Seni dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini menambahkan, biarkan Islam Indonesia yang dianugerahi rahmatan lil alamin berbeda karena sekarang memang waktunya berbeda.

“Seni rupa itu pada dasarnya mencerminkan kekuasaan tuhan. Siapa yang menandingi atau melebihi ciptaan tuhan? Kita meniru dan memperkenalkan ciptaan tuhan,” kata pria yang mengaku masih kerabat istri Mama Ajengan KH Tubagus Bakri Sempur menjelaskan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut, kata dia, dengan NU membuat pameran Matja”; Membaca Seni Wali-wali Nusantara yang berlangsung 27-30 Juli Jogjakarta Nasional Museum (JNM) seperti ini, berarti NU membuktikan perhatian pada seni.

Ia berharap kepada pemuda dan pemudia NU supaya aktif dalam seni rupa karena itu anugerah dan bisa menjadi alat dakwah. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, Kajian Sunnah, Warta Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 September 2017

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih

Kita kini dihadapi pada sebuah kenyataan–sebagai anak kandung sejarah manusia–bahwa teks yang mati selamanya tidak akan mampu membendung arus perubahan kehidupan manusia yang terus-menerus bergerak.

Sementara ini kita hanya bisa mengamini bahwa an-nusush tatanaha wal waqa’i’ la tatanaha merupakan gambaran nyata yang tak bisa dielak, yang menunjukkan satu tantangan besar bagi seluruh doktrin keagamaan khususnya Islam dalam menghadapi ancaman stagnansi dan status quo. Dan sampai detik ini ancaman itu masih mewujud gelombang yang seringkali gagal dibendung lantas menimbulkan kekacauan.

Di sisi lain, fakta pertama yang harus kita terima adalah, bahwa seluruh doktrin keislaman bersumber pada teks. Al-Qur’an dan Hadis adalah teks dan keduanya tak bergerak. Teks, dengan sifatnya yang diam, secara tidak langsung memiliki kemampuan untuk menerima kemungkinan-kemungkinan penafsiran yang beragam dari para pembacanya. Selain itu, teks juga memungkinkan untuk ditekuk dan dipelintir menjadi alat legimitasi kekuasaan serta kepentingan sebuah kelompok, yang menyimpang dari maksud syariat sebagai visi awalnya.

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih

Untuk menutup penyelewengan tersebut, dirumuskanlah kaidah-kaidah yang menjadi pagar bagi segenap kerja penafsiran teks. Dalam tradisi pesantren, kaidah ushul dan kaidah fiqih, menjadi diskursus utama yang harus dipelajari sebagai metodologi pemahaman serta penafsiran dan hidup sebagai karakter berpikir kaum pesantren yang analitik dan kritis. 

Maka, dibandingkan dengan ayat al-Qur’an ataupun hadis Nabi, kaum santri lebih akrab dengan kaidah-kaidah fiqih. Keakraban yang lantas membentuk pola berpikir inilah yang kemudian melahirkan daya kontekstual yang begitu luar biasa dari kaum santri. Bukan hanya pada tataran ritual keagamaan, namun mereka juga mampu berpikir dan memberikan solusi atas berbagai problematika kehidupan umat atas dasar kaidah fiqih yang mereka pelajari dan hidupi tersebut.

Buku ini menunjukkan satu sisi ketika kaidah-kaidah fiqih, yang awalnya ditujukan hanya sebagai metode pengambilan hukum Islam, diimplementasikan ke dalam gerak perpolitikan dan dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Dengan mengingatkan kembali akan patahan-patahan fakta sejarah dibangunnya republik ini, buku ini secara tidak langsung juga mengingatkan kita bahwa ia dibangun dari pola berpikir dan identitas yang berkarakter. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan mempertautkan antara subyektifitas dan tradisinya sebagai orang Nusantara, berikut konsep dan kaidah fikih yang menjadi warna berpikirnya, para kiai kita dengan canggih mampu membangun serta merumuskan format kebangsaan yang independen, berketuhanan dan mempu menopang keragaman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Produk pemikiran seperti Indonesia sebagai Darul Islam, pengangkatan Presiden Soekarno sebagai waliyyu-l-amri ad-dharuri bis syaukah hingga pembentukan Trikora sebagai solusi Papua Barat, merupakan bukti bahwa para kiai memegang peranan penting sebagai aktornya dan kaidah fikih sebagai senjatanya. Al-ashlu baqa’u ma kana ‘ala ma kana, yang awalnya dirumuskan guna menyelesaikan problem praduga tak bersalah dalam hukum Islam, di tangan para kiai, menjadi cara pandang visioner yang melegitimasi Indonesia sebagai Darul Islam. 

Kaidah-kaidah fiqih ini pun bergerak, menyatu dan seringkali menjadi sarana pembentuk jalan tengah bagi persoalan-persoalan yang menyentuh isu kedaulatan, integritas politik dan kesatuan bangsa Indonesia.

Fakta sejarah yang paling jelas dari cara kerja kaidah fiqih dalam lokus perpolitikan di Indonesia juga bisa kita lihat dalam diri Gus Dur. Dalam tulisan-tulisannya, sulit atau bahkan mustahil menemukan langsung kutipan-kutipan ayat al-Qur’an ataupun hadis. Yang banyak ditemukan justru kaidah-kaidah fiqih. 

Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah adalah satu dari sekian banyak kaidah yang sering Gus Dur kutip. Melalui kaidah tersebut, Gus Dur mampu merumuskan relasi antara agama, negara dan kebudayaan. Melalui kaidah itu juga, Gus Dur rajin mengritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendiskriminasi kaum minor dan lain sebagainya.

Ketika duduk di kursi kepresidenan, jalan pedang perpolitikan Gus Dur banyak dinilai sebagai jalan politik kontroversial. Bagi kalangan yang tidak terbiasa dengan mekanisme kerja kaidah fiqih, sulit untuk memahami jalan pikiran dan strategi politik Gus Dur. Maka orang-orang ribut ketika di tahun 2000 Gus Dur setuju untuk menjadi anggota Simon Peres Foundation Israel di tengah konflik berkepanjangan Palestina-Israel. 

Karena bagi Gus Dur, percuma berusaha mendamaikan kedua negara yang sedang konflik jika juru damainya menjadi musuh bagi salah satu dari keduanya. Jalan pikiran Gus Dur ini tidak berbeda misalnya ketika Mbah Wahab Chasbullah dengan Partai NU-nya selalu berada dalam kabinet bentukan Soekarno. Bahkan, konon Mbah Wahab banyak disindir sebagai Kiai Nasakom karena apapun kebijakan Soekarno, NU dipastikan ada.

Dari sini muncul tunduhan-tunduhan oportunisme atau politik plin-plan yang dimainkan oleh para ulama, inkonsistensi dan lain sebagainya. Seluruhnya disematkan untuk ketidakpahaman kelompok lain atas jalan politik para kiai dan ulama yang didasarkan pada kaidah-kaidah fiqih. 

Dan sampai saat ini, mana generasi Islam yang belajar politik lalu mendapat matakuliah kaidah fiqih sebagai salah satu piranti politik paling menentukan dalam sejarah kebudayaan di Indonesia? Tidak ada! Ada sekat yang saat ini dibangun bahwa kaidah fikih harus dikembalikan, dipuritanisasi ke dalam tetek bengek masalah ritual peribadatan saja. Sehingga politik Islam, lagi-lagi, kehilangan tajinya dan kerangka epistemologisnya yang khas.

Sekali lagi, buku ini menjadi dokumen penting yang mengingatkan serta berusaha mengembalikan kaidah fiqih sebagai basis perpolitikan Islam dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. 

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana kaidah fiqih menjadi landasan bagi sikap tegas sekaligus lentur sebagaimana yang diperlihatkan ulama kita, baik kaitannya dengan agama, budaya maupun kebangsaan. Kata Kiai Wahab Chasbullah, “pekih iku lek rupek yo diokeh-okeh!”… idza dhaqa ittasa’a wa idza-ttasa’a dhaqa. (*)

 

Identitas buku

Judul Buku: Kaidah Fikih Politik: Pergulatan Pemikiran Politik Kebangsaan Ulama

Penulis: Syaikhul Islam Ali

Editor: M. Khairul Huda dan Abdurro’uf

Jumlah: xxviii+260 halaman

Penerbit: Bumi Shalawat Progresif

Peresensi: Hilmy Firdausy, Dosen Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Aktif di Komunitas Saung Jakarta dan al-Jabiri Institute Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 22 Agustus 2017

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Jepara, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ada yang menarik dari strategi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2016-2017 MTs Nurul Islam Desa Kriyan, Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jika biasanya madrasah atau sekolah lain lebih menonjolkan program unggulan penguasaan bahasa asing atau keterampilan untuk bekal bekerja tetapi MTs yang kerap disebut Nuris ini membuka program unggulan kitab kuning.

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Nurul Islam Buka Program Unggulan Kitab Kuning

Program unggulan baca kitab kuning dengan metode Ibtidai ini tidak tiba-tiba dibuka tahun ini. Tetapi separo semester kemarin sudah mengujicobanya.

Hasil pasca ujicoba nyatanya berhasil. kurang lebih 60% siswa dari kelas 7-9 yang mempelajari kitab Tijanuddurari sudah mampu membaca kitab tanpa makna gandul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sehingga minat siswa yang cukup tinggi terhadap metode ini juga berdampak positif bagi MTs khususnya sebagai ciri khas dan unggulan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ditanya kenapa harus program unggulannya kitab kuning, Abdul Rohman, Waka Kesiswaan MTs Nuris menjawab karena ingin mengembalikan image masyarakat seperti tempo dulu.

“Dulu era KH Mudhoffar Fatkhurrohman yang termasuk salah satu pendidikan Yayasan Nurul Islam waktu beliau masih aktif mengajar, Nuris dikenal dengan kitab kuningnya khususnya kitab fiqih dan kitab amaliyah NU,” katanya saat dihubungi Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Sabtu (11/06).

Dari ciri khas zaman dulu itulah yang menyebabkan tenaga pendidik yang dimiliki Nuris menjadi guru/ kiai di tengah-tengah masyarakat seperti K. Muzaekhan, K. Muh. Nidhom serta Ahmad Jamaluddin.

Dipilihnya metode Ibtidai karena metode cepat penguasaan kitab kuning itu adalah embrio apa yang telah diajarkan kiai Mudhoffar. Sehingga metode tersebut tetap terus dipelajari dan dijaga agar tidak hilang. “Serta sebagai amal beliau meninggalkan ilmu yang manfaat,” imbuh lelaki yang sudah mengajar di MTs Nuris lebih dari sepuluh tahunan ini.

Embrio dari metode tersebut kemudian disempurnakan menjadi metode Ibtidai karya K. Mujahidin Rahman yang juga alumni MTs Nuris. Rencananya program unggulan ini setiap pekan akan diajarkan kepada anak 2 jam pelajaran (2 x 45 menit).

Untuk kelas 7 menggunakan kitab Tijanuddurari diajar Abdul Rohman, kelas 8 kitab Safinatunnajah diajar Ahmad Jamaluddin dan kelas 9 kitab Ta’lim Mutaallim diajar K. Moh Nidhom.

Diberlakukannya program ini lanjutnya mewakili Kepala Madrasah Ali Asyhari agar siswa mencintai, memahami dan mengamalkan isi kitab kuning yang dipelajari yang merupakan peninggalan para ulama sholih sehingga berpikiran yang luas dan mengamalkan ajaran Aswaja.

Dengan program tersebut harap putra K. Muh. Suhaimi ini kitab kuning bukan menjadi sesuatu yang sulit dan menakutkan untuk anak-anak yang tidak mondok di pesantren. Apalagi jargon metode ibtidai itu mudah, ringan, tanpa beban hafalan.

“Semoga dengan metode baca kitab ini Nuris berjaya kembali,” harap Abdul Rohman. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Kajian Sunnah, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 11 Agustus 2017

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

Seyogyanya bagi orang yang alim apabila dia ditanya akan hal yang tidak diketahuinya maka dia akan berkata ‘Aku tidak mengetahuinya’ dan hal tersebut tidak akan mengurangi martabatnya tetapi menunjukkan akan wara’ dan sempurna ilmu.” Demikian sebagian nasihat Syekh Muhammad Kasyful Anwar seorang pembaharu sistem pendidikan sekaligus pimpinan periode ketiga Pondok Pesantren Darussalam Martapura yang merupakan pesantren tertua dan terbesar di Kalimantan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar lahir di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, pada tanggal 4 Rajab 1304 H/29 Maret 1887 pukul 10 pagi malam Selasa. Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah putra al-Allamah KH Ismail bin Muhammad Arsyad bin Muhammad Sholeh bin Badruddin bin Maulana Kamaluddin.

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh Kasyful Anwar, Ulama Besar dari Kalimantan Selatan

Memasuki usia tamyiz, jiwanya sudah dipenuhi dengan cahaya Al-Qur’an dan diasuh langsung oleh orang tuanya sendiri. Di masa mudanya ia tidak belajar di bangku sekolah, karena pada saat itu di Kampung Melayu belum ada madrasah formal. Jadi beliau belajar ilmu agama dengan beberapa masyayikh di antaranya:

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

- Al-Alim Al-Allamah Syekh Ismail bin Ibrahim bin Muhammad Sholeh bin Mufti Syekh Zainuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari

- Al Alim Al Allamah Syekh Abdullah Khatib bin Muhammad Sholeh bin Hasanuddin bin Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada usia 9 tahun Muhammad Kasyful Anwar dibawa oleh kakek, nenek dan kedua orang tuanya untuk menunaikan ibadah haji sekaligus memperdalam ilmu agama kepada ulama di Kota Makkah.

Sebagai pendatang yang belum pandai berbahasa Arab, beliau belajar kepada Al-Alim Al-Allamah Syekh Muhamamd Amin bin Qadhi Haji Mahmud bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, seorang ulama yang berasal dari Kampung Pasayangan Martapura dan sudah lama menetap di Kota Makkah.

Selama belajar di Makkah beliau berguru dengan ulama-ulama besar di antaranya:

1. Sayyid Ahmad bin Sayyid Abu Bakar Syatha, anak dari pengarang kitab I’anah Al Thalibin;

2. Habib Ahmad bin Hasan Al-Attas penulis kitab Tadzkirunnas;

3. Syekh Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki yang bergelar Sibawaihi pada zamannya, sangat alim dan memiliki berbagai keahlian bidang ilmu;

4. Syekh Umar Hamdan Al-Mahrusi;

5. Syekh Umar Ba Junaid Mufti Syafi’iyah;

6. Syekh Sa’id bin Muhammad Al Yamani;

7. Syekh Muhammad Sholeh bin Muhammad Ba Fadhal;

8. Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri;

9. Sayyid Muhammad Amin Al Kutbi.

Setiap cabang ilmu yang dipelajari, selalu ditelusuri sanadnya, terutama di bidang fiqih, hadits, wirid, dan hizib-hizib. Di bidang hadits, beliau mempelajari secara langsung sebanyak 40 hadits musalsal yang disusun oleh Syekh Mukhtar Atthatih kepada Syekh Muhammad Ahyad Al Bughuri beserta praktiknya baik memakai sorban, libasul hirqah as-shufiah, dzikir, mushafahah, musyabaqah, munawalatussubhah, dan lainnya yang termaktub di kitab tersebut.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga mengambil ijazah Dalailul Khairat dan Burdatul Madih Al Mubarakah dari Syekh Muhammad Yahya Abu Liman, Syekh Dalaiul Khairat dengan sanad yang mutthasil kepada penyusun keduanya.

Murid-murid beliau sangat banyak dan menjadi ulama besar di antaranya:

1. Syekh Anang Sya’rani Arif seorang muhadits dan juga salah satu Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura;

2. Syekh Muhammad Syarwani Abdan Pimpinan PP Datuk Kalampayan Bangil;

3. Syekh Ahmad Marzuki;

4. Syekh Muhammad Samman bin Abdul Qadir;

5. Syekh Abdul Qadir Hasan;

6. Syekh Husien bin Ali;

7. Syekh Salman Yusuf;

8. Syekh Muhammad Samman Mulia.

Selain aktif berjuang di dunia pendidikan sebagai pengajar, Syekh Muhammad Kasyful Anwar juga berjasa memperkaya khazanah perpustakaan Islam dengan berbagai karya tulis yang bermanfaat. Di antara karya tulis beliau:

1. Risalah Tauhid;

2. Risalah Fiqh;

3. Risalah Fi Sirah Sayyidil Mursalin (Ilmu Tarikh);

4. Targhib Al-Ikhwan Fi Tajwid Al Qur’an;

5. Durutsuttashrif (Ilmu Sharaf 4 Jilid);

6. Terjemah kitab Hadits Arbain dalam bahasa Arab Melayu berjudul Al-Tabyin Ar-Rawi Bisyarhi Arba’in An-Nawawi;

7. Terjemah kitab Jauarah Al Tauhid yang berjudul Al Durrul Farid Syarh Jawhar Al Tauhid;

8. Risalah Hasbuna.

Pembaharu Pesantren



Syekh Muhammad Kasyful Anwar menjadi Pimpinan Pesantren Darussalam Martapura pada periode ketiga selama 18 Tahun (1922-1940). Dalam kepemimpinan beliau terjadi perubahan-perubahan fundamental baik di bidang sistem pendidikan, penyusunan kurikulum, pemberdayaan tenaga pengajar, maupun peningkatan infrastruktur yang meliputi pembangunan sarana dan prasarana fisik bangunan. Cara pengajian Pesantren Darussalam yang sebelumnya berupa halaqah diubahnya menjadi model pengajaran klasikal dan berjenjang.

Dengan adanya pembaharuan sistem dan metode pendidikan yang dilakukan Syekh Muhammad Kasyful Anwar di Pesantren Darussalam Martapura, maka banyak berdatangan dan berduyun-duyun para santri dari berbagai daerah di Kalimantan yang belajar di Pesantren Darussalam Martapura. Dalam beberapa tahun saja para alumnusnya terlah tersebar ke berbagai pelosok Kalimantan dan mendapat kepercayaan dari masyarakat kaum muslimin setempat untuk membuka pengajian majelis taklim, mendirikan madrasah dan pondok pesantren. Di antara salah satu alumnus Pesantren Darussalam Martapura yang sangat terkenal dan memimpin majelis taklim yang diikuti oleh ratusan ribu jamaah adalah KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau yang lebih dikenal dengan panggilan guru sekumpul.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar termasuk orang yang berkecukupan. Beliau adalah pedagang emas dan intan yang dijalankan saudara iparnya di Jakarta. Selain usaha tersebut, beliau juga memiliki sawah dan kebun karet yang dikerjakan oleh tenaga upahan. Di sela-sela kesibukannya, beliau tetap menyempatkan diri turun ke sawah dan kebun bekerja bersama pekerja upahan.

Kemandirian yang Syekh Muhammad Kasyful Anwar miliki menjadikannya tidak mau menerima zakat, bahkan atas kemampuan tersebut beliau mengeluarkan zakat dan memberikan bantuan kepada orang lain. Bahkan gaji guru-guru Pesantren Darussalam Martapura banyak diberikan dari uang pribadi beliau. Walaupun sebagai seorang yang berada namun beliau tetap dalam hidup kesederhanaan karena perilaku zuhudnya. Begitulah kehidupan pribadi seorang ulama Ahlussunnah wal Jama’ah yang memegang teguh disiplin ilmu dan kemasyarakatan.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Halimah pada bulan Syawwal 1330 H dalam usia 26 tahun dan dikaruniai 6 orang anak, 4 putra dan 2 perempuan.

Setelah berjuang tanpa kenal lelah dari masa belajarnya hingga masa mengajar dalam rangka menyampaikan amanah sebagai pewaris baginda Rasulullah SAW kepada umat baik melalui pendidikan formal dan pengajian nonformal maupun dengan tulisan yang tersebar dan menjadi bahan bacaan terutama di Pesantren Darussalam Martapura, akhirnya pada malam Senin pukul 9.45 WITA, tanggal 18 Syawwal 1359 H/18 September 1940 M Syekh Muhammad Kasyful Anwar berpulang ke Rahmatullah dalam usia 55 tahun dan dimakamkan di Kampung Melayu Martapura. (Erfan Maulana)

?

Dikutip dari Kitab Nurul Abshar (Sebagian Riwayat Hidup) Syekh Muhammad Kasyful Anwar susunan KH Munawwar Gazali Pimpinan Majelis Ta’lim Raudlatul Anwar



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Amalan, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 03 Agustus 2017

PBNU Berharap Mahasiswa Tak Hanya Belajar di Jurusan Agama

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Para mahasiswa yang dikirimkan oleh PBNU ke Libya diharapkan tidak hanya mempelajari jurusan agama, tetapi juga jurusan pendidikan umum yang memiliki nilai tambah ketika kembali ke Indonesia.

“Banyak spesialisasi jurusan umum yang bagus di Libya, misalnya bidang perminyakan,” tutur Wakil Rais Aam PBNU KH Tolhah Hasan ketika memberi masukan kepada 5 orang calon mahasiswa yang akan berangkat 3 Syawal, di PBNU Senin (1/10).

Dikalangan NU, mereka yang pergi ke Timur Tengah untuk belajar di sana masih memiliki persepsi bahwa disanalah pusat untuk belajar agama sementara untuk belajar ilmu umum di Eropa dan Amerika. Dari lima orang calon mahasiswa tersebut, hanya satu orang yang berminat untuk belajar ilmu umum sementara lainnya berminat belajar Quran, hadist, syariah dan lainnya.

PBNU Berharap Mahasiswa Tak Hanya Belajar di Jurusan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Mahasiswa Tak Hanya Belajar di Jurusan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Mahasiswa Tak Hanya Belajar di Jurusan Agama

Sebagai informasi tambahan, tak seperti di Indonesia yang langsung mengambil jurusan ketika mendaftar kuliah, di Libya, mereka masuk ke perguruan tinggi dahulu baru kemudian memilih jurusan yang diminatinya.

Beasiswa yang diberikan oleh Pemerintah Libya ini merupakan angkatan ke 4 dan setiap tahun diberangkatkan 5 orang mahasiswa untuk belajar di Jamiyyah ad Dakwah Tripoli. Dawan Sukardi dari Biro Kerjasama Beasiswa Timur Tengah menuturkan bahwa sebenarnya pemerintah memberikan jatah 10 orang dari PBNU, namun karena ada kendala teknis, akhirnya pengiriman tersebut belum bisa maksimal.

Sementara itu, bagi calon mahasiswa yang akan mengambil jurusan agama, Mantan Menag ini berharap agar mereka banyak belajar tentang fikih mazhab Maliki. “Di Afrika utara, rata-rata umat Islam mengikuti mazhab Maliki. NU yang selama ini mengakui empat mazhab masih fokus ke mazhab Syafii, karena itu perlu pengkayaan pemahaman mazhab,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dikatakannya kesempatan belajar ini tak boleh disia-siakan karena di negara-negara Timur Tengah itu, banyak sekali buku rujukan tentang berbagai masalah agama yang bisa dipelajari. “Disana buku-buku sangat murah dan banyak sekali. Mungkin kalau disini seperti orang jualan garment. Saya kalau ke luar negeri selalu cari oleh-olah buku yang tak bisa dibeli di Indonesia,” tandasnya.

 

Tak lupa, sebagai mahasiswa yang dikirimkan oleh PBNU, Kiai Tolhah meminta mereka untuk mematuhi aturan hukum dan menghormati budaya yang berlaku di sana. Untuk mengantisipasi shock culture, PBNU memberikan pembekalan tentang aspek budaya, kondisi negara, pendidikan dan ke-NU-an.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lima orang yang lolos dari seleksi awal dan akan berangkat adalah Syahruwardi dari Jakarta, Muntaha dari PCNU Indramayu, Irvan Hilmi dari PCNU Kuningan, Moh Wasi’ Hilmi dari PCNU Pati, dan Fatimah Qurratul Aini dari Kudus. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 04 Juli 2017

Ulama Tunisia: Jangan Menuduh Kafir Orang Lain!

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ibnu Taimiyah adalah salah seorang tokoh yang sering dijadikan panutan kelompok Islam ekstrem. Pemikirannya sering mengilhami gerakan mereka. Padahal, Ibnu Taimiyah sendiri tidak pernah mudah memvonis kafir orang lain.

Ulama Tunisia: Jangan Menuduh Kafir Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Tunisia: Jangan Menuduh Kafir Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Tunisia: Jangan Menuduh Kafir Orang Lain!

Hal ini disampaikan ulama asal Tunisia yang juga Rektor Universitas Zaitunah, Tunisia, DR. Abdul Jalil Salim, saat berbicara pada Kuliah Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta di aula PBNU, Senin (16/12).

"Saya tahu Ibnu Taimiyah, saya kenal keluarga Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah tidak pernah mengkafirkan orang lain," ungkap DR. Abdul Jalil melalui moderator sekaligus penerjemahnya

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

DR Abdul Jalil pun merasa heran jika ada pengikut Ibnu Taimiyah yang suka menuduh selain kelompoknya adalah kafir. Selain mengutip Ibnu Taimiyah, DR. Abdul Jalil juga mengutip pernyataan Ibnu Khaldun yang mempersilahkan kepada umat islam untuk memilih salah satu aliran atau kelompok yang ada.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Silahkan Anda mau Ahlussunah, Mutazilah, Syiah, atau yang lainnya, tapi ingat, Anda jangan mengkafirkan orang lain," tambahnya

Selain itu, DR. Abdul Jalil pun menyampaikan bahwa penganut Asyariyah yang ada di dunia ini sekitar 1,5 Milyar jiwa, sementara penganut kelompok yang suka mengkafirkan selain kelompoknya adalah sekitar 40 sampai 60 juta jiwa. Artinya, jika penganut Asy`ariyyah yang sering menjadi sasaran penagfiran termasuk kelompok kafir maka umat Islam yang ada di dunia ini sangat sedikit sekali.

Ia pun mengungkapkan bahwa Islam yang benar adalah ummatan wasatha, umat yang moderat sebagaimana dianut oleh kalangan Ahlussunah Waljamaah, ummatan wasatha ini merujuk kepada Surat Albaqarah ayat 143, waja`alnakum ummatan wasathan, uniknya, ternyata pernyataan ummatan wasatha ini berada persis di tengah-tengah surat Albaqarah yang berjumlah 286 ayat. 

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum PBNU, KH. Said Aqil Siradj, Ketua STAINU Jakarta, HM Mujib Qulyubi, MH, Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta, Prof. Dr. Ishom Yusqi dan para mahasiswa STAINU Jakarta. (Ais Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Juni 2017

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Klaten, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Komunitas Gusdurian Klaten memperingati wafatnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ketujuh dengan serangkaian acara dipusatkan di alun-alun Kota Klaten, Jawa Tengah, Jumat (10/2) sore.

Acara tersebut tak hanya diprakarsai Gusdurian Klaten, tetapi juga didukung bersama FKUB Kebersamaan dan komunitas multikultur.

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Gus Dur, Doa Bersama dan Cap Go Meh di Klaten

Menurut Koordinator Jaringan Gusdurian Klaten, Marzuki, acara kali ini bersamaan dengan perayaan Cap Go Meh di Kota Klaten. “Konsep acaranya peringatan Haul Gus Dur, doa kebangsaan lintas iman, dan Cap Go Meh,” ujar Marzuki, di sela acara.

Dipaparkan Marzuki, dalam acara ini ditampilkan aksi seni budaya asli warga Klaten. “Dengan mengkolaborasikan karya-karya seni dan budaya dari seluruh pelosok wilayah Klaten menjadi pertunjukan yang mendidik dan menginspirasi” kata dia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga berharap agar acara ini dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat, khususnya kepada generasi muda, tentang arti dari sebuah kebersamaan dalam keragaman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Turut hadir dalam kesempatan ini, salah satu puteri Gus Dur, Yenny Wahid beserta sejumlah tokoh dari Kota Klaten. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hikmah, Kajian Sunnah, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 Maret 2017

NU Riyadh Wadahi Heterogenitas Ekspatriat Indonesia

Riyadh, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menggema dari Nusantara saja, tetapi juga tersiar di negeri tempat lahir Beliau, Arab Saudi. Berbekal mahabbah dan harap akan syafaatnya, ekspatriat Nahdliyin yang mendiami Kota Riyadh mengadakan festival dan pengajian akbar.

NU Riyadh Wadahi Heterogenitas Ekspatriat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Riyadh Wadahi Heterogenitas Ekspatriat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Riyadh Wadahi Heterogenitas Ekspatriat Indonesia

Acara yang diadakan Jumat, (30/12) lalu tersebut juga diselenggarakan untuk memperingati Haul Ke-7 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.?

Festival yang kemudian berlanjut pengajian akbar tersebut dimulai pada pukul 20.30 waktu setempat. Acara dibuka dengan pembacaan puisi dan kisah Nabi Muhammad dengan bahasa Inggris oleh putri-putri ekspatriat Nahdliyin. Pembacaan maulid Simthud Duror kemudian menggema tak lama setelah festival usai.?

Musolli Busadin, Ketua Majelis Wakil Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (MWCINU) Riyadh dalam sambutannya mengajak seluruh nahdliyin untuk berpartisipasi dan berjuang dalam menghidupkan spirit Aswaja di Kota Riyadh.?

Dalam redaksi khusus, dia mengajak Nahdliyin untuk menyukseskan program madrasah diniyah yang sedang dalam tahap penggodokan. Menurutnya, MWCINU Riyadh juga berkepentingan mendirikan madrasah diniyah sebagaimana yang dilakukan oleh PCINU Arab Saudi yang bermarkas di Jeddah.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hadir dalam acara tersebut, Dubes Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Selain menceritakan kenangannya tentang Gus Dur, dalam sambutannya, Agus Maftuh menceritakan suka dukanya menjadi duta besar.?

Menurutnya, meskipun sudah banyak prestasi yang ditoreh olehnya bersama para staf di antaranya, menangani dan menyelesaikan kasus majikan yang tidak menggaji ekspatriat Indonesia selama 13 tahun, dan menyelesaikan kasus pekerja yang di-PHK oleh Syarikah Bin Laden; namun keberhasilan tersebut masih dianggap tidak seberapa sampai semua ekspatriat Indonesia hidup tentram.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menanggapi madrasah diniyah yang diinisiasi oleh MWCINU Riyadh, Agus Maftuh mendukung sepenuhnya program tersebut. Menurutnya, meskipun telah meninggalkan negaranya, ekspatriat, khususnya kalangan nahdliyin harus tetap menjaga identitasnya. Salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh MWCINU di madrasah diniyah.?

Nur Hadi, mahasiswa Jami’ah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud yang menjadi pembicara pertama pada pengajian tersebut, menyinggung keharusan MWCINU untuk menjadi wadah pemersatu ekspatriat yang heterogen.?

Sedang Ulil Abshar, mahasiswa Jami’ah al-Imam Muhammad ibn Sa’ud yang menjadi pembicara kedua menceritakan kisah masyhur Rasulullah yang mengangkat anak yang ditinggal mati syahid oleh orang tuanya. (Irza A. Syaddad/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock