Kamis, 08 Februari 2018

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

Surabaya, Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Ikatan Pelajar Nahdalatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar diskusi tentang relasi media dan kekuasaan. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para kader agar menjadi konsumen media yang kritis.

Pimpinan Redaksi (Pimred) Majalah Pelajar Santri Berprestasi (PASTI) sekaligus Jurnalis Kominfo Jatim, Lukman Hakim yang diundang menjadi narasumber dalam kesempatan ini mengatakan, ada tiga hal yang harus dipahami untuk membedah relasi media dan kekuasaan, di antaranya posisi? pemerintah, pengusaha (kapital), dan media. Idealnya, tiga komponen tersebut saling menjalankan fungsinya secara optimal.

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU UINSA Kaji Kritis Relasi Media dan Kekuasaan

“Sayangnya, hari-hari ini mudah kita jumpai pengusaha memiliki media, kemudian masuk ke pemerintahan. Akhirnya yang terjadi konten yang disajikan bias dan cenderung mengarah pada kepentingan tertentu,” paparnya, Kamis (7/4), di Selasar Masjid Ulul Albab UIN Sunan Ampel.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Ia menjelaskan, media seringkali disebut sebagai salah satu dari empat pilar demokrasi. Melalui demokrasi, distribusi kekuasaan dengan mudah dapat dilakukan, baik kekuasaan politik maupun ekonomi. Media, idealnya berperan sebagai sebuah alat kontrol sosial yang dapat mencegah munculnya monopoli kekuasaan oleh pihak tertentu.

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Sebagai mahasiswa, Lukman yang juga pengurus PW IPNU Jatim ini mengajak IPNU-IPPNU untuk tidak mudah terpengaruh oleh terpaan media. Sebaliknya, memahami isu yang dikembangkan media harus proporsional. Membiasakan diri untuk melakukan check and balance dengan melakukan komparasi berbagai media.

Ketua PKPT IPNU UIN Sunan Ampel, Ahmad Deni Saputra mengatakan, hasil dari diskusi ini akan ditindaklanjuti dengan mengoptimalkan media buletin dan media sosial. Seluruh kader diupayakan dapat mengasah kemampuan menulis. Dengan begitu, tidak hanya tunduk dan berdiam diri terhadap media mainstream namun juga bisa menawarkan gagasan melalui media independen milik sendiri.

Ia menambahkan diskusi? mengenai isu aktual dan asah nalar kritis memang menjadi agenda rutin mingguan. Selain itu, setiap hari Senin juga dilaksanakan kajian keaswajaan. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan memang berorientasi pada penanaman nilai-nilai Islam rahamatan lil alamin dan memaksimalkan potensi intelektual.

“Sebagai garda terdepan pengkaderan di NU, kami berkomitmen untuk berkontribusi dalam memecahkan persoalan yang dihadapi bangsa. Tentu dengan kapasitas yang kami miliki,” tandasnya.? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham Ahlussunnah, Tokoh Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham

Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Syam Organizer - Islamic Event Partner | Spirit Of Sham dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock