Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah

Mataram,? Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Fatayat NU NTB mengajak semua Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama terlibat dalam aksi donor darah. Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Nurul Islam, Sabtu (13/3) lalu itu menjadi salah satu rangkain acara pelantikan PW Fatayat NU NTB Masa Khidmat 2015-2019.

"Insyaallah tiga bulan sekali akan rutin kami lakukan (Donor) bersama banom-banom lainnya," kata Ketua PW Fatayat NU NTB, Wartiah.?

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU NTB Ajak Banom Gelar Donor Darah

Lebih lanjut Ketua Komisi 5 DPRD NTB ini menjelaskan bahwa darah merupakan kebutuhan masyatakat banyak saat ini. Oleh karena itu pihaknya tidak menargetkan berapa kantong harus masuk melainkan sebanyak-banyaknya.

Sebelumnya, PW Fatayat NU NTB sudah berkunjung ke tokoh-tokoh NU di Lombok, ziarah makam ulama dan terakhir nanti, Ahad (20/3) akan berlangsung pelantikan PW Fayatat NU NTB yang dirangkai seminar nasional terkait tantangan perempuan menghadapi MEA di gedung Paraja Kantor Gubernur NTB. Setelah itu akan ditutup dengan santunan anak yatim piatu dan warga jompu. (Syamsul Hadi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Doa, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Makruf Amin menuturkan terdapat empat hal yang menjadi dasar dalam cara berfikir warga NU yang menjadi ruh ketika NU berdiri dan menentukan sampai ke depan bagaimana NU yang akan datang.

Empat hal tersebut adalah yaitu pertama fikrah nahdiyyah atau cara berfikir NU, kedua NU bermazhab, ketiga NU menganut prinsip tatowwuriyah atau dinamis, keempat NU berprinsip islahiyyah atau melakukan perbaikan terus-menerus.

Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Prinsip Cara Berfikir NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Prinsip Cara Berfikir NU

Hal ini disampaikan dalam diskusi Kamisan ( 14/10) Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham yang juga dihadiri oleh Prof Dr Machasin, direktur pendidikan Islam dan Muhammad Al Fayyat, anak muda NU.

 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Makruf Amin menjelaskan fikrah nahdliyyah merupakan cara berfikir NU dalam memahami nash, mencari prinsip dari nash, mencari dasar hukum dari nash. Saat ini telah berkembang berbagai macam pemikiran, mulai dari radikal, tekstual, liberal dan lainnya yang semuanya menjadi tantangan bagi NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau aswaja menurut NU, selektif, sebab kita tidak mengikuti semua faham aswaja ini dan kita bermazhab. Saya menyebutnya tawassutiyah atau moderat. Kalau kelompok tekstualis ini tanpa penafsiran, kalau kelompok liberal kelewatan dalam penafsiran,” katanya.

Ciri kedua NU adalah bermazhab karena tanpa mazhab tidak ada frame. “Ini bidah yang paling berbahaya dalam menghancurkan Islam,” tandasnya.  

Mazhabnya pun dibatasi empat, tidak boleh lebih dari empat meskipun ada mazhab lainnya, karena yang lainseperti Sofyan Atsauri, Ibnu Uyainah, Al Auzai tidak memiliki metodologi berfikir yang jelas, hanya pendapat yang parsial.

Aspek ketiga NU adalah, tatowwuriyah atau dinamis. Artinya, kita sekalipun bermazhab, tidak kaku. Seperti diputuskan dalam Munas NU di Lampung tahun 1992 yang menetapkan cara bermazhabnya tak hanya koulan atau tekstual tetapi juga manhajan atau mengikuti metode berfikirnya para imam mazhab tersebut.

"Kebanyakan syariah keluar dari ijtihad. Ada yang sudah diselesaikan oleh ulama dahulu, ada yang belum sehingga harus berani melakukan ijtihad terhadap masalah yang belum dibahas, tetapi bisa juga masalahnya lama tetapi mengalami perubahan seperti yang terjadi pada masalah-masalah muamalah," paparnya.

Dijelaskannya, tradisi kalangan bermazhab juga begitu. Ada pendapat baru yang tidak sama dengan pendapat yang dikemukakan oleh para pendiri mazhab, tetapi meskipun berbeda keputusannya, kalau dilihat dari cara berfikirnya, tak menyalahi metodologi sehingga tetap bisa dipakai sebagai rujukan.

“Mazhab empat sudah terlalu cukup, asal manhaji, bukan kouli atau mengikuti metode berfikirnya, bukan keputusan yang sudah ada. Semua bisa diselesaikan asal kita mau berfikir. Yang penting tidak statis dalam berfikir, tetapi tidak keluar dari frame. Ini cara berfikir,” jelasnya.

Aspek keempat adalah islahiyyah atau selalu melakukan selalu perbaikan. Melakukan pebaikan itu tak cukup hanya dengan wacana diawang-awang atau menulis buku saja, tetapi harus melalui tindakan kongkrit.

“Karena itu, disamping fikrah, ada harakah atau gerakan, yang kita sebut sebagai harakah islahiyyah, akidah yang tak betul dibetulkan, demikian pula perbaikan dalam bidang ibadah, akhlak, muamalah. ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik,” tandasnya.

Untuk masalah ekonomi, ia meminta dilakukan pemberdayaan dahulu pada masyarakat, baru pensyariahan. Tak mungkin dilakukan pensyariahan dahulu jika tak ada pemberdayaan karena masyarakat tak berdaya.

Upaya perbaikan juga harus dilakukan secara terus menerus, tak cukup hanya berjalan sebulan saja karena tak akan memiliki dampak jangka penjang. Selain itu, diharapkan mampu membuat perbaikan yang memiliki dampak tinggi. Ia mencontohkan nabi yang dalam 23 tahun mampu merubah masyarakata dari kaum jahiliyah menjadi khaira ummah karena apa yang dilakukan memiliki dampak yang tinggi.

Ketua Dewan Fatwa MUI ini menjelaskan, ia juga membidangi ekonomi syariah di MUI, disitu dilakukan sinergi antara ulama dengan pelaku ekonomi syariah dan regulator. Semua melakukan sinergi sehingga dihasilkan keputusan yang baik karena memperhitungkan semua aspek. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Oleh Suwendi

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 11 April 2017 dengan agenda pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Perbukuan akhirnya ditunda. Dalam sidang itu, Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Paripurna menjelaskan perlunya mensinkronisasi mengenai buku-buku agama yang belum melibatkan Kementerian Agama (Parlementaria.com/11 April 2017). Menurut hemat penulis, keputusan penundaan atas pengesahan ini patut diberikan apresiasi dan “acung jempol” sebagai tanda pilihan yang terbaik. Mengapa demikian?

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Ada sejumlah alasan persetujuan penulis terhadap penundaan ini. Pertama, jika melihat draft RUU Sistem Perbukuan itu maka sama sekali dapat dilihat secara kasat nyata bahwa tidak ada kewenangan atau keterlibatan apapun bagi Kementerian Agama dalam persoalan perbukuan ini. Draft RUU yang terdiri atas XII Bab dan 72 pasal ini sama sekali tidak menyebutkan buku pendidikan agama dan pendidikan kegamaan, terlebih lagi Kementerian Agama.?

Padahal, persoalan buku bukan hanya didasarkan atas ketersediaan buku yang bermutu, murah, dan merata an sich, namun juga buku yang mampu mengantisipasi bangkitnya gerakan radikalisasi agama yang justeru belakangan banyak dilakukan melalui buku-buku agama. Oleh karenanya, persoalan buku bukan hanya mengenai keterjangkauan secara harga atau pemerataan akses, namun juga memuat antisipasi maraknya ideologi radikal yang dilakukan melalui dunia perbukuan.?

Kini telah jamak ditemui di lapangan buku ajar pendidikan agama di sekolah dan perguruan tinggi umum yang mengajarkan intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Bahkan, sejumlah buku-buku keagamaan dan kitab yang biasa dikaji di pesantren pun telah dilakukan tahrif al-kutub (penyelewengan kitab) baik dengan media cetak lebih-lebih dengan media digital. Tahrif al-kutub dilakukan oleh kelompok tertentu demi untuk disesuaikan dengan ideologi radikalnya. Oleh karenanya, konsentrasi mengenai buku-buku pendidikan agama dan pendidikan keagamaan semacam ini patut untuk dilakukan, tentunya itu menjadi domainnya Kementerian Agama. Selain Kementerian Agama, tidak ada kementerian atau lembaga lain yang menjalankan fungsi di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu.

Kedua, secara regulasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, bahkan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, secara terang benderang persoalan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu menjadi kewenangan Kementerian Agama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Wujud dari pendidikan agama ini adalah mata pelajaran dan mata kuliah pendidikan agama pada layanan sekolah dan perguruan tinggi (SD, SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi Umum). Mulai penentuan kurikulum hingga menggandakan serta menyebarkannya sesunguhnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007, menjadi otoritasnya Kementerian Agama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Demikian juga halnya dengan pendidikan keagamaan, ia bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis. Dalam konteks pendidikan keagamaan Islam, misalnya, pendidikan ini diarahkan untuk menghasilkan kyai atau pimpinan keagamaan yang memiliki pemikiran dan wawasan keagamaan yang luas yang dihasilkan melalui kajian kitab kuning dan literatur keagamaan lainnya dan diselenggarakan melalui pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah, pendidikan Alquran dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya. Lagi-lagi, yang menangani ini semua adalah Kementerian Agama.

Atas dasar sejumlah regulasi itu, Kementerian Agama memiliki kewenangan yang begitu kuat dalam hal penyelenggaraan perbukuan ini. Jika Kementerian Agama absen atau diabsenkan melalui draft RUU Sistem Perbukuan ini sangat dimungkinkan ”malapetaka” akan menimpa pada bangsa ini, yakni setidaknya sejumlah mata pelajaran dan/atau mata kuliah pendidikan agama dan literatur pada lembaga pendidikan keagamaan akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ketiga, secara faktual, Kementerian Agama melakukan layanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui 5 (lima) unit eselon 1 (satu), yakni Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha. Kementerian Agama telah memberikan kontribusinya yang tidak sedikit dalam penyelenggaraan pendidikan nasional ini.?

Jika dilakukan perbandingan, Kementerian Agama itu menyelenggarakan layanan pendidikan sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditambah dengan layanan pendidikan yang dilakukan oleh Kemenristek-Dikti. Kementerian Agama tidak hanya melayani satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, melalui jalur formal, nonformal dan informal, sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga melayani perguruan tinggi, sebagaimana Kemenristek-Dikti.?

Khusus untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, berdasarkan data EMIS Kementerian Agama, Direktorat Jenderal ini mengelola, membina, dan memfasilitasi sejumlah nomenklatur pendidikan yang secara akumulatif berjumlah 533.264 lembaga, dengan 2.844.149 pendidik dan 61.905.936 peserta didik. Secara terinci, data-data tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.?

Pertama, jenis pendidikan umum yang berciri khas Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, berupa RA (Raudlatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah). Berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Ditjen Pendidikan Islam tahun 2016, secara keseluruhan keempat lembaga ini berjumlah 77.336lembaga, dengan jumlah guru sebanyak 820.835jiwa, dan jumlah siswa sebanyak 9.252.437 anak.?

Kedua, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenis pendidikan ini terdiri atas SPM (Satuan Pendidikan Muadalah) dan PDF (Pendidikan Diniyah Formal). Berdasarkan data sementara, jumlah lembaga ini secara keseluruhan berjumlah 112 lembaga dengan jumlah ustad sebanyak 2.240 dan santri sebanyak 48.913jiwa.?

Ketiga, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan tinggi, yakni Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Ma’had Aly. Berdasarkan data EMIS, secara keseluruhan jumlah PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) sebanyak 712 lembaga, dosen setidaknya berjumlah 440,142 orang dan mahasiswa sebanyak 747,686 jiwa.

Keempat, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur non-formal yang terdiri atas MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah), pendidikan Alquran dan pondok pesantren. Dari ketiga lembaga ini, secara total jumlah lembaga berjumlah 240.387 lembaga, dengan ustad berjumlah 1.386.426 orang, dan santri berjumlah 17.385.552 jiwa.

Kelima, pendidikan agama Islam pada sekolah, dengan jumlah guru dan pengawas PAI berjumlah 185.636 dengan rincian guru PAI 180.040 orang dan pengawas PAI sebanyak 5.596 serta jumlah sasaran siswa yang beragama Islam pada sekolah sebanyak 34.371.621 jiwa. Adapun jumlah sekolah secara keseluruhan berjumlah 213.256 lembaga yang terdiri atas SD/SDLB sebanyak 149.310 ? lembaga, SMP/SMPLB sebanyak 37.439 dan SMA/SMALB/SMK/SMKLB sebanyak 26.507 lembaga.

Data di atas belum menghitung layanan pendidikan agama dan pendidikan keagaman di luar Ditjen Pendidikan Islam. Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha, semuanya juga melakukan hal yang sama, sebagaimana Ditjen Pendidikan Islam.

Atas dasar sejumlah alasan di atas, menurut hemat penulis, kita dapat memahami bahkan mengharuskan jika kemudian Kementerian Agama terlibat dalam urusan perbukuan ini. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, bukan hanya pengetahuan untuk layanan pendidikan sekolah dengan sejumlah mata-mata pelajaran umum yang diajarkan, juga bukan hanya untuk membekali pengetahuan pada layanan perguruan tinggi umum dengan mata-mata kuliah umum yang diajarkannya.?

Tetapi juga semua pengetahuan untuk pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, yang menjadi domainnya Kementerian Agama. Jika kemudian RUU Sistem Perbukuan ini ditunda untuk disahkan, hal itu sungguh jauh lebih baik daripada segera disahkan namun dengan sejumlah kealfaan, di antaranya meniadakan peran Kementerian Agama. Tegasnya, ”Better Late Than Never”, terlambat itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Penulis adalah Doktor Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Islam, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 25 Januari 2018

IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi

Tegal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Ranting (PR) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Blubuk, Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal memberikan santunan kepada 120 Yatim Piatu desa setempat.

Ketua PR IPNU Blubuk, Indra Fatria S dalam sambutannya mengajak kepada masyarakat untuk dapat berbagi dengan sesama, terlebih kepada anak-anak yatim piatu. ”Mari kita tingkatkan kepedulian terhadap sesama, terlebih kepada anak-anak yatim,” ajak Indra? di sela santunan dan buka puasa bersama di Pendopo Balai Desa Blubuk, Kamis Sore (25/8).

IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU– IPPNU Blubuk Turut Berbagi

Menurut Indra, hidup akan lebih bermakna, manakala kita bisa senantiasa berbagi dengan orang lain. ”Dengan potensi dan keyakinan yang kita miliki tentu kita akan mampu berbuat lebih dengan sesama,”ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selama Ramadhan, kata Indra melaporkan, selain santunan, IPNU-IPPNU Ranting Blubuk juga mengadakan buka puasa bersama, tarawih silaturahim (tarhim), pengajian ramadhan di tiap-tiap Masjid dan Mushola dan peringatan Nuzulul Qur’an dengan Khataman 30 Juz.

Sementara Kepala Desa Blubuk Warjo menyampaikan terimakasih dan rasa bangganya kepada IPNU – IPPNU yang telah peduli dan ikut membangun desanya sendiri. Dia memberikan motivasi kepada IPNU-IPPNU agar menggelar berbagai kegiatan yang bersifat membangun. “Saya doakan semoga program-program dari IPNU-IPPNU bisa terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Warjo juga berpesan, kepada masyarakat yang hadir, agar didalam bulan puasa dan lebaran nanti untuk menjaga kondusifitas.”Kepada ibu-ibu mohon dapat menjaga anak-anaknya agar tidak bermain petasan (mercon), agar keadaan aman dan nyaman,” tegasnya.

Usai pemberian santunan, Pengurus Lembaga Dakwah NU (LDNU) Desa Blubuk, Ustadz Abdul Qodim? menyampaikan mauidlotul Khasanah. Dia mengingatkan agar umat islam jangan lalai terhadap anak yatim. Sehingga perlu diupayakan pemenuhan hak-hak anak yatim. “Jika seseorang yang sudah mempunyai harta lebih, namun tidak menyisihkan hartanya untuk anak yatim, maka Alloh SWT sangatlah tidak suka,” tutur Ustadz Qodim sembari menyitir ayat Al Quran.

Kegiatan yang digelar bertepatan dengan 25 Ramadhan 1432 H itu merupakan rangkaian kegiatan Amaliyah Ramadhan yang digelar PR IPNU – IPPNU Desa Blubuk sepanjang Ramadhan 1432 H.

Hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Dukuhwaru, Kepala Desa Blubuk, Pengurus Ranting NU dan Badan Otonom, Pembina, Alumni, tokoh masyarakat, dan anak – anak yatim yang didampingi orang tuanya.

Redaktur? ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto memuji sejumlah pimpinan anak cabang yang terus melakukan rekrutmen kader dengan segala hambatan yang ada. Satu di antaranya adalah mengeluarkan uang, bukan mendapatkan uang.

"Dalam hidup dan berorganisasi, hambatan selalu ada. Bagaimana mengatasinya? Cara sederhana ialah pikiran kita harus seperti jalan beraspal yang mulus atau jalan tol," ujar Gatot, di Blambangan Umpu, Senin (28/8).

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmat di Ansor, Pikiran Harus Seperti Jalan Tol

Bahasa lainnya, setiap kader Ansor harus berpikiran positif. Sebab hidup tergantung dengan apa yang kita pikirkan.

"Setiap pikiran hendaknya menjadi doa, menjadi motivasi. Saya sebut pikiran kader harus seperti jalan tol karena tadi dari Blambangan Umpu menuju Pakuan Ratu ada perubahan luar biasa," kata dia lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih dari tujuh tahun, jalan menghubungkan Kecamatan Blambangan Umpu, Negeri Agung, Pakuan Ratu tersebut banyak lubang menganga, berdebu jika kemarau dan tergenang air jika hujan.

"Alhamdulillah, sekarang sudah mulus. Jika pikiran setiap kader disetting semacam itu, Insya Allah kita bisa menekan ketakutan-ketakutan tidak perlu. Yakini, pikiran kita adalah jalan tol, bukan onderlagh. Kalaupun ada hambatan di jalan beraspal tadi, hanyalah polisi tidur yang gampang dilewati," kata pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu pula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menambahkan, menjadi bermanfaat itu tergantung pikiran. Karena itu, dengan berkhidmah di Ansor, jadilah orang yang selalu berpikiran positif.

"Jangan pernah takut mencoba berkreativitas di Ansor. Orang yang tidak pernah gagal ialah orang yang tidak pernah mencoba," kata Gatot Arifianto kepada kader Ansor Pakuan Ratu dan Negara Batin. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

Di antara ketimpangan yang sangat mencolok di Indonesia adalah soal kepemilikan tanah. Ketimpangan ini bahkan melebihi rasio gini distribusi kekayaan secara umum. Segelintir konglomerat menguasai jutaan hektare tanah yang digunakan untuk pengusahaan hasil hutan dan kayu, hutan tanaman industri, dan perkebunan atau sebagai daerah pertambangan. Di sisi lainnya, jutaan petani tidak memiliki lahan. Mereka terpaksa menjadi buruh tani atau merantau ke kota guna mencari nafkah. Dari tahun ke tahun, jumlah petani gurem bahkan terus bertambah.

Di perkotaan, tempat di mana harga tanah sudah sangat mahal, para pengembang raksasa telah menguasai bank tanah dengan luasan ribuan hektare pada lokasi-lokasi strategis. Rakyat biasa dengan penghasilan pas-pasan, harus membayar cicilan rumah yang mencekik dengan durasi waktu sampai 20 tahun. Sebagian terpaksa membeli rumah di pinggiran kota yang memerlukan akses sampai dengan dua jam perjalanan menuju tempat kerja. Akibatnya produktivitas kerjanya menurun karena sebagian waktunya dihabiskan di jalanan. Banyak pula yang dari tahun ke tahun terpaksa harus mengontrak dan kehilangan harapan memiliki rumah karena harganya dari waktu ke waktu terus melangit.?

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)
Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah (Sumber Gambar : Nu Online)

Reforma Agraria untuk Keadilan Pemilikan Tanah

?

Persoalan tanah ini dari tahun ke tahun terus membesar dan menjadi bom waktu yang akan menimbulkan persoalan sosial di masyarakat jika tidak segera diatasi. Berbagai konflik agraria yang muncul di publik telah menimbulkan korban jiwa. Konflik ini selalu berlarut-larut dengan ongkos besar yang tidak terjangkau oleh rakyat biasa. Akhirnya mereka mengandalkan tenaga dan solidaritas sesama atau pihak bermodal kuat dalam mengatasi konflik tersebut.

Wacana reforma agraria untuk mengatasi sejumlah persoalan terkait pertanahan kini menjadi salah satu program Presiden Joko Widodo. Presiden-presiden sebelumnya juga sudah mewacanakan hal yang sama, tetapi sampai kekuasaan mereka berakhir, belum terlaksana. Jangan sampai, apa yang disampaikan Jokowi juga tidak terlaksana dengan baik mengingat umur kekuasaannya yang tak akan lama lagi, kecuali dia terpilih untuk periode yang kedua. Ada kepentingan pemilik modal yang kini menguasai jutaan hektare tanah agar aset mereka tetap aman.?

Persoalan ketimpangan pemilikan tanah ini merupakan salah satu materi yang akan dibahas di musyawarah nasional (munas) dan konferensi besar (konbes) NU di Lombok akhir November 2017 ini. Jutaan warga NU merupakan sebagian dari kelompok yang menjadi korban atas ketidakadilan pemilikan tanah ini. Akibatnya, mereka terjebak dalam situasi kemiskinan, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi petani, tanah merupakan modal dalam berusaha. Bagi masyarakat Jawa, ada istilah sadumuk bathuk, sanyari bumi ditohi pati,? yang artinya biarpun sedikit kehormatan dan tanah harus dibela mati-matian.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Langkah redistribusi lahan yang digagas oleh pemerintah adalah melalui reforma agraria dengan total sembilan juta hektare lahan yang akan dibagikan kepada rakyat miskin. Tanah ini berasal dari 0,6 juta hektare tanah transmigrasi yang belum bersertifikat, 3,9 juta hektare tanah legalisasi aset masyarakat, 0,4 juta hektare tanah terlantar, dan 4,1 juta hektare tanah pelepasan kawasan hutan.?

Upaya redistribusi lahan juga harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Jangan sampai menimbulkan moral hazard, yakni ketika orang-orang yang tidak berhak mendapatkan lahan turut mendapat bagian, lalu dijual kembali sedangkan orang yang seharusnya mendapat bagian lahan malah tidak mendapat apa-apa karena tidak memiliki akses terhadap kekuasaan. Berbagai pola distribusi yang tidak tepat sasaran telah berulangkali terjadi sehingga harus menjadi pelajaran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selanjutnya, sekadar membagikan lahan lalu menyerahkan sepenuhnya kepada para petani untuk menggarapnya juga bisa menimbulkan kagagalan. Semasa program transmigrasi pada era Orde Baru, para penduduk sekadar dipindah dari daerah-daerah yang padat ke lokasi baru yang tidak ada apa-apanya. Infrastruktur yang tidak memadai, jenis tanah dan hama yang tidak dikenal, dan berbagai kesulitan lain yang semuanya harus diatasi sendiri. Tidak ada dukungan pemasaran atau bantuan lain yang menunjang keberhasilan program tersebut. Akibatnya, banyak transmigran yang kemudian pulang kembali ke daerah asalnya dengan membawa kekecewaan dan tetap dalam kondisi kemiskinan.

Bantuan pemasaran atau penyuluhan pertanian kini semakin mudah dengan perkembangan teknologi sehingga meningkatkan probabilitas keberhasilan pengelolaan lahan yang sebelumnya masih hutan atau diterlantarkan yang kemudian dimasukkan dalam program reforma agraria ini.?

Dengan sedemikian banyak orang yang berkepentingan terhadap tanah ini, semua pihak harus terus mendorong agar reforma agraria berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Jangan sampai, upaya yang baik ini malah menjadi persoalan baru karena kesalahan dalam pengelolaan. Warga NU akan menjadi salah satu pihak yang mendapat manfaat terciptanya keadilan ini jika program ini berjalan dengan baik. (Ahmad Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tokoh, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 13 Januari 2018

Wartawan Keluhkan Pengamanan Banser Terlalu Ketat

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. “Mewawancarai ketua umum PBNU lebih sulit dari presiden Indonesia,” kata seorang wartawan. “Pengamanannya melebihi Paspampres,” tambahnya.

Dalam acara temu wartawan di kantor PBNU Jakarta, Selasa (4/9), Jose Asmanu, wartawan senior Radio Suara Surabaya (SS) mengeluhkan pengawalan untuk ketua umum PBNU, terutama oleh satuan anggota Banser yang kadang terlalu ketat sehingga menyulitkan wartawan.

Wartawan Keluhkan Pengamanan Banser Terlalu Ketat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wartawan Keluhkan Pengamanan Banser Terlalu Ketat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wartawan Keluhkan Pengamanan Banser Terlalu Ketat

“Ini terutama terjai di daerah-daerah. Ya kita memahami, mungkin mereka sebagai santri ingin menghormati kiainya, tapi mereka tidak tahu kepentingan wartawan kan untuk wawancara,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ditambahkan, terkadang petugas keamanan internal NU tidak sekedar mengawal. “Kadang kita sampai didorong,” keluhnya.

Ia berharap PBNU lebih ‘bersahabat’ dengan wartawan, agar beberapa pesan yang disampaikan oleh NU dapat disosialisasikan dengan baik melalui media massa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang mendapatkan keluhan itu tidak menolak. Ia membenarkan, terkadang pengamanan untuk PBNU memang terlalu ketat. “Tapi kadang-kadang saja kog,” katanya tersenyum.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 11 Januari 2018

Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon

Jember,  Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Memperingati hari Lingkungan se-Dunia 4 Juli, Forum Silaturrahim Kader Ansor (FOSKA) Kabupaten Jember, bekerjasama dengan PC GP Ansor Kencong dan LSM La Tansa, menggelar aksi tanam 1000 pohon di Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember. Kegiatan yang mengerahkan 250 personel FOSKA dan Ansor Cabang Kencong itu berlangsung dua hari, Jumat dan Sabtu (6-7/7).

Upacara pembukaan kegiatan bertema “Kemah Bhakti Pemuda Penyelamatan Alam dan Lingkungan” tersebut dilaksanakan usai shalat Jumat di lapangan kecamatan Ajung, diawali menyanyikan lagu Indonesia Raya. MWCNU, Muslimat, Fatayat, IPNU-IPPNU, Muspika Ajung, pimpinan Parpol, Ormas dan tokoh masyarakat, hadir dalam upacara.

Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Jember Tanam 1000 Pohon

Ketua FOSKA Kabupaten Jember, Ahmad Nasikin,  dalam sambutannya melaporkan, peserta kemah bhakti diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, terutama dua kegiatan inti. Yaitu, menanam 1000 pohon dan kerja bhakti membersihkan dan mengecat  20 unit mushalla, danmembersihkan makam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bertindak selaku inspektur upacara dalam ceremonial pembukaan kemah bhakti ini,HM Imam Ghzaly Aro, S.IP, Dewan Pembina FOSKA yang juga anggota DPRD Provinsi Jawa Timur. Dalam amanatnya, Imam Ghozaly Aro yang akrab disapa IGA, menegaskan, bahwa kegiatan tanam 1000 pohon yang  dilakukan kader-kader Ansor merupakan bukti nyata kepedulian Gerakan Pemuda Ansor terhadap penyelamatan alam dan lingkungan di Kabupaten jember.

Lebih lanjut IGA menegaskan, bahwa Bupati Jember mencanangkan penanaman 1 juta pohon di Kabupaten Jember. Dan pemerintah telah mencanangkan, bangsa Indonesia secara nasional, menanam 1 milyar pohon setiap tahunnya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Komitemn pemerintah tersebut disampaikan oleh Presiden SBY pada KTT Perubahan Iklim di Kopenhagen, Denmark, Desember 2009 silam. Indonesia bertekad menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 26 persen dengan upaya sendiri, dan 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2020,” jelas IGA.

Dijelaskan, bahwa penanaman 1000 pohon di Kecamatan Ajung yang digalakkan oleh FOSKA merupakan gerakan nyata penanaman pohon yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan, mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor, konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbon untuk mencegah dampak perubahan iklim, dan menambah ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak pohon yang ditanam, maka masyarakat akan semakin terlindung dan sejahtera.

“Sedemikian besar manfaat menanam pohon. Karena itu, semua pihak hendaknya ikut berpartisipasi. Kita harus mulai dari diri kita sendiri, kita mulai dari lingkungan kita sendiri. Forum Silaturrahim Kader Ansor atau FOSKA mengajak kita semua agar memulainya dari sekarang,” tegas IGA.

Ketua PC GP Ansor Kencong, Abd Rohim menyatakan, mendukung penuh  Kemah Bhakti  Pemuda Penyelamatan Alam dan Lingkungan tersebut karena sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainur Rofiq

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 26 Desember 2017

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai

Purworejo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak 2.500an warga Purworejo dan sekitarnya mengikuti jalan santai yang digelar pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo Ahad (9/3). Kegiatan ini digelar menyusul peluncuran radio Shoutuna 89.3 Fm milik pesantren An-Nawawi.

Ketua panitia Akmalul Khuluk mengatakan, kegiatan jalan santai kali ini mengerahkan hadiah senilai puluhan juta rupiah. Puluhan door prize dari berbagai pihak sponsor disiapkan dengan hadiah utama dua buah sepeda motor.

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)
Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai (Sumber Gambar : Nu Online)

Luncurkan Radio, Pesantren An-Nawawi Gelar Jalan Santai

Jalan santai, lanjut Akmal, diberangkatkan langsung oleh Bupati Purworejo dari halaman gedung pendidikan An-Nawawi. Arak-arakan jalan santai menyusuri jalan raya sejauh kurang lebih 10 kilometer dari Berjan, alun-alun Purworejo, pasar Suronegaran, hingga kembali ke tempat semula.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Usai jalan santai ini, dilanjutkan dengan agenda terakhir yakni, hiburan dan pengundian hadiah di halaman kompleks gedung pendidikan An-Nawawi," pungkasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tampak hadir dalam kegiatan ini pengasuh pesantren An-Nawawi KH Achmad Chalwani, Bupati Purworejo, sejumlah tokoh agama dan masyarakat, mahasiswa, santri, alumni pesantren serta masyarakat jamaah pengajian thoriqoh dari sejumlah daerah di Kedu dan Jogjakarta.

KH Achmad Chalwani Nawawi dalam sambutannya berharap agar radio ini nantinya memberikan manfaat terhadap dakwah agama Islam khususnya di wilayah Purworejo dan sekitarnya. Siaran radio ini sudah menjangkau seluruh wilayah Purworejo dan sebagian wilayah Wonosobo, Magelang, Kebumen, dan Jogjakarta.

"Keberadaan radio sebagai media penyiaran dan dakwah agama Islam ahlussunnah waljamaah dirasakan menjadi sangat penting di tengah arus informasi dan hiburan yang ada saat ini," tutur KH Chalwani sebelum menyerahkan surat izin penyiaran dari Kemenkominfo kepada Dirut Shoutuna Fm Hj Ashfa Khoirunnisa. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 22 Desember 2017

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Hasrat ingin segera minum air telaga begitu menggelora. Tenggorokan kering dialami seekor burung yang hidup pada zaman Nabi Sulaiman. Ia hanya berani bertengger di atas pepohonan hijau di sekitar danau. Burung itu tidak berani segera turun karena masih ada anak-anak kecil yang bermain-main di bawah sana, takut akan mendapat siksaan atau tertangkap oleh mereka.

Detik berganti detik. Waktu pun melaju kencang meninggalkan waktu sebelumnya hingga anak-anak meninggalkan tempat bermain mereka. Suasana menjadi terlihat sepi. Hanya ada orang tua berjenggot lebat yang tersisa.

Merasa kondisi tampak aman, burung ini pun mengepakkan kedua sayapnya. Ia ingin minum air untuk mengobati dahaga yang mendera. Tapi malang. Pria berjenggot mengincar, melempar batu tepat ke arah dirinya. Salah satu mata burung ini pun luka serius sehingga menjadikan ia buta.

Si Burung mengadu kepada Nabi Sulaiman. Sebagaimana kita ketahui, Nabi Sulaiman adalah Nabi yang diberi mujizat oleh Allah Taala berupa kemampuan berbicara dengan hewan apa saja.

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nabi Sulaiman, Burung, dan Pria Berjenggot

Mendapat laporan demikian, Nabi Sulaiman bertanya, "Lantas, apa perlu aku hukum orang tua itu supaya satu matanya juga menjadi buta sebagaimana ia membutakan matamu?"

"Tidak, Wahai Baginda Nabi."

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Lalu apa maumu?"

"Aku ingin jenggotnya dikerok saja," pinta burung tersebut.

"Lho, kenapa permintaanmu aneh begitu?"

"Iya, semula aku takut turun ke danau untuk minum sebab ada anak-anak yang masih kecil. Aku merasa wajar jika anak-anak bertindak semaunya padaku. Maklum, mereka masih kecil. Sedangkan orang ini adalah orang yang sudah berjenggot panjang pertanda bahwa ia tua. Namun jenggotnya tidak menampakkan bahwa ia orang yang sudah cukup umurnya. Berarti ia dengan anak kecil levelnya masih sama saja. Jenggot bukan cerminan dari pribadinya. Oleh karena itu, saya minta dikerok saja jenggotnya."

Cerita ini disarikan dari ceramah Habib Abdul Qadir Al Jilani dari Hadramaut, Yaman di Majlis Talim Al Amin, Semarang, (21/8/2017).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kisah ini memberi pesan bahwa hendaknya tampilan yang baik diiringi dengan karakter yang baik pula. Cerita burung tersebut juga menjadi kritik bagi para orang dewasa yang tak sanggup menunjukkan kedewasaannya.

Pesan lain adalah bahwa simbol-simbol luar tidak otomatis merepresentasikan akhlak seseorang. Bisa jadi tampilan yang terlihat sunnah tak menunjukkan karakter yang sesuai dengan sunnah. Begitu juga sebaliknya. Wallahu alam. (Ahmad Mundzir)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 21 Desember 2017

Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana

Madiun, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebagai upaya menjalankan amanat dari ulama NU untuk membantu rakyat, Bagana (Banser Tanggap Bencana) Kabupaten Madiun bertanggung jawab untuk menanggulangi atau melakukan evakuasi ketika terjadinya bencana.

Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Bagana NU Madiun Ikuti Apel Tanggap Bencana

Puluhan Bagana NU pada pada Jum’at pagi 19 Februari lalu mengikuti “apel gelar pasukan dalam rangka tanggap bencana di wilayah Kabupaten Madiun” di Polres Kabupaten Madiun. Apel tersebut dihadiri seluruh jajaran Forpimda, petugas dan relawan tanggap bencana; Wakil Bupati, Kodim 0803 dan satuan Danramil, Polres dan satuan Polsek, Kejari, Pengadilan Negeri, BPBD, Bagana NU, Banser NU, Dishub, Satpol PP, Birgade Penolong,? TRC, Relindo, Senkom, PMI, Tagana, Linmas, Satkorlantas, dan masih banyak lainya.

Pada kesempatan itu, Kapolres Kabupaten Madiun AKBP Toni Surya Putra mengajak seluruh peserta agar selalu siap siaga dan tanggap terhadap berbagai kemungkinan bencana yang akan terjadi di wilayah Madiun. “Bencana merupakan kondisi dan situasi alam yang tidak bisa kita tolak, semua terjadi berdasar kehendak Allah Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Oleh sebab itu, kata dia, sebagai manusia dan hamba bertugas melakukan yang terbaik dalam rangka menyelamatkan dan menjaga keberlangusungan kehidupan manusia dan alam. “Maka dipandang perlu untuk memastikan kesiapan kita dalam rangka tugas itu, baik personel dan peralatan”, ungkapnya.

Menurut dia, banyak kecamatan di wilayah Madiun yang berpotensi bencana. Berikut Kecamatan-kecamatan yang berpotensi bencana: untuk banjir kemungkinan potensi di Geger, Balerejo, Dagangan dan Kebonsari. Adapun Longsor biasa terjadi di lereng Gunung Wilis meliputi kecamatan Dagangan, Kare, Wungu, Gemarang. Sementara potensi kebakaran hutan terjadi di KPH Wilis dan KPH Saradan sementara gempa bumi sering terjadi di wilayah kecamatan Saradan, Pilangkenceng.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Madiun yang berada di wilayah dataran rendah sangat potensial terjadi bencana. Madiun juga berada di lereng barat gunung Wilis, mulai timur kabupaten hingga selatan, serta wilayah barat kabupaten ada gunung Lawu dan wilayah utara belantara hutan perbatasan Madiun-Bojonegro. (Ali Makhrus/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 20 November 2017

Pemutaran Lewat Djam Malam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Lesbumi akan memutar filma klasik Lewat Djam Malam (LDM) karya Usmar Ismail, di Teater Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, besok Kamis (3/5), pukul satu siang.

Pemutaran film dalam rangka 50 tahun Lesbumi ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah film Nasional pertengahan April lalu di PBNU. 

Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemutaran Lewat Djam Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemutaran Lewat Djam Malam

“Selain Lewat Djam Malam, kami akan memutar enam film lainnya di PBNU, The Wahid Institute, dan sebuah pesantren di Jakarta Timur. Lewat pemutaran ini, kami ingin menghargai sesepuh sineas yang juga aktivis-aktivis NU,” kata Hasyim Zen, salah seorang panitia, tadi sore.

Lebih lanjut Hasyim mengatakan, pemutaran film juga bertujuan untuk melakukan proses pendidikan kebudayaan dalam artian luas yang hari ini tidak banyak diperhatikan, baik oleh pemerintah ataupun masyarakat sendiri. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Melalui film yang bermutu, kita bisa berkaca tentang banyak hal, tema bangsa, agama, masyarakat, seni, budaya, dan sebagainya. Silakan datang, ini acara kita semua, disiapakan secara berjamaah oleh Lesbumi, Kopri Ciputat, IPPNU Jaktim, Wahid Institute, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, dan Piramida Circle, ” jelasnya.

Lewat Djam Malam karya aktivis Lesbumi Usmar Ismail ini terpilih sebagai film klasik yang akan diputar di Cannes Festival 2012, Perancis, akhir Mei nanti. 

LDM diproduksi oleh oleh Persatuan film Nasional Indonesia (Perfini), tahun 1954. Film ini berhasil diselamatkan dari kerusakan. Lembaga yang telah menyelamatkan dengan merestorasi LDM adalah  Museum Nasional Singapura, bekerja sama dengan Mereka menggandeng Yayasan Konfiden dan Sinematek Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Tujuan restorasi mengembalikan film ke kondisi semula. Bukan menambah apapun. Film jaman dulu dari hitam putih ke berwarna, itu bukan restorasi lagi. Kalau prosesnya ada yang lebih dulu, Tiga Dara. Prosesnya di Belanda. Kemarin gara-gara Eropa krisis, belum bisa dilanjutkan sampai sekarang. Mungkin ini jadi film yang selesai direstorasi yang pertama,” jelas Lintang Gitomartoyo dari Yayasan Konfiden, seperti dikutip KBR.8H.

 

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 14 November 2017

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba

Pekalongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta kepada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti-narkoba. Pasalnya, akhir-akhir ini peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dalam kondisi siaga dan untuk pemberantasannya diperlukan dukungan semua pihak, termasuk IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

Demikian diungkapkan Zainal Arifin dari BNN Kabupaten Batang saat mengisi seminar anti-narkoba yang dihelat Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Pekalongan dalam rangka pra konfercab, Sabtu (14/10), di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan.

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba

Dikatakan, hukuman mati bagi pengedar yang telah dterapkan pemerintah ternyata tak membuat jera para pengedar dan bandar narkoba. Oleh karena itu, langkah yang paling tepat adalah membentengi diri generasi muda melalui organisasi seperti IPNU-IPPNU. Langkah ini dinilai strategis untuk melindungi generasi muda dari jeratan narkoba. 

Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota AKP Rohmat Ashari mengajak kepada generasi muda IPNU IPPNU untuk selalu waspada terhadap pola pola peredaran narkoba yang saat ini tidak hanya menyerang kalangan remaja, akan tetapi sudah masuk ke anak-anak lewat jajanan makanan dan minuman yang dijual di sekolah sekolah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di akhir seminar, Rohmat mengajak kepada peserta seminar dari utusan IPNU-IPPNU, santri, pelajar se-Kota Pekalongan untuk mendeklarasikan narkoba adalah musuh kita bersama, menolak keras peredaran narkoba, menolak keras penyalahgunaan narkoba dan bersedia untuk melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila ditemukan adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Sekretaris PC IPNU Kota Pekalongan Ulil Albab mengatakan, seminar anti-narkoba dirasa cukup penting bagi IPNU maupun IPPNU yang bertujuan untuk mengetahui jenis jenis narkoba dan pola peredarannya khususnya di wilayah Kota Pekalongan. 

"Jangan sampai anak anak IPNU dan IPPNU gagap terhadap narkoba yang saat ini peredarannya sudah sangat masif menyerang generasi muda," ujarnya di tengah tengah seminar.

Ulil berharap IPNU dan IPPNU segera merespon ajakan BNN untuk segera membentuk satgas anti narkoba yang bertujuan untuk membentengi diri dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, tentu pembentukan satgas anti narkoba akan menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus baru nanti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Acara seminar narkoba merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pra Konfercab IPNU IPPNU yang akan digelar pada akhir Oktober 2017. Beberapa kegiatan lain yang masih berlangsung ialah kovoi wisata religi ke makam Habib Ahmad Pekalongan, lomba film dokumenter, dan festival simtud duror dan samroh.

Kegiatan seminar ditutup dengan pelantikan Pengurus Komisariat (PK) IPNU IPPNU IAIN Pekalongan masa khidmah 2017 - 2018. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Humor Islam, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 13 November 2017

Santri MA Unggulan Pesantren Darul Ulum Pilih Ketua OSIS Pakai e-Voting

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Sebanyak 500 santri Madrasah Aliah Unggulan Pesantren Darul Ulum Rejoso, Jombang, Jawa Timur, mengikuti pemilihan Ketua OSIS (Pemilos) dengan menggunakan e-voting, di aula madrasah setempat, Kamis (15/9). Proses pemungutan suara secara elektronik ini termasuk yang pertama kali diselenggarakan oleh sekolah di lingkungan pesantren.

Panitia Pemilos, Ahmad Muchtar Badarudin mengatakan, MA Unggulan Darul Ulum Rejoso baru pertama kali ini menggunakan e-voting. Menurutnya, proses pemilihan itu lebih efektif dan efisien. Sedangkan hasilnya juga lebih cepat dan akurat.

Santri MA Unggulan Pesantren Darul Ulum Pilih Ketua OSIS Pakai e-Voting (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri MA Unggulan Pesantren Darul Ulum Pilih Ketua OSIS Pakai e-Voting (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri MA Unggulan Pesantren Darul Ulum Pilih Ketua OSIS Pakai e-Voting

"Mereka dibekali username dan password yang sudah diberikan panitia, kemudian pemilih mengklik komputer yang digunakan sebagai alat pemilihan. Salah satu dari para kandidat yang dijagokan akan muncul dilayar," jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ahmad yang merupakan Ketua OSIS MAUDU periode sebelumnya mengungkapkan, untuk menggelar Pemilos dengan e-voting pihaknya membutuhkan persiapan sekitar satu minggu. Mulai pembuatan program hingga penjaringan calon.

"Alhamdulillah, animo peserta cukup bagus. Terbukti, sebanyak 33 bakal calon mendaftar. Setelah menjalani serangkaian tes tulis dan lisan, yang lolos hanya empat pasangan calon," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Keempat? pasangan kandidat itu di antaranya adalah pasangan M Tamim Asrofi-Safa Salsabila (nomor urut 1), Tito Saksono-Afifah Khoirunnisa (nomor urut 2), Naila Habiba Ghufron-Gusti (nomor urut 3), serta Hunna Hayu Rosidah (nomor urut 4). "Sedangkan siswa yang memiliki hak pilih sekitar 500 orang. Mereka adalah siswa kelas X hingga kelas XII,” ungkasnya.

Sementara itu, Kepala MAUDU, Solikhan menambahkan, Pemilos dengan metode e-voting ini sebagai pembelajaran muridnya tentang proses demokrasi. Terpenting lagi, metode pemilihan tersebut baru pertama kali dicoba. "Ini adalah yang pertama kali, dan saya rasa jika pemilu di Indonesia menggunakan e-voting juga lebih efektif. Anggaran biayanya juga jauh lebih murah," bebernya. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaSantri, Budaya, Meme Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 06 November 2017

Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kang Said) menyayangkan demonstrasi sejumlah ormas Islam yang bernada ancaman fisik terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Cahya Purnama (Ahok). Ancaman-ancaman fisik itu, menurutnya, merupakan bentuk pelanggaran dalam sebuah demonstrasi.

Demikian disampaikan Kang Said setelah acara Pembacaan 1 Miliar Sholawat Nariyah yang dihadiri sedikitnya 40.000 massa di kompleks Pesantren Lirboyo, Jalan KH Abdul Karim, Lirboyo, Mojoroto, Kediri, Jumat (21/10) malam.

Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Ancaman Pribadi, Ketum PBNU: Lebih Baik Ahok Diproses Hukum

“Kalau ada ormas Islam mengancam pribadi Ahok, itu tidak dewasa. Karena itu proses hukum lebih baik daripada main hakim sendiri,” kata Kang Said.

Meskipun telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada umat Islam, proses hukum terhadap Ahok harus terus berjalan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau minta maaf, kita maafkan. Tetapi proses hukum harus berjalan. Ahok harus diperiksa, salah atau tidak nanti ketahuan. Periksa dari awal, dari nol, praduga tak bersalah,” kata Kang Said.

Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum. Jadi segala bentuk perilaku yang diduga melanggar hukum terlebih lagi meresahkan banyak orang mesti dibuktikan di pengadilan.

Pengasuh Pesantren Ats-Tsaqafah ini mengimbau umat Islam untuk menghargai dan menerima apapun hasil putusan lembaga peradilan di Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Budaya, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 04 November 2017

Dubes Arab Saudi Kunjungi Pesantren di Jombang

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Duta besar (Dubes) Arab Saudi untuk Indonesia, Moustafa bin Ibrahim bin Ali Al Mubarak, Selasa (29/5) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas serta Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Dubes Arab Saudi Kunjungi Pesantren di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Arab Saudi Kunjungi Pesantren di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Arab Saudi Kunjungi Pesantren di Jombang

Dalam kunjungannya ke pesantren yang merupakan basis NU ini, Dubes Moustafa bin Ibrahim mengaku ingin membangun kembali kerjasama dengan pesantren dalam bidang pendidikan." Beliau menawarkan beasiswa bagi lulusan pesantren untuk melanjutkan study di Arab Saudi,"ujar KH Hasib Abdul Wahab Pengasuh Bahrul Ulum mengatakan.

Lulusan pesantren, lanjut putra pendiri NU, KH Wahab Hasbulloh ini mengatakan tidak hanya untuk sarjana, akan tetapi juga untuk menempuh S2 dan S3." Mereka akan mendapatkan beasiswa dari kerajaan Saudi,"imbuh Gus Hasib seraya mengatakan Dubes kagum atas perjuangan kiai pendiri NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Usai berkunjung ke Bahrul Ulum, Dubes Arab Saudi ini kemudian melanjutkan kunjungannya ke pesantren Tebuireng. Sosok KH Hasyim Asyari yang menjadi panutan Ulama NU Nusantara ini sangat dikagumi, kaerna karya karya besarnya banyak ditulis  dalam bahasa arab. Menurutnya Kiai Hasyim merupakan ulama dari Indonesia yang cukup disegani.  

"Syekh Hasyim Asyari merupakan ulama besar. Meski asli Indonesia, namun beliau banyak menulis kitab berbahasa arab," kata Moustofa, saat berbincang dengan KH Salahuddin Wahid pengasuh Ponpes Tebuireng yang juga cucu KH Hasyim Asyari.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepada Adik Gus Dur ini, Dubes Moustofa juga mengatakan bahwa ingin mendapatkan karya-karya Kiai Hasyim Asyari. Pasalnya, kitab yang ditulis oleh pendiri NU tersebut sangat sulit didapat. Bahkan kedutaan Arab berencana mencetak kembali karya-karya tersebut. "Yang pasti Kiai Hasyim merupakan intelektual hebat pada zamannya. Sayangnya, karya beliau susah didapatkan," katanya.

Menanggapi tawaran  Dubes, Arab Saudi itu,   Gus Solah menyampaikan terima kasih buku-buku karya kakeknya akan dicetak dan diperbanyak lagi. Sebagai tanda persetujuan,  buku biografi KH Hasyim Asyari dan juga beberapa kitab hasil karya ulama kharismatik tersebut diberikan cenderamata. 

Redaktur     : Syaifullah Amin

Kontributor : Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Warta, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 31 Oktober 2017

PBNU Studi Banding Sekolah Lapangan ke Jerman

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Hanns Seidel Foundation (HSF Jerman) setelah menandatangani kerjasama (MoU) dalam pelestarian lingkungan dan pendidikan kepesantrenan antara PBNU dan HSF di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta, pada Rabu (6/10).

Sebagai pelaksana, Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU-PBNU) akan menyosialisasikan program sekolah lapangan berbasis pendekatan spiritual ini untuk menggerakkan konservasi alam dan mengawal pembangunan berkelanjutan, yang akan diawali dengan studi banding ke Jerman.

PBNU Studi Banding Sekolah Lapangan ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Studi Banding Sekolah Lapangan ke Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Studi Banding Sekolah Lapangan ke Jerman

“LPPNU akan menyelenggarakan sekolah lapangan itu di seluruh wilayah Indonesia, untuk pembelajaran bagaimana menyikapi usaha pelestarian, teknologi dan lainnya itu dengan dibimbing agama. Karena itu PBNU-Jerman akan menyusun panduan dan modul sekolah lapangan yang berbasis pesantren itu di seluruh Indonesia,”kata Ketua LPPNU Dr. Ir. Ahmad Dimyati yang didampingi Ketua PBNU Prof. Dr. Mochammad Maksum, Sekjen PBNU M. Iqbal Sullam, Marsudi Suhud dan pengurus LPPNU lainnya seusai menerima utusan German Mult Hans Zehetmair tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dimyati yang juga Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian ini optimis di bawah bimbingan PBNU, pesantren dan para ulama, kiai dan mursyid-guru tharikat bersama LPPNU maka kerjasama ini akan segara terwujud. Yang pasti katanya, PBNU akan membuat percontohan sekolah lapangan itu dengan menyontoh di German. Demikian pula secara financial, keuangan yang nantinya bisa dijadikan contoh oleh dunia global.

Sementara itu program prioritas dalam waktu dekat ini targetnya adalah menggali sumber daya manusia, sumber dana dan keterampilan untuk penataan pertanian dan lingkungan yang lebih baik. Oleh sebab itu Dimati berharap penerapan modul sekolah lapangan ini merupakan langkah awal bagi terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hanya saja dalam usaha mewujudkan program ini, Dimyati mennggunakan filusuf Cina bahwa “Memahami adalah melihat ari bawah, cintai mereka mulailah dari apa yang mereka ketahui, bangunlah dengan apa yang mereka miliki. Tapi, jika menjadi pemimpin yang terbaik, setelah kerja keras selesai dan tujuan tercapai rakyat akan berkata, ‘Kita telah melakukannya sendiri”. (nif)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 23 Oktober 2017

STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Guna meningkatkan mutu Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Brebes, Jawa Tengah menjajaki kerja sama akademik dengan tiga perguruan tinggi (PT) di Singapura, Malaysia, dan Thailand. Poin-poin yang disepakati antara lain pertukaran dosen maupun mahasiswa di tiga PT luar negeri tersebut sebagai bentuk perluasan kawasan.

STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)
STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand (Sumber Gambar : Nu Online)

STAI Brebes Jajaki Kerja Sama dengan PT di Singapura, Malaysia dan Thailand

Demikian disampaikan Pembantu Ketua I STAI Brebes Wahib Isma sepulang penandatangan, di kampus STAI Brebes, Selasa (7/6).

Ketiga perguruan tinggi tersebut yakni Universiti Sains Islam Malaysia, Pengajian Tinggi Islam Daarul Maarif (Petidam) Patani, Thailand ? dan Jamiyah Islamiyah Syech Daud Al Fatoni (JISDA) Yala, Thailand.

Penandatanganan tersebut sebagai rangkaian Muhibah (kunjungan) ke Luar Negeri Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (FKPTKIS) Kopertis Wilayah X Jawa Tengah, 24-27 Mei lalu.

Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan di ketiga kampus tersebut dengan para Ketua dan Rektor Perguruan Tinggi setempat. “Kami sepaham dengan berbagai program penawaran kerja sama pertukaran mahasiswa dan dosen, di era MEA,” papar Wahib.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pihaknya, memang harus membuka diri dengan perkembangan ilmu dan teknologi terutama dalam ke Islaman. Sehingga saling menguatkan antar perguruan tinggi yang satu dengan perguruan tinggi lainnya yang senafas.?

Ketua STAI Brebes Prof Dr Muhaimin menambahkan, bahwa STAIB siap untuk menghadapi MEA dan perkembangan dunia lainnya. Bukti dari itu, dirinya mengirimkan salah satu pimpinan STAIB untuk menandatangani MoU dengan perguruan tinggi di luar negeri.

Selain itu, untuk meningkatkan mutu dosen, pihaknya juga memberikan berbagai pelatihan antara lain worshop tentang pengujian skripsi bagi mahasiswa yang diikuti 40 dosen pembimbing skripsi. Para Mahasiswa juga sudah melakukan Rihlah Ilmiah di Pondok Pesantren Suryalaya Tasikmalaya Jawa Barat.?

Profesor Muhaimin merasa bangga karena STAIB semakin kokoh dan maju apalagi telah mendapatkan SK dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Untuk Prodi PAI (Program Pendidikan Agama Islam) mendapat predikat Terakreditasi B. Pihaknya juga selalu berkoordinasi dengan Koordinator Perguruan Tinggi Islam (Kopertais) wilayah X semarang. “Jadi kedudukannya jelas, bukan perguruan tinggi abal-abal tapi perguruan tinggi bermutu,” ungkapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain prodi PAI, lanjutnya, STAI-B juga telah membuka prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dan Bimbingan Konseling Islam (BKI) yang pada saat ini memasuki tahun keempat. “Target kami, STAIB akan menjadi Institut atau Univesitas Islam dengan 3 jurusan dan 6 prodi,” tekadnya.

Lebih jauh, Muhaimin menerangkan Prodi Hukum Ekonomi Syariah menjadi jurusan yang makin diminati dan memiliki prospek cerah. Hal ini karena negara-negara barat lebih cenderung berminat dengan perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konfensional. “Sehingga lulusan HES nantinya sangat dibutuhkan masyarakat Indonesia bahkan luar negeri,” ujarnya.

Begitupun dengan Bimbingan Konseling Islam (BKI), masih banyak madrasah yang belum memiliki guru BK. Ribuan guru BK di pendidikan Islam sangat membutuhkan mereka. Diyakininya, STAIB mampu merespon dan memberikan jawaban terhadap tantangan zaman terutama dalam melahirkan sarjana pendidikan yang professional.

Apalagi dengan kelahiran Undang-Undang Dosen dan Guru No 14 Tahun 2005 yang menyebutkan guru dan dosen mempunyai fungsi, peran dan kedudukan yang strategis dalam pembangunan nasional. “Kami yakin, STAIB banyak peminatnya, terbukti sekarang saja mahasiswanya mencapai 658,” ungkapnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pesantren, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 18 Oktober 2017

Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Kabar gembira datang dari berakhirnya seleksi mahasiswa berprestasi (mapres) Universitas Negeri Semarang tahun 2017 yang digelar pada tanggal 26 April 2017. Dani Puspitasari, mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi berhasil meraih predikat sebagai Mahasiswa Berprestasi I tingkat Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Dani, mahasiswi kelahiran Demak berhasil menyisihkan 15 kandidat lain dari berbagai fakultas di Unnes. Kemampuan berbahasa Inggris, penilaian prestasi, kemampuan unggulan di hadapan pakar, presentasi karya ilmiah dan tes kepribadian menjadi pertimbangan kriteria penilaian juri dalam memilih juara mahasiswa berprestasi (mapres) tingkat universitas tahun ini.?

Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader IPPNU Raih Predikat Mahasiswa Berprestasi Unnes

Sosok Dani yang pernah menyelesaikan pendidikan (alumni) di MA NU Banat Kudus ini ternyata merupakan aktivis IPPNU PKPT Universitas Negeri Semarang sebagai Kepala Departemen Keterampilan dan Keilmiahan sekaligus juga santriwati di Ponpes Assabila, Gunungpati. Bakat keilmiahannya juga terekam dalam kiprahnya di KIME (Kelompok Ilmiah Mahasiswa Ekonomi) Unnes. Setelah menyelesaikan langkah ini, Dani sebagai mapres peringkat I, akan bersiap untuk mewakili Unnes dalam pemilihan mahasiswa berprestasi tingkat nasional.

Umi Nur Avivah, selaku Ketua IPPNU Komisariat Unnes yang mengetahui informasi ini mengatakan bahwa prestasi dan etos belajar dari rekanita Dani dapat menjadi contoh bagi kader-kader NU untuk terus meningkatkan diri dan berprestasi di berbagai bidang. Pengejawantahan trilogi IPNU-IPPNU yaitu belajar, berjuang, dan bertaqwa merupakan dasar yang kuat dan menjadi semangat untuk terus meningkatkan kualitas kader-kader IPNU-IPPNU ke depan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Budaya, Nahdlatul Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock