Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, RMI NU, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Islam Indonesia, Islam Paripurna

“Sebaliknya, Islam Indonesia, Islam dan budaya lokal berada dalam posisi saling memberi dan menerima, yang tetap berpijak dari nilai-nilai Islam, sehingga menghasilkan bentuk Islam yang berkarakter Indonesia. (Hal. 386)

Selama ini, Islam orang Indonesia dianggap tidak paripurna atau kaffah lantaran masyarakat muslImnya mengamalkan bid’ah, khurafat, dan tahayul serta tidak menjalankan syariat Islam secara menyeluruh. Selain itu, Islam Indonesia juga dinilai sebagai Islam pinggiran, periperal, dan tidak murni atau otentik lagi karena agama dan budaya ‘begitu melekat.’

Lalu, yang menjadi soal adalah Islam yang kaffah atau paripurna atau rahmatan lil ‘alamin itu yang seperti apa? Semua pasti menjawab bahwa Islam kaffah atau rahmatan lil ‘alamin adalah Islam sebagaimana yang dipraktikkan oleh Nabi Muhammad dahulu kala. Lalu, timbul pertanyaan lanjutan; Islam yang dipraktikkan Nabi Muhammad itu yang seperti apa? Dari sini, umat Islam terbelah menjadi dua kelompok: tekstualis dan substansialis. 

Islam Indonesia, Islam Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia, Islam Paripurna (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia, Islam Paripurna

Kelompok tekstualis menilai bahwa Islam  kaffah atau paripurna atau rahmatan lil ‘alamin adalah Islam yang hanya merujuk kepada Al-Qur’an dan hadits dengan pemahaman yang leterlek. Sedang, kelompok substansialis menilai bahwa Islam kaffah atau paripurna atau rahmatan lil ‘alamin adalah Islam yang merujuk bukan hanya pada Al-Qur’an dan hadits an sich, namun juga ijma’ ulama, qiyas, dan lain sebagainya. Pemahaman kelompok kedua ini terhadap Al-Qur’an dan hadits pun bersifat kontekstual, dilihat dari asbabun nuzul dan asbabul wurud teks tersebut. 

Buku Islam Indonesia Islam Paripurna: Pergulatan Islam Pribumi dan Islam Transnasional ini merupakan tanggapan terhadap gugatan kebenaran dan kelengkapan pengamalan Islam di Indonesia. Gugatan ini muncul sejak medio tahun delapan puluhan dan terus berkembang hingga saat ini. 

Kelompok-kelompok Islam yang mempertanyakan ‘keabsahan’ –bahkan menganggap tidak sah- Islam Indonesia tersebut berasal dari luar. Maka dikenal lah dengan sebutan gerakan Islam transnasional seperti Salafi-Wahabi, Hizbut Tahrir, Gerakan Tarbiyah, dan lain sebagainya. Sedangkan, Islam yang berkembang di Indonesia dan sudah ‘bercampur’ dengan budaya setempat dengan segala keunikannya dikenal dengan Islam Indonesia atau Islam Nusantara. Masing-masing memiliki tipologi dan karakteristik yang berbeda-beda sebagaimana yang diungkapkan oleh buku ini.

Pada bagian awal hingga tengah, buku ini berusaha untuk mengupas bagaimana ideologi, pandangan keagamaan, sosial, politik, dan strategi penyebaran kelompok-kelompok gerakan Islam transnasional. Pun bagaimana pengaruhnya terhadap kehidupan dan keagamaan masyarakat Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan, bagian tengah hingga akhir membahas tentang Islam pribumi, Islam Indonesia yang dalam hal ini ‘diwakili’ oleh Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam jumlah pengikut terbesar di Indonesia.  Di sini, dipaparkan bagaimana pandangan-pandangan NU dalam konteks sosial, politik, ekonomi, dan budaya masyarakat serta keagamaan, kenegaraan, kebangsaan, dan keindonesiaan. Pada bagian ini juga diterangkan bagaimana sikap NU terhadap gerakan Islam transnasional.   

Setiap pembahasan diulas secara komprehensif dan kaya akan referensi. Misalnya dalam bab Manifesto Gerakan Islam Transnasional. Pada bagian ini, gerakan-gerakan Islam transnasional diulas satu persatu secara singkat namun komprehensif: mulai dari tujuan, semangat yang diusung, keterlibatan dalam politik serta visi sosial dan politik. Siapa saja yang ingin mengetahui sepak terjang gerakan-gerakan Islam transnasional dan pandangan-pandangan NU dalam berbagai hal –terutama kebangsaan dan keindonesian- secara ‘ringkas’ dan menyeluruh, buku ini bisa menjadi jawabannnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Singkatnya, buku ini ingin menegaskan bahwa Islam Indonesia adalah juga Islam yang kaffah atau paripurna untuk bangsa Indonesia. Tidak kalah sahnya dengan kelompok yang mengusung Islam kaffah. Sedangkan, Islam kaffah yang didengungkan oleh kelompok Islam transnasional adalah Islam yang juga berdasar kepada budaya. Yakni budaya lokal di Negara-negara Timur Tengah seperti Salafi-Wahabi (Arab Saudi), Hizbut Tahrir (Palestina), Gerakan Tarbiyah (Mesir), dan lainnya. 

Identitas buku:

Judul Buku : Islam Indonesia, Islam Paripurna

Penulis : DR. M. Imdadun Rahmat 

Penerbit         : Yayasan Omah Aksoro Indonesia

ISBN : 978-602-61550-1-6

Ketebalan : 400 hal

Cetakan         : Pertama, 2017

Peresensi : A Muchlishon Rochmat

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di masa yang akan datang, Nahdlatul Ulama (NU) tak akan kewalahan lagi jika terjadi bencana alam. Karena, nantinya, organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Tanah Air ini akan memiliki sebuah modul tentang cara-cara efektif penanggulangan bencana alam berikut perangkat-perangkatnya.

Modul itu saat ini sedang dalam proses perumusan oleh Community Based Disaster Risk Management (CBDRM) NU melalui forum Roundtable Discussion Modul; “Pesantren Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama” yang digelar di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta, 20-23 Desember mendatang.

Forum yang dibuka langsung oleh Ketua Pengurus Besar NU Andi Jamaro Dulung itu nantinya akan membuat modul penanggulangan bencana berbasis pesantren. Sejumlah pakar penanggulangan bencana dari berbagai lembaga bersama-sama CBDRM NU akan membuat modul versi NU tersebut.

NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Rumuskan Modul Penanggulangan Bencana

Project Manager CBDRM NU Avianto Muhtadi, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Shammengatakan, modul yang akan dirumuskan nanti bersifat penanggulangan sebelum terjadinya bencana alam itu sendiri. Menurutnya, hal itu penting guna mengurangi jumlah korban dalam suatu bencana.

“Bukan dalam pengertian tanggap darurat, rehabilitasi atau rekonstruksi. Tapi penanggulangan bencana sebelum terjadi bencana. Langkah antisipatif jika suatu saat terjadi bencana. Ini penting untuk mengurangi jumlah korban jika ada bencana,” terang Avin, begitu panggilan akrabnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di tempat yang sama, Ketua PBNU Andi Jamaro Dulung menyambut baik kegiatan tersebut. Diakuinya, hingga saat ini, NU belum memiliki ilmu dan pengalaman tentang penanggulangan bencana alam. “Kita ini  belum memiliki banyak referensi, ilmu dan pengalaman dalam hal penanggulangan bencana alam,” katanya.

Akibatnya, lanjut Andi—demikian ia akrab disapa, jika terjadi bencana alam, NU tidak mampu berbuat banyak. Gelombang pasang tsunami yang menghantam Aceh 2004 silam serta sejumlah bencana alam yang menyusul kemudian, menurutnya, cukup menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi NU.

“Lima hari pasca-tsunami, kami (tim relawan NU) ke Aceh. Sampai di sana kami bingung. Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Persiapan-persiapan yang kami bawa dari Jakarta, ternyata tidak banyak dibutuhkan di sana. Ini pelajaran bagi NU agar bisa lebih siap jika suatu saat dibutuhkan,” terang Andi. (rif)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sekolah Tinggi Islam Bani Fattah (STIBAFA) Tambakberas Jombang membuka kesempatan bagi para akademisi untuk menjadi tenaga pengajar baru di kampus bersangkutan. Pihak kampus akan merekrut mereka yang lolos kualifikasi sebagai dosen tetap.

STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

STIBAFA Jombang Buka Pendaftaran Dosen Baru

Sejumlah peluang terbuka untuk dosen pada Program Strata Satu (S1) dengan studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, Ilmu Hadits, Ekonomi Syari’ah, Manajemen Pendidikan Islam, serta Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.

"Untuk studi ilmu al-Quran dan ilmu Hadits kami membutuhkan tiga orang," kata KH Abdul Kholiq Hasan, kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Sabtu (30/8).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan  untuk Ekonomi Syariah, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah kita membutuhkan untuk masing-masing mata kuliah sejumlah enam orang, kata Katib Syuriyah PCNU Jombang ini.

Kriteria yang mesti dipenuhi para pendaftar, kata Kiai Abdul Kholiq, meliputi warga negara Indonesia, beragama Islam, sehat jasmani dan rohani, berkelakuan baik, serta memiliki pendidikan strata dua dan tiga (doktor) pada jalur yang sebidang atau linear.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Untuk indeks prestasi kumulatif serendah-rendahnya adalah tiga koma lima bagi S2 dan S3 dalam dan luar negeri," terang Ketua STIBAFA Jombang ini.

Para calon dosen diharuskan melampirkan riwayat hidup, legalisir ijazah dan transkip nilai jenjang S1, S2, serta S3, fotokopi KTP, pas foto berwarna ukuran 4×6 sebanyak tiga lembar dan 3×4 sebanyak dua lembar, surat pernyataan tidak sedang menjadi dosen tetap di perguruan tinggi lain, serta surat pernyataan keaslian dokumen yang disertai materai.

Para akademisi yang berminat bisa mengirimkan lamaran atau datang langsung ke kantor STIBAFA dengan alamat jalan KH Wahab Chasbullah 120 A gang II Tambakberas Jombang. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Humor Islam, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 28 Desember 2017

Bupati Jember Sebut 3 Peranan Pesantren

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Apresiasi yang luar terhap santri disampaikan oleh Bupati Jember, Faida saat menjadi pembina Apel Santri di alun-alun Jember, Jumat (17/11). Menurutnya, santri merupakan bagian penting dan jumlah yang besar di Kabupaten Jember. 

Bupati Jember Sebut 3 Peranan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Jember Sebut 3 Peranan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Jember Sebut 3 Peranan Pesantren





Oleh karenanya, momentum Hari Santri Nasional, perlu dijadikan tonggak sejarah untuk mendorong santri dalam mengambil peran yang lebih masif di bumi Jember. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham





"Santri bagian penting di Kabupaten Jember. Kita sepakat bahwa membangun Jember tidak lepas dari membangun sumberdaya santri," ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham





Dalam kesempatan tersebut, Faida menyebut 3 peranan pesantren. Pertama adalah sebagai rumah santri, yaitu tempat belajar, tidak hanya tafaqquh fiddin. Tapi juga tempat belajar ilmu-ilmu yang lain. 





Dikatakannya, banyak lembaga yang menspesifikasikan dirinya sebagai tempat spesialis belajar hanya satu bidang ilmu. 





"Tapi pesantren adalah tempat belajar dan mendalami agama dan ilmu-ilmu lainnya. Jadi komplit," tuturnya.





Kedua, pesantren merupakan lembaga perjuangan. Adalah realitas yang tak terbantahkan bahwa kemerdekaan Indonesia tak lepas dari perjuangan para kiai, pengasuh pondok pesantren dan santri. 





Katanya, kalau dulu santri berjuang untuk mengusir penjajah dari bumi pertiwi, tapi sekarang sebagai penjaga NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). 





"Sebagai benteng terakhir penjaga NKRI adalah pondok pesantren dan santri," lanjutnya.





Ketiga adalah sebagai lembaga pengabdian di bidang ekonomi, sosial dan budaya. Ia mengajak masyarakat agar peringatan Hari Santri ini dijadikan momentum kebangkitan Jember sebagai kota santri. 





"Kebangkitan ekonomi kerakyatan akan dimulai dari kebangkitan ekonomi para santri di pondok-pondok pesantren," tegasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi).  

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, RMI NU, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 Desember 2017

GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham ?

Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung menyiapkan tiga paket Kitab Kuning dan Al Quran bagi tiga pondok pesantren di daerah tersebut. Sumber dana pembelian kitab itu berasal dari kewirausaan sosial hijamah (bekam) sambil beramal atau diistilahkan halal.

GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pakuan Ratu Bagikan Al-Qur’an dan Kitab ke Pesantren

Ketua PAC Ansor Pakuan Ratu, Bakti Gozali di Blambangan Umpu, Jumat (8/4) pagi menjelaskan, kitab tersebut akan disalurkan untuk Pesantren Al-Falakhussadah asuhan Kiai Zainal Maarif, Ponpes Nurudz Dzikri Al-Amin asuhan Kiai Maulana Ismail dan Pesantren Riyadlotul Mubtadiin asuhan Ustadz Ahmad Sholihin.

Paket kitab dimaksud akan diserahkan bertepatan dengan hari lahir Ansor ke 82 tahun atau 24 April 2016 sebagai tambahan media belajar santriwan-santriwati.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Itulah khidmat kami kepada organisasi. Peringatan harlah Ansor sebagaimana arahan pimpinan cabang harus memberi makna dan manfaat. Kami sampaikan terima kasih kepada jajaran Klinik BMC, pimpinan cabang Gerakan Pemuda Ansor yang mendorong kemandirian kader dengan membekali keterampilan dan membuka peluang usaha," ujar Bakti didampingi Kasatkoryon Eko Sugiyanto dan Direktur Klinik BMC (Bulan Media Center) Isma Supandri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Wabil khusus bagi sahabat Beni Irawan yang berkenan meluangkan waktu untuk melakukan terapi bekam, ujar Bakti melanjutkan, PAC Ansor Pakuan Ratu dan pimpinan cabang tentu menyampaikan penghargaan, penghormatan dan doa.

"Semoga Allah membalas energi, semangat dan keringat diberikan untuk organisasi melalui kewirausahaan sosial? Hijamah Sambil Beramal," ujar Bakti lagi.

Setelah melatih sejumlah kader PAC Pakuan Ratu, Negeri Agung dan Rebang Tangkas keterampilan hijamah atau bekam, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Way Kanan dipimpin Gatot Arifianto menandatangani nota kesepahaman "Halal" dengan Klinik BMC pimpinan dr yusuf J Mustofa pada peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 90 pada Ahad (31/1).

Sebanyak 25 persen dari jasa bekam melalui program "Halal" digunakan untuk bantuan pendidikan atau kemandirian anak yatim piatu.

"Halal merupakan program kewirausaahan sosial Gerakan Pemuda Ansor yang bagus. Karena itu kami memfasilitasi, mendukung dan menaungi penuh dibukanya praktik bekam oleh GP Ansor," ujar pimpinan Klinik BMC dr Yusuf J Mustofa.

Ia mengaku, pertama kali dalam sejarah, sebagai dokter mencoba bekam menjelang peluncuran kewirausahaan sosial tersebut. "Tidak tanggung-tanggung, langsung lima belas titik, hasilnya badan terasa enteng dan segar setelah seharian beraktivitas dan yang terpenting juga sudah mengikuti sunah rasul dalam hal pengobatan," ujar dr Yusuf lagi.

Secara teori medis, ujar dr Yusuf menambahkan, bekam merupakan rangsangan sistem peredaran darah dan saraf yang mirip dengan akupuntur dan sejenisnya yang bersifat positif bagi tubuh. "Ini karena efek bekam bisa merangsang peredaran darah menjadi baik," ujar dr Yusuf menegaskan. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 Desember 2017

Pelantikan Sekaligus Peringatan Harlah di PCNU Magelang

Bandongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magelang ? menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-88 NU dan Maulid Nabi sekaligus pelantikan pengurus PCNU Magelang masa khidmah 2014-2019.

Pelantikan Sekaligus Peringatan Harlah di PCNU Magelang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan Sekaligus Peringatan Harlah di PCNU Magelang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan Sekaligus Peringatan Harlah di PCNU Magelang

Pelantikan dilakukan oleh Ketua PBNU H Slamet Effendi Yusuf di pesantren Al Asnawi Salam Kanci Bandongan Kamis, (30/1).

Ketua Panitia Tontowi memaparkan pelantikan pengurus sengaja dibarengkan dengan beberapa kegiatan untuk menumbuhkan rasa simpati antar warga Nahdliyin dan menjalin ukhuwah islamiyah serta menjaga ajaran aqidah Ahlussunah wal Jamaah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam pelantikan tersebut, Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah KH Ubaidilah Subaqoh meminta agar PCNU Magelang betul-betul menjalankan tugasnya dengan berlandaskan ajaran Islam Ahlussunah wal Jama’ah. dengan ditandai prosesi pembaitan sumpah jabatan. Pengurus baru dengan mantap menyatakan kesanggupannya untuk menjalankan amanah organisasi dengan sebaik-baiknya.?

Setelah pelantikan, ketua PCNU menyatakan akan segera membentuk lembaga dan lajnah di bawah NU agar roda organisasi dapat berjalan dengan optimal.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sambutannya, Ketua PCNU Mahsun ? menegaskan bahwa NU Magelang berkomitmen untuk senantiasa mengabdi kepada Nahdiyin dengan prioritas utama dalam bidang kesehatan, kesejahteraan dan pendidikan.

“Progam peningkatan kualitas perekonomian, pendidikan, dan penguatan aqidah yang nantinya diprioritaskan terlebih dahulu,” tegasnya.

Lebih lanjut Mahsun menyatakan NU Magelang saat ini belum memiliki universitas atau perguruan tinggi. Oleh karenanya, pengurus telah menyiapkan tanah dan beberapa fasilitas gedung untuk dijadikan perguruan tinggi yang akan digarap secara serius.

“Nantinya perguruan tinggi yang bernama Sekolah Tinggi Ekonomi Syariah (STEIS) ini akan membawa perubahan dalam wajah NU Magelang dari sisi penguatan SDM,” tandasnya.

Bupati Magelang Zainal Arifin yang baru saja dilantik pada Rabu (29/1) hadir dan memberikan sambutan agar PCNU dan pemerintah bekerja sama dan bersinergi lebih erat.

Diantara tokoh yang hadir adalah KH Yusuf Khudhori, Abdul Kadir Karding, KH Khoirul Muna, K Muhadi, KH Afifudin dan Amin Abdul Khamid. Mereka memberikan ucapan selamat atas terlantiknya para pengurus baru PCNU kabupaten Magelang. (alwi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 16 Desember 2017

Inilah Miss 2016 Pesantren Al-Hikamussalafiyyah

Sumedang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Kabupaten Sumedang mengikuti tren yang berkembang di kalangan dunia remaja sejauh tidak bertentangan dengan syariah Islam. Pihak pesantren menyelenggarakan lomba Miss Al-Hikam 2016 yang diikuti seluruh santri putri seperti lomba Putri Indonesia dengan penyesuaian muatan acaranya dengan nilai-nilai pesantren.

Pengasuh Pesantren Putri Al-Hikamussalafiyyah Ai Faridah mengatakan bahwa jumlah peserta dalam puncak final Miss Al-Hikam sebanyak tiga orang. Mereka dinyatakan layak mengikuti final setelah melewati beberapa seleksi. Ketiga santri ini juga mewakili kompleks asramanya masing-masing.

Inilah Miss 2016 Pesantren Al-Hikamussalafiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Miss 2016 Pesantren Al-Hikamussalafiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Miss 2016 Pesantren Al-Hikamussalafiyyah

Santri putri Pesantren Al-Hikamussalafiyyah tinggal di tiga kompleks asrama. Setiap kompleksnya terdiri atas beberapa kamar atau kobong dengan jumlah santri per kompleksnya kurang lebih 100 orang. Ketiga kompleks tersebut melaksanakan proses seleksi Miss Al-Hikam, tutur Ai Faridah, Kamis (12/5).

Juara dari tiap-tiap kompleks dilombakan lagi dalam acara puncak final Miss Al-Hikam. Kompleks satu diwakili oleh Najmatul Lail. Kompleks dua oleh Hanna Mansyuroh, dan kompleks tiga diwakili oleh Nyimas Gisti.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Setiap peserta ditanya tentang pengetahuan agama dan pengetahuan umum. Materi yang ditanyakan yaitu pengetahuan tentang Al-Quran, hadits, membaca kitab kuning, hukum, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, serta pengetahuan umum.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pemenang yang terpilih dalam pemilihan Miss Al-Hikam 2016 ini yaitu Hanna Mansyuroh. Santri asal Kabupaten Sukabumi ini terpilih berkat kepiawaiannya dalam menjawab materi yang ditanyakan oleh beberapa dewan juri.

"Saya sangat bahagia menjadi pemenang pertama dalam pemilihan Miss Al-Hikam 2016 ini. Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh santri Pesantren Al-Hikamussalafiyyah," kata Hanna.

Semoga pesantren ini konsisten dalam mendidik anak Indonesia dan melahirkan orang-orang yang berkualitas, harap Hanna. (Ayi Abdul Kohar/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 Desember 2017

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Banyuwangi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Hisyam Syafaat mengajak Nahdliyin Banyuwangi untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, saat ini tantangan yang dihadapi NU dan NKRI cukup besar, salah satunya muncul pihak yang memisahkan diri secara ideologis dari NKRI dan hendak mengubahnya dengan sistem kenegaraan yang baru.

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Kiai Hisyam menyebutkan, salah satu pintu masuk kaum radikal garis keras menyebarkan pengaruhnya di masyarakat melalui majelis-majelis di masjid.

“Mereka mendakwahkannya di masjid-masjid dan di mushala-mushala NU yang kosong dan ditinggal jamaahnya,” papar Kiai Hisyam pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarak, Sawahan, Genteng, Sabtu (29/5) siang. Pesantren Tahfidz dengan konsep Bambu Quran ini diasuh oleh KH Ahmad Hidayat yang juga bendahara PCNU Banyuwangi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Hisyam yang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Tegalsari ini juga mengatakan bahwa warga NU harus menjaga mushala maupun masjidnya dari pengaruh kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam. Cara menjaganya adalah dengan melakukan shalat berjamaah di mushala dan masjid tersebut secara rutin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Jika orang-orang NU terus shalat jamaah di masjid, mushala yang dekat rumahnya, mereka tidak akan berani datang. Apalagi untuk membid’ah-bid’ahkan ajaran para ulama dan mengajak untuk makar pada NKRI,” tegas Kiai Hisyam.

Kiai Hisyam pada kesempatan tersebut juga menceritakan bagaimana kegigihan para pengurus NU di luar Jawa dalam menjaga masjid dan mushala dari kelompok-kelompok garis keras tersebut. “Di Pulau Buru yang dulu menjadi tempat pembuangan PKI, sekarang sudah maju syiar agama Islamnya. Ketua takmir masjid agungnya adalah warga NU,” cerita Kiai Hisyam.

Oleh karena itu, Kiai Hisym meminta kepada Kapolsek Genteng yang hadir dalam acara Harlah ke-93 NU tersebut, tidak hanya mengkhawatirkan PKI sebagai musuh lawan negara, tetapi juga harus memberikan perhatian pada kelompok-kelompok radikal yang mengancam NKRI. “Seharusnya polisi menindak tegas kelompok-kelompok yang ingin memisahkan dengan NKRI,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Mahib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Tegal, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 05 Desember 2017

Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berjanji pihaknya siap membantu masyarakat untuk mengakses ribuan beasiswa S2 dan S3 yang ada pada sejumlah kementerian.

"Ada 5.000 beasiswa S3 di Kemenag dan ada ribuan beasiswa S2 dan S3 senilai Rp18 triliun di luar Kemenag, saya siap jadi pelayan masyarakat untuk mengakses beasiswa itu," katanya di Surabaya, Ahad malam.

Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Siap Bantu Masyarakat Akses Beasiswa S2 dan S3

Di hadapan ribuan peserta Haul I Indar Parawansa (suami Mensos) di kediamannya, Jemursari, Surabaya, menteri yang juga Ketua Umum PP Muslimat NU itu menyatakan sudah saatnya warga NU menjadi "writing society" dan bukan lagi "reading society".

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ada 106 juta dari 250 juta penduduk Indonesia adalah warga NU, karena itu menarik warga NU menjadi writing society akan sama halnya dengan memajukan peradaban Indonesia, apalagi NU mengembangkan Islam yang santun dan ramah," katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut dia, peran NU memang tidak tercatat dalam sejarah, karena keikhlasan para tokoh NU, sehingga Pusat Sejarah TNI hanya mencatat 12 nama tokoh Hizbul Wathon yang berperan dalam Pertempuran 10 November 1945, padahal mestinya lebih dari itu.

"Untungnya ada film Sang Kiai, sehingga peran NU mulai terlihat, namun hal itu menunjukkan pentingnya warga NU menjadi writing society agar jangan sampai seperti dalam Buku Sejarah kelas 3 SD yang mencatat peran sejumlah elemen masyarakat tapi di sana tidak ada elemen NU," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, RMI NU, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Sabtu (6/5) malam menghadiri pengajian umum dalam rangka haflatul imtihan dan wisuda santri Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) Madrasah Diniyah Nurul Istiqomah di Dusun Dawuhan Desa Patalan Kecamatan Wonomerto Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan yang digelar di halaman Pondok Pesantren Nurul Istiqomah ini dihadiri oleh Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Hendy Yustian Danang Suta, Camat Wonomerto Taufik Alami serta jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Wonomerto baik lembaga maupun badan otonom (banom).

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin menyampaikan bahwa Madrasah Diniyah (Madin) ini merupakan suatu tempat untuk majelis ilmu di mushola dan sekolah. “Demi mewujudkan kualitasnya, manajemen TPQ ini harus diubah disesuaikan dengan zaman sekarang. Harapannya dengan majelis ilmu ini dapat memberikan pengetahuan tentang perilaku dan akhlak yang baik,” katanya.

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Kualitas, Manajemen TPQ Harus Disesuaikan Perkembangan Zaman

Hasan meminta para guru untuk mengajarkan santrinya pendidikan akhlak terlebih dahulu, baru kemudian ilmu agama maupun pengetahuan umum. Sebab perkembangan zaman saat ini harus diimbangi antara kecerdasan intelektual dengan emosionalnya.

“Setelah akhlak, baru ajari anak ilmu dengan praktek terlebih dahulu. Karena niat itu penting sebagai pondasi melangkah beribadah yang baik. Para orang tua harus memberikan dukungan kepada pendidikan di pondok pesantren. Yakni sebuah majelis ilmu yang bermanfaat mencetak anak berperilaku dan akhlak yang baik sesuai ajaran Al-Quran dan Al Hadits,” ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Hasan menegaskan bahwa kegiatan haflatul imtihan yang istiqomah dilaksanakan setiap tahun ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur bagi setiap madrasah sebagai tempat pendidikan ilmu para santri agar supaya ilmu yang diterimanya menjadi manfaat dan barokah. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nusantara, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

Tangerang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Curug dan Ranting NU Kelurahan Binong, Kabupaten Tangerang, Banten menggelar taklim bulanan untuk ketiga kalinya. Kegiatan tersebut berlangsung di aula Kelurahan Binong pada Sabtu (17/9).

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)
Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong (Sumber Gambar : Nu Online)

Taklim Putaran Ketiga MUI Curug dan Ranting NU Binong

"Taklim bulanan ini merupakan kerja sama antarulama dan umara di wilayah kecamatan Curug," tutur Ketua MUI Curug H. Ahyani yang hadir menyampaikan sambutannya. Kegiatan ini, lanjut Ahyani, perlu ditingkatkan dan kita apresiasi atas inisiatif dan kerja sama antara MUI dan Camat Curug.

Senada dengan itu, Camat Curug Wahyuni menyampaikan sinkronisasi dan kerja sama antara ulama dan umara sangat dibutuhkan di tiap tingkatan pemerintahan agar lingkungan kita bisa tetap kondusif dan aman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, H. Samsudin Boaya dalam tausiyahnya menyampaikan salah satu hadis Nabi yang perlu menjadi renungan kita bersama bahwa akan datang suatu masa atau zaman yang penuh kebohongan dan fitnah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Orang jujur, katanya, dicurigai sementara orang yang tidak paham dengan ilmu agama dijadikan panutan dan dipecaya ceramahnya. Fenomena maraknya media sosial salah satu tanda dan gejala ahir zaman itu, banyak yang antara tulisan dan perbuatanyan tidak sinkron.

Pada kesempatan itu, hadir perwakilan dari seluruh unsur Muspika dan pengurus MUI Kecamatan Curug. Hadir pula para Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Curug dari tingkat kelurahan, hadir para Ketua RW, takmir masjid dan mushala serta jajaran Pengurus Ranting Nahlatul Ulama Kelurahan Binong. (mks/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Santri, Lomba, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 09 November 2017

Pawai Muludan di Semarang

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham 

Ribuan warga tumpah ruah di jalanan sambil menyanandungkan shalawat Nabi. Walau hujan terus saja turun, tetapi peserta pawai dari pelbagai komunitas tersebut tidak bubar. 

Pawai Muludan di Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Muludan di Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Muludan di Semarang

Mereka terus berjalan dengan rute awal Masjid UNNES, rusunawa Putri, Sekaran dan dipungkasi di lapangan Banaran, Gunungpati, Kota Semarang. Rebana, umbul-umbul dan bendera anek warna, serta spanduk-spanduk ikut memeriahkan pawai.

Kegiatan seperti ini merupakan tradisi yang telah berlangsung lama, sebuah tradisi luhur setempat yang bertujuan melestarikan lagi semangat meniru tauladan Nabi Muhammad SAW dan merekatkan kembali jalinan silaturahim antarkomponen masyarakat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kegiatan ini merupakan salah satu sarana meningkatkan Ukhuwah Nahdliyah, Ukhuwah Islamiyah dan Ukhuwah Wathoniyah. Pawai Muludan sudah berlangsung lama, sejak saya kecil," jelas Muntari, aktivis NU Banaran, sekaligus Lurah Sekaran.

"Pawai  seperti ini mencegah warga dari isolasi dunia moderen lewat televisi, peralatan elektronik seperti ponsel, mall. Dalam pergerakan pawai, kami bertemu, mengatur diri hingga secara jamaah menjadi tertib, dinamis, dan guyub. Ini semua perintah Nabi Muhammadi, meski tidak eksplisit," lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kegiatan ini turut serta dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Komisariat Universitas Negeri Semarang. 

Acara yang berlangsung setelah shalat Isya itu berakhir dengan acara pengajian umum di lapangan Banaran dan diakhiri sekitar pukul 00.30. Dengan menyisakan semangat merajut kembali persaudaraan dan semangat meniru Uswatun Hasanah Nabi Muhammad SAW.

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : IPNU-IPPNU Unnes

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 19 Oktober 2017

Pak Ud Wasiati NU agar Hadang Ideologi Transnasional

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tidak ada yang tahu bahwa pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KHM Yusuf Hasyim, beberapa lama sebelum meninggal, pernah berwasiat kepada Ketua Umum PBNU KHA Hasyim Muzadi untuk menghadang ideologi transnasional, seperti liberalisme Barat dan kekerasan Timur.

"Sim (Hasyim), kami harus dapat memotong ideologi transnasional itu, karena ideologi transnasional itu dapat merusak NU dan Indonesia," ujar Hasyim Muzadi menirukan wasiat almarhum Pak Ud.

Itulah ungkapan Hasyim Muzadi saat berpidato dalam peringatan 100 hari wafatnya Pak Ud di kantor PWNU Jatim, Surabaya (29/4), yang dihadiri Ir KH Solahuddin Wahid (pengasuh Tebuireng), KH Tholchah Hasan (mantan Menag), dan Slamet Effendy Yusuf (politisi Golkar/ mantan Ketua Umum PP Ansor).

Pak Ud Wasiati NU agar Hadang Ideologi Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Ud Wasiati NU agar Hadang Ideologi Transnasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Ud Wasiati NU agar Hadang Ideologi Transnasional

Menurut mantan Ketua PWNU Jatim itu, Pak Ud menilai ideologi transnasional itu sama-sama berbahaya, baik ideologi transnasional yang datang dari Barat maupun dari Timur.

"Karena itu, pemerintah juga harus ’memotong’ masuknya ideologi transnasional itu, sebab liberalisme dari Barat maupun Islam ideologis dari Timur juga sama-sama merusak. Pemerintah harus menggunakan Pancasila sebagai ideologi yang membatasi," paparnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Pak Ud itu selalu bervisi NU, baik beliau menjadi pengurus atau tidak, karena itu saya kira apa yang dilakukan dan disampaikan patut dipegang teguh. Akhirnya, saya berkeliling ke Barat dan Timur Tengah untuk mengkampanyekan NU sebagai ideologi alternatif," ucapnya.

Hasyim pun menyebut kedatangannya ke "ground zero" di New York, AS (lokasi pengeboman WTC pada 9-11-2001) untuk menolak "kekerasan" dari Islam ideologis dan kedatangannya ke Irak, Iran, dan Palestina untuk menolak "kekerasan" dari liberalisme ala Barat. (ant/eko)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 06 Oktober 2017

Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Puluhan peserta workshop jurnalistik yang diselenggarakan oleh PW GP Ansor Jawa Tengah melakukan shalat gerhana di mushalla PWNU Jateng, Rabu (9/3) pagi. Pada kesempatan ini materi khotbah yang disampaikan kader GP Ansor Grobogan Habib diambil dari khotbah KH Maemun Zubair yang dirilis situs resmi PBNU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Habib membaca khotbah gerhana dengan membuka HP android untuk menuju langsung website Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun

Sedangkan yang bertindak sebagai bilal adalah Banser Magelang Lukman. Sementara? imam shalat gerhana ini adalah Ketua GP Ansor Boyolali Khoiruddin.

Dari pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham peserta yang mengikuti shalat gerhana sekitar 60-an. Mereka terdiri atas Ansor dan Banser se-Jawa Tengah. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 28 September 2017

Ikatan Alumni PMII Kota Tasik Dilantik

Tasikmalaya,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kota Tasikmalaya Periode 2016-2021 resmi dilantik di Pendopo Tasikmalaya, Sabtu (10/12) malam.

Ikatan Alumni PMII Kota Tasik Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikatan Alumni PMII Kota Tasik Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikatan Alumni PMII Kota Tasik Dilantik

Pengurus Wilayah IKA PMII Jabar, Dr. H. Muhamad Hasan, MM, yang melantik IKA PMII Kota Tasik sempat berorasi pergerakan dengan tema “Meneguhkan Peran Alumni dalam Memperkuat Posisi Kader Pergerakan.”

IKA PMII, kata dia, sebagai tempat silaturahmi antar sesama kader. Sehingga dari silaturahmi bisa mendekatkan satu sama lain ketika sudah berbeda aktivitas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua IKA PMII Kota Tasikmalaya, Abdul Falah pun menjelaskan IKA PMII senantiasa saling mencintai dengan tiga ukhuwah yakni ukhuwah bashariyah (sesama manusia), ukhuwah wathoniah (tanah air) dan ukhuwah islamiyah (sesama Muslis).

"Sebagai warga Indonesia, siapa yang mempertahankan NKRI adalah sahabat kita, sementara yang menghancurkan NKRI adalah? musuh kita," ujarnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelantikan IKA PMII ini selain dihadiri para mantan aktifis PMII dari berbagai angkatan, hadir pula tiga kandidat calon Wakil Wali Kota Tasikmalaya yakni Denny Romdloni, Muhamad Yusuf, danAsep Hidayat. Hadir pula serta Kapolres Tasikmalaya Kota, Dandim 0612, dan para anggota DPRD. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, RMI NU, Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 17 September 2017

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri

Sejak masih kecil, Ahmad Tohari mengaku sudah hafal ayat "Lahu ma fis samawati wal ‘ardli" (Hanya milik-Nya lah segala apa yang di langit dan di bumi). Ia menghayati benar makna ayat ini saat mendatangi acara kenduri yang kerap membaca Ayat Kursi.

Kang Tohari –sapaan akrabnya– mendatangi kendurian bukan untuk mendengar apalagi menghafal ayat tersebut. Ia menghadiri kenduri karena mengharapkan tumpengan yang disajikan. Ia mengucapkan kalimat itu sambil terkekeh.

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Tohari dan Ayat Kenduri

Tapi kemudian di masa dewasanya ia menghayati ayat itu dengan kalimat lain yaitu, “kata adalah makhluk ciptaan Allah yang tak kurang nilainya dari makhluk yang lain. Orang seperti Kiai D Zawawi Imron ini memelihara makhluk Allah (kata) dengan baik.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dan alhamdulillah, D Zawawi Imron ini adalah Kiai NU,” ungkap Ahmad Tohari, novelis NU dalam sambutan acara Pidato Kebudayaan D Zawawi Imron di Aula PBNU lt.8, tahun lalu.

Kang Tohari karenanya dengan jelas dan tandas mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para kiai NU yang telah mentradisikan upacara kenduri. Hanya karena upacara ini, ia dapat menghafal dan menghayati makna Ayat Kursi tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Penghayatan atas Ayat Kursi ini, menderetkan nama Kang Tohari dalam jajaran terdepan sastrawan nasional. Menimba dari tradisi kaum santri, keberkahan dalam bentuk khusus mengucur deras kepadanya.

Ahmad Tohari juga termasuk pemilihar kata yang baik. Untuk itu mari kita simak Pidato Kebudayaan Ahmad Tohari di gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jumat malam 28 Maret. Ia akan menyampaikan pokok pikiran dengan judul “Membela dengan Sastra”. (Al Hafiz Kurniawan-Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Cerita, Nusantara Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 05 September 2017

KH Marzuki Mustamar: Memperingati Kemerdekaan RI Hukumnya Wajib

Malang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-71 juga dilakukan oleh santri Pondok Pesantren (PP) Sabilurrosyad Gasek Malang, Rabu (17/8) hari ini. Layaknya santri, dalam upacara tersebut mereka juga mengenakan sarung lengkap dan peci.?

KH Marzuki Mustamar: Memperingati Kemerdekaan RI Hukumnya Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Marzuki Mustamar: Memperingati Kemerdekaan RI Hukumnya Wajib (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Marzuki Mustamar: Memperingati Kemerdekaan RI Hukumnya Wajib

Upacara yang digelar sejak jam 08.00 pagi itu berjalan dengan khidmat. Bahkan, Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar yang berkesempatan menjadi pembina upacara sempat meneteskan air mata diikuti oleh peserta upacara yang lain. Pekik ‘Merdeka’, lantunan lagu Indonesia Raya beserta Sholawat Badar menambah semangat perjuangan para santri.

Dalam amanatnya, Kiai Marzuki menyampaikan bahwa memperingati, mensyukuri, dan mengisi kemerdekaan itu hukumnya wajib. Mengapa? Yang pertama, kita sadar bahwa kita bersujud di Indonesia, dilahirkan di Indonesia, mencari nafkah di Indonesia, semua yang kita lakukan berada di Indonesia. Dan sampai saat ini Indonesia yang kondusif inilah tempat kita untuk mendekat kepada Allah SWT.?

Kedua, Indonesia merdeka tidak lepas dari perjuangan pahlawan yang hampir sebagian besar adalah ulama’, seperti Sultan Hamidin Putera Syarif Hidayatullah, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Jenderal Sudirman, KH Wahab Chasbullah, dan Ahmad Natsir. Mereka adalah ulama besar yang telah berjuang mengorbankan jiwa raganya demi kemerdekaan Republik Indonesia. Tak lupa juga, Bung Karno. Bapak proklamator tersebut adalah santri.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kenapa, tanya Kiai Marzuki, dalam mengambil keputusan penting, Bung Karno selalu meminta pendapat Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari, seperti misalnya, Bagaimana hukumnya membela Tanah Air? dari pertanyaan inilah kemudian menjadi salah satu embrio adanya Resolusi Jihad NU pada 22 Oktober 1945. Bagi para ulama, harga kemerdekaan NKRI setara dengan nyawa dan darah mereka. Oleh karena itu, kita yang masih hidup wajib menjaga kemerdekaan Republik Indonesia. Bahkan, wajibnya menjaga NKRI, sama dengan wajibnya melaksanakan syariat Islam.

Ketiga, lanjutnya, NKRI memiliki aset punya orang Islam terbesar di dunia. Pasalnya, masjid yang berada di bumi pertiwi saja ada sekitar setengah juta lebih, pesantren yang dimiliki Nahdlatul Ulama saja ada sekitar 30.000 lebih, belum lagi lembaga-lembaga pendidikan formal lainnya. Makam para ulama, walisongo juga berada di Indonesia. Maka dari itu, menjaga NKRI adalah harga mati. Ingat! Bubarnya NKRI berarti terancamnya aset umat Islam.

Dalam penutupnya, kiai yang juga santri dari Almaghfurlah KH Masduqi Mahfudz ini, sangat menentang keras berbagai aliran atau kelompok yang saat ini masih ada yang mengkafirkan para pejuang NKRI terdahulu, bahkan masih ada yang mengatakan bahwa Indonesia Negara ‘Thogut’.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

”Semua yang hadir khususnya santri-santriku, berhati-hatilah dengan kelompok-kelompok seperti itu, kelompok seperti mereka memiliki mental yang sama dengan penjajah,” pungkas Kiai Marzuki.?

Sementara itu, Lurah Putri Pondok Pesantren Sabilurrosyad Mila Lishowabi mengungkapkan, upacara bendera peringatan HUT RI adalah agenda yang rutin dilaksanakan tiap tahunnya.?

“Untuk tahun ini, acara akan dirangkai dengan Festival Banjari Gasek se-Jatim pada Ahad (21/8) dan Halal bi Halal Pondok Pesantren Sabilurrosyad yang menghadirkan beberapa tokoh nasional seperti KH. Musthofa Bisri (Gus Mus), Tokoh Muhammadiyah H.A Malik Fadjar, Menteri Ketenagakerjaan dan Transmigrasi M Hanif Dhakiri, Ketua PBNU sekaligus Wakil Gubenur Jatim Gus Ipul, KH Harun Ismail Blitar dan beberapa tokoh lainnya pada Senin (22/8) malam,” ujar wanita murah senyum tersebut. (Muhammad Faishol/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Amalan, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 11 Agustus 2017

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Warga NU Banten menggelar Istighotsah kubro di halaman kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang. Sedikitnya 4000 warga NU memadati lokasi. Sementara transportasi mereka berjajar rapi di mulut gang.

Upacara Istighotsah kali itu diadakan untuk memperingati Nahdlatul Ulama yang genap berusia 87 tahun menurut kalender Masehi. Selain itu, Istighotsah itu merupakan bagian dari perayaan maulid Nabi Muhamad SAW.

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Istighotsah Tandai Maulid dan Harlah ke-87 NU

Dengan iringan rebana, mereka melantunkan shalawat kepada Nabi Muhamad SAW. Mereka tidak lupa membaca doa untuk para pendiri NU, perintis NU Banten, dan para ulama. Sebagian dari mereka mengenakan busana Muslimat NU dan seragam silat Pagar Nusa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Hari ini merupakan momentum bersejarah khusus bagi NU Banten. Karena, warga NU Banten memperoleh tiga keistimewaan sekaligus di hari Istighotsah ini,” kata KH. Masykur Mahsyar, Ketua PWNU Banten saat sambutan peresmian kantor baru PWNU Banten, Rabu (30/1) siang.

Kiai Masykur menyatakan, Istighotsah kali itu teramat istimewa. Pertama, Istighotsah dimaksud untuk memperingati maulid Rasulullah SAW. Kedua, rangkaian tahlil dan zikir diadakan dalam rangka memperingati harlah ke-87 NU. Ketiga, upacara zikir tersebut menjadi bentuk rasa syukur atas peresmian kantor baru PWNU Banten.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam sambutannya, Kiai Masykur menambahkan warga NU Banten memiliki komitmen tinggi kepada organisasi mereka. Karena, panitia hanya mengundang 3000 ribu orang. Padahal, hadirin sendiri mencapai lebih dari 4000 orang.

Ketua PWNU Banten menambahkan, warga NU harus merasa turut memiliki kantor baru PWNU Banten. Dengan itu, mereka akan merasa nyaman seperti di rumah sendiri dalam merawat dan mengadakan kegiatan ke-NUan. Siapa pun pengurus PWNU-nya, hal itu akan terus berlaku.

Belum lagi, Istighotsah itu bertambah istimewa karena dihadiri pula oleh KH Said Aqil Siroj, ketua umum PBNU dan Hj Ratu Atut Chosiyah, Gubernur Banten, tandas Ketua PWNU Banten.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Amalan, RMI NU Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 01 Agustus 2017

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham 

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Sumenep saat ini memiliki satu unit mobil jenis Avanza. Mobil tersebut pemberian dari Bupati Sumenep KH A Busyro Karim. Penyerahan secara simbolis diberikan di Masjid Fatimah Desa Kebunan Kecamatan Kota, Sumenep, oleh KH A Busyro Karim, Ahad (23/12).

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumenep Terima Bantuan Mobil

Penyerahan bantuan mobil operasional yang ditandai dengan penyerahan kontak mobil diterima langsung oleh Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, disaksikan Rais Syuriyah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir dan puluhan pengurus NU lainnya yang juga hadir pada bhakti sosial khitanan massal yang diselenggrakan MWC NU Kota Sumenep.

Ketua PCNU Sumenep H A Pandji Taufiq mengatakan, bantuan mobil yang diberikan KH A Busyro Karim akan dijaga dan dipergunakan sebaik mungkin untuk kelancaran kegiatan-kegiatan NU, dan tidak akan digunakan selain kepentingan NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Mobil ini haram dipakai di luar kepentingan kerja-kerja NU secara kelembagaan,” tegasnya dalam sambutannya dihadapan pengurus NU.

Mobil tersebut, katanya, tantangan berat bagi pengurus NU agar lebih berkarya dalam berkhidmat kepada umat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bupati Sumenep KH A Busyro Karim dalam sambutannya menegaskan, pemberian mobil tersebut berasal dari uang pribadi dan tidak bersumber dari uang APBD Sumenep. Ia merasa tergerak untuk membantu NU sebab perjuangan NU sangat nyata di tengah-tengah masyarakat.

“Mobil itu tidak lain sebagai penunjang kegiatan sosial keagamaan yang digalakkan NU Sumenep,” katanya.

Mantan pengurus IPNU tersebut berjanji, bantuan kepada NU tidak akan berhenti hanya sampai disitu. Ke depan, dirinya berjanji akan memberikan mobil ambulan kepada PCNU Sumenep dan perahu ambulan kepada NU kepulauan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock