Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

Ini adalah kitab “Mauhibah Dzî al-Fadhal Hâsyiah ‘alâ Syarh Ibn Hajar ‘alâ Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “al-Manhal al-‘Amîm bi Hâsyiah al-Manhaj al-Qawwîm” karangan seorang ulama besar dunia Islam yang hidup di abad ke-14 Hijri (akhir abad ke-19 M dan awal abad ke-20 M) dan bermukim di Makkah, yang berasal dari Nusantara (Tremas, Jawa Timur), yaitu Syaikh Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Mannân al-Tarmasî tsumma al-Makkî (dikenal dengan Syaikh Mahfuzh Tremas, w. 1920 M).?

Kitab ini dikenal juga dengan nama “Hâsyiah al-Tarmasî”, yang tercatat sebagai karya terbesar dalam fiqih madzbah Syafi’i di seluruh dunia Islam yang ditulis pada abad ke-14 Hijri. Karena itu tidaklah mengherankan jika karya ini dikaji dan dirujuk di pelbagai belahan dunia Islam yang penduduknya menganut fiqih mazhab Syafi’i, mulai dari Haramain, Mesir, Suriah, Irak, Kurdistan, Dagestan (Russia), India, dan tentu saja Asia Tenggara (Jawi/Nusantara).

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab Fiqih Mazhab Syafi’i Terbesar Abad 20 Karya Ulama Nusantara

“Mauhibah Dzî al-Fadhl” merupakan hâsyiah (ulasan panjang atau komentar atas komentar) atas kitab “al-Manhaj al-Qawwîm” karangan al-Imâm al-Hâfizh Ibn Hajar al-Haitamî al-Makkî (w. 1566 M). “al-Manhaj al-Qawwîm” sendiri adalah syarh (penjelasan atau komentar) atas matn (teks) kitab “al-Muqaddimah al-Hadhramiyyah fî Fiqh al-Sâdah al-Syâfi’iyyah” atau yang dikenal dengan “Masâil al-Ta’lîm” (dan “al-Mukhtashar al-Kabîr”) karangan Syaikh ‘Abdullâh ibn ‘Abd al-Rahmân Bâ-Fadhal al-Hadhramî (w. 1512 M).?

Keterkaitan antar teks di atas dapat dipetakan dan digambarkan sebagai berikut;

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

1. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? "? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

2. ? "? ? ? ? ?" ? ? ? ? ?.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

3. ? "? ? ? ? ? ?" ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ?.

Matan (teks) “Muqaddimah Bâ-Fadhal” atau “Masâ’il al-Ta’lîm” dan syarh (penjelasan)-nya “al-Manhaj al-Qawwîm” adalah literatur rujukan utama dan kitab pusaka dalam khazanah fiqih mazhab Syafi’I selama berabad-abad lamanya. Ada beberapa ulama yang menulis kitab hâsyiah (ulasan panjang) atas syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut, seperti Syaikh Muhammad ibn Sulaimân al-Kurdî al-Madanî, w. 1194 H/ 1780 M (Hawâsyî Madaniyyah) dan Syaikh ‘Abdullâh ibn Sulaimân al-Jarhazî, w. 1201 H/ 1786 M (Hâsyiah al-Jarhazî).?

Memasuki abad ke-14 Hijri, syarh “al-Manhaj al-Qawwîm” tersebut kemudian di-hâsyiah oleh Syaikh Mahfuzh Tremas. Karena itulah, tidak berlebihan jika ada yang mengatakan kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini sebagai kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar di abad tersebut.?

Dalam kata pengantar “hâsyiah”-nya ini, Syaikh Mahfuzh Tremas menulis;

? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(Maka berkatalah seorang hamba yang mengharapkan rido Tuhannya yang Maha Kaya, Muhammad Mahfûzh ibn ‘Abdullâh al-Tarmasî, semoga Allah senantiasa menuntunnya dalam ketakwaan dan kebahagiaan, dan memberinya karunia kebaikan. Ini adalah sebuah penjelasan yang gamblang dan ulasan yang panjang lebar. Aku menamakannya “Mauhibah Dzî al-Fadhl ‘alâ Syarh Muqaddimah Bâ-Fadhal”. Seseorang (lelaki salih) telah menyuruhku untuk menuliskannya, meskipun aku bukanlah seorang yang ahli dalam bidang itu. Semoga Allah menjadikannya bermanfaat bagi para pelajar. Aku berharap, dengan kitab hâsyiah ini, aku bisa memperoleh doa seorang lelaki salih (tersebut) yang menghendaki ditulisnya kitab ini).

Dalam kolofon, disebutkan jika karya ini diselesaikan di Makkah pada masa menjelang zuhur, hari Sabtu 4 Rabî’ al-Tsânî 1327 Hijri (bertepatan dengan 24 April 1909 M). Tertulis di bagian paling akhir kitab;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 1327? ? ? ? ?.

Kitab ini kemudian dicetak berkali-kali di beberapa penerbitan Timur Tengah, seperti di Makkah, Kairo, Beirut, dan lain-lain. Cetakan terbaru adalah versi Maktabah Dâr al-Minhâj, Jeddah, KSA (pada tahun 2011), dengan tebal sebanyak VII (tujuh) volume (jilid). Cetakan lama berada dalam IV (empat) jilid. Terdapat beberapa endorsement (taqrîzh) dari beberapa ulama besar Haramain atas kitab ini, seperti “taqrîzh” dari Sayyid ‘Abdullâh Shadaqah ibn Zainî Dahlân al-Makkî, Sayyid Abû Bakar ibn Thâhâ al-Saqqâf, dan Muhammad Sâmî ibn ‘Abd al-Jalil Barâdah.?

Dalam kata pengantar atas edisi cetak yang diterbitkan oleh Dâr al-Minhâj, Dr. Muhammad ‘Abd al-Rahmân al-Ahdal dari Unversitas Thaif, KSA, mengatakan bahwa kitab “Hâsyiah al-Tarmasî” ini adalah kitab fiqih mazhab Syafi’i terbesar dan terluas bahasannya yang ditulis oleh ulama bukan saja pada abad ke-14 Hijri, melainkan pada periode “muta’akhkhirîn” (late periode, 12-14 Hijri/ 17-20 M).? (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 15 Februari 2018

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

Gresik, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham



Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengharapkan, pendidikan harus memiliki kualitas yang bagus sehingga lulusannya baik dan berkualitas. Maka dari itu, perlu adanya tenaga pengajar di lingkup keagamaan.

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Pendidikan di NU Harus Berkualitas untuk Tingkatkan Daya Saing

"Khususnya di lingkungan Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU), hendaknya terus meningkatkan kualitasnya karena hal itu sangat mempengaruhi mutu anak didik," ujarnya saat menghadiri Haflah Akhirus Sanah yang digelar Yayasan pendidikan Maarif NU Hidayatus Salam di Desa Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik (6/7).

Menurut Menteri Sosial itu, NU merupakan organisasi yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam proses pembangunan bangsa melalui pendidikan di bawah naungan lembaga Pendidikan Maarif.

"Saat ini kualitas pendidikan harus lebih ditingkatkan. Sehingga, outputnya memiliki daya saing yang tinggi di era kompetisi seperti sekarang," tuturnya.

Para intelektual NU sangat mumpuni membangun hal itu. Ketika yang pintar itu orang NU, tentu akan membawa dampak besar pada negara. Karena di NU selain harus intelek, juga diajarkan cinta tanah air, toleran dan menjaga keseimbangan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Perlu kiranya, Lembaga Pendidikan Maarif NU harus didorong agar daya sainganya berimpit dengan kemampuan lembaga pendidikan lainnya. Jika tidak dibangun akan ada disparitas sosial, politik serta disparitas kota dan desa," tegasnya.

Menurut Khofifah, Presiden Jokowi juga meminta agar perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk 500 besar di dunia, seperti Jurusan Seni di ITB. Terlebih dalam era globalisasi seperti saat ini, sambungnya, Indonesia harus siap bersaing dengan negara lain.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Profesionalisme dan daya saing di beberapa hal harus segera di dorong dan digenjot. "Jika perlu akan memanggil dosen unggulan dari luar negeri untuk meningkatkan daya saing," kata Khofifah sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

Acara yang dirangkai dengan Halal Bihalal, Silaturahim PC Muslimat NU Gersik serta peletakan batu pertama pembangunan gedung Islamic Boarding School. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gresik Sambari Halim Rudianto, beberapa anggota DPRD Gresik serta Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim, KH Marzuqi Mustamar. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pondok Pesantren Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 07 Februari 2018

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Jember, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pemahaman santri terhadap dunia usaha harus ditanamkan sejak dini. Agar setelah lulus nanti mereka siap untuk berkiprah dengan usaha yang bervariasi.

Setelah sukses melangsungkan senam sepuluh ribu santri di tiga kota, Pasuruan dan Jombang, hari ini Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) mengadakan acara serupa di Alun-alun Jember (5/5).

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Kewirausahaan Santri Harus Ditanamkan Sejak Dini

Dalam jumpa persnya di Hotel Bintang Mulia Jember, pengurus HIPSI Pusat, So Good Food serta sejumlah artis pendukung melangsungkan konferensi pers. Kepada sejumlah media cetak dan elektronik, HIPSI menandaskan bahwa kegiatan senam ini sebagai puncak dari kegiatan yang telah berlangsung sebelumnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kami menyelenggarakan road show pemahaman kewirausahaan ke sejumlah pesantren dan kampus di Jember," kata Mochammad Ghozali kepada wartawan tadi malam. Ketua Umum HIPSI Pusat ini menandaskan bahwa ada sejumlah kampus dan pesantren yang dijadikan sosialisasi bagi semangat kewirausahaan ini. 

"Untuk kampus, kami menggandeng  Universitas Negeri Jember dan Sekolah Tinggi Institut Agama Islam Negeri," katanya. Sedangkan untuk pesantren yakni Pesantren Nurul Islam, Pesantren Al-Qadiri, Pesantren Al-Badri serta Pesantren Darul Hikmah.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Namun berbeda dengan dua kota sebelumnya, kegiatan road show ke sejumlah pesantren ini tidak sama. "Tidak semata memberikan motivasi tentang pentingnya dunia kewirausahaan, juga kami berikan kesempatan mengolah makanan siap saji dari kreasi mereka," lanjutnya.

Dari sejumlah pesantren ini, ada lima tim juru masak yang mengolah sejumlah menu makanan. "Dari lima tim itu dipilih dua tim terbaik," tandasnya. Dan dari delapan tim ini akan dilombakan pada kegiatan senam sepuluh ribu santri untuk dipilih yang terbaik.

"Ternyata saat para santri membuat makanan dengan kreasi sendiri, rasanya juga lumayan lezat," kata Willy yang mewakili pihak So Good Food. "Ini sangat membanggakan," lanjutnya.

Puncak kegiatan pengenalan dunia kewirausahaan ini akan dipungkasi di alun-alun Jember. "Ada sekitar sepuluh ribu santri yang hadir," kata Mohammad Arif dari HIPSI Jawa Timur. 

"Semua adalah utusan dari sejumlah pesantren yang ada di sekitar Jember," katanya.

Diharapkan dengan kegiatan ini, semangat kewirausahaan akan diimbangi dengan kian kondusifnya kesehatan para santri. 

"Perpaduan antara semangat usaha dan badan yang sehat adalah sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan untuk bisa menjadi pengusaha sukses," tandas Mochammad Ghozali.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Untuk memperingati HUT Ke-70 RI, santri Hufadz Pesantren Pandanaran mengisi momen spesial ini dengan Mujahadah dan tahlil bersama serta pembacaan Maulid ad-Dibai, Ahad (16/08). Kegiatan ini diselenggarakan bada Maghrib di Pesantren setempat.

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT RI Ke-70, Santri Pandanaran Gelar Mujahadah dan Tahlil

Danang Tri Atmojo, salah satu santri Pandanaran mengatakan, bahwa acara ini diselenggarakan untuk memperingati HUT RI. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah dalam rangka mendoakan para Pahlawan dan syuhada bangsa ini yang telah gugur demi kemerdekaan Republik Indonesia.

"Acara memperingati HUT ke-70 RI ini, memang dikemas dengan Mujahadah dan tahlil bersama, serta pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian dilakukan sebagai bentuk ekspresi kami sebagai santri, untuk memperingati momen HUT bangsa dan negara ini," tutur Danang.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk membangkitkan rasa nasionalisme, para santri dengan penuh semangat, menggelorakan syiir Hubbul Wathon karya KH Wahab Chasbulloh ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai.

"Syiir karya KH Wahab Chasbulloh ini memang sengaja kami selipkan ditengah-tengah pembacaan Maulid ad-Dibai. Hal demikian kami maksudkan supaya ada sinergi antara rasa cinta kepada Allah, Nabi Muhammad, dan Tanah Air Indonesia," ungkap salah satu Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran ini. (Anwar Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Nasional, Budaya Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 17 Januari 2018

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

Rembang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga NU diminta untuk tetap menjaga kekompakan dan persatuan meskipun saling berbeda soal pandangan politik. KH Abdul Ghofur Maimun (Gus Ghofur) mengatakan hal ini di hadapan pengurus Majelis Wakil Cabang NU Sedan, Rembang, Jawa Tengah, Senin (9/9).

Gus Ghofur menyampaikan, sebagian masyarakat dengan mudah terprovokasi oleh keadaan yang ditimbulkan situasi politik menjelang pemilihan umum. Nahdliyin diimbau mengendalikan diri dari sikap yang merusak keharmonisan antarsesama.

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Beda Pilihan Politik Jangan Rusak Persatuan NU

“Sebagai warga yang menjujung tinggi ajaran Ahlussunnah wal jama’ah, kita harus bisa menentukan sikap tenggang rasa dan saling menghormati,” ucapnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Putra Mustasyar PBNU KH Maimun Zubair ini mengakui bahwa masih banyak masyarakat yang belum paham tentang arti perbedaan dalam hal menentukan pilihan. Maka, ia mengajak masyarakat bisa keluar dari kondisi semacam ini.

Sementara itu, ketua MWCNU Sedan Muhktar mengatakan, pihaknya sengaja menggelar dialog bersama Gus Ghofur untuk memperluas kesadaran warga NU dalam menghadapi pemilihan legislatif 2014 mendatang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Muhtar berharap perbedaan tidak menjadikan Warga NU terpecah belah dan tercerai berarai hanya demi memenuhi ambisi. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selasa, 16 Januari 2018

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Dalam pelayaran santri, kami mendapat pengalaman menarik untuk tergugah terhadap permasalahan negara. Seperti semboyan angkatan laut Indonesia “jalasveva jayamahe” yang artinya, justru di laut kita jaya. Semboyan itu bukan tanpa sebab, mengingat luas lautan Indonesia lebih besar dibanding luas daratan.

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Setumpuk Pengalaman dari Pelayaran Santri Bela Negara

Jika berkaca dari sejarah masa lalu Indonesia, kerajaan besar yang mampu mempersatukan wilayah Nusantara, dibangun atas dasar poros kemaritiman, sebut saja kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Kita sudah cukup lama tidak memikirkan tentang kelautan, pembangunan infrastruktur daratan justru lebih masif digalakkan dibanding lautan, pembangunan hotel lebih banyak dibanding membangun dermaga. Sebagai negara maritim, barang tentu kita sudah mengalami pergeseran dalam memaknai diri sendiri.

Pelayaran santri bela negara (PSBN) diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama Lembaga Persahabatan Ormas Islam. Kegiatan yang dikemas dalam pelayaran dibuat untuk menanamkan nilai cinta tanah air pada diri santri. Menggunakan KRI Banda Aceh, pelayaran menempuh jarak Jakarta Surabaya dan Surabaya Jakarta dengan diikuti 100 santri dari pelbagai daerah selama 7 hari, 20-26 Nopember 2015.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Dari kegiatan ini, diharapkan para santri lebih memahami arti penting serta menambah wawasan tentang kelautan, kemaritiman dan cinta tanah air. Sehingga, ke depan mereka mampu menjaga dan membela negara dari kelompok yang ingin merusak Indonesia,” kata ketua panitia, Imam Pituduh.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Berkumpul untuk mendapat wawasan kemaritiman serta pengalaman berkenalan teman baru, berlatar organisasi keagamaan berbeda serta daerah, plus menikmati menaiki kapal perang adalah sedikit dari berjuta keuntungan bagi santri yang mengikuti pelayaran bela negara. Sampai juga mengunjungi Monumen Jaya Surabaya dan melihat kapal-kapal tempur Indonesia.

Meski hanya seminggu pelayaran, kami mendapat banyak kesempatan yang tidak semua santri Indonesia memilikinya. Misalnya bertemu dengan Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan, Panglima Komando Angkatan Perang RI Wilyah Timur Laksamana Muda Darwanto, sampai Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf.

Momen tersebut sangat mengesankan bagi kami para santri, dari daerah kecil, pesantren terpelosok dapat bertemu dan bertanya dengan orang-orang penting. Pelayaran itu membuat kami tergugah arti penting laut, menjaga kedaulatan wilayah negara. Kami juga ingin menjadi bagian dari pembela negara bersama para TNI.

“Selama ini belum pernah ada kegiatan yang menyatukan para santri sebanyak kali ini, bahkan dari kota-kota kecil juga tidak saja satu ormas, tidak pernah aku lupakan,” ungkap Hilmi, santri utusan dari PCNU Subang.

Disadari atau tidak, bagi Muhammad Ammar, utusan PCNU Jakarta Pusat, pelayaran santri bela negara menunjukkan pesan pada sila ke tiga, Persatuan Indonesia. “Ini adalah Bentuk dari pengamalan santri di tengah perbedaan ormas dan daerah kita bisa bekerjasama selama kegiatan,” Ungkap santri yang pernah mondok di pesantren Buntet Cirebon. (Faridur Rohman)



Foto: Panglima Komando Angkatan Perang RI Wilayah Timur Laksamana Muda Darwanto didampingi Ketua PBNU Marsudi Suhud bersama para santri

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 04 Januari 2018

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Cianjur, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham?

Pasar Induk Kabupaten Cianjur, Jawa Barat terbakar pada Senin malam tanggal 27 Agustus lalu. Peristiwa mengenaskan tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB.

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Cianjur mendesak Kepolisian Kabupaten Cianjur untuk mengusut tuntas kejadian yang merugikan pedagang tersebut. Karena PMII menduga kejadian itu sengaja dilakukan.

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Terbakar, PMII Cianjur Desak Kepolisian Usut Tuntas

Ketua Cabang PMII Cianjur Obay Mukhtasor menduga kejadian tersebut sengaja dilakukan karena pedagang akan direlokasi ke pasar Terminal Pasir Hayam, tapi faktanya pembangunan di kawasan tersebut belum tuntas, masih dalam proses pengerjaan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara, tambah Obay, kondisi masyarakat mendesak untuk melakukan aktivitas perekonomiannya. Kalau kondisi ini dibiarkan sama saja membunuh masyarakat secara massal.?

“Maka kami PMII cianjur menyatakan sikap dan tuntutan. Pertama, meminta pertanggungjawaban Bupati Cianjur atas kinarja dinas-dinas terkait yangg lamban dalam menangani berbagai persoalan,” katanya melalui pers rilis melalui surat elektronik pada Kamis (29/8).?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, mencopot jabatan Kepala Dinas Damkar atas kinerja yang lamban dalam menangani insident kebakaran. Ketiga, usut tuntas pembakaran pasar Induk Cianjur yang merugikan miliaran rupiah.

Bupati Cianjur menanggapi dengan guyon

Menurut Obay, Bupati Cianjur malah menanggapi kejadian tersebut dengan guyonan yang tak pantas, “Pantas saja pasar terbakar juga, wong di depan pasarnya juga ada gambar Kapal Api,” kata Obay menirukan.?

Atas guyonan tersebut, PMII cianjur mengecam keras pernyataan bupati. “Bupati harus meminta maaf trhadap masyarakat atas guyonannya,” kata Obay.

Sebagai respon terhadap kejadian tersebut, puluhan aktivis PMII Cianjur berunjuk rasa dengan tuntutan di atas. Unjuk rasa dilakukan mulai Hypermart berjalan kaki ke Pemda Cianjur pada Kamis (29/8).

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Pertandingan, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 01 Januari 2018

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Sleman, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pemilihan Duta Santri Nasional 2016 sebagai bagian dari Pegelaran Hari Santri Nasional baru saja usai digelar. Ajang ini melibatkan 20 kontestan santri dan santriwati dari seluruh Indonesia, hasil seleksi dari ratusan pendaftar yang ada.

Acara yang digelar di Stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta pada 24-26 Oktober 2016 oleh Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMINU) ini memilih Nurul Aula yang mewakili Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sebagai Juara Kategori Favorit Santriwan Santriwati Duta Santri Nasional 2016.

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Santriwati Asal Aceh, Juara Favorit Duta Santri Nasional 2016

Aula mengaku tidak mengira kalau dirinya akan menang dalam kategori ini karena menurutnya banyak kontestan lain yang lebih bagus.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dara kelahiran Paya Bakong Aceh Utara ini mempunyai segudang prestasi di antaranya pernah jadi Juara MHQ 1 Juz Se-Aceh Utara, Juara 1 Sari Tilawah Antar Dayah se-Aceh Utara, Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia Tingkat SMP, Santri Berpestasi di Dayah Terpadu Ruhul Islam Aceh Utara.

Di samping itu banyak kegiatan yang dia rintis untuk memajukan minat belajar para santri, khususnya belajar Al-Quran, salah satunya dengan Gerakan Menghafal Al-Quran 300 Hari "One Day One Page" sekaligus sebagai Koordinator.? Uniknya lagi,? dia juga menjabat sebagai Ketua Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatu Ulama (IPPNU)? Dayah Terpadu Ruhul Islam.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Saya sangat bersyukur mendapat Juara Favorit. Ini menunjukkan kalau banyak orang yang suka dengan program yg saya presentasikan, semoga ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi saya dan semoga bermanfaat bagi semua orang," ungkap Aula saat ditemui selepas acara.

Untuk informasi,? sebelum Grand Final Kontestan dikarantina selama 2 hari untuk memaparkan prestasi dan program yang dilakukan selama ini, dan diselingi dengan materi oleh para pembimbing acara. (Zaki MuttaQien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 20 Desember 2017

Keselamatan Perempuan di Jalan Jadi Perhatian Fatayat NU Kersana

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas jalan raya di Indonesia menjadi keprihatinan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Bekerja sama dengan Kepolisian Resort (Polres) Brebes, Fatayat NU Kecamatan Kersana menggelar "Seminar Kewaspadaan dan Keselamatan Berkendara bagi Perempuan" di Sekretariat PAC Fatayat NU Kersana, Jalan Raya Kemukten Kersana, Ahad (14/2).

Keselamatan Perempuan di Jalan Jadi Perhatian Fatayat NU Kersana (Sumber Gambar : Nu Online)
Keselamatan Perempuan di Jalan Jadi Perhatian Fatayat NU Kersana (Sumber Gambar : Nu Online)

Keselamatan Perempuan di Jalan Jadi Perhatian Fatayat NU Kersana

“Kami berharap, anggota Fatayat mengetahui tentang bahaya berkendaraan agar tetap selamat,” kata Ketua PAC Fatayat NU Kersana Hj Siti Nurhabibah usai acara.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Menurutnya, anggota Fatayat memiliki usia produktif, jadi sangat sayang kalau menjadi cacat atau mati sia-sia akibat kecelakaan di jalan karena tidak mengetahui tentang peraturan berlalu lintas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Seminar disampaikan oleh Kasat Binmas Polres Brebes AKP Radiyanti SH. Dia mengajak kepada anggota Fatayat untuk senantiasa mematuhi? peraturan lalu lintas yang ada. Karena dengan mematuhi peraturan lalu lintas, selain dapat menjaga keselamatan diri sendiri, juga menjaga keselamatan orang lain.

“Sering kali terjadi kecelakaan di jalan raya, diakibatkan pengendara tidak taat pada rambu-rabu jalan serta peraturan lalu lintas yang ada,” kata Radiyanti.

Polisi lalu lintas, sambung Radiyanti, tugas utama polisi lalu lintas adalah penegakan hukum di bidang lalu lintas. Selain itu, polisi lalu lintas? juga memiliki tugas mengatur lalu lintas. Bahwa kecelakaan yang terjadi pada dasarnya korelasi dengan pelanggaran.

Artinya, kata dia, semakin banyak terjadi pelanggaran, maka semakin banyak terjadi kecelakaan. Begitu pula sebaliknya, semakin sedikit terjadi pelanggaran, maka sedikit pula terjadi kecelakaan. “Contoh ketika ada operasi tilang, bagi yang tidak memiliki surat-surat berkendaraan tentu akan grogi lalu belok melawan arus, di situlah kemudian terjadi kecelakaan,” ungkapnya.

Perempuan juga karena tidak mengerti tentang fungsi lampu motor, kadang lampu sen kanan yang dinyalakan ternyata beloknya kekiri, maka akibatnya terjadi kecelakaan juga.

“Karena itu, mari kita bersama-sama menaati peraturan lalu lintas sebagaimana tercantum dalam UU. No. 22 Tahun 2009. Mari kita pakai helm yang benar dan sesuai standar SNI,? menyalakan lampu pada siang hari, jangan belok kiri langsung serta patuhi marka jalan serta rambu-rambu yang ada,” tandas Radiyanti.

Dalam kesempatan tersebut juga, dilakukan pelantikan pengurus Pimpinan Ranting (PR) Fatayat Desa Kemukten, Ciampel, Pende, Limbangan, Kradenan, Cikandang, Kubangpari dan Kersana. Ditempat terpisah juga digelar bazaar produk local sebanyak 12 stand dari 12 PR desa se Kecamatan Kersana.

Doa bersama, pelantikan dan seminar dihadiri ribuan anggota Fatayat NU se Kecamatan Kersana. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua MWCNU Kersana Kusnadi dan Kapolsek Kersana AKP Tuhirman SSos. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 14 Desember 2017

Masjid Agung, Ikon Kota Solo

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Masjid kuno itu terletak di jantung pusat Kota Solo. Seperti pada umumnya di daerah Jawa, letaknya berdekatan dengan pusat pemerintahan, pasar (Klewer), dan alun-alun. Maka tak heran jika Masjid Agung yang menjadi kebanggaan warga kota Solo ini selalu ramai pengunjung, baik yang datang dari Solo maupun dari luar daerah.

Masjid Agung, Ikon Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Agung, Ikon Kota Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Agung, Ikon Kota Solo

Meski kini sudah berusia dua abad lebih sejak mulai didirikan oleh Raja Surakarta Paku Buwono III (PB III) pada tahun 1785 M atau menurut tahun Jawa tahun 1689, namun bangunan masjid masih terlihat kokoh. Setiap hari silih berganti umat Islam yang berkunjung ke sana untuk melakukan kewajiban sholat atau sekedar melihat masjid kuno tersebut.

Keanggunan Masjid Agung Surakarta yang dulunya bernama Masjid Besar itu terletak pada bentuk bangunan dan keasliannya. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

H Slamet Aby, ketua takmir masjid menuturkan, hampir pada umumnya bangunan masjid masih asli, “meskipun sudah direnovasi, tapi tidak merubah keasliannya, khususnya pada bangunan soko guru,” terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bangunan seluruh pilar atau lainnya dari kayu jati yang berasal dari hutan Donoloyo (Alas Donoloyo) yang usianya sudah sangat tua. Yang menarik lagi, konon kubah Masjid itu pada zaman dulu dilapisi dengan emas murni seberat 7,5 Kg terdiri dari uang ringgit emas sebanyak 192 buah. Pemasangan lapisan kubah Masjid itu diprakarsai oleh Sri Susuhunan PB VII pada tahun 1878 atau tahun Jawa 1786 dengan condro sangkolo Rasa Ngesti Muji ing Allah.

Secara pengelolaan, Masjid Agung Surakarta yang dulunya milik Keraton Surakarta kini sudah menjadi milik umat Islam sejak tanggal 3 Juli 1962 oleh Menteri Agama ketika itu, KH Saifuddin Zuhri. Namun secara kultural, acara di Masjid Agung masih tetap ada kaitan dengan acara keraton.

“Acara seperti Sekaten, Hari Besar Islam, Grebeg Mulud masih tetap berlangsung di Masjid Agung” ungkap Slamet.

Selain itu keterkaitan antara Masjid Agung dan keraton juga tampak pada peran imam masjid yang juga menjabat sebagai Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Tafsir Anom. Saat ini jabatan tersebut dipegang oleh Muhammad Muhtaram, yang juga merupakan pengurus NU Solo.

Sedangkan untuk kegiatan yang ada di masjid agung, seperti kebanyakan masjid lainnya, masjid ini sering digunakan untuk pengajian dan acara peringatan Hari besar Islam. Salah satu pengajian yang tetap bertahan sampai sekarang, yakni pengajian Purnomo Sidi (setiap tanggal 15 kalender Qomariah), sudah berlangsung sejak zaman raja-raja terdahulu.

Karena beberapa hal itulah masjid ini menjadi salah satu ikon Kota Solo. Hubungannya dengan sejarah masa lampau serta fungsinya sebagai masjid keraton. Disamping itu, banyak pula wisatawan yang pergi ke Solo, menyempatkan diri untuk mengunjungi masjid yang banyak memilik daya tarik ini.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Tegal, Ulama Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 13 Desember 2017

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Sukabumi, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Simpenan dan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi berupaya berperan di tengah-tengah masyarakat baik secara jam’iyah maupun jama’ah. Untuk peran tersebut, GP Ansor perlu meningkatkan kapasitas dan kreativitas pemuda, salah satunya melalui Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD).

Dua GP Ansor yang bertetangga tersebut menggelar PKD untuk pertama kalinyaa di Pondok Pesantren Al-Hidayah Kampung Cihurang RT 3/8, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan pada (25/2) dengan tema Membentuk Pemuda Ansor yang Cerdas demi Kokohnya Persatuan Kebangsaan.?

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Berperan untuk Pemuda, Dua PAC GP Ansor Sukabumi Gelar PKD

Menurut Ketua PAC GP Ansor Simpenan Tendi Satriadji berharap kegiatan itu menjadi titik awal kemajuan GP Ansor Kecamatan Simpenan dan Palabuhan Ratu dan bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi PAC lainnya.?

Saat ini, kata dia, di Simpenan dan Palabuhanratu, pemuda dari mulai berumur 17 tahun sudah mulai jauh dari pondok pesantren sehingga membaca dan memahami Al-Qur’an sangat rendah. Tak hanya itu, kepedulian mereka terhadap kegiatan hari hari besar keagamaan sangat minim.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Kami sangat khawatir moral dan paradigmanya ini bisa terpengaruh dan terpancing dengan isu-isu yang berbau SARA dan menebar konflik mengatasnamakan Islam,” katanya kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, Jumat (3/3).

Berdasarkan kehawatiran ini, lanjutnya, sehingga kami mengambil sikap untuk meraih para pemuda dengan cara mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar ? yang ? dalam AD/ART Organisasi, yaitu sebagai tujuan organisasi menegakan ajaran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah. (Sofyan Syarif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 09 Desember 2017

Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta

Tangerang Selatan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Mustasyar PBNU KH Mustofa Bisri mengatakan, agar manusia bisa mengamalkan apa yang disampaikan Nabi Muhammad, yaitu menyempurnakan akhlak, maka harus bersikap adil. Menurutnya, Al-Qur’an banyak sekali menyebut tentang sikap adil.

“Di Surat Al-Maidah ayat delapan ada itu. Di surat Annisa ayat seratus tiga puluh lima. Awalnya hampir sama (antara Al-Maidah delapan dan Annisa seratus tiga puluh lima), ‘Ya ayyuhalladzina kunu qowwamina bukan lillah, bis qisthi syuhada’a lillah’,” kata Gus Mus di Masjid Bayt Al-Qur’an Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Kamis (11/5) malam.

Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Manusia Tidak Adil Karena Benci dan Cinta

Surat Annisa tersebut, kata kiai akrab disapa Gus Mus, menjelaskan bahwa kalau seseorang tidak adil berarti tidak karena Allah. Kalau seseorang melakukan sesuatu karena Allah maka ia akan berlaku adil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Manusia sulit berlaku adil karena mereka memiliki emosi yang condong ke arah benci maupun ke arah cinta terhadap suatu hal ataupun seseorang. Oleh karena itu, Nabi Muhammad mengajarkan untuk bersikap moderat ataupun tengah-tengah. Karena adil tidak bisa dilakukan oleh orang yang terlalu cinta maupun orang yang terlalu benci.

“Anda kalau terlalu benci, Anda tidak bisa adil. Anda terlalu cinta, tidak bisa adil. Karena adil itu di tengah,” jelas Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin itu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagaimana yang tertera dalam surat Al-Maidah ayat delapan tersebut, Gus Mus menyatakan, jika seseorang ingin melaksanakan kebenaran maka sikap adil harus menjadi landasannya. Menurutnya, seseorang harus adil meskipun di dalam menegakkan kebenaran.

“Kalau kita terlalu semangat, lalu kita lupa bahwa kita harus adil meskipun di dalam menegakkan kebenaran,” urainya.

Bahkan, jangan sampai kebencian seseorang terhadap suatu hal ataupun orang lain menyebabkannya untuk tidak berbuat adil.

“Jangan sekali-kali kebencianmu kepada suatu kaum menyeretmu, mendorongmu untuk tidak adil,” terangnya.

Kata kaum di dalam Surat Al-Maidah itu, imbuh Gus Mus, merujuk kepada orang-orang kafir. Maka dari itu, ia berpendapat, berbuat tidak adil kepada orang kafir saja dilarang, apalagi kepada sesama umat Islam.

“Kalau kepada orang kafir saja kita tidak boleh tidak adil, apalagi kepada sesama kaum yang beriman,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Fragmen, Bahtsul Masail, Berita Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 07 Desember 2017

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sidoarjo pada Ramadhan ini mengadakan acara Pondok Aswaja VII dengan mengangkat tema "Pengamalan Aswaja An-Nahdliyah untuk mewujudkan kesejahteraan di masyarakat".

Acara yang digelar di Pondok Pesantren Chusnaini Desa Klopo Sepoloh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo itu diadakan selama dua hari, Sabtu hingga Ahad, (4-5/7) dengan diikuti sekitar 60 anggota delegasi dari Pimpinan Anak cabang IPNU-IPPNU hingga perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Sidoarjo.

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Sidoarjo Gelar Pondok Aswaja VII

"Melalui acara ini kami harapkan para kader IPNU-IPPNU Sidoarjo bisa membentengi dirinya sendiri, keluarganya dan lingkungan sekitarnya dari paham-paham yang tidak sesuai dengan ajaran ulama NU terdahulu," tegas Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Diceritakan Maarif, awal mula berdirinya IPNU-IPPNU itu dari pondok pesantren. Ini merupakan proses silaturahim para kader IPNU-IPPNU dengan pondok pesantren yang ada di wilayah Sidoarjo. Sehingga mereka terus memberikan sumbangsih kepada pondok pesantren.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Banyak pembelajaran yang tidak pernah kita temukan seperti yang ada di pondok pesantren. Di pesantren, kita akan memberikan edukasi kepada para kader muda NU agar mereka mengerti bagaimana kondisi di pesantren itu. Karena banyak tokoh besar NU dan cendekiawan yang lahir dari pondok pesantren," kata Syaikhul Maarif.

Acara Pondok Aswaja tersebut sekaligus merealisasikan program PBNU "Ayo Mondok". Melalui bulan Ramadhan, pihaknya berupaya memberikan kajian keilmuan yang belum pernah kader IPNU-IPPNU dapatkan selama berada di bangku sekolah formal.

Sementara itu Kresna Aji Prayoga (12), delegasi dari Pimpinan Aanak Cabang IPNU Taman Sidoarjo, mengaku ingin mencari ilmu di pesantren supaya bisa termotivasi seperti para ulama besar NU.

"Saya ikut acara ini karena ingin mencari ilmu. Agar ke depannya bisa membentengi diri sendiri dan menjadi remaja yang baik. Selain itu supaya iman saya kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh remaja-remaja yang suka berbuat hal-hal kurang baik," ungkap Aji. (Moh Kholidun/Mahbib)

 

Foto: Ketua PC IPNU Sidoarjo M Syaikhul Maarif

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Kiai, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 02 Desember 2017

Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Seperti sikap awal pendirian Gerakan Pemuda (GP) Ansor yakni sebagai penolong, maka badan otonom NU ini harus mengedepankan kegiatan yang dilandasi mardlatillah atau mencari keridlaan Allah. Isilah berbagai aktivitas Ansor yang menyentuh kepentingan umat, jangan terlalu banyak mengurusi partai politik. Politik yang dianut Ansor adalah politik kebangsaan sebagaimana dipedomani Nahdlatul Ulama.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor Mujiburrohman saat menyampaikan sambutan pelantikan Pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Brebes periode 2015-2019 di Gedung PCNU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Jawa Tengah, Sabtu (27/6/15) malam.

Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiprah GP Ansor Diharapkan Kian Konkret, Bantu Pembangunan Daerah

Mujib menandaskan pentingnya gerakan nyata hingga ke tingkat anak ranting. Peremajaan pengurus sebagai dinamika organisasi harus sejalan dengan penataan kelembagaan dan kaderisasi. Kiprah Ansor di masyarakat harus semakin konkret, bangkit dan bekerja untuk membantu pembangunan daerah.

“Ansor harus mengambil peran, karena SDM (sumber daya manusia) Ansor sudah sangat bagus terbukti berlatar belakang pendidikan sarjana dari berbagai disiplin ilmu,” ungkapnya.

Senada dengan Mujib, Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Brebes H Athoillah juga mengingatkan agar Ansor jangan hanya jadi organisasi pelantikan. Dalam artian, selepas pelantikan, aktivitas berikutnya kosong melompong sembari menunggu pelantikan berikutnya. Ansor harus berpikiran maju penuh semangat fi sabilillah (melangkah di jalan Allah). “Semangat juang mempertahankan Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah harus terus terpatri,” kata Atho.

Sehingga tidak kebobolan gerakan yang mengatasnamakan Ahlussunah wal jamaah tetapi hanya casingnya saja. Waspadalah dengan gerakan transnasional dan radikalisme yang memakai baju aswaja tetapi tidak berpihak pada NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu, Athoillah berpesan agar Ansor memiliki empat dimensi sebagai bekal berorganisasi. Yakni dimensi agama, ilmu, kepemimpinan dan kebangsaan.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengaku gembira dan mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus Ansor Brebes periode 2015-2019. Bupati mengajak kepada Ansor untuk membantu program pemerintah Kabupaten. Karena tanpa peran pemuda, suatu daerah tidak akan dinamis. “Peran pemuda dalam pembangunan daerah sangat diperlukan, Ansor saya harap ikut andil di dalamnya,” ajak Idza.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kepengurusan PC Ansor Brebes terlihat sangat gemuk, lebih dari 60 tegabung dalam jajaran pengurus. Pengurus yang dilantik, antara lain Ketua Ahmad Munsip, Sekretaris Ali Fauzan, Bendahara Fatkhul Imam dan Koordinator Badan Semiotonom.

Pelantikan diakhiri dengan mauidlatul khasanah oleh KH Fariz Elt Haque Fuad Hasyim dari Buntet Pesanteren Cirebon. Kiai Faris mengingatkan kepada anggota Ansor agar menjadi pewaris Kiai yang berkualitas. Sebab sepuluh dua puluh tahun yang akan datang pemuda Ansor akan menjadi pengganti kiai NU. “GP Ansor adalah generasi Ulama,” kata Kiai Faris.

Ulama-ulama NU, kata Faris, sangat senang diajak dan mengawal NKRI. Mempertahankan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika dan Undang-undang Dasar 1945. Indonesia menjadi bumi yang harus dipertahankan dan Indonesia sudah sangat Islami.

Sayangnya, lanjut Kiai, ada beberapa kelompok orang yang tidak suka dengan Indonesia padahal mereka hidup di Indonesia. Mereka kerap memaksakan kehendak, agar Indonesia menjadi Negara Islam. Mereka menilai Negara kita dipegang oleh para toghut karena tidak menerapkan hukum Islam.

Untuk itu, Kiai Fariz berpesan kepada GP Ansor dan Banser untuk merapatkan barisan mengawal dan mempertahankan Ahlussunah Wal Jamaah An Nahdliyah sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama. “Mari semangat, jangan putus asa dengan rahmat Allah SWT,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah M Ikhwanudin, jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor M Juri Ardiantoro yang juga Komisioner KPU Pusat, Mujiburrohman, dan Rizkonsyah Aji.

Hadir juga Ketua PC GP Ansor tetangga, Ketua PC Muslimat NU Brebes Hj Chulasoh, Ketua PC Fatayat NU Mukminah, Ketua KPU Brebes M Riza Pahlevi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kab Brebes Sutedjo SE, Kepala Dinas Perikanan Kab Brebes Tandi APi dan sejumlah undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Daerah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 17 November 2017

Banser Gugur dalam Bela Negara Termasuk Syahid

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Menjaga keamanan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan sebuah kewajiban semua warga negara Indonesia. Sebab, “hubbul wathon min al-iman”, sebagian tanda dari iman seseorang adalah cinta kepada tanah air.

“Jadi apabila ada Banser misalnya, gugur dalam tugasnya menjaga keamanan masyarakat dan NKRI, maka dia termasuk mati syahid,” terang Habib Muhammad bin Husain Al-Habsyi, dalam ceramahnya pada Pengajian Rijalul Ansor, di Kompleks Kantor PCNU Solo, belum lama ini (19/11).

Banser Gugur dalam Bela Negara Termasuk Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Gugur dalam Bela Negara Termasuk Syahid (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Gugur dalam Bela Negara Termasuk Syahid

Cucu mualif Simtuddurar tersebut juga menjelaskan, kewajiban negara juga pernah ditegaskan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari, dalam fatwanya menjelang perang 10 November di Surabaya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain menerangkan tentang kewajiban bela negara, Habib Muhammad juga menjelaskan sunnah Nabi terbesar, yakni rahmatan lil Alamin, menebar rahmat bagi semua.

?

”Umat Islam harus menebar kasih sayang kepada siapapun, sekalipun kepada hewan dan tumbuhan,” tuturnya. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 22 Oktober 2017

Bagaimana Hukum Penyadapan Dilakukan KPK?

Tarim, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Bahtsul Masail Kebangsaan merupakan salah satu dari serangkaian acara pra-Konfercab ke-II Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Yaman digelar di Auditorium Fakultas Syariah wal Qanun Universitas Al-Ahgaff Tarim, Yaman, Selasa (11/2).

Kegiatan yang dihelat atas kerjasama PCINU, PPI Hadhramaut, dan AMI Al-Ahgaff ini diikuti oleh sekitar 50 delegasi pelajar Indonesa dari sejumlah institusi di Kota Tarim dan Seiwun.

Bagaimana Hukum Penyadapan Dilakukan KPK? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Hukum Penyadapan Dilakukan KPK? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Hukum Penyadapan Dilakukan KPK?

Dalam forum yang mengangkat platform “Menuju Indonesia yang Bersih dan Bermartabat” tersebut, dibahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan isu korupsi di tanah air, khususnya terkait lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Diantaranya adalah bagaimana hukum penyadapan dan pengintaian para terduga korupsi yang dilakukan oleh KPK ? Setelah melalui perdebatan yang cukup alot, dirumuskan bahwa penyadapan KPK yang dilakukan dalam rangka untuk mengakomodir bukti-bukti penanganan tindak pidana maka hukumnya diperbolehkan.

Alasannya, demi menjaga kemaslahatan umum (maslahah ‘ammah), meskipun menimbulkan mafsadah kepada pihak tersangka karena kemaslahahtan umum lebih didahulukan dari pada kemaslahatan yang bersifat personal. Hal ini berdasarkan sebuah kaidah ; al-mashlahah al’ammah tuqoddam ‘ala al-mahslahah al-khossoh.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kemudian bagaimanakah hukum penggeledahan rumah para koruptor, dan apakah tindakan penyitaan terhadap harta mereka bisa dibenarkan secara fikih ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Hukum penggeledahan rumah tersangka korupsi yang dilakukan oleh pihak KPK dalam rangka pembuktian boleh, begitu juga menyita hartanya dengan alasan diatas hukumnya diperbolehkan, namun jika ia terbukti tidak salah (korupsi) maka hartanya dikembalikan lagi kepada pemiliknya.

Landasan yang digunakan adalah pendapat dari kalangan Fuqoha’ Malikiyah yang berpendapat bahwa diperbolehkan menahan seorang tersangka (habs al-muttaham) kasus pencurian dalam rangka pembuktian. Hal tersebut juga mengacu pada kaidah pengedepanan kemaslahatan publik atas kepentingan pribadi.

Acara berakhir sekitar pukul 13.00 KSA. Diantara rekomendasi yang dihasilkan adalah ; melayangkan surat resmi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahwa Pelajar Indonesia di Hadhramaut mendukung sepenuhnya tindakan penumpasan koruptor di negeri ini. [Nizar/Abdullah Alawi]

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail, Hikmah, Syariah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 12 Oktober 2017

Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk

Jombang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sejumlah kegiatan kian diintensifkan demi menggerakkan jam’iyah.  Ramadhan justru sebagai media efektif untuk menyapa jamaah dan kepengurusan di level paling bawah.

Setidaknya ada empat program unggulan yang dijalankan PCNU Jombang selama bulan suci ini. “Ada rukyatul hilal, pelatihan kader, dakwah radio serta safari Ramadhan,” kata Sekretaris PCNU Jombang, Muslimin Abdillah kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham (18/7).

Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, NU Jombang Kian Sibuk

Untuk lokasi kegiatan rukyatul hilal dipusatkan di Tuban. “Namun karena kemarin dapat dipastikan tidak ada perbedaan, maka kegiatan rukyatul hilal untuk awal Ramadhan tidak diselenggarakan,” katanya. “Namun untuk penentuan awal Syawal akan kami lakukan,” lanjutnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sedangkan kegiatan selanjutnya adalah pelatihan kader. “Akan kami laksanakan di aula Rumah Sakit Nahdlatul Ulama,” kata aktifis Al-Haraka ini. Kegiatan yang akan diikuti sejumlah fungsionaris MWC NU se-Kabupaten Jombang ini berlangsung dua hari yakni 24-25 Juli.

Yang menjadi pertimbangan utama kegiatan ini adalah bagaimana pengurus di tingkat bawah yakni Majelis Wakil Cabang dapat menggerakkan kepengurusan di tingkat pengurus Ranting. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Karena basis atau ujung tombak kegiatan NU adalah di tingkat desa atau ranting,” tandasnya. 

Selama ini banyak kegiatan jamaah yang dilakukan secara suka rela tanpa sentuhan para pengurus di tingkat desa. 

“Mereka dengan kesadaran sendiri mendirikan, mengelola dan mempertahankan kegiatan tahlilan, yasinan manakiban dan sejenisnya tanpa pernah disapa pengurus tingkat Ranting,” sesalnya.

Karena itu diharapkan dengan kegiatan ini akan muncul kesadaran dari pengurus di tingkat kecamatan untuk turun dan mengerakkan kepengurusan di tingkat desa atau Ranting. 

Sedangkan kegiatan berikutnya adalah dakwah radio. “Kegiatan ini sudah terlaksana sejak awal Ramadhan lalu dengan menggandeng Radio Suara Warga,” ungkapnya. Radio tersebut selama ini dimiliki dan dikelola oleh PC Lakpesdam NU Jombang. 

Kendati hanya sebagai radio komunitas dengan jangkauan siar yang tidak terlalu jauh, namun antusias pendengar untuk menikmati acara ini cukup tinggi. Terbukti saat diadakan dialog interaktif, sangat banyak yang menanyakan berbagai masalah kepada narasumber yang sedang on air.  Kerjasama mengisi acara di radio berbeda juga dilakukan yakni Radio Suara Jombang.

Yang cukup menyita waktu dan tenaga adalah kegiatan safari Ramadhan. “Pengurus harian akan menyapa dua puluh empat MWC NU di seluruh Jombang,” katanya. Kegiatan berlangsung mulai tanggal 24/7 hingga 5/8. 

“Tentu jumlah dan komposisi pengurus harian yang akan turun gunung terjadual dan disebar secara merata,” terangnya.  

Diharapkan dengan menyapa langsung para pengurus MWC, maka akan ditemukan sejumlah persoalan organisasi yang menjadi kendala. Demikian juga akan diupayakan melakukan langkah-langkah terukur bila menjumpai sejumlah peluang yang dapat ditindaklanjuti. 

“Kita ingin menjemput bola berdasarkan masukan dari pengurus di tingkat bawah,” katanya.

Cak Muslimin, sapaan akrabnya menandaskan bahwa seluruh kegiatan ini sebagai amanah dari musyawarah kerja (musyker) PCNU Jombang yang dilaksanakan di PP Mambaul Ma’arif Denanyar tahun lalu. 

“Semua adalah sebagai amanah organisasi dan wajib untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya. Untuk rukyatul hilal  adalah sebagai manifestasi dari perintah PBNU yang menginstruksikan seluruh PCNU untuk melakukan hal tersebut. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 01 Oktober 2017

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), hari ini meluncurkan buku putih bertajuk “Benturan NU-PKI 1948-1965”. Buku itu merupakan respon dan klarifikasi (tabayyun) atas berbagai informasi dan propaganda yang muncul akhir-akhir ini.

Buku putih diluncurkan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (9/12) siang, dihadiri antara lain Hermawan Sulistyo (LIPI-peneliti peristiwa 1965), Kiki Syahnakri (PPAD), Agus Sunyoto (Sejarawan), dan KH Miftakhul Akhyar (Rois NU Jatim).

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI

Menurut Panitia Peluncuran Buku Putih, Adnan Anwar, buku itu antara lain adanya dramatisasi jumlah korban PKI dalam peristiwa 1965. Dikatakannya, dari sekitar belasan atau puluhan ribu korban disebutkan berjumlah ratusan ribu, bahkan peneliti barat mengasumsikan jumlah korban menyentuh angka hingga satu juta orang.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Tim buku putih mengungkapkan adanya proses dramatisasi jumlah korban itu. Bahkan di beberapa daerah yang menjadi basis PKI, jumlah korban yang disebutkan itu lebih banyak dari jumlah penduduk yang terdata waktu itu. Ini harus diluruskan,” kata Wakil Sekretaris PBNU itu, Ahad (8/12).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Buku itu mengungkapkan bahwa rentetan peristiwa 1948 dan 1965 merupakan konflik horisontal. Korban dan pelakunya berasal dari banyak pihak. Buku itu secara khusus melampirkan korban dari kalangan NU yang hampir tidak pernah dicatat oleh para peneliti barat.

Menurut Adnan, buku itu diterbitkan untuk melanjutkan proses rekonsiliasi (islah) telah terjadi secara alami, terutama di antara NU dan keluarga korban 1965.

“Jangan sampai propaganda dan provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu dapat mengganggu proses terjadinya rekonsiliasi yang terjadi alami. Kita tidak bisa membiarkan ada orang luar terus mengadudomba bangsa Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, buku itu juga ditujukan untuk kader NU. “Generasi NU yang lahir belakangan harus mengetahui sejarah secara menyeluruh agar tidak goncang dan resah dengan berbagai informasi yang beredar,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Cerita, Makam, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 27 September 2017

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Pati, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan workshop nasional program pendidikan karakter positif. Kegiatan yang bekerjasama dengan Mata Hati Care Centre ini dihadiri 230 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengelola PAUD, maupun guru PAUD yang ada di wilayah Margoyoso dan sekitarnya, Kamis (12/11).

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Dalam sambutannya, A Dimyathi, MAg menuturkan, program-program semacam ini akan semakin menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dari luar kegiatan perkuliahan di kelas. Artinya mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari apa yang disampaikan dosen di dalam kelas, tapi mereka juga dapat menimba ilmu dari kegiatan-kegiatan seperti ini.?

“Terlebih narasumber yang hadir dalam kegiatan hari ini merupakan praktisi yang sudah lama terjun di bidang ke-PAUD-an yang tentu sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya,” tutur Wakil Rektor I IPMAFA ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara itu, Muhammad Syamsun dari Mata Hati Care Centre selaku narasumber kegiatan hari ini menjelaskan dalam paparannya, bahwa tema yang diambil pada kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat tepat terutama bagi para pendidik di lembaga-lembaga Anak Usia Dini.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Ibarat komputer, otak anak itu diinstal pada usia 0 sampai 7 tahun, maka di usia-usia seperti itu anak-anak perlu ditanamakan sifat dan karakter positif supaya nanti di usia berikutnya anak-anak tidak mudah stres karena sudah mempunyai bekal baik secara psikis maupun psikologis,” jelas sosok yang akrab disapa Kak Acun ini.

Para peserta pun terlihat sangat antusias. Mereka satu persatu melahap materi-materi yang dipresentasikan oleh narasumber. Baik itu dalam hal permainan anak, bernyanyi, menari dan lain-lain. Bahkan salah seorang peserta dari Karimunjawa sangat tertarik dan mengapresiasi kegiatan ini.?

“Konsep acaranya bagus, materinya bervariasi, narasumbernya juga asyik. Hal ini membuat kami sebagai peserta tidak pernah merasa bosan dan jenuh mengikuti kegiatan ini. Kami berharap prodi PGRA IPMAFA sering mengadakan kegiatan seperti ini guna memberikan tambahan bekal keilmuan umumnya bagi para guru dan pengelola lembaga PAUD serta khususnya bagi mahasiswa PGRA IPMAFA,” ungkap Bambang Musthofa, mahasiswa PGRA semester pertama. (Siswanto/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian, Quote, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 10 September 2017

Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi

Blitar,Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketua Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kabupaten Blitar H Muslih mengatakan, Sekolah Menengah Kejuaran (SMK) Islam sebagai lembaga milik Nahdlatul Ulama memiliki peran sangat strategis dalam menyiapkan kader NU militan untuk mengisi peran-peran penting dalam berbagai bidang kehidupan.

“Paling utama bagaimana lembaga pendidikan NU ini di dalam menanamkan ajaran dan nilai-nilai Islam Ahlussunah wal-Jama’ah Annahdliyah,” katanya saat pelantikan Kepala Sekolah Menengah Kejuaruan Islam (SMKI) II Wlingi Blitar, Jawa Timur pada 31 September? 2016. Terpilih sebagai Kepala Sekolah SMKI II Wlingi Hasanah. Ia adalah mantan Ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kabupaten Blitar

Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Ketua IPPNU Blitar Dilantik Jadi Kepala SMK NU Wlingi

Pelantikan dihadiri Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Blitar KH Imam Sugrowardi, Wakil Ketua PCNU Baharuddin, Ketua BPNU Darul Huda Wlingi dan beberapa pengurus MWCNU dan Badan Otonom NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

SMK Islam milik Nahdlatul Ulama ini berdiri sejak tahun 1995 di atas tanah seluas 1.3 hektar. Sekolah yang berada di lingkungan Pesantren Darul Huda Wlingi tersebut, memiliki jurusan Teknik Jaringan Komputer (TKJ), Teknik Permesinan, Teknik Otomotif Umum dan Teknik Otomotif Sepeda Motor.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

SMK Islam Wlingi II termasuk salah satu SMK unggulan meski berlokasi di Kota Wlingi sehingga ribuan siswa mengenyam pendidikan di sekolah kebanggaan warga NU tersebut. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham IMNU, Bahtsul Masail Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock