Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga semakin dimudahkan dengan peluncuran website resmi jaringan pesantren NU Jateng. Mereka bisa mengetahui seputar aktivitas atau program terkini Pengurus Wilayah Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jawa Tengah.

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Informasi RMI Jateng dapat diakses di http://rmi-jateng.org/. Pengelola situs RMI Jateng Zulfa Mukhamad Cholil mengatakan kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, website ini dibuat sebagai salah satu langkah pengembangan jaringan RMI Jateng.

“Baru sebulan kami buat, dengan sasaran masyarakat dan harapannya ke depan bisa masuk ke pesantren,” terang pengurus departemen media dan informasi RMI Jateng itu, Kamis (6/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfa menambahkan, website ini sekaligus mengawali program 1000 website gratis untuk pesantren yang digagas PPM Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk pengembangan website, pihaknya juga akan melibatkan pesantren-pesantren. “Sebagai langkah awal, rencana akan diadakan pelatihan jurnalistik ke pesantren,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 14 Februari 2018

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Way Kanan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ustadzah kenamaan Mama Dedeh, Selasa (28/4), di Blambangan Umpu Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, menyambut baik kenang-kenangan madu Gerakan Pemuda Ansor setempat.

"Terima kasih, saya terima madunya, semoga mendapat berkah dan kebaikan," ujarnya singkat setelah menerima madu diserahkan dari Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra di depan rumah dinas bupati setempat.

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mama Dedeh Sambut Baik Madu Ansor Way Kanan

Mama Dedeh hadir ke daerah itu untuk mengisi taushiyah HUT ke-16 Kabupaten Way Kanan yang dihadiri puluhan ulama Nahdlatul Ulama (NU) dari 14 kecamatan di Way Kanan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk diketahui, Pimpinan cabang GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat meluncurkan "Madu Way Kanan" pada 13 November 2014 di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran atau Rumah Inspirasi, tepatnya di kilometer 5 Kelurahan Blambangan Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Upaya peluncuran usaha itu dilakukan mengingat madu adalah merupakan obat yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Di samping madu juga merupakan sarana untuk kesehatan sejak ribuan tahun yang lalu. Bahkan Rasulullah sendiri menganjurkan umatnya untuk selalu minum madu.

"Insya Allah Madu Way Kanan tersebut bukan madu-maduan. Madu yang didapatkan dari hutan tersebut sudah diuji sebelum dikemas," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto menambahkan.

Berikut cara mengetes madu yang akurat dan sulit dikelabui para pemalsu madu. Ambil sesendok atau segelas madu dan selanjutnya direbus hingga mendidih. Madu asli setelah dingin akan tetap cair namun untuk madu palsu akan mengeras menjadi gulali hingga muncul campuran-campuran lainnya.

Madu asli juga bisa dites dengan sepotong ikan, caranya, masukan sepotong ikan pada segelas madu lalu tutup rapat agar tidak ada udara masuk selama 2 minggu. Jika madu asli maka ikan akan mengecil dan menjadi pucat namun tidak berbau. Tapi jika madu tersebut palsu,ikan berukuran tetap, namun warna berubah menjadi hitam dan berbau busuk.

"Usaha madu tersebut merupakan langkah awal GP Ansor Way Kanan menumbuhkan semangat wirausaha bagi kader Ansor. Dijual variatif, dari Rp25 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ukuran dan dijamin berkualitas, tidak berkualitas uang kembali. Hasil dari penjualan, 2,5 persen disumbangkan kepada anak yatim yang akan dititipkan melalui Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shufah Blambangan Umpu. Bagi yang berminat membeli Madu Way Kanan bisa menghubungi 081273501925," ujar Gatot. (Red: Mahbib)

Foto: Wakil Bendahara PC GP Ansor Way Kanan Ery Rezki Putra menyerahkan sebotol madu binaan GP Ansor Way Kanan, Tim Penggerak PKK dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) setempat kepada Mama Dedeh.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Nasional Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 13 Februari 2018

Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar”

Lamongan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, seolah berubah menjadi pasar setelah pemerintah kabupaten setempat sejak sekitar dua tahun lalu melakukan renovasi dan pemindahan Pasar Babat ke Pasar Agrobis, 3 kilometer di sebelah timur dari tempat asal

Rencana Pemerintah Kabupaten Lamongan menuai protes dan demonstrasi dari para pedagang Pasar Babat pada akhir 2011 lantaran mahalnya ongkos sewa kios di pasar yang baru. Akibatnya, pedagang memilih berjualan di pinggiran jalan sekitar Pasar Babat, termasuk di Jalan Kartini No 95 yang menjadi lokasi Kantor MWCNU Babat.

Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar” (Sumber Gambar : Nu Online)
Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar” (Sumber Gambar : Nu Online)

Dampak Kebijakan Pemkab, Kantor MWCNU Babat Berubah Jadi “Pasar”

“Sungguh miris pemandangan ini, wajar atau tidak dari dampak kejadian ini aktifitas kantor MWCNU Babat sangat terganggu terutama saat ada kegiatan badan otonom NU se-MWCNU Babat karena tidak ada lahan parkir, pintu masuk, dan suara berisik dari mesin pemarut kelapa pedagang Pasar Babat,” ucap Muhammad Ketua PAC IPNU IPPNU Babat yang sehari-hari tinggal dan beraktivitas di kantor tersebut bersama beberapa kader NU di Babat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, hingga saat ini belum ada solusi untuk menangani masalah tersebut meskipun Pasar Babat sudah difungsikan kembali sejak 2013 kemarin. Tetapi karena mahalnya harga penyewaan kios para pedagang banyak yang tidak mampu untuk kembali berdagang di dalam Pasar Babat.?

Hingga menjelang akhir tahun 2014 ini, kantor MWCNU Babat masih digunakan berdagang oleh mereka yang belum menemukan solusi. Aktivitas dan pemandangan tersebut cukup mengganggu kegiatan kantor MWCNU Babat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Para pengurus berharap agar ada solusi mengenai ini hingga nantinya kantor MWCNU Babat bisa nyaman di pandang dan ditempati,” ujar Muhammad.

Saat ini kantor MWCNU Babat tengah mengalami proses pembangunan lantai 2. MWCNU setempat berharap proses ini berjalan maksimal, nyaman dan aman dari gangguan apapun. (M. Maksum Siddiq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

NU Utamakan Aspek Keagamaan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama mengedepankan unsur agama di tengah masyarakat Indonesia. Dalam merumuskan program organisasi, NU selalu mengarahkan gerakannya dalam menyiarkan nilai-nilai agama Islam.

Hal tersebut dikemukakan oleh M. Imam Aziz, salah seorang Ketua PBNU dalam forum kunjungan resmi DPC PKB Sidoarjo di Kantor PBNU lantai lima, Jakarta Pusat, Rabu (26/12) Sore.

NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Utamakan Aspek Keagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Utamakan Aspek Keagamaan

“NU itu jam‘iyah diniyah wa ijtima‘iyah ala thariqati ahlissunnah wal jama‘ah bi mazahibil arba‘ah atau organisasi keagamaan dan kemasyarakatan berdasarkan paham Ahlussunah wal Jama‘ah, Aswaja yang memeluk salah satu dari empat mazhab fiqih,” jelas Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aspek keagamaan menurut paham Aswaja dan empat mazhab fiqih, diutamakan oleh NU berikut banom dan lembaganya melalui pesantren salaf, sekolah NU, Universitas NU, majelis taklim, istigasah, pengajian akbar, masjid, langgar, dan aneka kegiatan lain, tambah Imam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Itulah yang diberikan NU kepada umat selain pemberdayaan masyarakat dengan aneka layanan umum dan pelatihan. Karena, kelompok di luar paham Aswaja juga tidak kalah semangat menghantam paham Aswaja yang dianut oleh umat Islam Indonesia. Karenanya, para kiai NU dan aktivisnya terus membentengi umat dalam kerangka Ahlussunah wal Jama‘ah,” kata Imam.

Pernyataan di atas disampaikan oleh Imam dalam menjawab pertanyaan seorang aktivis politisi, “Apakah yang diberikan NU kepada umat Islam di Indonesia?”

Sedikitnya empat puluh politisi dari Sidoarjo memadati aula lantai lima. Kunjungan berlangsung dengan suasana santai. Mereka diterima oleh Imam Aziz yang mengenakan kemeja putih berlengan pendek.  

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis    : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pesantren, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 30 Januari 2018

Sulitnya Menghukumi Riswah

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Para peserta sidang pembahasan masalah keagamaan atau bahtsul masail diniyyah kecewa. Bahtsul masail MWCNU Kecamatan Lasem, Rembang, dinilai kurang memuaskan lantaran pembahasan soal riswah atau suap dinyatakan mauquf, alias belum menghasilkan keputusan.

Sulitnya Menghukumi Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sulitnya Menghukumi Riswah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sulitnya Menghukumi Riswah

bahtsul masail di pondok pesantren Al-Hamidiyah itu harus ditunda, hingga selapan (40 hari) mendatang. Bahtsul masail, Sabtu (26/10) malam itu merupakan kali keempat dalam satu tahun periode kepemimpinan Pengurus Wakil Cabang NU Lasem.

Pokok permasalahan yang dibahas terkait dengan pertanyaan masyarakat yang sering timbul setiap Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang serentak di Kabupaten Rembang, dan juga jelang Pemilihan Legislatif (Pilleg) 2014 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pembahasan mengerucut pada pemberian materi dari tiga calon kepala desa di mana? ketiganya mempunyai hubungan dekat dengan penerima. Misalnya, calon A saudara. B teman dekat. C tetangga dekat.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bagaimana hukumnya menerima materi dari tiga calon itu dengan alasan menjaga tali persaudaraan yang sudah terjalin. Dan bagaimana pula hukumnya memberikan sesuatu jika kita adalah calon kades?

Sampai waktu yang telah disepakati, pembahasan belum rampung. Masih ada yang mengeluarkan argumentasi untuk menguatkan statemen masing-masing meski tidak menggunakan pengeras suara.

Suwardi (45) asal ranting NU Desa Bonang mengatakan, ini seharusnya takperlu ditunda dalam mengambil keputusan, sebab terlihat jelas, merpakan many politik.

Rasa kecewa juga dirasakan oleh Muhamad Hasan, asal ranting Sriombo yang sudah membawa dalil hasil Muktamar NU di Makasar. Padahal rujukan dari keputusan PBNU itu sangat mutlak haram, yang menurut Muhamad Hasan layak dan patut dijadikan acuhan.

Moderator Agus Ni’am Adib, menjelaskan, pihaknya sengaja mengambil keputusan mauquf, dengan berdallih ittiba’ (mengikuti) para kiai sepuh yang tak terburu-buru dalam setiap menentukan keputusan. Ini merupakan keputusan yang sangat berat, mengingat budaya seperti ini sudah menjadi tradisi dan budaya dikalangan masyarakat.

Lebih lanjut Gus Ni’am menyampaikan, pihaknya tik peduli mau dianggap kurang tegas dalam menentukan keputusan. “Namun yang jelas kami menginginkan keputusan yang baik dan benar, karena jika salah nerakalah menjadi konsekwesinya,” pungkas Ni’am. (Ahmad Asmu’i/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 29 Januari 2018

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Oleh Suwendi

Rapat paripurna DPR RI pada Selasa, 11 April 2017 dengan agenda pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Sistem Perbukuan akhirnya ditunda. Dalam sidang itu, Ketua Komisi X DPR RI, Teuku Riefky Harsya, dalam Rapat Paripurna menjelaskan perlunya mensinkronisasi mengenai buku-buku agama yang belum melibatkan Kementerian Agama (Parlementaria.com/11 April 2017). Menurut hemat penulis, keputusan penundaan atas pengesahan ini patut diberikan apresiasi dan “acung jempol” sebagai tanda pilihan yang terbaik. Mengapa demikian?

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Merespon Penundaan RUU Sistem Perbukuan

Ada sejumlah alasan persetujuan penulis terhadap penundaan ini. Pertama, jika melihat draft RUU Sistem Perbukuan itu maka sama sekali dapat dilihat secara kasat nyata bahwa tidak ada kewenangan atau keterlibatan apapun bagi Kementerian Agama dalam persoalan perbukuan ini. Draft RUU yang terdiri atas XII Bab dan 72 pasal ini sama sekali tidak menyebutkan buku pendidikan agama dan pendidikan kegamaan, terlebih lagi Kementerian Agama.?

Padahal, persoalan buku bukan hanya didasarkan atas ketersediaan buku yang bermutu, murah, dan merata an sich, namun juga buku yang mampu mengantisipasi bangkitnya gerakan radikalisasi agama yang justeru belakangan banyak dilakukan melalui buku-buku agama. Oleh karenanya, persoalan buku bukan hanya mengenai keterjangkauan secara harga atau pemerataan akses, namun juga memuat antisipasi maraknya ideologi radikal yang dilakukan melalui dunia perbukuan.?

Kini telah jamak ditemui di lapangan buku ajar pendidikan agama di sekolah dan perguruan tinggi umum yang mengajarkan intoleransi dan kekerasan atas nama agama. Bahkan, sejumlah buku-buku keagamaan dan kitab yang biasa dikaji di pesantren pun telah dilakukan tahrif al-kutub (penyelewengan kitab) baik dengan media cetak lebih-lebih dengan media digital. Tahrif al-kutub dilakukan oleh kelompok tertentu demi untuk disesuaikan dengan ideologi radikalnya. Oleh karenanya, konsentrasi mengenai buku-buku pendidikan agama dan pendidikan keagamaan semacam ini patut untuk dilakukan, tentunya itu menjadi domainnya Kementerian Agama. Selain Kementerian Agama, tidak ada kementerian atau lembaga lain yang menjalankan fungsi di bidang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu.

Kedua, secara regulasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang kemudian diturunkan ke dalam Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan, bahkan diperkuat dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, secara terang benderang persoalan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan itu menjadi kewenangan Kementerian Agama.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendidikan agama adalah pendidikan yang memberikan pengetahuan dan membentuk sikap, kepribadian, dan keterampilan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agamanya, yang dilaksanakan sekurang-kurangnya melalui mata pelajaran pada semua jalur, jenjang dan jenis pendidikan. Wujud dari pendidikan agama ini adalah mata pelajaran dan mata kuliah pendidikan agama pada layanan sekolah dan perguruan tinggi (SD, SMP, SMA, SMK dan Perguruan Tinggi Umum). Mulai penentuan kurikulum hingga menggandakan serta menyebarkannya sesunguhnya, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2007, menjadi otoritasnya Kementerian Agama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Demikian juga halnya dengan pendidikan keagamaan, ia bertujuan untuk menghasilkan peserta didik yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan/atau menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas, kritis, kreatif, inovatif, dan dinamis. Dalam konteks pendidikan keagamaan Islam, misalnya, pendidikan ini diarahkan untuk menghasilkan kyai atau pimpinan keagamaan yang memiliki pemikiran dan wawasan keagamaan yang luas yang dihasilkan melalui kajian kitab kuning dan literatur keagamaan lainnya dan diselenggarakan melalui pondok pesantren, madrasah diniyah takmiliyah, pendidikan Alquran dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya. Lagi-lagi, yang menangani ini semua adalah Kementerian Agama.

Atas dasar sejumlah regulasi itu, Kementerian Agama memiliki kewenangan yang begitu kuat dalam hal penyelenggaraan perbukuan ini. Jika Kementerian Agama absen atau diabsenkan melalui draft RUU Sistem Perbukuan ini sangat dimungkinkan ”malapetaka” akan menimpa pada bangsa ini, yakni setidaknya sejumlah mata pelajaran dan/atau mata kuliah pendidikan agama dan literatur pada lembaga pendidikan keagamaan akan tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Ketiga, secara faktual, Kementerian Agama melakukan layanan pendidikan agama dan pendidikan keagamaan melalui 5 (lima) unit eselon 1 (satu), yakni Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha. Kementerian Agama telah memberikan kontribusinya yang tidak sedikit dalam penyelenggaraan pendidikan nasional ini.?

Jika dilakukan perbandingan, Kementerian Agama itu menyelenggarakan layanan pendidikan sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ditambah dengan layanan pendidikan yang dilakukan oleh Kemenristek-Dikti. Kementerian Agama tidak hanya melayani satuan pendidikan mulai jenjang PAUD, pendidikan dasar dan pendidikan menengah, melalui jalur formal, nonformal dan informal, sebagaimana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi juga melayani perguruan tinggi, sebagaimana Kemenristek-Dikti.?

Khusus untuk Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, berdasarkan data EMIS Kementerian Agama, Direktorat Jenderal ini mengelola, membina, dan memfasilitasi sejumlah nomenklatur pendidikan yang secara akumulatif berjumlah 533.264 lembaga, dengan 2.844.149 pendidik dan 61.905.936 peserta didik. Secara terinci, data-data tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.?

Pertama, jenis pendidikan umum yang berciri khas Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah, berupa RA (Raudlatul Athfal), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah), dan MA (Madrasah Aliyah). Berdasarkan data EMIS (Education Management Information System) Ditjen Pendidikan Islam tahun 2016, secara keseluruhan keempat lembaga ini berjumlah 77.336lembaga, dengan jumlah guru sebanyak 820.835jiwa, dan jumlah siswa sebanyak 9.252.437 anak.?

Kedua, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan dasar dan menengah. Untuk jenis pendidikan ini terdiri atas SPM (Satuan Pendidikan Muadalah) dan PDF (Pendidikan Diniyah Formal). Berdasarkan data sementara, jumlah lembaga ini secara keseluruhan berjumlah 112 lembaga dengan jumlah ustad sebanyak 2.240 dan santri sebanyak 48.913jiwa.?

Ketiga, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur formal jenjang pendidikan tinggi, yakni Universitas, Institut, Sekolah Tinggi, dan Ma’had Aly. Berdasarkan data EMIS, secara keseluruhan jumlah PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) sebanyak 712 lembaga, dosen setidaknya berjumlah 440,142 orang dan mahasiswa sebanyak 747,686 jiwa.

Keempat, jenis pendidikan keagamaan Islam pada jalur non-formal yang terdiri atas MDT (Madrasah Diniyah Takmiliyah), pendidikan Alquran dan pondok pesantren. Dari ketiga lembaga ini, secara total jumlah lembaga berjumlah 240.387 lembaga, dengan ustad berjumlah 1.386.426 orang, dan santri berjumlah 17.385.552 jiwa.

Kelima, pendidikan agama Islam pada sekolah, dengan jumlah guru dan pengawas PAI berjumlah 185.636 dengan rincian guru PAI 180.040 orang dan pengawas PAI sebanyak 5.596 serta jumlah sasaran siswa yang beragama Islam pada sekolah sebanyak 34.371.621 jiwa. Adapun jumlah sekolah secara keseluruhan berjumlah 213.256 lembaga yang terdiri atas SD/SDLB sebanyak 149.310 ? lembaga, SMP/SMPLB sebanyak 37.439 dan SMA/SMALB/SMK/SMKLB sebanyak 26.507 lembaga.

Data di atas belum menghitung layanan pendidikan agama dan pendidikan keagaman di luar Ditjen Pendidikan Islam. Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha, semuanya juga melakukan hal yang sama, sebagaimana Ditjen Pendidikan Islam.

Atas dasar sejumlah alasan di atas, menurut hemat penulis, kita dapat memahami bahkan mengharuskan jika kemudian Kementerian Agama terlibat dalam urusan perbukuan ini. Buku merupakan sumber ilmu pengetahuan, bukan hanya pengetahuan untuk layanan pendidikan sekolah dengan sejumlah mata-mata pelajaran umum yang diajarkan, juga bukan hanya untuk membekali pengetahuan pada layanan perguruan tinggi umum dengan mata-mata kuliah umum yang diajarkannya.?

Tetapi juga semua pengetahuan untuk pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, yang menjadi domainnya Kementerian Agama. Jika kemudian RUU Sistem Perbukuan ini ditunda untuk disahkan, hal itu sungguh jauh lebih baik daripada segera disahkan namun dengan sejumlah kealfaan, di antaranya meniadakan peran Kementerian Agama. Tegasnya, ”Better Late Than Never”, terlambat itu jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Penulis adalah Doktor Pendidikan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Halaqoh, Kajian Islam, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan

Magetan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sebanyak 4.444 Banser se-Kabupaten Magetan menggelar Apel Kebangsaan di alun-alun Magetan, Jawa Timur, Ahad (14/1) ini. Apel kebangsaan bertema Merawat Tradisi, Mengawal NKRI, Menyejahterakan Negeri digelar sebagai bentuk militansi Banser terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI.

4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

4.444 Anggota Banser Magetan Gelar Apel Kebangsaan

Pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, sebagian besar dari mereka tampak berseragam loreng seperti militer. Namun banyak juga yang mengenakan seragam berwarna hijau khas NU.

Banser dikenal sebagai pasukan militernya Nahdlatul Ulama. Banser mempunyai komitmen kuat terhadap keamanan dan keutuhan NKRI. Apalagi akhir-akhir ini banyak pihak yang mencoba mengikis rasa kebangsaan hingga mengancam keutuhan NKRI.

"Ternyata ketika ada aliran yang selama ini berusaha untuk  mengikis rasa kebangsaan itu muncul. Justru minat masyarakat itu semakin tumbuh. Dan mungkin ekspresi atau wadah untuk menyalurkan itu adalah melalui Banser," kata Ketua GP Ansor Magetan Nur Wakhid atau Gus Wahid.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Apel kebangsaan dihadiri langsung oleh Ketua Umum GP Ansor Gus H Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) dan Kasatkornas Banser, Alfa Isnaini.

Apel diwarnai pula dengan berbagai atraksi kanuragan, pembentangan bendera Indonesia dan bendera NU raksasa, hingga pembacaan shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali.

Ketua pelaksana kegiatan, Habib Mustofa atau Gus  Toev mengapresiasi kekompakan kader Ansor-Banser yang telah berkerja dengan penuh totalitas dalam rangka mempersiapkan Apel kebangsaan ini.

Apel kebangsaan yang digelar GP Ansor Magetan, katanya, adalah pembuktian diri kader Ansor-Banser atas kecintaanya terhadap NKRI.

"Apel ini adalah inti dari semuanya. Ini Pembuktian kita. Kita akan membuat sejarah besar.  Apel ini adalah yang pertama kalinya diadakan GP Ansor Magetan," tegasnya. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 26 Januari 2018

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Pondok pesantren yang satu ini sangat berjasa dalam menguatkan karakter ke-NU-an santri dan masyarakat sekitarnya. Bahkan dari nama pesantrennya pun, masyarakat akan langsung bisa menebak bahwa pesantren tersebut adalan pesantren NU.

Pondok pesantren yang beralamat di Pagergunung, Sitimulyo, Piyungan, Bantul ini secara terang-terangan melabeli nama pesantrennya dengan pondok pesantren Islamic Studi Center Aswaja Lintang Songo. Suasana yang terbangun di pondok ini sangat kental NU-nya, penuh dengan segala aktivitas relijius yang tenang dan nyaman, meski dengan latar belakang masyarakat yang beragam.

Sejarah Berdiri

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)
Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul (Sumber Gambar : Nu Online)

Pondok Aswaja Lintang Songo Bantul

Cikal bakal berdirinya pesantren ini dimulai sejak tahun 1991 oleh Pak Heri, panggilan akrab dari H. Heri Kuswanto bin KH Muhammad Zaidan. Pada bulan Mei 2006, oleh H. San Afri Awang seorang kawan dosen & Ketua Jurusan Fakultas Kehutanan UGM, bersama Pak Heri meluncurkan nama ISC (Islamic Studies Centre) yang kemudian oleh masyarakat disebut sebagai pondok pesantren yang diberi nama Aswaja Lintang Songo, sehingga nama lengkapnya adalah Pondok Pesantren ISC Aswaja Lintang Songo.

Pesantren dengan nama ini, diharapkan menjadi lembaga pendidikan Islam yang menjadi pusat kajian ilmu-ilmu agama Islam bermanhaj Ahlussunnah wal Jamaah dan berkarakter "Lintang Songo". Songo (sembilan) merupakan angka terbesar dan lintang (bintang) sembilan merupakan bagian dari simbul Nahdlah atau kebangkitan para ulama.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pada tahun 2006, Pek Heri bersama KH Haris Gufron (pesantren Al Imam Wonokromo), KH Fairuzi Afiq (Pesantren Nurussalam Krapyak) dari RMI, dan KH Habib Masyhur Ridlo Al Hasny mengupayakan berdirinya gedung untuk pesantren ini. Survei AIP (Australia-Indonesian kemitraan Indonesia dan Australia) oleh Mr. Andrew, Mr. Allan, dan Mr. Bill) pun akhirnya menghasilkan bantuan gedung senilai 580 juta, berupa 5 lokal gedung (2 ruang kelas, 1 kantor, 1 perpustakaan dan 1 dapur) berikut perabotnya serta 4 unit toilet yang diresmikan 3 November 2007 oleh Kedutaan Australia dan Bupati Bantul.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hingga saat ini, pesantren yang berlokasi di 15 km ke timur laut pusat kota Yogyakarta ini terus mengalami perkembangan, baik dari sisi kuantitas santri, bangunan, maupun program yang ditawarkan. Menurut paparan Pak Heri, visi dan misi yang diusung oleh pesantren ini adalah agar santri bisa menjadi insan berkualitas, mandiri, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Diharapkan juga agar santri mempunyai pemahamaan tentang Islam yang mendalam, santri mempunyai keterampilan sehingga dapat hidup mandiri, dan santri mempunyai kepedulian sosial yang tinggi. Hal yang juga tak kalah penting adalah mengupayakan generasi sholih-sholihah dan bekualitas, serta berguna bagi pribadi, keluarga, masyarakat, nusa, bangsa, dan agama”, sambungnya.

Aktivitas Pesantren

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo mempunyai beberapa program yang ditawarkan. Selain ilmu agama, Pondok Pesantren ICS Lintang Songo juga menawarkan ilmu-ilmu umum seperti kehutanan, pertanian, perikanan, peternakan, perkoperasian, dan lain sebagainya. Semua program tersebut dijalankan secara rutin oleh lebih dari 300 santri dan 500 orang binaan di seputar lokasi pesantren.

Dalam hal penanganan pesantren ini, Pak Heri menggandeng beberapa ustadz-ustadzah lulusan dari UIN, UNY, UGM, dan beberapa pesantren di Yogyakarta. Untuk program pendampingan, mantan DPR PKB Bantul ini bekerjasama dengan pemerintah dalam pelatihan dan pengawasannya. Dari kegiatan ini, pesantren ini beberapa kali mendapat penghargaan termasuk dari presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ngaji Jadi Benteng Santri

Pondok Pesantren ICS Aswaja Lintang Songo tidak melupakan ruh pesantren yang menjadi rutinitas inti dari pesantren, yaitu jamaah dan ngaji. Ngaji di pesantren ini tidak jauh berbeda dengan pesantren-pesantren yang lain, baik dari sisi kurikulumnya maupun kajian kitabnya. Sistem pembagiannya terbagi atas lima kelas berdasarkan kajian kitab yang diajarkan seperti fiqh, tajwid, Al-Quran, hadis, dan tasawuf.

Selain rutinitas harian, di pesantren ini juga terdapat program ngaji selapanan yang diadakan setiap malam Selasa Kliwon. Setiap malam tersebut, ratusan orang melakukan wirid berjamaah, majlis tausiyah, dan doa.

Di setiap kesempatan yang ada, majlis ini menjadi momen penting bagi pesantren dalam upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat terhadap isu-isu yang berkembang dan menyesatkan di tengah mereka. Terlebih lagi dengan munculnya isu-isu agama yang sudah basi dan tidak perlu diperdebatkan kembali seputar masalah furu’iyyah yang akhir-akhir ini kembali menggejala.

Masalah bid’ah kembali diangkat ke permukaan oleh sebagian kelompok agama, masalah sholawat kembali diungkit, masalah qunut, dan rutinitas serupa yang biasa dilakukan oleh jamaah NU dianggap bid’ah. “Dengan adanya majlis seperti ini, diharapkan mampu menjadi benteng akidah dan dakwah sebagaimana yang sudah dituntunkan agama lewat para nabi, wali, ulama, dan kiai sesuai dengan manhaj Ahlussunnah wal Jamaah”, tutur Pak Heri selaku pengasuh pesantren. (Rokhim dan Karim)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Daerah, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 23 Januari 2018

LAZISNU Klaten Lengkapi Layanan dengan Ambulan Gratis

Klaten, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan sosial kepada masyarakat, Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Klaten melengkapi inventaris mereka dengan membeli sebuah mobil ambulan.

Ketua LAZISNU Klaten Muh Cahyanto menjelaskan, penambahan inventaris berupa mobil ambulan ini termasuk dalam salah satu program NU Care yang mencakup tentang Program bantuan langsung (Immediate aid) dan tanggap bencana, khususnya bidang kesehatan.

LAZISNU Klaten Lengkapi Layanan dengan Ambulan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Klaten Lengkapi Layanan dengan Ambulan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Klaten Lengkapi Layanan dengan Ambulan Gratis

“Alhamdulillah, atas bantuan para donatur melalui Gerakan Wakaf Ambulan, LAZISNU Klaten sekarang telah memiliki ambulan. Kami ingin segera ada wujud nyata kepedulian LAZISNU Klaten pada umat,” terang Cahyanto, Jumat (4/9).

Cahyanto berharap, dengan adanya mobil ambulan ini dapat mengurangi beban mereka yang baru tertimpa kesususahan. “Kami berharap, ambulan ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan bagi yang benar-benar membutuhkan. Kendaraan ini juga dapat berfungsi untuk evaluasi korban bencana alam, bantuan penyaluran obat-obatan dan sembako atau pengobatan gratis keliling di lokasi bencana,” ujar dia.

Ditambahkan Cahyanto, tak butuh waktu lama, selang satu hari mobil ambulan tersebut langsung dapat dimanfaatkan. “Mobil kita manfaatkan untuk mengantar anak penyandang cacat lumpuh dan hydrocepalus dari Klaten ke Jogja, untuk mendapatkan bantuan kursi roda,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Berita, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dalam pernyataan sikap resminya, PBNU menyatakan bahwa kampanye terhadap aktivitas LGBT merupakan tindakan melanggar hukum yang perlu diberikan sanksi. Pernyataan ini tertuang dalam rilis resmi yang disampaikan oleh Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, kamis (25/2/2016) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta.

Untuk itu, PBNU meminta pemerintah mengambil langkah-langkah segera untuk menghentikan segala propaganda terhadap normalisasi LGBT dan aktivitas menyimpang serta melarang pihak-pihak yang mengampanyekan LGBT.

PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Kampanye Aktivitas LGBT Melanggar Hukum

“PBNU juga meminta masyarakat, LSM, dan pegiat LGBT yang selama ini melakukan propaganda normalitas LGBT, membiarkan, menolak rehabilitasi, dan mengampanyekannya, untuk menghentikan kegiatannya,” ujar Kiai Miftah saat membacakan rilis resmi didampingi Katib Syuriyah PBNU KH M Mujib Qulyubi.

(Baca:? Sikap dan Taushiyah PBNU Tentang Perilaku Seksual Menyimpang dan Penanganannya)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kemudian, PBNU meminta pemerintah mengawasi, melarang bantuan dana, dan intervensi asing yang menyokong aktivitas LGBT.

Terakhir, Kiai Miftah menyampaikan, meminta DPR, khususnya yang berasal dari warga NU untuk memperjuangkan penyusunan UU yang intinya: Pertama, menegaskan larangan LGBT dan perilakunya sebagai kejahatan. Kedua, memberikan rehabilitasi kepada setiap orang yang memiliki kecenderungan LGBT agar bisa normal kembali. Ketiga, memberikan hukuman bagi setiap orang yang terus mempropagandakan dan mengampanyekan normalisasi LGBT, serta melarang aktivitasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Meme Islam, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 08 November 2017

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH Maktum Djauhari yang wafat Selasa (29/12) kemarin merupakan sosok berpengalaman dalam berorganisasi. Ia pernah diamanahi sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Amien (1992-1996), Ketua STAI Al-Amien Prenduan (1996-2000), dan Rektor IDIA Al-Amien Prenduan (2000-2012).

Sebelumnya, alumnus Pascasarjana Universitas Al-Azhar Cairo ini pernah menjadi Wakil Bendahara OPPM (1974-1975), Sekretaris Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Madinah (1977), Ketua IKPM Cairo (1984), salah seorang Deklarator ICMI Malang (1990), dan anggota BP3 A Departemen Agama Jawa Timur pada 2006 silam.

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris

Selain itu, almarhum pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Islam (Pusdilam) Al-Amien (1998-2000), Sekretaris Pesantren Al-Amien (2000-2004), dan Wakil Pimpinan Pesantren Al-Amien (2007-2012). Puncaknya, sebagai pimpinan Pesantren Al-Amien mulai Juni 2012 sampai sekarang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Seperti diberitakan, Kiai Maktum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.21 WIB di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/12). Ia juga dikenal pejuang antikorupsi melalui taushiyah-taushiyahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Wafatnya KH Maktum Djauhari menyisakan luka mendalam di hati keluarganya. Khususnya bagi sang istri tercinta, Ny. Hj. Nur Jalilah Dimyathi dan keenam anaknya. Kiai yang lahir 14 Mei 1958 itu, mempunyai 2 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka adalah Muhammad Haitsam (23 tahun), Samiyah (22 tahun), Afaf Az-Zahro (20 tahun), Nabil Fuadi (18 tahun), Rania Izzati (16 tahun), dan Madilah Amani (13 tahun).? (Hairul Anam/Mahbib)

Sabtu, 04 November 2017

HUT RI, Ratusan Pegawai RSI Siti Hajar Gelar Doa Bersama

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Ratusan staf dan pegawai Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo menggelar doa bersama, tahlil dan membaca surat yasin di masjid Siti Hajar Jl Raden Patah No. 70-72 Sidoarjo, Sabtu (15/8).

Wakil Direktur RSI Siti Hajar Sidoarjo Ir H Zuhdi Mansur mengatakan bahwa digelarnya doa bersama, tahlil dan membaca surat yasin di masjid Siti Hajar Sidoarjo ini guna memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT) Ke-70 RI.

HUT RI, Ratusan Pegawai RSI Siti Hajar Gelar Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI, Ratusan Pegawai RSI Siti Hajar Gelar Doa Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI, Ratusan Pegawai RSI Siti Hajar Gelar Doa Bersama

Selain itu, pihaknya juga mengajak kepada seluruh karyawan dan karyawati RSI Siti Hajar untuk selalu memberikan bantuan doa kepada para pahlawan bangsa yang telah gugur dalam membela kemerdekaan Republik Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dikatakan Zuhdi Mansur bahwa syukur itu dapat berupa ucapan alhamdulillah dan aplikasi melalui tindakan. Melalui momentum HUT RI ini, pihaknya menyerukan agar senantiasa bersyukur kepada Allah SWT serta memberikan doa kepada para pejuang bangsa.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kita harus berterima kasih kepada para syuhada, para pejuang yang dahulu telah berjuang untuk kemerdekaan Republik Indonesia," tutur Zuhdi Mansur kepada ratusan pegawai RSI Siti Hajar Sidoarjo.

Untuk itu, lanjut Zuhdi Mansur, dalam rangka HUT RI ke-70 ini seluruh karyawan dan karyawati melakukan doa bersama untuk para syuhada dan para pejuang bangsa. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pondok Pesantren, Warta, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 23 Oktober 2017

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren

Ciamis, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah KH Irfa’i Nachrowi menjelaskan jatidiri pondok pesantrennya yang bernama Kasepuhan Qasrul Arifan Atas Angin di perbukitan Sarok Landeuh, Desa Darmacaang, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Menurut dia, sistem di pondok tidak seperti di sekolahan. Pondoknya dalam istilah Jawa disebut “pondok sepuh”. “Kegiatan rutinnya pada bulan Muharam dan Rajab. Kegiatannya adalah riyadhoh atau mujahadah,” jelasnya di kediamannya ketika menerima tamu anggota DPR RI Fahri Hamzah, Rabu (10/8).

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Jelaskan Sistem Pendidikan Pesantren

Riyadhoh, tambah kiai yang juga tercatat di kepengurusan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mutabaroh An-Nahdliyah (JATMAN), adalah pendidikan berbasis praktik, bukan teori. Di sini, bukan apa itu ikhlas, tetapi bagaimana ikhlas itu? “Bagaimana ikhlas itu adalah kamu saya suruh buka ini hutan,” katanya. Pondoknya memang terletak di atas gunung. Dialah yang “membabad alas” gunung itu untuk perkebunan sekitar 25 hektar yang di dalamnya ada pesantren.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Soal waktu, lanjutnya, pendidikan di pesantren tidak seperti sekolah. Waktu dalam pendidikan pesantren itu relatif. “Tidak ada ukuran jarak waktu dan kekuatan yang harus dimiliki. Ada yang bisa selesai dalam hitungan jam, hitungan hari, hitungan tahun. Bahkan ada yang sampai habis umurnya tidak selesai-selesai,” tambahnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Lebih lanjut Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis tersebut menjelaskan tentang manusia. Menurut dia, turunnya kualitas manusia, karena rasio ditunggangi emosi dan nafsu. Rasio itu seharusnya mengendarai nafsu dibawah kendali nurani. Perangkat nurani inilah yang bisa kontak sambung ke Allah. Nuranilah yang harus memimpin rasio.

Maka ada fase nafsu dalam Tarekat Naqsyabandi. Dalam tahap ini murid harus belajar kepada Nabi Adam. Tingkatan pertama adalah latihan menghadapi nafsu amarah atau kebinatangan dalam diri. Di sini ada ego manusia yg harus dikendarai manusia, bukan sebaliknya manusia dikendarai ego.

Turunnya grafik ego otomatis naiknya sifat kebapakan atau leadership dalam diri sebagaimana sifat kebapakan Nabi Adam. Bila sifat kebapakan ini dominan dalam diri, maka akan memunculkan simpati orang yang ada di sekitar kita.

Kepada anggota DPR RI itu Kiai Irfa’i mengatakan, hidup ini adalah sandiwara, maka bersandiwaralah dengan baik. Menurut dia, sandiwara itu bisa dikatakan politik atau siyasah.

“Sandiwara itu kalau dihaluskan lagi bahasanya menjadi politik atau siyasah. Dalam menjalankan sandiwara tidak perlu kita mengikuti cara bersandiwara orang kafir; bersandiwaralah dengan cara yang diajarkan Islam,” tutup Rais Syuriyah Ranting NU Darmacaang ini. (Hakim Zayyan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Warta, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 09 Oktober 2017

Gus Dur Atasi Kapal Laut Menjenuhkan

Makassar, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Anre Gurutta Haji (AGH) Sanusi Baco lahir di Maros, Sulawesi Selatan pada 4 April 1937. Semasa mudanya, ia menjadi mahasiswa Fakultas Syariah di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, 1963-1967.

Gus Dur Atasi Kapal Laut Menjenuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Atasi Kapal Laut Menjenuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Atasi Kapal Laut Menjenuhkan

"Alhamdulillah sehat," ujar AGH menjawab pertanyaan pengasuh Pesantren Al Anwar III, Sarang, Rembang, KH Abdul Ghofur Maimoen, tentang kondisi kesehatannya.

AGH lalu menambahkan, dirinya satu angkatan dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan KH Mustofa Bisri (Gus Mus) di Kairo.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kalau perjalanan dengan pesawat udara menuju Mesir, saat itu sepuluh hari. Saya dengan kapal menuju Mesir, waktunya satu bulan. Jenuh juga, untung saja ada Gus Dur," ujar AGH Sanusi.

Gus Dur merupakan Presiden RI ke 4 yang terkenal dengan guyonan-guyonan cerdasnya dan spontan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Quote, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 04 Oktober 2017

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

Majalengka, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren al-Mizan yang tergabung ke dalam Yayasan al-Mizan, Langengsari, Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat menyelenggarakan sunatan massal bagi 30 anak dari keluarga tidak mampu dan kaum dhu’afa, Selasa, (27/1) dalam rangka harlah Al-Mizan dan lembaga-lembaganya seperti SMA, SMK, MTs dan pondok pesantren.

Pembina Yayasan al-Mizan Zaenal Muhyidin, S.Ag. mengatakan, kegiatan ini agar al-Mizan lebih mendekatkan diri pada pelayanan masyarakat khususnya akan kebutuhan sunatan.?

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Mizan Gelar Sunatan Massal

“Mahalnya biaya sunatan bagi keluarga tidak mampu menjadi beban tersendiri sehingga kita tergerak untuk membantu kebutuhan mereka,” tuturnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, orang tua dari Prasetio Putra Asofa, Ahmad Sahir mengatakan, masyarakat merasa bersyukur dengan adanya kegiatan ini dan berharap al-Mizan selalu bisa berkontribusi melayani masyarakat kecil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kami sangat senang dengan adanya kegiatan ini beban kami menjadi ringan dan semoga amal pengurus al-Mizan serta guru-guru menjadi barokah,” ungkapnya. (Tata Irawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Nahdlatul, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 03 Agustus 2017

Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan

Tasikmalaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian terus melakukan silaturahmi ke berbagai daerah. Salah satunya pada Selasa (22/11), ia ke Kota Tasikmalaya mengikuti Istighotsah dan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Jalan KH Zainal Mustofa.

Sebelum Istigotsah dimulai, Mantan Kepala BNPT itu menyampaikan bahwa Indonesia hari ini sedang menghadapi gelombang perpecahan. Tidak jeli menangkap peristiwa, bisa memicu perpecahan sesama bangsa.

Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolri: Bangsa Ini Dibangun Lewat Kebersamaan

"Untuk itu kebersamaan dan kesatuan bangsa dari berbagai elemen masyarakat harus diperkuat kembali. Terutama kebersamaan TNI, Polri, Ulama dan Santri," kata Tito.

Menurut Tito, sejarah mencatat, penjajahan terusir dari Bumi Nusantara berkat kebersamaan. TNI, Polri, Ulama dan Santri saling bahu membahu menjaga keutuhan NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Nah, Indonesia saat ini tengah memasuki babak baru. Era dunia maya. Banyak postingan yang bernada provokasi berseliweran di media sosial. Mulai dari facebook, instagram, twitter dan media sosial lainnya. Jika dibiarkan bisa memicu perpecahan antar sesama bangsa," ujarnya.

Maka, kata Tito, kebersamaan menjaga NKRI dari perpecahan suatu kewajiban untuk dipertahankan.

Ketua PC GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf yang saat itu hadir mengungkapkan bahwa apa yang disampaikan Kapolri benar adanya. Ansor, ucap Ricky, senantiasa bersama TNI, Polri, Ulama dan Santri mengawal NKRI dari perpecahan karena sudah nyata cinta tanah air sebagaian dari Iman.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Ya sudah mulai ramai lagi akan ada aksi lanjutan 2 Desember. Kita lihat perkembangannya saja. Kalau NKRI dikoyak, Ansor Banser siap paling depan melawan pemecah belah bangsa," ujarnya. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham PonPes, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 13 Juli 2017

Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT

Bismillahirahmanirahim

Menyikapi isu dan tudingan menyusul pernyataan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tertanggal 22 Februari 2016 tentang penolakan terhadap praktik dan gerakan Lesbian, Gay, Biseksuall, dan Transgender, kami pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) merasa perlu menjelaskan beberapa hal sebagai berikut:

Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Sikap LKNU Terkait Tudingan Dukung LGBT

1. Bahwa LKNU sebagai lembaga di bawah nanungan PBNU tunduk dan taat pada sikap dan Ketputusan PBNU, termasuk di dalamnya terkait dengan sikap yang menyatakan bahwa LGBT merupakan perilaku yang mengingkari fitrah manusia.

2. Bahwa benar pada beberapa tahun terakhir, LKNU menjadi salah satu mmitra program Global Fund untuk penanggulangan Human Immunodeficiency Virus (HIV) yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Kami perlu menjeslakan bahwa kemitraan program ini dijalankan dalam konteks penanggulangan. Dalam program ini, upaya-upaya pencegahan dan pendampingan dilakukan LKNU terhadap komunitas dampingannya, termasuk di dalamnya Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

3. Pelaksanaan Program Penanggulangan HIV/AIDS yang didanai oleh Global Fund, dikelola LKNU dan diperuntukkan sepenuhnya kepada mereka yang menjadi sasaran program.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

4. Bahwa dalam penyelenggaraan program tersebut, sebagai upaya duntuk melakukan pencegahan dan pendampingan LKNU juga berinteraksi dengna komunitas mana pun. Pemahaman akan prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal menjadi landasan LKNU untuk tidak membatasi interaksi dengan kelompok atau komunitas tertentu.

5. Bahwa LKNU sama sekali tidak masuk dan atau melibatkan diri dalam agenda-agenda kampanye dan propaganda untuk memperjuangkan pengakuan eksistensi LGBT.

6. LKNU meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisir dan memanfaatkan kerja sama yang dibangun LKNU untuk kepentingn-kepentingan tertentu, selain kepentingan kesehatan.

7. LKNU bersedia bersama mitra meninjau ulang butir kesepatakan program yang bersumber dana hibah Global Fund dengan mengacu pada sikap resmi PBNU

Demikian pernyataan sikap ini sebagai informasi dan media untuk saling tabayun.

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thorieq

Wasaalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh



Jakarta, 05 Maret 2016

Hisyam Said Budairy, MSc ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? dr. Citra Fitri Agustina, SpKJ

Ketua? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? Sekretatris



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Pendidikan, Kajian Islam, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 07 Juli 2017

Fatayat Laksanakan Program Peduli HIV/AIDS

Kudus, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pimpinan Fatayat NU Jawa Tengah bekerja sama Global Fund mengadakan program peduli  HIV/AIDS. Sebagai sasaran program diprioritaskan pada lima kota di Jawa Tengah yakni Brebes, Tegal, Pemalang, Demak dan Pati.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Khizanatur Rahmah mengatakan program ini merupakan bentuk kepeduliaan Global Fund (lembaga donor)  yang menggandeng Fatayat untuk pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya virus HIV/AIDS dan perempuan.

Fatayat Laksanakan Program Peduli  HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Laksanakan Program Peduli HIV/AIDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Laksanakan Program Peduli HIV/AIDS

“Program ini akan dilaksanakan selama 2,5 tahun hingga 2016 nanti. Untuk mengawali, kami telah melakukan penelitian dan kajian di 5 kota tersebut,” ujarnya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham di Kudus, Selasa (13/5).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Khizana menerangkan dari hasil penelitian itu diperoleh informasi yang sangat mengejutkan bahwa terdapat ibu rumah tangga terkena virus HIV/AID. Padahal ibu tersebut orang baik-baik dan tidak pernah berhubungan intim dengan orang lain.

“Saya heran, orang (ibu) baik-baik kok bisa terkena AIDS Setelah diteliti ternyata suaminya suka ‘jajan’ di luar sehingga virus menular sampai pada istrinya,” tuturnya.

Temuan lainnya, daerah Pati dan Demak banyak yang mengalami perilaku biseks (lelaki suka lelaki) yang tinggi. Disaat tidak bersama istri, lelaki itu berhubungan sesama lelaki.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Biasanya lelaki yang berisiko tinggi ini, katanya, kebanyakan para sopir jarak jauh yang sering beristirahat dimana-mana dan berbeda tempatnya.

“Oleh karena itu kita berharap kader-kader Fatayat harus mewaspadai sehingga tidak tertular virus yang mematikan ini,” imbuhnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 12 Mei 2017

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Cirebon, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Penyair masyhur D. Zawawi Imron, yang sekarang berumur 69 tahun, datang ke Munas-Konbes NU 2012 dengan semangat tinggi. Ia sudah datang di Pesantren Kempek, Jumat dini hari (14/9).

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

D Zawawi Imron Menyerap Kebersamaan

Di arena Munas, penyair yang sudah menelorkan 14 buku antologi puisi dan dua buku berisi esai-esai kebudayaan serta keislaman, mendatangi diskusi dadakan yang diselenggarakan santri-santri Cirebon.

Pada acara pembukaan kemarin (Sabtu, 15/9), Zawawi ketemu banyak orang yang sudah lama dikenalnya. Dengan Gus Mus ia berpelukan di tengah ribuan orang. Bertemu KH Malik Madani dan KH Panji Taufik yang juga asal Madura, diajak foto-foto oleh peserta dan santri-santri.

"Sore nanti yang akan ke Pesantren Babakan sebentar, diminta ceramah dadakan," jawabnya ketika ditanya agenda di Cirebon hari ini." 

"Saya di sini menyerap rasa kebersamaan yang jarang ditemui di tempat lain. Kebersamaan itu bukan hanya makan bersama, tapi juga dialog-dialog untuk mendengarkan suara-suara kebenaran secara berjamaah," kata D Zawawi Imron yang selalu mengenaan kopyah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia merasakan bahwa Munas ulama sangat penting dan tepat untuk kembali mencanangkan akal sehat secara kolektif. "Akal Sehat kolektif itu artinya kebenaran dan keberuntungan menjadi milik bersama," terangnya.

"Kita semua berangkat dari qolbun salim, hati yang lurus. Ini harus dijalin dalam bentuk rasa persaudaraan yang inten, bahwa yang melahirkan kesadaran betapa pentingnya kehadiran orang lain dalam kehidupan masing-masing orang," lanjutnya.

Zawawi memberi catatan, kebersamaan yang sudah terjalin pada NU belum banyak ditegaskan dalam tindakan nyata di masyaraat.

"Saya datang ke sini karena saya percaya ulama itu kalangan yang dapat melakukan rekayasa dalam pengertian positif, agar umat itu nantinya tidak hanya obyek dari kekuasaan atau permainan politik," ujarnya.

Penyair yang mulai mempublikasikan karya-karyanya sejak tahun 1973 ini mengusulkan agar Ulama bekerja sama dengan kaum intelektual guna memecahkan masalah. "Ulama dan intelektual itulah yang diharapkan kesadarannya pada realita kehidupan umat."

D. Zawawi Imron mengaku datang ke Cirebon tidak dari kampungnya, di Batangbatang, Sumenep. Ia baru saja datang dari Pontianak-Kalimantan Barat. Dia diundang pengurus NU Cabang Kota Pontianak untuk berceramah di hadapan mahasiswa-mahasiswa di tiga perguruan tinggi.

Ia tiba di Jakarta Jumat pagi (14/9). Lalu langsung ke kantor PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Dari PBNU ia berangkat ke Cirebon bersama Ahmad Mauladi, Muhammad Syafi, dan saya. 

"Perjalanan dengan orang tua bernama D. Zawawi Imron itu menyengangkan sekali. Terasa terang walaupun di jalan malam hari. Merasa menjadi santri karena diberi nasihat-nasihat. Nasihatnya indah sekali karena disampaikan melaui puisi-puisinya. Humor Madura yang dilontarkan bikin kawa tertawa," cerita Mauladi. 

Sementara itu, Muhammad Syafi berkomentar, "Saya senang sekali jalan bersama dengan beliau. Tapi ini juga tantangan, agar sesampai di Cirebon, tempat Munas ulama lebih menyenangkan lagi, bukan menyenangkan kita, tapi umat dan saudara-saudara sebangsa yang sedang murung ini."

D. Zawawi Imron berencana meninggalkan Cirebon Senin pagi (17/9). Ia akan ke Jakarta untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon. Empat hari, ia akan berceramah di depan para guru.

"Saya sudah seminggu meninggalkan rumah, dan baru tiba di rumah lagi minggu depan."

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Pemurnian Aqidah, Fragmen Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 14 April 2017

Perjuangan Wali Songo Disingkirkan

Judul: Wali Songo, Rekonstruksi Sejarah yang Disingkirkan

Penulis : Agus Sunyoto

Tebal Halaman: 282

Penerbit : TRANSPUSTAKA, 2011

Perjuangan Wali Songo Disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Wali Songo Disingkirkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Wali Songo Disingkirkan

ISBN : 978-979-3907-11-6

Peresensi: Dinno Munfaidzin Imamah *

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Abad 7 hingga ke-13, peradaban Islam menguasai dunia dengan ilmu dan teknologinya yang lebih unggul dari Barat. Kemudian dihantam dan diratakan dengan tanah oleh Hulagu Khan (Mongol). Peradaban Aztec dan Inca dihancurkan pada masa awal penjelajahan Eropa dengan teknologi perang yang lebih canggih. Bangsa-bangsa Afrika menderita selama ribuan tahun akibat perbudakan. Nusantara Kita dikangkangi Portugis, Spanyol, Inggris, Belanda, dan Jepang lebih dari 350 tahun lamanya. Inggris menguasai dunia dengan kemajuan teknologi perkapalan dan revolusi industri. Inggris menjajah India sejak abad ke-18. Cina di jajah negara-negara Barat dan Jepang pada abad ke-19. Pada Perang Dunia II, giliran Eropa dilindas Nazi Jerman. Jepang menjajah negara-negara Asia di Perang Dunia II. Amerika membom atom Jepang pada 1945. Bangsa yang unggul (superior) akan mudah mengalahkan bangsa yang lemah (inferior).Bangsa yang lemah, lembek akan dijadikan mangsa dan budak-budak serta kuli.

Setiap gerak sejarah Nusantara takkan pernah lepas dari tali temali gejolak dunia. Konstelasi internasional merupakan satu-satunya faktor penentu peristiwa di Bumi Nusantara Kita. Berdirinya kerajaan Majapahit, dilatar belakangi saat Singosari bertabrakan dengan Khubilai Khan. Perjuangan konsolidasi Majelis Wali Songo yang dipelopori Sang Pembaharu, Syaikh Siti Jenar dan Sunan Ampel merupakan refleksi dan aksi geo-religius dan geo-politik dari radikalisme agama di Tanah Persia yakni lahirnya ‘Sang Tuhan’ Dinasti Safawiyyah di bawah komando maharaja absolut perwujudan Tuhan, yang membabat habis Wali-Wali Tuhan tanpa sisa. Serta akan datangnya ‘pasukan Ya’juj Ma’juj Dajjal’ di bawah bendera Vasco Da Gama (Portugis). Kerajaan Mataram bisa berdiri karena Demak mengalami pelemahan setelah kalah bentrok dengan Portugis. Kemudian, Jepang masuk ke Indonesia saat Belanda lemah dikampung halamannya, dihantam badai swastika Nazi Hitler. Bumi Jepang luluh-lantak dan diratakan dengan tanah oleh kekuatan bom atom Amerika. Akhirnya, meledak dan lahirlah Kemerdekaan Nusantara yang saat ini kita nikmati bernama Bumi Indonesia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Perjuangan Wali Songo

Ada adagium yang mengatakan bahwa sejarah adalah hasil kontruksi elit, di mana sejarah adalah cerita kemenangan yang umumnya ditulis oleh para pemenang dan penguasa. Artinya siapa yang mampu merekonstruksi sejarah, pastilah akan menjadi pemenang dan digdaya dalam menapaki rentang waktu yang penuh pergulatan dan pertempuran untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Bertumpu dari adagium ini, perjuangan tokoh-tokoh besar sejarah Nusantara anggota Wali Songo dihapus dari Ensiklopedia Islam Indonesia (Terbitan Van Hoeve). Tidak bisa ditafsirkan lain kecuali adanya anasir-anasir sistematis dari keislaman mainstream Nusantara, faham Ahlusunnah Wal Jama’ah yang dikenal oleh kelompok Nahdhiyin (NU); untuk menghapuskan keberadaan perjuangan Wali Songo dari sejarah dakwah Islam di Nusantara. Di masa depan, secara akademis-intelektual keberadaan perjuangan Wali Songo akan terpinggirkan, dan disingkirkan dan hanya menjadi dongeng legendaris belaka. Wali Songo dan Islam Nusantara bagi kaum positivistik adalah sinkretis, asimilatif, semi-animis, mistis (irrasional), dan tradisionalis anti-gerak kemajuan dunia. Fenomena ini tidak hanya lepas dari tilikan para sejarawan, para intelektual yang mengaku-aku kaum pembaruan Islam, ilmuwan sosial yang pada umumnya juga masih gelap-gulita melihat kenyataan itu. Hanya karena keangkuhan akademik-intelektualisme, mereka tak mu menerobos kabut mitologi (legenda) yang menyelebungi realitas sejarah Nusantara yang sejati. Tidak mempunyai kesabaran dan kepekaan lebih untuk membaca babat, prasasti, menyisir sejarah adi-luhung, menyusuri jejak-jejak spiritualisme,dan doktrin ilmiah versi Nusantara. 

Di tengah arus kemelut, dan kerancuan, bahkan kegelapan sejarah itulah Agus Sunyoto, sejarawan Nusantara berikhtiar mementaskan perjuangan Wali Songo dalam panggung sejarah Nusantara. Misi yang sungguh berat, di tengah gempuran aliran positivistik, penulis memilah antara sejarah dengan mitos. Dibutuhkan data sejarah yang kuat untuk mendukung argumen dan pandangannya. Untuk itu diperlukan kemampuan khusus dalam membaca prasasti, naskah berbahasa Kawi dan Jawa Kuno, termasuk bahasa Sansekerta dan Arab. Kesadaran akan makna pentingnya perjuangan Wali Songo dalam sejarah Islam di Bumi Nusantara yang sisa-sisa jejaknya masih sangat jelas terlihat sampai saat ini. Dengan semangat rawe-rawe rantas malang malana putung dan vivere vericoloco, sejarawan Nusantara ini meneliti dengan serius sejarah perjuangan Wali Songo untuk “melengkapi” Ensiklopedia Islam Indonesia yang tampaknya dengan sengaja akan menyingkirkan tokoh-tokoh penyebar Islam abad ke-15 dan ke-16 yang berjasa dalam mengislamkan Nusantara tersebut.

Dalam buku Wali Songo; Rekonstruksi Sejarah yang Disingkirkan, komandan NU saat ini KH. Said Aqil Siroj dalam kata pengantarnya mengatakan perjuangan Wali Songo dalam menggalang kepercayaan umat melalu perjalanan dakwah yang yak kenal lelah, menancapkan Tauhid dalam pikiran dan hati di Bumi Nusantara, dibarengi apresiasi yang sangat tinggi pada agama Hindu, Budha, Tantrayana, Kapitayan dan lainnya. Wali Songo mampu mengelola budaya, sehingga diterima oleh hampir masyarakat Nusantara. Wali Songo mampu menjalankan misi dari bidang-bidang strategis dari bidang keagamaan, tata kemasyarakatan, strategi kebudayaan, geo-politik saat itu, ekonomi, pengembangan kesenian dan sebagainya. Strategi jitu para Wali Songo dalam mengembangkan ajaran Islam di Bumi Nusantara dimulai dengan beberapa langkah strategis. Pertama, tadrij (bertahap). Tak ada ajaran yang diberlakukan secara mendadak, semua melalui proses penyesuaian. Bahan, tak jarang secara lahir bertentangan dengan Islam, tapi ini hanya strategi. Misalnya, mereka dibiarkan minum tuak, makan babi, atau mempercayai para Danyang dan Sang Hyang. Secara bertahap, perilaku mereka itu diluruskan. Kedua, ‘adamul haraj (tidak menyakiti). Perjuangan Wali Songo menyebarkan Islam tidak dengan mengusik tradisi yang ada, tidak menggangu agama, sistem nilai dan kepercayaan, tapi memperkuatnya dengan cara yang Islami.

Buku ini menjelaskan dengan detail bahwa Wali Songo menyadari sungguh-sungguh, bahwa Nusantara yang multietnis, multibudaya, dan multibahasa, ini adalah anugerah Tuhan yang tiada tara. Belum lagi kondisi alam yang ramah, iklimnya yang tropis, tidak ekstrim. Ditambah dengan keanekaragaman hayati, hingga Wali Songo mensyukurinya dengan tidak merusak budaya yang ada atas nama Islam dan sebagainya. Anugerah yang mesti dilestarikan dan dikembangkan, bukan diingkari dengan dibabat dan dihancurkan atas nama kemurnian agama (purifikasi), terorisme, atau atas nama kemodernan. Islam hadir di paras Bumi Nusantara ini justru merawat, memperkaya, dan memperkuat multikulturalisme Nusantara sehingga bisa berdiri sejajar dengan peradaban dunia yang unggul lainnya.

Karya sejarawan Nusantara yang juga penulis Novel berjilid-jilid berjudul Perjuangan Syaikh Siti Jenar dan Novel Rahuvanna Tatwa, terdiri dari 6 Bab yaitu bab 1: Data tentang bangsa Nusantara, Bab 2: Para Wali dan Dakwah Islam, Bab 3: Kemunduran Majapahit dan Perkembangan dakwah Islam, Bab 4: Dakwah Islam masa Wali Songo, Bab 5: Tokoh-tokoh Wali Songo, serta Bab 6: Wali Songo dan pembentukan masyarakat Islam Nusantara. Buku ini juga sebagai sebuah undangan terbuka untuk masyarakat Islam Indonesia untuk mengetahui tentang negara-bangsanya di masa depan, dengan memahami masa lalu dan melihat masa kini. Pembaca bisa memperoleh pijakan historis yang kuat. Kita akan lebih yakin untuk meneladani, menyebarkan serta mempelajari strategi perjuangan mereka. Sangat penting bagi kaum muda dan masyarakat bangsa yang sudah sangat kritis di era kapitalisme sekarang ini. Sebab, dengan bukti historis yang ada, kaum muda punya kecerdasan dan akumulasi pengetahuan lebih yang dulu di miliki Wali Songo. Akan mudah dan mau menebar perjuangan Wali Songo, sebagai perintis, pelopor dan provokator kesadaran melawan tatanan-Anti Tuhan saat ini (baca:kelezatan kekayaan duniawi). Sebuah struktur dan gerak dunia, keadaan zaman Indonesia yang dulu pernah dialami Wali Songo. Merubah tatanan Nusantara yang dulu berkiblat poros cinta-dunia.

Belajar dari keberhasilan dalam pembentukan masyarakat Islam Nusantara yang dahulu dilakukan oleh Wali Songo, mampu kita teladani di tengah arus banjir bandang globalisasi yang dahsyat saat ini. Seperti juga yang pernah diteladani oleh Guru Bangsa, KH Abdurrahman Wahid yakni gerakan ‘pribumisasi Islam. Berdzikir, berpikir dan menggerakkan kembali nation-state of Indonesia untuk menggapai matahari kemajuan Republik, pluralisme sejati, ke-Bhineka-an, kesejahteraan dan mencinta nilai-nilai utama kemanusiaan. Serta jadi Bangsa Indonesia yang unggul, mandiri, tidak lembek yang akan kelak dijadikan mangsa, budak-budak dan kuli oleh para pemuja dan pecinta kelezatan duniawi; laskar Ya’juj Ma’juj Dajjal.

* Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, aktifis di PB PMII

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Sejarah, Kajian Islam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock