Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jadwal Kajian. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Nganjuk, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu sumbangsih kader muda NU Nganjuk terhadap aksi-aksi dan gerakan-gerakan massif akhir-akhir ini yang mencoba merongrong kedaulatan NKRI baik dari dalam maupun dari luar adalah melakukan penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pelajar.?

Agenda ini dikemas secara menarik dengan sistem Olimpiade 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMA, MA dan SMA se-Karisidenan Kediri serta Seminar Wawasan Kebangsaan pada Ahad, 26 November 2016 di Aula STAI Miftahul Ula Kertosono atas prakarsa kader-kader muda NU dari DPC Gemasaba Nganjuk, DKC CBP IPNU Nganjuk dan BEM STAIM Kertosono Nganjuk.?

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Hadir sebagai narasumber Hj. Aisyah Lilia Agustini, DPRD Provinsi Jawa Timur dan H. Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk selaku narasumber.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai SMA, MA dan SMK cukup tinggi.?

Wahyu Irvana selaku Komandan CBP IPNU pada sambutannya menghimbau kepada seluruh peserta acara untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme dan cinta tanah air, karena sebagai santri NU, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Melalui agenda semacam ini, panitia berharap kaum muda tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok anti-NKRI dan radikal. Acara ditutup dengan pembagian tropi dan hadiah kepada pemenang olimpiade. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Himpunan Alumni Santri Lirboyo (Himasal) Jakarta menyelenggarakan Musyawarah Wilayah di masjid lantai dasar kantor PBNU, Jakarta, Sabtu (15/11) kemarin, bertepatan dengan Turba Pengurus Himasal Pusat.? Hadir dalam acara tersebut para pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Para pengasuh dan dzuriyah yang hadir antara lain KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH. Ahmad Reza Zahid (Gus Reza), KH. Zainal Abidin (Gus Bidin). Beberapa? alumni senior hadir antara lain KH. Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU), KH. Mujib Qulyubi (Wakil Katib Syuriah PBNU), KH. Baijuri Khotib (Ketua MUI Kota Tangerang), KH. Abdul Ghofur (PKB Jakarta), KH. Munsorun (MUI Jakarta Selatan) dan para alumni pondok pesantren lirboyo se Jabodetabek. ?

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Lirboyo Gelar Muswil di PBNU

Dalam sambutannya, KH Said Aqil menekankan peran penting santri dan alumni dalam berkiprah di masyarakat untuk memperkuat ahulussunnah wal jama’ah an-nahdilyyah melalui beragam media. Diantaranya adalah berperan aktif melalui organisasi Nahdaltul Ulama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Said juga menekankan pentingnya trilogi ukhuwah atau persaudaraan, yaitu ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia), wathaniyyah (persaudaraan sebangsa) dan diniyyah (persaudaraan seagama) dengan acuan? ahlussunnah wal jama’ah an-nahdliyyah. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muswil Himasal Jakarta III juga memilih dan menetapkan KH. Baijuri Khotib sebagai ketua Himasal periode 2014-2019. Ketua MUI dan Pengurus NU Kota Tangerang ini menekankan pentingnya konsolidasi dengan pengurus cabang Himasal se-Jabodetabek, dan berkoordinasi dengan Himasal wilayah dan pusat.

Disampaikan bahwa peran alumni Lirboyo sangat dinanti oleh masyarakat, terutama dalam gerakan radikal dan khilafah seperti yang diusung oleh Hizubut Tahrir Indonesia (HTI).

Gus Reza, panggilan akrab KH Agus Reza, pengurus Himasal Pusat dan Ketua RMI Wilayah Jawa Timur menyampaikan beberapa hal; pertama Pengurus Himasal Pusat ssat ini sedang melaukan Turba atau road show ke seluruh wilayah dan cabang di Indonesia hingga petengahan Desember 2014.

Kedua; para alumni harus memperkuat dan meyebarkan faham Aswaja di tengah masyarakat, Ketiga; pelaksanaan Munas Himasal akan diselenggarakan pada tanggal 25 Mei 2015 mendatang di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Acara ini ditutup dengan tausiyah dari KH. Abdullah Kafabihi Mahrus, yang menekankan peran pesantren salafiyyah seperti Lirboyo, Sidogiri dan lainnya yang mampu memproduksi pemimpin bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, keberadaan pesantren modoel ini jangan sampai hilang, melalui peran aktif dari para alumni dalam bersikap dan bertindak yang menunjukkan sebagai ulama waritsatul anbiya? di tengah masyarakat.

Kiai Kafabih megaharapkan semakin banyak pesantren salaf yang didirikan oleh para alumni untuk meyebarkan dan memantapkan faham ahussunah waljama’ah. Peran pesantren inilah yang akan terus mendukung apa yang dilakukan oleh Nahldatul Ulama, papar beliau di akhir dengan pembierian ijazah Hirz Jausan, Hadis Musalsal dan beberapa ijazah lainnya.? (Idris Mesut/Edon/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan siswa dan siswi dari Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) 1 Genggong Probolinggo melakukan studi banding di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang. Dengan didampingi kepala madrasah dan guru, rombongan ingin mendapatkan masukan terkait penulisan karya tulis ilmiah bagi peserta didik, serta keunggulan lain.

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

"Kunjungan kami ke madrasah ini untuk belajar lebih banyak bagaimana melahirkan para siswa dan siswi dengan kemampuan menulis karya tulis ilmiah," kata KH Ahsan Maliky, Kamis (11/9). Demikian pula bagaimana mengarahkan peserta didik sehingga mampu membuat tugas akhir, termasuk pengelolaan kurikulum pembelajaran, lanjutnya.

Kepala MA Zaha 1 Genggong tersebut mengemukakan bahwa kemampuan menulis menjadi hal penting agar semakin banyak potensi pesantren yang dapat digali. Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana para penulis potensial dari pesantren, juga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Ada sejumlah keunggulan yang selama ini dijaga di MAUWH. Di samping kemampuan? menulis karya ilmiah atau paper, juga kemahiran dalam berbahasa asing.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Faizun Amir selaku kepala MAUWH menyadari bahwa kemampuan bahasa asing adalah di antara hal yang menjadi perhatian madrasah ini. "Karenanya, sejumlah ikhtiar kami lakukan sebagai upaya agar para peserta didik memiliki kemampuan bahasa yang dapat diandalkan," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz Miftakhul Arif selaku Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH mengemukakan, ada program kemitraan yang digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa asing. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Juga kemitraan dengan Pesantren Darul Lughah wad Dakwah di Bangil untuk memantapkan kemampuan Bahasa Arab para siswa," kata Ustadz Arif, sapaan akrabnya. Hal tersebut juga ditambah dengan pembinaan kemampuan bahasa Inggris di Intens English Course Pare Kediri.

Dan hal ini berbuah manis karena para siswa dan siswi pilihan di MAUWH dipercaya membimbing kemampuan bahasa asing bagi MTs Negeri Tambakberas dan MTs Plus Bahrul Ulum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khusus untuk tugas akhir atau paper, peserta didik yang telah memasuki kelas XI dibekali secara lebih intensif terkait kemampuan ini. "Dari mulai bimbingan teknis, pemilihan judul, pembimbing isi serta bahasa, hingga saat ujian," jelas kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Kegiatan dipungkasi dengan dialog dan pemberian cindera mata antar kedua belah pihak. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Jadwal Kajian, Aswaja Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW IPNU NTB) menggelar rapat pleno I tahun 2018 di Aula Kantor PW NU NTB Jln Pendidikan No 6 Kota Mataram, Selasa (16/1).

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Rapat yang dipandu  oleh A Naufal Rachmatullah Sekretris PW IPNU NTB ini di hadiri oleh sejumlah anggota Pengurus Wilayah.

Dalam rapat ini membahas seputar internal, dari penataan cabang yang sudah purna masa baktinya hingga  kaderisasi formal yakni Latihan Kadur Utama (Lakut).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Latihan Kader Lanjut menurut Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi, sudah waktunya dilaksakan mengingat beberapa cabang telah melaksakana Makesta hingga Latihan Kader Muda (Lakmud).

"Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader," kata Syamsul. 

Lakut nantinya dilaksanakan dengan narasumber dari pusat yang merupakan Tim Instruktur Nasional. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lakut juga dilaksanakan berangkaian dengan peringatan hari lahir IPNU ke-64, 24 Feberuari 2018 mendatang.

"Insyaallah Lakut nanti juga kita rangkaikan dengan Harlah IPNU ke-64," kata alumni Fisika IKIP Mataram ini

Pada momentum harlah nantinya juga akan diadakan reuni alumni Kader Pemuda Antinarkoba yang sudah tersebar di lima kabupaten/kota se-Lombok.

"Saat ini sudah terbentuk lima ribu kader Pemuda Antinarkoba se-Pulau Lombok," jelas  Direktur  Community Participation Public ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Gunung Sugih, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Para kader NU yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU Lampung Tengah siap menyukseskan pelaksanaan Kongres dua organisasi pelajar NU ini yang akan berlangsung di Palembang, akhir November ini.

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Lampung Siap Sukseskan Kongres di Palembang

Ketua IPNU Lampung Tengah, Dedi Kurniawan kepada kontributor Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di Gunung Sugih menyampaikan akan mengirimkan 40 peserta CBP dalam rangka Jambore Pelajar dan Santri Nusantara. CBP Lampung Tengah akan bergabung dengan peserta CBP se - Indonesia di Palembang. 

”Sedangkan ketika kongres nanti akan berangkat beberapa pengurus IPNU dan IPPNU Lampung Tengah ,” tambah alumni Jurusan Syari’ah STAIN Jurai Siwo Metro – Lampung ini, Ahad (25/11). 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhmad Syarief Kurniawan 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 18 Januari 2018

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Pringsewu, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu mengadakan lomba Mars Fatayat dan rebana di Balai Pekon Ambarawa Barat, Ahad (7/2). Pada kegiatan yang bertema tema Tingkatkan Kreativitas Ukhuwah Islamiyah, sebanyak 16 grup yang terbagi dua mengikuti dua jenis perlombaan tersebut.

Mereka mewakili ranting Fatayat NU masing-masing. Tampak hadir Pengurus Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana, Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila, Ketua MWCNU Ambarawa Jumangin, dan Ketua GP Ansor Ambarawa Hayatul Makki.

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Ambarawa Pentaskan Seni Rebana

Ketua Muslimat NU Pringsewu Hj Ani Fitriana mengapresiasi kegiatan lomba tersebut. Ia berpesan agar Fatayat NU khususnya di Ambarawa semangat dan termotivasi untuk bergerak menunjukkan eksistensinya dengan hal-hal yang positif.

"Saya senang kalau melihat ibu-ibu muda di sini kompak dan seragam seperti ini, tapi jangan hanya pas lomba kompaknya. Mari kita tunjukkan eksistensi Fatayat kepada masyarakat agar mereka juga mau bergabung bersama kita khususnya ibu-ibu muda dan para pemudinya," kata Ketua Muslimat NU Pringsewu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Anda-Anda inilah, kata Hj Ani, para generasi penerus Muslimat NU nantinya. Siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan Muslimat NU ke depan kalau bukan kader-kader muda Fatayat?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hal senada disampaikan Ketua Fatayat NU Pringsewu Umi Laila. Ia sangat senang dengan penyelenggaraan lomba Mars Fatayat dan rebana oleh Fatayat Ambarawa. Bahkan ini akan menjadi motivasi dan inspirasi tersendiri bagi anak cabang Fatayat NU di lain kecamatan.

"Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya. Dengan dana yang minim dan waktu yang singkat ternyata kepengurusan di Ambarawa dapat menyelenggarakan acara semeriah ini. Ini patut dicontoh dan ditiru oleh anak cabang Fatayat NU yang lain," kata Umi.

Ia berpesan kepada grup yang menjadi juara untuk tidak berbangga hati. Tim yang kalah tidak perlu berkecil hati. Tim yang menang atau yang kalah harus tetap terus belajar dan belajar agar bisa lebih baik lagi.

Lomba menyanyikan Mars Fatayat dimenangkan oleh grup dari Ranting Fatayat NU Tanjunganom yang kemudian disusul oleh PAC Fatayat NU Ambarawa yang merebut juara dua. Sementara Ranting Fatayat NU Ambarawa Barat meraih juara tiga.

Untuk cabang lomba rebana, Ranting Fatayat NU Jatiagung berhasil menjadi yang terbaik. Juara dua direbut Ranting Fatayat Sumberagung. Sementara? PAC Fatayat NU Ambarawa berada di posisi ketiga. (Henudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Anti Hoax, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 15 Januari 2018

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Oleh Aswab Mahasin

Kapan terakhir Anda butuh Tuhan? Dan pada saat apa Anda ingat Tuhan? Hidup ini memang penuh dengan ketidakpastian, karena hal yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian, maka dari situ muncul seni bersabar, berikhtiar, ikhlas, kreatif, manfaat, dan sebagainya.

Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuhan, Medsos, dan Hoaks (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuhan, Medsos, dan Hoaks

Anda ingat? Dahulu kebanyakan filosof menganggap bahwa adanya Tuhan itu hoaks, seperti; Ludwig Feuerbach yang meyakini segala konsep tentang Tuhan, malaikat, surga dan neraka adalah hasil dari proyeksi manusia itu sendiri, karena itu manusia harus mengambil kembali ke-Maha-an ke dalam dirinya. Sedangkan Sigmund Freud, agama adalah sublimasi dari insting-insting seksual manusia agar dapat diterima masyarakat.

Lain halnya dengan Karl Marx, agama adalah candu, berbeda lagi dengan Nietzche, Tuhan telah mati, begitupun dengan Sartre bahwa konsep Tuhan hanya sebagai alibi ketidaksempurnaan dan ketidakmampuan manusia semata. Sungguh, mereka hanyalah manusia-manusia penyebar hoaks tentang Tuhan dan agama, karena mereka terjebak oleh pikirannya sendiri, tanpa menyadari agungnya peciptaan Tuhan. Dalam cerpennya Taufiq el-Hakim menggambarkan, “Jari yang biasa mengukur kedalaman air di gelas, tidak mungkin mampu mengukur kedalaman air di laut.”

Di era serba berkembang sekarang, gaya hidup instan, dan berbagai perilaku menyimpang serta didukung kebiasaan serampangan—posisi Tuhan menjadi ada yang tiada, diakui eksistensinya tapi dilecehkan esensinya. Dulu, para filosof menyebarkan hoaks dengan meniadakan Tuhan, dewasa ini manusia menyebarkan hoaks atan nama Tuhan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Harus disadari, Tuhan telah memberikan bingkisan kepada manusia berupa agama sebagai jembatan manusia untuk menebarkan kebaikan. Namun, begitupun agama selalu berebut manusia agar menjadi pengikutnya, berbagai cara dan tanpa kompromi. Dari situ, tidak sedikit konflik terjadi atas nama agama, apalagi berita-berita hoaks di Medsos yang menjadikan agama sebagai “bemper”.

Medsos adalah jenis ciptaan baru dari Tuhan yang diberikan kepada manusia untuk saling mengenal satu sama lain. Bisa juga dikatakan sebagai realisasi dari Firman Allah dalam Al-Qur’an surat al-Hujarat [41]: 13, “Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kalian dari laki-laki dan perempuan, dan menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kalian saling kenal-mengenal, sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa...”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nah, dari ayat tersebut jelas, diciptakannya Medsos oleh Allah sebagai fasilitas manusia agar lebih mudah saling mengenal satu sama lain, walaupun berbeda bangsa, suku, ras, dan agama. Indikasi lainnya, kesaling-mengenalan kita di Medsos harus juga dibungkus dengan keimanan dan ketakwaan, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai “hoaks-hoaks”, sama sekali tidak mencerminkan ketakwaan manusia kepada Allah SWT.

Anehnya, Medsos telah dibuat melenceng dari tujuan penciptaannya. Medsos lebih sering difungsikan sebagai media ujaran kebencian (hate speech) dan berita-berita yang membodohkan. Tapi, tidak semuanya, hanya oknum-oknum berkepentingan saja, mungkin punya agenda politik, mencari massa, mencari pengikut, atau mungkin mencari sensasi. 

Baru-baru ini kita dihebohkan oleh penangkapan kelompok “saracen”, dituding sebagai komplotan manusia penyebar hoaks—aktivitasnya; merubah konten berita, menebarkan fitnah, dan menyulut kebencian dengan menggunakan kata-kata yang tidak laik dikonsumsi publik. Tidak ketinggalan, agama dan Tuhan dijadikan dalih pertentangan ber-hoaks-ria.Sudah sebegitu parahkah hoaks di negeri ini? Mari kita renungkan bersama.

Melihat pernyataan Polri yang tersebar di berita-berita, kelompok hoaks sudah demikian berbahaya, karena hoaks sudah menjadi industri, di mana ada transaksi jual beli jasa. Harganya pun cukup fantastis, puluhan sampai ratusan juta—tergantung pesanan. Hebatnya, kelompok ini menternak sampai 800.000 akun demi menggiring opini publik. Dan siap menjatuhkan siapapun, tidak peduli walaupun sasarannya adalah agama dan Tuhannya sendiri.

Kelompok ini menurut informasi yang tersebar di berbagai lapak berita (di luar jual beli jasa), memiliki bos-bos besar, yang siap mengglontorkan money berapapun demi tepat sasaran. Bagi saya, fenomena ini aneh bin ajaib. 

Pelaku hoaks adalah orang-orang yang beragama dan berTuhan, sangat paham betul kalau fitnah lebih kejam daripada pembunuhan, dan sangat paham betul tentang saudara yang bukan seiman adalah saudara dalam kemanusiaan. Namun, kepentingan kelompok, kepentingan pribadi, dan kepentingan ideologi menjadi dasar mereka menutup mata, padahal di luar sana kedaiaman lebih utama daripada perpecahan.

Selain itu, menurut berita yang berkembang, salah satu pilot hoaks adalah kelompok-kelompok yang menamakan diri sebagai radikal, kepentingannya ialah di satu sisi “mungkin” politik dan di sisi lain “mungkin” supayamasyarakat menyadari bahwa paham dominan keagamaan yang berkembang di Indonesia itu salah; maksudya, berbeda agama, berbeda aliran, berbeda madzhab, berbeda organisasi, berbeda segala rupanya, harus dikaburkan pemahamannya (hanya untuk mewujdukan pemahaman, “tiada kebenaran yang lebih benar selain mereka”), tujuannya adalah agar masyarakat terperangkap isu/fitnah dan berbalik arah memuji mereka. 

Yang membuat saya “mengelus dada”, kenapa harus agama dijadikan alat pertentangan dan Tuhan di bawa-bawa untuk melegitimasi (orang tidak sepaham) masuk neraka. Menjadi aneh di sini, surga dan neraka mutlak daerah kekuasan Tuhan, meminjm istilahnya Gus Mus, “dianggapnya Tuhan itu sama seperti mereka, ketika mereka marah, Tuhan pun akan marah, ketika mereka bilang kafir, Tuhan pun akan merestui kalau itu kafir.” 

Kita sepakat, dilihat dari aspek manapun hoaks adalah tindakan yang tidak beretika/tidak bermoral/tidak berakhlak, jelas melampaui batas kemanusiaan yang wajar. Setiap saya melihat dan berselancar di Medsos rasanya pesimis Indonesia akan berkembang maju, khususnya dalam hal toleransi. Namun, melihat fakta di lapangan, khususnya di desa-desa efek dari hoaks sebenarnya masih biasa-biasa saja, belum begitu mewabah. Memang ada pengaruh, tapi belum menjalar ke taraf yang sedimikian ruwet. Di sini optimisme saya muncul kembali.

 

Oleh karena itu, sebelum hoaks menjalar ke berbagai sudut gang, dan seluruh jalanan Indonesia, harus ada antisipasi dan solusi lebih dini. Pemerintah dan aparatnya sudah bekerja sangat baik, ini penting kita apresiasi. Hanya saja, aktivitas hoaks tidak terjadi pada kelompok pemuja duit semata, banyak juga yang melakukannya secara independen, entah apa kepentinganya, yang jelas mereka sering menyulut kebencian, sama sekali tidak etis di alam Indonesia ini.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama, memang tidak mudah membendung hoaks karena ia berselancar di awang-awang. Namun, setidaknya kita memberikan pemahaman yang berimbang terhadap masyarakat, peran utamanya adalah para tokoh masyarakat, orang tua, ulama, dan guru. Saya mendukung Fatwa MUI Nomor 24 tahun 2017 tentang pedoman beraktifitas di Medsos, sekarang sedang diolah oleh Kementrian Komunikasi dan Informasi.

Selain itu, untuk mengantisipasi hoaks tumbuh subur, di setiap sekolah dari tingkatan dasar sampai tinggi, harus ada sosialisasi tentang internet sehat untuk memberikan pemahaman tentang konten berita dan informasi yang bisa dipercaya dan tidak bisa dipercaya. Karena yang dibutuhkan Indonesia sekarang salah satunya adalah wacana yang berimbang, tidak menyudutkan apalagi penuh fitnah. Semoga Indonesia terhindar dari hoaks-hoaks jahanam. Amin.

Penulis adalah Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Darussa’adah Kebumen, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 05 Januari 2018

PBNU Ingatkan sejumlah Yayasan Radikal

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Merebaknya teror terhadap rumah ibadah serta fasilitas umum yang kian marak akhir-akhir ini tidak dapat dilepaskan dari munculnya sejumlah yayasan penganut paham Salafi Wahabi. Pemerintah harus melakukan langkah-langkah nyata untuk meredamnya.?

Hal ini disampaikan Ketua Pengurus Besar Nadlatul Ulama (PBNU) KH Said Agil Siroj kepada sejumlah media usai melantik Pengurus Wilayah NU Jawa Timur (22/8). Kiai Said bahkan mengungkapkan ada sekitar dua belas yayasan penganut paham tersebut yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia. Kota-kota dimaksud seperti Jakarta, Cirebon, Bogor, Sukabumi, Makassar, Bandar Lampung, Jember, Bondowoso bahkan di Surabaya.

PBNU Ingatkan sejumlah Yayasan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Ingatkan sejumlah Yayasan Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Ingatkan sejumlah Yayasan Radikal

Salah satu yayasan penganut Salafi Wahabi yang ada di Surabaya adalah al-Fitroh yang beralamatkan di di Ruko Galaxy No. 26-30.?

“Kalau di Cirebon namanya As-Sunnah. Itu bukan teroris, tapi radikal atau Wahabi yang satu digit lagi akan jadi teroris. Wahabi tidak mengajarkan bom tapi akibat dari ajarannya radikal itulah nantinya yang akan jadi teroris,” ungkapnya.

? Paham Wahabi, lanjut Kiai Said, diantaranya menganggap ziarah kubur sebagai kegiatan bid’ah dan menanggap orang NU itu adalah kafir yang halal untuk dibunuh. Ajaran yang seperti ini sudah tidak dibenarkan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Yang jelas terorisme harus dilawan karena teroris adalah musuh kita bersama,” katanya. “Sikap kami tegas meminta Presiden membubarkan ormas radikal itu dan NU siap berada di belakang presiden,” lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Saat ditanya apakah sumber yang didapat NU terkait dua belas nama yayasan cikal bakal teroris tersebut valid, dia menyatakan hal itu sangat jelas sumbernya. “Ya jelas dong, masa ya saya ngarang. Tapi yang pasti yayasan terbesar ya ada dua belas itu,” tandas Kiai Said.?

Sebelumnya Kiai Said mengingatkan para pengurus dan warga NU untuk tetap menjaga keutuhan bangsa dengan Islam Alussunnah wal Jamaah.?

“Di Indonesia, kita memiliki NU yang merupakan organisasi sosial keagamaan terbesar sehingga mampu meredam sejumlah gejolak yang akan memicu disintegrasi dan kerusuhan massal,” katanya.

Kiai Said membandingkan kondisi negara Timur Tengah yang terus begolak. “Di negara-negara itu ada polisi dan pasukan militer,” katanya. “Namun karena tidak memiliki organisasi kemasyarakatan yang mengakar, sehingga kerusuhan tidak bisa terhindarkan,” lanjutnya.?

Karena itu Kiai Said mengharapkan agar keberadaan NU terus menjadi perekat umat dan tidak mudah tercerai berai. “Marilah kita jaga keutuhan Indonesia dengan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” katanya.? ? ?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Situbondo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam perjalanan panjangnya, Nahdlatul Ulama (NU) senantiasa memberikan peran sangat penting bagi bangsa Indonesia. Lewat refleksi khittah yang ke 33 tahun, diharapkan sumbangsih dari organisasi sosial keagamaan tersebut kian dirasakan.

"Negara ini sangat membutuhkan kiprah NU," kata Menteri Agama RI, H Lukman Hakim Saifuddin, Kamis (12/1) sore.?

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Agama Tegaskan Negara Selalu Butuh NU

Harapan tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada kegiatan Halaqoh Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo, Jawa Timur.

"Inti ajaran NU adalah moderasi tidak hanya dalam keberagamaannya, juga sikap kemasyarakatan dalam berbangsa dan bernegara," kata Lukman Hakim di hadapan undangan, termasuk Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin.?

Ajaran tersebut diimplementasikan NU dengan sikap tasamuh atau toleran, tawazun yakni sikap seimbang yang selama ini dijunjung tinggi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"NU memiliki energi dan resource atau sumber daya manusia yang luar biasa. Sehingga sangat wajar kalau banyak harapan disematkan kepada NU," kata putra mantan Menag, KH Saifuddin Zuhri tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya, kelebihan umat Islam yang tentu saja di dalamnya adalah NU memiliki kearifan lokal yang selalu bermuatan agama.?

Kelebihan seperti inilah yang akhirnya membuat bangsa ini siap menghadapi berbagai perubahan. "Termasuk menghadapi revolusi teknologi komunikasi serta media sosial," jelas Lukman.

Di akhir sambutannya, Lukman berharap NU selalu menjadi lokomotif lewat ? pendekatan Islam yang promotif. "Maksudnya, Islam yang mempromosikan atau mengajak, bukan konfrontatif," katanya. Karena ajaran seperti itulah yang dibutuhkan di Indonesia dan menjadi model bagi peradaban dunia, pungkasnya.

Hadir pula pada kegiatan ini, diantaranya Ketua PWNU Jatim, KH M Hasan Mutawakkil Alallah, KH Nawawi Abdul Jalil (Sidogiri), KH Afifuddin Muhajir, serta KH Raden Ahmad Azaim Ibrohimy selaku pengasuh pesantren setempat. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Jadwal Kajian, Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 31 Desember 2017

NU CARE-LAZISNU Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Pesantren An-Nur

Bogor, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Dalam rangka mengoptimalkan program pendidikan dan ekonomi, yang merupakan dua dari 4 (empat) pilar program, NU CARE-LAZISNU menyalurkan bantuan berupa 1,5 ton beras serta uang santunan kepada santri di Pondok Pesantren An-Nur Litahfidzil Qur’an, Tamansari, Bogor, Senin (14/8).

NU CARE-LAZISNU Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Pesantren An-Nur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU CARE-LAZISNU Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Pesantren An-Nur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU CARE-LAZISNU Salurkan 1,5 Ton Beras untuk Pesantren An-Nur

Direktur Eksekutif NU CARE-LAZISNU Syamsul Huda menuturkan, pihaknya merasa senang sekali bisa menyalurkan bantuan ke pesantren An-Nur, sebagai pesantren yang menerima santri yatim dan dhuafa dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya, Direktur NU CARE-LAZISNU, senang bisa membantu santri-santri yatim dan dhuafa di Pesantren An-Nur. Semoga kami bisa terus membantu,” ungkap Syamsul.

Sementara itu, Ustadz Fathur Rohman Pimpinan Ponpes An-Nur Bogor, mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan yang disalurkan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ini merupakan bantuan yang kedua kalinya dari LAZISNU. Pesantren Litahfidzil Quran, An-Nur Bogor, mengucapkan terima kasih banyak kepada LAZISNU atas penyaluran bantuannya, berupa 1,5 ton beras dan uang santunan untuk para santri,” ucapnya.

Ia pun berharap dengan adanya kerja sama ini, silaturahim tetap terjalin antara NU CARE-LAZISNU dan Pondok Pesantren An-Nur.

“Harapan ke depan, semoga kerja sama ini menjadi ukhuwah antara LAZISNU dan Pesantren An-Nur, demi mencapai ridla dan rahmat Allah SWT,” pungkas Ustadz Fathur.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis kepada Ustadz Fathur beserta kelima santri yang hadir di Matahari Departement Store Keboen Raya Bogor, berbarengan dengan penyerahan Penghimpunan Infak Matahari Depertement Store yang disalurkan ke lembaga NU CARE-LAZISNU, senilai 900 juta. (Wahyu Noerhadi/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, AlaSantri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Bagi-bagi HP

Suatu ketika Gus Dur membagi-bagikan handphone kepada sejumlah kiai NU. Beberapa kiai agak kikuk dengan teknologi telepon genggam itu.

Karena merasa sejumlah kiai koleganya sudah mendapatkan handphone, Gus Dur pun dengan mudah menghubungi mereka lewat telepon genggam tersebut.

Pada satu kesempatan, Gus Dur meminta kepada asistennya untuk mengirimkan SMS ke salah seorang kiai. Namun, lama ditunggu, jawaban dari sang kiai tak kunjung didapat. Alhasil Gus Dur pun menelepon sang kiai.

“Pak kiai, kalau ada SMS dari umat mbok ya dijawab,” kata Gus Dur.

Bagi-bagi HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagi-bagi HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagi-bagi HP

Lantas sang kiai menjawab, “Waduh Gus, saya nggak nulis di handphone ini, soalnya tulisan saya jelek.” (Ahmad Syaefudin-Staf Majalah Bangkit PWNU DIY)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Rapat gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU, Kamis (10/3), yang dihadiri para pengurus harian PBNU lengkap dan para ketua lembaga menyanpaikan sejumlah laporan. Menurut Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, forum yang acara ini merupakan rapat bulanan yang diagendakan oleh pengurus Syuriah untuk membahas berbagai masalah.

“Namun pada kesempatan kali ini, kita jadikan rapat gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah untuk membahas beberapa agenda termasuk laporan dari Ketua Umum (PBNU) terkait program kerjanya,” jelasnya.

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Syuriyah-Tanfidziyah PBNU Bahas Kartanu hingga Agenda Internasional

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj melaporkan tiga hal. Pertama, laporan terkait dengan isu-isu terkini seperti sikap PBNU terhadap LGBT, radikalisme, Ahmadiyah, dan narkoba. “Sikap PBNU sangat tegas terkait isu-isu tersebut,” ujar kiai yang akrab dipanggil Kang Said itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, laporan terkait agenda PBNU International Summit of Moderate Islam Leaders (Isomil) yang akan dilaksanakan pada Mei. Acara ini, kata Kang Said, akan dihadiri para pemimpin moderat Islam dari 30 negara.

“Dan yang ketiga, laporan Standard Operational Procedure (SOP) yang menyempurnakan atau sebagai panduan dari AD/ART, terutama sekali bidang keuangan,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain tiga laporan tersebut, ada beberapa program PBNU yang dilaporkan seperti pengadaan Kartanu (Kartu Anggota NU), Ekspedisi Santri, dan pembahasan bagaimana NU menanggapi ujaran kebencian dari kelompok-kelompok luar.

Untuk pengadan Kartanu, Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini melaporkan bahwa Kartanu masih dalam proses penyempurnaan. Menurutnya, Kartanu tidak hanya akan menjadi identitas diri, tapi juga memiliki kelebihan-kelebihan lain.

“Kartanu memiliki 4 fungsi. Pertama sebagai identitas diri. Kedua sebagai e-payment atau sebagai alat transaksi elektronik. Ketiga koneksi dengan lembaga-lembaga yang ada seperti lembaga wakaf NU. Dan yang terakhir, warga NU yang belanja dengan Kartanu di beberapa brand yang kita kerja sama akan mendapatkan diskon,” papar Helmy.

Setelah semua pengurus melaporkan program-programnya, Kiai Ma’ruf Amin menutup rapat yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung PBNU, Jakarta itu dengan bacaan hamdalah dan kemudian mempersilakan KH Miftahul Akhyar untuk membacakan doa. (Ahmad Muchlishon/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, IMNU, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 24 Desember 2017

Usai Kongres XV, Ansor Jaktim Ziarahi Makam Ulama

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur meziarahi makam para ulama di Yogjakarta sebagai momen pelengkap usai melaksanakan Kongres XV GP Ansor di kota pelajar tersebut.

Usai Kongres XV, Ansor Jaktim Ziarahi Makam Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kongres XV, Ansor Jaktim Ziarahi Makam Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kongres XV, Ansor Jaktim Ziarahi Makam Ulama

"Kita memanfaatkan momen kongres ini untuk silaturrahim dan ziarah. Ziarah merupakan media meneguhkan dimensi spiritual sebagai akar gerakan pemuda NU. Juga sebagai media untuk mengingat perjuangan ulama dalam dakwah islamiah, terutama dalam menyiarkan ajaran Aswaja," kata Sekretaris PC GP Ansor Jakarta Timur Ust Imaduddin, Sabtu, (28/11).

Kompleks makam di Desa Watu Congol Muntilan ini, lanjut Imaduddin, merupakan kompleks makam para ulama yang keilmuwannya tidak diragukan lagi. "Di sini ada makam Mbah Dalhar, Mbah Abdurrahman, Ki Jogorekso, Raden Santri, KH. Abdullah Sajjad dan para Ulama lain," tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu Komandan Satkorcab Banser Jakarta Timur, M. Firdaus Ibond menegaskan bahwa kegiatan ini memang sudah direncanakan sejak awal. "Ini kegiatan memang kita canangkan sejak di Jakarta. Usai Kongres dan silaturrahim, kita wisata religi ke Muntilan. Kemudian lanjut wisata ke Candi Borobudur," tegasnya

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rombongan 25 orang dari GP Ansor dan Banser Jakarta Timur berangkat menggunakan bus. Organisasi yang diketuai H. Mahmud Muzoffar ini direncakan kembali ke Jakarta usai rangkaian agenda tersebut. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Narasumber untuk masalah Nahdlatul Ulama (NU) yang sangat disegani dan dihormati adalah H Choirul Anam. Pria yang akrab disapa Cak Anam ini dikenal tidak sembarangan dalam mengambil kesimpulan terkait peristiwa yang ada hubungannya dengan kiai serta NU.

"Untuk itu saya tidak segan-segan tak mencantumkan tanggal dan bulan kalau ternyata tidak ada fakta yang membenarkan," kata Cak Anam, sapaan akrabnya, Sabtu (30/7).

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Cak Anam: Menulis Sejarah NU dan Kiai Harus Teliti

Ia hadir pada acara halal bihalal dan refleksi 1 abad Nahdlatul Wathan yang diselenggarakan Pengurus Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kota Surabaya dan LTN NU Jawa Timur di Museum NU, Jalan Gayungsari Timur Nomor 35 Surabaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pegiat harian Duta Masyarakat ini kemudian memberikan contoh terhadap keberadaan Nahdlatul Wathan (NW) yang hingga kini tidak disertakan tanggal dan bulan berdirinya. "Karena tidak ada yang bisa menunjukkan kapan tepatnya, baik tanggal serta bulan berdirinya Nahdlatul Wathan tersebut," ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan kepastian tahun berdirinya NW diperoleh dari pengakuan sejumlah pelaku sejarah yang berhasil ditemui, lanjutnya.

Bagi Cak Anam, menggali peristiwa masa lalu dibutuhkan ketelitian. "Kalau tidak didukung fakta yang akurat, maka hal tersebut hanya dianggap dongeng," katanya di hadapan aktivis LTN NU se-Jatim tersebut.

Dia kemudian menceritakan pengalamannya melakukan wawancara dengan pelaku sejarah NU di masa awal yakni KH Asad Syamsul Arifin. Cerita soal dialog serta peristiwa Kiai Asad yang mengantarkan tasbih dan tongkat kepada KH Hasyim Asyari diperolehnya secara langsung.

"Saat itu saya datang ke Pesantren Sukorejo dan melakukan wawancara dengan Kiai Asad, dan kemudian saya kirim ke harian Merdeka," kenang Anam. Bahwa kemudian saat Muktamar ke-27 NU dilangsungkan di Pesantren Sukorejo, itu antara lain karena banyak kalangan yang kemudian membaca serta mendengar peristiwa tersebut, lanjutnya.

Tugas berat sekarang diemban oleh para penulis muda NU. "Tidak mudah melakukan rekonstruksi sejarah, apalagi banyak tokoh yang telah meninggal," katanya. Karenanya kehati-hatian harus menjadi kata kunci agar tidak tersebar kabar bohong yang justru merugikan kiai dan NU, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Internasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Kuala Lumpur, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Pusat  Fatayat NU memberikan orientasi kepada pengurus PCI Fatayat NU Malaysia, Senin (25/9). Orientasi bertujuan  menyemangati para pengurus PCI Fatayat NU Malaysia yang dilantik sehari sebelumnya.

“Organisasi Fatayat NU harus mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan para kader perempuan NU di Malaysia,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margareth Aliyatul Maimunah.

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Ketua Bidang Keorganisasian PP Fatayat NU, Nadhifa mengungkapkan banyaknya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. “Di antara mereka banyak yang terlibat permasalahan hukum,” tambahnya.

Perempuan yang juga staff ahli Mentri Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan dengan berbagai masalah yang dialami TKW di Malaysia, PCI Fatayat Malaysia harus dapat membantu para TKW tersebut dalam advokasi hukum.  

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Malaysia Kiki Rizki Makiya, menyampaikan tugas dan tantangan Fatayat semakin berat.

“Tetapi yang paling penting adalah tidak boleh keluar dari ideologi kita, yaitu ahlussunah wal jamaah,” ujarnya.

Pelantikan PCI Fatayat NU Malaysia mengambil moto Jadilah orang yang tangguh dan mampu struggle. Kiki menegaskan, dengan moto itu  tidak ada kalimat menyerah dan buntu dalam menyampaikan amanah. (Uswah/Kendi Setiawan)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, Makam, Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Takbirotul Ihrom dan Takbirotul Intiqol

Tidak selamanya pertanyaan sederhana mudah dijawab. Tak ubahnya seperti pertanyaan terkait perbedaan takbirotul ihram dan takbir yang lain. Mengapa takbir di awal shalat dinamakan takbirotul ihrom, sedangkan takbir yang lain hanya disebut sebagai takbir saja? Padahal kalimatnya berbunyi sama; Allahu Akbar?

Dalam istilah shalat ada dua macam takbir, takbirotul Ihram dan takbirotul intiqal. Takbirotul Ihram adalah takbir yang dibaca pada permulaan shalat. Sedangkan takbirotul intiqal adalah takbir yang dibaca ketika berpindah dari satu rukun fili (gerakan shalat) ke lain rukun fili.

Takbirotul Ihrom dan Takbirotul Intiqol (Sumber Gambar : Nu Online)
Takbirotul Ihrom dan Takbirotul Intiqol (Sumber Gambar : Nu Online)

Takbirotul Ihrom dan Takbirotul Intiqol

Namun secara filosofis takbirotul ihrom menjadi bacaan penggaris yang menjadi penyebab diharamkannya sesuatu yang tadinya dihalalkan. Artinya, apa-apa yang diperbolehkan sebelum pembacaan takbir, menjadi haram ketika takbir itu telah dibacakan. Misalanya, makan dan berbicara adalah dua hal yang diperbolehkan, tetapi ketika kita sudah membaca takbiratul ihrom di awal shalat makan dan berbicara itu menjadi haram.

Demikian yang diterangkan dalam Hasyiaytul Bajuri

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Takbirotul ihrom artinya takbir yang menjadi sebab haramnya sesuatu yang tadinya dihalalkan, seperti makan, minum dan sebagainya. (Ulil Hadrawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 25 November 2017

Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Puluhan santri dari pesantren di Jombang, Jumat (14/4/2017) siang mendapatkan pelajaran tambahan. Mereka mendaptkan pelatihan budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Pelatihan hasil kerjasama Pesantren Tebuireng dengan Balai Diklat Perikanan Banyuwangi ini digelar di Gedung Diklat Pesantren Tebuireng 2 selama lima hari, mulai awal pekan lalu.

?

Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Jombang Belajar Budidaya Lele Sistem Bioflok

Pelatihan budidaya lele dengan system Bioflok diikuti 60 peserta yang berasal dari sembilan pondok pesantren di Kabupaten Jombang. Yaitu, Pesantren Tebuireng, Pesantren Al-Masruriyah Tebuireng, Pesantren Al-Aqobah Kwaron Diwek, PP Fathul Ulum Sanan Puton Diwek, PP Khoiriyah Hasyim Seblak, PP Madrasatul Quran Tebuireng, PP Urwatul Wutsqo Bulurejo Diwek, dan PP Walisongo Cukir Diwek. Juga sembilan mahasiswa dan santri dari Mahad Mahasiswa Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng.

"Kegiatan ini untuk mendukung target konsumsi ikan nasional sebesar 47,12 kg perkapita/tahun. Selain mendukung target konsumsi ikan, peserta pelatihan diharapkan dapat menjadi wirausahawan baru di sektor perikanan," Kata Mulyoto, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan Saat membuka pelatihan. ?

Dikatakan Mulyoto, jika satu peserta yang sudah mendapatkan pelatihan kemudian mempunyai sepuluh kolam, dan hasil satu kolam sebanyak satu ton, maka akan ada 10 ton ikan lele yang dihasilkan dari pelatihan ini." Maka kebutuhan untuk konsumsi ikan akan semakin bisa terpenuhi targetnya,"imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Kepala Balai Diklat Perikanan Banyuwangi, I Wayan Suarya menjelaskan bahwa program pelatihan di Pesantren Tebuireng Jombang ini direncanakan sebanyak 120 peserta dengan dua periode pelaksanaan. "Harapan kami, setelah pelatihan ini, peserta tidak berhenti. Tapi melanjutkan proses budidaya lele sampai membuahkan hasil," harap Wayan.

Dalam pelatihan selama lima hari itu, peserta mendapatkan materi tentang kebijakan peningkatan produksi perikanan budidaya. Juga teknik penyiapan kolam bioflok, memilih benih, menebar benih, membuat pakan buatan, dan memberi pakan.?

"Peserta juga dilatih melakukan monitoring pertumbuhan ikan, mengidentifikasi hama dan penyakit ikan, serta cara memanen ikan," ujar Pantja Waluya, salah satu anggota tim instruktur dari Balai Diklat Perikanan Banyuwangi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selama pelatihan berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti materi dan melaksanakan praktek pembuatan kolam bioflok hingga penyiapan pakan.?

"Selama beberapa tahun, saya melakukan budidaya lele tanpa ilmu dan guru yang kompeten. Alhamdulillah, lima hari ini saya mendapatkan ilmu dan pengalaman dari ahlinya," ujar Ahmad Mamun, salah satu santri Pesantren Walisongo Cukir.

Mudir Pesantren Tebuireng, KH Lukman Hakim berpesan agar peserta benar-benar dapat memenuhi harapan dari pelaksanaan program ini. "Buktikan bahwa santri Tebuireng dan sekitarnya juga dapat belajar menjadi wirausahawan di sektor perikanan," pintanya saat menutup kegiatan. (Muslim Abdurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Pendidikan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 15 November 2017

Merumuskan Gus Dur Muda

Gagasan dan pemikiran Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid yang dituangkan dalam bentuk tulisan sejak tahun 1970-an tak habis digali. Pemikirannya masih tetap relevan hingga sekarang. Tak heran, beraragam buku dengan berbagai pendekatan telah terbit. Beragam diskusi dan seminar tak habis-habis digulirkan.

Sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melanjutkan gagasan kiai yang biasa disapa Gus Dur, salah seorang santrinya di Pondok Pesantren Ciganjur Jakarta, Syaiful Arif, merumuskan kegiatan bertajuk “Kursus Pemikiran Gus Dur”. Kursus tersebut menggali detail-detail gagasan Gus Dur.  

Merumuskan Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Merumuskan Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Merumuskan Gus Dur Muda

Dalam kursus tersebut, lebih menekankan gagasan Gus Dur saat muda. Syaiful Arif menyebutnya Gus Dur Muda, yaitu antara 1970 hingga 1999 (ketika Gus Dur jadi Presiden RI keempat). Dalam istilah lain disebut Gus Dur teoritis.  

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kursus pemikiran Gus Dur Abdullah Alawi dari Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham mewawancarai anaka muda kelahiran Kudus, Jawa tengah, 1981. Syaiful Arif termasuk anak muda NU yang cukup produktif dalam menulis buku. Berikut petikan wawancaranya. 

Asal mula muncul ide kursus pemikiran Gus Dur?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gus Dur kan sudah wafat, kalau tidak diterusin pemikirannya kan sayang. Selama ini kan gerakan-gerakan Gus Durian itu hanya menenmpatkan Gus Dur sebagai pribadi, bukan sebagai pemikiran.

Kenapa bisa berkesimpulan seperti itu?

Karena di dalam gerakan gerakan Gus Durian selama ini, penggalian pemikiran itu kayaknya kurang belum maksimal. Menempatkan Gus Dur sebagai pribadi, ya bagus, karena memang Gus Dur pribadi. Artinya, yang kita diskusikan, kita ingat, yang ingin kita teruskan itu kan perjuangannya sebagai pribadi. Tapi kan di dalam pribadi Gus Dur itu, ada Gus Dur praktis, ada Gus Dur teoritis.

Gus Dur praktis itu, Gus Dur di dalam praktik politik dan praktik perjuangannya, baik di PKB, di negara, maupun di NU. Nah, tetapi praktik Gus Dur, praktik perjuangannya dilandasi oleh Gus Dur yang teoritis. Artinya dilandasi oleh pemikiran. Nah, saya lihat selama ini, -ya ini mungkin pembagian wilayah kerja aja ya, teman-teman yang memang masuk di dalam praktik Gus Dur, saya memilih di ruang-ruang teoritisnya. Itu yang pertama. 

Yang kedua, jelas sekali selama ini kan Gus Dur itu pemikir. Kalau tidak kita tidak dijaga pemikirannya melalui diskusi-diskusi yang intens, ya warisan itu akan jadi warisan “berdebu” di dalam buku-bukunya yang mungkin hanya sekilas sekali ditengok dan dibaca. Padahal kan kalau pemikiran terhenti pada teks, dia hanya terhenti pada teks. Bukan menjadi pemikiran. Menjadi pemikiran itu kan ketika diperbincangkan. Dari perbincangan itu bisa kemudian ditindaklanjuti, bisa dikritisi, bisa menjadi inspirasi. Jadi, aku kebetulan pernah nyantri dengan beliau, ya merasa beban moral. Makanya kemudian yang kupilih kan kursus. Kursus ini kan artinya satu langkah menuju, kita bedakan antara diskusi dengan kursus ya. Diskusi kan tidak ada silabus, hanya sekadar berbagi informasi. Tapi kalau kursus itu ada silabus, dan metodenya juga metode klasikal. Artinya di situ tidak hanya ada pembicara, tetapi ada tutor, pengajar. 

Nah, kalau seseorang sudah memastikan diri sudah siap untuk menjadi pengajar atau tutor di dalam kursus itu kan dia punya konsekuensi kan, ya dia harus menguasai betul, detail dari pemikiran Gus Dur karena kan sebelum kursus ini aku menawarkan sama teman-teman Gus Durian ya.

Metode kursus kan mengkelaskan Gus Dur karena selama ini kan pemikiran Gus Dur hanya terserak-serak, bercerai-berai di opini di koran. Kemudian aku memiliah Gus Dur muda dan Gus Dur tua. 

Bagiamana penjelasannya?

Gus Dur muda itu Gus Dur dari tahun 1970 sampai pertengahan 90. Gus Dur tua itu Gus Dur sejak menjadi presiden sampai wafat. Nah, Gus Dur muda, yaitu Gus Dur yang pemikirannya layak menjadi diskursus intelektual karena tulisan-tulisannya tidak hanya dalam bentuk opini di koran, tapi di makalah-makalah panjang. Baik dalam jurnal seperti Prisma, jurnal Pesantren, maupun makalah-makalah seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Nah, dengan tulisan-tulisan panjang itu kan kita bisa merumuskan pemikiran Gus Dur sebagai wacana intelektual dan materi-materi akademis. Nah, kursus pemikiran Gus Dur itu masuk di ruang itu. Jadi, menempatkan Gus Dur dalam wacana intelektual dan khususnya materi-materi akademis. 

Kenapa disebut kursus?

Karena kan ya memang sampai saat ini belum ada kurikulum pemikiran Gus Dur. Karena itu aku kemudian merumuskan materi, silabus pemikiran Gus Dur yang aku harapkan sistematis dan menjadi satu langkah menuju yang akademis, atau akademisasi Gus Dur. 

Sementara Gus Dur tua itu kan sejak menjadi presiden sampai lengser, itu kan Gus Dur yang tulisan-tulisannya hanya dipercikkan di koran. Gus Dur yang sudah sepuh itu, ya Gus Dur yang sudah  praktis. Tulisan-tulisan di koran adalah refleksi dari peristiwa-peristiwa aktual atau penggalian kembali memori pemikiran yang masih ada dalam endapan di pemikiran beliau. Selama ini banyak orang menempatkan Gus Dur hanya di dalam Gus Dur di era tua. Mereka tidak masuk di dalam pemikiran Gus Dur di era muda. 

Gus Dur muda? 

Itu terkait materi. Gus Dur muda itu Gus Dur yang terinspirasi dari teologi pembabasan Amerika Latin. Dari situ Gus Dur kemudian mengolah tradisi Islam, khusunya tradisi Islam pesantren dan NU, untuk menghadapi developmentalisme Orde Baru . Gus Dur muda itu kan Gus Dur era Orde Baru. Dalam era Orde Baru itu, Gus Dur yang masih muda, merumuskan tradisi; mengolah tradisi intelektual Islam tradisional pesantren dan NU dalam wacana-wacana teologi pembebasan untuk menghadapi developmentalisme dan modernisasi. Jadi, kalau developmentalisme itu kan wacana ekonomi politik, kalau modernisasi kan wacana kebudayaan. Nah, Gus Dur mencoba mengolah tradisi-tradisi Islam pesantren dan NU untuk menanggapi modenisasi dan developmentalisme.

Nah, salah satu hasil prodak pemikirannya seperti Islam sebagai etika sosial. Islam sebagai etika sosial itu kan jarang dilihat banyak orang karena selama ini orang melihat pemikiran Islam Gus Dur itu kan hanya dua, pribumisasi Islam dan pluralisme agama. Padahal ketika aku telusuri di dalam teks-teks Gus Dur muda itu ada dua pemikiran lain yang selama ini belum dibaca orang. Yang pertama, Islam sebagai etika sosial dan kedua, negara kesejahteraan Islam.

Bagaimana penjelasannya kedua-duanya? 

Nah, itu kemudian aku jadikan materi ya. Islam sebagai etika sosial. Di kursus itu kan, pemikiran Islam Gus Dur; kalau kita pinjam istilah Marx, ya itu kan basis struktur, ada struktur ada suprastruktur. Ada lantai, ada tiang, ada dinding ada langit-langit, ada atap. Nah, pribumisasi Islam itu, lantai dari pemikiran Gus Dur karena ia mempertemukan Islam dan budaya. Nah, budaya itu kemudian menjadi landasan dari masyarakat dan landasan dari negara. Nah, prbumisasi Islam sebagai basis struktur dari pemikiran Islam Gus Dur itu kemudian menopang struktur pemikiran Islam Gus Dur, yakni Islam sebagai etika sosial. Kenapa? Karena Islam sebagai etika sosial adalah pemikiran Islam Gus Dur yang menempatkan Islam sebagai etika masyarakat; akhlak sosial. Jadi Gus Dur itu selalu memaknai akhlak sebagai etika sosial. Beliau tidak pernah menafsiri di luar konteks itu, umpamanya akhlak adalah pribadi. Itu nggak pernah, beliau. Jadi, akhlak itu pasti dalam kurung etika sosial.

Etika sosial itu bagaiamana?

Etika sosial itu sederhana, Gus Dur mencoba menggali kemudian merumuskkan prinsip-prinsip etis kehiidupan sosial. Prinsip-prinsip etis kehidupan sosial itu sebenarnya letakanya di dalam kewajiban masyarakat untuk menciptakan sturktur masyarakat yang berkeadilan. Struktur masyarakat yang berkeadilan itu merupakan wujud wujud etis masyarakat yang didukung oleh prinsip-prinsip keislaman. Gus Dur menarik dalam hal ini. Beliau punya gagasan tentang rukun sosial. Di Islam itu kan ada rukan Islam ada rukun iman. Rukun iman itu teologis, rukun Islam itu, katakanlah amal ya dari iman. Kata Gus Dur di dalam rukun Islam itu ada dimensi sosial ada zakat, ada haji ada shalat (ketika berjamaah). 

Artinya, amal-amal ritual itu sebenarnya bersifat sosial. Artinya memiliki keberpihakan terhadap pensejahteraan masyarakat. Namun sayangnya, banyak sekali umat Islam yang hanya memahaminya dalam kerangka ritual individual. Akhirnya, rukun sosial itu tidak ada dampak sosialnya. Nah, Gus Dur menggagas kita perlu sebuah rukun sosial, atau rukun tetangga, kata Gus Dur. Rukun sosial itu menjembatani antara rukun Islam dengan rukun iman. Artinya, kita harus menjadikan kepedulian sosial itu sebagai bagian dari rukun Islam dan rukun iman, menjadi bagian dari teologi. 

Jadi, Gus Dur menggagas teologi sosial. Nah, ini Islam sebagai etika sosial. Ini struktur. Struktur sosial dari basis yang ditopang pribumisasi Islam. Kenapa? Karena, tanpa pribumisasi Islam, Islam tidak akan menjadi etika sosial. Kenapa? Karena pribumisasi Islam-lah yang kemudian meleraikan ketegangan antara Islam dan budaya. Nah, ketidakmampuan meleraikan Islam dan budaya akan menyebabakan islamisasi budaya atau purifikasi budaya lokal yang kemudian menjadi trade mark dari gerakan-gerakan Arabis. Nah, gerakan-gerakan Arabis itu, kata Gus Dur, terjebak di dalam perjuangan Islam yang simbolik. Kenapa? Karena tujuan mereka hanya menerapkan simbol-simbol Islam di dalam budaya lokal. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian, Doa Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 05 Oktober 2017

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta, Selasa (3/05), sebagai respon terhadap proses pendidikan yang tidak merata antara pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Tema yang diusung pada seminar yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Lantai 9, Jakarta ini adalah "Merajut Konsepsi Pendidikan Holistik dan Berkeadilan".?

"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka hardiknas, semoga spirit Ki Hajar Dewantara dapat bersenyawa dengan kita, dan rembug guru ini adalah forum bapak/ibu guru untuk berjuang bersama baik itu terkait kompetensi guru maupun mengenai kesejahteraan," kata Aris Adi Leksono.

? ?

Dalam Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta hadir beberapa pembicara di antaranya H Nawawi (Anggota Komis E DPRD), Mahruz (Ketua PGMI), Amin (Kementerian Agama DKI Jakarta), Muhlis (Wakil Rektor UNJ), dan Kosman Marbun (Dinas Pendidikan DKI Jakarta).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta Djaali dan ia merespon positif kegiatan ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Makam, Kajian Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 September 2017

Pasca Dilantik IPNU-IPPNU Kota Cirebon Fokus Kaderisasi

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Cirebon masa khidmah 2014-2016 bertekad akan serius menangani persoalan kaderiasi.

Pasca Dilantik IPNU-IPPNU Kota Cirebon Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasca Dilantik IPNU-IPPNU Kota Cirebon Fokus Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasca Dilantik IPNU-IPPNU Kota Cirebon Fokus Kaderisasi

“Setelah raker kita akan mengadakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) baik bagi anggota baru juga bagi sebagian pengurus. Karena sebagian pengurus merupakan orang-orang yang baru masuk dalam organisasi tapi sudah cukup pengalamannya sehingga penting untuk mengikuti Makesta,” jelas Ketua PC IPPNU Kota Cirebon Rety Bilkis Syam usai resmi dilantik pada Sabtu (20/12) di Gedung Dakwah PCNU Kota Cirebon.

Rety menambahkan, dirinya dan seluruh pengurus berkomitmen dan ingin benar-benar mengaktifkan IPPNU Kota Cirebon yang sempat mengalami kevakuman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Sudah saatnya IPPNU di Kota Cirebon bangkit dari tidurnya. Kita ingin memfokuskan pada bidang kaderisasi agar selanjutnya IPPNU di Kota Cirebon terus aktif. Kita juga akan melakukan pendekatan kepada pelajar MTs, SMP, MA dan SMA juga Pesantren yang akan di Kota Cirebon,” ungkap Rety.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Asep Saeful, Ketua PC IPNU Kota Cirebon, mengatakan, agenda pelantikan ini menjadi momen berkumpulnya kader IPNU-IPPNU Kota Cirebon sehingga setelah resmi dilantik kepengurusannya akan langsung melakukan raker.

“Ini (pelantikan) momen penting, tidak hanya berkumpul dan dilantik. Tapi setelah ini akan langsung rapat kerja menentukan langkah-langkah yang akan kita lakukan selama menjalankan khidmah di IPNU ini. Poin penting dalam raker adalah soal kaderisasi,” jelas Asep.

Pelantikan ini dihadiri oleh unsur Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Cirebon, Asep Irfan Mujahid (Ketua PW IPNU Jawa Barat), Ahmad Imam Baehaqi (Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon), Aida Nur Fajrianti (Ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon), dan M. Yazidul Ulum (Ketua PC PMII Cirebon). (Ayub Al Ansori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Syariah, Lomba Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock