Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983

Banyak di antara ulama NU seperti KH Wahid Hasyim, KH Masykur dan lain sebagainya menjadi anggota BPUKPI yang bertugas merumuskan dasar negara dan undang-undang dasar. Dengan sendirinya mereka ikut dalam merumuskan Pancasila dan UUD 1945. Karena itu NU membela hasil kesepakatannya sendiri saat Indonesia dihadang oleh berbagai pemberontakan yang hendak mengganti NKRI. Tetapi celakanya di tangan Orde Baru Pancasila telah menjadi alat politik yang menentukan, sebagai sarana untuk mendiskiminasi dan menstigma kelompok lain. NU setia pada Pancasila karena itu menolak segala penyimpangan penafsiran dan pengamalan Pancasila serta penerapan di luar batas seperti itu.

Sebagai salah satu perumus Pancasila, NU menolak penafsiran tunggal Pancasila yang dimonopoli Orde Baru melalui P4 dan sebagainya. Pancasila harus diletakkan sebagai dasar negara menjadi milik bersama sebagai falsafah bangsa. Ketika Orde Baru mendesak semua organisasi tidak hanya organisasi politik, tetapi juga organisasi kemasyarakatan untuk menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas, maka banyak organisasi yang curiga, enggan dan menolak, terutama ormas keagamaan, tidak hanya Islam tetapi juga agama yang lain. Melalui pembicaraan yang intensif antara KH. As’ad Syamsul Arifin dan juga KH Ahmad Siddiq dengan Presiden Soeharto bahwa Pancasila tidak akan menggeser agama dan agama tidak akan dipancasilakan, maka NU mau menerima Pancasila sebagai asas organisai, tanpa harus meninggalkan Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai dasar akidahnya.

Kemudian penerimaan itu dirumuskan dalam sebuah piagam yang sangat komprehensif dan konklusif dalam sebuah Deklarasi Tentang Hubungan Pancasila dengan Islam. Deklarasi penting itu dirumuskan dalam Munas Alim Ulama NU di Situbondo pada tahun 1983. Pernyataan NU dianggap kontroversial dan menggemparkan saat itu. Bagi yang tidak tahu argumennya akan menentang, tetapi yang mengerti argumennya yang begitu rasional dan sistematis serta proporsional itu banyak yang tertegun dan simpati.

Tidak sedikit kalangan ormas Islam yang lain berterima kasih pada NU yang mampu berpikir cerdik dan strategis dalam memecahkan persoalan sangat pelik yakni hubungan agama dengan Pancasila, tetapi dengan kecemerlangannya NU mampu meletakkan hubungan yang proporsional antara agama dan Pancasila, sehingga mereka bisa menerima Pancasila secara proporsional pula. Bahkan agama-agama lain merasa sangat berterimakasih pada NU atau kemampuannya merumuskan hubungan Agama dengan Pancasila melalui argumen yang rasional dan mendasar baik secara syar’i maupun secara siyasi.

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983 (Sumber Gambar : Nu Online)
Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983 (Sumber Gambar : Nu Online)

Teks Deklarasi Hubungan Islam-Pancasila pada Munas NU 1983

Ketika undang-undang mengenai penerapan asas tunggal diberlakukan pada tahun 1985, maka jalan yang dirintis NU telah mulus, sehingga hampir semua ormas besar dan agama-agama remi menerimanya. Hanya beberapa ormas Islam sempalan yang masih menentang Pancasila. Itulah jasa besar NU dalam menegakkan Pancasila sebagai falsafah dan dasar negara Republik Indonesia serta dasar bagi ormas yang ada. Berikut bunyi lengkap deklarasi fenomenal tersebut:

?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Deklarasi tentang Hubungan Pancasila dengan Islam?

Bismillahirrahmanirrahim

Pancasila sebagai dasar dan falsafah Negara Republik Indonesi bukanlah agama, tidak dapat menggantikan agama dan tidak dapat dipergunakan untuk menggantikan kedudukan agama. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai dasar Negara Republik Indonesia menurut pasal 29 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945, yang menjiwai sila-sila yang lain, mencerminkan tauhid menurut pengertian keimanan dalam Islam. Bagi Nahdlatul Ulama, Islam adalah akidah dan syari’ah, meliputi aspek hubungan manusia dengan Allah dan hubungan antarmanusia. Penerimaan dan pengamalan Pancasila merupakan perwujudan dari upaya umat Islam Indonesia untuk menjalankan syari’at agamanya. Sebagai konsekuensi dari sikap di atas, Nahdlatul Ulama berkewajiban mengamankan pengertian yang benar tentang Pancasila dan pengamalannya yang murni dan konsekuen oleh semua pihak. ?

Musyawarah Nasional Alim Ulama Nahdhatul Ulama

Sukorejo, Situbondo 16 Rabi’ul Awwal 1404 H

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

(21 Desember 1983)

?



Sumber: Abdul Mun’im DZ (Editor), Piagam Perjuangan Kebangsaan, 2011 (Jakarta: Setjen PBNU-Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Aswaja, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 16 Februari 2018

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Umum MUI yang juga Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin memuji acara mantu Presiden Jokowi yang memadukan nilai-nilai budaya adat jawa dan nilai-nilai agama Islam. Pada kesempatan tersebut Kiai Maruf bersama Wapres Jusuf Kalla dipercaya menjadi saksi ijab qabul pernikahan Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution di Gedung Graha Saba Buana Solo, Rabu (8/11). 

"Acaranya luar biasa ada nuansa keagamaan Quran, nasehat pernikahan, doa dan ada juga budayanya.  Acaranya luar biasa perpaduan antara nilai-nilai agama dan nilai-nilai budaya," katanya saat diwawancarai salah satu stasiun televisi di sela-sela resepsi.

Selaku saksi, Kiai Maruf menilai proses ijab qabul dapat berjalan dengan baik dan lancar. Presiden Jokowi dan mempelai putera Bobby Nasution mengucapkan kalimat-kalimat ijab qabul dengan baik. 

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu (Sumber Gambar : Nu Online)
Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu (Sumber Gambar : Nu Online)

Padukan Nilai Budaya dan Agama, Ketum MUI Puji Jokowi Mantu

"Beliau (Presiden) lancar sekali menyampaikan kalimat ijab qabul. Tegas, gamblang, walaupun baru kali ini. Tidak ada keragu-raguan," kata Kiai Maruf.

Kiai Maruf juga mengapresiasi acara mantu tersebut karena Presiden mengundang para ulama dari seluruh provinsi di Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Yang hadir meliputi semua lapisan masyarakat. Ulama, menteri, pejabat, gubernur, masyarakat biasa, bahkan kiai-kiai dari daerah datang semua. Dari Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Sulawesi dari mana-mana," terang Kiai Maruf didampingi Ketum MUI Lampung KH. Khairuddin Tahmid.

Sementara itu Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj saat menyampaikan Khutbah Nikah pada ijab qabul tersebut juga sempat menyampaikan penjelasan terkait pernikahan dan kebudayaan. 

"Pernikahan adalah ibadah. Setiap ibadah harus sesuai dengan syariat Allah dan Sunnah Rasulullah SAW. Akad nikahnya merupakan syariat dan selebihnya adalah budaya yang kita lestarikan yang merupakan bagian dari Islam Nusantara," katanya.

Perjodohan yang terjadi diantara dua insan manusia menurutnya juga bukan hanya pertemuan fisik semata. Namun yang lebih penting dari itu, pernikahan adalah pertemuan akhlaq, budaya, peradaban, martabat dan kepribadian.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Mudah-mudahan mendapatkan keturunan yang bermartabat, berguna bagu agama, bangsa dan negara," ujar Kiai Said menjelaskan tafsir surat Ar Rum ayat 21 yang menjelaskan tentang hal tersebut. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Hadits Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pembacaan qunut nazilah disunahkan saat umat Islam mengalami bencana alam atau bencana kemanusiaan. Qunut nazilah–sebagaimana dimaklum–dibaca setelah doa i‘tidal pada rakaat terakhir di setiap shalat wajib lima waktu. Qunut nazilah tidak disunahkan lagi ketika bencana yang dialami umat Islam juga surut.

Qunut nazilah disunahkan dibaca ketika shalat wajib sendiri atau shalat wajib berjamaah. Pada saat membacanya, kita dianjurkan untuk menengadahkan tangan ke langit.

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Angkat Tangan saat Doa Qunut Nazilah

Pada saat doa berisi permohonan atas kebaikan untuk umat Islam maka, kita dianjurkan untuk menghadapkan kedua telapak tangan ke langit. Tetapi pada saat doa berisi permohonan keburukan untuk para penganiaya umat Islam atau berisi permohonan pelemahan pihak mereka, maka kedua telapak tangan dihadapkan ke bumi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Sunah mengangkat kedua tangan dalam qunut (nazilah) dengan menghadapkan kedua telapak tangan ke langit saat meminta kebaikan dan membalik kedua telapak tangan hingga mengarah ke bumi saat berdoa tolak bala. Hal ini berlaku pada semua doa. Tidak disunahkan mengusap muka setelah doa di dalam shalat. Afdhalnya justru tidak mengusap muka ketika shalat, lain soal kalau di luar shalat,” (Lihat Syekh Ibrahim Al-Baijuri, Hasyiyatul Baijuri, Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyah, cetakan kedua, 1999 M/1420 H, juz I, halaman 314).

Sebagai catatan terakhir, setelah membaca doa qunut kita tidak dianjurkan bahkan dimakruh mengusah wajah. Pada prinsipnya, mengusap wajah (setelah doa) di dalam shalat dimakruh. Lain soal kalau di luar shalat. Kalau di luar shalat, kita dianjurkan untuk mengusap wajah setelah berdoa. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Khutbah, Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 10 Februari 2018

Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur

Jombang,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Wakil Ketua MPR RI Mahyudin berziarah ke makam Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (20/8). Didampingi, Gus Irfan Yusuf (putra Alm Yusuf? Hasyim), KH Fahmi Hadzik, ia terlihat khusuk berdoa.

Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Ketua MPR Ziarahi Gus Dur

"Memang saya datang untuk melakukan ziarah ke makam KH Abdurrahman Wahid, Presiden RI ke 4. Beliau merupakan tokoh panutan," ujarnya usai melakukan ziarah.

Mahyudin mengatakan, jika ingin belajar terkait pluralisme, maka sosok Gus Durlah yang pantas dan sangat layak untuk ditiru.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Tidak usah jauh-jauh, di sini tokoh pluralisme sejati. Beliau banyak mengajarkan bagaimana menghargai perbedaan," imbuhnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam kunjungan di Pesantren Pimpinan KH Salahudin Wahid, politisi asal Kalimantan Timur ini menyempatkan berdialog dengan keluarga pesantren.

Selain ke makam Gus Dur, ia juga menabur bunga di makam pendiri NU, KH Hasyim Asyari dan makam mantan Menteri Agama, KH Wahid Hasyim.

Salah seorang ustadz Tebuireng, KH? Fahmi, menyebutkan tidak ada agenda khusus terkait kunjungan Wakil Ketua MPR RI ini. "Beliau hanya berkunjung ke pesantren dan ingin melakukan ziarah ke makam Gus Dur," ujarnya. (Muslim abdurrahman/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Olahraga, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (PW IPNU NTB) menggelar rapat pleno I tahun 2018 di Aula Kantor PW NU NTB Jln Pendidikan No 6 Kota Mataram, Selasa (16/1).

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Agenda IPNU NTB 2018

Rapat yang dipandu  oleh A Naufal Rachmatullah Sekretris PW IPNU NTB ini di hadiri oleh sejumlah anggota Pengurus Wilayah.

Dalam rapat ini membahas seputar internal, dari penataan cabang yang sudah purna masa baktinya hingga  kaderisasi formal yakni Latihan Kadur Utama (Lakut).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Latihan Kader Lanjut menurut Ketua PW IPNU NTB Syamsul Hadi, sudah waktunya dilaksakan mengingat beberapa cabang telah melaksakana Makesta hingga Latihan Kader Muda (Lakmud).

"Hal ini penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas kader," kata Syamsul. 

Lakut nantinya dilaksanakan dengan narasumber dari pusat yang merupakan Tim Instruktur Nasional. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lakut juga dilaksanakan berangkaian dengan peringatan hari lahir IPNU ke-64, 24 Feberuari 2018 mendatang.

"Insyaallah Lakut nanti juga kita rangkaikan dengan Harlah IPNU ke-64," kata alumni Fisika IKIP Mataram ini

Pada momentum harlah nantinya juga akan diadakan reuni alumni Kader Pemuda Antinarkoba yang sudah tersebar di lima kabupaten/kota se-Lombok.

"Saat ini sudah terbentuk lima ribu kader Pemuda Antinarkoba se-Pulau Lombok," jelas  Direktur  Community Participation Public ini. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Jadwal Kajian, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 27 Januari 2018

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Medan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Pusat GP Ansor berharap, pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang akan digelar di 101 daerah di Indonesia pada 15 Februari mendatang tetap mampu mengikat masyarakat dan elemen bangsa dalam satu kepentingan bersama, pembangunan dan masa depan Indonesia.

"Terkait dengan pelaksanaan pilkada serentak, hendaknya tidak ada prasangka terhadap pemerintahan dan penyelenggara pilkada. Berikan amanah dan dukungan seluas-luasnya kepada mereka untuk kesuksesan pilkada serentak mendatang," kata pengurus Lembaga Hubungan Kelembagaan Ormas Kepemudaan dan Lintas Agama PP GP Ansor Ahmad Jabidi Ritonga, di Medan, Ahad (12/2).

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Serentak, Gunakan Hak Pilih Sesuai Hati Nurani

Ia mengatakan, GP Ansor mendukung Polri untuk menindak tegas para pelaku yang mencoba membuat suasana negara atau pilkada tidak kondusif atau usaha mencederai proses pilkada.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami juga meminta Panwas dan KPU sebagai penyelenggara pilkada harus menindak para pelaku kecurangan proses vote politik tesebut, agar tidak merusak pilihan nurani rakyat Indonesia," kata Jabidi.

GP Ansor mengimbau masyarakat yang memiliki hak pilih menggunakan hak pilih dengan asas langsung, sesuai dengan kehendak hati nurani. Hak pilih yang dilindungi undang-undang jangan sampai tercederai atau terpengaruh oleh satu kepentingan atau intervensi dari manapun.

"Menyalurkan hak pilih bagi masyarakat dilindungi undang-undang. Karenanya, tidak seorang pun yang dapat menghalangi masyarakat untuk menyalurkan hak pilihnya," kata Jabidi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, dinamika politik dan hukum belakangan ini menyita perhatian banyak orang, tidak hanya masyarakat Indonesia, tapi juga dunia. Ada kelompok-kelompok yang terus melakukan manuver politik dengan berbagai cara guna mempengaruhi pemilih secara nasional.

Namun diyakini, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang cerdas dan dewasa. Masyarakat yang cerdas itu bertindak secara konstitusional, bukan emosional, dan tidak mudah terprovokasi.

Menurutnya, pendidikan politik yang sehat itu adalah mencerdaskan, memberikan kesejukan dan pemahaman yang luas, bukan berkobar-kobar menyebarkan kebencian serta kemarahan, dengan berbagai isu suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Waspada benalu politik yang numpang dan coba mengambil keuntungan dalam situasi saat ini," kata Jabidi. (Hamdani Nasution/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama, AlaNu Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Syiir ‘Kanjeng Nabi’ Karya Mbah Kiai Umar Solo

Cinta Mbah Kiai Ahmad Umar bin Abdul Mannan Solo kepada Rasulullah SAW tidak saja diwujudkan dengan mengikuti sunnah-sunnah beliau tetapi juga dengan bacaan-bacaan shalawat. Hal ini dapat kita temukan dalam beberapa karya syiir beliau yang antara lain berjudul “Kanjeng Nabi”.

Syiir ini diawali dengan intro shalawat dan kemudian diikuti dengan bait-bait dalam bahasa Jawa berisi kisah Rasulullah SAW di masa kecilnya. 

Syiir ‘Kanjeng Nabi’ Karya Mbah Kiai Umar Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Syiir ‘Kanjeng Nabi’ Karya Mbah Kiai Umar Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Syiir ‘Kanjeng Nabi’ Karya Mbah Kiai Umar Solo

Berikut bunyi lengkap syiir tersebut yang dikutip dari buku Kumpulan Syair, Shalawat  & Pujian-pujian Mangkuyudanan (Jakarta Pusat: Pustaka Mediatama, 2003), Cet. 8, halaman 20, disunting oleh Ahmad Iftah Sidik:

Kanjeng Nabi

? ? ? ?   ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ?   ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Masya Allah gedhe temen tho cobane



Masya Allah lelakone mesaake

Ing nalika kondure sangka Madinah

Ana ndalan njur gerah Siti Aminah





(Masya Allah sungguh besar cobaannya

Masya Allah mengharukan riwayatnya

Ketika kembali dari kota Madinah

Di perjalanan sakit Bunda Aminah)





Gerah panas ora suwe nuli seda

Njur dikubur ana penduduk ing desa

Desa kang kanggo leren jenenge Abwa

Lan dikubur uga ana ing desa Abwa 





(Bunda wafat setelah sakit tak lama

Lalu dimakamkan oleh warga desa

Desa tempat Bunda singgah bernama Abwa

Di Abwa pula tempat dimakamkannya)





Siti Aminah sak wuse dikuburake

Gusti Nabi lan Ummu Aiman bature

Padha budhal kanthi penggalihe susah

Wektu limang dina lagi tekan ngomah





(Setelah Bunda Aminah dimakankam

Lalu Nabi dan Ummu Aiman sang Emban

Dengan sedih melanjutkan perjalanan

Sampai rumah lima hari kemudian)





Gusti Nabi kundure karo bature 

Tekan ngomah gusti sowan ing eyange

Ingkang eyang kaget getir lan sungkawa

Barang ngerti yen Siti Aminah seda





(Nabi pulang bersama sang pengasuhnya

Sampai rumah Nabi menghadap kakeknya

Sang kakek terkejut dan berduka cita

Mendengar  bunda Nabi telah tiada)





Gusti Nabi dikekep lan diambungi

Waspane dleweran lan dingendikani

Oh ngger putuku wis pestine awakmu

Isih cilik ditinggal rama ibu





(Lalu Nabi dipeluk dan diciumnya

Seraya menangis kakeknya berkata

Duhai cucuku mungkin sudah takdirmu

Masih kecil ditinggal ayah ibumu)





Oh ngger atimu aja keranta-ranta

Aku eyangmu kang dadi ganti bapa

Sandang panganmu aku sing mikirake 

Nggonmu seneng  atimu ditentremake





(Duhai cucuku jangan sedih hatimu

Aku kakek yang menggantikan ayahmu

Sandang panganmu menjadi tanggunganku

Bergembira dan tentramkanlah hatimu)





Gusti Nabi nalika nderek eyange

Durung tahu pisan wae nggelaake

Sebab  Gusti becik banget pekertine

Tata krama sregep lan keresi’ane 





(Katika Nabi ikut dengan kakeknya

Tak pernah beliau mengecewakannya

Sebab akhlak Nabi sangatlah mulia

Sopan santun, rajin, dan selalu bersih)

Bagi kebanyakan orang Solo, khususnya para santri dan warga NU, karya ini tidak asing bagi mereka. Semenjak Mbah Kiai Umar wafat pada tahun 1980, syiir ini banyak diperdengarkan oleh beberapa kelompok rebana di kota Solo seperti Grup Ayyada dibawah pimpinan Ahmad Zainudin, seorang alumni Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta. Di musim peringatan Maulid seperti sekarang ini, syiir ini biasa dilantunkan oleh grup rebana yang tergabung dalam JAMURI-- jamaah ibu-ibu pecinta Rasulullah SAW di Solo. 

Untuk melantunkan syiir ini tidak sulit. Jika anda bisa melantunkan “Tombo Ati” yang dibawakan Opick, anda tentu bisa melantunkan syiir karya Mbah Umar ini dengan mudah karena dari awal hingga akhir memiliki kesamaan lagu di bagian chorus atau reff dalam lagu “Tombo Ati” sebagai berikut: 

? ? ? ?   ? ? ?

? ? ? ? ? ?   ? ? ? ?

Lewat syiir ini Mbah Kiai Umar mengajak kita mengetahui sejarah masa kecil Nabi Muhammad SAW yang amat mengharukan. Tentu beliau tidak bermaksud mengajak kita bersedih hati. Beliau ingin menggugah kita menjadi orang sabar dan bersyukur atas apapun nasib hidup yang kita alami. Mbah Umar bermaksud menunjukkan kepada kita keteladanan Nabi Muhammad SAW bahwa meskipun beliau mengalami penderitaan yang luar biasa sebagai yatim piatu di masa kecilnya, namun kesemua itu bukan hambatan untuk menjadi anak saleh, berbudi pekerti luhur, rajin bekerja dan selalu menjaga kebersihan lahir batin sebagaimana diuraikan dalam bait terakhir syiir ini. 

 

Muhammad Ishomdosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 22 Januari 2018

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

Way Kanan,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Salah satu hasil Kongres XV GP Ansor Tahun 2015 di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta adalah Gerakan Pemuda Ansor harus bisa mengembangkan kewirausahaan di kalangan pemuda baik secara individu maupun kelembagaan sebagai upaya peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Berkaitan dengan itu, PC GP Ansor Way Kanan bertekad menabung pohon buah di 14 pesantren yang ada di 14 kecamatan, baik sebagai kemandirian organisasi atau sarana mempererat silaturahmi dengan pesantren sasaran program.

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Tabung Pohon di Pesantren Untuk Kemandirian Organisasi

"Kami titip lima belas pohon di setiap pesantren. Jika tercapai di 14 kecamatan, maka Ansor Way Kanan akan memiliki tabungan sejumlah 210 pohon," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto, di Blambangan Umpu, Jumat (15/7).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Gusdurian Lampung dan alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 PC GP Ansor Way Kanan menginisiasi Gerakan Sedekah Oksigen bagi sejumlah pesantren. Gerakan itu didukung Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia Wilayah Lampung.

"Total pohon Sedekah Oksigen jenis mangga Thailand dan nangka dak (persilangan nangka cempedak) yang bisa dipanen setelah tanam satu tahun adalah lima puluh batang. Di luar jumlah itu, kami titip lima belas pohon untuk tabungan organisasi mendatang. Setiap pimpinan anak cabang kami upayakan bisa mandiri tabungan pohon tersebut," ujar penggiat Gusdurian di Lampung itu lagi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Gatot yang juga Ketua Bidang Media dan Publikasi DPP Sarbumusi NU itu melanjutkan, jika potensi hasil panen dari satu pohon paling rendah Rp100 ribu saja misalnya, maka akan ada hasil Rp1,5 juta dalam satu tahun.

"Tapi jika perawatan bagus, hasil panen juga Insya Allah bagus. Dari hasil mandiri berjamaah itu, persentase untuk PAC 75 persen dan untuk pimpinan cabang 25 persen. Kenapa demikian? Karena tidak mungkin pimpinan cabang hanya mendorong tapi tidak didorong, jadi saling mendorong dalam hal positif termasuk penguatan ekonomi," papar Gatot.

Setelah menanam pohon hasil Sedekah Oksigen di Pesantren Assiddiqiyah 11, Gunung Labuhan asuhan Kiai Imam Murtadlo Sayuthi. Penanaman selanjutnya akan dilakukan untuk Pesantren Al-Falakhussadah, Pakuan Ratu asuhan Kiai Zainal Maarif pada Ahad (17/7).

Adapun distribusi pohon buah untuk Pesantren Darul Ulum, Negara Batin asuhan Ustadz Bayumi dan Pesantren Hidayatus Salafiyah, Negeri Agung asuhan Gus Yunus telah siap.

"Insya Allah gerakan tersebut akan berlanjut dan akan tercapai di 14 pesantren karena respon sejumlah pihak akan program itu masih bagus," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Doa, Pertandingan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 06 Januari 2018

KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin menyebut radikalisme dan terorisme merupakan bahaya global yang harus ditangkal melalui berbagai langkah strategis, salah satunya melalui media.

Aktivitas radikalisasi kian masif karena sejumlah faktor. Kiai Ma’ruf mengatakan, radikalisme muncul berpangkal dari pemahaman yang keliru, khususnya dalam memaknai istilah jihad.

KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ma’ruf Amin Jelaskan Faktor Penyebab Munculnya Ideologi Radikal

Padahal menurutnya, jihad tidak selalu bermakna perang. Bahkan, upaya menjadikan kondisi masyarakat yang damai (islahiyyah) di segala lini kehidupan adalah jihad yang harus dilakukan.

“Dalam kondisi perang, jihad bisa berarti perang. Tetapi dalam kondisi damai, jihad bermakna perdamaian yang harus terus diusahakan,” ujar Kiai Ma’ruf, Rabu (22/3) di Jakarta dalam Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama OKP dan Ormas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tragisnya, menurutnya Kiai Ma’ruf, para ekstremis terus mengampanyekan jihad sebagai perang sehingga yang terjadi adalah global war atau perang global.?

Kiai Ma’ruf juga menjelaskan, radikalisasi juga terjadi karena tidak sedikit masyarakat yang belajar Islam dari internet dan media sosial, terutama anak muda.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ada seseorang yang tidak pernah terlihat ngaji tetapi tiba-tiba jadi radikal, ternyata belajarnya dari media sosial,” urainya.

Berangkat dari kondisi tersebut, dia menuturkan bahwa media sosial mempunyai peran efektif dalam menyebarkan paham radikal. Hal ini menuntut masyarakat agar lebih cerdas dalam menerima dan mencerna informasi di dunia maya.

“Secara teologis, Islam itu toleran. Kita harus bekerja sama dalam mengatasi masalah itu karena selama ini media sosial sangat efektif dalam upaya radikalisasi,” ucap Kiai Ma’ruf. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Hikmah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 19 Desember 2017

Ketua PCNU Jombang Wasiatkan Catur Tama

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama yang berbarengan dengan Maulidurrasul serta Pasar Rakyat, sore tadi dibuka dengan apel kesetiaan. NU akan kukuh menjaga empat pilar kebangsaan demi khidmat kepada negara.

Ketua PCNU Jombang Wasiatkan Catur Tama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Jombang Wasiatkan Catur Tama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Jombang Wasiatkan Catur Tama

Alun-alun kota Jombang menjadi saksi komitmen pembelaan NU terhadap eksistensi NKRI. Ribuan fungsionaris, warga dan simpatisan NU memadati alun-alun kota santri dalam rangka mengikuti apel kesetiaan (8/2).

Pemimpin upacara, KH Isrofil Amar yang juga Ketua PCNU Jombang merasa bangga dan berterimakasih kepada semua elemen NU yang terlibat secara aktif demi suksesnya acara ini. Demikian juga kepada beberapa pihak, termasuk Pemkab Jombang yang bersinergi demi terselenggaranya kegiatan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam amanatnya, Kiai Isrofil –sapaan kesehariannya- mengingatkan para hadirin untuk tetap menjaga keutuhan bangsa. “Saya namakan kegiatan sore ini sebagai apel catur tama warga NU,” katanya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Secara rinci, Ketua PCNU Jombang dua periode ini menandaskan bahwa ada empat hal yang harus dipegang teguh oleh para fungsionaris dan warga NU.

Pertama adalah melaksanakan dan mensukseskan empat pilar bangsa Indonesia. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Bagi Kiai Isrofil, komitmen ini tidak dapat ditawar. 

“Bahkan siapa saja, baik perorangan dan kelompok yang akan merongrong terhadap eksistensi empat pilar ini, maka akan berhadapan dengan NU,” katanya disambut aplaus panjang hadirin. “Marilah kita amankan empat pilar bangsa dan negara ini,” lanjutnya.

Yang kedua adalah warga NU wajib untuk mencintai dan mengembangkan jam’iyah Nahdlatul Ulama. “Di mana saja dan kapan saja, nahdliyin harus terus berjuang dan mendukung eksistensi NU,” katanya yang kembali disambut tepuk tangan hadirin.

Untuk yang ketiga adalah warga dan fungsionaris NU harus senantiasa mempelajari, mendalami dan mengamalkan aqidah Ahlussunnah wal jamaah. “Di mushalla dan masjid, mari kita gelorakan tahlil, yakni kalimat La ilaha illallah,” katanya. “Demikian juga di mushalla serta masjid, ayo kita gelorakan shalawat nabi, Allahumma shlli ‘ala Sayyidina Muhammad” katanya yang disambut “Allahumma shallu ‘alaihi” para hadirin.

Sedangkan tugas keempat adalah mencegah perbuatan mungkar. Dosen Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang ini mengingatkan bahwa dalam hidup pasti ada kebaikan dan keburukan. 

“Tugas kita adalah mengajak masyarakat untuk berbuat kebajikan,” terangnya. Namun demikian, Kiai Isrofil mengingatkan agar dalam menyeru kebaikan serta mencegah keburukan tetap dalam bingkai yang dibenarkan. “Strategi menyeru berbuat baik dan mencegah keburukan adalah dengan akhlakul karimah,” tandasnya.

Di akhir amanatnya, Kiai Isrofil menagih komitmen ribuan peserta apel untuk terus berada dan menjaga Nahdlatul Ulama. “Sekali NU, tetap NU,” katanya yang ditirukan seluruh peserta apel.

Kegiatan dihadiri seluruh badan otonom, lembaga, dan lajnah NU. Tampak pula para undangan dari unsur Muspida, partai politik dan elemen masyarakat Jombang lainnya. Bahkan anggota pramuka, kelompok barongsai juga ikut serta dalam apel kesetiaan yang dimulai sejak jam 15.00 hingga 17.00 WIB ini.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 Desember 2017

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Banyuwangi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Hisyam Syafaat mengajak Nahdliyin Banyuwangi untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, saat ini tantangan yang dihadapi NU dan NKRI cukup besar, salah satunya muncul pihak yang memisahkan diri secara ideologis dari NKRI dan hendak mengubahnya dengan sistem kenegaraan yang baru.

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Kiai Hisyam menyebutkan, salah satu pintu masuk kaum radikal garis keras menyebarkan pengaruhnya di masyarakat melalui majelis-majelis di masjid.

“Mereka mendakwahkannya di masjid-masjid dan di mushala-mushala NU yang kosong dan ditinggal jamaahnya,” papar Kiai Hisyam pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarak, Sawahan, Genteng, Sabtu (29/5) siang. Pesantren Tahfidz dengan konsep Bambu Quran ini diasuh oleh KH Ahmad Hidayat yang juga bendahara PCNU Banyuwangi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kiai Hisyam yang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Tegalsari ini juga mengatakan bahwa warga NU harus menjaga mushala maupun masjidnya dari pengaruh kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam. Cara menjaganya adalah dengan melakukan shalat berjamaah di mushala dan masjid tersebut secara rutin.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Jika orang-orang NU terus shalat jamaah di masjid, mushala yang dekat rumahnya, mereka tidak akan berani datang. Apalagi untuk membid’ah-bid’ahkan ajaran para ulama dan mengajak untuk makar pada NKRI,” tegas Kiai Hisyam.

Kiai Hisyam pada kesempatan tersebut juga menceritakan bagaimana kegigihan para pengurus NU di luar Jawa dalam menjaga masjid dan mushala dari kelompok-kelompok garis keras tersebut. “Di Pulau Buru yang dulu menjadi tempat pembuangan PKI, sekarang sudah maju syiar agama Islamnya. Ketua takmir masjid agungnya adalah warga NU,” cerita Kiai Hisyam.

Oleh karena itu, Kiai Hisym meminta kepada Kapolsek Genteng yang hadir dalam acara Harlah ke-93 NU tersebut, tidak hanya mengkhawatirkan PKI sebagai musuh lawan negara, tetapi juga harus memberikan perhatian pada kelompok-kelompok radikal yang mengancam NKRI. “Seharusnya polisi menindak tegas kelompok-kelompok yang ingin memisahkan dengan NKRI,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Mahib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham RMI NU, Tegal, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 30 November 2017

Rapimda Ta’mir Masjid Dilanjutkan di Pamekasan

Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) Lembaga Ta’mir Masjid PBNU guna konsolidasi dan koordinasi para imam, khotib, dan ta’mir masjid berlanjut di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Ahad, (27/01).?



Rapimda Ta’mir Masjid Dilanjutkan di Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapimda Ta’mir Masjid Dilanjutkan di Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapimda Ta’mir Masjid Dilanjutkan di Pamekasan

Rapimda dibuka Ketua PCNU Pamekasan, KH Abdul Gofar, di masjid agung Ays-Syuhada, Pamekasan. Sementara rapat koordinasi berlangsung di Pondok Pesantren Nurul Hikmah, 100 meter dari masjid agung.?

Menurut data Sekretaris LTM PBNU, Ibnu Chazen, Rapimda di Pamekasan diikuti 300 orang imam, khotib, dan DKM masjid-masjid. “Acara akan berlangsung seharian, dari pagi sampai sore,” katanya.

Sebagaimana Rapimda yang telah berlangsung di beberapa daerah, di Pamekasa juga bertujuan membangun dan memperkuat struktur masjid dari pusat sampai ke daerah, terutama di basis-basis NU. “Dan yang lebih penting lagi adalah pemberdayaan ekonomi umatnya,” tambahnya.

Pemberdayaan tersebut, sambung Ibnu, dilakukan dengan mengaktifkan lembaga zakat NU atau LAZISNU. ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rapimda tersebut merupakan kerjasama LTM-PBNU dan PCNU Pamekasan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

?

Redaktur: Hamzah Sahal

Penulis : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Ngawi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mandiri. Seperti yang dilakukan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Melalui grup WhatsApp, Panitia Pembangunan Masjid dan Kantor NU Ngawi, membuka sumbangan untuk proyek pembangunan gedung kepada para anggota grup.

Setelah empat hari, panitia sukses mengumpulkan dana Rp150 juta. Dana ini lantas dipergunakan untuk pengurukan lahan pembangunan. Dari kebutuhan 1000 dam tanah uruk, Selasa (8/3) lalu, sudah terkumpul hampir 700 dam tanah uruk. Kalau berupa uang, harga tanah uruk per dam Rp250 ribu. Sehingga total dana yang terkumpul sudah melampaui angka Rp150 juta.

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

4 Hari Lewat WhatsApp, NU Ngawi Kumpulkan Rp150 Juta

Sebelumnya, PCNU Ngawi mengagendakan pembangunan masjid dan kantor NU di atas lahan seluas 3120 meter persegi di Ring Road Barat Ngawi. Total kebutuhan dana sekitar 17 miliar untuk pembebasan lahan di samping lokasi pembangunan, pembangunan masjid, pembangunan Kantor NU tiga lantai, dan pembangunan Aula Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Tanfidziyah PCNU Ngawi KH Ulin Nuha Rozi menyatakan bahwa gerakan infak dan sedekah untuk NU ini adalah perjuangan kemandirian warga NU dalam upaya membela aqidah Ahlussunnah wal Jamaah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Dengan ridla Allah, spirit Kanjeng Nabi dan para pendiri NU, insyaallah warga NU Ngawi selalu solid dan kompak. Pembangunan masjid dan Kantor NU Ngawi ini menjadi agenda bersama para pengurus, kader NU yang ada di pesantren, kontraktor, pengusaha, petani, politisi dan birokrasi untuk menyukseskannya,” tambah pengasuh Pondok Pesantren Temulus Mantingan, Ngawi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Nahdlatul Ulama, Kyai Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 27 November 2017

Fatayat Tegal Entas 167 Remaja Rawan Ekonomi dan Sosial

Kendal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Remaja rawan ekonomi dan sosial, menjadi perhatian khusus bagi Pengurus Cabang Fatayat NU Kabupaten Tegal. Perhatian tersebut ditunjukannya dengan mengirimkan remaja-remaja rawan ekonomi dan sosial ke Panti Karya Wanita “Wanodyatama” Kendal untuk mendapatkan pelatihan produktif.



Fatayat Tegal Entas 167 Remaja Rawan Ekonomi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Tegal Entas 167 Remaja Rawan Ekonomi dan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Tegal Entas 167 Remaja Rawan Ekonomi dan Sosial

“Tiap semester, kami mengirim dan menjemput remaja-remaja putri dari Tegal ke sini,” tutur Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal Dra. Hj Nurhasanah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di sela penjemputan peserta pelatihan angkatan X yang telah selesai menempuh pelatihan, Jumat (25/6).

Maksud penjemputan, lanjut Nurhasanah, untuk memberikan pelayanan kepada peserta dan pertanggungjawaban Pengurus Fatayat kepada orang tua peserta pelatihan. Selain itu, untuk melihat lebih dekat keberadaan Panti Karya Wanita “Wanodyatama” yang terletak di Jl. Gemuh Km.1 Cepiring Kendal itu. Termasuk melihat dengan seksama keberadaan fasilitas yang diberikan panti milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Masih menurut Nurhasanah, pada angkatan X ini Fatayat NU Kab. Tegal mengirimkan 12 orang remaja putri. “Mereka, selama 6 bulan penuh mendapatkan pelatihan sesuai dengan bidang yang dia minati, antara lain menjahit dan merias” terangnya.

Dia lebih jauh menjelaskan, bahwa para peserta mendapatkan pelatihan secara gratis dan mendapatkan fasilitas berupa asrama dan akomodasi lainnya. Selain itu mendapatkan seperangkat Mesin Jahit bagi yang mengambil jurusan menjahit dan alat-alat salon kecantikan bagi yang mengambil jurusan tata rias.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Salah seorang peserta pelatihan, Ana mengaku senang berada di panti karena pembelajaran yang diberikan tidak hanya menjahit saja. Tetapi setiap hari diberi bimbingan baca tulis Al quran, wawasan ke bangsaan dari Kepolisian dan TNI, olah raga dan lainnya. “Saya senang, karena bisa menimba ilmu yang banyak,” tuturnya.

Sementara Eva, berjanji akan memanfaatkan ilmu yang telah didapatkannya selama enam bulan. “Insya Allah Saya akan langsung buka praktek salon, sepulang dari pelatihan ini,” tekadnya kuat.

Hingga angkatan X, remaja putri yang telah mendapatkan pelatihan di bawah bimbingan Fatayat NU Tegal sebanyak 167 orang. “Untuk angkatan XI, kami kembali mendapat alokasi sebanyak 15 orang,” lanjutnya.

Angkatan XI, tahap seleksi akan dilakukan pada 4 Juli mendatang di Gedung NU Jalan Raya Procot Slawi.

Menurut Kepala Panti Agus Dwi A., SH melalui Staf Rehabilitasi dan penyaluran M. Fachrudin, pada semester ini telah meluluskan 80 peserta diklat. “Alhamdulillah berjalan baik, hanya saja pada angkatan ini ada 6 orang yang tidak mengikuti sampai selesai karena alasan menikah,” tandasnya.

Ketua PC Fatayat di dampingi dua orang pengurus dan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, berjalan-jalan mengelilingi berbagai fasilitas yang tersedia. Nampak asyik Ketua Fatayat mengambil gambar untuk dijadikan koleksi organisasi. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja

Tegal, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Terkait dengan konferensi Anak Cabang, IPNU ke XVII dan IPPNU ke XVI Kecamatan Tarub Tegal, para kader muda NU ini mengadakan beberapa kegiatan, di antaranya kemah bhakti, seminar dan karnaval budaya. Kemah bhakti sudah dilaksanakan pada tanggal 1-3 Januari di Bumi Perkemahan Lebaksiu Kidul, Kecamatan Lebaksiu Tegal yang diikuti oleh 60 peserta.

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Tarub Adakan Seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja

Kegiatan kedua berupa seminar Penanggulangan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada Hari Senin, 8 Februari 2016 di Balai Desa Bulakwaru Kec. Tarub Kab. Tegal dengan tema “Kenakalan Remaja, Salah Siapa?”

Seminar ini diisi oleh 3 narasumber yaitu pihak Dinas Sosial Kab. Tegal, Kapolsek Tarub, dan Tokoh Agama dari Ketua PAC GP Ansor Tarub (Ustadz Abdul Ghofir).

Terdapat 170 peserta yang mengikuti kegiatan ini. “Alhamdulilllah kegiatan ini berjalan dengan lancar dan diikuti oleh 170 peserta dan bukan hanya dihadiri oleh kader-kader Kecamatan Tarub, tapi dari Kecamatan tetangga juga hadir bahkan mereka yang tidak ikut IPNU-IPPNU pun tertarik mengikuti kegiatan ini,” kata Ganang Fatkhu Rokhim, selaku ketua panitia.

Ketua IPNU Anak Cabang Tarub Moh. Ali Sukron dalam kesempatan tersebut menyampaikan “Kegiatan ini sengaja mengambil tema “Kenakalan Remaja, Salah Siapa?” Itu bukan kita mencari, menjustifikasi atau bahkan mengkambinghitamkan salah satu pihak, tapi di sini sebagai ajang analisa diri (muhasabah) karena semua orang/remaja memiliki potensi untuk nakal, dan diharapkan ketika sudah membaca diri sendiri mulai ada aksi nyata untuk melakukan aksi sosial, yang dimotori oleh anda sekalian (kader-kader IPNU-IPPNU),” katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Camat Tarub, Munawar menyambut baik kegiatan seperti ini. Ia mengharapkan kader IPNU-IPPNU menjadi duta pemerintahan bahkan agen perubahan demi tercapainya generasi emas yang memiliki moral dan akhlak yang baik.

“Saya sangat bangga, melihat kader-kader IPNU-IPPNU Kec. Tarub yang luar biasa dalam membantu mengawal para pemuda-pemudi di Kec Tarub,” tandasnya.

Di sesi terakhir Ketua IPPNU Kec. Tarub Hesty Ayu selaku melakukan pembagian kelompok kerja sebagai aksi nyata menjadi duta antikenakalan remaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kami membagi di setiap desa dan di setiap sekolahan itu ada koordinatornya. Untuk desa yang belum memiliki kepengurusan, dipegang oleh desa tetangga yang ada IPNU-IPPNUnya, mereka diberi nomor pihak terkait, dari Camat Tarub, Kapolsek, Danramil, Dinsos dan pihak terkait lainnya”. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Jelang pilkada, PMII Universitas Sunan Giri (Unsuri) Sidoarjo, Jawa Timur menggelar aksi solidaritas di paseban alun-alun Sidoarjo, Selasa (1/12). Dalam aksinya, aktivis pergerakan ini meminta kepada warga Sidoarjo untuk teliti dan mencermati dalam menggunakan hak suaranya pada laga pemilihan kepala daerah Sidoarjo yang akan dilaksanakan serentak 9 Desember 2015 mendatang.

"Dari peraturan yang sudah begitu jelas, ini tentunya kesadaran sangat penting dalam memahami Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Sidoarjo. Maka dari itu, masyarakat Sidoarjo harus mencermati sebelum memilih sebuah pemimpin di kota Delta ini. Karena diakui atau tidak, nasib Sidoarjo ditentukan dalam waktu 5 menit untuk 5 tahun ke depan," ucap ketua komisariat PMII Unsuri, Muhtadi.

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pilkada, PMII Unsuri Minta Warga Sidoarjo Tolak Politik Uang

Selain itu, PMII Unsuri juga meminta masyarakat Sidoarjo agar tidak terprovokasi dengan berbagai isu yang berkembang dan terpengaruh oleh intimidasi. Karena pilkada bersih dan damai merupakan dambaan dari semua mayarakat Sidoarjo.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam pemilihan kepala daerah, 9 Desember 2015 nanti, PMII Unsuri siap mengawal agar penyelenggaraan pilkada tersebut  bebas dari money politik, intimidasi, black campaign, golput dan harus bersih serta damai. 

"Perubahan kota Delta ini terletak pada pemimpin yang memang memperjuangkan kepentingan masyarakat Sidoarjo atau kepentingan umum, bukan memperjuangkan kepentingan pribadinya. Untuk itu, hindari kecurangan dan pelanggaran," kata Bakrie Irawan salah satu orator aksi.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Tidak sampai disitu saja, PMII Unsuri juga meminta kepada KPUD Sidoarjo agar tetap independen, jujur, adil dan tidak boleh ikut kampanye apalagi menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Sidoarjo.

Beberapa tulisan juga dibentang dalam aksi tersebut, salah satunya bertuliskan "Tolak money politik, tolak serangan fajar, Politisi bersih, Yes, Politisi kotor, No, masyarakat tanpa intimidasi, kawal pilkada besih dan damai". (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Tegal, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 09 Oktober 2017

Puasa dan Kejujuran

Oleh KH Zakky Mubarak



Salah satu hikmah dari pelaksanaan puasa Ramadhan adalah menumbuhkan sikap jujur, rajin menegakkan keadilan dan kebenaran. Ibadah puasa pada dasarnya memerlukan kejujuran dari setiap orang yang melaksanakannya, baik jujur terhadap dirinya atau terhadap orang lain. Tanpa kejujuran tidak mungkin ada ibadah puasa, karena ibadah itu dilakukan dengan keinsyafan dan tidak ada pengawasan dari manusia lain.?

Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa dan Kejujuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa dan Kejujuran

Allah SWT memerintahkan kepada kita agar menegakkan kejujuran, kebenaran dan keadilan sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Maidah, 5:8).

Ayat tersebut memerintahkan kepada kita agar: (1) Selalu menegakkan kejujuran serta kebenaran karena Allah semata. Maksudnya kita berlaku jujur dan menegakkan kebenaran itu, tidak mengharapkan pamrih materi atau kemewahan dunia lainnya, tetapi hanya mengharap keridhaan Allah SWT (2) Menjadi saksi yang adil, apabila kita diperlukan untuk memberikan kesaksian, dalam rangka mencari kejelasan suatu perkara hendaknya bersedia menjadi saksi yang adil. Kita harus selalu terpanggil untuk ikut andil dalam melahirkan keputusan-keputusan yang benar dan jujur. (3) Jangan¬lah kebencian terhadap suatu kaum, mendorong kita untuk berbuat tidak adil. Menetapkan suatu hukum harus selalu berdasarkan keadilan, baik terhadap orang yang dicintai ataupun yang dibenci.

Yang dimaksud dengan jujur pada kajian ini adalah sikap yang tulus dalam melaksanakan sesuatu yang diamanatkan, baik berupa harta ataupun tanggung jawab. Orang yang melaksanakan amanat dijuluki dengan sebutan “al-Amin” artinya orang yang terper¬caya, jujur dan setia. Dinamai demikian karena segala sesua¬tu yang diamanatkan kepadanya menjadi aman dan terjamin dari segala bentuk gangguan dan rongrongan, baik yang datang dari dirinya sendiri maupun dari orang lain. Sifat jujur dan terper¬caya merupakan sesuatu yang sangat dipentingkan dalam segala kehidupan, seperti dalam kehidupan rumah tangga, perniagaan, perusahaan, hidup bermasyarakat dalam berbangsa dan bernegara.

Dalam kehidupan rumah tangga, kejujuran harus dilakukan oleh seluruh anggota keluarga itu, demi ketentraman dan kebaha¬giaan yang sama-sama didambakan. Sekiranya tidak ada kejujuran dalam kehidupan suatu keluarga, maka tatanan keluarga itu menjadi porak-poranda. Bayangkan, sekiranya anggota keluarga saling tidak jujur, suami terhadap istri demikian pula sebaliknya, anak terhadap orangtua, demikian juga orang tua terhadap anak, pasti rumah tangga itu akan menjadi berantakan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dunia perdagangan dan perniagaan juga memerlukan kejujuran, dengan kejujuran perniagaan itu akan memperoleh kemajuan yang tinggi, karena tidak ada orang yang dirugikan. Penjual ataupun pembeli sama-sama memperoleh keuntungan yang bermanfaat bagi kelompoknya masing-masing. Perdagangan yang tidak disertai dengan kejujuran, pasti akan menimbulkan penipuan-penipuan, dengan jalan memalsu barang, mengurangi takaran, yang kesemuanya itu akan mengakibatkan kerugian dan perdagangannya akan bangkrut.

Kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara juga memerlukan kejujuran semua pihak, jika tidak ada kejujuran nis¬caya akan menimbulkan kegoncangan dan kekacauan di tengah-tengah kehidupan dari masyarakat atau bangsa tersebut. Di antara faktor yang menyebabkan Rasulullah Muhammad SAW berhasil dalam membangun masyarakat Islam adalah karena sifat-sifatnya dan akhlaknya yang terpuji. Salah satu sifatnya yang menonjol adalah kejujurannya sejak masa kecil sampai akhir hayatnya, sehingga beliau mendapat gelar “al-Amin” (orang yang terpercaya atau orang yang jujur).

Dalam mempertahankan dan menegakkan keadilan haruslah dilakukan sejujur mungkin dan seobyektif mungkin, kepada siapa saja dengan tidak memandang bulu. Kita harus bersikap adil meski¬pun terhadap orang-orang yang tidak kita sukai, keadilan harus ditegakkan kepada seluruh lapisan masyarakat, tidak boleh melaku¬kan diskriminasi. Mengenai hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT: “Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar menegakkan keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak(mu) dan kaum kerabat(mu). Jika ia (yang terdakwa) kaya atau miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan memberi saksi, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan”. (QS. al-Nisa, 4:135).

Ibadah puasa yang dikerjakan sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan al-Sunnah akan membentuk para pelakunya menjadi orang-orang yang bersikap adil, menegakkan kebenaran dan berlaku jujur dalam segala aspek kehidupannya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham





Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nahdlatul Ulama, Santri Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 September 2017

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih

Kita kini dihadapi pada sebuah kenyataan–sebagai anak kandung sejarah manusia–bahwa teks yang mati selamanya tidak akan mampu membendung arus perubahan kehidupan manusia yang terus-menerus bergerak.

Sementara ini kita hanya bisa mengamini bahwa an-nusush tatanaha wal waqa’i’ la tatanaha merupakan gambaran nyata yang tak bisa dielak, yang menunjukkan satu tantangan besar bagi seluruh doktrin keagamaan khususnya Islam dalam menghadapi ancaman stagnansi dan status quo. Dan sampai detik ini ancaman itu masih mewujud gelombang yang seringkali gagal dibendung lantas menimbulkan kekacauan.

Di sisi lain, fakta pertama yang harus kita terima adalah, bahwa seluruh doktrin keislaman bersumber pada teks. Al-Qur’an dan Hadis adalah teks dan keduanya tak bergerak. Teks, dengan sifatnya yang diam, secara tidak langsung memiliki kemampuan untuk menerima kemungkinan-kemungkinan penafsiran yang beragam dari para pembacanya. Selain itu, teks juga memungkinkan untuk ditekuk dan dipelintir menjadi alat legimitasi kekuasaan serta kepentingan sebuah kelompok, yang menyimpang dari maksud syariat sebagai visi awalnya.

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Maslahat Berlandaskan Kaidah Fiqih

Untuk menutup penyelewengan tersebut, dirumuskanlah kaidah-kaidah yang menjadi pagar bagi segenap kerja penafsiran teks. Dalam tradisi pesantren, kaidah ushul dan kaidah fiqih, menjadi diskursus utama yang harus dipelajari sebagai metodologi pemahaman serta penafsiran dan hidup sebagai karakter berpikir kaum pesantren yang analitik dan kritis. 

Maka, dibandingkan dengan ayat al-Qur’an ataupun hadis Nabi, kaum santri lebih akrab dengan kaidah-kaidah fiqih. Keakraban yang lantas membentuk pola berpikir inilah yang kemudian melahirkan daya kontekstual yang begitu luar biasa dari kaum santri. Bukan hanya pada tataran ritual keagamaan, namun mereka juga mampu berpikir dan memberikan solusi atas berbagai problematika kehidupan umat atas dasar kaidah fiqih yang mereka pelajari dan hidupi tersebut.

Buku ini menunjukkan satu sisi ketika kaidah-kaidah fiqih, yang awalnya ditujukan hanya sebagai metode pengambilan hukum Islam, diimplementasikan ke dalam gerak perpolitikan dan dijadikan dasar pengambilan kebijakan. Dengan mengingatkan kembali akan patahan-patahan fakta sejarah dibangunnya republik ini, buku ini secara tidak langsung juga mengingatkan kita bahwa ia dibangun dari pola berpikir dan identitas yang berkarakter. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dengan mempertautkan antara subyektifitas dan tradisinya sebagai orang Nusantara, berikut konsep dan kaidah fikih yang menjadi warna berpikirnya, para kiai kita dengan canggih mampu membangun serta merumuskan format kebangsaan yang independen, berketuhanan dan mempu menopang keragaman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Produk pemikiran seperti Indonesia sebagai Darul Islam, pengangkatan Presiden Soekarno sebagai waliyyu-l-amri ad-dharuri bis syaukah hingga pembentukan Trikora sebagai solusi Papua Barat, merupakan bukti bahwa para kiai memegang peranan penting sebagai aktornya dan kaidah fikih sebagai senjatanya. Al-ashlu baqa’u ma kana ‘ala ma kana, yang awalnya dirumuskan guna menyelesaikan problem praduga tak bersalah dalam hukum Islam, di tangan para kiai, menjadi cara pandang visioner yang melegitimasi Indonesia sebagai Darul Islam. 

Kaidah-kaidah fiqih ini pun bergerak, menyatu dan seringkali menjadi sarana pembentuk jalan tengah bagi persoalan-persoalan yang menyentuh isu kedaulatan, integritas politik dan kesatuan bangsa Indonesia.

Fakta sejarah yang paling jelas dari cara kerja kaidah fiqih dalam lokus perpolitikan di Indonesia juga bisa kita lihat dalam diri Gus Dur. Dalam tulisan-tulisannya, sulit atau bahkan mustahil menemukan langsung kutipan-kutipan ayat al-Qur’an ataupun hadis. Yang banyak ditemukan justru kaidah-kaidah fiqih. 

Tasharruful imam ‘alar ra’iyyah manuthun bil maslahah adalah satu dari sekian banyak kaidah yang sering Gus Dur kutip. Melalui kaidah tersebut, Gus Dur mampu merumuskan relasi antara agama, negara dan kebudayaan. Melalui kaidah itu juga, Gus Dur rajin mengritisi kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendiskriminasi kaum minor dan lain sebagainya.

Ketika duduk di kursi kepresidenan, jalan pedang perpolitikan Gus Dur banyak dinilai sebagai jalan politik kontroversial. Bagi kalangan yang tidak terbiasa dengan mekanisme kerja kaidah fiqih, sulit untuk memahami jalan pikiran dan strategi politik Gus Dur. Maka orang-orang ribut ketika di tahun 2000 Gus Dur setuju untuk menjadi anggota Simon Peres Foundation Israel di tengah konflik berkepanjangan Palestina-Israel. 

Karena bagi Gus Dur, percuma berusaha mendamaikan kedua negara yang sedang konflik jika juru damainya menjadi musuh bagi salah satu dari keduanya. Jalan pikiran Gus Dur ini tidak berbeda misalnya ketika Mbah Wahab Chasbullah dengan Partai NU-nya selalu berada dalam kabinet bentukan Soekarno. Bahkan, konon Mbah Wahab banyak disindir sebagai Kiai Nasakom karena apapun kebijakan Soekarno, NU dipastikan ada.

Dari sini muncul tunduhan-tunduhan oportunisme atau politik plin-plan yang dimainkan oleh para ulama, inkonsistensi dan lain sebagainya. Seluruhnya disematkan untuk ketidakpahaman kelompok lain atas jalan politik para kiai dan ulama yang didasarkan pada kaidah-kaidah fiqih. 

Dan sampai saat ini, mana generasi Islam yang belajar politik lalu mendapat matakuliah kaidah fiqih sebagai salah satu piranti politik paling menentukan dalam sejarah kebudayaan di Indonesia? Tidak ada! Ada sekat yang saat ini dibangun bahwa kaidah fikih harus dikembalikan, dipuritanisasi ke dalam tetek bengek masalah ritual peribadatan saja. Sehingga politik Islam, lagi-lagi, kehilangan tajinya dan kerangka epistemologisnya yang khas.

Sekali lagi, buku ini menjadi dokumen penting yang mengingatkan serta berusaha mengembalikan kaidah fiqih sebagai basis perpolitikan Islam dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan. 

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana kaidah fiqih menjadi landasan bagi sikap tegas sekaligus lentur sebagaimana yang diperlihatkan ulama kita, baik kaitannya dengan agama, budaya maupun kebangsaan. Kata Kiai Wahab Chasbullah, “pekih iku lek rupek yo diokeh-okeh!”… idza dhaqa ittasa’a wa idza-ttasa’a dhaqa. (*)

 

Identitas buku

Judul Buku: Kaidah Fikih Politik: Pergulatan Pemikiran Politik Kebangsaan Ulama

Penulis: Syaikhul Islam Ali

Editor: M. Khairul Huda dan Abdurro’uf

Jumlah: xxviii+260 halaman

Penerbit: Bumi Shalawat Progresif

Peresensi: Hilmy Firdausy, Dosen Darus-Sunnah International Institute for Hadith Sciences Aktif di Komunitas Saung Jakarta dan al-Jabiri Institute Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Sunnah, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Nasional, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 16 September 2017

LWP NU Jatim Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Sejuta Nahdliyin

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pengurus Wilayah NU Jawa Timur kembali menggagas sebuah program untuk masa depan organisasi terbesar di Indonesia ini, yaitup program Gerakan Nasional Wakaf Sejuta Nahdliyin. Peluncuran gerakan ini, dipelopori oleh Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) NU Jatim di Surabaya (31/5).

LWP NU Jatim Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Sejuta Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
LWP NU Jatim Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Sejuta Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

LWP NU Jatim Luncurkan Gerakan Nasional Wakaf Sejuta Nahdliyin

Sebelum peluncuran, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta saat agar diluncurkan, harus sudah ada seribu sertifikat tanah wakaf NU se Jatim yang diselesaikan hari ini juga.?

"Alhamdulillah hari ini, tidak seribu sertifikat yang mampu diselesaikan tapi malah lebih dari seribu yaitu sebanyak 1.290 sertifikat tanah wakaf NU se Jatim yang telah terselesaikan dan diserahkan kepada masing-masing pengelola," kata Kiai Said saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut KH Said Aqil Siroj mengatakan, sertifikat tanah sangat penting sebagai bukti kepemilikan sebidang tanah. Untuk itu, agar tanah-tanah wakaf milik NU bisa terselamatkan dan tidak hilang keberadaannya, penting dibuatkan sertifikat tanah wakaf berbadan hukum NU. Caranya membuat MoU kerjasama antara Nahdlatul Ulama, BTN dan Menteri Agraria dan Tata Ruang.

Dengan cara ini, maka sertifikat sebanyak 1.290 lembar bisa selesai tepat waktu dan tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Alhamdulillah semua tanah wakaf NU yang ada di Jatim sudah memiliki bukti kepemilikan secara sah dan legal," jelas Kiai Said.

Dalam acara ini, dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Ferry Musyidan Baldan. Kehadiran sang menteri menjadi bukti bahwa pemerintah mendukung gerakan ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ferry mengatakan, “Tentu saja, niat baik ini, kami sambut dengan tangan terbuka, karena masalah tanah adalah menjadi urusan negara sekaligus juga masalah akhirat atau ibadah. Tanah harus mempunyai sertifikat supaya kepemilikannya mempunyai Badan Hukum Nahdlatul Ulama.”

Sebelum mengakhiri sambutannya, Ferry meminta secara khusus kepada Ketua PWNU Jatim KH Hasan Muttawakil Alallah, kalau masih ada tanah wakaf yang bermasalah atau belum tersertifikat. Maka secepatnya didata berapa jumlahnya dan di mana lokasinya terus diserahkan ke BPN setempat atau langsung ke Kanwil BPN Jatim.?

“Namun jangan lupa tembusannya juga dikirimkan ke BPN Pusat, agar bisa memantau dengan segera dan bisa berjalan dengan baik serta terselesaikan dengan cepat,” katanya.

Ia menambahkan bahwa jika penyelesaian urusan tanah yang lain bisa cepat, tanah-tanah untuk kepentingan ibadah juga bisa dilakukan dengan cepat.

"Menyelesaikan sertifikasi tanah yang terdampak Lapindo bisa selesai dalam waktu satu minggu, sekarang masak menyelesaikan sertifikasi tanah wakaf NU yang benar-benar sebagai ibadah tidak bisa selesai tepat waktu, dan masih ada yang tercecer?" pungkasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua LWP NU Se-Jatim, Gubenur dan Wakil Gubenur Jatim, Kanwil BPN Jatim, Kepala Kementerian Agama Jatim serta seluruh Kepala BPN Kab/Kota se Jawa Timur. (Rof Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Quote, Nahdlatul Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock