Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Semarang, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Warga semakin dimudahkan dengan peluncuran website resmi jaringan pesantren NU Jateng. Mereka bisa mengetahui seputar aktivitas atau program terkini Pengurus Wilayah Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jawa Tengah.

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Informasi RMI Jateng dapat diakses di http://rmi-jateng.org/. Pengelola situs RMI Jateng Zulfa Mukhamad Cholil mengatakan kepada Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, website ini dibuat sebagai salah satu langkah pengembangan jaringan RMI Jateng.

“Baru sebulan kami buat, dengan sasaran masyarakat dan harapannya ke depan bisa masuk ke pesantren,” terang pengurus departemen media dan informasi RMI Jateng itu, Kamis (6/3).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Zulfa menambahkan, website ini sekaligus mengawali program 1000 website gratis untuk pesantren yang digagas PPM Aswaja.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk pengembangan website, pihaknya juga akan melibatkan pesantren-pesantren. “Sebagai langkah awal, rencana akan diadakan pelatihan jurnalistik ke pesantren,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Kajian Islam, Ahlussunnah, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 09 Februari 2018

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Sidoarjo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pimpinan Anak Cabang IPNU dan IPPNU Sidoarjo kota membagi-bagikan stiker bertuliskan pelajar putri Sidoarjo cerdas berlalu lintas sosok Kartini masa kini kepada pengendara di jalan raya Jenggolo Sidoarjo, Jumat (21/4). Aksi ini mereka gelar untuk memperingati Hari Kartini serta mengajak para pengendara agar tertib berlalu lintas.

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Kartini, IPPNU Sidoarjo Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas

Ketua PAC IPPNU Sidoarjo Siti Firqo Najiyah mengatakan, melihat di sepanjang jalan banyak brosur save our student, mendukung pihak polisi agar para pelajar tetap berhati-hati dalam berkendara serta tertib berlalu lintas.

"Kita juga organisasi berbasis pelajar. Jadi, saling mendukung program kepolisian yang berbasis pelajar. Kita menyadarkan bahwa sosok Kartini di masa kini tidak harus memakai sanggul yang identik dengan Jawa. Tetapi kita sebagai perempuan juga bias eksis seperti laki-laki bias berekpresi namun tetap mematuhi aturan-aturan dan kaidah Islam," kata Firqo.

Selain membagi-bagikan stiker dan pin RA Kartini, IPPNU Sidoarjo juga membetangkan poster imbaun ukuran besar yang ditujukan bagi pengendara roda dua khususnya para perempuan baik pelajar maupun ibu-ibu swasta. Imbaun ini sengaja dibentangkan karena banyaknya jumlah pelanggar lalu lintas dari kalangan pelajar yang dinilai sangat parah.

Mengingat kecelakaan pelajar diawali dengan pelanggaran lalu lintas baik tidak memakai helm ? maupun tidak mempunyai kelangkapan surat yakni SIM. Dari itulah, IPPNU Sidoarjo membantu pihak kepolisian Sidoarjo dalam memberikan pemahaman bagi pengendara roda dua di jalan raya yang bertepatan dengan momen Hari Kartini. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Humor Islam, Tegal Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar diskusi tentang relasi media dan kekuasaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kader agar menjadi konsumen media yang kritis.

Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Pelajar Santri Berprestasi (PASTI) sekaligus Jurnalis Kominfo Jatim, Lukman Hakim yang diundang menjadi narasumber dalam kesempatan ini mengatakan, ada tiga hal yang harus dipahami untuk membedah relasi media dan kekuasaan, di antaranya posisi? pemerintah, pengusaha (kapital), dan media. Idealnya, tiga komponen tersebut saling menjalankan fungsinya secara optimal.

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

“Sayangnya, hari-hari ini mudah kita jumpai pengusaha memiliki media, kemudian masuk ke pemerintahan. Akhirnya yang terjadi konten yang disajikan bias dan cenderung mengarah pada kepentingan tertentu,” paparnya, Kamis (7/4), di Selasar Masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan, media seringkali disebut sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi. Melalui demokrasi, distribusi kekuasaan dengan mudah dapat dilakukan, baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Media, idealnya berperan sebagai sebuah alat kontrol sosial yang dapat mencegah munculnya monopoli kekuasaan oleh pihak tertentu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagai mahasiswa, Lukman yang juga pengurus PW IPNU Jatim ini mengajak IPNU-IPPNU untuk tidak mudah terpengaruh oleh terpaan media. Sebaliknya, memahami isu yang dikembangkan media harus proporsional. Membiasakan diri untuk melakukan check and balance dengan melakukan komparasi berbagai media.

Ketua PKPT IPNU UIN Sunan Ampel, Ahmad Deni Saputra mengatakan, hasil dari diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan media buletin dan media sosial. Seluruh kader diupayakan dapat mengasah kemampuan menulis. Dengan begitu, tidak hanya tunduk dan berdiam diri terhadap media mainstream namun juga bisa menawarkan gagasan melalui media independen milik sendiri.

Ia menambahkan diskusi? mengenai isu aktual dan asah nalar kritis memang menjadi agenda rutin mingguan. Selain itu, setiap hari Senin juga dilaksanakan kajian keaswajaan. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan memang berorientasi pada penanaman nilai-nilai Islam rahamatan lil alamin dan memaksimalkan potensi intelektual.

“Sebagai garda terdepan pengkaderan di NU, kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi bangsa. Tentu dengan kapasitas yang kami miliki,” tandasnya.? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 05 Februari 2018

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Nahdlatul Ulama (NU) selalu berada di barisan terdepan dalam hal-hal genting yang terjadi di tengah masyarakat. Dalam banyak kasus yang menyangkut kemanusiaan, NU tidak mau ketinggalan dalam mengawal proses kesadaran kemanusiaan yang tengah mekar di Indonesia.

Ketegasan komitmen NU terhadap kemanusiaan, bukan tanpa risiko. Sejumlah ormas yang memiliki kesadaran rendah akan kemanusiaan, kerap tidak mendukung sikap NU. Mereka akan acuh saja bila NU bukan ormas Islam terbesar di Indonesia, bahkan di dunia.

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Asad Ali: NU Bela Minoritas dan Keadilan

“NU sebenarnya bukan membantu minoritas, tetapi rahmatan lil alamin, otomatis membela minoritas. Jadi kita membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Siapapun yang dizalimi, tentu kita akan membela,” ujar Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU dalam pidato sambutan seremoni pembukaan bakti sosial operasi 1200 penderita katarak, di RSCM, Jl. Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (10/5) lalu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pendapat Asad ini meluruskan Irwan Hidayat, Dirut PT Sido Muncul yang sebelumnya memberikan kata sambutan dalam acara yang sama. Dalam sambutannya, Irwan memuji GP Ansor, sebagai kumpulan pemuda NU yang dalam kiprahnya maju terdepan membela minoritas.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Bakti sosial ini terselenggara atas kerjasama Fatayat NU dengan RSCM, Perdami (Persatuan Dokter Mata Indonesia), dan PT SidoMuncul. Sekurangnya 120 orang memadati tempat acara berlangsung. Mereka terdiri jajaran pengurus Fatayat NU dan masyarakat yang peduli akan kesehatan masyarakat.

Redaktur  : Syaifullah Amin

Penulis      : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, RMI NU, Khutbah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 02 Februari 2018

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Makan sahur sangat disunahkan bagi orang yang berpuasa. Dalam sebuah hadits dikatakan, “Sahurlah karena di sana terdapat keberkahan”. Makan sahur merupakan keringanan (rukhsah) bagi orang yang ingin mengerjakan puasa.

Menahan haus dan lapar seharian penuh tentu sangat memberatkan. Karenanya, Allah SWT mensyariatkan makan sahur dan buka puasa agar ibadahnya tidak terlalu berat. Allah SWT sangat suka terhadap orang yang mengerjakan sesuatu yang sudah diringankan-Nya.

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu yang Utama Makan Sahur ala Rasulullah dan Para Sahabat

Nabi Muhammad SAW sangat menganjurkan kepada umatnya untuk mengakhirkan sahur. Anjuran Nabi ini terdapat dalam banyak hadits. Misalnya hadits riwayat Ahmad, “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur”.

Menurut Abu Bakar Al-Kalabazi, maksud dari mengakhirkan sahur tersebut ialah makan sahur di sepertiga terakhir malam. Dalam kitabnya Bahrul Fawaid disebutkan:

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ?: ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Artinya, “Nabi SAW pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (do’a)?’? ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi SAW. Dalam hadits lain, Nabi SAW berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah SWT.”

Berdasarkan keterangan ini, tampaknya tujuan dari mengakhirkan sahur itu bukan semata makan dan minum, tetapi mesti diiringi dengan ibadah lainnya, seperti shalat, dzikir, dan berdo’a. Sebab itulah waktu terbaik untuk beribadah, terutama berdo’a.

Dilihat dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW sendiri, Beliau sangat terbiasa bangun tengah malam dan shalat malam. Sangat dimungkinkan jika Nabi? SAW beribadah terlebih dahulu, baru makan sahur menjelang waktu subuh.

Berdasarkan kesaksian Hudzaifah, ia pernah makan sahur bersama Nabi Muhammad SAW saat menjelang subuh, (HR Ibnu Majah). Kesaksian Hudzaifah ini diperkuat oleh pengakuan Zaid bin Tsabit. Zaid pernah sahur bersama Nabi Muhammad SAW kemudian setelah itu shalat berjamaah. Ketika ditanya, berapa lama jarak antara selesai makan dan shalat, Zaid menjawab, “Kisaran membaca lima puluh ayat,” (HR Ibnu Majah).

Dengan memperhatikan berbagai pendapat? dan riwayat ini, dapat disimpulkan bahwa waktu paling baik makan sahur ialah di sepertiga terakhir malam, terutama menjelang waktu subuh. Usahakan jarak antara makan dan waktu subuh tidak terlalu dekat, supaya makannya tidak terburu-buru da nada kesempatan untuk menyikat gigi. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 28 Januari 2018

Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid

Probolinggo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Paham radikalisme masuk melalui tempat ibadah seperti masjid, mushola hingga kelompok pengajian. Sebagai salah satu upaya untuk menangkal masuknya paham radikal, Pengurus Cabang Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kota Probolinggo akan melakukan pendataan sekaligus labelisasi masjid.?

Untuk saat ini, labelisasi baru dilakukan di PC LTMNU Kota Kraksaan. Berikutnya akan dilakukan di PC LTMNU Kabupaten Probolinggo dan PC LTMNU Kota Probolinggo.

Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tangkal Radikalisme, LTMNU Probolinggo Segera Labelisasi Masjid

Ketua PC LTMNU Kota Probolinggo Ali Yazid mengatakan langkah labelisasi ini merupakan instruksi dari PW LTMNU Provinsi Jawa Timur. Bahkan Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan menjadi wilayah pelaksanaan kegiatan labelisasi masjid.

“Kalau Kraksaan sudah dilakukan sejak Januari lalu. Setelah lebaran, baru di Kota dan Kabupaten Probolinggo akan melakukan labelisasi masjid-masjid yang ada,” katanya, Senin (13/6).

Menurut Ali Yazid, label yang dipasang berisi nama masjid, tahun berdiri dan nama takmir lengkap dengan logo NU. Begitu masjid tersebut ada label NU, maka oknum yang memiliki pikiran untuk merusak tatanan dan kerukunan umat selama ini tidak akan bisa bergerak.

“Selama ini yang diserang adalah masjid-masjid yang ada di daerah perkotaan. Jadi labelisasi ini sangat penting dilakukan demi memperjelas keberadaan masjid-masjid NU,” jelasnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ali Yazid menjelaskan sekilas labelisasi itu memang tidak penting. Namun jika dilihat lebih dalam lagi, keberadaannya justru sangatlah penting. “Karena ini menyangkut identitas masjid, termasuk paham NU bisa dimasukkan,” terangnya.

Sementara Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Probolinggo Basar menyambut baik rencana labelisasi masjid yang akan dilakukan di sejumlah masjid yang ada di Kota dan Kabupaten Probolinggo. Dengan adanya labelisasi ini maka pihaknya tidak kesulitan mengurus dan memberikan rekomendasi susunan pengurus nadzir wakaf.

“Selama ini belum ada yang memikirkan identitas masjid yang ada di Kota maupun Kabupaten Probolinggo. Biasanya pendataan masjid baru dilakukan saat ada masalah,” katanya. (Syamsul Akbar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Rabu, 24 Januari 2018

Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur

Medan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Sidang lanjutan Syekh Arifin memasuki tahapan menghadirkan saksi ahli dan saksi para jamaah tarekat Samaniyah. Para saksi menolak keras fatwa sesat MUI Sumatra Utara yang dialamatkan kepada Syekh Arifin. Salah satu saksi ahli yang hadir dalam persidangan hari Kamis (5/3) di PN Medan yaitu KH Wahfiuddin Sakam seorang dai nasional, praktisi tarekat TQN Abah Anom, dan trainer training spiritual. 

Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur (Sumber Gambar : Nu Online)
Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur (Sumber Gambar : Nu Online)

Saksi Ahli Nilai Fatwa Sesat Tarekat Samaniyah Salahi Prosedur

Terkait kasus Syekh Arifin ini Kiai Wahfiudin telah melihat secara dekat baik berinteraksi dengan Syekh Arifin dan para jamaahnya maupun dialog dengan komisi fatwa MUI Medan. Ada beberapa temuan dan kesimpulan atas masalah ini. Pertama, dari aspek prosedur Komisi Fatwa MUI Medan telah membuat kesalahan fatal dalam membuat fatwa ini sama sekali tidak mengikuti prosedur penetapan fatwa yang dibuat oleh MUI Pusat. Fatwa ini hanya didasarkan pada laporan dua murid yang sudah dipecat karena terbukti melakukan kesalahan fatal, lalu komisi fatwa MUI menginterograsi Syekh Arifin dengan memberikan pertanyaan jebakan. Hal ini dapat dilihat dari video asli bukan editan. 

Komisi fatwa MUI Medan menolak keras kesaksian perwakilan jamaah tarekat Samaniyah yang jumlahnya sekitar dua juta lebih. Komisi fatwa MUI Medan juga tidak melakukan investigasi lapangan baik di tempat pengajian Syekh Arifin maupun para murid, tetapi tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat keluar fatwa sesat. Karena itu, fatwa ini adalah fatwa ceroboh. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kedua, subtansi fatwa terkait soal furu’iyah yaitu proses penciptaan Adam, zakat mal kepada guru dan nikah mut’ah. Ketiga aspek tersebut tidak layak untuk dikeluarkan fatwa sesat. Soal nikah mut’ah Syekh Arifin hanya ditanya pendapatnya lalu dijawab menurut pandangan para ulama. Namun oleh komisi fatwa MUI Medan disimpulkan bahwa Syekh Arifin mengajarkan nikah mut’ah. Padahal menurut para jamaah menolak tuduhan tersebut karena Syekh Arifin sama sekali tidak mengajarkan nikah mut’ah baik di pengajian di luar pengajian. 

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ketiga, menurut pengakuan sekretaris komisi fatwa Ardiansyah bahwa fatwa MUI Medan digunakan kelompok lain untuk menampar Syekh Arifin. Memang faktanya, setelah keluar fatwa prematur tersebut kelompok radikal FUI (Forum Umat Islam) langsung melaporkan Syekh Arifin berdasarkan fatwa MUI Medan dengan tuduhan penistaan agama. Hal ini dinilai sangat berlebihan, padahal ini persoalan sepele sama sekali tidak memenuhi syarat penistaan agama. 

Keempat, persoalan ini sudah tidak murni persoalan agama lagi. Kelompok radikal FUI hanya dijadikan alat untuk menekan supaya pihak-pihak lain mengikuti skenario yang tergetnya memenjarakan Syekh Arifin. Kelompok radikal ini sudah mulai muncul dan pergerakannya sangat tergantung dari para pemodal dan politisi. 

Kelima, dengan fakta-fakta ia meminta Hakim bisa memutuskan dengan hati nurani dan harus berani melawan tekanan dari pihak manapun. 

“Jika Pak Hakim mengikuti tekanan kelompok radikal dan menjadikan Syekh Arifin dihukum maka hal ini akan memicu bentrokan horizontal yang lebih luas dan akan merusak persatuan dan kesatuan dan ini membahayakan NKRI pada masa yang akan datang.” 

KH Wahfiudin menyampaikan materi sebagai saksi ahli sekitar dua jam mulai dari jam 10 selesai jam 12. Sidang Kamis depan majelis hakim meminta menghadirkan saksi ahli Dr KH Hamdan Rasyid, MA salah satu anggota komisi fatwa MUI Pusat. Hakim akan mengorek lebih jauh bagaimana prosedur pembuatan fatwa yang benar. 

Sidang ini dijaga oleh ratusan polisi baik yang di luar arena sidang maupun di dalam ruangan sidang. Karena pada sidang-sidang sebelumnya terjadi bentrokan antara kelompok radikal FUI dan jamaah Samaniyah. Di akhir sidang kelompok radikal FUI yang dipimpin Indra Suheri mengerahkan massa ibu-ibu dengan berteriak takbir saat keluar dari ruang sidang. (ali abdillah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 30 Desember 2017

Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga

Solo, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pondok Pesantren (PP) Ta’mirul Islam Surakarta  menggelar Lomba olahraga, seni, dan kreativitas antar SD / MI Sederajat dan SMP / MTs Sederajat Se-Solo Raya serta lomba hadrah umum dan pioneering SMA/MA, dengan mengambil tema “By Art and Sport We Make The Best Indonesian Islamic Youth Generation”, Sabtu (9/2).

Menurut keterangan yang dilansir panitia di situs resmi pondok, kegiatan yang diberi nama OSTI GAMES II Piala Kementrian Agama Kota Surakarta tersebut, diadakan dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabi’ul Awwal 1434 H.

Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tamirul Islam Gelar Lomba Seni-Olahraga

“Kegiatan juga diadakan dalam rangka Haflah Tasyakur 24 Tahun Organisasi Santri Ta’mirul Islam (OSTI) Surakarta,” terang panitia.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Salah satu peserta lomba, Eka S W (13), Siswi SMP Nur Hidayah Surakarta menuturkan kesannya terhadap acara OSTI GAMES II itu.

“Acaranya bagus. Juga bisa mengasah dan mengembangkan potensi,” ungkap gadis berkacamata tersebut.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jenis kegiatan yang dilombakan diantaranya lomba cerdas-cermat, pidato, cerpen, Puisi, mading, melukis, dan futsal. Semua kegiatan akan dilaksanakan di kompleks PP Ta’mirul Islam di Jl.KH. Samanhudi No.3 Tegalsari, Laweyan, Surakarta.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Aktifis senior NU Amsar Dulmanan mempertanyakan wacana peninjauan ulang sistem pemilihan langsung yang selama ini sudah berjalan karena hal ini akan membuat NU menjadi eksklusif dan tertutup. Ia lebih setuju sistem pemilihan langsung yang selama ini berjalan dengan sejumlah perbaikan.

“Pendidikan warga NU justru dalam proses demokratisasi ini,” kata kandidat doktor di Universitas Indonesia ini.

Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktifis Nilai Ahlul Halli Jadikan NU Eksklusif dan Tertutup

Ia menegaskan, NU harus menciptakan tradisi peubah pada watak demokratisasi langsung, tapi tentunya dengan prinsip ala NU.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“NU sudah membangun perspektif terbuka. NU mewariskan satu nilai, satu prinsip kepemimpinan yang dari NU dibawa menjadi kepemimpinan nasional. Jangan balik ke tradisi yang hanya menciptakan karakteristik yang menguntungkan para elit,” tegas Amsar yang juga Mabinas PB PMII ini.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Yang harus diperbaiki dari yang sudah berjalan selama ini adalah bagaimana sistem dan mekanisme ini berbasis pada transparansi dan kejujuran, seperti SK cabang yang masih bermasalah atau kriteria kepemimpinan NU yang sekarang semakin longgar.

“Pemimpin harus benar-benar kader NU, bisa ngaji dan punya pesantren. Dulu orang seperti Kiai Ali Yafi’e saja susah karena tidak punya pesantren,” paparnya.

Ia mengusulkan, sebelum dipilih di tingkat nasional, para calon pemimpin NU dipilih di tingkat regional sebagaimana konvensi dalam penjaringan calon presiden Amerika Serikat. Disini, para kiai sepuh bisa mengajukan beberapa nama calon yang dianggap layak, lalu setelah itu, mereka berkompetisi di tingkat nasional. Memang akan membutuhkan biaya besar, tetapi ini konsekuensi dari pendidikan politik dan upaya memperoleh calon pemimpin terbaik.?

“NU tidak boleh tertarik dengan perubahan yang sekuler dan pragmatis, tetap konsistensi dengan rekrutmen yang cukup ketat bahwa kader NU di situ minimal orang yang sudah berjibaku, paham kultur dan tradisi. Ini banyak di daerah,” tegasnya.

Ia mengingatkan, jika NU menggunakan sistem pemilihan tertutup, harus menerima konsekuensi bahwa hal tersebut tidak akan menjadi pola kepemimpinan di tingkat nasional.

“Jangan bermimpi ini akan menjadi mainstream pola regulasi pemimpin di tingkat nasional. Tapi kalau NU ingin menjadi mainstream, ya harus matching pada upaya rasionalitas konformistik dalam upaya perubahan,” tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Habib, Halaqoh, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Jumat, 29 Desember 2017

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan

Bandar Lampung, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Kader Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Unila Nadia Eva Zahara, di Bandar Lampung, Ahad (20/11) meluruskan pesan berantai (broadcast) tentang informasi kesehatan beredar yang tidak sesuai supaya tidak terjadi disinformasi pada publik.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unila itu menjelaskan, yang dikhawatirkan kalau makan mie instan berlebihan itu kandungan natrium dan pengawetnya.

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Calon Dokter NU Luruskan Disinformasi Broadcast Kesehatan

"Adapun yang dikhawatirkan kalau makan coklat manis berlebihan itu kandungan kolesterolnya sama gulanya. Tapi makanan yang sudah lulus uji BPOM kandungan pengawetnya dalam kadar normal, insya Allah," kata Eva menjelaskan.

Adapun mengenai Arsenic Pentoxide (As2O5), kata dia menjelaskan, sudah cukup mematikan walaupun cuma dimakan sekali tanpa perlu terjadi reaksi kimia menjadi Arsenic Trioxide (As2O3) seperti yang ada dalam pesan berantai yang tertulis sebagai info berharga dari mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Rokhmin Dahuri yang ditujukan bagi anak kost dan pondok.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di pesan berantai tersebut digambarkan ada seorang wanita meninggal mendadak karena ketidaktahuannya akan "racun akibat makanan".

Wanita dalam pesan itu memiliki kebiasaan makan coklat tiap hari dan malamnya mengonsumsi mie instan. Mie instan diinformasikan mengandung As2O5 dan berhubungan habis makan mie wanita itu makan coklat terjadilah "reaksi kimia" di dalam perut yang membuat As2O5 berubah menjadi As2O3 yang sangat beracun.

"As2O5 itu sudah cukup mematikan walaupun cuma dimakan sekali tanpa perlu terjadi reaksi kimia menjadi As2O3 seperti yang ada dalam pesan berantai tersebut," ujar Eva menjelaskan. (Gatot Arifianto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Aswaja, Pemurnian Aqidah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 24 Desember 2017

Grand Mufti Saudi Minta Pemuda Tidak Pergi ke Suriah

Jakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Grand Mufti Saudi Arabia yang merupakan otoritas tertinggi agama meminta generasi muda Saudi untuk tidak mengikuti perang sipil di Suriah.

Grand Mufti Saudi Minta Pemuda Tidak Pergi ke Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Grand Mufti Saudi Minta Pemuda Tidak Pergi ke Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Grand Mufti Saudi Minta Pemuda Tidak Pergi ke Suriah

“Ini tidaklah benar, ini bukan kewajiban,” kata Sheikh Abdulaziz Al al-Sheikh menyebut kepada para pemuda Saudi yang mengikuti perang yang sudah masuk pada tahun ketiga ini, sebagaimana dilaporkan oleh harian al-Hayat dan dikutip oleh al arabiya.

“Terdapat permusuhan antar faksi, dan seseorang tidak seharusnya pergi ke sana. Saya tidak menyarankan pergi ke sana… pergi ke daerah yang anda tidak tahu dan tanpa pengalaman, anda akan menjadi beban mereka, apa yang mereka inginkan adalah doa anda.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Satu sumber di teluk yang dekat dengan gerakan militer mengatakan, pada September 2012 ribuan pemuda Saudi pergi ke Suriah untuk bergabung dengan gerakan pemberontakan. Tidak diketahui berapa banyak yang berhasil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Grand Mufti yang ditunjuk oleh Raja Saudi juga memperingatkan agar para pengkhotbah tidak mendorong pemuda untuk pergi ke Suriah.?

“Muslim harus takut pada tuhan dan tidak menipu para pemuda Muslim dan mengeksploitasi kelemahan mereka karena kurangnya wawasan dan mendorong mereka ke jurang,” kata Mufti dalam sebuah selebaran, Senin.

“Saya menyarankan para pengkhotbah untuk menasehati anak-anak muda seperti mereka menasehati anak-anaknya.” (mukafi niam)

Foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Doa, Quote Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 18 Desember 2017

Mesantren untuk Berpancasila

Oleh Agusdina Tauficqqurrohman Jalal



Pancasila yang menjadi falsafah hidup bangsa Indonesia, tentunya harus benar-benar ditanamkan dan dibumisasikan di setiap elemen Rakyat Indonesia. Walaupun terkadang rakyatpun yang akan menjadi korban ketidakpahaman akan pentingnya berpancasila. Berpancasila memang tidak segampang dengan menyebutan lima unsur dalam Pancasila, namun harus mengerti dengan kajian yang sangat dalam untuk memberikan kemerdekaan yang sejati.

Mesantren untuk Berpancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesantren untuk Berpancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesantren untuk Berpancasila

Pancasila yang dirumuskan oleh para pendiri Indonesia tidak segampang membaca Pancasila di setiap hari dalam kegiatan upacara. Akan tetapi esensinya untuk menanamkan jati diri masyarakat Indonesia, bahwa Indonesia sejatinya adalah kaum berpahaman Pancasila.

Kalau disentuh lebih dalam, Pancasila tidak lepas dari hasil karya kaum santri, yang setiap harinya harus hidup dengan kepahaman Islam ala Indonesia. Sebab, kaum santri mempunyai andil dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tentunya, kaum santri harus menjadi tameng Pancasila demi terwujudnya Indonesia yang lebih damai.

Kaum santri yang disebutkan di sini adalah kaum santri yang jiwa dan raganya hanya milik Indonesia. Dengan berpakaian sederhana dan ala kadarnya dengan menjunjung tinggi akhlaqul karimah. Akhlak yang menjadi nilau utama yang ditanamkan oleh santri itu hakikatnya untuk Pancasila. Kiai di pesantren memberikan pelajaran penting akan nilai-nilai Pancasila.

Tidak ada sejarahnya santri membangkang akan nilai-nilai Pancasila. Justru santri yang selama ini memang menjaga sepenuhnya nilai-nilai Pancasila. Dari semua elemen yang ada di pesantren, dimulai dari kiai, ibu nyai, dan santri, semuanya menjunjung tinggi kepancasilaan. Tidak ada satupun dari mereka yang menistakan nilai-nilai Pancasila.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sekarang kita coba lihat dari bagaimana kiai dan santri bersikap untuk Indonesia. Mereka tidak segampang bersikap ketika Indonesia mengalami masalah. Selalu melakukan istikharah untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di Indonesia.

Bahkan yang lebih penting adalah santri merupakan pancasilais sejati. Sebab, hidup matinya hanya untuk mempertahankan Indonesia dari serangan manapun. Seorang pancasilais sejati tentunya harus benar-benar berindonesia, tidak ada judulnya seorang pancasialis merongrong terhadap NKRI.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Santri Pancasilais

Santri yang setiap harinya mengenakan sarung ala kadarnya dengan menjunjung tinggi akhlak dan ketawadhuan harus benar-benar menjadi tameng Indonesia dari serangan manapun. Sebab, Santri adalah istilah pelajar yang memang hanya ada di Indonesia, negara lain tidak punya istilah tersebut. Untuk itu Indonesia harus bangga dengan keberadaan santri di Indonesia.?

Santri Pancasilas tidak harus berkoar-koar dan tidak harus berorasi di mana-mana untuk mewujudkan Indonesia berpancasila. Kuncinya yaitu dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat. Sebab, ketika santri turun jalan dan ikut berkoar-koar, akhirnya yang akan terjadi santri adalah direndahkan di mata masyarakat. Walaupun tujuannya untuk mendakwahkan Pancasila.

Sekarang akhirnya banyak permasalahan dikalangan umat Islam yang hidup di Indonesia yang tidak berpancasila. Hidupnya di Indonesia tetapi keyakinannya tidak berpancasila. Dimulai dari organisasi masyarakat yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, itu mencerminkan bahwa nilai-nilai Pancasila belum tumbuh menjadi jati dirinya masyarakat Indonesia.

Apalagi tidak sedikit kaum remaja yang mulai ikut-ikutan dalam mendirikan negara khilafah. Yang arah dan tujuanya sangat kurang jelas dan itu hakikatnya merusak pola pikir remaja Islam. Remaja Islam tidak harus membaca buku Islam yang penulisnya saja tidak jelas, apakah dia pernah ngaji atau tidak. Khususnya mengaji di pesantren. Tidak sepeti santri yang tiap hari membaca kitab salaf yang mushonifnya pun sangat jelas dan tidak dipertanyakan lagi keilmuannya.

Kalau sudah remaja dan kaum muda tidak benar-benar menanamkan nilai-nilai Pancasila. Akhirnya yang terjadi sekarang ini, Pemerintah harus siap-siap untuk mencegah kaum anti-Pancasila yang mungkin pemerintah sudah mengetahuinya. Pencegahan tersebut tujuanya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sekali lagi santri yang selalu menuruti perintah sang kiai, harus benar-benar untuk Indonesia. Serta tujuan akhirnya membantu Indonesia untuk menanamkan nilai-nilai kepancasilaan. Dari semua yang di pelajari di pesantren, santri harus ingat sejarah. Kaum santri ikut andil dalam pembentukan Republik Indonesia, apalagi dalam perumusan Pancasila dan UUD 1945 ada seorang kiai yang sangat alim kelimuanya ikut merumuskan Pancasila. Itu artinya, santri harus bangkit dan keluar dari gua petapaannya untuk mendukung dan menanamkan empat pilar kebangsaan. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Undang–Undang Dasar dan Negara Kesatuan Republik Indonesia atau yang sering disingkat PBNU. Wallahu a’lam !

Penulis adalah mahasiswa Sejarah UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Alumnus Pondok Pesantren KHAS Kempek Cirebon.

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 03 Desember 2017

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli

Suatu hari seorang zahid (Darwisy) datang ke istana Khalifah. Ia? diundang untuk dimintai nasihatnya. Khalifah mengatakan: “Beri aku nasihatmu”.

Sang zahid kemudian mengatakan: “Wahai Amir al-Mukminin, aku baru pergi ke negeri China. Pemimpin negeri itu mengalami sakit pendengaran (tuli). Ia tak bisa mendengar lagi. Suatu hari aku mendengar dia menangis sambil mengatakan: ‘Demi Tuhan, aku tidak pernah menangis karena menderita sakit tuli ini. Aku tak menyesali dan telah menerima keputusan Tuhan atas diriku seperti ini. Tetapi aku menangis karena melihat di depan pintu istanaku ada rakyatku yang teraniaya hak-haknya. Dia tampaknya menjerit meminta tolong, tetapi aku tidak mendengar jeritannya. Meskipun demikian aku bersyukur kepada Tuhan karena mataku masih sehat, sehingga bisa melihat dengan jelas rakyatku’. Sang Pemimpin Cina lalu memanggil juru bicara kerajaan,? dan memintanya untuk mengumumkan kepada khalayak rakyat bahwa: ‘jika di antara rakyatnya ada yang dizalimi, maka agar mengenakan baju merah’.”

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemimpin China yang Bijak yang Tuli (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemimpin China yang Bijak yang Tuli

“Sang Pemimpin kemudian naik di atas punggung gajah dan berkeliling menyusuri jalan-jalan di pelosok-pelosok negeri itu. Manakala matanya melihat orang berbaju merah dia memanggilnya. Kepada juru bicaranya, sang pemimpin memerintahkan agar ia mendengarkan keluhan dan pengaduannya. Sesudah itu sang pemimpin memerintahkan para menterinya untuk segera memperhatikan pengaduannya dan menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang adil.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Si Darwis mengatakan: “Lihatlah tuan Amir al-Mukminin, betapa dia yang ‘kafir’ (menurut keyakinanmu, Red) begitu sayang dan memberikan perhatian yang luar biasa kepada hamba-hamba Allah. Tuan adalah seorang yang beriman kepada-Nya, bahkan juga termasuk keturunan atau keluarga Nabi. Aku ingin melihat bagaimana tuan bisa bertindak terhadap rakyatmu dengan penuh kasih, (seperti dia).”

KH Husein Muhammad, pengasuh Pondok Pesantren Dar al-Tauhid Cirebon. Tulisan diambil dan diterjemahkan dari kitab "Al-Tibr al-Masbuk fi Nashihah al-Muluk" karya Imam al-Ghazali, h. 24.



Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Warta, Ahlussunnah, Sholawat Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kamis, 23 November 2017

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Brebes, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Pembangunan Gedung Nahdlatul Ulama Cabang Brebes terus berlanjut. Sejak peletakan Batu Pertama Ahad (31/1) tak pernah berhenti. Hingga mencapai triwulan pertama ini, tiada kendala yang cukup berarti karena dana terus mengalir.

“Insya Allah, dua minggu lagi membuat dak (pengecoran, red) untuk pondasi lantai kedua,” terang Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Brebes H Athoillah SE saat memimpin rapat antar Majelis Wakil Cabang (MWC) NU DAN Panitia Pembangunan di Gedung NU Kamis (13/5).

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembangunan Gedung NU Brebes Terus Berlanjut

Menurut Athoillah, karena pembangunan Gedung ini semakin mendekati penyelesaian lantai pertama, maka diharapkan dukungan semua pihak. “Gedung Nahdliyin (Warga NU, red) ini, perlu mendapat dukungan semua pihak untuk menyelesaikannya,” terangnya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Termasuk, lanjutnya, dari para simpatisan NU dan para aghnia. “Karena ini gedung milik bersama maka harus dibangun bersama-sama,” ajaknya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Dari pantauan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham, selain penghimpunan dana dari Nahdliyin juga datang dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Seperti Pengusaha, Anggota Dewan, Pejabat dan dermawan lainnya. Untuk warga NU penghimpunan dana dilakukan oleh pengurus MWC hingga ranting dan badan otonom NU.

“Bila sudah terkumpul, lalu disetorkan ke pihak panitia,” ujar Athoillah yang didampingi Ketua Panitia Pembangunan H Sodikin Rachman

Pembaungunan gedung NU, berada di lokasi yang sama di gedung NU lama. gedung baru ini terletak didepannya, tetapi gedung baru akan lebih representatif. Berbagai fasilitas akan dilengkapi, diantaranya home stay, aula dan ruang rapat.

 

Lebih lanjut kang Atho, demikian sapaan akrabnya, memaparkan luas bangunan 33 x 15 meter atau sekitar 500 meter persegi. Bangunan lama akan dipertahankan dan gedung baru mengambil posisi depan yang merupakan halaman dari gedung lama.

“Bangunan lama akan diperuntukan bagi badan otonom, lajnah dan 5 lokal untuk MTs Maarif NU 01 Brebes,” paparnya.

Gedung berlantai dua itu, lanjutnya, diperkirakan akan menelan dana lebih kurang 1,7 milyar rupiah. “Biaya sepenuhnya ditanggung secara gotong royong oleh warga nahdliyin dan simpatisan NU,” jelasnya.

Adapun pemanfaatan gedung tersebut antara lain untuk kantor sekretariat PCNU, badan otonom, dan lajnah-lembaga. Disamping itu tersedia juga fasilitas aula, ruang istirahat dengan 5 kamar VIP dan kamar los dengan 20 tempat tidur. “Minimal, gedung NU nanti bisa digunakan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepada peserta rapat Athoillah menyampaikan hasil-hasil Muktamar NU ke-32 di Makassar. Hasil-hasil tersebut selanjutnya di gandakan dan diserahkan kepada para Ketua MWC untuk disebarluaskan kepada para pimpinan ranting.

Hadir dalam rapat Pengurus PCNU, MWC NU dan Panitia Pembangunan antara lain Rois Syuriyah PC NU KH Aminudin Masduki, Para Ketua MWC se Kab. Brebes dan Ketua Panitia Pembangunan beserta jajaran Panitia lainnya. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Nasional, Halaqoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sabtu, 18 November 2017

Guru Bahasa Arab Perlu Ubah Metode Pembelajaran

Bogor, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Secara umum, sistem pengajaran Bahasa Arab di Indonesia belum bisa dikatakan efektif jika dibandingkan dengan negara lain, bahkan di Eropa yang notabene tidak mengenal huruf hijaiyah. “Orang barat malah bagus, hanya tiga bulan, jangan heran,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin ? di Bogor, Rabu (26/08) seperti dilansir oleh kemenag. go.id.

Guru Bahasa Arab Perlu Ubah Metode Pembelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Bahasa Arab Perlu Ubah Metode Pembelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Bahasa Arab Perlu Ubah Metode Pembelajaran

Apa pasal, lanjut Dirjen, sistem pengajaran di Barat dilakukan dengan metodologi yang baik serta guru pengajar yang baik. Hal ini menurut Kamaruddin berbeda apa yang terjadi di Indonesia, banyak anak-anak masuk jenjang kuliah yang justru kemampuan Bahasa Arabnya tidak tambah. Padahal lanjutnya lagi, sejatinya seorang anak ciptaan Allah itu tidak pernah mengalami gagal.?

“Artinya tidak ada anak bodoh, tapi hanya karena tidak menemukan guru pintar,” terangnya di hadapan para Guru Bahasa Arab.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk itu, guru besar UIN Alauddin Makassar ini mengimbau kepada para guru agar meningkatkan kapasitas serta kemamapuannya dalam metodologi pengajaran serta sistematika.?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

“Pengayaanya juga harus bagus, metodologi dan materi pasti,” tukasnya. Hal ini, katanya lagi, juga bagian dari dukungan terhadap program yang sedang di bangun Direktorat Pendidika Madrasah untuk menghidupkan kembali Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK) yang secara output diharapkan mempunyai kompetensi Bahasa Arab yang baik.

Dalam acara Penguatan Pemelajaran Bahasa Arab Pada Madrasah itu, Dirjen Pendis menceritakan bahwa kemampuan Bahasa Arab atau bahasa lainnya bisa dikuasai ? jika seseorang sudah melakukan pembelajaran sembilan ratus hingga seribu jam pelajaran.?

“Nah seharusnya di kita ini sudah bisa Bahasa Arab, itu kalau metodologinya bagus dan diajarkan oleh guru yang bagus pula,” tukasnya.

Lalu, Dirjen juga menjelaskan bahwa pengalamanya di Jerman menemukan orang yang tidak bisa Bahasa Arab sama sekali namun hanya dalam setengah tahun bisa mahir berbahasa Arab.?

“Padahal orang bule itu belajarnya dari alif ba ta,” ujar doktor lulusan Universitas Bonn ini. Bahkan menginjak semester lima sang bule tersebut sudah fasih dan menjadi penerjemah bahasa Arab. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Senin, 13 November 2017

Dirangkai Halal Bihalal, Konferwil IPNU NTB 27 Juli

Mataram, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Para pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Nusa Tenggara Barat kini tengah sibuk menyiapkan agenda Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-6. Perhelatan tiga tahunan ini dijadwalkan akan berlangsung 27-29 Juli.

Dirangkai Halal Bihalal, Konferwil IPNU NTB 27 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirangkai Halal Bihalal, Konferwil IPNU NTB 27 Juli (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirangkai Halal Bihalal, Konferwil IPNU NTB 27 Juli

Heri Nudriansyah, ketua panitia pelaksana Konferwil, mengatakan, kegiatan tersebut akan dipusatkan di Asrama Haji NTB, di Jalan Lingkar Selatan Kota Mataram. Karena bertepatan dengan suasana lebaran, Konferwil akan dirangkai dengan acara halal bihalal.

Pria yang akrab disapa Hery Che Uber ini mengaku optimis Konferwil akan sukses. Ia memastikan 10 cabang IPNU se-NTB bisa hadir. “Kami akan udang semua banom dan lajnah NU serta ratusan pelajar Nahdliyin, baik yang di sekolah umum maupun sekolah swasta, terlebih lagi pelajar yang berada di bawah naungan lembaga Maarif,” jelasnya di Mataram, Senin (29/5).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di tempat terpisah, Ketua PW IPNU NTB Irpan Suriadiata menjelaskan bahwa kegiatan Komferwil dan halal bihalal nanti menjadi wadah silaturrahim pelajar Nahdliyin. Ia berharap estafet kepemimpinan berjalan sesuai aturan.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Kepengurusan kami akan berakhi juli,dan kami tidak mau melihat kepengrusan sudah berakhir, konfrensi belum berjalan. Ini kan? tidak ada landasan hukum yang pasti bagi pelaksana karena Surat Pengesahan (SP) sudah berakhir," katanya

Direktur? LBH Indosensai Care Sosity (ICS) ini menyatakan ingin memberikan contoh kepada generasi berikutnya bahwa organisasi IPNU bukan wadah kekuasaan, tapi wadah pembelajaran. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Quote, Sejarah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 12 November 2017

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Sumenep, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. KH Ahmad Basyir Abdullah Sajjad memunyai kebiasaan unik. Pengasuh sepuh pondok pesantren Annuqayah Latee, Guluk-Guluk, Sumenep ini secara istiqomah setiap tahun mengundang makan bersama santri-santri kecilnya.

Ritual tahun ini berlangsung Jumat (29/10) pagi. Dengan wajah sumringah, para santri cilik masuk ke kediaman Kiai Basyir secara tertib. Kiai Basyir menyambutnya dengan wajah berseri-seri. Selanjutnya, para santri cilik ini menuju dapur. Di sanalah mereka sarapan pagi.

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)
Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik (Sumber Gambar : Nu Online)

Ritual Tahunan, Kiai Basyir Undang Makan Bersama Santri Cilik

Selama ini, putra pejuang kemerdekaan KH Abdullah Sajjad itu memang dikenal penyayang kepada siapa pun, terutama terhadap anak kecil.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Di samping itu, kiai yang berumur lebih 80 tahun itu dikenal istiqomah dalam beribadah dan mendidik masyarakat. Sering ia mengalami kurang sehat, tetapi tetap semangat mengimami santrinya sholat lima waktu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Selain tetap menggelar kajian kitab kuning yang diikuti santri, ia juga semangat hadir ke undangan kajian kitab kuning yang digelar alumni maupun masyarakat di luar pesantren.

"Subhaanallah. luar biasa pola asuh KH A Basyir AS. Semoga Allah senantiasa melimpahkan kesehatan dan panjang umur. Amin," ujar cendekiawan muda Sumenep yang alumnus Annuqayah Mohammad Khalili Ken. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham AlaNu, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Minggu, 29 Oktober 2017

Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga

Pamekasan, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Kenaikan tarif air yang mencapai angka 38,89 % oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), tidak rasional. Kenaikan tarif tinggi di samping layanan yang tidak memuaskan membuat kecewa warga Pamekasan, Jawa Timur.

Kebijakan PDAM itu menuai kecaman sejumlah pihak. Salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Pamekasan ini dinilai mengabaikan hak rakyat. Pasalnya, dari waktu ke waktu layanan dan kebijakan manajemennya jauh dari membaik, kata aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Pamekasan, Ribut Zubaidi Abdullah.

Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenaikan 38,89 % Tarif PDAM Pamekasan Kecewakan Warga

"Kenaikan tarif sebesar 38,89 % merupakan  bentuk pengkhianatan terhadap rakyat," tegas Abdullah yang juga memimpin Forum Riset dan Advokasi Masyarakat Marginal (FoRsAMM) Kabupaten Pamekasan, Selasa (29/10).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Pelan tapi pasti PDAM Pamekasan mencekik perekonomian rakyat. Di tengah pelayanan PDAM yang kurang maksimal, justru tarif PDAM dinaikkan. Di mana letak kepedulian para manajemen PDAM terhadap warga? Jelas Abdullah.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sementara Direktur PDAM Agus Bachtiar berdalih, penaikan tarif tiada lain guna mengikuti penaikan tarif dasar listrik yang naik.

"Naiknya listrik sudah sejak Januari. Dari situ pengeluaran PDAM bertambah untuk membayar tagihan listrik bulanan. Padahal tanggungan PDAM juga banyak. Jadi, harus dinaikkan dan telah disetujui oleh DPRD Pamekasan," terang Bachtiar.

Menanggapi Bachtiar, Abdullah mengatakan, selain menyesalkan penaikan tarif, warga juga menyesalkan pelayanan PDAM yang hingga kini jauh dari memuaskan. Rendahnya pelayanan PDAM Pamekasan dapat dilihat dari kerap mampatnya aliran air ke pelanggan.

Maunya dilayani, padahal semestinya melayani, tegas Abdullah. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Humor Islam, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Giliran Priangan Timur Perkuat Masjid NU

Camis, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Setelah akhir pekan lalu memperkuat peran masjid-masjid NU di Kabupaten Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah), kini digelar di Ciamis dan Tasikmalaya (Priangan Timur, Jawa Barat).

Giliran Priangan Timur Perkuat Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Giliran Priangan Timur Perkuat Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Giliran Priangan Timur Perkuat Masjid NU

Penguatan tersebut digelar pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat. Rapimda tersebut merupakan kerjasama Lembaga Ta’mir masjid NU, PCNU Kabupaten Ciamis, dan PT Sinde Budi Sentosa, berlangsung di aula kantor PCNU Ciamis, Sabtu (9/2). Sementara di Kabupaten Tasikmalaya, berlangsung besok Ahad (10/2).

Ketua PCNU Ciamis H. Agus Abdul Kholik Siroj dalam sambutannya menyatakan, kegiatan ini akan? memberikan informasi persoalan kemasjidan di NU, baik secara nasional, maupun lokal. “Termasuk, konon di banyak daerah yang fungsi ritualnya bergeser kepada yang lain.”

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia berharap kepada sekitar 200 peserta supaya menyimak materi-materi Rapimda, untuk kemudian dipraktikan dalam pengelolaan masjid di daerah masing-masing.

KH Asep saeful Milah, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat Koordinator Priangan Timur mengatakan, pada zaman Nabi, masjid tidak hanya tempat shalat dan zikir, “Tapi latihan militer, konsultasi ekonomi, bahkan tahanan perang pun di masjid,” katanya.? ?

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia juga menyatakan, bahwa manusia diciptakan sebagai pewaris dunia, bukan penghuni. “Kalau penghuni, hanya hardolin (makan, buang air besar dan main-main, red.)” katanya disambut tawa hadirin.

Tetapi pewaris dunia. Dengan demikian, kita ikut bertanggungg jawab segala-galanya. Tugasnya, memanfaatkan potensi alam, memelihara potensi alam.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Makam Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i

Yogyakarta, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Yayasan Masjid Jami Kodama akan mengadakan Latihan Kader Dakwah (LKD) Yayasan Kodama 2014 pada tanggal 20-21 Desember 2014 di Sekolah Dasar Nahdlatul Ulama (SDNU) Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta.

Pendaftaran kegiatan bertema "Menyongsong Globalisasi melalui dakwah komprehensif-transformatif" tersebut di mulai pada tanggal 1-17 desember 2014 di Sekretariat Yayasan Kodama, Jln. K.H. Ali Maksum No.04, Krapyak Kulon, Yogyakarta. Pendaftar diminta biaya registrasi Rp 20.000,-

Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)
Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i (Sumber Gambar : Nu Online)

Kodama Buka Pelatihan Calon Da’i

Menurut salah seorang panitia LKD, Hafidz Amru Ghozali, pemateri kegiatan tersebut adalah Mukhtar Salim, (sekretaris Syuriah PWNU DIY), Drs. H. A. Zuhdi Muhdlor (Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta, Syuriah PWNU DIY), Beny Susanto (Ketua LSM Yogyakarta), Wahyudin Anggoro (Lurah Desa Panggung Harjo).

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

"Latihan Kader dakwah ini di laksanakan rutin setiap satu tahun sekali oleh Yayasan Kodama. Kegiatan ini bertujuan melatih santri-santri muda agar bisa memanfaatkan globalisasi dengan baik, bukan malah terjerumus dalam globalisasi," katanya.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Untuk informasi lebih lanjut, kata dia, bisa menghubungi Muhammad Zaky (085643023403) atau Zida Nusrotina (085729097238).

"Fasilitas yang akan didapatkan oleh peserta adalah makan, transportasi, penginapan, dan modul pelatihan selama acara," pungkasnya. (Ahmad syaefudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ulama, Hikmah, Ahlussunnah Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock