Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan

Balikpapan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mendorong para santri untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap bidang, tak terkecuali olahraga.?





Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Bidang Olahraga, Santri Tak Boleh Ketinggalan

Hal itu ia katakan saat membuka secara resmi turnamen Liga Santri Nusantara (LSN) di Stadion Persiba Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (19/8) sore.?

"Santri tak cuma bisa ngaji, ngimami istighotsah, atau ngimami tahlilan. Di bidang olahraga, santri tak boleh ketinggalan," ujarnya di hadapan ribuan santri yang memeriahkan ajang nasional tersebut.

Alumnus Pesantren Lirboyo ini menambahkan, kiai-kiai terdahulu juga telah membuktikan perannya yang tidak semata di pondok pesantren. Ia menyebut sedikitnya ada 20 kiai pada masa revolusi yang aktif sebagai anggota batalion. Keterlibatan ini menurutnya menunjukkan luasnya bidang garap yang bisa diisi oleh kaum santri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia mengajak para santri untuk membuktikan diri sebagai pribadi yang serba bisa. "Ngaji bisa, musbaqah tilawatil quran juara, sepak bola juga pandai," katanya memotivasi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Insyallah ke depan santri akan ada yang menjadi bintang PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)," imbuh Kiai Said.

Sementara Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah NU (RMINU) KH Abdul Ghaffar Rozin menjelaskan bahwa LSN merupakan ajang penjaringan kader santri yang unggul di bidang sepakbola. Ia optimis santri bisa mewarnai olahraga nasional. Menurutnya, saat ini saja beberapa atlet Indonesia juga berlatar belakang pesantren.

Pembukaan LSN 2016 ditandai dengan pemukulan lima beduk diiringi lantunan lagu resmi Gerakan Nasional Ayo Mondok. Turnamen tingkat nasional ini bakal diikuti lebih dari 650 pesantren dari 34 provinsi. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Kemajuan zaman dan globalisasi semakin tidak karuan. Tidak hanya menembus ruang dan waktu, tetapi juga mengaburkan batas kelamin laki-laki dan perempuan. Anehnya pengkaburan itu dianggap hal biasa saja, bahkan sering mendapat pembelaan dari sebagain orang. Padahal yang demikian itu jelas menyalahi qadrat dan dilaknat Rasulullah saw. Na’udzubillah min dzalik.

Sebuah hadits menerangkan dengan jelas mengenai empat hal yang dibenci dan dilaknat Rasulullah saw yaitu:

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?- ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?. ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw melaknat (mengutuk) banci-banci lelaki. Yaitu lelaki yang menyerupai perempuan, dan banci perempuan yaitu perempuan yang suka menyerupai lelaki, dan bujangan-bujangan yang berkata “kami tidak mau kawin” serta perawan yang berkata juga demikian.

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Hal yang Dilaknat Rasulullah

Yang dimaksud dengan banci dalam hadits di atas adalah jelas. Yaitu lelaki (seseorang dengan kelamin lelaki) yang menyerupai perempuan. Baik dalam gaya berpakaian maupun dalam segala hal penampilannya. Begitu juga yang dimaksud dengan perempuan yang menyerupai lelaki. Kegemaran menggunakan ornamen kelelakian bagi seorang yang berkelamin perempuan sudah cukup menunjukkan kategori banci perempuan. Adapun dua kelompok terakhir pada dasarnya dialamatkan kepada mereka yang berniat membujang selamanya. Tidak ada niat hendak menikah dalam hidupnya. Padahal menikah adalah sunnah Rasulullah saw. Inilah empat golongan yang sangat dibenci Rasulullah saw bahkan dilaknat olehnya.

Pada hakikatnya, sebagai saudara sesama muslim tulisan ini hanya bermaksud mengingatkan bahwa merebaknya budaya populer di sekitar kita seringkali menyilaukan akidah dan syariah Islam. Derasnya tehnologi media dan informatika yang menyuguhkan berbagai tontonan adalah kekuatan kapital yang sungguh dahsyatnya. Mereka menggiring norma-norma islam demi keuntungan semata. Sesuatu yang jelas tergambar sebagai sebuah penyimpangan tiba-tiba mengandung nilai kebenaran. Sehingga membuat kita ragu akan kesalahannya yang hakiki. (ulil)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sholawat, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Demak, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren Putri Nurul Burhany Mranggen Demak melantik pengurus pondok Pesantren masa khidmah 2014/2015. Pelantikan diikuti seluruh santri dan dewan asatidz. Sebagai kepala terpilih; Aida Qonitatul Muna menggatikan Nur Aeni.

Pengasuh pesantren Nurul Burhany, KH. Helmi Wafa Mahsuni dalam pengarahannya menjelaskan, semua santri baik yang menjadi pengurus maupun yang tidak menjadi pengurus mempunyai dua kewajiban.

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkhidmah Pembeda Pesantren dan Sekolah

Menurut dia, kewjiban pertama adalah belajar atau mengaji dan  kewajiban untuk berkhidmah atau mengabdi, baik khidmah kepada kiai maupun khidmah kepada santri.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khidmah inilah yang membedakan antara pendidikan di pesantren dan pendidikan di luar pesantren. Disini santri dididik untuk ikhlas mengabdi, walaupun tanpa gaji ataupun imbalan apapun.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

KH. Helmi Wafa Mahsuni memprosentase waktu bagi santri sebagai berikut; untuk kalangan pengurus 50% untuk belajar atau mengaji dan 50% untuk berkhidmah, sedangkan untuk kalangan santri, 75% untuk belajar dan 25% untuk berkhidmah.

Selanjutnya pengasuh berharap, dengan dibiasakannya santri khidmah di pondok pesantren, setelah nanti pulang di kampung halaman masing-masing, santri dapat berkhidmah kepada masyarakat.

Khidmah bisa dilakukan melalui berbagai organisasi yang ada di lingkungan masing-masing, baik melalui jama’ah tahlilan, Fatayat NU, IPPNU dan lain sebagainya, “tentunya harus didasari dengan rasa ikhlas,” tegasnya. (Abdus Shomad/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Hadits, Pertandingan, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

Lombok Tengah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Istilah Tuan Guru memang akrab dengan Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru merupakan sebutan, panggilan, sekaligus gelar dari masyarakat untuk ulama di daerah ini. Posisi Tuan Guru setara dengan Kiai di Tanah Jawa.

Demikian penuturan Pengasuh Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limusshibyan TGH Ahmad Taqiuddin Mansur kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham menjelang perhelatan Pra-Muktamar NU di kediamannya di komplek pesantren Bonder-Praya Barat-Lombok Tengah, NTB, Rabu (8/4) sore.

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuan Guru, Sebutan Ulama Khas Lombok

“Kalau kiai di sini itu banyak. Yang mandiin mayit, disebut kiai. Yang mimpin tahlil, dzikir, juga kiai. Banyak. Jadi, kiai di sini biasa aja. Nah, kalau tuan guru sangat langka. Bisa hanya satu perseribu orang. Seperti kiai di Jawa,” ujar TGH Taqiuddin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun, lanjutnya, sekarang ini penduduk Lombok telah menerima istilah kiai sebagai seorang ulama. Mereka juga mampu menempatkan kiai pada proporsinya. “Yang jelas, masyarakat sini menyebut kiai seperti di Jawa itu sebagai Tuan Guru. Jadi, tidak semua orang bisa menjadi tuan guru,” tandas Ketua PWNU NTB ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut TGH Taqiuddin, sebutan Tuan Guru juga berlaku bagi seseorang yang telah menunaikan ibadah haji ke Mekah. “Kalau belum haji, ya, ustadz atau guru biasa lah. Namun, tidak juga yang punya pesantren. Memang umumnya tuan guru itu memiliki pesantren. Satu hal yang kami kagumi dari seorang tuan guru adalah ketokohannya,” ungkap suami Nyai Hj Hattiyatul Malichah ini. ? ?

Dipanggil tuan guru, tambahnya, selain karena memiliki trah atau keturunan tuan guru pendiri pesantren, juga memiliki keilmuan yang mumpuni. Meski demikian, ia menyatakan berat sekali menyangga gelar tuan guru.

“Namun, rasanya lebih karena kesolehannya ya, bukan karena ilmunya saja. Tapi sikap wara’-nya itu. Nah, masyarakat lah yang akhirnya memberi gelar seperti itu. Cuman memang berat ya disebut tuan guru. Karena tuan guru kan nggak bisa bebas main bola,” selorohnya sembari tertawa.

Disinggung soal keterpilihan pesantren asuhannya sebagai tempat penyelenggaraan pra-muktamar, TGH Taqiuddin menjawab biasa saja, tidak ada sesuatu yang berlebihan apalagi istimewa. Yakni, karena posisinya sebagai Ketua PWNU NTB yang memiliki pesantren.

“Sederhana saja. Mungkin karena saya Ketua NU NTB yang punya pondok kali ya. Dan, pondok-pondok yang kami rekayasa untuk siap ketempatan ternyata susah juga. Tidak seperti di Jawa. Namun yang pasti, saya tidak ingin nilai-nilai pondok seperti di Jawa di sini jangan sampai hilang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Daerah, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

Way Kanan,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu hasil Kongres XV GP Ansor Tahun 2015 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta adalah Gerakan Pemuda Ansor harus bisa mengembangkan kewirausahaan di kalangan pemuda baik secara individu maupun kelembagaan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Way Kanan bertekad menabung pohon buah di 14 pesantren yang ada di 14 kecamatan, baik sebagai kemandirian organisasi atau sarana mempererat silaturahmi dengan pesantren sasaran program.

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

"Kami titip lima belas pohon di setiap pesantren. Jika tercapai di 14 kecamatan, maka Ansor Way Kanan akan memiliki tabungan sejumlah 210 pohon," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Jumat (15/7).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Gusdurian Lampung dan alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 PC GP Ansor Way Kanan menginisiasi Gerakan Sedekah Oksigen bagi sejumlah pesantren. Gerakan itu didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Total pohon Sedekah Oksigen jenis mangga Thailand dan nangka dak (persilangan nangka cempedak) yang bisa dipanen setelah tanam satu tahun adalah lima puluh batang. Di luar jumlah itu, kami titip lima belas pohon untuk tabungan organisasi mendatang. Setiap pimpinan anak cabang kami upayakan bisa mandiri tabungan pohon tersebut," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gatot yang juga Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu melanjutkan, jika potensi hasil panen dari satu pohon paling rendah Rp100 ribu saja misalnya, maka akan ada hasil Rp1,5 juta dalam satu tahun.

"Tapi jika perawatan bagus, hasil panen juga Insya Allah bagus. Dari hasil mandiri berjamaah itu, persentase untuk PAC 75 persen dan untuk pimpinan cabang 25 persen. Kenapa demikian? Karena tidak mungkin pimpinan cabang hanya mendorong tapi tidak didorong, jadi saling mendorong dalam hal positif termasuk penguatan ekonomi," papar Gatot.

Setelah menanam pohon hasil Sedekah Oksigen di Pesantren Assiddiqiyah 11, Gunung Labuhan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi. Penanaman selanjutnya akan dilakukan untuk Pesantren Al-Falakhussadah, Pakuan Ratu asuhan Kiai Zainal Maarif pada Ahad (17/7).

Adapun distribusi pohon buah untuk Pesantren Darul Ulum, Negara Batin asuhan Ustadz Bayumi dan Pesantren Hidayatus Salafiyah, Negeri Agung asuhan Gus Yunus telah siap.

"Insya Allah gerakan tersebut akan berlanjut dan akan tercapai di 14 pesantren karena respon sejumlah pihak akan program itu masih bagus," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Doa, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Makkah, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Gedung Two Holy Mosques Architecture berdiri di pinggiran Kota Makkah, Arab Saudi, sekitar 10 kilometer ke arah barat dari Masjidil Haram.

Museum yang diresmikan sekitar 20 tahun yang lalu itu menyimpan dokumentasi sejarah dua masjid suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengintip Sejarah Dua Masjid Suci

Miniatur replika Masjidil Haram menyambut para pengunjung museum di ruang penerima tamu, tempat pengunjung dapat melihat kondisi Masjidil Haram sebelum dan sesudah perluasan. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ruangan berikutnya adalah area Masjidil Haram, yang menyimpan benda-benda yang pernah dipasang di masjid tempat Kabah berada itu. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di antara benda-benda yang disimpan di ruangan itu ada tangga kayu ke pintu Ka`bah yang dipergunakan tahun 1240 Hijriyah. 

Ada juga potongan besar marmer berukir yang membentuk mimbar Masjidil Haram pada abad kesepuluh Hijriyah serta pintu Ka`bah yang saat ini sudah tidak digunakan. 

Benda-benda yang berkaitan dengan Ka`bah seperti Kiswah (kain penutup Ka`bah), alat tenun tradisional pembuat Kiswah, pilar Ka`bah dari tahun 65 Hijriyah, dapat ditemukan di ruang Ka`bah Al Musharaf. 

Di ruang foto, pengunjung dapat menyaksikan gambaran perubahan-perubahan yang terjadi di Masjidil Haram dari waktu ke waktu. Begitu juga dengan foto Masjid Nabawi dan Kota Madinah pada masa lalu.

Sejumlah mushaf Al Quran juga tersimpan di sana, terutama yang berasal dari abad 13 Hijriyah.

Salah satu koleksi yang paling menarik pengunjung adalah mushaf asli Al Qur`an dari masa Usman bin Affan, yang dipamerkan di ruang Inscription and Manuscript.

Sementara beberapa pintu masjid dan mimbar dipamerkan di ruang Masjid Nabawi, masjid yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW. 

Sebuah sumur berpagar besi berukir lengkap dengan timba dan kerekan menjadi pusat perhatian di ruang sumur Zam Zam. 

Menurut keterangan yang tertera di sana, kerekan itu digunakan untuk menimba air Zam Zam pada akhir abad 14 Hijriyah, sedangkan ember timbanya berasal dari tahun 1299 Hijriyah.

Di area Zam Zam juga ada jam matahari yang digunakan untuk menentukan waktu shalat pada masa lalu, ada pula jam yang pertama dipasang di Masjidil Haram. 

Para pegunjung bisa menikmati benda-benda yang dipamerkan di museum tersebut secara gratis. Tapi orang yang ingin melihat koleksi museum itu harus meminta izin untuk mengunjungi museum secara berkelompok.

Memotret

Berbeda dengan umumnya museum yang melarang pengunjung mengambil foto, di museum tersebut pengunjung bebas memotret apa saja di seluruh ruang pamer.

Sayangnya, tidak ada pemandu, buku petunjuk, maupun brosur atau selebaran yang menjelaskan perihal museum dan benda-benda koleksinya.

Petugas museum yang ditanya mengenai hal itu hanya menjawab singkat "Cari saja di internet, banyak kok".

Satu-satunya petunjuk bagi pengunjung hanyalah keterangan yang tertera pada setiap benda yang dipajang meskipun keterangannya sangat minim.

Meski demikian sejumlah pengunjung mengaku puas setelah berkeliling museum.

"Bagus sekali. Mudah-mudahan saya bisa datang lagi kalau umroh nanti," kata anggota jemaah haji asal Karangayar, Siti Ngadiroh.

Sementara Maman, yang datang bersama Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dari Bandung, mendapat banyak keterangan dari Ketua KBIH yang bertindak sebagai pemandu.

Usai mengunjungi museum, biasanya jemaah haji melanjutkan tur ke peternakan Unta di Hudaibiyah, di tengah padang pasir yang letaknya hanya beberapa kilometer saja dari museum.

Selain dapat berfoto bersama unta, pengunjung juga dapat mencicipi susu dan urine unta yang konon berkhasiat obat. 

Satu botol berisi 200 mililiter susu dijual dengan harga lima riyal dan satu botol berisi 200 mililiter urine unta dijual dengan harga 20 riyal. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Makam, Pertandingan, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 09 Januari 2018

Politik Identitas Islam di Jawa Barat

Oleh Amin Mudzakkir



Lebih dari sekadar unit administrasi kepemerintahanan, Jawa Barat dibangun di atas elemen-elemen yang kompleks. Tidak hanya secara etnis, tetapi juga agama, kelas sosial, orientasi politik, dan pengalaman sejarah yang berbeda-beda. Relasi di antara kelompok dalam elemen-elemen tersebut selalu berubah mengikuti perubahan konfigurasi kekuasaan. Sekarang, dalam konteks Indonesia pasca Soeharto, konfigurasi kekuasaan itu semakin rumit dan selalu berubah dengan cepat.

Politik Identitas Islam di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Identitas Islam di Jawa Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Identitas Islam di Jawa Barat

Salah satu isu yang muncul di Indonesia pasca Soeharto adalah bangkitnya politik identitas dalam skala yang tidak terbayangkan sebelumnya, sehingga seringkali, dalam beberapa kasus, menimbulkan konflik yang membingungkan. Di Jawa Barat, isu mengenai politik identitas sebagian besar berangkat dari meluasnya sentimen agama. Di kalangan Muslim, muncul kelompok-kelompok yang hendak memperjuangkan aspirasinya lewat sejumlah kebijakan publik di tingkat lokal. Untuk beberapa kasus, aspirasi mereka tampaknya berhasil jika dinilai dari lahirnya sejumlah peraturan daerah yang oleh sebagian kalangan disebut sebagai ‘perda syari’ah’.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Akan tetapi, di luar jalur formal tersebut, lahir sejumlah kelompok massa berbasis agama, terutama Islam, yang gencar memperjuangkan aspirasi mereka dengan aksi-aksi jalanan yang sering berujung pada ketegangan. Kelompok-kelompok seperti FPI, MMI, dan FUI, misalnya, seringkali turun ke jalanan menyuarakan aspirasinya, bahkan mereka kadang tak segan untuk menyerang kelompok lain yang dianggap berseberangan dengannya. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural, apa yang diperlihatkan oleh aksi-aksi kelompok seperti FPI dipandang kaum pendukung pluralisme sebagai ancaman.

Berkaitan dengan fenomena tersebut, Jawa Barat sering menjadi sorotan. Secara historis, kelompok ‘Islam keras’ memang mempunyai jejak panjang di tengah dinamika masyarakat Jawa Barat. Bandung, ibukota Jawa Barat, telah sejak dulu terkenal sebagai kota yang melahirkan pemikir dan organisasi Islam keras. Salah satu yang paling terkemuka adalah A. Hasan dengan Persatuan Islam (Persis). Pada periode dekade-dekade awal abad ke-20, Persis dikenal sebagai organisasi Islam yang secara keras menyerang berbagai tradisi masyarakat Islam yang dianggapnya menyimpang dari Al-Qur’an dan al-Hadits. Bahkan jika dibandingkan dengan Muhammadiyyah, Persis jauh lebih keras dalam hal itu. Akan tetapi, alih-alah berakhir dengan konflik destruktif, kelahiran Persis pada masa itu di Bandung justru melahirkan kontroversi yang lebih konstruktif sifatnya. A. Hasan, misalnya, seringkali terlibat debat panjang dengan sejumlah kyai atau ajengan dari kalangan ‘Islam tradisi’.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Keberadaan ‘Islam tradisi’ di Jawa Barat agak berbeda sejarahnya jika dibandingkan dengan sejawat mereka di tempat lain, katakanlah di Tanah Jawa. Di Tanah Jawa, kalangan Islam tradisi sebagian besar tergabung dalam Nahdlatul Ulama (NU), sementara di Jawa Barat, kalangan Islam tradisi tersebar di beberapa organisasi. Selain NU, ada organisasi lain seperti Persatuan Umat Islam (PUI) yang didirikan KH Abdul Halim. Pengaruh NU di Jawa Barat terutama terkonsentrasi di Tasikmalaya dan Cirebon, paling tidak, jika dilihat dari capaian Partai NU pada Pemilu 1955. Akan tetapi, sekarang, fakta-fakta mengenai peta persebaran kelompok-kelompok Islam di Jawa Barat tentu saja harus dibaca ulang.

Khusus mengenai Bandung, kota ini menyimpan beberapa paradoks yang menarik. Kalau dikaitkan dengan isu pluralisme, terutama yang menyangkut keberadaan kelompok-kelompok ‘Islam keras’, Bandung memperlihatkan dua sisi yang saling bertolak belakang. Pada satu sisi, Bandung telah sejak lama terkenal sebagai kota pelesir; masyarakat Kota Bandung sangat gemar dengan apa yang dalam konteks mutakhir disebut ‘budaya pop’. Sementara itu, di sisi lain, Bandung menjadi tempat yang kondusif untuk tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok ‘Islam keras’.

Sampai tingkat tertentu, paradoks di atas tampaknya hanya bekerja di permukaan, karena, berdasar beberapa pendapat yang berkembang di kalangan masyarakat Bandung, terdapat struktur lain yang sebenarnya mempunyai pengaruh penting terhadap pembentukan identitas kota Bandung. Struktur lain itu adalah keberadaan pusat-pusat dan barak-barak militer di hampir seluruh penjuru Kota Bandung. Kepentingan militer jelas berorientasi pada stabilitas. Latar belakang ideologi tidak menduduki tempat puncak dalam hierarki kepentingan militer. Ketika kota-kota lain dipusingkan oleh konflik-konflik komunal yang terjadi di sekitar kejatuhan Orde Baru, Bandung adalah kota yang relatif aman tanpa gejolak serius.

Sorotan terhadap Jawa Barat yang dianggap tempat persemaian kelompok-kelompok ‘Islam keras’ memang mempunyai preseden sejarah yang kuat. Salah satu momen historis yang dalam konteks pasca Orde Baru menjadi penting adalah peristiwa pemberontakan DI/TII pada 1950an. Oleh para pendukung apa yang disebut ‘perda syrai’ah’ peristiwa ini dipandang sebagai preseden yang menunjukan bahwa ide dan aspirasi mengenai ‘negara Islam’ mempunyai akar dalam sejarah masyarakat Jawa Barat. Pendukung ide dan praktik ‘perda syari’ah’ di Tasikmalaya, misalnya, sering menggunakan argumen ini untuk mendasari perjuangan politiknya.

Kalau hendak ditelusuri lagi, perjumpaan ‘Sunda’ dan ‘Islam’ adalah wacana historis yang menunjukan bahwa Islamisasi adalah sebuah gerakan yang nyaris berhasil di Jawa Barat. Paling tidak, selain tidak ditemukan preseden yang memperlihatkan konflik fisikal selama gerakan Islamisasi awal berlangsung, fakta sosiologis menunjukan bahwa apa yang dalam konteks masyarakat Jawa disebut ‘sinkretisme’ ternyata tidak menemukan bentuknya di Tanah Sunda. Argumen ini, sampai tingkat tertentu, memang bersifat esensialis, seolah-olah ‘Islam’ dan ‘Sunda’ adalah dua entitas yang tunggal. Dari sisi yang lain, fakta sosiologis mengenai absennya sinkretisme dalam tradisi Sunda bisa dibaca sebagai bentik ‘ketidakjelasan ideologis’ dalam wacana kesundaan. Dapat dikatakan, kemudian, Islam adalah faktor terpenting yang membentuk identitas kesundaan, sebelum akhirnya Sunda harus berhadapan dengan wacana lain, yaitu modernitas Barat.

Argumentasi di atas dapat digunakan untuk memahami kosmopolitanisme kehidupan sosial kota-kota di Jawa Barat, terutama Bandung. Penjelasan lain sebenarnya datang dari analisis ekonomi-politik. Sejak masa kolonial, kota-kota di Jawa Barat adalah tempat tumbuhnya industrialisasi. Apalagi ditambah dengan kedekatan geografis dengan pusat kekuasaan di Batavia, lalu Jakarta dalam konteks pasca kolonial, kehidupan kota-kota di Jawa Barat didominasi oleh citra kelas menengah urban yang amat dipengaruhi budaya modern. Dari sudut pandang ini, afiliasi orang Sunda terhadap Islam sebenarnya terkait dengan ‘struktur kesempatan’ yang disediakan jaringan Islam bagi pertumbuhan ekonomi kelas menengah.

Karakter kelas menengah yang kosmopolit pada satu sisi, tetapi tetap menyisakan ambiguitas pada sisi lain, bisa ditemukan dalam wacana kebudayaan yang mendominasi ruang publik kota Bandung. Oleh karena itu, terutama di kalangan kaum muda, eksistensi kelompok-kelompok Islam keras di Kota Bandung tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Bagi mereka, Bandung adalah kota yang terlalu kosmopolit untuk ditundukkan di bawah satu identitas, apalagi yang sifatnya inward looking. Mereka tampak tidak terlalu peduli dengan isu-isu yang menyangkut identitas primordial. Identitas mereka sebagian besar dibangun di atas landasan popular culture yang sifatnya hibrid.

Sementara itu, Cirebon adalah pusat kota Jawa Barat bagian utara yang sebenarnya tidak masuk dalam wilayah kebudayaan Sunda. Selain itu, pengalaman sejarah masyarakat Cirebon berjalan melalui garis yang agak berbeda dengan sebagian besart garis sejarah masyarakat Jawa Barat lainnya. Secara budaya, Cirebon jelas menjadi bagian dari wilayah kebudayaan Jawa versi Cirebon—Jawa Cirebonan. Jika dilihat dari pusat kebudayaan Jawa di Jogja dan Solo, Cirebon adalah pinggiran. Fakta kebudayaan ini, sampai tingkat tertentu, paralel dengan orentasi politik dan konfigurasi kelompok-kelompok agama di Cirebon.

Khusus untuk konteks masyarakat Islam, Cirebon adalah bagian dari peta kultural Islam Jawa yang didasarkan pada persebaran jaringan pesantren. Koneksi pesantren-pesantren di Cirebon dengan sejawat mereka di Tanah Jawa jelas jauh lebih intensif jika dibanding dengan pesantren-pesantren di Tanah Sunda. Oleh karena itu, orientasi kelompok-kelompok Islam di Cirebon sebagian besar dipengaruhi model kepemimpinan kyai-kyai pesantren. Akan tetapi, bagaimanapun juga, perubahan-perubahan yang terjadi pasca Orde Baru merupakan faktor yang seringkali mengejutkan, sehingga pemetaan-pemetaan lama seperti ditulis di atas menjadi tidak memadai lagi.

Dalam konteks isu pluralisme, Bandung dan Cirebon adalah dua entitas yang mempunyai karakter bebeda. Selain argumen-argumen berdimensi jangka panjang sebagaimana telah ditulis di atas, terdapat ‘faktor-faktor jangka pendek’—kalau meminjam istilah Gerry van Klinken—yang mempengaruhi wacana komunalisme di Indonesia pasca Orde Baru. Jika ancaman terhadap pluralisme diandaikan datang dari eskalasi politik identitas berbasis komunalisme (terutama, agama dan etnisitas), pemahaman terhadap apa saja yang termasuk faktor-faktor jangka pendek dan bagaimana mereka bekerja merupakan pertanyaan penting yang harus dijawab segera.

Penulis adalah peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 07 Januari 2018

PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Setelah sebelumnya mengadakan penggalangan dana, keluarga besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kota Solo berencana hari ini menyerahkan bantuan yang sudah terkumpul sementara untuk korban banjir di daerah Pati dan sekitarnya. Bantuan diserahkan kepada Posko Bencana PCNU Pati.

PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Solo Salurkan Bantuan Banjir Pati

Seorang relawan dari PMII Solo Tohar Muhlasin mengatakan, bantuan yang akan diserahkan berupa uang. Dana itu merupakan sumbangan anggota dan alumni PMII Solo.

“Selain dari warga PMII sendiri, beberapa hari lalu kami juga menggalang dana dari masyarakat, dengan membuat kotak bantuan untuk korban bencana,” jelas Tohar, Senin (27/1).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tohar menambahkan, PMII Solo hingga saat ini masih membuka kesempatan bagi para donatur untuk ikut membantu meringankan para korban. Aksi ini menjadi bentuk kepedulian PMII Solo untuk para korban musibah banjir.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bantuan boleh berupa uang, baju layak pakai, makanan, dan lain sebagainya. Untuk yang mau ikut membantu bisa menghubungi panitia relawan PMII Solo (085728338385), tandas Tohar. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Quote, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 06 Januari 2018

Menjadi Modern dengan Islam

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham
Islam juga memiliki nilai-nilai modernitas, walaupun tidak seperti di Barat. Menjadi modern berarti hidup sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki. Jadi yang diperlukan adalah konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai Islam. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prof. Tariq Ramadhan dalam acara Dialog Islam Barat, Pengalaman Seorang Muslim Eropa” di Perpustakaan Nasional (13/07)

Tariq Ramadhan yang merupakan cucu pendiri Ikhwanul Muslimin Hasan al Banna menjelaskan bahwa Modernitas berbeda dengan modernisme karena modernisme mengarah pada sikap ekstrim. Secara umum nilai modernitas Barat meliputi Individualisme, Rasionalisme, Kebebasan, Kemajuan, dan Demokrasi.

Islam juga memiliki nilai-nilai tersebut akan tetapi terdapat perbedaan didalamnya. Dalam  Islam tanggung jawab lebih dahulu daripada hak, individu memiliki sikap kolektif dalam bentuk umat yang berarti menghormati orang lain. Tariq berkata “Hak pertama terdapat pada Allah dan justru karena itu, kita menghargai orang lain. Prinsip individualitas juga diakui bahwa kita pada akhirnya kita menghadap Allah sendiri-sendiri.”

Islam juga mengenal prinsip rasionalitas, akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu “Ayat Iqra menunjukkan bahwa kita harus belajar dan hal ini bersifat rasional akan tetapi rasionalitas dalam Islam dibatasi oleh wahyu, sedangkan di Barat akal memiliki kebebasan mutlak untuk menentukan segalanya” ungkap Tariq.

Islam juga memiliki nilai-nilai kebebasan, akan tetapi kebebasan menurut ajaran Islam adalah kebebasan yang bertanggung jawab. Kebebasan dalam Islam berarti menghormati orang lain dan tidak merusak kolektifisme “Bahwa kebebasan tersebut tidak mengganggu hak orang lain,” ungkapnya.

Prinsip kemajuan juga dihargai dalam Islam. Ijtihad merupakan salah satu perwujudan dari prinsip keterbukaan terhadap hal-hal yang bersifat baru, akan tetapi proses ijtihad tersebut juga didasari rambu-rambu dan nilai-nilai yang terkandung dalam Qur’an dan Hadist. “Kemajuan tercermin dalam bentuk ijtihad, namun demikian tetap dalam bingkai aturan tertentu dalam al Qur’an dan sunah sedangkan bagi Barat terbuka semuanya.”

Prinsip demokrasi berupa kebebasan untuk menentukan pilihan juga dijunjung tinggi dalam Islam, dengan menghargai orang lain, mematuhi hukum dll. “Akan tetapi unsur ini tidak secara langsung dinyatakan dalam Al Qur’an sehingga harus disesuaikan dengan budaya lokal masing-masing daerah, bahkan ada bentuk demokrasi yang menamakannya syurokrasi,” tambahnya

Tariq Ramadhan juga menjelaskan bahwa sekularisme tidak mesti bertentangan dengan Islam, terbukti dengan adanya pembagian urusan ibadah dan muamalah, dimana urusan ibadah adalah hubungan langsung dengan Allah sedangkan muamalah adalah hubungan antar manusia.

Harus diakui bahwa saat ini Barat memiliki kebudayaan yang lebih maju daripada dunia Timur dan hal ini menimbulkan sikap-sikap yang harus dihindari yang meliputi Pertama, merasa didominasi yang akan menimbulkan sikap lain, yaitu bahwa pihak-pihak yang bukan Islam ditolak, yaitu bersifat ekslusif terhadap pihak lain dan kedua adalah kekaguman total terhadap nilai-nilai Barat sehingga menelan mentah-mentah apa yang datang dari sana.

Hal lain yang juga harus dihindari adalah merasa menjadi korban yang tidak bisa berbuat apa-apa yang menimbulkan sikap pasrah terhadap nasib yang diterima dengan bersikap pasif. “Untuk itu harus ditanamkan sikap inklusif dengan mengambil yang baik-baik dan menerima perbedaan yang ada dengan melakukan dialog “Tidak semua yang datang dari Barat, Arab, maupun Indonesia merupakan hal yang baik, jadi harus dipilih,” ungkapnya.

Sikap lain yang juga harus dihindari adalah bersikap paranoid bahwa kebobrokan yang kita alami adalah diakibatkan oleh orang lain, bahwa pihak lain selalu mengancam keberadaan kita dan hal ini tidak membuat kita melakukan introspeksi.

“Jadi yang penting adalah kembali ke prinsip universal Islam dimana Allah menciptakan makhluk bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling mengenal dan memahami.” Ungkapnya.

Prinsip-prinsip tersebut merupakan sebuah nilai yang universal sedangkan model disesuaikan dengan kultur dan sejarah masing-masing. “karena sesuatu yang dating dari Barat atau Arab cocok untuk diterapkan di daerah lain,” ungkapnya.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham News, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Modern dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Modern dengan Islam

Kamis, 04 Januari 2018

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Cianjur, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Pasar Induk Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terbakar pada Senin malam tanggal 27 Agustus lalu. Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur mendesak Kepolisian Kabupaten Cianjur untuk mengusut tuntas kejadian yang merugikan pedagang tersebut. Karena PMII menduga kejadian itu sengaja dilakukan.

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Ketua Cabang PMII Cianjur Obay Mukhtasor menduga kejadian tersebut sengaja dilakukan karena pedagang akan direlokasi ke pasar Terminal Pasir Hayam, tapi faktanya pembangunan di kawasan tersebut belum tuntas, masih dalam proses pengerjaan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara, tambah Obay, kondisi masyarakat mendesak untuk melakukan aktivitas perekonomiannya. Kalau kondisi ini dibiarkan sama saja membunuh masyarakat secara massal.?

“Maka kami PMII cianjur menyatakan sikap dan tuntutan. Pertama, meminta pertanggungjawaban Bupati Cianjur atas kinarja dinas-dinas terkait yangg lamban dalam menangani berbagai persoalan,” katanya melalui pers rilis melalui surat elektronik pada Kamis (29/8).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, mencopot jabatan Kepala Dinas Damkar atas kinerja yang lamban dalam menangani insident kebakaran. Ketiga, usut tuntas pembakaran pasar Induk Cianjur yang merugikan miliaran rupiah.

Bupati Cianjur menanggapi dengan guyon

Menurut Obay, Bupati Cianjur malah menanggapi kejadian tersebut dengan guyonan yang tak pantas, “Pantas saja pasar terbakar juga, wong di depan pasarnya juga ada gambar Kapal Api,” kata Obay menirukan.?

Atas guyonan tersebut, PMII cianjur mengecam keras pernyataan bupati. “Bupati harus meminta maaf trhadap masyarakat atas guyonannya,” kata Obay.

Sebagai respon terhadap kejadian tersebut, puluhan aktivis PMII Cianjur berunjuk rasa dengan tuntutan di atas. Unjuk rasa dilakukan mulai Hypermart berjalan kaki ke Pemda Cianjur pada Kamis (29/8).

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 03 Januari 2018

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Bulan Sya’ban menempati kedudukan istimewa dalam agama Islam. Banyak keutamaan-keutamaan yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya di bulan ini. Allah juga membuka banyak pintu rahmat dan ampunan-Nya di bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah ini.

Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki yang tidak asing di kalangan santri Indonesia bahkan menulis secara khusus sebuah buku dengan 152 halaman tentang bulan Sya’ban yang berjudul Ma Dza fi Sya‘ban?

Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Balik Nama Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Balik Nama Bulan Sya’ban

Sayyid Muhammad Alwi mengawali bukunya dengan ulasan asal-usul kata "Sya‘ban". Sebelum masuk lebih rinci perihal keistimewaan bulan Sya‘ban, Sayyid Muhammad Alwi mendokumentasikan sejumlah pandangan ulama terkait penamaan bulan Sya‘ban seperti kami kutip berikut ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Bulan (kedelapan) hijriyah ini dinamai dengan sebutan ‘Sya‘ban’ karena banyak cabang-cabang kebaikan pada bulan mulai ini. Sebagian ulama mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari ‘Syâ‘a bân yang bermakna terpancarnya keutamaan. Menurut ulama lainnya, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-syi‘bu’ (dengan kasrah pada huruf syin), sebuah jalan di gunung, yang tidak lain adalah jalan kebaikan. Sementara sebagian ulama lagi mengatakan, ‘Sya‘ban’ berasal dari kata ‘As-sya‘bu’ (dengan fathah pada huruf syin), secara harfiah ‘menambal’ di mana Allah menambal (menghibur atau mengobati) patah hati (hamba-Nya) di bulan Sya’ban. Ada pula ulama yang memahami bulan ini dengan makna selain yang disebutkan sebelumnya,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban, cetakan pertama, tahun 1424 H, halaman 5).

Tampaknya nama bulan Sya‘ban yang mulia ini sejalan dengan sejumlah keistimewaan yang ada di dalamnya. Allah menerima dan melipatgandakan amal baik hamba-Nya di bulan Sya‘ban ini. Karenanya kita dianjurkan untuk istighfar, shalawat, tadarus Al-Quran, mengajukan permohonan, meminta kesembuhan, dan shalat guna memohon sesuatu kepada Allah SWT.

Karenanya tidak heran kalau ada juga ulama yang menyebut Sya‘ban sebagai “Bulan Shalawat untuk Rasulullah SAW” dan “Bulan Al-Quran.” Wallahu a ‘lam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Warta, Sunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Cerdasnya Abu Yazid al-Busthami saat Masih Kanak-kanak

Ada yang istimewa kala kita menengok cerita masa kecil sufi agung Abu Yazid al-Busthami (wafat 874 M). Ia yang masih kanak-kanak suatu kali bertanya kepada sang ayah tentang surat al-Muzammil yang dibacanya. Bocah bernama Tayfur bin Isa bin Syurusan ini menyinggung ayat-ayat awal yang secara eksplisit mengandung sapaan “hai orang yang berselimut” dilanjutkan dengan perintah untuk shalat malam.

“Siapakah yang Allah perintah untuk sembahyang malam?” tanya Tayfur.

Cerdasnya Abu Yazid al-Busthami saat Masih Kanak-kanak (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerdasnya Abu Yazid al-Busthami saat Masih Kanak-kanak (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerdasnya Abu Yazid al-Busthami saat Masih Kanak-kanak

“Wahai anakku, itu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

Dengan lugu, si bocah kecil itu bertanya, “Kenapa Ayah tidak shalat malam sebagaimana Nabi Muhammad?”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Perintah itu merupakan cara Allah memuliakan Nabi Muhammad,” jawab sang ayah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Abu Yazid kecil meneruskan membaca surat tersebut. Hingga sampai pada kalimat wa thâifatum minal ladzîna ma‘aka (dan orang-orang yang bersamamu) yang tercantum dalam ayat terakhir, ia bertanya kembali. “Siapa ‘orang-orang’ yang bersama Nabi itu?”

“Para sahabat Nabi Muhammad.” Ayat itu menunjukkan bahwa selain Rasulullah, shalat malam juga dilakukan para sahabat beliau.

Pertanyaan penasaran pun kembali meluncur, “Kenapa Ayah tak shalat malam sebagaimana mereka lakukan?”

“Allah memberi kekuatan kepada mereka untuk menunaikan ibadah itu,” sahut sang ayah.

“Wahai ayahku, tak ada kebaikan selain meneladani Nabi Muhammad dan para sahabatnya,” kata Tayfur.

Setelah mendengar “nasihat” dari anaknya itu, ia lantas menunaikan shalat malam.

“Wahai ayah, ajarkan aku shalat malam,” pinta Tayfur.

“Anakku, kamu masih kecil!” kata sang ayah yang tak ingin anaknya repot-repot begadang tengah malam.

Bukannya surut, Abu Yazid kecil malah menunjukkan tanda-tanda kecerdasannya. “Baiklah, jika kelak Allah mengumpulkan makhluk-makhluknya di hari kiamat lalu memerintahkan para ahli surga untuk masuk surga, aku akan katakan bahwa aku pernah hendak shalat malam tapi ayahku melarangnya.”

“Baiklah, berdiri dan shalat malamlah!”

Demikian diceritakan dalam kitab Kifâyatul Atqiyâ’ wa Minhâjul Ashfiyâ’ karya Sayyid Bakri al-Makki. Abu Yazid al-Busthami beberapa puluh tahun kemudian menjadi orang yang sangat zahid dan dihormati banyak ulama di zamannya. Ia mendapat julukan sebagai sulthânul ârifîn yang berarti rajanya orang-orang yang ârif. Wallâhu a‘lam bish shawâb. (Mahbib)

(Baca juga: Ketika Abu Yazid al-Busthami Tak Merasakan Manisnya Ibadah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sejarah, Pertandingan, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 12 Desember 2017

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah

Ini adalah halaman sampul dan halaman pembuka dari kitab “I’ânatun Nâsik fî Bayânil Manâsik” karangan seorang ulama Nusantara dari Cibogo, Cibarusah (Bogor—Bekasi), yaitu Ajengan Raden Ma’mun Nawawi bin Anwar (dikenal dengan Mama Cibogo atau Mama Cibarusah, w. 1395 H/ 1975 M).

Sang pengarang, yaitu KH. Raden Ma’mun Nawawi, adalah murid langsung dari para ulama besar Ahlussunnah Nusantara generasi awal abad ke-20 M, yaitu Hadratussyekh KH. Hasyim Asy’ari (Jombang), Syekh Manshur ibn Abdul Hamid (dikenal dengan Guru Mansur Betawi), Syekh Muhammad Bakri ibn Sayyida (dikenal dengan Ajengan Sempur, Purwakarta), dan Syekh Mukhtar ‘Athârid al-Bûghûrî tsumma al-Makkî (ulama besar Makkah asal Bogor).

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Manasik Berbahasa Sunda Karya KH Ma’mun Nawawi Cibarusah

Kitab “I’ânatun Nâsik” berisi kajian tentang fiqih manasik ibadah haji dan umroh secara lengkap dan komprehensif, termasuk menyinggung sedikit perbedaan hukum-hukum manasik haji menurut empat madzhab. Kitab ini ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab (dikenal dengan remyak atau pegon).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kolofon, didapati keterangan jika kitab ini diselesaikan di Cibarusah, pada 27 Muharram tahun 1374 Hijri (bertepatan dengan 25 September 1954 Masehi). Kitab ini kemudian dicetak oleh penerbit “al-Barokah” Bogor (tanpa tahun cetak). Versi cetakan kitab ini bertebal 91 halaman. Saya mendapatkan naskah kitab ini dari penerbitnya langsung yang juga sebuah kedai kitab di kawasan Pasar Anyar, dekat Stasiun Bogor, pada bulan Oktober tahun lalu (2016).

Dalam kata pengantarnya, KH. Ma’mun Nawawi mengatakan bahwa penulisan karya ini dilakukan karena adanya desakan dari beberapa kolega untuk tersedianya sebuah buku (kitab) yang dapat dijadikan panduan umat Muslim Sunda dalam permasalahan tata cara manasik ibadah haji dan umrah secara detail. Pengarang pun memenuhi permintaan tersebut dengan menuliskan karya ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana yang ditulis oleh pengarang;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?2? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Ammâ ba’du. Maka ngendika hamba anu kacida doipna Raden Haji Ma’mun Nawawi Cibogo, pamugi Allah ngahampura kana dosa-dosa manehna jeung kana kalepatana. Ku tina seringna sababaraha dulur-duluran anu keukeuh ka simkuring hayang dipangnuliskeun manasik sareng anu patali ka dinya kalayan Madzhab Syafi’i kalawan Bahasa Sunda// Maka berkatalah hamba yang sangat lemah, Raden haji Ma’mun Nawawi dari Cibogo, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan kesalahannya. Oleh karena seringnya beberapa saudara yang bersikeras meminta saya untuk dibuatkan sebuah risalah tentang manasik haji dan umrah dan hal-hal yang berkaitan dengannya dalam fiqih madzhab Syafi’i dalam bahasa Sunda …)

Dalam redaksi selanjutnya, dikatakan oleh KH. Ma’mun Nawawi bahwa dalam upaya penyusunan kitab manasik ini, beliau hanya mengutip dari beberapa kitab rujukan fiqih madzhab Syafi’i, tanpa melakukan penambahan di dalamnya. Sayangnya, kitab-kitab apa saja yang dijadikan rujukan di sini tidak disebutkan secara terperinci.

Pengarang kitab ini,yaitu KH. Raden Ma’mun Nawawi Cibarusah, sebagaimana telah disinggung di atas, adalah murid langsung dari para ulama besar Ahlussunnah Nusantara generasi awal abad ke-20 M. beliau dilahirkan di Cibogo, Cibarusah (perbatasan Bogor—Bekasi) pada tahun 1334 H/ 1915 M. ayahnya bernama KH. Raden Anwar, seorang ulama besar Pasundan dari Cibarusah.

Setelah mendapatkan tempaan pendidikan dari ayahnya sendiri, pada tahun 1930 (ketika berusia 15 tahun), Ma’mun Nawawi kemudian belajar kepada KH. Tubagus Bakri di Sempur, Plered, Purwakarta, yang kelak menjadi mertuanya. Di sana beliau belajar selama 7 tahun lamanya. Beliau kemudian pergi ke Makkah untuk melaksanakan ibadah haji sekaligus bermujawarah di sana selama dua tahun (1937-1939). Di Tanah Suci, KH. Ma’mun Nawawi belajar kepada ulama-ulama besar Makkah.

Di antara guru-guru beliau di Makkah adalah Syekh Mukhtâr ‘Athârid al-Bûghûrî al-Jâwî tsumma al-Makkî, seorang ulama besar hadits di Masjidil Haram asal Bogor, juga kepada Syekh Bâqir ibn Nûr al-Jukjâwî tsumma al-Makkî, , seorang ulama besar di Masjidil Haram asal Yogyakarta. Selain kepada keduanya, KH. Ma’mun Nawawi juga belajar kepada Sayyid ‘Alawî ibn ‘Abd al-‘Azîz al-Mâlikî al-Makkî, Syekh ‘Umar Hamdan al-Mahrasî, dan lain-lain.

Pada tahun 1939, KH. Ma’mun Nawawi pulang ke Cibarusah. Sang ayah, KH. Raden Anwar, menyuruh Ma’mun Nawawi untuk pergi ke Jawa Timur dan belajar kepada beberapa ulama di sana. Beliau pun belajar kepada Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng (Jombang) dan Syekh Muhammad Ihsan Dahlan (Jampes, Kediri). KH. Ma’mun Nawawi juga belajar lagi kepada KH. Manshur Abdul Hamid di Batavia (Guru Mansur Betawi).

Setahun kemudian, yaitu pada tahun 1940, KH. Ma’mun Nawawi mendirikan pesantren “al-Baqiyatus Solihat” di kampung halamannya di Cibogo, Cibarusah. Pesantren tersebut pun segera berkembang menjadi salah satu pusat keilmuan Islam yang besar. Jumlah pelajarnya mencapai ribuan.

Ketika terjadi revolusi kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, KH. Ma’mun Nawawi Cibarusah, bersama-sama dengan KH. Noer Ali Bekasi (pendiri Pesantren At-Taqwa Bekasi) dan KH. Raden Abdullah bin Nuh Cianjur (pendiri pesantren al-Ihya Bogor), atas perintah guru mereka Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari, keduanya pun membentuk dan memimpin Laskar Hizbullah (tentara perjuangan kemerdekaan RI berbasis pesantren) region Krawang-Bekasi-Bogor dan sekitarnya. Pesantren Cibarusah pun menjadi markas utama pelatihan militer bagi ribuan Laskar Hizbullah.

Selain dikenal sebagai ulama pejuang, KH. Ma’mun Nawawi juga dikenal sebagai ulama yang produktif melahirkan karya tulis. Upaya ini meneruskan ikhtiar yang telah dilakukan oleh mertua beliau, yaitu KH. Tubagus Bakri Sempur Purwakarta, yang juga produktif menulis kitab. Kebanyakan karya KH. Ma’mun Nawawi ditulis dalam bahasa Sunda beraksara Arab, dalam pelbagai bidang keilmuan Islam.

Di antara karya-karya beliau adalah; (1) I’ânatun Nâsik fî Bayânil Manâsik, (2) al-Taisîr fî ‘Ilmil Falak, (3) Bahjatul Wudlûh, (4) Hikâyatul Mutaqaddimîn, (5) Îdlâtul Mubhamât, (6) Risâlatuz Zakâh, (7) Kasyful Humûm wa al-Ghumûm, dan lain-lain.

KH Ma’mun Nawawi wafat di Cibarusah pada bulan Muharram 1395 Hijri (bertepatan dengan Februari 1975 M). Pesantren Cibarusah kini diampu oleh putra beliau, yaitu KH Raden Jamaluddin Ma’mun. Ilâ rûh KH Ma’mun Nawawi, al-Fâtihah. (A. Ginanjar Sya’ban)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Sunnah, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 04 Desember 2017

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat

Pacitan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Innalilahi wa inna lilahi rojiun, kabar duka datang dari Pacitan, Jawa Timur, KH Umar Syahid, ulama sepuh dan juga Mustasyar PCNU Pacitan, wafat pada Rabu malam (4/1), pukul 22.55 di RSUD Pacitan.

Kiai yang akrab disapa Mbah Umar Tumbu tersebut wafat dalam usia 114 tahun. Ia merupakan ulama sepuh yang menjadi teladan bagi warga nahdliyin, khususnya di Pacitan.

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Pacitan Berusia 114 Tahun Wafat

Mbah Umar merupakan pengasuh Pesantren Nur Rohman, Jajar, Donorojo. Pada masa remajanya, ia nyantri di Pesantren Tremas Pacitan dibawah asuhan KH Dimyathi Abdullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Insyallah beliau merupakan salah satu santri sepuh (yang masih ada) dari muridnya Mbah Dimyathi," kata Gus Muadz Harits Dimyathi, salah satu Pengasuh pesantren Tremas kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Kamis (5/1) dini hari.

Mbah Umar dikenal sebagai figur kiai yang yang dermawan, lemah lembut dan menjadi azimat bagi masyarakat Pacitan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Mbah Kiai Umar, itu termasuk minal muqorrobin ilallah (orang yang dekat dengan Allah) dan menjadi Azimatnya warga Pacitan dan kaum Muslim Indonesia pada umumnya," tutur Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat bersilaturahmi di kediaman beliau di Pacitan, tahun 2010 silam.

Kecintaanya pada NU dibuktikan dengan istiqamahnya yang selalu hadir dalam tiap acara pengajian atau acara keagamaan yang digelar oleh NU atau pesantren. Dan selalu menunggui hingga acara selesai.

Tiap hari, kediamannya tidak pernah sepi dari para tamu yang sowan meminta nasehat atau doa darinya. Karena itulah ia dikenal sebagai kiai pelayan umat.

Dikenal dengan sebutan Mbah Umar Tumbu karena ketika remaja berprofesi sebagai penjual tumbu (wadah dari anyaman bambu) dengan berjalan kaki sembari berdakwah kepada masyarakat. Dakwahnya dilakukan selama puluhan tahun. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 03 Desember 2017

Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang

Padang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Korp Putri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Kopri PMII) Cabang Padang harus selalu berpegang teguh pada nilai-nilai bundo kanduang, sebagai gambaran ideal perempuan di Sumatera Barat.

Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PMII Padang Harus Berpegang Nilai Bundo Kanduang

Demikian disampaikan Ketua PMII Padang Yosep Firman Susilo pada peresmian Sekretariat Kopri PMII Padang, Sabtu (14/9) kemarin di Jalan M. Yunus No. 50 RT 2 RW 3 Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji Padang.

”Dengan swadaya anggota Kopri, ternyata mampu memiliki sekretariat sendiri. Mudah-mudahan Kopri PMII bisa lebih fokus terhadap nilai-nilai bundo kanduang, sebagai lambang perempuan di Sumatera Barat,” tutur Yosef.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kopri PMII Padang diharapkan lebih fokus melakukan penguatan kadernya. “Dengan memiliki sekretariat sendiri, Kopri bisa lebih leluasa mengembangkan kegiatan yang khusus di bidang keputrian. Sebagai seorang calon ibu, Kopri diharapkan bisa mempersiapkan diri, baik sebagai kader bangsa, kader pemimpin masa depan, maupun sebagai seorang ibu kelak di kemudian hari,” kata Yosep.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dikatakan Yosep, tantangan Kopri PMII ke depan semakin komplek seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi. Untuk itu, setiap kader Kopri PMII harus meningkatkan kualitas diri dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Selain sekretariat baru, pada saat yang sama juga diresmikan Sanggar Tari Perisai Biru yang dikembangkan oleh Kopri PMII Padang. Hadir Mabincab PMII Padang Armaidi Tanjung dan kader PMII Kota Padang dari IAIN Imam Bonjol Padang dan Universitas Negeri Padang (UNP).

Yosep Firman Susilo juga memberikan apresiasi luar biasa terhadap Kopri PMII yang memiliki sekretariat sendiri dan memiliki sanggar tari. Ini momen Kopri lebih eksis bergerak.

Menurut Yosep, Kopri PMII harus lebih intensif melakukan kajian-kajian keputrian. Sehingga setiap kader Kopri PMII memiliki kemampuan analisis yang lebih baik dari tahun ke tahun. ”Terbatasnya pendanaan yang dimiliki Kopri PMII, sangat dibutuhkan kreatifitas-kreatifitas yang dapat merangsang tumbuh-berkembangnya Kopri PMII,” tambah Yosep Firman.

Ketua Kopri PMII Padang Hariyus Sofiani yang didampingi sekretarisnya Siti Rodiah menambahkan, keinginan Kopri PMII Padang memiliki sekretariat sendiri memang sudah cukup lama. Namun berbagai keterbatasan, baru sekarang dapat terwujud.

“Kopri PMII Padang bertekad untuk dapat lebih eksis di kalangan mahasiswa Kota Padang. Semakin banyak agenda-agenda organisasi yang dapat diselesaikan dengan adanya sekretariat ini,” kata Hariyus menambahkan. (Armaidi Tanjung/Anam)

Foto: Ketua PMII Kota Pariaman Yosep Firman Susilo memotong tumpeng sebagai tanda diresmikannya Sekretariat Kopri PMII Padang. Tampak Ketua Kopri PMII Hariyus Sofiani didampingi sekretarisnya Siti Rodiah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Syariah, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 24 November 2017

NU Harus Lebih Menekankan Program Kesehatan

Jakarta. Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga NU yang sebagaian besar masyarakat desa dan pinggiran kota (urban poor) masih menghadapi masalah kesehatan yang sangat serius. Dengan tingkat kemampuan ekonomi, pendidikan dan perhatian terhadap masalah kesehatan yang rendah, mereka sangat rentan terhadap berbagai penyakit epedemik. Beberapa hasil penelitian seperti yang dilakukan oleh Universitas Airlangga Surabaya, bekerja sama dengan Ecoton, sebuah LSM yang mengkonsentrasikan diri pada masalah lingkungan, di pantai Kenjeran Surabaya, satu kawasan yang banyak dihuni oleh warga NU, memperoleh temuan bahwa 90 persen dari warga di sana tubuhnya mengandung timbal, bahkan ASI (air susu ibu) pun didalamnya terkandung timbal. Hasil temuan lain adalah temuan dari dr Rofi Zulkifli Syamar di Serang pada tahun 1999-2000 ketika dia bertugas di salah satu puskesmas disana, banyak sekali pasien yang menderita TBC yang datang ke puskesmas. Serang merupakan daerah NU sehingga dapat disimpulkan bahwa para penderita TBC tersebut adalah warga NU. Menurut data dari departemen kesehatan yang diungkapkan oleh Agus Sunyoto salah seorang peneliti NU, dengan jumlah penderita baru pertahun sebesar 500 ribu dan tingkat kematian sebesar 175 ribu, hal ini merupakan suatu fenomena yang sangat memprihatinkan. Secara sosial budaya pun, masih terdapat banyak kebiasaan warga NU yang tidak baik, yang hanya didasarkan pada mitos leluhur. Hal ini dapat dicontohkan dari temuan yang diperoleh Agus Sunyoto, yang juga merupakan dosen STAIN Malang, yang mengungkapkan adanya larangan bagi perempuan di daerah Besuki, Jawa Timur yang habis melahirkan, untuk tidak makan apapun selain krupuk selama 40 hari pertama. Budaya ini masih sangat kuat dan tentu saja memprihatinkan karena berpengaruh pada kesehatan bayi yang dilahirkan. Agus Sunyoto, yang juga aktif dalam LPU Anshorullah (Lembaga Pemberdayaan Umat), sebuah LSM yang dibentuk Anshor di Kediri juga memperoleh temuan banyaknya warga yang menderita penyakit kulit. Dari beberapa temuan itu, dia mengatakan “Seharusnya lembaga-lembaga NU semakin banyak menekankan program layanan kesehatan yang saat ini diderita oleh warganya. Jangan hanya mengurusi masalah politik saja” tambahnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. untuk itu Banom-banom harus lebih mengefektifkan peran pelayanan pada masyarakat NU sebagai wujud dari tanggung jawab kelembagaan NU terhadap konstituen. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Amalan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

NU Harus Lebih Menekankan Program Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Harus Lebih Menekankan Program Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Harus Lebih Menekankan Program Kesehatan

NU Bukan Organisasi Politik, Nahdliyin Bebas Memilih

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kembali menegaskan sikap netral NU terhadap partai politik atau kandidat pemimpin daerah manapun. Sebagai anggota organisasi sosial-keagamaan, setiap warga NU berhak menentukan pilihannya sendiri.

Pesan ini dimunculkan usai menerima kunjungan Calon Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

NU Bukan Organisasi Politik, Nahdliyin Bebas Memilih (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bukan Organisasi Politik, Nahdliyin Bebas Memilih (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bukan Organisasi Politik, Nahdliyin Bebas Memilih

Tanpa menyebutkan dukungan secara khusus, Kang Said mengaku mendoakan Aher dalam usaha meraih cita-citanya menjadi gubernur lagi. ”Dengan tetap membebaskan warga NU untuk memilih. Karena NU bukan organisasi politik,” tegasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aher menjelaskan, pertemuannya dengan Ketua Umum PBNU hanyalah silaturahim biasa. Selama pembicaraan tertutup, keduanya banyak membicarakan masalah-masalah keumatan.

Calon gubernur petahana ini juga mengakui, mayoritas penduduk Jawa Barat adalah warga NU. Menurut dia, sebagaimana daerah-daerah lain, provinsi ini masih menyimpan berbagai persoalan, seperti kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 08 November 2017

Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Setelah menjalani rapat anggota untuk menentukan Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Ranting Desa Sambiyan, akhirnya Yanto terpilih untuk memimpin organisasi pemuda NU itu satu tahu ke depan.

Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua GP Ansor Sambiyan Sepuluh Tahun Lebih Muda

Pemilihan yang dilaksanakan di Mushola Al Barkah, Desa Sambiyan, Kecamatan Kaliori Rembang, Jawa Tengah, Rabu malam (18/12) tersebut muncul tiga kandidat calon ketua. Mereka adalah Yanto, Ismail, dan Ramsani. Usia mereka rata, 30 tahun.

Pada pemilihan Yanto dari kedua kandidat lain. Dari 60 hak suara yang hadir dan menentukan pilihan, Yanto berhasil memperoleh 40 suara, Ismail 9 dan Ramsani 11 suara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Salah seorang panitia, Fatoni menerangkan, sesuai intruksi Ketua Anak Cabang GP Ansor Kaliori beberapa waktu lalu, ketua Ansor harus berusia 30 puluh ke bawah.

“Alhamdulillah Ketua Ansor kali ini, sepuluh tahun lebih muda dari Kasturi, Ketua Ansor periode yang lalu,” kata Fatoni.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Fatoni menambahkan, selain lebih muda, Yanto juga aktif untuk mengikuti kegiatan Anak Cabang di setiap pertemuan, meski belum menjabat sebagai ketua. Selain itu, terpilih harus cerdas dan berdedikasi tinggi dan komitmen terhadap arganisasi.

Yanto saat ditemui menjelaskan, dirinya bersama tim formatur akan segera melengkapi struktur kepengurusan, meski sempat terbentuk beberapa bagian di saat pemilihan itu. Pihaknya juga akan segera mengajukan permohonan pengesahan sebagai legalitas dan keapsahan sebagai ketua GP Ansor.

Ketua Ranting Nahdlatul Ulama Desa Sambiyan Yatman, mengimbau, agar generasi Pemuda Ansor selangkah lebih maju. Dengan usia lebih muda dari yang sebelumnya, saya berharap Ansor Desa Sambiyan lebih maju daripada yang kemarin. (Ahmad Asmu’i/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan, Anti Hoax Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 28 Oktober 2017

Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf memandang Indonesia dibutuhkan dunia dalam melerai ketegangan antara Saudi dan Iran. Pasalnya Indonesia berasal dari negara dengan muslim yang netral. Indonesia berkapasitas tidak mewakili ideologi dan kepentingan masing-masing pihak bertikai.

“Saudi dan dunia tidak punya peluang yang lebih baik dari mengundang Indonesia sebagai juru damai. Indonesia, negara muslim terbesar di dunia, yang netral, yang Islamnya tidak Wahabi tidak pula Syiah, tapi Islam Nusantara,” kata Gus Yahya dalam akun fesbuknya, Kamis (7/1).

Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yahya: Karena Bukan Wahabi atau Syiah, Indonesia Potensi Besar Juru Damai Saudi-Iran

Gus Yahya membaca dua kemungkinan sikap Saudi atas konfliknya versus Iran. Pertama, Saudi akan terus memaksakan konsolidasi mutlak Suni versus Syiah, termasuk menggalang gerombolan ISIS ke pihaknya untuk menghancurleburkan Iran.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kalau terjadi, ini akan menjadi petualangan dengan kekacauan tingkat Dajjal yang membawa kehancuran tak terperi,” ujar Gus Yahya.

Kemungkinan lainnya, Saudi sengaja menciptakan ketegangan dengan Iran untuk mengontrol eskalasi konflik hanya sampai terwujudnya keseimbangan baru di kawasan itu. Tentunya Saudi akan mendapat dukungan politik lebih kuat dari negara-negara non-Syiah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurut Gus Yahya, pilihan kedua ini menuntut adanya jalan keluar supaya konfliknya tidak kebablasan. Untuk kepentingan ini, kehadiran Indonesia dengan watak keagamaan Islam Nusantara yang dipraktikkan warganya dibutuhkan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Situbondo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Setelah bersaing ketat dengan 142 Film Indie terpilih dari seluruh Nusantara, akhirnya film karya Andi Ahmad Miskil Khitam dinobatkan sebagai film terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 di Bandung, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dengan tema "Nurani Bangsaku: Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik”.

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Akil , sapaan akrab Andi Ahmad Miskil Khitam, yang merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, mengalahkan finalis lain dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Malang, Bengkulu, dan kota lainnya.?

“Saya tidak menyangka karya wong ndeso asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” kata Akil.

Film yang berjudul “Jika Salah Karena Aku Berbeda" itu diumumkan sebagai film terfavorit dalam Malam Penghargaan Moviestival 2016 pada 27 Oktober 2016 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda Nomor 30, Bandung. Sebagian cerita dalam film ini diangkat dari kisah nyata.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Video ini, jelasnya, mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan. “Karena setiap orang terlahir unik dan berbeda. Maka jadikanlah perbedaan itu indah, dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan," lanjut Akil.

Akil yang merupakan tim Internet Cerdas Indonesia sebelumnya juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya. Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia.?

Rahmat Saputra, pendiri Internet Cerdas Indonesia, mengatakan, prestasi ini tentu sangat membanggakan Situbondo. Karena, menurutnya, walaupun pemuda desa, Akil mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satunya berkat teknologi internet, di mana kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Prestasi ini juga membanggakan dunia pesantren, apalagi kita baru saja memperingati hari santri 22 Oktober lalu.?

“Saat ini, pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh agama, tapi juga seniman besar. Ini seperti cita-cita KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Sukorejo dan mediator berdirinya organisasi NU: ‘Saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqaha, seniman, negarawan dan waliyullah’. Cita-cita itu mungkin telah terwujud sekarang. Ada banyak nama-nama seniman besar yang ada di Situbondo seperti Bapak Syamsul A Hasan, Bapak Zainul Walid, Ahmad Sufiatur Rahman, Muhammad Nur Taufiq, dan lain-lain,” ujarnya. ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di samping film “Jika Salah Karena Aku Berbeda", banyak karya lainnya yang bisa dilihat di chanel Youtube Mr Akil Angelo. Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kyai, Ulama, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock